FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Halaman 3 dari 3 Previous  1, 2, 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by keroncong on Thu Jun 02, 2016 5:55 pm

First topic message reminder :

”Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita . . . karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba.”—PNY. 19:7.
POKOK PENTING YANG PERLU DIINGAT

   Siapakah pengantin perempuan Anak Domba? Apa yang Kristus lakukan untuk mempersiapkan calon istrinya?

   Kapan pernikahan Anak Domba akan diadakan?

   Bagaimana kita tahu bahwa ”domba-domba lain” akan ikut bersukacita atas pernikahan Anak Domba?

1, 2. (a) Pernikahan siapa yang akan membuat surga sangat bersukacita? (b) Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas?

UNTUK menyiapkan pernikahan dibutuhkan waktu yang lama. Namun, ada pernikahan yang persiapannya butuh waktu sekitar 2.000 tahun! Ini adalah pernikahan kerajaan. Sebentar lagi, sang pengantin laki-laki akan dipersatukan dengan calon istrinya. Musik akan memeriahkan suasana di istana Sang Raja, dan di surga akan terdengar nyanyian, ”Pujilah Yah, hai, kamu sekalian, karena Yehuwa, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah mulai memerintah sebagai raja. Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita, dan marilah kita memuliakan dia, karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba itu dan istrinya telah mempersiapkan diri.”—Pny. 19:6, 7.

2 ”Anak Domba” itu tak lain adalah Yesus Kristus. (Yoh. 1:29) Pernikahannya akan membuat surga sangat bersukacita. Bagaimana busana sang pengantin laki-laki? Siapakah pengantin perempuannya, dan bagaimana ia dipersiapkan? Di mana pernikahan itu akan berlangsung? Apakah orang-orang yang berharap hidup kekal di bumi akan ikut bersukacita? Kita ingin tahu jawabannya, maka mari kita lanjutkan pembahasan Mazmur 45.
PAKAIANNYA DIBERI WEWANGIAN

3, 4. (a) Bagaimana busana Pengantin Laki-Laki, dan apa yang menambah sukacitanya? (b) Siapakah ”permaisuri” dan ”putri-putri para raja” yang turut bahagia?

3 Baca Mazmur 45:8, 9. Sang Pengantin Laki-Laki, Yesus Kristus, mengenakan busana pengantin kerajaan. Pakaiannya sangat harum seperti harumnya ”wewangian yang terbaik”, misalnya mur dan lawang, yang digunakan dalam minyak pengurapan kudus di Israel.—Kel. 30:23-25.

4 Musik surgawi yang indah di istananya menambah sukacita sang pengantin laki-laki yang sedang menantikan pernikahannya yang semakin dekat. ”Permaisuri” turut bahagia. Ia adalah bagian organisasi Allah yang tidak kelihatan, yang mencakup ”putri-putri para raja”, yaitu malaikat-malaikat kudus. Suara-suara dari surga berkata, ”Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita . . . karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba itu.”
SANG PENGANTIN PEREMPUAN DIPERSIAPKAN

5. Siapakah ”istri Anak Domba”?

5 Baca Mazmur 45:10, 11. Kita sudah tahu siapa Sang Pengantin Laki-Laki, tapi siapa calon istrinya? Ia bukan wanita harfiah, melainkan suatu kelompok yang terdiri dari 144.000 orang Kristen terurap. Yesus adalah Kepala sidang jemaat terurap itu. (Baca Efesus 5:23, 24.) Kaum terurap akan memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan Mesianik-nya. (Luk. 12:32) Mereka juga ”terus mengikuti Anak Domba itu ke mana pun ia pergi”. (Pny. 14:1-4) Mereka menjadi ”istri Anak Domba itu” dan tinggal bersamanya di surga.—Pny. 21:9; Yoh. 14:2, 3.

6. Mengapa kaum terurap disebut ”putri raja”? Mengapa mereka diperintahkan untuk melupakan bangsa mereka?

6 Pengantin perempuan ini tidak hanya disebut ”putri”, tapi juga ”putri raja”. (Mz. 45:13) Raja yang dimaksud adalah Yehuwa. Ia telah mengangkat orang-orang Kristen terurap itu sebagai ”anak-anak”-Nya. (Rm. 8:15-17) Karena akan menjadi pengantin di surga, kaum terurap diperintahkan, ”Lupakanlah bangsamu dan keluarga bapakmu.” Mereka harus memusatkan pikiran ”pada perkara-perkara yang ada di atas, bukan pada perkara-perkara yang ada di bumi”.—Kol. 3:1-4.

7. (a) Apa yang Kristus lakukan untuk mempersiapkan calon istrinya? (b) Bagaimana perasaan sang pengantin perempuan terhadap calon suaminya?

7 Selama berabad-abad, Kristus telah mempersiapkan calon istrinya untuk pernikahan di surga. Rasul Paulus menulis bahwa Kristus ”mengasihi sidang jemaat dan menyerahkan dirinya baginya, agar ia dapat menyucikannya, mentahirkannya dengan pemandian air melalui firman, agar ia dapat membawa sidang jemaat ke hadapan dirinya dalam kesemarakannya, tanpa noda atau kerut atau apa pun yang seperti itu, tetapi agar sidang jemaat itu kudus dan tanpa cacat”. (Ef. 5:25-27) Paulus memberi tahu orang-orang Kristen terurap di Korintus kuno, ”Aku cemburu kepadamu dengan kecemburuan ilahi, karena aku secara pribadi telah mempertunangkan kamu dengan seorang laki-laki, untuk mempersembahkan kamu sebagai perawan yang murni kepada Kristus.” (2 Kor. 11:2) Sang Raja Yesus Kristus menganggap pengantinnya cantik karena ibadatnya bersih dan diperkenan Allah. Sang pengantin perempuan membungkuk kepada calon suaminya dan rela menerima dia sebagai tuan.
PENGANTIN PEREMPUAN ”DIBAWA KEPADA RAJA”

8. Mengapa sang pengantin perempuan digambarkan ”sungguh mulia”?

8 Baca Mazmur 45:13, 14a. Sang pengantin perempuan didandani sehingga terlihat ”sungguh mulia” untuk pernikahan kerajaan itu. Di Penyingkapan 21:2, sang pengantin perempuan digambarkan dengan sebuah kota, Yerusalem Baru. Kota surgawi itu penuh dengan ”kemuliaan Allah” dan berkilauan ”seperti batu yang sangat berharga, bagaikan batu yaspis yang bersinar, jernih seperti kristal”. (Pny. 21:10, 11) Yerusalem Baru yang sangat memesona ini digambarkan dengan indah di buku Penyingkapan. (Pny. 21:18-21) Ya, pengantin perempuan itu ”sungguh mulia”! Tentu saja, karena ini adalah pernikahan kerajaan di surga.

9. Bagaimana busana pengantin perempuan? Ia dibawa kepada siapa?

9 Sang pengantin perempuan dibawa kepada calon suaminya, Sang Raja Mesianik, yang telah mempersiapkan dan menahirkannya ”melalui firman”. Sang pengantin perempuan ”kudus dan tanpa cacat”. (Ef. 5:26, 27) Busananya juga harus cocok untuk pernikahan agung itu. Dan, memang demikian! ”Pakaiannya bersulamkan emas. Dengan mengenakan pakaian tenunan ia akan dibawa kepada raja.” Untuk pernikahan Anak Domba, sang pengantin perempuan telah ”diperkenankan untuk berbajukan linen halus yang cemerlang dan bersih, karena linen halus mengartikan tindakan-tindakan yang adil-benar dari orang-orang kudus”.—Pny. 19:8.
SAAT PERNIKAHAN ITU TELAH TIBA

10. Kapan pernikahan Anak Domba bisa diadakan?

10 Baca Penyingkapan 19:7. Kapan pernikahan Anak Domba diadakan? ”Istrinya telah mempersiapkan diri” untuk pernikahan. Tapi, ayat-ayat selanjutnya tidak menceritakan tentang pernikahan, malah menggambarkan bagian akhir kesengsaraan besar. (Pny. 19:11-21) Apakah ini berarti pernikahan itu akan diadakan sebelum Sang Raja menuntaskan kemenangannya? Tidak. Peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan di Penyingkapan tidak disebutkan menurut urutan waktu. Di Mazmur 45, Sang Raja Yesus Kristus mula-mula menyandang pedang dan mengalahkan musuh-musuhnya, kemudian barulah pernikahan kerajaan berlangsung.—Mz. 45:3, 4.

11. Apa yang akan Kristus lakukan sebelum pernikahannya?

11 Jadi, dari Alkitab kita tahu bahwa urutan peristiwanya akan seperti ini: Pertama, si ”sundal besar” Babilon Besar, yaitu semua agama palsu, akan dilenyapkan. (Pny. 17:1, 5, 16, 17; 19:1, 2) Berikutnya, Kristus akan membinasakan sisa dari dunia Setan di Armagedon, ”perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa”. (Pny. 16:14-16; 19:19-21) Akhirnya, Sang Raja akan menuntaskan kemenangannya dengan melemparkan Setan beserta hantu-hantunya ke jurang. Mereka seolah-olah mati sehingga tidak bisa mengganggu siapa pun.—Pny. 20:1-3.

12, 13. (a) Kapan pernikahan Anak Domba akan diadakan? (b) Di surga, siapa yang akan bersukacita atas pernikahan Anak Domba?

12 Ketika orang Kristen terurap meninggal selama hari-hari terakhir, mereka dibangkitkan ke surga. Beberapa saat setelah Babilon Besar dibinasakan, Yesus akan mengumpulkan sisa dari golongan pengantin perempuan ke surga. (1 Tes. 4:16, 17) Jadi, sebelum pecahnya perang Armagedon, semua anggota ”pengantin perempuan” sudah akan ada di surga. Setelah perang itu, pernikahan Anak Domba bisa diadakan. Itu akan menjadi peristiwa yang sungguh menyukacitakan! Penyingkapan 19:9 mengatakan, ”Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan malam pernikahan Anak Domba itu.” Ya, ke-144.000 anggota pengantin perempuan itu sangat bahagia. Dan, Sang Raja akan bersukacita karena semua rekan terurapnya ada bersamanya di surga. (Luk. 22:18, 28-30) Tapi, bukan pasangan pengantin itu saja yang akan bersukacita.

13 Di surga, para malaikat akan bernyanyi, ”Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita, dan marilah kita memuliakan dia [Yehuwa], karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba itu dan istrinya telah mempersiapkan diri.” (Pny. 19:6, 7) Bagaimana dengan hamba-hamba Yehuwa di bumi? Apakah mereka juga akan ikut bersukacita?
”MEREKA AKAN DIBAWA DENGAN SUKACITA”

14. Sebagaimana disebutkan di Mazmur 45, siapakah ”perawan-perawan” yang mengiringi pengantin perempuan?

14 Baca Mazmur 45:12, 14b, 15. Nabi Zakharia bernubuat bahwa pada hari-hari terakhir, orang-orang dari seluruh dunia akan bersyukur karena bisa melayani Yehuwa bersama kaum sisa terurap. Ia menulis, ”Akan terjadi pada hari-hari tersebut bahwa sepuluh pria dari segala bahasa bangsa-bangsa akan memegang, ya, mereka akan memegang punca baju seorang pria, yaitu seorang Yahudi, dengan mengatakan, ’Kami mau pergi bersama kamu sekalian, karena kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu sekalian.’” (Za. 8:23) Di Mazmur 45:12, ”sepuluh pria” itu disebut sebagai ”putri Tirus” dan ”orang-orang kaya dari antara bangsa itu”. Mereka memberikan dukungan kepada kaum terurap, dan berupaya mendapatkan perkenan serta bantuan rohani dari kaum terurap. Sejak tahun 1935, kaum sisa terurap telah membawa jutaan orang ”kepada keadilbenaran”, yaitu orang-orang yang telah diajar kebenaran tentang Yehuwa. (Dan. 12:3) Jutaan orang, atau ”sepuluh pria”, itu adalah rekan-rekan yang setia dari kaum terurap dan sudah bersih dari semua ibadat palsu. Itulah sebabnya mereka disebut ”perawan-perawan pengiringnya, yaitu teman-temannya”. Mereka telah membaktikan diri kepada Yehuwa dan terbukti setia melayani Sang Raja Yesus Kristus.

15. Bagaimana kaum sisa terurap telah dibantu oleh ”perawan-perawan pengiringnya”?

15 Kaum sisa terurap sangat berterima kasih kepada ”perawan-perawan pengiringnya” atas bantuan mereka dalam memberitakan ”kabar baik kerajaan” di seluruh bumi. (Mat. 24:14) Bukan hanya ”roh dan pengantin perempuan itu [yang] terus mengatakan, ’Marilah!’” tapi mereka yang mendengarnya juga mengatakan, ”Marilah!” (Pny. 22:17) Itu berarti ”domba-domba lain” mendengar kaum terurap mengatakan ”Marilah!” dan mereka ikut mengatakan ”Marilah!” kepada orang-orang di seluruh dunia.—Yoh. 10:16.

16. Hak istimewa apa yang Yehuwa berikan kepada domba-domba lain?

16 Kaum sisa terurap mengasihi domba-domba lain. Kaum terurap senang karena Yehuwa telah memberi domba-domba lain hak istimewa untuk ikut bersukacita atas pernikahan tersebut. ”Perawan-perawan pengiringnya” itu ”akan dibawa dengan sukacita dan kegembiraan”. Ya, domba-domba lain, yang berharap hidup kekal di bumi, akan bersukacita bersama seluruh alam semesta sewaktu pernikahan Anak Domba diadakan di surga. Dalam buku Penyingkapan disebutkan bahwa ”kumpulan besar,” yang beribadat kepada Yehuwa di bumi, ”berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba”. Mereka melayani Yehuwa di bumi, di halaman bait rohani Allah yang agung. Jadi, mereka akan ikut bersukacita di bumi, bukan di surga.—Pny. 7:9, 15.
Para perawan pengiring pengantin perempuan bergembira

Para ’perawan pengiring’ pengantin perempuan akan ikut bersukacita atas pernikahan Anak Domba (Lihat paragraf 16)
BAPAK-BAPAK LELUHUR KRISTUS AKAN MENJADI PUTRA-PUTRANYA

17, 18. (a) Bagaimana pernikahan Anak Domba menghasilkan anak-anak di dunia baru? (b) Selama Pemerintahan Seribu Tahunnya, Kristus akan menjadi bapak bagi siapa?

17 Baca Mazmur 45:16. Para pengiring pengantin perempuan Kristus akan semakin bersukacita sewaktu melihat bahwa pernikahan itu secara kiasan akan menghasilkan anak-anak di dunia baru. Sang Raja Yesus Kristus akan membangkitkan ’bapak-bapak leluhurnya’ sehingga nantinya mereka akan menjadi ’putra-putranya’. (Yoh. 5:25-29; Ibr. 11:35) Kristus akan memilih sebagian dari ’putra-putranya’ ini untuk menjadi ”para pembesar di seluruh bumi”. Ia tentu akan memilih beberapa dari para penatua yang setia dewasa ini untuk mengemban tanggung jawab di dunia baru sebagai ”para pembesar”.—Yes. 32:1.

18 Selama Pemerintahan Seribu Tahunnya, Kristus akan menjadi bapak bagi orang-orang lain juga. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang beriman akan korban tebusan Yesus dan akan hidup selama-lamanya di bumi. (Yoh. 3:16) Kristus akan menjadi ”Bapak yang Kekal” bagi mereka.—Yes. 9:6, 7.
TERGERAK UNTUK MEMASYHURKAN NAMA SANG RAJA

19, 20. Apa pengaruhnya peristiwa-peristiwa di Mazmur 45 atas semua orang Kristen sejati dewasa ini?

19 Baca Mazmur 45:1, 17. Semua orang Kristen hendaknya berminat akan peristiwa-peristiwa yang dicatat di Mazmur 45. Kaum terurap yang masih ada di bumi dengan berdebar-debar menantikan saatnya mereka dipersatukan di surga dengan saudara-saudara mereka dan Pengantin Laki-Laki mereka, Yesus Kristus. Domba-domba lain tergerak untuk terus tunduk kepada Raja mereka yang mulia. Mereka juga bersyukur karena bisa menjadi rekan dari kaum sisa pengantin perempuan yang ada di bumi. Setelah pernikahan itu, Kristus dan pengantinnya akan melimpahkan berkat yang tiada duanya kepada seluruh umat manusia.—Pny. 7:17; 21:1-4.

20 Sambil menantikan penggenapan nubuat tentang Sang Raja Mesianik, kita tentu tergerak untuk memasyhurkan namanya. Mari kita puji Raja kita selama-lamanya.


Terakhir diubah oleh keroncong tanggal Sat Jul 23, 2016 12:00 am, total 1 kali diubah
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by cherish on Tue Aug 02, 2016 9:56 pm

17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
avatar
cherish
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 17
Posts : 2181
Kepercayaan : Islam
Location : priangan timur
Join date : 19.02.15
Reputation : 14

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by SEGOROWEDI on Tue Aug 02, 2016 10:10 pm

lha kamu gak mengenal Yesus
gak ngerti kl term Utusan itu hanya kiasan
gak tahu siapa Yesus sebenarnya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by cherish on Tue Aug 02, 2016 10:16 pm

Satu2 nya ALLAH yang benar..bukan tiga2 nya ALLAH yang benar...
avatar
cherish
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 17
Posts : 2181
Kepercayaan : Islam
Location : priangan timur
Join date : 19.02.15
Reputation : 14

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by YADAH on Tue Aug 02, 2016 11:17 pm

@cherish wrote:Satu2 nya ALLAH yang benar..bukan tiga2 nya ALLAH  yang benar...
betul BAPA adalah satu2nya ALLAH yang benar
persoalannya, Muhammad saw dan Islam TIDAK mengenal & MENGERTI pribadi BAPA, ALLAH yang benar
kalau ada pribadi ALLAH BAPA di Alquran ... bawa di forum ini
gw siapa masok ISLAM

YADAH
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 20
Posts : 1075
Kepercayaan : Protestan
Location : Indonesia
Join date : 21.02.16
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by cherish on Wed Aug 03, 2016 9:05 pm

Kalo bapa = ALLAH YANG BENAR...
Berarti selain Bapa = ALLAH YANG PALSU
Gitu kan, coy....

Kalo cari ALLAH YANG BENAR di Al Quran pasti ada, tapi kalo cari yang TUHAN TRINITAS ga bakal ada di Al Quran...adanya di neraka.
avatar
cherish
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 17
Posts : 2181
Kepercayaan : Islam
Location : priangan timur
Join date : 19.02.15
Reputation : 14

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by SEGOROWEDI on Wed Aug 03, 2016 9:12 pm

palsu gimana wong SAMA
Akulah Dia

ilah alquran fiktif

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by njlajahweb on Wed Oct 04, 2017 2:20 pm

Tuhan orang islam bukan fiktif
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by njlajahweb on Wed Oct 04, 2017 2:21 pm

tentang 144.000

https://www.sarapanpagi.org/61-siapakah-ke-144-000-orang-itu-vt1504.html

61. Siapakah ke 144,000 Orang Itu?
Post by BP » Tue Aug 14, 2007 2:38 pm

Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Baru, 61:

Siapakah ke Seratus Empat Puluh Empat Ribu Orang Itu?


* Wahyu 7:1-8 Orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel
7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7:7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.


Bel pintu berdering pada hari Sabtu pagi dan dua orang berdiri di serambi rumah kami sambil menawarkan daftar bacaan mengenai kedatangan Kristus kembali. Jika ditanya, mereka mungkin akan mengatakan bahwa mereka adalah Saksi Yehovah. Alasan mereka melakukan kegiatan dari rumah ke rumah itu bukanlah semata-mata untuk mendapatkan anggota bagi gerakan mereka, melainkan juga untuk mendapatkan manfaat bagi diri mereka sendiri melalui semangat mereka yang patut diteladani. Harapan mereka (meskipun mungkin sangat kecil, karena banyaknya jumlah para Saksi Yehovah di seluruh dunia) mungkin adalah untuk menjadi salah satu dari 144.000 orang dalam Kitab Wahyu yang akan memerintah bersama Kristus. Meskipun jelas ada beberapa hal yang lebih penting di mana orang Kristen ortodoks tidak sependapat dengan mereka dalam hal pengajaran, apa yang mereka katakan mengenai 144.000 itu tetap menjadi masalah, bukan karena mereka mempercayainya, tetapi karena kita sendiri tidak tahu apa arti bilangan di atas. Siapa gerangan orang-orang itu? Apa kaitan antara bilangan itu dengan gereja pada masa kini? Apakah pernyataan saksi tersebut memiliki keabsahan?

Masalahnya adalah bahwa bilangan itu jelas bersifat simbolis, tetapi dengan mengungkapkan hal tersebut bukan berarti kita telah memecahkan masalah. Tetap timbul pertanyaan, apa yang dilambangkan?

Tiga jawaban yang ilmiah telah diberikan :
- Yang pertama adalah bahwa bilangan itu merupakan simbol untuk sekelompok orang Yahudi yang akan diselamatkan Allah pada akhir zaman.
- Yang kedua bilangan itu merupakan simbol untuk sekelompok orang yang telah ditentukan Allah untuk menjadi martir.
- Yang ketiga bilangan itu merupakan simbol untuk seluruh jemaat yang akan dilindungi Allah melewati kesengsaraan pada akhir zaman. Hanya pengujian data yang akan menunjukkan mana di antara ketiganya yang merupakan kemungkinan paling benar.

Uraian Yohanes di atas diambil berdasarkan dua gambaran Perjanjian Lama. Yang pertama adalah perayaan Paskah kaum Yahudi (Keluaran 12:12-13), di mana pada waktu itu darah pada tiang pintu rumah orang Yahudi merupakan sebuah tanda yang melindungi mereka dari penghakiman yang sedang menimpa bangsa Mesir. Unsur yang penting dalarn Kitab Keluaran adalah bahwa dunia di sekeliling bangsa Yahudi sedang mengalami penghakiman dan tanda yang diberikan Allah melindungi anak-anak Allah dari penghakiman tersebut. Uraian yang kedua dalam Perjanjian Lama adalah orang yang menggunakan alat penulis (YehezkieI9). Sekali lagi konteksnya adalah penghakiman. Sekali lagi orang-orang yang setia kepada Allah ditandai untuk diselamatkan. Dalam cerita ini "seorang yang berpakaian lcnan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis" berjalan mengelilingi kota dan menandai orang Yahudi dengan TAW, yang pada waktu itu berbentuk huruf X atau a +, pada dahi setiap orang yang setia kepada Allah.

Mungkin juga uraian Yohanes merniliki latar belakang Perjanjian Baru. Dalam 2Korintus 1:22; Efesus 1 :13 dan 4:30, Paulus menulis bahwa orang Kristen dimeteraikan dengan Roh Kudus. Meskipun tidak dikatakan bahwa Roh Kudus itu dimaksudkan untuk melindungi orang percaya dan apapun, kesan yang timbul adalah untuk keamanan. Demikian pula "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" berlaku sebagai meterai dalam 2Timotius 2:19. Meskipun tidak ada bukti bahwa Yohanes telah membaca salah satu dari antara kitab-kitab itu, kenyataan bahwa Paulus menyebutkan kata "meterai" secara tidak langsung menyatakan bahwa kata tersebut telah digunakan di lingkungan jemaat sebelum penulisan Yohanes.

Dalam gambaran yang terdapat pada Kitab Wahyu 7, penghakiman Allah yang dinyatakan dalam Wahyu 6 ditangguhkan sampai perneteraian itu lengkap. Orang-orang yang diberi meterai itu disebut sebagai "hamba-hamba Allah kami." Gambarannya adalah seperti yang terdapat dalam Yehezkiel, baik melalui penempatan meterai di dahi mau pun fakta bahwa hanya sisa urnat (dalam Yehezkiel sisa bangsa Israel) yang dimeteraikan sehingga lolos dari penghakiman. Tema ini dikemukakan lagi dalam Wahyu 9:4 dalam penghakiman sangkakala yang kelima, di mana "belalang-belalang" hanya boleh melukai mereka "yang tidak memakai meterai Allah di dahinya." Orang-orang yang memakai meterai Allah dilindungi di tengah-tengah penghakiman yang terjadi di sekeliling mereka.

Dalam Wahyu 14, ke 144.000 orang itu adalah "144.000 yang telah diselamatkan dari bumi." Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, yang dalam Kitab Wahyu berarti mereka belum pernah terbujuk oleh kekuatan jahat mau 'pun berkompromi dengan pemujaan berhala. Mereka Juga sepenuhnya benar. "Mereka ditebus dari antara man usia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu

(ayat 4). Gambaran mengenai korban sulung muneul dalam Yakobus 1:18 bagi semua orang Kristen dalam kaitan dengan dunia dan dalam Roma 11:16 bagi orang percaya bukan Yahudi dalam kaitan dengan pertobatan penuh dari Israel.

Jika demikian, siapakah 144.000 orang itu? Teori bahwa mereka adalah para martir pada zaman akhir cukup menarik, tetapi teori itu pada akhirnya menjadi tidak meyakinkan karena dalam bacaan ini tidak disebutkan apapun mengenai kemartiran mereka. Sebaliknya tampaknya semua "hamba Allah" dimeteraikan. "Hamba-hamba" tersebut merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar, namun tidak me lay ani Allah. Bahwa ban yak dari mereka menjadi martir adalah hal yang logis, berdasarkan penganiayaan yang diuraikan dalam Wahyu 13, tetapi Yohanes tidak mengatakan apapun yang membuat kita berpendapat bahwa mereka semata-mata adalah martir.

Teori bahwa mereka adalah orang percaya bangsa Yahudi pada zaman akhir juga menarik karen a di situ disebutkan nama-nama suku bangsa Israel. Tetapi dalam hal ini juga ada masalah. Baik susunan dari daftar bangsa itu maupun nama-nama yang tercantum di dalamnya tampak ganjil. Contohnya, baik Manasye mau pun ayahnya, Yusuf, tereantum dalam daftar (tarnpaknya Yusuf mewakili Efraim). Nama Dan tidak tereantum, meskipun nama itu ada dalam daftar akhir Yehezkiel (pasal 48 ). Dengan demikian Yohanes tampaknya menunjukkan bahwa daftar itu berbeda dari bentuk lain yang dikenal di Israel. Tetapi masalah lainnya adalah bahwa sebagian besar "umat Israel" tidak diselamatkan (yaitu, tidak termasuk di antara 144.000 itu), sementara harapan Paulus (Rorna 11 :26) adalah bahwa "seluruh Israel a ka n diselamatkan." Jika Yohanes maupun Paulus memiliki versinya sendiri mengenai pengharapan orang Kristen terhadap bangsa Yahudi, pasti telah terjadi dua pengharapan yang saling bertentangan pada jcrna a t yang mula-mula. Akhirnya, dalam Wahyu 7 orang-orang itu hanya disebut sebagai "harnba-hamba Allah," yang bukan merupakan istilah yang asing bagi orang pereaya bangsa Yahudi. Demikian pula uraian tentang mereka dalam Wahyu 14 dapat digunakan untuk setiap orang pereaya yang setia kepada Allah dan tidak berkompromi dengan "binatang" dan "nabi-nabi palsu." Dalam Wahyu 9 semua yang tidak bermeterai disiksa. Apakah hal ini berarti bahwa orang pereaya yang bukan Yahudi disiksa sedangkan orang Yahudi tidak? Bukankah perbedaan antara Yahudi dan bukan Yahudi di dalam jemaat bertentangan dengan sernua argumentasi Paulus mcngenai Allah yang tidak membeda-bedakan bangsa? Alasan-alasan di atas meyakinkan saya bahwa teori ini bukanlah teori yang benar.

Karena itu, ke 144.000 orang itu pasti berarti orang-orang yang setia kepada Allah, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Mereka, seperti yang dikatakan baeaan di atas, adalah "hamba-hamba Allah kami." Gambaran mengenai Israel mungkin diambil dari gambaran dalam Yehezkiel 9. Seperti seluruh suku Israel yang hadir di Yerusalem (kelompok terakhir bangsa Yahudi sebelum pembuangan) tereantum dalam d aft ar, demikian pula semua bangs a manusia akan tereakup dalam bilangan itu pada akhirnya. Angka 12 x 12 x 1000 menekankan kesempurnaan bilangan itu, semua hamba Allah dari seluruh urn at manusia akan dimeteraikan. Tujuan pemeteraian itu bukanlah untuk melindungi mereka dari godaan atau mati sebagai martir, melainkan dari penghakiman Allah. Inilah gereja Allah pada zaman akhir, ketika penghakiman Allah akan meneapai puncaknya. Karena mereka setia, tidak ada alasan mereka akan dihakimi. Dalam Wahyu 7, gambaran mengenal 144.000 orang yang dilindungi di bumi dirangkaikan dengan gambaran yang sarna dari gereja di surga menjadi dorongan untuk bertekun. Dalam Wahyu 14 ke 144.000 orang itu ada di surga, karena dalam pasal yang sarna disebutkan mengenai tuaian di bumi. Penghakiman terakhir, yang akan menghancurkan segala sesuatu dan setiap orang, akan dimulai. Tidak mengherankan bahwa gereja ditinggalkan sebelum penghakiman akhir tiba.

Apa makna dari gambaran ini terhadap gereja pada masa kini? Dengan asumsi bahwa kita hidup pada zaman akhir (yang dalam pemikiran Perjanjian Baru dimulai dari masa Kristus sampai pada akhir zaman), ternan-ternan kita yang tergabung dalam Saksi Yahweh tidaklah salah untuk mengharapkan agar mereka termasuk ke dalam 144.000 orang itu. Yang menyedihkan adalah bahwa mereka melakukann ya dengan eara yang salah.

Jumlah di atas bukanlah jumlah yang terbatas, melainkan jumlah yang lengkap dari harnba-harnba Allah yang setia, dan kita tidak dapat masuk di dalamnya dengan usaha kita. Kita akan terhitung dalam bilangan itu jika kita tidak berkompromi dalam hal iman dengan menyembah berhala di dunia dan tidak hidup dalam dusta, melainkan berbicara dan hidup dalam kebenaran. Cara lain untuk menyatakannya adalah "Mereka mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi" (Wahyu 14:4). Dalam konteks Kitab Wahyu hal ini berarti bahwa mereka mengikuti-Nya di surga (dan mungkin ketika Dia menaklukkan bumi dalam Wahyu 19). Mereka mengikuti-Nya juga di surga karen a mereka telah menjadi pengikut-Nya di bumi, apapun konsekuensinya. Ternan-ternan kita dari Saksi Yahweh ingin menjadi pengikut Yahwe tanpa menjadi pengikut Anak Domba dan memandang kematian-Nya sebagai satu-satunya cara untuk menghapus dosa. Meskipun semangat dan komitmen mereka patut dihargai, tanpa mengikuti Anak Domba mereka tidak akan pernah menjadi bagian dari "144.000" pengikut yang dilindungi-Nya.




Disalin dari:
Peter H Davids, Ucapan yang Sulit Dalam Perjanjian Baru, SAAT Malang, p. 317-322


Artikel terkait :

144 RIBU ORANG DALAM WAHYU 7:4, di http://www.sarapanpagi.org/144-ribu-ora ... .html#p5368

Apa bener yang masuk surga cuma 144.000 orang aja?, di http://www.sarapanpagi.org/apa-bener-ya ... t1505.html
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Di sorga, ternyata Yesus menikah dengan 144.000 gadis perawan cantik yang sudah meninggal dunia

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 3 dari 3 Previous  1, 2, 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik