FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Perang Terminologi: Radikalisme bukan ideologi islam Rahmatan Lil Alamin

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perang Terminologi: Radikalisme bukan ideologi islam Rahmatan Lil Alamin

Post by keroncong on Fri Aug 05, 2016 7:05 pm

Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari godaan syaitan. Semoga Allah selalu memberi kekuatan iman kepada kita.
Kali ini kita akan membicarakan tentang kesejukan di dalam ajaran Agama Islam. Agama Islam adalah agama yang sejuk, damai dan saling mencintai serta saling menasehati. Di dalam hadist Rasul Allah yang diriwayatkan oleh Muslim : Addin (Agama) itu nasehat (untuk melakukan kesetiaan)
Kami bertanya : Kepada siapa wahai Rasul Allah ? Beliau menjawab: Kepada Allah, Kitabnya, Rasulnya, pada para pemimpin kaum Muslimin kepada kaum Muslimin secara umum.
Di dalam Al-Qur'an surat An Nahl ayat 125 yang artinya kira-kira demikian : “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Dan bantahlah mereka dengan cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk”.
Di dalam hadist Rasul Allah yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani : Pokok pikiran setelah Addin (Agama) ialah menempatkan cinta kepada orang lain dan berbuat kebajikan kepada semua orang yang baik dan buruk.
Dari ayat Al-Qur'an dan hadist tersebut kita bisa lihat bahwa agama Islam itu baik dan mengajarkan umatnya agar berbuat baik. Islam tidak mengajarkan kekerasan atau yang kita lihat sekarang dengan julukan radikal. Dari mana aliran tersebut ? Siapa yang membawa ke Indonesia ? Kalau kita lihat sejak dahulu sekolah-sekolah yang didirikan oleh ornas-ormas Islam di negeri kita ini misalnya Persis, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Nahdatul Ulama tidak mengajarkan yang radikal dan banyak dari mereka yang sekolah di Mesir, Universitas Al-Azhar tidak pulang dengan ajaran yang radikal serta guru-guru Mesir yang mengajar di Indonesia tidak mengajarkan aliran tersebut, biarpun dinegerinya masih bergejolak pertikaian antara Ikhwanul Muslimin dengan pemerintah Mesir yang waktu itu dipimpin oleh mendiang Presiden Jamal Abdul Naser, di mana banyak tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin dibunuh. Aliran ini datangnya kira-kira di awal delapan puluhan dan yang menjadi sasaran utama adalah ormas-ormas Islam di Indonesia. Misalnya kalau kita lihat asal dari perpecahan Al-Irsyad, datangnya dari beberapa orang Arab yang datang ke Indonesia dengan jalan membantu ormas tersebut lalu mulai mempengaruhi para pemimpinnya agar pelajaran dari mereka diterima tentu saja dengan mengajak mereka berbisnis serta membangun mesjid yang pengasuhnya digaji. Serta membiayai untuk membuka Yayasan dan mencetak buku-buku di mana dananya disediakan.
Dari beberapa orang yang bisa dipengaruhi oleh orang-orang Arab tersebut pecahlah organisasi itu menjadi dua. Yang pertama adalah yang diakui oleh pemerintah (terdaftar) dan tetap pada ajaran pendirinya serta para tokoh-tokohnya yang moderat sejak tahun seribu sembilan ratusan. Dan yang kedua yang berkiblat kepada aliran baru yang dibawa oleh orang-orang Arab tersebut. Dan sebagian besar dananya didapat dari negeri orang tersebut juga para Yayasan yang berkiblat ke aliran keras ter¬sebut tidak diperbolehkan membantu organisasi Al-Irsyad yang di akui oleh pemerintah kita. Aliran-aliran keras tersebut menamakan tokoh-tokoh Al-Irsyad sebagai golongan Mu'tazilah dan Aglaniah. Beginilah cara mereka masuk ke negeri kita. Padahal alir¬an tersebut tidak bisa berjalan di negeri asalnya. Dan pemerin¬tah di sana sangat ketat di dalam mengawasi gerak-gerik mereka. Ini satu kejadian di bulan Ramadhan yang lalu di mana di salah satu kota di Jawa Tengah ada mesjid yang adzan maghribnya seperempat jam mendahului mesjid-mesjid lainnya. Dan juga pada waktu sahur di mana mesjid tersebut adzan subuhnya setengah jam sete¬lah adzan subuh yang dikumandangkan oleh mesjid-mesjid lainnya. Jadi kalau adzan subuh waktu itu pukul empat pagi dan imsaknya pukul tiga lebih lima puluh menit. Di mesjid aliran keras tersebut imsaknya jam empat dua puluh menit dan adzannya jam empat tiga puluh.
Ada lagi yang terjadi di salah kota di Jawa Barat seorang pengikut aliran keras tersebut ngamuk di salah satu mesjid dan meminta agar bedug di mesjid tersebut harus diturunkan dikarenakan haram hukumnya memukul bedug pada waktu datang waktu shalat. Aliran ini juga melarang orang memasang foto di dinding rumah, karena haram hukumnya tetapi mereka sendiri memasang foto misalnya untuk kartu penduduk atau pasport. Di negara asal datangnya aliran ini aturan ini tidak berlaku sebab foto pemimpin negara tersebut ada di mana-mana.
Perlu diketahui bahwa cerita organisasi Al-Irsyad tersebut kami peroleh dari para tokoh-tokoh Al-Irsyad. Ada satu hadist lagi yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani: Sesungguhnya orang yang sangat dicintai Allah diantara kamu ialah orang yang mencintai orang lain. Dan orang yang sangat dibenci Allah diantara kamu adalah orang yang mondar-mandir kesana-kemari untuk mengadu domba dan memecah belah persaudaraan. Jadi kesimpulannya bahwa aliran tersebut datangnya dari sekelompok manusia yang datang ke negeri kita yang hanya akan mengadu domba dan memecah belah persaudaraan. Semoga kita selalu waspada pada aliran-aliran atau ajaran-ajaran yang datang ke negeri kita ini. Ada lagi aliran yang kalau kita shalat di mesjid mereka maka mereka mencuci lantai bekas shalat kita. Dari aliran keras itu di Timur Tengah muncullah terorisme (IRHABIYIN) dalam bahasa Arabnya. Mereka pernah menduduki Masjidil Haram di Mekah selama beberapa hari, ini dipimpin oleh seorang yang bernama Jehaiman. Juga terjadi pengeboman pada waktu haji di Mekah di bawah salah satu jembatan layang. Di Mesir juga terjadi pengeboman yang dilakukan oleh aliran garis keras. Dan juga di Amerika gedung WTC juga di negeri kita ini mereka mengebom gereja-gereja, juga di Makasar, Bali yang menewaskan orang-orang yang tidak bersalah. Islam tidak mengenal IRHABIYIN (terorisme). Ini bukan ajaran Al-Qur'an.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perang Terminologi: Radikalisme bukan ideologi islam Rahmatan Lil Alamin

Post by SEGOROWEDI on Sat Aug 06, 2016 1:53 pm


rahmatan lil alamin yang disodorkan Q 9:29
gimana tu?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43732
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perang Terminologi: Radikalisme bukan ideologi islam Rahmatan Lil Alamin

Post by frontline defender on Sun Aug 07, 2016 9:48 pm

memerangi kejahatan!
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6441
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 132

Kembali Ke Atas Go down

Re: Perang Terminologi: Radikalisme bukan ideologi islam Rahmatan Lil Alamin

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik