FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Halaman 1 dari 4 1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by keroncong on Thu Dec 29, 2011 11:33 pm

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Karena tidak tampak adanya penjelasan yang menyatakan bahwa Muhammad akan diselamatkan setelah dia meninggal dunia, maka Allah dan setiap pengikut agama bangsa Arab harus bershalawat yaitu memohon kepada Allah semoga Allah melimpahkan berkah dan kesejahteraan kepada Muhammad sebagaimana yang disebut dalam Surat 33 Al Ahzaab ayat 56 yang berbunyi:

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas nabi: Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya dan berilah salam dengan sungguh-sungguh."

Dengan demikian bukan pengikut agama bangsa Arab saja yang harus bershalawat atas nabi Muhammad, tetapi juga Allah harus bersalawat yaitu memohon kepada Allah semoga Allah melimpahkan berkah dan kesejahteraan bagi Muhammad.

Sudah pasti hal ini sangatlah aneh, sebab itu tentu menjadi pertanyaan bagi para pembaca mengapa Allah harus memohon kepada Allah untuk berkat dan kesejahteraan bagi Muhammad?

Juga menjadi suatu keanehan jikalau Allah harus memohon kepada Allah, yang berarti hal itu menyatakan bahwa Allah lebih dari pada satu.

Apakah memang demikian? Menurut logika Allah adalah yang paling tinggi kedudukannya. Oleh sebab itu mungkin ada alasan lain mengapa Allah harus memohon berkat kesejahteraan bagi Muhammad, kepada Allah, (hal. 23-24).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)
Jika ada orang berpendapat seperti itu, meskipun dia seorang sarjana, jelas menunjukkan betapa minim pengetahuannya tentang Islam. Penafsiran demikian itu amat kacau, hanya berdasarkah harfiah saja.

Tapi anehnya, dengan modal pengawuran seperti itu, sarjana murtadin Himar Amos malah dikagumi oleh umat Kristen. Mestinya umat Kristen menolak tulisan yang sepenuhnya tidak berbobot, tidak ilmiah, tidak rasional dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Bahkan hanya memalukan umat Kristen saja.

Apabila terjadi tuntutan dari umat Islam kepada pihak yang berwajib, maka yang repot dan rugi adalah umat Kristen, bukan? Apalagi jika ada kelompok Islam yang terpancing emosinya. Gawat lagi, bukan?

Supaya situasi tidak semakin keruh, kami tetap menjawab sekaligus meluruskan hujatannya, dengan harapan agar Himar Amos dan umat Kristen lainnya dapat mengetahui makna dan filosofi shalawat nabi.

Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan. Shalawat Allah kepada Nabi Muhammad bukan berarti bahwa Allah memohonkan kemuliaan atau kesejahteraan kepada Allah yang lainnya untuk Muhammad, melainkan Allah memberikan rahmat, kesejahteraan dan kemuliaan atas beliau.

Maksud malaikat bershalawat kepada Nabi yaitu malaikat turut memohon ampunan kepada Allah. Sedangkan shalawat orang-orang beriman kepada Nabi maksudnya mendoakan agar diberi rahmat dan kesejahteraan atas Nabi Muhammad saw. Dan kesemuanya itu bukan berarti karena Nabi Muhammad saw. belum selamat atau tidak mendapat keselamatan dari Allah Swt.

Tujuan Allah bershalawat kepada Nabi Muhammad ialah agar umat Islam seluruhnya menaruh rasa hormat kepada beliau. Sebab beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi nabi terakhir dan penutup para nabi, yang membebaskan manusia dari kehidupan jahiliyah yang bagaikan binatang. Atas perjuangan beliau, umat manusia bisa dihantarkan ke alam yang terang benderang. Beliaulah yang mengantarkan umat manusia dari kehidupan hewani menjadi kehidupan yang manusiawi. Jika tidak ada beliau, entah kebejatan moral apa yang dilakukan oleh umat manusia.

Oleh sebab itu, sebagai orang yang tahu diri, umat manusia sangat wajib untuk mensyukuri jasa beliau. Untuk mengabadikan rasa syukur dan jasa beliau inilah maka 'shalawat serta salam' dijadikan sebagai salah satu rukun dzikri, yaitu suatu bacaan rukun bagi umatnya setiap mengerjakan shalat.

Tetapi harus diingat bahwa pembacaan shalawat terhadap Nabi Muhammad tersebut bukan berarti bahwa beliau tidak selamat di akhirat. Tanpa ada satupun umat Islam yang bershalawat, beliau tetap mendapatkan keselamatan dari Allah Swt. Sebab beliau telah dijamin masuk sorga oleh Allah Swt.

Meskipun Rasulullah sudah pasti masuk sorga, umat Islam masih saja mengirim bacaan shalawat kepada beliau, sebab pahala doa shalawat itu kembali lagi kepada umat yang bershalawat. Dengan bershalawat kepada Nabi berarti telah tunduk dan patuh kepada perintah Allah Swt. pada ujung surat Al Ahzaab 56 tersebut:

"Wahai orang-orang yang beriman, barshalawatlah kepadanya (Muhammad) dan berilah salam dengan sungguh-sungguh".

Kalau diperhatikan, perintah pada ayat tersebut dimulai dengan perintah atau suruhan 'Wahai'. Ditujukan kepada siapa perintah 'Wahai' ini? Jelas ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Apa perintah dan suruhan Allah tersebut ? Tiada lain untuk 'bershalawat dan mengucapkan salam'. Kepada siapa ? Jelas kepada 'Nabi Muhammad saw'. Caranya bagaimana ? Yaitu dengan 'bersungguh-sungguh mengikuti perintah dan aturan Allah.

Seandainya Allah tidak memberikan contoh dan petunjuk tentang tata cara mensyukuri karunia-Nya yang telah diberikan melalui baginda Nabi, tentu akan terjadi bermacam-macam cara dalam mensyukuri nikmat tersebut. Misalnya, dengan memberikan sesajian, tumbal, korban hewan dan lain-lain menurut selera dan keinginan masing-masing.

Oleh karena Allah memberikan petunjuk Al Qur'an dalam hal etika menghormati manusia pilihan-Nya itu, maka umat Islam mematuhi perintah tersebut agar tidak terjadi kekacauan dalam beribadah kepada-Nya.

Kemudian dalam satu hadits disebutkan sebagai berikut:

"Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat." (HR. Bukhari, Nasa'i, Ibnu Hibban dan Hakim).

Atas dasar hadits di atas, maka umat Islam di manapun berada selalu membacakan shalawat kepada Rasulullah setiap waktu shalat maupun setiap kali mendengar namanya disebut. Sebab dengan membacakan satu kali shalawat kepada Rasulullah, maka balasannya adalah mendapat sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh keburukan. Nah, siapa yang tidak mau mendapat pahala sebanyak itu?

Dengan demikian, keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah sungguh membawa berkah dan rahmat bagi umatnya. Sebab dengan bershalawat kepadanya satu kali saja, akan memperoleh pahala sepuluh kebaikan dan menghilangkan sepuluh keburukan. Subhanallah, sungguh beruntung menjadi pengikut beliau.

Analogi yang mudah dipahami, bayi yang meninggal dunia sebelum berbuat dosa, dia pasti akan langsung masuk sorga. Apakah karena dia pasti akan masuk sorga lantas orangtuanya langsung menguburkannya tanpa harus mendoakannya? Tidak !! Bahkan lebih dari itu, sebagai manusia yang berakhlak mulia umat Islam juga memohon kepada Allah agar bayi tersebut diberi tempat yang layak di sisi-Nya. Pahala dalam mendoakan dan memohon kepada Allah untuk anak bayi yang tersayang itu, kembali lagi kepada orang yang mendoakan.

Kalau terhadap anak bayi yang belum memberikan jasa saja, perlu mendoakan kepada Allah tempat yang layak di sisi-Nya, mengapa terhadap seseorang yang telah begitu besar jasanya bagi umat manusia sejagad raya ini, tidak kita doakan dan mohonkan kepada Allah tempat yang layak di sisi-Nya? Tentu lebih pantas, bukan?

VPendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Lebih lengkap lagi pertanyaan menjadi: "Mengapa Allah dan pengikut agama bangsa Arab harus bersalawat atas nabi Muhammad?"

Hal ini disebabkan karena Muhammad memang belum memperoleh keselamatan karena dia tidak diberi kuasa apapun oleh Allah.

Setiap pengikut agama bangsa Arab harus terus-menerus bershalawat untuk Muhammad dengan pengharapan agar Muhammad memperoleh keselamatan. Kenyataan ini dapat dilihat dari ayat-ayat Al Qur'an berikut:

Katakanlah, "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat dan tidak pula kuasa menolak mudarat untuk diriku, kecuali dikehendaki Allah … " (Surat 7 Al Araaf ayat 188).

"Katakantah, "Aku tidak kuasa menolak mudarat dari diriku dan tidak mendatangkan manfaat kecuali dikehendaki Allah. ................." (Surat 10 Yuunus ayat 49). (hal. 25-26)

ZTanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Surat Al A'raaf 188 dan Yunus 49 itu justru menunjukkan kejujuran Muhammad saw. Beliau mengatakan apa adanya tanpa menyombongkan diri dan menyadari bahwa beliau hanyalah seorang rasul, bukan Tuhan. Beliau mengakui tidak bisa mendatangkan manfaat dan tidak kuasa menolak mudharat baik untuk dirinya maupun orang lain, kecuali atas kehendak Allah Swt. semata.

Beliau menyampaikan apa adanya sesuai dengan yang diwahyukan oleh Allah swt., agar umatnya tidak tersesat. Sebab jika tidak demikian, maka dikhawatirkan umatnya akan selalu meminta dan memohon lewat beliau, atau paling tidak menjadikan beliau sebagai perantara. Inilah yang tidak dikehendaki oleh Allah. Jika memohon sesuatu hendaklah langsung kepada Allah tanpa perantara.

Kalau mau pakai pikiran yang jernih, justru itulah bukti bahwa Nabi Muhammad saw. adalah seorang manusia yang super tinggi kejujurannya. Beliau tidak mau disamakan dengan Tuhan, disembah dan dipuja-puja melampaui batas.

Di sinilah letak perbedaan antara Nabi Muhammad dalam pandangan Islam dengan Nabi Isa as. (Yesus) menurut pandangan Kristen. Menurut Kristen, Yesus bukan manusia biasa seperti Nabi Muhammad. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pusat meminta dan beribadah. Padahal Yesus tidak pernah mengajarkan demikian. Ajaran Yesus adalah ajaran Tauhid, sama seperti ajaran Nabi Muhammad saw. Perhatikan sabda Yesus pada ayat-ayat berikut ini:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3).

Pada ayat tersebut Yesus mengajarkan Tauhid kepada umatnya, yaitu mengenal Allah Yang Esa dan dirinya sebagai seorang utusan-Nya.

Ayat di bawah ini menunjukkan bahwa hanya kepada Allah sajalah tempat menyembah dan berbakti, bukan kepada manusia dan juga bukan terhadap Yesus sendiri. Perhatikan sabda Yesus di bawah ini:

"Berkatalah Yesus kepadanya: 'Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti' …" (Matius 4:10).

Karena umat Kristen menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang menjelma jadi manusia, maka jelas menurut mereka Yesus itu adalah Allah itu sendiri. Keyakinan ini justru menjadikan mereka tersesat, karena mereka menganggap dia itu Tuhan, maka di mana-mana mereka memohon dan meminta serta berbakti tertuju kepada Yesus. Padahal Yesus sendiri ternyata tidak bisa juga mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat yang menimpa pada dirinya sendiri. Yesus juga tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, karena dia hanyalah manusia biasa, bukan Tuhan.

Buktinya, ketika Yesus ditangkap oleh pasukan yang disuruh oleh tua-tuaYahudi yang bekerja sama dengan salah seorang muridnya sendiri sebagai penghianat, Yesus tidak bisa menghindar (Matius 26:47-48). Juga ketika orang-orang memperlakukan seenaknya, Yesus tidak bisa menghindar. Perhatikan ayat berikut ini:

"Lalu mereka meludahi mukanya dan meninjunya, orang-orang lain memukul dia" (Matius 26:67).

Bahkan lebih parah lagi -menurut cerita Bibel- ketika Yesus disalibkan, dia benar-benar tidak berdaya, tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sehingga dia berteriak histeris minta pertolongan kepada Allah. Perhatikan ayat di bawah ini:

"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani ?"Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Matius 27:46).

Sampai soal musim saja Yesus tidak tahu, perhatikan ayat di bawah ini:

"Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridnya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" (Markus 11:12-14).

Hal-hal yang ghaib pun Yesus tidak tahu, buktinya Yesus tidak tahu kapan hari kiamat. Perhatikan ayat di bawah ini:

"Tetapi tentang hari atau saat itu (kiamat, ed.) tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja" (Markus 13:32).

Itulah beberapa kelemahan Yesus sebagai bukti bahwa dia manusia biasa dan sama sekali bukan Tuhan. Maka pantas sekali jika dia tidak bisa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat yang menimpa dirinya maupun orang lain. Yesus juga tidak tahu hal yang ghaib, sebab dia bukan Tuhan.

Jadi bukan hanya Nabi Muhammad saja yang tidak bisa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat, tapi demikian juga dengan Nabi Isa as. serta nabi-nabi lainnya, kecuali atas izin Allah atau hanya Allah Swt.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by keroncong on Fri Dec 30, 2011 5:01 pm

Salah seorang missionaris dalam perjalanan bis kota antar kota mendekati
penulis. Awal percakapan itu sang Missionaris menanyakan tentang agama penulis,
penulispun menjawab bahwa agama saya adalah Islam. Selanjutnya sang Missionaris
itu mulai mencoba "menggerayangI" keimanan penulis dengan bertanya: "Apakah Al
Quran menjamin keselamatan seorang muslim, termasuk Muhammad ?", tanpa berpikir
panjang saya pun menjawab: "Tentu saja, karena keimanan dan amal shalih yang
dapat menghantarkan kita menuju keselamatan di dunia dan akhirat". Berikut ini
adalah transkrip perdebatan penulis dengan Missionaris yang mengaku bernama
Yapto, tetapi missionaris itu tidak mengetahui siapa penulis sebenarnya pada
awal perdebatan. Terima Kasih saya pribadi ucapkan kepada saudara M. Aswin
Syahrani yang telah mencatat dan merekam dalam HP perdebatan ini dan sedikit
mengedit perihal kata-kata yang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
(bukan mengedit perdebatannya).

MISSIONARIS: "Anda tentu sholat bukan,
mengapa di dalam sholat itu kita selalu mengatakan Allahumma sholi 'alaa
Muhammad
, yang berarti Ya Allah berilah keselamatan atas Muhammad,
secara logika do'a adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi agar
terjadi, contoh: Saya berdoa agar anda selamat dalam perjalanan anda ini,
berarti kan anda belum pasti selamat?"

MUSLIM: "Sholawat yang anda kutip
bagi tadi saya belum seberapa membuktikan bahwa muslim itu, termasuk Muhammad,
adalah belum selamat; sebenarnya jika anda jeli anda bisa temukan yang kalau
ditafsirkan amburadul bisa membuat umat Islam itu tidak tahu jalan alias
sesat"

MISSIONARIS: "Lho kok anda malah berkata demikian?"

MUSLIM:
"Coba anda buka di Terjemah Quran saya lihat sepintas di tas yang anda bawa
tadi".

MISSIONARIS: "Ternyata anda jeli juga, oke saya buka, di surat
apa?"

MUSLIM: "Buka surat Al Fatihah ayat 6, dan tolong
bacakan"

MISSIONARIS: "Tunjukanlah kami jalan yang lurus (stop saya
menyela dirinya)"

MUSLIM: "Secara logika anda, umat Islam belum selamat
kan?, dan secara pemahaman anda tadi bahwa doa adalah pengharapan akan sesuatu
yang belum terjadi supaya terjadi, misal yang belum selamat menjadi selamat,
berarti yang memohon berada di jalan yang lurus belum berada di jalan yang lurus
kan?"

MISSIONARIS: "Betul"

MUSLIM: "Seharusnya anda mencounter
saya dengan ayat itu dulu untuk membuat saya ragu akan Islam, jangan langsung
kutip Sholawat Nabi, kan namanya pemurtadan tidak sistematis, bener
gak?"

MISSIONARIS: (tersenyum)

MUSLIM: "Sekarang giliran saya
mengcounter anda Oke?, Ayat 6 surat tersebut adalah ajaran dari Allah kepada
hambanya dan merupakan falsafah doa. Ajaran ini mempunyai nilai yang sangat
tinggi baik filosofis maupun agamis, agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya
untuk suatu perilaku yang paling luhur dan dalam, sehingga umat islam menyadari
kedudukannya sebagai makhluk dan hamba yang tidak tahu apa-apa. Kita sebagai
manusia tentu menyadari kelemahan sebagai ciptaan Allah dan sebagai makhluk
Allah sehingga tercipta sebuah tindakan dan sandaran untuk tempat memohon serta
meminta pertolongan yang paling utama, yakni perlindungan dan petunjuk dari Nya.
Islam mengajarkan agar setiap insan terutama pemeluknya agar selalu merendahkan
diri kepada Allah yang menciptakan dirinya, melepaskan sifat keangkuhan dan
kesombongan. Bagaimana dengan Yesus yang nada laim sebagai Tuhan? untung saya
tadi bawa Alkitab, ini Alkitab saya resmi lho ya yang di terbitkan oleh Lembaga
Alkitab Indonesia. coba anda buka Matius 26: 38-39, saya bacakan tolong
kupingnya dipasang: Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa,
kataNya: "Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari
BapaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukuehendaki, melainkan seperti yang
Engkau kehendaki
, coba lihat Yesus merendahkan diri di hadapan Bapa, seorang
Allah Putera merendahkan diri dihadapan Alah Bapa....

MISSIONARIS: "Tapi
konteks ayat itu adalah Yesus ketika akan ditangkap Yahudi sehinga memohon
kepada Bapanya".

MUSLIM: "Nah tambah jelas dong Yesus memohon kepada
Bapa, berarti Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya,
dalam kaidah logika: Seseorang yang meminta kepada Tuhan adalah bukan Tuhan,
Yesus meminta kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan, masuk akal
gak?"

MISSIONARIS: (Diam)

MUSLIM: "Dan Yesus juga mempunyai dosa,
mau bukti?"

MISSIONARIS: "Yesus mengampuni dosa umat manusia, Dia tidak
punya dosa"

MUSLIM: "Jangan berkilah, silahkan buka Lukas 11: 2-4 saya
bacakan tolong dengarkan dengan kuping mendekat "Bapa dikuduskanlah
namaMu....dan ampunilah kami dan atas dosa kami"
". Menurut penjelasan
logika anda tadi bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang
belum terjadi agar terjadi....naaahhh....ada dua kecacatan Allah menurut logika
anda di hadapan ayat ini: 1. adalah Bapa adalah sebelum di doakan adalah belum
kudus dan yang kedua adalah Yesus berdoa supaya diampuni dosanya berarti Yesus
berdosa.

MISSIONARIS: "Ayat itu merupakan ajaran doa Yesus pada umat
manusia agar sellau memohon doa pada diriNya"

MUSLIM: "Tunggu dulu, coba
anda perhatikan kata-kata di kuduskan namaMu...dan ampunilah atas dosa
kami"
, kok anda tidak jujur begitu mas, itu ucapan yang menurut logika anda
tadi Bapa di doakan agar kudus dan Yesus berdosa meminta ampun akan dosanya,
sekarang apa waktu itu Yesus berdoa pada dirinya sendiri? jawab
dulu!"

MISSIONARIS: (diam)

MUSLIM: "Ya tidak dong mas, dia berdoa
pada BapaNya yaitu Allah Ta'ala, karena Yesus selalu mengatakam Allah adalah
Bapa, contoh: "Aku Belum pergi kepada BapaMu dan BapaKu, AllahKu dan AllahMu"
Yesus menyebut Allah itu sebagai Bapa.

MISSIONARIS: "Maaf tadi saya belum
tahu nama anda (khas penginjil keliling jika sudah terpojok), siapa nama
anda?"

MUSLIM: "Saya Aris, dari Tim FAKTA, oke sudah tahu kan nama saya,
kita lanjutkan perdebatan kepada sholawat"

MISSIONARIS: "Sebentar lagi
saya turun di pertigaan Pandaan, sejujurnya saya senang sekali akan diskusi
lintas agama ini"

MUSLIM: "Arah pertanyaan anda dapat saya baca, anda
mengambil buku-buku Nehemia Centre, Abdul Yadi, Iskandar Jadeed, Robert Morey,
Jansen Litik, dan si Habib Makhrus, apa ada yang terlewat dari ucapan
saya?"

MISSIONARIS: " (senyum)...Saya juga heran kok ada anggota FPI yang
murtad"

MUSLIM:" Makhrus Ali sudah Islam, sudah berbulan-bulan yang lalu,
anda paling baru mendapat gandaan VCD Makhrus beberapa minggu yang lalu
paling....iya kan?"

MISSIONARIS: "Lho Makhrus Ali itu
Kristen"

MUSLIM: "Ini ada nomer Hp Markus Margianto alias Makhrus Ali,
mau saya telfonkan dengan Loud Speaker (sambir masuk ke contacts dan kursor pada
Makhrus Ali (Habib Gadungan))?"

MISSIONARIS: (terdiam...)

MUSLIM:
"Anda masih orang baru yang belajar memakai bahan lama yang sudah expired, kalau
ingin "mengganggu" aqidah umat Islam sebaiknya dengan argumen yang masuk akal,
baru dan lebih hebat dari argumen yang itu-itu saja, ada satu kardus lemarin es
buku yang macam begitu"

MISSIONARIS: "Oke mas, terima kasih atas
waktunya, semoga Tuhan Yesus Memberkati"

MUSLIM: "Mau Debat topik Yesus
bukan Tuhan?"

MISSIONARIS: "Ha...ha...ha..(tertawa dan tersenyum
kemudian, beberapa saat kemudia ia turun dari bisa di pertigaan Pandaan, Jawa
Timur)


NB: Perkuat aqidah dan keilmuan kita agar tidak kaget dalam
menghadapi Missionaris yang tiba-tiba berada di samping anda.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Sun Jan 01, 2012 12:43 am

ichreza wrote:Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan. Shalawat Allah kepada Nabi Muhammad bukan berarti bahwa Allah memohonkan kemuliaan atau kesejahteraan kepada Allah yang lainnya untuk Muhammad, melainkan Allah memberikan rahmat, kesejahteraan dan kemuliaan atas beliau.

Maksud malaikat bershalawat kepada Nabi yaitu malaikat turut memohon ampunan kepada Allah. Sedangkan shalawat orang-orang beriman kepada Nabi maksudnya mendoakan agar diberi rahmat dan kesejahteraan atas Nabi Muhammad saw. Dan kesemuanya itu bukan berarti karena Nabi Muhammad saw. belum selamat atau tidak mendapat keselamatan dari Allah Swt.

tidak konsisten..
- allah bershalawat -> allah memberikan rahmat/kesejahteraan/kemuliaan
- malaikat bershalawat -> malaikat memohon(kan) ampunan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Sun Jan 01, 2012 12:48 am

ichreza wrote:Al Ahzaab 56:
"Wahai orang-orang yang beriman, barshalawatlah kepadanya (Muhammad) dan berilah salam dengan sungguh-sungguh".


Kemudian dalam satu hadits disebutkan sebagai berikut:
"Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat." (HR. Bukhari, Nasa'i, Ibnu Hibban dan Hakim)
.

bukti nyata
bahwa muhammad dan ilahnya adalah oknum yang sama

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by darussalam on Sun Jan 01, 2012 2:14 am

SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan. Shalawat Allah kepada Nabi Muhammad bukan berarti bahwa Allah memohonkan kemuliaan atau kesejahteraan kepada Allah yang lainnya untuk Muhammad, melainkan Allah memberikan rahmat, kesejahteraan dan kemuliaan atas beliau.

Maksud malaikat bershalawat kepada Nabi yaitu malaikat turut memohon ampunan kepada Allah. Sedangkan shalawat orang-orang beriman kepada Nabi maksudnya mendoakan agar diberi rahmat dan kesejahteraan atas Nabi Muhammad saw. Dan kesemuanya itu bukan berarti karena Nabi Muhammad saw. belum selamat atau tidak mendapat keselamatan dari Allah Swt.

tidak konsisten..
- allah bershalawat -> allah memberikan rahmat/kesejahteraan/kemuliaan
- malaikat bershalawat -> malaikat memohon(kan) ampunan

cuma orang kristen yang tidak pernah bersholawat pada nabinya sendiri
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Sun Jan 01, 2012 11:20 pm

darussalam wrote:
cuma orang kristen yang tidak pernah bersholawat pada nabinya sendiri

nabi bukan untuk dipuja-puji apalagi dijunjung-junjung
yang harus diperlakukan seperti itu adalah TUHAN
tapi islam aneh, nabinya yang dijunjung-junjung

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by sun-cium on Thu Mar 01, 2012 6:24 pm

SEGOROWEDI wrote:
darussalam wrote:
cuma orang kristen yang tidak pernah bersholawat pada nabinya sendiri

nabi bukan untuk dipuja-puji apalagi dijunjung-junjung
yang harus diperlakukan seperti itu adalah TUHAN
tapi islam aneh, nabinya yang dijunjung-junjung

Sholawat untuk tuhan???? coba pengen denger gw, tuhan mana yg pernah disholawati.....?

sun-cium
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 20
Join date : 01.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 01, 2012 6:55 pm

tempat memohon itu Tuhan
yang harus dijunjung dan dimuliakan itu Tuhan

sinting kalau ada nabi minta dijunjung
sinting kalau ada umat menjunjung nabinya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by Jagona on Thu Mar 01, 2012 7:31 pm

Ayat 33/56 bukan hanya untuk nabi Muhammad, tetapi juga untuk nabi Ibrahim dan keluarganya (keturunannya), sesuai dengan sholawat yang dibacakan ketika tasyahud awal/akhir


Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 70
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by sun-cium on Thu Mar 01, 2012 9:49 pm

SEGOROWEDI wrote:tempat memohon itu Tuhan
yang harus dijunjung dan dimuliakan itu Tuhan

sinting kalau ada nabi minta dijunjung
sinting kalau ada umat menjunjung nabinya

tuhan tidak perlu dijunjung dan dimuliakan........karena sudah dari sananya tuhan itu maha Mulia, tanpa perlu dimulia-muliakan.....

sun-cium
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 20
Join date : 01.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by Jagona on Fri Mar 02, 2012 5:39 am

sun-cium wrote:
SEGOROWEDI wrote:tempat memohon itu Tuhan
yang harus dijunjung dan dimuliakan itu Tuhan

sinting kalau ada nabi minta dijunjung
sinting kalau ada umat menjunjung nabinya

tuhan tidak perlu dijunjung dan dimuliakan........karena sudah dari sananya tuhan itu maha Mulia, tanpa perlu dimulia-muliakan.....

lebih sinting lagi kalo ada manusia yang tidak mau menjunjung dan memuliakan nabinya

:gatot: :gatot: :gatot: :gatot: :gatot:

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 70
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Fri Mar 02, 2012 7:41 am

Jagona wrote:Ayat 33/56 bukan hanya untuk nabi Muhammad, tetapi juga untuk nabi Ibrahim dan keluarganya (keturunannya), sesuai dengan sholawat yang dibacakan ketika tasyahud awal/akhir

itu kan yang nyuruh muhammad
mana pernah ada nabi dari adam sampai isa yang mengajarkan umatnya untuk menyolawati/kan dirinya?
GAK PERNAH ADA

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Fri Mar 02, 2012 7:43 am

Jagona wrote:
lebih sinting lagi kalo ada manusia yang tidak mau menjunjung dan memuliakan nabinya
:gatot: :gatot: :gatot: :gatot: :gatot:

yang harus dimuliakan itu TUHAN, bukan si nabi
gak pernah ada nabi yang minta dijunjung dan gak pernah ada umat nabi yang menjunjung nabinya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Fri Mar 02, 2012 7:45 am

sun-cium wrote:
tuhan tidak perlu dijunjung dan dimuliakan........karena sudah dari sananya tuhan itu maha Mulia, tanpa perlu dimulia-muliakan.....

jadi si nabi dimuliakan supaya dia mulia gitu?
benar-benar ting ting..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by sun-cium on Fri Mar 02, 2012 10:25 pm

SEGOROWEDI wrote:
sun-cium wrote:
tuhan tidak perlu dijunjung dan dimuliakan........karena sudah dari sananya tuhan itu maha Mulia, tanpa perlu dimulia-muliakan.....

jadi si nabi dimuliakan supaya dia mulia gitu?
benar-benar ting ting..

Tuhan adalah raja segala raja
dan nabi adalah raja biasa.

sun-cium
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 20
Join date : 01.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 08, 2012 11:37 am

tetep yang seharusnya dijunjung itu TUHAN
bukan si nabi

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by keroncong on Fri Mar 09, 2012 6:21 pm

SEGOROWEDI wrote:tetep yang seharusnya dijunjung itu TUHAN
bukan si nabi

kenapa harus bershalawat?

Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Dan Shalawat dari Allah atas hamba-hambanya berarti pujian dari Allah kepada mereka di hadapan malail'ala.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

Artinya : apabila kamu mendengar adzan maka katakanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzdzin, kemudian bershalawatlah atasku, karena barang siapa yang bershalawat atasku satu kali, maka Allah akan bershalawat atasnya sepeluh kali, kemudian mohonlah kepada Allah untukku wasilah karena wasilah adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan saya sungguh berharap menjadi orang yang mendapatkannya, dan barang siapa memohonkan untukku wasilah maka dia akan mendapatkan syafa'at. HR. Muslim.

Sesungguhnya dari hari-hari kalian yang paling utama adalah hari jum'at, di hari itu Adam 'alaihis salam diciptakan, dan di hari itu dia meninggal, dihari itu ditiupnya sangkakala ( tiupan pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur ), di hari itu terjadi matinya semua makhluq ( kecuali yang dihendaki Allah ), oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karena shalawat kamu ditampakkan kepadaku. Para sahabat berkata : wahai utusan Allah ! bagaimana ditampakkan kepadamu shalawat kami, palahal engkau sudah hancur luluh ? maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi jasad para nabi shallallahu 'alaihim wasallam. HR. Abu Daud, dan telah dishahihkan oleh An-Nawawi dalam kitab Riyadhus shalihin, dan Syaikh Albani dalam shahihil Jami'. 2212

Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian kuburan ( tidak dibaca Al-Qur'an, tidak dilaksanakan shalat di dalamnya dll ) dan janganlah kalian jadikan kuburanku tempat yang selalu dikunjungi dengan berulang-ulang, dan bershalawatlah atasku, karena shalawat kalian sampai kepadaku di manapun kalian berada. HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh An-Nawawi dan Albani dalam kitab shahih al-Jami' 7226.

Tiada seorangpun yang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan kepadaku ruhku sehingga aku membalas salam tersebut. HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh An-Nawawi dan Albani dalam kitab shahih al-Jami' 5679.

Celakalah orang yang aku disebut padanya, lalu dia tidak mengucapkan shalawat atasku. HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani dalam kitab shahih Al-Jami' 3510
Keterangan singkat :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh ummatnya, diantara hak tersebut adalah kewajiban mencintainya, dan dari kecintaan itu adalah memperbanyak membaca shalawat atasnya pada setiap waktu, dan Allah telah memerintahkan kaum mu'minin untuk melakukan hal itu dan menjanjikan mereka dangan ganjaran yang agung, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan bahwa kehinaanlah bagi orang yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam disebut padanya sedang ia tidak mengucapkan shalawat atasnya.
Pelajaran dari hadits di atas :
• Diperintahkannya mengucapkan shalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam .
• Disunnahkannya memperbanyak shalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam khususnya pada hari Jum'at.
• Balasan yang agung bagi mereka yang mengucapkan shalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by keroncong on Tue Apr 17, 2012 10:57 pm

Bershalawat itu maknanya banyak, tidak terbatas kepada doa semata. Karena itu di dalam Al-Quran Al-Karim kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bershalawat kepada beliau juga.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .(QS. Al-Ahzab : 56).

Allah SWT bershalawat kepada Nabi SAW ? Apakah maknanya Allah berdoa kepada Nabi ? Tentu saja bukan. Makna Allah SWT bershalawat kepada Nabi adalah bahwa Allah SWT memberinya rahmat. Dan makna para malaikat bershalawat kepada nabi adalah memintakan ampunan. Sedangkan bila shalawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasing sayang.

Dan mendoakan seorang nabi tidak salah, karena salam yang kita sampaikan kepada orang yang bertemu dengan kita pun maknanya adalah doa. Kalimat Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh maknanya adalah ‘Semoga keselamatan terlimpah atasmu serta rahmat dan barkahnya.’.

Buat orang Islam, saling mendoakan satu sama lain adalah hal yang biasa dan telah menjadi syiar agama. Termasuk memberi salam kepada Rasulullah SAW dan bershalawat kepadanya.

Kalau kita mendoakan keselamatan dan kepada seseorang bukan berarti kita meyakjini bahwa dirinya ada dalam ketidak-selamatan. Doa keselamatan itu sama saja bila kita menyapa teman dengan mengatakan semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat. Apakah bila kita menyapa demikian berarti teman kita itu sekeluarga sedang dirawat di rumah sakit ? Tentu tidak, karena salam dan shalawat itu sifatnya syiar yang hidup di tengah sesama kita. Dan mendoakan keselamatan tidak berarti yang kita salami itu sedang sakit tidak bisa bangun.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Thu Apr 19, 2012 2:33 pm

ichreza wrote:
kenapa harus bershalawat?

Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Dan Shalawat dari Allah atas hamba-hambanya berarti pujian dari Allah kepada mereka di hadapan malail'ala.

manusia yang harus memuji/memuliakan Allah
bukan sebaliknya, ting ting


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by putramentari on Mon May 14, 2012 11:07 pm

SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
kenapa harus bershalawat?

Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Dan Shalawat dari Allah atas hamba-hambanya berarti pujian dari Allah kepada mereka di hadapan malail'ala.

manusia yang harus memuji/memuliakan Allah
bukan sebaliknya, ting ting

Ajaran darimana tuch Om, Takiyah Yak bingung bingung bingung

avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by BeJat on Mon May 14, 2012 11:55 pm

nabi Muhammad kan udah divonis masuk surga oleh Allah dan Pahalanya bagaikan Gelas Yang Penuh.. gak masalah kan kalo umatnya memuliakan Beliau berharap air didalam gelas itu tumpah kepada para Umatnya..
avatar
BeJat
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 111
Kepercayaan : Islam
Join date : 12.10.11
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by Jagona on Tue May 15, 2012 8:31 am

ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada rekan-rekan muslim yang senior dalam nahwu sorofnya .......... bukankah istilah 'sholluuna' pada Ayat 33/56 adalah jamak (plural) dari kata 'sholat' ?.

Mohon penjelasannya .................... Salam

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 70
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Tue May 15, 2012 8:53 am

putramentari wrote:
SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
kenapa harus bershalawat?

Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Dan Shalawat dari Allah atas hamba-hambanya berarti pujian dari Allah kepada mereka di hadapan malail'ala.

manusia yang harus memuji/memuliakan Allah
bukan sebaliknya, ting ting

Ajaran darimana tuch Om, Takiyah Yak bingung bingung bingung

kalau waras..
manusia yang memuji/memuliakan Tuhan
bukan sebaliknya, itu tak waras namanya alias ting ting

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by SEGOROWEDI on Tue May 15, 2012 8:53 am

BeJat wrote:nabi Muhammad kan udah divonis masuk surga oleh Allah dan Pahalanya bagaikan Gelas Yang Penuh.. gak masalah kan kalo umatnya memuliakan Beliau berharap air didalam gelas itu tumpah kepada para Umatnya..

itu info dari siapa?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by Orang_Pinggiran on Tue May 15, 2012 5:42 pm

SEGOROWEDI wrote:
putramentari wrote:
SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
kenapa harus bershalawat?

Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Dan Shalawat dari Allah atas hamba-hambanya berarti pujian dari Allah kepada mereka di hadapan malail'ala.

manusia yang harus memuji/memuliakan Allah
bukan sebaliknya, ting ting

Ajaran darimana tuch Om, Takiyah Yak bingung bingung bingung

kalau waras..
manusia yang memuji/memuliakan Tuhan
bukan sebaliknya, itu tak waras namanya alias ting ting

Berarti agama sebelah ngga waras ya, Tuhannya ngga dimuliakan tuch, malah disejajarkan manusia ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: mispersepsi tentang Sholawat Nabi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 4 1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik