FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Halaman 2 dari 9 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dharma_senapati on Thu Sep 08, 2016 2:43 pm

First topic message reminder :


MATAKABHATTA-JĀTAKA

Sumber : Indonesia Tipitaka Center

“Jika mengetahui hukuman,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai (perayaan) makanan untuk orang-orang yang telah meninggal. Saat itu, para penduduk membunuh kambing, domba, hewan-hewan lainnya, dan mempersembahkan mereka dalam sebuah ritual yang disebut perayaan makanan untuk mereka yang telah meninggal demi keselamatan sanak keluarga mereka yang mereka tinggalkan. Melihat para penduduk sedang melaksanakan upacara tersebut, para bhikkhu bertanya kepada Sang Guru, “Bhante, barusan para penduduk membunuh sejumlah makhluk hidup dan mempersembahkan mereka dalam sebuah ritual yang disebut sebagai perayaan makanan untuk mereka yang telah meninggal. Dapatkah hal itu membawa kebaikan, Bhante?”

“Tidak, para Bhikkhu,” jawab Sang Guru, “pembunuhan yang dilakukan dengan tujuan mengadakan sebuah perayaan, tidak akan membawa kebaikan apa pun juga. Di kehidupan yang lampau, mereka yang bijaksana membabarkan Dhamma dengan melayang di udara, dan menunjukkan akibat buruk dari praktik yang salah itu, membuat semuanya meninggalkan praktik tersebut. Namun dewasa ini, saat pengaruh kelahiran sebelumnya telah mengacaukan pikiran mereka, praktik salah itu muncul kembali.” Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Beliau menceritakan kisah kelahiran lampau ini.

______________________

Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, seorang brahmana yang sangat menguasai ajaran Tiga Weda, dan terkenal di seluruh dunia sebagai seorang guru, mempunyai ide mengadakan perayaan makanan untuk mereka yang telah meninggal. Ia mengambil seekor kambing dan berkata pada para muridnya, “Anak-anakku, bawa kambing ini ke sungai di bawah sana dan mandikan; kemudian pasangkan untaian bunga di lehernya, berikan padanya semangkuk padi-padian dan rapikan ia sedikit, lalu bawa ia kembali kepadaku.”

“Baiklah,” jawab mereka, dan membawa kambing itu turun ke sungai, tempat ia dimandikan. Setelah itu, mereka merapikan kambing itu dan membawanya ke tepi sungai. Kambing yang mempunyai kesadaran akan perbuatannya di kelahiran yang lampau, merasa gembira memikirkan bahwa ia akan terbebas dari kesengsaraannya, ia tertawa dengan suara yang nyaring seperti bunyi panci yang jatuh. Namun saat memikirkan brahmana itu akan mendapatkan kesengsaraan karena membunuhnya, ia merasa sangat kasihan pada brahmana tersebut dan menangis dengan suara yang nyaring pula. “Teman,” kata seorang brahmana muda [167], “saat tertawa maupun menangis, suaramu sama nyaringnya; apa yang membuatmu tertawa dan apa juga yang membuatmu menangis?”

“Tanyakan kembali pertanyaan ini di hadapan gurumu.” Dengan membawa kambing itu, mereka menemui sang guru, kemudian menceritakan kejadian itu kepada guru mereka. Mendengar cerita mereka, guru itu bertanya kepada kambing tersebut mengapa ia tertawa lalu menangis. Di saat inilah hewan yang mengetahui akibat perbuatannya di kelahiran yang lampau, karena mempunyai kemampuan untuk mengingat kembali tentang kelahirannya yang lampau, menyatakan hal ini kepada brahmana tersebut : — “Di kehidupan yang lampau, Brahmana, saya sama sepertimu, seorang brahmana yang sangat menguasai ajaran Weda, dan demi memberikan persembahan pada perayaan makanan untuk mereka yang telah meninggal, saya membunuh seekor kambing sebagai korban. Hanya karena membunuh seekor kambing, kepala saya telah dipenggal selama empat ratus sembilan puluh sembilan kali. Ini adalah yang kelima ratus kalinya, dan merupakan kelahiran saya sebagai seekor kambing yang terakhir kalinya. Saya tertawa dengan nyaring saat memikirkan saya akan segera terbebas dari kesengsaraan. Di sisi yang lain, saya menangis karena memikirkan bagaimana, karena membunuh seekor kambing, saya mendapatkan malapetaka dengan kehilangan kepala sebanyak lima ratus kali, dan kamu akan menerima hukuman karena membunuh saya, kamu juga akan mendapatkan malapetaka dengan kehilangan kepala, seperti saya, sebanyak lima ratus kali. Karena rasa kasihan itulah saya menangis.” “Jangan takut, Kambing,” kata brahmana itu, “Saya tidak akan membunuhmu.” “Apa katamu, Brahmana?” seru kambing itu, “Baik engkau akan membunuhku maupun tidak, saya tidak akan dapat melepaskan diri dari kematian hari ini.” “Jangan takut; saya akan mendampingimu untuk menjagamu.” “Perlindunganmu merupakan kelemahan, Brahmana, dan akan memberi kekuatan pada hasil kejahatanku.”

Setelah membebaskannya, brahmana memberi pesan kepada para muridnya, “Jangan sampai ada orang yang membunuh kambing itu.” Bersama beberapa pemuda, ia mengikuti hewan itu dalam jarak dekat. Setelah dibebaskan, kambing itu menjulurkan lehernya untuk makan daun-daun yang tumbuh di dekat puncak sebuah batu besar. Secara tiba-tiba, petir menyambar batu itu, satu pecahan batu yang besar menghantam kambing yang sedang menjulurkan lehernya itu dan terpisahlah kepala kambing dari badannya. Orang-orang berdatangan mengerumuni tempat itu.

[168] Saat itu, Bodhisatta terlahir sebagai dewa pohon di tempat itu. Dengan kekuatan gaibnya, ia duduk bersila melayang di udara, semua orang dalam kerumunan itu melihatnya. Ia berpikir, “Jika makhluk-makhluk ini mengetahui akibat perbuatan jahat mereka, mungkin mereka akan berhenti membunuh.” Maka dengan suara yang enak didengar, ia mengajarkan Kebenaran kepada mereka melalui syair ini, —

Jika mengetahui hukuman yang timbul adalah lahir
dalam kesengsaraan, mereka yang hidup akan berhenti
melakukan pembunuhan.
Malapetaka adalah buah bagi seorang pembunuh.


Setelah Sang Mahasatwa mengajarkan Kebenaran, para pendengarnya merasa takut pada penderitaan di neraka; orang-orang yang mendengar perkataannya, takut terhadap penderitaan yang ada di neraka, sehingga mereka berhenti membunuh. Dan Bodhisatta sendiri, setelah berhasil membuat mereka menjalankan sila melalui Dhamma yang dibabarkannya, meninggal dunia dan terlahir kembali di alam bahagia. Orang-orang itu juga, mereka yang tetap setia pada ajaran Bodhisatta, menghabiskan hidup dengan berdana dan melakukan perbuatan baik lainnya, setelah meninggal terlahir kembali di alam dewa.

____________________

Setelah uraian-Nya berakhir, Sang Guru mempertautkan antara kedua kisah itu dan menjelaskan tentang kelahiran itu dengan berkata, “Di masa itu, Saya adalah dewa pohon.”

==================

Sumber : http://samaggi-phala.or.id/tipitaka/matakabhatta-jataka/
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down


Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dharma_senapati on Sat Sep 10, 2016 12:52 pm

@frontline defender wrote:
gak harus gimana? manusia tidak bisa makan tanpa mengorbankan nyawa makhluk lain (karena bahkan tumbuhan pun ada nyawanya & terbukti dari penelitian bisa merasakan rasa sakit), manusia tidak seperti tumbuhan yang bisa makan dari mineral/benda mati!

tumbuha bukan makhluk hidup, tp benda hidup. knp?? karena tumbuhan tidak termasuk didlm 31 alam kehidupan.

coba bawa kesini hasil penelitiannya sy mw lihat!

@dee-nee
benar bhw buddha pun makan daging, tp dgn syarat2 tertentu spt:
apabila dilihat, didengar atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) …

dalam tiga hal daging diijinkan untuk dimakan: ketika tidak dilihat, didengar, atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) ….”

selengkapnya baca disini:
http://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/pandangan-sang-buddha-tentang-makan-daging/
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dharma_senapati on Sat Sep 10, 2016 1:08 pm

@Azed
sia2 disini mksdnya adl ritual membunuhnya dan jg itu merupakan perbuatan karma buruk, apalg dilakukan (pembunuhan atw penyembelihan) dgn sengaja & sadar.

kl alasan berbagi dgn org miskin itu gak etis, krn namanya manusia selalu gak puas dgn kedagingan.

membantu org miskin gak hrs dgn daging hasil pembunuhhan disengaja apalg mengatasnamakan tuhan.

@dee-nee
kl masalah daging merah sy gak tw, mungkin dari buddhis aliran lain yg bisa menjelaskan
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sat Sep 10, 2016 4:15 pm

@dharma_senapati wrote:
@dee-nee wrote:pertanyaan saya : Apakah umat Buddha yang tidak vegetarian disebut bukan Buddha ?? ... padahal setau saya ... Sang Buddha pun makan daging
@dee-nee
benar bhw buddha pun makan daging, tp dgn syarat2 tertentu spt:
apabila dilihat, didengar atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) …

dalam tiga hal daging diijinkan untuk dimakan: ketika tidak dilihat, didengar, atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) ….”

selengkapnya baca disini:
http://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/pandangan-sang-buddha-tentang-makan-daging/

Justru saya nanya diatas setelah baca link itu ... hehehehehehehe (jadi saya sudah baca link-nya)

yang merah ... seperti tertulis dalam link

Sang Buddha berkata: “Ikan dan daging sepenuhnya murni (parisuddha) …."artinya tidak ada kamma langsung (perbuatan yang disertai kehendak) dari pembunuhan jika binatang itu tidak dilihat, didengar atau dicurigai telah dibunuh secara khusus untuk seseorang

jadi yang underline .... kalau binatang itu dibunuh bukan untuk seseorang atau untuk dirinya (misalnya untuk dimakan manusia) ... kalau binatang itu dibunuh bukan untuk suatu tujuan .... maka dagingnya boleh dimakan >>> dalam hal ini artinya .... membunuh binatang pun ga masalah ?? >>>> begitu ya ??

kalau benar begitu ... maka dalam logika saya :

- ketika seseorang membunuh binatang UNTUK SUATU TUJUAN ... maka orang itu akan mendapat kamma buruk
- tapi ketika dia membunuh binatang TANPA TUJUAN APA2 ... orang itu tidak dapat kamma buruk

atau

- ketika kita makan daging YANG JELAS KITA TAU untuk apa binatang itu dibunuh .... maka kita akan mendapat kamma buruk
- tapi ... kalau kita TIDAK TAU untuk apa binatang itu dibunuh ... maka daging-nya boleh dimakan dan kita tidak dapat kamma buruk

benar begitu ga sih ??

itu satu ...

Dua ... dalam artikel juga tertulis seperti ini :

Walaupun Sang Buddha mengijinkan makan daging, Beliau berkata di AN 4.261 bahwa kita menciptakan kamma tak bajik jika kita secara langsung mendorong terjadinya pembunuhan, menyetujui dan berbicara dengan bangga akan hal itu. Karena itu di AN 5.177 Sang Buddha berkata bahwa seorang umat awam tidak boleh berdagang daging, yang dijelaskan di kitab komentar sebagai pengembangbiakan dan menjual babi, ternak, ayam dan lain sebagainya untuk disembelih. Demikian pula, tidak diijinkan untuk memesan, misalnya sepuluh ekor ayam untuk keesokan harinya jika sejumlah binatang tersebut dimaksudkan disembelih untuk seseorang.

kalau baca seluruh uraian diatas ... maka kalimat yang ungu itu sebetulnya sama dengan Sang Buddha TIDAK MENGIJINKAN MAKAN DAGING ... karena GA MUNGKIN ada orang menjual daging di pasar kalau tujuannya bukan untuk dimakan (dikonsumsi) manusia/pembeli

>>>> mau si pembeli tidak melihat atau mendengar (sperti yang underline biru diatas) ... tapi KECURIGAAN PALING POSITIF terhadap si penjual daging tetap saja binatang itu memang dibunuh untuk (konsumsi) manusia

maka kalau kembali ke kalimat ungu >>> lalu daging yang didapat darimana dan oleh siapa yang boleh dimakan ?? :

a. daging yang diperjual belikan ga boleh dimakan >>> karena jelas daging itu dijual untuk konsumsi manusia (artinya binatang tersebut dibunuh tetap untuk suatu tujuan)
b. daging yang diberikan orang ?? >>> tau darimana bahwa daging itu bukan berasal dari binatang yang ketika dibunuh khusus diberikan untuk anda (misalnya) >>>> karena logikanya ... manusia yang membunuh binatang pasti punya tujuan
c. ya masa daging hasil nemu binatang yang sudah mati ?? >>> yang ini saya yakin anda juga ga sependapat

so balik ke bold underline >>> toh nyatanya Sang Buddha pun makan daging

apalagi kalau saya baca penjelasan anda pada bung Azed >>> artinya umat Buddha hanya boleh makan daging dari binatang yang "tidak sengaja/secara tidak sadar" dibunuh >>> yang begini justru ga higienis bukan ... kalau binatang itu terbunuh karena keracunan limbah gimana ??

dan buat saya yang merah paling atas tetap ga makes sense ... karena justru sangat sadis/biadab kalau ada manusia yang membunuh binatang tanpa tujuan ... atau ... gimana caranya memastikan seekor binatang dibunuh manusia "secara tidak sengaja/tidak sadar"

artinya ... kalau mau patuh pada tiga hal yang merah ... itu sama dengan umat Buddha memang dilarang makan daging


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Sat Sep 10, 2016 6:10 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sat Sep 10, 2016 4:43 pm

say....
apakah dalam Islam diperbolehkan makan bangkai..., yang saya maksudkan disini adalah bangkai ikan? bolehkah atau tidakah? gimana pendapat dirimu?
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sat Sep 10, 2016 4:55 pm

@KangAzed
untuk Muslim yang ada di India
untuk, paling tidak, meminimalisir gesekan, mungkin akan lebih baik jika penyembelihan sapi diganti dengan kambing/domba.

mungkin yang terlanjur menyediakan sapi, akan lebih baik jika dibarter(tukar tambah) dengan kambing/domba, dan masyarakat Muslim disana lebih dianjurkan atau lebih dihimbau menyediakan kambing bukanya sapi. mungkin ini cara untuk bisa meminimalisir gesekan.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sat Sep 10, 2016 6:27 pm

@njlajahweb wrote:say....
apakah dalam Islam diperbolehkan makan bangkai..., yang saya maksudkan disini adalah bangkai ikan? bolehkah atau tidakah? gimana pendapat dirimu?

yang dimaksud bangkai dalam kaidah Islam adalah binatang yang mati-nya tidak disembelih sesuai syar'i ....

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” [QS Al Maidah : 3]

artinya ... supaya tidak disebut "bangkai" .... binatang yang akan dimakan ... harus dibunuh dengan aturan2 tersebut >>> kecuali ikan

jadi yang dimaksud ... muslim dibolehkan makan "bangkai" ikan adalah ... muslim boleh makan ikan tanpa harus menyembelih ikan tersebut

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu” [QS Al-Maidah : 96]
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sat Sep 10, 2016 7:41 pm

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

berarti babi yang disembelih dalam Nama Allah dan babi yang tidak tercekik, tidak terpukul, tidak jatuh, tidak ditanduk, tidak diterkam binatang buas berarti babi itu halal, iyakan Say...kalau menurut ayat itu kan begitu Say...
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 12:18 am

@njlajahweb wrote:Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

berarti babi yang disembelih dalam Nama Allah dan babi yang tidak tercekik, tidak terpukul, tidak jatuh, tidak ditanduk, tidak diterkam binatang buas berarti babi itu halal, iyakan Say...kalau menurut ayat itu kan begitu Say...

Al Maidah : 3 -nya ... saya pisah2 menurut koma ya ... supaya lebih jelas :

Diharamkan bagimu (memakan) :
1. bangkai,
2. darah,
3. daging babi,
4. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,
5. (atau) yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

tulisan anda yang merah : katakanlah yang underline tidak melanggar point 4 dan 5
tapi daging babi-nya tetap melanggar point 3 toh >>> artinya tetap haram dong ah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dharma_senapati on Sun Sep 11, 2016 2:48 am

membunuh makhluk hidup apapun alasannya ttp melanggar sila pertama pancasila buddhist.

jika beli daging dipasar, bkn kesalahan sy sbg pembeli. toh si pedagang gak secara pribadi menyembelih hewan khusus utk sy apalg sy gak memesan hewan utk disembelih.

karma buruknya adalah sipelaku penyembelih ataw org yg menyuruh menyembelih.

dalam hal membunuh syaratnya adl:

Obyek :
-Membunuh manusia dan binatang.
-Menyiksa manusia dan binatang.
-Menyakiti (jasmani) manusia dan binatang.

Kehendak :
-Direncanakan / disengaja/ dikehendaki.
-Tidak di kehendaki / mempertahankan diri / kecelakaan.
-Dorongan sesaat ( mendadak ).

Syarat terjadinya pembunuhan :
-Adanya makhluk hidup.
-Tahu bahwa makhluk itu hidup.
-Ada kehendak untuk membunuh.
-Ada usaha untuk membunuh.
-Makhluk itu mati sebagai hasil pembunuhan.

Catatan :
Penyiksaan terhadap binatang :
Yaitu suatu perlakuan yang sadis / kejam terhadap binatang.

Misalnya :
-Membiarkan binatang kelaparan.
-Mencambuk / memukul bagian tubuh binatang.
-Menganggu / mengusik binatang yang tidak bersalah.
-Mengadu binatang untuk kesenangan.
-Menjadikan binatang sebagai umpan untuk menangkap binatang lainnya.
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 9:37 am

@Mbak Deenee...
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

gimana kalau gini
berarti babi yang disembelih dalam Nama Allah, yang tidak tercekik, tidak terpukul, tidak jatuh, tidak ditanduk, tidak diterkam binatang buas maka daging babi itu halal
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 9:56 am

quote
membunuh makhluk hidup apapun alasannya ttp melanggar sila pertama pancasila buddhist.

tanggapan
ada benarnya,
tapi saya percaya ada pelanggaran yang masih bisa dimaklumi, tapi bukan berarti semua pelangaran pasti dimaklumi.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 10:04 am

@njlajahweb wrote:@Mbak Deenee...
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

gimana kalau gini
berarti babi yang disembelih dalam Nama Allah, yang tidak tercekik, tidak terpukul, tidak jatuh, tidak ditanduk, tidak diterkam binatang buas maka daging babi itu halal

kan sudah saya jelaskan diatas

Al Maidah : 3 -nya ... saya pisah2 menurut koma ya ... supaya lebih jelas :

Diharamkan bagimu (memakan) :
1. bangkai,
2. darah,
3. daging babi,
4. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,
5. (atau) yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

tulisan anda yang merah : katakanlah yang underline tidak melanggar point 4 dan 5
tapi daging babi-nya tetap melanggar point 3 toh >>> artinya tetap haram dong ah

dalam Al Maidah ... ADA LIMA HAL yang tidak boleh dimakan alias haram >>> maka balik ke biru
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 10:39 am

Diharamkan bagimu (memakan)
bangkai,
darah,
daging babi,
(daging hewan)
yang disembelih atas nama selain Allah,
yang tercekik,
yang terpukul,
yang jatuh,
yang ditanduk,
yang diterkam binatang buas,
kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

seandainya(ini seandainya loh ya) yang dalam kurung tidak ada, kan akan menjadi seperti ini:

Diharamkan bagimu

bangkai,
darah,
daging babi,

yang disembelih atas nama selain Allah,
yang tercekik,
yang terpukul,
yang jatuh,
yang ditanduk,
yang diterkam binatang buas,

kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

itulah kenapa aku memberikan kesimpulan dalam tulisan merahku itu.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 11:41 am

@dharma_senapati wrote:membunuh makhluk hidup apapun alasannya ttp melanggar sila pertama pancasila buddhist.

bagaimana dengan perang ?? ... bagaimana dengan kasus RRT yang menekan orang2 Tibet dengan senjata karena Tibet tidak mau menjadi bagian dari Tiongkok

wiki wrote:Tibet menjadi provinsi Cina setelah serbuan tentara merah Cina pada tahun 1950 ke wilayah ini, pada musim gugur 1951 pasukan Cina berhasil menguasai ibu kota Lhasa dan mendongkel Dalai Lama dari kekuasaannya. Dalihnya, Dalai Lama menolak kesepakatan kerjasama bertajuk "Rencana Pembebasan Damai Tibet" yang teorinya nampaknya menguntungkan Tibet, namun praktiknya Cina melakukan penindasan dan pembantaian terhadap kepala suku dan sejumlah pendeta (Lama) yang dianggap membangkang, alasan lain Cina adalah "menghapus praktik penindasan bergaya feodalisme" di Tibet. Namun menurut beberapa analis internasional, Cina mengincar kandungan mineral yang terkandung di dalam bumi Tibet. Pada tanggal 17 Maret 1959, Dalai Lama berhasil meloloskan diri dari pengakapan tentara Cina ke India oleh usaha pelarian yang dipimpin oleh Gampo Tashi, dan mendirikan semacam pemerintahan pelarian di Dharamsala, India utara sampai sekarang.

Rakyat dan pemuka Tibet sempat melakukan perlawanan terhadap pendudukan Cina yang menimbulkan banyak korban jiwa khususnya dari pihak Tibet. Namun karena tidak seimbangnya kekuatan persenjataan dan tidak adanya sorotan internasional, perlawanan Tibet, khususnya pada dasawarsa 1970-an berhasil dipadamkan.

so ... dalam kasus seperti contoh wiki ..... apakah warga Tibet tidak boleh membunuh dalam usaha untuk membela diri ??

coba lihat yang merah >>> kalau yang merah ini disesuaikan dengan pendapat anda diatas >>> justru ga adil dong buat rakyat Tibet yang berkorban jiwa >>> di bumi mereka mati dalam usaha melawan penjajahan ... setelah mati pun mereka tetap mendapat kamma buruk

saya tanya ke anda ... bagaimana tindakan anda bila menjadi rakyat Tibet ?? ... ikut melakukan perlawanan atau tidak ??

--------------------------------------------------------------

@dharma_senapati wrote:jika beli daging dipasar, bkn kesalahan sy sbg pembeli. toh si pedagang gak secara pribadi menyembelih hewan khusus utk sy apalg sy gak memesan hewan utk disembelih.

merah : makanya saya quote lagi link sebelumnya tentang kalimat Buddha .... ulang ya

link wrote:Sang Buddha berkata: “Ikan dan daging sepenuhnya murni (parisuddha) …."artinya tidak ada kamma langsung (perbuatan yang disertai kehendak) dari pembunuhan jika binatang itu tidak dilihat, didengar atau dicurigai telah dibunuh secara khusus untuk seseorang

sampai sekarang saya masih berpikir positif dengan kalimat ini .... karena yang saya tangkap disini adalah .... jangan makan daging yang secara khusus dibunuh untuk seseorang (underline)

logika saya dengan uraian diatas >>> seseorang disini adalah khusus untuk satu orang tertentu

jadi kalau (misalnya) bung Azed menyembelih hewan untuk njlajahweb ... ya masa saya yang makan (ambil) daging-nya >>>> wong bung Azed menyembelih hewan itu bukan untuk saya kok >>>> makanya Buddha bilang jangan beli/makan daging tersebut

>>> dan ini nyambung dengan tulisan anda yang merah karena si pedagang memang tidak secara pribadi menyembelih hewan khusus utk anda

tapi masalahnya >>> si pedagang menyembelih hewan itu KHUSUS UNTUK SI PEMBELI (dan anda adalah salah satu si pembeli itu)

biru : walaupun anda tidak memesan hewan itu SECARA KHUSUS untuk disembelih .... tapi tindakan anda yang membeli daging tersebut ... itu sudah menjadi "konfirmasi" bahwa anda OKE dengan tindakan si pedagang membunuh hewan

dan faktanya ... anda memang membeli daging ... dari orang yang sengaja membunuh hewan tersebut KHUSUS untuk ANDA (sebagai salah satu pembeli)

----------------------------------------------------------------------

@dharma_senapati wrote:karma buruknya adalah sipelaku penyembelih ataw org yg menyuruh menyembelih.

iya ... tapi si pedagang SECARA KHUSUS membunuh hewan itu UNTUK SIAPAPUN ITU yang mau beli >>> otomatis ... kalau hewan itu tidak dibunuh ... maka tidak ada pembeli >>>> artinya si pembeli (daging) memang menyuruh pedagang untuk membunuh hewan tersebut

karena kalau tidak menyuruh menyembelih ... si pembeli akan cari hewan utuh ... bukan cari daging-nya

bagaimana mungkin anda sudah secara sadar membeli daging ... tapi tidak mau mengakui anda terlibat dalam pembunuhan hewan tersebut ??

apalagi akan sangat aneh buat saya .... kalau sampai (misalnya) anda sampaikan seluruh uraian TS pada si pedagang daging ... tapi tetap toh anda beli juga dagingnya .... misalnya :

"Abang daging ... ketahuilah Bang ... bahwa siapapun yang membunuh hewan itu akan mendapat kamma buruk ... dan membunuh itu apapun alasannya ... tetap melanggar sila pertama pancasila buddhist ... begitu Bang ... ya udah sekarang saya mau beli ... berapa dagingnya sekilo ... ini daging bukan dari hewan yang dibunuh untuk saya kan ya"

sekarang anda pikir saja sendiri ... yang biru ini logis ga ??? pedagang mana yang ga bingung dengan kalimat biru diatas ??

karena uraian anda yang biru underline ga akan ada artinya bagi si pedagang ... bila faktanya ANDA SENDIRI melakukan yang bold (apapun itu alasannya)

------------------------------------------------------

@dharma_senapati wrote:karma buruknya adalah sipelaku penyembelih ataw org yg menyuruh menyembelih.

dalam hal membunuh syaratnya adl:

Obyek      :
- Membunuh manusia dan binatang.
- Menyiksa manusia dan binatang.
- Menyakiti (jasmani) manusia dan binatang.

Kehendak :
- Direncanakan / disengaja / dikehendaki.
- Tidak di kehendaki / mempertahankan diri / kecelakaan.
- Dorongan sesaat (mendadak).

Syarat terjadinya pembunuhan :
- Adanya makhluk hidup.
- Tahu bahwa makhluk itu hidup.
- Ada kehendak untuk membunuh.
- Ada usaha untuk membunuh.
- Makhluk itu mati sebagai hasil pembunuhan.


Catatan :
Penyiksaan terhadap binatang :
Yaitu suatu perlakuan yang sadis / kejam terhadap binatang.

Misalnya :
- Membiarkan binatang kelaparan.
- Mencambuk / memukul bagian tubuh binatang.
- Menganggu / mengusik binatang yang tidak bersalah.
- Mengadu binatang untuk kesenangan.
- Menjadikan binatang sebagai umpan untuk menangkap binatang  lainnya
.

oke ... jadi bila melakukan yang merah walaupun TIDAK melakukan yang biru >>> tetap mendapat kamma buruk kan ya

tapi point saya sebetulnya yang ini

@dee-nee wrote:
@\"dharma_senapati" wrote:dalam tiga hal daging diijinkan untuk dimakan: ketika tidak dilihat, didengar, atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) ….”

kalau mau patuh pada tiga hal diatas ... itu sama dengan umat Buddha memang dilarang makan daging

kenapa ?? ... karena ketika anda membeli daging di pasar ... daging itu JELAS berasal dari hewan yang dibunuh SECARA KHUSUS bagi para pembeli ... termasuk anda


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Sun Sep 11, 2016 11:44 am, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 11:44 am

kalau menurut saya
membunuh dalam usaha untuk membela diri termasuk pelanggaran yang masih bisa dimaklumi
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 11:47 am

@njlajahweb wrote:Diharamkan bagimu (memakan)
bangkai,
darah,
daging babi,
(daging hewan)
yang disembelih atas nama selain Allah,
yang tercekik,
yang terpukul,
yang jatuh,
yang ditanduk,
yang diterkam binatang buas,
kecuali yang sempat kamu menyembelihnya

seandainya(ini seandainya loh ya) yang dalam kurung tidak ada, kan akan menjadi seperti ini:

Diharamkan bagimu

bangkai,
darah,
daging babi,

yang disembelih atas nama selain Allah,
yang tercekik,
yang terpukul,
yang jatuh,
yang ditanduk,
yang diterkam binatang buas,

kecuali yang sempat kamu menyembelihnya


itulah kenapa aku memberikan kesimpulan dalam tulisan merahku itu.

so ... karena ga ada dalam kurung ... ya tetap tidak ada urusannya dengan dimakan (atau memakan) toh ??

kan kalimat biru anda juga ga ada uraian apa2 tentang makan memakan ... jadi kenapa harus anda sebut "boleh dimakan" ??

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 11:51 am

@njlajahweb wrote:kalau menurut saya
membunuh dalam usaha untuk membela diri termasuk pelanggaran yang masih bisa dimaklumi

masuk dalam dosa ga ??
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 11:52 am

kalau menurut saya
tetap masuk Say...
hanya dosanya, tidak memenuhi porsi yang seharusnya
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 11:54 am

tentang babi
kalau menurut saya loh ya
tidak dianjurkan untuk dimakan, tapi tidak dilarang untuk dimakan juga bukan suatu keharusan untuk dimakan
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 12:06 pm

@njlajahweb wrote:kalau menurut saya
tetap masuk Say...
hanya dosanya, tidak memenuhi porsi yang seharusnya

dosa kecil ya maksudnya
masuk neraka ga ??

kalau ga masuk neraka ... ya jadinya ga papa dong bila manusia membunuh dalam usaha untuk membela diri

kan fokus manusia itu sebetulnya apakah kita akan masuk surga atau neraka (reward dan punishment) ... bukan apakah kita mendapat dosa atau pahala
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 12:30 pm

quote
dosa kecil ya maksudnya?
#tanggapan
bisa begitu, apabila orang tersebut memang benar-benar dalam keadaan terdesak untuk membela diri, bukan sekedar alasan belaka.

quote
masuk neraka?
#tanggapan
Sayangku... masuk neraka atau tidak, itu kan dari total timbangan kehidupannya ketika ajal menjemput

quote
kan fokus manusia itu sebetulnya apakah kita akan masuk surga atau neraka (reward dan punishment) ... bukan apakah kita mendapat dosa atau pahala
#tanggapan
oke deh, manusia "boleh" fokus akan masuk surga namun "tidak boleh" lebih fokus pada pahala.

yang saya kuatirkan dalam Islam adalah ketika diantara mereka(jemaah) yang telah mendengar dan melakukan kebaikan yang berpahala gunung emas,misalnya, atau setara dengan pahala melakukan sholat berapa ribu kali.
lalu mereka akhirnya dengan entengnya mengabaikan sholat fardu. inilah yang saya kuatirkan. tapi saya percaya tidak semua orang Islam seperti itu.

didalam Kristen sendiri banyak juga jemaat yang lebih condong kepada berkat dari pada Tuhan itu sendiri, ini juga yang saya kuatirkan. tapi saya percaya tidak semua Kristen seperti itu. dan ketika mereka tidak mendapat berkat, maka mereka mulai malas kegereja, dan pada puncaknya mereka akan berkata: ngapain ibadah ngapain menyembah Tuhan, nggak ada untungnya. akhirnya mereka tidak mau beribadah lagi.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 1:03 pm

@njlajahweb wrote:tentang babi
kalau menurut saya loh ya
tidak dianjurkan untuk dimakan, tapi tidak dilarang untuk dimakan juga bukan suatu keharusan untuk dimakan

ya kan yang saya sebut sebelumnya itu aturan dalam Islam ...

kalau dalam Islam yang boleh dimakan HANYA HERBIVORA (ini pun herbivora yang lazim dimakan manusia) ... artinya binatang omnivora dan karnivora haram untuk dimakan ---- jadi ga cuma fokus di babi saja (babi itu cuma satu dari sekian banyak yang dilarang)

kenapa ?? .... karena alasan medis itu sendiri ... dalam sistem alam sekalipun .... karnivora dan omnivora adalah pihak ketiga (atau konsumen kedua) dalam rantai makanan

contoh rantai makanan misalnya : rumput (produsen) >>> sapi (herbivora - konsumen 1) >>> harimau (karnivora - konsumen 2) >>> harimau mati lalu kembali untuk rumput

sebagai produsen .... rumput (atau tumbuhan) membuat makanan-nya sendiri ... dari bahan2 (nutrisi2) yang mereka ambil dan pilih dari tanah, lalu ada air dan sinar matahari (proses fotosintesis)

karena mereka adalah produsen alami ... maka bisa dipastikan apa yang mereka buat ........ tidak (sedikit sekali) mengandung racun

tapi ketika sayuran (beserta nutrisinya) masuk kedalam tubuh binatang atau manusia .... dalam proses pencernaan atau proses2 lainnya dalam tubuh ... semua itu kan melibatkan enzim atau bakteri2 yang menumpuk dan menjadi racun

saya ga terlalu ngerti gimana jelasinnya ... tapi kalau pakai logika simple : kita selalu tau bahwa makan lebih banyak tumbuhan (sayur dan buah) itu lebih sehat dibanding banyak makan daging >>> artinya sayur dan buah memang lebih sehat dibanding daging

so ... kalau balik ke rantai makanan :

- BILA manusia makan binatang herbivora (manusia sebagai konsumen 2) ... artinya manusia hanya memasukkan racun yang berasal dari tubuh herbivora (misalnya sapi)

- tapi BILA manusia makan karnivora (manusia sebagai konsumen 3 ... katakanlah manusia makan daging harimau) ... itu artinya manusia sudah memasukkan racun yang berasal dari tubuh sapi ditambah dari tubuh harimau

jadi point-nya .... semakin jauh posisi manusia dari produsen (tumbuhan) ... semakin banyak racun yang masuk ke dalam tubuh kita (otomatis semakin tidak sehat)

>>> oleh karena itu ... sebagai omnivora ... posisi manusia yang terdekat dengan produsen ... adalah menjadi konsumen 1 (herbivora) atau HANYA menjadi konsumen 2 (pemakan herbivora)

semua larangan2 yang saya sebut sebelumnya ... itu memang ada alasan medisnya
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by dee-nee on Sun Sep 11, 2016 1:22 pm

@njlajahweb wrote:quote
dosa kecil ya maksudnya?
#tanggapan
bisa begitu, apabila orang tersebut memang benar-benar dalam keadaan terdesak untuk membela diri, bukan sekedar alasan belaka.

quote
masuk neraka?
#tanggapan
Sayangku... masuk neraka atau tidak, itu kan dari total timbangan kehidupannya ketika ajal menjemput

lah iya ... tapi kan manusia tetap bisa membedakan toh antara dosa kecil vs dosa besar >>>> apa anda mau bilang bahwa manusia yang seluruh hidupnya melakukan dosa besar tanpa mau bertobat ... masih akan ditimbang lagi untuk bisa masuk surga ??

pertanyaan saya >>> dosa kecil (membunuh dalam usaha untuk membela diri) .... ini masuk neraka atau tidak ??

anda sebut yang bold merah ini adalah pelanggaran ... artinya masuk dalam dosa ... tapi disebut dosa kecil >>>> makanya saya tanya ... perhitungannya bagaimana ?? masuk surga atau neraka ??

----------------------------------------------------

@njlajahweb wrote:quote
kan fokus manusia itu sebetulnya apakah kita akan masuk surga atau neraka (reward dan punishment) ... bukan apakah kita mendapat dosa atau pahala

#tanggapan
oke deh, manusia "boleh" fokus akan masuk surga namun "tidak boleh" lebih fokus pada pahala.

fokus-nya itu ada di bold merah atas say .... dosa kecil (membunuh dalam usaha untuk membela diri) .... ini masuk neraka atau tidak ??

------------------------------------------------

@njlajahweb wrote:yang saya kuatirkan dalam Islam adalah ketika diantara mereka(jemaah) yang telah mendengar dan melakukan kebaikan yang berpahala gunung emas,misalnya, atau setara dengan pahala melakukan sholat berapa ribu kali.

lalu mereka akhirnya dengan entengnya mengabaikan sholat fardu. inilah yang saya kuatirkan. tapi saya percaya tidak semua orang Islam seperti itu.

didalam Kristen sendiri banyak juga jemaat yang lebih condong kepada berkat dari pada Tuhan itu sendiri, ini juga yang saya kuatirkan. tapi saya percaya tidak semua Kristen seperti itu. dan ketika mereka tidak mendapat berkat, maka mereka mulai malas kegereja, dan pada puncaknya mereka akan berkata: ngapain ibadah ngapain menyembah Tuhan, nggak ada untungnya. akhirnya mereka tidak mau beribadah lagi.

aduh ... anda terlalu melebar ... karena yang saya tanya cuma yang bold merah

perhitungan terkait dosa kecil di akhirat nanti itu loh gimana ?? .... coba anda pahami kalimat ungu saya

atau kita ambil contoh deh ... perang antara Belanda vs Pattimura >>> dua2nya kristen kan ... dua2nya berperang dan dua2nya saling bunuh

Belanda berperang (membunuh) atas nama penjajahan ... Pattimura berperang (membunuh) untuk lepas dari penjajahan termasuk untuk membela diri

nah .... dalam ajaran kristen ... pembunuhan mana yang jadi perhitungan masuk neraka ... dan yang tidak masuk neraka
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 1:30 pm

satu-satu ya Say...
quote
apa anda mau bilang bahwa manusia yang seluruh hidupnya melakukan dosa besar tanpa mau bertobat ... masih akan ditimbang lagi untuk bisa masuk surga ??
#tanggapan
kalau menurutku iya
supaya manusia itu tidak bisa berdalih

sampai sini dulu clear nggak?
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by njlajahweb on Sun Sep 11, 2016 1:37 pm

quote
pertanyaan saya >>> dosa kecil (membunuh dalam usaha untuk membela diri) .... ini masuk neraka atau tidak ??
#tanggapan
kalau menurut saya
bisa tidak masuk neraka, apabila dalam seumur hidup orang ini, hanya melakukan hal ini, namun bila timbangan kebaikanya lebih berat.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengorbankan Hewan Adalah Sia2

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 9 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik