FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Halaman 4 dari 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by isaku on Wed Oct 12, 2016 12:18 pm

First topic message reminder :

Biar tidak tumpang tindih dengan Ryo dan Gayatri

Karena explisit, sudah ada MUI segala, dan sangat umum tafsiran bahwa memang muslim dilarang memilih pemimpin muslim, maka untuk sementara saya tidak perlu bawa apa2 piss

Berhubung yang lainnya juga sepakat bahwa tidak betul seperti itu, mohon kerelaan hati untuk membantu dan meluangkan waktu menurunkan dalil2 atau pendapat ulama yang dirujuk untuk melampaui ke-eksplisitan bunyi ayat tsb.

@Dee-nee wrote:sedikit curhat .... kan ceritanya saya gemes nih dengan berita di media tentang kasus ini .... lalu secara ga sengaja saya "terjebak" adu debat dengan anggota ormas tertentu di medsos ... kafir, munafik, JIL, dsb ... semua kena ke saya >>> alhamdulillah ada yang setuju dengan saya (walaupun ga banyak) .. dan alhamdulillah juga setelah itu saya di banned tidak boleh meneruskan argumen saya >>> mungkin saya dianggap sedang "meracuni" dengan ide2 JIL, syiah atau apalah (padahal apa yang saya bawa juga penjelasan ulama - yang memang punya pendapat beda2)

@Azed wrote:Maka tafsir yg sesuai ya lihat saja konteks masalahnya, bukan cumak ayat 51, tapi juga sebelumnya.
----
Ada ayat lain yg dipahami serupa dan biasa dimunculkan melengkapi Al Maidah 51 untuk kasus yg sama, misal QS. 3:28, QS. 5:57, QS. 9:23. Saya pribadi lebih konsen pada konsekuensi atas penafsiran yg diyakini mayoritas muslim seperti itu, karena ayat tsb merupakan perintah yg hukumnya wajib.

piss


Yang mau gabung silahkan asal bawa bekal

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down


Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Wed Nov 09, 2016 11:42 am

@njlajahweb wrote:KangRHCP, dalam quote anda, anda mengatakan bahwa :
"LARANGAN Allah itu bukan hanya karena SIFAT mereka"

tanggapan
bisakah anda menjelaskan secara detail?
tentang
"LARANGAN Allah itu bukan hanya karena SIFAT mereka" dalam surat almaidah 51 itu
Gini mbak Web..

Secara tersurat al maidah 51 adalah LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung). Lalu muncul pendapat dari bang azed yang menafsirkan bahwa al maidah 51 itu adalah LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka). Ini menarik, karena menurut gw, penafsiran bang azed tsb. sudah MENGGESER MAKNA dari LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung). Sederhananya begini : al maidah 51 >>> (Jangan jadiin "mereka" pemimpin) TAPI tafsiran bang azed >>> (Jangan jadiin "sifat mereka" sbg panutan).

Gw pada dasarnya setuju dengan bang azed bahwa salah satu HIKMAH/ALASAN dibalik LARANGAN Allah (dalam al maidah 51) itu karena SIFAT dan KELAKUAN "mereka" antara lain; suka mendengar berita bohong, suka mengubah ayat (Alkitab), banyak memakan yang haram, dan mengingkari atau berpaling dari hukum-hukum Allah.

Tapi itu bukan satu2nya HIKMAH/ALASAN. Karena ALASAN yang paling jelas (dalam al maidah 51) adalah "sebagian dari mereka adalah -teman setia/penolong/sekutu/pemimpin- bagi sebagian yang lain".
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (al-Maidah: 51)
Maka HIKMAH/ALASAN yang bisa diambil atas LARANGAN tsb. adalah karena "Mereka" akan saling memimpin dan tolong menolong serta bekerja-sama dalam MENGANGGU/MEMUSUHI ISLAM dan umatnya dengan segala cara.

"Mereka" MENGGANGGU/MEMUSUHI ISLAM, karena "mereka" (sampai kapan pun) ngga akan pernah rela thd ISLAM. "Mereka" akan terus berusaha AGAR SUPAYA muslim meninggalkan millah ISLAM dan mengikuti millah "mereka" (al baqarah 120). Maka, apabila seseorang menjadikan "mereka" sebagai -teman setia/penolong/sekutu/pemimpin-, itu berarti orang tsb adalah SEGOLONGAN dengan "mereka".
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Wed Nov 09, 2016 11:49 am

@dee-nee wrote:Ya .... syariah produk Islam ... dan sumber-nya dari Allah

tapi masalahnya ... ISIS bilang sumber mereka syariah .... jadi gimana dong ??

semua yang anda sebut produk anu produk anu diatas ... ga ada juga yang bilang apa yang mereka bawa adalah produk lain ... semua selalu bilangnya produk syariah

makanya saya tanya yang merah underline
Oh, jadi kak dee sekarang udah SETUJU (SATU pemikiran) dengan si sayur atw si nduss, bahwa ISIS = ISLAM?? wkwkwkwk...
usil
@dee-nee wrote:
kan ada juga ayat lain misalnya :

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah HANYA melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

jadi tetap ada syaratnya toh ....

underline : makanya saya tanya anda ... menurut anda CAK NUR Islam-nya lemah atau tidak ??

kalau anda bilang Cak Nur iman Islam-nya lemah ... ya no wonder anda bilang dia seperti itu
Syarat untuk apa??
Kak dee paham yang dimaksud dengan "memerangimu karena agama"??
Masih inget "ghazwul fikri" alias "perang pemikiran" (Memerangi pemikiran ISLAM dengan racun SEPILIS)?? hehehe...

Kak dee paham yang dimaksud dengan "mengusirmu dari negerimu"??
Masih inget : "SILAKAN CARI NEGARA LAIN" alias ("MENGUSIR" pendukung syariat ISLAM)?? hehehe...

Sedikit-banyak hal itu "menggambarkan" pola pikir yang "mulai MIRIP" dengan orang2 yang memusuhi AGAMA ISLAM di al mumtahanah itu.
@dee-nee wrote:ya makanya saya tanya yang biru...

kalau menurut anda .. Cak Nur Islamnya lemah maka benar dong ya .... kalimat hijau diatas ... bahwa larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah

coba anda baca tulisan yang merah >>>> muslim sekaliber Cak Nur saja .... karena (menurut anda) Islam-nya lemah maka Cak Nur menjadi sekuler setelah berteman dengan non-muslim ... apalagi muslim lain yang awam dan lemah islamnya

artinya >>> bagi muslim2 yang awam dan lemah islamnya .... memang dilarang berteman dengan non-muslim
jadi >>> larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah dan awam
Khusus untuk posting yang ini:
Gw anggap kak dee sedang ikut LOMBA LARI (dari kenyataan)...?!
Mudah2an menang ya... wkwkwkwk....
usil
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by njlajahweb on Wed Nov 09, 2016 5:41 pm

KangRHCP

Secara tersurat al maidah 51 adalah LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung) [namun tidak secara mutlak]
. pendapat dari bang azed yang menafsirkan bahwa al maidah 51 itu adalah termasuk LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka).
NB:Tidak semua Yahudi dan Nasrani bersifat ataupun berperilaku buruk
(demikian pula saya juga mengakui bahwa tidak semua Islam bersifat ataupun berperilaku buruk)

penafsiran bang azed tsb. bukan MENGGESER MAKNA tapi yang termasuk terkandung dalam makna almaidah 51 itu karena selain LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN Yahudi/Kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung) [walaupun tidak secara mutlak] namun juga mengandung larangan akan sifat mereka yang tidak patut ditiru.

jadi KangAzed ada benarnya


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Wed Nov 09, 2016 6:03 pm, total 3 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Wed Nov 09, 2016 5:49 pm

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:Ya .... syariah produk Islam ... dan sumber-nya dari Allah

tapi masalahnya ... ISIS bilang sumber mereka syariah .... jadi gimana dong ??

semua yang anda sebut produk anu produk anu diatas ... ga ada juga yang bilang apa yang mereka bawa adalah produk lain ... semua selalu bilangnya produk syariah

makanya saya tanya yang merah underline
Oh, jadi kak dee sekarang udah SETUJU (SATU pemikiran) dengan si sayur atw si nduss, bahwa ISIS = ISLAM?? wkwkwkwk...
usil

saya nanya yang ungu ... kok jawabannya langsung menunjuk2 sih ?? ... ada yang nanya kok langsung ditunjuk2 ??

kan point-nya yang biru ... dan balik lagi ke pertanyaan merah sebelumnya

trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??

----------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:
kan ada juga ayat lain misalnya :

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah HANYA melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

jadi tetap ada syaratnya toh ....

underline : makanya saya tanya anda ... menurut anda CAK NUR Islam-nya lemah atau tidak ??

kalau anda bilang Cak Nur iman Islam-nya lemah ... ya no wonder anda bilang dia seperti itu

Syarat untuk apa??
Kak dee paham yang dimaksud dengan "memerangimu karena agama"??
Masih inget "ghazwul fikri" alias "perang pemikiran" (Memerangi pemikiran ISLAM dengan racun SEPILIS)?? hehehe...

Kak dee paham yang dimaksud dengan "mengusirmu dari negerimu"??
Masih inget : "SILAKAN CARI NEGARA LAIN" alias ("MENGUSIR" pendukung syariat ISLAM)?? hehehe...

Sedikit-banyak hal itu "menggambarkan" pola pikir yang "mulai MIRIP" dengan orang2 yang memusuhi AGAMA ISLAM di al mumtahanah itu
.

biru : lah pengusiran itu justru sesuai syariat ... seperti bagaimana Rasulullah mengusir Bani Nadhir yahudi yang ingkar pada kesepakatan dalam Piagam Madinah >>> bukannya malah aneh kalau mereka2 yang ingkar pada kesepakatan masih mau bilang sesuai syariat ??

justru menurut saya ... orang2 yang ingkar kesepakatan itu lah ... yang "menggambarkan" pola pikir yang "mulai MIRIP" dengan orang2 yang memusuhi AGAMA ISLAM di al mumtahanah >>> karena jelas perintahnya dalam Al Quran ... Islam pantang melanggar kesepakatan yang sudah ditetapkan

bahkan kalau nyambung penjelasan bung Azed tentang Al Maidah dan sifat2 >>> misalnya bila kita balik ke kisah bani nadhir yang melanggar kesepakatan era Rasulullah ... sifat2 ingkar kesepakatan inilah yang disebut sifat buruk yahudi Bani Nadhir >>> dan mereka2 yang mengikuti hawa nafsu (sifat2) seperti inilah yang dimaksud dalam Al Maidah 52

yang bold underline ini adalah contoh yang saya tangkap dari penjelasan bung Azed

merah : bukannya ISIS juga sedang memerangi racun SEPILIS ?? ... dan anda yang juga sedang memerangi racun SEPILIS

itulah kenapa saya tanya paling atas : trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??

---------------------------------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:ya makanya saya tanya yang biru...

kalau menurut anda .. Cak Nur Islamnya lemah maka benar dong ya .... kalimat hijau diatas ... bahwa larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah

coba anda baca tulisan yang merah >>>> muslim sekaliber Cak Nur saja .... karena (menurut anda) Islam-nya lemah maka Cak Nur menjadi sekuler setelah berteman dengan non-muslim ... apalagi muslim lain yang awam dan lemah islamnya

artinya >>> bagi muslim2 yang awam dan lemah islamnya .... memang dilarang berteman dengan non-muslim
jadi >>> larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah dan awam

Khusus untuk posting yang ini:
Gw anggap kak dee sedang ikut LOMBA LARI (dari kenyataan)...?!
Mudah2an menang ya... wkwkwkwk....
usil

saya cuma nulis sesuai dengan diskusi anda vs bung Azed tentang larangan berteman dengan nasrani/yahudi

coba saya ulang

@RHCP wrote:Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

dari kalimat ini .... yang saya tangkap adalah :

@dee-nee wrote:merah : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah

lalu anda kasih contoh tentang Cak Nur >>> tuh buktinya muslim sekaliber Cak Nur dll. masih BISA KERACUNAN paham SEKULER produk yahudi/kristen. Apalagi muslim yang awam dan lemah IMAN?? >>> gitu kan anda bilang ...

so .... kalau menurut anda muslim sekaliber Cak Nur dll. masih BISA KERACUNAN paham SEKULER >>> artinya iman Islam-nya Cak Nur memang masih lemah

karena logikanya .... mereka2 yang sudah kuat iman Islam-nya ... tidak akan keracunan oleh apapun yang bukan produk Islam

>>> makanya saya bilang : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah .... karena mereka2 yang seperti ini bisa keracunan (contohnya seperti anda bilang >> Cak Nur atau ISIS itu sendiri)

gitu loh maksud saya

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by njlajahweb on Wed Nov 09, 2016 6:10 pm

sekilas info

kalau isis = Islam ada benarnya
kalau isis = Kristen ada benarnya juga
jika dipandang secara umum

karena yang termasuk dalam jaringan isis, ada yang beragama Islam ada juga yang beragama Kristen, tapi tidak semua yang beragama Islam=isis dan tidak semua agama Kristen=isis
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Wed Nov 09, 2016 6:22 pm

@njlajahweb wrote:KangRHCP

Secara tersurat al maidah 51 adalah LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung) [namun tidak secara mutlak]
. pendapat dari bang azed yang menafsirkan bahwa al maidah 51 itu adalah termasuk LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka).
NB:Tidak semua Yahudi dan Nasrani bersifat ataupun berperilaku buruk
dan tidak semua Islam bersifat ataupun berperilaku buruk

penafsiran bang azed tsb. bukan MENGGESER MAKNA tapi yang termasuk terkandung dalam makna almaidah 51 itu karena selain LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung) [walaupun tidak secara mutlak] namun juga mengandung larangan akan sifat mereka yang tidak patut ditiru.

jadi KangAzed ada benarnya

itulah kenapa ... kita harus kembali ke ayat sebelum Al Maidah 51 itu sendiri ... seperti penjelasan bung FD

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. Al Maidah 48)

makna dari ayat ini adalah ... patuhi Al Quran dan JANGAN IKUTI HAWA NAFSU MEREKA DENGAN MENINGGALKAN KEBENARAN  

dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al Maidah 49)

makna ayatnya sama dengan sebelumnya >>> JANGAN IKUTI HAWA NAFSU MEREKA ... dan berhati2 supaya kamu tidak berpaling dari apa yang sudah diturunkan Allah kepadamu

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS. Al Maidah 50)

makna ayat ini adalah >>> MEREKA ini menghendaki HUKUM JAHILIYAH ... dan kalau balik ke ayat sebelumnya .... JANGAN IKUTI HAWA NAFSU MEREKA (yang ingin hukum jahiliyah ini) .... dan berhati2 supaya kamu tidak berpaling (kepada hukum jahiliyah) ... maka nyambung lah dengan Al Maidah 51 itu tadi

jadi fokusnya adalah pada yahudi/nasrani yang ingin hukum jahiliyah >>>> yang bila dilihat dari riwayat turunnya ayat ... adalah ketika Islam sedang berperang dengan kafir Quraisy (yang berhukum jahiliyah) ... dan pada waktu yahudi/nasrani memang bersekutu dengan kafir Quraisy (karena hawa nafsu mereka)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi awliya-mu; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi awliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS : Al Maidah 51)

disambung dengan Al Maidah 52

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (QS : Al Maidah 52)

ayat ini bercerita tentang mereka (orang2 beriman) yang akhirnya memutuskan untuk bergabung (bersekutu) dengan Yahudi dan Nasrani (yang sudah bersekutu dengan kafir Quraisy) ... karena mereka (orang2 beriman) takut akan mendapat bencana >>> maka Allah mengatakan yang merah diatas

begitu ...

-----------------------------------------------------

maka (menurut saya) ..... kalau kemudian konteks ayat Al Maidah 51 langsung dipotong2 seenaknya ... nyambung2 ke urusan pilkada >>> justru tidak benar ...

apalagi kalau ayat itu digunakan HANYA UNTUK KEPENTINGAN POLITIK ... yang justru - cara2 seperti ini - sama dengan mengikuti hawa nafsu jahiliyah

makanya saya pernah bilang ke bung RHCP seperti ini

@dee-nee wrote:
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (QS. Al Maidah 52)

biru : gimana kalau kita lihat saja nanti ... siapa yang sebetulnya didatangkan kemenangan oleh Allah ...

muslim2 yang mendoakan ahok supaya diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi sekian banyak fitnah ... atau ormas2 Islam (tertentu) yang mendoakan ahok supaya dipenjara atau bahkan ada yang berharap agar ahok dibunuh ??

apakah saya sebut muslim atau ormas Islam (yang ungu) ... semua juga syahadat ... semua juga KTP-nya Islam .... dan toh semua juga kembali-nya pada keadilan Allah kan .... hanya Allah yang bisa menilai ... siapa dari mereka2 yang bersyahadat ini ... yang lebih tepat disebut munafik

point-nya sih yang coklat ... hehehehehehehe

maksud saya >>> cuma Allah Yang Maha Adil yang dapat memberi keputusan ... siapa diantara ungu diatas yang lebih tepat disebut "mengikuti hawa nafsu dan hukum2 jahiliyah"

sesuai konteks Al Maidah itu sendiri


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Wed Nov 09, 2016 6:49 pm, total 2 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by njlajahweb on Wed Nov 09, 2016 6:41 pm

setuju
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Wed Nov 09, 2016 6:53 pm

terkait pilkada itu sendiri ... kalau disambung dengan konteks Al Maidah

kita semua tau ... bahwa yang menolak ahok sebagai gubernur ... BUKAN hanya dari kalangan muslim ... artinya non-muslim pun banyak yang tidak suka dengan ahok

jadi ... siapa bersekutu dengan siapa disini ??

muslim pro ahok bisa disebut bersekutu dengan non-muslim pro ahok

tapi ...

muslim anti ahok pun bisa disebut bersekutu dengan non-muslim anti ahok

kembali ke kalimat saya sebelumnya >>> hanya Allah Yang Maha Adil yang dapat memberi keputusan ... siapa diantara muslim2 ini (yang ungu) yang lebih tepat disebut "mengikuti hawa nafsu dan hukum2 jahiliyah"

begitu
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by njlajahweb on Wed Nov 09, 2016 7:20 pm

tentu saja TUHAN yang lebih tahu,

tapi ini kalau sekedar menurut saya, kalau menurut pendapat pribadi saya loh ya...

jika islam anti ahok karena hatinya diliputi rasa dendam terhadap Kristen dan cina juga terhadap ahok, maka mereka termasuk mengikuti hawa nafsu, kecuali yang tidak

jika islam yang pro ahok dikarenakan hanya karena sesama cina, maka mereka juga tergolong mengikuti hawanafsu, kecuali yang tidak

---

jika Kristen anti ahok karena hatinya diliputi rasa dendam terhadap etnis cina atau terhadap ahok sendiri, maka mereka termasuk mengikuti hawa nafsu, kecuali yang tidak

jika Kristen yang pro ahok dikarenakan hanya karena sesama cina, atau hanya karena sesama Kristen maka mereka juga tergolong mengikuti hawanafsu, kecuali yang tidak
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Thu Nov 10, 2016 1:50 pm

@dee-nee wrote:

saya nanya yang ungu ... kok jawabannya langsung menunjuk2 sih ?? ... ada yang nanya kok langsung ditunjuk2 ??

kan point-nya yang biru ... dan balik lagi ke pertanyaan merah sebelumnya

trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??
Maaf kak dee...
Gw sebenarnya sulit percaya, kak dee bisa sampe NANYA begini >>> gimana bedainnya?? ... ada stempel-nya gitu ??

Karena pertanyaan itu justru MEMBUKTIKAN bahwa logika kak dee sekarang SEMAKIN KLOP dengan logika si sayur atw si nduss, bahwa ISIS = ISLAM. Apakah KEYAKINAN dan PERNYATAAN kak dee (selama ini), bahwa "ISIS bukan ISLAM" cuma sekedar IKUT2an?? dan BUKAN berdasarkan pemahaman keislaman??
usil
@dee-nee wrote:biru : lah pengusiran itu justru sesuai syariat ... seperti bagaimana Rasulullah mengusir Bani Nadhir yahudi yang ingkar pada kesepakatan dalam Piagam Madinah >>> bukannya malah aneh kalau mereka2 yang ingkar pada kesepakatan masih mau bilang sesuai syariat ??

justru menurut saya ... orang2 yang ingkar kesepakatan itu lah ... yang "menggambarkan" pola pikir yang "mulai MIRIP" dengan orang2 yang memusuhi AGAMA ISLAM di al mumtahanah >>> karena jelas perintahnya dalam Al Quran ... Islam pantang melanggar kesepakatan yang sudah ditetapkan

bahkan kalau nyambung penjelasan bung Azed tentang Al Maidah dan sifat2 >>> misalnya bila kita balik ke kisah bani nadhir yang melanggar kesepakatan era Rasulullah ... sifat2 ingkar kesepakatan inilah yang disebut sifat buruk yahudi Bani Nadhir >>> dan mereka2 yang mengikuti hawa nafsu (sifat2) seperti inilah yang dimaksud dalam Al Maidah 52

yang bold underline ini adalah contoh yang saya tangkap dari penjelasan bung Azed

merah : bukannya ISIS juga sedang memerangi racun SEPILIS ?? ... dan anda yang juga sedang memerangi racun SEPILIS

itulah kenapa saya tanya paling atas : trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??
Ngiahahaha.......
NGUSIR2 orang dari negerinya pake hukum SEKULER, dengan dalih "sesuai SYARIAH ISLAM".?!
Yang DIUSIR pendukung SYARIAH ISLAM, karena dianggap melanggar perjanjian "menurut SYARIAH ISLAM"?? wkwkwk..
LUAR BIASA...?!

ISIS memerangi SEPILIS?? wkwkwkwk....
Makin lama, makin KLOP sama si sayur dan si nduss. wkwkwk.......
usil
@dee-nee wrote:saya cuma nulis sesuai dengan diskusi anda vs bung Azed tentang larangan berteman dengan nasrani/yahudi

coba saya ulang

@RHCP wrote:Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

dari kalimat ini .... yang saya tangkap adalah :

@dee-nee wrote:merah : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah

lalu anda kasih contoh tentang Cak Nur >>> tuh buktinya muslim sekaliber Cak Nur dll. masih BISA KERACUNAN paham SEKULER produk yahudi/kristen. Apalagi muslim yang awam dan lemah IMAN?? >>> gitu kan anda bilang ...

so .... kalau menurut anda muslim sekaliber Cak Nur dll. masih BISA KERACUNAN paham SEKULER >>> artinya iman Islam-nya Cak Nur memang masih lemah

karena logikanya .... mereka2 yang sudah kuat iman Islam-nya ... tidak akan keracunan oleh apapun yang bukan produk Islam

>>> makanya saya bilang : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah .... karena mereka2 yang seperti ini bisa keracunan (contohnya seperti anda bilang >> Cak Nur atau ISIS itu sendiri)

gitu loh maksud saya

piss
Kutipan itu untuk mengingatkan agar JANGAN TAKABUR (mudah2an kak dee paham ya..) dan jangan meremehkan larangan bergaul akrab dengan non muslim. Bang azed sendiri sdh paham dan ngga ngelanjutin. Kenapa justru kak dee yang cari2 celah??  Emangnya "masih penasaran" juga ya dgn RHCP yang sdh terbukti menggemaskan (pake banget)?? hehehehe....
>>> makanya saya bilang : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah .... karena mereka2 yang seperti ini bisa keracunan (contohnya seperti anda bilang >> Cak Nur atau ISIS itu sendiri)
Boleh jadi cak nur = islam
tapi ISIS = ISLAM?? wkwkwk...

Yasud, silakan dilanjutkan LOMBA LARI (dari kenyataan)-nya
usil
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Thu Nov 10, 2016 1:51 pm

@njlajahweb wrote:KangRHCP

Secara tersurat al maidah 51 adalah LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung) [namun tidak secara mutlak]
. pendapat dari bang azed yang menafsirkan bahwa al maidah 51 itu adalah termasuk LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka).
NB:Tidak semua Yahudi dan Nasrani bersifat ataupun berperilaku buruk
(demikian pula saya juga mengakui bahwa tidak semua Islam bersifat ataupun berperilaku buruk)

penafsiran bang azed tsb. bukan MENGGESER MAKNA tapi yang termasuk terkandung dalam makna almaidah 51 itu karena selain LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN Yahudi/Kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung) [walaupun tidak secara mutlak] namun juga mengandung larangan akan sifat mereka yang tidak patut ditiru.

jadi KangAzed ada benarnya
Bang azed memang ada benarnya mengenai HIKMAH/ALASANNYA (bukan penafsiran) dan gw udah bilang SETUJU.
@RHCP wrote:Gw pada dasarnya SETUJU dengan bang azed bahwa salah satu HIKMAH/ALASAN dibalik LARANGAN Allah (dalam al maidah 51) itu karena SIFAT dan KELAKUAN "mereka" antara lain; suka mendengar berita bohong, suka mengubah ayat (Alkitab), banyak memakan yang haram, dan mengingkari atau berpaling dari hukum-hukum Allah.

TAPI....
INTI PENAFSIRAN al maidah 51 adalah LARANGAN ALLAH (secara TERSURAT) untuk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung).

Jika al maidah 51 itu ditafsirkan sebagai LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka). Maka penafsiran itu sudah BERGESER dari MAKNA INTI yang sebenarnya. Seakan2 al maidah 51 itu "memperbolehkan" orang beriman utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya. Karena YANG DILARANG "hanya" MENJADIKAN SIFAT "mereka" sebagai PANUTAN.
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Thu Nov 10, 2016 2:12 pm

@dee-nee wrote:terkait pilkada itu sendiri ... kalau disambung dengan konteks Al Maidah

kita semua tau ... bahwa yang menolak ahok sebagai gubernur ... BUKAN hanya dari kalangan muslim ... artinya non-muslim pun banyak yang tidak suka dengan ahok

jadi ... siapa bersekutu dengan siapa disini ??

muslim pro ahok bisa disebut bersekutu dengan non-muslim pro ahok

tapi ...

muslim anti ahok pun bisa disebut bersekutu dengan non-muslim anti ahok

kembali ke kalimat saya sebelumnya >>> hanya Allah Yang Maha Adil yang dapat memberi keputusan ... siapa diantara muslim2 ini (yang ungu) yang lebih tepat disebut "mengikuti hawa nafsu dan hukum2 jahiliyah"

begitu
Kenapa harus pake logika ribet begitu??

MUSLIM kontra hoax = PATUH thd al maidah 51
MUSLIM pro hoax = NGEYEL thd al maidah 51.

Selain muslim, NGGA ada urusan dengan al maidah 51.
usil
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by Azed on Thu Nov 10, 2016 9:22 pm

@RHCP wrote:
@Azed wrote:Menurut pengertian saya, yg tidak boleh di jadikan panutan, tdk boleh di ikuti, tdk boleh di copas, tdk boleh di contoh dan semacam itu adalah memang SIFAT-nya (tentunya hanya yg jelek).

Dlm bhs kita, SIFAT juga disebut >> karakter, akhlak, perilaku, dsb.

Kalau bukan karena sifat yg jadi pertimbangannya, lalu menurut anda apanya ?

++
Lho, gitu doang?? Mana uraian dan penjelasannya?? wkwkwk...

Padahal penafsiran bang azed tsb. sudah MENGGESER MAKNA dari LARANGAN ALLAH utk MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung). Menjadi hanya LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka).

LARANGAN Allah itu bukan hanya karena SIFAT mereka. Yang paling jelas adalah karena "sebagian mereka adalah teman setia/penolong/sekutu/pemimpin bagi sebagian yang lain", yaitu dalam MEMUSUHI ISLAM dan umatnya. Karena mereka ngga akan ridho, kecuali muslim meninggalkan millah ISLAM dan mengikuti millah yahudi/kristen (al baqarah 120).
Saya tidak menggeser makna. Ada kemungkinan anda yg salah memahami tulisan saya, tapi bisa juga saya yg pahamnya salah.

Kita lihat, ini referensi saya dari artikel DR. Quraish Shihab, stressing yg biru dan bold. Lengkapnya di post #4. Untuk menyingkat, saya quote seperlunya, semoga tdk menghilangkan alur maknanya :

“Jadi, mereka dinilai enggan mengikuti tuntunan Tuhan tapi senang mengikuti tuntunan jahiliah,” katanya dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di salah satu stasiun TV swasta.

Lalu, dilanjutkan oleh ayat 51 surat Al-Maidah. Kalau memang seperti itu sikap orang-orang Yahudi dan Nasrani – mengubah kitab suci mereka, enggan mengikuti Al-Qur’an, keinginannya mengikuti jahiliyah, – “Maka wahai orang-orang beriman janganlah engkau menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai awliya.”

Bagi Quraish Shihab, hubungan ayat ini dan ayat sebelumnya sangat ketat. “Kalau begitu sifat-sifatnya, jangan jadikan mereka awliya (1). Nah, awliya itu apa?,” tanyanya memantik diskusi sebelum mengkaji lebih dalam.

‘Awliya’ ialah jamak atau bentuk plural dari ‘wali’. Di Indonesia, kata ini populer sehingga ada kata wali-kota, wali-nikah dst. Wali ialah, kata penulis Tafsir Al Misbah ini, pada mulanya berarti “yang dekat”. Karena itu, waliyullah juga bisa diartikan orang yang dekat dengan Allah.

Seseorang yang dekat pada yang lain, berarti ia senang padanya. Karena itu, iblis jauh  dari kebaikan karena ia tidak senang.“Dari sini, kata ‘wali’ yang jamaknya ‘awliya’ memiliki makna bermacam-macam.”

“Dalam ayat ini, jangan angkat mereka –Yahudi dan Nasrani- yang sifatnya seperti dikemukakan pada ayat sebelumnya menjadi wali atau orang dekatmu. Sehingga engkau membocorkan rahasia kepada mereka.”

Dengan demikian, ‘awliya’ bukan sebatas bermakna pemimpin, kata Quraish Shihab. “Itu pun, sekali lagi, jika mereka enggan mengikuti tuntunan Allah dan hanya mau mengikuti tuntunan Jahiliyah seperti ayat yang lain.”

Namun kalau pergaulan sehari-hari, dagang, membeli barang dari tokonya dsb, tidaklah dilarang. Selanjutnya ayat ini berbicara tentang sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Artinya, sebagian orang Yahudi bekerjasama dengan orang Nasrani yang walaupun keduanya beda agama namun kepentingannya sama, yaitu mencederai kalian. (2)

Oleh sebab itu, Al-Qur’an berpesan, “Siapa yang menjadikan mereka itu orang yang dekat, yaitu meleburkan kepribadiannya sebagai Muslim sehingga sama keadaannya (sifat-sifatnya) dengan mereka, oleh ayat ini diaggap sama dengan mereka.”(3)

Ini yg saya pahami dari uraian diatas :
(1) Yg jadi pertimbangan adalah SIFAT-nya yg buruk
(2) Tentunya tdk hanya soal milah & akidah, tapi juga keselamatan fisik & jiwa
(3) Bersifat seperti mereka, meniru/mengikuti sifat mereka (yg buruk), dsb

Saya korelasikan dg terjemahan ini (Hasan Qaribullah & Ahmad Darwish) :

Bilievers, take neither Jews nor Nazarenes for your guides. They are guides of one another. Whosoever of you takes them for a guide shall become one of their number. Allah does not guide the wrongdoers.

Terjemahan bebas :
Hai orang-orang yg beriman, jangan seorangpun mengambil Yahudi maupun Nasrani sebagai guide-mu(1). Mereka menjadi guide(2) satu dg lainnya. Siapapun diantaramu yg menjadikan mereka sebagai guide(3), akan menjadi sama dg mereka. Allah tidak memberi petunjuk orang yg zalim.

Pemahaman saya atas arti guide :
(1). Saya tdk tahu apa istilah yg tepat dlm bhs Indonesia.
(2) & (3) Sama pengertian dg DR. Quraish Shihab

Saya hanya mengambil istilah yg dipakai >> Guide. Karena guide itu pengertian secara umum tdk hanya sekedar menjadikan pihak lain sebagai teman setia, teman, pemimpin, dsb. tapi juga sebagai orang yg digugu dan ditiru, panutan. Saya tdk tau istilah yg tepat, tapi analoginya seperti peran si guide - turis yg di guide.

Trus menurut anda dimana letak saya nggesernya ?
Yg benernya menurut anda gimana ?

@RHCP wrote:
@Azed wrote:Saya kesulitan mengikuti cara anda berargumen yg inkonsisten, beberapa diantaranya kontradiktip. Saya tdk bisa menanggapi satu persatu cara berargumen anda yg “aneh” . Coba lihat salah satunya postingan terakhir, apa yg saya tanyakan (merah) dan apa respon anda (biru).

Di #13 nulis ; awliya'a means "friends and allies" (teman dan sekutu).
Di #58 ngutib hadis ; Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang yang beriman.

Berbasis pd arti “awliya=friends” dan hadis dilarang “berteman” dg orang yg tdk beriman yg anda posting itulah kemudian saya mengembangkannya. Anda berapologi kesana kemari melenceng dari apa yg dipersoalkan. Yg selalu anda jadikan basis berapologi adalah “teman setia”, bukannya “teman”.

Kenapa anda tdk konsisten, apakah anda menyadari bhw “tdk boleh berteman dg non muslim” itu tdk mungkin dilakukan ?. Malah belakangan bilang bhw nabi Muhammad juga bergaul dg non muslim dan menulis bhw Allah tdk melarang bergaul dg mereka.
Apanya yang ngga konsisten?? wkwkwkwk....
Menurut Quraish Shihab, arti dari awliya/wali (singular) adalah "YANG DEKAT". Kenapa bang azed maksa awliya itu artinya "TEMAN" bukan TEMAN DEKAT/SETIA"??

Kalo awliya = friends and allies itu berarti TEMAN dan SEKUTU (yang JELAS bukan "sekedar teman"). TEMAN dan sekutu adalah PERTEMANAN UNTUK BEKERJA SAMA dan saling tolong menolong.

Silakan cek sendiri hadist nabi yang SENGAJA bang azed permasalahin dan di-ulur2 utk sekedar "pengalihan issue" thd topik utama). wkwkwkwkwk.....
usil
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِيٌّ
“Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.”
Hadits nabi itu secara khusus adalah LARANGAN berteman, KECUALI dengan orang beriman. Dan kata2 "memakan makananmu" disitu adalah indikasi dari pertemanan yang akrab.

Dan Allah memang TIDAK MELARANG berteman wajar (dalam arti bermuamalah), dengan non muslim dan itu ada dalil ayatnya, yg contoh dan penjelasannya pun udah gw kasih. Bahkan bang azed sendiri yang posting contoh muamalah (dokter dan pilot non-muslim) oleh Prof. Quraish... (masa' bedain gitu doang harus pake penjabaran detail???).

Maka pendapat bahwa berteman/bermuamalah (bukan ber-awliya) dengan non muslim itu DILARANG, itu cuma mengada-ada. Dan jujur aja, gw jadi berasumsi kalo bang Azed ini bukannya ngga paham, tapi (maaf) cuma belaga pilon doang, untuk menghindari topik UTAMA..?? wkwkwk...
ehmm
@Azed wrote:Terjemahan awliya = teman setia, khususnya di Al Maidah 51 setau saya HANYA ada di versi Depag yg baru. Saya sudah mengecek di 17 terjemahan versi Inggris (softwarenya bisa donlot di google play), satu versi Al Misbah (DR. Qurasih Shihab), tdk ada yg menterjemahakan “loyal friend, close friend, crony” (teman setia/dekat/karib).

Tapi esensinya, menurut saya sih terserah akan ngambil pengertian yg mana. Toh yg akan melaksanakan kan yg meyakininya, bukan orang lain. Yg bertanggung jawab ya individu masing2.
++
Bang azed setuju dengan versi Quraish Shihab, khan?? Dan menurut beliau, awliya/wali (singular) = "YANG DEKAT". Awliya bukan SEBATAS BERMAKNA pemimpin. Dalam konteks hubungan antar manusia, berarti persahabatan yang begitu kental.

Bang azed juga beralasan kurang setuju awliya diartiin pemimpin (krn bau2 ORBA). Setelah mentok, terus ganti terjemahan "guide =pembimbing" (udah gw bantah). Pake terjemanan "TEMAN" (bawa2 ibnu katsir) juga udah gw bantah.

Bang azed keberatan pake terjemahan "teman setia", ngga cocok (krn bau2 DEPAG). Yang awalnya posting begini :
@azed wrote:Menurut kabar, Al Maidah 51 cetakan th 70-an masih diterjemahkan “teman setia”. ....... - maaf cut- .....
Setelah orba jatuh, Depag merevisi lagi (2002).
Tapi terakhir2 malah pake alasan begini....???
@azed wrote:Terjemahan awliya = teman setia, khususnya di Al Maidah 51 setau saya HANYA ada di versi Depag yg baru.
Terus bang azed sebenarnya mw pake terjemahan siapa/yang mana sih?? Quraish shihab?? DEPAG?? orang bule?? orang sudan?? Emangnya kita tinggal dimana??

Justru argumen2 bang azed sendiri yang ngga konsisten dan kontradiktif?!!
lol
@Azed wrote:Soal pertanyaan balik anda, saya jawab yg no. 1 saja.
Yg no 2 biar anda yg jawab sendiri.

Setidaknya dlm soal Al Maidah 51, sejauh yg saya tau, ada penjelasan sebab musababnya, ada latar belakangnya, ada Asbab Al Nuzul-nya. Allah TIDAK AKAN melarang “ber-awlya” dg Yahudi-Nasrani tanpa sebab, tdk hanya semata-mata karena mereka Yahudi-Nasrani.
ALLAH MELARANG mukminin menjadikan "yahudi/nasrani" sebagai AWLIYA (secara muhkamat). Bahkan kalo dilihat asbabun nuzulnya (Lebih kurang begini: Dua orang dari golongan anshor terikat oleh perjanjian untuk saling membela dengan Yahudi Bani Qainuqa’ yang memerangi rasulullah. Abdullah bin Ubay tidak melibatkan diri sedangkan ‘Ubadah bin ash-Shamit memilih untuk berpihak kepada rasulullah saaw. dan turunlah al maidah 51). MAKA penafsiran itu jadi semakin jelas. Dan umat jaman itu (umat TERBAIK), LANGSUNG sami'na wa atho'na".

Alasan yang sangat jelas TERSURAT adalah karena "sebagian yahudi/kristen adalah teman setia/penolong/sekutu/pemimpin bagi sebagian yahudi/kristen yang lain", yaitu dalam MEMUSUHI ISLAM dan umatnya. Karena mereka ngga akan ridho, kecuali kaum muslimin meninggalkan millah ISLAM dan mengikuti millah yahudi/kristen (al baqarah 120).
Disatu sisi anda “enggan” menerima terjemahan “friends” dan hadis “berteman” => teman biasa, dan tetap pada pengertian “teman setia”. Disisi lain, anda justru mengatakan bhw kalau hanya sekedar teman biasa ya gak masalah, bahkan bilang nabi juga begitu, Allah juga tdk melarang.

Saya sebenarnya hanya ingin “membantu” anda untuk konsisten pd referensi, toh anda sudah punya jawabannya yg bagus. Ketidak konsistenan pd referensi bisa membingungkan orang lain, setidaknya saya.

Berkali-kali saya mencoba memancing anda dg contoh terjemahan lain yg menterjemahkan “awliya” dlm pengertian “teman biasa”. Artinya, anda tdk sendirian, ada referensi pembandingnya, tidak salah. Tapi disalah pahami, … yawdah.

Maaf kalau begitu, saya tdk bermaksud buruk.

@RHCP wrote:
@Azed wrote:Mempolitisir = mempolitisasi = mempolitikkan = memperalat agama, dsb.
Bang azed paham khan definisi politik (dalam islam)??

Secara sederhana, definisi politik adalah usaha yang ditempuh suatu umat untuk mewujudkan kemaslahatan bersama. (kalo sekuler tujuannya BAGI2 KEKUASAAN)
@Azed wrote:Ulama atau cendekiawan lain mungkin menyebutnya dg istilah berbeda. Kebetulan saja ketika itu yg saya ingat secara spontan dan kemudian saya tulis : “mempolitisir”. Tapi esensinya sama : menjadikan agama sebagai alat politik, kendaraan politik, atau apalah istilahnya yg semuanya dlm pengertian tidak pada tempatnya.

Kalau cari referensi jangan hanya dg key word tunggal, apalagi cuma dari Hidayatullah dot com,.
Urusan berpolitik dalam islam adalah urusan AGAMA. Politik dalam ISLAM adalah; usaha yg dilakukan BERDASARKAN SYARIAT ISLAM dengan TUJUAN untuk mewujudkan kemaslahatan umat ISLAM.
" Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah "(Ali Imran : 110)
Jadi NGGA ada alasan untuk mengatakan bahwa umat islam "mempolitisir AGAMA/SYARIAT ISLAM". Pada awalnya ulama mengajukan sila pertama dari pancasila KETUHANAN YANG MAHA ESA plus 7 kata (yg terpaksa dihilangkan karena pengaruh sekuler). Akibatnya jaman sekarang muncul istilah "jangan mempolitisir ayat" atw "jangan menggunakan agama islam untuk berpolitik". Padahal itu adalah racun sekuler. Tujuannya adalah utk MENJAUHKAN umat ISLAM dari syariat ISLAM.

Wkwkwkwk... Gw baru pake satu rujukan aja, bang azed udah belepotan jawabnya, apalagi kalo gw pake lebih dari satu...?? Ayooo, semangat... Jangan sia2kan usaha "silent supporter" yang udah bela2in "ngelike" tuh....?!! Ngiahahahaha....
usil
@Azed wrote:Me-mutar2-kan lidah = memutar balikkan lidah = memutar balikkan fakta = distortion statement, dsb.

Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yg mengerti makna sebenarnya, tapi mengajarkan secara berbeda dg tujuan yg pasti tidak benar. Samasekali berbeda dg muffasir (ahli tafsir) yg memang berusaha menafsirkan sesuai kemampuannya dg tujuan yg benar.

Sebenarnya ini kan istilah2 yg sederhana dan umum, mestinya sudah tdk perlu dijelaskan. Tapi karena anda mendesak terus, ya inilah jawaban saya.

Kalau memahami istilahnya saja keliru, maka yg dibahas pasti juga keliru. Semakin panjang membahas, semakin banyak kekeliruannya. Makanya saya enggan menanggapi.
Metafora "memutar2 lidah" itu gw insya Allah lumayan paham. Yang gw pengen tahu itu dalil bang azed, yg sebelumnya bawa2 istilah “memutar-mutarkan lidah”
“memutar-mutarkan lidah” dlm manafsirkannya, kemudian mengatakan bhw “ini kebenaran dari Allah”. Supaya disangka bhw yg dia katakan itu sebagian dari firman Allah, padahal bukan. Sedang dia sendiri sadar apa yg dilakukannya
Apakah ayat ini??
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah.… (Ali Imran:78)
Sejauh yang gw tahu, yang dimaksud "memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab” adalah kebiasaan yahudi/kristen MENGUBAH ISI kitab mereka untuk menyembunyikan kebenaran, setelah mereka memahaminya.

Pertanyaan: Kalo para ulama menafsirkan ayat al Quran kemudian ada perbedaan tafsir diantara mereka itu khan wajar. TAPI ulama mana yang sanggup MENGUBAH ISI al Quran, yang mendapat jaminan pemeliharaan dari ALLAH langsung??
Ini contoh yg disebut mempolitisir/memperalat agama dan distortion statement ;

Ketika Megawati maju sbg capres, muncul permainan ayat Allah pakai An Nisa 4:34 >> Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, .

Ayat ini kemudian dipahamkan kpd masyarakat dg cara "memutar-mutarkan lidah" oleh sebagian jurkam lawan politiknya. Tujuannya tentu untuk menjustifikasi penolakan thd capres perempuan. Padahal jelas2 ayat itu tak ada kaitannya dg soal pemerintahan, tapi soal rumah tangga dlm hubungannya sbg suami-istri.

Ada pula hadis rasul  yg sering di sebut2 sbg penjelasannya : “Jika suatu urusan diserahkan kpd yg bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” . Tapi dibelokkan menjadi : “Jika suatu urusan diserahkan kpd kaum wanita, maka tunggulah kehancurannya”.

Ayat dicuplik, dipotong, diartikan tdk sesuai konteks, dipakai untuk tujuan yg salah. Hadis rasulpun dipalsukan sbg pendukung.

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Fri Nov 11, 2016 1:13 am

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:

saya nanya yang ungu ... kok jawabannya langsung menunjuk2 sih ?? ... ada yang nanya kok langsung ditunjuk2 ??

kan point-nya yang biru ... dan balik lagi ke pertanyaan merah sebelumnya

trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??

Maaf kak dee...
Gw sebenarnya sulit percaya, kak dee bisa sampe NANYA begini >>> gimana bedainnya?? ... ada stempel-nya gitu ??

Karena pertanyaan itu justru MEMBUKTIKAN bahwa logika kak dee sekarang SEMAKIN KLOP dengan logika si sayur atw si nduss, bahwa ISIS = ISLAM. Apakah KEYAKINAN dan PERNYATAAN kak dee (selama ini), bahwa "ISIS bukan ISLAM" cuma sekedar IKUT2an?? dan BUKAN berdasarkan pemahaman keislaman??
usil

saya cuma minta anda menjawab .... walaupun saya sudah tau jawaban-nya ... gitu loh

kalau saya yang diminta untuk jawab pertanyaan biru diatas ... akan sangat mudah saya jawab ... sesimple saya bilang "cara membedakannya adalah ISLAM TIDAK MENGAJARKAN DISKRIMINASI seperti yang dilakukan ISIS" >>> diluar apakah si sayur atw si nduss percaya atau tidak dengan kalimat saya ... itu bukan urusan saya

tapi toh SECARA NYATA ... si sayur atw si nduss pun bisa melihat ... bagaimana sikap saya dalam menilai hubungan muslim vs non-muslim ... bahwa semua itu TERGANTUNG dari kondisi dan situasi-nya ... artinya tidak boleh pukul rata dan tetap harus berlaku adil

nah ... sekarang justru anda yang harus jawab pertanyaan seperti itu >>> bagaimana mungkin anda bisa mengatakan atau membuktikan bahwa ISLAM =/= ISIS .... bila kata2 anda terhadap non-muslim juga tidak jauh beda dengan apa yang dikatakan ISIS

moso anda mau nebeng jawaban saya yang coklat ??

----------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:biru : lah pengusiran itu justru sesuai syariat ... seperti bagaimana Rasulullah mengusir Bani Nadhir yahudi yang ingkar pada kesepakatan dalam Piagam Madinah >>> bukannya malah aneh kalau mereka2 yang ingkar pada kesepakatan masih mau bilang sesuai syariat ??

justru menurut saya ... orang2 yang ingkar kesepakatan itu lah ... yang "menggambarkan" pola pikir yang "mulai MIRIP" dengan orang2 yang memusuhi AGAMA ISLAM di al mumtahanah >>> karena jelas perintahnya dalam Al Quran ... Islam pantang melanggar kesepakatan yang sudah ditetapkan

bahkan kalau nyambung penjelasan bung Azed tentang Al Maidah dan sifat2 >>> misalnya bila kita balik ke kisah bani nadhir yang melanggar kesepakatan era Rasulullah ... sifat2 ingkar kesepakatan inilah yang disebut sifat buruk yahudi Bani Nadhir >>> dan mereka2 yang mengikuti hawa nafsu (sifat2) seperti inilah yang dimaksud dalam Al Maidah 52

yang bold underline ini adalah contoh yang saya tangkap dari penjelasan bung Azed

Ngiahahaha.......
NGUSIR2 orang dari negerinya pake hukum SEKULER, dengan dalih "sesuai SYARIAH ISLAM".?!
Yang DIUSIR pendukung SYARIAH ISLAM, karena dianggap melanggar perjanjian "menurut SYARIAH ISLAM"?? wkwkwk..
LUAR BIASA...?!

merah : kan saya sudah bilang ... kalau anda mengatakan Pancasila adalah hukum sekuler ... silahkan anda berdebat dengan mayoritas ulama di negara ini ... kalau anda mau mengatakan bahwa seluruh ulama yang mendukung Pancasila adalah ulama2 sekuler ... itu pun hak anda

toh nyatanya sekarang ini .... juga tidak ada satu negara (mayoritas muslim) di dunia yang bisa membuktikan bahwa sistem yang mereka jalankan sudah sesuai dengan syariah ...

>>> jadi sistem syariah model apa yang menurut anda lebih baik bagi Indonesia daripada pancasila ??

seperti yang di Aceh karena mereka sudah pakai "stempel syariah" ?? ... ga ... system syariah ala Aceh tidak cukup "sakti" untuk membongkar perilaku korupsi pejabat2 disana ... bahkan Aceh termasuk yg paling parah dalam hal korupsi dibanding wilayah2 lain

system seperti apa yang anda mau bawa sebagai "hukum syariah" disini ... seperti Arab atau Malaysia ?? ... ga ... segala hukum syariah yang mereka gunakan tidak serta merta membuktikan bahwa mereka sudah hidup secara syariah ... contoh simple-nya saja ... Islam juga tidak pernah mengajarkan system negara atas dasar monarki atau dinasti ... pun nyatanya Malaysia dan Arab adalah sekutu utama Amerika dan Inggris

system seperti apa ?? ... seperti era Rasullulah ?? ... anda pernah hidup di jaman beliau ga ?? ... bagaimana bila nanti di akhirat kita malah ditunjukkan ... bahwa pancasila sebetulnya sudah sesuai dengan system yang dijalankan Rasulullah dibanding segala system "diangan2" yang anda sendiri juga tidak tahu bentuknya seperti apa

(balik ke kalimat ungu saya)  

dan inti dari seluruh uraian saya adalah .... 4 Pilar adalah kesepakatan dan belum berubah sampai sekarang ... masih diakui oleh mayoritas muslim (termasuk ulama) di negara ini .... maka wajib hukumnya bagi siapapun muslim di negara ini untuk mentaati kesepakatan tersebut

kalau mau merubah (atau minimal memperbaiki) ... rubahlah dengan cara yang konstitusional ... bukan dengan cara paksaan atau melanggar kesepakatan, termasuk menjelek2an atau menistakan siapapun dan apapun yang masih bersepakat didalamnya >>> karena Islam tidak pernah mengajarkan cara2 demikian

btw yang biru : yang anda sebut perjanjian "menurut syariah Islam" itu seperti apa konkritnya ?? ...... "proposal" model apa yang dijual oleh mereka2 yang bolak balik cuma bisa bilang "pancasila sekuler bla bla bla" padahal mereka sendiri juga tidak bisa membuktikan "proposal" mereka sesuai syariat selain "stempel" nya saja yang tertulis seperti itu

-------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:merah : bukannya ISIS juga sedang memerangi racun SEPILIS ?? ... dan anda yang juga sedang memerangi racun SEPILIS

itulah kenapa saya tanya paling atas : trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??

ISIS memerangi SEPILIS?? wkwkwkwk....
Makin lama, makin KLOP sama si sayur dan si nduss. wkwkwk.......
usil

hehehehehe .. makanya balik ke warna hijau diatas

kalau nyatanya statement anda sama dengan ISIS ... ya masa cuma bisa dijawab dengan "wkwkwkwkwk"

diluar siapa yang bohong dan jujur antara anda vs ISIS >>> nyatanya statement kalian ya sama2 saja

trus gimana dong ?? ... padahal tinggal jawab yang merah diatas ... beres

piss

----------------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:saya cuma nulis sesuai dengan diskusi anda vs bung Azed tentang larangan berteman dengan nasrani/yahudi

coba saya ulang

@RHCP wrote:Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

dari kalimat ini .... yang saya tangkap adalah :

@dee-nee wrote:merah : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah

lalu anda kasih contoh tentang Cak Nur >>> tuh buktinya muslim sekaliber Cak Nur dll. masih BISA KERACUNAN paham SEKULER produk yahudi/kristen. Apalagi muslim yang awam dan lemah IMAN?? >>> gitu kan anda bilang ...

so .... kalau menurut anda muslim sekaliber Cak Nur dll. masih BISA KERACUNAN paham SEKULER >>> artinya iman Islam-nya Cak Nur memang masih lemah

karena logikanya .... mereka2 yang sudah kuat iman Islam-nya ... tidak akan keracunan oleh apapun yang bukan produk Islam

>>> makanya saya bilang : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah .... karena mereka2 yang seperti ini bisa keracunan (contohnya seperti anda bilang >> Cak Nur atau ISIS itu sendiri)

gitu loh maksud saya

piss

Kutipan itu untuk mengingatkan agar JANGAN TAKABUR (mudah2an kak dee paham ya..) dan jangan meremehkan larangan bergaul akrab dengan non muslim. Bang azed sendiri sdh paham dan ngga ngelanjutin. Kenapa justru kak dee yang cari2 celah??  Emangnya "masih penasaran" juga ya dgn RHCP yang sdh terbukti menggemaskan (pake banget)?? hehehehe....

>>> makanya saya bilang : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang iman islam-nya lemah .... karena mereka2 yang seperti ini bisa keracunan (contohnya seperti anda bilang >> Cak Nur atau ISIS itu sendiri)

Boleh jadi cak nur = islam
tapi ISIS = ISLAM?? wkwkwk...

Yasud, silakan dilanjutkan LOMBA LARI (dari kenyataan)-nya
usil

merah : ITULAH kenapa saya sebut yang bold ini sebelumnya

@dee-nee wrote:
@RHCP wrote:Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

merah : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah

kalau menurut saya ... bukannya FOKUS menguatkan iman islam itu jauh lebih baik ... daripada FOKUS melarang berteman dengan non-muslim

muslim-nya yang lemah iman ... kok non-muslim yang kena getahnya (misalnya bila non-muslim tinggal di negara mayoritas Islam)

piss piss

point saya yang bold ini adalah >>> supaya tidak takabur ... fokuslah pada iman islam secara keseluruhan ... bukan hanya fokus pada larangan terkait orang lain (yang toh nyatanya ... larangan itupun ada syarat yang tidak bisa dihilangkan seenaknya)

ungu : lah ... justru masalahnya karena saya lihat anda jadi seperti ISIS ... yang sama2 melakukan diskriminasi pada orang lain sambil berlindung dibawah 1 kata "syariah" ... sementara anda sendiri belum membuktikan ... apa yang membedakan anda dengan ISIS  

padahal saya yakin .. yakin ... yakin sekali anda adalah seorang muslim .., sementara ISIS jelas bukan muslim >>> itulah kenapa saya gemes banget (baca deh yang merah underline)

hijau : ya ... mungkin level "kegemesan" saya dengan bung Azed memang beda ... kan ceritanya saya sudah gemes banget ... hihihihihihi

piss piss

------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:terkait pilkada itu sendiri ... kalau disambung dengan konteks Al Maidah

kita semua tau ... bahwa yang menolak ahok sebagai gubernur ... BUKAN hanya dari kalangan muslim ... artinya non-muslim pun banyak yang tidak suka dengan ahok

jadi ... siapa bersekutu dengan siapa disini ??

muslim pro ahok bisa disebut bersekutu dengan non-muslim pro ahok

tapi ...

muslim anti ahok pun bisa disebut bersekutu dengan non-muslim anti ahok

kembali ke kalimat saya sebelumnya >>> hanya Allah Yang Maha Adil yang dapat memberi keputusan ... siapa diantara muslim2 ini (yang ungu) yang lebih tepat disebut "mengikuti hawa nafsu dan hukum2 jahiliyah"

begitu
Kenapa harus pake logika ribet begitu??

MUSLIM kontra hoax = PATUH thd al maidah 51
MUSLIM pro hoax = NGEYEL thd al maidah 51.


Selain muslim, NGGA ada urusan dengan al maidah 51.
usil

merah : ya ... kalau nyatanya masing2 punya argumentasi-nya sendiri ... maka antara yang patuh dan ngeyel juga bisa dibalik kan posisi-nya ... tergantung argumentasi masing2

biru :  uraian saya sudah sesuai dalil Al Maidah 51 itu sendiri loh ... tentang persekutuan dengan yahudi/nasrani >>> dan nyatanya kedua yang ungu memang bersekutu

binar
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Fri Nov 11, 2016 5:44 pm

@Azed wrote:Saya tidak menggeser makna. Ada kemungkinan anda yg salah memahami tulisan saya, tapi bisa juga saya yg pahamnya salah. Kita lihat, ini referensi saya dari artikel DR. Quraish Shihab, stressing yg biru dan bold. Lengkapnya di post #4. Untuk menyingkat, saya quote seperlunya, semoga tdk menghilangkan alur maknanya :

“Jadi, mereka dinilai enggan mengikuti tuntunan Tuhan tapi senang mengikuti tuntunan jahiliah,” katanya dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di salah satu stasiun TV swasta.

Lalu, dilanjutkan oleh ayat 51 surat Al-Maidah. Kalau memang seperti itu sikap orang-orang Yahudi dan Nasrani – mengubah kitab suci mereka, enggan mengikuti Al-Qur’an, keinginannya mengikuti jahiliyah, – “Maka wahai orang-orang beriman janganlah engkau menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai awliya.”

Bagi Quraish Shihab, hubungan ayat ini dan ayat sebelumnya sangat ketat. “Kalau begitu sifat-sifatnya, jangan jadikan mereka awliya (1). Nah, awliya itu apa?,” tanyanya memantik diskusi sebelum mengkaji lebih dalam.

‘Awliya’ ialah jamak atau bentuk plural dari ‘wali’. Di Indonesia, kata ini populer sehingga ada kata wali-kota, wali-nikah dst. Wali ialah, kata penulis Tafsir Al Misbah ini, pada mulanya berarti “yang dekat”. Karena itu, waliyullah juga bisa diartikan orang yang dekat dengan Allah.

Seseorang yang dekat pada yang lain, berarti ia senang padanya. Karena itu, iblis jauh  dari kebaikan karena ia tidak senang.“Dari sini, kata ‘wali’ yang jamaknya ‘awliya’ memiliki makna bermacam-macam.”

“Dalam ayat ini, jangan angkat mereka –Yahudi dan Nasrani- yang sifatnya seperti dikemukakan pada ayat sebelumnya menjadi wali atau orang dekatmu. Sehingga engkau membocorkan rahasia kepada mereka.”

Dengan demikian, ‘awliya’ bukan sebatas bermakna pemimpin, kata Quraish Shihab. “Itu pun, sekali lagi, jika mereka enggan mengikuti tuntunan Allah dan hanya mau mengikuti tuntunan Jahiliyah seperti ayat yang lain.”

Namun kalau pergaulan sehari-hari, dagang, membeli barang dari tokonya dsb, tidaklah dilarang. Selanjutnya ayat ini berbicara tentang sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Artinya, sebagian orang Yahudi bekerjasama dengan orang Nasrani yang walaupun keduanya beda agama namun kepentingannya sama, yaitu mencederai kalian. (2)

Oleh sebab itu, Al-Qur’an berpesan, “Siapa yang menjadikan mereka itu orang yang dekat, yaitu meleburkan kepribadiannya sebagai Muslim sehingga sama keadaannya (sifat-sifatnya) dengan mereka, oleh ayat ini diaggap sama dengan mereka.”(3)
Ini yg saya pahami dari uraian diatas :
(1) Yg jadi pertimbangan adalah SIFAT-nya yg buruk
(2) Tentunya tdk hanya soal milah & akidah, tapi juga keselamatan fisik & jiwa
(3) Bersifat seperti mereka, meniru/mengikuti sifat mereka (yg buruk), dsb

Saya korelasikan dg terjemahan ini (Hasan Qaribullah & Ahmad Darwish) :

Bilievers, take neither Jews nor Nazarenes for your guides. They are guides of one another. Whosoever of you takes them for a guide shall become one of their number. Allah does not guide the wrongdoers.

Terjemahan bebas :
Hai orang-orang yg beriman, jangan seorangpun mengambil Yahudi maupun Nasrani sebagai guide-mu(1). Mereka menjadi guide(2) satu dg lainnya. Siapapun diantaramu yg menjadikan mereka sebagai guide(3), akan menjadi sama dg mereka. Allah tidak memberi petunjuk orang yg zalim.

Pemahaman saya atas arti guide :
(1). Saya tdk tahu apa istilah yg tepat dlm bhs Indonesia.
(2) & (3) Sama pengertian dg DR. Quraish Shihab

Saya hanya mengambil istilah yg dipakai >> Guide. Karena guide itu pengertian secara umum tdk hanya sekedar menjadikan pihak lain sebagai teman setia, teman, pemimpin, dsb. tapi juga sebagai orang yg digugu dan ditiru, panutan. Saya tdk tau istilah yg tepat, tapi analoginya seperti peran si guide - turis yg di guide.

Trus menurut anda dimana letak saya nggesernya ?
Yg benernya menurut anda gimana ?
Penafsiran bang azed thd al maidah 51 adalah >>> LARANGAN MENJADIKAN SIFAT yahudi/kristen sebagai panutan (meniru sifat mereka). Bukan lagi LARANGAN MENJADIKAN yahudi/kristen sebagai awliya (PEMIMPIN/teman setia/penolong/pelindung). Dengan penafsiran itu, artinya (seolah2) memperbolehkan yahudi/kristen sebagai awliya bagi muslim, KARENA (seakan2) yang dilarang HANYALAH MENIRU SIFAT mereka. Padahal tidak demikian.

Itulah alasan gw mengatakan bang azed MENGGESER MAKNA LARANGAN ALLAH (al maidah 51). Dalam hal ini kita harus berhati2, karena penafsiran (menurut bang azed) itu BISA berakibat MENGANJURKAN (menghalalkan) apa2 yang DILARANG (diharamkan) oleh Allah.
Quraish wrote:Oleh sebab itu, Al-Qur’an berpesan, “Siapa yang menjadikan mereka itu orang yang dekat, yaitu meleburkan kepribadiannya sebagai Muslim sehingga sama keadaannya (sifat-sifatnya) dengan mereka, oleh ayat ini dianggap sama dengan mereka
Yang dimaksud Prof. Quraish adalah KEDEKATAN secara emosional (BERTEMAN AKRAB) dengan non-muslim, dapat meleburkan kepribadian/sifat/sikap dll. dari seorang muslim menjadi sama seperti mereka, dengan alasan TOLERANSI misalnya. Itulah sebabnya ALLAH MELARANG. Hal ini berlaku diberbagai segi kehidupan termasuk dalam memilih PEMIMPIN.

Mengenai HIKMAH LARANGAN al maidah 51 (karena sifat dan kebiasaan yahudi/kristen) itu gw setuju. Tapi bukan itu satu2nya alasan. Yang paling jelas adalah karena "sebagian mereka adalah teman setia/penolong/sekutu/pemimpin bagi sebagian yang lain", yaitu dalam MEMUSUHI ISLAM dan umatnya. Karena mereka ngga akan ridho, kecuali muslim meninggalkan millah ISLAM dan mengikuti millah yahudi/kristen (al baqarah 120).
Quraish wrote:Namun kalau pergaulan sehari-hari, dagang, membeli barang dari tokonya dsb, tidaklah dilarang. Selanjutnya ayat ini berbicara tentang sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Artinya, sebagian orang Yahudi bekerjasama dengan orang Nasrani yang walaupun keduanya beda agama namun kepentingannya sama, yaitu mencederai kalian.
DAN FAKTANYA, MASING2 dari mereka (yahudi/kristen), secara sendiri2 pun sudah terang2an MENAMPAKKAN usahanya "MENGAJAK" umat islam agar masuk kedalam millah mereka.
@Azed wrote:Disatu sisi anda “enggan” menerima terjemahan “friends” dan hadis “berteman” => teman biasa, dan tetap pada pengertian “teman setia”. Disisi lain, anda justru mengatakan bhw kalau hanya sekedar teman biasa ya gak masalah, bahkan bilang nabi juga begitu, Allah juga tdk melarang.

Saya sebenarnya hanya ingin “membantu” anda untuk konsisten pd referensi, toh anda sudah punya jawabannya yg bagus. Ketidak konsistenan pd referensi bisa membingungkan orang lain, setidaknya saya.

Berkali-kali saya mencoba memancing anda dg contoh terjemahan lain yg menterjemahkan “awliya” dlm pengertian “teman biasa”. Artinya, anda tdk sendirian, ada referensi pembandingnya, tidak salah. Tapi disalah pahami, … yawdah.

Maaf kalau begitu, saya tdk bermaksud buruk.
Lho.. khan bang azed sendiri ngga konsisten?? Yaudahlah. thanks anyway.

Prof. Quraish Shihab sendiri mengatakan awliya itu awalnya berati "yang DEKAT", jadi mana mungkin awliya diartikan sebagai TEMAN BIASA. Begitu juga kutipan hadist, "memakan makananmu". Mana mungkin orang yang "memakan makananmu" dianggap sbg. TEMAN BIASA??
Quraish wrote:Dengan demikian, ‘awliya’ bukan SEBATAS bermakna PEMIMPIN, kata Quraish Shihab. “Itu pun, sekali lagi, jika mereka enggan mengikuti tuntunan Allah dan hanya mau mengikuti tuntunan Jahiliyah seperti ayat yang lain.”
Berdasarkan pendapat Prof. Quraish Shihab ini, maka kesimpulannya awliya itu memang memiliki banyak makna, termasuk PEMIMPIN. Jika dalam kehidupan sehari2 saja ber-awliya dgn non-muslim sudah DILARANG, APALAGI dalam hajat yang lebih BESAR dan menyangkut kemaslahatan umat (PEMIMPIN), maka umat ISLAM HARUS dipimpin oleh orang ISLAM. Karena TIDAK SELAYAKNYA orang beriman dipimpin oleh orang non-muslim.

OK bang azed. Gw percaya bang azed ngga bermaksud buruk. Gw pun bertujuan menyampaikan dan mengingatkan (terutama untuk diri sendiri).
@Azed wrote:Ini contoh yg disebut mempolitisir/memperalat agama dan distortion statement ; Ketika Megawati maju sbg capres, muncul permainan ayat Allah pakai An Nisa 4:34 >> Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, .

Ayat ini kemudian dipahamkan kpd masyarakat dg cara "memutar-mutarkan lidah" oleh sebagian jurkam lawan politiknya. Tujuannya tentu untuk menjustifikasi penolakan thd capres perempuan. Padahal jelas2 ayat itu tak ada kaitannya dg soal pemerintahan, tapi soal rumah tangga dlm hubungannya sbg suami-istri.

Ada pula hadis rasul  yg sering di sebut2 sbg penjelasannya : “Jika suatu urusan diserahkan kpd yg bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” . Tapi dibelokkan menjadi : “Jika suatu urusan diserahkan kpd kaum wanita, maka tunggulah kehancurannya”.

Ayat dicuplik, dipotong, diartikan tdk sesuai konteks, dipakai untuk tujuan yg salah. Hadis rasulpun dipalsukan sbg pendukung.
Oh gitu maksud bang azed. Gw kirain yang dimaksud ada ulama yang coba2 mengubah ayat al Quran, seperti kelakuan ahli kitab.

Tapi dimana salahnya, penafsiran begitu?? Rumah tangga adalah miniatur pemerintahan. Karena rumah tangga terdiri dari; kepala keluarga (suami), kepala rumah tangga (istri) dan anggota keluarga (anak2) yang memiliki tugas dan fungsi masing2.

FAKTANYA pemimpin kaum2 terdahulu (para nabi), tidak ada yang perempuan. Dan kenyataannya, saat Indonesia NEKAT menjadikan perempuan sebagai pemimpin (presiden), HASILNYA terbukti hancur2an. Bahkan sampe sekarang masih terasa efek kehancurannya.
usil
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Fri Nov 11, 2016 5:45 pm

@dee-nee wrote:
saya cuma minta anda menjawab .... walaupun saya sudah tau jawaban-nya ... gitu loh

kalau saya yang diminta untuk jawab pertanyaan biru diatas ... akan sangat mudah saya jawab ... sesimple saya bilang "cara membedakannya adalah ISLAM TIDAK MENGAJARKAN DISKRIMINASI" seperti yang dilakukan ISIS >>> diluar apakah si sayur atw si nduss percaya atau tidak dengan kalimat saya ... itu bukan urusan saya

tapi toh SECARA NYATA ... si sayur atw si nduss pun bisa melihat ... bagaimana sikap saya dalam melihat hubungan muslim vs non-muslim ... bahwa semua itu TERGANTUNG dari kondisi dan situasi-nya (sama dengan penjelasan bung Azed) ... artinya tidak boleh pukul rata dan tetap harus berlaku adil

nah ... sekarang justru anda yang harus menjawab pertanyaan seperti itu >>> bagaimana mungkin anda bisa MENGATAKAN atau MEMBUKTIKAN bahwa ISLAM =/= ISIS .... bila kata2 anda terhadap non-muslim juga tidak jauh beda dengan apa yang dikatakan ISIS

moso anda mau nebeng jawaban saya yang coklat ??
DISKRIMINASI menurut standard siapa?? Berlaku adil menurut standard siapa??
Jadi, Allah dan Muhammad saaw. yang menyebut "non-muslim itu KAFIR" berarti ALLAH dan rasulNya DISKRIMINATIF? Sehingga gw harus "protes" >>> "Ya Allah... Ya rasul..., tolong jangan DISKRIMINATIF thd si nduss dan si sayur...!!!" begitu..??
wkwkwkwkwk...
lol
Masa gw harus pake jawaban model ke si nduss atw si sayur....?? Ngapain..
Jangan mw dibohongin pake DISKRIMINASI standardnya si sayur/si nduss...?!! wkwkwkwk...
usil
@dee-nee wrote:kan saya sudah bilang ... kalau anda mau mengatakan Pancasila adalah hukum sekuler ... silahkan anda berdebat dengan mayoritas ulama di negara ini ... kalau anda mau mengatakan bahwa seluruh ulama yang mendukung Pancasila adalah ulama2 sekuler ... itu pun hak anda

toh nyatanya sekarang ini .... juga tidak ada satu negara (mayoritas muslim) di dunia ini yang bisa membuktikan bahwa sistem yang mereka jalankan sudah sesuai dengan syariah ...

>>> jadi sistem syariah model apa yang mau anda bilang lebih baik bagi Indonesia daripada pancasila ??

seperti yang di Aceh karena mereka sudah pakai "stempel syariah" ?? ... ga ... system syariah ala Aceh tidak cukup "sakti" untuk membongkar perilaku korupsi pejabat2 disana ... bahkan Aceh justru termasuk yg paling parah dalam hal korupsi dibanding wilayah2 lain

system seperti apa yang anda mau bawa sebagai "hukum syariah" disini ... seperti Arab atau Malaysia ?? ... ga ... segala hukum syariah yang mereka gunakan tidak serta merta membuktikan bahwa mereka sudah hidup secara system syariah ... contoh simple-nya saja ... Islam juga tidak pernah mengajarkan system negara atas dasar monarki atau dinasti

system seperti apa ?? ... seperti era Rasullulah ?? ... anda pernah hidup di jaman beliau ga ?? ... bagaimana bila nanti di akhirat kita malah ditunjukkan ... bahwa system pancasila sebetulnya lebih sesuai dengan system yang dijalankan Rasulullah (secara nilai dan moral Islam) >>> Allahu a'lam ... saya sendiri juga tidak tau .. dan maksud saya hanya menyampaikan segala kemungkinan (dan jelas ini bukan ranah manusia untuk menilai benar atau salah-nya)

(balik ke kalimat ungu saya)  

dan inti dari seluruh uraian saya adalah .... 4 Pilar adalah kesepakatan ... suka atau tidak suka itulah kesepakatan-nya dan belum berubah sampai sekarang ... masih diakui oleh mayoritas muslim di negara ini .... maka wajib hukumnya bagi siapapun muslim untuk mentaati kesepakatan tersebut

kalau mau merubah ... rubahlah dengan cara yang konstitusional ... bukan dengan cara paksaan (termasuk menjelek2an atau menistakan siapapun yang masih bersepakat didalamnya) ... karena Islam tidak pernah mengajarkan cara2 demikian
Jangan terlalu sering berandai-andai. Kita bicara FAKTA aja.

Kalo pancasila berdasarkan syariat islam, lalu apa alasannya mw ngusir2 pendukung syariat islam?? Apalagi syariat islam itupun berlaku hanya kepada pemeluknya. Kalo piagam Jakarta yg udah disepakatin ternyata harus dihapus beberapa kata. Itu adalah bentuk TOLERANSI. (Walopun sebenarnya para ulama TAHU kalo sudah dikhianatin golongan nasionalis).

Apanya yang belum berubah?? Piagam jakarta berubah 7 kata. UUD 45 udah berapa kali di amandemen??
Terakhir2 mw coba2 degradasi nilai pancasila dengan frase sesat 4 pilar yang udah ditolak dan DIBATALIN MK, Tapi KENAPA masih dipaksain??

Jadi sebenarnya, siapa yang menistakan siapa?? Golongan mana yang suka MAKSA2??
usil
@dee-nee wrote:
hehehehehe .. makanya balik ke warna hijau diatas

kalau nyatanya statement anda sama dengan ISIS ... ya masa cuma bisa dijawab dengan "wkwkwkwkwk"

diluar siapa yang bohong dan jujur antara anda vs ISIS >>> nyatanya statement kalian ya sama2 saja tuh

trus gimana dong ?? ... padahal tinggal jawab yang merah diatas ... beres

piss
Statement gw?? statement gw yg mana sih, yang kak dee anggap seperti ISIS??
RCHP says:
"ISLAM sbg satu2nya agama yang diridhoi", apa itu DISKRIMINATIF??
"Yang menuhankan Isa bin Maryam itu KAFIR", apa itu DISKRIMINATIF??
"Orang2 yang menyembah selain Allah itu KAFIR", apa itu DISKRIMINATIF??
"Muslim DILARANG mengambil yahudi/kristen menjadi pemimpin", apa itu DISKRIMINATIF??

DISKRIMINASI menurut standard siapa?? Jangan mw dibohongin pake DISKRIMINASI standardnya si sayur/si nduss...?!! wkwkwkwk...
usil
@dee-nee wrote:merah : ITULAH kenapa saya sebut yang bold ini sebelumnya

@dee-nee wrote:
@RHCP wrote:Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

merah : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah

kalau menurut saya ... bukannya FOKUS menguatkan iman islam itu jauh lebih baik ... daripada FOKUS melarang berteman dengan non-muslim

muslim-nya yang lemah iman ... kok non-muslim yang kena getahnya (misalnya bila non-muslim tinggal di negara mayoritas Islam)

piss piss

@dee-nee wrote:point saya yang bold ini adalah >>> fokuslah pada iman islam secara keseluruhan ... bukan cuma fokus dengan larangan terkait orang lain (yang toh larangan itupun ada syaratnya)

karena yang disebut dakwah Islam ... itu bukan sejuta macam larangan (dengan penjelasan yang tidak ada dalil-nya dalam Al Quran .. atau bahkan meniadakan dalil Al Quran lainnya)
Yang namanya dakwah itu >>> amar makruf nahi munkar, ada perintah ada larangan. Kok bisa2nya ngomong "sejuta larangan"??

Kalo Allah yang MELARANG, itu pasti ada HIKMAHNYA. Menguatkan iman itu tidak HARUS MAKSA ber-awliya dengan musuh islam. Dengan melanggar LARANGAN Allah (ber-awliya dengan musuh islam) justru berakibat DOSA dan akan mengakibatkan dangkalnya akidah/millah islam seseorang.
@dee-nee wrote:ungu : lah ... justru masalahnya karena saya lihat anda jadi seperti ISIS ... yang melakukan diskriminasi pada orang lain sambil berlindung dibawah 1 kata "Syariah" ... sementara anda sendiri belum membuktikan ... apa yang membedakan anda dengan ISIS

padahal saya yakin sekali anda adalah seorang muslim .., sementara ISIS bukan muslim >>> itulah kenapa saya gemes banget

hijau : ya ... mungkin level "kegemesan" saya dengan bung Azed memang beda ... kalau saya soalnya sudah gemes banget ... wakakaakaka

piss piss
DISKRIMINASI menurut standard siapa?? Jangan mw dibohongin pake DISKRIMINASI standardnya si sayur/si nduss...?!! wkwkwkwk...
usil
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by RHCP on Fri Nov 11, 2016 6:09 pm

@dee-nee wrote:
@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:terkait pilkada itu sendiri ... kalau disambung dengan konteks Al Maidah

kita semua tau ... bahwa yang menolak ahok sebagai gubernur ... BUKAN hanya dari kalangan muslim ... artinya non-muslim pun banyak yang tidak suka dengan ahok

jadi ... siapa bersekutu dengan siapa disini ??

muslim pro ahok bisa disebut bersekutu dengan non-muslim pro ahok

tapi ...

muslim anti ahok pun bisa disebut bersekutu dengan non-muslim anti ahok

kembali ke kalimat saya sebelumnya >>> hanya Allah Yang Maha Adil yang dapat memberi keputusan ... siapa diantara muslim2 ini (yang ungu) yang lebih tepat disebut "mengikuti hawa nafsu dan hukum2 jahiliyah"

begitu
Kenapa harus pake logika ribet begitu??

MUSLIM kontra hoax = PATUH thd al maidah 51
MUSLIM pro hoax = NGEYEL thd al maidah 51.


Selain muslim, NGGA ada urusan dengan al maidah 51.
usil

merah : ya ... kalau nyatanya masing2 punya argumentasi-nya sendiri ... maka antara yang patuh dan ngeyel juga bisa dibalik kan posisi-nya ... tergantung argumentasi masing2
Kalo udah DILARANG ber-awliya dgn non-muslim, tapi tetap NEKAT.... itu khan NGEYEL namanya??
Mana bisa dibolak balik dengan yang PATUH?? wkwkwk...
@dee-nee wrote:biru :  uraian saya sudah sesuai dalil Al Maidah 51 itu sendiri loh ... tentang persekutuan dengan yahudi/nasrani >>> dan nyatanya kedua yang ungu memang bersekutu

binar
Lho, di al maidah 51 khan cuma menyebut persekutuan yahudi dan kristen?? Kok kak dee bawa2 muslim (ungu)??

tentang persekutuan dengan yahudi/nasrani
Tolong sekalian kak dee jelasin yang biru. Biar ngga keder, gw... hehehe
pusing
Kalo muslim anti hoax??? Artinya sudah MEMATUHI al maidah 51. Sedangkan "non-muslim anti hoax" sudah jelas, NGGA ada urusan dgn almaidah 51.

TAPI, BEDA dgn muslim pro hoax. Karena udah NGEYEL thd al maidah 51. Yang model begini baru COCOK dibilang bersekutu dgn musuh2 islam dan menjadi segolongan dgn mereka.
binar
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by njlajahweb on Fri Nov 11, 2016 7:29 pm

KangRHCP,
yang jelas inti Almaidah 51 itu adalah larangan terhadap Yahudi/Nasrani yang zalim. Artinya bahwa larangan di Almaidah 51 itu adalah larangan terhadap Yahudi/Nasrani namun larangan terhadap Yahudi/Nasrani di almaidah 51 itu adalah larangan yang tidak bersifat mutlak
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Sat Nov 12, 2016 1:06 am

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:
saya cuma minta anda menjawab .... walaupun saya sudah tau jawaban-nya ... gitu loh

kalau saya yang diminta untuk jawab pertanyaan biru diatas ... akan sangat mudah saya jawab ... sesimple saya bilang "cara membedakannya adalah ISLAM TIDAK MENGAJARKAN DISKRIMINASI" seperti yang dilakukan ISIS >>> diluar apakah si sayur atw si nduss percaya atau tidak dengan kalimat saya ... itu bukan urusan saya

tapi toh SECARA NYATA ... si sayur atw si nduss pun bisa melihat ... bagaimana sikap saya dalam melihat hubungan muslim vs non-muslim ... bahwa semua itu TERGANTUNG dari kondisi dan situasi-nya (sama dengan penjelasan bung Azed) ... artinya tidak boleh pukul rata dan tetap harus berlaku adil

nah ... sekarang justru anda yang harus menjawab pertanyaan seperti itu >>> bagaimana mungkin anda bisa MENGATAKAN atau MEMBUKTIKAN bahwa ISLAM =/= ISIS .... bila kata2 anda terhadap non-muslim juga tidak jauh beda dengan apa yang dikatakan ISIS

moso anda mau nebeng jawaban saya yang coklat ??

DISKRIMINASI menurut standard siapa?? Berlaku adil menurut standard siapa??

Jadi, Allah dan Muhammad saaw. yang menyebut "non-muslim itu KAFIR" berarti ALLAH dan rasulNya DISKRIMINATIF? Sehingga gw harus "protes" >>> "Ya Allah... Ya rasul..., tolong jangan DISKRIMINATIF thd si nduss dan si sayur...!!!" begitu..??
wkwkwkwkwk...
lol
Masa gw harus pake jawaban model ke si nduss atw si sayur....?? Ngapain..

Jangan mw dibohongin pake DISKRIMINASI standardnya si sayur/si nduss...?!! wkwkwkwk...
usil

merah : bahkan seorang yang bersyahadat-pun tidak lepas dari status sebagai kafir (manusia kufur) menurut keadilan Allah ... bahkan seorang non-muslim yang belum pernah mendengar tentang Islam-pun tidak bisa disebut kafir menurut keadilan Allah >>> jadi memang tidak ada diskriminasi disini ... semua sudah sesuai standar keadilan Allah

apa lagi masalahnya ??

biru : lah .... memang Islam tidak mengajarkan diskriminasi kok ... keadilan Allah itu sifatnya universal ... semua orang (bahkan non-muslim sekalipun) yang menggunakan akal dan nurani mereka ... pasti tau bahwa standar keadilan Islam itu universal ... jadi memang tidak ada diskriminasi didalamnya

justru anda yang mungkin jangan mau dibohongi pakai keadilan dengan standar-nya manusia (bahkan standar muslim sekalipun) ... karena keadilan menurut standar manusia biasanya memang diskriminatif

usil  usil

back to hijau dan pertanyaan saya : jadi antara anda dengan ISIS ... gimana bedainnya?? ... ada stempel-nya gitu ??

naksir

------------------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:kan saya sudah bilang ... kalau anda mau mengatakan Pancasila adalah hukum sekuler ... silahkan anda berdebat dengan mayoritas ulama di negara ini ... kalau anda mau mengatakan bahwa seluruh ulama yang mendukung Pancasila adalah ulama2 sekuler ... itu pun hak anda

toh nyatanya sekarang ini .... juga tidak ada satu negara (mayoritas muslim) di dunia ini yang bisa membuktikan bahwa sistem yang mereka jalankan sudah sesuai dengan syariah ...

>>> jadi sistem syariah model apa yang mau anda bilang lebih baik bagi Indonesia daripada pancasila ??

seperti yang di Aceh karena mereka sudah pakai "stempel syariah" ?? ... ga ... system syariah ala Aceh tidak cukup "sakti" untuk membongkar perilaku korupsi pejabat2 disana ... bahkan Aceh justru termasuk yg paling parah dalam hal korupsi dibanding wilayah2 lain

system seperti apa yang anda mau bawa sebagai "hukum syariah" disini ... seperti Arab atau Malaysia ?? ... ga ... segala hukum syariah yang mereka gunakan tidak serta merta membuktikan bahwa mereka sudah hidup secara system syariah ... contoh simple-nya saja ... Islam juga tidak pernah mengajarkan system negara atas dasar monarki atau dinasti

system seperti apa ?? ... seperti era Rasullulah ?? ... anda pernah hidup di jaman beliau ga ?? ... bagaimana bila nanti di akhirat kita malah ditunjukkan ... bahwa system pancasila sebetulnya lebih sesuai dengan system yang dijalankan Rasulullah (secara nilai dan moral Islam) >>> Allahu a'lam ... saya sendiri juga tidak tau .. dan maksud saya hanya menyampaikan segala kemungkinan (dan jelas ini bukan ranah manusia untuk menilai benar atau salah-nya)

(balik ke kalimat ungu saya)  

dan inti dari seluruh uraian saya adalah .... 4 Pilar adalah kesepakatan ... suka atau tidak suka itulah kesepakatan-nya dan belum berubah sampai sekarang ... masih diakui oleh mayoritas muslim di negara ini .... maka wajib hukumnya bagi siapapun muslim untuk mentaati kesepakatan tersebut

kalau mau merubah ... rubahlah dengan cara yang konstitusional ... bukan dengan cara paksaan (termasuk menjelek2an atau menistakan siapapun yang masih bersepakat didalamnya) ... karena Islam tidak pernah mengajarkan cara2 demikian

btw yang biru : yang anda sebut perjanjian "menurut syariah Islam" itu seperti apa konkritnya ?? ...... "proposal" model apa yang dijual oleh mereka2 yang bolak balik cuma bisa bilang "pancasila sekuler bla bla bla" padahal mereka sendiri juga tidak bisa membuktikan "proposal" mereka sesuai syariat selain "stempel" nya saja yang tertulis seperti itu

Jangan terlalu sering berandai-andai. Kita bicara FAKTA aja.

Kalo pancasila berdasarkan syariat islam, lalu apa alasannya mw ngusir2 pendukung syariat islam?? Apalagi syariat islam itupun berlaku hanya kepada pemeluknya. Kalo piagam Jakarta yg udah disepakatin ternyata harus dihapus beberapa kata. Itu adalah bentuk TOLERANSI. (Walopun sebenarnya para ulama TAHU kalo sudah dikhianatin golongan nasionalis).

Apanya yang belum berubah?? Piagam jakarta berubah 7 kata. UUD 45 udah berapa kali di amandemen??
Terakhir2 mw coba2 degradasi nilai pancasila dengan frase sesat 4 pilar yang udah ditolak dan DIBATALIN MK, Tapi KENAPA masih dipaksain??

Jadi sebenarnya, siapa yang menistakan siapa?? Golongan mana yang suka MAKSA2??
usil

merah : kalau ngaku pendukung syariat islam (yang underline) ... artinya tidak boleh melanggar kesepakatan dong ya >>> balik ke diskusi kita paling awal postingan #49 halaman 2

muslim di Indonesia sudah membuat kesepakatan dengan non-muslim dalam 4 pilar ... bahwa kedudukan muslim dan non-muslim setara antara hak dan kewajiban dalam konteks berbangsa dan bernegara

biru : wong saya lagi ngomongin 4 pilar yang berlaku sekarang kok (itupun sudah diakui seluruh ulama sesuai dengan nilai2 syariat Islam) ... jadi apa hubungannya dengan piagam jakarta plus segala konspirasi-nya ?? .... kok masih ga move on juga toh ya

coba dibaca lagi pertanyaan saya yang ungu ... termasuk yang hijau kalau perlu  

piss  piss

sisanya : saya anggap anda sedang curcol >>> karena point nya adalah kalimat saya yang coklat ... kembali ke diskusi kita sebelumnya

@dee-nee wrote:
@RHCP wrote:Kak dee paham yang dimaksud dengan "mengusirmu dari negerimu"??
Masih inget : "SILAKAN CARI NEGARA LAIN" alias ("MENGUSIR" pendukung syariat ISLAM)?? hehehe...

Sedikit-banyak hal itu "menggambarkan" pola pikir yang "mulai MIRIP" dengan orang2 yang memusuhi AGAMA ISLAM di al mumtahanah itu

biru : lah pengusiran itu justru sesuai syariat ... seperti bagaimana Rasulullah mengusir Bani Nadhir yahudi yang ingkar pada kesepakatan dalam Piagam Madinah >>> bukannya malah aneh kalau mereka2 yang ingkar pada kesepakatan masih mau bilang sesuai syariat ??

----------------------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:
hehehehehe .. makanya balik ke warna hijau diatas

kalau nyatanya statement anda sama dengan ISIS ... ya masa cuma bisa dijawab dengan "wkwkwkwkwk"

diluar siapa yang bohong dan jujur antara anda vs ISIS >>> nyatanya statement kalian ya sama2 saja tuh

trus gimana dong ?? ... padahal tinggal jawab yang merah diatas ... beres

piss

Statement gw?? statement gw yg mana sih, yang kak dee anggap seperti ISIS??
RCHP says:
"ISLAM sbg satu2nya agama yang diridhoi", apa itu DISKRIMINATIF??
"Yang menuhankan Isa bin Maryam itu KAFIR", apa itu DISKRIMINATIF??
"Orang2 yang menyembah selain Allah itu KAFIR", apa itu DISKRIMINATIF??
"Muslim DILARANG mengambil yahudi/kristen menjadi pemimpin", apa itu DISKRIMINATIF??

DISKRIMINASI menurut standard siapa?? Jangan mw dibohongin pake DISKRIMINASI standardnya si sayur/si nduss...?!! wkwkwkwk...
usil

sudah saya jelaskan diatas tentang keadilan menurut standar Allah (terkait kata kafir) .... dan tentang yang biru ... awal diskusinya sih yang ini

@dee-nee wrote:bukannya ISIS juga sedang memerangi racun SEPILIS ?? ... dan anda yang juga sedang memerangi racun SEPILIS

itulah kenapa saya tanya paling atas : trus bedainnya gimana ?? ... ada stempel-nya gitu ??

tapi ... karena uraian anda diatas ga ada hubungannya dengan sepilis .... maka kalimat diskriminatif yang saya lihat adalah ini

@RHCP wrote:Emangnya siapa lagi yang dimaksud dengan "orang2 yang akan merusak aqidah dan millah" kalo bukan yahudi/kristen??

Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

bold : karena nyatanya .... LARANGAN ALLAH yang benar adalah (misalnya) :

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah HANYA melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

karena nyatanya .... Islam memang tidak pukul rata semua yahudi/nasrani seperti statement anda ... bahwa semua itu tetap TERGANTUNG pada kondisi dan situasi-nya ... dan wajib hukumnya untuk selalu berlaku adil

balik tentang isis >>> bagaimana mungkin anda bisa mengatakan atau membuktikan bahwa ISLAM =/= ISIS .... bila kata2 anda terhadap non-muslim juga tidak jauh beda dengan apa yang dikatakan ISIS >>> balik lagi ke kalimat ungu saya

---------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:merah : ITULAH kenapa saya sebut yang bold ini sebelumnya

@dee-nee wrote:
@RHCP wrote:Jangan takabur dan menganggap remeh LARANGAN Allah. Siapa bilang kalo berteman dgn non-muslim aqidah/millah islam ngga akan terpengaruh?? Boleh jadi bang azed "merasa kuat iman", tapi GIMANA bagi muslim yang iman dan pemahaman islamnya LEMAH??.

merah : jadi larangan berteman dengan non-muslim ... memang hanya untuk muslim yang islam-nya lemah

kalau menurut saya ... bukannya FOKUS menguatkan iman islam itu jauh lebih baik ... daripada FOKUS melarang berteman dengan non-muslim

muslim-nya yang lemah iman ... kok non-muslim yang kena getahnya (misalnya bila non-muslim tinggal di negara mayoritas Islam)

piss piss

@dee-nee wrote:point saya yang bold ini adalah >>> fokuslah pada iman islam secara keseluruhan ... bukan cuma fokus dengan larangan terkait orang lain (yang toh larangan itupun ada syaratnya)

karena yang disebut dakwah Islam ... itu bukan sejuta macam larangan (dengan penjelasan yang tidak ada dalil-nya dalam Al Quran .. atau bahkan meniadakan dalil Al Quran lainnya)

Yang namanya dakwah itu >>> amar makruf nahi munkar, ada perintah ada larangan. Kok bisa2nya ngomong "sejuta larangan"??

Kalo Allah yang MELARANG, itu pasti ada HIKMAHNYA. Menguatkan iman itu tidak HARUS MAKSA ber-awliya dengan musuh islam. Dengan melanggar LARANGAN Allah (ber-awliya dengan musuh islam) justru berakibat DOSA dan akan mengakibatkan dangkalnya akidah/millah islam seseorang.

merah : "sejuta larangan" itu cuma makna kiasan ... kiasan bahwa anda lebih fokus pada "larangan2" terkait yahudi/nasrani (yang toh larangan itupun ada syaratnya) ... padahal yang lebih utama adalah fokus pada iman islam secara keseluruhan

>>> contoh : reza dan marwah tidak berteman dengan yahudi/nasrani toh nyatanya "kacau" juga karena ulah mereka2 yang ngaku "syahadat"

point saya : tidak ada bukti bahwa runtuhnya aqidah/millah islam sebagian muslim ... pasti disebabkan karena pertemanan mereka dengan yahudi/nasrani >>> tapi kebanyakan JUSTRU aqidah/millah islam itu runtuh karena mereka TIDAK FOKUS pada iman islam secara keseluruhan

menyalah2kan orang lain karena "kekurangan" kita sendiri ... adalah bukti bahwa kita memang masih sangat "kurang"
>>> kecuali kalau kita memang sudah terlalu "kepedean"

biru : larangan Allah itu harus sesuai syarat yang berlaku ... tidak bisa pukul rata (sudah saya bahas diatas)

------------------------------------------------------------

@RHCP wrote:
@dee-nee wrote:ungu : lah ... justru masalahnya karena saya lihat anda jadi seperti ISIS ... yang melakukan diskriminasi pada orang lain sambil berlindung dibawah 1 kata "Syariah" ... sementara anda sendiri belum membuktikan ... apa yang membedakan anda dengan ISIS

padahal saya yakin sekali anda adalah seorang muslim .., sementara ISIS bukan muslim >>> itulah kenapa saya gemes banget

hijau : ya ... mungkin level "kegemesan" saya dengan bung Azed memang beda ... kalau saya soalnya sudah gemes banget ... wakakaakaka

piss piss
DISKRIMINASI menurut standard siapa?? Jangan mw dibohongin pake DISKRIMINASI standardnya si sayur/si nduss...?!! wkwkwkwk...
usil

sudah saya bahas diatas boss ... coba aja check ... hehehehehe

kagum
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by gayatri+ on Sun Nov 13, 2016 9:50 am

Salam semuanya...
@RHCP...@Deenee...@ryo...@azed...@abu...@njahwed..
bmn dg perintah bunuh kafir dimanapun mereka berada.Apa berlaku sepanjang jaman atau hanya masa perang? kalo cuma berlaku masa perang,knp almaida51 tidak boleh hanya berlaku masa perang juga?
pantas kok kalu almaida51 hanya berlaku masa perang!! krn isinya jika utk masa skrg sudah melanggar UU ttg kesamaan HAK semua WNI.Jadi org yg gunakan almaida51 jaman skrg boleh dibilang rasis.krn gak sesuai jaman.
APAPUN TAFSIR ALMAIDA51,(baik pemimpin atau teman dekat) jika digunakan masa skrg,itu jelas melanggar hukum ,maka mestinya dilarang.kan begitu !

itulah yg dilakukan AHOK. (jadi ahok gak salah)

sama juga soal membunuh org kafir dimanapun,
jika almaida51 disebarkan pada masa skrg, jelas itu rasis/melanggar hukum.

MUI dan semua muslim yg mengatakan almaida51 berlaku utk semua jaman berarti mereka sudah menghina/menista/merendahkan islam.
sebab itu sama saja mereka menganggap islam agama yg rasis.

BTW..eehh..
aneh ya..nama baik islam soal almaida51 justru diangkat derajatnya oleh seorg non muslim !
wkwkwkwk..


Terakhir diubah oleh gayatri+ tanggal Sun Nov 13, 2016 1:56 pm, total 5 kali diubah

gayatri+
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 47
Posts : 187
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 13.11.16
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by gayatri+ on Sun Nov 13, 2016 10:28 am

mana muslim yg ngotot almaida51 utk segala jaman?
berarti perintah Bunuhlah org kafir dimanapun kalian temui ,juga berlaku segala
jaman?? wkwkwkwk....
kalo menolak milih pemimpin kafir,mestinya jgn kerja di bos kafir.
sebab bos itu = pemimpin.
jgn munafik bilang itu cuma kerja.
kalo haram dipimpin oleh kafir,MAKA HARAM PULA KERJA
DI BAWAH PEMIMPIN KAFIR.

sebetulnya Ahok juga jadi gubernur itu kan cuma KERJA!!!!
Ahok kerja bagi rakyat jakarta..

jadi..kalo memilih bos perusahaan kafir dianggap boleh,maka
memilih "pelayan kafir" untuk melayani muslim harusnya lebih boleh lagi.
(kan islam menganggap kafir itu statusnya dibawah muslimin ! )

muslim kerja diperusahaan kafir sama saja kafir Ahok juga kerja untuk masyarakat jakarta!!
so...kenapa melarang memilih kafir yg mau KERJA buat jakarta?????


Terakhir diubah oleh gayatri+ tanggal Sun Nov 13, 2016 2:29 pm, total 2 kali diubah

gayatri+
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 47
Posts : 187
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 13.11.16
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by gayatri+ on Sun Nov 13, 2016 2:19 pm

sebetulnya kata kafir juga tdk boleh ditulis utk menunjuk non muslim loh!!
gayatri : "kalian jgn mau dibodohi/dibohongi oleh ayat2,bhw non muslim itu ORG KAFIR !! "

sebab: Ayat2 itu hanya berlaku jaman perang

menyatakan bhw non muslim = org kafir.itu
berarti anda muslim yg menista/merendahkan islam!

knp? ya,masak agama menghina penganut agama lain???
menyebut KAFIR = menghina !!
sebab kafir itu kan konotasi islam jelek.semua org kafir akan masuk neraka dsb.
bahkan kafir itu diibaratkan seperti anjing (maaf kalo salah.gw lupa ayatnya)
walau itu intern.tapi sudah tertulis di quran/hadis.
jelas itu penistaan pada non muslim.

@mode,bisa angkat aku jadi sersan mayor??? uda 666 post

gayatri+
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 47
Posts : 187
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 13.11.16
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Sun Nov 13, 2016 6:36 pm

@gayatri wrote:@mode,bisa angkat aku jadi sersan mayor??? uda 666 post

kayanya meng-unban akun lama bisa deh ... cuma masalahnya dirimu suka kaya orang kesetanan gitu sih kalo nulis ... slow aja knp

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by gayatri+ on Sun Nov 13, 2016 7:31 pm

gmn deen..lebih percaya teman muslimmu atau aku?
soal almaida51
muslim ada yg bil pemimpin ada yg bil teman dekat.
keduanya kan sama saja MERENDAHKAN islam kalo
diterapkan masa kini.
kalo jaman perang gak masalah,masih suasana amarah.

gayatri+
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 47
Posts : 187
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 13.11.16
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by dee-nee on Sun Nov 13, 2016 9:12 pm

@gayatri+ wrote:gmn deen..lebih percaya teman muslimmu atau aku?
soal almaida51
muslim ada yg bil pemimpin ada yg bil teman dekat.
keduanya kan sama saja MERENDAHKAN islam kalo
diterapkan masa kini.
kalo jaman perang  gak masalah,masih suasana amarah.

lah ... kan sudah saya jelasin di thread sebelah

http://www.laskarislam.com/t10271p325-video-ahok-anda-dibohongi-alquran-surat-al-maidah-51-viral-di-medsos#198299

@dee-nee wrote:
@gayatri+ wrote:Salam semuanya...
@RHCP...@Deenee...
bmn dg perintah bunuh kafir dimanapun mereka berada.Apa berlaku sepanjang jaman atau hanya masa perang? kalo cuma berlaku masa perang,knp almaida51 tidak berlaku masa perang juga?
pantas kok kalu almaida51 hanya berlaku masa perang!! krn isinya jika utk masa skrg sudah melanggar UU ttg kesamaan HAK semua WNI.Jadi org yg gunakan almaida51 jaman skrg boleh dibilang rasis.krn gak sesuai jaman.
APAPUN TAFSIR ALMAIDA51,(baik pemimpin atau teman dekat)
jika almada51digunakan masa skrg,itu jelas melanggar hukum ,
maka mestinya hrs dilarang .kan begitu !

bold : tergantung kondisi dan situasi-nya ....

Misalnya nih ... Indonesia tiba2 diserang oleh negara lain (siapapun itu) karena hawa nafsu jahiliyah mereka ... maka sesuai ayat tersebut ... seorang muslim jangan bersekutu pada siapapun itu yang mendukung hawa nafsu seperti itu

atau contoh paling gampang untuk dilihat jaman sekarang ... misalnya kasus Israel vs Palestina (dimana jelas ada pengusiran dan permusuhan pada Islam dalam perang tersebut) >>> maka nyambung dengan Al Maidah 51 ... seorang muslim dilarang bersekutu dengan mereka2 (khususnya yahudi/nasrani) yang mendukung hawa nafsu Israel (untuk mengusir dst ini)

atau contoh lain ... misalnya setelah Trump jadi presiden ... bila dia melakukan permusuhan pada muslim dan mengusir warga muslim di amerika untuk keluar dari negara tersebut >>> maka terkait Al Maidah 51 ... seorang muslim dilarang bersekutu atau mendukung kebijakan Trump

contoh lain lagi .... kasus di Timur Tengah misalnya ... hampir semua negara liga Arab bersekutu dengan amerika (bahkan turki pun bagian dari nato) ... maka harus dilihat persekutuan dan kerja sama ini >>> bila dampak persekutuan ini berujung pada perang (pengusiran penduduk dan hancurnya nilai2 Islam) .... maka kerja sama ini (menurut saya) bisa disebut melanggar Al Maidah 51 karena didasari oleh hawa nafsu jahiliyah

selain itu .... perang pun bisa dalam konteks macam2 ... misalnya perang melawan korupsi ... perang melawan narkoba dst >>> korupsi dan narkoba itu kan cara2 jahiliyah toh .... maka siapapun yang melakukan tindakan2 seperti ini harus diperangi ... dan seorang muslim dilarang bersekutu/melindungi mereka2 yang melakukan korupsi atau narkoba ini

jadi inti Al Maidah 51 adalah .... seorang muslim dilarang bersekutu/mendukung siapapun itu yang menjalankan hukum2 jahiliyah ... yang akibatnya bisa merusak nilai2 dan ajaran Islam itu sendiri

ini menurut saya loh ya

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bedah Almaidah 51: tanpa syarat atau bersyarat

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik