FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

tanda kiamat: perdamaian islam dan kristen

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

tanda kiamat: perdamaian islam dan kristen

Post by keroncong on Fri Oct 14, 2016 2:09 am

Bersabda Rasulullah saw :
“Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang.
Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas
dan berbukit-bukit ‘At Tall dzu Murj’.
Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata : ‘Salib telah menang!’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum Muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah perang, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian dibawah 80 bendera, dan dibawah tiap-tiap bendera terdapat 12.000 tentara.”



Dari Hadits di atas terdapat subjek, objek kunci dan tempat kunci serta kata-kata kunci yang perlu dianalisa, yaitu : Perdamaian dengan Rum, siapakah yang dimaksud dengan Rum? begitu juga siapa yang dimaksud ‘musuh dari belakang mereka’? Dimana terjadinya peperangan tersebut? serta apa penyebab timbulnya perang tersebut? Berikut di bawah ini kita coba menganalisa satu persatu.

Perdamaian dengan Rum
Marilah kita mengkaji cuplikan hadits diatas, yaitu “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka.”
Dalam hadits di atas terdapat tiga pelaku, yaitu Kaum Muslimin, Rum/Romawi yaitu pemeluk agama Nasrani, dan ‘musuh dari belakang mereka’. Hipotesa sementara tentang ‘musuh’ tersebut adalah Yahudi atau Israel. Jadi untuk sementara hadits diatas dapat dibaca : “Kaum muslimin akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum (Nasrani) dalam keadaan aman. Lalu Kaum Muslimin akan berperang bersama Rum melawan Yahudi/ Israel.” Agar lebih jelas tentang siapa semua itu maka perlu untuk dianalisa satu persatu.
Yang dimaksud kaum muslimin adalah orang-orang Islam pada zaman Nabi Muhammad saw sampai zaman sekarang dan yang akan datang, yang mana mereka oleh Rasulullah telah dijanjikan untuk menguasai Rum.
Kaum muslimin akan berdamai/bekerjasama dengan Romawi (Romawi Identik dengan penganut Nasrani/Kristen) saling bahu membahu dalam memerangi Yahudi Israel. Fakta menunjukkan bahwa saat ini antara orang Islam dan Kristen di Palestina bekerja sama dalam memerangi Israel, dengan gerakan Intifadahnya. Begitu juga di Syiria, Yordan, Libanon saat ini masih banyak keturunan Rum (bani ashfar yang masih tetap beragama Nasrani yang hidup di negara-negara Arab Yordan, Syiria, Libanon dan Palestina.
Pada zaman Nabi Muhammad saw, keempat negara yaitu Palestina, Syiria, Yordan, dan Libanon merupakan wilayah kekuasaan Romawi yang beragama Kristen, maka ketika Rosulullah saw menyebut ‘Rum’ hal itu berarti dinisbatkan pada agama/penganut Kristen. Maka adalah suatu kemungkinan yang sangat besar bila nanti kaum muslimin di empat negara tersebut saling bekerjasama/damai dengan orang-orang Kristen, karena mempunyai common enemy yang sama, yaitu Israel.
Fakta menunjukkan ketika Israel dengan kelompok ekstrem Yahudi yang bernama ‘Umana Haikal’ akan membangun Sinagog yang lokasinya di dalam halaman Masjidil Aqsa di Yerusalem, menyebabkan kaum muslimin di Palestina berdemontrasi. Aksi demonstrasi pada tanggal 29 Juli 2001 ini juga didukung oleh kaum Nasrani Palestina. Organisasi Kristen / Nasrani Ortodok di Yerusalem lewat juru bicaranya, Dr. Athallah Hana, menyatakan “Apapun yang menyakitkan perasaan, iman dan kepercayaan umat Islam, apapun yang menggganggu tempat suci dan warisan mereka, itu berarti menyakitkan kami kaum Kristen Arab Palestina. Sebaliknya apa saja yang menyakitkan bagi kaum kristiani sama dengan menyakitkan kaum muslimin. Kami menegaskan bahwa apapun yang dilakukan oleh Israel dalam melanggar hak Palestina akan gagal karena kami akan tetap mempertahankan hak dan tempat suci kami!”
Dalam hubungan damai antara kaum muslimin dan kaum Rumawi tersebut (Nasrani/Kristen) sangat mungkin terjadi, Kitab suci Al Qur’an menyebutkan : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya kami ini orang Nasrani’.” (Qur’an S. Al Maa-idah : 82)
Maka adalah sangat mungkin dalam masa mendatang antara kaum muslimin dan kaum nasrani (Rum/Romawi) akan bekerjasama dalam memerangi ‘musuh dari belakang mereka’ yaitu dalam hal ini adalah Yahudi/Israel.
Saat ini kitab suci Al Qur’an sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan disebar ke berbagai negara. Bahkan pada beberapa hotel di Amerika dan Eropa, pada setiap kamarnya tersedia Kitab Suci Al Qur’an. Hal ini memungkinkan kaum Nasrani untuk mudah membacanya. Dalam bulan Desember tahun 2001, Holy Qur’an laris terjual di Jerman. Hal ini disebabkan karena “keingintahuan” orang Jerman terhadap Islam pasca WTC, 11 September 2001. Orang Jerman ingin tahu apa itu Islam? Apakah benar Islam itu teroris? Untuk mengetahui hal tersebut, mereka ramai-ramai membeli Al Qur’an terjemahan dalam bahasa Jerman. Begitu juga di negara-negara Eropa lainnya. Dan banyak dari mereka yang akhirnya bersimpati terhadap al Qur’an.
Orang yang berakal, yang tidak diliputi kesombongan, siapapun orangnya (di Eropa maupun Amerika) bila membaca Al Qur’an dengan jujur dan hati jernih pasti akan beriman kepada kebenaran Al Qur’an. Karena di dalamnya banyak berita-berita jujur yang sangat menghormati Maryam, gadis suci perawan yang melahirkan Isa Al Masih (Yesus). Al Quir’an juga menghormati Isa ‘alaissalam serta membersihkan namanya dari kesyirikan. Dan Isa Al Masih sendiri merupakan figure yang mereka tunggu-tunggu pada kedatangan yang ke dua kali (second coming). Setelah merenungkan isi Al Qur’an, maka tentu sebagian mereka akan terbagi dalam beberapa golongan, yaitu: pertama, tetap pada agama mereka (kafir). Kedua, golongan yang bersimpati kepada Islam, dan Ketiga, adalah golongan yang membenarkan Islam bahkan masuk Islam serta ikut berjuang membela Islam yang selama ini dituduh sebagai teroris.
Tentang simpati kaum Nasrani (Rumawi) ini, Al Qur’an menyebutkan : “…Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya kami ini orang Nasrani’. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata : ‘Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad saw.)…………….Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.” (Qur’an S. Al Maa-idah : 82 - 86)

Maka benarlah Rasulullah yang bersabda : “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka..” Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, Siapa yang dimaksud dengan ‘musuh dari belakang mereka’?

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik