FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

tanda kiamat: Israel menyerang Lebanon

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

tanda kiamat: Israel menyerang Lebanon

Post by keroncong on Fri Oct 14, 2016 2:14 am

Israel mulai mengarahkan pesawat tempurnya ke Libanon. Terdapat tiga kondisi yang mendukung rencana ekspansi ini, yaitu kehancuran Iraq oleh Amerika dan Sekutunya – Perang saudara di Jazirah Arab – dan telah tersedianya dana dan senjata yang merupakan paket bantuan dari Amerika. Ibarat roti, Libanon siap disantap. Tunggu apa lagi? kata pemimpin garis keras Israel.
Iraq dengan penduduk 9,4 juta orang, yang dulu dianggap sebagai ancaman dari timur, kini telah hancur. Situasi di Jazirah yang genting akibat perang saudara membuat Israel ingin segera memanfaatkan kondisi ini, ditambah lagi dana dan persenjataan yang lengkap. Situasi seperti ini dimanfaatkan betul oleh Israel untuk merealisasikan Impian ‘Israel Raya’.
Ahli strategi Israel mulai mengkaji kembali rencana ekspansi ke Libanon. Libanon dengan penduduk kurang lebih 3 juta jiwa dengan komposisi agama Islam dan Kristen yang seimbang, hal ini sama dengan jumlah penduduk Israel (3 juta jiwa). Israel ingin Libanon dikuasai dengan cepat, dengan serangan kilat, ‘Blietz Kriek’ seperti yang pernah digunakan Jerman ketika menguasai Eropa. Dengan serangan kilat ini, diharapkan bisa mencegah kaum Muslimin di Libanon untuk menyusun kekuatan.
Israel tak ingin gegabah, dia mulai membuka kembali pengalaman masa lalu, dimana pada tahun Israel pernah melakukan ekspansi ke Libanon. Israel ingin menguasai sebagian tanah Libanon bagian selatan sampai sungai Litani di sebalah utara, seperti yang direncanakan oelh pemimpin mereka terdahulu.
Ben Gurion, mantan pemimpin Israel, yang dianggap sebagai nabi oleh Yahudi, pada tanggal 21 Mei 1948 pernah menulis dalam catatan hariannya, “Titik lemah koalisi dalam ‘Catatan Arab’-nya adalah Lebanon. Supremasi orang Islam dalam negara ini adalah artificial dan dengan mudah dapat dibalik. Sebuah negara Kristen harus didirikan di negara ini. Perbatasan selatan negara ini adalah sungai Litani”. Ide ini didukung oleh Jendral Israel saat itu, yaitu Jendral Moshe Dayan, dia mengatakan, “Apa yang harus ditemukan adalah seorang perwira, walau seorang kapten. Kita harus memenangkan perkara kita, membelinya supaya dia mau menyatakan dirinya sebagai penyelamat penduduk Maronit. Kemudian, tentara Israel memasuki Libanon, menduduki wilayah tempat didirikan sebuah rezim Kristen yang bersekutu dengan Israel, segalanya akan berjalan dengan lancar sekali. Wilayah selatan Libanon akan dianneksasi secara total ke dalam Israel.”
Rencana penyerbuan ke Libanon pada tahun 1967 di awali dengan membujuk salah seorang Libanon agar membuat kekacauan di Libanon. Untuk menutupi aksi ini dari mata dunia, maka Israel harus menghancurkan Instalasi radar Amerika, USS Liberty, yang berada di Laut Tengah, dengan hancurnya Armada Amerika di Laut tengah maka dunia tidak akan mengetahui tentang aksi Israel yang dipimpin oleh Ariel Sharon dalam pembantaian pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila di Libanon.
Israel akan Memecah belah negara-negara disekitarnya untuk kemudian menganeksasi negara-negara tersebut. Israel memanfaatkan potensi perbedaan agama yaitu Islam-Kristen serta perbedaan internal Islam yang ada dalam negara-negara Libanon, Syiria, Yordania, Mesir dan Iraq. Hal tersebut terlihat dari rencana jangka panjang Israel yang termuat dalam majalah Kivunim (orientasi), “Sebagai sebuah badan yang terpusat, Mesir telah menjadi mayat, terutama jika kita memperhitungkan pertikaian antara pihak Islam dan Kristen. Pembagiannya dalam propensi-propensi geografis yang berbeda harus merupakan tujuan politik kita dalam tahun 90-an di front barat.
Ketika Mesir berhasil dipecahkan dan tidak mempunyai lagi kekuasaan yang terpusat, negara-negara lain seperti Libya, Sudan, dan negara yang lebih jauh lagi akan mengalami perpecahan yang sama. Pembentukan negara Kopte di Mesir Hulu dan pembentukan negara-negara kecil lainnya yang kurang penting adalah kunci perkembangan sejarah yang sekarang ini diperlambat oleh persetujuan damai, tetapi tidak akan dapat dihindari dalam jangka panjang.
Walaupun ada hal yang muncul di permukaan, front barat menunjukkan masalah yang lebih kecil dibandingkan dengan front timur. Pembagian Libanon dalam lima propensi menunjukkan rencana dari apa yang telah terjadi sebelumnya di seluruh dunia Arab. Perpecahan Syiria dan Iraq dalam daerah yang ditentukan oleh criteria etnis atau agama harus menjadi prioritas bagi Israel dalam jangka panjang. Langkah pertama adalah menghancurkan kekuasaan militer negara-negera tersebut. Struktur etnis Syria menghadapkannya pada suatu persoalan kehancuran yang dapat bermuara pada penciptaan satu negara Syiah sepanjang pantai, negara Sunni dalam wilayah Alep dan Damaskus, serta suatu entitas Druze yang menginginkan pembentukan negaranya sendiri – mungkin di daratan tinggi Golan kita - singkatnya dengan Huran dan bagian utara Yordania….Negara-negara seperti ini, dalam jangka panjang akan merupakan garansi perdamaian dan keamanan bagi kawasan ini. Tujuan ini telah berada dalam jangkauan kita.
Kaya dengan minyak dan dalam ancaman perang saudara, Iraq berada dalam bidikan utama Israel. Perpecahannya akan lebih penting bagi kita daripada perpecahan Syria karena Iraq merupakan ancaman yang paling serius bagi Israel dalam jangka panjang.”

Dari rencana jangka panjang Israel tersebut adalah sangat mungkin bagi Israel untuk menganeksasi Libanon dengan terlebih dahulu memecah belah Libanon. Israel mulai mengkontak milisi-milisi Libanon yang pro-Israel. Milisi-milisi ini diperintahkan untuk membuat kekacauan, agar Libanon terpecah. mumpung kekuatan orang Islam di Arab sedang terpecah. Israel mulai membuka file-file lama, tentang ekspansi yang dulu pernah di lakukan ke Libanon.
Fakta menunjukkan sejak tahun 1996, Israel telah memobilisasi tentara dan senjatanya ke utara yang berbatasan dengan Syria dan Libanon. Israel memusatkan kekuatannya di Magiddo, sebagai pangkalan militer, yang langsung berhadapan dengan lembah Syiria dan Libanon. Dari kenyataan ini maka adalah sangat mungkin bahwa Armageddon sudah dekat, sebagai pintu pembuka adalah perang Libanon.
Terhadap kenyataan ini, sebagian Rabbi Yahudi berusaha sekuat tenaga agar perang dapat dihindari, karena mereka benar-benar mengetahui nubuat tentang perang akhir zaman yang akan menggilas seluruh Yahudi dalam pembantaian. Mereka mengetahui, apabila perang tersebut terjadi maka itulah akhir bagi Israel. Sebagaimana telah dinubuatkan dalam kitab mereka, yaitu Zakharia 11 : 2 yang menyebutkan : “Bukalah pintu-pintumu, hai Libanon, supaya api dapat memakan pohon-pohon arasmu…”. Dalam terjemahan yang lain disebutkan, “Aku membuka pintu-pintumu wahai Libanon, dan api akan memakan dirimu.”
Yang dimaksud dengan ‘api akan memakan dirimu’ adalah bahwa api perang Libanon akan memakan seluruh Yahudi di Israel. Sebagai pintu pembukanya adalah Perang Libanon, yang dipicu dan dimulai oleh Israel sendiri. Israel hancur akibat ulahnya sendiri, Israel telah ‘menabur angin menuai badai’.

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik