FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

bertanya agama yesus

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

bertanya agama yesus

Post by darussalam on Sun Jan 01, 2012 2:57 am

Ketika beragama Katolik, Lasiman bernama babtis Willibrordus,
ditambah nama baptis penguatan (kader) Romanus. Jadilah ia dikenal
sebagai Willibrordus Romanus Lasiman. Lasiman atau akrab dipanggil Pak
Willi. Kegelisahan demi kegelisahan menyerang keyakinannya. Akhirnya ia pun
berkelana dari Katolik ke Kristen Baptis, lalu pindah ke Kebatinan
Pangestu
(Ngestu Tunggil), mendalami kitab Sasongko Jati, Sabdo Kudus, dan
lainnya. Ia juga terjun ke perdukunan dan menguasai berbagai kitab primbon dan
ajian. Tujuannya satu, mencari dan menemukan kebenaran hakiki.

Ketika
bertugas sebagai misionaris di Garut, Allah mempertemukannya dengan
prof Dr Anwar Musaddad, berdiskusi tentang agama. Diskusi inilah yang
menuntunnya pada Islam. Allah memberikan hidayah ketika ia berusia 25 tahun.
Lalu, Willi pulang ke Yogya dan berdiskusi dengan Drs Muhammad Daim dari UGM.
Akhirnya, 15 April 1980, Willi berikrar dua kalimat syahadat, masuk dalam
dekapan Islam dengan nama Wahid Rasyid Lasiman. Sejak itu, Willi tekun
mengkaji Islam di pesantren. Dari pesantren inilah, Ia menjadi ustadz yang rajin
berdakwah dari kampung k kampung di Sleman, Yogyakarta, hingga pelosok kampung
di kaki Gunung Merapi.

Untuk memenuhi nafkah keluarganya, Willi mengajar
di sebuah SMP Negeri di kota Gudeg. Sedangkan ilmu Kristologi yang dimilikinya
sejak jadi misionaris, membuatnya menjadi rujukan jamaah untuk bertanya tentang
perbandingan Islam dan Kristen. Ustadz Wahid alias pak Willi, adalah mubaligh
tangguh yang mahir dalam Kristologi.

Untuk memuluskan dakwahnya, Willi
menyusun buku-buku dan VCD untuk kalangan sendiri, berisi kisah nyata perjalanan
rohaninya. Hal ini membuat agama lain cemburu pada dakwahnya yang agresif.
Tabloid Sabda, media milik Katolik di Jakarta, pernah menyorot Willi di rubrik
utama dengan judul cover "Gereja katolik Kembali Difitnah Mantan Misionaris
Willibrordus Romanus Lasiman
(Ustadz Drs Wachid Rasyid
Lasiman)".

Yang dimaksud Sabda adalah uraian Pak Willi dalam buku
Yesus Beragama Islam. Dalam bukunya itu, Willi menyatakan, Yesus
sebenarnya bukan beragama Kristen atau katolik, melainkan seorang Muslim. Pemred
Tabloid Sabda, Peter, menulis artikel berjudul "Kok berani-beraninya Ustadz
Wachid Rasyid Lasiman Meng-Islamkan Yesus".

Kemarahan Peter dalam
tulisannya ini, tampak nyata. Sang Pemred ini menggunakan kata-kata kasar dengan
menyebut Willi sebagai orang "ngawur, konyol, naif, melancarkan fitnah dan
lainnya. Sementara, di akhir tulisan, Peter mengimbau pembacanya, "Bagi umat
Kristian, menghadapi fenomena seperti ini sebaiknya dengan kepala dingin saja.
Tidak usah emosi karena tidak ada manfaatnya sama sekali."

Sementara itu,
dalam menghakimi pendapat Willi, peter menulis, "Kalaupun diperbolehkan
menyebutkan Yesus itu agamanya Apa? Maka tentu lebih masuk akal mengatakan Yesus
beragama Katolik atau Kristen daripada mengatakan Yesus beragama Islam. Tapi,
Yesus sesungguhnya bukan pengikut atau penganut agama Kristen Katolik atau
Kristen Protestan, melainkan dialah Kristus sang juru selamat manusia dan dunia.
Itulah iman orang Kristen," (hlm 4).

Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan
ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus
adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak
beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya
Yesus itu ateis. Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi
"Apostolos"
, Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak
beragama Yahudi?

Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus
memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama
Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad
ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin
Luther dan John Calvin.

Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam
buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah "Kristen"
muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata "Kristen" atau
"Kristianos" bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang
luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak
pernah bersinggungan dengan kata "Kristen"
.

Kata ini, muncul pertama
kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26).
Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat
penyebutan "Kristen" tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label
dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus, setelah
bertahun-tahun Yesus tidak ada.

Tudingan Peter bahwa Willi
"meng-Islamkan" Yesus pun tidak tepat. Karena, yang menyatakan Nabi Isa beragama
Islam itu bukan Pak Willi alias Ustadz Wachid, melainkan Allah SWT sendiri.
Dalam al-Qur'an disebutkan, satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah
ISlam (QS Ali Imran: 19,85,102). Karenanya, semua Nabi beragama Islam dan
pengikutnya disebut muslim (QS Ali Imran:84). Islam telah diajarkan oleh paran
Nabi terdahulu (QS al-Hajj:78). karena Isa Almasih adalah Nabi Allah, maka dia
dan pengikutnya (Hawariyyun) pub beragama Islam (QS al-Maidah:111, Ali Imran
:52).

Semua Nabi beragama dan berakidah sama, yakni Islam. Perbedaan
mereka hanya pada syariatnya (QS al-Hajj:67-68). Rasulullah saw bersabda: "Aku
adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan akhirat. Dan
semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan, ibunya berlainan sedang agamanya
satu (ummahatuhum syattaa wa dinuhum wahid)," (HR Bukhari dari Abu Hurairah
ra).

Islam tak mengklaim sebagai agama baru yang dibawa Nabi muhammad ke
Jazirah Arabia, melainkan sebagai pengungkapan kembali dalam bentuknya yang
terakhir dari agama Allah SWT yang sesungguhnya, sebagaimana ia telah diturunkan
pada Adam dan Nabi-nabi berikutnya.

Satu-satunya kitab suci di dunia yang
mengungkapkan agama Yesus, hanya al-Qur'an. Al-Qur'an menyebutkan, Nabi Isa
sebagai Muslim, sedangkan Bibel tidak menyebutkan Yesus beragama Kristen atau
Yahudi. Kok, berani-beraninya Peter menuduh Willi ngawur. Lalu, mengatakan lebih
masuk akal, jika Yesus beragama katolik atau Kristen daripada Yesus beragama
Islam. (sabili/al-islahonline.com)






Dari Pesantren ke Pesnatren : PP AL HAWAARIYYUN, Terapkan Diklat Sistem
Paket




PONDOK pesantren selama ini identik dengan tempat pendidikan agama Islam
dan para santri mondok di lingkungan pesantren. Di Ponpes Al Hawaariyyun,
kelaziman tersebut ternyata tidak terjadi. “Kami menerapkan pendidikan kilat
sistem paket. Peserta dikelompokkan dalam satu paket dan pelajaran diberikan
dengan metode singkat,” kata ustadz Drs H Willibrordus Romanus Lasiman, pengasuh
PP Al Hawaariyyun.

Tujuan utama dari pesantren ini adalah membentuk sikap
dan wawasan dasar tentang Islam, serta menanamkan ajaran agar santri tidak
terpengaruh untuk masuk ajaran agama lain. Misi tersebut sebenarnya sangat
berat. Rasanya tidak mungkin diberikan dalam waktu singkat. Namun, karena ustadz
Willi sebelum menganut Islam dan kemudian mendirikan pesantren adalah penganut
agama lain, sehingga dia mempunyai strategi penguatan aqidah Islam yang praktis
dan efektif.

“Cukup dengan pertemuan intensif selama sepuluh jam, saya
bisa meyakinkan dan menguatkan kepercayaan santri akan kebenaran ajaran Islam.
Tetapi, tidak sedikit santri kurang puas hanya bertatap muka sepuluh jam.
Sehingga, rata-rata proses diklat berlangsung tiga hari,” tambah Willi yang
setelah menganut Islam bernama H Wakhid Rosyid Lasiman ini.

Selama
diklat, rombongan santri tinggal di komplek pesantren yang terletak di dusun
Cakran Wukirsari Cangkringan Sleman. Jumlah peserta per paket sangat variatif.
Dua santri pun dilayani. Tapi, rata-rata tiga puluh orang. Tingkat usia dan
pendidikan tidak menjadi soal. Kebanyakan, santri diklat berasal dari luar
daerah, seperti Magelang, Surabaya, Bogor dan Jakarta.

Justru santri dari
lingkungan sekitar pesantren jumlahnya minim. Mungkin, mereka belum terbiasa
dengan sistem pendidikan kilat. Namun bukan berarti masyarakat sekitar tidak
peduli dengan keberadaan Al Hawaariyyun. “Setiap kami menyelenggarakan kegiatan,
masyarakat selalu berpartisipasi. Termasuk ketika membangun gedung pesantren,”
katanya lagi.

Beberapa santri Al Hawaariyyun merupakan penganut Islam
baru. Ini barangkali dilatarbelakangi perjalanan sang ustadz yang sebelumnya non
muslim.

Tidak ada semacam standar biaya diklat. Santri diminta untuk
menghitung, apa saja yang menjadi kebutuhannya selama diklat. Misalnya kebutuhan
konsumsi. Mereka boleh memasak sendiri atau menyerahkan ke pengelola pesantren.
Lalu jika santri ada kelebihan dana, boleh berinfak untuk membantu membayar
rekening listrik. “Tidak ada ketentuan untuk honorarium ustadz,” aku guru SMP 15
Yogya ini.

Biaya operasional pondok termasuk pembangunan gedung, sebagian
besar diambilkan dari hasil penjualan buku karya Willi. Setelah masuk Islam, ia
berhasil menerbitkan empat buku. Juga, sebagian gaji Willi dan isterinya sebagai
pegawai negeri serta uang transpor yang diperoleh jika berceramah ke luar kota,
disumbangkan untuk mendanai operasionalisasi pesantren.

Pesantren ini
didirikan sekitar tahun 1987. Berarti tujuh tahun setelah Willi mendalami Islam
dan sempat nyantri ke beberapa kiai dan PP Jaga Satru, Cirebon asuhan KH Ayib
Muhammad. Selain menyelenggarakan diklat, Al Hawwariyyun juga mengkoordinir
penyaluran zakat dan hewan kurban di wilayah Kaki Merapi. Juga, mengkoordinir
kegiatan 15 Taman Pendidikan Al Qur’an.

Metode pendidikannya dengan
ceramah, diskusi dan latihan memecahkan masalah melalui metode taktis dan
praktis. Selama pertemuan, dibiasakan metode dialogis.

Jumlah santri
peserta diklat telah mencapai angka ribuan orang. Selain menyelenggarakan
pendidikan di lingkungan pondok, pesantren ini juga sering menggelar diklat di
luar pondok. Bahkan ke luar kota, seperti Bogor dan Jakarta. “Tidak sedikit pula
sekelompok masyarakat mengundang kami datang ke rumah salah satu peserta dan
proses diklat dilangsungkan di sana,” tambahnya.

Willi mengaku, sebelum
menganut Islam, dia seorang petualang agama. Pernah dibaptis, beberapa kali
mengikuti aliran kepercayaan serta nyantrik ke dukun untuk meguru ilmu kanuragan
sudah tidak terhitung. “Dari petualangan itu, saya hanya mendapat kehampaan.
Tidak ada ketenangan, bahkan yang ada hanya rasa cemas dan takut. Tapi, setelah
mendalami Islam, hidup ini jadi tenang dan indah!” tuturnya.(Daryanto)

http://www.minggupagi.com/article.php?sid=568
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: bertanya agama yesus

Post by Foxhound on Mon Oct 01, 2012 11:05 pm

Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan
ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus
adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak
beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya
Yesus itu ateis. Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi
"Apostolos", Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak
beragama Yahudi?

Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus
memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama
Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad
ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin
Luther dan John Calvin.

Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam
buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah "Kristen"
muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata "Kristen" atau
"Kristianos" bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang
luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak
pernah bersinggungan dengan kata "Kristen".

Kata ini, muncul pertama
kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26).
Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat
penyebutan "Kristen" tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label
dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus, setelah
bertahun-tahun Yesus tidak ada.

Pertanyaan "Yesus beragama apa"... ini cuma muslim yang bisa tanya gini... dan diskusi seperti ini, selalu bikin saya tertawa, tapi juga ingin jedotin kepala... koq ya bisa tokh muslim punya ide2 kayak gini... Tapi, ini juga jadi trademark tersendiri bagi muslim.

Sama bahwa nabi2 terdahulu semua itu muslim karena trademarknya... maka orang seperti Willi, dari awal juga memang muslim karena trademarknya... basi
avatar
Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 612
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 28.09.12
Reputation : 57

Kembali Ke Atas Go down

Re: bertanya agama yesus

Post by SEGOROWEDI on Mon Oct 01, 2012 11:14 pm



agama muslim -> islam
sahadatnya: tiada ilah selain aloh, mumahhad rosul aloh

agama adam -> islam
agama nuh -> islam
agama abraham -> islam
agama ishak -> islam
agama musa -> islam
agama daud -> islam
agama yusuf -> islam
agama isa -> islam
agama muhammad -> islam

gimana sahadat masing-masing?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: bertanya agama yesus

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik