FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

ADAKAH MANUSIA DI PLANET LAIN

View previous topic View next topic Go down

ADAKAH MANUSIA DI PLANET LAIN

Post by Jagona on Sat Jan 14, 2012 10:28 am

ADAKAH MANUSIA DI PLANET LAIN

Sampai dengan abad 21 ini, pertanyaan “ADAKAH MANUSIA DI PLANET LAIN ?” atau adakah kehidupan di planet lain, belum terjawab secara pasti kecuali hanya dugaan penuh keraguan, meskipun dugaan itu adalah hasil penelitian dan percobaan. Para pakar astronomi Barat menduga bahwa makin dekat keberadaan suatu planet terhadap matahari maka suhu permukaan dari planet tersebut makin panas, demikian pula sebaliknya semakin jauh keberadaan suatu planet terhadap matahari maka suhu permukaan planet itu semakin dingin. Sehingga menyimpulkan semua planet lain kecuali Bumi tidak mungkin didiami oleh makhluk hidup karena terlalu panas atau terlalu dingin.
BENARKAH DUGAAN ITU ?
Satu-satunya sumber informasi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut adalah Alquran. Alquran telah memberikan keterangan yang cukup untuk menjawab pertanyaan di atas, tinggal kemampuan dan kemauan manusia khususnya kaum muslimin untuk mengkaji, menggali, dan menta’wilkan Ayat-ayat Alquran sehingga kandungan ilmiah dari Ayat-ayat tersebut dapat diketahui dan muncul sebagai Ilmu Pengetahuan maupun Teknologi.
Selama ini banyak penapsiran maupun terjemahan Ayat-ayat Alquran yang beredar di masyarakat yang kurang tepat, sehingga dari penafsiran maupun terjemahan tersebut kadang-kadang sulit dipahami dan tidak mendapatkan hikmah yang terkandung dalam Ayat-ayat tersebut.
Dua istilah yang penapsiranya kurang tepat yaitu “DAABBAH” dan “SAMAAWAAT”. Daabbah umumnya ditafsirkan/diterjemahkan dengan ‘binatang melata’, sedangkan samaawaat umumnya diterjemahkan dengan ‘langit’.
Untuk lebih jelasnya kita lihat beberapa terjemahan Ayat berikut ;
Istilah Daabbah ;
QS. 8;22 ; Sesungguhnya sejahat-jahatnya makhluk yang melata dalam pandangan ALLAH adalah orang-orang yang tuli, bisu, yang tidak mau mengerti.
QS. 8;55 ; Sesungguhnya sejelek-jeleknya makhluk yang melata dalam pandangan ALLAH adalah orang-orang kafir, karena mereka tidak mau beriman.
Dari kedua terjemahan di atas, terdapat kesimpangsiuran yang mengaburkan pengertian daabbah. Dikatakan sebagai makhluk melata yang tentunya adalah ular dan sebangsanya, ternyata kalimat berikutnya menyebutkan orang-orang. Bagaimana mungkin orang-orang dikatagorikan sebagai makhluk yang melata.
QS. 24;45 ; Tuhan menjadikan semua binatang melata dari air, ada yang merayap-rayap dengan perutnya, ada yang berjalan dengan dua kaki, ada yang berjalan dengan empat kaki. TUHAN menjadikan menurut karsa-NYA. TUHAN berkuasa atas sesuatu.
Dari terjemahan ayat tersebut timbul pertanyaan ; ‘Jenis binatang melata yang bagaimana yang berjalan atas dua kaki, dan yang berjalan dengan empat kaki’ ? Tentunya tidak ada binatang yang demikian.
Oleh karena pengertian daabbah seperti di atas hendaknya diperbaiki, meskipun tidak sepenuhnya keliru. Memang benar makhluk/binatang melata termasuk daabbah, tetapi daabbah tidak hanya makluk/binatang melata, melainkan semua makhluk berjiwa termasuk manusia.
Sehingga terjemahan Ayat 24/45 di atas menjadi ;
QS. 24/45 ; ALLAH menciptan setiap makhluk berjiwa dar Almaa’, diantara mereka ada yang berjalan atas perutnya dan dari mereka ada yang berjalan atas dua kaki (termasuk manusia), dan dari mereka ada yang berjalan atas empat kaki. ALLAH menciptakan apa yang DIA kehendaki, bahwa ALLAH menentukan atas tiap sesuatu.

Istilah Samaawaat ;
QS. 2/164 ; Sesungguhnya dalam hal kejadian langit dan Bumi, pergantian ……………………………………….
QS. 3/190 ; Sesungguhnya kejadian langit dan Bumi, dan silih …………………………………………………………….
QS. 5/40 ; Apakah engkau tidak tahu bahwa ALLAH itu mempunyai kerajaan langit dan Bumi ………..
QS. 6/75 ; Demikianlah telah KAMI perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan langit dan Bumi ………………
QS. 35/41 ; Sesungguhnya TUHAN menahan langit dan Bumi …………………………………………………………
QS. 39/5 ; DIA sesungguhnya telah menciptakan langit dan Bumi …………………………………………………….
QS. 39/63 ; DIA-lah yang memegang kunci-kunci langit dan Bumi ……………………………………………………….
QS. 67/3 ; Yang telah menciptakan tujuh petala langit bertingkat ………………………………………………………
Dan masih banyak lagi Ayat-ayat Alqur’an yang mengandung istilah ‘samaawaat’ yang diartikan dengan langit.
Dengan terjemahan beberapa Ayat Alqur’an di atas (samaawaat diterjemahkan dengan langit) memberikan gambaran bahwa dunia ini hanya terdiri dari Bumi dan tujuh petala langit, sedangkan arti dari langit itu sendiri belum jelas. Padahal Ilmu pengetahuan membuktikan adanya planet-planet lain selain Bumi yang beredar mengelilingi Matahari baik di bawah maupun di atas orbit Bumi.
Oleh karenanya istilah samaawaat seharusnya diterjemahkan dengan ‘planet-planet’, sedangkan untuk ‘langit’ Alqur’an menggunakan istilah “SAMAA” yang berarti pula ‘Atmosfer’ seperti pada ayat-ayat ;
QS. 2;22, 2;59, 2;144, 5;112, 6;35, 6;99, 6;125, 7;96, 11;44, 13;17, 14;24, 14;32, 15;14, 15;22, dan banyak Ayat-ayat lainnya.

Untuk lebih jelasnya kita terjemahkan secara lengkap ;
QS. 2/164 ; Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertantangan malam dan siang, dan kapal yang bergerak di lautan yang menguntungkan manusia, dan apa yang ALLAH turunkan dari atmosfer yaitu air lalu menghidupkan dengannya Bumi sesudah matinya serta membiakkan di sana dari tiap makhluk berjiwa dan gerakan angin serta awan yang diedarkan antara atmosfer dan Bumi, adalah Ayat-ayat bagi kaum yang memikirkan.
QS. 3/190 ; Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertantangan malam dan siang adalah pertanda-pertanda bagi para penyelidik.
QS. 5/40 ; Tidakkah engkau ketahui bahwa ALLAH, kepunyaan-NYA kerajaan planet-planet dan Bumi ini ?. DIA siksa siapa yang DIA kehendaki dan DIA ampuni yang DIA kehendaki. Dan ALLAH menentukan tiap sesuatu.
QS. 6/1 ; Puja-puji bagi ALLAH yang menciptakan planet-planet dan Bumi serta menjadikan kegelapan dan sinar.
QS. 6/75 ; Seperti itulah KAMI perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan planet-planet dan Bumi, dan agar dia termasuk orang yang yakin
QS. 35/41 ; Bahwa ALLAH menahan planet-planet dan Bumi luput (dari garis orbitnya), jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain DIA ?. Bahwa DIA penyantun penyayang.
QS. 39/5 ; DIA menciptakan planet-planet dan Bumi secara logis. DIA putarkan malam atas siang, dan DIA putarkan siang atas malam, dan DIA edarkan Surya dan Bulan-bulan. Setiapnya bergerak untuk ajal tertentu. Bukankah DIA mulia pengampun ?
QS. 39/63 ; Kepunyaan-NYA daerah orbit planet-planet dan Bumi, dan orang-orang yang kafir pada Ayat-ayat ALLAH, itulah orang-orang yang rugi.
QS. 67/3 ; Yang menciptakan tujuh planet (di atasmu) bertingkat-tingkat.

Berdasarkan hasil penelitian para pakar astronomi, bahwa planet-planet yang sudah diketahui adalah sebagai berikut (berdasarkan susunan orbit ) ; Mercury, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Berdasarkan susunan orbit, dikatakan bahwa dua planet berada di bawah orbit Bumi dan enam planet berada di atas orbit Bumi. Padahal ALLAH menciptakan tujuh planet di atas orbit Bumi, ternyata planet yang ke tujuh ini baru pada tahun 1972 oleh Joseph Brady diyakini keberadaannya dan menamakannya dengan “Planet X”, sedangkan dalam Alqur’an ALLAH menamakannya “MUNTAHA” sebagaimana tercantum pada QS. 53;14. Dengan demikian susunan planet selengkapnya adalah ; Mercury, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto dan Muntaha.
Dengan berpedoman pada pengertian daabbah sebagaimana dimaksudkan pada QS. 24;45 di atas, bahwa manusia termasuk diantaranya, kita mendapatkan informasi yang sangat berharga bahwa ternyata manusia tidak hanya terdapat di Bumi ini tetapi juga di planet-planet lainnya sebagaimana dinyatakan pada QS. 42;29 sebagai berikut

QS. 42/29 ; Dan dari pertanda-pertanda-NYA ialah penciptaan planet-planet dan Bumi serta apa-apa yang DIA kembang biakkan pada keduanya dari makhluk berjiwa (termasuk manusia). Dan DIA menentukan atas pengumpulan mereka ketika DIA kehendaki.

Dengan demikian jelaslah bahwa di setiap planet dalam daerah tatasurya ini berkembang pula manusia sebagaimana terdapat di Bumi. Namun bagaimana bentuk dan rupa manusia itu tentunya tugas dari para ahli untuk menjawabnya. Satu hal yang dipastikan bahwa di planet-planet lain itupun berkembang pula Islam selaku agama sebagaimana dinyatakan dalam QS. 3;83.
QS. 3;83 ; Apakah selain agama ALLAH yang mereka cari ?. Bagi-NYA telah Islam siapa-siapa yang ada di planet-planet dan yang ada di Bumi secara patuh dan terpaksa, dan kepada-NYA mereka akan dikembalikan.





Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 18
Male
Age: 67
Posts: 3998
Location: Banten
Job/hobbies: baca-baca, jalan-jalan
Humor: ketawalah sebelum ketawa dilarang
Join date: 2012-01-08

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum