FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

apa sih zuhud itu?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

apa sih zuhud itu?

Post by keroncong on Fri Jan 20, 2012 12:49 am

ZUHUD, CINTA ALLAH, CINTA RASUL
Allah SWT berfirman; “katakanlah, jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian” (Q.S. Ali Imran [3]:31)
Ketahuilah wahai yang dikasihi Allah, bahwa kecintaan hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Adapun kecintaan Allah kepada hamba-Nya adalah limpahan ampunan-Nya kepadanya.
Ada yang mengatakan, apabila hamba mengetahui bahwa kesempurnaan yang hakiki tiada lain kecuali milik Allah dan setiap yang tampak sempurna dari dirinya atau orang lain adalah dari dan karena Allah, cintanya hanya milik dan kepada Allah. Hal itu menuntut keinginan menaati-Nya dan mencintai segala yang mendekatkan diri kepada-Nya. Oleh karena itu, mahabbah ditafsirkan sebagai keinginan untuk taat dan kelaziman mengikuti Rasulullah SAW dalam peribadatannya. Hal itu merupakan dorongan menuju ketaatan kepada-Nya.
Al Hasan RA berkata, “beberapa kaum bersumpah setia dihadapan Rosulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, sungguh kami mencintai Tuhan kamui, maka turunlah ayat di atas.”
Basyar al Hafy berkata; “aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau bertanya;’wahai Basyar, tahukah engkau, dengan apa Allah meninggikan kamu, diantara kawan-kawanmu?’
“tidak, wahai Rasulullah,” jawabku.
Beliau bersabda; “dengan baktimu kepada orang-orang shaleh, nasihatmu kepada saudara-saudaramu, kecintaanmu kepada sahabat-sahabatmu dan pengikut sunnahku.”selanjutnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Barangsiapa menghidupkan sunnahku, dia telah mencintaiku. Dan barangsiapa mencintaiku, pada hari kiamat dia bersamaku di surga.”
Didalam hadits masyhur disebutkan bahwa orang yang berpegang pada sunnah Rasulullah SAW ketika orang lain berbuat kerusakan dan terjadi pertikaian diantarqa para penganut madzhab, dia memperoleh pahala dengan pahala seratus syuhada’. Demikian di sebutkan dalam Syir’ah Islam.
Nabi Muhammad SAW, bersabda; “Semua uamatku masuk surge kecuali orang yang tidak menginginkannya” para sahabat bertanya “siapa yang tidak menginkannya?” Beliau menjawab, “orang yang menaatiku masuk surga, sedangkan orang yang durhaka kepadaku tidak menginginkan masuk surga. Setiap amalan yang tidak berdasarkan sunnahku adalah maksiat.”
Seorang ulama sufi berkata, “Kalau anda melihat seorang guru sufi terbang di udara, berjalan diatas laut atau memakan api, dan sebagainya, sementara dia meninggalkan perbuatan fardhlu atau sunnah secara sengaja, ketahuilah bahwa dia berdusta dalam pengakuannya. Perbuatannyalah bukanlah karamah. Kami berlindung kepada Allah dari yang demikian.”
Al-Junayd Ra, berkata, “Seseorang tidak akan sampai kepada Allah kecuali melalui Allah. Jalan untuk sampai kepada Allah adalah mengikuti al-Musthofa (Nabi Muhammad SAW).”
Ahmad al-Hawari Ra berkata, “Setiap perbuatan tanpa mengikuti sunnah adalah batil. Sebagaimana sabda Nabi Saw, “Barangsiapa yang mengabaikan sunnahku, haram baginya syafaatku.” (Tercantum dalam Syir’ah al-Islam).
Ada seorang gila yang tidak meremehkan dirinya. Kemudian, hal itu diberitahukan kepada Ma’ruf al-Karkhi. Dia tersenyum, lalu berkata, “Wahai saudaraku, Allah memiliki para pecinta dari anak-anak, orang dewasa, orang berakal, dan orang gila. Yang ini adalah yang engkau lihat pada orang gila.”
Al-Junayd berkata, “Guruku al-Sari Ra jatuh sakit. Kami tidak tahu obat untuk menyembuhkan penyakitnya dan tidak tahu sebab sakitnya. Dokter yang berpengalaman memberikan resep kepada kami. Oleh karena itu kami menampung air seninya kedalam sebuah botol. Lalu, dokter itu melihat dan mengamatinya dengan seksama. Kemudian dia berkata, ‘Aku melihat air seni ini seperti air seni pecinta (al-‘asyiq).’ Aku seperti disambar petir dan jatuh pingsan. Botol itupun jatuh dari tanganku. Kemudian, aku kembali kepada al-sari dan mengabarkan hal itu keadanya. Dia tersenyum dan berkata,’ Aku berkata, ‘Wahai Guru, apakah mahabbah itu tampak jelas dalam air seni?’ Dia menjawab, ‘Benar.”
Al-Fudhail Ra berkata, “Apabila ditanyakan kepadamu, apakah engkau mencintai Allah? Diamlah. Sebab, jika engkau menjawab ‘tidak’, engkau menjadi kafir. Sebaliknya, jika engkau menjawab, ‘ya’, berarti sifatmu bukan sifat para pecinta Allah. Maka waspadalah dalam mencintai dan membenci (sesuatu).”
Sufyan berkata, “Barangsiapa mencintai orang yang mencintai Allah Swt, berarti dia mencintai Allah. Barangsiapa memuliakan orang yang memuliakan Allah Swt, berarti dia memuliakan Allah Swt.
Sahl berkata, “Tanda cinta kepada Allah Swt adalah cinta kepada al-Qur’an. Tanda cinta kepada Allah dan al-Qur’an adalah cinta kepada Nabi Saw. Tanda cinta kepada Nabi Saw adalah cinta kepada sunnahnya. Tanda cinta kepada sunnahnya adalah cinta kepada akhirat. Tanda cinta kepada ahirat adalah benci dunia. Tamnda benci dunia adalah tidak mengambilnya kecuali sebagai bekal dan perantara menuju akhirat.”
Abu al-Hasan al-Janjani berkata, “Pokok ibadah itu adalah tiga anggota badan, yaitu telinga, hati dan lidah. Telinga untuk mengambil pelajaran, hati untuk bertafakkur, sedangkan lidah untuk berkata benar, bertasbih, dan berdzikir. Sebagaimana Allah Swt berfirman, Berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbilahkepada-Nya diwaktu pagi dan petang (QS al-Ahzab [33]:41-42).”
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik