FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tafsir Qs Al Ashr

View previous topic View next topic Go down

Tafsir Qs Al Ashr

Post by keroncong on Sat Jan 28, 2012 6:19 pm


وَالْعَصْرِ إِنَّ الْأِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (العصر:1-3)
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang beriman dan beramal shalih dan mereka yang saling menasehati untuk menjalankan kebenaran dan saling berwasiat untuk menetapi kesabaran” (QS. Al Ashr 1-3).

Ikhwan dan akhwat fillah, pemahaman akan pentingnya menghargai waktu tentunya telah kita miliki, mengingat begitu banyak nash-nash baik Al qur-an dan Hadits serta literatur-literatur yang membahas tentang hal itu. Tinggal kini bagaimana pemahaman yang telah kita punyai itu mewujud dalam aktivitas kita sehari-hari.

Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang berhasil adalah mereka yang benar-benar mengisi waktunya dengan baik. Sebaliknya mereka yang gagal pada umumnya adalah orang-orang yang seringkali manyianyiakan waktu. Betapa perlakuan yang tepat dan benar terhadap waktu secara otomatis membawa keuntungan bagi sipelaku. Maka wajarlah bila pemuliaan terhadap waktu digaungkan di mana-mana: waktu adalah uang. Waktu adalah pedang. Waktu adalah aktivitas. Imam Syahid Hasan Al Banna mengatakan bahwa waktu adalah kehidupan. Bahkan beliau tambahkan lagi bahwa kewajiban yang mesti kita tunaikan lebih banyak dari waktu tersedia yang kita miliki. Ungkapan ini dapat kita buktikan kebenarannya dengan menginventarisir seluruh kewajiban kita lalu membandingkannya dengan jumlah waktu rata-rata yang kita miliki, sejak kita memasuki usia balighhingga berpulang ke rahmatullah (50-60 th). Dapatkah kita menjamin bahwa durasi 60 th itu bisa kita gunakan untuk mengisi ratusan tugas-tugas kerja, ribuan amanah dan jutaan kewajiban-kewajiban lainnya. Yakinkah kita bahwa akan masih ada waktu kosong kita miliki. Benarkah 24 jam penuh telah kita tata secara efektif dan effisien guna mengisi kewajiban harian kita. Benarkah masih ada waktu luang.

Ikhwan dan akhwat fillah, betapa sempitnya sebenarnya ruang gerak yang kita punya dan alangkah terbatasnya waktu yang kita miliki. Kita sebenarnya hampir-hampir tidak memiliki kesempatan selain harus menunaikan lebih dulu kewajiban-kewajiban. Bahkan istirahat, refreshing dan acara keluarga kitapun pada hakikatnya adalah kewajiban. Bahwa pada tubuhmu ada hak dan pada keluargamu ada hak. Maka adalah kewajiban kita memberi hak istirahat serta makanan bagi tubuh dan hak diperhatikan serta dibimbing bagi keluarga.

Ikhwan dan akhwat fillah, pernah mungkin suatu saat kita dihadapkan pada suasana yang begitu ekstrim. Semua serba padat. Semua membutuhkan perhatian kita. Semua mendesak kita untuk segera. Sementara semua yang dituntut itu belum rampung, waktu begitu sempit, kemampuan kita terbatas dan bahkan kita belum siap sama sekali.. walaupun akhirnya semua itu dapat kita atasi dan selesaikan, paling tidak suasana seperti itu akan menjadi masa yang tak terlupakan dalam sejarah kesibukan kita.

Ikhwan dan akhwat fillah, sesungguhnya seperti itulah idealnya suasana harian kita. Bahwa sepantasnya perlakuan istimewa juga mesti kita berikan bagi kewajiban-kewajiban lain yang begitu banyak (misalnya membaca, memahami, mengamalkandan mendakwahkan Al Qur-an) yang sering kita anggap tidak begitu mendesak sehingga terkesan kita agak bersantai menjalankannya. Akibatnya waktu kita lebih sering dihiasi dengan kewajiban mengistirahatkan badan dan bercengkrama dengan keluarga.

Ikhwan dan akhwat fillah, lewat taujih singkat ini kami ingin mengajak semua kita untuk benar-benar menyadari betapa pentingnya pemamfaatan waktu dan lantas berusaha sungguh-sungguh untuk merealisasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk itu, tips berikut ini insya Allah dapat lebih mengokohkan langkah kita untuk menuju kesana:

1. Jadwalah kewajiban rutin seperti shalat, makan, istirahat, krja dan menuntut ilmu.
2. Lalu isilah waktu luang dengan kewajiban-kewajiban lain seperti tilawah atau tahfizh Qur-an, meningkatkan kualitas diri dengan membaca atau pelatihan.
3. Jangan tunda sampai esok apa yang bisa dituntaskan sekarang. Dan bila nampaknya kita tidak mampu manunaikan sendiri kewajiban itu, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain.
4. Tunda dulu menerima amnah bila memang masih disibukkan oleh kewajiban lain da tidak yakin sanggup menuntaskannya dalam waktu yang disediakan.
5. Hindari sedapat mungkin kegiatan yang dapat melenakan dan melalaikan kita dari tumpukan kewajiban yang mesti dituntaskan segera dan kalahkan rasa malas dengan kerja keras dan kesungguhan.
6. Evaluasi terus keberhasilan dan kegagalan dalam menunaikan kewajiban serta inventarisir faktor-faktor penyebabnya.
7. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan masa lalu untuk dapat memamfaatkan waktu secara lebih efektik dan effisien di masa depan serta jangan pernah berhenti berdoa dan berharap pada Allah agar diberikanNya kita ilmu untuk menyikapi waktu secara benar dan kesanggupan mengisinya degan kewajiban.

... وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (البقرة:282)
“… dan bertaqwalah kalian kepada Allah, pasti allah akan ajarkan kalian” (QS. 2:282)

keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 57
Male
Age: 60
Posts: 4201
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum