FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

melawan gangguan setan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

melawan gangguan setan

Post by keroncong on Sun Jan 29, 2012 11:12 pm

Ada beberapa hal yang sering dilakukan oleh sementara orang. Mereka mengira bahwa tindakan mereka ini akan mencegah mereka dari gangguan setan berupa kesurupan ataupun sihir. Perbuatan yang mereka lakukan ini diharamkan dan membuat murka Allah Swt. Di antara perbuatan mereka tersebut adalah:
1. Menggantungkan jimat pelindung (al-Tama’im/al-Ahjibah). Khususnya yang di dalamya terdapat mantera-mantera sihir. Sebab perbuatan ini termasuk menyekutukan Allah.
2. Sebagian orang mengenakan pakaian dalam secara terbaik karena mereka beriktikad bahwa tindakan mereka ini akan menolak sihir yang ditujukan kepada mereka.
3. Sebagian orang meletakkan jarum di pakaian dalam mereka dengan keyakinan dan maksud yang sama dengan di atas.
4. Sementara orang juga ada yang melilitkan jala ikan yang sudah tua di tubuh mereka sebagai pelindung diri.
Perbuatan tersebut dan yang serupa tidak memberikan manfaat apapun kepada pelakunya. Di tambah lagi hukum perbuatan seperti itu adalah haram dan termasuk perbuatan syirik kepada Allah. Hanya kepada Allah kita berlindung.
Di dalam petunjuk Nabi Saw. cukup mengandung segala hal yang bisa membentengi kita dengan benteng syar`i. Benteng ini diridlai Allah Swt, dan memberi kita banyak manfaat dengan seizin Nya.
Diriwayatkan dari `Abdullah Ibn `Abbas ra. yang mengatakan: “Pada suatu hari saya sedang berada di belakang Rasulullah Saw.. Kemudian beliau bersabda: ‘Wahai pemuda, aku akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah (dalam dzikirmu –pent.) niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah (dalam ibadahmu –pent.) maka engkau akan mendapati Nya ada di hadapan Mu. Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan maka memohonlah engkau kepada Allah. Ketahuilah seandainya umat ini berkumpul untuk memberimu kemanfaatan dengan sesuatu, mereka tidak bisa memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah digariskan oleh Allah kepadamu. Seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan mala petaka kepadamu dengan sesuatu, sesungguhnya mereka tidak bisa menimpakan mala petaka itu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah kepadamu. Pena telah diangkat dan lembaran catatan telah mengering’.” (1).
(1). Sunan al-Tirmidzi, (4/2516). Ia menyatakan bahwa hadis ini berkualitas hasan shahih.

Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh Ahmad: “Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan dapati Dia ada di depanmu. Sapalah Dia pada saat lapang, niscaya Dia akan menyapamu pada saat susah. Jika engkau memohon maka memohonlah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Pena telah mengering dengan apa yang telah terjadi. Seandainya seluruh makhluk berkehendak untuk memberimu kemanfaatan dengan sesuatu yang belum digariskan Allah untukmu, maka mereka tidak akan bisa melakukannya. Seandainya mereka berkeinginan untuk menimpakan mala petaka kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditetapkan Allah kepadamu, mereka juga tidak akan bisa melakukannya. Ketahuilah bahwasanya di dalam kesabaran menghadapi hal yang engkau benci terdapat banyak sekali kebaikan. Sesungguhnya kemenangan terletak di dalam kesabaran. Sesungguhnya kelapangan ada bersama kesusahan. Sesungguhnya bersama kesulitan terdapat pula kemudahan.” (2).
(2). Ahmad (2804).

Benteng pertama: Dzikir kepada Allah dalam Menghadapi Segala Sesuatu.
Diriwayatkan dari al-Harits al-Asy`ari ra. yang berkata: “Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda: ‘Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya ibn Zakariya untuk melaksanakan lima perintah….al-Hadits.” Di dalamnya terdapat perintah: “Dan aku perintahkan kalian untuk selalu mengingat Allah (dzikrullah). Sesungguhnya perumpaan dzikir kepada Allah adalah ibarat seseorang yang dibuntuti oleh musuh dengan cepat hingga ia mencapai sebuah benteng yang kokoh. Ia pun bisa melindungi dirinya dari serangan mereka. Begitu pula seorang hamba tidak bisa melindungi dirinya dari setan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (3).
(3). Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidzi. Ia menyatakan bahwa kualitas hadis ini adalah hasan shahih. Al-Hafizh al-Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dan al-Nasa’i. Juga oleh Ibn Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Lafazh hadis ini milik Ibn Khuzaimah. Diriwayatkan juga oleh Ibn Hibban dalam kitab shahihnya, dan oleh al-Hakim yang mengatakan bahwa hadis ini berkualitas sahih berdasarkan syarat yang telah ditetapkan oleh al-Bukhari dan Muslim. al-Targhib wa al-Tarhib (2/370-371).

Benteng kedua: Mengingat Allah ketika Bangun dari Tidur.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. yang berkata: “Rasulullah Saw. bersabda: ‘Setan mengikat tengkuk seseorang dari kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Setan memukul dengan setiap ikatan itu sambil mengatakan: ‘Malammu akan panjang, tidurlah.’ Jika orang itu bangun dan menyebut Allah,terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, terlepas lagi satu ikatan. Jika ia mengerjakan shalat, akan terlepas lagi satu ikatan. Ia bangun pagi dalam keadaan bersemangat dan hatinya bersih. Jika ia tidak melakukan amalan tersebut, ia akan bangun pagi dalam keadaan kotor hatinya, dan malas.” (4).
(4). Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (3/1142), beserta lafazhnya, dan oleh Muslim (3/101).

Benteng ketiga: Menyebut Nama Allah ketika Keluar dari Rumah.
Diriwayatkan oleh Anas ibn Malik ra. yang mengatakan: “Rasulullah Saw. bersabda: ‘Barangsiapa yang berdo`a –jika keluar dari rumahnya—‘Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah’, maka akan diucapkan untuknya: ‘Cukup bagimu, dan engkau dilindungi.’ Setan akan menyingkir darinya.” (5).
(5). Al-Hafizh Al-Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidzi (3426), dan memberinya status sebagai hadis hasan. Begitu pula al-Nasa’i dan Ibn Hibban dalam kitab shahihnya. Abu Daud meriwayatkan hadis ini dengan redaksi: “Jika seseorang keluar dari rumahnya sambil mengatatakan: ‘Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah’, maka ketika itu ucapannya ini akan dibalas: ‘Engkau telah diberi petunjuk, cukup bagimu, engkau terlindungi.’ Maka setan akan menjauhinya, hingga setan lain akan berkata: ‘Bagaimana engkau mendekati seseorang yang diberi hidayah, dicukupkan dan dilindungi’.” Al-Targhib wa Al-Tarhib (2/456-457).

Benteng keempat: Menyebut Nama Allah ketika Masuk ke Masjid.
Diriwayatkan dari Abdullah ibn `Amr ibn al-Ash ra. dari Nabi Saw. bahwa apabila memasuki masjid, beliau akan mengucapkan do`a: “Saya berlindung diri kepada Allah yang Maha Agung dan dengan wajah Nya yang Mulia, kekuasaan Nya yang Kekal dari setan yang terkutuk.” Rasulullah Saw. lalu bertanya: ‘Cukup?’ (6).
(6). أقط؟ = أحسب yang artinya Cukupkah?

Saya katakan: ‘Ya.’ Beliau kemudian bersabda: ‘Apabila seseorang mengucapkan do`a itu, maka setan akan berkata: ‘Orang itu akan dilindungi dariku sepanjang hari’.” (7).
(7). Al-Hafizh al-Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud (466). Para editor buku tersebut mengatakan bahwa mata rantai kesaksian hadis ini berkualitas sahih. Al-Targhib wa al-Tarhib, (2/458).

Benteng kelima: Dzikir kepada Allah pada waktu pagi hari.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. yang mengatakan: “Rasulullah Saw. bersabda: ‘Barangsiapa mengucapkan: Tidak ada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya, milik Nya segala kekuasaan dan segala pujian, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’ dalam sehari sebanyak seratus kali maka itu sebanding dengan pahala membebaskan sepuluh orang budak.. Baginya akan dituliskan seratus kebaikan, dan dihapus seratus kejelekan. Ia memiliki perlindungan dari setan pada hari itu sampai sore. Tidak ada seorangpun yang lebih baik darinya kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak dari amalannya tersebut. Barangsiapa mengucapkan: ‘Maha suci Allah, dan dengan segala pujian bagi Nya’, sebanyak seratus kali dalam sehari kesalahan-kesalahannya akan dihapus meskipun sebanyak buih di lautan’.” (8).
(8). Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim (8/51).

Benteng keenam: Dzikir kepada Allah pada waktu pagi dan sore hari.
Dari `Utsman ibn `Affan ra. yang mengatakan: “Rasulullah Saw. bersabda: ‘Seorang hamba yang mengucapkan setiap harinya pada pagi dan sore: ‘Dengan menyebut nama Allah yang tidak satupun yang bisa menimpakan petaka bersama nama Nya di bumi dan di langit. Dan Allah adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’, sebanyak tiga kali maka ia tidak akan ditimpa bahaya sedikitpun.” (9).
(9). Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidzi (5/3388). Ia menyatakan bahwa hadis berkualitas hasan shahih gharib. Kesahihan hadis ini diperkuat oleh al-Albani dalam Shahih Ibn Majah (2/3120).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. yang berkata: “Abu Bakar al-Shiddiq ra. pernah berkata: ‘Ya Rasulullah perintahkan saya untuk mengucapkan beberapa kalimat (dari do`a) yang saya baca pada pagi dan sore hari.’ Rasulullah Saw. lalu bersabda: ‘Ya Allah, Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan syahadat, Pencipta langit dan bumi, Penguasa segala sesuatu dan Rajanya, saya bersaksi tidak ada tuhan melainkan Engkau, saya berlindung diri dari kejahatan diri saya, dan kejahatan setan beserta sekutunya.’ Rasulullah bersabda: ‘Ucapkan do`a ini pada pagi dan sore hari, dan jika engkau hendak tidur’.” (10).
(10). Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad (7948), al-Tirmidzi (5/3392). Al-Tirmidzi menyatakan bahwa hadis ini adalah hadis hasan shahih. Diriwayatkan juga oleh Abu Daud (5/310-311), dan al-Darimi (2/378).

Diriwayatkan oleh `Abdullah ibn Mas`ud ra. yang mengatakan: “Rasulullah jika berada pada waktu sore akan mengucapkan do`a: ‘Kami masuk waktu sore hari dan pada sore hari ini kekuasaan tetap milik Allah. Segala puji bagi Allah tidak ada tuhan selain Allah. Dialah Dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi Nya. Ya Allah saya mohon kepada Mu kebaikan malam ini. Saya berlindung kepada Mu dari kejahatan malam ini dan dari kejahatan sesudahnya. Ya Allah, saya berlindung kepada Mu dari kemalasan, kepikunan, dan kesengsaraan di masa tua. Ya Allah saya berlindung diri kepada Mu dari siksa neraka dan siksa kubur’.” Dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh Muslim dikatakan: “Apabila Rasulullah Saw. berada pada pagi hari, beliau juga mengucapkan do`a: ‘Kami masuk waktu pagi hari, dan pada pagi hari ini kekuasaan tetap milik Allah’.” (11).
(11). Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim (8/75).

Benteng ketujuh: Dzikir kepada Allah ketika Singgah di Satu Tempat
Diriwayatkan dari Khawlah binti Hakim ra. yang mengatakan: “Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘Barangsiapa yang berhenti di satu tempat kemudian mengucapkan: ‘Saya berlindung diri dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk Nya’, maka tidak ada satupun yang bisa menimpakan petaka atas dirinya hingga ia meninggalkan tempat itu.” (12).
(12). Ibid. (8/64-65).

Benteng kedelapan: Dzikir kepada Allah ketika memasuki rumah.
Diriwayatkan dari Jabir ibn `Abdullah ra. bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila seseorang memasuki rumahnya dan menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika hendak makan setan akan berkata: ‘Kami tidak mempunyai tempat bemalam dan tidak memiliki santapan malam dari kalian.’ Apabila ia masuk ke rumah dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, setan akan berkata: ‘Kalian telah memberi penginapan.’ Lalu apabila ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan akan berkata: ‘Kalian telah memberi kami penginapan dan santapan’.” (13).
(13). Ibid. (6/225-226)

Di dalam kitab al-Muwatha’ karya Imam Malik, diriwayatkan bahwa apabila seseorang memasuki rumah yang tidak didiami, hendaknya mengucapkan: “Keselamatan atas diri kami dan diri hamba-hamba Allah yang murni.” (14).
(14). Al-Muwatha’ (835).

Benteng kesembilan: Dzikir kepada Allah ketika Tidur.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. yang mengatakan: “Rasulullah Saw. menugaskan saya untuk menjaga zakat pada bulan Ramadhan. Lalu datanglah seseorang yang langsung mengambil makanan. Ia kemudian menyebutkan sebuah hadis yang penutupnya ia berkata: ‘Jika engkau naik ke tempat tidurmu, bacalah ayat al-Kursiyy hingga selesai. Sesungguhnya engkau akan tetap dijaga oleh Allah, dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.’ Nabi Saw. bersabda: ‘Meskipun telah jujur kepadamu, orang itu adalah pembohong. Apakah engkau tahu wahai Abu Hurairah siapa orang yang engkau ajak bicara tiga malam yang lalu?’ Abu Hurairah menjawab: ‘Tidak.’ Rasul melanjutkan: ‘Dia adalah setan.’ (15).
(15). Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (4/2311).

Benteng kesepuluh: Dzikir kepada Allah ketika menanggalkan baju.
Diriwayatkan dari Anas ra. yang berkata: “Rasulullah Saw. bersabda: ‘Penghalang antara mata jin dan aurat anak cucu Adam ketika membuka baju mereka adalah dengan mengucapkan: Bismillah’.” (16).
(16). Al-Hafizh al-Haytsami mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam kitab al-Awsath dengan dua mata rantai kesaksian. Salah satunya terdapat nama Sa`id ibn Musallamah al-Umawi. Orang ini dianggap lemah oleh al-Bukhari dan lainnya, tapi dianggap terpercaya oleh Ibn Hibban, dan Ibn `Adi. Perawi lainnya berkualitas terpercaya. Majma` al-Zawa’id (1/210).

Benteng kesebelas: Dzikir kepada Allah ketika melakukan hubungan suami istri.
Diriwayatkan oleh `Abdullah ibn `Abbas ra. yang mengatakan: “Rasulullah Saw. bersabda: ‘Jika ada salah seorang dari kalian yang ingin mendatangi pasangannya, hendaknya mengucapkan do`a: ‘Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkan kami dari setan dan jauhkanlah setan dar rezki yang Engkau berikan kepada kami’. Apabila Allah mentakdirkan mereka mempunyai anak dari pertemuan itu, maka anak ini tidak akan dicelakakan oleh setan selamanya’.” (17).
(17). Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (9/5165), dan Muslim (4/367). Lafazh hadis ini dari Muslim.

Benteng kedua belas: Makan Tujuh Butir Kurma Madinah untuk Sarapan.
Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa setiap pagi hari sarapan dengan tujuh buah kurma yang dikeringkan, maka ia tidak akan terkena racun atau sihir pada hari itu.” (18).
(18). Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (9/5445).

Dianjurkan agar kurma yang dimakan itu berasal dari kurma Madinah. Jika tidak bisa didapat, maka bisa diganti dengan kurma lainnya.
Allah Swt. adalah Dzat Yang Maha Tinggi dan Maha Mengetahui.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik