FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Halaman 6 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... 5, 6, 7 ... 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by keroncong on Tue Jan 31, 2012 9:26 pm

First topic message reminder :

" Muhammad telah naik ke langit tertinggi lalu kembali lagi. Demi Allah aku bersumpah, bahwa kalau aku telah mencapai tempat itu, aku tidak akan kembali lagi."

Bila kita membaca sejarah Islam, setidaknya ada tiga peristiwa penting yang melatarbelakangi peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Saw..

Pertama, peristiwa boikot yang dilakukan orang kaum Quraisy kepada seluruh keluarga Bani Hasyim. Kaum Quraisy tahu bahwa sumber kekuatan Nabi Saw adalah keluarganya. Oleh karena itu untuk menghentikan dakwah Nabi Saw. sekaligus menyakitinya, mereka sepakat untuk tidak mengadakan perkawinan, transaksi jual beli dan berbicara dengan keluarga bani Hasyim. Mereka juga bersepakat untuk tidak menjenguk yang sakit dan mengantar yang meninggal dunia dari keluarga Bani Hasyim. Boikot ini berlangsung kurang lebih selama tiga tahun. Tentunya boikot selama itu telah mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan khususnya kepada Nabi Saw. dan umumnya kepada keluarga Bani Hasyim.

Kedua, peristiwa wafatnya paman beliau, Abu Thalib. Peristiwa ini menjadi sangat penting dalam perjalanan dakwah Nabi Saw. sebab Abu Thalib adalah salah satu paman beliau yang senantiasa mendukung dakwahnya dan melindungi dirinya dari kejahilan kaum Quraisy. Dukungan dan perlindungan Abu Thalib itu tergambar dari janjinya," Demi Allah mereka tidak akan bisa mengusikmu, kecuali kalau aku telah dikuburkan ke dalam tanah." Janji Abu Thalib ini benar. Ketika ia masih hidup tidak banyak orang yang berani mengusik Nabi Muhammad Saw, namun setelah ia wafat kaum Quraisy menjadi leluasa untuk menyakitinya sebagaimana digambarkan dalam awal tulisan ini.

Ketiga, peristiwa wafatnya istri beliau, Siti Khadijah r.a. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah pamannya wafat. Siti Khadijah bagi Nabi Saw. bukan hanya seorang istri yang paling dicintai dan mencintai, tapi juga sebagai sahabat yang senantiasa mendukung perjuangannya baik material maupun spiritual, yang senantiasa bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Oleh karena itu, wafatnya Siti Khadijah menjadi pukulan besar bagi perjuangan Nabi Saw..

Tiga peristiwa yang terjadi secara berurutan itu sangat berpengaruh pada perasaan Rasulullah Saw. ia sedikit sedih dan gundah gulana. Ia merasakan beban dakwah yang ditanggungnya semakin berat. Oleh karena itu para sejarawan menamai tahun ini dengan ámul hujn (tahun kesedihan).
Dalam kondisi seperti itulah kemudian Allah Swt. mengundang Nabi Saw. melalui peristiwa isra dan mi'raj. Isra' adalah peristiwa diperjalankannya Nabi Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sedangkan mi'raj merupakan peristiwa dinaikannya Nabi Saw. dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha. Peristiwa Isra Miraj ini mengajarkan banyak hal kepada Nabi Saw. Dalam perjalanan isra' ia melihat negeri yang diberkahi Allah Swt. dikarenakan di dalamnya pernah diutus para Rasul. Sedangkan dalam perjalanan mi'raj ia melihat tanda-tanda kebesaran Allah Swt. "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari, dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya, supaya kami perlihatkan ayat-ayat Kami kepadanya. Sesungguhnya Ia Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S Al Isra :1). "Sesungguhnya ia (Muhammad) melihat Jibril (dalam rupanya yang asli) di waktu yang lain. Yaitu di Sidratul Muntaha. Didekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha itu diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya ia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (Q.S An-Najm : 13-18).

Isra' dan mi'raj merupakan pengalaman keagamaan yang paling istimewa bagi Nabi Muhammad Saw.. Puncaknya terjadi di Sidratul Muntaha. Muhammad Asad menafsirkan Sidratul Muntaha dengan lote-tree farthest limit (pohon lotus yang batasnya paling jauh). Pohon Lotus dalam tradisi Mesir kuno merupakan simbol kebijaksanaan (wisdom) dan kebahagiaan. Dengan demikian secara simbolik Sidratul Muntaha dapat diartikan sebagai puncak kebahagiaan dan kebijaksanaan.
Kebahagiaan yang dibarengi dengan kebijaksanaan inilah yang kemudian membedakan pengalaman keagamaan Muhammad Saw. sebagai nabi dan rasul dengan kaum sufi sebagai manusia biasa. Dengan bahasa yang sederhana tetapi penuh makna Abdul Quddus, seorang sufi Islam besar dari Ganggah, menyatakan,"Muhammad telah naik ke langit yang tinggi lalu kembali lagi. Demi Allah aku bersumpah, bahwa kalau aku telah mencapai tempat itu, aku tidak akan kembali lagi."

Ketika Nabi Saw. sampai di Sidratul Muntaha, Allah Swt memperlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya berupa bukti-bukti wujud, keesaan, dan kekuasaan-Nya. Disamping itu diperlihatkan juga surga, neraka, perihal langit, kursi dan 'arasy. Setelah melihat semua itu keyakinan Nabi Saw. terhadap keagungan Allah Swt dan kelemahan alam dihadapan keagungan-Nya semakin kuat. Pada gilirannya keyakinan seperti ini telah melahirkan kesadaran ruhani baru pada dirinya berupa kebijaksanaan (wisdom), ketentraman dan kebahagiaan.

Pada saat itu Nabi Saw. sudah mampu membedakan posisi Tuhan dan alam (manusia). Tuhan adalah sumber kebahagiaan, sementara alam sumber kesusahan dan kesengsaraan. Oleh karena itu menggantungkan semua harapan dan keinginan kepada-Nya akan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki. Sebaliknya menggangtungkan semua harapan dan keinginan kepada alam akan mendatangkan kesengsaraan.

Kebahagian bertemu dan berdialog dengan Dzat yang dicintai dan mencintainya di Sidratul Muntaha tidak menyebabkan Nabi Saw. lupa akan tugas pokonya menebarkan rahmat Allah Swt. melalui dakwahnya. Hal tersebut dikarenakan, kebahagiaannya tersebut telah dibarengi dengan kebijaksanaan sehingga ia mampu membedakan persoalan pokok dengan cabang, prinsip dengan taktik, esensi dengan aksidensi serta alat dengan tujuan. Nabi Saw. sangat sadar bahwa kebahagian yang diperolehnya dalam Isra' dan Mi'raj bukan esensi dan tujuan utama Allah Swt. tetapi itu semua hanya alat untuk mempersiapkan kondisi jiwanya supaya bisa melaksanakan tugas yang lebih berat dari sebelum-sebelumnya. Oleh karena itu, ia meninggalkan kebahagiaan langit yang sedang dinikmatinya itu, kemudian turun ke bumi untuk berjibaku dengan realitas sosial yang penuh dengan tantangan dan penderitaan. Dengan demikian peristiwa isra' mi'raj Nabi Saw. tidak hanya memiliki makna individual tetapi juga memiliki makna sosial.

Disinilah letak perbedaan pengalaman keagamaan rasul dengan seorang sufi, terutama sufi falsafi. Pengalaman keagamaan rasul berdimensi individual dan sosial sedangkan pengalaman keagamaan sufi (mistik) lebih banyak berdimensi individual. Ketika seorang sufi mengalami fana, kondisi kejiwaannya hampir sama dengan kondisi kejiwaan Nabi Saw. ketika diisra' dan dimi'rajkan. Ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Dirinya merasa menyatu dengan Allah Swt.. Ia hanyut dan mabuk dalam pelukan keindahan-Nya.

Pengalaman keagamaan seperti itu telah menyebabkan seorang sufi lupa akan diri dan lingkungannya. Kesadarannya bahwa ia bagian dari alam menjadi hilang. Ia menjadi tidak peduli lagi terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Ia hanya asyik ma'syuk dengan perasaannya sendiri dan terus menyendiri dengan dzikir-dzikirnya. Akibatnya, walaupun ia berdzikir ribuan kali dan mendatangkan ketenangan jiwa, namun semua itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap perilaku sosialnya. Semakin lama ia berdzikir semakin dalam masuk pada kesadaran dunia mistik. Semakin masuk ke dalam kesadaran dunia mistik, semakin jauh dari realitas kehidupan. Penomena seperti ini dapat menjelaskan perilaku sebagian sufi yang senang mengasingkan diri dari dunia nyata.

Bagaimana dengan Kita ?
Ketika Muhammad Saw. mendapat tantangan berat dalam dakwahnya, ia diundang Allah Swt. melalui peristiwa Isra' dan Mi'raj. Melalui peristiwa ini Allah Swt. mengobati luka hatinya, menghilangkan kesedihannya dan menghibur duka laranya. Akibatnya jiwanya menjadi fresh (segar) dan bahagia kembali. Dalam kondisi jiwa seperti ini kemudian ia kembali ke bumi malanjutkan tugas dakwahnya yaitu menebarkan rahmat Allah Swt. di muka bumi ini. Disinilah, seperti disebutkan di atas, Isra' Mi'raj tidak hanya memiliki makna individual tetapi juga memiliki makna sosial.

Ada pertanyaan, bagaimana bila yang mendapatkan hambatan dakwah itu kita? Bagaimana bila yang mendapat kesusahan dan penderitaan itu kita? Apakah bagi kita masih ada peluang diisra'kan dan dimi'rajkan seperti nabi Muhammad Saw? Jawabannya, tentu tidak mungkin. Lantas apa yang mesti dilakukan bila semua itu terjadi pada kita?
Shalat! Inilah jawaban yang diberikan oleh Nabi Saw.

Isra dan mi'raj adalah salah satu mu'jizat Nabi Muhammad Saw.. Artinya itu hanya diberikan kepadanya tidak mungkin diberikan kepada manusia biasa. Namun demikian, berdasarkan petunjuknya ada amalan bagi orang-orang yang beriman yang memiliki fungsi sama dengan Mi'raj yaitu ibadah shalat. "Shalat itu mi'rajnya orang yang beriman (ash-shalatu mi'rajul mu'minín)" sabdanya.

Shalat secara bahasa berarti do'a. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dengan Allah Swt.. Ketika seseorang shalat, hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog dengan Allah Swt.. Oleh karena itu secara hakiki fungsi shalat dan mi'raj sama yaitu bertemu dan berdialog dengan Allah Swt..

Shalat yang benar mesti menghasilkan buah yang sama dengan buah Isra' mi'raj yaitu kesadaran individual dan sosial.

Tujuan utama shalat menurut Al Quran adalah untuk berdzikir (mengingat) kepada Allah Swt (Q.S Thaha : 14). Dzikir atau shalat. bila dilakukan dengan khusyu' akan mendatangkan ketentraman jiwa dan kebahagiaan hidup (Q.S Ar-Ra'du :28; Al Mu'minun : 1-2). Namun demikian, keberhasilan shalat seseorang tidak hanya diukur dari ketenangan dan ketentraman jiwa saja, tetapi mesti dilihat pula pada atsar (bekas) perilaku sosialnya. Menurut Al Quran, shalat yang benar mesti dapat menumbuhkan berbagai macam kebajikan seperti tumbuhnya kesadaran berinfak dan berzakat, kemampuan menghidarkan diri dari perilaku yang sia-sia, kemampuan memelihara diri dari perbuatan zina dan kemampuan memelihara amanat baik dari Allah Swt. ataupun sesama manusia ( Al Mu'minun : 3-8).

Disamping itu, shalat yang benar mesti dapat mengobati sifat kikir dan keluh kesah serta mencegah perbuatan keji dan munkar (Q.S Al Ma'arij : 19-25 ; Al Ankabut: 45). Rasulallah Saw. menyatakan bahwa shalat yang tidak dapat mencegah perbuatan keji dan munkar tidak akan menambah apa-apa bagi mushalli (orang yang shalat) kecuali hanya semakin menjauhkan dirinya dari Allah Swt (H.R.Ahmad).

Shalat yang memiliki dimensi individual dan sosial adalah shalat yang dilakukan dengan khusyu' dan dáim (kontinu). Menurut Imam Al Ghazali, shalat khusyu' adalah shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran. Yaitu memahami apa yang diucapkan dalam shalat sehingga melahirkan perasaan ta'zhim (hormat), khauf (takut), harap (raja) dan haya (malu) terhadap Allah Swt.. Kesadaran ini disamping akan mendatangkan kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman jiwa, juga akan mampu memotivasi mushalli untuk merealisasikan seluruh janji yang diucapkannya di dalam shalat ke dalam kehidupan sehari-hari. Wallah a'lam bi ash-shawwab.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by mutiiiara on Fri Mar 21, 2014 12:03 am

@Kedunghalang wrote:
@mutiiiara wrote:itu adalah tafsir terbodoh yang pernah ada, kok manusia ahmadiyah ini mau membatasi kemampuan manusia, sedangkan Allah sendiri justru menganugerahkan kepada manusia KEKUATAN untuk menjelajah luar angkasa dan dimensi waktu.

semoga tak semua ahmadiyah menafsir bodoh seperti kamu, kalau itu tafsir resmi ahmadiyah, maka jelaslah sudah kesesatan ahmadiyah itu.
bukan tuhan, tapi sudah nekad mau membatasi apa yang tidak Allah batasi.

Kejarlah dunia seolah kamu mau hidup selamanya, dan kejarlah akherat seolah kamu mau mati esok hari.

Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

kami berlepas diri dari kesesatan kamu.

kebalik tonk, NGACA lah.

bagimu agamamu bagiku agamaku.

Bukti nabi melakukan perjalanan FISIK adalah ayat0ayat Quran, tak usah kamu plintir-plintir sendiri, Allah menyatakan memberi manusia KEKUATAN untuk menjelajah angkasa, mana dalil yang bilang manusia tak mampu menjelajah angkasa, sedangkan Allah telah berfirman jelajahi angkasa luas karena manusia telah Allah beri KEKUATAN (akal pikiran) yang lebih dahsyat daripada kemampuan alami tubuh jin, yang sekarang ini bahkan sudah mampu sampai ke langit atas, dan mencuri dengan perbincangan para malaiakat guna jadi ramalam yang mereka bisikkan kepada pra dukun yang minta bantuan jin. ko kamu, manusia, membatasi apa yang TIDAK Allah batasi.

jelas sekali sesatmu.

"Sesungguhnya, Tuhan engkau, Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (Al Qalam 68:7/8).

Apa anda merasa setara atau lebih tahu daripada Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Apakah anda lebih mengetahui daripada Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui yang memberitahukan  kepada kita bahwa Mi'raj dan Israa' Nabi Muhammad saw itu adalah salah-satu cara Allah mewahyukan di belakang tabir / hijab, yakni kasysyaf/ru'ya (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:111/12).
avatar
mutiiiara
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Female
Posts : 1083
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 10.03.14
Reputation : 11

http://www.IslamtrulyISLAM.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Tue Mar 25, 2014 11:23 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@mutiiiara wrote:Nieh kok dilewatin:

@Jagona wrote:@ kedung ......

aku mau nanya dikit ............ dalam ayat 17/1 ada tertulis بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ .......... ini berlaku untuk siapa ? ............. okey

Pengalaman Rohaniah (Kasysyaf) Nabi Muhammad saw itu bukan sekedar tamasya, tetapi menggambarkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada umat dan agama Islam. Perjalanan Nabi saw ke Bait Al Maqdis, Masjid Al Aqsha, mengandung petunjuk bahwa Nabi saw akan hijrah dari Makkah. Dalam kenyataan Nabi saw hijrah ke Madinah. Perlu digaris-bawahi kata-kata yang tercantum di dalam Al Israa' 17:1/2 yang berbunyi:
"Masjid Al Aqsha yang Kami berkati sekelilingnya."

hi hi hi ...... keliru ....... masjidnya aja belum ada masa diberkati, kamu menganggap ALLAH lupa yaaa .......... yang perlu dibarkahi adalah muhammad yang melakukan perjalanan ke masjidil aqsha di sidratul muntaha. makanya disebut mesjid yang paling jauh dari masjidil haraam sampai kapanpun ...... okey

Sejak lahir sampai meninggal bahkan hingga sekarang, bahkan sampai Hari Kiamat, Nabi Muhammad saw itu senantiasa diberkahi Allah. Tetapi yang dimaksud بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ dalam Al Israa 17:1/2 adalah "masjid al aqsha atau masjid yang kauh Kami berkati sekelilingnya." yang berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah, bukan Masjid Al Aqsha yang ketika Israa' belum ada. Silahkan baca dengan seksama dalam penjelasan berikut ini:
dah dibilang masjidnya aja blon ada .......... masa masih keukeuh yang diberkahi adalah masjid ..... lantas ngapain bawa-bawa masjid yang lain yang gak ada hubungannya dengan mi'raj (ayat 17/1).....................okey

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apabila direnungkan dengan seksama, maka kalimat بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ lebih mengena kepada Masjid Nabawi di Medinah, karena Masjid Al Aqsha pada waktu itu belum ada, melainkan Bait Al Maqdis, yakni Haikal Sulaiman as. "Aqsha" bukan nama. Arti "Masjid Al Aqsha" adalah "Masjid yang jauh" atau "Masjid yang terjauh".  Jarak dari Makkah ke Madinah memang hanya ratusan kilometer. Namun, hal-hal yang dapat dikaji di sini sebelum Islam sampai ke Bait Al Maqdis, Masjid Nabawi sudah dibangun apa yang dikatakan  بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ menjadi kenyataan sejarah di kota Madinah.

Semenjak Nabi saw hijrah, sampai sekarang Madinah telah menjadi tempat yang "Kami berkati sekelilingnya" yang tak pernah putus. Islam berkembang dari Madinah. Kota ini menjadi tempat ditegakkannya Khilafat Ala Minhajjin-Nubuwwah (Khilafat Rasyidah atau Khulafa-il-Mahidiyyin-ar-Rasyidin) yang menjadi lambang kejayaan Islam. Secara khusus Masjid ini kian menjadi megah. Sekarang telah diperluas, diremajakan dan diperindah. Secara fisik jelas mengagumkan dan menarik, secara rohani selalu penuh dengan insan-insan pemuja dan penyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yakni kaum muslimin dan mukminin  dari seluruh penjuru dunia. Makam Rasulullah saw berada di Masjid Nabawi, Madinah. Makam para sahabat ra, orang-orang suci, para waliullah berada di Madinah. Menerapkan "Kami berkati sekelilingnya" yang dikatakan Al Israa'/Bani Israil 17:1/2 itu pada Madinah ada buktinya, hidup dalam kenyataan, bukan khayalan.  Tidak cocok dimasa ini apabila dinisbahkan kepada Bait Al Maqdis atau Masjid Al Aqsha yang ada di Israel sekarang. Malah sekarang, ibukota negara orang-orang Yahudi itu tidak sesuai dengan kalimat "Kami berkati sekelilingnya" untuk tempat yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi, Bani Israil atau negaranya.

Inilah salah-satu HIKMAH DIBALIK KISAH ISRAA' DAN MI'RAJ.

ini kaitannya dengan doa nabi Ibrahim, bukan dengan israa mi'raj ...... okey

Doa Nabi Ibrahim as yang mana ayatnya? Judul Surahnya saja Al Israa', kenapa tidak harus ada kaitannya dengan Israa'?
[/quote]
anda pelajari aja di ayat 2/126 ....................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Mar 25, 2014 4:02 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@mutiiiara wrote:Nieh kok dilewatin:



Pengalaman Rohaniah (Kasysyaf) Nabi Muhammad saw itu bukan sekedar tamasya, tetapi menggambarkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada umat dan agama Islam. Perjalanan Nabi saw ke Bait Al Maqdis, Masjid Al Aqsha, mengandung petunjuk bahwa Nabi saw akan hijrah dari Makkah. Dalam kenyataan Nabi saw hijrah ke Madinah. Perlu digaris-bawahi kata-kata yang tercantum di dalam Al Israa' 17:1/2 yang berbunyi:
"Masjid Al Aqsha yang Kami berkati sekelilingnya."

hi hi hi ...... keliru ....... masjidnya aja belum ada masa diberkati, kamu menganggap ALLAH lupa yaaa .......... yang perlu dibarkahi adalah muhammad yang melakukan perjalanan ke masjidil aqsha di sidratul muntaha. makanya disebut mesjid yang paling jauh dari masjidil haraam sampai kapanpun ...... okey

Sejak lahir sampai meninggal bahkan hingga sekarang, bahkan sampai Hari Kiamat, Nabi Muhammad saw itu senantiasa diberkahi Allah. Tetapi yang dimaksud بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ dalam Al Israa 17:1/2 adalah "masjid al aqsha atau masjid yang kauh Kami berkati sekelilingnya." yang berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah, bukan Masjid Al Aqsha yang ketika Israa' belum ada. Silahkan baca dengan seksama dalam penjelasan berikut ini:
dah dibilang masjidnya aja blon ada .......... masa masih keukeuh yang diberkahi adalah masjid ..... lantas ngapain bawa-bawa masjid yang lain yang gak ada hubungannya dengan mi'raj (ayat 17/1).....................okey

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apabila direnungkan dengan seksama, maka kalimat بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ lebih mengena kepada Masjid Nabawi di Medinah, karena Masjid Al Aqsha pada waktu itu belum ada, melainkan Bait Al Maqdis, yakni Haikal Sulaiman as. "Aqsha" bukan nama. Arti "Masjid Al Aqsha" adalah "Masjid yang jauh" atau "Masjid yang terjauh".  Jarak dari Makkah ke Madinah memang hanya ratusan kilometer. Namun, hal-hal yang dapat dikaji di sini sebelum Islam sampai ke Bait Al Maqdis, Masjid Nabawi sudah dibangun apa yang dikatakan  بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ menjadi kenyataan sejarah di kota Madinah.

Semenjak Nabi saw hijrah, sampai sekarang Madinah telah menjadi tempat yang "Kami berkati sekelilingnya" yang tak pernah putus. Islam berkembang dari Madinah. Kota ini menjadi tempat ditegakkannya Khilafat Ala Minhajjin-Nubuwwah (Khilafat Rasyidah atau Khulafa-il-Mahidiyyin-ar-Rasyidin) yang menjadi lambang kejayaan Islam. Secara khusus Masjid ini kian menjadi megah. Sekarang telah diperluas, diremajakan dan diperindah. Secara fisik jelas mengagumkan dan menarik, secara rohani selalu penuh dengan insan-insan pemuja dan penyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yakni kaum muslimin dan mukminin  dari seluruh penjuru dunia. Makam Rasulullah saw berada di Masjid Nabawi, Madinah. Makam para sahabat ra, orang-orang suci, para waliullah berada di Madinah. Menerapkan "Kami berkati sekelilingnya" yang dikatakan Al Israa'/Bani Israil 17:1/2 itu pada Madinah ada buktinya, hidup dalam kenyataan, bukan khayalan.  Tidak cocok dimasa ini apabila dinisbahkan kepada Bait Al Maqdis atau Masjid Al Aqsha yang ada di Israel sekarang. Malah sekarang, ibukota negara orang-orang Yahudi itu tidak sesuai dengan kalimat "Kami berkati sekelilingnya" untuk tempat yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi, Bani Israil atau negaranya.

Inilah salah-satu HIKMAH DIBALIK KISAH ISRAA' DAN MI'RAJ.

ini kaitannya dengan doa nabi Ibrahim, bukan dengan israa mi'raj ...... okey

Doa Nabi Ibrahim as yang mana ayatnya? Judul Surahnya saja Al Israa', kenapa tidak harus ada kaitannya dengan Israa'?

anda pelajari aja di ayat 2/126 ....................... okey[/quote]

Ayat itu bukan tentang Israa' & Mi'raj.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Mar 25, 2014 4:17 pm

@SEGOROWEDI wrote:itu klaim muhammad..
bahwa ia diperjalankan blablabla
padahal hanya ngringkuk di masid haram (versi lain (me)tidur(i) umi hanum

Kata Yesus, kamu belum sanggup untuk menanggung dan menerima Roh Kebenaran yang akan memimpin kamu kepada segala kebenaran (Yohanes 16:12-15)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 25, 2014 4:18 pm


OOT dung!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Mar 25, 2014 4:22 pm

@SEGOROWEDI wrote:
OOT dung!

Maksud Yesus, akalmu belum sanggup untuk menerima segala kebenaran yang diuraikan oleh Roh Kebenaran (Nabi Muhammad saw).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 25, 2014 4:23 pm


ngomongin Yesus = OOT
dung..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Mar 25, 2014 4:36 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ngomongin Yesus = OOT
dung..

Kalau merasa jadi murid Yesus, tidak usah komentar tentang Mi'raj & Israa'.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 25, 2014 4:39 pm


ini kan ruang diskusi DUNG..
soal isrok mirot
ternyata hanya klaim muhammad..
ia ngaku-aku diperjalankan blablabla..
padahal faktanya hanya ngringkuk di masid haram (versi lain (me)tidur(i) umi hanum

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Mar 25, 2014 4:42 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ini kan ruang diskusi DUNG..
soal isrok mirot
ternyata hanya klaim muhammad..
ia ngaku-aku diperjalankan blablabla..
padahal faktanya hanya ngringkuk di masid haram (versi lain (me)tidur(i) umi hanum

Ruang diskusi ini berlaku bagi mereka yang akalnya sudah sanggup menanggungnya. Kata Yesus, akal kamu belum sanggup menanggungnya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 25, 2014 4:43 pm


mo OOT lagi..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Mar 25, 2014 4:49 pm

@SEGOROWEDI wrote:
mo OOT lagi..

Kata Yesus, akal kamu belum sanggup untuk menanggungnya (Yohanes 16:12-15).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Wed Mar 26, 2014 9:19 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

Pengalaman Rohaniah (Kasysyaf) Nabi Muhammad saw itu bukan sekedar tamasya, tetapi menggambarkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada umat dan agama Islam. Perjalanan Nabi saw ke Bait Al Maqdis, Masjid Al Aqsha, mengandung petunjuk bahwa Nabi saw akan hijrah dari Makkah. Dalam kenyataan Nabi saw hijrah ke Madinah. Perlu digaris-bawahi kata-kata yang tercantum di dalam Al Israa' 17:1/2 yang berbunyi:
"Masjid Al Aqsha yang Kami berkati sekelilingnya."

hi hi hi ...... keliru ....... masjidnya aja belum ada masa diberkati, kamu menganggap ALLAH lupa yaaa .......... yang perlu dibarkahi adalah muhammad yang melakukan perjalanan ke masjidil aqsha di sidratul muntaha. makanya disebut mesjid yang paling jauh dari masjidil haraam sampai kapanpun ...... okey

Sejak lahir sampai meninggal bahkan hingga sekarang, bahkan sampai Hari Kiamat, Nabi Muhammad saw itu senantiasa diberkahi Allah. Tetapi yang dimaksud بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ dalam Al Israa 17:1/2 adalah "masjid al aqsha atau masjid yang kauh Kami berkati sekelilingnya." yang berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah, bukan Masjid Al Aqsha yang ketika Israa' belum ada. Silahkan baca dengan seksama dalam penjelasan berikut ini:
dah dibilang masjidnya aja blon ada .......... masa masih keukeuh yang diberkahi adalah masjid ..... lantas ngapain bawa-bawa masjid yang lain yang gak ada hubungannya dengan mi'raj (ayat 17/1).....................okey

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apabila direnungkan dengan seksama, maka kalimat بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ lebih mengena kepada Masjid Nabawi di Medinah, karena Masjid Al Aqsha pada waktu itu belum ada, melainkan Bait Al Maqdis, yakni Haikal Sulaiman as. "Aqsha" bukan nama. Arti "Masjid Al Aqsha" adalah "Masjid yang jauh" atau "Masjid yang terjauh".  Jarak dari Makkah ke Madinah memang hanya ratusan kilometer. Namun, hal-hal yang dapat dikaji di sini sebelum Islam sampai ke Bait Al Maqdis, Masjid Nabawi sudah dibangun apa yang dikatakan  بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ menjadi kenyataan sejarah di kota Madinah.

Semenjak Nabi saw hijrah, sampai sekarang Madinah telah menjadi tempat yang "Kami berkati sekelilingnya" yang tak pernah putus. Islam berkembang dari Madinah. Kota ini menjadi tempat ditegakkannya Khilafat Ala Minhajjin-Nubuwwah (Khilafat Rasyidah atau Khulafa-il-Mahidiyyin-ar-Rasyidin) yang menjadi lambang kejayaan Islam. Secara khusus Masjid ini kian menjadi megah. Sekarang telah diperluas, diremajakan dan diperindah. Secara fisik jelas mengagumkan dan menarik, secara rohani selalu penuh dengan insan-insan pemuja dan penyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yakni kaum muslimin dan mukminin  dari seluruh penjuru dunia. Makam Rasulullah saw berada di Masjid Nabawi, Madinah. Makam para sahabat ra, orang-orang suci, para waliullah berada di Madinah. Menerapkan "Kami berkati sekelilingnya" yang dikatakan Al Israa'/Bani Israil 17:1/2 itu pada Madinah ada buktinya, hidup dalam kenyataan, bukan khayalan.  Tidak cocok dimasa ini apabila dinisbahkan kepada Bait Al Maqdis atau Masjid Al Aqsha yang ada di Israel sekarang. Malah sekarang, ibukota negara orang-orang Yahudi itu tidak sesuai dengan kalimat "Kami berkati sekelilingnya" untuk tempat yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi, Bani Israil atau negaranya.

Inilah salah-satu HIKMAH DIBALIK KISAH ISRAA' DAN MI'RAJ.

ini kaitannya dengan doa nabi Ibrahim, bukan dengan israa mi'raj ...... okey

Doa Nabi Ibrahim as yang mana ayatnya? Judul Surahnya saja Al Israa', kenapa tidak harus ada kaitannya dengan Israa'?

anda pelajari aja di ayat 2/126 ....................... okey

Ayat itu bukan tentang Israa' & Mi'raj.

memang bukan mengenai israa mi'raj, tetapi do'a agar mekkah dijadikan tempat aman di Bumi sebvagaimana yang anda isyaratkan pada postingan anda ..... jadi postingan anda di atas bukan hikmah dari israa mi'raj ...................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Wed Mar 26, 2014 11:24 am

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:

hi hi hi ...... keliru ....... masjidnya aja belum ada masa diberkati, kamu menganggap ALLAH lupa yaaa .......... yang perlu dibarkahi adalah muhammad yang melakukan perjalanan ke masjidil aqsha di sidratul muntaha. makanya disebut mesjid yang paling jauh dari masjidil haraam sampai kapanpun ...... okey

Sejak lahir sampai meninggal bahkan hingga sekarang, bahkan sampai Hari Kiamat, Nabi Muhammad saw itu senantiasa diberkahi Allah. Tetapi yang dimaksud بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ dalam Al Israa 17:1/2 adalah "masjid al aqsha atau masjid yang kauh Kami berkati sekelilingnya." yang berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah, bukan Masjid Al Aqsha yang ketika Israa' belum ada. Silahkan baca dengan seksama dalam penjelasan berikut ini:
dah dibilang masjidnya aja blon ada .......... masa masih keukeuh yang diberkahi adalah masjid ..... lantas ngapain bawa-bawa masjid yang lain yang gak ada hubungannya dengan mi'raj (ayat 17/1).....................okey

@Jagona wrote:

Semenjak Nabi saw hijrah, sampai sekarang Madinah telah menjadi tempat yang "Kami berkati sekelilingnya" yang tak pernah putus. Islam berkembang dari Madinah. Kota ini menjadi tempat ditegakkannya Khilafat Ala Minhajjin-Nubuwwah (Khilafat Rasyidah atau Khulafa-il-Mahidiyyin-ar-Rasyidin) yang menjadi lambang kejayaan Islam. Secara khusus Masjid ini kian menjadi megah. Sekarang telah diperluas, diremajakan dan diperindah. Secara fisik jelas mengagumkan dan menarik, secara rohani selalu penuh dengan insan-insan pemuja dan penyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yakni kaum muslimin dan mukminin  dari seluruh penjuru dunia. Makam Rasulullah saw berada di Masjid Nabawi, Madinah. Makam para sahabat ra, orang-orang suci, para waliullah berada di Madinah. Menerapkan "Kami berkati sekelilingnya" yang dikatakan Al Israa'/Bani Israil 17:1/2 itu pada Madinah ada buktinya, hidup dalam kenyataan, bukan khayalan.  Tidak cocok dimasa ini apabila dinisbahkan kepada Bait Al Maqdis atau Masjid Al Aqsha yang ada di Israel sekarang. Malah sekarang, ibukota negara orang-orang Yahudi itu tidak sesuai dengan kalimat "Kami berkati sekelilingnya" untuk tempat yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi, Bani Israil atau negaranya.

Inilah salah-satu HIKMAH DIBALIK KISAH ISRAA' DAN MI'RAJ.

ini kaitannya dengan doa nabi Ibrahim, bukan dengan israa mi'raj ...... okey

Doa Nabi Ibrahim as yang mana ayatnya? Judul Surahnya saja Al Israa', kenapa tidak harus ada kaitannya dengan Israa'?

anda pelajari aja di ayat 2/126 ....................... okey

Ayat itu bukan tentang Israa' & Mi'raj.

memang bukan mengenai israa mi'raj, tetapi do'a agar mekkah dijadikan tempat aman di Bumi sebvagaimana yang anda isyaratkan pada postingan anda ..... jadi postingan anda di atas bukan hikmah dari israa mi'raj ...................... okey

Pertanyaan anda kan tentang بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ yang menurut ayat Al Israa' 17:1/2 tertuju kepada Masjidil Aqsha. Sedangkan doa Nabi Ibrahim as tentang kota Mekkah. Jadi, doa Nabi Ibrahim itu tidak ada kaitannya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Thu Mar 27, 2014 11:01 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

Sejak lahir sampai meninggal bahkan hingga sekarang, bahkan sampai Hari Kiamat, Nabi Muhammad saw itu senantiasa diberkahi Allah. Tetapi yang dimaksud بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ dalam Al Israa 17:1/2 adalah "masjid al aqsha atau masjid yang kauh Kami berkati sekelilingnya." yang berlaku untuk Masjid Nabawi di Madinah, bukan Masjid Al Aqsha yang ketika Israa' belum ada. Silahkan baca dengan seksama dalam penjelasan berikut ini:
dah dibilang masjidnya aja blon ada .......... masa masih keukeuh yang diberkahi adalah masjid ..... lantas ngapain bawa-bawa masjid yang lain yang gak ada hubungannya dengan mi'raj (ayat 17/1).....................okey



ini kaitannya dengan doa nabi Ibrahim, bukan dengan israa mi'raj ...... okey

Doa Nabi Ibrahim as yang mana ayatnya? Judul Surahnya saja Al Israa', kenapa tidak harus ada kaitannya dengan Israa'?

anda pelajari aja di ayat 2/126 ....................... okey

Ayat itu bukan tentang Israa' & Mi'raj.

memang bukan mengenai israa mi'raj, tetapi do'a agar mekkah dijadikan tempat aman di Bumi sebvagaimana yang anda isyaratkan pada postingan anda ..... jadi postingan anda di atas bukan hikmah dari israa mi'raj ...................... okey

Pertanyaan anda kan tentang بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ yang menurut ayat Al Israa' 17:1/2 tertuju kepada Masjidil Aqsha. Sedangkan doa Nabi Ibrahim as tentang kota Mekkah. Jadi, doa Nabi Ibrahim itu tidak ada kaitannya.

hi hi hi ......... memang benar itu pertanyaan aku, .......... tapi anda menjawabnya keliru karena بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ diberikan Muhammad yang sedang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Sidratul Muntaha, agar tidak terbakar, tidak kekurangan oksigen ataupun perlindungan darui kemumngkinan terbentur benda angkasa lainnya. Jadi gak ngelantur ke msjid nabawai segala .................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Sat Mar 29, 2014 1:08 am

@Jagona wrote:hi hi hi ......... memang benar itu pertanyaan aku, .......... tapi anda menjawabnya keliru karena بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ diberikan Muhammad yang sedang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Sidratul Muntaha, agar tidak terbakar, tidak kekurangan oksigen ataupun perlindungan darui kemumngkinan terbentur benda angkasa lainnya. Jadi gak ngelantur ke msjid nabawai segala .................... okey

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Sun Mar 30, 2014 9:20 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ......... memang benar itu pertanyaan aku, .......... tapi anda menjawabnya keliru karena بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ diberikan Muhammad yang sedang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Sidratul Muntaha, agar tidak terbakar, tidak kekurangan oksigen ataupun perlindungan darui kemumngkinan terbentur benda angkasa lainnya. Jadi gak ngelantur ke msjid nabawai segala .................... okey

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Sun Mar 30, 2014 10:17 am

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ......... memang benar itu pertanyaan aku, .......... tapi anda menjawabnya keliru karena بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ diberikan Muhammad yang sedang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Sidratul Muntaha, agar tidak terbakar, tidak kekurangan oksigen ataupun perlindungan darui kemumngkinan terbentur benda angkasa lainnya. Jadi gak ngelantur ke msjid nabawai segala .................... okey

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey


Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika sepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Sun Mar 30, 2014 11:24 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ......... memang benar itu pertanyaan aku, .......... tapi anda menjawabnya keliru karena بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ diberikan Muhammad yang sedang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Sidratul Muntaha, agar tidak terbakar, tidak kekurangan oksigen ataupun perlindungan darui kemumngkinan terbentur benda angkasa lainnya. Jadi gak ngelantur ke msjid nabawai segala .................... okey

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey


Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika isepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.
INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Sun Mar 30, 2014 11:59 am

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ......... memang benar itu pertanyaan aku, .......... tapi anda menjawabnya keliru karena بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ diberikan Muhammad yang sedang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Sidratul Muntaha, agar tidak terbakar, tidak kekurangan oksigen ataupun perlindungan darui kemumngkinan terbentur benda angkasa lainnya. Jadi gak ngelantur ke msjid nabawai segala .................... okey

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey


Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika isepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.

Yang harus kita pahami tentang Mi'raj Nabi Muhammad saw adalah tentang pemandang ruhaniah atau kasysyaf dalam An-Najm 53:11/12 dimana Rasulullah saw melihatnya dengan mata hati/ruhaniah atau fuaad, bukan dengan mata jasmaniah, yang untuk hal itu orang-orang seperti kita belum nyampe, kecuali dengan mempelajari Surah Asy-Syura 42:51/52.

@Jagona wrote:INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Ya, saya hanya mengikut pemahaman umum tentang Israa' Miraj dalam satu malam. Sebetulnya, saya sudah menjelaskan bahwa Mi'raj dan Israa' itu adalah dua peristiwa yang berbeda waktu terjadinya dan masing-masing berdiri sendiri. Persamaan kedua peristiwa itu terjadi adalah berupa wahyu Allah dalam bentuk ru'ya / kasysyaf atau menurut Al Qur'an (Asy-Syura 42:51/52) disebut dari belakang tabir. Jadi, jika Mi'raj dan Israa' dipahami sebagai peristiwa fisik, maka selain bertentangan dengan Al Qur'an (An-Najm 53:11/12 dan Al Israa' 17:60/61) juga seperti mengkhayal atau dalam dongeng.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Mon Mar 31, 2014 11:33 am

[quote="Kedunghalang"]
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey


Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika isepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.

Yang harus kita pahami tentang Mi'raj Nabi Muhammad saw adalah tentang pemandang ruhaniah atau kasysyaf dalam An-Najm 53:11/12 dimana Rasulullah saw melihatnya dengan mata hati/ruhaniah atau fuaad, bukan dengan mata jasmaniah, yang untuk hal itu orang-orang seperti kita belum nyampe, kecuali dengan mempelajari Surah Asy-Syura 42:51/52.


okey ......... anda keukeuh pada kasysyaf ......... satu pertanyaan lagi untuk anda : istilah linuriyahuu pada ayat 17/1, huu tersebut domir dari siapa ? ... key
quote]

@Jagona wrote:INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Ya, saya hanya mengikut pemahaman umum tentang Israa' Miraj dalam satu malam. Sebetulnya, saya sudah menjelaskan bahwa Mi'raj dan Israa' itu adalah dua peristiwa yang berbeda waktu terjadinya dan masing-masing berdiri sendiri. Persamaan kedua peristiwa itu terjadi adalah berupa wahyu Allah dalam bentuk ru'ya / kasysyaf atau menurut Al Qur'an (Asy-Syura 42:51/52) disebut dari belakang tabir. Jadi, jika Mi'raj dan Israa' dipahami sebagai peristiwa fisik, maka selain bertentangan dengan Al Qur'an (An-Najm 53:11/12 dan Al Israa' 17:60/61) juga seperti mengkhayal atau dalam dongeng.

itulah kelemahannya ......... maen telen aja, gak ada usaha untuk menganalisa benar tidaknya pehamanan umum dibandingkan dengan ayatnya sendiri.
ayat 17/1 hanya menunjukan satu peristiwa ...... jangan ditambah-tambah, akan termasuk golongan yang mendustakan ayat ......................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Mon Mar 31, 2014 11:41 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

Al Qur'an sendiri sudah menyatakan bahwa Israa' itu adalah ru'ya (Al Israa' 17:60/61) dan Mi'raj itu adalah kasysyaf (An-Najm 53:11/12). Tidak ada dalil Al Qur'an dan Hadits yang menyatakan Israa' dan Mi'raj itu perjalanan fisik.

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey


Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika isepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.

Yang harus kita pahami tentang Mi'raj Nabi Muhammad saw adalah tentang pemandang ruhaniah atau kasysyaf dalam An-Najm 53:11/12 dimana Rasulullah saw melihatnya dengan mata hati/ruhaniah atau fuaad, bukan dengan mata jasmaniah, yang untuk hal itu orang-orang seperti kita belum nyampe, kecuali dengan mempelajari Surah Asy-Syura 42:51/52.

okey ......... anda keukeuh pada kasysyaf ......... satu pertanyaan lagi untuk anda : istilah linuriyahuu pada ayat 17/1, huu tersebut domir dari siapa ? ... key

@Jagona wrote:INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Ya, saya hanya mengikut pemahaman umum tentang Israa' Miraj dalam satu malam. Sebetulnya, saya sudah menjelaskan bahwa Mi'raj dan Israa' itu adalah dua peristiwa yang berbeda waktu terjadinya dan masing-masing berdiri sendiri. Persamaan kedua peristiwa itu terjadi adalah berupa wahyu Allah dalam bentuk ru'ya / kasysyaf atau menurut Al Qur'an (Asy-Syura 42:51/52) disebut dari belakang tabir. Jadi, jika Mi'raj dan Israa' dipahami sebagai peristiwa fisik, maka selain bertentangan dengan Al Qur'an (An-Najm 53:11/12 dan Al Israa' 17:60/61) juga seperti mengkhayal atau dalam dongeng.

itulah kelemahannya ...... maen telen aja pemahaman umum tanpa mau berusaha untuk menganalisa benar tidaknya pendapat umum tersebut dibandingkan dengan ayatnya sendiri ........ trus ayat 17/1 hanya mengenai mi'raj n.muhammad dari masjidil haraam ke masjidil aqsha (satu peristiwa) jangan di tambah-tambah, sebab dianggap mensdustakan ayat.
......... perjalanan fisik n.mhammad dalam mi'rajnya tidak bertentangan dengan quran .... sebab an-najm ;11 dan al-israa;60 bukan urusan mi'raj, .......... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Mon Mar 31, 2014 12:34 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:

cermati aja ......... ayat 17/60 tidak menunjukan bahwa mi'raj adalah mimpi ...... hanya menyatakan mimpi yang telahj diperlihatkan, dan tidak mengisaratkan bahwa mimpi itu adalah mi'raj ................ yeehhhh,,,,,, dalilnya dah jelas 17/1 adalah mi'raj secara fisik .... anda aja yang masih menggunakan akal & pikiran tenpo doeloe ............ okey

Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika isepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.

Yang harus kita pahami tentang Mi'raj Nabi Muhammad saw adalah tentang pemandang ruhaniah atau kasysyaf dalam An-Najm 53:11/12 dimana Rasulullah saw melihatnya dengan mata hati/ruhaniah atau fuaad, bukan dengan mata jasmaniah, yang untuk hal itu orang-orang seperti kita belum nyampe, kecuali dengan mempelajari Surah Asy-Syura 42:51/52.

okey ......... anda keukeuh pada kasysyaf ......... satu pertanyaan lagi untuk anda : istilah linuriyahuu pada ayat 17/1, huu tersebut domir dari siapa ? ... key

Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui menjelaskan kepada kita dalam Al Israa' 17:60/61 bahwa israa' itu adalah perjalanan (dalam pandangan ru'ya/kasysyaf yang diperlihatkan Allah kepada) Nabi saw dari Masjidil Haram ke masjidil aqsha (masjid yang jauh) yang diberkati sekelilingnya atau barokna haulahu linuriyahuu supaya Allah memperlihatkan kepadanya sebagian dari Tanda-tanda-Nya. Jadi, dhomir hu dalam barokna haulahu linuriyahuu itu tertuju kepada masjidil aqsha/masjid yang jauh. Karena pada waktu itu Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, maka yang dimaksud dengan masjidil aqsha itu adalah Masjid Nabawi di Madinah yang Dia (Allah) berkati sekelilingnya. Hal ini sudah saya jelaskan kepada anda sebelumnya, ketika anda menanyakan tentang barokna haulahu.

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Ya, saya hanya mengikut pemahaman umum tentang Israa' Miraj dalam satu malam. Sebetulnya, saya sudah menjelaskan bahwa Mi'raj dan Israa' itu adalah dua peristiwa yang berbeda waktu terjadinya dan masing-masing berdiri sendiri. Persamaan kedua peristiwa itu terjadi adalah berupa wahyu Allah dalam bentuk ru'ya / kasysyaf atau menurut Al Qur'an (Asy-Syura 42:51/52) disebut dari belakang tabir. Jadi, jika Mi'raj dan Israa' dipahami sebagai peristiwa fisik, maka selain bertentangan dengan Al Qur'an (An-Najm 53:11/12 dan Al Israa' 17:60/61) juga seperti mengkhayal atau dalam dongeng

itulah kelemahannya ...... maen telen aja pemahaman umum tanpa mau berusaha untuk menganalisa benar tidaknya pendapat umum tersebut dibandingkan dengan ayatnya sendiri ........ trus ayat 17/1 hanya mengenai mi'raj n.muhammad dari masjidil haraam ke masjidil aqsha (satu peristiwa) jangan di tambah-tambah, sebab dianggap mensdustakan ayat.
......... perjalanan fisik n.mhammad dalam mi'rajnya tidak bertentangan dengan quran .... sebab an-najm ;11 dan al-israa;60 bukan urusan mi'raj, .......... okey

Lihat yang diwarnai biru, anda pun salah memahami kata mi'raj. Dalam Surah Al Israa' 17:1/2, rute dari Masjidil Haram ke masjidil aqsha itu adalah israa' (perjalanan ruhaniah di waktu malam), bukan mi'raj (kenaikan ruhaniah diwaktu malam). Rute mi'raj adalah dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha yang waktu terjadinya dan rutenya berbeda dengan israa'. Jadi, jika israa' dipahami sebagai perjalanan secarfa fisik akan bertentangan dengan Al Israa' 17:60/61, dan jika mi'raj dipahami sebagai kenaikan secara fisik akan bertentangan dengan An-Najm 53:11/12.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Jagona on Tue Apr 01, 2014 12:11 pm

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

Dalam thread ini yang dibicarakan adalah hikmahnya (bukan penjelasan logisnya) perjalanan Nabi saw diwaktu malam dalam peristiwa Mi'raj dan Israa' yang secara logis diperlihatkan Allah dalam pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12). Saya memang masih menggunakan akal dan pikiran tempo doeloe, karena Surah Al Israa' dan An-Najm pun diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, tempo doeloe, ketika isepeda motor pun belum ada, sehingga perjalanan hanya satu malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis, lalu terbang ke langit ke-7, bahkan ke Sidratul Muntaha, lalu balik lagi ke Mekkah, tidak mungkin dilakukan secara fisik. Apalagi, Al Qur'an sendiri yang menegaskan bahwa Mi'raj (An-Najm 53:14/15) dan Israa' (Al Israa' 17:1/2) itu adalah pemandangan ruhaniyah atau ru'ya/kasysyaf (Al Israa' 17:60/61 & An-Najm 53:11/12) salah-satu dari tiga cara Allah mewahyukan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52).

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.

Yang harus kita pahami tentang Mi'raj Nabi Muhammad saw adalah tentang pemandang ruhaniah atau kasysyaf dalam An-Najm 53:11/12 dimana Rasulullah saw melihatnya dengan mata hati/ruhaniah atau fuaad, bukan dengan mata jasmaniah, yang untuk hal itu orang-orang seperti kita belum nyampe, kecuali dengan mempelajari Surah Asy-Syura 42:51/52.

okey ......... anda keukeuh pada kasysyaf ......... satu pertanyaan lagi untuk anda : istilah linuriyahuu pada ayat 17/1, huu tersebut domir dari siapa ? ... key

Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui menjelaskan kepada kita dalam Al Israa' 17:60/61 bahwa israa' itu adalah perjalanan (dalam pandangan ru'ya/kasysyaf yang diperlihatkan Allah kepada) Nabi saw dari Masjidil Haram ke masjidil aqsha (masjid yang jauh) yang diberkati sekelilingnya atau barokna haulahu linuriyahuu supaya Allah memperlihatkan kepadanya sebagian dari Tanda-tanda-Nya. Jadi, dhomir hu dalam barokna haulahu linuriyahuu itu tertuju kepada masjidil aqsha/masjid yang jauh. Karena pada waktu itu Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, maka yang dimaksud dengan masjidil aqsha itu adalah Masjid Nabawi di Madinah yang Dia (Allah) berkati sekelilingnya. Hal ini sudah saya jelaskan kepada anda sebelumnya, ketika anda menanyakan tentang barokna haulahu.

sekali lagi aku tegaskan bahwa ayat 17/60 tidak terkait dengan ayat 17/1 ...... jadi gak usah diulang-ulang ............... okey

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Ya, saya hanya mengikut pemahaman umum tentang Israa' Miraj dalam satu malam. Sebetulnya, saya sudah menjelaskan bahwa Mi'raj dan Israa' itu adalah dua peristiwa yang berbeda waktu terjadinya dan masing-masing berdiri sendiri. Persamaan kedua peristiwa itu terjadi adalah berupa wahyu Allah dalam bentuk ru'ya / kasysyaf atau menurut Al Qur'an (Asy-Syura 42:51/52) disebut dari belakang tabir. Jadi, jika Mi'raj dan Israa' dipahami sebagai peristiwa fisik, maka selain bertentangan dengan Al Qur'an (An-Najm 53:11/12 dan Al Israa' 17:60/61) juga seperti mengkhayal atau dalam dongeng

itulah kelemahannya ...... maen telen aja pemahaman umum tanpa mau berusaha untuk menganalisa benar tidaknya pendapat umum tersebut dibandingkan dengan ayatnya sendiri ........ trus ayat 17/1 hanya mengenai mi'raj n.muhammad dari masjidil haraam ke masjidil aqsha (satu peristiwa) jangan di tambah-tambah, sebab dianggap mensdustakan ayat.
......... perjalanan fisik n.mhammad dalam mi'rajnya tidak bertentangan dengan quran .... sebab an-najm ;11 dan al-israa;60 bukan urusan mi'raj, .......... okey

Lihat yang diwarnai biru, anda pun salah memahami kata mi'raj. Dalam Surah Al Israa' 17:1/2, rute dari Masjidil Haram ke masjidil aqsha itu adalah israa' (perjalanan ruhaniah di waktu malam), bukan mi'raj (kenaikan ruhaniah diwaktu malam). Rute mi'raj adalah dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha yang waktu terjadinya dan rutenya berbeda dengan israa'. Jadi, jika israa' dipahami sebagai perjalanan secarfa fisik akan bertentangan dengan Al Israa' 17:60/61, dan jika mi'raj dipahami sebagai kenaikan secara fisik akan bertentangan dengan An-Najm 53:11/12.

hi hi hi ............. justru pikiran anda yang keliru ....... ayat 17/1, adalah mi'raj perjalanan nabi dari Masjidil Haraam di Mekah (Bumi) ke masjidil aqsha di Sidratul Muntaha (planet Muntaha) ........ jadi sebenarnya tidak ada israa yang ada "asroo-bi". ....... silakan anda cermatri se-cermat-cermatnya ........................ okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Kedunghalang on Tue Apr 01, 2014 1:10 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:

aku tahu ........ jelaskan bahwa anda gunakan akal pikiran tempo doeloe ...... anda lupa bahwa dalam mi'raj muhammad adalah ALLAH yang mempunyai "gawe", jadi apa artinya .... motor, jet, sputnik, UFO dan sejenisnya di hadapan ALLAH .......... pikiran inilah yang harus anda gunakan dalam memahami mi'raj n.muhammad dari mekkah ke Sidratul muntaha.

Yang harus kita pahami tentang Mi'raj Nabi Muhammad saw adalah tentang pemandang ruhaniah atau kasysyaf dalam An-Najm 53:11/12 dimana Rasulullah saw melihatnya dengan mata hati/ruhaniah atau fuaad, bukan dengan mata jasmaniah, yang untuk hal itu orang-orang seperti kita belum nyampe, kecuali dengan mempelajari Surah Asy-Syura 42:51/52.

okey ......... anda keukeuh pada kasysyaf ......... satu pertanyaan lagi untuk anda : istilah linuriyahuu pada ayat 17/1, huu tersebut domir dari siapa ? ... key

Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui menjelaskan kepada kita dalam Al Israa' 17:60/61 bahwa israa' itu adalah perjalanan (dalam pandangan ru'ya/kasysyaf yang diperlihatkan Allah kepada) Nabi saw dari Masjidil Haram ke masjidil aqsha (masjid yang jauh) yang diberkati sekelilingnya atau barokna haulahu linuriyahuu supaya Allah memperlihatkan kepadanya sebagian dari Tanda-tanda-Nya. Jadi, dhomir hu dalam barokna haulahu linuriyahuu itu tertuju kepada masjidil aqsha/masjid yang jauh. Karena pada waktu itu Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, maka yang dimaksud dengan masjidil aqsha itu adalah Masjid Nabawi di Madinah yang Dia (Allah) berkati sekelilingnya. Hal ini sudah saya jelaskan kepada anda sebelumnya, ketika anda menanyakan tentang barokna haulahu.

sekali lagi aku tegaskan bahwa ayat 17/60 tidak terkait dengan ayat 17/1 ...... jadi gak usah diulang-ulang ............... okey

Kedua ayat itu masih dalam koridor Surah Al Qur'an yang sama, yakni Al Israa', jadi bagaimana mungkin tidak terkait. Sementara anda, sama sekali, tidak memberikan dalil Qur'an dan Hadits yang dapat membantahnya.

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:INGAT !!!! ...... ayat 17/1 sudah lengkap ....... jadi route perjalan mi'raj adalah Masidil Harram ke Masjidil Aqsha ........ jangan ditambah dengan "terbang ke langit 7, karena itu tidak ada dalam ayatnya ...... hanya ada dalam dongeng ................... okey

Ya, saya hanya mengikut pemahaman umum tentang Israa' Miraj dalam satu malam. Sebetulnya, saya sudah menjelaskan bahwa Mi'raj dan Israa' itu adalah dua peristiwa yang berbeda waktu terjadinya dan masing-masing berdiri sendiri. Persamaan kedua peristiwa itu terjadi adalah berupa wahyu Allah dalam bentuk ru'ya / kasysyaf atau menurut Al Qur'an (Asy-Syura 42:51/52) disebut dari belakang tabir. Jadi, jika Mi'raj dan Israa' dipahami sebagai peristiwa fisik, maka selain bertentangan dengan Al Qur'an (An-Najm 53:11/12 dan Al Israa' 17:60/61) juga seperti mengkhayal atau dalam dongeng

itulah kelemahannya ...... maen telen aja pemahaman umum tanpa mau berusaha untuk menganalisa benar tidaknya pendapat umum tersebut dibandingkan dengan ayatnya sendiri ........ trus ayat 17/1 hanya mengenai mi'raj n.muhammad dari masjidil haraam ke masjidil aqsha (satu peristiwa) jangan di tambah-tambah, sebab dianggap mensdustakan ayat.
......... perjalanan fisik n.mhammad dalam mi'rajnya tidak bertentangan dengan quran .... sebab an-najm ;11 dan al-israa;60 bukan urusan mi'raj, .......... okey

Lihat yang diwarnai biru, anda pun salah memahami kata mi'raj. Dalam Surah Al Israa' 17:1/2, rute dari Masjidil Haram ke masjidil aqsha itu adalah israa' (perjalanan ruhaniah di waktu malam), bukan mi'raj (kenaikan ruhaniah diwaktu malam). Rute mi'raj adalah dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha yang waktu terjadinya dan rutenya berbeda dengan israa'. Jadi, jika israa' dipahami sebagai perjalanan secarfa fisik akan bertentangan dengan Al Israa' 17:60/61, dan jika mi'raj dipahami sebagai kenaikan secara fisik akan bertentangan dengan An-Najm 53:11/12.

hi hi hi ............. justru pikiran anda yang keliru ....... ayat 17/1, adalah mi'raj perjalanan nabi dari Masjidil Haraam di Mekah (Bumi) ke masjidil aqsha di Sidratul Muntaha (planet Muntaha) ........ jadi sebenarnya tidak ada israa yang ada "asroo-bi". ....... silakan anda cermatri se-cermat-cermatnya ........................ okey

Kembali anda berargumentasi tanpa ayat-ayat suci Al Qur'an dan/atau Hadits yang mendukung argumentasi anda.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: hikmah di balik kisah isra' mi'raj

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 6 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... 5, 6, 7 ... 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik