FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Halaman 2 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Wed Feb 15, 2012 5:52 pm

First topic message reminder :

Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down


Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Fri Feb 17, 2012 6:20 pm

mang kok wrote:salahnya dimana? mohon dikoreksi, lantas yg benar bagaimana bung, dan mohon utk tidak terlalu melebar dr pembahasan dan memaksakan klaim.
Kesalahan adalah ketika menilai islam sbg agama yg tidak mengajarkan damai dan penilaian itu diperoleh dari satu sisi saja yaitu ayat2 yg memuat aturan perang.tanpa terlebih dahulu mempelajari latar belakang perang atow keadaan di saat ayat diturunkan.

mang kok wrote:nah dari sinilah inti permasalahannya bung, bisa sedikit anda informasikan kpd saya kenapa harus pada zaman nabi muhammad saw diberikan nama islam?
Kalow saya jelaskan KARENA lha gimana wong sayah bukan tuhan yg punya al quran?hahaha…mengapa baru diberikan nama di zaman nabi Muhammad?sesuai dengan ayat yg lain atau ketentuan yg telah ditetapkan sebelum penciptaan alam dilakukan.
Jika Ibrahim,oleh Al Quran dinyatakan hanif/lurus,maka sewajarnya kita membuka arti lurus tersebut.lurus yang bagaimana yg dilakukan nabi Ibrahim.dan saya pikir Islam adalah nama yg dipilih utuk mewakili ajaran sbg pesan terakhir dari Allah tentang keesaan yang universal,baik keesaan Tuhan,keesaan agama bahkan keesaan umat manusia uda menjawab MENGAPA dari anda..
mang kok wrote:bagaimana dengan nabi isa as yang notabene menurut kisah yg pernah saya dengar,beliau adl nabi yg tepat sebelum nabi muhammad saw
betul.sesuai informasi yang kami dapatkan dari Al Quran.Apakah nabi Isa mengajarkan damai melulu?kasih aja?Ya,jika anda bertanya pada umat Kristen.
Tidak,jika anda tanyakan itu pada umat Islam.
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Namun yesus/nabi isa TIDAK berkesempatan bagaimana menggunakan pedang dengan baik dan benar dalam arti beliow tidak memiliki kesempatan utk membebaskan yerusalem dari jajahan Romawi.Termasuk aturan hukum yg dijatuhkan pada beliow (hukum salib) adalah tidak sesuai dengan taurat….suatu kondisi yg ironis dimana seorang nabi malah terhukum tidak dengan hukum agama yg diajarkan.
Jika anda teliti ayat selanjutnyah sebagai kelanjutan ayat tersebut,maka -boleh jadi- anda memiliki kesimpulan yg sama dengan sayah >> menggunakan pedang dalam keadaan yg tak seimbang/mumpuni sama juga KONYOL dan itulah sebab mengapa yesus melarang penggunaan pedang oleh muridnya.
mang kok wrote:saya kurang tau masalah perubahan konsep seperti bagaimana, namun bagaimana dengan konsep penyebaran agama?
yang tadinya dikhususkan utk salah satu kawasan,lalu diwajibkan menjadi perluasan kawasan? hingga diharuskan syiar sampai seluruh dunia
dalam konsep berserah diri/tunduk pada hukum tuhan sebenarnyah tidak ada perubahan dalam INTI.yg berubah hanyalah seperangkat aturan teknis dalam menjalankan hukum tersebut.contoh;muslim,yg hidup di masa nabi Muhammad dan setelah wafatnya, memiliki aturan hukum utk kriminal.potong tangan-hukuman mati dsb…..suatu bentuk hukuman yg dipandang KEJI di masa sekarang.meski saya setuju utk koruptor diberlakukan hukuman mati atow minimal potong tangan sebagai terapi bagi yg punya potensi korupsi.

Mata dibalas dengan mata,darah dengan darah dsb adalah hukuman islam yang KEJI bagi org non muslim.tapi JARANG dari mereka yg mengerti bahwa memutuskan suatu perkara adalah tidak mudah. Larangan bersidang ketika emosional dan menjauh diri dari marah,pikiran kacau,perasaan tidak senang dan berlaku kasar kepada para pihak adalah MUTLAK dimiliki oleh muslim. Memahami pandangan kedua pihak yg bersengketa dan berlakulah adil adalah tidak mudah. Memandang mereka dengan pandangan yang sama, agar orang terhormat tidak melecehkan anda dan orang yang lemah tidak merasa teraniaya adalah hal yg sukar tetapi itulah KEWAJIBAN muslim dalam menegakkan hukum.
Dalam kasus pembebasan pezinah di zaman yesus yg kemudian dibebaskan oleh yesus adalah karena TIDAK ADA saksi mata dan bukti yg menguatkan perempuan tersebut berzinah.dan yesus tidak GEGABAH menghukum perempuan tersebut melainkan membebaskannya dari hukuman.

kembali ke konsep berserah diri....tidak ada yg berubah.perubahan FATAL terjadi ketika penyerahan diri yg seharusnyah secara langsung ditujukan ke pencipta berbelok menjadi penyerahan diri via broker/makelar/dewa.

Ehm…apakah yg maksud anda adalah islam khusus utk wilayah domestik (arab) lalu menyebar?tiada satupun ayat Quran yg mendukung pertanyaan anda.karena pesan yg dibawa nabi Muhammad adalah bersifat internasional/universal dari awal kenabian beliow..



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Fri Feb 17, 2012 6:38 pm

mang kok wrote:Selama ini muncul stigma di kalangan umat beragama bahwa seorang atheis dan agnostik pasti bermoral bejat dan tidak meyakini nilai-nilai moral. Sebaliknya, kalangan atheis menuding agamawan sebagai hipokrit yang rajin mengkhotbahkan moralitas namun perilakunya jauh dari nilai-nilai moral.
Lantas apakah benar bahwa seorang moralis harus meyakini sebuah Agama?
Apakah baik-buruk moral itu muncul hanya karena perintah2 dalam Agama / diperintahkan Tuhan?
Ataukah tanpa Agama / Tuhan sekalipun, baik-buruk moral itu sudah bisa dimengerti oleh manusia?

Silakan ajukan argumentasi kalian namun tetap dengan mengedepankan logika dan kesantunan!
adah dua sisi yg biasa saya tempatkan dari segi pengamat.
1.sisi kemanusiaan...
siapapun setuju immoral adalah kriminal dkk plus pelanggaran thd sejumlah etika yg berlaku di masing2 wilayah (baca;adat istiadat).

2.sisi ber-ketuhanan
disinilah letak perbedaan mendasar.theis memandang atheis tak bermoral karena melupakan/mengabaikan/membunuh tuhan yg telah menciptakan alam.serperti anak yg tak tahu berterima kasih pada ortunya (malin kundang mode on).

moral (sebagai pengganti baik buruk) uda dikenal manusia sebagai bawaan lahir,agama datang utk ;
1.mengakomodasi berbagai aturan (adat istiadat)
2.mengenalkan ada tuhan plus berbagai tata cara/hukum/kehidupan yg diinginkan tuhan.

mmmmhhh...mungkin kita perlu ke psikologi anak2...
bagaimana seorang anak tahu bahwa mencuri dan merampas mainan temannya adalah buruk jika tidak ada yg kasi info akibat dari perbuatannya?
Seorang anak yang di dalam keluarganya tidak pernah dikenalkan dengan konteks hak dan kewajiban maka di masa kedepan ia akan kesulitan membedakan mana haknya dan mana yang bukan haknya, yang jadi kewajiban pun akan ia abaikan, dan besar kemungkinan anak jadi sering mengambil hak orang lain.

Seorang anak mempunyai kecenderungan untuk selalu menginginkan banyak hal dan ingin selalu memiliki hal-hal tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya, anak juga harus tahu bahwa di sana ada hal yang tidak boleh didapatkan karena itu merupakan milik orang lain. Disinilah tugas kita sebagai orang tua untuk memberitahukan kepada si anak dan menanamkan sebuah kecenderungan positif,bahwa mengambil hak milik orang lain merupakan perilaku yang menyalahi norma hukum dan susila.

seekor anak singa tidak akan tahu cara berburu jika tidak diajari induknya...nah darimana insting mengajari anaknya itu berasal?
berbeda dengan manusia,suatu etika/kode bisa ditetapkan dengan merumuskan.tetapi pada binatang?
silahkeun....


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Fri Feb 17, 2012 10:55 pm

abu hanan wrote:
mang kok wrote:Selama ini muncul stigma di kalangan umat beragama bahwa seorang atheis dan agnostik pasti bermoral bejat dan tidak meyakini nilai-nilai moral. Sebaliknya, kalangan atheis menuding agamawan sebagai hipokrit yang rajin mengkhotbahkan moralitas namun perilakunya jauh dari nilai-nilai moral.
Lantas apakah benar bahwa seorang moralis harus meyakini sebuah Agama?
Apakah baik-buruk moral itu muncul hanya karena perintah2 dalam Agama / diperintahkan Tuhan?
Ataukah tanpa Agama / Tuhan sekalipun, baik-buruk moral itu sudah bisa dimengerti oleh manusia?

Silakan ajukan argumentasi kalian namun tetap dengan mengedepankan logika dan kesantunan!
adah dua sisi yg biasa saya tempatkan dari segi pengamat.
1.sisi kemanusiaan...
siapapun setuju immoral adalah kriminal dkk plus pelanggaran thd sejumlah etika yg berlaku di masing2 wilayah (baca;adat istiadat).

2.sisi ber-ketuhanan
disinilah letak perbedaan mendasar.theis memandang atheis tak bermoral karena melupakan/mengabaikan/membunuh tuhan yg telah menciptakan alam.serperti anak yg tak tahu berterima kasih pada ortunya (malin kundang mode on).

moral (sebagai pengganti baik buruk) uda dikenal manusia sebagai bawaan lahir,agama datang utk ;
1.mengakomodasi berbagai aturan (adat istiadat)
2.mengenalkan ada tuhan plus berbagai tata cara/hukum/kehidupan yg diinginkan tuhan.

mmmmhhh...mungkin kita perlu ke psikologi anak2...
bagaimana seorang anak tahu bahwa mencuri dan merampas mainan temannya adalah buruk jika tidak ada yg kasi info akibat dari perbuatannya?
Seorang anak yang di dalam keluarganya tidak pernah dikenalkan dengan konteks hak dan kewajiban maka di masa kedepan ia akan kesulitan membedakan mana haknya dan mana yang bukan haknya, yang jadi kewajiban pun akan ia abaikan, dan besar kemungkinan anak jadi sering mengambil hak orang lain.

Seorang anak mempunyai kecenderungan untuk selalu menginginkan banyak hal dan ingin selalu memiliki hal-hal tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya, anak juga harus tahu bahwa di sana ada hal yang tidak boleh didapatkan karena itu merupakan milik orang lain. Disinilah tugas kita sebagai orang tua untuk memberitahukan kepada si anak dan menanamkan sebuah kecenderungan positif,bahwa mengambil hak milik orang lain merupakan perilaku yang menyalahi norma hukum dan susila.

seekor anak singa tidak akan tahu cara berburu jika tidak diajari induknya...nah darimana insting mengajari anaknya itu berasal?
berbeda dengan manusia,suatu etika/kode bisa ditetapkan dengan merumuskan.tetapi pada binatang?
silahkeun....
bingung intinya?
baik-buruk moral itu muncul hanya karena perintah2 dalam Agama Atau tanpa Agama / Tuhan sekalipun, baik-buruk moral itu sudah bisa dimengerti oleh manusia?
katanya tidak usah bertele tele bung? hehe piss
apabila, ada di suatu wilayah, namun dalam wilayah tsb sama sekali belum terjamah syiar agama apapun, yakinkah anda atau beranikah bung menjamin bahwa wilayah tsb akan kacau?
Moralitas tidak butuh Tuhan.
Tapi konsep Tuhan membutuhkan moralitas sebagai wadah ajaran Tuhan untuk umatnya

bukan begitu bung?
ok sementara saya tampung dulu, maaf bung ini topik saya, balasnya nanti dulu ya sambil menunggu opini dan sumbangan suara dari yg lain (biar seru) piss
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Sat Feb 18, 2012 12:38 am

Kesalahan adalah ketika menilai islam sbg agama yg tidak mengajarkan damai dan penilaian itu diperoleh dari satu sisi saja yaitu ayat2 yg memuat aturan perang.tanpa terlebih dahulu mempelajari latar belakang perang atow keadaan di saat ayat diturunkan.
tepuk tangan ya memang saya akui salah, namum bukan karena dasar, dan patutnya bagi pihak muslim utk berbenah diri dan merapatkan barisan, bukan malah membalas dgn penilaian miring terhadap ajaran lain.

Kalow saya jelaskan KARENA lha gimana wong sayah bukan tuhan yg punya al quran?hahaha…mengapa baru diberikan nama di zaman nabi Muhammad?sesuai dengan ayat yg lain atau ketentuan yg telah ditetapkan sebelum penciptaan alam dilakukan.
apakah jika anda dalam posisi saya akan merasa puas dengan jawaban tersebut bung?

Jika Ibrahim,oleh Al Quran dinyatakan hanif/lurus,maka sewajarnya kita membuka arti lurus tersebut.lurus yang bagaimana yg dilakukan nabi Ibrahim.dan saya pikir Islam adalah nama yg dipilih utuk mewakili ajaran sbg pesan terakhir dari Allah tentang keesaan yang universal,baik keesaan Tuhan,keesaan agama bahkan keesaan umat manusia uda menjawab MENGAPA dari anda..
jika hanya menyinggu nabi Ibrohem AS kok rasanya juga belum menjawab "MENGAPA" dari saya ya bung, apalagi hanya bersandar pada kata LURUS/HANIF, bukannya Agama kristen yang justru mengukuhkan diri sebagai jalan yang LURUS.? lalu bagaimana dengan nabi2 yang lain? kok saya sama sekali tidak melihat benang merah dari apa yang anda jelaskan?

betul.sesuai informasi yang kami dapatkan dari Al Quran.Apakah nabi Isa mengajarkan damai melulu?kasih aja?Ya,jika anda bertanya pada umat Kristen.
Tidak,jika anda tanyakan itu pada umat Islam.
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Namun yesus/nabi isa TIDAK berkesempatan bagaimana menggunakan pedang dengan baik dan benar dalam arti beliow tidak memiliki kesempatan utk membebaskan yerusalem dari jajahan Romawi.Termasuk aturan hukum yg dijatuhkan pada beliow (hukum salib) adalah tidak sesuai dengan taurat….suatu kondisi yg ironis dimana seorang nabi malah terhukum tidak dengan hukum agama yg diajarkan.
Jika anda teliti ayat selanjutnyah sebagai kelanjutan ayat tersebut,maka -boleh jadi- anda memiliki kesimpulan yg sama dengan sayah >> menggunakan pedang dalam keadaan yg tak seimbang/mumpuni sama juga KONYOL dan itulah sebab mengapa yesus melarang penggunaan pedang oleh muridnya.
terlihat sekarang
sebenarnya andalah yang dari awal berniat utk "BERTELE-TELE" yang saya tanyakan apa kok malah anda curhat yang engga2. yang saya bold itu bukan inti yang ingin anda sampaikan bung? namun intinya tetap saja nabi isa tidak sekalipun mengajarkan kekerasan / peperangan apakah anda masih membutakan mata bahwa sebenarnya memang berbeda dengan ajaran nabi muhammad saw. atau nantinya anda akan berkelit dengan alibi hukum taurat ataupun karena akan konyol jika nabi isa menggunakan pedang dalam kondisi yg tak seimbang.
dan intinya, penjelasan anda sangat tidak tepat, bagaimana mau saya terima?

dalam konsep berserah diri/tunduk pada hukum tuhan sebenarnyah tidak ada perubahan dalam INTI.yg berubah hanyalah seperangkat aturan teknis dalam menjalankan hukum tersebut.contoh;muslim,yg hidup di masa nabi Muhammad dan setelah wafatnya, memiliki aturan hukum utk kriminal.potong tangan-hukuman mati dsb…..suatu bentuk hukuman yg dipandang KEJI di masa sekarang.meski saya setuju utk koruptor diberlakukan hukuman mati atow minimal potong tangan sebagai terapi bagi yg punya potensi korupsi.

Mata dibalas dengan mata,darah dengan darah dsb adalah hukuman islam yang KEJI bagi org non muslim.tapi JARANG dari mereka yg mengerti bahwa memutuskan suatu perkara adalah tidak mudah. Larangan bersidang ketika emosional dan menjauh diri dari marah,pikiran kacau,perasaan tidak senang dan berlaku kasar kepada para pihak adalah MUTLAK dimiliki oleh muslim. Memahami pandangan kedua pihak yg bersengketa dan berlakulah adil adalah tidak mudah. Memandang mereka dengan pandangan yang sama, agar orang terhormat tidak melecehkan anda dan orang yang lemah tidak merasa teraniaya adalah hal yg sukar tetapi itulah KEWAJIBAN muslim dalam menegakkan hukum.
Dalam kasus pembebasan pezinah di zaman yesus yg kemudian dibebaskan oleh yesus adalah karena TIDAK ADA saksi mata dan bukti yg menguatkan perempuan tersebut berzinah.dan yesus tidak GEGABAH menghukum perempuan tersebut melainkan membebaskannya dari hukuman.

kembali ke konsep berserah diri....tidak ada yg berubah.perubahan FATAL terjadi ketika penyerahan diri yg seharusnyah secara langsung ditujukan ke pencipta berbelok menjadi penyerahan diri via broker/makelar/dewa.

Ehm…apakah yg maksud anda adalah islam khusus utk wilayah domestik (arab) lalu menyebar?tiada satupun ayat Quran yg mendukung pertanyaan anda.karena pesan yg dibawa nabi Muhammad adalah bersifat internasional/universal dari awal kenabian beliow..
nyerah
ya ampun bung tulisan anda amat panjang lebar sekali namun kok ngalor ngidul jadinya padahal awalnya (yg saya bold) sudah nyrempet, tapi semakin kebawah kok semakin ngawur dan melenceng dari pertanyaan anda? anda online diwarnet? terburu2? atau memang mempunyai kelemahan di memory internal? atau memang anda berusaha memaksakan saya utk membahas perubahan konsep berserah diri yg anda maksud dikarenakan saya kurang memahaminya?

coba disimak lagi keatas, saya ulang ya bung.
mang kok wrote:saya kurang tau masalah perubahan konsep seperti bagaimana, namun bagaimana dengan konsep penyebaran agama?
yang tadinya dikhususkan utk salah satu kawasan,lalu diwajibkan menjadi perluasan kawasan? hingga diharuskan syiar sampai seluruh dunia
apakaha kurang jelas?
sediit saya jelaskan, yang saya tahu tentang perubahan konsep penyebaaran agama adalah ketika konsep yg diemban nabi isa (pra Muhammad saw) bukankah konsep penyebaran / pengajarannya hanya ditujukan utk bani israel saja? (maaf jika salah)...?
sudah, itu yg saya maksud bung ABUUUUUU.... :dasar
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Sat Feb 18, 2012 4:02 am

moralitas dan tuhan tidak dapat dipisahkan.
suatu wilayah yg belum terjamah oleh syiar agama tentunya uda punya semacam adat istiadat/aturan tertentu di luar hukum agama yg kita kenal.

yg sayah ingin letakkan disini adalah;
bagaimana awal mula manusia mengenal moral?
mengapa membutuhkan aturan untuk menjaga moral?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Sat Feb 18, 2012 4:32 am

akhirnyah anda menunjukkan bahwa anda "kurang paham" dari keseluruhan ajaran nabi2 dan penolakan anda pada sloka veda telah memberi arah pada sayah bahwa sayah sedang berdiskusi dengan seseorang yang "menurut anggapan dia sendiri"..anda sedang mengalami gangguan koneksi ketikah

mang kok wrote:Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
saya pikir anda tahu apa isi ajaran nabi-nabi tetapi
mang kok wrote:apalagi hanya bersandar pada kata LURUS/HANIF, bukannya Agama kristen yang justru mengukuhkan diri sebagai jalan yang LURUS.? lalu bagaimana dengan nabi2 yang lain? kok saya sama sekali tidak melihat benang merah dari apa yang anda jelaskan?
lurus/hanif pada ibrahim adalah tunduk/menyerahkan diri pada SATU sosok yg disebut tuhan.Esa,bukan himpunan kesatuan.Menyembah-patuh-taat tanpa memakai broker...itulah inti dari ajaran nabi-nabi.Keesaan tuhan,keesaan manusia yg berasal dari satu orang.

penjelasan sayah yg andah bilang ngalor ngidul adalah terkait dengan kalimat anda ;
mang kok wrote:Inti ajarannya adalah PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
dan anda melupakan kalimat tersebut dengan "kelemahan pada internal memory".konsistensi anda kembali dipertanyakan.

terima kasih dan sekali lagi terima kasih atas inkonsistensi anda sehingga memvonis saya "berdebat kusir".

mang kok wrote:namun intinya tetap saja nabi isa tidak sekalipun mengajarkan kekerasan / peperangan apakah anda masih membutakan mata bahwa sebenarnya memang berbeda dengan ajaran nabi muhammad saw
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
silahkeun anda ajukan pendapat ttg ayat Matius diatas.

mang kok wrote:saya kurang tau masalah perubahan konsep seperti bagaimana, namun bagaimana dengan konsep penyebaran agama?
yang tadinya dikhususkan utk salah satu kawasan,lalu diwajibkan menjadi perluasan kawasan? hingga diharuskan syiar sampai seluruh dunia
mungkin teman sebelah berkenan menjelaskan...

mang kok wrote:kenapa harus pada zaman nabi muhammad saw diberikan nama islam?
Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.
karena informasi yang saya peroleh adalah seperti itu.
pertama;
tidak ada informasi paling tua dari keseluruhan kitab2 suci yang menyatakan secara lugas dan jelas (mungkin arogan bagi umat lainnya).Bibel tidak menyatakan pemeluknya sebagai penganut agama dengan nama apa,begitupun veda dan tripitaka.tetapi jiwa dari veda-tripitaka-bibel adalah tunduk/menyerahkan diri sepenuhnya kepada tuhan.terlepas dari siapa sosok yg disebut sbg tuhan.

kedua;
mengapa nama itu dipilih tuhan untuk ajaran/agama yg dibawa nabi muhammad?
kalow saya jawab itu hak absolut tuhan utk kasi nama tentu anda berpikir makin aneh.
kalow saya jawab itu karena islam turun dalam bahasa arab,tentu lebih aneh.

saya cuman bisa jawab;itu tantangan bagi orang yg mengaku muslim utk membuktikan keislaman dengan baik dan benar.

dan tuduhan anda ttg ajaran nyeleneh tampak aneh bagi sayah karena anda hanya berdasar pada ""Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

bung,muslim dan pemeluk agama budha-hindu masuk neraka jika dilihat dari ajaran kristen.terutama muslim yang akan menjadi penghuni pertama neraka karena paling keras bersuara anti ketuhanan yesus.

sayah hanyah berharap objektivitas anda dalam tret yg anda buka.








untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by frontline defender on Sat Feb 18, 2012 6:06 am

mang kok wrote:Setahu saya mulai dari Adam sampai Yesus, tidak pernah Tuhan memberi pemahaman pada manusia bahwa "AGAMA DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA".
Tuhannya agama Samawi (Yahudi dan Kristen) seperti yang saya ketahui adalah mengajarkan bahwa TUHANLAH SATU-SATUNYA PENYELAMAT.

Tuhan tidak pernah berkata:
"Kamu harus beragama X. Kalau tidak memeluk agama X, kamu akan masuk neraka."

Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.

Muhammad wrote:
"Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
Dengan melihat Muhammad dari sisi ini, kita semakin kuat kesimpulan, bahwa Muhammad benar-benar NABI PALSU.
Wajar saja bila Muhammad tidak peduli pada moralitas. Dia mengajarkan bahwa yang penting "ORANG MASUK ISLAM" bukan pada perbaikan moral manusia. Ajaran-ajaran yang diajarkannya adalah ajaran yang merusak. Inti ajarannya adalah
PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
menurut anda jika katakanlah, "Tuhan yang benar itu adalah Tuhan yang mengajarkan Kebahagian Tertinggi (Kebahagian dalam Memberi)", lantas menurut anda bagaimanakah cara yang paling efektif dalam mengajarkannya? a. apakah dengan mengajarkannya/ngomong secara harafiah (cara rasionalisasi)? atau... b. dengan cara membuat orang mengerti sendiri ketika melaksanakannya (walaupun cara penyampaiannya dengan menggunakan ancaman)?
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by frontline defender on Sat Feb 18, 2012 6:46 am

kalau atheis,saya kurang tahu,bisa jadi sama dgn pendapat saya bahwa bagi saya sendiri moral adalah pegangan hidup itu sendiri.
sebelum adanya standarisasi moral dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia misalnya, menurut anda standarisasi apakah yang digunakan manusia dalam menilai moral? jika hanya berpedoman pada hati nurani masing2 individu, bagaimana jika terdapat ketidakseragaman dalam interpretasi maupun aplikasinya?
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Wed Feb 22, 2012 1:07 pm

abu hanan wrote:akhirnyah anda menunjukkan bahwa anda "kurang paham" dari keseluruhan ajaran nabi2 dan penolakan anda pada sloka veda telah memberi arah pada sayah bahwa sayah sedang berdiskusi dengan seseorang yang "menurut anggapan dia sendiri"..anda sedang mengalami gangguan koneksi ketikah
ya memang saya akui, dan memang saya masih belum berminat utk memahami ajaran mereka. nah memangnya bung kira post saya di awal tentang agama menunjukkan bahwa statment saya berdasarkan apa bung? ya jelas dan mutlak bahwa itu anggapan saya sendiri. haha malah saya heran, dari mana anda beranggapan bahwa statment saya berdasar pada sloka veda?

abu hanan wrote:
mang kok wrote:Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi.
saya pikir anda tahu apa isi ajaran nabi-nabi tetapi
mang kok wrote:apalagi hanya bersandar pada kata LURUS/HANIF, bukannya Agama kristen yang justru mengukuhkan diri sebagai jalan yang LURUS.? lalu bagaimana dengan nabi2 yang lain? kok saya sama sekali tidak melihat benang merah dari apa yang anda jelaskan?
lurus/hanif pada ibrahim adalah tunduk/menyerahkan diri pada SATU sosok yg disebut tuhan.Esa,bukan himpunan kesatuan.Menyembah-patuh-taat tanpa memakai broker...itulah inti dari ajaran nabi-nabi.Keesaan tuhan,keesaan manusia yg berasal dari satu orang.
berasal dari satu orang bingung siapa org tersebut? nabi muhammad?
dan ingat bung abu hanan, saya sering melihat umat islam sekarang (sadar ataupun tidak) banyak yg mulai memakai broker, abaikan tentang broker yg tidak diajarkan ( melalui kyai,syech,alim ulama, bahkan yg nyrempet ke dukun) jgn butakan mata bung, dan yg terbaru adalah ketika nabi junjungan anda dijadikan broker utama oleh beberapa umatnya. saya lupa istilahnya, tapi intinya jika ingin masuk syurga harus melalui nabi muhamad. jangan mengelak anda bung. ehmm

abu hanan wrote:penjelasan sayah yg andah bilang ngalor ngidul adalah terkait dengan kalimat anda ;
mang kok wrote:Inti ajarannya adalah PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
dan anda melupakan kalimat tersebut dengan "kelemahan pada internal memory".konsistensi anda kembali dipertanyakan.

terima kasih dan sekali lagi terima kasih atas inkonsistensi anda sehingga memvonis saya "berdebat kusir".

mang kok wrote:namun intinya tetap saja nabi isa tidak sekalipun mengajarkan kekerasan / peperangan apakah anda masih membutakan mata bahwa sebenarnya memang berbeda dengan ajaran nabi muhammad saw
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
silahkeun anda ajukan pendapat ttg ayat Matius diatas.
ya sepintas memang seperti mengajarkan kekerasan "pedang" naif bagi anda yg mengartikan kata "pedang" sebagai simbol peperangan / kekerasan. karena pedang bisa juga diartikan sebagai PERINTAH, KEKUATAN, bahkan di jaman kuno pedang sering diartikan sebagai API PEMURNIAN, apa menurut anda jika ada negara yang benderanya bergambarkan pedang, bisa diartikan negara tsb ngajak perang dong bung? hahaha iya bung maaf atas vonisnya tapi saya merasanya begitu. hanya mungkin anda orang yg pandai bermain kata, jadinya disini sepertinya justru saya yang salah

abu hanan wrote:
mang kok wrote:saya kurang tau masalah perubahan konsep seperti bagaimana, namun bagaimana dengan konsep penyebaran agama?
yang tadinya dikhususkan utk salah satu kawasan,lalu diwajibkan menjadi perluasan kawasan? hingga diharuskan syiar sampai seluruh dunia
mungkin teman sebelah berkenan menjelaskan...
:nono:

abu hanan wrote:
mang kok wrote:kenapa harus pada zaman nabi muhammad saw diberikan nama islam?
Nabi Muhammad pada abad 7, mengaku penerus ajaran nabi-nabi, tapi dia memberikan ajaran nyeleneh yang sebenarnya itu ajaran kaum sektarian, bukan ajaran dari Tuhan.
karena informasi yang saya peroleh adalah seperti itu.
pertama;
tidak ada informasi paling tua dari keseluruhan kitab2 suci yang menyatakan secara lugas dan jelas (mungkin arogan bagi umat lainnya).Bibel tidak menyatakan pemeluknya sebagai penganut agama dengan nama apa,begitupun veda dan tripitaka.tetapi jiwa dari veda-tripitaka-bibel adalah tunduk/menyerahkan diri sepenuhnya kepada tuhan.terlepas dari siapa sosok yg disebut sbg tuhan.

kedua;
mengapa nama itu dipilih tuhan untuk ajaran/agama yg dibawa nabi muhammad?
kalow saya jawab itu hak absolut tuhan utk kasi nama tentu anda berpikir makin aneh.
kalow saya jawab itu karena islam turun dalam bahasa arab,tentu lebih aneh.

saya cuman bisa jawab;itu tantangan bagi orang yg mengaku muslim utk membuktikan keislaman dengan baik dan benar.

dan tuduhan anda ttg ajaran nyeleneh tampak aneh bagi sayah karena anda hanya berdasar pada ""Masuklah agama X, janganlah sekali-kali kamu mati tidak dalam keadaan beragama X, sebab kalau agamamu bukan X, kamu akan masuk neraka."

bung,muslim dan pemeluk agama budha-hindu masuk neraka jika dilihat dari ajaran kristen.terutama muslim yang akan menjadi penghuni pertama neraka karena paling keras bersuara anti ketuhanan yesus.

sayah hanyah berharap objektivitas anda dalam tret yg anda buka.
berakhir dengan klaim dan curhat ya bung, kok hanya dari islam dan kristen saya sih bung? bagaimana menurut ajaran hindu/buddha/tionghoa sekalipun? apa jg sama?
saya tekankan lagi, PERSETAN DENGAN AJARAN YESUS DAN PEDULI SETAN DGN KETUHANAN AGAMA MANAPUN, karena sesekali bagi saya tetaplah tuhan berada dalam diri setiap manusia, seperti yang sudah saya diskusikan dengan rekan anda bung tomat yg lebih bisa saya terima dari pada dengan anda yang justru tidak bisa objektif dgn terus mencocok2kan post saya dgn apa dasar agama saya dan cenderung ingin membuat lawan diskusi anda terpojok, perlu anda catat bung saya disini bukan utk menang atau kalah, hanya ingin menyampaikan apa kata hati saya kok hehehe
jadi tidak ada tuh jubah agama di keyboard saya.
kacau
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Wed Feb 22, 2012 2:34 pm

setiap kalimat mesti ada tanggung jawab jadi wajar bagi saya menuntut tiap kalimat anda yg saya nilai subjektif.kalo anda merasa terpojok,bukankah itu diawali dari stetmen anda sendiri?
hahaha...anda lucu,bung.
basi
kenapa saya gak singgung hindu-budha?karena uda jelas bahwa mereka punya mekanisme KARMA sbg ganti surga dan neraka.
:)
keesaan manusia yg berasal dari satu orang adalah sayah kamsutkan bahwa manusia berasal dari satu orang.kecuali anda memiliki pendapat laen bahwa manusia secara tiba" menjadi banyak.
Ajaran kristen-islam mengajarkan bahwa moyang manusia adalah adam.
hindu lain lagi begitupun budha.
karena anda-menurut anggapan sendiri-ternyata tidak memahami maksud saya ttg keesaan manusia yah baiklah..saya abaikan kasus tersebut meskipun hal itu sebenarnyah juga bagian dari islam.

kalow pedang adalah simbol kekuatan dsb...bukankah itu juga perintah bagi yesus utk melakukan tapi beliow tidak mencontohkan bagaimana menggunakan kekuatan/pedang dengan baik dan benar.
disini...kristen dan islam tidak dapat dibandingkan.
nabi muhammad beroleh kesempatan bagaimana menggunakan "pedang".
yesus tidak beroleh kesempatan itu.jadi objektiflah dalam melihat kasus "pedang".
:)
perlu sayah perjelas makna broker diatas;
broker = sesembahan yg dikira dapat mengantar manusia ke sesembahan sesungguhnya.yesus-krisna adalah termasuk broker.bahasa agaul buat "berhala".
maaf jika kurang jelas.

alasan sayah mendasarkan keyakinan anda ke sloka veda adalah karena hindu membolehkan manusia utk bersikap atheis.itu aja.jika anda menolak utk disamakan itu hak anda.

sungguh menyedihkan...
seseorang yg mengatakan "tidak seperti ajaran nabi2" tetapi tidak tahu ajaran nabi-nabi.

seseorang yg mengatakan"permusuhan thd kafir" tetapi tidak mengetahui apa arti kafir di tiap agama.

nyerah

tuhan berada di tiap diri manusia yah bagi sayah sama dengan menuhanan akal atow moral.jadi diskusi ini lebih terarah apabila diawal anda tidak menyinggung satu agama pun.sehingga ketika anda menyinggung islam,maka kewajiban saya meluruskan apa yg menjadi INTI persinggungan.dan saya pikir uda selesai masalah singgung-menyinggung - silahkeun dilanjuut acara "agama".

karena etika-kebenaran (akal dan moral) selalu bersifat relatif lantas apa yg menjadi pilihan manusia utk menjadi baku?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Fri Feb 24, 2012 10:59 pm

abu hanan wrote:moralitas dan tuhan tidak dapat dipisahkan.
suatu wilayah yg belum terjamah oleh syiar agama tentunya uda punya semacam adat istiadat/aturan tertentu di luar hukum agama yg kita kenal.

yg sayah ingin letakkan disini adalah;
bagaimana awal mula manusia mengenal moral?
mengapa membutuhkan aturan untuk menjaga moral?
kenapa bung kembali bertanya kepada saya? padahal saya sendiri disini sedang mengajukan pertanyaan.
masalah awal mula manusia mengenal moral memang tidak terpisahkan dari kuasa tuhan namun bisa dipisahkan antara agama dan moral. dan yang saya tekankan disini bung bukan tentang tuhan, melainkan agama dan moral.
jika saya jawab asal muasal moral itu tergantung sudut pandang pembuat pernyataan bagaimana bung malah melebar dr pertanyaan saya bukan?
karena nantinya akan muncul statment yg berbeda2 apakah dengan keberadaan satu hal maka yang laennya salah? ga harus demikian dengan serta merta bung abu.
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Fri Feb 24, 2012 11:00 pm

frontline defender wrote:
kalau atheis,saya kurang tahu,bisa jadi sama dgn pendapat saya bahwa bagi saya sendiri moral adalah pegangan hidup itu sendiri.
sebelum adanya standarisasi moral dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia misalnya, menurut anda standarisasi apakah yang digunakan manusia dalam menilai moral? jika hanya berpedoman pada hati nurani masing2 individu, bagaimana jika terdapat ketidakseragaman dalam interpretasi maupun aplikasinya?
wah susah ternyata ngobrol sama orang beragama lol atau memang begini tabiatnya?
saya bertanya, eh tidak dijawab melainkan balik bertanya.
sudah lah saya tunggu saja yang berkenan menjawab ( SAYA TIDAK MENUNGGU ORANG YG MAU BERTANYA )
karena topik saya ini adalah pertanyaan, bukan menjawab pertanyaan bung2 disini
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Fri Feb 24, 2012 11:50 pm

ya sudah bung maaf jika pernyataan saya subjektif toh sebenarnya anda juga tidak menjawab apa2 bung.
terbukti di topik saya yg membahas "TUHAN" anda hanya melakukan permainan kata "MENJANGKAU" dan tidak menjelaskan apa2 juga dan ketika bung abu masuk di topik ini, pun juga bung ulang tabiat anda yg sesungguhnya yaitu "ketika tidak bisa menjelaskan apa2, maka anda mulai melakukan permainan kata, membolak balik kata saja. hingga membuat TS bingung dgn sendirinya. nyerah

masih mengelak? itu diatas masalah "PEDANG" pun anda buat muter2 juga bukan? sedangkan intinya apa sih bung? "NOL BESAR" tetap yesus kristus tidak pernah sekalipun menggunakan ancaman apalagi pedang

saya memang tidak paham jika dalam agama lain ada istilah kafir2an seperti dalam islam, tapi dilapangan coba anda lihat bung, buka mata anda, terima bahwa faktanya memang islam lah agama yang paling getol menyerukan KAFIR terhadap agama lain, bahkan sesama muslim juga sering kok saling tuding kafir. introspeksi diri lah bung

intinya simpel sih, jika anda mau menjelaskan ya saya hargai kalau tidak ya tidak apa2 kok bung. toh justru tulisan anda sendirilah yang mencerminkan level anda sendiri dalam berdiskusi. piss

jika anda masih seperti itu baiknya saya akhiri diskusi ini dan mungkin akan saya kurangi utk membuat topik di forum ini.

:damai
:thanks
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Sat Feb 25, 2012 11:43 am

mang kok wrote:ya sudah bung maaf jika pernyataan saya subjektif toh sebenarnya anda juga tidak menjawab apa2 bung.
terbukti di topik saya yg membahas "TUHAN" anda hanya melakukan permainan kata "MENJANGKAU" dan tidak menjelaskan apa2 juga dan ketika bung abu masuk di topik ini, pun juga bung ulang tabiat anda yg sesungguhnya yaitu "ketika tidak bisa menjelaskan apa2, maka anda mulai melakukan permainan kata, membolak balik kata saja. hingga membuat TS bingung dgn sendirinya.

masih mengelak? itu diatas masalah "PEDANG" pun anda buat muter2 juga bukan? sedangkan intinya apa sih bung? "NOL BESAR" tetap yesus kristus tidak pernah sekalipun menggunakan ancaman apalagi pedang

saya memang tidak paham jika dalam agama lain ada istilah kafir2an seperti dalam islam, tapi dilapangan coba anda lihat bung, buka mata anda, terima bahwa faktanya memang islam lah agama yang paling getol menyerukan KAFIR terhadap agama lain, bahkan sesama muslim juga sering kok saling tuding kafir. introspeksi diri lah bung

intinya simpel sih, jika anda mau menjelaskan ya saya hargai kalau tidak ya tidak apa2 kok bung. toh justru tulisan anda sendirilah yang mencerminkan level anda sendiri dalam berdiskusi.

jika anda masih seperti itu baiknya saya akhiri diskusi ini dan mungkin akan saya kurangi utk membuat topik di forum ini.


owh anda juga dahsyat dalam bermain kata.
ada satu sisi yg mengharuskan memberi kalrifikasi ketika anda menuduh islam membenci/menebarkan permusuhan.
tetapi anda tidak mau melihat sisi kristen dalam melihat org yg menolak ketuhanan yesus.kenapa bung?

jika sesama muslim saling mengkafirkan,mengapa anda tidak mencoba memahami latar belakang masalah?
bukankah semua aturan balik ke pelaku/individu masing2 dalam memahami?dan itu juga tergantung kapasitas hati dan kepala masing2.

karena "menjangkau" tuhan dapat dilakukan dari non-indera atau akal dan rasa.

ttg PEDANG,kan sayah uda bilang kalow yesus TIDAK mendapat kesempatan utk membuktikan omongan.beliow keburu dihentikan dalam dakwahnya ketika jumlah pengikut masih sedikit.Fakta tsb jangan dilupakan dan tak perlu melihat apakah ada perbuatan melawan dengan kekuatan yg terekam di bibel.Tidak semua perintah yesus telah dilakukan yesus sendiri.

dan sayah tak ingin memperpanjang polemik ini.
kembali ke masalah..........
karena etika-kebenaran (akal dan moral) selalu bersifat relatif lantas apa yg menjadi pilihan manusia utk menjadi baku?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by bedah tipis on Sat Feb 25, 2012 12:03 pm

abu hanan wrote:
mang kok wrote:
abu hanan wrote:
brow..saya cuman ingatkan aja daripada membantah statment anda ;
anda menulis >> Ajaran seperti itu tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi. <<

maka dari itu saya tanya >>
coba sayah mau tahu...sejauh apa yg anda ketahui dari ajaran nabi2..
silahkeun................


jadi ajaran nabi-nabi mana yg menurut anda TIDAK mengajarkan permusuhan?
itu sayah perlukan utk membantah statement anda kecuali anda bertipikal muter2 ala sebelah...kalo anda bisa jelaskan,maka saya akan teruskan diskusi dengan anda..kalo anda muter2 = saya buang2 waktu.
KANG ABU.....KATANYA AGAMA ISLAM SUDAH ADA SEJAK MANUSIA PERTAMA.....MOTANYA KANG....MAAFNI NYUNDUL DIKIT....DI QURAN ADA GA AGAMA SEBELUM ISLAM.......????????????
haha, terlihat sekali bung bahwa anda ingin menggiring saya pada permasalahan lain (mencari tau pemahaman saya) tapi ok lah saya ladeni saja, bung anda menitik beratkan pada permusuhan atau permusuhan terhadap KAFIR, itu yg saya bold tolong dilengkapi. karena tepatnya adalah PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR.
setahu saya ajaranan2 mulai nabi adam hingga isa as lebih menitik beratkan kepada pengajaran bahwa TUHANLAH SATU2NYA PENYELAMAT, bukan malah bersembunyi dgn nama AGAMA yg Rahmatan lil alamin bin haqul yaqin.
logikanya, jika memang islam agama yg benar,kenapa harus dimulai sejak kenabian Muhammad SAW.? bukankah ketika nabi2 sebelumnya juga mengklaim bahwa ajaran yg diembanya adalah benar maka akan terjadi inkonsisten Tuhan.
segitu saja dulu.
bagaimana bung?
ketikah andah menyatakan PERMUSUHAN TERHADAP KAFIR adalah ditujukan pada Islam maka itu sebenarnyah salah alamat.karena islam sebagai ide/konsep/ajaran telah ada semenjak makhluk pertama ada ataow diciptakan.

Allah tidak sekalipun menyebutkan dan mengajarkan pada nabi/rasulNya tentang nama agama bagi golongan pada masa nabi/rasulNya diutus kecuali pada nabi muhammad.dan itupun tidak terlepas dari bahasa yg Dia pilih,,,andaikata agama terakhir atow islam itu diturunkan dalam bahasa jawa mungkin menjadi SELAMET/UNTUNG hahahahaha........

Islam adalah nama yg dipilih utuk mewakili ajaran sbg pesan terakhir dari Allah tentang keesaan yang universal,baik keesaan Tuhan,keesaan agama bahkan keesaan umat manusia.

maka dari itu...saya ajak anda kembali ke belakang..ambil aja satu contoh nabi dan ajarannya,gak usa bertele-tele dengan mengapa baru dimasa nabi muhammad atow bersembunyi di balik kedok rahmatan lil 'alamin.

ide yg ditawarkan ibrahim maupun musa adalah sama dengan ide yg dibawa nabi muhammad bahkan sejak nabi adam.Tidak ada perubahan konsep berserah diri/Islam.

so..silahkeun anda pisahkan dulu islam sebagai NAMA dengan islam sebagai IDE.
avatar
bedah tipis
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Male
Posts : 95
Join date : 29.01.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Sat Feb 25, 2012 12:06 pm

mang kok wrote:
abu hanan wrote:moralitas dan tuhan tidak dapat dipisahkan.
suatu wilayah yg belum terjamah oleh syiar agama tentunya uda punya semacam adat istiadat/aturan tertentu di luar hukum agama yg kita kenal.

yg sayah ingin letakkan disini adalah;
bagaimana awal mula manusia mengenal moral?
mengapa membutuhkan aturan untuk menjaga moral?
kenapa bung kembali bertanya kepada saya? padahal saya sendiri disini sedang mengajukan pertanyaan.
masalah awal mula manusia mengenal moral memang tidak terpisahkan dari kuasa tuhan namun bisa dipisahkan antara agama dan moral. dan yang saya tekankan disini bung bukan tentang tuhan, melainkan agama dan moral.
jika saya jawab asal muasal moral itu tergantung sudut pandang pembuat pernyataan bagaimana bung malah melebar dr pertanyaan saya bukan?
karena nantinya akan muncul statment yg berbeda2 apakah dengan keberadaan satu hal maka yang laennya salah? ga harus demikian dengan serta merta bung abu.
pertanyaan saya adalah penjelasan dari 2 sudut yg saya ajukan;
1.sisi kemanusiaan
2.dari sisi ketuhanan
keduanya saya posting diatas....
adah dua sisi yg biasa saya tempatkan dari segi pengamat.
1.sisi kemanusiaan...
siapapun
setuju immoral adalah kriminal dkk plus pelanggaran thd sejumlah etika
yg berlaku di masing2 wilayah (baca;adat istiadat).

2.sisi ber-ketuhanan
disinilah
letak perbedaan mendasar.theis memandang atheis tak bermoral karena
melupakan/mengabaikan/membunuh tuhan yg telah menciptakan alam.serperti
anak yg tak tahu berterima kasih pada ortunya (malin kundang mode on).

moral (sebagai pengganti baik buruk) uda dikenal manusia sebagai bawaan lahir,agama datang utk ;
1.mengakomodasi berbagai aturan (adat istiadat)
2.mengenalkan ada tuhan plus berbagai tata cara/hukum/kehidupan yg diinginkan tuhan.

mmmmhhh...mungkin kita perlu ke psikologi anak2...
bagaimana
seorang anak tahu bahwa mencuri dan merampas mainan temannya adalah
buruk jika tidak ada yg kasi info akibat dari perbuatannya?
Seorang
anak yang di dalam keluarganya tidak pernah dikenalkan dengan konteks
hak dan kewajiban maka di masa kedepan ia akan kesulitan membedakan mana
haknya dan mana yang bukan haknya, yang jadi kewajiban pun akan ia
abaikan, dan besar kemungkinan anak jadi sering mengambil hak orang
lain.
sehingga akan selalu lahir sudut pandang yg selalu berbeda.
ambil contoh update;
negara bagian maryland mengesahkan pernikahan sejenis.dan sayah menangkap itu legalisasi hubungan seksual sejenis.
sedangkan anda tahu bahwa hubungan sejenis adalah tabu di agama dan tata nilai di beberapa kawasan,yah mungkin contoh sederhana di suku Sunda.

jadi agama/aturan adalah untuk menjaga moral.apakah nanti moral menjadi patuh atau melanggar maka balik ke individu masing2.

demikian penjelasan sayah....mohon maaf jika ada yg kurang anda pahami dan silahkeun bertanya jika ada kurang garam atau gula.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Sat Feb 25, 2012 12:07 pm

abu hanan wrote:
owh anda juga dahsyat dalam bermain kata.
ada satu sisi yg mengharuskan memberi kalrifikasi ketika anda menuduh islam membenci/menebarkan permusuhan.
tetapi anda tidak mau melihat sisi kristen dalam melihat org yg menolak ketuhanan yesus.kenapa bung?
piss ya bukannya sudah anda nilai sendiri bahwa saya subjektif bung? tapi itu kan penilaian anda, sebaliknya bagi saya karena pernyataan saya muncul bukan karena klaim ajaran agama tp kenyataan yg muncul dari pencerminan umat beragama itu sendiri. bukan saya tidak melihat sisi kristen melainkan karena dari sisi islam lah bung yg PALING MENCOLOK.

abu hanan wrote:jika sesama muslim saling mengkafirkan,mengapa anda tidak mencoba memahami latar belakang masalah?
bukankah semua aturan balik ke pelaku/individu masing2 dalam memahami?dan itu juga tergantung kapasitas hati dan kepala masing2.
kok saya sih bung? harusnya islam lah yang banyak2 introspeksi diri. umat beragama tapi tidak mencerminkan bahwa dirinya bertuhan haha, klasik bung abu jika kapasitas otak anda jadikan sandaran.

abu hanan wrote:ttg PEDANG,kan sayah uda bilang kalow yesus TIDAK mendapat kesempatan utk membuktikan omongan.beliow keburu dihentikan dalam dakwahnya ketika jumlah pengikut masih sedikit.Fakta tsb jangan dilupakan dan tak perlu melihat apakah ada perbuatan melawan dengan kekuatan yg terekam di bibel.Tidak semua perintah yesus telah dilakukan yesus sendiri.
1. yesus TIDAK mendapat kesempatan utk membuktikan omongan = hanya menurut anda bukan? sama halnya ketika ada umat kristen yang menilai muhammad saw lol
2. tak perlu melihat apakah ada perbuatan melawan dengan kekuatan yg terekam di bibel = jika anda berbicara tuhan umat kristen maka konsistensi anda jg harus dipertanggung jawabkan, yaitu harus dan wajib lah merujuk bibel, jgn campur aduk dengan dongeng nabi isa dalam kitab suci anda.
3. Tidak semua perintah yesus telah dilakukan yesus sendiri = kok malah anda yg lebih tau tentang tuhan umat kristen daripada umatnya sendiri.? lol

abu hanan wrote:dan sayah tak ingin memperpanjang polemik ini.
kembali ke masalah..........
karena etika-kebenaran (akal dan moral) selalu bersifat relatif lantas apa yg menjadi pilihan manusia utk menjadi baku?

setuju
tepuk tangan
masalah moral lanjut disini bung
http://www.laskarislam.com/t1422-benarkah-seorang-yang-bermoral-mesti-beragama


Terakhir diubah oleh mang kok tanggal Sat Feb 25, 2012 12:11 pm, total 1 kali diubah
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by abu hanan on Sat Feb 25, 2012 12:10 pm

karena memang saya tak ingin perpanjang polemik....maka ;
yah gimana mulai jelasin ???

emang klasik ttg sandaran ke otak dan hati,tetapi kitah mesti maklum kalow org berbeda karakter dan daya tangkap.
contoh mudah;
30 murid di dalam kelas menyimak trigonometri,tetapi ketika ujian hanya ada beberapa (mungkin 2,3,4,5 murid) yg mampu mencapai angka 8.ituh kamsutnyah sayah dalam menggunakan otak dan hati sebagai alat memahami agama.

Ibarat pohon,satu akar dan satu batang tetapi memiliki banyak ranting/cabang.
Begitupun agama,meski berawal dari satu ide tetap saja akan lahir berbagai macam sekte yg berakar dari satu pohon,bahkan yg lebih ekstrem adalah cabang tersebut mampu melepaskan diri utk menjadi pohon baru yg identik dengan pohon lama.
Islam,di sunni uda banyak mazhab yg menjadi ranting.
Kristen,ada katolik dan protestan.
Hindu,ada syiwaisme dan berbagai isme.
Budha,ada mahayana-tantrayana dll....

so...bagaimana kita menilai bahwa manusia butuh aturan baku dan seragam utk mengatur hidup?yah.........mari belajar bersama.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Sat Feb 25, 2012 12:40 pm

abu hanan wrote:
mang kok wrote:
abu hanan wrote:moralitas dan tuhan tidak dapat dipisahkan.
suatu wilayah yg belum terjamah oleh syiar agama tentunya uda punya semacam adat istiadat/aturan tertentu di luar hukum agama yg kita kenal.

yg sayah ingin letakkan disini adalah;
bagaimana awal mula manusia mengenal moral?
mengapa membutuhkan aturan untuk menjaga moral?
kenapa bung kembali bertanya kepada saya? padahal saya sendiri disini sedang mengajukan pertanyaan.
masalah awal mula manusia mengenal moral memang tidak terpisahkan dari kuasa tuhan namun bisa dipisahkan antara agama dan moral. dan yang saya tekankan disini bung bukan tentang tuhan, melainkan agama dan moral.
jika saya jawab asal muasal moral itu tergantung sudut pandang pembuat pernyataan bagaimana bung malah melebar dr pertanyaan saya bukan?
karena nantinya akan muncul statment yg berbeda2 apakah dengan keberadaan satu hal maka yang laennya salah? ga harus demikian dengan serta merta bung abu.
pertanyaan saya adalah penjelasan dari 2 sudut yg saya ajukan;
1.sisi kemanusiaan
2.dari sisi ketuhanan
keduanya saya posting diatas....
nice info
nah itulah yang ingin saya temukan dari topik ini, saya ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya dgn alasan yang rasional / sangat bisa diterima.

abu hanan wrote:sehingga akan selalu lahir sudut pandang yg selalu berbeda.
ambil contoh update;
negara bagian maryland mengesahkan pernikahan sejenis.dan sayah menangkap itu legalisasi hubungan seksual sejenis.
sedangkan anda tahu bahwa hubungan sejenis adalah tabu di agama dan tata nilai di beberapa kawasan,yah mungkin contoh sederhana di suku Sunda.

jadi agama/aturan adalah untuk menjaga moral.apakah nanti moral menjadi patuh atau melanggar maka balik ke individu masing2.

demikian penjelasan sayah....mohon maaf jika ada yg kurang anda pahami dan silahkeun bertanya jika ada kurang garam atau gula.
:lkj:
ditunggu suaranya, dari anggota forum yg lain :)
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by BAKUL KOPI on Wed Feb 29, 2012 10:37 pm

avatar
BAKUL KOPI
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 29
Posts : 757
Location : warkop
Join date : 07.10.11
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by BAKUL KOPI on Wed Feb 29, 2012 10:38 pm

up
avatar
BAKUL KOPI
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 29
Posts : 757
Location : warkop
Join date : 07.10.11
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Thu Mar 01, 2012 9:58 pm

BAKUL KOPI wrote: up
kok hanya sundul? mana suaranya?
juang
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer on Sat Mar 03, 2012 12:15 pm

Hahahahaha....mana orang yang mengaku beragama?Elo pade ngaku beragama supaya gak mati gaya kan?Supaya dibilang bermoral kan?Agar dibilang suci kan?
avatar
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by mang kok on Mon Mar 05, 2012 1:23 pm

Otak Trailer wrote:Hahahahaha....mana orang yang mengaku beragama?Elo pade ngaku beragama supaya gak mati gaya kan?Supaya dibilang bermoral kan?Agar dibilang suci kan?
nice info
yg beragama disini levelnya pemakan dogma mentah2 saja bung piss
avatar
mang kok
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 157
Join date : 15.02.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Otak Trailer on Sat Mar 10, 2012 4:21 pm

mang kok wrote:
Otak Trailer wrote:Hahahahaha....mana orang yang mengaku beragama?Elo pade ngaku beragama supaya gak mati gaya kan?Supaya dibilang bermoral kan?Agar dibilang suci kan?
nice info
yg beragama disini levelnya pemakan dogma mentah2 saja bung piss
SeTubuH bung.....Kayak anda lah.Cuman ngaku agnostik biar kagak mati GHAIA.Elo bilang kan Tuhan kagak perlu disembah.Tuhan kagak narsis.Elo tau darimane?Kalo gue sih tuhan itu ya sak enak udele dhewe.Ngapain juga elo mikirin cari-cari tuhan.Emangnye Tuhan mikirin Elo?
Buat gue sih,Tuhan ya biarin.Gue jadi makhluk ya biarin aja Tuhan ngapain aja ama gue.

Cuman gue percaya Ada sosok Jenius yang ciptain langit dan bumi.So be it...!!!!!!!

Yang Agnostik ame yang Theis sama" biar gak mati GHAIA.

Whuahahaha .......hahaha....... ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling
avatar
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Seorang Yang Bermoral Mesti Beragama?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik