FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

seni lukis dalam perspektif islam

Page 1 of 2 1, 2  Next

View previous topic View next topic Go down

seni lukis dalam perspektif islam

Post by keroncong on Mon Mar 12, 2012 3:00 pm

Al Qur'an menjelaskan tentang melukis atau menggambar, bahwa itu merupakan salah satu perbuatan Allah SWT. Dia yang telah memberi rupa yang indah, terutama terhadap makhluk hidup, dan utamanya lagi manusia. Allah SWT berfirman:

"Dialah (Allah) yang memberi rupa kamu di dalam perut (ibumu) sebagaimana dikehendaki-Nya..." (Ali Imran: 6)

"Dan telah memberi rupa kamu dengan sebaik-baik rupa (bentuk)." (At-Taghabun: 3)

"Yang telah menciptakan kamu lalu menryempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (Al Infithar: 7-8)

Al Qur'an juga menjelaskan bahwa sesungguhnya di antara Asma Allah Al Husna adalah "Al Mushawir," sebagaimana di dalam firman Allah SWT,

"Dialah Allah Yang Menciptakan Nama-nama yang Paling Baik ..." (Al Hasyr: 24)

Demikian juga Al Qur'an relah menyebutkan patung-patung di dua tempat; pertama, patung-patung yang dicela dan diingkari, yaitu melalui lisan Ibrahim as, di mana kaumnya telah menjadikan patung-patung itu sebagai sesembahan. Maka Ibrahim mengingkarinya, sambil mengatakan, "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" Mereka menjawab, "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya." (Al Anbiya': 52-53)

Yang kedua, disebutkan oleh Al Qur'an dalam nada memberikan karunia kepada Sulaiman as, yang telah ditundukkan kepadanya angin dan jin yang siap bekerja di sisinya atas seizin Tuhannya. Firman Allah.

"Para jin itu bekerja untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dangedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku)..." (Saba':13)


islam adalah anak-anak ismail, kristen dan yahudi adalah anak-anak ishak. semuanya diberkati dan menjadi bangsa yang besar. tapi terkadang kita lupa, merasa diri paling benar sendiri, saling membenci satu sama lain; memperalat kitab suci untuk dijadikan alat pembenaran diri sendiri dan menjatuhkan orang yang berbeda dengannya.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).



keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 54
Age: 60
Posts: 4230
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Mon Mar 12, 2012 4:26 pm

ichreza wrote:Yang kedua, disebutkan oleh Al Qur'an dalam nada memberikan karunia kepada Sulaiman as, yang telah ditundukkan kepadanya angin dan jin yang siap bekerja di sisinya atas seizin Tuhannya. Firman Allah.

"Para jin itu bekerja untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dangedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku)..." (Saba':13)

persis kisah mitologi candi prambanan:
roro jonggrang minta dibikinin 1000 candi dalam semalam sebaai syarat kesediaan diperisteri
akhirnya bandung bondowoso minta bantuan para lelembut/jin/dedemit

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by Jagona on Mon Mar 12, 2012 4:58 pm

ichreza wrote:Al Qur'an menjelaskan tentang melukis atau menggambar, bahwa itu merupakan salah satu perbuatan Allah SWT. Dia yang telah memberi rupa yang indah, terutama terhadap makhluk hidup, dan utamanya lagi manusia. Allah SWT berfirman:

"Dialah (Allah) yang memberi rupa kamu di dalam perut (ibumu) sebagaimana dikehendaki-Nya..." (Ali Imran: 6)

"Dan telah memberi rupa kamu dengan sebaik-baik rupa (bentuk)." (At-Taghabun: 3)

"Yang telah menciptakan kamu lalu menryempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (Al Infithar: 7-8)

Al Qur'an juga menjelaskan bahwa sesungguhnya di antara Asma Allah Al Husna adalah "Al Mushawir," sebagaimana di dalam firman Allah SWT,

"Dialah Allah Yang Menciptakan Nama-nama yang Paling Baik ..." (Al Hasyr: 24)

Seni lukis adalah untuk mencerdaskan manusia. Dengan seni ini imajinasi seseorang dapat dikembangkan tentang sesuatu bagi peningkatan peradaban, baik dalam sains maupun dalam teknologi, tetapi hendaklah dalam batas-batas amar makruf nahi munkar.

Lukisan hendaklah bebas dari cercaan, ejekan dan hasutan, karena hal ini akan menimbulkan permusuhan dalam masyarakat. Sering kejadian bahwa karikatur disebarkan kepada umum, tetapi isinya hanyalah celaan dan hasutan, padahal yang dibutuhkan adalah seni konstruktif dan korektif yang adil. Mengenai hal ini perhatikan ayat-ayat 6/108, 16/125, dan 49/10.

Lukisan harus bebas dari sifat-sifat porno, romantis, dongeng, kriminal dan destruktif lainnya, padahal yang dibutuhkan ialah yang mengandung tenaga dorong bagi perjuangan, sains dan teknologi yang berfaedah bagi masyarakat.

Ayat 41/25 : KAMI tentukan untuk mereka generasi yang menghiasi bagi mereka apa yang di muka mereka dan yang di belakang mereka, dan logis atas mereka perkataan (hukuman) pada umat yang sungguh telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia, bahwa mereka adalah merugi.

Ayat 49/12 : Wahai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan sangkaan, bahwa setengah sangkaan itu dosa. Jangan mengintip-intip dan jangan setengah kamu mengumpat setengahnya. Apakah seseorang kamu suka memakan daging mayat saudaranya ? Tentu kamu membencinya. Insyaflah pada ALLAH pemberi tobat penyayang.

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 18
Age: 68
Posts: 4039
Location: Banten
Job/hobbies: baca-baca, jalan-jalan
Humor: ketawalah sebelum ketawa dilarang
Join date: 2012-01-08

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by keroncong on Tue Mar 13, 2012 12:55 am

Akan tetapi budaya Islam tidak menghendaki adanya gambar-gambar manusia dan binatang, terutama yang berbentuk dan telanjang. Yang dikehendaki adalah yang selain itu (yang tidak bernyawa) dan sesuai dengan aqidah tauhid, bukan yang berbentuk dan identik dengan patung-patung yang disembah, dengan segala macamnya dan tingkatannya.

Dari sinilah maka seni Islam itu beralih kepada bentuk lain yang juga sangat indah dan menarik, seperti yang nampak pada lukisan-lukisan kaligrafi dan hiasan-hiasan yang dibuat oleh seniman Muslim. Sebagaimana terlihat di masjid-masjid, mushaf, gedung-gedung, rumah-rumah dan tempat lainnya di dinding, atap, pintu dan jendela. Bahkan kadang-kadang di lantai dan pada alat-alat perkakas rumah tangga, sprei, sarung bantal, pakaian dan gagang pedang. Dengan menggunakan bahan-bahan dari batu, marmer, kayu, semen, kulit, kaca, kertas, besi, tembaga dan bahan tambang lainnya, yang beraneka ragam.

Termasuk lukisan/hiasan yang menarik adalah kaligrafi Arab dengan berbagai model, tsuluts, naskh, riq'ah, farisi, diwani, kufi dan lainnya. Kaligrafi itu ditulis oleh para khathath (ahli khat) yang ahli, sehingga terlihat sangat indah dan menarik.

Seni kaligrafi dan hiasan itu banyak dipergunakan untuk penulisan mushaf Al Qur'an dan ornamen di masJid-masjid, sebagaimana yang masih bisa kita lihat di Masjid Nabawi, Masjid Qubbatus-Sakhrah (Palestina) Masjid Jami' Al Umawi di Damascus Syiria, Masjid Sultan Ahmad dan Maslid As-Sulaimaniyah di Istanbul Turki, Masjid Sultan Hasan dan Jami' Muhammad Ali di Kairo dan masih banyak lagi masjid di seluruh penjuru dunia Islam yang lainnya.

Terlihat juga seni Islam di bangunan-bangunan megah. Ada ahli sejarah yang mengatakan, "Sesungguhnya seni bangunan itu sebaik-baik yang menampilkan tentang seni Islam, dan ini telah terbukti di berbagai tempat, seperti yang ada di India, ada satu tempat yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang menggambarkan keindahan arsitektur Islam, itulah "Taj Mahal."

Demikianlah, dilarangnya melukis dan memahat (makhluk hidup) tidak menjadi penyebab terpuruknya dunia seni Islam. Bahkan menjadikan seni Islami memiliki ciri khas yang menarik dan keindahan tersendiri.




Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
oleh Dr. Yusuf Qardhawi


islam adalah anak-anak ismail, kristen dan yahudi adalah anak-anak ishak. semuanya diberkati dan menjadi bangsa yang besar. tapi terkadang kita lupa, merasa diri paling benar sendiri, saling membenci satu sama lain; memperalat kitab suci untuk dijadikan alat pembenaran diri sendiri dan menjatuhkan orang yang berbeda dengannya.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).



keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 54
Age: 60
Posts: 4230
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 13, 2012 9:48 am

ichreza wrote:Akan tetapi budaya Islam tidak menghendaki adanya gambar-gambar manusia dan binatang, terutama yang berbentuk dan telanjang. Yang dikehendaki adalah yang selain itu (yang tidak bernyawa) dan sesuai dengan aqidah tauhid, bukan yang berbentuk dan identik dengan patung-patung yang disembah, dengan segala macamnya dan tingkatannya.

Dari sinilah maka seni Islam itu beralih kepada bentuk lain yang juga sangat indah dan menarik, seperti yang nampak pada lukisan-lukisan kaligrafi dan hiasan-hiasan yang dibuat oleh seniman Muslim. Sebagaimana terlihat di masjid-masjid, mushaf, gedung-gedung, rumah-rumah dan tempat lainnya di dinding, atap, pintu dan jendela. Bahkan kadang-kadang di lantai dan pada alat-alat perkakas rumah tangga, sprei, sarung bantal, pakaian dan gagang pedang. Dengan menggunakan bahan-bahan dari batu, marmer, kayu, semen, kulit, kaca, kertas, besi, tembaga dan bahan tambang lainnya, yang beraneka ragam.

Termasuk lukisan/hiasan yang menarik adalah kaligrafi Arab dengan berbagai model, tsuluts, naskh, riq'ah, farisi, diwani, kufi dan lainnya. Kaligrafi itu ditulis oleh para khathath (ahli khat) yang ahli, sehingga terlihat sangat indah dan menarik.

Seni kaligrafi dan hiasan itu banyak dipergunakan untuk penulisan mushaf Al Qur'an dan ornamen di masJid-masjid, sebagaimana yang masih bisa kita lihat di Masjid Nabawi, Masjid Qubbatus-Sakhrah (Palestina) Masjid Jami' Al Umawi di Damascus Syiria, Masjid Sultan Ahmad dan Maslid As-Sulaimaniyah di Istanbul Turki, Masjid Sultan Hasan dan Jami' Muhammad Ali di Kairo dan masih banyak lagi masjid di seluruh penjuru dunia Islam yang lainnya.

Terlihat juga seni Islam di bangunan-bangunan megah. Ada ahli sejarah yang mengatakan, "Sesungguhnya seni bangunan itu sebaik-baik yang menampilkan tentang seni Islam, dan ini telah terbukti di berbagai tempat, seperti yang ada di India, ada satu tempat yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang menggambarkan keindahan arsitektur Islam, itulah "Taj Mahal."

Demikianlah, dilarangnya melukis dan memahat (makhluk hidup) tidak menjadi penyebab terpuruknya dunia seni Islam. Bahkan menjadikan seni Islami memiliki ciri khas yang menarik dan keindahan tersendiri.

Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
oleh Dr. Yusuf Qardhawi

tidak masuk akal waras
menggambar pohon aja DILARANG

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by senopati on Wed Mar 14, 2012 8:34 pm

SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:Akan tetapi budaya Islam tidak menghendaki adanya gambar-gambar manusia dan binatang, terutama yang berbentuk dan telanjang. Yang dikehendaki adalah yang selain itu (yang tidak bernyawa) dan sesuai dengan aqidah tauhid, bukan yang berbentuk dan identik dengan patung-patung yang disembah, dengan segala macamnya dan tingkatannya.

Dari sinilah maka seni Islam itu beralih kepada bentuk lain yang juga sangat indah dan menarik, seperti yang nampak pada lukisan-lukisan kaligrafi dan hiasan-hiasan yang dibuat oleh seniman Muslim. Sebagaimana terlihat di masjid-masjid, mushaf, gedung-gedung, rumah-rumah dan tempat lainnya di dinding, atap, pintu dan jendela. Bahkan kadang-kadang di lantai dan pada alat-alat perkakas rumah tangga, sprei, sarung bantal, pakaian dan gagang pedang. Dengan menggunakan bahan-bahan dari batu, marmer, kayu, semen, kulit, kaca, kertas, besi, tembaga dan bahan tambang lainnya, yang beraneka ragam.

Termasuk lukisan/hiasan yang menarik adalah kaligrafi Arab dengan berbagai model, tsuluts, naskh, riq'ah, farisi, diwani, kufi dan lainnya. Kaligrafi itu ditulis oleh para khathath (ahli khat) yang ahli, sehingga terlihat sangat indah dan menarik.

Seni kaligrafi dan hiasan itu banyak dipergunakan untuk penulisan mushaf Al Qur'an dan ornamen di masJid-masjid, sebagaimana yang masih bisa kita lihat di Masjid Nabawi, Masjid Qubbatus-Sakhrah (Palestina) Masjid Jami' Al Umawi di Damascus Syiria, Masjid Sultan Ahmad dan Maslid As-Sulaimaniyah di Istanbul Turki, Masjid Sultan Hasan dan Jami' Muhammad Ali di Kairo dan masih banyak lagi masjid di seluruh penjuru dunia Islam yang lainnya.

Terlihat juga seni Islam di bangunan-bangunan megah. Ada ahli sejarah yang mengatakan, "Sesungguhnya seni bangunan itu sebaik-baik yang menampilkan tentang seni Islam, dan ini telah terbukti di berbagai tempat, seperti yang ada di India, ada satu tempat yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang menggambarkan keindahan arsitektur Islam, itulah "Taj Mahal."

Demikianlah, dilarangnya melukis dan memahat (makhluk hidup) tidak menjadi penyebab terpuruknya dunia seni Islam. Bahkan menjadikan seni Islami memiliki ciri khas yang menarik dan keindahan tersendiri.

Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
oleh Dr. Yusuf Qardhawi

tidak masuk akal waras
menggambar pohon aja DILARANG

Ngapaen loe yang repot...toh ne dah hukum islam! ngapen loe ikut nimbrung?? agama Loe g lengkap tah?? apa G punya Tuhan?? kasihannya.....!!!
ya emang G masuk akal waras, lha wong Loe z G bisa Mikir Waras!

senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 2
Age: 24
Posts: 109
Join date: 2012-03-11

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 15, 2012 7:33 am

alasan melarang menggambar pohon apaan sih?
nalar/tidak

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by senopati on Thu Mar 15, 2012 9:30 am

SEGOROWEDI wrote:alasan melarang menggambar pohon apaan sih?
nalar/tidak

Ngapaen Loe pake tanya Nalar/Tidak?? Lha kamu punya Nalar G??

senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 2
Age: 24
Posts: 109
Join date: 2012-03-11

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Fri Mar 16, 2012 4:42 pm

senopati wrote:
Ngapaen Loe pake tanya Nalar/Tidak?? Lha kamu punya Nalar G??

kamu pernah nggambar pohon/tidak?
atau anakmu pernah nggambar pohon/tidak?

padahal itu DOSA

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by keroncong on Fri Mar 16, 2012 5:21 pm

Islam mengharamkan patung dan semua gambar yang bertubuh,
seperti patung manusia dan binatang. Tingkat keharaman itu
akan bertambah bila patung tersebut merupakan bentuk orang
yang diagungkan, semisal raja, Nabi, Al Masih, atau Maryam;
atau berbentuk sesembahan para penyembah berhala, semisal
sapi bagi orang Hindu. Maka yang demikian itu tingkat
keharamannya semakin kuat sehingga kadang-kadang sampai pada
tingkat kafir atau mendekati kekafiran, dan orang yang
menghalalkannya dianggap kafir.

Islam sangat menaruh perhatian dalam memelihara tauhid, dan
semua hal yang akan bersentuhan dengan aqidah tauhid ditutup
rapat-rapat.

Sebagian orang berkata, "Pendapat seperti ini berlaku hanya
pada zaman berhala dan penyembahan berhala, adapun sekarang
tidak ada lagi berhala dan penyembah berhala." Ucapan ini
tidak benar, karena pada zaman kita sekarang ini masih ada
orang yang menyembah berhala dan menyembah sapi atau
binatang lainnya. Mengapa kita mengingkari kenyataan ini?
Bahkan di Eropa banyak kita jumpai orang yang tidak sekadar
menyembah berhala. Anda akan menyaksikan bahwa pada era
teknologi canggih ini mereka masih menggantungkan sesuatu
pada tapal kudanya misalnya, atau pada kendaraannya sebagai
tangkal.

Manusia pada setiap zaman selalu saja ada yang mempercayai
khurafat. Dan kelemahan akal manusia kadang-kadang
menyebabkan mereka menerima sesuatu yang tidak benar,
sehingga orang yang mengaku berperadaban dan cendekia pun
dapat terjatuh ke dalam lembah kebatilan, yang sebenarnya
hal ini tidak dapat diterima oleh akal orang buta huruf
sekalipun.

Islam jauh-jauh telah mengantisipasi hal itu sehingga
mengharamkan segala sesuatu yang dapat menggiring kebiasaan
tersebut kepada sikap keberhalaan, atau yang didalamnya
mengandung unsur-unsur keberhalaan. Karena itulah Islam
mengharamkan patung. Dan patung-patung pemuka Mesir tempo
dulu termasuk ke dalam jenis ini.

Bahkan ada orang yang menggantungkan patung-patung tersebut
untuk jimat, seperti memasang kepala "naqratiti" atau
lainnya untuk menangkal hasad, jin, atau 'ain. Dengan
demikian, keharamannya menjadi berlipat ganda karena
bergabung antara haramnya jimat dan haramnya patung.

Kesimpulannya, patung itu tidak diperbolehkan (haram),
kecuali patung (boneka) untuk permainan anak-anak kecil, dan
setiap muslim wajib menjauhinya.



islam adalah anak-anak ismail, kristen dan yahudi adalah anak-anak ishak. semuanya diberkati dan menjadi bangsa yang besar. tapi terkadang kita lupa, merasa diri paling benar sendiri, saling membenci satu sama lain; memperalat kitab suci untuk dijadikan alat pembenaran diri sendiri dan menjatuhkan orang yang berbeda dengannya.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).



keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 54
Age: 60
Posts: 4230
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by senopati on Fri Mar 16, 2012 8:18 pm

ichreza wrote:Islam mengharamkan patung dan semua gambar yang bertubuh,
seperti patung manusia dan binatang. Tingkat keharaman itu
akan bertambah bila patung tersebut merupakan bentuk orang
yang diagungkan, semisal raja, Nabi, Al Masih, atau Maryam;
atau berbentuk sesembahan para penyembah berhala, semisal
sapi bagi orang Hindu. Maka yang demikian itu tingkat
keharamannya semakin kuat sehingga kadang-kadang sampai pada
tingkat kafir atau mendekati kekafiran, dan orang yang
menghalalkannya dianggap kafir.

Islam sangat menaruh perhatian dalam memelihara tauhid, dan
semua hal yang akan bersentuhan dengan aqidah tauhid ditutup
rapat-rapat.

Sebagian orang berkata, "Pendapat seperti ini berlaku hanya
pada zaman berhala dan penyembahan berhala, adapun sekarang
tidak ada lagi berhala dan penyembah berhala." Ucapan ini
tidak benar, karena pada zaman kita sekarang ini masih ada
orang yang menyembah berhala dan menyembah sapi atau
binatang lainnya. Mengapa kita mengingkari kenyataan ini?
Bahkan di Eropa banyak kita jumpai orang yang tidak sekadar
menyembah berhala. Anda akan menyaksikan bahwa pada era
teknologi canggih ini mereka masih menggantungkan sesuatu
pada tapal kudanya misalnya, atau pada kendaraannya sebagai
tangkal.

Manusia pada setiap zaman selalu saja ada yang mempercayai
khurafat. Dan kelemahan akal manusia kadang-kadang
menyebabkan mereka menerima sesuatu yang tidak benar,
sehingga orang yang mengaku berperadaban dan cendekia pun
dapat terjatuh ke dalam lembah kebatilan, yang sebenarnya
hal ini tidak dapat diterima oleh akal orang buta huruf
sekalipun.

Islam jauh-jauh telah mengantisipasi hal itu sehingga
mengharamkan segala sesuatu yang dapat menggiring kebiasaan
tersebut kepada sikap keberhalaan, atau yang didalamnya
mengandung unsur-unsur keberhalaan. Karena itulah Islam
mengharamkan patung. Dan patung-patung pemuka Mesir tempo
dulu termasuk ke dalam jenis ini.

Bahkan ada orang yang menggantungkan patung-patung tersebut
untuk jimat, seperti memasang kepala "naqratiti" atau
lainnya untuk menangkal hasad, jin, atau 'ain. Dengan
demikian, keharamannya menjadi berlipat ganda karena
bergabung antara haramnya jimat dan haramnya patung.

Kesimpulannya, patung itu tidak diperbolehkan (haram),
kecuali patung (boneka) untuk permainan anak-anak kecil, dan
setiap muslim wajib menjauhinya.


Nah ne baru jawaban yang baik,
khusus buat segorowedi, mending belajar sama adminnya z yach,,,daripada loe trus2an ngenyel dan entar malah sulit diobati!
Semoga cepet dapat hidayah yach segoro Wedi!

senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 2
Age: 24
Posts: 109
Join date: 2012-03-11

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by senopati on Fri Mar 16, 2012 8:20 pm

SEGOROWEDI wrote:
senopati wrote:
Ngapaen Loe pake tanya Nalar/Tidak?? Lha kamu punya Nalar G??

kamu pernah nggambar pohon/tidak?
atau anakmu pernah nggambar pohon/tidak?

padahal itu DOSA

Alhamdulillah...
Loe dah perhatian sama gue, dah ngingetin supaya gue dan anak2 gue G melakukan dosa! nah gitu dunk, sekali toleran sama agama lain, jangan membencin dan menghujat! :lkj:

senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 2
Age: 24
Posts: 109
Join date: 2012-03-11

Back to top Go down

seni lukis dalam perspektif islam

Post by barabasmurtad77 on Sat Mar 17, 2012 10:12 am

ichreza wrote:Al Qur'an menjelaskan tentang melukis atau menggambar, bahwa itu merupakan salah satu perbuatan Allah SWT. Dia yang telah memberi rupa yang indah, terutama terhadap makhluk hidup, dan utamanya lagi manusia. Allah SWT berfirman:

"Dialah (Allah) yang memberi rupa kamu di dalam perut (ibumu) sebagaimana dikehendaki-Nya..." (Ali Imran: 6)

"Dan telah memberi rupa kamu dengan sebaik-baik rupa (bentuk)." (At-Taghabun: 3)

"Yang telah menciptakan kamu lalu menryempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (Al Infithar: 7-8)

Al Qur'an juga menjelaskan bahwa sesungguhnya di antara Asma Allah Al Husna adalah "Al Mushawir," sebagaimana di dalam firman Allah SWT,

"Dialah Allah Yang Menciptakan Nama-nama yang Paling Baik ..." (Al Hasyr: 24)

Demikian juga Al Qur'an relah menyebutkan patung-patung di dua tempat; pertama, patung-patung yang dicela dan diingkari, yaitu melalui lisan Ibrahim as, di mana kaumnya telah menjadikan patung-patung itu sebagai sesembahan. Maka Ibrahim mengingkarinya, sambil mengatakan, "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" Mereka menjawab, "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya." (Al Anbiya': 52-53)

Yang kedua, disebutkan oleh Al Qur'an dalam nada memberikan karunia kepada Sulaiman as, yang telah ditundukkan kepadanya angin dan jin yang siap bekerja di sisinya atas seizin Tuhannya. Firman Allah.

"Para jin itu bekerja untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dangedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku)..." (Saba':13)

APA YANG PERLU DIBANGGAIN KALAU DARI SUMBERNYA "ALKITAB" PENGUNGKAPANNYA JAUH LEBIH JELAS:
P. Lama: Mazmur: 139
139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 2
Posts: 197
Join date: 2011-11-24

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by Jagona on Sat Mar 17, 2012 11:53 am

barabasmurtad77 wrote:
ichreza wrote:

"Yang telah menciptakan kamu lalu menryempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (Al Infithar: 7-8)


APA YANG PERLU DIBANGGAIN KALAU DARI SUMBERNYA "ALKITAB" PENGUNGKAPANNYA JAUH LEBIH JELAS:
P. Lama: Mazmur: 139
139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

di mana letak kejelasannya ........ apakah membentuk buah pinggang doang atow menenun bayi dalam kandungan ..... moso jabang bayi ditenun .. rek rek .. tolong dong tunjukin kehebatannya

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 18
Age: 68
Posts: 4039
Location: Banten
Job/hobbies: baca-baca, jalan-jalan
Humor: ketawalah sebelum ketawa dilarang
Join date: 2012-01-08

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Sat Mar 17, 2012 12:45 pm

senopati wrote:
Alhamdulillah...
Loe dah perhatian sama gue, dah ngingetin supaya gue dan anak2 gue G melakukan dosa! nah gitu dunk, sekali toleran sama agama lain, jangan membencin dan menghujat!

logikanya itu lho dimana..
nggambar pohon kok dosa
sementara mbunuh orang orang malah berpahala 72 bidadari sorga

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Sat Mar 17, 2012 12:49 pm

Jagona wrote:Yang telah menciptakan kamu lalu menryempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (Al Infithar: 7-8)

kata-kata aneh dan membingungkan:
'menyempurnakan kejadianmu, menjadikanmu seimbang', dalam bentuk apa saja'
bingung

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by keroncong on Sat Mar 17, 2012 5:25 pm

SEGOROWEDI wrote:
senopati wrote:
Alhamdulillah...
Loe dah perhatian sama gue, dah ngingetin supaya gue dan anak2 gue G melakukan dosa! nah gitu dunk, sekali toleran sama agama lain, jangan membencin dan menghujat!

logikanya itu lho dimana..
nggambar pohon kok dosa
sementara mbunuh orang orang malah berpahala 72 bidadari sorga

biar kamu nggak OOT, ok, saya kasih tahu yah

Hukum Gambar

Sebelum kita bahas tentang hukum gambar sebenarnya dalam timbangan syara’, maka perlu diketahui dan dipahami bahwa gambar berdasarkan hukumnya bisa terbagi menjadi dua bagian.

1.

Gambar yang tidak bernyawa

Seperti gunung, sungai, matahari, bulan dan pepohonan atau benda mati yang lain. Maka yang demikian tidak terlarang menurut mayoritas Ulama, meskipun ada yang berpendapat tidak bolehnya menggambar sesuatu yang berbuah dan tumbuh seperti pohon, tumbuh-tumbuhan dan semacamnya, namun pendapat ini lemah.

2.

Gambar yang bernyawa

Menggambar semacam ini terbagi menjadi dua bentuk:
a. Menggambar dengan tangan (melukis), maka yang seperti ini terlarang dan hukumnya haram. Dan perbuatan yang demikian termasuk salah satu dari dosa-dosa besar. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan peringatan dan ancaman keras sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadits di bawah ini :

1. Riwayat Ibnu Abbas:
Artinya, “Setiap pelukis berada dalam neraka, dijadikan kepadanya setiap apa yang dilukis/digambar bernyawa dan mengadzabnya dalam neraka Jahannam.” (H.R Muslim).

2. Riwayat Abu Khudzaifah
Bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Melaknat orang yang makan riba, dan orang yang memberi makan dari riba, dan orang yang bertato, dan yang minta ditato, dan pelukis/tukang gambar.” (H.R Bukhori )

3. Riwayat ‘Aisyah
Bahwa Rosululloh Shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Seberat-berat manusia yang teradzab pada hari kiamat adalah orang-orang yang ingin menyerupai ciptaan Alloh.” ( H.R Bukhori dan Muslim ).

4. Riwayat Abu Huroiroh, beliau mendengar Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Alloh Ta’ala berfirman: Dan siapa yang lebih celaka daripada orang yang menciptakan ciptaan seperti ciptaan-Ku, maka hendaklah mereka ciptakan sebutir jagung, biji-bijian dan gandum (pada hari kiamat kelak).” (H.R Bukhori dan Muslim)

Dan menggambar (melukis) yang dimaksud pada beberapa hadits di atas adalah menggambar dengan tangan, yaitu seseorang dengan keahlian dan inspirasinya serta imajinasinya memindahkan sebuah gambar ke dalam kanvas dengan tangannya sampai kemudian sempurna menyerupai ciptaan Alloh Ta’ala, karena dia berusaha memulai sebagaimana Alloh Ta’ala memulai, dan menciptakan sebagaimana Alloh Ta’ala menciptakan. Dan meskipun tidak ada niatan sebagai upaya penyerupaan, namun suatu hukum akan berlaku apabila tergantung atas sifatnya. Maka manakala terdapat sifat, terdapat pula hukum, dan seorang pelukis gambar apabila melukis/menggambar sesuatu maka penyerupaan itu ada (terjadi) walaupun tidak diniatkan. Dan seorang pelukis pada umumnya tidak akan bisa terlepas dari apa yang diniatkan sebagai penyerupaan, dan ketika apa yang digambar itu hasilnya lebih baik dan memuaskan maka seorang pelukis akan bangga dengannya. Dan penyerupaan akan terjadi hanya dengan apa yang dia gambar, baik dikehendakinya atau tidak. Karena itulah ketika seseorang melakukan perbuatan yang menyerupai perbuatan orang lain, maka kita akan berkata: “Sesungguhnya perbuatan ini menyerupai perbuatan itu, walaupun yang melakukan tidak bermaksud menyerupai.“

b. Menggambar dengan menggunakan selain tangan, seperti menggambar dengan kamera (fotografi), yang dengannya sesuatu ciptaan Alloh Ta’ala bisa berubah menjadi sebuah gambar, dan orang yang melakukannya tanpa melakukan sesuatu kecuali mengaktifkan alat kamera tersebut yang kemudian menghasilkan sebuah gambar pada sebuah kertas.

Maka bentuk menggambar semacam ini, di dalamnya terdapat permasalahan diantara para Ulama’, karena yang demikian tidak pernah ada dan terjadi pada jaman Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam, khulafa’ur Rosyidin, dan Ulama terdahulu dari kalangan as-Salaf. Sehinga Ulama setelah mereka berbeda pendapat dalam menyikapinya:

1. Sebagian dari mereka mengatakan tidak boleh, dan hal ini sebagaimana menggambar dengan tangan berdasarkan keumuman lafadz (secara uruf/kebiasaan).

2. Sebagian dari mereka membolehkan, karena secara makna bahwa mengambar dengan memakai alat kamera tidak seperti perbuatan pelukis yang dengannya ada penyerupaan terhadap ciptaan Alloh Ta’ala.

Dan pendapat yang mengatakan diharamkannya menggambar dengan memakai alat kamera lebih berhati-hati, sementara pendapat yang mengatakan halalnya lebih sesuai dengan kaidah yang ada. Akan tetapi mereka yang mengatakan halal ini mensyaratkan agar gambar yang dihasilkan tidak merupakan perkara yang haram seperti gambar wanita (bukan mahrom), atau gambar seseorang dengan maksud untuk digantungkan dalam kamar untuk mengingatnya (sebagai pajangan), atau gambar yang tersimpan dalam album untuk dinikmati dan diingat. Maka yang demikian haram hukumnya karena mengambil gambar dengan alat kamera dan menikmatinya dengan maksud selain untuk dihina dan dilecehkan haram menurut sebagian besar Ulama sebagaimana yang demikian telah dijelaskan dalam as-Sunnah as-Shohihah.

Adapun terhadap gambar (foto) yang digunakan untuk tujuan dan kepentingan tertentu, seperti foto untuk KTP, paspor, STNK, dan kegiatan yang dengannya diminta sebagai bukti kegiatan maka yang demikian tidaklah terlarang.

Sementara foto kenangan, seperti pernikahan, dan acara-acara selainnya yang dengannya untuk dinikmati tanpa ada kepentingan yang jelas maka hukumnya haram. Sebagaimana sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam saat menjelaskan bahwa para malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada gambar. Dan bagi siapa saja yang memiliki foto-foto demikian agar memusnahkannya, sehingga kita tidak berdosa lantaran foto-foto tersebut.

Dan tidak ada perbedaan, apakah gambar tersebut memiliki bayangan (berbentuk) atau tidak, sebagaimana tidak ada perbedaan apakah menggambarnya dalam rangka untuk main-main, atau menggambarnya di papan tulis untuk menjelaskan makna sesuatu agar mudah dipahami oleh siswa, dan yang demikian maka seorang guru tidak boleh menggambar di papan tulis gambar manusia ataupun hewan.

Namun dalam keadaan terpaksa, seorang guru boleh menggambar bagian dari tubuh seseorang, seperti kaki kemudian menjelaskannya dan setelah itu menghapusnya, dan kemudian menggambar tangan, atau kepala sebagaimana cara di atas. Maka yang demikian tidak terlarang.


islam adalah anak-anak ismail, kristen dan yahudi adalah anak-anak ishak. semuanya diberkati dan menjadi bangsa yang besar. tapi terkadang kita lupa, merasa diri paling benar sendiri, saling membenci satu sama lain; memperalat kitab suci untuk dijadikan alat pembenaran diri sendiri dan menjatuhkan orang yang berbeda dengannya.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).



keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 54
Age: 60
Posts: 4230
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by senopati on Sat Mar 17, 2012 5:34 pm

SEGOROWEDI wrote:
senopati wrote:
Alhamdulillah...
Loe dah perhatian sama gue, dah ngingetin supaya gue dan anak2 gue G melakukan dosa! nah gitu dunk, sekali toleran sama agama lain, jangan membencin dan menghujat!

logikanya itu lho dimana..
nggambar pohon kok dosa
sementara mbunuh orang orang malah berpahala 72 bidadari sorga

ya jelas... kalo yang dibunuh kayak loe...
sama kayak ungkapan gini "kalo seluruh koruptor dan diseluruh Indonesia pergi berlibur naik kepal pesiar, trus kapal pesiar tuh tenggelam! yang selamat kan seluruh rakyat Indonesia"
lagian, yang dibunuh juga G sembarang orang! makanya dunk...sekolah di PAUD lagi eah! :lkj:

senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 2
Age: 24
Posts: 109
Join date: 2012-03-11

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Sun Mar 18, 2012 5:58 pm

ichreza wrote:
biar kamu nggak OOT, ok, saya kasih tahu yah

Hukum Gambar

Sebelum kita bahas tentang hukum gambar sebenarnya dalam timbangan syara’, maka perlu diketahui dan dipahami bahwa gambar berdasarkan hukumnya bisa terbagi menjadi dua bagian.

1.

Gambar yang tidak bernyawa

Seperti gunung, sungai, matahari, bulan dan pepohonan atau benda mati yang lain. Maka yang demikian tidak terlarang menurut mayoritas Ulama, meskipun ada yang berpendapat tidak bolehnya menggambar sesuatu yang berbuah dan tumbuh seperti pohon, tumbuh-tumbuhan dan semacamnya, namun pendapat ini lemah.

2.

Gambar yang bernyawa

Menggambar semacam ini terbagi menjadi dua bentuk:
a. Menggambar dengan tangan (melukis), maka yang seperti ini terlarang dan hukumnya haram. Dan perbuatan yang demikian termasuk salah satu dari dosa-dosa besar. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan peringatan dan ancaman keras sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadits di bawah ini :

1. Riwayat Ibnu Abbas:
Artinya, “Setiap pelukis berada dalam neraka, dijadikan kepadanya setiap apa yang dilukis/digambar bernyawa dan mengadzabnya dalam neraka Jahannam.” (H.R Muslim).

2. Riwayat Abu Khudzaifah
Bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Melaknat orang yang makan riba, dan orang yang memberi makan dari riba, dan orang yang bertato, dan yang minta ditato, dan pelukis/tukang gambar.” (H.R Bukhori )

3. Riwayat ‘Aisyah
Bahwa Rosululloh Shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Seberat-berat manusia yang teradzab pada hari kiamat adalah orang-orang yang ingin menyerupai ciptaan Alloh.” ( H.R Bukhori dan Muslim ).

4. Riwayat Abu Huroiroh, beliau mendengar Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Alloh Ta’ala berfirman: Dan siapa yang lebih celaka daripada orang yang menciptakan ciptaan seperti ciptaan-Ku, maka hendaklah mereka ciptakan sebutir jagung, biji-bijian dan gandum (pada hari kiamat kelak).” (H.R Bukhori dan Muslim)

Dan menggambar (melukis) yang dimaksud pada beberapa hadits di atas adalah menggambar dengan tangan, yaitu seseorang dengan keahlian dan inspirasinya serta imajinasinya memindahkan sebuah gambar ke dalam kanvas dengan tangannya sampai kemudian sempurna menyerupai ciptaan Alloh Ta’ala, karena dia berusaha memulai sebagaimana Alloh Ta’ala memulai, dan menciptakan sebagaimana Alloh Ta’ala menciptakan. Dan meskipun tidak ada niatan sebagai upaya penyerupaan, namun suatu hukum akan berlaku apabila tergantung atas sifatnya. Maka manakala terdapat sifat, terdapat pula hukum, dan seorang pelukis gambar apabila melukis/menggambar sesuatu maka penyerupaan itu ada (terjadi) walaupun tidak diniatkan. Dan seorang pelukis pada umumnya tidak akan bisa terlepas dari apa yang diniatkan sebagai penyerupaan, dan ketika apa yang digambar itu hasilnya lebih baik dan memuaskan maka seorang pelukis akan bangga dengannya. Dan penyerupaan akan terjadi hanya dengan apa yang dia gambar, baik dikehendakinya atau tidak. Karena itulah ketika seseorang melakukan perbuatan yang menyerupai perbuatan orang lain, maka kita akan berkata: “Sesungguhnya perbuatan ini menyerupai perbuatan itu, walaupun yang melakukan tidak bermaksud menyerupai.“

tetep tidak masuk akal..
orang melukis sesuatu ya tentunya semirip mungkin dengan obyek yang dilukiskan
malah aneh, menggambar kambing tapi jadinya monyet
keberatan ilahmu juga tidak masuk akal
si pelukis hanya menggambar, tidak menciptakan obyek yang dilukisnya

tidak masul akal:
- hanya karena melukis/menggambar DILAKNAT dan DIAZAB

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by senopati on Tue Mar 20, 2012 12:06 pm

Untuk segoro Wedi...
emang semua tidak akan pernah masuk akal kalu panjenengan belum dapat hidayah!

senopati
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 2
Age: 24
Posts: 109
Join date: 2012-03-11

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by keroncong on Sat Mar 24, 2012 2:45 pm

Di sini bisa kita simpulkan mengenai hukum lukisan dan para pelukisnya secara ringkas sebagai berikut:

A. Jenis lukisan (gambar) yang paling berat dosanya adalah gambar sesuatu yang disembah selain Allah. Ini menjadikan pelukisnya (pemahatnya) menjadi kafir apabila dia mengetahui tujuannya. Dalam hal ini gambar yang berbentuk itu lebih berat lagi dosanya dan pengingkaran kita terhadap-Nya. Juga setiap orang yang menyebarkan gambar itu atau mengagungkannya dengan cara apa pun, maka ia masuk ke dalam dosa itu sejauh keikutsertaannya.

B. Tingkat yang kedua dalam besarnya dosa adalah orang yang menggambar sesuatu yang tidak untuk disembah, tetapi dimaksudkan untuk mengungguli ciptaan Allah SWT. Ini mendekati kekufuran dan dia berkait erat dengan niat orang yang menggambar.

C. Satu tingkatan di bawahnya lagi adalah gambar-gambar yang berbentuk yang tidak disembah, tetapi diagungkan. Seperti gambar raja-raja, para pemimpin dan selain mereka dari tokoh-tokoh yang diabadikan dengan patung dan dipasang di lapangan dan tempat-tempat lainnya. Di sini sama antara yang utuh satu badan atau setengah badan.

D. Tingkatan di bawahnya lagi adalah gambar-gambar yang berbentuk untuk setiap yang bernyawa, yang tidak disucikan dan diagungkan. Ini disepakati haramnya, kecuali mainan anak-anak atau yang dipakai untuk permen.

E. Tingkatan di bawahnya lagi adalah gambar-gambar yang tidak berbentuk, berupa lukisan-lukisan yang diagungkan. Seperti lukisan para pengusaha, pemimpin dan lainnya, terutama yang ditempel atau digantung. Semakin kuat haramnya apabila mereka itu adalah orang-orang zhalim, fasik dan kafir, karena mengagungkan mereka berarti merobohkan Islam.

F. Tingkatan di bawahnya lagi adalah gambar-gambar yang tidak berbentuk, mempunyai nyawa yang tidak diagungkan, tetapi sekedar untuk kemewahan. Seperti hiasan dinding, ini hukumnya makruh.

G. Adapun gambar-gambar yang tidak bernyawa seperti pohon, kurma, lautan, kapal, gunung-gunung, awan dan sejenisnya dari pemandangan alam maka tidak berdosa bagi orang yang menggambarnya atau memasangnya, selama tidak mengganggu ketaatan atau tidak untuk kemewahan yang dimakruhkan.

H. Adapun fotografi, pada dasarnya boleh, selama foto itu tidak diharamkan. Kecuali kalau sampai mengkultuskan seseorang, terutama dari orang-orang kafir atau fasik, Komunis dan para artis yang melecehkan nilai-nilai ajaran Islam.

I. Terakhir, sesungguhnya patung-patung dan lukisan-lukisan yang diharamkan atau dimakruhkan, apabila diubah bentuknya atau dihinakan, maka berubah dari lingkup haram dan makruh ke lingkup halal. Seperti gambar-gambar di kain keset yang diinjak-injak oleh kaki dan sandal.


islam adalah anak-anak ismail, kristen dan yahudi adalah anak-anak ishak. semuanya diberkati dan menjadi bangsa yang besar. tapi terkadang kita lupa, merasa diri paling benar sendiri, saling membenci satu sama lain; memperalat kitab suci untuk dijadikan alat pembenaran diri sendiri dan menjatuhkan orang yang berbeda dengannya.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).



keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 54
Age: 60
Posts: 4230
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by SEGOROWEDI on Mon Mar 26, 2012 4:49 pm

senopati wrote:Untuk segoro Wedi...
emang semua tidak akan pernah masuk akal kalu panjenengan belum dapat hidayah!

bagaimana mungkin Tuhan menghukum dan melaknat orang yang menggambar pohon?
bangun bangun...!!

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 31543
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by Jagona on Sat Apr 14, 2012 10:58 am

Jagona wrote:
barabasmurtad77 wrote:
ichreza wrote:

"Yang telah menciptakan kamu lalu menryempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (Al Infithar: 7-8)


APA YANG PERLU DIBANGGAIN KALAU DARI SUMBERNYA "ALKITAB" PENGUNGKAPANNYA JAUH LEBIH JELAS:
P. Lama: Mazmur: 139
139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

di mana letak kejelasannya ........ apakah membentuk buah pinggang doang atow menenun bayi dalam kandungan ..... moso jabang bayi ditenun .. rek rek .. tolong dong tunjukin kehebatannya

hallo barabasmurtad77 .... mana dong penjelasan sampean ? .....ha ha ha ha

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 18
Age: 68
Posts: 4039
Location: Banten
Job/hobbies: baca-baca, jalan-jalan
Humor: ketawalah sebelum ketawa dilarang
Join date: 2012-01-08

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by Orang_Pinggiran on Sun Apr 15, 2012 1:15 am

tandain dulu ach

Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Total Like dan Thanks: 18
Posts: 1862
Location: Jawa Tengah
Job/hobbies: Baca Baca
Join date: 2012-03-12

Back to top Go down

Re: seni lukis dalam perspektif islam

Post by Jagona on Sun Apr 15, 2012 10:36 am

Orang_Pinggiran wrote:tandain dulu ach

yang mana yang mau ditandain ....... oooomm
:lkj:

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Total Like dan Thanks: 18
Age: 68
Posts: 4039
Location: Banten
Job/hobbies: baca-baca, jalan-jalan
Humor: ketawalah sebelum ketawa dilarang
Join date: 2012-01-08

Back to top Go down

Page 1 of 2 1, 2  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum