FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by keroncong on Fri Mar 16, 2012 7:32 am

TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
-----------------------------------------

1. QS AL AHZAB 40: " Bukanlah Muhammad itu bapak salah
seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah
Rasulullah dan penutup Nabi-nabi"

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu
Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang
yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan
membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di
salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan
mereka ta'juk lalu berkata: 'kenapa kamu tidak taruh batu
ini.?' Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup
Nabi-nabi"

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut'im RA
bahwa Nabi SAW bersabda:

"Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya
Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran
karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di
kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya"

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil,
bersabda Nabi Muhammad SAW:

"Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan
saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku"

5. Khutbah terakhir Rasulullah ...

" ...Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan
datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.
Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan
pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku
tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh
dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah
tersesat ..."

6. Rasulullah SAW menjelaskan: "Suku Israel dipimpim oleh
Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi
lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang
sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

7. Rasulullah SAW menegaskan: "Posisiku dalam hubungan
dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan
dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah
bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung,
tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat
sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat
sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya,
tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang
dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan
aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi". (Bukhari,
Kitab-ul-Manaqib).

8. Rasulullah SAW menyatakan: "Allah telah memberkati aku
dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi
terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif
dan sempurna. - Aku diberi kemenangan kare musuh gentar
menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -
Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga
telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam
agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat
ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas
bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk
berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya
dengan tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus Allah
untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. - Dan
jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat
Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

9. Rasulullah SAW menegaskan: "Rantai Kerasulan dan Kenabian
telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan
nabi sesudahku". (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab
Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

10. Rasulullah SAW menjelaskan: 'Saya Muhammad, Saya Ahmad,
Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku;
Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat
yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah
satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah
Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang
sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada'il, Bab
Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi;
Muatta', Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

11. Rasulullah SAW menjelaskan: "Allah yang Maha Kuasa tidak
mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak
memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal
(Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa
mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan
kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu
saat, Dajjal akan datang dari antara kamu". (Ibnu Majah,
Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: "Saya mendengar
Abdullah bin `Amr ibn-`As menceritakan bahwa suatu hari
Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan
mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau
akan meninggalkan kita. Beliau berkata: "Aku Muhammad, Nabi
Allah yang buta huruf", dan mengulangi pernyataan itu tiga
kali. Lalu beliau menegaskan: "Tidak ada lagi Nabi
sesudahku". (Musnad Ahmad, Marwiyat `Abdullah bin `Amr
ibn-`As).

13. Rasulullah SAW berkata: " Allah tidak akan mengutus Nabi
sesudahku, tetapi hanya Mubashirat". Dikatakan, apa yang
dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang
baik atau visi yang suci". (Musnad Ahmad, marwiyat Abu
Tufail, Nasa'i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada
kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang.
Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah,
dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata: "Jika benar seorang Nabi akan
datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab".
(Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada `Ali, "Hubunganmu denganku
ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada
Nabi yang akan datang sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab
Fada'il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: "Di antara suku Israel
sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi
dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada
satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan
Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari,
Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada Nabi yang akan datang
sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut
nabi baru apapun". (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

Wassalam
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Sun May 13, 2012 11:18 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Ichreza

Selain Al Ahzab 33:40/41, apakah ada Khaataman-Nabiyyin dalam Al Quran?

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Mon May 14, 2012 3:23 am

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Ichreza

Selain Al Ahzab 33:40/41, apakah ada Khaataman-Nabiyyin dalam Al Quran?

Wassalam
Love for All, Hatred for None

KHATAMAN-NABIYYIN...artinya CINCIN PARA NABI...

bener ga bro..??? lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Mon May 14, 2012 7:20 am

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!
Mang Odoy wrote:
KHATAMAN-NABIYYIN...artinya CINCIN PARA NABI...

bener ga bro..???

Menurut Kamus Arab Mufradat & Arabic - English Lexicon, EW Lane, Khaataman Nabiyyyin memiliki empat arti dengan urutan prioritas sebagai berikut:
1. Materai atau stempel para nabi.
2. Yang paling afdhal di antara para nabi.
3. Cincin atau perhiasan para nabi.
4. Penutup para nabi.

Tetapi untuk nomor empat, penutup para nabi, tidak mutlak untuk segala jenis nabi, karena kenabian ada beberapa jenis:
(a) Nabi yang membawa syari'at seperti Adam as, Nuh as, Ibrahim as, Musa as & Muhammad as.
(b) Nabi yang tidak membawa syari'at seperti Idris as, Ismail as, Ishaaq as, Harus as dan banyak lagi.
(c) Nabi mandiri (yang membawa dan yang tidak membawa syari'at) yang mengikuti syari'at sebelumnya tetapi mandiri tidak harus taat kepada nabi-nabi sebelumnya. Adam as hingga Muhammad saw semuanya adalah nabi-nabi mandiri.
(d) Nabi yang tidak mandiri dan tidak membawa syari'at. Nabi ini harus taat secara sempurna kepada nabi pembawa syari'at sebelumnya dan melaksanakan syari'at sebelumnya (An-Nisa 4:69/70). Contoh nabi sejenis ini baru satu orang, yaitu HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as. Beliau as adalah nabi ummati (nabi yang melaksanakan syari'at Islam dan dengan sempurna taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw).

Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya aku di utus sebagai Pembuka dan Penutup (para nabi)" (Kanzul Ummal).

Berdasarkan hadits tersebut, jenis nabi-nabi yang TERTUTUP sejalan dengan diutusnya Nabi Muhammad as adalah nabi-nabi yang termasuk nomor 1 s/d 3, sedangkan yang masih TERBUKA adalah nabi-nabi yang termasuk jenis yang ke empat.

Wassalam piss
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Mon May 14, 2012 6:36 pm

Sebagai bahan perbandingan..saya copas pendapat AHMADI Qadian dari situs ini..

http://z7.invisionfree.com/AHMADIYAH/index.php?showtopic=200

Arti Khaataman Nabiyyiin (1)

Kata “khaatam” (kh-alif-t-m) menurut bahasa Arab adalah kata benda tunggal, yang arti harfiahnya menurut kamus adalah cincin. Coba Anda buka kamus bahasa Arab.

Bentuk kata ‘khaatam’ sebagai ism tunggal yang direndeng dengan ism jamak yaitu ‘nabiyyiin’ dalam al-Qur’an HANYA dapat ditemukan dalam Surah al-Ahzab:40.

Menurut aturan dan kaidah bahasa Arab, bentuk tersebut memiliki arti derajat/status/ranking tertentu, sehingga makna sejatinya dari “khaataman nabiyyiin” (cincin para nabi) adalah: menunjukkan suatu rank/derajat/martabat/status/maqam. Dengan kata lain beliau s.a.w. adalah nabi yang tersempurna/terunggul/termulia dari para nabi.

Contoh sederhana bentuk kata benda direndeng dengan kata benda juga bisa Anda temukan dalam bahasa Indonesia, misalnya kata “bintang lapangan” atau “bintang panggung” mengandung arti martabat/status/rank tertentu, yaitu orang yang memiliki pamor dan kualitas yang prima di lapangan atau panggung.

Adapun kata “khatama” (kh-t-m) dalam Surah al-Baqarah : 7 (Allah telah mengunci/menutup hati & pendengaran…) merupakan kata kerja.

Kata “khatama” dalam Surah al-An’am :46 (Allah menutup hati) merupakan kata kerja.

Kata “khatama” dalam Surah al-Jaatsiah : 23 (Allah… meletakkan tutupan atas pengelihatannya) adalah kata kerja.

Kata dalam bentuk “nakhtimu” dalam Surah Yaasin : 65 (Kami tutup mulut mereka) adalah kata kerja.

Kata dalam bentuk “yakhtimu” dalam Surah asy-Syura : 24 (Dia mengunci mati hatimu…) adalah kata kerja.

Jadi, tentu saja berbeda artinya antara yang melakukan pekerjaan tertentu dan yang diberikan status/martabat/rank tertentu.

Nabi Muhammad s.a.w. dalam Surah al-Ahzab:40 TIDAK melakukan pekerjaan ‘menutup’, namun beliau diberikan status oleh Allah Ta’ala sebagai “cincin para nabi” yaitu sebagai perhiasan para nabi. Deretan para nabi yang diutus oleh Tuhan bagaikan deretan jari-jari, di mana ada satu jari yang memakai cincin (bermahkota cincin), oleh sebab itu sejatinya Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi yang termulia, terunggul, tersempurna, terindah dari para nabi.


Arti Khaataman Nabiyyiin (2)

Yang benar tulisannya dalam Surah Al-Ahzab:40 adalah (kh-alif-t-m) yaitu "khaatam" - bukan "khatam" (kh-t-m). "Khaataman-nabiyyiin” berarti "cincin para nabi" atau "meterai para nabi" atau "seal of the prophets", dan "khaataman-nabiyyiin" bukanlah berarti: Tidak boleh ada nabi lagi apa pun juga setelah Nabi Muhammad s.a.w. Sebab, dalam Al-Qur'an Karim banyak terdapat penjelasan dapat datangnya nabi/rasul setelah Nabi Muhammad s.a.w., beberapa diantaranya sebagai berikut:

44:5-6 - Allah Ta'ala bersifat Mursil (yang mengutus Rasul-Rasul-Nya). Sifat Allah Ta'ala ini akan selalu dan terus bekerja selama-lamanya. Sifat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu. Jadi, adanya kenabian setelah Nabi Muhammad s.a.w. adalah tidak mustahil dengan mempertimbangkan salah satu sifat Allah Ta'ala ini.

22:75 - "Allah senantiasa memilih rasul-rasul-Nya dari antara malaikat-malaikat dan dari antara manusia". Perkataan "yashthafii" (memilih) dalam ayat ini, menurut peraturan bahasa Arab adalah fi'il mudhari, yaitu menunjukkan pekerjaan yang sedang atau akan dilakukan. Jadi, Allah S.w.t. sedang atau akan memilih Rasul-Rasul-Nya menurut keadaan zaman atau menurut keperluannya. Dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu.

3:179 - Dalam ayat tersebut terdapat perkataan: "yadzara", "yamiidza", "yuthli'a", "yajtabii". Bentuk perkataan tersebut adalah fi'il mudhari yang dipakai untuk zaman kini dan zaman yang akan datang. Jadi maksud ayat ini adalah Allah S.w.t. akan (terus) mengirimkan utusan-utusan-Nya untuk memisahkan yang baik dari yang buruk dan untuk memberitahukan tentang kabar-kabar ghaib.

7:35 - Dalam ayat ini: "Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari antaramu ...". Yang dimaksudkan anak cucu Adam adalah umat manusia. Baik umat manusia terdahulu sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dan umat manusia setelah Nabi Muhammad s.a.w. tetap akan didatangi oleh Rasul-Rasul Allah dari antara anak cucu Adam (umat manusia). Dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu.

Jadi, jelasnya kalau Anda mengartikan ayat "khaataman nabiyyiin" sebagai nabi penutup/terakhir yaitu tidak adanya nabi apa pun juga setelah Nabi Muhammad s.a.w. - maka akan bertentangan/bertabrakan dengan ayat-ayat tersebut di atas yang menjelaskan dapat datangnya nabi/rasul setelah Nabi Muhammad s.a.w. Padahal Allah Ta'ala telah menetapkan: Tidak ada pertentangan antara satu ayat dengan ayat lainnya (4:82). Asas ini (tidak ada pertentangan di antara ayat-ayat Qur'an) adalah asas yang mutlak harus terpenuhi ketika anda ingin menafsirkan Al-Qur'an.

Jadi, arti harfiah/letterlijk "khaataman-nabiyyiin" adalah: meterai para nabi atau cincin para nabi. Arti maknawi/hakiki "khaataman-nabiyyiin" adalah: menunjukkan suatu rank/derajat/martabat/status/maqam. Dengan kata lain adalah: nabi yang tersempurna/terunggul/termulia dari para nabi. Sebab: kata "khaataman-nabiyyiin" adalah ism tunggal (yaitu "khaatam") yang direndeng dengan ism jamak (yaitu"nabiyyiin") - maka mengandung arti martabat/maqam/derajat/rank. Jadi, arti dan hakikat sesungguhnya "khaataman-nabiyyiin" adalah: yang termulia/tersempurna/terunggul diantara para nabi atau meterai para nabi atau cincin (perhiasan) para nabi, dan seterusnya.

Sekarang kita lihat penjelasan Hadits berikut ini:

Peristiwa wafatnya Ibrahim (putera Rasulullah dari Hz. Maria Qibtiyah r.a.) tercatat sebagai berikut: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, berkatalah ia: "Ketika Ibrahim ibnu Rasulullah s.a.w. wafat, beliau (s.a.w.) menyembahyangkan jenazahnya dan berkata, "Sesungguhnya di sorga ada yang menyusukannya, dan kalau usianya panjang, ia akan menjadi nabi yang benar." (Sunan Ibnu Majah, Abu Abdillah Alqazwaini, Darul Fikr, jld. II, hlm. 484, Hadits no. 1511).

Peristiwa wafatnya Ibrahim terjadi pada tahun 9 H, sedangkan ayat "khaataman-nabiyyiin" diturunkan pada tahun 5 H. Jadi, ucapan beliau s.a.w. mengenai Ibrahim sebagaimana ditemukan dalam Hadits itu adalah 4 tahun kemudian setelah beliau s.a.w. menerima ayat "khaataman-nabiyyiin.” Jika seandainya ayat "khaataman-nabiyyiin" kemudian diartikan sebagai "penutup/kesudahan/penghabisan/akhir" nabi-nabi yaitu tidak boleh ada nabi lagi apa pun juga setelah beliau s.a.w., maka seharusnya beliau mengatakan jikalau usianya panjang, tentu ia tidak akan pernah menjadi nabi karena akulah penutup nabi-nabi.

Jadi, amat jelas bahwa Nabi s.a.w. yang menerima wahyu, dan beliaulah yang paling mengetahui arti serta makna dari wahyu yang diterimanya dan beliau s.a.w. tidak mengungkapkan pengertian "khaatam" sebagai penutup atau terakhir, yaitu tidak boleh ada nabi apa pun juga setelah beliau s.a.w. - seperti yang biasa dkemukakan oleh kebanyakan orang Islam.

Demikian pula dengan ummul mukminin, Hz. Aisyah r.a. yang terkenal karena kecerdasan dan ketinggian ilmunya menyatakan agar orang Islam jangan mengatakan “tidak ada nabi setelahnya,” namun katakanlah bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah khaatamul-anbiya’, lengkapnya sebagai berikut:

"Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya', tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba'dahu (tidak ada Nabi sesudahnya)" (Durrun Mantsur, jld. V, hlm. 204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm. 5)

Lagi, dipertegas dan dibenarkan oleh ulama-ulama besar sebagai berikut:

Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi r.h. dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah menulis:

"Inilah arti dari sabda Rasulullah s.a.w., “Sesungguhnya risalah dan nubuwat sudah terputus, maka tidak ada Rasul dan Nabi yang datang sesudahku yang bertentangan dengan Syari'atku. Apabila ia datang, ia akan ada di bawah Syari'atku." (Futuuhatul Makiyyah, Ibnu Arabi, Darul Kutubil Arabiyyah Alkubra, Mesir, jld II, hlm. 3)

Ima m Abdul Wahab Asy-Syarani r.h. berkata:

"Dan sabda Nabi s.a.w.: “tidak ada Nabi dan Rasul sesudah aku, adalah maksudnya: tidak ada lagi Nabi sesudah aku yang membawa Syari'at.” (Al-Yawaqit wal Jawahir, jld. II, hlm. 42)

Imam Thahir Al Gujrati berkata:

"Ini tidaklah bertentangan dengan Hadits tidak ada Nabi sesudahku, karena yang dimaksudkan ialah tidak akan ada lagi Nabi yang akan membatalkan Syari'at beliau." (Takmilah Majmaul Bihar, hlm. 85)

Sayyid Waliyullah Muhaddits Ad-Dahlawi berkata:

"Dan khaatam-lah Nabi-Nabi dengan kedatangan beliau, artinya tidak akan ada lagi orang yang akan diutus Allah membawa Syari'at untuk manusia." (Tafhimati Ilahiyyah, hlm. 53) .

Imam mazhab Hanafi yang terkenal, yaitu Mulla Ali al-Qari menjelaskan:

"Jika Ibrahim hidup dan menjadi Nabi, demikian pula Umar menjadi Nabi, maka mereka merupakan pengikut atau ummati Rasulullah s.a.w.. Seperti halnya Isa, Khidir, dan Ilyas 'alaihimus salaam. Hal itu tidak bertentangan dengan ayat Khaataman-Nabiyyiin. Sebab, ayat itu hanya berarti bahwa sekarang, sesudah Rasulullah s.a.w. tidak dapat lagi datang Nabi lain yang membatalkan Syari'at beliau s.a.w. dan bukan ummati beliau s.a.w." (Maudhu'aat Kabiir, hlm. 69).

Jadi, jelaslah maksud dan hakikat dari sabda suci Nabi s.a.w.: "laa nabiya ba'diy" (tidak ada nabi sesudahku) adalah seperti yang telah dijelaskan oleh Hz. Shiddiqah Aisyah r.a. dan para ulama terkemuka dalam dunia Islam, yakni tidak ada lagi nabi yang akan datang membawa Syari’at baru, tidak ada lagi nabi yang sama atau sederajat kedudukannya dengan Nabi Muhammad s.a.w., namun bukan berarti tidak boleh ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad s.a.w. Oleh sebab itu, nabi yang datangnya setelah Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi yang kedudukannya di bawah Nabi Muhammad s.a.w., nabi zilli (bayangan) dan ummati (pengikut), serta sepenuhnya patuh/taat/tunduk/mengikuti Syari’atnya Nabi Muhammad s.a.w. yaitu Syari’at Islam.


Arti Khaataman Nabiyyiin (3)

Firman Allah Ta’ala: “Muhammad bukanlah bapak salah seorang dari antara kaum laki-lakimu, akan tetapi ia adalah Rasulullah dan Khaataman Nabiyyiin [Meterai sekalian nabi].” (33:40)

Bagaimana sesungguhnya hubungan antara khaataman-nabiyyiin dengan kalimat “Muhammad bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu?” Perlu diperhatikan adanya kata laakin (melainkan) yang disisipkan sebelum kata Rasulullah dan khaataman-nabiyyiin. Kata melainkan biasanya digunakan untuk menghilangkan keraguan. Setiap orang Islam jika membaca kalimat pertama tersebut juga timbul pertanyaan dan keraguan mengapa Muhammad bukan bapak dari seorang laki-laki di antara kamu? Firman Allah dalam Surah al-Kautsar ayat 3 menyatakan: “Sesungguhnya, musuh engkaulah yang akan tanpa keturunan.”

Sejarah Islam mencatat bahwa empat putra kandung Hz. Rasulullah s.a.w. (Qasim, Thayib, Thaher dan Ibrahim) semuanya wafat dalam masa kanak-kanak. Tidak ada keturunan langsung Hz. Rasulullah s.a.w. sampai dengan hari ini yang berasal dari putra kandungnya. Hal ini dibuktikan dan diakui oleh Allah S.w.t. dalam Surah al-Kautsar ayat 3 bahwa beliau s.a.w. tidak akan memiliki anak laki-laki. Jadi, untuk menghilangkan keraguan itu, Dia menampilkan kata laakin dan menerangkan bahwa dengan pernyataan itu Allah Ta’ala menghilangkan keraguan dengan cara demikian, yaitu walaupun Hz. Rasulullah s.a.w. bukan bapak dari seorang laki-laki, namun demikian tidak dapat beliau disebut abtar (terputus atau tidak berketurunan), sesungguhnya musuhnyalah yang terputus atau tidak berketurunan. Sebab beliau adalah seorang Rasul Allah. Jadi, silsilah keturunan ruhani seorang Rasul Allah dapat menjadi amat banyak dan luas jangkauannya tak terhingga. Selanjutnya diteruskan dengan kalimat wa khaataman-nabiyyiin, penekanan pokok masalah pertama lebih terfokus yaitu tidak hanya orang mukmin sebagai keturunan beliau, bahkan beliau s.a.w. merupakan stempel para nabi. Dengan stempel atau cap beliau s.a.w. seorang insan akan dapat mencapai ketinggian martabat ruhani bahkan kenabian. Jadi beliau s.a.w. bukan saja bapak ruhani bagi orang biasa tetapi juga menjadi bapak ruhani bagi para nabi.

Jadi, pengertian khaatam dengan arti seal, segel, stempel, cap, meterai atau cincin (perhiasan) tidaklah merendahkan martabat Hz. Rasulullah s.a.w., bahkan lebih menguatkan kesempurnaan beliau s.a.w., bahwa segala sifat-sifat yang utama yang terdapat dalam pribadi para nabi terdahulu maupun yang akan datang terkumpul dalam diri Hz. Rasulullah Muhammad s.a.w. Hanya beliau s.a.w. seorang yang pantas menyandang gelar khaatamul-anbiya’, insan kamil, dan rahmatan lil alamin sehingga menjadi teladan bagi seluruh umat manusia untuk selama-lamanya

Arti Khaataman Nabiyyiin (4)

Firman Allah Ta’ala: “Muhammad bukanlah bapak salah seorang dari antara kaum laki-lakimu, akan tetapi ia adalah Rasulullah dan Khaataman Nabiyyiin [Meterai sekalian nabi].” (33:40)

Jika Anda membaca ayat-ayat sebelumnya dalam Surah al-Ahzab ini, dapat diketahui bahwa diberikannya gelar “khaataman-nabiyyiin” kepada Rasulullah s.a.w. adalah dalam konteks pembelaan Allah Ta’ala terhadapnya berkaitan dengan pernikahan beliau dengan Hz. Siti Zainab r.a., bekas menantu dan janda dari Hz. Zaid ibn Harits r.a. (Zaid adalah anak angkat Nabi s.a.w.). Pada waktu itu orang-orang Arab mencerca habis-habisan karena beliau s.a.w. dianggap telah melanggar tradisi dengan menikahi bekas menantunya sendiri, dan para kritikus serta ulama yang punya pikiran kotor mengatakan bahwa Nabi s.a.w. telah memerintahkan menceraikan perkawinan Zaid dan Zainab karena secara diam-diam Nabi s.a.w. memang sudah jatuh cinta kepada menantunya. Oleh karena itu, dengan adanya ayat tersebut Allah Ta’ala menegaskan bahwa Rasul Allah ini adalah Khaataman-nabiyyiin, yang mempunyai ahlak yang setinggi-tingginya di antara semua manusia dan para nabi, beliau adalah Nabi yang paling afdhal, paling mulia, paling sempurna, nabi yang khaatam dalam segala kebaikan sebagai manusia dan nabi Allah.

Hz. Zaid r.a. itu statusnya hanyalah sebagai anak angkat dan dipelihara oleh Nabi s.a.w. Dahulu ia adalah seorang budak belian yang telah dibebaskan, tetapi tidak mau pulang kembali kepada orang tuanya. Untuk meningkatkan derajat dari budak belian yang tadinya tidak merdeka, maka Hz. Sayyidina Rasulullah s.a.w. meminta Hz. Siti Zainab r.a. (anak dari bibi Rasulullah s.a.w. yang seorang bangsawati Arab) agar mau menikah dengan Zaid. Pernikahan ini dimaksudkan untuk meniadakan perbedaan dan pembagian kelas dalam masyarakat. Namun perkawinan dengan perbedaan bibit-bobot-bebet, tidak adanya persesuaian dalam pembawaan dan perangai mereka, dan juga oleh sebab perasaan rendah diri yang diderita Zaid, dan mungkin juga cara hidup yang menyolok itu nampaknya atau terbukti menimbulkan beberapa masalah, sehingga perkawinannya menjadi tidak harmonis.

Allah Ta’ala pada ayat 33:40 ini telah menerangkan dengan amat jelas bahwa: “Muhammad bukanlah bapak salah seorang dari antara kaum laki-lakimu” [artinya bukan BAPAK-nya ZAID, dan Nabi s.a.w. tidak mempunyai anak laki-laki, karena semua anak laki-lakinya telah meninggal pada masa kanak-kanak – Lihat Analisa Khaataman Nabiyyiin (3)], akan tetapi beliau s.a.w. adalah Rasul Allah dan Khaataman-Nabiyyiin.

Bagi Hz. Siti Zainab r.a. yang telah menjadi janda karena bercerai dari Hz. Zaid r.a., maka Hz. Rasulullah s.a.w. kembali ingin mengangkat derajat janda yang pernikahannya dahulu itu adalah atas dasar rekomendasi beliau s.a.w., dengan menjadikannya sebagai isteri Nabi, Ummul Mukminin. Dengan demikian, hikmah pernikahan Nabi s.a.w. dengan Hz. Zainab r.a. - yang sebelumnya telah mendapat kecaman dan cacian dari para penentangnya - memiliki makna: (i) menggugurkan tradisi larangan menikahi janda (bekas istri) anak angkat, dan (ii) mengangkat derajat janda bekas budak belian menjadi ummul mukminin (Ibu orang-orang beriman).

Jadi, selain ayat 33:40 di atas tentang Khaataman-Nabiyyiin, di dalam seluruh Kitab Suci Al-Qur'an itu tidak ada satu ayat pun yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi terakhir dan tidak ada nabi setelahnya. Jika kita mau berpikir, maka alangkah anehnya bahwa untuk hal yang maha penting ini, yang bisa menggemparkan dunia, “tidak ada lagi nabi sesudah Muhammad s.a.w.” itu, Allah Ta’ala hanya satu kali saja menyinggungnya, itu pun dalam bentuk gelar kata pujian Khaatam seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Demikian sedikit penjelasan mengenai khaataman nabiyyiin. Semoga bermanfaat.

Salam

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Mon May 14, 2012 6:39 pm

@KEDUNGHALANG

Saya mau tanya dulu ke anda...
Apakah Artikel diatas itu...BENAR hujjahnya para AHMADI QADIAN...??

Kalo IYA...maka pendekar pendekar Nahwu Sorof...akan mengeluarkan jurus jurusnya...

Silahkan jawab dulu..

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Mon May 14, 2012 8:47 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Mang Odoy wrote:
Saya mau tanya dulu ke anda...
Apakah Artikel diatas itu...BENAR hujjahnya para AHMADI QADIAN...??

Kalo IYA...maka pendekar pendekar Nahwu Sorof...akan mengeluarkan jurus jurusnya...

IYA, tapi agak kurang sedikit. Tapi, nampaknya anda terlalu membanggakan kemampuan dalam hal Nahwu Sorof, padahal Nahwu Sorof itu hanya salah satu sarana. Sedangkan menurut Al Quran untuk menjadi orang bertakwa, beriman dan beramal shaleh itu syarat utamanya adalah taat kepada Allah dan taat kepada Nabi Muhammad saw.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Mon May 14, 2012 8:57 pm

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Mang Odoy wrote:
Saya mau tanya dulu ke anda...
Apakah Artikel diatas itu...BENAR hujjahnya para AHMADI QADIAN...??

Kalo IYA...maka pendekar pendekar Nahwu Sorof...akan mengeluarkan jurus jurusnya...

IYA, tapi agak kurang sedikit. Tapi, nampaknya anda terlalu membanggakan kemampuan dalam hal Nahwu Sorof, padahal Nahwu Sorof itu hanya salah satu sarana.

MO:
Tebakan anda SALAH.... saya kurang memahami Grammar Bahasa Arab....
Tapi dalam mencari makna dari ayat Al-Quran...saya melakukan pendekatan dari terjemahan bahasa Inggris dan melacaknya pake Grammar Bahasa Inggris....menurut saya....bahasa inggris lebih KAYA MAKNA dibandingkan dengan bahasa endonesa.
Jadi dengan menelaah terjemahan bahasa inggrisnya....SETIDAKNYA...saya gak terlalu berjalan dalam kegelapan.

Pan bahasa inggris juga bahasa kedua bagi 'sosok' yang anda anggap NABI...??? he he he


Sedangkan menurut Al Quran untuk menjadi orang bertakwa, beriman dan beramal shaleh itu syarat utamanya adalah taat kepada Allah dan taat kepada Nabi Muhammad saw.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

MO:
Yahhh...ari si akang....kalo itu mah dah jadi rahasia umum atuhhh....
Sekarang gimana mau dikatakan TAAT sama Rasul Allah....??? kalo anda memahami kata NABI aja SEMRAWUT kaya gini...?????

Mana jawaban dari pertanyaan saya diatas....????
Kok postingnya cuman segini...???


Siap siap aja.....saya BEDA dengan mbah abu....he he he
Disini kita maen REFERENSI khususnya LINK...karena itu adalah salah satu ADAB DEBAT di dunia maya....


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Mon May 14, 2012 9:07 pm

@KEDUNGHALANG

Untuk lebih terarah...saya pilih tret ini untuk jadi tempat ajang debat kita berdua...di lapak sebelah..silahkan teruskan dengan mbah abu..

Saya mulai dengan balasan anda dari postingan saya di lapak sebelah..
http://www.laskarislam.com/t92p35-ahmadiyah-qadian

mang odoy wrote:
MO:
Sedikit OOT....
Tapi kenapa pihak Ahmadiyah Lahore yang berbasecamp di Yogyakarta...sama sekali bersebrangan pendapat dengan Ahmadiyah Qadian yang berbasecamp di Parung-Bogor. ...???
Ahmadiyah Lahore TIDAK MENGANGGAP sosok MGA ini sebagai NABI..tapi hanya MUJADDID saja..

Ahamdiyah Lahore dan Ahmadiyah Qadian ini...kasusnya sama dengan Kambing Trinitas versus Saksi Yehuwa...

Kedunghalang menjawab:

Ahmadiyah Lahore terdiri dari orang-orang yang kecewa karena pemimpin mereka, Maulana Muhammad Ali MA, LLB, tidak terpilih menjadi Khalifatul Masih II, akibatnya tidak bisa memimpin Jemaat Ahmadiyah. Kemudian Maulana Muhammad Ali dkk keluar dari Qadian dan Jemaat Ahmadiyah serta pergi ke Lahore, mendirikan organisasi tandingan, yakni Anjuman Ahmadiyya Isha'ati Islam Lahore (AAIIL). Mereka tidak percaya bahwa seorang Khalifah itu dijadikan Allah dalam menyempurnakan janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:56), sehingga mereka membenci Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) ra dan berani menentang dan menuduh beliau ra tiga hal, kurang lebih sebagai berikut:
(1). Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Nabi Hakiki.
(2). Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa kata Ahmad dalam Asy-Syaf 61:7 tertuju kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as bukan kepada Nabi Muhammad saw.
(3) Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa orang-orang yang tidak mau bai'at kepada HMG Ahmad as, meskipun belum mengetahui ataupun mendengar tentang pendakwaannya, adalah Kafir dan keluar dari Islam.

Ketiga tuduhan itu termuat dalam buku berbahasa Inggris karangan Maulana Muhammad Ali MA, LLM. Dan, tentu saja, tuduhan itu sudah diklarifikasi dan dibantah oleh Khalifatul Masih II ra dalam buku Aiannah Shadaqat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Truth about the Split.


Apa kata Ahmadiyah Lahore...???

http://studiislam.wordpress.com/2011/02/12/menag-ahmadiyah-qadiyan-yang-sesat/#more-904

"....Banyak umat Islam yang tidak / belum mengetahui perpecahan dalam Ahmadiyah yang terjadi tahun 1914. Pada tahun tersebut Ahmadiyah terpecah menjadi dua. Perpecahan itu diakibatkan tiga perbedaan yang sangat FUNDAMENTAL yakni :

1. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad betul-betul Nabi.
2. Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur'an Suci. 61:6.
3. Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam (klik Ainai Sadaqat . hal 70-71)

Yang mendukung pendapat itu adalah Ahmadiyah Qadiyan. Di indonesia organisasi itu bernama Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Sedangkan yang tidak menyetujuinya memisahkan diri dan membentuk anjuman baru. Anjuman itu bernama Anjuman Ahmadiyya Ishaati Islam Lahore (AAIIL) atau yang lebih dikenal dengan nama Ahmadiyah Lahore. Di Indonesia organisasi ini bernama Gerakan Ahmadiyah Indonesia.."


Bagaimana sanggahan anda tentang kata mereka...???

Sesungguhnya, Jemaat Ahmadiyah tidak menggembar-gemborkan pendakwaan HMG Ahmad as sebagai seorang Nabi setelah Nabi Muhammad saw, tapi lebih menekankan bahwa HMG Ahmad as adalah seorang Mujaddid Islam abad ke-14 Hijriah, Khalifah Allah, Imam Mahdi dan Masih Mau'ud as yang sesuai dengan nubuatan-nubuatan yang ada dalam Al Quran dan Hadits. Tetapi, para penentang lebih senang mempermasalahkan kenabian HMG Ahmad as yang kadarnya sangat jauh lebih kecil dibandingkan dengan kenabian Nabi Muhammad Rasulullah saw.

Liat yang saya TEBALKAN....kalo emang kalian ini TIDAK KEUKEUH.....apa susahnya kalian pun dengan resmi MENYATAKAN kalo MGA ini hanyalah seorang MUJADDID...???

Berhubung tret ini saya pilih...ada baiknya anda sampaikan pula dasar dari Al-Quran dan Hadist mengenai pernyataan anda yang ini..
"...Khalifah Allah, Imam Mahdi dan Masih Mau'ud as yang sesuai dengan nubuatan-nubuatan yang ada dalam Al Quran dan Hadits.."

Baru kita lanjut bahasannya...whookeey..??

By the way, apakah anda setuju atau keberatan dengan pernyataan saya bahwa HMG Ahmad as bukan Nabi (pembawa syari'at baru), melainkan Nabi (pelaksana syari'at Islam) yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisa 4:70-71). Dengan demikian, HMG Ahmad as tidak mengkhianati gelar Khaataman-Nabiyyin yang disandang oleh Yang Mulia Nabi Muhammad bin Abdullah, Rasulullah saw. Dengan kata lain, HMG Ahmad as adalah Guru Jagat Ruhani Islam yang datang 14 abad setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw sebagai Guru Besar Jagat Ruhani Islam.

Wassalam.

Lhaaa...mo setuju gimana..??
Sampe sekarang anda belum menjawab pertanyaan saya..
Darimana anda mendapat INFORMASI tentang KLASIFIKASI NABI...???

Keknya cuman Ahmadiyah Qadian yang punya klasifikasi kek gitu...??
Jangan jangan itu BUAH KARYA KOLONIAL INGGRIS jaman Ghulam Ahmad....wkwkwkwkwk

lanjooott...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Mon May 14, 2012 9:16 pm


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Mon May 14, 2012 10:55 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Mang Odoy wrote:
Sekarang gimana mau dikatakan TAAT sama Rasul Allah....??? kalo anda memahami kata NABI aja SEMRAWUT kaya gini...?????
Mana jawaban dari pertanyaan saya diatas....????
Kok postingnya cuman segini...???
Mungkin pemahaman anda tentang kata nabi yang SEMRAWUT, karena jenis-jenis kenabian yang saya uraikan berdasarkan Al Quran. Jika, menurut anda SEMRAWUT, silahkan jelaskan jenis-jenis kenabian sesuai pemahaman anda! Saya sudah menjawab pertanyaan anda dan menurut saya posting tidak usah panjang-panjang, tapi ringkas, padat dan berbasis Al Quran & Hadits.

Wassalam
Love for All, Hatred for None


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 12:53 am

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Mang Odoy wrote:
Sekarang gimana mau dikatakan TAAT sama Rasul Allah....??? kalo anda memahami kata NABI aja SEMRAWUT kaya gini...?????
Mana jawaban dari pertanyaan saya diatas....????
Kok postingnya cuman segini...???
Mungkin pemahaman anda tentang kata nabi yang SEMRAWUT, karena jenis-jenis kenabian yang saya uraikan berdasarkan Al Quran. Jika, menurut anda SEMRAWUT, silahkan jelaskan jenis-jenis kenabian sesuai pemahaman anda! Saya sudah menjawab pertanyaan anda dan menurut saya posting tidak usah panjang-panjang, tapi ringkas, padat dan berbasis Al Quran & Hadits.

Wassalam
Love for All, Hatred for None


Yang saya GEDEIN....silahkan bawa hujjah hujjah anda terkait hal tersebut...
Saya tunggu..

Yang lainnya kok gak DIREPLY...???

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 12:55 am

@KEDUNGHALANG

Saya sudah menjawab pertanyaan anda dan menurut saya posting tidak usah panjang-panjang, tapi ringkas, padat dan berbasis Al Quran & Hadits.

Saya liat di lapak sebelah sama mbah abu....anda begitu SEMANGAT menjawab..
Kenapa sama saya anda bagaikan MATI KUTU...??? lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 1:24 am

@KEDUNGHALANG

Kedunghalang menjawab:

Ahmadiyah Lahore terdiri dari orang-orang yang kecewa karena pemimpin mereka, Maulana Muhammad Ali MA, LLB, tidak terpilih menjadi Khalifatul Masih II, akibatnya tidak bisa memimpin Jemaat Ahmadiyah. Kemudian Maulana Muhammad Ali dkk keluar dari Qadian dan Jemaat Ahmadiyah serta pergi ke Lahore, mendirikan organisasi tandingan, yakni Anjuman Ahmadiyya Isha'ati Islam Lahore (AAIIL). Mereka tidak percaya bahwa seorang Khalifah itu dijadikan Allah dalam menyempurnakan janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:56), sehingga mereka membenci Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) ra dan berani menentang dan menuduh beliau ra tiga hal, kurang lebih sebagai berikut:

(1). Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Nabi Hakiki.
(2). Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa kata Ahmad dalam Asy-Syaf 61:7 tertuju kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as bukan kepada Nabi Muhammad saw.
(3) Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa orang-orang yang tidak mau bai'at kepada HMG Ahmad as, meskipun belum mengetahui ataupun mendengar tentang pendakwaannya, adalah Kafir dan keluar dari Islam.

Ketiga tuduhan itu termuat dalam buku berbahasa Inggris karangan Maulana Muhammad Ali MA, LLM. Dan, tentu saja, tuduhan itu sudah diklarifikasi dan dibantah oleh Khalifatul Masih II ra dalam buku Aiannah Shadaqat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Truth about the Split

YUP...dan saya sudah dapet BUKU yang anda maksud....

http://www.alislam.org/library/books/Truth-about-the-Split.pdf

Truth about the Split
By
Hadrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad
Khalifatul Masih IIra

ISLAM INTERNATIONAL PUBLICATIONS LTD.



Truth about the Split
by Hadrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmadra
©️ Islam International Publications Ltd.
First English Edition 1924
Second English Edition 1938
Third English Edition 1965
Present Edition 2007
Published by:
Islam International Publications Ltd.
'Islamabad' Sheephatch Lane,
Tilford, Surrey GU10 2AQ,
United Kingdom.
Printed in Great Britain by
Clays Ltd, St Ives plc

ISBN: 1 85372 972 8


Herrrann ddeeehhhhh.......ngaku PENERUS NABI MUHAMMMAD....basecamp nya kok di LONDON.....?????

ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Jangan jangan..Ahmadiyah Qadiyan ini adalah PRODUK KOLONIAL..
Secara Inggris adalah NEGARA KRISTEN KATHOLIK FANATIK sekelas SPANYOL...
Misi GOSPEL nya begitu KUAT...lain dengan BELANDA...yang lebih mengutamakan GOLD dan GLORY (lha emang belanda negara paling kere di eropa waktu itu..he he he).

Nahhh...kalo anda SIAP....mari kita bahas buku itu..gimana..???

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 2:14 am

@KEDUNGHALANG

Mari kita mulai untuk MEMBEDAH buku THE TRUTH ABOUT THE SPLIT....

ABOUT THE AUTHOR

The Promised sonra of the Promised Messiah and
Mahdias; the manifest Sign of Allah, the Almighty; the
Word of God whose advent was prophesied by the Holy
Prophet Muhammadsa and the Promised Messiahas as well
as the past Prophets; a Star in the spiritual firmament for
the like of which the world has to wait for hundreds of
years to appear; the man of God, crowned with a spiritual
hallo from which radiated such scintillating rays of light
as would instil spiritual life into his followers and
captivate and enthral those who were not fortunate to
follow him; an orator of such phenomenal quality that his
speeches would make his audience stay put for hours on
end, come rain or shine, deep into the late hours of the
evenings while words flowed from his tongue like honey
dripping into their ears to reach the depths of their soul to
fill them with knowledge and invigorate their faith; the
ocean of Divine and secular knowledge; the Voice
Articulate of the age; without doubt the greatest genius of
the 20th century; a man of phenomenal intelligence and
memory; an epitome of the qualities of leadership; the one
whose versatility cannot be comprehended—Hadrat Mirza
Bashiruddin Mahmud Ahmadra (1889-1965), Muslih
Ma‘ud (the Promised Reformer) was the eldest son and
the second successor (Khalifa) of the Promised Messiahas.

He took charge of the Ahmadiyya Jama‘at at the young
age of 24 when the Jama‘at was still in its infancy and
nourished it to its maturity for more than 50 years with his
spiritual guidance, prayers, tears, toil and blood. Not only
did he fortify the foundations of the Community laid
down by the Promised Messiahas, but expanded the
structure of the Jama‘at by initiating various schemes,
organizations, and programs taking his inspiration from
the Promised Messiahas and under the Divine guidance.
His foremost concern, to which he devoted all his life, was
to accomplish the mission of the Promised Messiahas—the
daunting task of spreading the message of true Islam in its
pristine purity to the ends of the world. To achieve this, he
initiated Tahrik-e-Jadid through which spread, and
continues to spread, the missionary work all over the
globe. His acute intelligence, keen intellect, deep and
extensive scholarship and above all his God-given
knowledge enabled him to produce a vast corpus of
writings, speeches etc. His oeuvre is so vast that it will
take many years to see the light of publication.

When the Promised Messiahas fervently prayed to
God to grant him a Sign in support of Islam, Allah gave
him the good tidings about this son of his and said:
"…He will be extremely intelligent … and will
be filled with secular and spiritual knowledge
… Son, delight of the heart, high ranking,
noble; a manifestation of the First and the
Last, of the True and the High; as if Allah has
descended from heaven. Behold a light cometh.
We shall pour our spirit into him…"

[Revelation of 20th February 1886]

Cerita diatas...menceritakan si penulis buku yang tiada lain adalah Putra Sulung dari MGA yaitu Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad.
Prediksi sementara saya...bahwa si putra sulung ini yang pertamakali dipake oleh Kolonial Inggris untuk MEMBELOKKAN ajaran MGA yang sebenernya yang sekarang DIKLAIM masih dipegang teguh oleh AHMADIYAH LAHORE.

Ini masih prediksi lhooo...jangan nafsu dulu... lol
Kita akan sama sama tracking....dimana sebenernya ERROR dalam permasalahan ini.

Lagian....satu hal yang saya tidak mengerti...kalow emang mengaku Umatnya Nabi Muhammad SAW dan berpegang teguh sama SYAHADAT...ngapain juga harus MENJUNJUNG TINGGI sosok lain selain Muhammad bin Abdullah ini....???
Apa masih kurang SURI TAULADAN dari beliow...???

Kalowpun berpendapat sama hujjah yang ini...yang mana Ahmadiyah Lahore pun memegangnya...
http://studiislam.wordpress.com/gerakan-ahmadiyah-indonesia/

Nabi Suci Muhammad saw bersabda:

”Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini pada permulaan tiap-tiap abad orang yang akan memperbaharui baginya agamanya”

(HR Abi Daud)

Hadist diatas sebenernya FONDASI UTAMA dari Ahmadiyah...Qadian maupun Lahore...

Lantass....kalo dimasa depan ntar...ada seorang Mujaddid dari Spanyol bernama ANTONIO RODRIGUES ESPANYOLA...apakah akan ada aliran baru lagi..??? yang mengaku ngaku BAYANG BAYANG NABI...???

Jadi punya ide nihhh.....ane juga memproklamirkan diri aja kalo gitu mah....Mujaddid abad-21.... "MANG ODOY SURODOY KHALIFATUL MASIH GINI AJA"

ketawa guling ketawa guling ketawa guling

aya aya wae aing mahhh....... lol lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 2:21 am

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Mang Odoy

Kalau posting anda ingin segera direply, coba anda reply dulu arahan saya tentang jenis-jenis kenabian yang anda pahami:
(1) Apa bedanya Nabi Musa as dengan Nabi Harun as?
(2) Apa bedanya Nabi Muhammad saw dengan para nabi sebelumnya?
(3) Apa bedanya Nabi Ibrahim as dengan Nabi Luth as?
(4) Apa bedanya / persamaannya Nabi Musa as, Nabi Daud as, Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw?
(5) Apa yang dimaksud Nikmat Allah pada An-Nisa 4:69/70?

Jawablah dengan akhlak dan etika yang baik sesuai ajaran Nabi Muhammad Rasulullah saw.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 2:42 am

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Mang Odoy

Kalau posting anda ingin segera direply, coba anda reply dulu arahan saya tentang jenis-jenis kenabian yang anda pahami:
(1) Apa bedanya Nabi Musa as dengan Nabi Harun as?
(2) Apa bedanya Nabi Muhammad saw dengan para nabi sebelumnya?
(3) Apa bedanya Nabi Ibrahim as dengan Nabi Luth as?
(4) Apa bedanya / persamaannya Nabi Musa as, Nabi Daud as, Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw?
(5) Apa yang dimaksud Nikmat Allah pada An-Nisa 4:69/70?

MO:
Kang Kedung....yang DAGANG JENIS JENIS NABI itu siapa...????
Mangkanya saya tanya sama akang...darimana akang dapat PRODUK JENIS JENIS NABI kaya gitu...???
Saya gak kenal JENIS JENIS NABI..... Nabi ya Nabi....
"Semua NABI adalah RASUL...tapi tidak semua RASUL adalah NABI"


Jawablah dengan akhlak dan etika yang baik sesuai ajaran Nabi Muhammad Rasulullah saw.

MO:
Lhoo katanya..
Love for All, Hatred for None..
Lanjut ajaaa...kalo gaya debat saya kaya gini.....yaaa tinggal anda pikirin aja...gimana ngadepin lawan debat kaya saya...
Anda tidak berhak MEMBATASI gaya debat seseorang...
Whookeeyyy...

Sok akh silahkan di reply....kalo minuman dah dilalerin nihhh....di anggurin mulu..he he he

Wasalam,



Wassalam
Love for All, Hatred for None

Proof it babe... genit


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 9:29 am

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Mang Odoy

"Mereka menghendaki engkau bersikap lunak, supaya mereka pun bersikap lunat." (Al Qalam 68:9/10).

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 11:22 am

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Sudah dijawab SBY:
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/16/17766/innalillahi-di-hadapan-128-dubes-sby-nyatakan-tak-larang-ahmadiyah/

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Tue May 15, 2012 4:44 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Mang Odoy wrote:
MO:
Kang Kedung....yang DAGANG JENIS JENIS NABI itu siapa...????
Mangkanya saya tanya sama akang...darimana akang dapat PRODUK JENIS JENIS NABI kaya gitu...???
Saya gak kenal JENIS JENIS NABI..... Nabi ya Nabi....
"Semua NABI adalah RASUL...tapi tidak semua RASUL adalah NABI"
Mang Odoy wrote:
Yang saya GEDEIN....silahkan bawa hujjah hujjah anda terkait hal tersebut...
Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal dan mensucikan qalbu kita agar dapat memahami ayat-ayat suci Al Quran dengan benar. Berikut ini adalah ayat suci Al Quran yang menjelaskan bahwa para nabi/rasul memiliki ketinggian derajat yang berbeda-beda:
"Inilah rasul-rasul yang telah Kami lebihkan sebagian dari mereka di atas yang lain; di antara mereka ada yang kepada mereka Allah bercakap-cakap, dan Dia meninggi sebagian dari mereka dalam derajatnya." (Al Baqarah 2:253/254).

Silahkan gunakan akal dan bersihkan qalbu agar dapat memahami kandungan Al Quran dengan benar.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 4:52 pm

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Mang Odoy

"Mereka menghendaki engkau bersikap lunak, supaya mereka pun bersikap lunak." (Al Qalam 68:9/10).

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Ya ammpuunnn kang kedung....terus saya harus gimana...????
Perasaan wajar wajar ajaa....
heerrraann dduueehhhh..... lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 5:00 pm

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Sudah dijawab SBY:
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/16/17766/innalillahi-di-hadapan-128-dubes-sby-nyatakan-tak-larang-ahmadiyah/

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Ahmadiyah yang mana..?? LAHORE atow QADIAN...???
Berita tersebut kurang jelas...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 5:10 pm

Kedunghalang wrote:Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

Mang Odoy wrote:
MO:
Kang Kedung....yang DAGANG JENIS JENIS NABI itu siapa...????
Mangkanya saya tanya sama akang...darimana akang dapat PRODUK JENIS JENIS NABI kaya gitu...???
Saya gak kenal JENIS JENIS NABI..... Nabi ya Nabi....
"Semua NABI adalah RASUL...tapi tidak semua RASUL adalah NABI"
Mang Odoy wrote:
Yang saya GEDEIN....silahkan bawa hujjah hujjah anda terkait hal tersebut...

Kedunghalang wrote :
Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal dan mensucikan qalbu kita agar dapat memahami ayat-ayat suci Al Quran dengan benar. Berikut ini adalah ayat suci Al Quran yang menjelaskan bahwa para nabi/rasul memiliki ketinggian derajat yang berbeda-beda:

"Inilah rasul-rasul yang telah Kami lebihkan sebagian dari mereka di atas yang lain; di antara mereka ada yang kepada mereka Allah bercakap-cakap, dan Dia meninggi sebagian dari mereka dalam derajatnya." (Al Baqarah 2:253/254).

MO:
Ayat diatas hanya menyinggung RASUL...seperti yang telah saya nyatakan...semua NABI sudah pasti RASUL (Utusan Allah SWT)....tapi tidak semua RASUL adalah NABI..
Kenapa saya berpendapat demikian..??
Karena dalam Al-Quran...yang namanya RASUL (Utusan) tidak terbatas pada kalangan MANUSIA sajah...tapi golongan JIN dan MALAIKAT pun memiliki RASUL.
Tapi KEPANGKATAN NABI hanya diberikan kepada manusia...dan seperti yang telah diajarkan oleh guru kita waktu di esde...hanya 25 NABI dan tentunya mereka juga RASUL..yang WAJIB DIKETAHUI.

Mengenai SPESIFIKASI NABI seperti yang anda tawarkan......itu tidak ada dalilnya di Al-Quran...dan hanya AHMADIYAH QADIAN sajah yang menawarkan berbagai JENIS NABI....

Penutup ya penutup...segel ya segel....penyempurna ya penyempurna...terakhir itu terakhir....KAGAK PAKE BUNTUT.

Mana jawaban dari pertanyaan saya mengenai KLASIFIKASI NABI yang anda sodorkan...???
Dapet dari mana FORMULA NYELENEH kaya gitu...??



Kedunghalang wrote :
Silahkan gunakan akal dan bersihkan qalbu agar dapat memahami kandungan Al Quran dengan benar.


Wassalam
Love for All, Hatred for None

MO:
Setubuhhh...ehh setuuujuuuuu....
Dan saya menunggu penggunaan akal dan pembersihan kalbu dari diri anda sendiri...untuk menjawab pertanyaan saya..
"DARIMANA ANDA MENDAPATKAN FORMULA KLASIFIKASI NABI YANG DIUSUNG AHMADIAH QADIAN..??? BAWA KESINI DASAR HUKUMNYA....

Saya masih setia menunggu...



mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Tue May 15, 2012 8:16 pm

lhaaa....kok MINGKEM...??? lol

baru aja MULAI....

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Wed May 16, 2012 1:37 am

Kedunghalang wrote:

Ahmadiyah Lahore terdiri dari orang-orang yang kecewa karena pemimpin mereka, Maulana Muhammad Ali MA, LLB, tidak terpilih menjadi Khalifatul Masih II, akibatnya tidak bisa memimpin Jemaat Ahmadiyah. Kemudian Maulana Muhammad Ali dkk keluar dari Qadian dan Jemaat Ahmadiyah serta pergi ke Lahore, mendirikan organisasi tandingan, yakni Anjuman Ahmadiyya Isha'ati Islam Lahore (AAIIL). Mereka tidak percaya bahwa seorang Khalifah itu dijadikan Allah dalam menyempurnakan janji-Nya kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:56), sehingga mereka membenci Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) ra dan berani menentang dan menuduh beliau ra tiga hal, kurang lebih sebagai berikut:(1). Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Nabi Hakiki.
(2). Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa kata Ahmad dalam Asy-Syaf 61:7 tertuju kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as bukan kepada Nabi Muhammad saw.
(3) Khalifatul Masih II ra menganggap bahwa orang-orang yang tidak mau bai'at kepada HMG Ahmad as, meskipun belum mengetahui ataupun mendengar tentang pendakwaannya, adalah Kafir dan keluar dari Islam.

Ketiga tuduhan itu termuat dalam buku berbahasa Inggris karangan Maulana Muhammad Ali MA, LLM. Dan, tentu saja, tuduhan itu sudah diklarifikasi dan dibantah oleh Khalifatul Masih II ra dalam buku Aiannah Shadaqat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Truth about the Split

Ketauan cuman dapet informasi dari kepala suku ahamdiyah qadian doang....kayaknya baca bukunya belon tuh....lhaa tebalnya aja 430 halaman...bahasa linggis lagii..hi hi hi..

Padahal..Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) sendiri MENGAKUI..bahwa yang dituduhkan oleh Maulana Muhammad Ali MA,..adalah BENAR...!!!
Baca aja kalo gak percaya..

Klik link ini..
http://www.alislam.org/library/books/Truth-about-the-Split.pdf

Cari di file PDF tersebut..halaman 56 ...maka anda akan mendapatkan kalimat ini..
PART ONE

Refutation of Maulawi Muhammad Ali’s Account of Ahmadiyya Dissensions. After dealing with the alleged resemblance between my Jama‘at and the followers of Jesusas, Maulawi Muhammad Ali proceeds to describe the history of dissensions in the Ahmadiyya Movement, and endeavours to show how after the death of the Promised Messiahas a certain conjunction of circumstances gradually led the present writer to introduce changes in my former beliefs.

"Refutasi dari pertanggungjawaban Maulawi Muhammad Ali terhadap perselisihan dalam tubuh Ahmadiyah. Setelah berurusan dengan 'dugaan penyerupaan' antara jemaat saya dengan para pengikut Jesus, Maulawi Muhammad Ali melanjutkan mendeskripsikan sejarah dari perselisihan dalam tubuh Pergerakan Ahmadiyah, dan berupaya untuk menunjukkan bagaimana setelah kematian "Mesiah yang Dijanjikan (Mirza Ghulam Ahmad)" sebuah konjungsi tertentu dari keadaan keadaan yang secara bertahap membawa si Penulis saat sekarang ini untuk memperkenalkan perubahan perubahan didalam Keyakinan Pengikut saya sebelumnya."

Alleged Innovations

These changes, according to Maulawi Muhammad Ali, relate to three matters; (1) that I propagated the belief that Hadrat Mirza Ghulam Ahmad was actually a Nabi; (2) the belief that he was 'the Ahmad' spoken of in the prophecy of Jesusas referred to in the Holy Quran in Al-Saff 61:7; and (3) the belief that all those so-called Muslims who have not entered into his Bai‘at formally, wherever they may be, are kuffar and outside the pale of Islam, even though they may not have heard the name of the Promised Messiahas.

Perubahan-perubahan yang dimaksud, menurut Maulawi Muhammad ALi, berhubungan dengan 3 hal :

1. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad betul-betul Nabi.
2. Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur'an Suci. 61:6.
3. Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam.

Kemudian....buka halaman selanjutnya...yaitu halaman 57...maka anda akan mendapatkan kata kata dari Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II)...seperti ini...
http://www.alislam.org/library/books/Truth-about-the-Split.pdf

That these beliefs have my full concurrence, I readily admit.

Bahwasannya keyakinan keyakinan yang disebut diatas mendapat PERSETUJUAN YANG PENUH dari saya, saya dengan mudah MENGAKUI.

What I deny is the statement that I have been entertaining these views since 1914 or only three or four years before. On the contrary, as I shall presently show, the first and the last of these beliefs were entertained by me even during the lifetime of the Promised Messiahas, while the second belief developed soon after the death of the Promised
Messiahas as a result of the teachings I received from Hadrat Khalifatul Masih Ira, and of the various discourses I had, with him on the subject.

"Yang saya sangkal adalah pernyataan bahwa saya telah memupuk faham faham tersebut sejak 1914 atow hanya 3-4 tahun sebelumnya. Dilain pihak, sebagaimana akan saya perlihatkan, Faham yang pertama (1. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad betul-betul Nabi.) dan faham yang terakhir ( 3. Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam.), kedua faham tersebut telah dipupuk oleh saya bahkan selama masa hidup dari Sang Mesiah yang Dijanjikan/HMGA, sementara faham yang kedua (2. Beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur'an Suci. 61:6.) dikembangkan segera setelah kematian HMGA sebagai hasil dari pengajaran yang saya terima dari H Mirza Ghulam Ahmad/Khalifatul Masih 1, dan wacana wacana yang lainnya yang saya kuasai, dengan HMGA sebagai subjeknya."


Semakin kuat dugaan saya..bahwa anak sulung dari Mirza Ghulam Ahmad lah (Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) yang telah sengaja MEMBELOKKAN AKIDAH yang dibangun oleh Ayahnya.....dengan campur tangan dari KOLONIAL INGGRIS pada waktu itu.

Karena....kalow akidah akidah yang dipegang oleh AHMADIYAH QADIAN ini adalah ASELI dari MGA..maka tidak akan mungkin ada tandingan yaitu Ahmadiyah Lahore...Sehingga pendiri dari Ahmadiyah Lahore sampe bersumpah Demi Allah seperti yang dikutip disini...

http://studiislam.wordpress.com/gerakan-ahmadiyah-indonesia/

Deklarasi Sumpah Hazrat Maulana Muhammad Ali,

Amir pertama Gerakan Ahmadiyah Lahore:


“Aku, Muhammad Ali, Amir Gerakan Ahmadiyah Lahore, bersumpah Demi Allah bahwa keyakinan saya adalah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Mujaddid dan Al-Masih, dan bukan seorang nabi, dan seseorang yang tidak mempercayainya tidak kafir dan tidak keluar dari Islam; hal ini juga merupakan keyakinan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sendiri. ‘Wahai Allah’, bila saya telah berdusta atas nama-Mu, kirimkanlah kepadaku Azab yang sangat berat biar dunia melihat betapa mengerikan dan menakutkannya Azab Ilahi kepada orang yang berdusta atas nama Mu” (Dikutip dari Iqra A Souvenir Megazine, hal 34, 1985)

Dari bukti bukti sementara ini bisa ditarik kesimpulan sementara pula bahwa :

1. HMGA sendiri hanya mengaku sebagai MUJADDID
2. Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) sebagai Putra Sulung dari MGA sendiri yang MEMBELOKKAN AJARAN ayahnya.
3. Campur tangan Kolonial Inggris pada waktu itu karena MIRIS dengan sepak terjang MGA yang emang piawai dalam bidang Kristologi, sehingga menimbulkan keresahan dikalangan para Misionaris Kristen bawaan Kolonial Inggris. Ini bisa dibuktikan sampe sekarang,bahwasannya...basecamp dari Ahmadiyah Qadian ini berada di LONDON..dengan dana yang melimpah ruah.


Ada masukan..???


Terakhir diubah oleh mang odoy tanggal Wed May 16, 2012 1:48 am, total 1 kali diubah

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik