FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by keroncong on Fri Mar 16, 2012 7:32 am

First topic message reminder :

TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
-----------------------------------------

1. QS AL AHZAB 40: " Bukanlah Muhammad itu bapak salah
seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah
Rasulullah dan penutup Nabi-nabi"

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu
Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang
yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan
membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di
salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan
mereka ta'juk lalu berkata: 'kenapa kamu tidak taruh batu
ini.?' Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup
Nabi-nabi"

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut'im RA
bahwa Nabi SAW bersabda:

"Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya
Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran
karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di
kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya"

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil,
bersabda Nabi Muhammad SAW:

"Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan
saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku"

5. Khutbah terakhir Rasulullah ...

" ...Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan
datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.
Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan
pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku
tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh
dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah
tersesat ..."

6. Rasulullah SAW menjelaskan: "Suku Israel dipimpim oleh
Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi
lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang
sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

7. Rasulullah SAW menegaskan: "Posisiku dalam hubungan
dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan
dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah
bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung,
tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat
sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat
sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya,
tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang
dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan
aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi". (Bukhari,
Kitab-ul-Manaqib).

8. Rasulullah SAW menyatakan: "Allah telah memberkati aku
dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi
terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif
dan sempurna. - Aku diberi kemenangan kare musuh gentar
menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -
Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga
telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam
agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat
ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas
bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk
berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya
dengan tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus Allah
untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. - Dan
jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat
Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

9. Rasulullah SAW menegaskan: "Rantai Kerasulan dan Kenabian
telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan
nabi sesudahku". (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab
Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

10. Rasulullah SAW menjelaskan: 'Saya Muhammad, Saya Ahmad,
Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku;
Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat
yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah
satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah
Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang
sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada'il, Bab
Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi;
Muatta', Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

11. Rasulullah SAW menjelaskan: "Allah yang Maha Kuasa tidak
mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak
memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal
(Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa
mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan
kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu
saat, Dajjal akan datang dari antara kamu". (Ibnu Majah,
Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: "Saya mendengar
Abdullah bin `Amr ibn-`As menceritakan bahwa suatu hari
Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan
mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau
akan meninggalkan kita. Beliau berkata: "Aku Muhammad, Nabi
Allah yang buta huruf", dan mengulangi pernyataan itu tiga
kali. Lalu beliau menegaskan: "Tidak ada lagi Nabi
sesudahku". (Musnad Ahmad, Marwiyat `Abdullah bin `Amr
ibn-`As).

13. Rasulullah SAW berkata: " Allah tidak akan mengutus Nabi
sesudahku, tetapi hanya Mubashirat". Dikatakan, apa yang
dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang
baik atau visi yang suci". (Musnad Ahmad, marwiyat Abu
Tufail, Nasa'i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada
kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang.
Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah,
dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata: "Jika benar seorang Nabi akan
datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab".
(Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada `Ali, "Hubunganmu denganku
ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada
Nabi yang akan datang sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab
Fada'il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: "Di antara suku Israel
sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi
dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada
satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan
Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari,
Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada Nabi yang akan datang
sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut
nabi baru apapun". (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

Wassalam
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Wed May 16, 2012 1:44 am

lol

aduhhh soriii..ke klik...sueerr ga sengaja...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Thu May 17, 2012 5:35 am

ahh gak seruu...baru mulai dah SEPI..
tapi...PENGGALIAN akan terus dilakukan....!!

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by cornello on Fri May 18, 2012 4:06 pm

mang odoy wrote:@KEDUNGHALANG

Mari kita mulai untuk MEMBEDAH buku THE TRUTH ABOUT THE SPLIT....

ABOUT THE AUTHOR

The Promised sonra of the Promised Messiah and
Mahdias; the manifest Sign of Allah, the Almighty; the
Word of God whose advent was prophesied by the Holy
Prophet Muhammadsa and the Promised Messiahas as well
as the past Prophets; a Star in the spiritual firmament for
the like of which the world has to wait for hundreds of
years to appear; the man of God, crowned with a spiritual
hallo from which radiated such scintillating rays of light
as would instil spiritual life into his followers and
captivate and enthral those who were not fortunate to
follow him; an orator of such phenomenal quality that his
speeches would make his audience stay put for hours on
end, come rain or shine, deep into the late hours of the
evenings while words flowed from his tongue like honey
dripping into their ears to reach the depths of their soul to
fill them with knowledge and invigorate their faith; the
ocean of Divine and secular knowledge; the Voice
Articulate of the age; without doubt the greatest genius of
the 20th century; a man of phenomenal intelligence and
memory; an epitome of the qualities of leadership; the one
whose versatility cannot be comprehended—Hadrat Mirza
Bashiruddin Mahmud Ahmadra (1889-1965), Muslih
Ma‘ud (the Promised Reformer) was the eldest son and
the second successor (Khalifa) of the Promised Messiahas.

He took charge of the Ahmadiyya Jama‘at at the young
age of 24 when the Jama‘at was still in its infancy and
nourished it to its maturity for more than 50 years with his
spiritual guidance, prayers, tears, toil and blood. Not only
did he fortify the foundations of the Community laid
down by the Promised Messiahas, but expanded the
structure of the Jama‘at by initiating various schemes,
organizations, and programs taking his inspiration from
the Promised Messiahas and under the Divine guidance.
His foremost concern, to which he devoted all his life, was
to accomplish the mission of the Promised Messiahas—the
daunting task of spreading the message of true Islam in its
pristine purity to the ends of the world. To achieve this, he
initiated Tahrik-e-Jadid through which spread, and
continues to spread, the missionary work all over the
globe. His acute intelligence, keen intellect, deep and
extensive scholarship and above all his God-given
knowledge enabled him to produce a vast corpus of
writings, speeches etc. His oeuvre is so vast that it will
take many years to see the light of publication.

When the Promised Messiahas fervently prayed to
God to grant him a Sign in support of Islam, Allah gave
him the good tidings about this son of his and said:
"…He will be extremely intelligent … and will
be filled with secular and spiritual knowledge
… Son, delight of the heart, high ranking,
noble; a manifestation of the First and the
Last, of the True and the High; as if Allah has
descended from heaven. Behold a light cometh.
We shall pour our spirit into him…"

[Revelation of 20th February 1886]

Cerita diatas...menceritakan si penulis buku yang tiada lain adalah Putra Sulung dari MGA yaitu Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad.
Prediksi sementara saya...bahwa si putra sulung ini yang pertamakali dipake oleh Kolonial Inggris untuk MEMBELOKKAN ajaran MGA yang sebenernya yang sekarang DIKLAIM masih dipegang teguh oleh AHMADIYAH LAHORE.

Ini masih prediksi lhooo...jangan nafsu dulu... lol
Kita akan sama sama tracking....dimana sebenernya ERROR dalam permasalahan ini.

Lagian....satu hal yang saya tidak mengerti...kalow emang mengaku Umatnya Nabi Muhammad SAW dan berpegang teguh sama SYAHADAT...ngapain juga harus MENJUNJUNG TINGGI sosok lain selain Muhammad bin Abdullah ini....???
Apa masih kurang SURI TAULADAN dari beliow...???

Kalowpun berpendapat sama hujjah yang ini...yang mana Ahmadiyah Lahore pun memegangnya...
http://studiislam.wordpress.com/gerakan-ahmadiyah-indonesia/

Nabi Suci Muhammad saw bersabda:

”Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini pada permulaan tiap-tiap abad orang yang akan memperbaharui baginya agamanya”

(HR Abi Daud)

Hadist diatas sebenernya FONDASI UTAMA dari Ahmadiyah...Qadian maupun Lahore...

Lantass....kalo dimasa depan ntar...ada seorang Mujaddid dari Spanyol bernama ANTONIO RODRIGUES ESPANYOLA...apakah akan ada aliran baru lagi..??? yang mengaku ngaku BAYANG BAYANG NABI...???

Jadi punya ide nihhh.....ane juga memproklamirkan diri aja kalo gitu mah....Mujaddid abad-21.... "MANG ODOY SURODOY KHALIFATUL MASIH GINI AJA"

ketawa guling ketawa guling ketawa guling

aya aya wae aing mahhh....... lol lol
ketawa guling ketawa guling

cornello
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 227
Kepercayaan : Islam
Location : Manado
Join date : 18.05.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Sat May 19, 2012 2:07 am

@atas

lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Yishmael Avrahami on Sun May 20, 2012 2:18 am

Kedunghalang wrote:karena kenabian ada beberapa jenis:
(a) Nabi yang membawa syari'at seperti Adam as, Nuh as, Ibrahim as, Musa as & Muhammad as.
(b) Nabi yang tidak membawa syari'at seperti Idris as, Ismail as, Ishaaq as, Harus as dan banyak lagi.
(c) Nabi mandiri (yang membawa dan yang tidak membawa syari'at) yang mengikuti syari'at sebelumnya tetapi mandiri tidak harus taat kepada nabi-nabi sebelumnya. Adam as hingga Muhammad saw semuanya adalah nabi-nabi mandiri.
(d) Nabi yang tidak mandiri dan tidak membawa syari'at. Nabi ini harus taat secara sempurna kepada nabi pembawa syari'at sebelumnya dan melaksanakan syari'at sebelumnya (An-Nisa 4:69/70). Contoh nabi sejenis ini baru satu orang, yaitu HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as. Beliau as adalah nabi ummati (nabi yang melaksanakan syari'at Islam dan dengan sempurna taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw).
ah,,,ngada-ngada ini mah....berdasarkan apa klasifikasi nabi dlm paham ahmadiyah? mosok ada yg bawa syariat dan ada yg gak bawa....ngarang-ngarang saja ya?

coba cek Qur'an, kata Al Nabiyyin....

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi (Al Nabiyyin). Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Ahzab 40)

Kalo kata Al Nabiyyin bisa diklasifikasikan menjadi nabi-nabi pembawa syariat dan tidak membawa syariat, bagaimana penafsiran thdp ayat-ayat lainnya?

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi (Al Nabiyyin) dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh (Al Ahzab 7)

Perjanjian diambil dari nabi-nabi yg mana? Pembawa syariat atau yg gak bawa?

Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi (Al Nabiyyin) sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?". (Ali Imran 80)

Nabi-nabi yg mana yg tidak boleh dianggap sebagai tuhan? Pembawa syariat atau yg gak bawa?

D
L
L

monggo pak...
avatar
Yishmael Avrahami
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 272
Kepercayaan : Islam
Location : Neturei Karta
Join date : 10.10.11
Reputation : 4

http://www.nkusa.org/

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by mang odoy on Sun May 27, 2012 5:01 am

@atas

keknya dah beres beres koper..siap siap bro....wkwkwkwkwkwkwkwk

Mudah2an ini bisa menjadikan CERMIN...bahwa menghadapi Ahmadiyah Qadian tidak perlu pake FISIK....lhaaaa.... DEBAT baru segini aja dah NGACIRRR...he he he...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Kedunghalang on Mon Oct 14, 2013 4:23 pm

Berikut adalah penolakan kenabian yang ditulis oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (HMGA) as hanya tiga hari menjelang kewafatannya dan yang dimuat dalam surat kabar Akhbar-e-Am tertanggal 23 Mei 1908:

Dear Mr. Editor,
In the second line of column I, Akhbar-I-Am dated May 23, 1908, it has been ascribed to me that in the meeting (held in Lahore) I had denied a claim to prophethood. The correct position is that in this meeting I only repeated what I have been writing in my books and I now declare it again that is entirely unfounded that I claim prophethood which tantamounts to total severance from Islam meaning thereby that I am an independent prophet and absolve my self from following the Quran and introduce a new kalimah ( formula of faith ) of my own, have a different qiblah and hold the law of Islam as abrogated, and forsake the precept guidance of The Holy Prophet ( peace and blessings of Allah be upon Him ). These allegations are not correct. The claim to such a prophethood is heresy to me. This is not for the first time and again that I have no claim I refute these accusations but have been writing time and again that I have no claim to such a propethood and it is a calumny against me. I call myself a prophet because I have been gifted with divine revelation. I profusely receive His communications. He grants my prayer, manifests for me many Unseen matters and discloses to me knowledge about the events to come. Such secrets are disclosed only to the the person who earns exclusive nearness to God. I have been named prophet because of the abundance of these qualities. Thus I am a prophet in consonance with the divine command. If I disclaim this privilege, it will be a sin. I cannot deny that God has named me prophet in a particular sense and I stick to it till depart from this world. I am not a prophet in the sense that I disassociate my self from Islam or abrogate any of its injunctions. I faithfully submit to the dictates of the Quran in word and spirit. No one can dare to abrogate even a jot or tittle of the Quran. I have thus been called a prophet because, in Arabic and in Hebrew, nabi means a person who, on the basis of divine revelation predicts the future events in abundance. And it is this abundance which counts for this epithet just as possession of a penny does not construe riches. God by His grace has granted me immense knowledge of the Unseen and thousands of signs have been manifest at my hands and His favour still continues. I say it not by way of self-praise but in gratitude to Allah s grace and His assurance that even if the entire world rises against me, He will come to my rescue and that He will stand by me in trials and tribulations and make me dominant over my foes in respect. This is why Allah has named me nabi. I alone have been granted abundant knowledge of the sciences of the Unseen and frequency of divine communion and communication in this age. Dreaming is a common human experience. A few people receive revelation (ilham) and even do experience a little and turbid knowledge of the Unseen but these communications are few and far between and disclosure of the Unseen matter is ambiguous and obscure. Reasoning and rationale (aql-i saleem) demand that a person who is granted clear revelation and knowledge of the Unseen, free from impurities and flaws, should not be bracketed with people having common and insignificant experience of this phenomenon and should be called by specific name so as to differentiate them from rest. Therefore, God has given me a distinctive status in calling me prophet. This is an award of honour bestowed on me to distinguish me from the rest. I am thus a prophet in this sense as well as a follower (ummati) so that the prophecy of our Master and Guide that the coming Messiah will be a follower as well as a prophet comes true. Otherwise, how could prophet Jesus about whose second advent people are relying on false hopes and vain aspiration can be a follower (ummati) of The Holy Prophet (Peace and blessings of Allah be upon Him)? Would he after descending from heaven, become a Muslim first or would our Holy Prophet (Khatam al-Anbiya)! Peace be upon him who follows the guidance!
Lahore,
Ghulam Ahmad May 23, 1908

Berdasarkan tulisan HMGA as diatas, apakah para aktivis Forum Musyawarah (GAI atau Non-GAI) ada yang bersedia untuk menjawab empat pertanyaan berikut ini:
1. Kenabian jenis apa yang tidak diklaim / ditolak oleh HMGA as?
2. Kenabian jenis apa yang diklaim oleh HMGA as?
3. Atas kenabian yg diklaimnya, apakah HMGA as menyatakan BUKAN NABI?
4. Jika tidak mengklaim kenabian jenis itu, apakah HMGA as akan BERDOSA?

Terimakasih, jazakumullah ahsanal jaza.

Tulisan HMGA as di atas diambil dari terjemahannya yang dibuat oleh AAIIL, posted by aktivis GAI. Tetapi, tidak ada satu pun aktivis GAI yang mau menjawab keempat pertanyaan di atas alias BUNGKAM. Silahkan klik di:
http://ahmadiyah.org/forum/?what=topic&sid=&vuid=&fid=7b9be37bd13a159b4bebb744e82f613b

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: 17 dalil bahwa tidak ada nabi baru setelah wafatnya Rasulullah

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik