FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

teori penyatuan agama

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

teori penyatuan agama

Post by keroncong on Fri Mar 16, 2012 11:20 pm

Teori ini sebenarnya berasal dari Yahudi dan Nasrani. Teori ini tergolong baru, yang disebarkan lewat selogan dan kegiatan-kegiatan dalam segala bidang untuk menyeret kaum muslimin keluar dari Islam. Namun di kalangan Yahudi dan Nasrani teori ini tergolong lama dan termasuk salah satu bentuk strategi mereka dan salah satu bentuk permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin.

Kalau ditinjau dari lintasan sejarah, teori ini telah melampui empat era.


[1]. KEMUNCULANNYA PADA ERA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hal itu dalam kitabnya, bahwa Yahudi dan Nasrani senantiasa berupaya memurtadkan kaum muslimin dari Islam dan mengembalikan mereka kepada kekafiran. Bahwasanya mereka senantiasa membujuk kaum muslimin kepada agama Yahudi dan Nasrani. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintahNya. SesungguhNya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” [Al-Baqarah : 109]

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata : ‘Sekali-kali tidak akan masuk Jannah kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah : “Tunjukkan kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar”. (Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” [Al-Baqarah : 111-112]

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan mereka berkata : ‘Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk’, Katakanlah : ‘Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik” [Al-Baqarah : 135]

Demikianlah pula dalam beberapa ayat lainnya yang sering dibaca oleh kaum muslimin, berisi peringatan terhadap bahaya Yahudi dan Nasrani serta golongan lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan janganlah kamu campuradukan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui” [Al-Baqarah : 42]

Dalam tafsir Ibnu Jarir berkenaan dengan ayat berbunyi : “Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang batil”. Imam Mujahid berkata : “Janganlah kamu campuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Dienul Islam”.

Dalam tafsir Ibnu Katsir masih berkenan dengan ayat di atas Qatadah berkata : “Janganlah kamu campuradukkan agama Yahudi dan Nasrani dengan dien Islam, karena sesungguhnya dien yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Sedang Yahudi dan Nasrani adalah bid’ah bukan dari Allah.

Tafsir ini merupakan khazanah fiqh yang sangat agung dalam memahami kitabullah.

Kemudian usaha penyebaran teori ini tertahan untuk beberapa waktu, hingga berakhirnya tiga kurun yang utama, yakni zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sahabat dan tabi’in.


[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: teori penyatuan agama

Post by keroncong on Sat Mar 17, 2012 12:03 am

[2]. PROPAGANDA KEPADA TEORI PENYATUAN AGAMA SETELAH BERAKHIRNYA TIGA KURUN YANG UTAMA

Kemudian muncullah upaya baru dalam menyebarkan teori ini melalui slogan-slogan yang memperdaya orang-orang jahil. Yakni slogan bahwa agama-agama seperti Yahudi, Nasrani dan Islam, kedudukannya seperti kedudukan empat madzhab yang dikenal kaum muslimin. Seluruhnya merupakan jalan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala [1]

Demikian syubhat-syubhat yang mereka tebarkan, nash-nash yang mereka penggal untuk mengelabuhi dan menjebak kaum awam dan untuk menjaring orang-orang yang menyandang gelar-gelar mentereng di segala tempat.

Kemudian teori ini ditelan bulat-bulat oleh pentolan-pentolan wihdatul wujud, ittihadiyah, hululiyah, dan kaum sufi dari golongan ekstrim Syi’ah Rafidah yang mengaku Islam di Mesir, Syam, tanah Parsi dan negeri-negeri non Arab lainnya. Sebenarnya teori ini mereka warisi dari bangsa Tartar dan bangsa-bangsa kafir lainnya. Sampai-sampai sebahagian orang-orang mulhid lagi sesat itu membolehkan memeluk agama Yahudi dan Nasrani, bahkan diantara mereka ada yang lebih mengutamakan agama Yahudi dan Nasrani daripada agama Islam. Keyakinan sesat ini banyak dianut oleh orang-orang yang dikuasai ilmu filsafat. Barangkali dari situ mereka berkeyakinan bahwa manusia yang paling utama adalah ‘Al-Muhaqqiq”, yaitu juru dakwah kepada Al-Hululiyah dan Al-Ittihadiyah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membongkar kedok mereka di beberapa tempat dalam buku-bukunya. [2]

Melalui perjuangan yang dilakukan oleh ulama-ulama Islam propaganda-propaganda sesat dan kufur ini dapat dipadamkan. Mereka menyerukan bahwa teori tersebut adalah kufur dan orang-orang yang menganutnya adalah kafir murtad dari Islam.

Dalam hal ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menunjukkan sikap Islami yang senantiasa di kenang. Demikian pula ulama-ulama lainnya yang gigih membantah pentolan-pentolan sesat itu, misalnya Al-Hallaj Al-Husein bin Manshur Al-Farisi yang dibunuh karena murtad pada tahun 309 [3], Ibnu Arabi Muhammad bin Ali Ath-Tha’i pentolan orang-orang yang memiliki keyakinan wihdatul wujud dalam kitabnya Al-Fushush, meninggal pada tahun 638, Ibnu Sab’in yang meninggal pada tahun 669, At-Tilimsani yang meninggal pada tahun 690 dan Ibnu Hud yang meninggal pada tahun 699, serta masih banyak yang lainnya lagi.[4]


[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
_________
Foote Note
[1] Silakan baca Majmu’ Al-Fatawa Juz 4 hal.203
[2] Silakan baca Majmu’ Al-Fatawa Juz 4 hal.203-208, Juz 4 hal.164-167. Juz 28 hal.523. Lihat juga buku Ash-Shofadiyah Juz 1 hal.98-100 dan 268. Lihat juga buku Ar-Radd Ala Manthiqiyin hal.282-283
[3] Saya sengaja tidak memakai rumus ‘H” sebagai tanda tarikh Hijriyah. Karena di dalam Dienul Islam tidak ada penanggalan lain kecuali Hijriyah, sedang penanggalan Miladi bukanlah bagian dari penanggalan Hijriyah. Dan jika menyebut penanggalan Miladi saya akan merumuskannya dengan huruf ‘M’.
[4] Peringatan : Malapetaka yang menimpa kita sekarang ini adalah adanya beberapa oknum yang memuji orang-orang sesat yang mengaku Islam tersebut, membangga-banggakan mereka serta mempromosikan ucapan-ucapan mereka. Apalagi orang-orang orientalis dan kolonialis membantu mencetak buku-buku mereka dan menyebarkannya. Bahaya besar tersebut harus diwaspadai oleh kaum muslimin. Dan hendaknya orang-orang yang dimudahkan Allah segera bangkit membendung arus penyesatan yang disebarkan melalui pena dan lisan merka tersebut. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya serta dalam rangka membela Dienullah ini dan melindungi pemeluknya dari kejahatan mereka.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: teori penyatuan agama

Post by keroncong on Sat Mar 17, 2012 12:13 am

[3] PROPAGANDA YANG DILANCARKAN PADA SEPARUH AWAL ABAD EMPAT BELAS HIJRIYAH

Kemudian propaganda tersebut tenggelam beberapa waktu. Terkungkung di dalam dada para penganutnya. Mereka menampakkan Islam namun menyembunyikan kekufuran. Hingga akhirnya muncullah gerakan : Son Moon At-Tauhidiyah atau disebut juga gerakan Al-Mooniyah.[1]

Sebelumnya muncul pula gerakan Al-Masuuniyah[2], yaitu sebuah organisasi Yahudiyah untuk menguasai dunia, menyebarkan kesesatan dan kehidupan bebas. Mereka bersembunyi di balik seruan kepada penyatuan tiga agama, membuang fanatisme agama di bawah satu ikatan, yaitu iman kepada Allah, semuanya orang-orang beriman. Diantara orang yang terjerat propaganda mereka adalah Jamaluddin bin Shafdar Al-Afghani (meninggal pada tahun 1314 di Turki)[3] dan muridnya, yaitu Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan At-Turkimani (meninggal pada tahu 1323 di Iskandiriyah).[4]

Diantara upaya yang dilakukan oleh Muhammad Abduh adalah mendirikan sebuah organisasi bernama “Jam’iyah Ta’lif Wat Taqrib (Organisasi Penyatuan dan Pendekatan)” bersama tokoh gerakan yaitu Mirza Muhammad Baqir Al-Irani yang pernah memeluk agama Nasrani lalu kembali memeluk Islam dan Jamaluddin Al-Afghani serta beberapa pemikir lainnya di Beirut. Misi organisasi tersebut adalah melakukan pendekatan antara tiga agama. Beberapa warga Iran, Inggris dan Yahudi ikut bergabung bersama organisasi ini. Anda dapat baca hal itu secara rinci dalam buku : “Tarikh Al-Utsadz Al-Imam” (I/817-829) karangan Muhammad Rasyid Ridha (wafat tahun 1354)

Diantara usaha Muhammad Abduh dalam hal ini adalah mengadakan kontak surat menyurat dengan beberapa pastor. Sebagaimana disebutkan dalam buku Al-A’mal Al-Kamilah karangan Muhammad Abduh (II/363-367) disusun oleh Muhammad Umarah

Muncullah kontroversi seputar teori ini. Ada yang mendukung dan ada pula yang membantahnya, para pendukungnya antara lain Muhammad Abduh, Muhammad Husein Haikal, Dr. Husein Al-Harawi, Abdul Jawwad Asy-Syarqaawi dalam Majalah Mingguan Politik Mesir mulai edisi 2821 bulan Shafar tahun 1351 dan seterusnya.

Dan dalam surat kabar Al-Hilal edisi 484 dan 485 tahun 1357 dan 1358, dalam makalah yang berjudul : “Mungkinkah menyatukan agama Islam dengan Nasrani ?” Dialog interaktif antara Muhammad Farid Wajdi, Muhammad ‘Arafah, Abdullah Al-Faisyawi Al-Ghazzi dengan beberapa pastor. Dialog dan surat menyurat terus berlangsung seputar persoalan tersebut dan dalam mencari jawaban pertanyaan di atas, yaitu mungkinkah menyatukan agama Islam dengan agama Nasrani dalam aspek spiritual ataukah hanya dalam aspek material saja ?

Seorang Nasrani bernama Ibrahim Luqa menganggap mustahil usaha penyatuan agama Islam dengan Nasrani dalam kedua aspek tersebut. Akan tetapi sangat mungkin menyatukan Islam dan Nasrani demi kepentingan nasional, demikian katanya. Kemudian ia berkata : “Tidak ada jalan untuk menyatukan keduanya secara totalitas, kecuali salah satu dari keduanya bersedia meyakini keyakinan yang lain. Yaitu beriman kepada ketuhanan Isa, penitisannya, kematiannya dan kebangkitannya, hingga seluruhnya menjadi Nasrani tulen atau beriman bahwa Isa hanyalah salah satu dari rasul dan nabi yang diutus, hingga seluruhnya menjadi muslim tulen”.


[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
_________
Foote Note
[1] Lihat Al-Mausu’ah Al-Muyassarah II/669-673, cetakan ketiga
[2] Lihat Al-Mausu’ah Al-Muyassarah hal.449-454 cetakan pertama
[3] Lihat kitab Shahwatur Rajulil Maridh karangan Muwaffiq bani Al-Murajjih hal.345 dan kitab Jamalauddin Al-Afghani fil Mizan
[4] Ibid
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: teori penyatuan agama

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik