FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Ruang dan waktu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ruang dan waktu

Post by Jagona on Sun Mar 18, 2012 5:13 pm


Ayat 10/5 : DIA-lah yang menjadikan Surya sumber menerangi dan Bulan bersinar serta menentukan orbitnya agar kamu ketahui bilangan tahun dan perhitungan, ALLAH tidak menciptakan itu kecuali dengan halm logis. DIA jelaskan Ayat-ayat pada kaum yang berilmu.

Ayat 10/6 : Bahwa pada pada pertentangan malam dan siang, dan apa yang ALLAH ciptakan di planet-planet dan Bumi, ada Ayat-ayat bagi kaum yang insaf.

Ayat 22/47 : Mereka meminta segerakan siksa, ALLAH tidak memungkiri janji-NYA bahwa hari pada TUHAN-mu seperti seribu tahun dari yang kamu hitung.

Ayat 41/10 : Dan DIA jadikan padanya batang-batang magnit dari atasnya dan memberkahi padanya serta menentukan waktu-waktunya dalam empat hari, bersamaan bagi (analisa) orang-orang yang bertanya.

ALLAH menciptakan semua benda angkasa secara logis, menempatkan bnatang magnet pada masing-masingnya dengan sistim dan daya tarik yangberlainan. Satelit yang mengitari planet seperti Bulan kita ditentukan ALLAH bersistim “spot”, sehingga dia tidak berputar tetapi senantiasa mengorbit.
Bintang yang menjadi pusat Tata surya bersistim “regular”, hingga dia selalu berputar di sumbunya, mengorbit keliling Galaxy, tetapi tetap bergolak tidak pernah dingin, beradiasi lewat gelombang sinar untuk menimbulkan panas bagi kehidupan makhluk konkrit.
Planet yang mengitari Bintang bersistim “simple”, permukaannya cepat membeku, berotasi di sumbunya untuk mewujudkan pergantian siang dan malam.
Orang-orang berilmu akan mengetahui betapa logis kelangsungan ciptaan ALLAH jika mereka menganalisa Ayat-ayat Alquran. Perbedaan sistim dan daya tarik rawasia tadi dapat member petunjuk bagi orang-orang insaf untuk menempatkan diri dalam kehidupan yang diridhoi ALLAH.

Seringkali orang memperbincangkan “ruang dan waktu”, berbagai interpretasi dapat dibaca dalam buku-buku terutama yang memuat uraian yang mereka namakan “falsafah”. Umumnya berupa hasil pemikiran dan pendapat tanpa dasar, kadang-kadang berbentuk susunan kalimat berputar berbelit dengan kata-kata semu bersilat lidah. Padahal jika orang sudi memperhatikan Ayat-ayat Alquran, dia akan mendapat penjelasan pasti bahwa “Ruang” ialah kekosongan antara benda-benda. Tanpa benda akan tiadalah istilah ruang. Benda yang senantiasa berputar menimbulkan “waktu” dan tanpa putaran benda akan tiadalah waktu. Putaran (Bumi) 360 derajat dinamakan satu hari, maka bahagian bilangan hari inilah yang disebut waktu.
ALLAH menciptakan semesta raya selama enam hari. Pada dua hari pertama benda-benda angkasa masih mengambang, belum memadat, dan beberapa planet terpecah menjadi kecil seperti Mars, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto menjadi lebih kecil dari semestinya, sementara yang mengorbit di bawah Jupiter benar-benar hancur menjadi asteroid dan meteorites. Pada empat hari berikutnya, semua benda angkasa mulai berfungsi menurut wajarnya. Bulan-bulan tanpa rotasi mengorbit keliling planet, dan planet-planet berotasi sambil mengorbit keliling bintang, dan bintang-bintang berotasi sambil beredar mengelilingi galaxy yang berputar di sumbunya sewaktu bergerak keliling semesta raya.
Gerak rotasi dan orbit itulah yang dimaksud dengan waktu-waktu pada Ayat 41/10, yaitu waktu yang menjadi bagian dan bilangan hari tersebut tadi. Semuanya diberkahi ALLAH dengan penjagaan agar berfungsi terus tanpa halangan, disimpulkan dalam Ayat suci yang maksudnya ;
Ayat 41/12 : lalu DIA laksanakan mereka jadi tujuh planet (di atas orbit Bumi) dalam dua hari, dan DIA wahyukan pada setiap Tata surya urusannya, dan KAMI hiasi dunia dengan Bintang-bintang berapi dan penjagaan. Itulah ketentuan Yang Mulia mengetahui.

Tetapi satu hari di atas tadi bukanlah terdiri dari 24 jam, melainkan satu hari Tata surya yang berputar di sumbunya selama seribu tahun Qomariah (Lunar Year) atau 360 derajat Muntaha selaku Planet terpinggir bergerak keliling surya.
Satu hari di Bumi 24 jam, di Mercury 25 jam, di Yupiter 9 jam 50 menit, di Surya 600 jam, di Tata surya 1000 tahun, karena selama itulah masing-masingnya berputar 360 derajat di sumbunya. Bahkan hari di Semesta raya dinyatakan 50.000 tahun Qomariah pada Ayat 70/4 karena sekian tahun pula lamanya semesta raya ini berputar komplit 360 derajat.
Pentingkah semua ini diterangkan ALLAH dalam Alquran untuk diketahui umum ? Jawabnya “Ya”, penting sekali. Semuanya telah ditentukan ALLAH rotasi dan orbitnya agar orang mengetahui gerak sesungguhnya dari benda angkasa untuk dipakai jadi bilangan tahun secara wajar, dan agar orang mengetahui perhitungan hidup.
Banyak orang menganggap bahwa istilah “Hisaab” yang tercantum dalam Ayat 10/5 dan 17/12 sebagai perhitungan astronomi belaka, hingga timbul istilah ahli hisaab dalam masyarakat yang diberikan kepada penyusun kalender tahunan. Padahal dalam kedua ayat suci itu dan banyak lainnya, istilah hisaab ditujukan kepada perhitungan hidup seluruhnya pada setiap pribadi di dunia kini. Jadi pemakaian akhli bhisaab bagi astronom atau penyusun kalender adalah tidak tepat.
Namun ALLAH mendekatkan bilangan tahun dengan perhitungan hidup dalam ayat 10/5 dan 17/12 selaku pertanda betapa pentingnya pengetahuan tentang orbit dan rotasi benda-benda angkasa dalam kehidupan kini dimana setiap diri bermukim dan membiak berketurunan.
Rotasi Bumi di sumbunya telah menimbulkkan pergantian siang dan malam selama 24 jam yang disebut satu hari. Dan orbitnya keliling surya menyebabkan adanya tahun terdiri dari nsejumlah hari. Dengan begitu dapat dicatat berapa lama sesuatu telah berlaku, masa hidup seseorang, dan sejarah manusia sudah berlan gsung. Demikian tanpa rubah semenjak Adam sampai topan Nuh.

Lama rotasi dan orbit Bumi sebelum topan Nuh masih bersamaan dengan yang berlaku kini, begitu pula lama hari dan tahun, sebagaimana dinyatakan ;
Ayat 9/36 ; bahwa bilangan bulan pada ALLAH dua belas bulan dalam ketetapan ALLAH pada hari DIA ciptakan planet-planet dan Bumi, diantaranya ada empat bulan terlarang. Itulah agama kukuh maka jangan zalimi dirimu padanya. Perangilah orang musyrik seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya, ketahuilah bahwa ALLAH bersama orang-orang insaf.
Bilangan bulan di atas adalah untuk masing-masing tahun, baik dulu kala maupun kini, setiap bulan ditandai dengan timbulnya hilal di ufuk Barat setelah Magrib, keesokannya tam[pak lebih jelas dan berupa bulan penuh setelah 14 hari, selanjutnya menyusut berupa hilal terbalik dan menghilanmg di angkasa fajar setelah 29 hari untuk kembali bagi bulan berikutnya.
ALLAH menentukan jumlah bulan yang 12 itu berdasarkan orbit Bumi dalam lingkaran oval dimana ada titik perihelion dan titik aphelion. Gerak Bumi kelilinmg Surya 345 derajat dimana ada kedua titik tadi dinamakan satu tahun yang terdiri dari 12 bulan. Jadi 12 bulan menurut ayat 9/36 adalah lama waktu yang dipakai Bumi dalam mengorbit dari perihelion ke aphelion dan sampai kembali ke perihelion lagi, dalam masa mana berlangsung 12 kali orbit Bulan keliling Bumi.
Dalam Alquran, tahun penanggalan yang berhubungan dengan orbit Bulan keliling Bumi dan orbit Bumi keliling Surya dinamakan “SANAH” yang kini disebut tahun Qomariah, sementara yang berhubungan dengan musim dinamakan “AAM” yang kini disebut tahun Syamsiah. Tahun Qomariah yang menjadi dasar penanggalan Hijriah adalah tahun yang panjang waktunya tidak pernah berkurang. Ini dapat dipahami karena orbit Bumi keliling Surya berbentuk lingkaran oval yang meiliki satu titik perihelion yaitu titik dimana Bumi berada paling dekat dengan Surya sembari melayang cepat, dan satu titik aphelion yaitu titik terjauh dari Surya waktu mana Bumi melayang lambat. Dengan orbit oval ini terwujudlah daya layang berkelanjutan menurut ketentuan ALLAH.
Satu kali orbit Bumi keliling Surya adalah 345 derajat, dilaluinya selama 354 hari 8 jam 45 menit 36 detik. Dalam satu bulan Qomariah Bumi bergerak sejauh 28 derajat 45 menit, atau dalam satu hari sejauh 0 derajat 58 menit 28,4 detik’
Sedangkan Bulan mengorbit keliling Bumi sejauh 331 derajat 15 menit selama 29 hari 12 jam 44,04 menit. Dalam satu hari bergerak sejauh 11 derajat 12 menit.

Diambil dari karyanya Nazwar Syamsu

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik