FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tadzkirah dari Ustad Abu Bakar Ba'asyir

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tadzkirah dari Ustad Abu Bakar Ba'asyir

Post by keroncong on Thu Nov 10, 2011 9:52 pm

Tadzkirah ini kami sampaikan kepada ummat Islam Indonesia sebagai perwujudan kepedulian kami terhadap nasib dan masa depan kita bersama, ............ ummat Islam Indonesia. Dan bahwa jalan keluar itu hanya satu,.............. kembali kepada pegangan kita, yaitu Al Qur’an dan As-Sunnah Rasulillah shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita agar selamat dari musibah ini menuju kepada Sirothol Mustaqim.

Wahai Ummat Islam !!!
Marilah kita telusuri ulang rangkaian sejarah yang menimpa kepada kita, ummat Islam Indonesia, jejak-jejak yang masih jelas, luka-luka menganga
yang masih perih, dan akibat-akibat yang mungkin masih akan berlanjut. Berawal dari runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada bulan maret 1924, dari
sanalah titik awal terjadinya musibah demi musibah yang terus berlanjut menimpa ummat Islam di seluruh dunia, termasuk ummat Islam Indonesia.

Penjajahan terhadap ummat Islam Indonesia oleh kafir salibis Belanda dan musyrikin Jepang merupakan awal rangkaian sejarah tragis ummat Islam Indonesia. Setelah masa penjajahan panjang beratus tahun, lembaran demi lembaran diwarnai dengan tumpahnya darah para syuhada’, dengan idzin dan pertolongan Allah subhaanahu wa ta’aalaa, maka kaum muslimin berhasil mengusir kafir salibis Belanda dan musyrikin Jepang dari bumi Ummat Islam Indonesia.

Maka pada saat itulah sebenarnya kaum muslimin mempunyai peluang yang amat besar dan luas untuk melaksanakan hak-haknya yaitu melaksanakan hukum-hukum Islam. Tetapi peluang emas itu akhirnya justru berubah menjadi musibah baru sebagai lanjutan dari musibah sebelumnya. Yaitu ketika Ummat Islam lengah, sehingga mereka akhirnya tidak punya kesempatan sama sekali untuk melaksanakan hukum Islam. Musibah kedua ini, berlanjut di zaman rezim orde lama pimpinan Sukarno.

Musibah pada zaman orde lama ini ialah dengan tumbuh suburnya ajaran komunis yang diberi ruang hidup leluasa oleh Sukarno, sehingga mereka dengan pongah menggilas ummat Islam dan mendesak pemerintah Sukarno untuk menggusur satu demi satu organisasi Islam yang merupakan musuh utamanya. Apalagi mereka didukung oleh Sukarno dengan upayanya untuk menyatukan paham nasionalisme, komunisme dan agama yang kemudian dikenal dengan Nasakom. Paham ini yang dijadikan sebagai buldoser untuk menggulung seluruh lawan politiknya yaitu ummat Islam, sebuah eksperimen yang berakhir dengan tragedi tragis Lubang Buaya.

Kemudian pada babak berikutnya kaum muslimin dengan idzin dan pertolongan Allah berhasil menumbangkan Orde Lama. Kembali ummat Islam menyangka dan menaruh harapan bahwa Orde Baru merupakan karunia Allah yang akan membawa tegaknya Islam. Tetapi dalam perjalanannya justru Orde Baru merupakan kelanjutan musibah dari musibah sebelumnya, bahkan musibah ini lebih parah dan dahsyat.

Orde Baru di bawah kendali Soeharto dengan memperalat kekuatan ABRI dan mempercayakan penggodokan strategi kepada CSIS yang notabene mereka itu adalah terdiri dari kaum pemikir (think tank) sekuler, kafir China dan kafir salibis. Strategi ini merupakan palu godam dan racun yang sangat merusak Aqidah Ummat Islam dan sama sekali membunuh cita-cita tegaknya Islam di Indonesia. Diantara dosa-dosa besar Orde Baru di bawah Soeharto terhadap Ummat Islam adalah :
1. Undang-Undang perkawinan yang bertentangan secara diametral dengan hukum Islam, sehingga ditentang oleh Ummat Islam dengan demonstrasi.
2. Ketetapan Pancasila sebagai Asas Tunggal bagi semua partai politik dan ormas. Ini jelas merupakan perbuatan syirik yang dipaksakan Orde Baru Soeharto kepada Ummat Islam. Modus-nya sama dengan yang ditempuh oleh Soekarno dengan nasakom-nya. Dan sebagaimana nasakom membuahkan tragedi Lubang Buaya maka asas tunggal ini melahirkan tragedi banjir darah pada peristiwa Tanjung Priok 1984.
3. Larangan adanya partai politik yang memungkinkan wujudnya kepemimpinan Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ini merupakan strategi yang dengannya benar-benar menutup pintu usaha ditegakkannya kepemimpinan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai kewajiban penting ummat Islam terhadap Allah dan Rosul-Nya.
4. Doktrin yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama dan doktrin P4 yang jelas-jelas merusak Aqidah Ummat Islam serta bertentangan dengan aqidah Islamiyah.

Langkah-langkah berdarah Soeharto dengan Orde baru-nya dengan memperalat ABRI benar-benar berusaha semaksimal mungkin untuk menghalangi berlakunya hukum Islam bagi ummat Islam Indonesia yang merupakan mayoritas mutlak di bumi Indonesia. Ini bukan hanya merupakan fenomena tetapi fakta nyata kebencian mereka terhadap Islam dan ummat Islam.

Masalah vital lain yang terjadi pada zaman Orde Baru- Soeharto adalah buruknya perekonomian Indonesia, dimulai dari adanya monopoli ekonomi oleh dinasti Soeharto (anak-anak, kerabat dan orang-orang dekatnya), hutang luar negeri (kepada antek-antek Yahudi) yang mau tidak mau menjadi beban rakyat, korupsi yang terus mengakar hingga jajaran birokrasi yang paling rendah, sistem ekonomi yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat kecil, kemudahan, kesempatan dan perlindungan usaha yang diberikan secara berlebihan dan tidak fair kepada warga negara keturunan sehingga jurang kesenjangan ekonomi antara penduduk pribumi yang mayoritas beragama Islam dengan Cina yang mayoritas kafir amat nyata dan menganga, sehingga memicu kerusuhan dan penjarahan yang menodai kesucian ummat Islam Indonesia sebagai ummat yang beradab.

Wahai Ummat Islam !
Sadarilah bahwa sebab terjadinya musibah orde lama adalah karena kita lengah dan tidak mensyukuri nikmat Allah ketika hengkangnya kafir salibis Belanda dan musyrikin Jepang. Adapun musibah orde baru karena ummat Islam tidak satu kata dan satu sikap dalam menghadapi komunis dan Sukarnois, demikian pula musibah yang paling akhir ini, dikarenakan ummat Islam lebih mendahulukan pertimbangan ke-mashlahat-an duniawi
daripada pertimbangan prinsip, akibatnya grafik kualitas ummat Islam Indonesia terus menukik tajam ke bawah sehingga tiada satu suara pun dalam gelombang aksi reformasi yang berdengung menggemakan tuntutan kembali kepada solusi Islam. Sungguh,...kita benar-benar layak bersedih!!!

Selama ini kita hanya mengisi negara Indonesia dengan kebathilan demi kebathilan yang sama sekali bertentangan dengan hukum Islam. Itulah bentuk kekufuran akan nikmat Allah yang kita lalaikan.

Kita wajib segera menyadari kesalahan dan kekeliruan kita dalam masalah ini. Kita wajib mengisi negara ini dengan mengamalkan tata aturan hidup bernegara yang berdasarkan kepada Al-Qur-aan dan Sunnah Rasulillaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam.
Sehingga berlakulah firman Allah : “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah (secara keseluruhan baik lahir maupun bathin, aqidah maupun syari’ah). Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithon, karena sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagi kalian “ (Al-Baqarah : 208 ).

Wahai Ummat Islam !
Siapapun yang berkuasa di Indonesia, maka kita harus menyadari bahwa
perjuangan selanjutnya harus diarahkan untuk merintis dan menapaki jalan bagi tegaknya hukum Islam, dalam arti negara karunia Allah ini harus berdiri di atas dasar al Qur’an dan as Sunnah, tidak ada tawaran lain. Hanya inilah yang dapat menyelamatkan bangsa Indonesia dari degradasi (musibah demi musibah yang membawa kepada kehancuran). Para ulama, muballigh dan para ustadz harus menyadarkan muslimin awam tentang hal ini, sehingga arah dan tujuan perjuangan ini dapat merata dipahami dan disadari oleh ummat Islam.

Pilihan bagi kita hanya dua :
1. Hidup di dalam negara yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah atau
2. Terus memperjuangkan tegak dan berlakunya hukum yang berlandaskan kepada Al Qur’an dan As Sunnah secara menyeluruh.
Jika kalian menolong Dien (Agama Allah) pasti Allah akan menolong kalian, dan memantapkan pendirian kalian. Muhammad ayat 9. Pilihan di luar itu merupakan kehinaan di dunia dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selanjutnya wahai ummat Islam Indonesia,... marilah kita sadar, ........... kemudian kita pelihara dan kita tingkatkan kesadaran kita dengan mencari solusi / jalan keluar / makhraj yang memungkinkan ummat ini menemukan jati dirinya sebagai ummat pilihan yang ditampilkan oleh Allah di tengah ummat manusia, yaitu dengan membentuk wadah yang mampu merangkum potensi-potensi ummat dan mengolah potensi-potensi tersebut menjadi kekuatan demi ‘izzul Islaam wal Muslimiin.

Kepada para ‘alim/faqih/ulama, ...... marilah kita menyadari bahwa Allah telah mengambil janji kepada para ‘ulama untuk menjelaskan al-haq (kebenaran) kepada manusia dan untuk tidak menyembunyikannya. Mari kita isi tanggung jawab yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan tersebut untuk memberi suluh kepada ummat, ...... Sungguh, itu hanyalah sebuah kesulitan singkat dengan balasan kemuliaan dan kenikmatan abadi di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Janganlah kita mengikuti ‘aib ummat sehingga rusaklah mereka dan juga kita sekalian. Marilah kita singkap tabir syubuhaat yang membingungkan ummat agar mereka mampu memahami yang haq itu adalah haq dan yang bathil itu adalah bathil dan marilah kita bimbing mereka untuk keluar dari belenggu syahawaat agar tumbuh tekad mereka untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dan agar tumbuh jiwa pengorbanan mereka untuk seia sekata menuju masa depan tegaknya syari’at Allah.

Wahai ummat Islam Indonesia .......
Kembalilah kepada para ‘ulama yang lurus, taatilah bimbingannya, ikutilah suluhnya, dan jangan kalian meninggalkan mereka dan jangan mau dipisahkan dari mereka. Ketahuilah oleh kalian ulama yang lurus aalah pewaris para Nabi ; mengikuti dan membela mereka akan menjadikan kalian terhormat, memiliki ‘izzah dan tidak diremehkan serta dihinakan oleh lawan. Kalian akan mencicipi bagaimana nikmat-nya memiliki harga diri sekalipun hidup penuh kesulitan, berdiri dengan kepala tegak untuk menentang kebathilan, melangkah tegap menghancurkan kedholiman. Sebaliknya jika kalian meninggalkan mereka, kesengsaraan, kesulitan dan kehinaan seperti sekarang ini pasti akan terulang lagi dan keadaannya pasti lebih buruk, sekalipun kalian tidur di atas kasur kekayaan dengan berselimutkan kemewahan. Marilah kita ambil ‘ibrah dari musibah ini, kalau tidak maka musibah yang sama akan menimpa kita dan kita akan mewariskan kehinaan itu kepada generasi kita. Na’uudzu billaahi min dzaalik.

Bumi Allah, 26 Muharam 1419 Hijriah / 23 Mei 1998.

Dari Hamba Allah :
ABDULLAH SUNGKAR
ABU BAKAR BA’ASYIR
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik