FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

disyariatkan menjenguk orang sakit

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

disyariatkan menjenguk orang sakit

Post by keroncong on Wed Apr 04, 2012 5:47 pm

Dalam hadits-hadits yang menyuruh dan menggemarkan menjenguk
orang sakit terdapat indikasi yang menunjukkan disyariatkannya
menjenguk setiap orang yang sakit, baik sakitnya berat maupun
ringan.

Imam Baihaqi dan Thabrani secara marfu' meriwayatkan:

"Tiga macam penderita penyakit yang tidak harus dijenguk
yaitu sakit mata, sakit bisul, dan sakit gigi."

Mengenai hadits ini, Imam Baihaqi sendiri membenarkan bahwa
riwayat ini mauquf pada Yahya bin Abi Katsir. Berarti riwayat
hadits ini tidak marfu' sampai Nabi saw., dan tidak ada yang
dapat dijadikan hujjah melainkan yang beliau sabdakan.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Mengenai menjenguk orang yang
sakit mata terdapat hadits khusus yang membicarakannya, yaitu
hadits Zaid bin Arqam, dia berkata:

"Rasulullah saw. menjenguk saya karena saya sakit
mata."12

Menjenguk orang sakit itu disyariatkan, baik ia terpelajar
maupun awam, orang kota maupun orang desa, mengerti makna
menjenguk orang sakit maupun tidak.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam "Kitab al-Mardha" dari kitab
Shahih-nya, "Bab 'Iyadatul-A'rab," hadits Ibnu Abbas r.a.
bahwa Nabi saw. pernah menjenguk seorang Arab Badui, lalu
beliau bersabda, "Tidak apa-apa, suci insya Allah." Orang Arab
Badui itu berkata, "Engkau katakan suci? Tidak, ini adalah
penyakit panas yang luar biasa pada seorang tua, yang akan
mengantarkannya ke kubur." Lalu Nabi saw. bersabda, "Oh ya,
kalau begitu."13

Makna perkataan Nabi saw., "Tidak apa-apa, suci insya Allah,"
itu adalah bahwa beliau mengharapkan lenyapnya penyakit dan
kepedihan dari orang Arab Badui itu, sebagaimana beliau
mengharapkan penyakitnya akan menyucikannya dari dosa-dosanya
dan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. Jika ia sembuh, maka
ia mendapatkan dua macam faedah; dan jika tidak sembuh, maka
dia mendapatkan keuntungan dengan dihapuskannya dosa dan
kesalahannya.

Tetapi orang Badui itu sangat kasar tabiatnya, dia menolak
harapan dan doa Nabi saw., lalu Nabi mentolerirnya dengan
menuruti jalan pikirannya seraya mengatakan, "Oh ya, kalau
begitu." Artinya, jika kamu tidak mau, ya baiklah, terserah
anggapanmu.

Disebutkan juga dalam Fathul-Bari bahwa ad-Daulabi dalam
al-Kuna dan Ibnu Sakan dalam ash-Shahabah meriwayatkan kisah
orang Badui itu, dan dalam riwayat tersebut disebutkan: Lalu
Nabi saw. bersabda, "Apa yang telah diputuskan Allah pasti
terjadi." Kemudian orang Badui itu meninggal dunia.

Diriwayatkan dari al-Mahlab bahwa ia berkata, "Pengertian
hadits ini adalah bahwa tidak ada kekurangannya bagi pemimpin
menjenguk rakyatnya yang sakit, meskipun dia seorang Badui
yang kasar tabiatnya; juga tidak ada kekurangannya bagi orang
yang mengerti menjenguk orang bodoh yang sakit untuk
mengajarinya dan mengingatkannya akan hal-hal yang bermanfaat
baginya, menyuruhnya bersabar agar tidak menggerutu kepada
Allah yang dapat menyebabkan Allah benci kepadanya,
menghiburnya untuk mengurangi penderitaannya, memberinya
harapan akan kesembuhan penyakitnya, dan lain-lain hal untuk
menenangkan hatinya dan hati keluarganya.

Diantara faedah lain hadits itu ialah bahwa seharusnya orang
yang sakit itu menerima nasihat orang lain dan menjawabnya
dengan jawaban yang baik."14
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik