FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

mirza tukang laknat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

mirza tukang laknat

Post by keroncong on Thu Apr 12, 2012 12:38 am

Pada suatu hari seorang ulama maulvi sahib dari Aligarh
bernama Muhammad Ismail Sahib telah melontarkan tuduhan
tuduhan pada Mirza Ghulam Ahmad. Menurut Mirza sendiri ulama
tersebut adalah imam dari mesjid Aligarh, seorang sastrawan
yang kenamaan. Akan tetapi celakanya, kata Mirza
melanjutkan, bahwa ulama itu telah melancarkan
tuduhan-tuduhan gila pada Mirza. Ia menggunakan kecurangan
dan kebohongan terhadap diri Mirza.

Segala fitnahannya itu telah diterbitkan oleh sahabat Mirza
Ghulam Ahmad bernama dokter Jamaluddin.1

Maulvi Muhammad Ismail Sahib dalam fitnahannya menuduh Mirza
Ghulam Ahmad dengan kata-kata:

"Orang ini, yakni Mirza, sama sekali tidak berwenang
dan tak mencapai apa-apa dalam lapangan sastra."

Mendengar tuduhan Ismail sahib itu, Mirza bangkit marahnya
spontan menjawab:

"O, tuan, saya tidak mendakwai suatu kearifan atau ilmu
tentang dunia ini; apakah yang saya buat dengan ilmu
kelicikan duniawi itu, tetapi bagi saya satu hal saja
sudah cukup yakni bahwa kemurahan tuhanku telah datang
membantu saya dan memberkati saya dengan ilmu
pengetahuan yang tak berasal dari sekolah atau sekolah
tinggi manapun juga, melainkan dari Guru dari langit
jua. Jika saya buta-huruf bagaimana kehormatan saya
direndahkan karenanya? Bahkan sebaliknya itu adalah
kebanggaan bagi saya sebab bukan saja pengajar saya
melainkan juga pengajar seluruh makhluk-makhluknya
sendiri (yakni Nabi Muhammad) adalah seorang buta huruf
atau ummi."

Jelasnya Mirza Ghulam Ahmad tidak merasa terhina dengan
tuduhan Ismail Sahib itu, sebab ia tidak belajar dari
sekolah tapi dari langit jua. Itulah kemuIiaan sebagaimana
yang diterima setiap nabi.

Kemudian Maulvi Muhammad Ismail Sahib meneruskan
tuduhan-tuduhannya pada Mirza Ghulam Ahmad dengan perkataan
perkataannya yang tajam:

"Saya tidak dapat percaya bahwa orang itu (Mirza) juga
menulis karangan-karangan yang baik."

Maka Mirza Ghulam Ahmad dengan emosi tak tertahankan
menangkis kata-kata lawannya itu dengan jawaban-jawaban
lantang:

"Tak mengherankan kalau saudara tak percaya sebab
kepercayaan seperti itu tak tercapai oleh orang-orang
kafir yang melihat sendiri nabi suci sekalipun dan jika
mereka itu tidak diberi malu, keunggulan nabi suci tak
akan dapat jadi terang atau nyata bagi mereka... Dan
apa yang keluar dari mulut Maulvi Sahibpun boleh jadi
benar juga, sebab tidak syak lagi kata-kata Qur'an suci
jauh melebihi kemampuan akal nabi di dalam hal gaya
bahasanya pilihan kata-katanya dan kearifannya...
Demikian pula buku-buku yang dikarang dan juga
diterbitkan oleh hamba yang hina ini sesungguhnya hasil
dari bantuan Ilahi dan buku-buku itu sungguh melampaui
kecakapan dan kemampuan yang sebenarnya dari pada hamba
yang hina ini... Bahwa ada orang yang berkata kemudian
bahwa buku-buku ini bukan hamba yang mengarangnya."

Terasa legalah bagi Mirza Ghulam setelah seluruh emosi
kemarahannya terlontarkan pada Ismail Sahib. Padahal tanpa
mengeluarkan kemarahan demikian Mirza Ghulam seharusnya
sudah lega dengan serangan lawannya itu. Bukankah ia sudah
diidentikkan nasibnya dengan nabi Muhammad s.a.w.?
Perbedaannya di sini ialah bahwa pada zaman Mirza yang
meragukan maupun yang membantah ialah seorang muslim, bukan
seorang kafir.

Bagi Ismail Sahib sendiri, la tidak menghentikan serangannya
sampai di situ melainkan ia bertambah gencar serangannya.
Berkata Ismail pada Mirza:

"Sayid Ahmad seorang Arab yang saya kenal sebagai
seorang yang berkata benar..., setelah hadir pada
setiap kesempatan yang penting untuk menguji dan
menyelidiki dia (Mirza Ghulam) maka dia (sayid) itu
berpendapat bahwa dia (Mirza Ghulam) memiliki
tenaga-tenaga sihir dan menggunakan tenaga itu"

Mau apa lagi Mirza Ghulam Ahmad? Empat belas abad yang silam
nabi Muhammad s.a.w. dituduh juga sebagai seorang yang
memiliki tenaga sihir dan menggunakan tenaga itu. Seharusnya
Mirza Ghulam lebih lega lagi dengan tuduhan itu. Akan tetapi
dengan kemarahannya yang meluap berkata:

"Mari kita panggil anak-anak lelaki kamu dan anak-anak
lelaki kami dan perempuan-perempuan kamu dan
perempuanperempuan kami dan orang-orang kamu dan
orang-orang kami, kemudian baiklah kita berdo'a dengan
sungguh-sungguh dan memohon laknat Allah atas
pendusta."

Ismail Sahib tidak ambil-pusing dengan panggilan anak-anak
kamu dan anak-anak kami itu, melainkan ia terus melancarkan
serangannya pada Mirza dengan berkata:

"Kalau saya memikirkan kalimat-kalimat yang diwahyukan
padanya maka saya sekali-kali tak dapat percaya bahwa
kalimat-kalimat itu wahyu."

Ada-ada saja yang dituduhkan Ismail pada Mirza Ghulam;
dengan sendirinya kalau ia tidak percaya pada kenabian Mirza
Ghulam Ahmad, bagaimana ia bisa percaya pada kalimat-kalimat
wahyunya itu? Namun demikian tuduhan sudah terlanjur
dilontarkan dan bagi Mirza sendiri tidak ada alternatip lain
selain melabrak lawannya itu dengan pukulan-pukulan yang
jitu. Mirza Ghulam Ahmad berkata:

"Tentu saja, keturunan-keturunan yang tentang mereka
itu tuhan berkata: Dan mereka itu menolak
pekabaran-pekabaran kami dengan mendustakannya.
Keturunan-keturunan itupun tidak percaya. Fir'aun tidak
percaya; alim ulama dan orang farisi (orang-orang
munafik di zaman nabi Isa) tidak percaya; Abu Jahal dan
Abu Lahab tidak percaya."

Maka Ismail Sahibpun termasuk dari keturunan-keturunan yang
tidak percaya itu. Celakalah ulama Islam dari Aligarh ini,
ia telah dipersamakan dengan kaum kafir zaman nabi. Akan
tetapi bagi Ismail Sahib sendiri, ia mempunyai alasan kuat
untuk tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad, baik sebagai
nabi maupun sebagai Al Masih Al-Mauud. Itulah sebabnya ia
masih suka melancarkan serangannya untuk Mirza Ghulam Ahmad
yang pemarah itu. Ia berkata pada Mirza:

"Bahwa ia Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya penerima
ilham atau wahyu itu tidak selaras dengan kuasa ghaib
dan menjawab dengan berkata: bahwa orang yang menolak
harus datang melihat adalah suatu alasan yang tidak
dapat dipertanggung jawabkan."

Mirza Ghulam Ahmad menjawab:

"Perkara-perkara ini bukan dari seorang manusia
melainkan dari DIA... maka pemuja kebenaran yang
manakah dapat menolaknya sebagai perkara-perkara
palsu?"

Demikian beberapa tuduhan Ismail Sahib pada Mirza Ghulam
Ahmad yang sangat mirip dengan tuduhan kaum kafir pada nabi
Muhammad s.a.w. Suatu kebahagiaan buat Mirza jika ia
menerima tuduhan itu apa adanya. Bukankah ia senasib dengan
nabi?

Catatan kaki:
1 Mirza Ghulam Ahmad, Kemenangan Islam, Darul Kutubil
Islamiyah, Jakarta, 1960, hal. 31.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mirza tukang laknat

Post by Kedunghalang on Sun May 13, 2012 5:43 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Ichreza

Saya menasihatkan kepada anda, jika anda ingin memahami Ahmadiyah dengan benar, maka sebaiknya tanyakanlah kepada orang-orang Jemaat Ahmadiyah yang memahaminya. Jika anda membaca tulisan-tulisan yang berasal dari orang-orang yang bukan Jemaat Ahmadiyah, apalagi dari para penentangnya, maka akan seperti isi artikel yang anda tulis di atas.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik