FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

bashirudin VS naga raksasa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

bashirudin VS naga raksasa

Post by keroncong on Sat Apr 14, 2012 6:07 am

Keistimewaan Khalifah Ahmadiyah yang kedua ini bukan saja
ahli kashaf memperoleh info-info militer yang rinci dan top
secret dari peperangan Dunia yang kedua, melainkan ia juga
yang empunya ru'yah (mimpi) tentang nasib kehancuran
Komunisme. Entah bagaimana caranya menghancurkan komunisme
itu. Yang pasti, bahwa ia dan Ahmadiyahnya tidak melakukan
peperangan dengan senjata pedang atau lainnya melainkan ia
lakukan dengan senjata do'a yang konon sangat ampuh.

Mungkin ada proses-proses pendahuluan yang terjadi menjelang
masa hancurnya Komunisme itu. Mungkin proses itu adalah
peperangan dengan senjata entah dengan siapa, mungkin dengan
Inggris, Amerika atau dengan negara-negara lain. Baru
setelah kekalahan menimpa Komunisme Russia, sebagaimana
kekalahan kaum facist melawan sekutu, maka barulah
pasukan-pasukan Ahmadiyah melancarkan serbuan besar-besaran
ke negeri taklukan sekutu itu. Kalau mereka berbicara
lantang, bahwa di samping missi-missi Kristen aktif
menyiarkan agamanya, terdapat pula di sana missi-missi
Ahmadiyah menyebarkan Islam versi Ghulam Ahmad. Missi yang
terakhir ini meskipun berbeda dengan anutan kaum kolonialis,
akan tetapi mudah menaruh diri dan mudah memperoleh izin
kerja, terutama karena identitasnya telah dikenal lama.

Peristiwa kehancuran facist nazi Jerman Itali dan Nippon
dikabarkan oleh Tuhan liwat rentetan kashaf dan wahyu, maka
juga peristiwa kehancuran Komunisme dikabarkan Tuhan pada
Bashir liwat ru'yah. Apakah ada proses pendahuluannya,
seperti kehancuran facist mula-mula harus melalui peperangan
dunia, Ahmadiyah dalam hal ini tidak berbicara apa-apa Yang
penting dan menarik untuk diketahui disini ialah cara-cara
Bashiruddin mengalahkan Komunis itu. Hal ini ia tulis dalam
salahsatu kitabnya, dengan judul pasal: "Ru'yahku berkenaan
dengan hancurnya Komunis."1 Ceritanya adalah berikut ini:

"Duapuluh empat tahun yang lalu, aku pernah melihat
dalam suatu mimpi, suatu padang luas. Pada waktu itu
aku tengah berdiri di tengah-tengah dari padang luas
itu. Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat seekor naga
raksasa bergerak mendekatiku. Naga itu kelihatannya
sedang melata dari ujung bumi yang satu ke ujung bumi
yang lain sambil menelan mengunyah apa saja yang ada di
sekitarnya. Akhirnya,makhluk yang mengerikan itu tiba
di tempat dimana aku sedang berdiri, dan beberapa orang
berada di sekitarku. Makhluk itu menelan hidup-hidup
setiap orang yang berada di dekatku Akhirnya tibalah
saatnya giliran seorang Ahmadiyah menjadl korban. Aku
lihat orang ini berusaha lari menyelamatkan dirinya.
Kemudian dengan tongkat di tanganku kawan Ahmadiyah
tadi aku tolong. Hanya sayang oleh cepatnya sang naga
bergerak, aku tak dapat mengejarnya. Meskipun demikian
aku tak putus asa dan tetap mengejarnya sambil berusaha
menghalang-halangi naga itu memakan kawanku. Ketika
dicapainya sebuah pohon, kawanku tadi langsung
memanjatnya; tetapi belum sampai ia ke puncaknya,
kepala naga itu telah berada di depannya. Dengan
sekejap saja mulut naga itu telah melahap korbannya.

Sesudah itu, naga tadi tiba-tiba berbalik dan menuju padaku
dengan murka karena aku berusaha merintanginya. Ketika ia
akan menerkam diriku, mendadak sebuah carpai (semacam
balai-balai tempat tidur dengan alas tali yang dianyamkan
pada bingkainya) berada tepat di dekatku. Aku loncat ke
atasnya kemudian dengan masing-masing kakiku, aku berdiri
siap pada bingkainya. Ketika itu mahluk jahat tadi makin
dekat padaku, dan beberapa orang bertanya padaku, apakah aku
sanggup mengalahkannya, padahal Nabi s.a.w. telah bersabda
bahwa tidak seorangpun sanggup mengalahkan mahluk itu.

Barulah kemudian aku meyakini bahwa mahluk itu tidak lain
adalah GOG dan MAGOG pada siapa hadits Nabi itu ditujukan.
Maka aku angkat tanganku tinggi-tinggi memohon do'a
padaTuhan bagi pertolonganNya. Kepada orang-orang di
sekitarku yang meragukan menyangsikan aku mengalahkan naga
itu, aku tegaskan bahwa aku tidak melawannya dengan
kekuatanku melainkan dengan kekuatan do'a.

Ketika aku sedang asyik berdo'a, sesuatu kejadian yang ajaib
telah terlihat pada mahluk jahat itu. Ia tidak lagi bergerak
cepat, malahan bergerak pelahan dan malas. Kemudian ia
berhenti tampaknya lelah dan lemas dan akhirnya lumpuh
bersimpuh di bawah aku berdiri. Tubuhnya mulai mencair
sedikit demi sedikit dan akhirnya tubuh itu meleleh menjadi
larutan mengalir ke segala arah. Tammatlah riwayat mahluk
jahat itu, kemudian aku sampaikan pada orang-orang bagaimana
ampuhnya kekuatan do'a yang kuucapkan tadi."

Demikianlah konon kisah Bashiruddin Mahmud Ahmad mengalahkan
naga raksasa yang amat jahat itu. GOG dan MAGOG adalah nama
lain dari mahluk jahat itu, juga ia dinamakan: YA'JUJ dan
MA'JUJ.2 Siapakah mereka Gog Magog atau Ya'juj Ma'juj itu,
Ahmadiyah menjawab bahwa mereka adalah: Russia, Inggris,
Amerika dan kawan-kawannya.3

Mimpi duel antara Bashir dengan Ular naga atau Komunis
Russia itu terjadi pada tahun 1921, kemudian diceritakan
oleh Bashir dalam kuliahnya di Lahore pada tahun 1945.4
Apakah gerangan yang terjadi pada tahun 1921 an di daratan
luas negara Russia, dimana ratusan juta ummat diperintah
secara despotisme oleh pengabdi-pengabdi Leninisme atau
Komunisme itu? Tiga tahun sebelumnya, nabi kaum komunis itu
telah memerintahkan angkatan perang Russia untuk menyerang
negeri-negeri Turkistan, Idil Ural, Krimea, Azerbaijan,
Ingush, Kiva, Alasha Urdu dan Bukhara. Semua negeri-negeri
itu adalah negeri-negeri Islam yang merdeka. Bukan hanya
penaklukan wilayah yang dilakukan pasukan Lenin itu
melainkan pemusnahan kaum Muslimin telah mereka kerjakan
secara biadab. Doktrin yang ditanamkan dalam hati dan
pikiran mereka telah mereka cetuskan dalam suatu perbuatan
yang paling mengerikan. Doktrin itu mereka peroleh dari
nabinya Lenin dan dari tokoh-tokoh lain pembina Komunisme,
yang antara lain berbunyi:

"Untuk menghadapi agama dan pikiran-pikiran kerohanian,
yang paling penting untuk dikerjakan ialah memusnahkan
akar-akar dimana agama itu mulai tumbuh maupun
berkembang."5

Kemudian Lenin melanjutkan ultimatumnya terhadap agama
dengan kata-kata:

"Partai Komunis akan memerangi lembaga-lembaga agama
dengan senjata ideologi, dengan pers, dengan
pidato-pidato dan lain-lain cara."6

Doktrin di atas itulah yang dititipkan pada angkatan perang
Russia ketika mereka menyerang kaum muslimin di rumahnya
masing-masing. Angka-angka yang konkrit tentang kematian
muslimin sulit untuk dihitung lagi. Baru saja di negeri
Kremia, penduduk muslimin sebanyak lima juta jiwa tertinggal
400.000 saja. Komunis telah melakukan pemusnahan seluruh
segi-segi hidup kaum muslimin sampai ke akar-akarnya.
Kendati demikian parahnya situasi, namun ummat Muhammad
s.a.w. itu masih sanggup untuk bangkit dan menerjang
kekuatan ular naga raksasa itu dengan jihad. Di Bukhara
ulama-ulama memimpin pasukan mujahidin menangkis serangan
gila kaum Komunis itu. Mereka para mujahidin itu bertempur
mati-matian sampai syahid hingga tahun 1924. Di Khiva
pasukan mujahidin bertempur sampai titik darah yang akhir,
dimana pasukan-pasukan Junaid Khan sanggup bertahan sampai
tahun 1928.7

Pemusnahan terhadap tempat-tempat ibadah, di Kremia
misalnya, terdapat 1.558 buah mesjid tertinggal 700 buah
saja. Itupun telah dijadikan rumah-rumah hiburan
kedai-kedai, club-club pertemuan memperdalam komunisme,
gudang-gudang senjata dan rumah-rumah museum.8 Hampir
Sembilan puluh ribu mesjid yang terdapat di Turkistan,
Azerbaijan, Kaukasus, Idil-ural, dan Siberia selatan, telah
diubah oleh hamba-hamba komunis itu menjadi tempat-tempat
seperti di atas.

Pada tahun 1921, pasukan Komunis melakukan pemusnahan
terhadap bahan makanan rakyat muslimin, perampokan harta
benda yang tak terbilang banyaknya. Pada tahun 1922, harian
resmi negara "Isvetzia" melaporkan bahwa kelaparan telah
melanda negeri dimana kaum Muslimin berdiam, menyusul
jatuhnya korban-korban kematian yang tak terhingga
jumlahnya. Sampai tahun 1944 masih dapat ditemukan
catatan-catatan kematian ummat Islam di Karachae, Ingush,
Balkar, Chechen, Daghistan Kizlyar, dan Kaukasus Utara.9

Adalah sulit untuk mengatakan dengan lisan maupun tulisan
betapa hebatnya malapetaka yang telah menimpa Islam dan
ummatnya di negara-negara Komunis itu. Lembaga
Marxist-Leninisme yang berkedudukan di Moskow menyatakan
hasil pemusnahan itu secara ringkas:

"... di Soviet Russia kehidupan sosial serta keyakinan
yang berlandaskan agama telah musnah untuk
selama-lamanya."10

Demikianlah Ular naga Komunis Rusia telah menelan mengunyah
mangsanya, bahkan terus- menerus berbuat demikian hingga
waktu-waktu yang tak tertentu.

Bagaimana dengan Bashiruddin dan Ahmadiyahnya? Semenjak
tahun-tahun dua-puluhan hingga 45 tahun kemudian, ia
menjabat sebagai khalifall II Ahmadiyah, yang dikatakan
sebagai khalifah ummat Muslimin dengan jemaat Islami yang
disebut Ahmadiyah itu. Lantas, apakah gerangan yang
diperbuat Bashiruddin pada masa tahun 20-an itu?

Ia tertidur, dan dalam tidurnya yang nyenyak itu, ia
bermimpi indah. Ia bermimpi sedang berhadapan langsung
dengan Komunis Russia. Hanya saja Komunis Russia yang
diimpikan Bashir berupa Ular naga raksasa yang kekuatannya,
ternyata seperti seekor Bekicot saja. Sebab kemudian ia
telah berhasil mengalahkan Ular naga itu, hanya dengan
sepotong do'a yang menyebabkan sang Naga meleleh bagaikan
kena larutan garam belaka.

Tatkala ia bangun, ia merasa bangga karena hasil
kemenangannya itu; Bahkan ia catat dengan rapi dan ia
kuliahkan di universitas Lahore tentunya sebagai kuliah
"sejarah runtuhnya Gog Magog menurut impiannya." Bukan itu
saja yang dikerjakan Tukang mimpi Bashiruddin ini. Bahkan ia
sebagai khalifah dengan gagahnya berkata:

"Pada zaman sekarang ini tindakan yang gila untuk
berpropaganda guna hancurnya suatu AGAMA melalui jalan
kekerasan senjata telah lenyap. Karena itu Agama ISLAM
tidak lagi memerlukan pertahanan dirinya dengan
kekuatan senjata."11

Betapa pandainya Bashir dengan ucapannya itu. Apakah ia
sudah research ataukah ia mensinyalir atau kira-kira saja.
Ataukah ia buta pandangan maupun buta akan
peristiwa-perisliwa yang terjadi selama ia hidup. Ataukah ia
masa bodoh dengan peristiwa pembunuhan yang kejam itu?!
Padahal selama 20 tahun, yaitu semenjak ia mendapat mimpi
istimewa sampai pada saat mimpinya itu ia kuliahkan di
Universitas Lahore tahun 1945, selama itu pula telah terjadi
di depan matanya tindakan-tindakan gila guna hancurnya agama
ISLAM dan penganut-penganutnya oleh tangan besi Ular naga
Komunisme Soviet.

Bashiruddin dan Ahmadiyahnya, apakah mereka buta terhadap
peristiwa jatuhnya korban-korban kematian ummat muslimin
Kremia, Turkistan, Bukhara, Azerbaijan dan di tempat-tempat
lain, oleh tindakan biadab Leninisme komunisme?

Mereka sebenarnya tidak buta akan peristiwa-peristiwa
pembunuhan itu, bahkan mereka mengetahui, namun mereka punya
pandangan sendiri dan punya alasan untuk tidak menaruh
perhatian akan peristiwa-peristiwa itu. Ucapannya yang
senewen, bahwa tindakan gila guna hancurnya suatu agama
dengan jalan kekerasan telah lenyap pada zaman sekarang ini,
merupakan cetusan "fatwa" yang didasari pada pendirian bahwa
Islam bukan ummat Muslimin Kremia dan sebagainya.
Bashiruddin dan Ahmadiyahnya dengan lantang berkata:

"Islam bukan kaum muslimin tanah Arab; Islam bukan kaum
Muslimin Afghanistan, Syria, Iran. Islam adalah
mempunyai claim international. Islam harus dalam satu
JEMAAT ISLAMI dengan seorang IMAM dan
pengganti-penggantinya sebagai KHALIFAH."12

Itulah alasan mereka! Bahkan andaikan ucapan-ucapan Bashir
tersebut diperpanjang maka dapat dipastikan pula bahwa Islam
bukan kaum Muslimin Kremia, Islam bukan kaum muslimin
Turkistan; Islam bukan kaum muslimin Palestina. Sebab Islam,
mempunyai claim internasional maka harus ada organisasinya
yang internasional; harus ada Jema'at Islami di bawah
seorang IMAM dan diganti dengan KHALIFAH-KHALIFAH. Jika
semua itu belum ada maka orang-orang Ahmadiyah akan menjawab
di hadapan ALLAH Ta'ala bahwa masih belum tiba waktunya
untuk jihad di saat saat itu.13

Padahal justru semua itu telah diadakan! Sebuah Jema'at
Islami telah terbentuk, AHMADIYAH namanya; seorang Imam atau
Nabi atau Al Mahdi atau Al Masih telah datang MIRZA GHULAM
AHMAD namanya, dan khalifah-khalifah telah datang bergilir
berganti seperti Nuruddin, Basiruddin serta menyusul yang
lain .

Bagalmana dengan jihad? Claim internasional telah tercapai
dengan terbentuknya Ahmadiyah plus nabinya dan
khalifah-khalifahnya. Apakah Ahmadiyah akan menjawab bahwa
jihad sudah dilancarkan, yaitu jihad "berdo'a dalam mimpi"
tatkala tidur mendengkur? Sehingga sang NAGA KOMUNIS
bagaikan bekicot kena larutan garam, meleleh hancur karena
do'a Basir yang manjur.

Jika demikian maka bravo buat si Basir dan Ahmadiyahnya.
Sungguh suatu kemenangan yang gemilang. Padahal kenyataannya
sejak kemenangan dalam mimpi sampai masa 20 tahun kemudian,
sang Naga Komunis ternyata masih hidup utuh, masih ganas
masih biadab dan masih melahap korban jutaan ummat Muslimin.
Apakah do'a Basir hanya khususiyah saja, apakah doa Basir
mirip do'a bapaknya Ghulam Ahmad tatkala wabah pes melanda
Punjab, tatkala tikus di rumah Mirza lebih dihargai tuhannya
dari pada jiwa manusia tetangganya yang mati tergeletak
karena bukan Ahmadiyah ?

Tentu saja do'a kemenangan dan keselamatan hanya bagi kaum
Ahmadiyah. Bagi kaum muslimin Turkistan, Kremia, Azerbaijan
dan lain-lain tempat, do'a Basiruddin tidak naik ke atas
tapi jatuh ke GOT!

Lebih stress lagi ialah pendirian Ahmadiyah yang angkuh
terhadap mereka yang bukan Ahmadiyah. Baik itu kaum Muslimin
Turkistan, Azerbaijan, Kremia, Bukhara, Palestina dan di
tempat-tempat lain, Ahmadiyah telah menjatuhkan vonnis
"tidak berampun" terhadap mereka. Melalui khalifahnya
Basiruddin Mahmud Ahmad putera sang nabi India itu berfatwa:

"Barang siapa mengingkari seorang NABI menurut istilah
Agama Islam disebut KAFIR! Demikian pula seorang yang
tidak taat pada KHALIFAH zamannya menurut Islam disebut
FASIK! Bahkan bila kita tinjau lebih dalam, orang yang
tidak taat pada khalifah zamannya bukan saja berakibal
fasik tapi membawa manusia ke arah ke-KAFIRAN!"14

"Bahwa semua orang Islam harus percaya kepada NABI
MIRZA GHULAM AHMAD. Kalau tidak berarli mereka tidak
mengikuti ajaran Al-Qur'an. Dan siapa-siapa yang tidak
mengikuti Al-Qur'an maka ia bukan MUSLIM. Dan
barangsiapa mengingkari seorang Nabi menurut istilah
agama Islam disebut KAFIR!"15

Kaum Muslimin yang terkena vonnis itu jelas bukan
orang-orang pengikut Ahmadiyah. Mereka tidak mengakui
Basiruddin menjadi Khalifah. Mereka tidak mengakui Mirza
Ghulam Ahmad menjadi NABI atau IMAM ZAMANnya atau apa saja.
Dalam pikiran mereka tidak terlintas sedikitpun untuk
mengakui orang-orang OADIAN INDIA itu jadi apa saja.

Ahmadiyah mencap mereka FASIKIN, ummat yang fasik !
Tikus-tikus yang nyengir di kolong rumah Ghulam Ahmad dan
pengikut-pengikutnya lebih berharga dari jiwa mereka. Karena
penolakannya terhadap kenabian orang India itu, Ahmadiyah
mencap kaum muslimin mati jahiliyah, KAFIR TANPA AMPUNAN!

Catatan kaki:
1 Bashiruddin Mahmud Ahmad, The Economic Structure of
Islamic Society, 1962, Rabwah Ahmadiyya Muslim Foreign
Missions Office, hal. 149/150.
2 Sinar Islam, no. 13 th. XV/1965, hal. 15/16.
3 idem.
4 Bashiruddin Mahmud Ahmad, The Economic Structure of
Islamic Society, 1962, Rabwah Ahmadiyya Muslim Foreign
Missions Office, prakata.
5 M. Rafiq Khan, Islam in China, Delhi, National
Academy, 1963, hal. 74: (to overcome religion and
supertitious ideas, the most important thing to do is
to destroy the roots from where religlon sprouts).
6 idem, hal 75: (the party, would fight the religious
fog with ideological weapons alone, our press, our
words ...)
7 idem, hal. 79.
8 Prof Nur. Muh. Khan, di bawah lindungan palu arit,
Jakarta manar, 1956, hal 70.
9 idem
10 M. Rafiq Khan, Islam in China, hal. 72: (The
institute claims that .... in the USSR the social and
ideological roots of religion have been torn out for
ever").
11 Bashiruddin M.A., Ahmadiyya Movement, hal. 13: (In
the present age that particular form of insanity which
sought to propogate or destroy a religion by the sword
has almost disappeared; and Islam is no longer under
the necessity of defending itself by the sword).
12 Bashiruddin M.A., Apakah Ahmadiyah itu? terjemah
Abdulwahid H.A., Djakarta Djemaah Ahmadiyah Indonesia,
1963, hal. 21-22.
13 idem, hal. 13.
14 Majallah Sinar Islam, No. 13, 1965, hal. 8 dan Imam
Zaman, hal. 10.
15 Syafi R. Batuah, Ahmadiyah Apa dan Mengapa, hal. 19.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: bashirudin VS naga raksasa

Post by Kedunghalang on Sun May 13, 2012 5:42 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Ichreza

Saya menasihatkan kepada anda, jika anda ingin memahami Ahmadiyah dengan benar, maka sebaiknya tanyakanlah kepada orang-orang Jemaat Ahmadiyah yang memahaminya. Jika anda membaca tulisan-tulisan yang berasal dari orang-orang yang bukan Jemaat Ahmadiyah, apalagi dari para penentangnya, maka akan seperti isi artikel yang anda tulis di atas.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik