FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

10 perintah tuhan dan taurat saduran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

10 perintah tuhan dan taurat saduran

Post by keroncong on Fri Apr 20, 2012 9:07 am

Menurut para scholar lagi theolog, saduran Sepuluh Firman
atau Decalogue yang tersurat dalam Kitab Ulangan 5:6 - 22
dari Bijbel Wasiat yang Lama (Kitab sucinya Ummat Yahudi dan
Kristen) ditemukan dalam Kitab Ulangan, yang pada masa itu
belum setebal yang dikenal orang sekarang, di Mesjid Al-Aqsa
(Bait Al-Maqdis) oleh Imam Besar Hilkia dan dimaklumatkan
oleh Yosia, raja Yuda pada tahun 621 S.M. (Lihat II Rajaraja
22:8), yakni lebih dari 600 tahun sesudah Nabi Musa a.s.
Memang miharab mesjid senantiasa, hingga kini, merupakan
perpustakaan Kitab-kitab Suci.

Menurut pendapat para sarjana, saduran Sepuluh Firman yang
termuat dalam Kitab Keluaran 20:1 - 17, nyatalah "suatu yang
diselipkan," yang ditulisnya sesudah tahun 500 S.M. Bunyi
Kitab Keluaran 32:19 "... maka, bernyalalah amarah Musa,
lalu dicampakkannya kedua loh batu dari dalam tangannya,
dipecahkannya pada kaki bukit itu."

Kemudian, menurut Kitab Keluaran 34, dipahat dua loh lagi
yang memuat Decalogue lain (ayat-ayat 13 - 28) dan yang
dinamakan wet dari Perjanjian.

Pada tahun 444 S.M. dimaklumatkanlah dan diterima Torat
(wet) yang disusun pada masa Pembuangan di Babil (Babylon)
dan yang dikatakannya dari Musa, termasuk pada
saduran-saduran dari Sepuluh Firman.

Adalagi satu saduran dari Sepuluh Firman atas suatu yang
dikenal sebagai Nash Papyrus dan bertarikh kira-kira tahun
100 S.M. Perbedaan-perbedaannya tidak seberapa besar.

Timbullah pertanyaan Sepuluh Firman yang mana sebetulnya
ditulis Musa? Autographa dari Sepuluh Firman dan kitab-kitab
tersebut di atas, yakni naskah yang ditulis semula, tidak
ada. Hanya terdapat codices, ialah salinan dari salinan dari
salinan kuna. Hal ini tidak mengherankan, karena pada tahun
586 S.M. Mesjid Al-Aqsa dibakar habis oleh Bukhtanasser
(Nebukadnezar) dan pada tahun 70 M. oleh Titus. Awam yang
buta huruf tidak memiliki senaskah pun.

Banyak persamaan terdapat antara undang-undang yang disusun
pada masa Pembuangan di Babylon (568 S.M. - 538 S. M. ) dan
yang dikatakannya berasal dari Musa, dengan Code yang lebih
tua yakni dari Hammurabi, raja Babylon yang hidup kira-kira
tahun 1.800 S.M. Hammurabi adalah orang Arab-Mutarriba
(Arabes Secondaires). Code ini ditemukan di Susa (=
Persepolis, kini Takht-i-Jamshid) oleh J. de Morgan pada
tahun 1901/1902

Dari banyaknya pertentangan, perbedaan dan fakta-fakta
tersebut para sarjana, baik Yahudi maupun Kristen, seperti
di abad XII rabbani (rabbi) Ibn Ezra, di abad XVII Baruch
Spinoza, kemudian Goethe, Graf, Julius Wellhausen dan
sebagainya, telah menolak mitos bahwa Bijbel, dalam kasus
Sepuluh Firman, adalah kalam Allah, di samping mengakui
bahwa Code Moral itu adalah amat hebat yang disusun oleh
orang-orang yang bermaksud baik. Apa yang merupakan
teka-teki bagi para scholar, merupakan tantangan bagi
theolog kaum fundamentalism yang berdasar atas "Sola
Scriptura (Hanya Bijbel)." Mereka senantiasa berusaha
membela keganjilan-keganjilan dengan tafsiran yang
berbelit-belit.

Susunan Sepuluh Firman tidak sama di antara Gereja-gereja
Griek, Roma Katolik, Reformed, Luther dan Yahudi. Dalam
Septuaginta, terjemahan Torat pada kira-kira tahun 200 S.M.
di Mesir dalam bahasa Griek dari bahasa Ibrani, susunan
Decalogue itu diubahnya.5

Adapun Islam, sejauh sesuatu tidak bertentangan dengannya,
kaum Muslimin tidak menolak dan tidak menerima ayat-ayat
Bijbel bersikap bebas actief. Al-Qur'an 7:145 dan 154 tiada
menyebutkan bahwa loh-loh itu dipecah Musa karena sangat
marahnya.

Perhatikanlah ayat-ayat Bijbel tersebut di bawah ini dari
Al-Kitab penerbitan Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta
(1960), dan ayat-ayat Al Qur'an dari Tafsir Qur'an keluaran
Penerbit Wijaya Jakarta (MCMLIX).

KITAB ULANGAN 5:6-22, khususnya ayat 22:

"Maka segala firman ini dikatakan Tuhan kepada segenap
sidang kamu dari atas gunung, dari tengah-tengah api dan
awan dan gelap-gulita serta dengan bunyi suara yang hebat,
maka tiada dipertambahi dengan barang sesuatu, melainkan
disuratkannya firman itu pada dua loh batu, lalu
diberikannya kepadaku."

KITAB RAJA-RAJA II 22:8, KITAB KELUARAN 20:1-17, KITAB
KELUARAN 34:13 - 28, khususnya ayat 28:

"Maka Musa adalah di sana serta dengan Tuhan empat puluh
hari empat puluh malam lamanya, tiada ia makan roti dan
tiada ia minum air, maka disuratkannya segala firman
perjanjian, sepuluh firman itu, di atas loh batu."

AL-QUR'AN 7:145 dan 154: 145 - Dan Kami tuliskan untuknya
pada beberapa loh batu, pengajaran dalam segala sesuatu, dan
penjelasan bagi segalanya; sebab itu ambillah dengan
sungguh-sungguh dan suruhlah kaum engkau mengambil yang
sebaik-baiknya; nanti akan Aku perlihatkan kepada tempat
diam kaum yang jahat. 154 - Setelah marah Musa tenang,
diambilnya loh-loh itu, dan tulisannya (naskah) itu berisi
pimpinan dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada
Tuhannya.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: 10 perintah tuhan dan taurat saduran

Post by SEGOROWEDI on Fri Apr 20, 2012 9:17 am

ichreza wrote:
AL-QUR'AN 7:145 dan 154: 145 - Dan Kami tuliskan untuknya
pada beberapa loh batu, pengajaran dalam segala sesuatu, dan
penjelasan bagi segalanya; sebab itu ambillah dengan
sungguh-sungguh dan suruhlah kaum engkau mengambil yang
sebaik-baiknya; nanti akan Aku perlihatkan kepada tempat
diam kaum yang jahat. 154 - Setelah marah Musa tenang,
diambilnya loh-loh itu, dan tulisannya (naskah) itu berisi
pimpinan dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada
Tuhannya.

yang dituliskan apaan?
kasih lihat dong!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: 10 perintah tuhan dan taurat saduran

Post by keroncong on Wed May 02, 2012 7:03 am

Taurah adalah nama dalam bahasa Semit. Kalimat Yunani
yang sekarang dipakai dalam bahasa Perancis adalah
Pentateuque yang artinya kitab yang terdiri dari lima
bagian: Kejadian, Keluaran, Imamat orang Levi, Bilangan
dan Ulangan, yaitu lima fasal yang pertama dari 37
fasal yang terdapat dalam Perjanjian Lama.

Kumpulan teks ini membicarakan asal alam, sampai
masuknya bangsa Israil di Kana'an, tanah yang
dijanjikan sesudah mereka menjadi budak di Mesir; atau
lebih tepat lagi sampai wafatnya nabi Musa. Tetapi
riwayat kejadian-kejadian sejarah itu dipergunakan
sebagai kerangka untuk menerangkan kehidupan keagamaan
dan sosial bangsa Yahudi. Dari sinilah nama Hukum atau
Taurah.

Orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen selama
berabad-abad berpendapat bahwa pengarang Taurah (lina
bagian pertama daripada Perjanjian Lama) adalah Nabi
Musa sendiri. Barangkali pendapat tersebut didasarkan
atas ayat (Keluaran 17, 14) yang berbunyi: "Tulislah
itu (kekalahan kaum Amalek) dalam Kitab," atau atas
ayat (Bilangan 33, 2) tentang keluarnya orang Yahudi
dari Mesir yang berbunyi "Musa menerangkan dengan
tulisan tempat-tempat mereka berangkat," atau dalam
(kitab Ulangan 3, 9) yang berbunyi: "Musa menulis
aturan (hukum) ini." Semenjak abad Pertama S.M. banyak
orang yang mempertahankan anggapan bahwa seluruh
Pentateuque ditulis oleh Nabi Musa, di antara
orang-orang itu adalah: Flavius Joseph dan Philon dari
Alexandria.

Pada waktu sekarang anggapan seperti tersebut di atas
sudah ditinggalkan orang. Tetapi meskipun begitu,
Perjanjian Baru masih mempertahankannya. Paulus dalam
suratnya kepada orang-orang Rum (10, 5) mengutip
kata-kata orang Levi: "Musa sendiri menulis
aturanaturan yang datang dari Taurah." Yahya, pengarang
Injil yang keempat, dalam fasal 5, ayat 46-47
meriwayatkan bahwa Yesus berkata: "Jika kamu telah
melihat Musa, kamu tentu akan percaya kepadaku karena
ia (Musa) telah menulis tentang diriku. Kalau kamu
tidak percaya kepada apa yang ditulis oleh Musa,
bagaimana kamu dapat percaya kepada apa yang aku
katakan?"

Di sini kekeliruan timbul daripada redaksi; teks asli
bahasa Yunani adalah "episteute" yang berarti "fasal"
dan bukan "menulis." Dengan begitu maka Yahya, penulis
Injil ke empat telah memberi keterangan salah yang
digambarkan telah diucapkan oleh Yesus.

Saya meminjam bahan-bahan di atas dari R.P. de Vaux,
direktur Lembaga Bibel di Yerusalem. Dalam terjemahan
"kitab Kejadian" tahun 1962 ia memberi pengantar umum
yang memuat argumentasi yang bertentangan dengan
keterangan Injil mengenai siapa yang menulis
"Pentateuque" (lima fasal pertama dalam Perjanjian
Lama).

R.P. de Vaux memperingatkan bahwa tradisi Yahudi yang
menjadi pedoman bagi Yesus dan para rasul (sahabat)nya
telah diterima sampai akhir abad pertengahan. Pada abad
XII, Aben Isra adalah satusatunya orang yang menentang
anggapan itu. Pada abad XVI, Carlstadt memperingatkan
kita bahwa Nabi Musa tentu tidak dapat menulis berita
tentang kematiannya, seperti yang tersebut dalam kitab
(fasal) Ulangan 34, 512. Pengarang kemudian menyebutkan
kritikkritik lainnya yang mengatakan bahwa tidak semua
Taurah itu karangan Musa; secara khusus disebutkan buku
karangan Richard Simon yang berjudul: Histoire Critique
du Vieux Testament (Sejarah Kritik tentang Perjanjian
Lama) tahun 1678 yang menonjolkan kesulitan-kesulitan
kronologis (urutan Sejarah), ulangan-ulangan,
tulisan-tulisan yang tak teratur tentang
riwayat-riwayat, serta perbedaan-style (tata bahasa)
dalam Taurah. Karangan R. Simon tersebut telah
menyebabkan heboh, tetapi orang tidak lagi mengikuti
argumentasi R. Simon; buku-buku sejarah dari permulaan
abad 18 selalu menyebutkan: "Apa yang telah ditulis
oleh Musa" untuk menunjukkan sumber yang sangat kuno.

Kita dapat mengerti betapa susahnya menentang suatu
dongengan (Legende) yang berdasarkan atas sandaran yang
(digambarkan) telah diberikan oleh Yesus dalam
Perjanjian Baru. Kita berhutang budi kepada Yean
Astruc, tabib pribadi Raja Louis XV yang telah
memberikan argumen yang kuat.

Pada tahun 1753 ia menerbitkan bukunya: Dugaan tentang
catatan-catatan asli, yang dipakai oleh Nabi Musa untuk
menulis kitab (fasal) Kejadian. Dalam buku itu, ia
menitik beratkan adanya bermacam-macam sumber. Ia sudah
terang, bukannya orang pertama yang menulis hal ini,
akan tetapi ia adalah orang pertama yang berani
mengumumkan suatu kenyataan yang sangat penting, yaitu
bahwa mengenai kitab: (fasal) Kejadian terdapat dua
teks yang berbeda-beda; yang satu menamakan Tuhan
dengan kata Yahwe, yang lainnya menyebut Tuhan dengan
kata Elohim. Eichhorn (1780-1783) mengungkapkan
penemuan yang sama mengenai empat kitab (fasal) lainnya
dalam Taurah (Pentateuque). Kemudian pada tahun 1798,
Ilgen merasa bahwa satu daripada dua teks yang
diselidiki oleh Astruc yaitu teks yang di dalamnya
Tuhan dinamakan Elohim, harus dibagi menjadi dua.
Dengan begitu maka Pentateuque menjadi benar-benar
terpecah-pecah.

Pada abad XIX telah dilakukan penelitian yang telah
mantap mengenai sumber-sumber Perjanjian Lama. Pada
tahun 1854, orang berpendapat bahwa ada 4 sumber,
yaitu: dokumen Yahwist, dokumen Elohist, Deuteronomy,
kitab-(fasal) Ulangan dan kode Sakerdotal (hukum para
pendeta). Dokumen Yahwist telah ditulis di Kerajaan
Yuda pada abad IX S.M. Dokumen Elohist adalah lebih
baru, dan ditulis di kerajaan Israil Deuteronomy (Kitab
Ulangan) menurut Edmond Yacob ditulis pada abad VIII
S.M., dan menurut R.P. de Vaux ditulis pada abad VII
S.M. pada zaman Yosias. Dan akhirnya, code Sakerdotal
(hukum-hukum pendeta) ditulis pada abad VI S.M., yakni
pada zaman pengasingan Israil di Babylon atau
sesudahnya.

Dengan begitu maka teks Taurah telah berangsur-angsur
tertulis selama sedikitnya tiga abad.

Akan tetapi masalahnya jauh lebih kompleks. Pada tahun
1941, A. Lods mengatakah bahwa document Yahwist
mempunyai 3 sumber, dokumen Elohist mempunyai 4 sumber,
kitab ulangan mempunyai 6 sumber dan hukum-hukum
pendeta mempunyai 9 sumber, di samping tambahan-
tambahan yang dibagi-bagi antara 8 penulis, sebagai
yang dikatakan oleh R.P. de Vaux.

Kemudian orang mulai berfikir bahwa banyak hukum-hukum
dalam Taurah yang sama dengan hukum-hukum lama di luar
Bibel, dan banyak riwayat-riwayat dalam Taurah yang
memberi kesan berasal dari lingkungan lain yang lebih
kuno; dengan demikian maka persoalannya menjadi jauh
lebih kompleks.

Sumber-sumber yang banyak itu menyebabkan perbedaan-
perbedaan dan ulangan-ulangan. R.P. de Vaux memberi
contoh tentang tercampurnya tradisi yang berbeda- beda
mengenai penciptaan alam, anak keturunan Cain (Habil),
banjir Nabi Nuh, penculikan Nabi Yusuf, petualangannya
di Mesir, perbedaan nama seseorang, penyajian yang
berbeda-beda mengenai sesuatu ke}adian.

Dengan begitu maka Taurah (Pentateuque) nampak tersusun
daripada tradisi bermacam-macam yang dihimpun secara
baik oleh penyusun-penyusunnya, yang kadang-kadang
menjajarkan kumpulan mereka dan kadang-kadang merubah
kumpulan-kumpulan itu dengan maksud menimbulkan sintesa
di antaranya; meskipun dalam melakukan hal terakhir ini
mereka tidak menghilangkan perbedaan serta
keragu-raguan sehingga hal-hal ini menarik perhatian
orang-orang zaman sekarang untuk mengadakan penelitian
mengenai sumber-sumber asli.

Dalam rangka kritik mengenai teks, Taurah (Pentateuque)
memberi contoh yang amat jelas tentang perubahan-
perubahan yang dilakukan oleh manusia, pada bermacam-
macam periode sejarah bangsa Yahudi, tradisi lisan
dan teks-teks yang berasal dari generasi-generasi
terdahulu.

Taurah bermula pada abad X atau IX S.M. dengan tradisi
Yahwist yang menceriterakan permulaan penciptaan alam,
kemudian menyusun sejarah bangsa Israil, dan seperti
kata R.P de Vaux, menempatkannya dalam rencana Tuhan
untuk seluruh kemanusiaan. Akhirnya Taurah terus
tersusun pada abad VI S.M dengan tradisi
pendeta-pendeta, yang mementingkan tahun dan silsilah
keturunan (Genealogi).4

Pernyataan-pernyataan yang sedikit atau jarang yang
tetap terdapat dalam tradisi ini, menurut R.P. de Vaux,
menunjukkan perhatian besar yang mengenai hukum seperti
istirahat pada hari Sabtu setelah menciptakan alam,
aliansi dengan Nuh, aliansi dengan Ibrahim, khitan,
pembelian gua Makpeh yang memberi hak milik kepada
pendeta-pendeta di Kana'an. Kita perlu ingat bahwa
tradisi sakerdotal (pendeta-pendeta) muncul setelah
bangsa Israil kembali dari pengasingannya di Babylon
dan mendiami Palestina mulai tahun 583 S.M. Jadi soal
agama dan soal politik tercampur.

Mengenai kitab (fasal) Kejadian, pembagian dalam tiga
sumber pokok telah dianggap benar: R.P. de Vaux dalam
terjemahannya membawakan teks-teks yang menjadi dasar
bagi teks yang ada sekarang dalam fasal Kejadian.
Dengan mendasarkan penyelidikan kepada teks-teks
tersebut, siapa saja dapat menunjukkan hubungan antara
teks dalam fasal Kejadian dengan teks dalam tiga sumber
pokok tersebut di atas. Umpamanya, mengenai yang
berhubungan dengan penciptaan alam, dengan banjir dan
periode semenjak banjir sampai munculnya Ibrahim, yaitu
ceritera dalam 11 bagian yang pertama dalam kitab
(fasal) Kejadian, kita dapat menemukan sebagian teks
Yahwist dan sebagian lainnya teks Sakerdotal.

Teks Elohist tak terdapat dalam 11 bagian pertama.
Percampuran antara teks Yahwist dan Sakerdotal nampak
dengan jelas. Adapun yang mengenai penciptaan alam
sampai Zaman Nabi Nuh (5 bagian yang pertama),
susunannya lebih mudah; satu bagian Yahwist bergantian
dengan satu susunan Sakerdotal dari permulaan sampai
akhir. Mengenai Banjir, khususnya mengenai bagian 7 dan
8, potongan-potongan teks menurut sumber asli
memisahkan beberapa bagian-bagian yang sangat pendek.
Dalam meneliti 100 baris teks Prancis, kita beralih
dari satu teks kepada teks yang lain lebih dari 17
kali. Dari sinilah timbulnya perbedaan-perbedaan dan
kontradiksi dalam pembacaan Taurah dalam Injil yang ada
sekarang. (Lihatlah gambar yang menjelaskan pembagian
sumber-sumber di bawah ini).

Perincian Pembagian Teks Yahwist dan Teks Sakerdotal
dalam Bagian 1-11 dari Kitab Kejadian

Angka pertama menunjukkan fasal (Bagian).

Angka kedua antara dua kurung menunjukkan nomornya
kata-kata (phrase) yang kadang-kadang dibagi menjadi
dua bagian, a dan b

Huruf Y menunjukkan teks Yahwist.

Huruf S menunjukkan teks Sakerdotal.

Contoh: baris pertama daripada tabel ini menunjukkan
bahwa dari fasal (bagian) pertama, kata-kata (phrase) 1
sampai bagian 2 kata-kata (phrase) 4a, teks yang ada
sekarang dalam Bibel adalah teks Sakerdotal.

Fasal(bagian) Phrase s/d Fasal Phrase Teks

1 (1) 2 (4a) S
2 (4b) 4 (2b) Y
5 (1) 5 (32) S
6 (1) 6 (8) Y
6 (9) 6 (22) S
7 (1) 7 (5) Y
7 (6) ... ... S
7 (7) 7 (10) Y
7 (11) ... ... S
7 (12) ... ... Y
7 (13) 7 (16a) S
7 (16B) 7 (17) Y
7 (18) 7 (21) S
7 (22) 8 (23) Y
7 (24) 8 (2a) S
8 (2b) ... ... Y
8 (3) 8 (5) S
8 (6) 8 (12) Y
8 (13a) ... ... S
8 (13b) ... ... Y
8 (14) 8 (19) S
8 (20) 8 (22) Y
9 (1) 9 (17) S
9 (18) 9 (27) Y
9 (28) 10 (7) S
10 (8) 10 (19) Y
10 (20) 10 (23) S
10 (24) 10 (30) Y
10 (31) 10 (32) S
11 (1) (11) (9) Y
11 (10) 11 (32) S


Ini semua adalah gambaran yang sangat jelas tentang
permainan yang dilakukan oleh manusia mengenai Bibel.



avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Re: 10 perintah tuhan dan taurat saduran

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik