FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

mirza si raja kuman

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

mirza si raja kuman

Post by keroncong on Fri Apr 20, 2012 11:15 am

Baru saja kita meninggalkan karakter Mirza yang emosional,
maka teringatlah kembali betapa sang cucu memujinya dengan
pujian-pujian yang luar biasa, antara lain Mirza Mubarak
Ahmad memuji Mirza Ghulam Ahmad dengan karakter "Rahmat
Mujassam," yakni rahmat untuk keluarga, rahmat untuk kawan,
rahmat untuk tetangga, untuk musuh, untuk pembantu-pembantu
peminta-peminta dan rahmat untuk manusia.1

Apabila kita teringat akan peristiwa penyakit pes yang
terjadi di daerah Punjab, maka rahmat untuk tetangga, rahmat
untuk musuh dan rahmat untuk manusia yang dimiliki Mirza
GhuIam Ahmad itu, akan menjadi suatu problema disini.
Peristiwa pes abad ke-sembilan belas di Punjab itu,
berkaitan dengan kedudukan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi
Musa India. Ia memang memiliki semua kenabian terutama pada
kenabian Muhammad, Isa, Musa dan Ibrahim. Sebagai nabi Musa
abad ke-19 masehi dari India, Mirza Ghulam Ahmad ternyata
memegang peranan yang sangat meyakinkan dalam peristiwa pes
itu.

Peristiwanya berkisar pada wabah pes yang melanda daerah
Punjab. Tiap-tiap hari banyak orang meninggal karena pes
itu. Dan korban kematian selalu bertambah. Pada peristiwa
yang sangat menyedihkan itu, demikian sang cucu bercerita,
hazrat Maulvi Abdulkarim r.a. pernah mendengar do'a hazrat
Masih Mau'ud waktu menyendiri tengah malam; dan dengan
menyaksikan hal itu beliau sangat ta,jub. Hazrat Maulvi
Abdulkarim berkata:

"Dalam do'a itu suara beliau demikian pedih dan penuh
keharuan sehingga orang yang mendengarnyapun akan turut
terharu pula. Beliau di hadapan Arasy Ilahi
merintih-rintih laksana seorang ibu merintih kesakitan
ketika menghadapi saat bersalin. Ketika itu aku
perhatikan, maka kedengaranlah do'a beIiau itu
memohonkan supaya ummat manusia dihindarkan dari adzab
pes yang sedang berkecamuk itu. Beliau berulanguIang
berseru: 'Ilahy, jikaIau ummat manusia ini binasa
semuanya oleh adzab pes, maka siapakah nanti yang akan
menyembah Engkau.'"2

Sungguh sangat mengharukan do'a Nabi Musa India itu. Do'anya
persis do'a Muhammad s.a.w. ketika peperangan Badar akan
dimulai. Sayangnya situasi nabi dari India itu bukannya
peperangan melainkan penyakit. Yang kena wabah pes adalah
daerah Punjab atau katakanlah negeri India; apakah kaum
muslimin yang menyembah Tuhan Maha Esa hanya orang-orang di
India? Mirza Ghulam Ahmad barangkali masih belum tahu bahwa
semasa ia menjabat nabi-nabian itu, ummat Islam sudah
berserak hampir sepertiga dari bumi selatan ini. Apakah
do'anya juga tertuju pada mereka ataukah hanya khas untuk
orang Punjab yang lebih khusus lagi pada
pengikut-pengikutnya saja? Justru yang terakhir inilah
tujuan dari do'a Mirza Ghulam. Ia hanya berdo'a untuk
keselamatan pengikut-pengikutnya saja.

Kenyataannya memang demikian; dan satu hal yang menarik
ialah konon tuhan Mirza mengabulkan permintaannya itu.
Dengan melalui isyarat dalam mimpi Mirza Ghulam memperoleh
hasil yang menggembirakan dari do'anya yang mengharukan itu.
Adapun Mimpi Mirza Ghulam pada malam itu ialah:

"Ketika aku tidur aku bermimpi melihat seekor gajah
yang luar biasa besarnya, ganas dan berjalan dengan
sangat angkuhnya di atas permukaan bumi ini. Jelas
bagiku, bahwa gajah itu adalah gambaran atau lambang
dari wabah pes yang datang melanda serta menimbulkan
korban kematian yang sangat besar itu. Akan tetapi
kesudahan dari mimpiku itu ialah, bahwa sang gajah yang
ganas itu tatkala mendekat padaku, tiba-tiba ia menjadi
jinak, hormat dan dengan tawadhu'nya duduk bersimpuh di
dekatku." Demikian sesudah itu Mirza Ghulam Ahmad
mengumumkan ma'na atau ta'wil dari mimpinya itu serta
diberitakan dengan luas, bahwa ia dan
pengikut-pengikutnya akan selamat dari bencana pes
itu.3

Jelasnya dari hal mimpi Mirza Ghulam itu bahwa kota Qadian
hampir dikatakan selamat seluruhnya dari wabah pes, tidak
seperti kota-kota lainnya. Lebih meyakinkan lagi akan makna
mimpi Mirza ialah ketika Tuhan berkata:

"Ketahuilah, Allah tidak akan melibatkan penduduk yang
tinggal di Qadian terkena wabah pes itu. Ini
dikarenakan ditengah-tengah mereka ada dia (yakni Mirza
Ghulam Ahmad)."4

Demikian jelasnya dari tujuan do'a "Ilahy" yang diucapkan
Mirza Ghulam Ahmad, bahwa hanya pengikut-pengikutnya sajalah
yang akan diselamatkan. Bahkan tujuan lebih sempit dari
doanya ialah bahwa yang akan selamat terkena wabah pes
bukanlah daerah Qadian, melainkan hanya mereka yang berada
di bawah naungan ruang atap rumah Mirza Ghulam Ahmad saja.5
Maknanya siapa orang-orang yang berada di rumah Mirza Ghulam
Ahmad, maka mereka selamat dari bencana pes itu.

Teringatlah kita akan sejarah Nabi Musa a.s. serupa
peristiwanya dengan peristiwa nabi Musa India itu. Benarkah
bahwa hanya di rumah Mirza Ghulam Ahmad saja yang selamat
dari pes?

"Sungguh ajaib, kata Ahmadiyah menceritakan bahwa pes
yang ganas itu tidak menyentuh rumah Mirza Ghulam
Ahmad; dan semua orang Ahmadiyah yang tinggal di
dalamnya aman selamat, padahal di sebelah menyebelah
rumah Mirza, yakni para tetangganya, pes yang ganas itu
masuk ke rumah-rumah mereka dan membinasakan."6 Yang
lebih ajaib lagi, demikian Bashiruddin Mahmud Ahmad
menceriterakan: "bahwa tidak seekor tikuspun dalam
rumah Mirza Ghulam Ahmad yang menderita pes itu ,
padahal justru tikus-tikus itulah yang lebih dahulu
kena wabah itu. Kalau bukan malaikat yang menolong,
apatah lagi?"7

Sungguh suatu peristiwa yang paling ajaib, justru
tikus-tikus dalam rumah Mirza Ghulam lebih berharga dari
nyawa-nyawa manusia tetangganya. Apakah tikus-tikus itu
masuk Ahmadiyah? Ataukah Tuhan menyelamatkan
binatang-binatang itu dan membinasakan manusia-manusianya.
Sekejam itukah tuhan Mirza ?

Mirza Ghulam Ahmad dikabarkan berakhlak "khuluqin azhiim"
juga seorang yang mempunyai jiwa "rahmat mujassam" yakni
rahmat untuk tetangga, untuk musuh-musuhnya dan rahmat untuk
manusia. Dimanakah itu semua? Seharusnyalah kaIau ia berdoa
untuk keselamatan manusia dari pes itu, tidak sampai pada
orang-orang yang tinggal di bawah atap rumahnya, melainkan
sampai pada Qadian, Punjab bahkan seluruh India. Andaikata
itu sudah ia lakukan dalam do'anya yang mengharukan tetapi
Tuhan hanya memilih keselamatan pada orang-orang Ahmadiyah
saja atau mereka yang tinggal di rumah Mirza, maka sekali
lagi kita mengatakan, alangkah kejam tuhan Mirza, IA lebih
sayang pada tikus kiranya.

Rupa-rupanya, baik tuhan Mirza maupun Mirza Ghulam sendiri
pada waktu pes melanda Punjab, kedua-duanya berada dalam
sikap "angkara-murka" terhadap manusia-manusia yang bukan
Ahmadiyah. Ini lebih meyakinkan kita jika kemudian sesudah
itu, kita melihat betapa Mirza Ghulam Ahmad telah
menyemburkan kata-kata yang paling menegakkan bulu roma pada
saat-saat terjadinya kematian orang-orang karena wabah pes
itu. Sejarah memaklumi bahwa Nabi Musa a.s. memiliki sebuah
tongkat mu'jizat yang sanggup mengalahkan ahli-ahli sihir
istana Fir'aun. Akan tetapi tidak demikian dengan nabi Musa
India Mirza Ghulam Ahmad ini. Ia tidak mewarisi tongkat
mujizat, akan tetapi. ia memiliki sesuatu mujizat yang
paling hebat. Apa yang tidak terduga-duga kiranya telah
terjadi. Mirza Ghulam Ahmad memiliki senjata yang paling
ampuh untuk membinasakan lawan-lawannya.

Apakah senjata ampuh milik Mirza Ghulam Ahmad itu? Tidak
lain senjatanya adalah "kuman-kuman pes." Hal ini ia
kabarkan; tatkala wabah pes itu hebat-hebatnya mengganas dan
membinasakan. Mirza Ghulam Ahmad secara drastis lagi angkuh
berkata: "Ketahuilah! secara diam-diam aku tengah
membangkitkan bala-tentara kuman-kuman pes untuk
menghancur-leburkan mereka. Karena itu mereka yang
memusuhiku akan terkapar mampus di rumah-rumah mereka
seperti binasanya onta- onta"8

Nah, Mirza Ghulam Ahmad, nabi Musa India abad 19 masehi,
siapakah gerangan yang berani memusuhinya?

Catatan kaki:
1 Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau'ud a.s., hal. 47
2 idem, hal. 30.
3 Bashiruddin. M.A., Invitation, hal. 93: Hazrat Mirza
Sahib saw an elephant working havoc in the world. The
elephant was symbolic of the plague which was to take a
heavy to toll of death. In the dream the animal becomes
tame and harmless and sits respectfully when it comes
near the Mirza Sahib, a promise of immunity. He
declared that he and his true followers would suffer
little from the ravages of the plague: the town of
Qadian would suffer much less than other towns and
place. Hazrat's household was to remain completely
safe.
4 The Muslim Herald, London, February 1972, vol.
12-no. 2, hal. 30: God will not bring punishment on the
residents of Qadian because of him who lives amongs
them.
5 Hazrat's hausehold was completely safe.
(Bashiruddin. M.A., lnvatation, hal 93).
6 Bashiruddin Mahmud Ahmad, invitation, hal. 94: Cases
of plague occured next door to him. His own household
was pretty large. About a hundred souls consisting of
his family, his friend and their families, lived more
or less permanently under his roof.
Dan lihat Saleh Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan
Wahid Bakry, hal. 62.
7 Not even a rat suffered. In plague the first
casualties are rats. If it was not the angels what was
it? (lih. Bashiruddin Mahmud Ahmad, Invitation, hal.
94.)
8 The Muslim Herald-London, February 1972, vol. 12-no.
2 hal. 30: (I am secretly raising an army (of plague
germs) to attack them. So they (i.e. the opponents)
will lie dead in their homes like the dead camels.)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: mirza si raja kuman

Post by Kedunghalang on Sun May 13, 2012 5:38 pm

Bismillaahirrahmanirrahiim. Assalamu'alaikum wa rahmatullah!

@ Ichreza

Saya menasihatkan kepada anda, jika anda ingin memahami Ahmadiyah dengan benar, maka sebaiknya tanyakanlah kepada orang-orang Jemaat Ahmadiyah yang memahaminya. Jika anda membaca tulisan-tulisan yang berasal dari orang-orang yang bukan Jemaat Ahmadiyah, apalagi dari para penentangnya, maka akan seperti isi artikel yang anda tulis di atas.

Wassalam
Love for All, Hatred for None

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik