FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

menundukkan angkasa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

menundukkan angkasa

Post by keroncong on Fri Apr 20, 2012 4:49 pm

Terdapat tiga ayat dalam Qur-an yang perlu sekali kita
perhatikan, yang pertama menerangkan secara tegas hal yang
dapat dilakukan manusia untuk menundukkan angkasa. Dalam dua
ayat lainnya Tuhan menyebutkan bahwa orang-orang kafir Mekah
akan sangat terperanjat jika mereka dapat naik ke langit.
Hal ini merupakan isyarat kepada suatu hipotesa yang tak
akan dikerjakan oleh mereka.

Ayat pertama adalah ayat 33 daripada surat 55:

[Tulisan Arab]

Artinya: "Hai jin dan manusia jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka
lintasilah, dan kamu tidak dapat menembusnya
melainkan dengan kekuatan (sedang kamu tidak punya
kekuatan)."

Terjemahan tersebut memerlukan beberapa penjelasan:

a. Kata bahasa Perancis (si) (jika) menunjukkan kondisi yang
ada hubungannya dengan kenyataan atau dengan hipotesa yang
dapat dijelmakan atau hipotesa yang tak dapat dijelmakan.
Bahasa Arab lebih mampu menunjukkan perbedaan kondisi
tersebut. Ada kata (huruf) yang menunjukkan kejadian yaitu
(idza), ada lagi huruf yang menunjukkan hipotesa yang
mungkin yaitu (in), ada pula huruf yang menunjukkan hipotesa
yang tak mungkin dengan huruf (law). Jadi Qur-an menyebutkan
kemungkinan material realisasi yang kongkrit. Keterangan
lingustik ini menghilangkan secara tegas kemungkinan
interpretasi mistik yang beberapa pengarang lebih condong
untuk memberikannya, tetapi hal itu terang salah.

b. Tuhan mengarahkan pembicaraannya kepada roh (jin) dan
kepada manusia, dan tidak kepada hal-hal yang khayali.

c. Menembus sampai ke bahagian sebaliknya, adalah terjemahan
kata kerja (nafadza) yang diikuti dengan huruf (min).
Menurut kamus Kasimirski berarti memasuki, melalui dan
keluar dari segi lain daripada suatu benda (seperti panah
yang menembus). Hal tersebut berarti memasuki dalam dan
keluar dari pinggiran lain dari daerah-daerah tertentu.

d. Kekuasaan (sulthan) yang akan dimiliki manusia untuk
melaksanakan proyek ini merupakan kekuasaan yang datang
dari Tuhan.16

Tidak syak lagi bahwa ayat tersebut menunjukkan kemungkinan
bahwa dikemudian hari manusia akan dapat melakukan apa yang
biasanya sekarang kita namakan secara tidak benar
"menundukkan angkasa." Kita perlu memperhatikan juga bahwa
teks Qur-an tidak hanya menyebutkan penetrasi di
daerah-daerah samawi, akan tetapi juga penetrasi di bumi,
artinya masuk dalam-dalam ke bumi.

Dua ayat lainnya diambil dari surat 15, yakni ayat 14 dan
15. Tuhan membicarakan tentang orang-orang kafir di Mekah,
seperti konteks paragraf surat tersebut menerangkan:

[Tulisan Arab]

Artinya: "Dan jika seandainya Kami membukakan kepada
mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu
mereka terus menerus naik keatasnya. Tentulah
mereka berkata: Sesungguhnya pandangan kamilah
yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang
yang kena sihir."

Ini adalah suatu keheranan terhadap suatu kejadian yang tak
tersangka, berbeda dengan apa yang dapat dikhayalkan oleh
manusia.

Kata-kata yang bersyarat di sini memakai huruf (law) yang
menunjukkan bahwa hipotesa yang disebutkan tidak akan
dilaksanakan bagi mereka yang memperhatikan paragraf ini.

Dalam hal-hal menundukkan "angkasa" kita berhadapan dengan
dua teks paragraf Qur-an; yang satu menunjukkan suatu
kejadian yang akan terjadi pada suatu waktu karena kekuasaan
yang akan diberikan oleh Tuhan kepada otak dan ketrampilan
manusia. Yang lain menunjukkan suatu kejadian yang tidak
akan dialami oleh orang-orang kafir di Mekah; inilah
sebabnya maka kejadian itu dilukiskan sebagai hal yang tak
akan terjadi. Tetapi kejadian itu akan dialami oleh
orang-orang lain, seperti yang digambarkan oleh ayat
pertama. Ayat ini menggarnbarkan reaksi manusia terhadap
suatu kejadian yang tak mereka harapkan tetapi yang akan
diberikan kepada astronout-astronout. Reaksi itu adalah
pandangan yang penuh dengan kekhawatiran serta perasaan
seakan-akan diri mereka kena sihir.

Mulai tahun 1961 para astronout telah mengalami petualangan
ini. Tahun 1961 adalah tahun dimana untuk pertama kali
manusia dapat terbang mengelilingi bumi. Menurut laporan
para astronout tersebut, jika seseorang berada diluar
atmosfir bumi, langit tidak lagi nampak biru seperti yang
dilihat oleh penduduk bumi, dan yang merupakan hasil
fenomena cahaya matahari yang disedot oleh lapisan-lapisan
atmosfir. Manusia yang berada diangkasa di luar atmosfir
bumi melihat langit itu hitam dan me lihat bumi sebagai
terselubung oleh lapisan warna kebiru-biruan yang disebabkan
oleh sedotan atmosfir bumi terhadap cahaya matahari. Bulan
yang tidak punya atmosfir nampak dengan warnanya sendiri di
atas dasar langit yang hitam. Ini adalah pandangan yang
sangat baru bagi manusia, pandangan angkasa yang
gambar-gambarnya sudah secara umum diketahui manusia
sekarang.

Di situ, jika kita menghadapkan teks Qur-an dengan Sains
modern kita akan terpesona dengan ketepatan yang tak mungkin
kita duga akan dibawa oleh fikiran seorang manusia yang
hidup 14 abad yang lalu.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 67

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik