FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Halaman 1 dari 13 1, 2, 3 ... 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Fri Dec 30, 2011 12:17 am

Dalam artikel ini, kita dapat mendiskusikan sang “Paraclete”
yang terkenal dari Injil Yohanes. Yesus dan Yohanes mengabarkan lahirnya
Kerajaan Allah, mengajak umat untuk bertobat, dan membaptis mereka untuk
pengampunan dosa-dosa mereka.

Yesus mengajarkan Injil yang berarti
“berita baik” mengenai “Kerajaan Allah” dan sang “Pereiklitos” kepada para
pengikutnya, tidak dalam catatan tertulis, melainkan dalam bentuk percakapan
lisan dan khotbah. Khotbahnya Yesus ini kemudian disampaikan oleh mereka yang
mendengarnya dan mengabarkan kepada orang yang belum mendengarnya. Kemudian
ucapan-ucapan sang guru itu akhirnya ditulis oleh orang-orang.

Menurut
Kristen, Yesus bukan lagi rabbi, tetapi Logos (firman Ilahi), ia bukan lagi
Pelopor sang Paraclete, melainkan Pelopor Raja dan Pemimpinnya. Kata-katanya
yang suci kemudian dipalsukan oleh tangan-tangan jahat dan dicampur dengan mitos
dan legenda. Untuk sementara waktu ia diharapkan turun dari awan bersama pasukan
malaikat. Para rasul semuanya sudah meninggal, kedatangan kedua Yesus ditunda.
Pribadi dan ajarannya menyulut berbagai macam spekulasi keagamaan dan filsafat.


Sekte-sekte Kristen silih berganti. Kitab-kitab Injil dan
Epistel-epistelnya dengan nama dan judul yang berbeda-beda muncul dibanyak pusat
sekte Kristen, dan banyak sekali sarjana dan apologis Kristen saling memerangi
dan mengkritik teorinya keagamaan mereka masing-masing. Seandainya Yesus
menuliskan kitab Injilnya dan disahkan oleh para muridnya, tentulah integritas
Injil akan baik sampai munculnya sang Periclyt (Ahmad).

Namun tidak
seperti itu yang terjadi. Masing-masing penulis Injil memiliki pandangannya yang
berbeda-beda mengenai sang guru (Yesus) dan agamanya, dan menggambarkan dia
dalam kitabnya – yang ia beri nama Injil atau Epistel – sesuai dengan
keyakinannya. Pikiran yang terbang membumbung tinggi tentang firman, nubuat sang
Periclyt, dan serangkaian mukjizat, peristiwa, dan ucapan yang tercatat dalam
Injil ke empat tidaklah dikenal oleh Sinoptik dan konsekuensinya oleh sebagian
umat Kristen yang belum pernah melihatnya paling tidak selama 2 abad.


Injil ke empat pun, seperti setiap kitab lainnya dalam Perjanjian Lama,
ditulis dalam bahasa Yunani dan tidak dalam bahasa Arami atau mungkin Yahudi
(bahasa yang digunakan Yesus dan murid-muridnya). Konsekuensinya, kita lagi-lagi
berhadapan dengan kesulitan sama yang sebelumnya kita hadapi ketika
mendiskusikan “Eudokia” yakni: kata atau nama apakah yang digunakan Yesus dalam
bahasa aslinya untuk mengungkapkan kata yang telah diterjemahkan Injil Yohanes
sebagai sang “Paraclete” dan yang telah diubah menjadi “Penghibur” dalam semua
versi Injil yang beredar sekarang ini?

Sebelum membicarakan etimologi
dan pengertian dari bentuk Paraclete yang tidak klasik atau malah menyimpang ini
maka kita perlu mengadakan observasi singkat terhadap satu segi tertentu dari
Injil Yohanes.

Masalah siapakah pengarangnya dan keotentikan dari Injil
Yohanes adalah persoalan yang menyangkut Higher Biblical Criticism (mengkritisi
kitab suci Biblical). Pengarangnya apakah Yohanes anak Zebedee atau orang lain
yang menggunakan nama itu, kelihatannya mengetahui doktrin dari sarjana dan
filsuf yang bernama Philon, mengenai Logos (Firman).

Seperti kita
ketahui bahwa penaklukan Palestina dan didirikannya kota Alexandria (di Mesir)
oleh Alexander Yang Agung telah membuka untuk pertama kalinya suatu zaman budaya
dan peradaban yang baru. Setelah itu, barulah murid-murid Musa bertemu dengan
murid-murid Epicurus, dan terjadilah pengaruh hebat ajaran pagan Yunani kedalam
doktin spiritual. Seni dan filsafat Yunani mulai dikagumi dan dikaji oleh
doktor-doktor Yahudi baik di Palestina maupun di Mesir. Perembesan pemikiran
Yunani dan belles-lettres [1] ke
dalam sekolah-sekolah Yahudi membuat gusar para pendeta dan kalangan
terpelajarnya.

Sebenarnya bangsa Yahudi begitu diabaikan sehingga
kitab-kitab suci dibaca di Sinagog-sinagog kota Alexandria dalam versi
Septuagint. Namun, invasi pengetahuan asing ini menggerakkan kaum Yahudi untuk
melakukan kajian yang lebih baik mengenai hukum mereka sendiri, dan
mempertahankan terhadap semangat baru yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu,
mereka berusaha keras untuk menemukan suatu metode baru penafsiran alkitab untuk
memungkinkan dilakukannya pendekatan ulang dan rekonsiliasi kebenaran-kebenaran
alkitab dengan pemikiran Hellenik (Yunani). Karena, metode pertama penafsiran
hukum secara harfiah dirasakan tidak dapat dilaksanakan, dan terlalu lemah untuk
bertahan dari pemikiran Plato dan Aristoteles yang tajam.

Pada saat yang
sama, aktivitas-aktivitas kaum Yahudi yang kompak dan ketaatan mereka yang
tinggi terhadap agama mereka seringkali memunculkan pada diri mereka sendiri
rasa cemburu dan kebencian terhadap orang Yunani. Di masa Alexander Agung,
seorang pendeta Mesir bernama Manetho menulis pencemaran nama dan fitnah-fitnah
terhadap agama Yahudi. Di bawah Tiberius pun, orator besar Apion telah
menyadarkan dan memasukkan penghinaan-penghinaan Manetho. Sehingga litreratur
ini meracuni orang-orang yang kemudian dengan kejam menyiksa orang yang beriman
pada satu Tuhan.

Maka metode baru pun ditemukan dan dipakai. Penafsiran
Alegoris dari setiap hukum, aturan, tuturan, dan bahkan nama-nama tokoh
terkemuka dianggap menyembunyikan didalamnya suatu gagasan rahasia yang berusaha
diungkapkan metode baru itu. Penafsiran Alegoris ini segera merebut tempat di
alkitab dan seperti sebuah amplop menyertakan didalamnya sistem filsafat
keagamaan.

Nah, orang yang terkenal mengejawantahkan ilmu pengetahuan
ini adalah Filon, yang lahir dari keluarga Yahudi kaya di kota Alexandria pada
tahun 25 SM. Dengan benar-benar menguasai filsafat Plato, ia menulis karya
alegorisnya dalam gaya Yunani yang murni dan selaras. Ia percaya bahwa
doktrin-doktrin wahyu dapat disesuaikan dengan pengetahuan manusia dengan
kearifan. Yang paling memenuhi pikirannya adalah fenomena hubungan Tuhan dengan
makhluk-Nya. Mengikuti teori “Gagasan (idea)” nya Plato, ia menemukan
serangkaian gagasan intermediasi yang disebut “emanasi-emanasi Ketuhanan” yang
ia ubah menjadi segi-segi yang menyatukan Tuhan dengan dunia. Substansi pokok
dari gagasan-gagasan ini, Logos (Firman), merupakan kearifan tertinggi dari
perbuatan yang sudah ditakdirkan Tuhan (Providential action) .


Sekolah Alexandria mengikuti kemenangan agama Yahudi atas Paganisme.
“Tetapi”, sebagaimana secara tepat dinyatakan oleh Grand-Rabin Paul Haguenaurer
dalam buku kecilnya Manuel de litterature Juive (hal 24), “mais d'elle
surgirent, plus tard, des susemes, nui sibles a l'hebraisme”
sebenarnya
sistem-sistem yang berbahaya tidak hanya bagi kaum Yahudi, tetapi juga bagi
Kristen.

Asal mula doktrin Logos, karenanya harus ditelusuri ke teologi
Filon dan pengarang Injil Yohanes (siapa pun itu namanya) hanya mendogmatisir
teori “Gagasan” yang telah mandul pertama kali oleh otak cemerlang Plato.
Sebagaimana dinyatakan dalam artikel pertama dari serial ini, firman Ilahi
artinya firman Tuhan, dan bukan Tuhan yang firman. Kata merupakan atribut dari
suatu wujud yang rasional. Ia berasal dari sang pembicara, tetapi ia bukanlah
wujud yang rasional itu, yakni si pembicara. Firman Ilahi tidaklah abadi, ia
mempunyai suatu asal, suatu permualaan, ia tidak ada sebelum permulaan itu,
kecuali kemungkinan. Kata bukanlah hakikatnya.

Adalah suatu kesalahan
yang serius mensubstansir setiap atribut apapun. Jika dibolehkan mengatakan
“Tuhan yang firman”, mengapa mesti dilarang mengatakan, “Tuhan yang kuasa”,
“Tuhan yang pengasih” ?

Saya dapat memahami dan menerima dengan baik
julukan Yesus Ruhullah (Ruh Allah), Muhammad Rosululloh (Muhammad Rasul Allah).
Tetapi saya tidak dapat pernah memahami ataupun menerima bahwa roh atau rasul
adalah oknum Tuhan.

Sekarang kita akan melanjutkan dengan membuktikan
dan membantah kekeliruan umat Kristen tentang Paraclete.

Dalam artikel
ini saya akan mencoba membuktikan bahwa Paraclete itu bukan Holy Ghost (Roh
Kudus) sebagaimana diyakini Gereja Kristen, juga sama sekali tidak berarti
“penghibur” atau “perantara”. Dalam artikel berikut, insya Allah, saya akan
menunjukkan bahwa bukan “Paraclete” melainkan yang benar adalah “Periclyte” yang
secara persis berarti “Ahmad” yang artinya adalah “yang paling terkenal,
terpuji, dan termasyur”.

Roh Kudus Digambarkan dalam Perjanjian Baru
Sebagai suatu Kepribadian Yang Lain


Suatu pemeriksaan yang seksama
mengenai pasal-pasal berikut dalam Perjanjian Baru akan meyakinkan para pembaca
bahwa Roh Kudus bukanlah oknum Tuhan dari Trinitas.



  1. Dalam Lukas 11:13 Roh Kudus dinyatakan sebagai “pemberian” Tuhan. Kontras
    antara “pemberian yang baik” yang diberikan oleh orang tua yang jahat dan Roh
    Kudus yang diberikan kepada orang beriman oleh Tuhan sama sekali meniadakan
    gagasan tentang suatu kepribadian dari Roh itu. Dapatkah kita secara
    sungguh-sungguh dan nyata-nyata menegaskan bahwa Yesus ketika ia membuat hal
    yang berlawanan diatas, bermaksud mengajarkan kepada pendengarnya bahwa “Tuhan
    Bapa” menghadiahkan “Tuhan Roh Kudus” kepada “anak-anak” duniawi-Nya ? Pernahkah
    ia menyinggung secara tidak langsung bahwa ia mempercayai oknum Tuhan ketiga
    Trinitas sebagai pemberian dari oknum Tuhan yang pertama Trinitas? Dapatkah kita
    percaya bahwa rasul mempercayai “pemberian” ini sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa
    yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada makhluk hidup? Gagasan
    keyakinan itu membuat seorang muslim merasa ngeri!
  2. Dalam 1 Korintus 2:12 (Injil karangan Paulus), Roh Kudus digambarkan dalam
    jenis netral “Roh dari Tuhan”. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa sebagaimana
    Roh yang berada dalam diri manusia membuat manusia tahu hal-hal yang ada didalam
    dirinya, begitu pula Roh Tuhan membuat seorang manusia tahu hal-hal yang
    bersifat Ilahiah (1 Korintus 2:11). Konsekuensinya, Roh Kudus disini bukanlah
    Tuhan melainkan suatu hasil, saluran, atau medium melalui mana Tuhan
    mengajarkan, dan mengilhami orang. Jadi itu semata-mata perbuatan Tuhan pada
    manusia. Pemberi ilham tidaklah langsung sang Roh melainkan Tuhan sendiri.
    Paulus jelas-jelas mengemukakan dalam ayat diatas bahwa jiwa manusia tidak dapat
    melihat kebenaran-kebenaran tentang Tuhan tetapi hanya melalui Roh, ilham, dan
    petunjuk-Nya.
  3. Dalam 1 Korintus 6:19 (Injil karangan Paulus)kita membaca bahwa hamba-hamba
    Tuhan yang shaleh disebut “Bait Roh Kudus yang mereka terima dari Tuhan”. Disini
    lagi-lagi Roh Tuhan tidak ditunjukkan sebagai suatu oknum (pribadi), melainkan
    kebajikan atau kuasa Tuhan. Tubuh dan jiwa seorang beriman dipersamakan dengan
    Bait yang diperuntukkan untuk menyembah Tuhan.
  4. Dalam Epistel kepada bangsa Romawi (karangan Paulus, kitab Roma 8:9), Roh
    ini yang “hidup” didalam orang beriman disebut secara bergantian “Roh Allah” dan
    “Roh Kristus”. Dalam ayat ini “Roh” berarti keyakinan dan agama Tuhan yang
    dibawakan oleh Yesus. Tentu saja, Roh ini tidak dapat diartikan sebagai Roh
    Kudus idaman umat Kristen, yakni yang ketiga dari tiga tuhan.
  5. Ucapan salam Injil, “Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, seandainya asli
    dan benar-benar ditetapkan oleh Yesus, bisa saja secara sah diterima sebagai
    ungkapan keimanan sebelum berdirinya Islam secara resmi. Tuhan sebagai Pencipta
    adalah Bapak (dalam artian bukan biologis). Kaum Orientalis Kristen tahu bahwa
    kata Semit “Abb” atau “Abba” yang diterjemahkan sebagai “bapa”, berarti “orang
    yang melahirkan atau berbuah” (“ibba” =buah). Pengertian ini kata ini sudah
    cukup masuk akal dan penggunaannya cukup sah. Alkitab seringkali menggunakan
    sebutan “Bapa”. Tuhan dimanapun dalam alkitab, mengatakan “Israel adalah anakku
    yang pertama lahir”; dan ditempat lain dalam kitab Ayub, Tuhan dipanggil dengan
    sebutan “Bapak Hujan”. Namun dalam perkembangannya, istilah ini disalahgunakan
    oleh Paulus dan Gereja Trinitas. Namun tidak demikian dengan AL-Qur’an yang
    tidak menggunakan istilah ini.

    seorang Monoteisme Sejati akan memandang
    bahwa dogma Trinitas yang menyatakan bahwa Tuhan melahirkan anak, adalah suatu
    penghinaan besar. Lantas apakah ucapan salam pembaptisan Kristen ini adalah asli
    ataukah palsu? Saya percaya bahwa para penginjil tidak pernah mengesahkan
    penggunaannya dalam ritual, doa, atau ibadah lain apapun, selain dalam
    pembaptisan. Poin ini sangatlah penting.

    Yohanes telah meramalkan
    pembaptisan dengan Roh Kudus dan Api oleh nabi Muhammad, sebagaimana yang telah
    kita buktikan dalam pembahasan sebelumnya. Sang Pembaptisnya adalah Tuhan
    sendiri, dan perantaranya adalah Anak Manusia atau Barnasha menurut penglihatan
    Daniel, maka sangatlah benar dan sah menyebut dua nama itu sebagai sebab pertama
    dan kedua yang tepat guna, dan nama Roh Kudus pun, sebagai causa materialis dari
    Sibhghatullah. Sehingga kalau memang demikian halnya, maka sebutan Ilahiah
    “Bapa” sebelum disalahgunakan oleh Gereja, sudah tepat.

    Sebenarnya
    Sibghatullah adalah suatu kelahiran dari Kerajaan Tuhan, yakni Islam. Sang
    Pembaptis yang menyebabkan kelahiran kembali (regenerasi) ini adalah Tuhan.
    Mengenai nama kedua dalam ucapan salam Kristen, “Anak”, kita tidak mengetahui
    siapa atau apa “anak” ini? Anak siapa? Jika Tuhan dengan tepat disebut “Bapa”,
    maka kita heran dan penasaran, yang mana saja “anak-anak”-Nya yang banyak sekali
    (dalam banyak ayat alkitab) itu yang dimaksud dalam salam pembaptisan.
    Yesus
    mengajarkan kita untuk berdoa “Bapa kami yang ada di Surga”. Jika kita semua
    adalah anak-Nya dalam artian makhluk ciptaan-Nya, maka penyebutan kata “anak”
    dalam ucapan salam menjadi agak tidak berarti dan bahkan menggelikan. Kita tahu
    bahwa “Anak Manusia” atau Barnasha disebut sebanyak 83 kali dalam
    khotbah-khotbahnya Yesus.

    Al-Qur’an tidak pernah menyebut Yesus sebagai
    Anak Manusia, melainkan “Anak Maria (Maryam)”. Ia tidak bisa menyebut dirinya
    “Anak Manusia” karena ia adalah hanya “anak seorang perawan”. Tidak mungkin
    melepaskan diri dari kenyataan itu. Anda bisa menjadikan “anak Tuhan”
    sebagaimana dengan kebodohan yang Anda lakukan, tetapi Anda tidak bisa
    menjadikannya “Anak Manusia” kalau Anda tidak mempercayainya sebagai keturunan
    Yusuf Si Tukang Kayu (yang menurut Bible adalah suami Maria), kalau Anda tidak
    mempercayainya sebagai keturunan biologis Yusuf Si Tukang Kayu.

    Saya
    tidak tahu persis bagaimana, apakah melalui intuisi, ilham, atau mimpi, saya
    diajari dan diyakinkan bahwa nama kedua dalam ucapan salam itu adalh suatu
    interpolasi dari “Anak Manusia”, yang adalah Ahmad.

    Adapun mengenai Roh
    Kudus dalam ucapan salam, ia bukanlah roh oknum atau individu, melainkan wakil,
    kekuatan energi Tuhan dengan mana seorang manusia dilahirkan atau masuk kedalam
    agama yang benar dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan.





Apa kata Bapa-bapa Nasrani Awal Mengenai Roh Kudus?







  1. Hermas (Similitude v, 5, 6) memahami "Roh Sudus" sebagai unsur suci yang ada
    dalam diri Yesus, yaitu Anak yang diciptakan sebelum semua hal. Tanpa memasuki
    pembicaraan yang tak berguna atau yang tak mempunyai arti apakah Hermas
    mencampur adukkan Roh Kudus dengan Firman, atau bahwa itu adalah suatu unsur
    berbeda milik Yesus, diakui bahwa firman diciptakan sebelum segala sesuatu -
    pada permulaan – dan Hermas memandang bahwa Roh bukanlah suatu oknum
    (prinbadi).
  2. Justin - disebut "sang martir" (100?-167? M) dan Theophilus (120?-180?)
    memahami Roh Kudus kadang-kadang sebagai bentuk yang aneh atas perwujudan firman
    dan kadang-kadang sebagai atribut yang suci, tetapi tidak pernah sebagai seorang
    pribadi yang suci. Haruslah diingat bahwa dua orang Bapak dan Penulis Yunani
    dari abad kedua Masehi ini tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan yang pasti
    tentang Roh Kudus kaumTrinitas dari abad keempat dan seterusnya.
  3. Athenagoras (110-180M) mengatakan Roh Kudus ialah sebuah pancaran Tuhan yang
    berasal dan kembali kepada-Nya seperti sinar matahari (Deprecatio pro
    Christiarus, ix, x.). Irenaeus (130?-202? M) mengatakan bahwa Roh Kudus dan Anak
    adalah dua hamba Tuhan dan bahwa malaikat tunduk kepada mereka. Jurang perbedaan
    yang lebar antara keyakinan dan konsep dari dua orang Bapa Nasrani pada masa
    awal tentang Roh Kudus ini jelas sekali membutuhkan ulasan lebih lanjut. Sangat
    Mengherankan bahwa dua orang hamba Tuhan itu kemudian harus diangkat pada
    derajat ketinggian Tuhan dan dua hamba Tuhan itu dinyatakan sederajat dengan
    Tuhan yang telah menciptakan kedua orang hamba-Nya itu.
  4. Yang paling terkenal dan berpengetahuan tinggi dari semua Bapak Nasrani
    anti-Nicea dan apolis Kristen adalah Origen (185-254 M). Pengarang Hexepla
    menganggap kepribadian berasal dari Roh Kudus, tetapi menjadikannya pengikut
    sang Anak. Penciptaan Roh Kudus oleh sang Anak adalah tidak mungkin sekalipun
    pada permulaan ketika firman –atau Anak- diciptakan oleh Tuhan. Doktrin mengenai
    Roh Kudus ini tidak ditetapkan oleh Dewan Nicea. Hanya saja pada tahun 386 M
    dalam Dewan Gereja Konstantinopel kedua barulah dinyatakan sebagai oknum ketiga
    Tuhan dari Trinitas yang bersifat konsubstansial (memiliki sifat dan hakikat
    yang sama) dan sebaya dengan Bapa dan Anak.



“Paraclete” bukanlah “penghibur” atau “penolong”. Sebenarnya, ia sama
sekali bukanlah sebuah kata klasik. Ortografi Yunani dari kata tersebut adalah
Paraklytos yang dalam literatur Gereja diartikan sebagai “orang yang diminta
untuk membantu, menyokong, memperantarai” ( Dict. Grec-Francais oleh
Alexandre).

Kita tidak perlu mengaku sebagai seorang sarjana Yunani
untuk mengetahui bahwa kata Ibrani untuk “penghibur” ( Comforter atau
Conselor ) bukanlah “ Paraclytos ” atau “ Paracalon ”. Saya
tidak memiliki Septuagint versi Yunani, tetapi saya ingat dengan baik bahwa kata
Ibrani untuk “penghibur” (mnahem) dalam Ratapan Yeremia (1:2,9,16,17,21,
dan seterusnya) diterjemahkan menjadi Parakaloon , dari kata Parakaloo
, yang artinya adalah “memanggil, mengajak, mendesak, menghibur, berdoa,
memohon.”

Perlu diketahui bahwa ada dua huruf vokal alpha yang
panjang setelah konsonan kappa dalam “Paracalon” yang tidak ada
dalam “Paraclytos” . Dalam ungkapan “Dia yang menghibur kita akan semua
penderitaan kita” kata paracalon (dan bukan paraclytos )
digunakan. “Saya mendesak, atau mengajak, engkau untuk bekerja”.

Adapun
mengenai arti lainnya dari “perantara” atau “penolong” yang diberikan oleh
Gereja yakni “ paraclete” , sekali lagi saya menyatakan bahwa “
Paracalon” (bukan “ paraclytos” ) dapat membawa pengertian yang
sama. Istilah Yunani yang benar untuk “penolong” adalah “Sunegorus” dan untuk
“perantara” atau “mediator” adalah “meditea”.

Dalam artikel saya
selanjutnya, saya akan memaparkan bentuk Yunani nya yang benar yang
diselewengkan menjadi “Paraclytos”. Secara sambil lalu, saya ingin
mengoreksi kesalahan dimana sarjana Perancis Ernest Renan pun ikut terperosok.


Jika saya mengingat kembali dengan baik, Monsier Renan, dalam karyanya
yang terkenal The Life of Christ , menerjemahkan Paraclete Yohanes
(14:16,26 dan 15:7 dan 1 Yohanes 2:1) sebagai “penolong”. Ia menyebutkan bahwa
bentuk Syria-Khaldea “Paraklit ” sebagai lawan dari “Ktighra”
(pendakwa) dari “Kategorus” . Nama Syria untuk mediator atau
perantara adalah “mis'aaya” , tetapi dipengadilan-pengadilan “Snighra”
(dari kata Yunani Sunegorus) digunakan untuk seorang pembela. Banyak orang
Syria yang tidak mengenal bahasa Yunani menganggap “Paraqlita” sebagai bentuk
bahasa Arami atau Syria dari “Paraclete” dalam versi Pshittha dan terbentuk dari
Paraq (menyelamatkan diri, mengantarkan dari) dan “lita” (yang terkenal).


Pemikiran bahwa Yesus adalah “sang Juru Selamat dari kutukan sumpah”,
dan karenanya dia sendiri pun “Paraqlita” (1 Yohanes 2:1), bisa membuat
seseorang berpikir bahwa kata Yunani tersebut asalnya dari bahasa Arami, seperti
kalimat Yunani “Maran atha” dalam bahasa Arami adalah “Maran Athi” , artinya
Tuhan kita akan datang (1 Yohanes 16:22), yang nampak merupakan ungkapan
ditengah kaum beriman mengenai kedatangan nabi besar terakhir. Maran Athi
ini, dan khususnya ucapan salam pembaptisan, mengandung poin-poin yang
terlalu penting untuk diabaikan. Keduanya patut mendapat kajian khusus dan
penjelasan terperinci yang berharga. Keduanya memasukkan indikasi yang
menguntungkan agama Kristen.

Saya pikir sudah cukup membuktikan bahwa
“Paraclytos”, dari sudut pandang Linguistik dan etimologis, tidak berarti
“penolong, penghibur, penenang, mediator”.

Kebodohan melibatkan banyak
kesalahan. Selama berabad-abad bangsa Latin dan Eropa yang bodoh telah menulis
nama Muhammad “Mahomet”, Musa “Moses”. Oleh karenanya, apakah sedikit
mengherankan kalau pendeta atau penulis Kristen menuliskan nama sebenarnya dalam
bentuk Paraclytos yang diselewengkan? Yang pertama berarti “yang paling
terkenal, patut terpuji”. Tetapi bentuk yang telah diselewengkan sama sekali
tidak berarti apa-apa selain rasa malu pada diri mereka yang selama 18 abad
memahami kata itu dalam arti “penolong” atau “penghibur”.





Catatan Kaki



[1] Belles-Lettres: Kepustakaan yang dihargai lebih
karena nilai estetika daripada dialektika atau muatan
informatifnya.


Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei
2006







Terakhir diubah oleh ichreza tanggal Sun Nov 04, 2012 2:14 am, total 1 kali diubah
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Paraclytos adalah Nabi Muhammad

Post by keroncong on Fri Dec 30, 2011 12:19 am

“Dan (ingatlah) ketika Isa (Yesus) putra Maryam (Maria)
berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,
membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan
(datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad”
(QS Ash Shaff 61:6)

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan
memberikan kepadamu seorang Periqlytos yang lain, supaya ia menyertai kamu
selamanya
” (Yohanes 14:16)

Ada ketidaklogisan dalam kata-kata yang
dinisbahkan kepada Yesus oleh Injil keempat. Ia berkata seolah-oleh beberapa
Periqlyte sudah datang dan pergi, dan bahwa “ Periclyte yang lain”
akan diberikan hanya atas permintaan Yesus. Kata-kata ini juga meninggalkan
kesan bahwa rasul-rasul itu sudah mengenal nama yang dalam teks Yunani menjadi
Periclytos .

Kata sifat “yang lain” yang mendahului sebuah kata
benda asing yang untuk pertama kali diumumkan kelihatan sangat asing dan sama
sekali berlebih-lebihan. Tidak diragukan bahwa teks tersebut telah diubah,
Seakan-akan bahwa Bapa akan mengirim Periqlyte atas permintaan Yesus,
kalau tidak maka Periqlyte tidak akan pernah datang! Kata “minta” pun kelihatan
dibuat-buat dan menunjukkan kesombongan di pihak nabi Yesus.

Kita sudah
mengetahui bahwa Periclyte itu bukanlah Roh Kudus, maksudnya oknum
Ilahiah, Jibril, atau malaikat lain. Sekarang masih harus dibuktikan bahwa
Periclyte itu tidak mungkin seorang penghibur dan tidak pula seorang
perantara antara Tuhan dan manusia.



  1. Periqlyte itu bukan "Penghibur" (consoler), juga bukan "Perantara"
    (intercessor). Kami telah membuktikan sepenuhnya ketidakmungkinan
    material untuk menemukan arti dari "penghiburan" ataupun "perantaraan"
    (consolation atau intercession). Yesus tidak memakai kata Paracalon .
    Disamping itu bahkan dari sudut pandang agama dan moral, gagasan "penghiburan"
    dan "perantaraan" tidak dapat diterima.

    1. Keyakinan bahwa kematian Yesus di atas tiang salib menyelamatkan orang
      beriman terhadap kutukan dosa asal, dan bahwa rohnya dan kehadirannya dalam
      Ekaristi akan selamanya bersama mereka, menyebabkannya tidak memerlukan
      penghiburan atau kedatangan sama sekali seorang penghibur. Di sisi lain, jika
      mereka memerlukan seorang penghibur, maka seluruh harapan umat Kristen tentang
      pengorbanan Yesus (disalib) di bukit Cavalry pun akan sia-sia. Sebenarnya dalam
      kitab-kitab Injil dan Epistle sangat jelas menunjukkan bahwa kedatangan Yesus
      untuk kedua kalinya di atas awan adalah sebentar lagi (Matius 16:28; Markus 9:1;
      Lukas 9:27; Yohanes 2:18; 2 Timotius 2:1; 2 Tesalonika 2: 3).
    2. Penghiburan tidak pernah dapat mengembalikan yang hilang. Menghibur
      seseorang yang telah kehilangan matanya, kekayaannya, anaknya, atau keadaannya
      tidak dapat mengembalikan kehilangan-kehilangan tersebut. Janji bahwa seorang
      penghibur akan diutus oleh Tuhan sesudah Yesus pergi akan berarti kehilangan
      total seluruh harapan dalam kejayaan Kerajaan Tuhan. Janji akan seorang
      penghibur menunjukkan kedukaan dan ratapan dan tentu saja yang pasti telah
      mendorong para rasul-rasul kepada kekecewaan kalau tidak kepada keputusasaan.
      Yang mereka butuhkan bukan seorang Penghibur yang menghibur mereka dikala sedih,
      melainkan seorang pejuang yang akan menghancurkan setan dan kekuatannya, seorang
      yang akan mengakhiri semua kesulitan dan penindasan yang mereka alami, dan bukan
      hanya menghibur orang dikala sedih.
    3. Gagasan tentang seorang "perantara" antara Tuhan dan manusia pun tidak dapat
      dipertahankan. Tidak ada mediator yang mutlak antara Pencipta dan mahluk-Nya.
      Keesaan Allah sendiri sajalah perantara kita yang mutlak. Yesus yang
      menganjurkan umatnya untuk berdoa kepada Tuhan dengan sembunyi-sembunyi, untuk
      memasuki ruangan dan menutup pintu serta kemudian berdoa - karena hanya dalam
      keadaan demikian itu "Bapa" akan berkenan mendengarkan do'a mereka dan
      menganugerahkan kepada mereka pertolonganNya - tidak dapat menjanjikan mereka
      seorang perantara. Bagaimana mendamaikan kontradiksi ini.
    4. Semua orang beriman, dalam doa-doa mereka, saling memperantarai, para nabi
      dan malaikat pun melakukan hal yang sama. Kewajiban kita lah untuk memohon
      rahmat, ampunan, dan pertolongan-Nya, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang
      lain. Tetapi Tuhan tidak diintervensi oleh sang Perantara, kecuali yang di
      ridoi-Nya. Saya –sepatutnya- berterima kasih kepada orang yang melalui
      perantaraannya, saya mendapat ampunan, dan keringanan. Namun saya merasa takut
      kepada hakim atau penguasa zalim yang mengakibatkan saya diserahkan kepada pihak
      eksekutor.

      Apakah umat Kristen tidak berpikir, ketika umat Kristen
      meyakini bahwa Yesus (yang duduk disebelah kanan Bapa) menjadi perantara antara
      umat Kristen dan Allah, tetapi pada saat yang sama juga meyakini perantara yang
      lain (yang lebih rendah dari Yesus) yang duduk di singgasana Tuhan. Al Qur'an
      melarang keras mempercayai terhadap seorang "shafi" atau perantara dengan cara
      ini.

      Tentu saja kita tidak mengetahui secara pasti, tetapi sangatlah
      bisa dimengerti bahwa malaikat-malaikat tertentu, roh para Nabi dan roh orang
      suci diizinkan oleh Tuhan untuk menolong dan memberi petunjuk kepada mereka yang
      berada dibawah perlindungan mereka. Gagasan tentang seorang perantara di hadapan
      pengadilan Allah, membela perkara para klien nya, mungkin sangat mengagumkan,
      namun hal ini adalah keliru, karena Tuhan bukanlah seorang manusia yang ketika
      menjadi hakim, ada kalanya berbuat nafsu, tidak teliti, dan tidak adil. Allah
      sangat mengetahui perbuatan dan hati manusia daripada para malaikat dan nabi.
      Konsekuensinya tidak perlu ada perantara antara Tuhan dan mahluk-Nya.
    5. Keyakinan terhadap Perantara timbul akibat keyakinan terhadap pengorbanan,
      korban bakaran (sesajen), kependetaan, dan mitos. Keyakinan ini lah yang membuat
      manusia menghormati bahkan memuja kuburan dan gambar-gambar para santo dan
      martir, sehingga meningkatkan pengaruh dominasi Gereja. Tentu saja hal ini
      membuat orang bodoh tetap bodoh. Kabut tebal Perantara sama sekali menutup
      atmosfir spiritual antara Tuhan dan manusia. Lalu kepercayaan ini mendorong
      orang berpura-pura menjadi orang yang beriman lalu mengambil keuntungan bagi
      dirinya sendiri dengan cara mengumpulkan sejumlah besar dana untuk mendirikan
      misi-misi yang kuat dan kaya dan mendirikan Gereja, tetapi dalam hati mereka
      yang bekerja sebagai misionaris itu adalah kaki tangan dari pemerintah mereka
      masing-masing. Karena malapetaka yang sebenarnya menimpa orang-orang Armenia,
      Yunani, dan Kaldea-Asyiria di Turki dan Persia ditimbulkan oleh kaum misionaris
      yang menanamkan fanatisme buta lagi bodoh. Sehingga kita akan selalu menjumpai
      bahwa kepercayaan adanya Perantara selalu menjadi sumber penyelewengan,
      fanatisme, penindasan, kebodohan, dan lainnya.

      Setelah kita membuktikan
      bahwa "Paraclete" dari Injil Yohanes bukan dan tidak bisa diartikan "penghibur"
      maupun "perantara," atau pun lainnya, dan bahwa kata tersebut merupakan bentuk
      Periqlytos yang sudah diselewengkan, kini kita akan melanjutkan dengan membahas
      arti kata itu yang sebenarnya.






  2. Secara etimologis dan harafiah "Periqlytos" berarti "yang paling terkenal,
    termasyhur, patut dipuji." Sebagai sumber, saya mengambil kamus Yunani-Perancis
    dari Alexandre bahwa "Periqlytos", "Ou'on peut entendre de tous les cotes; qu'il
    est facile a entendre. Tres celebre," dan seterusnya= Periqleitos, tres celebre,
    illustre, glorieux" dari= Kleos, glorire, renommee, celebrite." Kata majemuk ini
    terdiri dari kata depan "peri" dan "kleotis" yang terakhir ini berasal dari
    “memuliakan, memuji." Kata benda, yang saya tulis dalam ejaan bahasa Inggris
    Periqleitos atau Periqlytos, bersesuaian dengan arti kata AHMAD dalam bahasa
    Arab, yaitu yang termasyhur, yang mulia, dan terkenal. Satu--satunya kesulitan
    yang harus diatasi adalah menemukan nama aslinya dalam bahasa Semit yang dipakai
    oleh Yesus dalam bahasa Ibrani ataupun Arami.

    1. Pshittha (berbahasa Syria ) meskipun menulis "Paraqleita" namun dalam Daftar
      Katanya sama sekali tidak memuat arti kata tersebut. Sedangkan, Vulgate
      (berbahasa Latin) menerjemahkannya sebagai "penghibur" atau "penolong." Kalau
      saya tidak salah ingat, bentuk dalam bahasa Arami itu pastilah "Mhamda" atau
      Hamida" bersesuaian dengan bahasa Arab "Muhammad" atau "Ahmad", dan bahasa
      Yunani "Periqlyte." Penafsiran kata Yunani dalam arti “Penghiburan” ini tidak
      berarti bahwa nama Periqlyte itu sendiri adalah Penghibur, melainkan sebuah
      keyakinan dan harapan umat Kristen bahwa “dia” akan datang untuk menghibur umat
      Kristen. Karena harapan umat Kristen bahwa Yesus akan balik kebumi menyambut
      para muridnya telah sia-sia[1], maka
      mereka mengkonsentrasikan harapan pada kedatangan Periqlyte.
    2. Wahyu Al Qur'an bahwa Yesus anak Maria memberitahukan kepada bani Israel
      bahwa dia "membawa kabar gembira tentang seorang utusan, yang akan datang
      sesudah aku dan namanya adalah Ahmad," adalah salah satu bukti yang terkuat
      bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar seorang Nabi dan bahwa Al Qur'an benar-benar
      sebuah Wahyu Ilahi. Beliau pastilah tidak pernah dapat mengetahui bahwa
      Periqlyte itu berarti Ahmad, kecuali melalui ilham dan Wahyu Ilahi. Otoritas Al
      Qur'an adalah menentukan dan bersifat final; karena arti harfiah dari nama dalam
      bahasa Yunani itu bersesuaian dengan Ahmad atau Muhammad, dalam bahasa Arabnya.


      Sungguh Mengagumkan bahwa nama yang unik ini tidak pernah sebelumnya
      diberikan kepada siapapun, secara ajaib disimpan untuk Nabi-Nya yang paling
      termasyhur dan paling pantas terpuji! Kita tidak pernah menjumpai orang Yunani
      memakai Periqleitos (atau Periqlytos) sebagai namanya, begitupun dengan orang
      Arab. Memang benar ada seorang dari Athena yang bernama Periqleys yang berarti
      "terpandang", tetapi tidak dalam bentuk tingkat superlatifnya.
    3. Sangat jelas dari gambaran Injil Keempat bahwa Periqlyte adalah seorang
      oknum tertentu, Roh Kudus yang diciptakan, untuk tinggal ditubuh manusia untuk
      menyelesaikan pekerjaan luar biasa yang ditugaskan kepadanya oleh Tuhan, yang
      tidak pernah diselesaikan oleh orang lain, termasuk para nabi terdahulu. Tentu
      saja kita tidak menyangkal bahwa murid-murid Yesus benar-benar menerima Roh
      Tuhan, bahwa Yesus disucikan oleh Roh Kudus, dan banyak umat Kristen Ahlultauhid
      yang menjalani kehidupan shaleh. Pada hari Pantekosta (yaitu 10 hari setelah
      kenaikan Yesus), diceritakan bahwa Roh Tuhan turun pada murid-murid Yesus dan
      orang-orang beriman lainnya yang berjumlah 120 orang, dalam bentuk lidah-lidah
      api (Kisah pasal 2), dan jumlah ini yang menerima Roh Kudus dalam bentuk 120
      lidah api ditambahkan pada 3000 jiwa yang dibaptis, tetapi tidak dikunjungi oleh
      lidah api Roh Kudus. Sudah pasti, satu Roh (bila anda artikan sebagai pribadi)
      tidak mungkin dibagi-bagi kedalam ratusan orang. Sehingga Roh Kudus (yang banyak
      mendapatkan tempat diayat-ayat Injil) bukan lah dalam artian satu pribadi,
      melainkan karunia, nikmat, dan ilham dari Tuhan. Yesus telah menjanjikan karunia
      Surgawi ini dan kekuasaan untuk menyucikan, mencerahkan, memperkuat, dan
      mengajari jemaatnya. Tetapi Roh ini jelas berbeda dengan Periqlyte yang
      menyelesaikan banyak pekerjaan luar biasa.
    4. Umat Kristen yang hidup di abad pertama dan kedua masehi lebih mempercayai
      tradisi daripada tulisan-tulisan tentang agama baru (Kristen). Papias dan
      lain-lain termasuk dalam kategori ini. Bahkan dizaman para rasul pun telah
      timbul berbagai sekte, Kristus palsu, anti Kristus, dan guru-guru palsu
      merobek-robek Gereja sampai luluh (1 Yohanes 2:18-26; 2 Petrus 2,3:1; Yohanes
      7-13;dan lain-lain). “Orang-orang yang percaya” dinasehati dan didesak untuk
      tetap berpegang dan patuh pada tradisi, yakni ajaran lisan para murid Yesus.
      Yang disebut sekte-sekte Bid’ah ini, seperti Gnostic, Appollinarian, Docetae,
      dan lain-lain, kelihatan tidak percaya kepada fabel, legenda, dan
      pandangan-pandangan berlebihan tentang pengorbanan dan penebusan Yesus,
      sebagaimana termuat dalam banyak tulisan hebat yang dikemukakan Lukas (1:1-4).
      Salah satu musuh utama pebid’ah dari sekte tertentu (yang namanya hilang dari
      ingatan saya) benar-benar menganggap Periqleitos sebagai namanya, pura-pura
      sebagai nabi “yang paling terpuji” yang diramalkan oleh Yesus dan mempunyai
      banyak pengikut. Seandainya saja ada Injil asli yang disahkan oleh Yesus atau
      para muridnya, tidak mungkin ada sedemikian banyak sekte yang semuanya menentang
      isi kitab-kitab yang termuat didalam atau diluar Perjanjian Baru. Secara aman,
      Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Kristen generasi awal menganggap “Roh
      Kebenaran” yang dijanjikan sebagai seorang nabi-Nya yang terakhir.






  3. Tidak ada keraguan bahwa yang dimaksud Periqlyte adalah Muhammad atau Ahmad.
    Dua nama (dari dua bahasa yang satu Yunani dan lainnya Arab) ini memiliki arti
    yang sama, yakni “yang paling terkenal dan terpuji” sebagaimana “Pneuma” dan
    “Roh” tidak lebih dan tidak kurang artinya adalah “Roh”. Kita sudah mengetahui
    bahwa terjemahan kata itu menjadi “Penghibur” atau “Penolong” adalah sama sekali
    tidak dapat dimengerti dan salah kaprah. Bentuk gabungan dari Paraqalon
    berasal dari kata kerja yang tersusun dari para-qalo , tetapi
    Periqlyte berasal dari Peri-qluo . Perbedaannya sangat jelas, oleh
    karenanya marilah kita periksa tanda-tanda sang Periqlyte yang hanya dapat
    ditemukan pada diri Ahmad atau Muhammad.

    1. Muhammad sendiri mengungkapkan seluruh kebenaran tentang Tuhan, keesaan-Nya,
      agama, dan mengoreksi pencemaran nama dan fitnah-fitnah yang ditulis dan
      diyakini terhadap Diri-Nya dan banyak hamba-hamba-Nya yang suci. Dilaporkan
      bahwa Yesus telah mengatakan tentang Periqlyte bahwasanya ia adalah “Roh
      Kebenaran”, bahwa ia “akan memberi kesaksian” tentang Yesus yang sebenarnya dan
      tentang misinya (Yohanes 14:17; 15:26). Dalam khotbahnya, Yesus berbicara
      tentang pra-eksistensi rohnya (Yohanes 8:58; 17:5). Dalam Injil Barnabas, Yesus
      dilaporkan sering berbicara tentang keagungan dan kemegahan roh Muhammad yang
      telah dilihatnya. Tidak ada keraguan bahwa roh dari nabi terakhir ini telah
      diciptakan lama sebelum Adam. Oleh karena itu, Yesus ketika berbicara tentang
      dia pasti akan menyatakan dan menggambarkannya sebagai “Roh Kebenaran”. Roh
      Kebenaran inilah yang menegur umat Kristen (karena telah menyimpang dari
      ajaran-ajaran nabi terdahulu) karena membagi-bagi keesaan Tuhan menjadi
      trinitas, karena mereka mengangkat Yesus kepada martabat Tuhan dan anak Tuhan,
      dan karena mereka telah membuat segala macam ketakhayulan dan bid’ah. Roh
      Kebenaran inilah yang membongkar penipuan-penipuan yang dilakukan oleh kaum
      Yahudi dan Kristen karena menyelewengkan kitab suci mereka, yang mengutuk kaum
      Yahudi karena segala fitnah yang mereka alamatkan kepada perawan Maria dan
      Yesus. Roh Kebenaran inilah yang menunjukkan hak kelahiran Ismail, Tidak
      berdosanya Luth, Daud, Sulaiman, dan banyak nabi lainnya dan membersihkan para
      nabi dari segala noda fitnah para pemalsu alkitab.
    2. Diantara tanda-tanda Periqlyte atau Roh Kebenaran yang ketika ia datang
      dalam wujud “Anak Manusia” adalah “ia menyadarkan dunia akan dosa” (Yohanes
      16:8-9). Tidak ada hamba Allah lainnya, apakah seorang Raja seperti Daud dan
      Sulaiman, atau seorang nabi seperti Ibrahim dan Musa, yang melaksanakan
      penyadaran akan dosa ini sampai benar-benar tuntas, dengan ketegaran hati,
      semangat, dan keberanian seperti Muhammad. Setiap pelanggaran hukum adalah dosa,
      dan kemusyrikan adalah induk dan sumbernya. Kita berdosa besar ketika mencintai
      suatu objek lebih daripada Tuhan. Semua nabi menyadarkan tetangga dan kaum
      mereka akan dosa, tetapi tidak dalam skala “dunia”, seperti yang dilakukan
      Muhammad. Dia tidak hanya membasmi kemusyrikan sampai keakar-akarnya di Jazirah
      Arabia dimasa hidupnya, tetapi juga mengutus utusan kepada Chosroes Parviz dan
      kepada Heraclius, penguasa dari dua kerajaan terbesar, Persia dan Romawi, dan
      kepada Raja Ethiopia, Gubernur Mesir, dan beberapa Raja dan Emir lainnya,
      mengajak mereka semua untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan
      berhala dan keyakinan-keyakinan (dogma) palsu. Penyucian oleh Muhammad dimulai
      dengan penyampaian firman Allah ketika ia menerimanya, yaitu pembacaan ayat-ayat
      al-Qur’an kemudian dengan mengkhotbahkan, mengajarkan, dan mempraktekkan ajaran
      agama yang benar itu. Tetapi ketika kuasa kegelapan dan kemusyrikan melawannya
      dengan sejata, maka ia menghunus pedang dan menghukum musuh yang tidak beriman.
      Ini adalah pemenuhan nubuat Kitab Daniel pasal tujuh. Muhammad diberkahi Tuhan
      dengan kekuatan dan kekuasaan untuk menegakkan Kerajaan Allah, dan menjadi
      pangeran dan panglima tertinggi pertama dan sebagai raja diraja dan tuan segala
      tuan dibawah Tuhan.
    3. Segi lainnya dari perbuatan-perbuatan Periqlyte (Ahmad) yang berani adalah
      bahwa ia akan menginsafkan terhadap banyak sekali kebenaran dan penghakiman
      (loc.cit). Penafsiran “akan kebenaran, karena aku (Yesus) pergi kepada Bapakku”
      (Yohanes 16:10) yang diletakkan dimulut Yesus adalah tidak jelas dan bermakna
      ganda. Kembalinya Yesus kepada Tuhannya diberikan sebagai salah satu alasan
      untuk penghukuman dunia oleh sang Periclyte yang akan datang. Mengapa demikian?
      Dan siapa yang menghukum dunia menurut cerita itu? Kaum Yahudi percaya bahwa
      mereka menyalib dan membunuh Yesus dan tidak percaya Yesus diangkat ke langit.
      Muhammad lah yang mensucikan dan menghukum mereka dengan berat karena kekafiran
      mereka. “Mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Yesus, tetapi
      (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Yesus kepada-Nya” (QS An-Nisa
      4:157-158).

      Penghukuman yang sama juga ditimpakan kepada umat Kristen
      yang percaya bahwa Yesus mati disalib dan mengiranya sebagai Tuhan dan anak
      Tuhan. Terhadap semua ini al-Qur’an menjawab, “Padahal mereka tidak membunuhnya,
      dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
      diserupakan degan Yesus bagi mereka” (QS An-Nisa 4:157).

      Beberapa
      orang yang percaya terhadap yesus pada permulaan sekali agama Kristen,
      menyangkal bahwa Yesus sendiri menderita diatas salib, tetapi bersikukuh bahwa
      yang lain diantara para pengikutnya, Yudas Iscariot atau lainnya yang sangat
      serupa dengannya, ditangkap, dan disalib sebagai penggantinya.


      Jemaat
      Korintus, Basilidus, Korpokratus, dan banyak sekte Kristen lainnya memiliki
      pandangan yang sama. Saya sudah sepenuhnya membahas persoalan penyaliban ini
      dalam karya saya yang berjudul Injil wa Salib , diantaranya hanya satu
      jilid yang diterbitkan di Turki persis sebelum perang besar –saya akan
      mengkhususkan sebuah artikel mengenai subjek ini.

      Dengan demikian,
      peradilan yang dilakukan terhadap Yesus oleh Ahmad adalah berdasarkan sumber
      yang menyatakan bahwa ia adalah Ruhullah (Roh Allah), bahwa bukan Yesus
      yang disalib dan dibunuh, dan bahwa ia adalah seorang manusia yang menjadi
      utusan Tuhan. Inilah yang dimaksud Yesus dengan keadilan mengenai pribadi, misi,
      dan perpindahannya ke Surga, dan ini benar-benar diselesaikan oleh Rasul Allah.
    4. Tanda terpenting pada diri Periqlyte adalah bahwa ia akan menginsyafkan
      dunia akan penghakiman “karena penguasa dunia ini telah dihukum” (Yohanes
      16:11). Raja atas penguasa dunia ini adalah Setan (Yohanes 12:31; 14:30), karena
      dunia ini tunduk padanya.

      Saya harus menarik perhatian kepada para
      pembaca saya agar memperhatikan kitab Daniel pasal tujuh yang ditulis dalam
      dialek Arami atau Babylonia. Disana digambarkan bagaimana mahkota (kursawan)
      dan penghakiman (dina) ditegakkan.

      Dalam bahasa Arab pun kata
      “dinu”, seperti bahasa Arami “dina” artinya penghakiman, tetapi umumnya ia
      digunakan dalam arti agama. Bahwa Al-Qur'an harus menggunakan “Dina” Daniel
      sebagai ungkapan penghakiman dan agama adalah lebih dari penting. Menurut
      pendapat saya yang sederhana, ini adalah suatu dan bukti langsung dari kebenaran
      yang diturunkan oleh Roh Kudus yang sama atau Jibril kepada Daniel, Yesus, dan
      Muhammad.

      Pengadilan yang digambarkan dengan segala kemualiaannya
      ditegakkan untuk menghakimi Setan dalam bentuk Binatang Buas Keempat yang
      menakutkan. Barulah kemudian seseorang muncul “seperti anak manusia”
      (“Kbarinish”) atau “Barnasha” yang dihadapkan kepada Tuhan dengan diberikan
      kepadanya kehormatan, kekuasaan, dan kerajaan untuk selamanya dan ditugaskan
      untuk membunuh Binatang Buas Keempat dan menegakkan Kerajaan orang-orang kudus
      milik Yang Maha Tinggi.

      Yesus tidak ditugaskan untuk menghancurkan
      Binatang Buas. Yesus tidak ikut dalam urusan-urusan politik. Sebaliknya Yesus
      membayar upeti kepada Kaisar Romawi dan malahan melarikan diri ketika kaumnya
      hendak menobatkan Yesus sebagai Raja atas bangsa Yahudi. Yesus dengan jelas
      menyatakan bahwa Sang Pemimpin dunia ini akan datang, karena sang Periqlyte akan
      mencabut kejahatan dan kemusyrikan sampai keakar-akarnya. Semua ini dituntaskan
      oleh Muhammad dalam beberapa tahun.

      Islam adalah Kerajaan dan
      Pengadilan, atau sebuah agama yang mempunyai kitab hukum Al-Qur'an. Islam
      mempunyai Tuhan sebagai hakim dan raja tertinggi dan Muhammad sebagai
      pahlawannya yang meraih kebahagiaan dan keagungan yang abadi.
    5. Tanda yang tak kalah pentingnya dari sang Periqlyte adalah bahwa ia tidak
      akan berkata-kata dari dalam dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang
      didengarnya itulah yang akan dikatakannya, dan ia akan memberitahukan kepadamu
      hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13).

      Tidak ada sedikitpun komentar
      untuk Al-Qur'an, selain bahwa isinya adalah firman Allah yang diwahyukan.
      Muhammad mengucapkan, melafalkan firman Tuhan seperti yang ia dengar dibacakan
      kepadanya oleh malaikat Jibril, dan ditulis oleh para juru tulisnya yang jujur.


      Kata-kata, ucapan, dan ajaran Nabi, meskipun sakral, bukanlah firman
      Tuhan, melainkan Hadits.

      Maka, apakah ia bukan sang Periqlyte sejati.
      Meskipun dengan gambaran seperti itu? Dapatkah Anda menunjukkan kepada kami
      orang lain selain Ahmad, yang sukses dalam pekerjaan besarnya baik dalam hal
      moral, kualitas, tanda-tanda istimewa Periqlyte ini? Anda tidak akan mampu!


      Saya pikir saya sudah cukup membuktikan tentang san Periqlyte dan akan
      menyimpulkan dengan sebuah ayat Al-Qur'an, “Aku tidak lain hanyalah mengikuti
      apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi
      peringatan yang menjelaskan”
      (QS Al-Ahqaf 46:9)






Catatan Kaki



[1] Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (1
Tesalonika 4:16-17)
.
Dalam suratnya, Paulus meramalkan bahwa setelah
kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu
akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menuju langit tetapi lucunya
bukan Yesus yang mendatangnya, melainkan pedang Kaisar Nero yang "menyambut"
leher Paulus di luar tembok kota Roma tahun 64 M.

Ramalan kedatangan
Yesus menurut Matius, Markus, dan Lukas (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan
Lukas 9:27)

Bahwa Yesus dan Kerajaan Allah akan datang sebelum para
muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini ternyata tidak
terjadi, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia.
Padahal semua murid Yesus sudah meninggal 2000 tahun yang
lalu.

Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei 2006
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by mang odoy on Fri Dec 30, 2011 2:31 am

nahhh...yang beginian nih..bagusnya masuk ke RESOURCE CENTRE..supaya gak BERGELIMPANGAN dimana mana....

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by BAKUL KOPI on Fri Dec 30, 2011 3:49 am

:study:
avatar
BAKUL KOPI
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 29
Posts : 757
Location : warkop
Join date : 07.10.11
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Paraclytos bukanlah roh kudus

Post by barabasmurtad on Fri Dec 30, 2011 7:12 am

ichreza wrote:
Dalam artikel ini, kita dapat mendiskusikan sang “Paraclete”
yang terkenal dari Injil Yohanes. Yesus dan Yohanes mengabarkan lahirnya
Kerajaan Allah, mengajak umat untuk bertobat, dan membaptis mereka untuk
pengampunan dosa-dosa mereka.

Yesus mengajarkan Injil yang berarti
“berita baik” mengenai “Kerajaan Allah” dan sang “Pereiklitos” kepada para
pengikutnya, tidak dalam catatan tertulis, melainkan dalam bentuk percakapan
lisan dan khotbah. Khotbahnya Yesus ini kemudian disampaikan oleh mereka yang
mendengarnya dan mengabarkan kepada orang yang belum mendengarnya. Kemudian
ucapan-ucapan sang guru itu akhirnya ditulis oleh orang-orang.

Menurut
Kristen, Yesus bukan lagi rabbi, tetapi Logos (firman Ilahi), ia bukan lagi
Pelopor sang Paraclete, melainkan Pelopor Raja dan Pemimpinnya. Kata-katanya
yang suci kemudian dipalsukan oleh tangan-tangan jahat dan dicampur dengan mitos
dan legenda. Untuk sementara waktu ia diharapkan turun dari awan bersama pasukan
malaikat. Para rasul semuanya sudah meninggal, kedatangan kedua Yesus ditunda.
Pribadi dan ajarannya menyulut berbagai macam spekulasi keagamaan dan filsafat.


Sekte-sekte Kristen silih berganti. Kitab-kitab Injil dan
Epistel-epistelnya dengan nama dan judul yang berbeda-beda muncul dibanyak pusat
sekte Kristen, dan banyak sekali sarjana dan apologis Kristen saling memerangi
dan mengkritik teorinya keagamaan mereka masing-masing. Seandainya Yesus
menuliskan kitab Injilnya dan disahkan oleh para muridnya, tentulah integritas
Injil akan baik sampai munculnya sang Periclyt (Ahmad).

Namun tidak
seperti itu yang terjadi. Masing-masing penulis Injil memiliki pandangannya yang
berbeda-beda mengenai sang guru (Yesus) dan agamanya, dan menggambarkan dia
dalam kitabnya – yang ia beri nama Injil atau Epistel – sesuai dengan
keyakinannya. Pikiran yang terbang membumbung tinggi tentang firman, nubuat sang
Periclyt, dan serangkaian mukjizat, peristiwa, dan ucapan yang tercatat dalam
Injil ke empat tidaklah dikenal oleh Sinoptik dan konsekuensinya oleh sebagian
umat Kristen yang belum pernah melihatnya paling tidak selama 2 abad.


Injil ke empat pun, seperti setiap kitab lainnya dalam Perjanjian Lama,
ditulis dalam bahasa Yunani dan tidak dalam bahasa Arami atau mungkin Yahudi
(bahasa yang digunakan Yesus dan murid-muridnya). Konsekuensinya, kita lagi-lagi
berhadapan dengan kesulitan sama yang sebelumnya kita hadapi ketika
mendiskusikan “Eudokia” yakni: kata atau nama apakah yang digunakan Yesus dalam
bahasa aslinya untuk mengungkapkan kata yang telah diterjemahkan Injil Yohanes
sebagai sang “Paraclete” dan yang telah diubah menjadi “Penghibur” dalam semua
versi Injil yang beredar sekarang ini?

Sebelum membicarakan etimologi
dan pengertian dari bentuk Paraclete yang tidak klasik atau malah menyimpang ini
maka kita perlu mengadakan observasi singkat terhadap satu segi tertentu dari
Injil Yohanes.

Masalah siapakah pengarangnya dan keotentikan dari Injil
Yohanes adalah persoalan yang menyangkut Higher Biblical Criticism (mengkritisi
kitab suci Biblical). Pengarangnya apakah Yohanes anak Zebedee atau orang lain
yang menggunakan nama itu, kelihatannya mengetahui doktrin dari sarjana dan
filsuf yang bernama Philon, mengenai Logos (Firman).

Seperti kita
ketahui bahwa penaklukan Palestina dan didirikannya kota Alexandria (di Mesir)
oleh Alexander Yang Agung telah membuka untuk pertama kalinya suatu zaman budaya
dan peradaban yang baru. Setelah itu, barulah murid-murid Musa bertemu dengan
murid-murid Epicurus, dan terjadilah pengaruh hebat ajaran pagan Yunani kedalam
doktin spiritual. Seni dan filsafat Yunani mulai dikagumi dan dikaji oleh
doktor-doktor Yahudi baik di Palestina maupun di Mesir. Perembesan pemikiran
Yunani dan belles-lettres [1] ke
dalam sekolah-sekolah Yahudi membuat gusar para pendeta dan kalangan
terpelajarnya.

Sebenarnya bangsa Yahudi begitu diabaikan sehingga
kitab-kitab suci dibaca di Sinagog-sinagog kota Alexandria dalam versi
Septuagint. Namun, invasi pengetahuan asing ini menggerakkan kaum Yahudi untuk
melakukan kajian yang lebih baik mengenai hukum mereka sendiri, dan
mempertahankan terhadap semangat baru yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu,
mereka berusaha keras untuk menemukan suatu metode baru penafsiran alkitab untuk
memungkinkan dilakukannya pendekatan ulang dan rekonsiliasi kebenaran-kebenaran
alkitab dengan pemikiran Hellenik (Yunani). Karena, metode pertama penafsiran
hukum secara harfiah dirasakan tidak dapat dilaksanakan, dan terlalu lemah untuk
bertahan dari pemikiran Plato dan Aristoteles yang tajam.

Pada saat yang
sama, aktivitas-aktivitas kaum Yahudi yang kompak dan ketaatan mereka yang
tinggi terhadap agama mereka seringkali memunculkan pada diri mereka sendiri
rasa cemburu dan kebencian terhadap orang Yunani. Di masa Alexander Agung,
seorang pendeta Mesir bernama Manetho menulis pencemaran nama dan fitnah-fitnah
terhadap agama Yahudi. Di bawah Tiberius pun, orator besar Apion telah
menyadarkan dan memasukkan penghinaan-penghinaan Manetho. Sehingga litreratur
ini meracuni orang-orang yang kemudian dengan kejam menyiksa orang yang beriman
pada satu Tuhan.

Maka metode baru pun ditemukan dan dipakai. Penafsiran
Alegoris dari setiap hukum, aturan, tuturan, dan bahkan nama-nama tokoh
terkemuka dianggap menyembunyikan didalamnya suatu gagasan rahasia yang berusaha
diungkapkan metode baru itu. Penafsiran Alegoris ini segera merebut tempat di
alkitab dan seperti sebuah amplop menyertakan didalamnya sistem filsafat
keagamaan.

Nah, orang yang terkenal mengejawantahkan ilmu pengetahuan
ini adalah Filon, yang lahir dari keluarga Yahudi kaya di kota Alexandria pada
tahun 25 SM. Dengan benar-benar menguasai filsafat Plato, ia menulis karya
alegorisnya dalam gaya Yunani yang murni dan selaras. Ia percaya bahwa
doktrin-doktrin wahyu dapat disesuaikan dengan pengetahuan manusia dengan
kearifan. Yang paling memenuhi pikirannya adalah fenomena hubungan Tuhan dengan
makhluk-Nya. Mengikuti teori “Gagasan (idea)” nya Plato, ia menemukan
serangkaian gagasan intermediasi yang disebut “emanasi-emanasi Ketuhanan” yang
ia ubah menjadi segi-segi yang menyatukan Tuhan dengan dunia. Substansi pokok
dari gagasan-gagasan ini, Logos (Firman), merupakan kearifan tertinggi dari
perbuatan yang sudah ditakdirkan Tuhan (Providential action) .


Sekolah Alexandria mengikuti kemenangan agama Yahudi atas Paganisme.
“Tetapi”, sebagaimana secara tepat dinyatakan oleh Grand-Rabin Paul Haguenaurer
dalam buku kecilnya Manuel de litterature Juive (hal 24), “mais d'elle
surgirent, plus tard, des susemes, nui sibles a l'hebraisme”
sebenarnya
sistem-sistem yang berbahaya tidak hanya bagi kaum Yahudi, tetapi juga bagi
Kristen.

Asal mula doktrin Logos, karenanya harus ditelusuri ke teologi
Filon dan pengarang Injil Yohanes (siapa pun itu namanya) hanya mendogmatisir
teori “Gagasan” yang telah mandul pertama kali oleh otak cemerlang Plato.
Sebagaimana dinyatakan dalam artikel pertama dari serial ini, firman Ilahi
artinya firman Tuhan, dan bukan Tuhan yang firman. Kata merupakan atribut dari
suatu wujud yang rasional. Ia berasal dari sang pembicara, tetapi ia bukanlah
wujud yang rasional itu, yakni si pembicara. Firman Ilahi tidaklah abadi, ia
mempunyai suatu asal, suatu permualaan, ia tidak ada sebelum permulaan itu,
kecuali kemungkinan. Kata bukanlah hakikatnya.

Adalah suatu kesalahan
yang serius mensubstansir setiap atribut apapun. Jika dibolehkan mengatakan
“Tuhan yang firman”, mengapa mesti dilarang mengatakan, “Tuhan yang kuasa”,
“Tuhan yang pengasih” ?

Saya dapat memahami dan menerima dengan baik
julukan Yesus Ruhullah (Ruh Allah), Muhammad Rosululloh (Muhammad Rasul Allah).
Tetapi saya tidak dapat pernah memahami ataupun menerima bahwa roh atau rasul
adalah oknum Tuhan.

Sekarang kita akan melanjutkan dengan membuktikan
dan membantah kekeliruan umat Kristen tentang Paraclete.

Dalam artikel
ini saya akan mencoba membuktikan bahwa Paraclete itu bukan Holy Ghost (Roh
Kudus) sebagaimana diyakini Gereja Kristen, juga sama sekali tidak berarti
“penghibur” atau “perantara”. Dalam artikel berikut, insya Allah, saya akan
menunjukkan bahwa bukan “Paraclete” melainkan yang benar adalah “Periclyte” yang
secara persis berarti “Ahmad” yang artinya adalah “yang paling terkenal,
terpuji, dan termasyur”.

Roh Kudus Digambarkan dalam Perjanjian Baru
Sebagai suatu Kepribadian Yang Lain


Suatu pemeriksaan yang seksama
mengenai pasal-pasal berikut dalam Perjanjian Baru akan meyakinkan para pembaca
bahwa Roh Kudus bukanlah oknum Tuhan dari Trinitas.



  1. Dalam Lukas 11:13 Roh Kudus dinyatakan sebagai “pemberian” Tuhan. Kontras
    antara “pemberian yang baik” yang diberikan oleh orang tua yang jahat dan Roh
    Kudus yang diberikan kepada orang beriman oleh Tuhan sama sekali meniadakan
    gagasan tentang suatu kepribadian dari Roh itu. Dapatkah kita secara
    sungguh-sungguh dan nyata-nyata menegaskan bahwa Yesus ketika ia membuat hal
    yang berlawanan diatas, bermaksud mengajarkan kepada pendengarnya bahwa “Tuhan
    Bapa” menghadiahkan “Tuhan Roh Kudus” kepada “anak-anak” duniawi-Nya ? Pernahkah
    ia menyinggung secara tidak langsung bahwa ia mempercayai oknum Tuhan ketiga
    Trinitas sebagai pemberian dari oknum Tuhan yang pertama Trinitas? Dapatkah kita
    percaya bahwa rasul mempercayai “pemberian” ini sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa
    yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada makhluk hidup? Gagasan
    keyakinan itu membuat seorang muslim merasa ngeri!
  2. Dalam 1 Korintus 2:12 (Injil karangan Paulus), Roh Kudus digambarkan dalam
    jenis netral “Roh dari Tuhan”. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa sebagaimana
    Roh yang berada dalam diri manusia membuat manusia tahu hal-hal yang ada didalam
    dirinya, begitu pula Roh Tuhan membuat seorang manusia tahu hal-hal yang
    bersifat Ilahiah (1 Korintus 2:11). Konsekuensinya, Roh Kudus disini bukanlah
    Tuhan melainkan suatu hasil, saluran, atau medium melalui mana Tuhan
    mengajarkan, dan mengilhami orang. Jadi itu semata-mata perbuatan Tuhan pada
    manusia. Pemberi ilham tidaklah langsung sang Roh melainkan Tuhan sendiri.
    Paulus jelas-jelas mengemukakan dalam ayat diatas bahwa jiwa manusia tidak dapat
    melihat kebenaran-kebenaran tentang Tuhan tetapi hanya melalui Roh, ilham, dan
    petunjuk-Nya.
  3. Dalam 1 Korintus 6:19 (Injil karangan Paulus)kita membaca bahwa hamba-hamba
    Tuhan yang shaleh disebut “Bait Roh Kudus yang mereka terima dari Tuhan”. Disini
    lagi-lagi Roh Tuhan tidak ditunjukkan sebagai suatu oknum (pribadi), melainkan
    kebajikan atau kuasa Tuhan. Tubuh dan jiwa seorang beriman dipersamakan dengan
    Bait yang diperuntukkan untuk menyembah Tuhan.
  4. Dalam Epistel kepada bangsa Romawi (karangan Paulus, kitab Roma 8:9), Roh
    ini yang “hidup” didalam orang beriman disebut secara bergantian “Roh Allah” dan
    “Roh Kristus”. Dalam ayat ini “Roh” berarti keyakinan dan agama Tuhan yang
    dibawakan oleh Yesus. Tentu saja, Roh ini tidak dapat diartikan sebagai Roh
    Kudus idaman umat Kristen, yakni yang ketiga dari tiga tuhan.
  5. Ucapan salam Injil, “Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, seandainya asli
    dan benar-benar ditetapkan oleh Yesus, bisa saja secara sah diterima sebagai
    ungkapan keimanan sebelum berdirinya Islam secara resmi. Tuhan sebagai Pencipta
    adalah Bapak (dalam artian bukan biologis). Kaum Orientalis Kristen tahu bahwa
    kata Semit “Abb” atau “Abba” yang diterjemahkan sebagai “bapa”, berarti “orang
    yang melahirkan atau berbuah” (“ibba” =buah). Pengertian ini kata ini sudah
    cukup masuk akal dan penggunaannya cukup sah. Alkitab seringkali menggunakan
    sebutan “Bapa”. Tuhan dimanapun dalam alkitab, mengatakan “Israel adalah anakku
    yang pertama lahir”; dan ditempat lain dalam kitab Ayub, Tuhan dipanggil dengan
    sebutan “Bapak Hujan”. Namun dalam perkembangannya, istilah ini disalahgunakan
    oleh Paulus dan Gereja Trinitas. Namun tidak demikian dengan AL-Qur’an yang
    tidak menggunakan istilah ini.

    seorang Monoteisme Sejati akan memandang
    bahwa dogma Trinitas yang menyatakan bahwa Tuhan melahirkan anak, adalah suatu
    penghinaan besar. Lantas apakah ucapan salam pembaptisan Kristen ini adalah asli
    ataukah palsu? Saya percaya bahwa para penginjil tidak pernah mengesahkan
    penggunaannya dalam ritual, doa, atau ibadah lain apapun, selain dalam
    pembaptisan. Poin ini sangatlah penting.

    Yohanes telah meramalkan
    pembaptisan dengan Roh Kudus dan Api oleh nabi Muhammad, sebagaimana yang telah
    kita buktikan dalam pembahasan sebelumnya. Sang Pembaptisnya adalah Tuhan
    sendiri, dan perantaranya adalah Anak Manusia atau Barnasha menurut penglihatan
    Daniel, maka sangatlah benar dan sah menyebut dua nama itu sebagai sebab pertama
    dan kedua yang tepat guna, dan nama Roh Kudus pun, sebagai causa materialis dari
    Sibhghatullah. Sehingga kalau memang demikian halnya, maka sebutan Ilahiah
    “Bapa” sebelum disalahgunakan oleh Gereja, sudah tepat.

    Sebenarnya
    Sibghatullah adalah suatu kelahiran dari Kerajaan Tuhan, yakni Islam. Sang
    Pembaptis yang menyebabkan kelahiran kembali (regenerasi) ini adalah Tuhan.
    Mengenai nama kedua dalam ucapan salam Kristen, “Anak”, kita tidak mengetahui
    siapa atau apa “anak” ini? Anak siapa? Jika Tuhan dengan tepat disebut “Bapa”,
    maka kita heran dan penasaran, yang mana saja “anak-anak”-Nya yang banyak sekali
    (dalam banyak ayat alkitab) itu yang dimaksud dalam salam pembaptisan.
    Yesus
    mengajarkan kita untuk berdoa “Bapa kami yang ada di Surga”. Jika kita semua
    adalah anak-Nya dalam artian makhluk ciptaan-Nya, maka penyebutan kata “anak”
    dalam ucapan salam menjadi agak tidak berarti dan bahkan menggelikan. Kita tahu
    bahwa “Anak Manusia” atau Barnasha disebut sebanyak 83 kali dalam
    khotbah-khotbahnya Yesus.

    Al-Qur’an tidak pernah menyebut Yesus sebagai
    Anak Manusia, melainkan “Anak Maria (Maryam)”. Ia tidak bisa menyebut dirinya
    “Anak Manusia” karena ia adalah hanya “anak seorang perawan”. Tidak mungkin
    melepaskan diri dari kenyataan itu. Anda bisa menjadikan “anak Tuhan”
    sebagaimana dengan kebodohan yang Anda lakukan, tetapi Anda tidak bisa
    menjadikannya “Anak Manusia” kalau Anda tidak mempercayainya sebagai keturunan
    Yusuf Si Tukang Kayu (yang menurut Bible adalah suami Maria), kalau Anda tidak
    mempercayainya sebagai keturunan biologis Yusuf Si Tukang Kayu.

    Saya
    tidak tahu persis bagaimana, apakah melalui intuisi, ilham, atau mimpi, saya
    diajari dan diyakinkan bahwa nama kedua dalam ucapan salam itu adalh suatu
    interpolasi dari “Anak Manusia”, yang adalah Ahmad.

    Adapun mengenai Roh
    Kudus dalam ucapan salam, ia bukanlah roh oknum atau individu, melainkan wakil,
    kekuatan energi Tuhan dengan mana seorang manusia dilahirkan atau masuk kedalam
    agama yang benar dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan.





Apa kata Bapa-bapa Nasrani Awal Mengenai Roh Kudus?







  1. Hermas (Similitude v, 5, 6) memahami "Roh Sudus" sebagai unsur suci yang ada
    dalam diri Yesus, yaitu Anak yang diciptakan sebelum semua hal. Tanpa memasuki
    pembicaraan yang tak berguna atau yang tak mempunyai arti apakah Hermas
    mencampur adukkan Roh Kudus dengan Firman, atau bahwa itu adalah suatu unsur
    berbeda milik Yesus, diakui bahwa firman diciptakan sebelum segala sesuatu -
    pada permulaan – dan Hermas memandang bahwa Roh bukanlah suatu oknum
    (prinbadi).
  2. Justin - disebut "sang martir" (100?-167? M) dan Theophilus (120?-180?)
    memahami Roh Kudus kadang-kadang sebagai bentuk yang aneh atas perwujudan firman
    dan kadang-kadang sebagai atribut yang suci, tetapi tidak pernah sebagai seorang
    pribadi yang suci. Haruslah diingat bahwa dua orang Bapak dan Penulis Yunani
    dari abad kedua Masehi ini tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan yang pasti
    tentang Roh Kudus kaumTrinitas dari abad keempat dan seterusnya.
  3. Athenagoras (110-180M) mengatakan Roh Kudus ialah sebuah pancaran Tuhan yang
    berasal dan kembali kepada-Nya seperti sinar matahari (Deprecatio pro
    Christiarus, ix, x.). Irenaeus (130?-202? M) mengatakan bahwa Roh Kudus dan Anak
    adalah dua hamba Tuhan dan bahwa malaikat tunduk kepada mereka. Jurang perbedaan
    yang lebar antara keyakinan dan konsep dari dua orang Bapa Nasrani pada masa
    awal tentang Roh Kudus ini jelas sekali membutuhkan ulasan lebih lanjut. Sangat
    Mengherankan bahwa dua orang hamba Tuhan itu kemudian harus diangkat pada
    derajat ketinggian Tuhan dan dua hamba Tuhan itu dinyatakan sederajat dengan
    Tuhan yang telah menciptakan kedua orang hamba-Nya itu.
  4. Yang paling terkenal dan berpengetahuan tinggi dari semua Bapak Nasrani
    anti-Nicea dan apolis Kristen adalah Origen (185-254 M). Pengarang Hexepla
    menganggap kepribadian berasal dari Roh Kudus, tetapi menjadikannya pengikut
    sang Anak. Penciptaan Roh Kudus oleh sang Anak adalah tidak mungkin sekalipun
    pada permulaan ketika firman –atau Anak- diciptakan oleh Tuhan. Doktrin mengenai
    Roh Kudus ini tidak ditetapkan oleh Dewan Nicea. Hanya saja pada tahun 386 M
    dalam Dewan Gereja Konstantinopel kedua barulah dinyatakan sebagai oknum ketiga
    Tuhan dari Trinitas yang bersifat konsubstansial (memiliki sifat dan hakikat
    yang sama) dan sebaya dengan Bapa dan Anak.



“Paraclete” bukanlah “penghibur” atau “penolong”. Sebenarnya, ia sama
sekali bukanlah sebuah kata klasik. Ortografi Yunani dari kata tersebut adalah
Paraklytos yang dalam literatur Gereja diartikan sebagai “orang yang diminta
untuk membantu, menyokong, memperantarai” ( Dict. Grec-Francais oleh
Alexandre).

Kita tidak perlu mengaku sebagai seorang sarjana Yunani
untuk mengetahui bahwa kata Ibrani untuk “penghibur” ( Comforter atau
Conselor ) bukanlah “ Paraclytos ” atau “ Paracalon ”. Saya
tidak memiliki Septuagint versi Yunani, tetapi saya ingat dengan baik bahwa kata
Ibrani untuk “penghibur” (mnahem) dalam Ratapan Yeremia (1:2,9,16,17,21,
dan seterusnya) diterjemahkan menjadi Parakaloon , dari kata Parakaloo
, yang artinya adalah “memanggil, mengajak, mendesak, menghibur, berdoa,
memohon.”

Perlu diketahui bahwa ada dua huruf vokal alpha yang
panjang setelah konsonan kappa dalam “Paracalon” yang tidak ada
dalam “Paraclytos” . Dalam ungkapan “Dia yang menghibur kita akan semua
penderitaan kita” kata paracalon (dan bukan paraclytos )
digunakan. “Saya mendesak, atau mengajak, engkau untuk bekerja”.

Adapun
mengenai arti lainnya dari “perantara” atau “penolong” yang diberikan oleh
Gereja yakni “ paraclete” , sekali lagi saya menyatakan bahwa “
Paracalon” (bukan “ paraclytos” ) dapat membawa pengertian yang
sama. Istilah Yunani yang benar untuk “penolong” adalah “Sunegorus” dan untuk
“perantara” atau “mediator” adalah “meditea”.

Dalam artikel saya
selanjutnya, saya akan memaparkan bentuk Yunani nya yang benar yang
diselewengkan menjadi “Paraclytos”. Secara sambil lalu, saya ingin
mengoreksi kesalahan dimana sarjana Perancis Ernest Renan pun ikut terperosok.


Jika saya mengingat kembali dengan baik, Monsier Renan, dalam karyanya
yang terkenal The Life of Christ , menerjemahkan Paraclete Yohanes
(14:16,26 dan 15:7 dan 1 Yohanes 2:1) sebagai “penolong”. Ia menyebutkan bahwa
bentuk Syria-Khaldea “Paraklit ” sebagai lawan dari “Ktighra”
(pendakwa) dari “Kategorus” . Nama Syria untuk mediator atau
perantara adalah “mis'aaya” , tetapi dipengadilan-pengadilan “Snighra”
(dari kata Yunani Sunegorus) digunakan untuk seorang pembela. Banyak orang
Syria yang tidak mengenal bahasa Yunani menganggap “Paraqlita” sebagai bentuk
bahasa Arami atau Syria dari “Paraclete” dalam versi Pshittha dan terbentuk dari
Paraq (menyelamatkan diri, mengantarkan dari) dan “lita” (yang terkenal).


Pemikiran bahwa Yesus adalah “sang Juru Selamat dari kutukan sumpah”,
dan karenanya dia sendiri pun “Paraqlita” (1 Yohanes 2:1), bisa membuat
seseorang berpikir bahwa kata Yunani tersebut asalnya dari bahasa Arami, seperti
kalimat Yunani “Maran atha” dalam bahasa Arami adalah “Maran Athi” , artinya
Tuhan kita akan datang (1 Yohanes 16:22), yang nampak merupakan ungkapan
ditengah kaum beriman mengenai kedatangan nabi besar terakhir. Maran Athi
ini, dan khususnya ucapan salam pembaptisan, mengandung poin-poin yang
terlalu penting untuk diabaikan. Keduanya patut mendapat kajian khusus dan
penjelasan terperinci yang berharga. Keduanya memasukkan indikasi yang
menguntungkan agama Kristen.

Saya pikir sudah cukup membuktikan bahwa
“Paraclytos”, dari sudut pandang Linguistik dan etimologis, tidak berarti
“penolong, penghibur, penenang, mediator”.

Kebodohan melibatkan banyak
kesalahan. Selama berabad-abad bangsa Latin dan Eropa yang bodoh telah menulis
nama Muhammad “Mahomet”, Musa “Moses”. Oleh karenanya, apakah sedikit
mengherankan kalau pendeta atau penulis Kristen menuliskan nama sebenarnya dalam
bentuk Paraclytos yang diselewengkan? Yang pertama berarti “yang paling
terkenal, patut terpuji”. Tetapi bentuk yang telah diselewengkan sama sekali
tidak berarti apa-apa selain rasa malu pada diri mereka yang selama 18 abad
memahami kata itu dalam arti “penolong” atau “penghibur”.





Catatan Kaki



[1] Belles-Lettres: Kepustakaan yang dihargai lebih
karena nilai estetika daripada dialektika atau muatan
informatifnya.


Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei
2006






PARAKLETOS ADALAH ROH KUDUS
In the New Testament the word seems to appear only in Johannine writings. 'Paraclete' appears in the New Testament in the Gospel of John (14:16, 14:26, 15:26, 16:7) where it may be translated in English as "counselor", "helper", encourager, advocate, or "comforter".[8] The early church identified the Paraclete as the Holy Spirit (Acts 1:5,1:8,2:4,2:38) and Christians continue to use Paraclete as a title for the Spirit of God. In the Gospel of Matthew, chapter 5 v. 4 Jesus Christ uses the verb παρακληθήσονται, paraclethesontai, traditionally interpreted to signify "to be refreshed, encouraged, or comforted". The text may also be translated as vocative as well as the traditional nominative.[9] Then the meaning of 'paraclethesontai', also informative of the meaning of the name, or noun Paraclete, implicates 'are going to summon' or 'will be breaking off'... The Paraclete may thus mean 'the summoner' or 'the one, who, or that which makes free'[10]
In 1 John 2:1 "Paraclete" is used to describe the intercessory role of Jesus Christ who pleads to The Father on our behalf. And in John 14:16 Jesus says "another Paraclete" will come to help his disciples, implying Jesus is the first and primary Paraclete.
In Matt 3:10-12 and Luke 3:9-17 John the Baptist says a powerful one coming after him "will baptize you with the Holy Spirit and with fire. His winnowing fork is in his hand, and he will clear his threshing floor, gathering his wheat into the barn and burning up the chaff with unquenchable fire." (NIV)
Verses like these are often used by Christians in Trinitarian theology to describe how God is revealed to the world and God's role in salvation. According to Trinitarian doctrine, the Paraclete or Holy Spirit is the third person of the Trinity who among other things provides guidance, consolation, strength, and support to people. Other titles for the Holy Spirit include 'Spirit of Truth', Lightful Spirit of God Almighty, Holy Breath, Almighty Breath, Giver of Life, Lord of Grace, Helper, 'Comforter', 'Counselor' and 'Supporter'.

barabasmurtad
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Age : 73
Posts : 408
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 26.11.11
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Paraclytos adalah Nabi Muhammad

Post by barabasmurtad on Sat Dec 31, 2011 10:58 pm

ichreza wrote:
“Dan (ingatlah) ketika Isa (Yesus) putra Maryam (Maria)
berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,
membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan
(datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad”
(QS Ash Shaff 61:6)

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan
memberikan kepadamu seorang Periqlytos yang lain, supaya ia menyertai kamu
selamanya
” (Yohanes 14:16)

Ada ketidaklogisan dalam kata-kata yang
dinisbahkan kepada Yesus oleh Injil keempat. Ia berkata seolah-oleh beberapa
Periqlyte sudah datang dan pergi, dan bahwa “ Periclyte yang lain”
akan diberikan hanya atas permintaan Yesus. Kata-kata ini juga meninggalkan
kesan bahwa rasul-rasul itu sudah mengenal nama yang dalam teks Yunani menjadi
Periclytos .

Kata sifat “yang lain” yang mendahului sebuah kata
benda asing yang untuk pertama kali diumumkan kelihatan sangat asing dan sama
sekali berlebih-lebihan. Tidak diragukan bahwa teks tersebut telah diubah,
Seakan-akan bahwa Bapa akan mengirim Periqlyte atas permintaan Yesus,
kalau tidak maka Periqlyte tidak akan pernah datang! Kata “minta” pun kelihatan
dibuat-buat dan menunjukkan kesombongan di pihak nabi Yesus.

Kita sudah
mengetahui bahwa Periclyte itu bukanlah Roh Kudus, maksudnya oknum
Ilahiah, Jibril, atau malaikat lain. Sekarang masih harus dibuktikan bahwa
Periclyte itu tidak mungkin seorang penghibur dan tidak pula seorang
perantara antara Tuhan dan manusia.



  1. Periqlyte itu bukan "Penghibur" (consoler), juga bukan "Perantara"
    (intercessor). Kami telah membuktikan sepenuhnya ketidakmungkinan
    material untuk menemukan arti dari "penghiburan" ataupun "perantaraan"
    (consolation atau intercession). Yesus tidak memakai kata Paracalon .
    Disamping itu bahkan dari sudut pandang agama dan moral, gagasan "penghiburan"
    dan "perantaraan" tidak dapat diterima.

    1. Keyakinan bahwa kematian Yesus di atas tiang salib menyelamatkan orang
      beriman terhadap kutukan dosa asal, dan bahwa rohnya dan kehadirannya dalam
      Ekaristi akan selamanya bersama mereka, menyebabkannya tidak memerlukan
      penghiburan atau kedatangan sama sekali seorang penghibur. Di sisi lain, jika
      mereka memerlukan seorang penghibur, maka seluruh harapan umat Kristen tentang
      pengorbanan Yesus (disalib) di bukit Cavalry pun akan sia-sia. Sebenarnya dalam
      kitab-kitab Injil dan Epistle sangat jelas menunjukkan bahwa kedatangan Yesus
      untuk kedua kalinya di atas awan adalah sebentar lagi (Matius 16:28; Markus 9:1;
      Lukas 9:27; Yohanes 2:18; 2 Timotius 2:1; 2 Tesalonika 2: 3).
    2. Penghiburan tidak pernah dapat mengembalikan yang hilang. Menghibur
      seseorang yang telah kehilangan matanya, kekayaannya, anaknya, atau keadaannya
      tidak dapat mengembalikan kehilangan-kehilangan tersebut. Janji bahwa seorang
      penghibur akan diutus oleh Tuhan sesudah Yesus pergi akan berarti kehilangan
      total seluruh harapan dalam kejayaan Kerajaan Tuhan. Janji akan seorang
      penghibur menunjukkan kedukaan dan ratapan dan tentu saja yang pasti telah
      mendorong para rasul-rasul kepada kekecewaan kalau tidak kepada keputusasaan.
      Yang mereka butuhkan bukan seorang Penghibur yang menghibur mereka dikala sedih,
      melainkan seorang pejuang yang akan menghancurkan s*t*n dan kekuatannya, seorang
      yang akan mengakhiri semua kesulitan dan penindasan yang mereka alami, dan bukan
      hanya menghibur orang dikala sedih.
    3. Gagasan tentang seorang "perantara" antara Tuhan dan manusia pun tidak dapat
      dipertahankan. Tidak ada mediator yang mutlak antara Pencipta dan mahluk-Nya.
      Keesaan Allah sendiri sajalah perantara kita yang mutlak. Yesus yang
      menganjurkan umatnya untuk berdoa kepada Tuhan dengan sembunyi-sembunyi, untuk
      memasuki ruangan dan menutup pintu serta kemudian berdoa - karena hanya dalam
      keadaan demikian itu "Bapa" akan berkenan mendengarkan do'a mereka dan
      menganugerahkan kepada mereka pertolonganNya - tidak dapat menjanjikan mereka
      seorang perantara. Bagaimana mendamaikan kontradiksi ini.
    4. Semua orang beriman, dalam doa-doa mereka, saling memperantarai, para nabi
      dan malaikat pun melakukan hal yang sama. Kewajiban kita lah untuk memohon
      rahmat, ampunan, dan pertolongan-Nya, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang
      lain. Tetapi Tuhan tidak diintervensi oleh sang Perantara, kecuali yang di
      ridoi-Nya. Saya –sepatutnya- berterima kasih kepada orang yang melalui
      perantaraannya, saya mendapat ampunan, dan keringanan. Namun saya merasa takut
      kepada hakim atau penguasa zalim yang mengakibatkan saya diserahkan kepada pihak
      eksekutor.

      Apakah umat Kristen tidak berpikir, ketika umat Kristen
      meyakini bahwa Yesus (yang duduk disebelah kanan Bapa) menjadi perantara antara
      umat Kristen dan Allah, tetapi pada saat yang sama juga meyakini perantara yang
      lain (yang lebih rendah dari Yesus) yang duduk di singgasana Tuhan. Al Qur'an
      melarang keras mempercayai terhadap seorang "shafi" atau perantara dengan cara
      ini.

      Tentu saja kita tidak mengetahui secara pasti, tetapi sangatlah
      bisa dimengerti bahwa malaikat-malaikat tertentu, roh para Nabi dan roh orang
      suci diizinkan oleh Tuhan untuk menolong dan memberi petunjuk kepada mereka yang
      berada dibawah perlindungan mereka. Gagasan tentang seorang perantara di hadapan
      pengadilan Allah, membela perkara para klien nya, mungkin sangat mengagumkan,
      namun hal ini adalah keliru, karena Tuhan bukanlah seorang manusia yang ketika
      menjadi hakim, ada kalanya berbuat nafsu, tidak teliti, dan tidak adil. Allah
      sangat mengetahui perbuatan dan hati manusia daripada para malaikat dan nabi.
      Konsekuensinya tidak perlu ada perantara antara Tuhan dan mahluk-Nya.
    5. Keyakinan terhadap Perantara timbul akibat keyakinan terhadap pengorbanan,
      korban bakaran (sesajen), kependetaan, dan mitos. Keyakinan ini lah yang membuat
      manusia menghormati bahkan memuja kuburan dan gambar-gambar para santo dan
      martir, sehingga meningkatkan pengaruh dominasi Gereja. Tentu saja hal ini
      membuat orang bodoh tetap bodoh. Kabut tebal Perantara sama sekali menutup
      atmosfir spiritual antara Tuhan dan manusia. Lalu kepercayaan ini mendorong
      orang berpura-pura menjadi orang yang beriman lalu mengambil keuntungan bagi
      dirinya sendiri dengan cara mengumpulkan sejumlah besar dana untuk mendirikan
      misi-misi yang kuat dan kaya dan mendirikan Gereja, tetapi dalam hati mereka
      yang bekerja sebagai misionaris itu adalah kaki tangan dari pemerintah mereka
      masing-masing. Karena malapetaka yang sebenarnya menimpa orang-orang Armenia,
      Yunani, dan Kaldea-Asyiria di Turki dan Persia ditimbulkan oleh kaum misionaris
      yang menanamkan fanatisme buta lagi bodoh. Sehingga kita akan selalu menjumpai
      bahwa kepercayaan adanya Perantara selalu menjadi sumber penyelewengan,
      fanatisme, penindasan, kebodohan, dan lainnya.

      Setelah kita membuktikan
      bahwa "Paraclete" dari Injil Yohanes bukan dan tidak bisa diartikan "penghibur"
      maupun "perantara," atau pun lainnya, dan bahwa kata tersebut merupakan bentuk
      Periqlytos yang sudah diselewengkan, kini kita akan melanjutkan dengan membahas
      arti kata itu yang sebenarnya.






  2. Secara etimologis dan harafiah "Periqlytos" berarti "yang paling terkenal,
    termasyhur, patut dipuji." Sebagai sumber, saya mengambil kamus Yunani-Perancis
    dari Alexandre bahwa "Periqlytos", "Ou'on peut entendre de tous les cotes; qu'il
    est facile a entendre. Tres celebre," dan seterusnya= Periqleitos, tres celebre,
    illustre, glorieux" dari= Kleos, glorire, renommee, celebrite." Kata majemuk ini
    terdiri dari kata depan "peri" dan "kleotis" yang terakhir ini berasal dari
    “memuliakan, memuji." Kata benda, yang saya tulis dalam ejaan bahasa Inggris
    Periqleitos atau Periqlytos, bersesuaian dengan arti kata AHMAD dalam bahasa
    Arab, yaitu yang termasyhur, yang mulia, dan terkenal. Satu--satunya kesulitan
    yang harus diatasi adalah menemukan nama aslinya dalam bahasa Semit yang dipakai
    oleh Yesus dalam bahasa Ibrani ataupun Arami.

    1. Pshittha (berbahasa Syria ) meskipun menulis "Paraqleita" namun dalam Daftar
      Katanya sama sekali tidak memuat arti kata tersebut. Sedangkan, Vulgate
      (berbahasa Latin) menerjemahkannya sebagai "penghibur" atau "penolong." Kalau
      saya tidak salah ingat, bentuk dalam bahasa Arami itu pastilah "Mhamda" atau
      Hamida" bersesuaian dengan bahasa Arab "Muhammad" atau "Ahmad", dan bahasa
      Yunani "Periqlyte." Penafsiran kata Yunani dalam arti “Penghiburan” ini tidak
      berarti bahwa nama Periqlyte itu sendiri adalah Penghibur, melainkan sebuah
      keyakinan dan harapan umat Kristen bahwa “dia” akan datang untuk menghibur umat
      Kristen. Karena harapan umat Kristen bahwa Yesus akan balik kebumi menyambut
      para muridnya telah sia-sia[1], maka
      mereka mengkonsentrasikan harapan pada kedatangan Periqlyte.
    2. Wahyu Al Qur'an bahwa Yesus anak Maria memberitahukan kepada bani Israel
      bahwa dia "membawa kabar gembira tentang seorang utusan, yang akan datang
      sesudah aku dan namanya adalah Ahmad," adalah salah satu bukti yang terkuat
      bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar seorang Nabi dan bahwa Al Qur'an benar-benar
      sebuah Wahyu Ilahi. Beliau pastilah tidak pernah dapat mengetahui bahwa
      Periqlyte itu berarti Ahmad, kecuali melalui ilham dan Wahyu Ilahi. Otoritas Al
      Qur'an adalah menentukan dan bersifat final; karena arti harfiah dari nama dalam
      bahasa Yunani itu bersesuaian dengan Ahmad atau Muhammad, dalam bahasa Arabnya.


      Sungguh Mengagumkan bahwa nama yang unik ini tidak pernah sebelumnya
      diberikan kepada siapapun, secara ajaib disimpan untuk Nabi-Nya yang paling
      termasyhur dan paling pantas terpuji! Kita tidak pernah menjumpai orang Yunani
      memakai Periqleitos (atau Periqlytos) sebagai namanya, begitupun dengan orang
      Arab. Memang benar ada seorang dari Athena yang bernama Periqleys yang berarti
      "terpandang", tetapi tidak dalam bentuk tingkat superlatifnya.
    3. Sangat jelas dari gambaran Injil Keempat bahwa Periqlyte adalah seorang
      oknum tertentu, Roh Kudus yang diciptakan, untuk tinggal ditubuh manusia untuk
      menyelesaikan pekerjaan luar biasa yang ditugaskan kepadanya oleh Tuhan, yang
      tidak pernah diselesaikan oleh orang lain, termasuk para nabi terdahulu. Tentu
      saja kita tidak menyangkal bahwa murid-murid Yesus benar-benar menerima Roh
      Tuhan, bahwa Yesus disucikan oleh Roh Kudus, dan banyak umat Kristen Ahlultauhid
      yang menjalani kehidupan shaleh. Pada hari Pantekosta (yaitu 10 hari setelah
      kenaikan Yesus), diceritakan bahwa Roh Tuhan turun pada murid-murid Yesus dan
      orang-orang beriman lainnya yang berjumlah 120 orang, dalam bentuk lidah-lidah
      api (Kisah pasal 2), dan jumlah ini yang menerima Roh Kudus dalam bentuk 120
      lidah api ditambahkan pada 3000 jiwa yang dibaptis, tetapi tidak dikunjungi oleh
      lidah api Roh Kudus. Sudah pasti, satu Roh (bila anda artikan sebagai pribadi)
      tidak mungkin dibagi-bagi kedalam ratusan orang. Sehingga Roh Kudus (yang banyak
      mendapatkan tempat diayat-ayat Injil) bukan lah dalam artian satu pribadi,
      melainkan karunia, nikmat, dan ilham dari Tuhan. Yesus telah menjanjikan karunia
      Surgawi ini dan kekuasaan untuk menyucikan, mencerahkan, memperkuat, dan
      mengajari jemaatnya. Tetapi Roh ini jelas berbeda dengan Periqlyte yang
      menyelesaikan banyak pekerjaan luar biasa.
    4. Umat Kristen yang hidup di abad pertama dan kedua masehi lebih mempercayai
      tradisi daripada tulisan-tulisan tentang agama baru (Kristen). Papias dan
      lain-lain termasuk dalam kategori ini. Bahkan dizaman para rasul pun telah
      timbul berbagai sekte, Kristus palsu, anti Kristus, dan guru-guru palsu
      merobek-robek Gereja sampai luluh (1 Yohanes 2:18-26; 2 Petrus 2,3:1; Yohanes
      7-13;dan lain-lain). “Orang-orang yang percaya” dinasehati dan didesak untuk
      tetap berpegang dan patuh pada tradisi, yakni ajaran lisan para murid Yesus.
      Yang disebut sekte-sekte Bid’ah ini, seperti Gnostic, Appollinarian, Docetae,
      dan lain-lain, kelihatan tidak percaya kepada fabel, legenda, dan
      pandangan-pandangan berlebihan tentang pengorbanan dan penebusan Yesus,
      sebagaimana termuat dalam banyak tulisan hebat yang dikemukakan Lukas (1:1-4).
      Salah satu musuh utama pebid’ah dari sekte tertentu (yang namanya hilang dari
      ingatan saya) benar-benar menganggap Periqleitos sebagai namanya, pura-pura
      sebagai nabi “yang paling terpuji” yang diramalkan oleh Yesus dan mempunyai
      banyak pengikut. Seandainya saja ada Injil asli yang disahkan oleh Yesus atau
      para muridnya, tidak mungkin ada sedemikian banyak sekte yang semuanya menentang
      isi kitab-kitab yang termuat didalam atau diluar Perjanjian Baru. Secara aman,
      Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Kristen generasi awal menganggap “Roh
      Kebenaran” yang dijanjikan sebagai seorang nabi-Nya yang terakhir.






  3. Tidak ada keraguan bahwa yang dimaksud Periqlyte adalah Muhammad atau Ahmad.
    Dua nama (dari dua bahasa yang satu Yunani dan lainnya Arab) ini memiliki arti
    yang sama, yakni “yang paling terkenal dan terpuji” sebagaimana “Pneuma” dan
    “Roh” tidak lebih dan tidak kurang artinya adalah “Roh”. Kita sudah mengetahui
    bahwa terjemahan kata itu menjadi “Penghibur” atau “Penolong” adalah sama sekali
    tidak dapat dimengerti dan salah kaprah. Bentuk gabungan dari Paraqalon
    berasal dari kata kerja yang tersusun dari para-qalo , tetapi
    Periqlyte berasal dari Peri-qluo . Perbedaannya sangat jelas, oleh
    karenanya marilah kita periksa tanda-tanda sang Periqlyte yang hanya dapat
    ditemukan pada diri Ahmad atau Muhammad.

    1. Muhammad sendiri mengungkapkan seluruh kebenaran tentang Tuhan, keesaan-Nya,
      agama, dan mengoreksi pencemaran nama dan fitnah-fitnah yang ditulis dan
      diyakini terhadap Diri-Nya dan banyak hamba-hamba-Nya yang suci. Dilaporkan
      bahwa Yesus telah mengatakan tentang Periqlyte bahwasanya ia adalah “Roh
      Kebenaran”, bahwa ia “akan memberi kesaksian” tentang Yesus yang sebenarnya dan
      tentang misinya (Yohanes 14:17; 15:26). Dalam khotbahnya, Yesus berbicara
      tentang pra-eksistensi rohnya (Yohanes 8:58; 17:5). Dalam Injil Barnabas, Yesus
      dilaporkan sering berbicara tentang keagungan dan kemegahan roh Muhammad yang
      telah dilihatnya. Tidak ada keraguan bahwa roh dari nabi terakhir ini telah
      diciptakan lama sebelum Adam. Oleh karena itu, Yesus ketika berbicara tentang
      dia pasti akan menyatakan dan menggambarkannya sebagai “Roh Kebenaran”. Roh
      Kebenaran inilah yang menegur umat Kristen (karena telah menyimpang dari
      ajaran-ajaran nabi terdahulu) karena membagi-bagi keesaan Tuhan menjadi
      trinitas, karena mereka mengangkat Yesus kepada martabat Tuhan dan anak Tuhan,
      dan karena mereka telah membuat segala macam ketakhayulan dan bid’ah. Roh
      Kebenaran inilah yang membongkar penipuan-penipuan yang dilakukan oleh kaum
      Yahudi dan Kristen karena menyelewengkan kitab suci mereka, yang mengutuk kaum
      Yahudi karena segala fitnah yang mereka alamatkan kepada perawan Maria dan
      Yesus. Roh Kebenaran inilah yang menunjukkan hak kelahiran Ismail, Tidak
      berdosanya Luth, Daud, Sulaiman, dan banyak nabi lainnya dan membersihkan para
      nabi dari segala noda fitnah para pemalsu alkitab.
    2. Diantara tanda-tanda Periqlyte atau Roh Kebenaran yang ketika ia datang
      dalam wujud “Anak Manusia” adalah “ia menyadarkan dunia akan dosa” (Yohanes
      16:8-9). Tidak ada hamba Allah lainnya, apakah seorang Raja seperti Daud dan
      Sulaiman, atau seorang nabi seperti Ibrahim dan Musa, yang melaksanakan
      penyadaran akan dosa ini sampai benar-benar tuntas, dengan ketegaran hati,
      semangat, dan keberanian seperti Muhammad. Setiap pelanggaran hukum adalah dosa,
      dan kemusyrikan adalah induk dan sumbernya. Kita berdosa besar ketika mencintai
      suatu objek lebih daripada Tuhan. Semua nabi menyadarkan tetangga dan kaum
      mereka akan dosa, tetapi tidak dalam skala “dunia”, seperti yang dilakukan
      Muhammad. Dia tidak hanya membasmi kemusyrikan sampai keakar-akarnya di Jazirah
      Arabia dimasa hidupnya, tetapi juga mengutus utusan kepada Chosroes Parviz dan
      kepada Heraclius, penguasa dari dua kerajaan terbesar, Persia dan Romawi, dan
      kepada Raja Ethiopia, Gubernur Mesir, dan beberapa Raja dan Emir lainnya,
      mengajak mereka semua untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan
      berhala dan keyakinan-keyakinan (dogma) palsu. Penyucian oleh Muhammad dimulai
      dengan penyampaian firman Allah ketika ia menerimanya, yaitu pembacaan ayat-ayat
      al-Qur’an kemudian dengan mengkhotbahkan, mengajarkan, dan mempraktekkan ajaran
      agama yang benar itu. Tetapi ketika kuasa kegelapan dan kemusyrikan melawannya
      dengan sejata, maka ia menghunus pedang dan menghukum musuh yang tidak beriman.
      Ini adalah pemenuhan nubuat Kitab Daniel pasal tujuh. Muhammad diberkahi Tuhan
      dengan kekuatan dan kekuasaan untuk menegakkan Kerajaan Allah, dan menjadi
      pangeran dan panglima tertinggi pertama dan sebagai raja diraja dan tuan segala
      tuan dibawah Tuhan.
    3. Segi lainnya dari perbuatan-perbuatan Periqlyte (Ahmad) yang berani adalah
      bahwa ia akan menginsafkan terhadap banyak sekali kebenaran dan penghakiman
      (loc.cit). Penafsiran “akan kebenaran, karena aku (Yesus) pergi kepada Bapakku”
      (Yohanes 16:10) yang diletakkan dimulut Yesus adalah tidak jelas dan bermakna
      ganda. Kembalinya Yesus kepada Tuhannya diberikan sebagai salah satu alasan
      untuk penghukuman dunia oleh sang Periclyte yang akan datang. Mengapa demikian?
      Dan siapa yang menghukum dunia menurut cerita itu? Kaum Yahudi percaya bahwa
      mereka menyalib dan membunuh Yesus dan tidak percaya Yesus diangkat ke langit.
      Muhammad lah yang mensucikan dan menghukum mereka dengan berat karena kekafiran
      mereka. “Mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Yesus, tetapi
      (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Yesus kepada-Nya” (QS An-Nisa
      4:157-158).

      Penghukuman yang sama juga ditimpakan kepada umat Kristen
      yang percaya bahwa Yesus mati disalib dan mengiranya sebagai Tuhan dan anak
      Tuhan. Terhadap semua ini al-Qur’an menjawab, “Padahal mereka tidak membunuhnya,
      dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
      diserupakan degan Yesus bagi mereka” (QS An-Nisa 4:157).

      Beberapa
      orang yang percaya terhadap yesus pada permulaan sekali agama Kristen,
      menyangkal bahwa Yesus sendiri menderita diatas salib, tetapi bersikukuh bahwa
      yang lain diantara para pengikutnya, Yudas Iscariot atau lainnya yang sangat
      serupa dengannya, ditangkap, dan disalib sebagai penggantinya.


      Jemaat
      Korintus, Basilidus, Korpokratus, dan banyak sekte Kristen lainnya memiliki
      pandangan yang sama. Saya sudah sepenuhnya membahas persoalan penyaliban ini
      dalam karya saya yang berjudul Injil wa Salib , diantaranya hanya satu
      jilid yang diterbitkan di Turki persis sebelum perang besar –saya akan
      mengkhususkan sebuah artikel mengenai subjek ini.

      Dengan demikian,
      peradilan yang dilakukan terhadap Yesus oleh Ahmad adalah berdasarkan sumber
      yang menyatakan bahwa ia adalah Ruhullah (Roh Allah), bahwa bukan Yesus
      yang disalib dan dibunuh, dan bahwa ia adalah seorang manusia yang menjadi
      utusan Tuhan. Inilah yang dimaksud Yesus dengan keadilan mengenai pribadi, misi,
      dan perpindahannya ke Surga, dan ini benar-benar diselesaikan oleh Rasul Allah.
    4. Tanda terpenting pada diri Periqlyte adalah bahwa ia akan menginsyafkan
      dunia akan penghakiman “karena penguasa dunia ini telah dihukum” (Yohanes
      16:11). Raja atas penguasa dunia ini adalah s*t*n (Yohanes 12:31; 14:30), karena
      dunia ini tunduk padanya.

      Saya harus menarik perhatian kepada para
      pembaca saya agar memperhatikan kitab Daniel pasal tujuh yang ditulis dalam
      dialek Arami atau Babylonia. Disana digambarkan bagaimana mahkota (kursawan)
      dan penghakiman (dina) ditegakkan.

      Dalam bahasa Arab pun kata
      “dinu”, seperti bahasa Arami “dina” artinya penghakiman, tetapi umumnya ia
      digunakan dalam arti agama. Bahwa Al-Qur'an harus menggunakan “Dina” Daniel
      sebagai ungkapan penghakiman dan agama adalah lebih dari penting. Menurut
      pendapat saya yang sederhana, ini adalah suatu dan bukti langsung dari kebenaran
      yang diturunkan oleh Roh Kudus yang sama atau Jibril kepada Daniel, Yesus, dan
      Muhammad.

      Pengadilan yang digambarkan dengan segala kemualiaannya
      ditegakkan untuk menghakimi s*t*n dalam bentuk Binatang Buas Keempat yang
      menakutkan. Barulah kemudian seseorang muncul “seperti anak manusia”
      (“Kbarinish”) atau “Barnasha” yang dihadapkan kepada Tuhan dengan diberikan
      kepadanya kehormatan, kekuasaan, dan kerajaan untuk selamanya dan ditugaskan
      untuk membunuh Binatang Buas Keempat dan menegakkan Kerajaan orang-orang kudus
      milik Yang Maha Tinggi.

      Yesus tidak ditugaskan untuk menghancurkan
      Binatang Buas. Yesus tidak ikut dalam urusan-urusan politik. Sebaliknya Yesus
      membayar upeti kepada Kaisar Romawi dan malahan melarikan diri ketika kaumnya
      hendak menobatkan Yesus sebagai Raja atas bangsa Yahudi. Yesus dengan jelas
      menyatakan bahwa Sang Pemimpin dunia ini akan datang, karena sang Periqlyte akan
      mencabut kejahatan dan kemusyrikan sampai keakar-akarnya. Semua ini dituntaskan
      oleh Muhammad dalam beberapa tahun.

      Islam adalah Kerajaan dan
      Pengadilan, atau sebuah agama yang mempunyai kitab hukum Al-Qur'an. Islam
      mempunyai Tuhan sebagai hakim dan raja tertinggi dan Muhammad sebagai
      pahlawannya yang meraih kebahagiaan dan keagungan yang abadi.
    5. Tanda yang tak kalah pentingnya dari sang Periqlyte adalah bahwa ia tidak
      akan berkata-kata dari dalam dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang
      didengarnya itulah yang akan dikatakannya, dan ia akan memberitahukan kepadamu
      hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13).

      Tidak ada sedikitpun komentar
      untuk Al-Qur'an, selain bahwa isinya adalah firman Allah yang diwahyukan.
      Muhammad mengucapkan, melafalkan firman Tuhan seperti yang ia dengar dibacakan
      kepadanya oleh malaikat Jibril, dan ditulis oleh para juru tulisnya yang jujur.


      Kata-kata, ucapan, dan ajaran Nabi, meskipun sakral, bukanlah firman
      Tuhan, melainkan Hadits.

      Maka, apakah ia bukan sang Periqlyte sejati.
      Meskipun dengan gambaran seperti itu? Dapatkah Anda menunjukkan kepada kami
      orang lain selain Ahmad, yang sukses dalam pekerjaan besarnya baik dalam hal
      moral, kualitas, tanda-tanda istimewa Periqlyte ini? Anda tidak akan mampu!


      Saya pikir saya sudah cukup membuktikan tentang san Periqlyte dan akan
      menyimpulkan dengan sebuah ayat Al-Qur'an, “Aku tidak lain hanyalah mengikuti
      apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi
      peringatan yang menjelaskan”
      (QS Al-Ahqaf 46:9)






Catatan Kaki



[1] Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (1
Tesalonika 4:16-17)
.
Dalam suratnya, Paulus meramalkan bahwa setelah
kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu
akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menuju langit tetapi lucunya
bukan Yesus yang mendatangnya, melainkan pedang Kaisar Nero yang "menyambut"
leher Paulus di luar tembok kota Roma tahun 64 M.

Ramalan kedatangan
Yesus menurut Matius, Markus, dan Lukas (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan
Lukas 9:27)

Bahwa Yesus dan Kerajaan Allah akan datang sebelum para
muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini ternyata tidak
terjadi, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia.
Padahal semua murid Yesus sudah meninggal 2000 tahun yang
lalu.

Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei 2006

PARAKLETOS YANG DIMAKSUDKAN YESUS ADALAH ROH KEBENARAN; ROH PENGHIBUR DAN BILA ANDA MENGKLAIM ROH INI SEBAGAI MUHAMMAD MAKA DARI SUDUT PANDANG ANDA MUHAMMAD MEMANG MENYATAKAN KEBENARAN BAHWA SEMUA PENGIKUTNYA TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DAPAT MELUPUTKAN DIRI DARI NERAKA DAN MUHAMMAD JUGA MEMBERI PENGHIBURAN BAGI UMATNYA DENGAN MENGIMING2I SURGA YANG MENYEDIAKAN 72 BIDADARI DENGAN KEMAMPUAN SEKS BAGI LAKI2 YANG TIDAK TERBATAS YANG MAMPU MENGELUARKAN SEMBURAN2 YANG KUAT DENGAN (edit moderator)Muhammad NYA YANG (delete;kalimat kotor) TERRRUUUUSSSS!!!!
TAPI DARI SUDUT PANDANG INJIL MAKA PENGHIBUR YANG LAIN ADALAH ROH KUDUS YAITU PRIBADI KETIGA ALLAH SEDANGKAN YESUS ADALAH PENGHIBUR YANG SEBELUMNYA KARENA UMAT MANUSIA YANG BERADA DI BAWAH KUTUK DOSA MENDAPATKAN PENGHIBURAN DENGAN KEDATANGAN YESUS YANG MEMBEBASKAN MANUSIA DARI KUTUK DOSA ITU

barabasmurtad
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Age : 73
Posts : 408
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 26.11.11
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by musicman on Sun Jan 01, 2012 9:13 pm

@barabas Murtad

Demi terjaganya Mutu dan kwalitas debat forum, Tulisan anda telah diedit.
Mohon untuk tidak berkata Kotor dan menulis dengan benar nama Tuhan, Nabi maupun orang2 suci dalam agama apapun baik Islam, Kristen, hindu...dsb.

Perhatikan lagi aturan forum

Mohon diperhatikan sebelum ada tindakan lbh lanjut.

trims
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by darussalam on Mon Jan 02, 2012 11:59 pm

Untuk pencari kebenaran yang tulus jelaslah bahwa Muhammad adalah Paraclete atau penghibur yang dijanjikan, juga disebut penolong, penyokong, penasehat dan lain-lain dalam ramalan-ramalan tentang Yesus yang terdapat dalam Injil Yohanes. Terdapat jutaan umat Kristen pria dan wanita seperti wanita yang baik pada bandara Cairo yang menyatakan sangat membutuhkan pesan terus terang yang sederhana ini. Kita hanya dapat menangis dengan Yesus untuk ucapan kita yang tidak pantas.

"Hasil panen sebetulnya melimpah, tetapi pekerja sedikit." (Injil-Matius 9:37).

Bahasa Yesus
Dalam Kitab Suci Al-Qur'an Allah Yang Maha Kuasa menempatkan nama "Ahmad" yang merupakan nama lain dari Muhammad dalam mulut Yesus. Para pendebat Kristen, pembangkang Injil dan pengabar kebenaran secara sembrono mengejek gagasan tersebut. Misionaris Kristen tidak me-nyangkal bahwa Yesus memang membuat sebuah ramalan tentang seseorang yang akan datang sesudahnya, tetapi "Ahmad" baginya kelihatan tidak masuk akal.

Nama yang paling umum diterima oleh umat Kristen adalah "Penghibur". Tidaklah menjadi masalah penghibur atau istilah yang lain. Kami tetap menggunakan penghibur seperti digunakan dalam terjemahan populer "King James Version".

Tanyakan musuhmu, pembantahmu, apakah Yesus berbicara dalam bahasa Inggris? "Pasti tidak!" itu yang dikatakan setiap umat Kristen. Jika Anda membicarakannya dengan orang Kristen Arab maka Anda dapat menanyakan, "Apakah Tuhannya menggunakan kata-kata Mooouzzi?" Tentu saja tidak, karena Arab bukan bahasanya. Apakah Yesus meramalkan "Umthokozisi?" (Penghibur dalam bahasa Zulu) atau "Trooster" dari Injil Afrika? Jawabannya tentu tidak.

Umat Kristen telah membual dengan cerdik bahwa mereka sekarang telah menterjemahkan Injil secara lengkap ke dalam ratusan bahasa yang berbeda dan lebih dari 2000 Perjanjian Baru (di dalamnya ramalan tersebut berlimpah-limpah) dengan bahasa dan dialek yang berbeda-beda, jadi orang-orang pintar Kristen telah menemukan lebih dari 2000 nama dalam 2000 bahasa yang berbeda untuk satu orang calon --Penghibur!

Pneuma: Hantu Atau Roh
Pemuka gereja telah membuat kesalahan dengan menterjemahkan nama orang, di mana mereka tidak berhak melakukan hal tersebut. Contohnya Esau menjadi Yesus, Messiah menjadi Kristus, Cephas menjadi Peter dan lain-lain.

Yang paling dekat dengan pengucapan Yesus yang asli dalam naskah Kristen adalah kata-kata Yunani "Paracletos" , yang juga harus ditolak karena Tuhan tidak berbahasa Yunani. Tetapi marilah jangan mempersulit tujuan diskusi ini dan menerima Paracletos dalam bahasa Yunani dan persamaannya dengan Comforter dalam bahasa Inggris.

Tanyakan setiap orang Kristen yang pandai siapakah yang dimaksud Sang Penghibur itu? Anda akan mendengar -"Penghibur tersebut adalah Roh Kudus" dari Yohanes 14: 26. Kalimat ini hanya bagian dari ayat 26. Kita akan berurusan dangan seluruh ayat pada saatnya nanti. Tetapi mula-mula kita harus mendidik pola pikir umat Kristen berkenaan dengan kesalahan nama ini "Holy Ghost". Pneuma adalah akar kata Yunani untuk 'spirit'. Tidak ada pemisahan kata untuk 'Ghost' dalam naskah-naskah Yunani dalam perjanjian baru, dan umat Kristen saat ini membual tentang 24.000 naskah berbeda yang mereka miliki di mana tidak ada dua pun yang identik.

Para editor KJV (The King James Version) atau disebut AV (The Authorised Version) dan DOUAY (versi Katholik Roma) memilih kata 'Ghost' dari pada kata 'Spirit' ketika menterjemahkan pneuma'.

Para perevisi RSV (Revised Standard Version), versi Injil terbaru, sedang kembali, menurut mereka, kepada naskah-naskah paling kuno. Mereka dilukiskan sebagai "32 pelajar dari pemuka tertinggi, kembali dengan 50 umat yang bekerja sama" yang dengan berani mengganti kata 'Ghost' yang teduh dengan kata 'Spirit'. Sejak saat ini Anda akan membaca dalam terjemahan modern "Comforter adalah Holy Spirit". Bagaimanapun juga para penyeru dan penginjil Kristen dengan keras kepala berpegang teguh kepada 'Ghost'. Mereka tidak akan memilih versi yang lebih baru. Adalah lebih baik memancing dengan umpan lama KJV dan RCV (Roman Catholic Version).

Dengan perubahan baru dalam kata 'Spirit', ayat dalam penelitian tersebut akan dibaca:

"Tetapi Sang Penghibur, yaitu 'Roh Kudus', yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Injil - Yohanes 14:26).

Anda tidak perlu menjadi pelajar Injil dari siapapun yang mampu untuk mengetahui bahwa ekspresi 'yaitu Roh Kudus' sebenarnya adalah penambahan. Hal tersebut seharusnya dalam tanda kurung, dalam tanda kurung besar, seperti kata-kata saya yang telah ditambahkan dalam kutipan, yaitu "(Penekanan ditambah)". Meskipun para editor RSV telah menghilangkan lusinan penambahan dari versi standar yang mereka banggakan, mereka telah mempertahankan rangkaian kata yang mengejutkan ini, yang berlawanan dengan ramalan Yesus yang jelas pada masalah Penghibur itu sendiri.

'Holy Spirit' adalah Nabi Suci
1. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada sarjana Injil yang ada pernah menyamakan "Paracletos" dari Yohanes dalam bahasa Yunani asli dengan "Holy Ghost". Sekarang kita dapat berkata dengan mudah bahwa jika The Comforter (Sang Penghibur) adalah "Holy Spirit" maka Roh Suci itu adalah Sang Nabi suci!

Sebagai Muslim kita mengetahui bahwa setiap nabi yang benar dari Allah adalah suci dan tanpa dosa. Tetapi kapan pun ekspresi 'Nabi Suci' tersebut digunakan di antara umat Islam umumnya mengacu kepada Nabi Suci Muhammad. Jadi bahkan jika kita menerima pernyataan yang tidak pantas di atas 'Comforter' adalah 'Holy Spirit' sebagai kebenaran Al-Kitab, bahkan kemudian ramalan ini akan cocok sekali dengan Muhammad, tanpa perlu meluaskan artinya.

Seperti juga Yohanes, yang namanya dianggap telah sah dibuat dalam Injil, juga menulis 3 surat lagi, yang juga bagian dari Injil Kristen. Secara mengagumkan Ia telah menggunakan istilah yang sama 'Holy Spirit' untuk 'Nabi suci'.

"Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. " (Injil - 1 Yohanes 4:1).

Anda dapat mengamati bahwa kata roh yang digunakan di sini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah. Tetapi untuk apa yang dinamakan 'kelahiran kembali' kristen, yang melihat hanya dengan mata emosi, saya merekomendasikan bahwa mereka memakai Injil C.I Scofield's Authorized King James Version yang dengan sebuah Komite editorial dari 9 Doktor Ilmu Theologia menambah catatan dan komentar mereka. Ketika mereka sampai pada kata pertama 'spirit' pada ayat di atas, mereka harus memberi sebuah pemberitahuan untuk membandingkan dengan Matius 7:15 yang menyatakan bahwa nabi yang salah adalah roh yang salah. Jadi berdasarkan Yohanes, roh kudus adalah nabi suci, dan nabi suci adalah Muhammad utusan Allah.

Tes Yang Benar
Tetapi Yohanes tidak membiarkan kita dalam awang-awang, menebak-nebak yang benar dari yang salah. Dia memberi kita sebuah tes baku untuk mengenali nabi yang benar tersebut, dia berkata,

"Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah" (Injil-1 Yohanes 4:2).

Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 di atas, kata roh adalah sama dengan kata nabi. Jadi ayat 2 'Roh Allah' akan berarti 'Nabi Allah' dan 'setiap roh' sama dengan 'setiap nabi'. Anda berhak mengetahui apa yang dikatakan Muhammad tentang "Yesus Kristus".

Yesus Kristus disebut namanya tidak kurang dari 25 kali dalam Al-Qur'an. Beliau dihormati sebagai:



Isa Ibnu Maryam
(Yesus, anak Maria)

As-Saaliihiin
(Orang yang Shaleh)

Kalimatullah
(Kalimat Allah)

Ruhullah
(Roh Allah)

Masihullah
(Juru Selamat Allah)




"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. Ali 'Imran: 45 ).

Muhammad Adalah 'Yang Lain'
2. Sang Penghibur dalam Yohanes 14:26 tidak akan pernah menjadi roh kudus' karena Yesus telah menerang-kan:

'Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya." (Injil - Yohanes 14:16).

Penekanan di sini adalah pada kata 'yang lain,' sebuah perbedaan, sebuah penambahan, tetapi dari jenis yang sama, namun berbeda dari yang pertama. Lalu siapa 'penghibur pertama'? Dunia Kristen sepakat bahwa dalam kasus ini pembicara sendiri --Yesus Kristus adalah penghibur pertama; kemudian datanglah yang lain, seorang yang mengikuti haruslah alami, merasakan kondisi yang sama yaitu kelaparan, kelelahan, kesedihan dan kematian. Tetapi Penghibur yang dijanjikan ini harus "menyertai kamu selama-lamanya!" Tidak ada seorang pun hidup selamanya. Yesus meninggal maka Penghibur yang akan datang juga meninggal. Tidak ada anak manusia yang tidak mati!

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. "(Ali 'Imran: 185).

Hidup Dalam Ajaran-ajarannya
Jiwa tidak benar-benar mati, tetapi ketika terpisah dari badan sewaktu tubuh mati, jiwa akan merasakan kematian. Tetapi Penghibur kita haruslah kekal (ada), kontinu, abadi selamanya. Semua Penghibur menyertai kita selamanya. Musa ada di sini dengan kita hari ini dalam ajarannya dan Muhammad juga di sini dengan kita dalam ajarannya hari ini. (Semoga kesejahteraan dan berkah Tuhan diberikan atas mereka semua). Ini bukan ide baru saya mencoba melurus-kan hal yang tak masuk akal tersebut. Saya mengatakan ini dengan keyakinan dan otoritas dari Yesus Kristus sendiri.

Dalam Lukas pasal 16, Yesus bercerita tentang "Orang kaya, orang miskin." Ketika meninggal keduanya menemukan diri mereka pada sisi yang berlawanan --satu di sorga dan yang lainnya di neraka. Orang kaya (Dives) membara di neraka menangis kepada Bapa Ibrahim untuk mengirim si peminta-minta (Lazarus) untuk menghilangkan dahaganya. Tetapi ketika setiap permintaan jatuh, dia, sebagai kebaikan yang terakhir, meminta Bapa Ibrahim mengirim orang miskin tersebut kembali ke dunia untuk memperingatkan saudaranya yang masih hidup terhadap malapetaka yang akan datang jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan.

"Kata Ibrahim kepadanya, 'Jika mereka (yang masih hidup di bumi) tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka pasti tidak mau juga mendengarkan meskipun seseorang yang bangkit dari kematian'." (Injil -Lukas 16: 31)

Yesus mengucapkan fakta di atas beberapa abad sesudah kematian nabi-nabi Israel seperti Jeremiah, Hosea, Zechariah dan lain-lain, dan lebih dari 1300 tahun sesudah Musa. Orang-orang munafik di jaman Yesus dan kita saat ini masih dapat mendengarkan "Musa dan Nabi-nabi tersebut", karena mereka masih hidup, dan selalu menyertai kita melalui ajaran-ajaran mereka.

'Kamu' Pada Suatu Waktu
Jika dikatakan bahwa Sang Penghibur sudah dijanjikan untuk murid-murid Yesus dan tidak untuk umat 60 tahun kemudian:

"... dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya." (Injil - Yohanes 14: 16).

Dengan mengejutkan, orang Kristen melihat tidak ada kesulitan dalam membenarkan pemenuhan ramalan tersebut "sejak dunia dimulai" dan setelah lebih 1000 tahun ketika Peter pada khotbah keduanya kepada orang-orang Yahudi, mengingatkan mereka,

"Bukankah Musa telah berkata kepada Bapa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. (Injil - Kisah Para Rasul 3: 22)

Semua 'mu' (kamu) berasal dari kitab Ulangan bab 18, ketika menunjukkan orang-orangnya dan bukan orang-orang Yahudi pada masa Peter, 1300 tahun kemudian. Penulis kitab Injil telah meletakkan kata-kata mencurigakan yang sama di dalam mulut Tuan mereka yang meminta untuk pemenuhan untuk 2 ribu tahun. Saya rasa satu contoh saja sudah cukup:

'Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepada-mu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungl kota-kota Israel, anak manusia sudah datang." (Injil - Matius 10: 23)

Melintas Awan
Pengikut-pengikut Mesias yang pertama ini, selalu berlari, dengan sedih melarikan diri dari penganiayaan. Mereka berlari dari satu kota ke kota lain di Israel, menyusuri setiap awan tebal menunggu kedatangan Yesus yang kedua. Para misionaris melihat tidak ada ketidak normalan dalam 1000 tahun tidak terpenuhinya ramalan. Allah Yang Maha Kuasa tidak akan membuat mereka menunggu, bahkan seperempat waktu, kedatangan "paracletos" --penghibur atau Ahmad yang merupakan nama lain untuk seorang yang dimuliakan Allah menerima utusan Allah yang terakhir dan penghabisan ini-- Muhammad!

Kedatangan Penghibur Yang Terkondisi
3. Penghibur pastilah bukan "Roh Kudus" karena kedatangan Penghibur sudah disyaratkan, di mana Roh Kudus tidaklah seperti yang kita amati dalam ramalan:-

"Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." (Injil - Yohanes 16: 7)

"Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu ".

Terdapat sejumlah contoh pada kitab suci Injil tentang kedatangan dan kepergian Roh Kudus, sebelum kelahiran dan keberangkatan Mesias. Silahkan periksa referensi berikut ini dalam Injil Anda:

Sebelum Kelahiran Kristus (B.C.):

l. "... dan Ia (Johannes Sang Pembaptis) akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya." (Injil-Lukas 1:15)

2. "... dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus," (Injil -Lukas l:41)

3. "Dan Zakaria, ayahnya, penuh dengan.Roh Kudus." (Injil - Lukas 1: 67)

Sesudah Kelahiran Kristus (A.C.):

4. "... Roh Kudus ada di atasnya (Simon)." (Injil - Lukas 2: 25)

5. "Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya (Yesus)." (Injil - Lukas 3: 22)

Dari kutipan di atas, sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, seseorang tidak dapat berhenti memuji Lukas yang tampil menjadi spesialis pada Roh Kudus. Kita lebih baik bertanya pada umat Kristen, sesudah turunnya "merpati", dengan pertolongan siapa Yesus membuat banyak keajaiban jika tidak karena pertolongan Roh Kudus? Biarkan Dia sendiri yang mengatakan pada kita. Ketika dituduh oleh kaumnya sendiri, orang-orang Yahudi, bahwa dia melakukan keajaiban tersebut berserikat dengan Beelzebub (kepala syaitan), Yesus menanyakan pertanyaan retoris kepada mereka: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?" Orang-orang Yahudi menyalahkan bahwa kesucian Roh ini --Roh Tuhan-- yang telah menolongnya, adalah jahat sekali. Ini adalah penghianatan dari perintah tertinggi. Jadi dia memberi mereka sebuah peringatan yang menakutkan:

"... Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diam-puni ...." (Injil - Matius 12: 31 )

'Roh Kudus' ini tidak lain dari apa yang telah dilukis-kan Matius sendiri dalam 3 ayat sebelum mengutip ucapan Tuannya:

"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu." (Injil - Matius 12: 28)

Bandingkan dengan pernyataan yang sama oleh penulis kitab yang lain.

"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan.kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu." (Injil - Lukas 11: 20)

Anda tidak perlu menjadi pelajar injil (sekolah gereja?) untuk mengerti bahwa ekspresi (a) "Kuasa Allah" (b) "Roh Allah" dan (c) "Roh Kudus" adalah rangkaian kata yang sama. Jadi Roh Kudus menolong Yesus dalam kementriannya. Roh Kudus tersebut juga menolong murid-muridnya dalam misi da'wah dan penyembuhan mereka. Jika masih terdapat keraguan dalam benak Anda tentang kerja Roh Kudus maka silahkan baca:

Janji Kosong
"... seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku sekarang mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, 'Terimalah Roh Rudus'. " (Injil - Yohanes 20: 21-22).

Ini tentunya bukanlah janji kosong. Murid-murid tersebut harusnya telah menerima pemberian Roh Kudus. Jadi jika "Roh Kudus" adalah (1) Yohanes Pembaptis, (2) Elisabeth, (3) Zacharias, (4) Simeon, (5) Yesus, (6) murid-murid Yesus; maka semua ini membuat perkataan, "Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu" menjadi tak berarti. Artinya, Penghibur itu bukanlah Roh Kudus!

Ayat yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah Yohanes 16:7. Saya ingat getaran hati dan perasaan senang ketika mengutipnya dalam bahasa Arab kepada wanita Kristen di tanah Fir'aun. Kesenangan yang besar ketika menjelaskan ayat Injil dalam bahasa daerah baku suatu negara atau daerah. Saya telah melakukannya dalam selusin bahasa daerah yang berbeda. Tidakkah Anda ingin menguasai ayat tersebut dalam satu atau dua bahasa yang Anda pilih demi kemajuan Islam?

Afrika, Sebuah Bahasa Yang Unik
Dari semua bahasa yang dengannya saya menguasai ayat yang dipertanyakan tersebut, saya telah mendapatkan kegembiraan dan keuntungan dari bahasa Afrika, bahasa untuk mengatur bangsa di Afrika Selatan. Dan, merupakan bahasa yang termuda di dunia. Bahasanya unik. Sebetulnya setiap bahasa adalah unik. Tetapi bahasa Afrika mempunyai kelas tersendiri. Ia juga merupakan bahasa ibu dari setengah populasi Muslim di Afrika Selatan yang dibawa ke sana sebagai tawanan perang atau budak oleh umat Kristen; hal terse-but karena tuntutan keadaan. Untuk keuntungan mereka dan untuk informasi Anda, saya ulangi ayat di atas:

Maar ek se julle die waarheid: dit is
vir julle voordelig dat ek weggaan;
want as ek Nie weggaan Nie, sal die
Trooster Nie na julle kom
Nie; maar as ek weggaan, sal ek
hom na julle stuur
(Yohanes 16: 7)
Percaya atau tidak! Hal ini adalah kejeniusan bahasa ini: dengan menggunakan 4 bentuk negatif NIE, ME, NIE, NIE, untuk membuktikan sebuah hal positif! Kepergian Yesus adalah perintah mutlak untuk kedatangan "The Trooster", Penghibur akan datang! Ayat dalam bahasa ini telah membuka banyak pintu untuk saya, selain dari ke-agamaan, dan mengunci pintu terhadap ide "Penghibur adalah Roh Kudus" (Yohanes 14: 26).

Murid-murid Tidak Cocok
Kami sekarang sampai kepada 4 ayat yang paling luas dan menentukan dalam Yohanes, bab 16 untuk memecahkan teka-teki penerus Kristus. Untuk yang benar-benar dikatakan Yesus:

"Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya." (Injil - Yohanes 16:12).

Nanti kami akan membahas rangkaian kata "banyak hal" dari ayat di atas dengan "memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran" dari ayat berikutnya, ketika mendiskusikannya. Saat ini, marilah kita diskusikan rangkaian kata --"kamu belum dapat menanggungnya."

Kebenaran dari kata "kamu belum dapat menanggungnya" diulang secara monoton di seluruh halaman-halaman Perjanjian Baru:

"Yesus berkata kepada mereka (murid muridnya), 'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?' ..." (Injil - Matius 8: 26)

"... dan Yesus berkata kepadanya (Petrus): 'Hai orang yang kurang percaya' ..." (Injil - Matius 14: 31 ).

"... Dia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-muridnya): kamu yang kurang percaya, 'Mengapa kamu memperbicangkan'." (Injil - Matius 16: 8).

"Lalu kata-Nya kepada mereka (murid-muridnya), Dimanakah kepercayaanmu?" (Injil - Lukas 8: 25)

Kami harus mengingat-ingat bahwa ini bukanlah tuduhan Yesus atas keragu-raguan orang-orang Yahudi, tetapi atas orang-orang pilihannya sendiri. Dia merendah sampai ke tingkatan anak kecil untuk membuat segala sesuatu jelas bagi muridnya tetapi Dia terpaksa keluar dalam keadaan frustasi:

"Jawab Yesus, 'Kamupun masih belum dapat memahaminya?' ..." (Injil - Matius 15:16).

Dan ketika dia sampai ke batas ambang kegusaran, dia mencerca orang-orang pilihannya:

"... hai kamu gererasi yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?" (Injil - Lukas 9: 41 )

Keluarganya Berfikir Dia Gila
Sebagai utusan Tuhan, Yesus merupakan orang yang paling tidak beruntung dibanding utusan Tuhan lainnya. Keluarganya tidak mempercayainya "saudara-saudaranya sendiri pun tidak mempercayainya" (Yohanes 7: 5). Faktanya mereka menginginkan yang lebih luas untuk memahaminya, berkeyakinan bahwa dia gila.

"Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia; sebab kata mereka Ia tidak waras lagi." (Injil - Lukas 9: 41)

Siapa teman-teman dan keluarga Yesus yang memperhatikan kesehatan jiwanya? Kita lihat pendapat Pendeta J.R. Dummelow, M.A. pada salah satu Jilid Komentar Injil-nya:

"Dari ayat 31" (10 ayat setelah kutipan di atas) "Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ... keluarganya berkata, 'Ia tidak waras lagi'." Ahli-ahli Taurat berkata, "Dia dikuasai oleh kejahatan dirinya sendiri." Tidaklah seperti itu, bagaimanapun, keluarganya bersimpati kepada ahli-ahli Taurat (orang-orang terpelajar dari bangsa Yahudi), "Pengertian mereka menjadi sederhana bahwa pikirannya tidak stabil, dan bahwa dia harus ditahan."

Yesus - Ditolak Oleh Bangsanya
Itu adalah keputusan dari relasi-relasi dekat Yesus. Kemudian bagaimana tanggapan bangsanya sendiri, orang-orang Yahudi, setelah semua da'wahnya yang indah dan kekuatannya yang ajaib? Murid-muridnya secara ikhlas:

"Ia datangkepada bangsanya (orang-orang Yahudi), tetapi mereka tidak menerimanya." (Injil - Lukas 9:41)

Sebenarnya "bangsanya" telah mengejeknya, mencaci makinya dan dengan berapi-api menolaknya. Lebih dari itu mereka berusaha untuk menyalibnya. Meski selama 2000 tahun berada dalam penganiayaan umat Kristen, dan sekarang mereka sangat cinta dan fanatik terhadap mereka, untuk menenangkan mereka. Orang-orang Yahudi sebagai kaum dan secara keseluruhan tidak pernah dapat menerima Yesus sebagai juru selamat mereka, pengantar mereka, Tuhan mereka, ini sederhana karena samanya penilaian mereka.

"Bahwa tidak pernah ada seorang Yahudi dapat menerima Yahudi yang lain sebagai Tuhan!"

Hanya dalam Islam, orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam dapat menemukan penyelesaian, --semua mempercayai Yesus seperti dia adanya,-- salah satu utusan Tuhan yang paling hebat; dan bukan sebagai Tuhan atau anak-Nya! "

Murid-murid Meninggalkannya
Apa tanggapan 12 orang pilihannya, atas "ibu dan saudara-Nya" (Markus 3: 34), sebagaimana dia memanggil mereka? Saya akan mempersilahkan Professor Momerie untuk melukiskannya dalam kata-katanya yang tak ada tandingannya.

"Murid-muridnya, selalu salah paham terhadapnya dan perbuatannya;
Menginginkannya menurunkan api dari sorga;
Menginginkannya menyatakan dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi;
Menginginkannya duduk pada tangan kanan dan kirinya dalam kerajaannya;
Menginginkannya menunjukkan Bapa kepada mereka;
Membuat mereka dapat melihat Tuhan;
Menginginkannya melakukan;
menginginkan mereka melakukannya sendiri,
apa saja dan segala sesuatu yang bertentangan dengan rencana besarnya.
Ini adalah bagaimana mereka memperlakukannya sampai akhir;
Ketika hal itu datang, mereka semua meninggalkannya, serta melarikan diri."

Dikutip dari Sayed Amir Ali dalam bukunya The Spirit of Islam halaman 31.

Adalah tidak beruntung bahwa Yesus tidak mempunyai pilihan yang nyata dalam memilih murid-muridnya. Mereka mengecewakannya padahal belum pernah ada sekelompok lain yang taat yang telah mengecawakan nabi mereka sebelum itu. Dan itu bukanlah kesalahan Yesus. Dia meratapi keadaannya: "... Roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Injil-Matius 26: 41). Sejujurnya, ini bukanlah tanah liat yang daripadanya Adam pertama kali dibuat. Dia meninggalkan tanggung jawab itu kepada penerusnya, orang yang Dia sebut di sini "Roh kebenaran" yaitu Nabi kebenaran, Nabi keadilan!

Kesamaan Arti "Roh" dan "Nabi"
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ..." (Injil - Yohanes 16: 14).

Kenyataannya, secara keinjilan, kata "Roh" digunakan secara sinonim dengan "Nabi", oleh penulis yang sama dalam Yohanes 4:1 (lihat halaman sebelumnya tentang hal ini). Di sini "Roh kebenaran" akan menjadi "Nabi kebenaran". Seorang nabi yang padanya kebenaran dipersonifikasikan. Dia menjalani seluruh hidupnya dengan begitu terhormat dan tekun, dia telah mendapatkan gelar mulia as-saadiq (orang yang jujur) dan Al-Amin, "jujur", "lurus", "dapat dipercaya"; bahkan dari para penyembah berhala di negaranya. Orang yang dapat dipercaya, yang tidak pernah berbohong. Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari Kebenaran (Al-Amin) - Roh kebenaran!

avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by SEGOROWEDI on Tue Jan 03, 2012 6:36 pm

Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari Kebenaran (Al-Amin) - Roh kebenaran!


Muhammad = Roh Kebenaran
Jibril = Roh Kudus

sholat yuk

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by den panjul on Tue Jan 03, 2012 11:00 pm

:lkj:
avatar
den panjul
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Male
Posts : 91
Join date : 14.12.11
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by SEGOROWEDI on Thu Jan 05, 2012 8:00 pm

sayang..
si odoy sudah almarhum, kalau masih hidup bakal dicakar kamu

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Mon Jan 16, 2012 3:48 pm

YOHANES 14:15 - 16 "Jikalau kamu mengasihi aku, turutlah
segala hukumku. Dan aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia
akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya ia
menyertai kamu selama-lamanya." Para theolog Islam berkata
bahwa "Penolong yang lain" itu adalah Muhammad, Rasulullah;
dan "menyertai selama-lamanya" berarti abadinya hukum dan
cara hidup (syariah) dan Kitab yang diwahyukan kepadanya.

YOHANES 15:26 - 27 - "Akan tetapi apabila datang Penolong
yang akan kusuruhkan kepadamu dari pada Bapa, yaitu Roh
Kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan
menyaksikan dari halku. Dan kamu pun akan menjadi saksiku,
oleh sebab itu kamu telah ada bersama-sama dengan aku dari
mulanya."

YOHANES 16:5 - 8 - "Tetapi sekarang aku pergi kepada Dia
yang menyuruh aku, maka tiada seorang dari antara kamu yang
bertanya kepadaku: "Kemanakah Tuhan hendak pergi? Hanyalah
sebab aku sudah mengatakan segala perkara itu kepadamu, maka
duka-cita telah penuh didalam hatimu. Tetapi aku ini
mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu
jikalau aku ini pergi, karena jikalau tiada aku pergi,
tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau
aku pergi, aku akan menyuruhkan Dia kepadamu. Apabila ia
datang maka ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari
hal dosa dan keadilan dan hukuman." Selanjutnya dalam
Yohanes 16:12-14 - "Banyak lagi perkara yang aku hendak
katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu
menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu
Roh Kebenaran; maka ia pun akan membawa kamu kepada segala
kebenaran; karena tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya
sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan
dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara
yang akan datang. Maka ia akan memuliakan aku, karena ia
akan mengambil dari pada hak aku, lalu mengkhabarkan
kepadamu" ... YAHYA 16:16 -"Hanya seketika lagi maka tiada
kamu memandang aku, dan lagi pula seketika sahaja, maka kamu
akan melihat aku" ...

Ulama Islam mengatakan bahwa orang tersebut dalam ayat-ayat
di atas, yang akan datang setelah Yesus, yaitu melainkan
Nabi Muhammad s.a.w.; nubuat mana yang kemudian dikacaukan
oleh para penafsir dan penterjemah dari bahasa Yunani,
sedangkan Yesus sendiri hanya berbicara dan mengerti bahasa
Aramiya. Dalam codex Yunani, kata PERICLUTOS yang berarti
"sangat terpuji, yakni Muhammad, diganti dengan PARACLETOS
yang berarti pembela perkara, penolong.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Fri Jan 20, 2012 7:22 pm

@barabasmurtad wrote:
ichreza wrote:
Dalam artikel ini, kita dapat mendiskusikan sang “Paraclete”
yang terkenal dari Injil Yohanes. Yesus dan Yohanes mengabarkan lahirnya
Kerajaan Allah, mengajak umat untuk bertobat, dan membaptis mereka untuk
pengampunan dosa-dosa mereka.

Yesus mengajarkan Injil yang berarti
“berita baik” mengenai “Kerajaan Allah” dan sang “Pereiklitos” kepada para
pengikutnya, tidak dalam catatan tertulis, melainkan dalam bentuk percakapan
lisan dan khotbah. Khotbahnya Yesus ini kemudian disampaikan oleh mereka yang
mendengarnya dan mengabarkan kepada orang yang belum mendengarnya. Kemudian
ucapan-ucapan sang guru itu akhirnya ditulis oleh orang-orang.

Menurut
Kristen, Yesus bukan lagi rabbi, tetapi Logos (firman Ilahi), ia bukan lagi
Pelopor sang Paraclete, melainkan Pelopor Raja dan Pemimpinnya. Kata-katanya
yang suci kemudian dipalsukan oleh tangan-tangan jahat dan dicampur dengan mitos
dan legenda. Untuk sementara waktu ia diharapkan turun dari awan bersama pasukan
malaikat. Para rasul semuanya sudah meninggal, kedatangan kedua Yesus ditunda.
Pribadi dan ajarannya menyulut berbagai macam spekulasi keagamaan dan filsafat.


Sekte-sekte Kristen silih berganti. Kitab-kitab Injil dan
Epistel-epistelnya dengan nama dan judul yang berbeda-beda muncul dibanyak pusat
sekte Kristen, dan banyak sekali sarjana dan apologis Kristen saling memerangi
dan mengkritik teorinya keagamaan mereka masing-masing. Seandainya Yesus
menuliskan kitab Injilnya dan disahkan oleh para muridnya, tentulah integritas
Injil akan baik sampai munculnya sang Periclyt (Ahmad).

Namun tidak
seperti itu yang terjadi. Masing-masing penulis Injil memiliki pandangannya yang
berbeda-beda mengenai sang guru (Yesus) dan agamanya, dan menggambarkan dia
dalam kitabnya – yang ia beri nama Injil atau Epistel – sesuai dengan
keyakinannya. Pikiran yang terbang membumbung tinggi tentang firman, nubuat sang
Periclyt, dan serangkaian mukjizat, peristiwa, dan ucapan yang tercatat dalam
Injil ke empat tidaklah dikenal oleh Sinoptik dan konsekuensinya oleh sebagian
umat Kristen yang belum pernah melihatnya paling tidak selama 2 abad.


Injil ke empat pun, seperti setiap kitab lainnya dalam Perjanjian Lama,
ditulis dalam bahasa Yunani dan tidak dalam bahasa Arami atau mungkin Yahudi
(bahasa yang digunakan Yesus dan murid-muridnya). Konsekuensinya, kita lagi-lagi
berhadapan dengan kesulitan sama yang sebelumnya kita hadapi ketika
mendiskusikan “Eudokia” yakni: kata atau nama apakah yang digunakan Yesus dalam
bahasa aslinya untuk mengungkapkan kata yang telah diterjemahkan Injil Yohanes
sebagai sang “Paraclete” dan yang telah diubah menjadi “Penghibur” dalam semua
versi Injil yang beredar sekarang ini?

Sebelum membicarakan etimologi
dan pengertian dari bentuk Paraclete yang tidak klasik atau malah menyimpang ini
maka kita perlu mengadakan observasi singkat terhadap satu segi tertentu dari
Injil Yohanes.

Masalah siapakah pengarangnya dan keotentikan dari Injil
Yohanes adalah persoalan yang menyangkut Higher Biblical Criticism (mengkritisi
kitab suci Biblical). Pengarangnya apakah Yohanes anak Zebedee atau orang lain
yang menggunakan nama itu, kelihatannya mengetahui doktrin dari sarjana dan
filsuf yang bernama Philon, mengenai Logos (Firman).

Seperti kita
ketahui bahwa penaklukan Palestina dan didirikannya kota Alexandria (di Mesir)
oleh Alexander Yang Agung telah membuka untuk pertama kalinya suatu zaman budaya
dan peradaban yang baru. Setelah itu, barulah murid-murid Musa bertemu dengan
murid-murid Epicurus, dan terjadilah pengaruh hebat ajaran pagan Yunani kedalam
doktin spiritual. Seni dan filsafat Yunani mulai dikagumi dan dikaji oleh
doktor-doktor Yahudi baik di Palestina maupun di Mesir. Perembesan pemikiran
Yunani dan belles-lettres [1] ke
dalam sekolah-sekolah Yahudi membuat gusar para pendeta dan kalangan
terpelajarnya.

Sebenarnya bangsa Yahudi begitu diabaikan sehingga
kitab-kitab suci dibaca di Sinagog-sinagog kota Alexandria dalam versi
Septuagint. Namun, invasi pengetahuan asing ini menggerakkan kaum Yahudi untuk
melakukan kajian yang lebih baik mengenai hukum mereka sendiri, dan
mempertahankan terhadap semangat baru yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu,
mereka berusaha keras untuk menemukan suatu metode baru penafsiran alkitab untuk
memungkinkan dilakukannya pendekatan ulang dan rekonsiliasi kebenaran-kebenaran
alkitab dengan pemikiran Hellenik (Yunani). Karena, metode pertama penafsiran
hukum secara harfiah dirasakan tidak dapat dilaksanakan, dan terlalu lemah untuk
bertahan dari pemikiran Plato dan Aristoteles yang tajam.

Pada saat yang
sama, aktivitas-aktivitas kaum Yahudi yang kompak dan ketaatan mereka yang
tinggi terhadap agama mereka seringkali memunculkan pada diri mereka sendiri
rasa cemburu dan kebencian terhadap orang Yunani. Di masa Alexander Agung,
seorang pendeta Mesir bernama Manetho menulis pencemaran nama dan fitnah-fitnah
terhadap agama Yahudi. Di bawah Tiberius pun, orator besar Apion telah
menyadarkan dan memasukkan penghinaan-penghinaan Manetho. Sehingga litreratur
ini meracuni orang-orang yang kemudian dengan kejam menyiksa orang yang beriman
pada satu Tuhan.

Maka metode baru pun ditemukan dan dipakai. Penafsiran
Alegoris dari setiap hukum, aturan, tuturan, dan bahkan nama-nama tokoh
terkemuka dianggap menyembunyikan didalamnya suatu gagasan rahasia yang berusaha
diungkapkan metode baru itu. Penafsiran Alegoris ini segera merebut tempat di
alkitab dan seperti sebuah amplop menyertakan didalamnya sistem filsafat
keagamaan.

Nah, orang yang terkenal mengejawantahkan ilmu pengetahuan
ini adalah Filon, yang lahir dari keluarga Yahudi kaya di kota Alexandria pada
tahun 25 SM. Dengan benar-benar menguasai filsafat Plato, ia menulis karya
alegorisnya dalam gaya Yunani yang murni dan selaras. Ia percaya bahwa
doktrin-doktrin wahyu dapat disesuaikan dengan pengetahuan manusia dengan
kearifan. Yang paling memenuhi pikirannya adalah fenomena hubungan Tuhan dengan
makhluk-Nya. Mengikuti teori “Gagasan (idea)” nya Plato, ia menemukan
serangkaian gagasan intermediasi yang disebut “emanasi-emanasi Ketuhanan” yang
ia ubah menjadi segi-segi yang menyatukan Tuhan dengan dunia. Substansi pokok
dari gagasan-gagasan ini, Logos (Firman), merupakan kearifan tertinggi dari
perbuatan yang sudah ditakdirkan Tuhan (Providential action) .


Sekolah Alexandria mengikuti kemenangan agama Yahudi atas Paganisme.
“Tetapi”, sebagaimana secara tepat dinyatakan oleh Grand-Rabin Paul Haguenaurer
dalam buku kecilnya Manuel de litterature Juive (hal 24), “mais d'elle
surgirent, plus tard, des susemes, nui sibles a l'hebraisme”
sebenarnya
sistem-sistem yang berbahaya tidak hanya bagi kaum Yahudi, tetapi juga bagi
Kristen.

Asal mula doktrin Logos, karenanya harus ditelusuri ke teologi
Filon dan pengarang Injil Yohanes (siapa pun itu namanya) hanya mendogmatisir
teori “Gagasan” yang telah mandul pertama kali oleh otak cemerlang Plato.
Sebagaimana dinyatakan dalam artikel pertama dari serial ini, firman Ilahi
artinya firman Tuhan, dan bukan Tuhan yang firman. Kata merupakan atribut dari
suatu wujud yang rasional. Ia berasal dari sang pembicara, tetapi ia bukanlah
wujud yang rasional itu, yakni si pembicara. Firman Ilahi tidaklah abadi, ia
mempunyai suatu asal, suatu permualaan, ia tidak ada sebelum permulaan itu,
kecuali kemungkinan. Kata bukanlah hakikatnya.

Adalah suatu kesalahan
yang serius mensubstansir setiap atribut apapun. Jika dibolehkan mengatakan
“Tuhan yang firman”, mengapa mesti dilarang mengatakan, “Tuhan yang kuasa”,
“Tuhan yang pengasih” ?

Saya dapat memahami dan menerima dengan baik
julukan Yesus Ruhullah (Ruh Allah), Muhammad Rosululloh (Muhammad Rasul Allah).
Tetapi saya tidak dapat pernah memahami ataupun menerima bahwa roh atau rasul
adalah oknum Tuhan.

Sekarang kita akan melanjutkan dengan membuktikan
dan membantah kekeliruan umat Kristen tentang Paraclete.

Dalam artikel
ini saya akan mencoba membuktikan bahwa Paraclete itu bukan Holy Ghost (Roh
Kudus) sebagaimana diyakini Gereja Kristen, juga sama sekali tidak berarti
“penghibur” atau “perantara”. Dalam artikel berikut, insya Allah, saya akan
menunjukkan bahwa bukan “Paraclete” melainkan yang benar adalah “Periclyte” yang
secara persis berarti “Ahmad” yang artinya adalah “yang paling terkenal,
terpuji, dan termasyur”.

Roh Kudus Digambarkan dalam Perjanjian Baru
Sebagai suatu Kepribadian Yang Lain


Suatu pemeriksaan yang seksama
mengenai pasal-pasal berikut dalam Perjanjian Baru akan meyakinkan para pembaca
bahwa Roh Kudus bukanlah oknum Tuhan dari Trinitas.



  1. Dalam Lukas 11:13 Roh Kudus dinyatakan sebagai “pemberian” Tuhan. Kontras
    antara “pemberian yang baik” yang diberikan oleh orang tua yang jahat dan Roh
    Kudus yang diberikan kepada orang beriman oleh Tuhan sama sekali meniadakan
    gagasan tentang suatu kepribadian dari Roh itu. Dapatkah kita secara
    sungguh-sungguh dan nyata-nyata menegaskan bahwa Yesus ketika ia membuat hal
    yang berlawanan diatas, bermaksud mengajarkan kepada pendengarnya bahwa “Tuhan
    Bapa” menghadiahkan “Tuhan Roh Kudus” kepada “anak-anak” duniawi-Nya ? Pernahkah
    ia menyinggung secara tidak langsung bahwa ia mempercayai oknum Tuhan ketiga
    Trinitas sebagai pemberian dari oknum Tuhan yang pertama Trinitas? Dapatkah kita
    percaya bahwa rasul mempercayai “pemberian” ini sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa
    yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada makhluk hidup? Gagasan
    keyakinan itu membuat seorang muslim merasa ngeri!
  2. Dalam 1 Korintus 2:12 (Injil karangan Paulus), Roh Kudus digambarkan dalam
    jenis netral “Roh dari Tuhan”. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa sebagaimana
    Roh yang berada dalam diri manusia membuat manusia tahu hal-hal yang ada didalam
    dirinya, begitu pula Roh Tuhan membuat seorang manusia tahu hal-hal yang
    bersifat Ilahiah (1 Korintus 2:11). Konsekuensinya, Roh Kudus disini bukanlah
    Tuhan melainkan suatu hasil, saluran, atau medium melalui mana Tuhan
    mengajarkan, dan mengilhami orang. Jadi itu semata-mata perbuatan Tuhan pada
    manusia. Pemberi ilham tidaklah langsung sang Roh melainkan Tuhan sendiri.
    Paulus jelas-jelas mengemukakan dalam ayat diatas bahwa jiwa manusia tidak dapat
    melihat kebenaran-kebenaran tentang Tuhan tetapi hanya melalui Roh, ilham, dan
    petunjuk-Nya.
  3. Dalam 1 Korintus 6:19 (Injil karangan Paulus)kita membaca bahwa hamba-hamba
    Tuhan yang shaleh disebut “Bait Roh Kudus yang mereka terima dari Tuhan”. Disini
    lagi-lagi Roh Tuhan tidak ditunjukkan sebagai suatu oknum (pribadi), melainkan
    kebajikan atau kuasa Tuhan. Tubuh dan jiwa seorang beriman dipersamakan dengan
    Bait yang diperuntukkan untuk menyembah Tuhan.
  4. Dalam Epistel kepada bangsa Romawi (karangan Paulus, kitab Roma 8:9), Roh
    ini yang “hidup” didalam orang beriman disebut secara bergantian “Roh Allah” dan
    “Roh Kristus”. Dalam ayat ini “Roh” berarti keyakinan dan agama Tuhan yang
    dibawakan oleh Yesus. Tentu saja, Roh ini tidak dapat diartikan sebagai Roh
    Kudus idaman umat Kristen, yakni yang ketiga dari tiga tuhan.
  5. Ucapan salam Injil, “Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, seandainya asli
    dan benar-benar ditetapkan oleh Yesus, bisa saja secara sah diterima sebagai
    ungkapan keimanan sebelum berdirinya Islam secara resmi. Tuhan sebagai Pencipta
    adalah Bapak (dalam artian bukan biologis). Kaum Orientalis Kristen tahu bahwa
    kata Semit “Abb” atau “Abba” yang diterjemahkan sebagai “bapa”, berarti “orang
    yang melahirkan atau berbuah” (“ibba” =buah). Pengertian ini kata ini sudah
    cukup masuk akal dan penggunaannya cukup sah. Alkitab seringkali menggunakan
    sebutan “Bapa”. Tuhan dimanapun dalam alkitab, mengatakan “Israel adalah anakku
    yang pertama lahir”; dan ditempat lain dalam kitab Ayub, Tuhan dipanggil dengan
    sebutan “Bapak Hujan”. Namun dalam perkembangannya, istilah ini disalahgunakan
    oleh Paulus dan Gereja Trinitas. Namun tidak demikian dengan AL-Qur’an yang
    tidak menggunakan istilah ini.

    seorang Monoteisme Sejati akan memandang
    bahwa dogma Trinitas yang menyatakan bahwa Tuhan melahirkan anak, adalah suatu
    penghinaan besar. Lantas apakah ucapan salam pembaptisan Kristen ini adalah asli
    ataukah palsu? Saya percaya bahwa para penginjil tidak pernah mengesahkan
    penggunaannya dalam ritual, doa, atau ibadah lain apapun, selain dalam
    pembaptisan. Poin ini sangatlah penting.

    Yohanes telah meramalkan
    pembaptisan dengan Roh Kudus dan Api oleh nabi Muhammad, sebagaimana yang telah
    kita buktikan dalam pembahasan sebelumnya. Sang Pembaptisnya adalah Tuhan
    sendiri, dan perantaranya adalah Anak Manusia atau Barnasha menurut penglihatan
    Daniel, maka sangatlah benar dan sah menyebut dua nama itu sebagai sebab pertama
    dan kedua yang tepat guna, dan nama Roh Kudus pun, sebagai causa materialis dari
    Sibhghatullah. Sehingga kalau memang demikian halnya, maka sebutan Ilahiah
    “Bapa” sebelum disalahgunakan oleh Gereja, sudah tepat.

    Sebenarnya
    Sibghatullah adalah suatu kelahiran dari Kerajaan Tuhan, yakni Islam. Sang
    Pembaptis yang menyebabkan kelahiran kembali (regenerasi) ini adalah Tuhan.
    Mengenai nama kedua dalam ucapan salam Kristen, “Anak”, kita tidak mengetahui
    siapa atau apa “anak” ini? Anak siapa? Jika Tuhan dengan tepat disebut “Bapa”,
    maka kita heran dan penasaran, yang mana saja “anak-anak”-Nya yang banyak sekali
    (dalam banyak ayat alkitab) itu yang dimaksud dalam salam pembaptisan.
    Yesus
    mengajarkan kita untuk berdoa “Bapa kami yang ada di Surga”. Jika kita semua
    adalah anak-Nya dalam artian makhluk ciptaan-Nya, maka penyebutan kata “anak”
    dalam ucapan salam menjadi agak tidak berarti dan bahkan menggelikan. Kita tahu
    bahwa “Anak Manusia” atau Barnasha disebut sebanyak 83 kali dalam
    khotbah-khotbahnya Yesus.

    Al-Qur’an tidak pernah menyebut Yesus sebagai
    Anak Manusia, melainkan “Anak Maria (Maryam)”. Ia tidak bisa menyebut dirinya
    “Anak Manusia” karena ia adalah hanya “anak seorang perawan”. Tidak mungkin
    melepaskan diri dari kenyataan itu. Anda bisa menjadikan “anak Tuhan”
    sebagaimana dengan kebodohan yang Anda lakukan, tetapi Anda tidak bisa
    menjadikannya “Anak Manusia” kalau Anda tidak mempercayainya sebagai keturunan
    Yusuf Si Tukang Kayu (yang menurut Bible adalah suami Maria), kalau Anda tidak
    mempercayainya sebagai keturunan biologis Yusuf Si Tukang Kayu.

    Saya
    tidak tahu persis bagaimana, apakah melalui intuisi, ilham, atau mimpi, saya
    diajari dan diyakinkan bahwa nama kedua dalam ucapan salam itu adalh suatu
    interpolasi dari “Anak Manusia”, yang adalah Ahmad.

    Adapun mengenai Roh
    Kudus dalam ucapan salam, ia bukanlah roh oknum atau individu, melainkan wakil,
    kekuatan energi Tuhan dengan mana seorang manusia dilahirkan atau masuk kedalam
    agama yang benar dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan.





Apa kata Bapa-bapa Nasrani Awal Mengenai Roh Kudus?







  1. Hermas (Similitude v, 5, 6) memahami "Roh Sudus" sebagai unsur suci yang ada
    dalam diri Yesus, yaitu Anak yang diciptakan sebelum semua hal. Tanpa memasuki
    pembicaraan yang tak berguna atau yang tak mempunyai arti apakah Hermas
    mencampur adukkan Roh Kudus dengan Firman, atau bahwa itu adalah suatu unsur
    berbeda milik Yesus, diakui bahwa firman diciptakan sebelum segala sesuatu -
    pada permulaan – dan Hermas memandang bahwa Roh bukanlah suatu oknum
    (prinbadi).
  2. Justin - disebut "sang martir" (100?-167? M) dan Theophilus (120?-180?)
    memahami Roh Kudus kadang-kadang sebagai bentuk yang aneh atas perwujudan firman
    dan kadang-kadang sebagai atribut yang suci, tetapi tidak pernah sebagai seorang
    pribadi yang suci. Haruslah diingat bahwa dua orang Bapak dan Penulis Yunani
    dari abad kedua Masehi ini tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan yang pasti
    tentang Roh Kudus kaumTrinitas dari abad keempat dan seterusnya.
  3. Athenagoras (110-180M) mengatakan Roh Kudus ialah sebuah pancaran Tuhan yang
    berasal dan kembali kepada-Nya seperti sinar matahari (Deprecatio pro
    Christiarus, ix, x.). Irenaeus (130?-202? M) mengatakan bahwa Roh Kudus dan Anak
    adalah dua hamba Tuhan dan bahwa malaikat tunduk kepada mereka. Jurang perbedaan
    yang lebar antara keyakinan dan konsep dari dua orang Bapa Nasrani pada masa
    awal tentang Roh Kudus ini jelas sekali membutuhkan ulasan lebih lanjut. Sangat
    Mengherankan bahwa dua orang hamba Tuhan itu kemudian harus diangkat pada
    derajat ketinggian Tuhan dan dua hamba Tuhan itu dinyatakan sederajat dengan
    Tuhan yang telah menciptakan kedua orang hamba-Nya itu.
  4. Yang paling terkenal dan berpengetahuan tinggi dari semua Bapak Nasrani
    anti-Nicea dan apolis Kristen adalah Origen (185-254 M). Pengarang Hexepla
    menganggap kepribadian berasal dari Roh Kudus, tetapi menjadikannya pengikut
    sang Anak. Penciptaan Roh Kudus oleh sang Anak adalah tidak mungkin sekalipun
    pada permulaan ketika firman –atau Anak- diciptakan oleh Tuhan. Doktrin mengenai
    Roh Kudus ini tidak ditetapkan oleh Dewan Nicea. Hanya saja pada tahun 386 M
    dalam Dewan Gereja Konstantinopel kedua barulah dinyatakan sebagai oknum ketiga
    Tuhan dari Trinitas yang bersifat konsubstansial (memiliki sifat dan hakikat
    yang sama) dan sebaya dengan Bapa dan Anak.



“Paraclete” bukanlah “penghibur” atau “penolong”. Sebenarnya, ia sama
sekali bukanlah sebuah kata klasik. Ortografi Yunani dari kata tersebut adalah
Paraklytos yang dalam literatur Gereja diartikan sebagai “orang yang diminta
untuk membantu, menyokong, memperantarai” ( Dict. Grec-Francais oleh
Alexandre).

Kita tidak perlu mengaku sebagai seorang sarjana Yunani
untuk mengetahui bahwa kata Ibrani untuk “penghibur” ( Comforter atau
Conselor ) bukanlah “ Paraclytos ” atau “ Paracalon ”. Saya
tidak memiliki Septuagint versi Yunani, tetapi saya ingat dengan baik bahwa kata
Ibrani untuk “penghibur” (mnahem) dalam Ratapan Yeremia (1:2,9,16,17,21,
dan seterusnya) diterjemahkan menjadi Parakaloon , dari kata Parakaloo
, yang artinya adalah “memanggil, mengajak, mendesak, menghibur, berdoa,
memohon.”

Perlu diketahui bahwa ada dua huruf vokal alpha yang
panjang setelah konsonan kappa dalam “Paracalon” yang tidak ada
dalam “Paraclytos” . Dalam ungkapan “Dia yang menghibur kita akan semua
penderitaan kita” kata paracalon (dan bukan paraclytos )
digunakan. “Saya mendesak, atau mengajak, engkau untuk bekerja”.

Adapun
mengenai arti lainnya dari “perantara” atau “penolong” yang diberikan oleh
Gereja yakni “ paraclete” , sekali lagi saya menyatakan bahwa “
Paracalon” (bukan “ paraclytos” ) dapat membawa pengertian yang
sama. Istilah Yunani yang benar untuk “penolong” adalah “Sunegorus” dan untuk
“perantara” atau “mediator” adalah “meditea”.

Dalam artikel saya
selanjutnya, saya akan memaparkan bentuk Yunani nya yang benar yang
diselewengkan menjadi “Paraclytos”. Secara sambil lalu, saya ingin
mengoreksi kesalahan dimana sarjana Perancis Ernest Renan pun ikut terperosok.


Jika saya mengingat kembali dengan baik, Monsier Renan, dalam karyanya
yang terkenal The Life of Christ , menerjemahkan Paraclete Yohanes
(14:16,26 dan 15:7 dan 1 Yohanes 2:1) sebagai “penolong”. Ia menyebutkan bahwa
bentuk Syria-Khaldea “Paraklit ” sebagai lawan dari “Ktighra”
(pendakwa) dari “Kategorus” . Nama Syria untuk mediator atau
perantara adalah “mis'aaya” , tetapi dipengadilan-pengadilan “Snighra”
(dari kata Yunani Sunegorus) digunakan untuk seorang pembela. Banyak orang
Syria yang tidak mengenal bahasa Yunani menganggap “Paraqlita” sebagai bentuk
bahasa Arami atau Syria dari “Paraclete” dalam versi Pshittha dan terbentuk dari
Paraq (menyelamatkan diri, mengantarkan dari) dan “lita” (yang terkenal).


Pemikiran bahwa Yesus adalah “sang Juru Selamat dari kutukan sumpah”,
dan karenanya dia sendiri pun “Paraqlita” (1 Yohanes 2:1), bisa membuat
seseorang berpikir bahwa kata Yunani tersebut asalnya dari bahasa Arami, seperti
kalimat Yunani “Maran atha” dalam bahasa Arami adalah “Maran Athi” , artinya
Tuhan kita akan datang (1 Yohanes 16:22), yang nampak merupakan ungkapan
ditengah kaum beriman mengenai kedatangan nabi besar terakhir. Maran Athi
ini, dan khususnya ucapan salam pembaptisan, mengandung poin-poin yang
terlalu penting untuk diabaikan. Keduanya patut mendapat kajian khusus dan
penjelasan terperinci yang berharga. Keduanya memasukkan indikasi yang
menguntungkan agama Kristen.

Saya pikir sudah cukup membuktikan bahwa
“Paraclytos”, dari sudut pandang Linguistik dan etimologis, tidak berarti
“penolong, penghibur, penenang, mediator”.

Kebodohan melibatkan banyak
kesalahan. Selama berabad-abad bangsa Latin dan Eropa yang bodoh telah menulis
nama Muhammad “Mahomet”, Musa “Moses”. Oleh karenanya, apakah sedikit
mengherankan kalau pendeta atau penulis Kristen menuliskan nama sebenarnya dalam
bentuk Paraclytos yang diselewengkan? Yang pertama berarti “yang paling
terkenal, patut terpuji”. Tetapi bentuk yang telah diselewengkan sama sekali
tidak berarti apa-apa selain rasa malu pada diri mereka yang selama 18 abad
memahami kata itu dalam arti “penolong” atau “penghibur”.





Catatan Kaki



[1] Belles-Lettres: Kepustakaan yang dihargai lebih
karena nilai estetika daripada dialektika atau muatan
informatifnya.


Sumber:
"Menguak Misteri Muhammad SAW",
Benjamin Keldani, Sahara Publisher, Edisi Khusus Cetakan kesebelas Mei
2006






PARAKLETOS ADALAH ROH KUDUS
In the New Testament the word seems to appear only in Johannine writings. 'Paraclete' appears in the New Testament in the Gospel of John (14:16, 14:26, 15:26, 16:7) where it may be translated in English as "counselor", "helper", encourager, advocate, or "comforter".[8] The early church identified the Paraclete as the Holy Spirit (Acts 1:5,1:8,2:4,2:38) and Christians continue to use Paraclete as a title for the Spirit of God. In the Gospel of Matthew, chapter 5 v. 4 Jesus Christ uses the verb παρακληθήσονται, paraclethesontai, traditionally interpreted to signify "to be refreshed, encouraged, or comforted". The text may also be translated as vocative as well as the traditional nominative.[9] Then the meaning of 'paraclethesontai', also informative of the meaning of the name, or noun Paraclete, implicates 'are going to summon' or 'will be breaking off'... The Paraclete may thus mean 'the summoner' or 'the one, who, or that which makes free'[10]
In 1 John 2:1 "Paraclete" is used to describe the intercessory role of Jesus Christ who pleads to The Father on our behalf. And in John 14:16 Jesus says "another Paraclete" will come to help his disciples, implying Jesus is the first and primary Paraclete.
In Matt 3:10-12 and Luke 3:9-17 John the Baptist says a powerful one coming after him "will baptize you with the Holy Spirit and with fire. His winnowing fork is in his hand, and he will clear his threshing floor, gathering his wheat into the barn and burning up the chaff with unquenchable fire." (NIV)
Verses like these are often used by Christians in Trinitarian theology to describe how God is revealed to the world and God's role in salvation. According to Trinitarian doctrine, the Paraclete or Holy Spirit is the third person of the Trinity who among other things provides guidance, consolation, strength, and support to people. Other titles for the Holy Spirit include 'Spirit of Truth', Lightful Spirit of God Almighty, Holy Breath, Almighty Breath, Giver of Life, Lord of Grace, Helper, 'Comforter', 'Counselor' and 'Supporter'.


translate donk om BM.....di sini bukan forum bahasa inggris
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Sun Mar 04, 2012 1:24 pm

Tidak dapat disangkal lagi, bahwa Yesus disamping
mengajarkan tentang keesaan Tuhan, Hukum Taurat, Cinta kasih
dan Kebenaran, maka jangan lupa pula bahwa Yesus juga
mengajarkan tentang "Akan datangnya Dia, sesudah aku."
Didalam Perjanjian Baru pemberitaan ini sangat jelas
kalimat-kalimatnya dan bahkan didalam Perjanjian Lamapun
tiada ketinggalan. Baiklah, kita baca sekarang didalam
Perjanjian Baru dahulu, yaitu dalam Injil Yahya 14: 16-17:

"Aku, Yesus akan memintakan kepada Allah, supaya kamu
diberinya Paraclet yang lain, supaya tinggal diantara kamu
selama-lamanya. Yaitu Rokh Kebenaran, maka isi dunia ini
tiada mengenalnya, adapun kamu ini kenal akan dia, karena
dia ada tinggal bersama-sama dengan kamu selamanya."

Jelas saya kira, bahwa nabi Isa akan mengirimkan Dia, Rokh
Kebenaran, yang akan dikenal oleh murid-muridnya. Didalam
kata-katanya yang asli, maka yang dipakai Isa bukannya Rokh
Kebenaran ataupun Rokhulkudus, tetapi ia menggunakan istilah
Paraclet. Paraclet atau Para-Cletos artinya ialah Yang
Ikhlas atau Yang Terpuji. Kata-kata atau ayat inilah yang
kemudian ditafsirkan oleh orang-orang Kristen dengan istilah
Rokhulkudus, sebagai penggenap bagi oknum Allah yang ketiga.

Benarkah Paraclet berarti Rokhulkudus? Untuk mengkaji
persoalan tersebut, baiklah kita lanjutkan pembacaan kita
pada Injil Yahya 16:5-14 yang bunyinya:

5. Tetapi sekarang itu Aku pergi kepada Dia yang menyuruh
Aku. Tiada seorangpun diantara kamu yang bertanya kepadaku:
Hendak kemana ?
6. Oleh sebab Aku mengatakan kepadamu perkara itu,
penuhilah hatimu dengan duka-cita.
7. Tetapi Aku ini mengatakan yang sebenarnya kepadamu,
bahwa berfaedahlah bagi kamu jika Aku undur daripadamu,
karena jika Aku tiada undur, tiada juga penghibur itu akan
datang kepadamu, tetapi jikaIau aku pergi kelak, Aku akan
menyuruhkan Dia kepadamu.
8. Setelah Dia datang akan menerangkan isi dunia ini dari
hal dosa, dan kebenaran dan hukuman.
9. Dari hal dosa, sebab tiada orang percaya akan Daku.
10. Dari hal keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada
kamu melihat Aku lagi.
11. Dan dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah
dihukumkan.
12. Maka banyak perkara bagi yang hendak kukatakan kepadamu,
tetapi sekarang tiada kamu boleh menanggung akan dia.
13. Melainkan apabila ia datang, yaitu Rokh Kebenaran, maka
ia akan membawa kepada segala jalan kebenaran, karena
tiadalah Dia berkata-kata daripadaku atas dari Yesus ini
sehingga olehnya bolehlah kami mengetahui rahasia-rahasia
yang sebenarnya. Dengan perkataan lain yang susunannya
lebih sederhana tetapi tidak pula menyimpang dari isinya
maka dapatlah disusun sebagai berikut:

a. Kalau Isa tidak pergi maka dia tidak datang (ayat 5)
b. Nabi itu amat penting, sehingga olehnya Isa akan
pergi (ayat 7)
c. Nabi itu datang membersihkan dunia ini dari
dosa (ayat 8)
d. Nabi itu datang menempelak dunia sebab manusia
tidak percaya Isa lagi (ayat 9)
e. Nabi itu menghukumkan seluruh dunia (ayat 11)
f. Nabi itu berkata-kata karena diperintah (ayat 12)
g. Ia mengabarkan perkara-perkara yang akan datang dan
kebenaran kebenaran (ayat 13)
h. Ia memuliakan Yesus (ayat 14)
i. Dia mengambil apa yang dipunyai Isa yaitu kerasulan
dan kenabiannya (ayat 14)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by Aya we lah on Sun Mar 04, 2012 2:12 pm

ichreza wrote:Tidak dapat disangkal lagi, bahwa Yesus disamping
mengajarkan tentang keesaan Tuhan, Hukum Taurat, Cinta kasih
dan Kebenaran, maka jangan lupa pula bahwa Yesus juga
mengajarkan tentang "Akan datangnya Dia, sesudah aku."
Didalam Perjanjian Baru pemberitaan ini sangat jelas
kalimat-kalimatnya dan bahkan didalam Perjanjian Lamapun
tiada ketinggalan. Baiklah, kita baca sekarang didalam
Perjanjian Baru dahulu, yaitu dalam Injil Yahya 14: 16-17:

"Aku, Yesus akan memintakan kepada Allah, supaya kamu
diberinya Paraclet yang lain, supaya tinggal diantara kamu
selama-lamanya. Yaitu Rokh Kebenaran, maka isi dunia ini
tiada mengenalnya, adapun kamu ini kenal akan dia, karena
dia ada tinggal bersama-sama dengan kamu selamanya."

Allah loh yang mengirimkan, Yesus hanya meminta/memohon

Jelas saya kira, bahwa nabi Isa akan mengirimkan Dia, Rokh
Kebenaran, yang akan dikenal oleh murid-muridnya. Didalam
kata-katanya yang asli, maka yang dipakai Isa bukannya Rokh
Kebenaran ataupun Rokhulkudus, tetapi ia menggunakan istilah
Paraclet. Paraclet atau Para-Cletos artinya ialah Yang
Ikhlas atau Yang Terpuji. Kata-kata atau ayat inilah yang
kemudian ditafsirkan oleh orang-orang Kristen dengan istilah
Rokhulkudus, sebagai penggenap bagi oknum Allah yang ketiga.

Benarkah Paraclet berarti Rokhulkudus? Untuk mengkaji
persoalan tersebut, baiklah kita lanjutkan pembacaan kita
pada Injil Yahya 16:5-14 yang bunyinya:

5. Tetapi sekarang itu Aku pergi kepada Dia yang menyuruh
Aku. Tiada seorangpun diantara kamu yang bertanya kepadaku:
Hendak kemana ?
6. Oleh sebab Aku mengatakan kepadamu perkara itu,
penuhilah hatimu dengan duka-cita.
7. Tetapi Aku ini mengatakan yang sebenarnya kepadamu,
bahwa berfaedahlah bagi kamu jika Aku undur daripadamu,
karena jika Aku tiada undur, tiada juga penghibur itu akan
datang kepadamu, tetapi jikaIau aku pergi kelak, Aku akan
menyuruhkan Dia kepadamu.
8. Setelah Dia datang akan menerangkan isi dunia ini dari
hal dosa, dan kebenaran dan hukuman.
9. Dari hal dosa, sebab tiada orang percaya akan Daku.
10. Dari hal keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada
kamu melihat Aku lagi.
11. Dan dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah
dihukumkan.
12. Maka banyak perkara bagi yang hendak kukatakan kepadamu,
tetapi sekarang tiada kamu boleh menanggung akan dia.
13. Melainkan apabila ia datang, yaitu Rokh Kebenaran, maka
ia akan membawa kepada segala jalan kebenaran, karena
tiadalah Dia berkata-kata daripadaku atas dari Yesus ini
sehingga olehnya bolehlah kami mengetahui rahasia-rahasia
yang sebenarnya. Dengan perkataan lain yang susunannya
lebih sederhana tetapi tidak pula menyimpang dari isinya
maka dapatlah disusun sebagai berikut:

a. Kalau Isa tidak pergi maka dia tidak datang (ayat 5)
b. Nabi itu amat penting, sehingga olehnya Isa akan
pergi (ayat 7)
c. Nabi itu datang membersihkan dunia ini dari
dosa (ayat 8)
d. Nabi itu datang menempelak dunia sebab manusia
tidak percaya Isa lagi (ayat 9)
e. Nabi itu menghukumkan seluruh dunia (ayat 11)
f. Nabi itu berkata-kata karena diperintah (ayat 12)
g. Ia mengabarkan perkara-perkara yang akan datang dan
kebenaran kebenaran (ayat 13)
h. Ia memuliakan Yesus (ayat 14)
i. Dia mengambil apa yang dipunyai Isa yaitu kerasulan
dan kenabiannya (ayat 14)

Dengan yakinnya (tepatnya ngeyel/keukeuh) mereka (karisten; red) mengatakan bahwa comforter/penghibur/Paraclet/Para-Cletos adalah Roh Kudus

boong

aya-aya wae...
avatar
Aya we lah
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 5
Join date : 29.02.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Sat Mar 24, 2012 3:11 pm

Shahib Mustaqim Balkhair, dalam karyanya yang berjudul "Dalil Injil" (Fellar Swaist, 1984) berhasil mengumpulkan teks-teks yang terdapat pada Perjanjian Lama dan Baru yang menunjukkan keautentikan Al-Qur'an, secara umum dan kebenaran risalah Nabi Muhammad saw secara khusus.

Hanya sedikit para muslim Barat kontemporer yang menggeluti proyek kajian perbandingan antara Injil dan Al-Qur'an. Itu adalah di luar kesanggupan Islam atau Kristen dalam membongkar teologi agama lain, seperti yang selalu dilakukan oleh Prof. Hans Kung --para teolog Kristen, seperti Adolf Von Harnack, Adolf Slater, Paul Schwartznow mengakui bahwa Al-Qur'an mengandung penjelasan paling autentik tentang kedudukan, peran, dan karakter Almasih. Karenanya, Al-Qur'an mengingatkan umat Kristen akan masa lain mereka.

Tampaknya, hanya ada satu hubungan antara Perjanjian Baru dan Al-Qur'an yang menyibukkan pemikiran para muslimin Barat, yaitu ramalan akan risalah Muhammad saw dalam Injil Yohana (16:14), (13:166). Umat Islam setuju -juga disetujui oleh Prof. Hans Kung-- bahwa bacaan yang benar terhadap ayat-ayat tersebut adalah Periklytos (berarti 'Ahmad' dalam Bahasa Arab) bukan Parakletos menyiratkan kedatangan nabi lain setelah Almasih dan nabi itu adalah Muhammad saw.

Penting untuk disebut, kesepakatan bahwa kata Parakletos (yang terdapat dalam Injil Yohana 26:14) [6] tidak menunjuk pada roh kudus. Tampak dengan jelas kontradiksi antara teks Injil Yohana (13:16) [7] dan yang terdapat dalam cetakan-cetakan Injil yang lain, semuanya menafsirkan roh kudus. Hal ini terjadi akibat pengaruh konsepsi Helenisme dan Gnostisisme yang merembes ke dalam teks Injil --yang tentu saja diragukan keautentikannya. Injil-injil juga itu tidak cukup terjebak dalam distorsi yang dilakukan oleh pakar-pakar teologi Kristen. Adalah hal logis, jika pertanyaan berikutnya dimulai dengan, bukankah cukup bagi kita Al-Qur'an sempurna dan pembenar? Apakah para nabi membutuhkan dalil khusus menurut hawa nafsu mereka? Dan apakah bermanfaat kita memperkuat Al-Qur'an dengan dokumen-dokumen seperti kebanyakan Injil-injil, khususnya Injil Yohana, yang ia sendiri sangat membutuhkan orang yang menjustifikasi keautentikannya?

[6] Ayat tersebut adalah, "Dan aku memohon dari tuhan Bapak, lalu Ia menganugerahkan kalian seorang penghibur yang agar ia tinggal bersama kalian abadi selamanya." (16:14)

[7] Ayat tersebut yaitu, "Adapun tatkala datang ruh Al-Haq maka ia menunjuki segenap kebenaran kepada kalian karena ia tidak bicara dari dirinya sendiri akan tetapi segala yang ia dengar, ia bicarakan dan ia beritakan dengan perkara-perkara ayat-ayatnya." (13:16)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Thu Mar 29, 2012 8:07 am

YOHANES 14:15 - 16 "Jikalau kamu mengasihi aku, turutlah
segala hukumku. Dan aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia
akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya ia
menyertai kamu selama-lamanya." Para theolog Islam berkata
bahwa "Penolong yang lain" itu adalah Muhammad, Rasulullah;
dan "menyertai selama-lamanya" berarti abadinya hukum dan
cara hidup (syariah) dan Kitab yang diwahyukan kepadanya.

YOHANES 15:26 - 27 - "Akan tetapi apabila datang Penolong
yang akan kusuruhkan kepadamu dari pada Bapa, yaitu Roh
Kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan
menyaksikan dari halku. Dan kamu pun akan menjadi saksiku,
oleh sebab itu kamu telah ada bersama-sama dengan aku dari
mulanya."

YOHANES 16:5 - 8 - "Tetapi sekarang aku pergi kepada Dia
yang menyuruh aku, maka tiada seorang dari antara kamu yang
bertanya kepadaku: "Kemanakah Tuhan hendak pergi? Hanyalah
sebab aku sudah mengatakan segala perkara itu kepadamu, maka
duka-cita telah penuh didalam hatimu. Tetapi aku ini
mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu
jikalau aku ini pergi, karena jikalau tiada aku pergi,
tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau
aku pergi, aku akan menyuruhkan Dia kepadamu. Apabila ia
datang maka ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari
hal dosa dan keadilan dan hukuman." Selanjutnya dalam
Yohanes 16:12-14 - "Banyak lagi perkara yang aku hendak
katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu
menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu
Roh Kebenaran; maka ia pun akan membawa kamu kepada segala
kebenaran; karena tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya
sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan
dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara
yang akan datang. Maka ia akan memuliakan aku, karena ia
akan mengambil dari pada hak aku, lalu mengkhabarkan
kepadamu" ... YAHYA 16:16 -"Hanya seketika lagi maka tiada
kamu memandang aku, dan lagi pula seketika sahaja, maka kamu
akan melihat aku" ...

Ulama Islam mengatakan bahwa orang tersebut dalam ayat-ayat
di atas, yang akan datang setelah Yesus, yaitu melainkan
Nabi Muhammad s.a.w.; nubuat mana yang kemudian dikacaukan
oleh para penafsir dan penterjemah dari bahasa Yunani,
sedangkan Yesus sendiri hanya berbicara dan mengerti bahasa
Aramiya. Dalam codex Yunani, kata PERICLUTOS yang berarti
"sangat terpuji, yakni Muhammad, diganti dengan PARACLETOS
yang berarti pembela perkara, penolong.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 29, 2012 8:57 am

ichreza wrote:YOHANES 14:15 - 16 "Jikalau kamu mengasihi aku, turutlah segala hukumku. Dan aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya."

Para theolog Islam berkata bahwa "Penolong yang lain" itu adalah Muhammad, Rasulullah;
dan "menyertai selama-lamanya" berarti abadinya hukum dan
cara hidup (syariah) dan Kitab yang diwahyukan kepadanya.

muhammad kan bukan ROH
dan terbukti sudah mati, gak isa menyertai selama-lamanya

bandingkan dengan ini:
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: ''Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.''

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by Macz_Fajar on Fri Mar 30, 2012 9:51 am

@SEGOROWEDI wrote:bandingkan dengan ini:
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: ''Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.''
Matius :
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Lima Ayat diatas adalah ayat PALSU !!!
Injil Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15, sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh gereja kemudian. Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca pasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa injil Matius 28:15 merupakan penutup Injil Matius.

Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, diperlihatkanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah Kristen seperti Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal 124:

This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would the be a latter addition.”

(“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian.”)

Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvards, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut :

The great commission in Matthew 28:16-20 have been created by the individual evangelist reflect the evangelist idea of launching a word mission of the church. Jesus probab(y had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from jesus.

(“Perintah utama dalam Matius 28:18-20 diciptakan oleh para penginjil memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat tidak mungkin memiliki ide untuk menganjarkan ajarannya ke seluruh dunia dan (Yesus) sudah pasti bukan pendiri lembaga ini (agama Kristen). Ayat ini tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus.”)

Teolog lain pun berpendapat demikian, seperti perkataan Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies,: "Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan." Bacalah bukunya. (Hashem, "Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).
avatar
Macz_Fajar
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 131
Join date : 10.03.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by keroncong on Wed Apr 04, 2012 2:46 am

Tidak dapat disangkal lagi, bahwa Yesus disamping
mengajarkan tentang keesaan Tuhan, Hukum Taurat, Cinta kasih
dan Kebenaran, maka jangan lupa pula bahwa Yesus juga
mengajarkan tentang "Akan datangnya Dia, sesudah aku."
Didalam Perjanjian Baru pemberitaan ini sangat jelas
kalimat-kalimatnya dan bahkan didalam Perjanjian Lamapun
tiada ketinggalan. Baiklah, kita baca sekarang didalam
Perjanjian Baru dahulu, yaitu dalam Injil Yahya 14: 16-17:

"Aku, Yesus akan memintakan kepada Allah, supaya kamu
diberinya Paraclet yang lain, supaya tinggal diantara kamu
selama-lamanya. Yaitu Rokh Kebenaran, maka isi dunia ini
tiada mengenalnya, adapun kamu ini kenal akan dia, karena
dia ada tinggal bersama-sama dengan kamu selamanya."

Jelas saya kira, bahwa nabi Isa akan mengirimkan Dia, Rokh
Kebenaran, yang akan dikenal oleh murid-muridnya. Didalam
kata-katanya yang asli, maka yang dipakai Isa bukannya Rokh
Kebenaran ataupun Rokhulkudus, tetapi ia menggunakan istilah
Paraclet. Paraclet atau Para-Cletos artinya ialah Yang
Ikhlas atau Yang Terpuji. Kata-kata atau ayat inilah yang
kemudian ditafsirkan oleh orang-orang Kristen dengan istilah
Rokhulkudus, sebagai penggenap bagi oknum Allah yang ketiga.

Benarkah Paraclet berarti Rokhulkudus? Untuk mengkaji
persoalan tersebut, baiklah kita lanjutkan pembacaan kita
pada Injil Yahya 16:5-14 yang bunyinya:

5. Tetapi sekarang itu Aku pergi kepada Dia yang menyuruh
Aku. Tiada seorangpun diantara kamu yang bertanya kepadaku:
Hendak kemana ?
6. Oleh sebab Aku mengatakan kepadamu perkara itu,
penuhilah hatimu dengan duka-cita.
7. Tetapi Aku ini mengatakan yang sebenarnya kepadamu,
bahwa berfaedahlah bagi kamu jika Aku undur daripadamu,
karena jika Aku tiada undur, tiada juga penghibur itu akan
datang kepadamu, tetapi jikaIau aku pergi kelak, Aku akan
menyuruhkan Dia kepadamu.
8. Setelah Dia datang akan menerangkan isi dunia ini dari
hal dosa, dan kebenaran dan hukuman.
9. Dari hal dosa, sebab tiada orang percaya akan Daku.
10. Dari hal keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada
kamu melihat Aku lagi.
11. Dan dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah
dihukumkan.
12. Maka banyak perkara bagi yang hendak kukatakan kepadamu,
tetapi sekarang tiada kamu boleh menanggung akan dia.
13. Melainkan apabila ia datang, yaitu Rokh Kebenaran, maka
ia akan membawa kepada segala jalan kebenaran, karena
tiadalah Dia berkata-kata daripadaku atas dari Yesus ini
sehingga olehnya bolehlah kami mengetahui rahasia-rahasia
yang sebenarnya. Dengan perkataan lain yang susunannya
lebih sederhana tetapi tidak pula menyimpang dari isinya
maka dapatlah disusun sebagai berikut:

a. Kalau Isa tidak pergi maka dia tidak datang (ayat 5)
b. Nabi itu amat penting, sehingga olehnya Isa akan
pergi (ayat 7)
c. Nabi itu datang membersihkan dunia ini dari
dosa (ayat 8)
d. Nabi itu datang menempelak dunia sebab manusia
tidak percaya Isa lagi (ayat 9)
e. Nabi itu menghukumkan seluruh dunia (ayat 11)
f. Nabi itu berkata-kata karena diperintah (ayat 12)
g. Ia mengabarkan perkara-perkara yang akan datang dan
kebenaran kebenaran (ayat 13)
h. Ia memuliakan Yesus (ayat 14)
i. Dia mengambil apa yang dipunyai Isa yaitu kerasulan
dan kenabiannya (ayat 14)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by mang odoy on Fri Apr 06, 2012 10:55 am

@Macz_Fajar wrote:
@SEGOROWEDI wrote:bandingkan dengan ini:
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: ''Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.''
Matius :
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Lima Ayat diatas adalah ayat PALSU !!!
Injil Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15, sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh gereja kemudian. Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca pasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa injil Matius 28:15 merupakan penutup Injil Matius.

Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, diperlihatkanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah Kristen seperti Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal 124:

This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would the be a latter addition.”

(“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian.”)

Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvards, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut :

The great commission in Matthew 28:16-20 have been created by the individual evangelist reflect the evangelist idea of launching a word mission of the church. Jesus probab(y had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from jesus.

(“Perintah utama dalam Matius 28:18-20 diciptakan oleh para penginjil memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat tidak mungkin memiliki ide untuk menganjarkan ajarannya ke seluruh dunia dan (Yesus) sudah pasti bukan pendiri lembaga ini (agama Kristen). Ayat ini tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus.”)

Teolog lain pun berpendapat demikian, seperti perkataan Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies,: "Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan." Bacalah bukunya. (Hashem, "Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

:lkj:

apalagi kalo DISERTAI LINK nya...biar gak terkesan omdo...
bisa bro...???


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by SEGOROWEDI on Tue Apr 10, 2012 1:56 pm

@Macz_Fajar wrote:
Matius :
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Lima Ayat diatas adalah ayat PALSU !!!
Injil Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15, sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh gereja kemudian. Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca pasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa injil Matius 28:15 merupakan penutup Injil Matius.

Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, diperlihatkanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah Kristen seperti Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal 124:

This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would the be a latter addition.”

(“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian.”)

Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvards, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut :

The great commission in Matthew 28:16-20 have been created by the individual evangelist reflect the evangelist idea of launching a word mission of the church. Jesus probab(y had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from jesus.

(“Perintah utama dalam Matius 28:18-20 diciptakan oleh para penginjil memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat tidak mungkin memiliki ide untuk menganjarkan ajarannya ke seluruh dunia dan (Yesus) sudah pasti bukan pendiri lembaga ini (agama Kristen). Ayat ini tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus.”)

Teolog lain pun berpendapat demikian, seperti perkataan Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies,: "Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan." Bacalah bukunya. (Hashem, "Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

tuduhan/teori basi

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by SEGOROWEDI on Wed Apr 11, 2012 4:11 pm

muhammad itu manusia atau roh?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by Orang_Pinggiran on Sat Apr 14, 2012 4:11 am

Atas dasar apa kamu bilang gitu Wed?
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by lamb123 on Sat Apr 14, 2012 11:45 am

Ahhh ribet ni orang mikir ya.....
apa yang di tulis dari murid2 YESUS itu salah maksdnya.....?

Maap bung ane bisa ketawa ngakak bila kamu ga percaya.
Kawan2 jgn pusing2? YESUS real kok

Orang lumpuh berjalan,orang buta melihat, segala jenis penyakit disembuhkan, dan malah orang mati pun di bangkitkan lagi. dan smua itu karenaNYA. Ini nyata kawan sampai saat ini....

lamb123
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 10
Join date : 13.04.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Muhammad dinubuatkan di bible

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 13 1, 2, 3 ... 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik