FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Keutamaan Sifat Pemaaf Ada 10 Perkara

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Keutamaan Sifat Pemaaf Ada 10 Perkara

Post by Admin on Wed May 02, 2012 11:06 pm

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di

antara kamu bersumpah, bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada

kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada

jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah

kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun

lagi Maha Penyayang
" (QS. an-Nur [24]: 22)



Pertama,dapat menyelesaikan perselisihan atau perseteruan. Perselisihan

atau perseteruan mungkin timbul lantaran ada pihak yang melakukan

perbuatan aniaya dan pihak lain merasa teraniaya. Jika pihak yang bersalah

tidak mau meminta maaf, dan pihak yang merasa teraniaya juga enggan

memaafkannya, maka perselisihan tersebut akan sulit diselesaikan. Tetapi

dengan adanya sifat pemaaf niscaya perselisihan dan perseteruan tersebut

dapat didamaikan.



Kedua, dapat menghilangkan rasa benci, dengki dan dendam. Benci, dengki


dan dendam mungkin timbul karena suatu perseteruan yang belum bisa

diselesaikan, lalu mendorong pihak-pihak yang berseteru untuk melakukan

balas dendam, mencederai dan menghancurkan pihak lawan. Jika masing-masing

pihak berlapangdada serta dengan tulus mau berdamai dan saling memaafkan,

insya Allah rasa benci, dendam dan dengki tersebut akan bisa dihilangkan.



Ketiga, dapat menyambung silaturrahim yang telah putus. Dua orang


bersaudara atau bertetangga, bisa jadi terganggu komunikasinya sehingga

bertahun-tahun tidak saling bertegur-sapa. Padahal, pemicunya mungkin

sepele, katakanlah gara-gara masalah anak. Namun karena keduanya merasa

berada di pihak yang benar dan tidak ada yang mau mengalah, akibatnya

silaturrahim antara keduanya menjadi terputus.



Keempat, dapat memperkokoh ukhuwah Islamiyah (persatuan dan kesatuan


umat). Di dalam kehidupan umat Islam banyak terjadi perbedaan faham dan

pendapat, baik di bidang fikih maupun bidang-bidang lainnya.

Perbedaan-perbedaan tersebut kadang sampai menimbulkan konflik dan

benturan yang cukup keras. Maka, bila setiap Muslim bersikap pemaaf

terhadap saudaranya, berlapang dada dan saling menghormati pendapat yang

berbeda tersebut, insya Allah persatuan dan kesatuan umat akan bisa

diperkokoh.



Kelima, pemaaf itu dapat menghilangkan rasa permusuhan dan memperbanyak


teman. Islam melarang permusuhan antarsesama. Sebaliknya, Islam sangat

menganjurkan membangun persahabatan sebanyak mungkin. Untuk itulah Islam

menganjurkan sifat pemaaf dan ketulusan hati kepada para pemeluknya,

karena sifat pemaaf yang tulus itu akan menghilangkan sifat benci dan

dendam, menghilangkan rasa permusuhan dan

mempersubur persahabatan.



Keenam
, melahirkan sifat tawadu', menghilangkan sifat sombong dan angkuh.


Sifat sombong dan angkuh dapat timbul pada diri seseorang, karena ia

merasa lebih dari yang lain, paling baik, paling benar dan paling mampu

dalam segala hal. Sifat-sifat ini sering membuat orang enggan meminta

maaf, karena ia merasa tidak pernah bersalah, sehingga ia gengsi untuk

meminta maaf, bahkan meminta maaf dianggapnya identik dengan kerendahan

diri.



Ketujuh, dapat menghapus dosa dan memudahkan jalan ke surga. Allah tidak


akan mengampuni dosa seseorang dan tidak akan memasukkannya ke surga

sebelum orang tersebut terlebih dulu menyelesaikan urusannya di dunia,

sangkut pautnya dengan orang lain sehingga mereka berdamai dan saling

memaafkan.



Kedelapan, menjadikan hati tenang-tenteram. Dosa adalah sesuatu yang


membuat pelakunya gelisah, tidak tenang. Apalagi kalau dia telah menyadari

betul bahwa perbuatannya itu tidak benar, maka bisa dipastikan, maka

hidupnya tidak akan pernah merasa tenang, setiap hari dihantui oleh rasa

bersalah atau berdosa. Jika dia telah meminta maaf, dan kesalahannya

dimaafkan oleh orang lain, barulah hatinya akan tenang.



Kesembilan, sifat pemaaf itu akan melahirkan pemaaf juga. Ada orang yang


ingin semua kesalahannya dimaafkan oleh orang lain, sementara dia sendiri

enggan memaafkan kesalahan orang lain. Tentu orang lain akan sulit

menerima hal itu. Jika kesalahan kita ingin dimaafkan oleh orang lain,

maka terlebih dahulu maafkanlah kesalahan-kesalahan orang lain, niscaya

orang lain akan memaafkan kesalahan kita.



Kesepuluh, sifat pemaaf itu merupakan bagian dari strategi dakwah yang


jitu. Kaum kafir Quraisy demikian dahsyat memusuhi Nabi Muhammad dan umat

Islam. Umat Islam di masa itu, selalu diganggu, disiksa bahkan dibunuh.

Tetapi, ketika kaum Muslimin berhasil menguasai Makkah dan Jazirah Arab,

Nabi Muhammad SAW segera memaklumkan amnesty umum, memaafkan semua

kesalahan semua orang kafir Quraisy. Tindakan Nabi itu, ternyata membuat

mereka tersentuh dan terharu, sehingga kemudian mereka berbondong-bondong

masuk Islam.



Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.


QS. Al-A’raf 7:199



Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

QS. Al-Fushilat 41:35
avatar
Admin
Administrator
Administrator

Male
Posts : 1099
Kepercayaan : Islam
Location : Tanah Melayu
Join date : 03.08.11
Reputation : 56

http://www.laskarislam.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik