FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Pemutusan hukuman oleh ALLAH

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pemutusan hukuman oleh ALLAH

Post by Jagona on Thu May 03, 2012 11:16 am


Pemutusan hukuman oleh ALLAH berlaku tanpa pemeriksaan atas juta milyar persoalan dari penduduk yang mendiami milyaran planet di semesta raya ini. Putusan itu ditentukan dan dilaksanakan serentak sekaligus, maka keadaannya bukan seperti seorang yang hanya dapat mengingat, bertindak atas satu soal saja. Walaupun demikian putusan ALLAH itu berlaku atas dasar keadilan dan dipenuhi oleh kasih sayang, ini terlaksana dengan alasan yang terjalin dari empat unsur :

1. Ilmu pengetahuan manusia diberikan sepenuhnya sekaligus sewaktu bangun di Akhirat, melebihi keilmuan manusia sewaktu masih hidup di dunia kini. Kalau manusia kini mendapat kesadaran secara berangsur-angsur tentang sesuatu dan pengetahuan yang diperolehnya sedikit demi sedikit, maka di Akhirat kesadaran dan pengetahuan itu diperolehnya serentak dalam satu waktu. Di sana tidak ada manusia jahil, dungu, bodoh atau setengah bodoh, tetapi semuanya memiliki kesadaran dan pengetahuan sebanding. Dalam keadaan demikian setiap diri tidak berhasrat untuk berbohong malah tidak berkesempatran melakukannya, dari sebab itu terlaksanalah keadilan yang merata tanpa tantangan dalam pelaksanaan hukum sebagai sangsi dan resiko yang dipertanggung jawabkan.

Semua itu kita ketahui berdasarkan maksud ayat :
Ayat 6/130 : Wahai masyarakat jin dan manusia, tidaklah datang kepadamu Rasul-rasul dari bangsamu yang menceritakan atas Ayat-ayat-KU dan memperingatkan kepadamu pertemuan pada Hari ini ? Mereka berkata : “Kami membuktikan atas diri kami selama ini”. Dan kehidupan di dunia memperdaya mereka dan mereka membuktikan atas keadaaan diri mereka selama ini, bahwa mereka itu adalah orang-orang kafir.
Ayat 16/27 : Kemudian pada Hari Kiamat DIA menghinakan mereka dan berklata : “Dimana serikat-KU yang kamu memihak kepadanya ?. Berkatalah orang yang diberi ilmu itu bahwa kehinaan dan kejahatan pada Hari ini adalah atas oraang-orang kafir.
Ayat 27/66 : Akan tetapi akan berkumpul ilmu mereka di Akhirat nanti, malah mereka (di dunia kini) dalam keraguan tentang Akhirat itu malah mereka buta tentang itu.
Ayat 39/48 : Dan nyatalah bagi mereka kejahatan-kejahatan yang mereka perbuat selama ini dan jadi logislah pada mereka apa-apa yang mereka perolok-olokan.

2. Pemandangan dan pendengaran manusia di Akhirat sangat tajam. Kalau manusia di dunia kini hidup dalam alam tiga dimensi di mana pengklihatan dan pendengaran terbatas pada ukuran tertentu dalam lingkungannya, dan mereka hanya sanggup melihat serta mendengar sesuatu pada gelombang pertama yang dipancarkan, maka di Akhirat nanti manusia itu akan hidup dalam empat dimensi di mana penglihatan dan pendengaran tidak terhalang dan tidak dibatasi oleh ukuran tertentu dalam lingkungannya, malah mereka akan melihat serta mendengar sesuatu pada gelombang yang sudah lama menggelombang ke angkasa luas yang kemudian kembali memantul pada pancaindera mereka. Keadaan begini akan memperkuat keinsyapan menusia sebagai mana disebutkan pada alinea 1 di atas dan dengannya terlaksanalah sangsi hukum secara adil berupa resiko yang dipertanggung jawabkan.

Hal ini dapat diketahui dari maksud ayat :
Ayat 50/22 : Sesungguhnya engkau dalam lengah tentang Akhirat ini, maka KAMI angkatkan daripadamu tutupan (pancaindera)mu maka pemandanganmu Hari ini Keras dan tajam.
Ayat 75/14 : Malah manusia akan melihat riwayat dirinya (selama hidup di dunia fana).
Ayat 75/15 : Dan walaupun dia menyempatkan pembelaan.

3. Kitab catatan riwayat hidup manusia selama tinggal di dunia kini akan didatangkan oleh ALLAH kepada setiap diri. Dengan kitab itu manusia semakin tidak diberi kesempatan untuk mengelakkan resiko yang wajib diterimanya, dan dengan itu juga terlaksanalah pelaksanaan sangsi hukum secara adil tanpa ada yang dirugikan di Akhirat nanti.
Kitab catatan adalah Mar’a atau Neuterino yang mengapung dari setiap diri manusia yang dengan pengapungan itu diri tadi berobah dari kuat jadi lemah, dari muda yang gagah jadi tua yang buruk. Mar’a itu senantiasa merekam segala gerak gerik yang berlaku dalam hidup diri kemudian dia mengapung ke angkasa sebagai anti partikel waktu mana fungsi rekamannya berhenti karena tiada lagi yang direkamnya. ALLAH telah menentukan Mar’a tersebut demikian rupa, melayang cepat lari dari partikel, bergabung sesamanya yang non-partikel berupa ionosfir dan Comet hingga dengan sifat Mar’a demikian murnilah catatan yang dilakukannya atas diri tertentu tanpa campuran catatan diri lain.

Semua itu berdasarkan maksud ayat :
Ayat 50/16 : Dan sungguh KAMI-lah yang menciptakan manusia itu dan KAMI mengetahui apa yang bergema dalam dirinya dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
Ayat 50/17 : Ketika menyambut dua yang menyambut berkedudukan dari kanan dan kiri (yaitu Mar’a dengan unsure positif dan negatif).
Ayat 50/18 : Tidaklah manusia itu mengucapkan suatu perkataan kecuali padanya ada penjaga tersedia (raqib ‘atid)
Ayat 13/11 : Bagi manusia itu ada pencatat dari muka dan belakangnya yang menjaganya dengan perintah ALLAH.
Ayat 43/80 : Apakah manusia itu menyangka bahwa KAMI tidak mendengar rahasia mereka dan bisikan mereka ? Awaslah, dan Rasul-rasul (Mar’a) KAMI ada pada mereka senantiasa menuliskan.
Ayat 83/7 : Awaslah, bahwa kitab (Mar’a) pembangkang itu ada dalam sijjin.
Ayat 83/8 : Dan tahukan engkau apa sijjin itu ?
Ayat 83/9 : yaitu kitab rekaman
Ayat 83/18 : Awaslah bahwa kitab (Mar’a) orang-orang baik itu ada dalam ‘illiyyin
Ayat 83/19 : Dan tahukah apa ‘illiyyin itu
Ayat 83/20 : Yaitu kitab rekaman.
Ayat 79/30 : Dan Bumi sesudah itu DIA putarkan
Ayat 79/31 : DIA keluarkan daripadanya Alma’nya dan Mar’anya
Ayat 87/4 : Dan dialah yang mengeluarkan Mar’a itu.
Ayat 87/5 : Lalu menjadikannya dalam keadaan mengapung dan berisikan catatan (gusaan ahwa).
Ayat 17/13 : dan setiap manusia itu KAMI beri fakta tentang tanggung jawabnya dikuduknya dan pada hari kiamat KAMI keluarkaan untuknya kitab (Mar’a) yang sampai kepadanya dalam keadaan terbuka.
Ayat 18/49 : Dan ditempatkanlah kitab (Mar’a) itu, akan engkau lihatlah orang-orang berdosa itu merasa berat tentang apa yang tercatat dalamnya, dan mereka berkata : “Wahai celakalah kami, kenapa kitab ini tidak merobah yang kecil begitupun yang besar kecuali dia catatkan semuanya ?. Dan mereka dapatilah apa yang mereka perbuat selama ini ada semuanya, dan tidaklah TUHAN-mu menzalimi seorang juga.
Ayat 17/17 : Pada Hari itu KAMI panggil setiap orang dengan imannya maka siapa yang didatangkan kitabnya pada kanannya (menurut tata hukum ALLAH) maka orang-orang itu akan membaca (meneliti) kitab mereka dan tidaklah mereka dizalimi sedikit juga.
Ayat 23/62 : Dan tidaklah KAMI beratkan suatu diri manusia itu kecuali menurut usahanya dan pada KAMI ada kitab (Mar’a) yang mengatakan secara logis dan mereka tidaklah dizalimi
Ayat 45/28 : Dan engkau lihatlah setiap ummat itu dalam keadaan berlutut menyerah. Setiap ummat dipanggil kepada ketentuan kitab (Mar’a)nya. Hari ini kamu dibalasi tentang apa yang kamu perbuat selama ini..
Ayat 45/29 : Inilah kitab KAMI yang mengatakan atas perbuatan secara logis, dan KAMI hanya menuntut apa-apa yang kamu perbuat.
Ayat 50/4 : Sungguh KAM mengetahui siapa dari mereka yang telah ditelan Bumi dan pada KAMI ada kitab (Mar’a) yang menjaga.
Ayat 50/5 : Tetapi mereka mendustakan yang logis itu tatkala datang pada mereka (Alquran) lalu mereka dalam urusannya bersikap berhubung-hubungan (tradisionil).

4. Ketetapan ALLAH yang telah mendahului seluruh gerak tindak yang berlaku di semesta raya ini juga menjadi unsur paling utama atas pelaksanaan sangsi hukum secara adil atas resiko di Akhirat nanti. Dengan ketetapan terdahulu dari ALLAH itu berlakulah kehidupan, melalui garis kausalita yang disediakan-NYA. Dalam hal inilah ALLAH itu berbuat sekehendak-NYA hingga disebut Esa Kuasa Maha Tahu, Melihat dan Mendengar. Akhirnya terwujudlah masyarakat manusia yang hanya menyembah kepada-NYA di Akhirat nanti sebagaimana kehendak-NYA bermula sebelum diciptakan semesta raya ini. Bagaimana pula ALLAH yang menciptakan sesuatu untuk maksud tertentu jika DIA tidak dapat menetapkan, melihat, mengetahui segala sesuatu yang diciptakan-NYA.

Menganai hal ini perhatiaknlah maksud ayat-ayat di bawah ini :
Ayat 57/21 : Berlombalah pada keampunan TUHAN-mu dan sorga seluas planet-planet dan Bumi ini dijanjikan untuk orang-orang beriman pada ALLAH dan Rasul-rasul-NYA. Itulah kurnia ALLAH yang diberikan-NYA pada orang-orang yang DIA kehendaki, dan ALLAH itu mempunyai kurnia sangat besar.
Ayat 57/22 : Tidak ada musibah yang berlaku di Bumi ini begitupun pada dirimu kecuali telah ada ketetapannya dalam Kitab (ketetapan) sebelum KAMI laksanakan dia, bahwa yang demikian itu mudah saja bagi ALLAH.
Ayat 57/23 : Agar kamu tidak kecewa atas apa-apa yang menyusahkan kamu dan agar kamu tidak gembira dengan apa yang DIA berikan padamu dan ALLAH itu tidak menyukai individualis yang sombong.
Ayat 76/30 : Dan tidaklah kamu menghendaki kecuali yang ALLAH kehendaki lebih dulu, bahwa ALLAH mengetahui bijaksana.
Ayat 18/83 : Dan mereka menanyakan padamu tentang zulqornain (manusia yang selalu bertentangan antara iman dan kafir) Katakanlah : “Akan aku analisakan soalnya atas kamu selaku pemikiran (menurut ayat Alquran).
Ayat 18/84 : Bahwa KAMI menempatkan untuk manusia itu di Bumi (juga di planet lain) dan KAMI datangkan padanya tiap sesuatu dengan hukum kausalita.
Ayat 18/85 : Maka dia ikutilah kausalita itu.
Ayat 6/59 : Dan pada-NYA-lah kunci keghaiban. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali DIA. Dan DIA mengetahui apa yang ada di daratan dan di dalam lautan, dan tiada sehelai daun jatuh kecuali DIA ketahui semuanya, dan tiada biji dalam kegelapan Bumi begitupun yang basah dan yang kering kecuali telah ada dalam Kitab (ketetapan) yang nyata.
Ayat 7/7 : Maka akan KAMI ceritakan atas mereka dengan ilmu (di Akhirat nanti) dan tidaklah KAMI pernah absent.
Ayat 7/8 : Dan timbangan pada hari itu logis, maka siapa yang berat timbangan kebaikannya maka itulah orang-orang yang menang.


nice info nice info nice info

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik