FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

BIDADARI & BIDADARA

Halaman 2 dari 3 Previous  1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

BIDADARI & BIDADARA

Post by mang odoy on Sun May 06, 2012 5:55 am

First topic message reminder :

Ane copas dari sinih..
http://answering.wordpress.com/2008/11/13/bidadari-di-surga/

Oleh : Archa (Aktifis forum-swaramuslim.net

Dalam diskusi di forum ini, kita berkali-kali dihadapkan kepada postingan netters Kristen tentang bidadari di surga, misalnya :

Ang Tek Kun : Ahhhh Rev, yang pagan itu ya Islam dong. Mana ada isi surga itu penuh bidadari yang bisa dikawinin manusia, atau juga meniduri 100 perawan dalam semalam???
Mr.X : Bisa nggak sih disebut agama kalo tujuan akhirnya: Nge-SEX dengan sekian banyak bidadari seks di Surga??? 6. Mengajaarkan akan adanya suatu Surga Full Sex demi memuaskan birahi para ahli Surga.
Referee : hmm.. enak juga ya di sorga islam bisa kuda2an dan kudanya bidadari yang selalu siap berpesta pora.


Saya pikir ketiga postingan dari netters Kristen ini, dengan bahasa dan tata-krama yang ‘khas’ sudah cukup mewakili bagaimana pandangan mereka terhadap keterangan adanya bidadari di surga sesuai yang diajarkan oleh Islam.

Sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an dan hadist banyak memuat penjelasan tentang kondisi di surga terkait dengan keberadaan bidadari ini. Beberapa hadist (sekurang-kurangnya melalui terjemahan Bahasa Inggeris atau Indonesia) memberikan gambaran tentang adanya hubungan seksual di surga, disamping adanya penjelasan Rasulullah tentang surga yang ‘tidak pernah terlihat oleh mata dan terpikirkan oleh pikiran’ – karena itu sulit untuk mengasosiasikannya dengan hasrat dan naluri seksual manusia – maka penjelasan hadist terasa terlalu simpang-siur. Untuk itu saya mencoba menjelaskan persoalan ini menitik-beratkan dengan ‘mengutak-utik’ Al-Qur’an.

Melalui terjemahan Al-Qur’an berbahasa Indonesia kita menemukan sekurang-kurangnya 8 kelompok ayat yang memuat kata tentang bidadari di surga. Dari 8 kelompok ayat tersebut hanya 3 ayat yang menyebut secara jelas tentang bidadari, yaitu kata ‘huurin ‘iin’ :

kadzaalika wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin
[44:54] demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.

muttaki-iina ‘alaa sururin mashfuufatin wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin[52:20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Wahuurun ‘iinun, ka-amtsaali allu/lui almaknuuni
[56:22] Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, [56:23] laksana mutiara yang tersimpan baik.


Kata bidadari melalui kata ganti termuat dalam 5 kelompok ayat Al-Qur’an :

1. wa’indahum qaasiraatu alththharfi ‘iinun, ka-annahunna baydhun maknuunun

[37:48] Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, [37:49] seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
wa’indahum = dan disisi mereka
qaasiraatu = tidak liar pandangan
atthafri = ujung/mata
‘inun = mata

2. wa’indahum qaasiraatu alththharfi atraabun

[38:52] Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.
wa’indahum = dan disisi mereka
qaasiraatu = tidak liar pandangan
atthafri = ujung/mata
atraabun = sebaya

3. fiihinna qaasiraatu alththharfi lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun, ka-annahunna alyaaquutu waalmarjaanu

[55:56] Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. [55:58] Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
fiihinna = didalamnya mereka
qaasiratu = pendek/menundukkan
athafri = ujung/mata
lam yathmitshunna = tidak/belum menyentuh mereka
insun = manusia

4. fiihinna khayraatun hisaanun, huurun maqshuuraatun fii alkhiyaami

[55:70] Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. [55:72] (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
fiihinna = didalamnya mereka
khayraatun = baik-baik
hisaanun = bagus-bagus/cantik-cantik
huurun = yang putih/jelita
maqsuuraatun = tersimpan/terpingit
filkhiyaami = dalam mahligai/rumah

5. innaa ansya/naahunna insyaan, faja’alnaahunna abkaaraan, ‘uruban atraabaan

[56:35] Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung [56:36] dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. [56:37] penuh cinta lagi sebaya umurnya.
inna = sesungguhnya Kami
ansya’naahunna = Kami jadikan mereka
insyaa’an = dengan kejadian
faja’alnaahunna = maka kami jadikan mereka
abkaaran = gadis-gadis perawan


Dari kelima kelompok ayat tersebut hanya yang nomer 5 yang secara jelas menyebut objek yang dimaksud adalah berjenis kelamin wanita, sedangkan keempat ayat lainnya tidak secara jelas mengindikasikan apakah yang dimaksud adalah wanita atau bukan.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia kelompok ayat nomer 5 dibuat penjelasan dalam tanda kurung ‘bidadari’. Tafsir Jalalain juga memberikan penjelasan bahwa makhluk yang diciptakan tersebut adalah bidadari sekalipun Al-Qur’an tidak menyebut objeknya, dan kata ‘insyaa’an’ diartikan dengan kata ‘langsung’ yaitu yang diciptakan tanpa melalui proses kelahiran terlebih dahulu, sedangkan Tafsir Al-Mishbah tidak mengartikannya sebagai ‘bidadari’ dan tetap memakai kata ganti ‘mereka’, sedangkan kata ‘insyaa’an’ ditafsirkan dengan kata ‘sempurna’, sehingga bunyinya :”Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan penciptaan sempurna..”, suatu penafsiran yang belum tentu berarti ‘diciptakan tanpa melalui proses kelahiran’.

Selanjutnya Ustadz Quraish Shihab menjelaskan kalimat ‘lagi sebaya umurnya’ dengan menyampaikan hadist diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad SAW memohon dido’akan agar masuk surga. Nabi menjawabnya dengan bersabda (dengan tujuan bergurau sambil mengajar) :”Beritahu wanita itu, bahwa dia tidak akan memasukinya dalam keadaan tua. Sesungguhnya Allah berfirman (lalu beliau membacakan ayat-ayat diatas) . Hadist ini diriwayatkan juga oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani, namun oleh Ibnu Hajar dinilai merupakan hadist lemah. Kalau kita merujuk kepada penjelasan ini maka ‘diduga keras’ wanita yang dimaksud QS[56:35-37] adalah manusia biasa yang mendapat anugerah surga dan bukan bidadari seperti yang dimaksud dengan kata ‘huurin ‘iin’ dalam QS[44:54], QS[52:20], QS[56:22].

Dalam keempat kelompok ayat yang lain, Al-Qur’an menyampaikan adanya ‘sesuatu’ di surga yang mempunyai ciri-ciri : punya pandangan yang tidak liar, jelita matanya ibarat telur burung unta, berumur sebaya, sopan dan selalu menundukkan pandangan, belum pernah disentuh manusia, seperti permata yakut dan marjan, yang cantik (atau bagus) , putih dan tersimpan dalam mahligai. Kita tentunya boleh saja mengartikan ciri-ciri ini secara fisik dan harfiah dan itu mempunyai ‘peluang besar’ menuju kepada sosok wanita. Namun tidak salah juga kalau beberapa ahli tafsir mengartikan ciri-ciri tersebut secara majaazi, bahwa maksud ‘pandangan tidak liar’ adalah ‘sesuatu’ tersebut punya perhatian hanya terbatas kepada pasangannya, pandangan yang terbuka lebar penuh perhatian, murni, tulus dan setia kepada pasangan, intinya betul-betul merupakan ‘sesuatu’ yang cocok dihati. Keempat kelompok ayat tersebut tidak menjelaskan apa jenis kelamin ‘sesuatu’ itu. Dan ternyata ini juga sejalan dengan pengertian kata ‘huurin ‘iin’. Penjelasan ini juga tidak membatasi penafsiran bahwa yang dimaksud adalah ‘sesuatu’ yang diciptakan di surga atau merupakan manusia yang menjadi penghuni surga, baik laki-laki maupun perempuan.

Tafsir al-Mishbah menjelaskan bahwa kata ‘hur’ adalah bentuk jamak dari kata ‘hauraa’ yang pertama menunjuk kepada jenis kelamin feminin dan yang kedua jenis maskulin. Ini berarti bahwa kata ‘hur’ adalah kata yang netral kelamin – bisa laki-laki dan bisa perempuan. Kata ‘hur’ sendiri menurut ar-Raghib al-Ashfahaani adalah tampak sedikit keputihan pada mata disela kehitamannya (dalam arti yang putih sangat putih dan yang hitam sangat hitam). Bisa juga ia berarti ‘bulat’, ada juga yang mengartikan ‘sipit’. Sedangkan kata ‘iin’ adalah jamak dari kata ‘aina’ dan ‘ain’ yang berarti’ bermata besar dan indah’. Penjelasan kata ‘huurin ‘iin’ berdasarkan arti katanya ternyata sejalan dengan bunyi ayat lain tentang ‘sesuatu’ yang akan menjadi pasangan manusia yang masuk surga nantinya.

Pertanyaan muncul dengan adanya ayat [52:20] ..dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. Kata ‘dikawinkan’ berasal dari kata ‘zawwajnaahum’ tidak dipahami dalam arti mengawinkan. Ini bukan saja karena di akherat ini tidak ada lagi ‘taklif’ dan kewajiban syariat berupa akad nikah dan lain-lainnya, tetapi juga karena ayat diatas menggunakan idiom ‘bi’ ketika menggunakan kata ‘zawwaja’. Biasanya kata mengawinkan diungkapkan tanpa menyertakan idiom ‘bi’ yakni ‘zawwaja fulanah’ atau dalam konteks ayat ini – jika yang dimaksud dengannya mengawinkan tentu redaksinya ‘zawwajnaahum Huur ‘in’ dan bukan ‘zawwajnaahum bihuurin ‘iinin. Kalau begitu maka arti kata ‘zawwajnaahum’ bisa kita artikan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada hubungan perkawinan antara laki-laki dan wanita. Kata ini mungkin boleh diartikan dengan ‘dipasangkan’ yang punya arti luas.

Sekarang kita coba mencari penjelasan Al-Qur’an tentang adanya hubungan antar penghuni surga, misalnya disampaikan dalam ayat ini :

[2:25] ..Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Dalam tafsir Jalalain, Imam Jalaluddin al-Mahalli secara jelas mengartikan ‘azwaajun muthahharatun’ sebagai isteri-isteri yang disucikan, sedangkan dalam Tafsir Al-Mishbah, Ustadz Quarish Shihab mengartikannya dengan ‘pasangan-pasangan yang disucikan’, sekalipun dalam beberapa penjelasannya beliau menyinggung bahwa yang dimaksud pasangan itu adalah suami atau isteri. Kalimat ‘azwaajun muthahharatun’ terkait dengan surga ini juga diungkapkan dalam QS[3:15], QS[4:57]. Kata ’azwaajun’ juga dipakai dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang merujuk kepada ‘istri’ antara lain pada ayat QS[2:232], QS[9:24], QS[24:6]. QS[64:14], QS[66:5], dst. Sedangkan kata yang sama dan diartikan ‘pasangan’ dipakai pada ayat : QS[78:8], QS[6:143], QS[35:11], QS[36:36], QS[38:58], kata ‘pasangan’ pada ayat terakhir tidak selalu diartikan sebagai suami atau istri, misalnya QS [6:143] ..(yaitu) delapan binatang yang berpasangan (tsamaaniyata azwaajin).

Berdasarkan beberapa penjelasan ayat Al-Qur’an diatas, marilah kita mencoba untuk ‘sedikit berkhayal’ tentang surga. Ternyata Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa di surga, manusia yang jadi penghuninya mempunyai pasangan dan hal tersebut tidak selalu diartikan sebagai pasangan suami istri, dan yang dikatakan sebagai ‘bidadari’ itu ternyata tidak hanya terbatas pada pengertian pasangan wanita saja. Persoalan ini tidaklah aneh dalam sejarah penafsiran Al-Qur’an, karena sebagai firman Allah, kemampuan kita untuk menafsirkannya sangat terbatas. Ketika Allah menyampaikan hanya satu kata firman-Nya, kelihatan tidak cukup jutaan buku yang dibuat manusia untuk menjelaskan maknanya, Allah menyatakan :

[18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

[31:27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Maka ketika manusia berusaha menjelaskan kalimat-kalimat Allah, apalagi yang terkait dengan sesuatu yang masih ghaib, tidak akan habis-habisnya manusia memberikan penafsirannya, hebatnya seluruh penafsiran tersebut seolah-olah ‘tenggelam’ dalam kalimat-kalimat Allah tersebut.

Disisi lain, Al-Qur’an juga bisa berfungsi sebagai cermin bagi manusia, memantulkan apa yang ada dalam diri kita ketika berhadapan dengannya. Pada mulanya Al-Qur’an diturunkan pada bangsa Arab dan para penafsir awal adalah kaum laki-laki dari bangsa tersebut, maka mereka yang memang terkenal punya karakter ‘manusia gurun yang perkasa’ terutama terkait dengan wanita, ayat tersebut ‘memantulkan’ karakter tersebut sehingga muncul penafsiran yang ‘berpihak’ kepada kaum lelaki yang menggambarkan wanita cantik, putih bersih, setia, tunduk, dan inilah penafsiran yang muncul bertahun-tahun sehingga membentuk ‘stereotip’ tentang surga yang dipenuhi bidadari. Tentu saja ini tidaklah salah karena seperti yang saya katakan sebelumnya, penafsiran ini seolah-olah ‘tenggelam’ didalamnya dan artinya tetap bisa diterima . Namun bagaimana kalau yang berhadapan dengan ayat tersebut adalah seorang wanita..?? kita juga ‘mempersilahkan’ wanita tersebut ‘berkhayal’ bahwa di surga nanti dia akan menemui pasangan, bisa seorang suami, bisa juga suaminya yang di dunia, bisa juga wanita lain sebagai sahabat ‘sejiwa’, pasangan yang tidak akan mengkhianati dan yang selalu mendampingi, tidak seperti pasangannya di dunia, bisa pacar, suami, sahabat yang dipastikan pernah berkhianat.

Di kantor saya mempunya rekan seorang yang terobsesi untuk menjadi vokalis group heavy metal, namun sayang cita-citanya kandas karena umurnya sudah menjelang ’50-an dan group musik yang dibentuknya ketika remaja hancur berantakan akibat ketidak-kompakan. Apakah yang akan dia khayalkan kalau nantinya dia bisa masuk surga..?? tentu saja di surga nanti dia ingin menjadi vokalis dan rocker terkenal, seperti Ian Gillan ataupun Ronny james Dio. Tahukan anda siapa yang akan menjadi ‘bidadari’nya..?? maka yang akan menjadi ‘huurin ‘iin’ adalah teman se group, bisa gitaris model Ritchie Blackmore atau Steve Morse atau drummer jagoan seperti Ian paice, dll. Temannya tersebut akan menjadi pasangan yang setia, group musiknya tidak bakalan bubar, anggota yang lain hanya punya perhatian dan pandangan terfokus padanya, itulah yang menjadi ‘bidadari’ miliknya di surga nanti.

Atau katakanlah anda terobsesi menjadi pemain bola seperti David Beckham, maka yang menjadi ‘huurin ‘iin’ anda adalah pemain lain seperti Garry Neville atau Wayne Rooney serta punya ‘huurin ‘iin’ pelatih sehebat Sir Alex Ferguson. ‘Huurin ‘iin’ anda tersebut merupakan anggota se team anda yang selalu tahu dan mengerti apa maunya anda, mampu memberikan ‘umpan-umpan matang’ agar anda bisa beraksi. Namun boleh-boleh saja kalau anda adalah seorang yang punya naluri model Kaisar Caligula, kaisar Romawi yang ‘gadang salero’, yang gemar mengoleksi perempuan sehingga singgasananya selalu dikelilingi puluhan wanita cantik dan seksi, maka ‘huurin ‘iin’ anda di surga ‘tidak akan jauh-jauh’ dari hal tersebut.

Kalaupun kita bertanya :”Lalu apa maksudnya Allah sengaja menyampaikan ‘sesuatu’ di surga yang akan menjadi pasangan manusia penghuninya..??, apa pentingnya hal tersebut..??”. Kita mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial karena tidak bakalan bisa hidup sendiri. Kelihatannya di surga nanti nalurinya sebagai makhluk sosial tidak akan berubah. Maka ketika manusia bersosialisasi di surga nanti dia akan berhadapan dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk lain. Dengan menyampaikan adanya ‘huurin ‘iin’ ini, maka Allah – yang sangat mengerti tentang manusia – tidak hanya menyiapkan, makanan dan minuman dan tempat tinggal yang indah, tapi juga menyiapkan ‘masyarakat’ tempat para penghuninya bersosialisasi dan berinteraksi.

Ternyata ‘bidadari’ di surga tidak harus perempuan, dan hubungan kita dengannya tidak harus berupa hubungan seksual. Apa yang kita tafsirkan dari penjelasan Al-Qur’an tentang itu merupakan ‘pantulan’ dari obsesi kita sendiri, Allah menyampaikan :

[43:71] Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”.
Sumber :forum-swaramuslim.net

Silahkennn dilanjoott...

Wasalam,

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down


Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by musicman on Tue Jun 05, 2012 11:44 am

@abu hanan wrote:
@musicman wrote: إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا

56.35. We have created them a (new) creation
56.35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung

56.36. And made them virgins,
56.36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.



Lalu bagaimana dengan ayat itu?

sambil Nunggu dulu tanggapan yang lain..

omong2, kl beneran ada saya yah mau banget ke surga!
kl beneran ngga ada, saya yah tetap juga mau banget ke surga!
sholat yuk
lha kan uda dipaparkan KHA WAW RA/ح و ر memiliki makna laen yaitu merubah suatu keadaan menjadi situasi yg berbeda menuju murni atow suci melalui mekanisme yang tidak ditemukan pada manusia tetapi dikaitkan dengan mereka dengan cara perbandingan...
yg dijadiin majalah sama si mang tuh angka 72...shahih atow abal2...
oh..cuman 72nya?
cuman dengan hadits?

wookeh lah...saya "simpen"dulu..

avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by mang odoy on Wed Jun 06, 2012 3:35 am

@mbah Abu

kedua hadits yg 72 bidadari dan hadits diatas berasal dari satu SUMBER....abu hurairah...

karena sayah tidak menyukai inkonsistensi maka sayah lebih cenderung menolak angka 72 karena sahabat abu hurairah di bagian lain bilang 72 bidadari tetapi di tempat lain melalui jalur yg berbeda TIDAK MENYINGGUNG 72 bidadari....

sayah ketengahkan 2 jalur riwayat;
1.dari imam ahmad dari yazid dari hisyam dari muhammad dari abu hurairah dari rasulullah saw -->>tidak menyebut 72 bidadari tetapi ada 2 istri
2.dari imam muslim dari muhammad bin rafi dari abdurrazaq dari ma'mar dari hammad bin munabih dari abu hurairah dari rasulullah saw -->> tidak menyebut 72 bidadari tetapi ada 2 istri.

kamsutnyah sayah,jalur riwayat ttg 72 bidadari sayah HANYA memperoleh dari hasan dari sukain bin abdul aziz dari adl dlarir dari syahr bin hausyab dari abu hurairah dari rasulullah saw.
dan nama yg sayah tebelin uda ada penilaian dari beberapa ulama hadits

Okeh...berarti angka 72 ini jelas sudah di MANIFULASI....!!!

Itulah gunanya DISKUSI....tapi dengan model MODERAT kaya gini...gak ORTODOKS atow HARGA MATI....yang akhirnya MUTER MUTER dan GAK BERANI EKSEKUSI...siapa tuuuuu?????....... ketawa guling


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Wed Jun 06, 2012 10:52 am

hehehe...yah sementara inih bersama2 nunggu yg laen bawa informasi yg bermanfaat utk dibedah...


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 06, 2012 12:57 pm

@abu hanan wrote:hehehe...yah sementara inih bersama2 nunggu yg laen bawa informasi yg bermanfaat utk dibedah...

deal kang mas abu... sekalian aja dibedah dan mohon bantuannya

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ )

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)

Dalam riwayat lain:

قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء

“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari

Derajat Hadits

Al Hafidz Ibnu Katsir men-shahih-kan hadits ini (Tafsir Ibni Katsir, 3/292). Al Maqdisi berkata: “Menurutku, semua perawinya tsiqah sesuai dengan syarat hadits shahih”. Al Albani berkata: “Aku sependapat dengan Al Hafidz Ibnu Katsir, dan itulah yang benar. Sanad hadits ini shahih dan kami tidak mengetahui adanya catat di dalamnya. Namun memang Abu Hatim dan Abu Zur’ah memiliki pandangan berbeda” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/708)

mohon sekalian dibedah temen2ku......


:lkj: :lkj:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Wed Jun 06, 2012 1:08 pm

@hamba tuhan wrote:
@abu hanan wrote:hehehe...yah sementara inih bersama2 nunggu yg laen bawa informasi yg bermanfaat utk dibedah...

deal kang mas abu... sekalian aja dibedah dan mohon bantuannya

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ )

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)

Dalam riwayat lain:

قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء

“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari

Derajat Hadits

Al Hafidz Ibnu Katsir men-shahih-kan hadits ini (Tafsir Ibni Katsir, 3/292). Al Maqdisi berkata: “Menurutku, semua perawinya tsiqah sesuai dengan syarat hadits shahih”. Al Albani berkata: “Aku sependapat dengan Al Hafidz Ibnu Katsir, dan itulah yang benar. Sanad hadits ini shahih dan kami tidak mengetahui adanya catat di dalamnya. Namun memang Abu Hatim dan Abu Zur’ah memiliki pandangan berbeda” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/708)

mohon sekalian dibedah temen2ku......


:lkj: :lkj:
lha ini lagi.... nyerah
gak si mang dan gak si HT kok yah suka kasi kerjaan super berat macam ginian?halah..bwetul2 soulmate deh kaliyan berduwa..........

ada nggak tempat utk sembunyi?
tape dehhhh......


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 06, 2012 1:13 pm

@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
@abu hanan wrote:hehehe...yah sementara inih bersama2 nunggu yg laen bawa informasi yg bermanfaat utk dibedah...

deal kang mas abu... sekalian aja dibedah dan mohon bantuannya

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ )

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)

Dalam riwayat lain:

قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء

“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari

Derajat Hadits

Al Hafidz Ibnu Katsir men-shahih-kan hadits ini (Tafsir Ibni Katsir, 3/292). Al Maqdisi berkata: “Menurutku, semua perawinya tsiqah sesuai dengan syarat hadits shahih”. Al Albani berkata: “Aku sependapat dengan Al Hafidz Ibnu Katsir, dan itulah yang benar. Sanad hadits ini shahih dan kami tidak mengetahui adanya catat di dalamnya. Namun memang Abu Hatim dan Abu Zur’ah memiliki pandangan berbeda” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/708)

mohon sekalian dibedah temen2ku......


:lkj: :lkj:
lha ini lagi.... nyerah
gak si mang dan gak si HT kok yah suka kasi kerjaan super berat macam ginian?halah..bwetul2 soulmate deh kaliyan berduwa..........

ada nggak tempat utk sembunyi?
tape dehhhh......

heheee... dari 72 skrg nambah jadi 100 kang mas abu..... :study: :)

avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Wed Jun 06, 2012 1:31 pm

@hamba tuhan wrote:

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ )

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)
sayah gak melihat KAWINKAN melainkan وَزَوَّجْنَا yang sering sayah bacah sbg PASANGKAN...kemudian TIADA angka baik 72 maupun 100.
dan pula sayah gak melihat BIDADARI/A melainkan "yg mempunyai mata yg jeli" jelita bisa dimasukkan ke dalam pengertian tersebut TETAPI dalam batasan KEINDAHAN.indah dalam arti seni memandang/menikmati.

terjemahan bebas versinyah sayah;
"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami pasangkan mereka dengan yg indah2/sedap dinikmati"
yg indah2/sedap dinikmati = baik berarti dalam visual maupun sound sistem...
@hamba tuhan wrote:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)
pertanyaan dan jawaban gak konek....
pertanyaan ; kemungkinan perjumpaan dg sitri
jawaban ; kemampuan bercampur....

@hamba tuhan wrote:Dalam riwayat lain:

قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء

“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari
nah angka 100 tuh sayah baca sbg kenikmatan tambahan,melipat ganda kenikmatan.kalow di dunia cuman nikmat kelas 1 maka di surga nikmatnyah berlipat 100.
seiring dengan

إن الرجل من أهل الجنة يعطى قوة مائة رجل في الأكل والشرب والشهوة والجماع

“Sungguh seorang lelaki penduduk surga diberi kekuatan sebagaimana 100 orang lelaki, dalam hal makan, minum, syahwat dan jima’“

jadi hadits yg berjima dg 100 bidadari tuh mesti dibandingkan dengan 100 lipatnyah.
satu hari berjima dengan 100 biji
atow
satu hari berjima satu kali dengan kenikmatan 100 biji?

@hamba tuhan wrote:Derajat Hadits

Al Hafidz Ibnu Katsir men-shahih-kan hadits ini (Tafsir Ibni Katsir, 3/292). Al Maqdisi berkata: “Menurutku, semua perawinya tsiqah sesuai dengan syarat hadits shahih”. Al Albani berkata: “Aku sependapat dengan Al Hafidz Ibnu Katsir, dan itulah yang benar. Sanad hadits ini shahih dan kami tidak mengetahui adanya catat di dalamnya. Namun memang Abu Hatim dan Abu Zur’ah memiliki pandangan berbeda” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/708)

mohon sekalian dibedah temen2ku......[/color]
sayah gak punya komen ttg derajat hadits meskipun oleh imam albani dinyatakan shohih.
albani siapa yg dikamsut pada komentar ttg hadits diatas?

sayah berkesimpulan;karena ada angka yg berbeda ttg jatah bidadari maka masing2 hadits berpotensi utk kontradiktif jika yg dikamsut adalah jumlah nominal/dalam arti sesungguhnya.baik 72 biji maupun 100 yg tidak sayah jumpai di hadits riwayat imam bukhari maupun imam muslim,ibnu majah maupun imam tirmidzi.mhn koreski jika ternyata para imam tersebut menyebut 72 atow 100 biji.




untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 06, 2012 3:28 pm

@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ )

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)
sayah gak melihat KAWINKAN melainkan وَزَوَّجْنَا yang sering sayah bacah sbg PASANGKAN...kemudian TIADA angka baik 72 maupun 100.
dan pula sayah gak melihat BIDADARI/A melainkan "yg mempunyai mata yg jeli" jelita bisa dimasukkan ke dalam pengertian tersebut TETAPI dalam batasan KEINDAHAN.indah dalam arti seni memandang/menikmati.

terjemahan bebas versinyah sayah;
"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami pasangkan mereka dengan yg indah2/sedap dinikmati"
yg indah2/sedap dinikmati = baik berarti dalam visual maupun sound sistem...
@hamba tuhan wrote:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)
pertanyaan dan jawaban gak konek....
pertanyaan ; kemungkinan perjumpaan dg sitri
jawaban ; kemampuan bercampur....

@hamba tuhan wrote:Dalam riwayat lain:

قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء

“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari
nah angka 100 tuh sayah baca sbg kenikmatan tambahan,melipat ganda kenikmatan.kalow di dunia cuman nikmat kelas 1 maka di surga nikmatnyah berlipat 100.
seiring dengan

إن الرجل من أهل الجنة يعطى قوة مائة رجل في الأكل والشرب والشهوة والجماع

“Sungguh seorang lelaki penduduk surga diberi kekuatan sebagaimana 100 orang lelaki, dalam hal makan, minum, syahwat dan jima’“

jadi hadits yg berjima dg 100 bidadari tuh mesti dibandingkan dengan 100 lipatnyah.
satu hari berjima dengan 100 biji
atow
satu hari berjima satu kali dengan kenikmatan 100 biji?

@hamba tuhan wrote:Derajat Hadits

Al Hafidz Ibnu Katsir men-shahih-kan hadits ini (Tafsir Ibni Katsir, 3/292). Al Maqdisi berkata: “Menurutku, semua perawinya tsiqah sesuai dengan syarat hadits shahih”. Al Albani berkata: “Aku sependapat dengan Al Hafidz Ibnu Katsir, dan itulah yang benar. Sanad hadits ini shahih dan kami tidak mengetahui adanya catat di dalamnya. Namun memang Abu Hatim dan Abu Zur’ah memiliki pandangan berbeda” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/708)

mohon sekalian dibedah temen2ku......[/color]
sayah gak punya komen ttg derajat hadits meskipun oleh imam albani dinyatakan shohih.
albani siapa yg dikamsut pada komentar ttg hadits diatas?

sayah berkesimpulan;karena ada angka yg berbeda ttg jatah bidadari maka masing2 hadits berpotensi utk kontradiktif jika yg dikamsut adalah jumlah nominal/dalam arti sesungguhnya.baik 72 biji maupun 100 yg tidak sayah jumpai di hadits riwayat imam bukhari maupun imam muslim,ibnu majah maupun imam tirmidzi.mhn koreski jika ternyata para imam tersebut menyebut 72 atow 100 biji.



nah mantap kang mas abu... jd angka 72 dan 100 itu bukan hurufiah,

:lkj: :lkj:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by mang odoy on Wed Jun 06, 2012 7:17 pm

terus apa maksudnya pake ANGKA yang GAK KONSISTEN..???

Abu Hurairah.....gak nyampe 3 taon bareng Nabi...tapi bikin hadist nyampe ribuan....plin plan lagi...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Thu Jun 07, 2012 10:47 am

@mang odoy wrote:terus apa maksudnya pake ANGKA yang GAK KONSISTEN..???

Abu Hurairah.....gak nyampe 3 taon bareng Nabi...tapi bikin hadist nyampe ribuan....plin plan lagi...
sejauh yang sayah pahami dari berbagai hadits bahkan ayat al quran SERING menunjukkan "inkosistensi" jika dipelajari sekilas....namun jikda didalami lebih jauh maka inkonsisten tuh akan hilang dg sendirinyah...

kembali ke angka bidadari...
dari hadits diatas ada GAK KONEK antara pertanyaan sama jawaban.sayah pikir ketika penanya mengajukan tesis perjumpaan dg sitri maka rasulullah saw TELAH menduga bahwa yg namanya berjumpa dg sitri tuh gak hanya bercengkerama dan temu kangen sama fans melainkan ada plusnyah...nilai plus itulah yg dikamsut dg angka 100 bidadari.1 sitri senilai 100 bidadari dg kenikmatan campursari 100 kali lipat dibandingkan di dunia.
sebaliknyah,sitri bersua dg swami.swami sebanding dg 100 bidadara...karena daya tangkap/kemampuan kelapa plus tingkat rohani tiap muslim tuh berbeda maka gak salah jika ada yg mengartikan 100 bidadari = 100 biji....72 bidadari = 72 biji..padahal hanya sebuah KIASAN....seperti berlipatnyah nilai sedekah hingga ratusan kali...

kalow emang angkah tuh REAL/jumlah nominal sesungguhnyah maka saya MENOLAK karena gak konsisten.

sebagai perbandingan,sayah ajukan “Dari ‘Aisyah ra. Ia berkata: Saya telah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang berpaling muka di dalam shalat,

apakah berpaling muka itu = ketika sholat kita geleng2 kepala/head banger atau mikir gak karuan di dalam sholat?

kamsutnyah sayah,di bahasa arab sebagemana basa endonesah ada ungkapan2 yg melahirkan makna-makna yang tidak terbatas sesuai dengan kehendak pembicara.
nasi uda jadi bubur misalnyah...org arab gak bakal tau kalow itu adalah ungkapan kita ttg terlanjur basah...yg terlanjur basah pun tak selamanyah kena air...

ttg ribuan hadits yg disampaikan dari abu hurairah ehmmmm sayah gak komen apapun deh...dibahas per kasus ajalah...



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by mang odoy on Sun Jun 17, 2012 3:23 am

@mbah

“Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah kedudukannya memiliki tujuh derajat (tingkatan), dan ia berada di tingkat yang ke enam, di atasnya tingkat yang ketujuh. Ia memiliki tiga ratus pelayan… dan ia memiliki 72 istri dari al-huur al-‘iin (bidadari) selain istri-istrinya dari para wanita dunia. Dan salah seorang dari para bidadari tersebut tempat duduknya seukuran satu mil di dunia” (HR Ahmad 2/537 no 10945)


Kalow angka "72" mau DIPAKSAKAN menjadi KIASAN...bagaimna yang angka "300"...???

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Sun Jun 17, 2012 10:15 am

@mang odoy wrote:@mbah

“Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah kedudukannya memiliki tujuh derajat (tingkatan), dan ia berada di tingkat yang ke enam, di atasnya tingkat yang ketujuh. Ia memiliki tiga ratus pelayan… dan ia memiliki 72 istri dari al-huur al-‘iin (bidadari) selain istri-istrinya dari para wanita dunia. Dan salah seorang dari para bidadari tersebut tempat duduknya seukuran satu mil di dunia” (HR Ahmad 2/537 no 10945)


Kalow angka "72" mau DIPAKSAKAN menjadi KIASAN...bagaimna yang angka "300"...???
lha tentang haditsnyah sendiri sayah meragukan kok malah tanya yg 300?gimana kalow itu bernilai kiasan juga?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Orang Bego on Mon Jun 18, 2012 10:08 am

Saya mau coba ikutan urun rembug mengenai Bidadari yang 72 ajah.
Angka 72 ini kita anggap ajah kiasan, yaitu kita coba untuk mengkaji diri kita. Katanya kalo mau ngaji jangan jauh dari diri.
Surga adalah keseangan, kenapa kesenangan selalu dikaitkan dengan iming - iming 72 bidadari?
Karena angka 72 adalah semua lobang kesenangan yang ada dalam diri kita, yaitu 7 lobang di kepala dan dua lobang lagi ada di badan kita.
kita kupas yang 7 lobang yaitu:
2 lobang mata.
2 lobang telinga.
2 lobang idung. dan
1 lobang mulut.
Itu semua masing - masing punya kenikmatan, dan bisa dibilang bidadari sorga.
Begitu pula 2 lobang lagi ada di badan, punya kenikmatan juga.
Ini kalo angka 72 bisa dimasukan kiasan.
Kalo mau dimasukan ke riil ya saya gak tau gimana lagi.
Monggo mang dilanjut.....

Orang Bego
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 7
Location : Tgr
Join date : 29.05.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Mon Jun 18, 2012 1:27 pm

@Orang Bego wrote:Saya mau coba ikutan urun rembug mengenai Bidadari yang 72 ajah.
Angka 72 ini kita anggap ajah kiasan, yaitu kita coba untuk mengkaji diri kita. Katanya kalo mau ngaji jangan jauh dari diri.
Surga adalah keseangan, kenapa kesenangan selalu dikaitkan dengan iming - iming 72 bidadari?
Karena angka 72 adalah semua lobang kesenangan yang ada dalam diri kita, yaitu 7 lobang di kepala dan dua lobang lagi ada di badan kita.
kita kupas yang 7 lobang yaitu:
2 lobang mata.
2 lobang telinga.
2 lobang idung. dan
1 lobang mulut.
Itu semua masing - masing punya kenikmatan, dan bisa dibilang bidadari sorga.
Begitu pula 2 lobang lagi ada di badan, punya kenikmatan juga.
Ini kalo angka 72 bisa dimasukan kiasan.
Kalo mau dimasukan ke riil ya saya gak tau gimana lagi.
Monggo mang dilanjut.....
:lkj:
ada lagi yg mau tambahin kesimpulan simpel dan gak neko2 plus mudah dicerna???
kiasan plus kenyataan....


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Orang_Pinggiran on Sat Jun 23, 2012 12:11 am

up
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Jagona on Sat Jun 23, 2012 11:03 am

@abu hanan wrote:
@Orang Bego wrote:Saya mau coba ikutan urun rembug mengenai Bidadari yang 72 ajah.
Angka 72 ini kita anggap ajah kiasan, yaitu kita coba untuk mengkaji diri kita. Katanya kalo mau ngaji jangan jauh dari diri.
Surga adalah keseangan, kenapa kesenangan selalu dikaitkan dengan iming - iming 72 bidadari?
Karena angka 72 adalah semua lobang kesenangan yang ada dalam diri kita, yaitu 7 lobang di kepala dan dua lobang lagi ada di badan kita.
kita kupas yang 7 lobang yaitu:
2 lobang mata.
2 lobang telinga.
2 lobang idung. dan
1 lobang mulut.
Itu semua masing - masing punya kenikmatan, dan bisa dibilang bidadari sorga.
Begitu pula 2 lobang lagi ada di badan, punya kenikmatan juga.
Ini kalo angka 72 bisa dimasukan kiasan.
Kalo mau dimasukan ke riil ya saya gak tau gimana lagi.
Monggo mang dilanjut.....
:lkj:
ada lagi yg mau tambahin kesimpulan simpel dan gak neko2 plus mudah dicerna???
kiasan plus kenyataan....

tutup ...... aja ....... wa

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by ̲ on Wed Jul 11, 2012 6:04 am

@putramentari wrote:Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
Yang abadi padaku
I like this +1 :ceklis:

Ikut nyimak aja, silakan dilanjut gan...
avatar
̲
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 30
Join date : 10.07.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Thu Nov 01, 2012 12:40 pm

ada "kawakibun" yang mau dibawa kemari?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Guest on Thu Nov 01, 2012 12:47 pm

Mana ayat BERDADA MENTUL nya ??

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by abu hanan on Thu Nov 01, 2012 12:57 pm

duren swt wrote:Mana ayat BERDADA MENTUL nya ??
lha katanyah tadi "sayah melintir"....apa yg sayah plintir yah?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by frontline defender on Thu Nov 01, 2012 6:00 pm

kebun, sungai mengalir, perawan2/bidadari2, khamr yang tidak memabukkan = apa yang paling enak, dalam persepsi orang2 arab ---> kesimpulan tafsir : surga = pokoknya tempat/kondisi yang seenak-enaknya!
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6448
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Guest on Thu Nov 01, 2012 6:09 pm

@frontline defender wrote:kebun, sungai mengalir, perawan2/bidadari2, khamr yang tidak memabukkan = apa yang paling enak, dalam persepsi orang2 arab ---> kesimpulan tafsir : surga = pokoknya tempat/kondisi yang seenak-enaknya!
Dalam persepsi Muhammad yang paling enak itu ya CEWE BERDADA MENTUL

di embat di tepi sungai di bawah pohon yang rindang sambil bertelekan diatas dipan dipan pake bantal warna IJO


Maklumlah ... sebagai manusia gurun , Muhammad seumur hidup kebelett jumpa POHON ditepi SUNGAI => ADEM mmmmmmmmmmmmm

ketawa guling

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Guest on Thu Nov 01, 2012 6:14 pm

Yang ane betul betul kaga tahan ... warna bantalnya itu loh


Q 55.76. Mereka bertelekan pada BANTAL BANTAL YANG HIJAU dan permadani-permadani yang indah.

IJO NI YAW ...
Klo ane jadi nikah sama si Deenne , kubeli satu lusin bantal warna IJO kekeke

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by nasigoreng on Wed Dec 05, 2012 3:55 pm

@frontline defender wrote:kebun, sungai mengalir, perawan2/bidadari2, khamr yang tidak memabukkan = apa yang paling enak, dalam persepsi orang2 arab ---> kesimpulan tafsir : surga = pokoknya tempat/kondisi yang seenak-enaknya!

ada hal-hal duniawi dalam syurga islami. piss

btw, kalau yang meninggal jihadis umur 5 taon spt di Palestina kemaren apa dapet 72 bidadari layak "kimpoi"?
- katanya sebaya
- katanya minum Khamr
- katanya dapat perawan.
- atau dapet perawan umur 5 taon juga ? kan sebaya, umur jihadis yg tewas itu umur 5 taon lho?

nasigoreng
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 147
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 27.11.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by unpuputslalutersenyum on Wed Dec 05, 2012 5:24 pm

[quote="nasigoreng"]
@frontline defender wrote:kebun, sungai mengalir, perawan2/bidadari2, khamr yang tidak memabukkan = apa yang paling enak, dalam persepsi orang2 arab ---> kesimpulan tafsir : surga = pokoknya tempat/kondisi yang seenak-enaknya!

Ini Baru promo jitu, Klo bener jihad ntar dapat bidadari asli 72 buah,dengan mata jeli, cantik,mulus dan montok....kayaknya gua akan beli ni barang " Jihad " ...................,kapan lagi coy, 72 bidadari ? di dunia dapat 1 aja yang kayak artis, susahnya minta ampun...itupun bertahan hanya sebatas di dunia yang terbatas dengan umur, ini di syurga my man............forever ending...........I LOVE THISssss................. Seirus Nih ? Mau........................................................................................................naksir naksir piss
avatar
unpuputslalutersenyum
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 35
Kepercayaan : Protestan
Location : Unjung Pandang ( Dulu )
Join date : 01.12.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: BIDADARI & BIDADARA

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 3 Previous  1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik