FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by keroncong on Tue May 08, 2012 6:11 am

Dalam kepustakaan Pali dan Sanskerta tentang Buddhisme, ada perbedaan pendapat mengenai jumlah Buddha; ini antara enam hingga tigapuluh. Menurut suatu kitab Pali ada enam Buddha sebelum Gautama Buddha.

Buddha Maitreya mendatang yang dijanjikan hanyalah satu. Semuanya ini disebutkan dalam Maha Padan Sutta, Digha Nikaya (ii)2. Semua kitab suci ini sepakat bahwa Buddha mendatang atau Maitreya yang Dijanjikan, adalah satu dan hanya satu. Mungkin ada perbedaan pendapat tentang jumlah sesungguhnya dari Buddha yang datang sebelum Gautama Buddha, tetapi adalah suatu fakta yang mapan bahwa tidak akan ada Buddha lagi sesudah Maitreya.

Dalam bukunya “Manual of Buddhism”, Prof. R.S.Hardy menulis:
Dalam masa yang panjang jahiliyah yang tak terobati, maka datang berturutan, menurut Maha Bhadru Kalpa, dimana akan muncul lima Buddha:

Kaku Sandha.
Konagamna.
Kasyapa.
Gautama.
Maitreya.

Yang pertama dari empat ini telah muncul dan Maitreya akan menjadi Buddha yang akan datang yang bangkit untuk memberkahi dunia.(“Cyclopaedia of Religion and Ethics”, jilid I halaman 98).

Begitulah nubuatan ini merujuk hanya kepada satu yang Dijanjikan, yang namanya adalah Metteya atau Maitreya. Tidak ada alurnya kepada orang yang lain. Dan rujukan yang diberikan juga secara eksplisit nampak, bahwa dia yang kelak datang sebagai yang dijanjikan itu adalah Nabi terakhir atau Buddha yang terakhir.

KECINTAAN KAUM BUDDHIS KEPADA MAITREYA

Putera Adam di setiap abad dibimbing untuk mencintai Nabi dan pembaharunya, setelah umat melihat mereka teguh dalam amal perbuatannya, menderita kesakitan dan tidak tergoyahkan dalam membimbing umat ke arah yang benar. Bangsa-bangsa akhirnya tergerak untuk melihat itu semua. Mereka sangat menghormati dan mencintai mereka. Tetapi peran kaum Buddhis dalam cinta ini sungguh unik. Mereka sangat mencintai Maitreya yang akan datang, meskipun mereka tidak melihatnya dalam masa hidup mereka sendiri. Mereka menjadi pencinta yang mengabdi kepada dia yang Dijanjikan. Cinta meliputi hatinya bagi seorang yang belum akan tiba setelah beraabad-abad. Tak ada keraguan lagi bahwa bila seseorang itu melihat kawannya yang ganteng dan memikat maka dia bisa mabuk cinta habis-habisan; dan seorang filantropis mungkin dicintai oleh orang lain; tetapi kaum Buddhis mabuk cinta kepada dia yang belum nampak dan belum akrab dengannya. Memahat dan mereka model suatu patung yang indah dengan tangan mereka sendiri, dan kemudian jatuh cinta dengannya, sesungguhnya, merasuk dalam hati mereka dari ajaran Buddha. Kehidupan sejati dari seorang Buddhis yang saleh adalah teka-teki. Dia hidup di dunia, tetapi dia percaya bahwa semua keinginan duniawi itu tipu-daya, dan dia ingin kebal dari tipuan itu. Musnah dan musnah selamanya adalah puncak tujuan hidupnya. Supaya bisa hidup di dunia, maka ada kebutuhan untuk mencinta dan ketertarikan kepada barang-barang duniawi, tetapi baginya ini membawa siksaan yang besar. Di dunia yang gelap dan melenakan ini bagi kaum Buddhis ada satu cahaya yang berkilauan. Ini adalah kepercayaan kepada Maitreya. Dalam mendambakan dia, kaum Buddhis telah mengurbankan semuanya dan mencarinya dengan sekuat tenaga. Mereka membelah gunung-gunung dan batu cadas raksasa serta membentuknya menjadi patung. Mereka menyeberangi sungai dan hutan yang belum dirambah orang, dan mencarinya serta tanda-tanda buktinya, seperti pencinta yang mabuk. Mereka mengumumkan bahwa tujuannya tiada sesuatu kecuali melihat Maitreya. Dalam “The Law of Christ”, Jinarja Das menulis:

“Menurut tradisi Buddha, pahala utama dari amal perbuatan manusia adalah bahwa dia akan tetap ada pada zaman Dia yang Dijanjikan dan bergerak kesana-kemari seperti orang-orang lainnya. Pada waktu seorang Buddhis yang tulus dan saleh, ketika menyerahkan kembang, mereka mengungkapkan segenap hasrat dan keinginannya dalam satu kalimat tunggal ini: “wahai Buddha, semoga saya bisa muncul di bumi di antara manusia ketika Maitreya hidup di antara mereka”.(halaman 191).

“Musafir Cina, Huen Tsang, yang berangkat dari Cina dengan api cinta kepada Maitreya yang menyinari hatinya dengan sangat berkilauan, suatu kali jatuh sakit dalam perjalanannya. Dalam keputus­asaan akan kesembuhannya, dia memimpikan suatu rukyah dimana ada tiga dewa yang berdiri di hadapannya. Wajahnya sangat rupawan, badannya gagah, utuh dan berwibawa. Ketiganya berselimutkan pakaian yang bercahaya. Salah seorang darinya berkulit keemasan, satunya biru kehitaman, dan satu lagi putih keperakan. Mereka masing-masing adalah Manjushri, Avlochit Ishwara, dan Maitreya. Mereka semua menyerunya agar tetap hidup dan menyiarkan risalah kepada orang-orang yang tulus”. (“In the footstep of Buddha”, oleh Grousset, halaman 168).

Impian Huen Tsang ini mengungkapkan bahwa hatinya meluap dengan kecintaan kepada Maitreya sedemikian hingga dia melihat gambarnya di mana saja dan kapan saja, baik sedang terjaga ataupun sedang tertidur.

KRISTUS DALAM WARNA BUDDHA

Ada beberapa pembela Kristen yang memajukan syi’arnya dengan merugikan fihak lain. Mereka
menyinarkan Kristen dengan menggelapkan agama-agama lain. Mereka mencari sumber-sumber Islam dan al-Quran dalam Kitab-kitab suci agama-agama lainnya. Mereka tidak menyadari bahwa di atas segalanya, moralitas adalah harta kita yang paling berharga. Mereka mestinya tahu bahwa sebagian besar khutbah di atas bukit adalah gema dari masa lalu. Buddha dan Yesus memberi resep yang sama ke dunia ini; banyak perumpamaan dari Isa Almasih adalah terjemahan dari perumpamaan dalam kepustakaan Buddhis. Kami percaya, bahwa Yesus tidak berhutang atas pencerahannya itu kepada kisah dan ceritera dari agama Buddha, semua ilmunya itu langsung datang dari Tuhan. Suatu studi yang cermat terhadap agama akan menjadikan manusia bisa mengapresiasi kebenaran al-Quran bahwa tak ada suatu bangsa yang ditinggalkan tanpa suatu risalah Ilahi. Tetapi orang-orang yang sezaman dengan para nabi itu tidak mencatat dengan lengkap kata-kata dari Tuannya. Generasi penerusnya diberi suatu agama yang tidak pernah diajarkan oleh Tuannya, yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh para pendirinya yang dihormati.

Di sini ada beberapa aspek kehidupan Kristus yang kita dapati diceritakan dalam kitab-kitab Jataka dari agama Buddha:

Maha Maya, dikatakan telah mengandungnya setelah suatu mimpi, dimana dia akan melahirkan Buddha yang akan datang, yang turun dari langit dan memasuki rahimnya.
Maya sendiri, menurut riwayat, wafat dan diusung ke langit Indra, dari mana Buddha sendiri akan turun belakanagan.
Ketika waktu semakin mendekat baginya untuk masuk dalam dunia rahim guna saat kelahirannya, para dewata sendiri mempersiapkan jalan baginya dengan alamat dan tanda bukti dari langit.
Gempa bumi dan mukjizat penyembuhan terjadi, bunga-bunga berkembang di luar musimnya, musik dari langit terdengar.
Sebelum kelahirannya juga ada nubuatan yang diucapkan mengenai dirinya.
Bahwa dia tidak menjadi raja dunia… dan menjadi Buddha yang dicerahkan sempurna, demi keselamatan umat manusia.
Dia juga, menurut kisah itu, di kandung dalam rahim ratu Maha Maya dan dia melahirkan seorang putera di Semak Lumbini, di bawah bayangan sebatang pohon Sal, satu cabang darinya menjulur kepadanya, sehingga dia bisa meraihnya dengan tangannya.
(“Cyclopaedia of Religion and Ethics”, jilid 2 halaman 881).

Satu teks mengatakan, bahwa dikandungnya Sakya Muni itu bukanlah karena persetubuhan yang mandiri antara ayah dan bundanya. Ini di dalam Mahavastu, dimana dinyatakan keperawanan ibunda dari Buddha. Buddhisatva tidak melalui bentuk umum dari indung telur, kelahirannya melalui samping bundanya.

Seorang penulis Kristiani terkemuka berkata:

“Adalah benar bahwa banyak kata-kata yang diletakkan di mulut Almasih oleh para penginjil telah didapati dalam tulisan para filsuf Yunani dan legenda Cina. Adalah benar, untuk mengambil contoh yang paling mengejutkan dari setiap peristiwa dalam kehidupan Sakya Muni yang menyajikan kepada kita kemiripan yang paling mengejutkan dengan riwayat hidup Kristus; bahwa dia lahir dari ibunda yang perawan, bahwa kelahirannya dirayakan oleh putera-putera makhluk langit, bahwa dia digoda oleh setan dan kemudian berubah bentuk. Tidak perlu diperkirakan bahwa yang satu adalah salinan dari yang lain, ataupun bahwa rangkaian ceritera itu rekayasa iblis atau tipu-daya ataupun bahwa keduanya adalah ciptaan yang kabur dari bagian abad kegelapan. Faktor yang mempersatukannya bukanlah inkarnasi, atau kelahiran perawan, atau mukjizat dalam kenaikannya ke langit. Mengambil tempat duduk di sebelah kanan Tangan Tuhan. Faktor pemersatunya adalah kata-kata bijak dan risalahnya yang penuh kasih kepada sesama.

Kisah keperawanan Maya (Ibunda Buddha) itu dicantumkan dalam ‘Mahavastu’”.

Kepala para dewa termasuk Indra (Jibril) menghadirinya dan anak lelaki itu diterima oleh empat malaikat Brahma. Seketika itu dia juga mengucapkan teriakan kemenangan.

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by dharma_senapati on Tue Aug 23, 2016 11:52 pm

@keroncong:
jadi inti pertanyaanya apa?
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by WenYang on Fri Aug 26, 2016 12:02 pm

Dalam kitab pali, jumlah buddha ada 28. Dan buddha maitreya adalah buddha yang ke 29.
Buddha yang pernah hidup di bumi ini hanya 5. Karena bumi hanya sanggup menampung 5 buddha.
5 buddha yang pernah hidup di bumi adalah
1. Kakusandha = penunjuk jalan para musafir
2. Konagama = yang berusaha tanpa akhir
3. Kassapa = cahaya sempurna
4. Gotama = kejayaan dalam keluarga gotama
5. Maitreya = yang penuh dengan cinta kasih
Sehabis ajaran buddha maitreya hilang, maka bumi akan mengalami kehancuran. Setelah itu akan lahir bumi baru.

WenYang
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 30
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Earth
Join date : 31.08.13
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by dharma_senapati on Fri Aug 26, 2016 12:29 pm

@WenYang
saya lg cari nih periode kemunculan ke-5 buddha tsb tp lom dpt refensinya, apakah sdr @WenYang punya?
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by WenYang on Sat Aug 27, 2016 1:11 pm

pada intinya buddha maitreya akan muncul setelah ajaran buddha yang sekarang hilang. Ajaran gotama hanya akan bertahan selama 5000 tahun. Ketika moralitas manusia semakin rendah, saat itulah buddha maitreya akan muncul. Dia akan mencari kembali cara mencapai nibbana seperti yang dilakukan oleh pertapa gotama sebelum menjadi buddha.

WenYang
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 30
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Earth
Join date : 31.08.13
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by dharma_senapati on Sat Aug 27, 2016 1:13 pm

mksd sy, kemunculan tiap2 buddha periodenya brp lama gt loh
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by WenYang on Sat Aug 27, 2016 2:07 pm

Kalo rentang nya waktunya berbeda2. Ga semuanya sama. Tapi yang pasti jaraknya ribuan tahun

WenYang
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 30
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Earth
Join date : 31.08.13
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by WenYang on Sat Aug 27, 2016 2:12 pm

Misalnya buddha kakusanda mencapai pencerahan pada waktu beliau berumur 4000 tahun. Meninggal di umur 40000 tahun.
Buddha konagama pada umur 3000 tahun, meninggal 30000 tahun.
Di katakan oleh buddha gotama, pada waktu kemunculan buddha maitreya, umur manusia bisa mencapai 84000 tahun. Dan buddha maitreya akan meninggal pada umur 80000 tahun

WenYang
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 30
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Earth
Join date : 31.08.13
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by dharma_senapati on Mon Aug 29, 2016 9:09 pm

@WenYang
apakah smw cerita tsb berdasarkan dari lalitavistara?
avatar
dharma_senapati
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 46
Posts : 279
Kepercayaan : Budha
Location : Serang
Join date : 21.02.16
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Budha yang dijanjikan untuk terakhir kalinya

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik