FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

KAMPUNG AKHERAT

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

KAMPUNG AKHERAT

Post by Jagona on Thu May 10, 2012 10:14 am


Sewaktu benturan kedua, semua planet dan bumi yang memang tetap utuh, kebetulan melekat dempet pada bintang (matahari) itu jadi terguncang hebat (ayat 99/1). Dan memang logis berlaku bahwa guncangan yang demikian hebat akhirnya melepaskan setiap planet yang melekat tadi dan langsung mengadakan orbit keliling bintang (matahari) tadi seperti keadaan semula, hanya berbeda dalam wujud. Planet-planet dan Bumi tanpa ionosfer hingga pandangan tidak terhalang, setiap benda berwujud permanent karena mar’a telah berangkat sewaktu dibentur comet, dan daratan di permukaan planet dan bumi akan berbentuk baru sempurna yang tidak bisa diramalkan. Inilah tempat hidup di akherat nanti.

14/48 : (yaitu) waktu Bumi ini diganti dengan Bumi lain (dalam rupanya) begitu juga planet-planet dan mereka menghadap ALLAH yang Esa Kuasa.
29/20 : Katakanlah, berjalanlah di Bumi ini maka perhatikanlah betapa DIA memulai ciptaan itu kemudian ALLAH mewujudkan perwujudan terakhir (di akherat) bahwa ALLAH itu menentukan atas tiap sesuatu.
76/20 : Ketika engkau melihat di sanaakan engkau lihat kenikmatan dan kerajaan yang besar (di akherat nanti).

Waktu setiap diri dihidupkan kembali di akherat nanti, terdapatlah dua macam bentuk manusia yang berbeda sangat menyolok. Akhli surga memiliki rupa yang amat sempurna, sedangkan yang ditentukan masuk neraka berupa batu atau besi bernyawa.
Kebangkitan untuk hidup kembali berlaku sekaligus di seluruh planet yang ada di semesta, mereka mun cul dan tanah dan langsung diterbangkan menuju alamat tertentu (surge atau neraka).

a. Para Mutaqin.
56/60 : Kami telah menentukan di antara kamu kematian, dan tidaklah Kami didahului.
56/61 : Atas hal mengganti pemisalan rupamu, dan Kami akan mewujudkan kamu pada rupa yang tidak kamu ketahui.
70/39 : Awaslah bahwa Kami telah menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.
70/40 : Maka janganlah AKU bersumpah atas nama Tuhan Timur-timur dan Barat-barat, bahwa Kami adalah yang menentukan.
70/41 : Atas menggantikan yang lebih baik dari rupa mereka dan tidaklah kami didahului.
Istilah Timur-timur dan Barat-barat menunjukan bahwa keadaan yang sama akan berlaku dipermukaan seluruh planet. Manusia kini tidak dapat memperkirakan bagaimana wujud itu nantinya, sebagaimana ALLAH mengatakan bahwa DIA tidak akan didahului.

b. Orang-orang Kafir.
2/24 : Maka jika tidak kamu kerjakan (masih menunggu untuk bertaubat), dan tidaklah akan kamu kerjakan maka insyafilah neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, dijanjikan bagi orang-orang kafir.
17/50 : Katakanlah, jadilah berupa batu dan besi.
55/39 : Ketika itu tidaklah ditanyai manusia dan jin tentang dosanya.
55/40 : Maka dengan pemberian Tuhan yang mana lagi kamu akan mendustakan.
55/41 : Akan dikenal orang-orang berdosa itu dengan tandanya (rupanya) lalu masing-masingnya diambil (dibawa ke neraka) dengan jiwanya dan pendiriannya (dalam keadaan sadar).

Wujud dari diri orang-orang Kafir langsung berubah jadi batu dan besi untuk ditempatkan dalam neraka, kepada mereka diberikan catatan riwayat hidup dan kesadaran mereka dipertinggi. Akhirnya mereka menelan penyesalan untuk selamanyha, nasib mereka berlangsung terus tanpa rubah.

Memperhatikan ayat 55/39 sampai dengan 55/41 menampilkan bahwa putusan ALLAH berlaku tanpa pemeriksaan atas jutaan milyar persoalan manusia yang mendiami jutaan planet di semesta raya ini terlaksana serentak sekaligus. Namun demikian putusan ALLAH berlaku atas dasar keadilan dan dipenuhi oleh kasih sayang. Jadi saat manusia hidup kembali dari matinya secara serentak ketika itu juga sudah jelas siapa-siapa yang haruis dibawa ke neraka dan siapa-siapa yang harus ditempatkan di surga, mereka diambil oleh malaikat yang diberi tugas untuk itu.

Mengenai pemberangkatan mereka ke neraka atau ke surge, dapat kita perhatikan maksud dari ayat-ayat ;
6/93 : ………. Dan kalau engkau lihatlah ketika orang-orang zalim itu pada waktu bangun dari mati, Malaikat mengeluarkan tangannya ; “Keluarkanlah dirimu, hari ini kamu dibalasi dengan siksaan hina tentang apa yang kamu katakana atas ALLAH tanpa hal logis dan kamu menyombong pada ayat-ayat-NYA”.
55/41 : Dikenal orang-orang berdosa itu pada tandanya, lalu diambil dengan jiwa dan pendiriannya.
25/12 : Ketika dia melihat neraka dari tempat yang jauh, mereka dengarlah neraka itu dalam keadaan marah dan gemuruh.
25/13 : Dan keetika mereka sampai pada neraka itu pada suatu tempat sempit yang serasi untuk mereka, maka berteriaklah mereka ketika itu ; “ Addduuuuuhhhhh…..”.
67/7 : Dan ketika sampai di neraka, mereka dengarlah neraka itu dengan gemetar karena dia senantiasa gemuruh.
36/63 : Inilah jahanam yang dijanjikan padamu.
36/64 : Madsukilah dia hari ini tersebab kafir selama ini.
Ayat-ayat di atas menerangkan keadaan mereka yang diberangkatkan ke neraka, tentunya bagi orang-orang kafir dan yang berdosa lainnya. Sedangkan mereka yang ke surga dijelaskan pada ayat ;
16/32 : Orang-orang yang baik diangkatkan malaikat sambil berkata “Keselamatan atasmu, masukilah surga itu tersebab apa yang kamu perbuat selama ini “.
39/73 : …………… Hingga ketika mereka sampai kesana dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah pada mereka penjaganya ; “Keselamatan atasmu, kamu merasakan kebaikan maka masukilah dia sebagai orang-orang yang kekal “.

Semua kehidupan di akherat baik yang di surga maupun di neraka kekal selamanya, tidak terjadi perubahan ataupun perpindahan diantara keduanya seperti tercantumpada ayat-ayat berikut ;
11/107 : Mereka kekal padanya (di neraka) selama masih ada planet-planet dan bumi ini kecuali apa yang ALLAH kehendaki, bahwa Tuhanmu itu berbuat sekehendak-NYA.
11/108 : Adapun orang-orang berbahagia berada dalam sorga, mereka kekal di dalamnya selama masih ada planet-planet dan bumi ini kecuali apa yang ALLAH kehendaki dengan pemberian tanpa putusnya.
44/56 : Tidaklah mereka merasakan kematian dalam surga itu kecuali kematian pertama (di dunia kini) dan DIA selamatkan mereka dari siksaan neraka.
2/81 : Awaslah, siapa yang melakukan kejahatan dan kesalahannya menguasainya, itulah kawanan neraka mereka kekal padanya.
5/37 : Mereka ingin keluar dari neraka dan tidaklah akan keluar dari padanya (neraka) dan untuk mereka siksaan tetap.
23/107 : Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka ini, jika kami ulangi lagi maka benarlah kami orang-orang zalim.
23/108 : DIA berkata : “menyeringailah dalam neraka itu dan janganlah berkata-kata pada-KU”
78/24 : Tidaklah mereka merasakan dingin begitupun minuman dalam neraka itu.
78/25 : kecuali hayalan dan kerabunan
78/26 : Sebagai balasan yang cukup.
11/107 : Mereka kekal dalam neraka itu selama ada planet-planet dan Bumi ini kecuali yang TUHAN-mu kehendaki, bahwa TUHAN-mu iti berbuat untuk apa yang DIA ingini.

Maka berlombalah kepada ampunan dari TUHAN-mu dan surga seluas planet-planet dan bumi dijanjikan untuk orang-orang yang insyaf (ayat 3/133). Isyarat yang terkandung dalam ayat 6/32 bahwa “kampung akherat dijanjikan bagi orang-orang yang menginsyafi”. Planet-planet yang kita diami inilah yang nantinya dijadikan ALLAH sebagai “KAMPUNG AKHERAT” setelah terlebih dahulu disempurnakan wujudnya. Inilah yang dalam Alqur’an diistilahkan dengan “Jannaat” yang atinya “Surga-surga”, memang ada 10 surga nantinya di akherat (bagi tatasurya kita). Tatapi hanya 1 untuk neraka yang diistilahkan dengan “Naar”, “Jahiim”, atau “Jahanam”, yaitu Matahari yang nantinya menjadi neraka seperti dalam ayat-ayat berikut ;
74/35 : Bahwa dia (neraka) satu-satunya yang besar.
74/36 : Peringatan bagi orang.
77/32 : Bahwa dia melemparkan percikan api sebagai gedung.
77/33 : Seolah-olah dia pembawa yang berwarna kuning.
87/12 : (yaitu orang kafir) yang sampai kepada neraka besar.
87/13 : Kemudian dia tidak mati dan tidak pula hidup.
102/5 : Awaslah, kalau kamu mengetahui ilmu pasti (tentang tatasurya menurut Alqur’an)
102/6 : Akan kamu lihatlah neraka (dengan ilmu pasti itu)
102/7 : Kemudian akan kamu lihat dengan mata pasti (di akherat nanti).
Dari susunan ayat suci di atas teranglah bahwa neraka saat ini dapat dilihat tetapi haruslah memakaikan ilmu pasti yang termuat dalam Alqur’an, yaitu ilmu yang mengenai kehidupan lahir batin di dunia kini yang menunjukan pada kita wujud mana yang berfungsi neraka di akherat nanti. Wujud itu adalah matahari pusat orbit sepuluh planet termasuk bumi.
Sedangkan surga-surga yang disebutkan di atas dapat kita pelajari dari ayat ;
2/212 : Dihiasi kehidupan di dunia kini untuk orang-orang kafir, lalu mereka menertawakan orang-orang beriman, padahal orang-orang yang insyaf itu berada di atas mereka pada hari kiamat dan ALLAH memberi orang yang DIA kehendaki tanpa perhitungan.
29/58 : Dan orang-orang beriman dan beramal shaleh KAMI tentukan buat mereka dari surga itu selaku tempat tinggi yan bergerak siang-siang di bawahnya, amat nikmat upah orang yang beramal itu.
39/20 : Akan tetapi orang-orang yang insyaf (para mutaqin) pada Tuhan mereka, untuk mereka tempat yang tinggi yang di atasnya ada tempat yang tinggi lagi selaku bangunan yang bergerak siang-siang di bawahnya sebagai janjian ALLAH. ALLAH tidak akan merubah janji itu.
21/105 : Dan sungguh Kami tetapkan dalam kekuatan sesudah pemikiran bahwa bumi ini mewarisinya hamba-hamba-KU yang shaleh.
43/72 : Dan itulah surga yang diwariskan untukmu tersebab apa yang kamu kerjakan selama ini.
Dari susunan ayat-ayat di atas, jelaskan bahwa yang jadi surga nantinya adalah planet-planet yang mengorbit matahari. Surga itu bertingkat-tingkat sebanding dengan tingkat planet, semakin jauh dari matahari semakin tinggi tingkat surga itu. Yang tertinggi adalah “Sidratul Muntaha”.
36/56 : Mereka dan istrinya berada pada zilaal (planet yang melakukan transit) di atas singgasana bersenang-senang.
56/27 : Dan kaum kanan, apakah kaum kanan itu ?
56/28 : Berada di planet (sidru) yang diorbitkan.
56/29 : Dan gelombang sinar yang dipancarkan (oleh jutaan bintang lain).
56/30 : Dan pada zillu (planet yang melindungi pada waktu transit).
77/41 : Bahwa para mutaqin itu berada pada zilaal pada pada mata-mata air.
77/42 : Dan pada taman-taman kesenangan dari apa yang mereka hajatkan.
76/13 : Dalam surga itu mereka bersenang-senang di atas singgasana, tidaklah mereka melihat matahari dan tidak pula panas terik.
25/15 : Katakanlah apakah neraka itu lebih baik daripada surga kekal yang dijanjikan pada para mutaqin. Surga itu bagi mereka sebagai balasan dan tempat berkumpul.
21/104 : Pada hari KAMI putarkan tatasuraya ini seperti putaran radiasi-radiasi untuk ketetapan-ketetapan, sebagaimana KAMI mulai ciptaan pertama KAMI ulangi lagi sebagai janji KAMI bahwa KAMI melakukan-NYA.
36/69 : Dan semaraklah bumi ini (juga planet lain) pada tatasurya TUHAN-nya.
76/20 : Dan ketika engkau melihat di sana akan engkau lihat kenikmatan dan kerajaan besar.

Penduduk surga akan mendapatkan sinar dari jutaan bintang yang cemerlang, karena tidak ada lagi yang membatasi pandangan seperti dimaksudkan pada ayat 56/29. Karena sinar dari jutaan bintang menerangi daerah kutub planet, penduduk surga bertempat tinggal di daerah kutub tersebut, mereka tidak pernah ditimpa terik matahari.
Kehidupan manusia di akherat dibekali ALLAH dengan ketinggian ilmu dan kesempurnaan wujud. Alqur’an tidak pernah menyatakan bahwa manusia di surga harus bekerja, namun memperhatikan ayat 2/130 bahwa Nabi Ibrahim termasuk orang yang shaleh di akherat nanti. Istilah shaleh menunjukan giat bekerja, memberikan isyarat bahwa penduduk surga akan bekerja giat dalam hukum keridhaan ALLAH. Memang kegiatan hidup di dunia kini maupun di akherat nanti harus berlangsung logis, kelebihannya di akherat adalah kesempurnaan dan keilmuan.
25/16 : Untuk mereka itu di dalam surga ialah apa-apa yang mereka kehendaki selaku orang-orang yang kekal adalah hal itu janjian TUHAN-mu yang harus terlaksana.
41/31 : KAMI pimpinanmu dalam hidup di dunia kini dan di akherat nanti dan untuk kamu padanya (di surga-surga) apa-apa yang dihajatkan dirimu dan untuk kamu padanya apa-apa yang kamu minta.

Bagaimana keadaan keluarga kini, apakah akan berkumpul kembali ?. Untuk itu kita perhatikan ayat-ayat berikut :
80/34 : Pada hari (kiamat) orang lari dari saudaranya.
80/35 : Dan dari ibunya, dan dari bapaknya.
80/36 : Dan dari istrinya, dan dari anaknya.
80/37 : Bagi setiap diri diantara mereka ada kesibukan yang diurusnya.
32/17 : Mereka tidaklah mengetahui suatu diri (di dunia kini) apa yang disembunyikan untuknya (di akherat nanti) yang berupa kesenangan mata sebagai balasan pada apa yang mereka kerjakan.
44/54 : Seperti itulah, dan KAMI pasangkan (suami istrikan) mereka dengan kesenangan mata.
55/72 : Yaitu istri idaman yang dipendekan (terbatas) dalam pergaulan.
55/74 : Yang tidak disentuh oleh manusia dan jin sebelumnya.
55/75 : Maka dengan pemberian TUHAN mana lagi kamu keduanya (jin dan manusia) hendak mendustakan.
Jadi penduduk surga mendapat pasangan yang sengaja diberikan ALLAH untuknya. Pasangan hidup ini adalah istri yang belum pernah disentuh oleh jin dan manusia. Rupanya belum diketahui orang karena senantiasa dirahasiakan ALLAH, tetapi dinyatakan sebagai istri idaman yang selama ini dihayalkan oleh setiap diri, sesuai dengan yang terkandung dalam ayat 2/25 (“……….. dan untuk mereka di dalam surga itu istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”).
Sedang istri atau suami yang ada kini dan anggota keluarga yang lain terputus hubungannya, masing-masing sibuk dengan keadaan dan nasib sendiri-sendiri sebagai balasan yang dijanjikan. Manusia dihidupkan kembali dalam wujud yang belum diketahui dan belum dicapai oleh imajinasi manusia. Setiap penduduk surge diberi pasangan yang wujud dan rupanya juga belum diketahui.
Dapatkah penduduk surga melihat ALLAH ?
ALLAH senantiasa berada dalam gaib, tidak akan pernah dapat dilihat oleh penduduk surga maupun penduduk neraka, bagaimana mungkin manusia konkrit akan dapat melihat Pencipta yang gaib, sedangkan jin saja yang abstrak tidak dapat kita lihat. Meskipun demikian akan sangat beruntung mereka yang diijinkan untuk menemui-NYA. Untuk itu dapat kita perhatikan ayat-ayat berikut ;
6/103 : Tidaklah pemandangan manusia dapat mencapai-NYA dan DIA mencapai pemandangan manusia itu dan DIA indah dan Pemberi kabar.
20/110 : DIA mengetahui apa-apa yang ada di muka mereka dan apa-apa yang ada di belakang mereka dan tidaklah mereka menguasai ilmu tentang DIA.
78/37 : DIA-lah Tuhan planet-planet dan bumi ini serta apa-apa diantaranya. DIA Penyayang, tidaklah mereka memiliki percakapan dari DIA.

Itulah gambaran selintas mengenai KAMPUNG AKHERAT sebagai tempat tinggal para mutaqin sebagaimana yang telah diajanjikan ALLAH. Untuk meraih tiket memasuki kampung akherat ini kembalilah pada Alqur’an sebagai tuntunan kukuh dalam melaksanakan tata hukum yang diridho’I ALLAH. “JANJI ALLAH PASTI”.

nice info nice info nice info


Sumber : Nazwar Syamsu

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik