FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by frontline defender on Sat May 12, 2012 9:39 pm

Kebolehan Bohong dalam Hukum Sekuler (yang sudah diterima secara Internasional) :


Suatu perjanjian dapat mengandung cacat kehendak atau kata sepakat dianggap tidak ada jika terjadi hal-hal yang disebut di bawah ini :


a. Paksaan (dwang)

Setiap tindakan yang tidak adil atau ancaman yang menghalangi kebebasan kehendak para termasuk dalam tindakan pemaksaan. Di dalam hal ini, setiap perbuatan atau ancaman melanggar undang-undang jika perbuatan tersebut merupakan penyalahgunaan kewenangan salah satu pihak dengan membuat suatu ancaman, yaitu setiap ancaman yang bertujuan agar pada akhirnya pihak lain memberikan hak, kewenangan ataupun hak istimewanya. Paksaan dapat berupa kejahatan atau ancaman kejahatan, hukuman penjara atau ancaman hukuman penjara, penyitaan dan kepemilikan yang tidak sah, atau ancaman penyitaan atau kepemilikan suatu benda atau tanah yang dilakukan secara tidak sah, dan tindakan-tindakan lain yang melanggar undang-undang, seperti tekanan ekonomi, penderitaan fisik dan mental, membuat seseorang dalam keadaan takut, dan lain-lain.[26]

Menurut Sudargo,[27] paksaan (duress) adalah setiap tindakan intimidasi mental. Contohnya adalah ancaman kejahatan fisik dan hal ini dapat dibuat penuntutan terhadapnya. Akan tetapi jika ancaman kejahatan fisik tersebut merupakan suatu tindakan yang diperbolehkan oleh hukum maka dalam hal ini ancaman tersebut tidak diberi sanksi hukum, dan dinyatakan bahwa tidak ada paksaan sama sekali. Selain itu paksaan juga bisa dikarenakan oleh pemerasan atau keadaan di bawah pengaruh terhadap seseorang yang mempunyai kelainan mental.


b. Penipuan (Bedrog)

Penipuan (fraud) adalah tindakan tipu muslihat. Menurut Pasal 1328 KUHPerdata dengan tegas menyatakan bahwa penipuan merupakan alasan pembatalan perjanjian. Dalam hal ada penipuan, pihak yang ditipu, memang memberikan pernyataan yang sesuai dengan kehendaknya, tetapi kehendaknya itu, karena adanya daya tipu, sengaja diarahkan ke suatu yang bertentangan dengan kehendak yang sebenarnya, yang seandainya tidak ada penipuan, merupakan tindakan yang benar. Dalam hal penipuan gambaran yang keliru sengaja ditanamkan oleh pihak yang satu kepada pihak yang lain. Jadi, elemen penipuan tidak hanya pernyataan yang bohong, melainkan harus ada serangkaian kebohongan (samenweefsel van verdichtselen), serangkaian cerita yang tidak benar, dan setiap tindakan/sikap yang bersifat menipu.[28]

Dengan kata lain, penipuan adalah tindakan yang bermaksud jahat yang dilakukan oleh satu pihak sebelum perjanjian itu dibuat. Perjanjian tersebut mempunyai maksud untuk menipu pihak lain dan membuat mereka menandatangani perjanjian itu. Pernyataan yang salah itu sendiri bukan merupakan penipuan, tetapi hal ini harus disertai dengan tindakan yang menipu. Tindakan penipuan tersebut harus dilakukan oleh atau atas nama pihak dalam kontrak, seseorang yang melakukan tindakan tersebut haruslah mempunyai maksud atau niat untuk menipu, dan tindakan itu harus merupakan tindakan yang mempunyai maksud jahat – contohnya, merubah nomor seri pada sebuah mesin (kelalaian untuk menginformasikan pelanggan atas adanya cacat tersembunyi pada suatu benda bukan merupakan penipuan karena hal ini tidak mempunyai maksud jahat dan hanya merupakan kelalaian belaka). Selain itu tindakan tersebut haruslah berjalan secara alami bahwa pihak yang ditipu tidak akan membuat perjanjian melainkan karena adanya unsur penipuan.[29]

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penipuan terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu: (1) merupakan tindakan yang bermaksud jahat, kecuali untuk kasus kelalaian dalam menginformasikan cacat tersembunyi pada suatu benda; (2) sebelum perjanjian tersebut dibuat; (3) dengan niat atau maksud agar pihak lain menandatangani perjanjian; (4) tindakan yang dilakukan semata-mata hanya dengan maksud jahat.[30]

Kontrak yang mempunyai unsur penipuan di dalamnya tidak membuat kontrak tersebut batal demi hukum (null and void) melainkan kontrak tersebut hanya dapat dibatalkan (voidable). Hal ini berarti selama pihak yang dirugikan tidak menuntut ke pengadilan yang berwenang maka kontrak tersebut masih tetap sah.


c. Kesesatan atau Kekeliruan (Dwaling),

Dalam hal ini, salah satu pihak atau beberapa pihak memiliki persepsi yang salah terhadap objek atau subjek yang terdapat dalam perjanjian. Ada 2 (dua) macam kekeliruan, yang pertama yaitu error in persona, yaitu kekeliruan pada orangnya, contohnya, sebuah perjanjian yang dibuat dengan artis yang terkenal tetapi kemudian perjanjian tersebut dibuat dengan artis yang tidak terkenal hanya karena dia mempunyai nama yang sama. Yang kedua adalah error in substantia yaitu kekeliruan yang berkaitan dengan karakteristik suatu benda, contohnya seseorang yang membeli lukisan Basuki Abdullah tetapi kemudian setelah sampai di rumah orang itu baru sadar bahwa lukisan yang dibelinya tadi adalah lukisan tiruan dari lukisan Basuki Abdullah.[31]

Di dalam kasus yang lain, agar suatu perjanjian dapat dibatalkan, tahu kurang lebih harus mengetahui bahwa rekannya telah membuat perjanjian atas dasar kekeliruan dalam hal mengidentifikasi subjek atau orangnya.[32]


d. Penyalahgunaan Keadaan (misbruik van omstandigheiden)

Penyalahgunaan Keadaan (Undue influence) merupakan suatu konsep yang berasal dari nilai-nilai yang terdapat di pengadilan. Konsep ini sebagai landasan untuk mengatur transaksi yang berat sebelah yang telah ditentukan sebelumnya oleh pihak yang dominan kepada pihak yang lemah. Penyalahgunaan Keadaan ada ketika pihak yang melakukan suatu perbuatan atau membuat perjanjian dengan cara di bawah paksaan atau pengaruh terror yang ekstrim atau ancaman, atau paksaan penahanan jangka pendek. Ada pihak yang menyatakan bahwa Penyalahgunaan Keadaan adalah setiap pemaksaan yang tidak patut atau salah, akal bulus, atau bujukan dalam keadaan yang mendesak, di mana kehendak seseorang tersebut memiliki kewenangan yang berlebihan, dan pihak lain dipengaruhi untuk melakukan perbuatan yang tak ingin dilakukan, atau akan berbuat sesuatu jika setelahnya dia akan merasa bebas.[33]

Secara umum ada dua macam penyalahgunaan keadaan yaitu: Pertama di mana seseorang menggunakan posisi psikologis dominannya yang digunakan secara tidak adil untuk menekan pihak yang lemah supaya mereka menyetujui sebuah perjanjian di mana sebenarnya mereka tidak ingin menyetujuinya. Kedua, di mana seseorang menggunakan wewenang kedudukan dan kepercayaannya yang digunakan secara tidak adil untuk membujuk pihak lain untuk melakukan suatu transaksi. [34]

Menurut doktrin dan yurisprudensi, ternyata perjanjian-perjanjian yang mengandung cacat seperti itu tetap mengikat para pihak, hanya saja, pihak yang merasakan telah memberikan pernyataan yang mengandung cacat tersebut dapat memintakan pembatalan perjanjian. Sehubungan dengan ini, 1321 KUHPerdata menyatakan bahwa jika di dalam suatu perjanjian terdapat kekhilafan, paksaan atau penipuan, maka berarti di dalam perjanjian itu terdapat cacat pada kesepakatan antar para pihak dan karenanya perjanjian itu dapat dibatalkan.

Persyaratan adanya kata sepakat dalam perjanjian tersebut di dalam sistem hukum Common Law dikenal dengan istilah agreement atau assent. Section 23 American Restatement (second) menyatakan bahwa hal yang penting dalam suatu transaksi adalah bahwa masing-masing pihak menyatakan persetujuannya sesuai dengan pernyataan pihak lawannya.


Referensi :

[26] See John D. Calamari and Joseph M. Perillo, Contracts, Second Edition, West Publishing Co., 1977, hlm 262-264.

[27] Sudargo Gautama, loc. cit

[28] Read J. Satrio, op.cit, ….. Buku I, hlm 350-355.

[29] Sudargo Gautama, op.cit, hlm 77.

[30] Ibid.

[31] Mariam Darus Badrulzaman, et.al., Kompilasi Hukum Perikatan, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001, hlm 75.

[32] Sudargo Gautama, loc.cit.

[33] John D. Calamari and Joseph M. Perillo, op.cit, hlm 273.



Kebolehan Bohong dalam Islam :


Berdasarkan Al-Qur'an :

16:105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.

16:106. Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.


Berdasarkan Hadits :

Hadits-hadits shahih tentang bolehnya berbohong pada kasus-kasus tertentu


1. Hadits Ummu Kultsum :

عن أم كلثوم بنت عقبة أخبرته : أنها سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : ليس الكذاب الذي يصلح بين الناس فينمي خيرا أو يقول خيرا

Artinya:

Dari Ummu Kultsum binti Uqbah mengabarkan bahwa dia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Bukanlah pendusta orang yang mendamaikan antara manusia (yang bertikai) kemudian dia melebih-lebihkan kebaikan atau berkata baik”. [Muttafaqun 'Alaih]

Di dalam riwayat Al Imam Muslim ada tambahan:

ولم أسمع يرخص في شيء مما يقول الناس كذب إلا في ثلاث الحرب والإصلاح بين الناس وحديث الرجل امرأته وحديث المرأة زوجها

Artinya:

“Dan aku (Ummu Kultsum) tidak mendengar bahwa beliau memberikan rukhsah (keringanan) dari dusta yang dikatakan oleh manusia kecuali dalam perang, mendamaikan antara manusia, pembicaraan seorang suami pada istrinya dan pembicaraan istri pada suaminya“.


2. Hadits Asma’ binti Yazid

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يَحِلُّ الْكَذِبُ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ يُحَدِّثُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا وَالْكَذِبُ فِى الْحَرْبِ وَالْكَذِبُ لِيُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ ». وَقَالَ مَحْمُودٌ فِى حَدِيثِهِ « لاَ يَصْلُحُ الْكَذِبُ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَسْمَاءَ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ خُثَيْمٍ.

Artinya:

Dari Asma’ binti Yazid dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Bohong itu tidak halal kecuali dalam tiga hal (yaitu) suami pada istrinya agar mendapat ridho istrinya, bohong dalam perang, dan bohong untuk mendamaikan diantara manusia”.


Tiga Keadaan Seseorang Boleh Berbohong

Dari Ummu Kultsum RA ia berkata:”Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam tiga hal: [1] Orang yang berbicara dengan masud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)

Tidak mungkin dapat diterima jika orang yang hendak mendamaikan pihak-pihak yang berselisih menyampaikan apa yang oleh satu pihak kepada pihak lain. Itu pasti akan lebih mengobarkan api yang sedang menyala. Ia harus berusaha meredakan suasana, jika perlu ia boleh menambah-nambah dengan berbagai perkataan yang manis dan tidak menyebut cercaan atau umpatan pihak yang satu terhadap pihak yang lain.

Dalam suasana perang pun tidak masuk akal jika orang memberi informasi kepada musuh, membuka rahasia pasukannya sendiri, atau memberitahu musuh tentang informasi-informasi yang mereka butuhkan. Rasulullah SAW bersabda, “Perang itu adalah tipu daya”

Demikian pula, tidak bijaksana jika seorang istri berkata terus terang kepada suaminya tentang perasaan kasih sayangnya terhadap lelaki lain sebelum pernikahannya dengan suami sekarang padahal perasaan itu sendiri sudah hilang ditelan waktu. Atau pun suami mengkritik secara terbuka makanan yang dengan susah payah dimasakan oleh istrinya bahwa ini tidak enak, kurang sedap, atau terlalu asin misalnya.. Akan lebih bijaksana jika suami mengatakan makanan ini sangat lezat (meskipun pada kenyataannya memang enak) hanya saja mungkin perlu tambahan ini dan itu.


Berbohong Karena Mempertahankan Aqidah (Iman)

Begitu juga untuk menjaga aqidah, sekiranya seseorang dipaksa untuk mengucapkan sesuatu yang berlawanan dengan aqidah, maka dia boleh berbohong. Namun, kebohongan itu dengan syarat, hatinya tetap dalam Islam. Hal ini mengingatkan kita pada kisah yang menimpa Ammar Yassir yang terpaksa mengaku kembali menyembah berhala saat dia disiksa dan selepas melihat ibunya Sumayyah dan bapaknya, mati ditikam Abu Jahal karena mempertahankan aqidah. Rasulullah SAW ketika ditanya mengenai kedudukan Ammar selepas itu, menyatakan bahwa Ammar tetap terpelihara aqidahnya karena dia dipaksa berbuat begitu dan hal itu di luar keinginan hatinya.

Namun jika maksud yang baik itu tidak ada cara untuk mencapainya melainkan dengan berbohong, maka ketika itu berbohong adalah harus jika maksud yang ingin dicapai itu hukumnya adalah harus. Jika maksud itu wajib, maka berdusta ketika itu juga wajib (karena tidak ada cara lain lagi untuk mencapainya). Contohnya ada seorang muslim bersembunyi dari seorang lelaki zalim dan kita mengetahui tempat persembunyiannya. Kemudian si zalim itu bertanya kita tempat lelaki muslim itu bersembunyi. Ketika itu wajib kita berbohong, yakni tidak harus kita berkata benar dengan memberitahunya.


Terakhir diubah oleh frontline defender tanggal Thu May 17, 2012 9:43 pm, total 1 kali diubah
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by rdnQtfz669 on Mon May 14, 2012 7:39 pm

:lkj:

benar sekali musuh nyata manusia itu adalah HAWA NAFSU dan GODAAN SYAITAN...

semoga mereka dibukakan pintu hatinya dan diberikan hidayah oleh Allah s.w.t. ---Amiin...
avatar
rdnQtfz669
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 260
Kepercayaan : Islam
Location : Soreang, Bandung
Join date : 25.04.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Tue May 15, 2012 9:21 am

frontline defender wrote:
Dari Ummu Kultsum RA ia berkata:”Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam tiga hal: [1] Orang yang berbicara dengan masud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)

gilak..
suami-isteri boleh saling berdusta

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Orang_Pinggiran on Tue May 15, 2012 5:31 pm

SEGOROWEDI wrote:
frontline defender wrote:
Dari Ummu Kultsum RA ia berkata:”Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam tiga hal: [1] Orang yang berbicara dengan masud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)

gilak..
suami-isteri boleh saling berdusta

berdusta demi kemuliaan tuhan lebih gilak dong??
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Thu May 17, 2012 3:01 pm

Orang_Pinggiran wrote:berdusta demi kemuliaan tuhan lebih gilak dong??

hiyaaaa.... OOT dot com
mana ada kebaikan/keselamatan/keharmonisan rumah tangga
landasannya DUSTA? resep setan!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by frontline defender on Thu May 17, 2012 7:49 pm

SEGOROWEDI wrote:
frontline defender wrote:
Dari Ummu Kultsum RA ia berkata:”Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam tiga hal: [1] Orang yang berbicara dengan masud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)

gilak..
suami-isteri boleh saling berdusta
tau nggak, kenapa muslim nggak pernah memaknainya seperti itu? jawabannya adalah karena Islam itu, punya metode tafsir yang jelas, yaitu tafsiran hadits tu harus menyesuaikan Al-Qur'an :
16:105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.

16:106. Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

jadi, yang diukur itu, adalah niatnya, jadi kalau bohongnya model asal2an seperti yang elo pikirin, ya tetep aja dosa! :surban:
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Thu May 17, 2012 8:15 pm

coba kasih contoh:
DUSTA suami/isteri yang bisa bikin keluarga harmonis!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by frontline defender on Thu May 17, 2012 9:45 pm

SEGOROWEDI wrote:coba kasih contoh:
DUSTA suami/isteri yang bisa bikin keluarga harmonis!
di situ kan dah ada :
Demikian pula, tidak bijaksana jika seorang istri berkata terus terang kepada suaminya tentang perasaan kasih sayangnya terhadap lelaki lain sebelum pernikahannya dengan suami sekarang padahal perasaan itu sendiri sudah hilang ditelan waktu. Atau pun suami mengkritik secara terbuka makanan yang dengan susah payah dimasakan oleh istrinya bahwa ini tidak enak, kurang sedap, atau terlalu asin misalnya... Akan lebih bijaksana jika suami mengatakan makanan ini sangat lezat (meskipun pada kenyataannya memang enak) hanya saja mungkin perlu tambahan ini dan itu.
:cekik:
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Orang_Pinggiran on Fri May 18, 2012 2:30 pm

SEGOROWEDI wrote:
Orang_Pinggiran wrote:berdusta demi kemuliaan tuhan lebih gilak dong??

hiyaaaa.... OOT dot com
mana ada kebaikan/keselamatan/keharmonisan rumah tangga
landasannya DUSTA? resep setan!

Apa kamu belum pernah dapet pelajarannya?? bingung
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Sat May 19, 2012 1:34 pm

frontline defender wrote:
Demikian pula, tidak bijaksana jika seorang istri berkata terus terang kepada suaminya tentang perasaan kasih sayangnya terhadap lelaki lain sebelum pernikahannya dengan suami sekarang padahal perasaan itu sendiri sudah hilang ditelan waktu. Atau pun suami mengkritik secara terbuka makanan yang dengan susah payah dimasakan oleh istrinya bahwa ini tidak enak, kurang sedap, atau terlalu asin misalnya... Akan lebih bijaksana jika suami mengatakan makanan ini sangat lezat (meskipun pada kenyataannya memang enak) hanya saja mungkin perlu tambahan ini dan itu.
:cekik:

itu soal bagaimana cara terbaik menyampaikannya
BERBOHONG tetep tidak baik

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Sat May 19, 2012 1:36 pm

Orang_Pinggiran wrote:
Apa kamu belum pernah dapet pelajarannya?? bingung

paling salah tangkap

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Orang_Pinggiran on Sun May 20, 2012 11:24 am

SEGOROWEDI wrote:
Orang_Pinggiran wrote:
Apa kamu belum pernah dapet pelajarannya?? bingung

paling salah tangkap

Bukankah paulus tukang bohong??
katanya demi kemuliaan tuhan bohongnya..
itu salah juga Wed??
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Orang_Pinggiran on Sun May 20, 2012 11:28 am

Suatu hari terjadi dialog antara mamah dan papah

Papah: Mah, apakah kejujuran itu baik?
Mamah: Jelas dong pah, harus selalu jujur.
Papah: baiklah mah, papah mau jujur.
Mamah: Tentang apa pah? (curiga)
papah: Sebenernya sampai detik ini, papah masih lebih mencintai pacar papah yang dulu dan belum bisa mencintai mamah.
Mamah: (JEDERRRRR!!!! serasa disambar petir) owh jadi gitu ya pah.. baiklah kalo gitu, detik ini juga mamah minta CERAI!!!!


akhirnya karena dampak kejujuran si Papah, suami istri itupun bercerai..

ketawa guling ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Sun May 20, 2012 3:34 pm

Orang_Pinggiran wrote:
Bukankah paulus tukang bohong??
katanya demi kemuliaan tuhan bohongnya..
itu salah juga Wed??

pasti kamu salah tangkap

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Sun May 20, 2012 3:36 pm

Orang_Pinggiran wrote:Suatu hari terjadi dialog antara mamah dan papah

Papah: Mah, apakah kejujuran itu baik?
Mamah: Jelas dong pah, harus selalu jujur.
Papah: baiklah mah, papah mau jujur.
Mamah: Tentang apa pah? (curiga)
papah: Sebenernya sampai detik ini, papah masih lebih mencintai pacar papah yang dulu dan belum bisa mencintai mamah.
Mamah: (JEDERRRRR!!!! serasa disambar petir) owh jadi gitu ya pah.. baiklah kalo gitu, detik ini juga mamah minta CERAI!!!!

akhirnya karena dampak kejujuran si Papah, suami istri itupun bercerai..

ketawa guling ketawa guling

itu dampak dusta selama ini
coba kalau dari awal si cowok jujur?

dusta sebagai dasar keharmonisan keluarga
itu konsepnya SETAN


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by rdnQtfz669 on Sun May 20, 2012 10:15 pm

SEGOROWEDI wrote:
Orang_Pinggiran wrote:Suatu hari terjadi dialog antara mamah dan papah

Papah: Mah, apakah kejujuran itu baik?
Mamah: Jelas dong pah, harus selalu jujur.
Papah: baiklah mah, papah mau jujur.
Mamah: Tentang apa pah? (curiga)
papah: Sebenernya sampai detik ini, papah masih lebih mencintai pacar papah yang dulu dan belum bisa mencintai mamah.
Mamah: (JEDERRRRR!!!! serasa disambar petir) owh jadi gitu ya pah.. baiklah kalo gitu, detik ini juga mamah minta CERAI!!!!

akhirnya karena dampak kejujuran si Papah, suami istri itupun bercerai..

ketawa guling ketawa guling

itu dampak dusta selama ini
coba kalau dari awal si cowok jujur?

dusta sebagai dasar keharmonisan keluarga
itu konsepnya SETAN


om Wedi,,
dari dialognya om Orang_Pinggiran sama pertanyaan Anda coba kalau dari awal si cowok jujur? bisa dapetin hikmah enggak :)
avatar
rdnQtfz669
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 260
Kepercayaan : Islam
Location : Soreang, Bandung
Join date : 25.04.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by putramentari on Sun May 20, 2012 10:54 pm

SEGOROWEDI wrote:
Orang_Pinggiran wrote:Suatu hari terjadi dialog antara mamah dan papah

Papah: Mah, apakah kejujuran itu baik?
Mamah: Jelas dong pah, harus selalu jujur.
Papah: baiklah mah, papah mau jujur.
Mamah: Tentang apa pah? (curiga)
papah: Sebenernya sampai detik ini, papah masih lebih mencintai pacar papah yang dulu dan belum bisa mencintai mamah.
Mamah: (JEDERRRRR!!!! serasa disambar petir) owh jadi gitu ya pah.. baiklah kalo gitu, detik ini juga mamah minta CERAI!!!!

akhirnya karena dampak kejujuran si Papah, suami istri itupun bercerai..

ketawa guling ketawa guling

itu dampak dusta selama ini
coba kalau dari awal si cowok jujur?

dusta sebagai dasar keharmonisan keluarga
itu konsepnya SETAN


Artinye Paulus adalah setan dunk paus paus paus paus paus paus paus paus paus
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Tue May 22, 2012 2:17 pm

rdnQtfz669 wrote:
om Wedi,,
dari dialognya om Orang_Pinggiran sama pertanyaan Anda coba kalau dari awal si cowok jujur? bisa dapetin hikmah enggak :)

ketika dari awal jujur dan ditolak, pelajaran buat si lelaki
ketika dari awal jujur dan diterima apa adanya, juga pelajaran buat si lelaki

jangan pernah DUSTA!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Tue May 22, 2012 2:19 pm

putramentari wrote:
Artinye Paulus adalah setan dunk paus paus paus paus paus paus paus paus paus

paling salah cerna..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by putramentari on Wed May 23, 2012 9:27 pm

SEGOROWEDI wrote:
putramentari wrote:
Artinye Paulus adalah setan dunk paus paus paus paus paus paus paus paus paus

paling salah cerna..

Otak ente yang beku lol lol lol lol
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Orang_Pinggiran on Thu May 24, 2012 12:07 am

SEGOROWEDI wrote:
rdnQtfz669 wrote:
om Wedi,,
dari dialognya om Orang_Pinggiran sama pertanyaan Anda coba kalau dari awal si cowok jujur? bisa dapetin hikmah enggak :)

ketika dari awal jujur dan ditolak, pelajaran buat si lelaki
ketika dari awal jujur dan diterima apa adanya, juga pelajaran buat si lelaki

jangan pernah DUSTA!

maka akibat kejujuran seperti kata om Wedi, si lelakipun bernasib seperti paulus.
membujang sampe matek ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by SEGOROWEDI on Thu May 24, 2012 1:52 pm

Orang_Pinggiran wrote:
maka akibat kejujuran seperti kata om Wedi, si lelakipun bernasib seperti paulus.
membujang sampe matek ketawa guling

logikamu kok gak ada sama-sekali seh?
kalau dia mencintai wanita lain ya lamar dan kawini wanita itu
jangan malah berdusta kepada wanita lain dan mengawininya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by rdnQtfz669 on Fri May 25, 2012 10:33 pm

SEGOROWEDI wrote:
ketika dari awal jujur dan ditolak, pelajaran buat si lelaki
ketika dari awal jujur dan diterima apa adanya, juga pelajaran buat si lelaki

jangan pernah DUSTA!

maaf, itu jawaban egoisme,,
jika dari awal jujur, si perempuan akan terkesan pada si lelaki karena kejantanannya dan keberaniannya berkata jujur sebelum mereka bersatu...

iya, terima kasih kk Wedi, sudah mengingatkan jangan pernah DUSTA! memang benar, selain merugikan orang lain, kita berdosa. Sudah jelas di al-Quran tercantum larangan berdusta, saya masih saja berdusta...

terima kasih ya kk Wedi sudah mengingatkan :)
avatar
rdnQtfz669
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 260
Kepercayaan : Islam
Location : Soreang, Bandung
Join date : 25.04.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Orang_Pinggiran on Sun May 27, 2012 9:54 pm

SEGOROWEDI wrote:
Orang_Pinggiran wrote:
maka akibat kejujuran seperti kata om Wedi, si lelakipun bernasib seperti paulus.
membujang sampe matek ketawa guling

logikamu kok gak ada sama-sekali seh?
kalau dia mencintai wanita lain ya lamar dan kawini wanita itu
jangan malah berdusta kepada wanita lain dan mengawininya

kalo udah jadi istri orang apa yo mau dikawini aja Wed??
apa itu lebih logis?? ketawa guling
avatar
Orang_Pinggiran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1862
Kepercayaan : Islam
Location : Jawa Tengah
Join date : 12.03.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Bisa disebut Bohong, jika dalam Keadaan Terpaksa

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik