FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

jihad akbar 1857

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

jihad akbar 1857

Post by keroncong on Mon May 14, 2012 4:31 pm

Sesudah peristiwa Balakot, masa yang ditempuh dan situasi
yang dialami kaum Muslimin merupakan tragedi hidup yang
sangat menyedihkan. Waktu terasa sangat lama dan bencana
yang terjadi terasa sangat berat. Jumlah kaum Muslimin yang
sudah terpecah-pecah akibat adanya pengkhianatan dari dalam
tubuh sendiri meminta korban lebih banyak lagi. Bangsa Sikh
yang menang perang lebih leluasa melakukan tindakan-tindakan
keji, hina dan kejam. Tikaman tombak mereka terhadap tubuh
Islam menancap begitu dalamnya sehingga setiap gerak dari
sendi-sendi tubuh itu dirasakan sangat sakit.

Di lain pihak, bangsa Inggris yang telah lama bermukim di
India secara lambat-lambat akan tetapi meyakinkan mulai
menancapkan akar-akar kolonialnya. Pada akhirnya bangsa
pendatang dari Eropah itu menjadi satu kekuatan yang kokoh
yang ditakdirkan untuk mendominir anak benua itu untuk
selama 100 tahun.

Salahsatu unsur yang meratakan jalan bagi Inggris untuk
menjadi yang dipertuan di daratan sungai Indus itu ialah
karena bantuan anak-anak negeri yang effektif dan konkrit.
Badut-badut ulama yang menfatwakan dengan nyaring bahwa
jihad terhadap Inggrls adalah terlarang bahkan merupakan
perbuatan terkutuk, serta yang menfatwakan bahwa kedatangan
Inggris di India merupakan "Juruselamat" kaum Muslimin dari
siksaan kaum Sikh, adalah virus-virus yang telah merusak
kesatuan dan memperbesar prasangka buruk antara sesama
Mushm. Maka dengan mudahnya basil-basil beracun itu menjalar
hampir ke seluruh tubuh Islam India. Yang lebih menyedihkan
lagi ialah adanya manusia-manusia yang mengaku Muslim, akan
tetapi berbakti pada Inggris dan ikut berperang di sisinya,
membunuh sesama saudara dalam seagama. Tidak ada yang lebih
menyakitkan hati daripada perbuatan-perbuatan hina seperti
itu .

Dalam dua kali peperangan yang hebat antara Inggris melawan
Sikh, yaitu antara tahun 1845 dan 1848, akhirnya bangsa dari
Eropah itu berhasil menghancurkan seluruh kekuatan Sikh.
Mulailah babakan baru dalam sejarah India dimana Inggris
memegang kendali kehidupan ratusan juta manusia.1

Berkat keahlian administrateur-administrateur mereka maka
bangsa Sikh mulai melupakan pahit getirnya kalah perang.
Mereka bersimpati pada Inggris begitu dalam sehingga
beberapa tahun kemudian suatu keanehan telah terjadi.
Orang-orang Sikh itu ikut dalam pasukan Inggris berjuang
mati-matian bersama tuannya menghancurkan kaum Muslimin
dalam perang besar tahun 1857.2

Apa sebab bangsa Sikh begitu cepat membalik dan merangkul
bekas musuhnya bahkan sekaligus mengabdi kepadanya secara
mengharukan? Untuk menjawab soal di atas tidak cukup dengan
memberikan jawab, bahwa berkat keahlian
administrateur-administrateur Inggrislah maka mereka bangsa
Sikh itu berobah sikap dan perbuatan. Melainkan masih ada
cara-cara lain yang digunakan Inggris meyakinkan dan lebih
berdasar pada kenyataan sehingga membuat kaum Sikh rela mati
Inggris.

Meskipun pecahan-pecahan yang tidak berarti sudah
melumpuhkan tubuh Islam, namun bagi Inggris kaum Muslimin
yang berantakan itu masih diawasi dan dicurigai. Sebab
mereka masih memiliki gairah Agama yang kuat, dimana pada
suatu saat gairah itu berobah menjadi suatu ledakan "jihad."
Maka hanya dengan tekanan-tekanan berat secara continue kaum
Muslimin akan terbelenggu, bahkan mungkin bisa mati dalam
belenggu itu. Jelas kiranya, kedatangan Inggris bagi kaum
Muslimin merupakan phase kedua dari awal pengebirian hidup
sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Sikh.

Adanya perbedaan keyakinan mendasar yang menyolok antara
muslim di satu pihak dengan Inggris Hindu di lain pihak;
adanya tradisi-tradisi agama yang bertolakbelakang yang
seringkali menimbulkan korban berdarah, segi-segi inipun
dipakai oleh Inggris untuk mengajak kaum Hindu pada sisinya
dan menghantam bersama-sama setiap Muslim. Kaum Sikh
bernafas lega bahwa ada bangsa Eropah yang meskipun telah
mengalahkannya dalam peperangan yang hebat, akan tetapi
memiliki akidah yang senasib dan sepengalaman dengan mereka.
Justru perasaan inilah yang ditanamkan Inggris pada mereka.

Disamping itu Inggris sangat memperhatikan segi-segi sosial,
ekonomi, kebudayaan dan kesehatan mereka. Kesempatan untuk
bekerja di kantor-kantor pemerintahan diberikan padanya,
pengambilalihan hak milik Muslim, fasilitas-fasilitas untuk
perdagangan industri; kesehatan keluarga-keluarga mereka,
dan pendidikan buat mereka diadakan. Sebaliknya kaum
Muslimin tidak pernah memperolehnya semua itu. Sir William
Hunter pegawai sipil bangsa Inggris telah memperingatkan
bangsanya untuk tindakan-tindakan yang blunder itu. Hunter
berkata:

"Tidaklah ada gunanya untuk menutup telinga kita
terhadap kenyataan, bahwa kaum Muslimin mempersiapkan
beberapa tuduhan terhadap kita yang pernah dengan
sungguh-sungguh dituduhkan terhadap suatu pemerintahan.
Mereka menyalahkan kita menutup kebebasan bergerak bagi
ulama-ulamanya. Mereka menyalahkan kita telah
memasukkan suatu sistim pendidikan yang menghancurkan
seluruh masyarakatnya yang berakhir dengan penghinaan
dan pengemisan. Mereka menyalahkan kita membawa
kesengsaraan bagi beribu-ribu rumah tangga dengan
menghapuskan pembesar-pembesar kehakimannya yang telah
memberikan pengestu agama pada
perkawinan-perkawinannya. Mereka menyalahkan kita
membahayakan jiwanya dengan mencegah melakukan ibadat
keagamaan mereka. Lebih-lebih lagi mereka menuduh kita
dengan sengaja menghilangkan pokokpokok keagamaannya;
menggelapkan sejumlah besar dana pendidikannya."3

Diskriminasi hebat yang dilakukan Inggris itu menggilas
seluruh gerak hidup kaum Muslimin. Agaknya dengan jalan
itulah Inggris lebih menstabilkan keamanan negeri Punjab
maupun seluruh anak benua itu. Nyaris sirna seluruh hak
milik kaum Muslimin India. Peristiwa-peristiwa yang tidak
mereka duga telah terjadi. Harapan harapan yang akan datang
yang pada mulanya cerah, menjadi gelap gulita. Tikaman
tombak untuk kedua kalinya pada tubuh Islam membuat tubuh
itu hampir sekarat. Pada saat-saat itulah air bah bercampur
air busa lautan, membalik ke lautan lepas kemudian secara
drastis dan menggelombang balik kembali memukul keras batu
karang pantai dengan pukulan yang paling dahsyat. Gairah
kuat terhadap agama yang masih dimiliki kaum Muslimin
tiba-tiba berobah menjadi ledakan jihad. Pada hari Ahad
bulan Mei tahun 1857, mereka takbir mengangkat senjata untuk
suatu perang kemerdekaan melawan tyran raksasa Inggris.

Catatan kaki:
1 Beatrice Pitney Lamb, India a World of Transition,
1963, Frederick A. Praeger Washington, hal. 130. (The
British finally conquered the Sikhs in two hard fought
war between 1845 and 1848).
2 Beatrice Pitncy Lamb, India a World of Transition,
hal. 130: (Under skilfull British administrators they
quickly became reconciled to British rule, and fought
valiantly on the British side in rebellion of 1857).
3 K.K. Aziz, Britain and Muslim India, 1963. London
Heinemann Ltd, hal. 24: (Most-British writers believed
that the mutiny was the result of a Muslim conspiracy)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik