FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Halaman 2 dari 25 Previous  1, 2, 3 ... 13 ... 25  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Sun Jun 03, 2012 2:54 am

First topic message reminder :

Mari kita simak An-Nisa ayat 157 yang menjadi KONTROVERSI dari jaman baheula sampe sekarang..


وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً

waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha 'iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min 'ilmin illaa ittibaa'a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan

Terjemahan Depag RI:
4.157. dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.


Dengan nawaytu ingin 'berbagi ilmu'...mari kita telaah kembali ayat ini...

Wasalam,


Terakhir diubah oleh mang odoy tanggal Mon Jun 04, 2012 4:15 am, total 1 kali diubah

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down


Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Sat Jun 09, 2012 7:23 pm

@mang odoy wrote:
@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:Abu Hanan : وَمَا صَلَبُوهُ = dan dia tidak mengalami pematahan tulang.
-->>shod lam ba adalah cara dalam hal ini hal yg bersifat teknis.yg menunjukkan suatu upaya yg menyebabkan isi tulang/sumsum meleleh keluar.bukan sekedar patah tulang,tetapi tulang yg dipotong sehingga telapak tangan terpisah dari lengan,telapak kaki terpisah dari betis.mungkin mutilasi adalah ungkapan yg dapat kita bayangkan.

tanya dikit kang mas abu....
1. sejak kapan ya adanya keyakinan dan kepercayaan kristen bahwa Nabi Isa/ Yesus disalib kayak foto2 yg tersebar skrg????
2. apakah keyakinan dan kepercayaan kristen bahwa Nabi Isa/ Yesus disalib kayak foto2 yg tersebar skrg sudah ada sebelum atau sesudah hadirnya sang utusan terakhir Muhammad Rasulullah???

mohon kang mas abu telesuri sejarahnya.... mudah2an dapat membantu...

:study:
pe er kok berat seh kang....tape deh...

Nahhh..kalo dah nyinggung masalah SHALABUUU...ane yang MAJU...hi hi hi.

@Hamba Tuhan

Silahkan terusin pembahasan mengenai SYUBIHA nya dengan mbah Abu...jangan menclak menclok dulu...masalah SHALABUU...kita terusin yee... lol

mslah shalabuu di MK bukannya amang dah ga bs koment apa2 lg tuh.... mau tak copas sini postingan terakhir di MK?? ups sorry... jgn diulang2 lg apa yg dah dibahas amangku sayang...

:lkj:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by forever_muslim on Sun Jun 10, 2012 2:15 pm

walah baru nyadar saya, masih ada juga topik yg beginian... mang odoy emang bisa aja he he he..... saya duduk paling sudut sambil bawa buku catatan :study:
avatar
forever_muslim
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 181
Join date : 07.10.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Sun Jun 10, 2012 7:34 pm

@HT


mslah shalabuu di MK bukannya amang dah ga bs koment apa2 lg tuh....

Ahhh...mattaa tiiihhh...??? lol
Sebelah mananya...bisa tunjukin...???
Supaya pembaca bisa tau...bahwa mang odoy NYUNGSEP debat sama Hamba Tuhan dalam masalah 'shalabuu' ini... :
lol:



mau tak copas sini postingan terakhir di MK??

Jangankan yang terakhir...mo semuahnyah juga gak masalah..
Saya dah jarang kongkow disana...karena dah ada LI...buang buang tenaga aja..mendingan disini..ketauan...SARANG SENDIRI...
Nah..seharusnya anda juga lebih bersemangat debat disini...karena akan dibaca oleh PASUKAN anda yang SEFAHAM.



ups sorry... jgn diulang2 lg apa yg dah dibahas amangku sayang...

Silahkan...jangan sungkan sungkan...GEBER abis disini.... lol

Silahkan LANJUTKAN PEMBAHASAN 'SYUBIHA' nya dengan mbah abu....jangan pake jurus lama ahh..dah basi....muter muter ngalihin perhatian..

SYUBIHA....dengan mbah abu hanan...dan master kita bro FM.

SHALABUU...sama ane disini..

whookeeyyy..???




mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Sun Jun 10, 2012 7:46 pm

@forever_muslim wrote:walah baru nyadar saya, masih ada juga topik yg beginian... mang odoy emang bisa aja he he he..... saya duduk paling sudut sambil bawa buku catatan :study:

he he he....mang odoy yang fakir ilmu ini dalam rangka belajar bahasa arab dari pak ustat HT bro...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Sun Jun 10, 2012 8:09 pm

@Hamba Tuhan

1. sejak kapan ya adanya keyakinan dan kepercayaan kristen bahwa Nabi Isa/ Yesus disalib kayak foto2 yg tersebar skrg????

Ketika turunnya An-Nisa 157...apakah sudah ada TERJEMAHAN dari masing masing Kitab...dalam hal ini Al-Quran dan Perjanjian Baru...??
Jawabnya...MBUUUHHHHH.... lol

Apakah....kaum Kristen di Mekkah khususnya saat diturunkan An-Nisa 157...sudah menyebut lambang agama mereka yang berbentuk TIANG JEMURAN itu dengan kata SALIB... ?????
Dan sudah ada terjemahan dari pernjanjian baru bahwa dalam Lukas 23:33 kata ESTAUROSAN diterjemahkan dengan kata MENYALIB/TO CRUCIFY.....????

Pasti jawabannya...mbuuuuuhhhhh lagiii... lol


2. apakah keyakinan dan kepercayaan kristen bahwa Nabi Isa/ Yesus disalib kayak foto2 yg tersebar skrg sudah ada sebelum atau sesudah hadirnya sang utusan terakhir Muhammad Rasulullah???

Justeru itu adalah KEWAJIBAN dari KUBU anda...yang MEYAKINI bahwa TIANG JEMURAN itu adalah SALIB....dan kata WA MA SHALABUU HU dalam An-Nisa 157 itu berarti TIDAK NANGKRINGIN SI TERHUKUM DI TIANG JEMURAN/KAYU PALANG.

Adapun hadis hadis yang sering anda suguhkan terkait masalah SALIB ini...apakah ada DATA AKURAT tentang TAUN PENULISANNYA...???

Apakah kata SALIB dalam hadist tersebut....HARUS DIPAKSAKAN supaya tidak terkena hukum tata bahasa yang mana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA...??? demi pengukuhan dan DUKUNGAN anda terhadap UMAT KRISTEN bahwa TIANG JEMURAN itu adalah SALIB....????

Kalow anda YAKIN bahwa hadist yang ada kata SALIB itu adalah LISAN Al-Amin Rahmatan Al-Alamin..berarti anda mengganggap beliow ini BODOH dan kalah sama IBN MANZUR yang notabene menemukan bahwa kata SALIB ini berakar kata pada SHAD LAM BA dan tidak ada kaitannya dengan TIANG PERTIANGAN,SILANG PERSILANGAN.

Kalowpun Ibn Manzur menyebutkan salah satu hadist yang ada kata salibnya dalam pembahasan beliow terkait SHAD LAM BA... ini hanyalah bentuk dari kebingungan dan bisa juga adalah SINDIRAN dari Ibn Manzur bahwa kata SALIB itu tidak ada kaitannya dengan SILANG PERSILANGAN....silahkan baca lagi uraian beliow mengenai 'shad lam ba' ini. Dari awal pembahasan...sama sekali tidak disinggung bahwa 'shad lam ba' ada nyangsangnya dengan dengan persilangan.

Kata dalam Al-Quran yang MIRIP persis dengan istilah yang anda dan umat Kristen pake untuk menyebut TIANG JEMURAN dengan kata SALIB ...hanya ada dalam ayat ini...

لأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلاَفٍ ثُمَّ لأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

7.124. demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik , kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."

Kata dalam ayat diatas adalah...USALLIB...itupun bukan kata benda...tapi kata kerja.

lanjooot pak ustatt...


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Sun Jun 10, 2012 8:29 pm

@mang odoy wrote:@Hamba Tuhan

1. sejak kapan ya adanya keyakinan dan kepercayaan kristen bahwa Nabi Isa/ Yesus disalib kayak foto2 yg tersebar skrg????

Ketika turunnya An-Nisa 157...apakah sudah ada TERJEMAHAN dari masing masing Kitab...dalam hal ini Al-Quran dan Perjanjian Baru...??
Jawabnya...MBUUUHHHHH.... lol

Apakah....kaum Kristen di Mekkah khususnya saat diturunkan An-Nisa 157...sudah menyebut lambang agama mereka yang berbentuk TIANG JEMURAN itu dengan kata SALIB... ?????
Dan sudah ada terjemahan dari pernjanjian baru bahwa dalam Lukas 23:33 kata ESTAUROSAN diterjemahkan dengan kata MENYALIB/TO CRUCIFY.....????

Pasti jawabannya...mbuuuuuhhhhh lagiii... lol


2. apakah keyakinan dan kepercayaan kristen bahwa Nabi Isa/ Yesus disalib kayak foto2 yg tersebar skrg sudah ada sebelum atau sesudah hadirnya sang utusan terakhir Muhammad Rasulullah???

Justeru itu adalah KEWAJIBAN dari KUBU anda...yang MEYAKINI bahwa TIANG JEMURAN itu adalah SALIB....dan kata WA MA SHALABUU HU dalam An-Nisa 157 itu berarti TIDAK NANGKRINGIN SI TERHUKUM DI TIANG JEMURAN/KAYU PALANG.

Adapun hadis hadis yang sering anda suguhkan terkait masalah SALIB ini...apakah ada DATA AKURAT tentang TAUN PENULISANNYA...???

Apakah kata SALIB dalam hadist tersebut....HARUS DIPAKSAKAN supaya tidak terkena hukum tata bahasa yang mana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA...??? demi pengukuhan dan DUKUNGAN anda terhadap UMAT KRISTEN bahwa TIANG JEMURAN itu adalah SALIB....????

Kalow anda YAKIN bahwa hadist yang ada kata SALIB itu adalah LISAN Al-Amin Rahmatan Al-Alamin..berarti anda mengganggap beliow ini BODOH dan kalah sama IBN MANZUR yang notabene menemukan bahwa kata SALIB ini berakar kata pada SHAD LAM BA dan tidak ada kaitannya dengan TIANG PERTIANGAN,SILANG PERSILANGAN.

Kalowpun Ibn Manzur menyebutkan salah satu hadist yang ada kata salibnya dalam pembahasan beliow terkait SHAD LAM BA... ini hanyalah bentuk dari kebingungan dan bisa juga adalah SINDIRAN dari Ibn Manzur bahwa kata SALIB itu tidak ada kaitannya dengan SILANG PERSILANGAN....silahkan baca lagi uraian beliow mengenai 'shad lam ba' ini. Dari awal pembahasan...sama sekali tidak disinggung bahwa 'shad lam ba' ada nyangsangnya dengan dengan persilangan.

Kata dalam Al-Quran yang MIRIP persis dengan istilah yang anda dan umat Kristen pake untuk menyebut TIANG JEMURAN dengan kata SALIB ...hanya ada dalam ayat ini...

لأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلاَفٍ ثُمَّ لأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

7.124. demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik , kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."

Kata dalam ayat diatas adalah...USALLIB...itupun bukan kata benda...tapi kata kerja.

lanjooot pak ustatt...


masih bahan yg sama dan model yg sama, pertanyaaan dijawab dgn pertanyaan.... piss piss piss piss

عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَفِى عُنُقِى صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ. فَقَالَ يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
Dari Adi bin Hatim--seorang shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mantan Nasrani--, "Aku mendatangi Nabi, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari perak." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, "Wahai Adi, singkirkan berhala itu dari dirimu." (HR. Tirmidzi, no. 3378)



sabda Rasulullah SAW kepada Adi bin Hatim dalam hadits berikut ini, Adi bin Hatim bertutur : ‘’Aku pernah mendatangi Rasulullah SAW dengan mengenakan kalung salib dari perak di leherku. Rasulullah SAW bersabda : ‘’Hai Adi, lemparkanlah patung itu dari lehermu! Kemudian aku melemparkannya. Setelah itu, beliau membaca ayat : Ittakhaadzu Ahbaarahum wa ruhbaanahum min duuni Allah... hingga selesai. Aku berkata, sungguh, kami tidak menyembah mereka. Beliau membantah. “Bukankah para pendeta dan rahib itu mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, lalu kalian mengharamkannya; mereka pun menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, lalu kalian menghalalkannya?” Aku menjawab, ‘memang benar! Beliau bersabda, “Itulah bentuk penyembahan kalian kepada para pendeta dan para rahib kalian.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani).



surah At-Taubah ayat 31 :
“Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”.
Apakah yang dimaksud menjadikan orang-orang ‘alim dan rahid-rahib sebagai tuhan-tuhan selain Allâh? Apakah mereka sujud, menyembah kepada orang-orang ‘alim dan rahib-rahib itu seperti orang-orang musyrik menyembah berhala? Al-Imâm Ibnu Katsîr telah menjelaskan masalah ini dengan sebuah hadits dari jalur Al-Imâm Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Jarîr; yaitu hadits yang mengisahkan kedatangan ‘Adî bin Hâtim ke Madînah dalam rangka kunjungannya yang pertama kepada Rasûlullâh saw.– ketika itu ‘Adî masih beragama Nasrani — dan memakai kalung salib dari perak. Maka Rasûlullâh saw. pun membacakan ayat ini (Surah At-Taubah (9) : 31) di hadapan ‘Adî bin Hâtim: “Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”. ‘Adî bin Hâtim segera menyanggah dengan mengatakan : “Sesungguhnya mereka tidak pernah ber’ibâdah (menyembah) kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta”.
Maka Rasûlullâh saw. pun segera menjawab :
“Oh pasti ; sesungguhnya orang-orang ‘alim dan para pendeta itu mengharamkan sesuatu yang halal terhadap mereka dan menghalalkan sesuatu yang haram, maka mereka pun menta’atinya. Demikian itulah — bentuk — penyembahan mereka kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta itu”.
(Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz II hal.348)

mudah2an terjawab pertanyaan mang diatas...

dan dijawab pertanyaan dibawah :

kira2 bagaimana ya bentuk kalung salib yang dipakai oleh adi bin hatim tsb?????



**20 aja....edited by sayah
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Mon Jun 11, 2012 4:30 am

@Hamba Tuhan

masih bahan yg sama dan model yg sama, pertanyaaan dijawab dgn pertanyaan.... piss piss piss piss

عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَفِى عُنُقِى صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ. فَقَالَ يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
Dari Adi bin Hatim--seorang shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mantan Nasrani--, "Aku mendatangi Nabi, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari perak." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, "Wahai Adi, singkirkan berhala itu dari dirimu." (HR. Tirmidzi, no. 3378)[/color]

Yang ngomong.."DILEHERKU ADA KALUNG SALIB"....adalah si adi...bukan Nabi....dan pantas kalo Nabi Muhammad menyebutnya BERHALA...belio sudah pasti mafhum bahwa LAMBANG TIANG JEMURAN tersebut adalah LAMBANG PAGANISME. Lhaaa..beliow adalah Manusia PALING CERDAS di Planet Bumi ini...

Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam penuturannya...

Kecuali kalo kata SALIB dalam hadist diatas tidak tersentuh oleh TATA BAHASA ARAB yang mana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA.


sabda Rasulullah SAW kepada Adi bin Hatim dalam hadits berikut ini, Adi bin Hatim bertutur : ‘’Aku pernah mendatangi Rasulullah SAW dengan mengenakan kalung salib dari perak di leherku. Rasulullah SAW bersabda : ‘’Hai Adi, lemparkanlah patung itu dari lehermu! Kemudian aku melemparkannya. Setelah itu, beliau membaca ayat : Ittakhaadzu Ahbaarahum wa ruhbaanahum min duuni Allah... hingga selesai. Aku berkata, sungguh, kami tidak menyembah mereka. Beliau membantah. “Bukankah para pendeta dan rahib itu mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, lalu kalian mengharamkannya; mereka pun menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, lalu kalian menghalalkannya?” Aku menjawab, ‘memang benar! Beliau bersabda, “Itulah bentuk penyembahan kalian kepada para pendeta dan para rahib kalian.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani).

Sama aja....hadis diatas...bertutur tentang omongan si Adi sendiri....dan bukan Nabi Muhammad...


surah At-Taubah ayat 31 :
“Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”.
Apakah yang dimaksud menjadikan orang-orang ‘alim dan rahid-rahib sebagai tuhan-tuhan selain Allâh? Apakah mereka sujud, menyembah kepada orang-orang ‘alim dan rahib-rahib itu seperti orang-orang musyrik menyembah berhala? Al-Imâm Ibnu Katsîr telah menjelaskan masalah ini dengan sebuah hadits dari jalur Al-Imâm Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Jarîr; yaitu hadits yang mengisahkan kedatangan ‘Adî bin Hâtim ke Madînah dalam rangka kunjungannya yang pertama kepada Rasûlullâh saw.– ketika itu ‘Adî masih beragama Nasrani — dan memakai kalung salib dari perak. Maka Rasûlullâh saw. pun membacakan ayat ini (Surah At-Taubah (9) : 31) di hadapan ‘Adî bin Hâtim: “Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”. ‘Adî bin Hâtim segera menyanggah dengan mengatakan : “Sesungguhnya mereka tidak pernah ber’ibâdah (menyembah) kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta”.
Maka Rasûlullâh saw. pun segera menjawab :
“Oh pasti ; sesungguhnya orang-orang ‘alim dan para pendeta itu mengharamkan sesuatu yang halal terhadap mereka dan menghalalkan sesuatu yang haram, maka mereka pun menta’atinya. Demikian itulah — bentuk — penyembahan mereka kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta itu”.
(Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz II hal.348)

Jiahhhh.....jadi ngantukkkkkk.....hadist diatas mah SETALI TIGA UANG atuh pak ustat....si adi lagi si adi lagi yang dibahas....

bobo

mudah2an terjawab pertanyaan mang diatas...

dan dijawab pertanyaan dibawah :

kira2 bagaimana ya bentuk kalung salib yang dipakai oleh adi bin hatim tsb?????


Kalo kebaca sama Moderator di protes nih.....pak mod bilang...."selain PEJABAT LI...dilarang pake huruf ukuran 24..."

Pad mooodddddd.......ada yang ngelanggar nihhhhhh... info

ketawa guling

**maaf brow ht...aturan tetap harus ditaati karena aturan tidak dirumuskan untuk dilanggar...hehehehe... piss
edited by sayah

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Mon Jun 11, 2012 4:43 am

@Hamba Tuhan

Itu gimana postingan terakhir simbah abu hanan...???
Kura kura dalam perahu...???? lol

Balas donggss.....soalnya ini taruhannya Hadist hadist tentang turunnya Jagoan Neon anda di akhir jaman...

Kalow dalam An-Nisa 157 ini anda tidak bisa membuktian adanya STUNTMEN (PERAN PENGGANTI).....makanya terpaksa harus dibuatin hadisnya bahwa Nabi Isa DIANGKAT PASCA EKSEKUSI...yahhh tinggal nulis cerita...pake perawi...STEMPEL SHAHIH...kan beres... lol

Silahkan pak...PASUKAN anda gelisah tuhhh...hi hi hi....

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Mon Jun 11, 2012 6:12 am

@mang odoy wrote:@Hamba Tuhan

masih bahan yg sama dan model yg sama, pertanyaaan dijawab dgn pertanyaan.... piss piss piss piss

عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَفِى عُنُقِى صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ. فَقَالَ يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
Dari Adi bin Hatim--seorang shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mantan Nasrani--, "Aku mendatangi Nabi, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari perak." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, "Wahai Adi, singkirkan berhala itu dari dirimu." (HR. Tirmidzi, no. 3378)[/color]

Yang ngomong.."DILEHERKU ADA KALUNG SALIB"....adalah si adi...bukan Nabi....dan pantas kalo Nabi Muhammad menyebutnya BERHALA...belio sudah pasti mafhum bahwa LAMBANG TIANG JEMURAN tersebut adalah LAMBANG PAGANISME. Lhaaa..beliow adalah Manusia PALING CERDAS di Planet Bumi ini...

Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam penuturannya...

Kecuali kalo kata SALIB dalam hadist diatas tidak tersentuh oleh TATA BAHASA ARAB yang mana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA.


sabda Rasulullah SAW kepada Adi bin Hatim dalam hadits berikut ini, Adi bin Hatim bertutur : ‘’Aku pernah mendatangi Rasulullah SAW dengan mengenakan kalung salib dari perak di leherku. Rasulullah SAW bersabda : ‘’Hai Adi, lemparkanlah patung itu dari lehermu! Kemudian aku melemparkannya. Setelah itu, beliau membaca ayat : Ittakhaadzu Ahbaarahum wa ruhbaanahum min duuni Allah... hingga selesai. Aku berkata, sungguh, kami tidak menyembah mereka. Beliau membantah. “Bukankah para pendeta dan rahib itu mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, lalu kalian mengharamkannya; mereka pun menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, lalu kalian menghalalkannya?” Aku menjawab, ‘memang benar! Beliau bersabda, “Itulah bentuk penyembahan kalian kepada para pendeta dan para rahib kalian.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani).

Sama aja....hadis diatas...bertutur tentang omongan si Adi sendiri....dan bukan Nabi Muhammad...


surah At-Taubah ayat 31 :
“Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”.
Apakah yang dimaksud menjadikan orang-orang ‘alim dan rahid-rahib sebagai tuhan-tuhan selain Allâh? Apakah mereka sujud, menyembah kepada orang-orang ‘alim dan rahib-rahib itu seperti orang-orang musyrik menyembah berhala? Al-Imâm Ibnu Katsîr telah menjelaskan masalah ini dengan sebuah hadits dari jalur Al-Imâm Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Jarîr; yaitu hadits yang mengisahkan kedatangan ‘Adî bin Hâtim ke Madînah dalam rangka kunjungannya yang pertama kepada Rasûlullâh saw.– ketika itu ‘Adî masih beragama Nasrani — dan memakai kalung salib dari perak. Maka Rasûlullâh saw. pun membacakan ayat ini (Surah At-Taubah (9) : 31) di hadapan ‘Adî bin Hâtim: “Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”. ‘Adî bin Hâtim segera menyanggah dengan mengatakan : “Sesungguhnya mereka tidak pernah ber’ibâdah (menyembah) kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta”.
Maka Rasûlullâh saw. pun segera menjawab :
“Oh pasti ; sesungguhnya orang-orang ‘alim dan para pendeta itu mengharamkan sesuatu yang halal terhadap mereka dan menghalalkan sesuatu yang haram, maka mereka pun menta’atinya. Demikian itulah — bentuk — penyembahan mereka kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta itu”.
(Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz II hal.348)

Jiahhhh.....jadi ngantukkkkkk.....hadist diatas mah SETALI TIGA UANG atuh pak ustat....si adi lagi si adi lagi yang dibahas....

bobo

mudah2an terjawab pertanyaan mang diatas...

dan dijawab pertanyaan dibawah :

kira2 bagaimana ya bentuk kalung salib yang dipakai oleh adi bin hatim tsb?????


Kalo kebaca sama Moderator di protes nih.....pak mod bilang...."selain PEJABAT LI...dilarang pake huruf ukuran 24..."

Pad mooodddddd.......ada yang ngelanggar nihhhhhh... info

ketawa guling

mang odoy : Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam
penuturannya...

Ht : heheeee.... hanya segitu aja bantahan dan argumentasi menyatakan hadits belum tentu bener, masih ada keraguan donk!!!! mikir2 dl sebelum kritik hadits tho amangku sayang.....

waduh ada yg salah ya mang selain PEJABAT LI...dilarang pake huruf ukuran 24... byk amat peraturan LI ya???? nepotisme kagak neh LI.... heheeeee..... gasah diprotes mang, sekalian suruh banned aja sama pejabat LI hamba tuhan...... heheeeeeeee

:lkj:

@kang ht
gak ada nepotism di LI.tuh anda bisa liat banyak posting si mang yg edited by sayah.punya om mm juga ada deleted by sayah.

majalah banned jangankan yg muslim, yg non muslim aja mesti dirundingkan dulu sesama pengurus sebelum dijatuhkan vonis BANNED.dan sesama pengurus pun diHALALkan saling menegur.

aturan banyak aja banyak yg melanggar lha apalagi hidup tanpa aturan.
jadi kang ht...aturan dirumuskan dan ditegakkan adalah untuk menghidupkan diskusi dalam batas ilmiah dan es mosi yg wajar, bukan es mosi belaka tanpa menggunakan ilmiah dan logika-isme.

avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Mon Jun 11, 2012 6:14 am

@mang odoy wrote:@Hamba Tuhan

Itu gimana postingan terakhir simbah abu hanan...???
Kura kura dalam perahu...???? lol

Balas donggss.....soalnya ini taruhannya Hadist hadist tentang turunnya Jagoan Neon anda di akhir jaman...

Kalow dalam An-Nisa 157 ini anda tidak bisa membuktian adanya STUNTMEN (PERAN PENGGANTI).....makanya terpaksa harus dibuatin hadisnya bahwa Nabi Isa DIANGKAT PASCA EKSEKUSI...yahhh tinggal nulis cerita...pake perawi...STEMPEL SHAHIH...kan beres... lol

Silahkan pak...PASUKAN anda gelisah tuhhh...hi hi hi....

heheee... saya kasih kesempatan dl bung BYBA layani kang mas abu... yadah kalo mang mau saya kritik kang mas abu.... wait a minute

nice info
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Mon Jun 11, 2012 6:21 am

@abu hanan wrote:بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ = dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", adahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.

yang diatas adalah terjemahan depag ri.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ = demi perkataan mereka "sesungguhnya kami telah membunuh al masih,isa bin maryam rasul allah",
-->>kafir yahudi menyatakan membunuh atau melakukan suatu pekerjaan yang dapat menyebabkan kematian isa bin maryam

وَمَا قَتَلُوهُ = dan dia tidak terbunuh
-->>apabila i'rab diberlakukan di frasa ini juga tidak menyebabkan perubahan makna.bahwa dan mereka tidak membunuhnya.berarti allah membantah,utk yg pertama kali,tentang hasil dari pekerjaan yg dilakukan kafir yahudi yaitu pekerjaan yang dapat menyebabkan kematian isa bin maryam

وَمَا صَلَبُوهُ = dan dia tidak mengalami pematahan tulang.
-->>shod lam ba adalah cara dalam hal ini hal yg bersifat teknis.yg menunjukkan suatu upaya yg menyebabkan isi tulang/sumsum meleleh keluar.bukan sekedar patah tulang,tetapi tulang yg dipotong sehingga telapak tangan terpisah dari lengan,telapak kaki terpisah dari betis.mungkin mutilasi adalah ungkapan yg dapat kita bayangkan.

وَلَٰكِنْ = namun demikian
شُبِّهَ لَهُمْ = dia (isa) disamarkan bagi mereka (para pembunuh/kafir yahudi)
-->>dalam frasa ini anda akan mendapat kesan seolah2 allah menyetujui kematian isa bin maryam dengan skenario kafirin.padahal allah justru melakukan hal yg kontra produktif dari apa yg diperbuat mereka.
disamarkan adalah PENGHINAAN atas klaim keberhasilan pembunuhan yg mengakibatkan objek mati terbunuh.

seperti yg telah sayah sampaikan sebelumnyah bahwa kafir yahudi menyatakan membunuh atau melakukan suatu pekerjaan yang dapat menyebabkan kematian isa bin maryam dengan teknis operasionalnyah adalah shod lam ba dan allah membantah melalui وَمَا قَتَلُوهُ.bantahan tersebut menghasilkan konsekuensi logis atas tindakan paralel.ehm..kamsutnyah sayah,berita isa diSALIB telah meluas dan menjadi keyakinan.
karena telah dideklarasikan وَمَا قَتَلُوهُ yg berarti isa lolos dan tidak mati maka allah juga mengiringkan bantahan ttg teknis operasionalnyah yaitu وَمَا صَلَبُوهُ.

mengapa selama ini شُبِّهَ لَهُمْ menjadi kontroversi tiada ujung?boleh jadi salah satu sebab adalah hadits2 yg menyatakan isa bin maryam akan balik ke bumi untuk menuntaskan dakwah.meluruskan persepsi yg salah dan timbul sejak peristiwa keji tersebut.

apakah frase شُبِّهَ لَهُمْ yg akan kita bahas disini mampu berperan dalam mengakhiri kontroversi tersebut?entahlah,yang menjadi kepastian adalah jika frase ini menjadi bukti kebenaran bahwa isa bin maryam BENAR2 menjalani prosesi maka seluruh hadits yg bermuatan stuntment akan gugur dg sendirinyah...hanya allah yg mengetahui secara pasti.

شُبِّهَ لَهُمْ apakah mengandung unsur pengganti?
bahwa isa bin maryam digantikan oleh orang lain yg sebagian prang berpendapat adalah yudas iskariot,sebagian lain berpendapat org tersebut adalah yohanes pembaptis/yahya biz zakaria....

secara sederhana frase وَمَا صَلَبُوهُ telah menujukkan tiada pengganti di dalam peristiwa tersebut.kamsutnyah sayah,isa bin maryam BENAR2 menjalani hukuman dan disiksa..mengapa?
frase وَمَا صَلَبُوهُ membawa arti bahwa sang pengganti juga gak dimutilasi dan lolos dari kematian.lha terus yg mati siyapa?yah gak ada...kamsutnyah sayah teori subtitusi/stuntment menghasilkan sesuatu yg gak diduga ;
1.isa bin maryam rahimahullah alaihi DIGANTI org lain
2.sang pengganti GAK MATI juga karena teknis operasionalnyah juga gagal dilaksanakan pada penggantinyah.
3.sang pengganti GAK MATI juga karena allah telah kasi informasi وَمَا قَتَلُوهُ

lha kalow yg DIGANTI dan si PENGGANTI samah2 gak mati lha terus bugimana dunk?ya uda...kita menuju ke شُبِّهَ لَهُمْ adalah serupa pada keadaan.seolah2 mati padahal nggak.seolah2 sekarat padahal nggak.karena sekarat BIYASANYAH 99% berkaibat kematian.
pingsan?gak.tapi emang gak berdaya samah sekali.sakit setengah hidup sampe gak bisa berbuat apapun dalam keadaan sadar.

شُبِّهَ adalah kata kerja pasif yang berakar dari ش ب ه yg apabila dikembalikan ke pola kata akan memiliki makna ;
1.menjadi seperti
2.diserupai
3.ditiru

kita akan mencoba tiap makna dengan mengembalikan ke وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ;
1.namun demikian,dia (isa) menjadi seperti....
2.namun demikian,dia (isa) diserupakan menjadi.....
atow
namun demikian,dia (isa) diserupai oleh...........
3.namun demikian,dia (isa) ditiru oleh.........

dengan menggunakan kaidah i'rab,maka ;
1.namun demikian,(seseorang) menjadi seperti isa
2.namun demikian,(seseorang) diserupakan menjadi isa
3.namun demikian,(seseorang) meniru seperti isa

opsi ketiga adalah TIDAK MUNGKIN.meniru adalah kesengajaan yg dapat diketahui oleh manusia.

sayah pikir i'rab yg dikenakan pada isa sebage HU didalam شُبِّهَ telah menjadi i'rab subjek karena akhiran dhommah.sehingga dalam pemahaman sayah,isa dengan sengaja melakukan suatu perbuatan yang apabila pekerjaan yg dipilh isa dikembalikan pada 3 opsi diatas maka yg paling mungkin adalah ;
namun demikian,dia (isa) menjadi seperti....
dia memilih melakukan pekerjaan bukan menawarkan pekerjaan tersebut kepada pihak laen...

demikian mohon dikoreksi....






abu hanan : وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ = demi perkataan mereka "sesungguhnya kami telah membunuh al masih,isa bin maryam rasul allah",

HT : maaf kang mas abu... waw dipermulaan annisa 157 tsb waw haliyah, waw athaf, waw istinaf atau waw qasam ya???? menurut terjemahan abu itu udah waw qasam.... apa gak salah tuh kang mas abu????

nice info
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Mon Jun 11, 2012 11:03 am

@abu hanan wrote:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ = demi perkataan mereka "sesungguhnya kami telah membunuh al masih,isa bin maryam rasul allah",
-->>kafir yahudi menyatakan membunuh atau melakukan suatu pekerjaan yang dapat menyebabkan kematian isa bin maryam

@hamba tuhan wrote:abu hanan : وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ = demi perkataan mereka "sesungguhnya kami telah membunuh al masih,isa bin maryam rasul allah",

HT : maaf kang mas abu... waw dipermulaan annisa 157 tsb waw haliyah, waw athaf, waw istinaf atau waw qasam ya???? menurut terjemahan abu itu udah waw qasam.... apa gak salah tuh kang mas abu????

nice info
begitulah kang....karena saya tidak melihat adanya kata sebelum waw kecuali rangkaian dari 156.
menurut saya,156 terpisah dari 157.kalow 156 adalah satu kalimat panjang maka waw dapat berarti DAN.namun itu tidak terlihat oleh sayah.156 adalah kalimat tersendiri dan terpisah dari 157 kalow diliat dari struktur bahasanyah.

dan tentulah akan ada kritikan karena DEMI yg dibentuk waw qasam adalah sumpah.
tetapi kamsut sayah bukan seperti itu,sayah terjemahkan menjadi DEMI adalah kedudukan qasam sendiri sbg PENGUAT/PENEGASAN dari keragu-raguan.

waw qasam sbg DEMI adalah karena ada KERAGUAN di kalangan kafirin yahudi.
sebuah jawaban dari KERAGUAN yg kemudian dijabarkan melalui kata demi kata selanjutnyah di dalam ayat 157.

apabila ada sumpah allah yg atas nama makhluk/benda seperti demi matahari dan demi waktu...maka di 157 juga dapat diartikan bahwa allah bersumpah atas perkataan kafirin yahudi (perkataan adalah kata benda juga) karena begitu HEBAT dan DAHSYATnyah peristiwa tersebut ditambah semrawutnyah informasi ttg prosesi maka unsur qasam telah terpenuhi.
ada yg kabar yg harus diluruskan karena menyangkut keimanan muslim.

apabila "dan perkataan..." maka saya tidak tergugah untuk meneliti kebenaran karena uda terbukti BENAR karena sayah menganggap sbg berita/kabar saja.akan tetapi karena sayah baca sbg DEMI maka sayah yakin ada peristiwa besar dan tujuan besar dibalik PEMALSUAN kematian nabi isa.dan peristiwa besar tersebut harus diungkap dengan kepastian allah yg mengetahui kebenaran hakiki.sayah dan anda hanyalah pelaku/kepanjangan tangan saja dalam berproses mengungkap

demikian darinyah sayah...


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Mon Jun 11, 2012 6:53 pm

@abu hanan wrote:
@abu hanan wrote:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ = demi perkataan mereka "sesungguhnya kami telah membunuh al masih,isa bin maryam rasul allah",
-->>kafir yahudi menyatakan membunuh atau melakukan suatu pekerjaan yang dapat menyebabkan kematian isa bin maryam

@hamba tuhan wrote:abu hanan : وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ = demi perkataan mereka "sesungguhnya kami telah membunuh al masih,isa bin maryam rasul allah",

HT : maaf kang mas abu... waw dipermulaan annisa 157 tsb waw haliyah, waw athaf, waw istinaf atau waw qasam ya???? menurut terjemahan abu itu udah waw qasam.... apa gak salah tuh kang mas abu????

nice info
begitulah kang....karena saya tidak melihat adanya kata sebelum waw kecuali rangkaian dari 156.
menurut saya,156 terpisah dari 157.kalow 156 adalah satu kalimat panjang maka waw dapat berarti DAN.namun itu tidak terlihat oleh sayah.156 adalah kalimat tersendiri dan terpisah dari 157 kalow diliat dari struktur bahasanyah.

dan tentulah akan ada kritikan karena DEMI yg dibentuk waw qasam adalah sumpah.
tetapi kamsut sayah bukan seperti itu,sayah terjemahkan menjadi DEMI adalah kedudukan qasam sendiri sbg PENGUAT/PENEGASAN dari keragu-raguan.

waw qasam sbg DEMI adalah karena ada KERAGUAN di kalangan kafirin yahudi.
sebuah jawaban dari KERAGUAN yg kemudian dijabarkan melalui kata demi kata selanjutnyah di dalam ayat 157.

apabila ada sumpah allah yg atas nama makhluk/benda seperti demi matahari dan demi waktu...maka di 157 juga dapat diartikan bahwa allah bersumpah atas perkataan kafirin yahudi (perkataan adalah kata benda juga) karena begitu HEBAT dan DAHSYATnyah peristiwa tersebut ditambah semrawutnyah informasi ttg prosesi maka unsur qasam telah terpenuhi.
ada yg kabar yg harus diluruskan karena menyangkut keimanan muslim.

apabila "dan perkataan..." maka saya tidak tergugah untuk meneliti kebenaran karena uda terbukti BENAR karena sayah menganggap sbg berita/kabar saja.akan tetapi karena sayah baca sbg DEMI maka sayah yakin ada peristiwa besar dan tujuan besar dibalik PEMALSUAN kematian nabi isa.dan peristiwa besar tersebut harus diungkap dengan kepastian allah yg mengetahui kebenaran hakiki.sayah dan anda hanyalah pelaku/kepanjangan tangan saja dalam berproses mengungkap

demikian darinyah sayah...

saya salut atas uraian kang mas abu... tapi saya merasa gak sependapat aja dgn kang mas abu wawu pada awal ayat adalah wawu qasam, coba lebih hati2 dikit kang mas abu menelaah mslah wawu tsb.... coba kang mas abu cicipi dl seandainya wawu pada awal ayat adalah wawu qasam, apa yg akan terjadi dgn jawab qasamnya.... inna qatalna, apakah dhamir na ini Allah kang mas abu???? bukan mereka yahudi? jadi yahudi tdk pernah berkata telah membunuh Isa Putra maryam dong.... itu perkataan Allah yg telah membunuh Isa putra maryam....

nice info
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by Yishmael Avrahami on Mon Jun 11, 2012 11:25 pm

@abu hanan wrote:
@Yishmael Avrahami wrote:saya coba sumbang bahan diskusi....

syubbiha atau al tasyabuh menurut saya kalo dilihat di Al Qur'an hanya bisa diaplikasikan kepada objek dengan objek saja, dan gak bisa diaplikasikan kepada peristiwanya....

contohnya, sapi dengan sapi, buah-buahan dengan buah-buahan, atau pepohonan dengan pepohonan dan gak bisa diterapkan ke peristiwanya, misalnya banjir dengan seperti/seolah-olah banjir, atau disalib dengan seperti/seolah-olah disalib.....

demikianlah....
wah trims atas bantuannyah....
bwetul pendapat anda bahwa aplikasi adalah objek pada objek.dalam kasus nabi isa mhn secara gamblang bantuan penjelasan untuk menjabarkan objek yg dikamsut pada objek yg dikamsut.

karena banjir dengan seolah-olah seperti banjir berbeda jika dibandingkan dengan mati menjadi seolah-olah mati.
apakah ada banjir yg seolah-olah banjir?
bukankah itu justru menunjukkan ada fatamorgana pada sisi pengamat?dalam hal ini adalah kafirin yahudi.
buah2an di surga yg dimakan penghuni surga SEOLAH-OLAH buah2 di bumi padahal PERISTIWAnyah lain.yg satu di akhirat dan yg satu dibumi.dan pula buah2 di surga yg dimakan penghuni surga SEPERTI buah2 di bumi menimbulkan permasalahan baru yaitu SEPERTI apakah SAMA?

إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ = karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami....QS 2/70

كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ = Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa...QS 2/118

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ = Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur´an dan yang lain (ayat-ayat) [size=]mutasyaabihaat...[/size] QS 3/7

itulah yang sayah kamsutkan bahwa ش ب ه memiliki makna seperti yg ada pada 3 point diatas bahkan ada tambahan yaitu SAMAR..sedangkan kita mengetahui bahwa SAMAR bukanlah sama persis dengan seolah-olah atau menjadi seperti.

apabila dikembalikan pada pengertian yg 3 plus satu (samar) maka tiap ayat akan dapat dinilai kelogisannyah.
1.hati mereka menjadi SAMAR dari pendahulu mereka -->>walhasil gak logis.
2.hati mereka MENJADI SEPERTI pendahulu mereka = serupa -->> logis
3.hati mereka menjadi SEOLAH-OLAH pendahulu mereka -->> logis

kemudian ayat yg laen;
1.itulah pokok2 isi alquran dan yang lain MENJADI SEPERTI/DIJADIKAN SEPERTI-->>...???
2.itulah pokok2 isi alquran dan yang lain DISAMARKAN -->>logis
3.itulah pokok2 isi alquran dan yang lain dijadikan SEOLAH-OLAH-->>....???

dan yang paling mendekati sisi kontroversial dari an nisa 157 adalah ar ra'ad 16
أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ = apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan saling menyerupai menurut pandangan mereka?"

sehingga stuntmen di dalam an nisa 157, ayat tersebut GAMBLANG menjelaskan ADA dengan menggunakan seperti pada ar ra'ad 16 yaitu فَتَشَابَهَ dan imbuhan فَ dapat bergantian/menggantikan وَلَـكِن sehingga menjadi فَتَشَابَهَ mengingat kedudukan فَ dan وَلَـكِن adalah sebagai imbuhan.

dan tambahan satu makna SAMAR apabila dikembalikan pada keadaan nabi isa (yg sebenarnyah uda sayah hadirkan diatas) ;

شُبِّهَ لَهُمْ = dia (isa) disamarkan bagi mereka (para pembunuh/kafir yahudi)
1.disamarkan dari apa?pengamat
2.disamarkan sebagai apa??refer ke 3/7...

baiklah....
apabila nabi isa digantikan SIAPAPUN maka siapakah dia?dengan demikian alquran mengabaikan sang pengganti sedangkan rekam jejak hijrah ke madinah aja disebutkan sosok yg tabah mendampingi meskipun tidak disebutkan nama....nabi musa beriring dg harun..begitu pula nabi yahya dan sang ayah....padahal sang pengganti nabi isa adalah sosok yg gak kalah hebat dengan al khalifah abu bakr.hawariyyun?lha itu kan jamak..

sedangkan imam ali bin abi thalib,seorang anak dari perempuan bernama fatimah binti asad pun diLOLOSkan allah ketika menjadi stuntment bagi baginda nabi muhammad.dan nama ali bin abi thalib sbg stuntment diABADIkan melalui hadits.tetapi pada kasus nabi isa...allah mengabaikan peran dan jasa besar dari sang pengganti.

mati terbunuh sbg syuhada dalam rangka menjadi TUMBAL seorang nabi adalah peristiwa Luar Biasa...

mohon dikoreksi...
Yah begitulah bro kalo saya melihatnya di Qur'an....akar kata syin-ba-ha ini maknanya dapat diketahui dari ayat-ayat lain yg ada di Qur'an yg tentunya akar katanya pun sama....

mengenai ayat 2/70 : menceritakan keserupaan sapi dengan sapi
pada ayat 2/118 : hati dan hati
dan pada ayat 3/7 : keserupaan ayat dengan ayat yg ada di Al Qur'an

nih ada yg menarik dari hadits riwayat Imam Ahmad yg memakai kata syubbiha lahum :

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو هَارُونَ الْغَنَوِيُّ عَنْ مُطَرِّفٍ قَالَ
قَالَ لِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ أَيْ مُطَرِّفُ وَاللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى أَنِّي لَوْ شِئْتُ حَدَّثْتُ عَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ لَا أُعِيدُ حَدِيثًا ثُمَّ لَقَدْ زَادَنِي بُطْئًا عَنْ ذَلِكَ وَكَرَاهِيَةً لَهُ أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مِنْ بَعْضِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهِدْتُ كَمَا شَهِدُوا وَسَمِعْتُ كَمَا سَمِعُوا يُحَدِّثُونَ أَحَادِيثَ مَا هِيَ كَمَا يَقُولُونَ وَلَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّهُمْ لَا يَأْلُونَ عَنْ الْخَيْرِ فَأَخَافُ أَنْ يُشَبَّهَ لِي كَمَا شُبِّهَ لَهُمْ فَكَانَ أَحْيَانًا يَقُولُ لَوْ حَدَّثْتُكُمْ أَنِّي سَمِعْتُ مِنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَذَا وَكَذَا رَأَيْتُ أَنِّي قَدْ صَدَقْتُ وَأَحْيَانًا يَعْزِمُ فَيَقُولُ سَمِعْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ أَبِي هَارُونَ الْغَنَوِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي هَانِئٌ الْأَعْوَرُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ هُوَ ابْنُ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ فَحَدَّثْتُ بِهِ أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ فَاسْتَحْسَنَهُ وَقَالَ زَادَ فِيهِ رَجُلًا

Telah menceritakan kepada kami Isma'il, telah menceritakan kepada kami Abu Harun Al Ghanawi dari Mutharrif dia berkata; 'Imran bin Hushain pernah berkata kepadaku; "Wahai Mutharrif, kalau aku mau, aku bisa saja menyampaikan hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam dua hari berturut-turut dan aku tidak mengulangi satu haditspun. Namun yang membuatku lambat dan tidak senang untuk melakukan itu bahwa orang-orang dari sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka menyaksikan apa yang aku saksikan dan mereka mendengar apa yang aku dengar, Mereka mengungkapkan hadits-hadits sebagaimana mereka katakan, Dan aku telah mengetahui sesungguhnya mereka tidak pernah lambat dari kebaikan. Aku takut ditiru sebagaimana mereka ditiru. Dia kadang mengatakan kalau seandainya aku mengatakan kepada kalian bahwa aku telah mendengar dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini dan itu, aku menganggap bahwa aku telah jujur. Kadang juga dia bersungguh-sungguh lalu berkata; aku telah mendengar dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini dan itu."
Abu Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali, telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadhal dari Abi Harun Al Ghanawi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Hani Al A'war dari Mutharrif dari 'Imran bin Hushain dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits ini, lalu aku ceritakan kepada ayahku-mudah-mudahan Allah merahmatinya-, lalu dia menganggap hadits itu hasan dan berkata; "Dia menambahkan seseorang."

http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&keyNo=19047&x=0&y=0

http://www.sonnaonline.com/DisplayResults.aspx?HadithID=479088


demikianlah makna syubbiha itu dan gak ada peluang jeki chen seperti yg diklaim mang odoy...
avatar
Yishmael Avrahami
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 272
Kepercayaan : Islam
Location : Neturei Karta
Join date : 10.10.11
Reputation : 4

http://www.nkusa.org/

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Tue Jun 12, 2012 11:29 am

@Yishmael Avrahami wrote:
Yah begitulah bro kalo saya melihatnya di Qur'an....akar kata syin-ba-ha ini maknanya dapat diketahui dari ayat-ayat lain yg ada di Qur'an yg tentunya akar katanya pun sama....

mengenai ayat 2/70 : menceritakan keserupaan sapi dengan sapi
pada ayat 2/118 : hati dan hati
dan pada ayat 3/7 : keserupaan ayat dengan ayat yg ada di Al Qur'an

nih ada yg menarik dari hadits riwayat Imam Ahmad yg memakai kata syubbiha lahum :

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو هَارُونَ الْغَنَوِيُّ عَنْ مُطَرِّفٍ قَالَ
قَالَ لِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ أَيْ مُطَرِّفُ وَاللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى أَنِّي لَوْ شِئْتُ حَدَّثْتُ عَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ لَا أُعِيدُ حَدِيثًا ثُمَّ لَقَدْ زَادَنِي بُطْئًا عَنْ ذَلِكَ وَكَرَاهِيَةً لَهُ أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مِنْ بَعْضِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهِدْتُ كَمَا شَهِدُوا وَسَمِعْتُ كَمَا سَمِعُوا يُحَدِّثُونَ أَحَادِيثَ مَا هِيَ كَمَا يَقُولُونَ وَلَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّهُمْ لَا يَأْلُونَ عَنْ الْخَيْرِ فَأَخَافُ أَنْ يُشَبَّهَ لِي كَمَا شُبِّهَ لَهُمْ فَكَانَ أَحْيَانًا يَقُولُ لَوْ حَدَّثْتُكُمْ أَنِّي سَمِعْتُ مِنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَذَا وَكَذَا رَأَيْتُ أَنِّي قَدْ صَدَقْتُ وَأَحْيَانًا يَعْزِمُ فَيَقُولُ سَمِعْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ أَبِي هَارُونَ الْغَنَوِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي هَانِئٌ الْأَعْوَرُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ هُوَ ابْنُ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ فَحَدَّثْتُ بِهِ أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ فَاسْتَحْسَنَهُ وَقَالَ زَادَ فِيهِ رَجُلًا

Telah menceritakan kepada kami Isma'il, telah menceritakan kepada kami Abu Harun Al Ghanawi dari Mutharrif dia berkata; 'Imran bin Hushain pernah berkata kepadaku; "Wahai Mutharrif, kalau aku mau, aku bisa saja menyampaikan hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam dua hari berturut-turut dan aku tidak mengulangi satu haditspun. Namun yang membuatku lambat dan tidak senang untuk melakukan itu bahwa orang-orang dari sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka menyaksikan apa yang aku saksikan dan mereka mendengar apa yang aku dengar, Mereka mengungkapkan hadits-hadits sebagaimana mereka katakan, Dan aku telah mengetahui sesungguhnya mereka tidak pernah lambat dari kebaikan. Aku takut ditiru sebagaimana mereka ditiru. Dia kadang mengatakan kalau seandainya aku mengatakan kepada kalian bahwa aku telah mendengar dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini dan itu, aku menganggap bahwa aku telah jujur. Kadang juga dia bersungguh-sungguh lalu berkata; aku telah mendengar dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini dan itu."
Abu Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali, telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadhal dari Abi Harun Al Ghanawi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Hani Al A'war dari Mutharrif dari 'Imran bin Hushain dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits ini, lalu aku ceritakan kepada ayahku-mudah-mudahan Allah merahmatinya-, lalu dia menganggap hadits itu hasan dan berkata; "Dia menambahkan seseorang."

http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&keyNo=19047&x=0&y=0

http://www.sonnaonline.com/DisplayResults.aspx?HadithID=479088


demikianlah makna syubbiha itu dan gak ada peluang jeki chen seperti yg diklaim mang odoy...
informasi yang berharga nice info

sayah tidak mengabaikan hadits diatas tetapi sebelum شُبِّهَ لَهُمْ ada frasa
فَأَخَافُ أَنْ يُشَبَّهَ لِي كَمَا

aku takut ditiru SEBAGAIMANA mereka ditiru.

ada unsur SALING menyerupai antara AKU (subjek yg bakal ditiru) dengan MEREKA (objek yg jadi percontohan).dan konteks hadits adalah perbuatan yg ditiru sehingga tidak menutup kemungkinan perbuatan ditiru dengan perbuatan sebagaimana peristiwa ditiru dengan peristiwa.

bagi sayah,hadits ini justru menguatkan bahwa syyubbiha lahum yang terjadi pada nabi isa tidak memberi kesempatan pada peniru.karena emang gak ada unsur SALING menyerupai yg di dalam al quran contoh ada di ayat ara ra'ad 16.
sehingga memang tidak ada yg ditiru dari prosesi yg dijalani nabi isa.dan mengartikan MENIRU pada syubbiha lahum an nisa 157 tidaklah tepat dan mengenai sasaran.karena makna ayat tersebut memang DISAMARKAN.disamarkan dari pengamat.

demikianlah pemahaman sayah ttg syubbiha lahum yg akhirnya BISA menyerupai/meniru pihak lain jika ada kata yg mendukung.
al quran ada di ar ra'ad 16 dan hadits sebagaimana yg anda hadirkan diatas.



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Tue Jun 12, 2012 12:36 pm

@hamba tuhan wrote:
saya salut atas uraian kang mas abu... tapi saya merasa gak sependapat aja dgn kang mas abu wawu pada awal ayat adalah wawu qasam, coba lebih hati2 dikit kang mas abu menelaah mslah wawu tsb.... coba kang mas abu cicipi dl seandainya wawu pada awal ayat adalah wawu qasam, apa yg akan terjadi dgn jawab qasamnya.... inna qatalna, apakah dhamir na ini Allah kang mas abu???? bukan mereka yahudi? jadi yahudi tdk pernah berkata telah membunuh Isa Putra maryam dong.... itu perkataan Allah yg telah membunuh Isa putra maryam....

nice info
bugini akang yg kapan seh bisa liat wajah anda?ada akun YM apa tidak?
serius neh kang.....pm aja...biar lebih akrab dan menyatu meski beda pandangan...

balik ke qasam...
buginih kang....kalow setiap inna adalah jawaban dari qasam akan berakibat fatal bahwa yg membunuh isa bin maryam adalah allah.
tetapi akang mesti melihat bahwa إِنَّا قَتَلْنَا adalah yg dikamsut dengan قَوْلِهِمْ bukan إِنَّا قَتَلْنَا adalah jawaban dari وَ

analoginyah demikian;
(aku bersumpah) demi perkataan (mereka) bahwa mereka telah membunuh isa bi maryam,rasul allah dst.....

bukan menjadi ;
(aku bersumpah) demi perkataan (mereka) bahwa kami (yg bersumpah/allah) telah membunuh isa bi maryam,rasul allah dst.....

قَوْلِهِمْ perkataan mereka adalah ;
إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ

dan dimana letak jawaban dari qasam?ada 2 kemungkinan;
1.وَلَٰكِنْ an nisa 157
2.بَلْ an nisa 158

dan sayah memilih بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ sbg jawaban akhir dari 156-157 yg di tiap awal ayatnyah huruf waw dapat dibaca sbg qasam.

karena point 1 وَلَٰكِنْ adalah sbg prolog yg harus diakhiri,harus ada ending.بَلْ an nisa 158 adalah ending yg dikamsutkeun.

alurnyah;
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا an nisa 156 = demi keingkaran mereka padanya (isa bin maryam) dan perkataan terhadap maryam yg merupakan kedustaan besar.

وَقَوْلِهِمْ an nisa 157 = (dan) demi perkataan mereka dst...

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ
an nisa 158 = bahkan/tetapi yg sebenarnya adalah allah mengangkatnya (isa bin maryam) kepadaNya

demikianlah secuil dari seekor makhluk melata yg masih dibiarkan hidup hari ini...


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by Jagona on Tue Jun 12, 2012 5:24 pm

Aku gak habis pikir, emangnya pada Ayat 4/157 ini ada yang salah, sehingga pada sibuk membahas penyaliban, stunment harus dibuktikan, dan macam-macem lainnya

@mang odoy
Kalow dalam An-Nisa 157 ini anda tidak bisa membuktian adanya STUNTMEN (PERAN PENGGANTI).....makanya terpaksa harus dibuatin hadisnya bahwa Nabi Isa DIANGKAT PASCA EKSEKUSI...yahhh tinggal nulis cerita...pake perawi...STEMPEL SHAHIH...kan beres... lol

kenapa harus begitu ...... memangnya Alquran belum sempurna ? ... kan bisa diteliti pada ayat-ayat yang lain ..... misalnya Ayat 4/158, 23/50, dll .... okeh

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Tue Jun 12, 2012 7:18 pm

@Hamba Tuhan

mang odoy :
Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam
penuturannya...


Hamba Tuhan :
heheeee.... hanya segitu aja bantahan dan argumentasi menyatakan hadits belum tentu bener, masih ada keraguan donk!!!! mikir2 dl sebelum kritik hadits tho amangku sayang.....


Masalahnya sebenernya SIMPLE aja pak ustat.....
Anda bisa mengklaim bahwa hadist diatas adalah LISAN nya Al-Amin.....
Tapi...dengan resiko :

"...Muhammad bin Abdullah adalah SEORANG YANG BODOH dan TIDAK TAU tata bahasa Arab..dimana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA...."

Nah....kalow anda setuju dengan resiko tersebut...silahkan YAKINI tuh hadist adalah ucapan Nabi Muhammad SAW. Karena bagi saya itu adalah suatu HIL yang MUSTAHAL....
Muhammad bin Abdullah adalah manusia tercerdas dari yang paling cerdas di planet bumi ini. Jadi TIDAK MUNGKIN beliow mengucapkan kata SALIB yang berakar kata SHAD LAM BA ketika melihat si adi pake kalung cap TIANG JEMURAN.....

Coba teliti lagi...itu ucapan Nabi atow si PENULIS HADIST yang sudah termakan oleh ngetrendnya kata SALIB di kalangan Kristen...???

Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???




mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Tue Jun 12, 2012 7:23 pm

@Jagona wrote:Aku gak habis pikir, emangnya pada Ayat 4/157 ini ada yang salah, sehingga pada sibuk membahas penyaliban, stunment harus dibuktikan, dan macam-macem lainnya

@mang odoy
Kalow dalam An-Nisa 157 ini anda tidak bisa membuktian adanya STUNTMEN (PERAN PENGGANTI).....makanya terpaksa harus dibuatin hadisnya bahwa Nabi Isa DIANGKAT PASCA EKSEKUSI...yahhh tinggal nulis cerita...pake perawi...STEMPEL SHAHIH...kan beres... lol

kenapa harus begitu ...... memangnya Alquran belum sempurna ? ... kan bisa diteliti pada ayat-ayat yang lain ..... misalnya Ayat 4/158, 23/50, dll .... okeh

Yahhh...emang KAGAK BAKALAN NYAMBUNG kalo ngebahas hal ini sama anda....lhaa anda meyakini Nabi Isa terbang ke PLANET LAIN..beranak pinak dan meninggal di planet lain tersebut. Jangan jangan istrinya Nabi Isa di planet lain itu....kaya di film AVATAR...ada buntutnya..... ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Udah lah...nonton aja....gak usah ikut nimbrung.

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 13, 2012 5:21 am

@mang odoy wrote:@Hamba Tuhan

mang odoy :
Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam
penuturannya...


Hamba Tuhan :
heheeee.... hanya segitu aja bantahan dan argumentasi menyatakan hadits belum tentu bener, masih ada keraguan donk!!!! mikir2 dl sebelum kritik hadits tho amangku sayang.....


Masalahnya sebenernya SIMPLE aja pak ustat.....
Anda bisa mengklaim bahwa hadist diatas adalah LISAN nya Al-Amin.....
Tapi...dengan resiko :

"...Muhammad bin Abdullah adalah SEORANG YANG BODOH dan TIDAK TAU tata bahasa Arab..dimana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA...."

Nah....kalow anda setuju dengan resiko tersebut...silahkan YAKINI tuh hadist adalah ucapan Nabi Muhammad SAW. Karena bagi saya itu adalah suatu HIL yang MUSTAHAL....
Muhammad bin Abdullah adalah manusia tercerdas dari yang paling cerdas di planet bumi ini. Jadi TIDAK MUNGKIN beliow mengucapkan kata SALIB yang berakar kata SHAD LAM BA ketika melihat si adi pake kalung cap TIANG JEMURAN.....

Coba teliti lagi...itu ucapan Nabi atow si PENULIS HADIST yang sudah termakan oleh ngetrendnya kata SALIB di kalangan Kristen...???

Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???




maaf amang... saya blg juga apa, amang gak ngerti tentang ilmu hadits, makanya setiap amang tanggapin akan muncul pertanyaan2, disinilah kita bs menilai kelemahan mang odoy.....

عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَفِى عُنُقِى صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ. فَقَالَ يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
Dari Adi bin Hatim--seorang shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mantan Nasrani--, "Aku mendatangi Nabi, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari perak."" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, Wahai Adi, singkirkan berhala itu dari dirimu."
tuh perkataan Nabi Muhammad... nyuruh nyingkirin berhala, mana berhala disitu??? ya kalung salib yg dipakai si adi.... salib udah disakralkan oleh si adi yg notebenenya nasrani....


MO : Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???
HT : Nanya aja mbah google, search biografi Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani... mn duluan ibnu manzur lahir dengan mereka, itu kok refottttttttttttt!!!! heheeeeee

welcome
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 13, 2012 5:30 am

@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
saya salut atas uraian kang mas abu... tapi saya merasa gak sependapat aja dgn kang mas abu wawu pada awal ayat adalah wawu qasam, coba lebih hati2 dikit kang mas abu menelaah mslah wawu tsb.... coba kang mas abu cicipi dl seandainya wawu pada awal ayat adalah wawu qasam, apa yg akan terjadi dgn jawab qasamnya.... inna qatalna, apakah dhamir na ini Allah kang mas abu???? bukan mereka yahudi? jadi yahudi tdk pernah berkata telah membunuh Isa Putra maryam dong.... itu perkataan Allah yg telah membunuh Isa putra maryam....

nice info
bugini akang yg kapan seh bisa liat wajah anda?ada akun YM apa tidak?
serius neh kang.....pm aja...biar lebih akrab dan menyatu meski beda pandangan...

balik ke qasam...
buginih kang....kalow setiap inna adalah jawaban dari qasam akan berakibat fatal bahwa yg membunuh isa bin maryam adalah allah.
tetapi akang mesti melihat bahwa إِنَّا قَتَلْنَا adalah yg dikamsut dengan قَوْلِهِمْ bukan إِنَّا قَتَلْنَا adalah jawaban dari وَ

analoginyah demikian;
(aku bersumpah) demi perkataan (mereka) bahwa mereka telah membunuh isa bi maryam,rasul allah dst.....

bukan menjadi ;
(aku bersumpah) demi perkataan (mereka) bahwa kami (yg bersumpah/allah) telah membunuh isa bi maryam,rasul allah dst.....

قَوْلِهِمْ perkataan mereka adalah ;
إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ

dan dimana letak jawaban dari qasam?ada 2 kemungkinan;
1.وَلَٰكِنْ an nisa 157
2.بَلْ an nisa 158

dan sayah memilih بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ sbg jawaban akhir dari 156-157 yg di tiap awal ayatnyah huruf waw dapat dibaca sbg qasam.

karena point 1 وَلَٰكِنْ adalah sbg prolog yg harus diakhiri,harus ada ending.بَلْ an nisa 158 adalah ending yg dikamsutkeun.

alurnyah;
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا an nisa 156 = demi keingkaran mereka padanya (isa bin maryam) dan perkataan terhadap maryam yg merupakan kedustaan besar.

وَقَوْلِهِمْ an nisa 157 = (dan) demi perkataan mereka dst...

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ
an nisa 158 = bahkan/tetapi yg sebenarnya adalah allah mengangkatnya (isa bin maryam) kepadaNya

demikianlah secuil dari seekor makhluk melata yg masih dibiarkan hidup hari ini...

maaf kang mas abu... saya belum setuju dgn penjelasan kang mas, krn tdk didasarkan oleh kaidah2 yg mendukung pendapat kang mas tsb.... dikit gambaran dr saya tentang jawab qasam, mudah2an dapat bermanfaat....

Jawab qasam ada 3.......
1. Jawab qasam jumlah ismiyah
Pada jawab qasam jumlah ismiyah, haruslah jawab itu ditaukidkan dgan huruf أنّ & اللام atau dengan إنّ saja
2. Jawab qasam jumlah fi`liyah
- Jika fi`il tersebut fi`il madhi mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan قد & الام atau dengan قد saja
- Jika fi`il tersebut fi`il mudhari mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan لام القسم & نون التوكود,
3. Jawab qasam yang didahului huruf nafi
Huruf nafi bekerja sebagai menafikan suatu perkara, ia masuk kedalam jumlah fi`liyah dan ismiyah. Antara lain hurufnya adalah ما & لا. Perbedaan jawab pada jumlah huruf nafii dengan jumlah lain adalah ia tidak perlu di ta`kidkan.....

kayaknya menurut saya gada kaidah yg mendukung bal & lakin sebagai jawab qasam kang mas abu.....

lebih lanjut coba kita teliti dl bal dan lakin menurut ilmu ma'ani dalam hal menggunakan adat qashar....
Kata bal dalam qashr bermakna idhrab (mencabut hukum dari yang pertama dan menetapkan kepada yang kedua)....posisi maqshur alaihnya terletak setelah kata bal... adapun syarat2nya ada 2 : 1. ma ’thuf bersifat mufrad, bkn jumlah... 2. didahului oleh ungkapan ijab, amar atau nida.....
Kata lakinna menjadi adat qashar berfungsi sebagai istidrak.... lakinna sama fungsinya dengan bal yaitu IJAZ, ITHNAB, DAN MUSAWAH.... Ijaz secara leksikal bermakna ‘meringkas’..... Secara istilah dalam balaghah: mengumpulkan makna yang banyak dengan menggunakan lafal yang sedikit , efisiensi kalimat ijaz ada 2 cara: 1. qashar = meringkas 2.hadzaf = membuang (bisa huruf, kata, frase, atau beberapa kalimat)
Ithnab secara leksikal bermakna ‘melebih-lebihkan’....secara istilah menambah lafal atas maknanya atau mendatangkan makna dengan perkataan yang melebihi apa yang telah dikenal oleh banyak orang.....
5 bentuk ithnab:
- Menyebutkan yang khusus setelah yang umum
- Menyebutkan yang umum setelah yang khusus
- Menjelaskan sesuatu yg umum
- Pengulangan kata atau kalimat
- Memasukkan sisipan
Musawah secara leksikal bermakna ‘sama’ atau ‘sebanding’....secara terminologi adalah pengungkapan suatu makna melalui lafal yang sepadan, tidak menambahkan dan tidak mengurangkan....

wallahu a'lam,,,


:surban: :study:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by satria bergitar on Wed Jun 13, 2012 9:59 am

ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Wed Jun 13, 2012 10:45 am

@hamba tuhan wrote:
maaf kang mas abu... saya belum setuju dgn penjelasan kang mas, krn tdk didasarkan oleh kaidah2 yg mendukung pendapat kang mas tsb.... dikit gambaran dr saya tentang jawab qasam, mudah2an dapat bermanfaat....

Jawab qasam ada 3.......
1. Jawab qasam jumlah ismiyah
Pada jawab qasam jumlah ismiyah, haruslah jawab itu ditaukidkan dgan huruf أنّ & اللام atau dengan إنّ saja
2. Jawab qasam jumlah fi`liyah
- Jika fi`il tersebut fi`il madhi mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan قد & الام atau dengan قد saja
- Jika fi`il tersebut fi`il mudhari mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan لام القسم & نون التوكود,
3. Jawab qasam yang didahului huruf nafi
Huruf nafi bekerja sebagai menafikan suatu perkara, ia masuk kedalam jumlah fi`liyah dan ismiyah. Antara lain hurufnya adalah ما & لا. Perbedaan jawab pada jumlah huruf nafii dengan jumlah lain adalah ia tidak perlu di ta`kidkan.....

kayaknya menurut saya gada kaidah yg mendukung bal & lakin sebagai jawab qasam kang mas abu.....

lebih lanjut coba kita teliti dl bal dan lakin menurut ilmu ma'ani dalam hal menggunakan adat qashar....
Kata bal dalam qashr bermakna idhrab (mencabut hukum dari yang pertama dan menetapkan kepada yang kedua)....posisi maqshur alaihnya terletak setelah kata bal... adapun syarat2nya ada 2 : 1. ma ’thuf bersifat mufrad, bkn jumlah... 2. didahului oleh ungkapan ijab, amar atau nida.....
Kata lakinna menjadi adat qashar berfungsi sebagai istidrak.... lakinna sama fungsinya dengan bal yaitu IJAZ, ITHNAB, DAN MUSAWAH.... Ijaz secara leksikal bermakna ‘meringkas’..... Secara istilah dalam balaghah: mengumpulkan makna yang banyak dengan menggunakan lafal yang sedikit , efisiensi kalimat ijaz ada 2 cara: 1. qashar = meringkas 2.hadzaf = membuang (bisa huruf, kata, frase, atau beberapa kalimat)
Ithnab secara leksikal bermakna ‘melebih-lebihkan’....secara istilah menambah lafal atas maknanya atau mendatangkan makna dengan perkataan yang melebihi apa yang telah dikenal oleh banyak orang.....
5 bentuk ithnab:
- Menyebutkan yang khusus setelah yang umum
- Menyebutkan yang umum setelah yang khusus
- Menjelaskan sesuatu yg umum
- Pengulangan kata atau kalimat
- Memasukkan sisipan
Musawah secara leksikal bermakna ‘sama’ atau ‘sebanding’....secara terminologi adalah pengungkapan suatu makna melalui lafal yang sepadan, tidak menambahkan dan tidak mengurangkan....

wallahu a'lam,,,


:surban: :study:
syukron atas koreksinyah.
setelah sayah pelajari ulang info dari akang memang وَلَٰكِنْ harus diabaikan sebagai jawaban qasam.
dan ternyata memang ada yg terlewat dalam belajarnyah sayah yaitu
وَإِنَّ الَّذِينَ dan itulah jawab qasam.

mengenai BAL...
بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءهُمْ 50/2 yg mengikuti qasam pada وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

sayah persilahkeun akang untuk mengkoreksi atas ulasan sayah yg cuma setetes dari selaut.







untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by Jagona on Wed Jun 13, 2012 12:23 pm

@satria bergitar wrote:ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…

Ma'af .... aku cuma mau bantu aja meskipun disebut selonong gan ........

Ma'af lagi postingan dah aku hapus, meskipun cuma bantu jawab pertanyaan mas Satria Bergitar tea................ okeh


Terakhir diubah oleh Jagona tanggal Wed Jun 13, 2012 4:26 pm, total 2 kali diubah

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Wed Jun 13, 2012 1:52 pm

@ALL
MOHON POSTING BROW JAGONA DIATAS TIDAK DITANGGAPI KARENA BERADA DI LUAR FOKUS.SELANJUTNYAH TANGGAPAN DITERUSKAN DI http://www.laskarislam.com/t2462-jagona-nabi-isa-diangkat-dipindahkan-ke-planet-lain

DEMI KELANCARAN DISKUSI MAKA TAK SEGAN SAYAH MENDELETED POSTING YG TIDAK TERKAIT.
DEMIKIAN HARAP MAKLUM.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 25 Previous  1, 2, 3 ... 13 ... 25  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik