FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Halaman 3 dari 25 Previous  1, 2, 3, 4 ... 14 ... 25  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Sun Jun 03, 2012 2:54 am

First topic message reminder :

Mari kita simak An-Nisa ayat 157 yang menjadi KONTROVERSI dari jaman baheula sampe sekarang..


وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً

waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha 'iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min 'ilmin illaa ittibaa'a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan

Terjemahan Depag RI:
4.157. dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.


Dengan nawaytu ingin 'berbagi ilmu'...mari kita telaah kembali ayat ini...

Wasalam,


Terakhir diubah oleh mang odoy tanggal Mon Jun 04, 2012 4:15 am, total 1 kali diubah

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down


Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 13, 2012 2:37 pm

@satria bergitar wrote:ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…

kalau postingan saudara kita satria bergitar gmn kang mas moderator???? sesuai topik atau gak? atau buka lapak baru???

terimakasih

:surban:

avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 13, 2012 2:44 pm

@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
maaf kang mas abu... saya belum setuju dgn penjelasan kang mas, krn tdk didasarkan oleh kaidah2 yg mendukung pendapat kang mas tsb.... dikit gambaran dr saya tentang jawab qasam, mudah2an dapat bermanfaat....

Jawab qasam ada 3.......
1. Jawab qasam jumlah ismiyah
Pada jawab qasam jumlah ismiyah, haruslah jawab itu ditaukidkan dgan huruf أنّ & اللام atau dengan إنّ saja
2. Jawab qasam jumlah fi`liyah
- Jika fi`il tersebut fi`il madhi mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan قد & الام atau dengan قد saja
- Jika fi`il tersebut fi`il mudhari mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan لام القسم & نون التوكود,
3. Jawab qasam yang didahului huruf nafi
Huruf nafi bekerja sebagai menafikan suatu perkara, ia masuk kedalam jumlah fi`liyah dan ismiyah. Antara lain hurufnya adalah ما & لا. Perbedaan jawab pada jumlah huruf nafii dengan jumlah lain adalah ia tidak perlu di ta`kidkan.....

kayaknya menurut saya gada kaidah yg mendukung bal & lakin sebagai jawab qasam kang mas abu.....

lebih lanjut coba kita teliti dl bal dan lakin menurut ilmu ma'ani dalam hal menggunakan adat qashar....
Kata bal dalam qashr bermakna idhrab (mencabut hukum dari yang pertama dan menetapkan kepada yang kedua)....posisi maqshur alaihnya terletak setelah kata bal... adapun syarat2nya ada 2 : 1. ma ’thuf bersifat mufrad, bkn jumlah... 2. didahului oleh ungkapan ijab, amar atau nida.....
Kata lakinna menjadi adat qashar berfungsi sebagai istidrak.... lakinna sama fungsinya dengan bal yaitu IJAZ, ITHNAB, DAN MUSAWAH.... Ijaz secara leksikal bermakna ‘meringkas’..... Secara istilah dalam balaghah: mengumpulkan makna yang banyak dengan menggunakan lafal yang sedikit , efisiensi kalimat ijaz ada 2 cara: 1. qashar = meringkas 2.hadzaf = membuang (bisa huruf, kata, frase, atau beberapa kalimat)
Ithnab secara leksikal bermakna ‘melebih-lebihkan’....secara istilah menambah lafal atas maknanya atau mendatangkan makna dengan perkataan yang melebihi apa yang telah dikenal oleh banyak orang.....
5 bentuk ithnab:
- Menyebutkan yang khusus setelah yang umum
- Menyebutkan yang umum setelah yang khusus
- Menjelaskan sesuatu yg umum
- Pengulangan kata atau kalimat
- Memasukkan sisipan
Musawah secara leksikal bermakna ‘sama’ atau ‘sebanding’....secara terminologi adalah pengungkapan suatu makna melalui lafal yang sepadan, tidak menambahkan dan tidak mengurangkan....

wallahu a'lam,,,


:surban: :study:
syukron atas koreksinyah.
setelah sayah pelajari ulang info dari akang memang وَلَٰكِنْ harus diabaikan sebagai jawaban qasam.
dan ternyata memang ada yg terlewat dalam belajarnyah sayah yaitu
وَإِنَّ الَّذِينَ dan itulah jawab qasam.

mengenai BAL...
بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءهُمْ 50/2 yg mengikuti qasam pada وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

sayah persilahkeun akang untuk mengkoreksi atas ulasan sayah yg cuma setetes dari selaut.




saya pribadi msh hrs byk belajar dr akhi2 disini terutama sm kang mas abu.... mengenai qasam disurat qaaf tsb kalo menurut saya jawab qasamnya bukan bal kang mas abu... tp قَدْ عَلِمْنَا diayat ke 4 kang mas abu, karna sesuai dgn kaidah jawabul qasam... sama seperti jawab qasam disurat Asy Syams : وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا jawabul qasamnya ada diayat 9 yaitu قَدْ أَفْلَحَ

inilah indahnya dan begitu agungnya ayat2 alquran ya kang mas abu.... padahal hanya mslah 1 wawu diawal ayat yg kita kupas udah bajibun bgni ya kang mas abu.... :surban:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Wed Jun 13, 2012 3:23 pm

@hamba tuhan wrote:
@satria bergitar wrote:ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…

kalau postingan saudara kita satria bergitar gmn kang mas moderator???? sesuai topik atau gak? atau buka lapak baru???

terimakasih

:surban:

bisa dilanjut tapi ada syarat WAJIB buat kang SB...
dan beliow uda tau kok cuman pake "kura2 dalam toples"
ketiwi


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Wed Jun 13, 2012 3:31 pm

@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
@satria bergitar wrote:ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…

kalau postingan saudara kita satria bergitar gmn kang mas moderator???? sesuai topik atau gak? atau buka lapak baru???

terimakasih

:surban:

bisa dilanjut tapi ada syarat WAJIB buat kang SB...
dan beliow uda tau kok cuman pake "kura2 dalam toples"
ketiwi

heheee... kalo saya mah ikut keputusan kang mas MOD aja deh!!!!

:)
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by satria bergitar on Wed Jun 13, 2012 4:08 pm

@hamba tuhan wrote:
@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
@satria bergitar wrote:ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…

kalau postingan saudara kita satria bergitar gmn kang mas moderator???? sesuai topik atau gak? atau buka lapak baru???

terimakasih



bisa dilanjut tapi ada syarat WAJIB buat kang SB...
dan beliow uda tau kok cuman pake "kura2 dalam toples"

heheee... kalo saya mah ikut keputusan kang mas MOD aja deh!!!!


@ mbah abu
hihihi mosok ada kura2 seganteng ane...

@ bung HT

yo weiis buka lapak baru jg gpp bung HT terserah antum deh...ane khan makmum bro jd ya ngikut aja...oceh!
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Wed Jun 13, 2012 4:28 pm

@hamba tuhan wrote:
@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
maaf kang mas abu... saya belum setuju dgn penjelasan kang mas, krn tdk didasarkan oleh kaidah2 yg mendukung pendapat kang mas tsb.... dikit gambaran dr saya tentang jawab qasam, mudah2an dapat bermanfaat....

Jawab qasam ada 3.......
1. Jawab qasam jumlah ismiyah
Pada jawab qasam jumlah ismiyah, haruslah jawab itu ditaukidkan dgan huruf أنّ & اللام atau dengan إنّ saja
2. Jawab qasam jumlah fi`liyah
- Jika fi`il tersebut fi`il madhi mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan قد & الام atau dengan قد saja
- Jika fi`il tersebut fi`il mudhari mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan لام القسم & نون التوكود,
3. Jawab qasam yang didahului huruf nafi
Huruf nafi bekerja sebagai menafikan suatu perkara, ia masuk kedalam jumlah fi`liyah dan ismiyah. Antara lain hurufnya adalah ما & لا. Perbedaan jawab pada jumlah huruf nafii dengan jumlah lain adalah ia tidak perlu di ta`kidkan.....

kayaknya menurut saya gada kaidah yg mendukung bal & lakin sebagai jawab qasam kang mas abu.....

lebih lanjut coba kita teliti dl bal dan lakin menurut ilmu ma'ani dalam hal menggunakan adat qashar....
Kata bal dalam qashr bermakna idhrab (mencabut hukum dari yang pertama dan menetapkan kepada yang kedua)....posisi maqshur alaihnya terletak setelah kata bal... adapun syarat2nya ada 2 : 1. ma ’thuf bersifat mufrad, bkn jumlah... 2. didahului oleh ungkapan ijab, amar atau nida.....
Kata lakinna menjadi adat qashar berfungsi sebagai istidrak.... lakinna sama fungsinya dengan bal yaitu IJAZ, ITHNAB, DAN MUSAWAH.... Ijaz secara leksikal bermakna ‘meringkas’..... Secara istilah dalam balaghah: mengumpulkan makna yang banyak dengan menggunakan lafal yang sedikit , efisiensi kalimat ijaz ada 2 cara: 1. qashar = meringkas 2.hadzaf = membuang (bisa huruf, kata, frase, atau beberapa kalimat)
Ithnab secara leksikal bermakna ‘melebih-lebihkan’....secara istilah menambah lafal atas maknanya atau mendatangkan makna dengan perkataan yang melebihi apa yang telah dikenal oleh banyak orang.....
5 bentuk ithnab:
- Menyebutkan yang khusus setelah yang umum
- Menyebutkan yang umum setelah yang khusus
- Menjelaskan sesuatu yg umum
- Pengulangan kata atau kalimat
- Memasukkan sisipan
Musawah secara leksikal bermakna ‘sama’ atau ‘sebanding’....secara terminologi adalah pengungkapan suatu makna melalui lafal yang sepadan, tidak menambahkan dan tidak mengurangkan....

wallahu a'lam,,,


:surban: :study:
syukron atas koreksinyah.
setelah sayah pelajari ulang info dari akang memang وَلَٰكِنْ harus diabaikan sebagai jawaban qasam.
dan ternyata memang ada yg terlewat dalam belajarnyah sayah yaitu
وَإِنَّ الَّذِينَ dan itulah jawab qasam.

mengenai BAL...
بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءهُمْ 50/2 yg mengikuti qasam pada وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

sayah persilahkeun akang untuk mengkoreksi atas ulasan sayah yg cuma setetes dari selaut.

saya pribadi msh hrs byk belajar dr akhi2 disini terutama sm kang mas abu.... mengenai qasam disurat qaaf tsb kalo menurut saya jawab qasamnya bukan bal kang mas abu... tp قَدْ عَلِمْنَا diayat ke 4 kang mas abu, karna sesuai dgn kaidah jawabul qasam... sama seperti jawab qasam disurat Asy Syams : وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا jawabul qasamnya ada diayat 9 yaitu قَدْ أَفْلَحَ

inilah indahnya dan begitu agungnya ayat2 alquran ya kang mas abu.... padahal hanya mslah 1 wawu diawal ayat yg kita kupas udah bajibun bgni ya kang mas abu.... :surban:
semangkin banyak belajar ternyata semangkin banyak gak tau....kasian banget sayah :mon2:

emang seh QAF -OOT- jawab qasam kalow menurut kaidah bahasa ya ada di ayat 4,tetapi menurutnyah sayah jawaban ya ada di BAL (ayat 2).
termasuk qasam yg dijawab BAL pada 4/158,kalo kang ht berpendapat bahwa sayah keluar dari kaidah maka justru melihat bahwa sayah ada di BATAS luar kaidah tapi belum keluar.kamsutnyah sayah,meskipun sayah mengajukan opsi (setelah koreksi) yaitu ;
1.وَإِنَّ الَّذِينَ
2.BAL pada 4/158

adalah semata-mata demi bahan belajar yg khususnyah buat sayah.meski begitu,sayah dari awal pembahasan lebih bersikap jawabul qasam uda dihilangkan karena sudah ditunjukkan oleh firman sesudahnya (dan uda dikoreksi oleh akang ttg BAL sbg jawaban qasam)...

dan anda pun telah mengetahui andai WAW tidak dibaca sbg qasam pun TIDAK merubah konteks/makna ayat tetapi pembahasan WAW sbg qasam adalah karena sayah membacanyah sbg qasam dan jawab qasam ada di 158,BAL.yg sesuai kaidah adalah seperti yg telah diungkap akang diatas..
mengapa sayah berpendirian demikian?karena BA dipergunakan untuk hal2 yg bersifat abstrak tapi nyata ada/nyata terjadi.kematian adalah sesuatu yg abstrak (gak bisa diraba dg panca indra tetapi bisa dirasa).

sehingga waw qasam (yg sementara ini kita baca sbg SUMPAH) dirasakan membutuhkan jawaban.
dan sayah uda sampaikan di atas bahwa waw qasam yg sayah pahami adalah sbg PENGUAT/PENEGAS/meluruskan berita bahwa kekafiran dan kedustaan itu SANGAT besar jadi perlu dibantah dengan lafal yg jelas.
bahwa nabi isa mati ala hukuman terkutuk juga merupakan dusta yg gak bisa dianggap remeh sehingga butuh aqsam utk menarik perhatian dan menyatakan bantahan.
bahkan diserupakan dengan org lain pun uda dijelaskan dari BAL/158.

apabila nabi isa bin maryam DIANGKAT secara fisik dan ruhani maka BAL tidak perlu digunakan karena BAL hanya diterapkan bagi hal2 yg bersifat abstrak tapi nyata ada/nyata terjadi.
FISIK yg terangkat berarti ada keadaan yg tidak terpenuhi oleh BAL,kamsutnyah sayah,objek (nabi isa) dapat merasakan secara indera bahwa beliow neh lagi diangkat.
sehingga dalam hal ini -menurut makhluk yg hina ini- allah akan menggunakan FA/TSUMMA ataow WAW lagi.

apabila nabi isa bin maryam DIANGKAT secara ruhani inilah kesimpulan akhir sayah ttg SYUBBIHA bahwa beliow meninggal/wafat.petunjuk yg sayah gunakan adalah BAL/158.
akhirnya sampailah sayah di WAW qasam pada 156-157 sebenarnyah tidak membutuhkan jawaban yg spesifik karena kebutuhan jawaban qasam/penguat sudah di وَإِنَّ الَّذِينَ yg berujung pada KENYATAAN yg sebenarnyah/yg menggantikan keadaan pertama menjadi keadaan kedua (158).

apabila BAL pada 4/158 dipilih maka itu merubah jawabul qasam di وَإِنَّ الَّذِينَ dari jawaban menjadi penguat lagi/ada waw qasam lagi.dan itu juga tidak bertentangan dg kaidah bahasa yg membolehkan ada banyak qasam di kalimat berita.

demikian setetes dari selaut yg dilimpahkan allah kepada seekor makhluk melata...



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by abu hanan on Wed Jun 13, 2012 4:33 pm

@satria bergitar wrote:
@hamba tuhan wrote:
@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
@satria bergitar wrote:ikut blajar ya.. boleh khan..

dikit nih pengen nanya bwt senior2 sekalian..

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian…

kalau postingan saudara kita satria bergitar gmn kang mas moderator???? sesuai topik atau gak? atau buka lapak baru???

terimakasih



bisa dilanjut tapi ada syarat WAJIB buat kang SB...
dan beliow uda tau kok cuman pake "kura2 dalam toples"

heheee... kalo saya mah ikut keputusan kang mas MOD aja deh!!!!


@ mbah abu
hihihi mosok ada kura2 seganteng ane...

@ bung HT

yo weiis buka lapak baru jg gpp bung HT terserah antum deh...ane khan makmum bro jd ya ngikut aja...oceh!
wokeh dey...masih relevan apa yg ditanyakan kang SB utk tetap dimuat disini...


**asal sesajen cukup mah gada masalah...kopi kretek+item kental...hehehehe...
sworry min.....bukan kampanye nikotin wal kafein kok..

piss


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by satria bergitar on Wed Jun 13, 2012 7:19 pm

monggo mbah.. usil


btw sok atuh bung HT dimulai... binar
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Wed Jun 13, 2012 7:32 pm

@hamba tuhan wrote:
@mang odoy wrote:@Hamba Tuhan

mang odoy :
Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam
penuturannya...


Hamba Tuhan :
heheeee.... hanya segitu aja bantahan dan argumentasi menyatakan hadits belum tentu bener, masih ada keraguan donk!!!! mikir2 dl sebelum kritik hadits tho amangku sayang.....


Masalahnya sebenernya SIMPLE aja pak ustat.....
Anda bisa mengklaim bahwa hadist diatas adalah LISAN nya Al-Amin.....
Tapi...dengan resiko :

"...Muhammad bin Abdullah adalah SEORANG YANG BODOH dan TIDAK TAU tata bahasa Arab..dimana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA...."

Nah....kalow anda setuju dengan resiko tersebut...silahkan YAKINI tuh hadist adalah ucapan Nabi Muhammad SAW. Karena bagi saya itu adalah suatu HIL yang MUSTAHAL....
Muhammad bin Abdullah adalah manusia tercerdas dari yang paling cerdas di planet bumi ini. Jadi TIDAK MUNGKIN beliow mengucapkan kata SALIB yang berakar kata SHAD LAM BA ketika melihat si adi pake kalung cap TIANG JEMURAN.....

Coba teliti lagi...itu ucapan Nabi atow si PENULIS HADIST yang sudah termakan oleh ngetrendnya kata SALIB di kalangan Kristen...???

Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???




maaf amang... saya blg juga apa, amang gak ngerti tentang ilmu hadits, makanya setiap amang tanggapin akan muncul pertanyaan2, disinilah kita bs menilai kelemahan mang odoy.....

عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَفِى عُنُقِى صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ. فَقَالَ يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
Dari Adi bin Hatim--seorang shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mantan Nasrani--, "Aku mendatangi Nabi, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari perak."" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, Wahai Adi, singkirkan berhala itu dari dirimu."
tuh perkataan Nabi Muhammad... nyuruh nyingkirin berhala, mana berhala disitu??? ya kalung salib yg dipakai si adi.... salib udah disakralkan oleh si adi yg notebenenya nasrani....


MO : Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???
HT : Nanya aja mbah google, search biografi Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani... mn duluan ibnu manzur lahir dengan mereka, itu kok refottttttttttttt!!!! heheeeeee

welcome

Kan saya sudah bilang....SIMPLE aja bagi anda..
YAKINI tuh hadist adalah LISAN nya Al-Amin Rahmatan Lil Alamin...tapi dengan RESIKO..

"..Muhammad SAW adalah seorang yang BODOH...karena tidak tau kalow kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA. Kata SALIB adalah bahasa Arab...Muhammad juga orang Arab...jadi kalow Muhammad mengucapkan kata SALIB dengan MERUJUK ke kalung si Adi yang cap TIANG JEMURAN...itu berarti Muhammad adalah manusia BODOH..tatabahasa sendiri aja kagak tau...kalah sama manusia di jaman sesudahnya contohnya Ibn Manzur yang mengurai dengan gamblang apa itu akar kata SHAD LAM BA korelasinya dengan kata SALIB.."

SIMPLE kan...???? gak usah muter muter...kalow anda YAKIN hadist tentang kalung cap TIANG JEMURAN nya si Adi Hatim adalah LISAN nya Al-AMin....

TELAN lah RESIKO yang saya sodorkan...??

Sanggup...???

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Wed Jun 13, 2012 7:49 pm

@Satria Bergitar

@mang odoy

saya pribadi terkesan sekali dengan penjelasan amang terkait “wa ma shalabuu”, amang
dengan gamblang sekali memaparkan dari berbagai sudut termasuk sisi kultur dan
ilmiah terkait peristiwa luar biasa tsb…tapi amang jg lupa bahwa esensi dari
ketidakwafatan Isa di tiang salib adalah bagaimana kehidupan yang dialaminya
setelahnya…


memang banyak sekali artikel yang menjelaskan “kemungkinan” tentang
perjalanan nabi isa setelah peristiwa penyaliban tsb ada yang bilang ke Kashmir,
afganistan, atau bahkan masih di yerusalem, tapi menurut saya hal tesbut masih
dalam kadar dugaan. lalu adakah penjelasan di Al Quran yang relevan mengenai
hal ini mang?


mohon pencerahana saudara2ku sekalian

Kisah selanjutnya ....anda bisa baca buku yang ini..donlot aja..haratis kok... lol

http://www.pakdenono.com/ebook_kristologi/Yesus-Wafat-di-Kashmir/Yesus-Wafat-di-Kashmir.htm

Memang ada 2 SPEKULASI tentang Makam Nabi Isa/Yesus ini..

1. Di Bukit Qumran dekat Laut Mati
2. Di Kashmir

Bagi saya..options nomer satu...gak masuk akal, dan tidak sesuai dengan kronologis di Kitab Kanonik....kenafaa....??? karena eee karena...bisa merusak fikirann....wkwkwkwkwk

Dikarenakan....letak Bukit Qumran dekat Laut mati (kalo sekarang daerah Yordania)...tidak jauh dari Jerusalem. Dan ini tidak mungkin..secara Yesus menghindar dari kejaran musuh-musuhnya sejauh mungkin...karena emang Yesus belum mau mati....Amanat dan Risalah yang harus dipenuhi masih banyak, 12 suku Israel butuh bimbingannya...dan didalam Kitab Kanonik diperjelas bahwa 10 Suku Israel yang hilang adalah prioritasnya. Sejarah mencatat..bahwa 2 suku yang tinggal di kandang yaitu YEHUDA dan BENJAMIN...mayoritas MENOLAK beliow.

Hal ini akan menjadi pembelajaran yang panjang..karena kita harus tau juga sejarah Bani Israel dimasa lampau, karena suku Israel pada jaman pelayanan Yesus di Yerusalem, hanya tinggal 2 suku yaitu YEHUDA dan BENJAMIN..sedangkan 10 suku yang lainnya sudah menyebar ke Timur. Jadi mempelajari sejarah Nabi Isa PASCA eksekusi..dibutuhkan ketelitian dan ketelatenan kita dalam mengungkapnya. Tentunya ini tidak berlaku bagi rekan rekan Muslim yang KADONG HARGA MATI kalo Nabi Isa bakal jadi HAKIM RODA EMAS ntar jelang kiamat.... lol

Untuk itu...saya lebih CONDONG ke penemuan yang nomer 2 yaitu di KASHMIR...seperti yang di bedah di buku yang saya sarankan diatas.

Landasan Al-Quran nya..adalah surah Al-Muminun :50..

waja'alnaa ibna maryama waummahu aayatan waaawaynaahumaa ilaa rabwatin dzaati qaraarin wama'iinin

50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir

Jadi....kalo emang anda berminat..silahkan pelajari dulu buku itu..ntar kita BEDAH sama sama....tentunya..dengan lapak yang berbeda. Karena lapak tersebut hanya untuk KUBU JACKY CHAN..... lol

Kalo sudah siap...PM sayah...whookeeyyyy..

Wasalam,




mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Wed Jun 13, 2012 7:57 pm

@Satria Bergitar

@bung HT

ane pengen nanya nih perihal yg ini بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

mayoritas muslim berpaham stuntmen menganggap kejadian tsb (baca:pengangkatan
nabi Isa) dilakukan sebelum peristiwa penyaliban..

yg jadi pertanyaan adalah apa yg menjadi dasar penetapan waktu kejadian tersebut
sehingga diyakini terjadi sbelum proses penyaliban?

Nahh..kalo yang masalah ini...saya SARANKAN....jangan dibahas dulu....sekarang adalah PEMBUKTIAN secara nahwu sorof dulu...bagaimana kubu STUNTMEN mempertahankan hujjahnya bawa ada PERAN PENGGANTI dalam An-Nisa 157. Dalam hal ini yang dibahas adalah kata SYUBIHA (jatahnya Mbah Abu dan Kang Mas Penyiar)...dan kata SHALABUU (jatah ane itu..he he he)

Ini tergantung SKOR....terbukti atow tidak..

Jadi...dengan tidak mengurangi rasa hormat...mohon dua rebu nya...ehhh mohon doa restunya...semoga pembedahan An-Nisa 157 ini ada faedahnya bagi kita semuahnyah.


Let's wait n see..

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by Yishmael Avrahami on Thu Jun 14, 2012 1:11 am

@abu hanan wrote:
@Yishmael Avrahami wrote:
Yah begitulah bro kalo saya melihatnya di Qur'an....akar kata syin-ba-ha ini maknanya dapat diketahui dari ayat-ayat lain yg ada di Qur'an yg tentunya akar katanya pun sama....

mengenai ayat 2/70 : menceritakan keserupaan sapi dengan sapi
pada ayat 2/118 : hati dan hati
dan pada ayat 3/7 : keserupaan ayat dengan ayat yg ada di Al Qur'an

nih ada yg menarik dari hadits riwayat Imam Ahmad yg memakai kata syubbiha lahum :

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو هَارُونَ الْغَنَوِيُّ عَنْ مُطَرِّفٍ قَالَ
قَالَ لِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ أَيْ مُطَرِّفُ وَاللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى أَنِّي لَوْ شِئْتُ حَدَّثْتُ عَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ لَا أُعِيدُ حَدِيثًا ثُمَّ لَقَدْ زَادَنِي بُطْئًا عَنْ ذَلِكَ وَكَرَاهِيَةً لَهُ أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مِنْ بَعْضِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهِدْتُ كَمَا شَهِدُوا وَسَمِعْتُ كَمَا سَمِعُوا يُحَدِّثُونَ أَحَادِيثَ مَا هِيَ كَمَا يَقُولُونَ وَلَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّهُمْ لَا يَأْلُونَ عَنْ الْخَيْرِ فَأَخَافُ أَنْ يُشَبَّهَ لِي كَمَا شُبِّهَ لَهُمْ فَكَانَ أَحْيَانًا يَقُولُ لَوْ حَدَّثْتُكُمْ أَنِّي سَمِعْتُ مِنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَذَا وَكَذَا رَأَيْتُ أَنِّي قَدْ صَدَقْتُ وَأَحْيَانًا يَعْزِمُ فَيَقُولُ سَمِعْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ أَبِي هَارُونَ الْغَنَوِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي هَانِئٌ الْأَعْوَرُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ هُوَ ابْنُ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ فَحَدَّثْتُ بِهِ أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ فَاسْتَحْسَنَهُ وَقَالَ زَادَ فِيهِ رَجُلًا

Telah menceritakan kepada kami Isma'il, telah menceritakan kepada kami Abu Harun Al Ghanawi dari Mutharrif dia berkata; 'Imran bin Hushain pernah berkata kepadaku; "Wahai Mutharrif, kalau aku mau, aku bisa saja menyampaikan hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam dua hari berturut-turut dan aku tidak mengulangi satu haditspun. Namun yang membuatku lambat dan tidak senang untuk melakukan itu bahwa orang-orang dari sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka menyaksikan apa yang aku saksikan dan mereka mendengar apa yang aku dengar, Mereka mengungkapkan hadits-hadits sebagaimana mereka katakan, Dan aku telah mengetahui sesungguhnya mereka tidak pernah lambat dari kebaikan. Aku takut ditiru sebagaimana mereka ditiru. Dia kadang mengatakan kalau seandainya aku mengatakan kepada kalian bahwa aku telah mendengar dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini dan itu, aku menganggap bahwa aku telah jujur. Kadang juga dia bersungguh-sungguh lalu berkata; aku telah mendengar dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini dan itu."
Abu Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali, telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadhal dari Abi Harun Al Ghanawi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Hani Al A'war dari Mutharrif dari 'Imran bin Hushain dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits ini, lalu aku ceritakan kepada ayahku-mudah-mudahan Allah merahmatinya-, lalu dia menganggap hadits itu hasan dan berkata; "Dia menambahkan seseorang."

http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&keyNo=19047&x=0&y=0

http://www.sonnaonline.com/DisplayResults.aspx?HadithID=479088


demikianlah makna syubbiha itu dan gak ada peluang jeki chen seperti yg diklaim mang odoy...
informasi yang berharga nice info

sayah tidak mengabaikan hadits diatas tetapi sebelum شُبِّهَ لَهُمْ ada frasa
فَأَخَافُ أَنْ يُشَبَّهَ لِي كَمَا

aku takut ditiru SEBAGAIMANA mereka ditiru.

ada unsur SALING menyerupai antara AKU (subjek yg bakal ditiru) dengan MEREKA (objek yg jadi percontohan).dan konteks hadits adalah perbuatan yg ditiru sehingga tidak menutup kemungkinan perbuatan ditiru dengan perbuatan sebagaimana peristiwa ditiru dengan peristiwa.

bagi sayah,hadits ini justru menguatkan bahwa syyubbiha lahum yang terjadi pada nabi isa tidak memberi kesempatan pada peniru.karena emang gak ada unsur SALING menyerupai yg di dalam al quran contoh ada di ayat ara ra'ad 16.
sehingga memang tidak ada yg ditiru dari prosesi yg dijalani nabi isa.dan mengartikan MENIRU pada syubbiha lahum an nisa 157 tidaklah tepat dan mengenai sasaran.karena makna ayat tersebut memang DISAMARKAN.disamarkan dari pengamat.

demikianlah pemahaman sayah ttg syubbiha lahum yg akhirnya BISA menyerupai/meniru pihak lain jika ada kata yg mendukung.
al quran ada di ar ra'ad 16 dan hadits sebagaimana yg anda hadirkan diatas.

penggunaan syin-ba-ha dalam Qur'an dan hadits saya melihatnya malah adanya penyerupaan/peniruan antara A dan B, bukannya A harus mengalami B....

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....
avatar
Yishmael Avrahami
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 272
Kepercayaan : Islam
Location : Neturei Karta
Join date : 10.10.11
Reputation : 4

http://www.nkusa.org/

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Thu Jun 14, 2012 3:26 am

@YA

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....

WA MA SHALABUU HU...mereka tidak MENYALIBNYA (tidak/gagal mengeluarkan sumsum/wadak dari tulang Nabi Isa).... ini SINGKRON dengan pernyataan Yohanes 19:33..dengan pernyataan..."MEREKA TIDAK MEMATAHKAN KAKI YESUS"....

Karena PEMATAHAN KAKI ini adalah MOMENT yang MENENTUKAN hidup matinya Yesus/Nabi Isa...dan ini yang sebenernya MENOHOK KEIMANAN KRISTEN...karena keimanan mereka tergantung pada hal ini...Yesus MATI atow HIDUP...

Jadi .....TIDAK MENYALIBNYA (wa ma shalabuu hu) dalam An-Nisa 157...bukan berarti Nabi Isa TIDAK DIPASANG DI TIANG JEMURAN.......
Sudah saya buktikan bahwa kata MENYALIB dalam Kitab Kanonik, dalam bahasa aslinya yaitu STAUROO/ESTAUROSAN..artinya hanya MEMANTEK yaitu : memasang si terhukum dengan dirapatkan di KAYU LURUS, karena kata kerja "stauroo" sendiri diambil dari kata benda "stauros" yang artinya "kayu lurus"....


Ada bantahan..???

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 4:26 am

@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
@abu hanan wrote:
@hamba tuhan wrote:
maaf kang mas abu... saya belum setuju dgn penjelasan kang mas, krn tdk didasarkan oleh kaidah2 yg mendukung pendapat kang mas tsb.... dikit gambaran dr saya tentang jawab qasam, mudah2an dapat bermanfaat....

Jawab qasam ada 3.......
1. Jawab qasam jumlah ismiyah
Pada jawab qasam jumlah ismiyah, haruslah jawab itu ditaukidkan dgan huruf أنّ & اللام atau dengan إنّ saja
2. Jawab qasam jumlah fi`liyah
- Jika fi`il tersebut fi`il madhi mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan قد & الام atau dengan قد saja
- Jika fi`il tersebut fi`il mudhari mutsbat, maka jawabnya harus ditaukidkan dengan لام القسم & نون التوكود,
3. Jawab qasam yang didahului huruf nafi
Huruf nafi bekerja sebagai menafikan suatu perkara, ia masuk kedalam jumlah fi`liyah dan ismiyah. Antara lain hurufnya adalah ما & لا. Perbedaan jawab pada jumlah huruf nafii dengan jumlah lain adalah ia tidak perlu di ta`kidkan.....

kayaknya menurut saya gada kaidah yg mendukung bal & lakin sebagai jawab qasam kang mas abu.....

lebih lanjut coba kita teliti dl bal dan lakin menurut ilmu ma'ani dalam hal menggunakan adat qashar....
Kata bal dalam qashr bermakna idhrab (mencabut hukum dari yang pertama dan menetapkan kepada yang kedua)....posisi maqshur alaihnya terletak setelah kata bal... adapun syarat2nya ada 2 : 1. ma ’thuf bersifat mufrad, bkn jumlah... 2. didahului oleh ungkapan ijab, amar atau nida.....
Kata lakinna menjadi adat qashar berfungsi sebagai istidrak.... lakinna sama fungsinya dengan bal yaitu IJAZ, ITHNAB, DAN MUSAWAH.... Ijaz secara leksikal bermakna ‘meringkas’..... Secara istilah dalam balaghah: mengumpulkan makna yang banyak dengan menggunakan lafal yang sedikit , efisiensi kalimat ijaz ada 2 cara: 1. qashar = meringkas 2.hadzaf = membuang (bisa huruf, kata, frase, atau beberapa kalimat)
Ithnab secara leksikal bermakna ‘melebih-lebihkan’....secara istilah menambah lafal atas maknanya atau mendatangkan makna dengan perkataan yang melebihi apa yang telah dikenal oleh banyak orang.....
5 bentuk ithnab:
- Menyebutkan yang khusus setelah yang umum
- Menyebutkan yang umum setelah yang khusus
- Menjelaskan sesuatu yg umum
- Pengulangan kata atau kalimat
- Memasukkan sisipan
Musawah secara leksikal bermakna ‘sama’ atau ‘sebanding’....secara terminologi adalah pengungkapan suatu makna melalui lafal yang sepadan, tidak menambahkan dan tidak mengurangkan....

wallahu a'lam,,,


:surban: :study:
syukron atas koreksinyah.
setelah sayah pelajari ulang info dari akang memang وَلَٰكِنْ harus diabaikan sebagai jawaban qasam.
dan ternyata memang ada yg terlewat dalam belajarnyah sayah yaitu
وَإِنَّ الَّذِينَ dan itulah jawab qasam.

mengenai BAL...
بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءهُمْ 50/2 yg mengikuti qasam pada وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

sayah persilahkeun akang untuk mengkoreksi atas ulasan sayah yg cuma setetes dari selaut.

saya pribadi msh hrs byk belajar dr akhi2 disini terutama sm kang mas abu.... mengenai qasam disurat qaaf tsb kalo menurut saya jawab qasamnya bukan bal kang mas abu... tp قَدْ عَلِمْنَا diayat ke 4 kang mas abu, karna sesuai dgn kaidah jawabul qasam... sama seperti jawab qasam disurat Asy Syams : وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا jawabul qasamnya ada diayat 9 yaitu قَدْ أَفْلَحَ

inilah indahnya dan begitu agungnya ayat2 alquran ya kang mas abu.... padahal hanya mslah 1 wawu diawal ayat yg kita kupas udah bajibun bgni ya kang mas abu.... :surban:
semangkin banyak belajar ternyata semangkin banyak gak tau....kasian banget sayah :mon2:

emang seh QAF -OOT- jawab qasam kalow menurut kaidah bahasa ya ada di ayat 4,tetapi menurutnyah sayah jawaban ya ada di BAL (ayat 2).
termasuk qasam yg dijawab BAL pada 4/158,kalo kang ht berpendapat bahwa sayah keluar dari kaidah maka justru melihat bahwa sayah ada di BATAS luar kaidah tapi belum keluar.kamsutnyah sayah,meskipun sayah mengajukan opsi (setelah koreksi) yaitu ;
1.وَإِنَّ الَّذِينَ
2.BAL pada 4/158

adalah semata-mata demi bahan belajar yg khususnyah buat sayah.meski begitu,sayah dari awal pembahasan lebih bersikap jawabul qasam uda dihilangkan karena sudah ditunjukkan oleh firman sesudahnya (dan uda dikoreksi oleh akang ttg BAL sbg jawaban qasam)...

dan anda pun telah mengetahui andai WAW tidak dibaca sbg qasam pun TIDAK merubah konteks/makna ayat tetapi pembahasan WAW sbg qasam adalah karena sayah membacanyah sbg qasam dan jawab qasam ada di 158,BAL.yg sesuai kaidah adalah seperti yg telah diungkap akang diatas..
mengapa sayah berpendirian demikian?karena BA dipergunakan untuk hal2 yg bersifat abstrak tapi nyata ada/nyata terjadi.kematian adalah sesuatu yg abstrak (gak bisa diraba dg panca indra tetapi bisa dirasa).

sehingga waw qasam (yg sementara ini kita baca sbg SUMPAH) dirasakan membutuhkan jawaban.
dan sayah uda sampaikan di atas bahwa waw qasam yg sayah pahami adalah sbg PENGUAT/PENEGAS/meluruskan berita bahwa kekafiran dan kedustaan itu SANGAT besar jadi perlu dibantah dengan lafal yg jelas.
bahwa nabi isa mati ala hukuman terkutuk juga merupakan dusta yg gak bisa dianggap remeh sehingga butuh aqsam utk menarik perhatian dan menyatakan bantahan.
bahkan diserupakan dengan org lain pun uda dijelaskan dari BAL/158.

apabila nabi isa bin maryam DIANGKAT secara fisik dan ruhani maka BAL tidak perlu digunakan karena BAL hanya diterapkan bagi hal2 yg bersifat abstrak tapi nyata ada/nyata terjadi.
FISIK yg terangkat berarti ada keadaan yg tidak terpenuhi oleh BAL,kamsutnyah sayah,objek (nabi isa) dapat merasakan secara indera bahwa beliow neh lagi diangkat.
sehingga dalam hal ini -menurut makhluk yg hina ini- allah akan menggunakan FA/TSUMMA ataow WAW lagi.

apabila nabi isa bin maryam DIANGKAT secara ruhani inilah kesimpulan akhir sayah ttg SYUBBIHA bahwa beliow meninggal/wafat.petunjuk yg sayah gunakan adalah BAL/158.
akhirnya sampailah sayah di WAW qasam pada 156-157 sebenarnyah tidak membutuhkan jawaban yg spesifik karena kebutuhan jawaban qasam/penguat sudah di وَإِنَّ الَّذِينَ yg berujung pada KENYATAAN yg sebenarnyah/yg menggantikan keadaan pertama menjadi keadaan kedua (158).

apabila BAL pada 4/158 dipilih maka itu merubah jawabul qasam di وَإِنَّ الَّذِينَ dari jawaban menjadi penguat lagi/ada waw qasam lagi.dan itu juga tidak bertentangan dg kaidah bahasa yg membolehkan ada banyak qasam di kalimat berita.

demikian setetes dari selaut yg dilimpahkan allah kepada seekor makhluk melata...


kang mas abu... yg kita permasalahkan adalah wawu dipermulaan ayat annisa 157 tsb menurut abu wawu qasam, makanya perlu kehati2an dlm menempatkan wawu tsb sebagai qasam,,,, kesalahan fatal bakal terjadi kalo menurut saya, kenapa??? dalam penggalan kalimat awal ayat annisa 159 tsb ada jawabul qasam yaitu inna qatalnaa, ini permasalahannya kang mas abu.... kita gak bisa sesuka hati memindahkan jawabul qasam kang mas abu dgn menabrak kaidah2 yg sudah berlaku... itu menurut saya hamba tuhan yg bodoh ini loh kang mas abu....

:) :)
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 4:33 am

@mang odoy wrote:
@hamba tuhan wrote:
@mang odoy wrote:@Hamba Tuhan

mang odoy :
Hadist diatas pun belum tentu benar...dalam artian....si adi sendiri ngomongin kata SALIB dalam
penuturannya...


Hamba Tuhan :
heheeee.... hanya segitu aja bantahan dan argumentasi menyatakan hadits belum tentu bener, masih ada keraguan donk!!!! mikir2 dl sebelum kritik hadits tho amangku sayang.....


Masalahnya sebenernya SIMPLE aja pak ustat.....
Anda bisa mengklaim bahwa hadist diatas adalah LISAN nya Al-Amin.....
Tapi...dengan resiko :

"...Muhammad bin Abdullah adalah SEORANG YANG BODOH dan TIDAK TAU tata bahasa Arab..dimana kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA...."

Nah....kalow anda setuju dengan resiko tersebut...silahkan YAKINI tuh hadist adalah ucapan Nabi Muhammad SAW. Karena bagi saya itu adalah suatu HIL yang MUSTAHAL....
Muhammad bin Abdullah adalah manusia tercerdas dari yang paling cerdas di planet bumi ini. Jadi TIDAK MUNGKIN beliow mengucapkan kata SALIB yang berakar kata SHAD LAM BA ketika melihat si adi pake kalung cap TIANG JEMURAN.....

Coba teliti lagi...itu ucapan Nabi atow si PENULIS HADIST yang sudah termakan oleh ngetrendnya kata SALIB di kalangan Kristen...???

Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???




maaf amang... saya blg juga apa, amang gak ngerti tentang ilmu hadits, makanya setiap amang tanggapin akan muncul pertanyaan2, disinilah kita bs menilai kelemahan mang odoy.....

عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَفِى عُنُقِى صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ. فَقَالَ يَا عَدِىُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ
Dari Adi bin Hatim--seorang shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mantan Nasrani--, "Aku mendatangi Nabi, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari perak."" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, Wahai Adi, singkirkan berhala itu dari dirimu."
tuh perkataan Nabi Muhammad... nyuruh nyingkirin berhala, mana berhala disitu??? ya kalung salib yg dipakai si adi.... salib udah disakralkan oleh si adi yg notebenenya nasrani....


MO : Taun berapa tu hadist DIRILIS...??? ada datanya...???
HT : Nanya aja mbah google, search biografi Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani... mn duluan ibnu manzur lahir dengan mereka, itu kok refottttttttttttt!!!! heheeeeee

welcome

Kan saya sudah bilang....SIMPLE aja bagi anda..
YAKINI tuh hadist adalah LISAN nya Al-Amin Rahmatan Lil Alamin...tapi dengan RESIKO..

"..Muhammad SAW adalah seorang yang BODOH...karena tidak tau kalow kata SALIB berakar kata pada SHAD LAM BA. Kata SALIB adalah bahasa Arab...Muhammad juga orang Arab...jadi kalow Muhammad mengucapkan kata SALIB dengan MERUJUK ke kalung si Adi yang cap TIANG JEMURAN...itu berarti Muhammad adalah manusia BODOH..tatabahasa sendiri aja kagak tau...kalah sama manusia di jaman sesudahnya contohnya Ibn Manzur yang mengurai dengan gamblang apa itu akar kata SHAD LAM BA korelasinya dengan kata SALIB.."

SIMPLE kan...???? gak usah muter muter...kalow anda YAKIN hadist tentang kalung cap TIANG JEMURAN nya si Adi Hatim adalah LISAN nya Al-AMin....

TELAN lah RESIKO yang saya sodorkan...??

Sanggup...???

ada apalagi neh amangku sayang.... kayak org dah putus asa deh bikin kesimpulan sendiri dan memaksakan kesimpulannya buat org lain yg bersebrangan pendapat dgn amang.... heheeeee...

ayo kita buktikan sapa yg bodoh dalam hal ini....
copas punya amang sendiri dan menurut ibnu manzur dalam lisanul arabi :
وفي الحديث: أَنه لـمَّا قَدِمَ مَكَّةَ أَتاه أَصحابُ الصُّلُب؛ قيل: هم الذين يَجْمَعُون العِظام إِذا أُخِذَت عنها لُحومُها فيَطْبُخونها بالماءِ، فإِذا خرج الدَّسَمُ منها جمعوه وائْتَدَمُوا به. يقال اصْطَلَبَ فلانٌ العِظام إِذا فَعَل بها ذلك. والصُّلُبُ جمع صَليب، والصَّلِـيبُ: الوَدَكُز والصَّلِـيبُ والصَّلَبُ: الصديد الذي يَسيلُ من الميت. والصَّلْبُ: مصدر صَلَبَه يَصْلُبه صَلْباً، وأَصله من الصَّلِـيب وهو: الوَدَك. وفي حديث عليّ: أَنه اسْتُفْتِـيَ في استعمال صَلِـيبِ الـمَوْتَى في الدِّلاءِ والسُّفُن، فَـأَبـى عليهم، وبه سُمِّي الـمَصْلُوب لما يَسِـيلُ من وَدَكه. والصَّلْبُ، هذه القِتْلة المعروفة، مشتق من ذلك، لأَن وَدَكه وصديده يَسِـيل. وقد صَلَبه يَصْلِـبُه صَلْباً، وصَلَّبه، شُدِّدَ للتكثي وفي التنزيل العزيز: وما قَتَلُوه وما صَلَبُوه. وفيه: ولأُصَلِّـبَنَّكم في جُذُوعِ النَّخْلِ؛ أَي على جُذُوعِ النخل. والصَّلِـيبُ: الـمَصْلُوبُ. والصَّليب الذي يتخذه النصارى على ذلك الشَّكْل.
Dan didalam sebuah hadist Ali, dia ditanya tentang penggunaan dari SALIB orang mati untuk Crafting (kerajinan tangan) dan perahu dan dia melarangnya. Dan seseorang dikatakan sebagai “The Crucified/ Si Tersalib” karena WADAK/SUMSUM yang meleleh dari tubuhnya. Dan SALB adalah kematian yang sangat terkenal (Contoh : Krusifiksi) yang man diambil dari kata yang sama karena WADAK/SUM-SUM dan NANAH yang meleleh. Kata kerja SALABA (bentuk lampau) YASLUBU (bentuk sekarang), SALBAN (bentuk infinitf), SALLABA adalah bentuk kata yang dibesar-besarkan yang menyiratkan keseragaman. Dan didalam Kitab Suci Al-Quran : WA MA QATALAHU WA MA SHOLABUHU (mereka tidak membunuhnya atow menyalibnya). Ada juga WA LA’U SALIBANNAKUM FI JUDHU IN NAKHL yang artinya “aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma”. SALIB juga merujuk ke MASLUB yang artinya THE CRUCIFIED/ SI TERSALIB. SALIB sebagaimana kaum Kristen mengambilnya sebagai symbol agama mereka.


SALIB sebagaimana kaum Kristen mengambilnya sebagai symbol agama mereka..... apa simbol agama kristen amangku sayang????? jgn kabur.... jawab yg tegas..... heheeeee

siapakah yang bodoh karna kurang faham dan kurang ilmu???
1. Hamba Tuhan
2. Mang Odoy
3. Nabi Muhammad
4. Ibnu manzur



:lkj:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Thu Jun 14, 2012 4:44 am

@atas

he he he...ituuu ajaa amunisinya... lol

baca bae bae dan pelan pelan apa yang anda ANDALKAN itu..

Dan didalam Kitab Suci Al-Quran : WA MA QATALAHU WA MA SHOLABUHU (mereka tidak membunuhnya atow menyalibnya). Ada juga WA LA’U SALIBANNAKUM FI JUDHU IN NAKHL yang artinya “aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma”. SALIB juga merujuk ke MASLUB yang artinya THE CRUCIFIED/ SI TERSALIB. SALIB sebagaimana kaum Kristen mengambilnya sebagai symbol agama mereka.

Nahhh...dari kata SALIBANNAKUM itu Kristen menamakan lambang agama mereka yang berbentuk TIANG JEMURAN....
Mereka sih wajar aja begitu...karena mereka BODOH dalam mengartikan Al-Quran...boro boro tau Nahwu Sorof...baca aja kagak becus....

Nahhh...bagaimanakah dengan anda...??? lol


mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 4:47 am

@mang odoy wrote:@YA

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....

WA MA SHALABUU HU...mereka tidak MENYALIBNYA (tidak/gagal mengeluarkan sumsum/wadak dari tulang Nabi Isa).... ini SINGKRON dengan pernyataan Yohanes 19:33..dengan pernyataan..."MEREKA TIDAK MEMATAHKAN KAKI YESUS"....

Karena PEMATAHAN KAKI ini adalah MOMENT yang MENENTUKAN hidup matinya Yesus/Nabi Isa...dan ini yang sebenernya MENOHOK KEIMANAN KRISTEN...karena keimanan mereka tergantung pada hal ini...Yesus MATI atow HIDUP...

Jadi .....TIDAK MENYALIBNYA (wa ma shalabuu hu) dalam An-Nisa 157...bukan berarti Nabi Isa TIDAK DIPASANG DI TIANG JEMURAN.......
Sudah saya buktikan bahwa kata MENYALIB dalam Kitab Kanonik, dalam bahasa aslinya yaitu STAUROO/ESTAUROSAN..artinya hanya MEMANTEK yaitu : memasang si terhukum dengan dirapatkan di KAYU LURUS, karena kata kerja "stauroo" sendiri diambil dari kata benda "stauros" yang artinya "kayu lurus"....


Ada bantahan..???

bau2 ikan goreng lg disini... heheeeeee.....

saya coba ikut2an deh telaahan gokil an-nisa157 sesuai cerita di beybel....
terjemahan Annisa 157 :
1. Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa,
2. bantahan bahwa mereka yahudi tdk membunuh Nabi Isa dan mereka yahudi tdk menyalib Nabi Isa,

kesimpulan: Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa adalah bohong, dikarenakan yg membunuh dan menyalib Nabi isa adalah Romawi menurut beybel.....


ada bantahan???????


ehmm ehmm ehmm
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Thu Jun 14, 2012 4:48 am

@HT

siapakah yang bodoh karna kurang faham dan kurang ilmu???
1. Hamba Tuhan
2. Mang Odoy
3. Nabi Muhammad
4. Ibnu manzur


lol

silahkan jawab dulu yang atas...

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 4:49 am

@mang odoy wrote:@atas

he he he...ituuu ajaa amunisinya... lol

baca bae bae dan pelan pelan apa yang anda ANDALKAN itu..

Dan didalam Kitab Suci Al-Quran : WA MA QATALAHU WA MA SHOLABUHU (mereka tidak membunuhnya atow menyalibnya). Ada juga WA LA’U SALIBANNAKUM FI JUDHU IN NAKHL yang artinya “aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma”. SALIB juga merujuk ke MASLUB yang artinya THE CRUCIFIED/ SI TERSALIB. SALIB sebagaimana kaum Kristen mengambilnya sebagai symbol agama mereka.

Nahhh...dari kata SALIBANNAKUM itu Kristen menamakan lambang agama mereka yang berbentuk TIANG JEMURAN....
Mereka sih wajar aja begitu...karena mereka BODOH dalam mengartikan Al-Quran...boro boro tau Nahwu Sorof...baca aja kagak becus....

Nahhh...bagaimanakah dengan anda...??? lol

baca pelan2 amangku sayang.... akan saya kunci abis2an, heheeeee

SALIB sebagaimana kaum Kristen mengambilnya sebagai symbol agama mereka..... apa simbol agama kristen amangku sayang????? jgn kabur.... jawab yg tegas


ehmm
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Thu Jun 14, 2012 4:53 am

@hamba tuhan wrote:
@mang odoy wrote:@YA

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....

WA MA SHALABUU HU...mereka tidak MENYALIBNYA (tidak/gagal mengeluarkan sumsum/wadak dari tulang Nabi Isa).... ini SINGKRON dengan pernyataan Yohanes 19:33..dengan pernyataan..."MEREKA TIDAK MEMATAHKAN KAKI YESUS"....

Karena PEMATAHAN KAKI ini adalah MOMENT yang MENENTUKAN hidup matinya Yesus/Nabi Isa...dan ini yang sebenernya MENOHOK KEIMANAN KRISTEN...karena keimanan mereka tergantung pada hal ini...Yesus MATI atow HIDUP...

Jadi .....TIDAK MENYALIBNYA (wa ma shalabuu hu) dalam An-Nisa 157...bukan berarti Nabi Isa TIDAK DIPASANG DI TIANG JEMURAN.......
Sudah saya buktikan bahwa kata MENYALIB dalam Kitab Kanonik, dalam bahasa aslinya yaitu STAUROO/ESTAUROSAN..artinya hanya MEMANTEK yaitu : memasang si terhukum dengan dirapatkan di KAYU LURUS, karena kata kerja "stauroo" sendiri diambil dari kata benda "stauros" yang artinya "kayu lurus"....


Ada bantahan..???

bau2 ikan goreng lg disini... heheeeeee.....

saya coba ikut2an deh telaahan gokil an-nisa157 sesuai cerita di beybel....
terjemahan Annisa 157 :
1. Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa,
2. bantahan bahwa mereka yahudi tdk membunuh Nabi Isa dan mereka yahudi tdk menyalib Nabi Isa,

kesimpulan: Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa adalah bohong, dikarenakan yg membunuh dan menyalib Nabi isa adalah Romawi menurut beybel.....


ada bantahan???????


ehmm ehmm ehmm

Lhaa...pan dah jelas...di An-Nisa 157 tersebut...Yahudi Yahudi tersebut cuman NGAKU NGAKU...ingat lhoo..An-Nisa 157 adalah KELANJUTAN dari ayat sebelumnya tentang PENGAKUAN mereka kepada Nabi Muhammad...dan akhirnya Allah SWT menurunkan An-Nisa 157 untuk MENGKLARIFIKASI pengakuan mereka.

Kata MEREKA (YAHUDI) dalam An-Nisa 157...bukan YAHUDI YAHUDI pada jaman nabi Isa yang ikut pawei ke Bukit Golgota...tapi Yahudi Yahudi di jaman Nabi Muhammad....

Lupa yaa...??? lol

wedewwww.... :3:

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 4:55 am

@mang odoy wrote:
@hamba tuhan wrote:
@mang odoy wrote:@YA

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....

WA MA SHALABUU HU...mereka tidak MENYALIBNYA (tidak/gagal mengeluarkan sumsum/wadak dari tulang Nabi Isa).... ini SINGKRON dengan pernyataan Yohanes 19:33..dengan pernyataan..."MEREKA TIDAK MEMATAHKAN KAKI YESUS"....

Karena PEMATAHAN KAKI ini adalah MOMENT yang MENENTUKAN hidup matinya Yesus/Nabi Isa...dan ini yang sebenernya MENOHOK KEIMANAN KRISTEN...karena keimanan mereka tergantung pada hal ini...Yesus MATI atow HIDUP...

Jadi .....TIDAK MENYALIBNYA (wa ma shalabuu hu) dalam An-Nisa 157...bukan berarti Nabi Isa TIDAK DIPASANG DI TIANG JEMURAN.......
Sudah saya buktikan bahwa kata MENYALIB dalam Kitab Kanonik, dalam bahasa aslinya yaitu STAUROO/ESTAUROSAN..artinya hanya MEMANTEK yaitu : memasang si terhukum dengan dirapatkan di KAYU LURUS, karena kata kerja "stauroo" sendiri diambil dari kata benda "stauros" yang artinya "kayu lurus"....


Ada bantahan..???

bau2 ikan goreng lg disini... heheeeeee.....

saya coba ikut2an deh telaahan gokil an-nisa157 sesuai cerita di beybel....
terjemahan Annisa 157 :
1. Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa,
2. bantahan bahwa mereka yahudi tdk membunuh Nabi Isa dan mereka yahudi tdk menyalib Nabi Isa,

kesimpulan: Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa adalah bohong, dikarenakan yg membunuh dan menyalib Nabi isa adalah Romawi menurut beybel.....


ada bantahan???????


ehmm ehmm ehmm

Lhaa...pan dah jelas...di An-Nisa 157 tersebut...Yahudi Yahudi tersebut cuman NGAKU NGAKU...ingat lhoo..An-Nisa 157 adalah KELANJUTAN dari ayat sebelumnya tentang PENGAKUAN mereka kepada Nabi Muhammad...dan akhirnya Allah SWT menurunkan An-Nisa 157 untuk MENGKLARIFIKASI pengakuan mereka.

Kata MEREKA (YAHUDI) dalam An-Nisa 157...bukan YAHUDI YAHUDI pada jaman nabi Isa yang ikut pawei ke Bukit Golgota...tapi Yahudi Yahudi di jaman Nabi Muhammad....

Lupa yaa...??? lol

wedewwww.... :3:

baca pelan2 amangku sayang..... jgn asal tanggapin aja, kebiasaan deh....

kesimpulan: Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa adalah bohong, dikarenakan yg membunuh dan menyalib Nabi isa adalah Romawi menurut beybel.....


ada bantahan???????


ehmm ehmm
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Thu Jun 14, 2012 4:55 am

@hamba tuhan wrote:
@mang odoy wrote:@YA

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....

WA MA SHALABUU HU...mereka tidak MENYALIBNYA (tidak/gagal mengeluarkan sumsum/wadak dari tulang Nabi Isa).... ini SINGKRON dengan pernyataan Yohanes 19:33..dengan pernyataan..."MEREKA TIDAK MEMATAHKAN KAKI YESUS"....

Karena PEMATAHAN KAKI ini adalah MOMENT yang MENENTUKAN hidup matinya Yesus/Nabi Isa...dan ini yang sebenernya MENOHOK KEIMANAN KRISTEN...karena keimanan mereka tergantung pada hal ini...Yesus MATI atow HIDUP...

Jadi .....TIDAK MENYALIBNYA (wa ma shalabuu hu) dalam An-Nisa 157...bukan berarti Nabi Isa TIDAK DIPASANG DI TIANG JEMURAN.......
Sudah saya buktikan bahwa kata MENYALIB dalam Kitab Kanonik, dalam bahasa aslinya yaitu STAUROO/ESTAUROSAN..artinya hanya MEMANTEK yaitu : memasang si terhukum dengan dirapatkan di KAYU LURUS, karena kata kerja "stauroo" sendiri diambil dari kata benda "stauros" yang artinya "kayu lurus"....


Ada bantahan..???

bau2 ikan goreng lg disini... heheeeeee.....

saya coba ikut2an deh telaahan gokil an-nisa157 sesuai cerita di beybel....
terjemahan Annisa 157 :
1. Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa,
2. bantahan bahwa mereka yahudi tdk membunuh Nabi Isa dan mereka yahudi tdk menyalib Nabi Isa,

kesimpulan: Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa adalah bohong, dikarenakan yg membunuh dan menyalib Nabi isa adalah Romawi menurut beybel.....


ada bantahan???????


ehmm ehmm ehmm

Lhaa...pan dah jelas...di An-Nisa 157 tersebut...Yahudi Yahudi tersebut cuman NGAKU NGAKU...ingat lhoo..An-Nisa 157 adalah KELANJUTAN dari ayat sebelumnya tentang PENGAKUAN mereka kepada Nabi Muhammad...dan akhirnya Allah SWT menurunkan An-Nisa 157 untuk MENGKLARIFIKASI pengakuan mereka.

Kata MEREKA (YAHUDI) dalam An-Nisa 157...bukan YAHUDI YAHUDI pada jaman nabi Isa yang ikut pawei ke Bukit Golgota...tapi Yahudi Yahudi di jaman Nabi Muhammad....

Lupa yaa...??? lol

wedewwww.... :3:

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 4:57 am

@mang odoy wrote:
@hamba tuhan wrote:
@mang odoy wrote:@YA

yang dibicarakan pada An Nisaa 157 adalah mengenai diselamatkannya nabi Isa dari upaya pembunuhan dan penyaliban....bukannya cerita mengenai terjadinya pembunuhan dan penyaliban nabi Isa....

WA MA SHALABUU HU...mereka tidak MENYALIBNYA (tidak/gagal mengeluarkan sumsum/wadak dari tulang Nabi Isa).... ini SINGKRON dengan pernyataan Yohanes 19:33..dengan pernyataan..."MEREKA TIDAK MEMATAHKAN KAKI YESUS"....

Karena PEMATAHAN KAKI ini adalah MOMENT yang MENENTUKAN hidup matinya Yesus/Nabi Isa...dan ini yang sebenernya MENOHOK KEIMANAN KRISTEN...karena keimanan mereka tergantung pada hal ini...Yesus MATI atow HIDUP...

Jadi .....TIDAK MENYALIBNYA (wa ma shalabuu hu) dalam An-Nisa 157...bukan berarti Nabi Isa TIDAK DIPASANG DI TIANG JEMURAN.......
Sudah saya buktikan bahwa kata MENYALIB dalam Kitab Kanonik, dalam bahasa aslinya yaitu STAUROO/ESTAUROSAN..artinya hanya MEMANTEK yaitu : memasang si terhukum dengan dirapatkan di KAYU LURUS, karena kata kerja "stauroo" sendiri diambil dari kata benda "stauros" yang artinya "kayu lurus"....


Ada bantahan..???

bau2 ikan goreng lg disini... heheeeeee.....

saya coba ikut2an deh telaahan gokil an-nisa157 sesuai cerita di beybel....
terjemahan Annisa 157 :
1. Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa,
2. bantahan bahwa mereka yahudi tdk membunuh Nabi Isa dan mereka yahudi tdk menyalib Nabi Isa,

kesimpulan: Ucapan mereka yahudi telah membunuh Nabi Isa adalah bohong, dikarenakan yg membunuh dan menyalib Nabi isa adalah Romawi menurut beybel.....


ada bantahan???????


ehmm ehmm ehmm

Lhaa...pan dah jelas...di An-Nisa 157 tersebut...Yahudi Yahudi tersebut cuman NGAKU NGAKU...ingat lhoo..An-Nisa 157 adalah KELANJUTAN dari ayat sebelumnya tentang PENGAKUAN mereka kepada Nabi Muhammad...dan akhirnya Allah SWT menurunkan An-Nisa 157 untuk MENGKLARIFIKASI pengakuan mereka.

Kata MEREKA (YAHUDI) dalam An-Nisa 157...bukan YAHUDI YAHUDI pada jaman nabi Isa yang ikut pawei ke Bukit Golgota...tapi Yahudi Yahudi di jaman Nabi Muhammad....

Lupa yaa...??? lol

wedewwww.... :3:

heheee... udah diatas... gak kebaca ya mang???? heheeeee

:lkj:
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by mang odoy on Thu Jun 14, 2012 5:03 am

@atas

posting kok kagak jelas.....nyengir plus ngacungin jempol aja bisanya..

Satu hal lagi...dalam An-Nisa 157....YAHUDI yahudi pada jaman Nabi Muhammad tersebut cuman MENGKLAIM bahwa mereka SUDAH MEMBUNUH NABI ISA...

Sedangkan....kalimat WA MA SHALABUU HU adalah pernyataan dari Allah SWT....dan bukan ucapan para Yahudi yahudi di jaman Nabi Muhammad..??

Clear....atow Emeron...??

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by hamba tuhan on Thu Jun 14, 2012 5:05 am

@mang odoy wrote:@atas

posting kok kagak jelas.....nyengir plus ngacungin jempol aja bisanya..

Satu hal lagi...dalam An-Nisa 157....YAHUDI yahudi pada jaman Nabi Muhammad tersebut cuman MENGKLAIM bahwa mereka SUDAH MEMBUNUH NABI ISA...

Sedangkan....kalimat WA MA SHALABUU HU adalah pernyataan dari Allah SWT....dan bukan ucapan para Yahudi yahudi di jaman Nabi Muhammad..??

Clear....atow Emeron...??

wah... semakin menarik neh!!!

MO : Satu hal lagi...dalam An-Nisa 157....YAHUDI yahudi pada jaman Nabi Muhammad tersebut cuman MENGKLAIM bahwa mereka SUDAH MEMBUNUH NABI ISA...
HT : coba copas kesini asbabul nuzul an-nisa 157 biar kita tau bahwa YAHUDI yahudi pada jaman Nabi Muhammad tersebut cuman MENGKLAIM bahwa mereka SUDAH MEMBUNUH NABI ISA jgn asal ngomong aja gada buktinya.... monggo...

nice info
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: KUPAS TUNTAS "AN-NISA : 156-157-158" dari TATA BAHASA

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 3 dari 25 Previous  1, 2, 3, 4 ... 14 ... 25  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik