FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Halaman 11 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Thunderstruck on Wed Jun 06, 2012 12:02 pm

First topic message reminder :




Pada zaman dahulu ada seorang raja di Babilonia, penguasa dunia,
bermimpi. Karena ingin tahu arti mimpinya Raja itu memanggil para
cendikiawan istana (org berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para
Kasdim). Raja itu begitu cerdik sehingga dia menanyakan arti mimpinya
terlebih dahulu TANPA menceritakan mimpinya. Tentu saja mimpi raja
tidak bisa diartikan. Raja berpikir jika apa yg diimpikannya saja
tidak bisa diceritakan, bagaimana mungkin para penafsir mimpi bisa
meng-klaim bahwa mereka mampu menafsirkan arti mimpinya. Singkat
cerita raja begitu marah sehingga para cendikiawan itu akan dipenggal
kepalanya dan rumah mereka pun akan dihancurkan. Para cendikiawan
istana begitu panik karena bagaimana pun mereka tidak bisa mengartikan
mimpi karena mimpinya saja tidak diceritakan oleh raja. Tetapi untung
ada nabi Daniel yg sanggup menceritakan apa mimpi raja sekaligus
artinya. Tentunya bukan Daniel nya yg hebat, tetapi karena Tuhan
memberitahu Daniel ttg mimpi raja beserta artinya. Karena kemampuan
Daniel mengungkap misteri, orang Yahudi menjadi PERCAYA bahwa Daniel
adalah seorang nabi. Kisah tersebut adalah cerita raja Nebukadnezar
dari Babilonia.

Jadi seorang nabi tentunya bisa mengetahui segala hal yg menjadi
misteri. Seorang nabi akan bertanya langsung kpd Tuhan untuk
memecahkan misteri itu. Tetapi jika suatu misteri hanyalah cerita
dongeng, tetapi dijawab seolah seperti suatu yg nyata, maka pastilah
nabi itu palsu adanya.

--

Kisah ini muncul sebagai akibat dari pertanyaan yang diajukan oleh
kaum Quraish Mekkah yang ingin menguji kenabian Muhammad. Dikisahkan
kaum Quraish mengutus Uqbah bin abi Muait dan Nadr bin al Harits untuk
menjumpai rabi Yahudi yang kemudian menyarankan untuk mengajukan 3
pertanyaan kepada Muhamamd.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua Muhammad bin
Yasar bin Ishaq. Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, hal.
201-202.

Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia
dan Uqbah bin Abu Muait kepada pendeta Yahudi di Medinah…. Sang
pendeta berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang
akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang
benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat
menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang bajingan…

PERTANYAAN PERTAMA
Tanyakan kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu
(maksudnya ttg dongeng The Seven Sleepers yg dimuat dlm Quran. -
admin)..

PERTANYAAN KEDUA
Tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang telah
mencapai negeri timur dan negeri barat (maksudnya ttg Alexander Agung.
-admin).

PERTANYAAN KE TIGA
Tanyakanlah kepadanya tentang roh.

Kemudian pendeta Yahudi menyatakan, jika Muhammad mampu menjawab
dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika
tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia
seperti apa yang kalian kehendaki”.

Ketiga pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh Nadr dan
Uqbah, dan Muhammad menjawab, “Aku akan memberikan jawabannya
besok” (hal.202).

Ternyata Muhammad SAW tidak dapat menjawab sesuai waktu yang
dijanjikannya sendiri dan baru dapat menjawab setelah lebih dari 15
hari.

Jawaban Muhammad adalah :
1. Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu terjawab dengan sura
Al-Kahfi yang menceritakan beberapa pemuda tertidur selama ratusan
tahun (QS 18 : 9–26)

2. Tentang pengembara terjawab dengan ayat-ayat tentang Zulkarnain
(Alexander Agung red) yang mencapai tempat matahari terbenam di
lumpur hitam (QS 18 : 83–101).

3. Sementara tentang roh, Muhammad tidak dapat menjawab dan hanya
mendapatkan wahyu bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia.
QS 17:85 : Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh
itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit”. (cara muhammad menghindar dari pertanyaan yg dia
tidak bisa jawab)

Satu hal yang tidak disadari oleh Muhammad adalah bahwa pendeta Yahudi
MENJEBAK Muhammad dengan 3 pertanyaan. Dari 3 pertanyaan, 2 pertanyaan
yaitu tentang pemuda yang tertidur di gua dan Zulkarnain adalah
pertanyaan jebakan karena cerita ini jelas adalah legenda yang tidak
ada nilai teologisnya sama sekali. (Dan bodohnya si muhammad telah
terjebak dalam perangkap Yahudi tersebut, yg dari padanya terbongkar
kedok kenabian muhammad yg palsu! )

Kisah pengembara yang mencapai tempat matahari adalah legenda tentang
kaisar kafir Alexander Agung. Sedangkan cerita tentang pemuda yang
tertidur adalah legenda The Seven Sleepers of Efessus. Cerita ini
diterjemahkan dalam bahasa Syria oleh James dari Sarug (w. 521M).
Lucunya untuk 2 pertanyaan jebakan ini Muhammad justru menjawabnya dan
bahkan masuk dalam Al-Qur’an.

Indikasi bahwa Muhammad terjebak pertanyaan rabi Yahudi adalah jelas
dari reaksi kaum Quraish Mekah. Rabi Yahudi sudah menyatakan “Jika
mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang
nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka
perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”.

Kenyataan bahwa kaum Quraish Mekah tetap tidak mau mengikuti Muhammad
sehingga akhirnya harus ditundukkan dengan kekuatan bersenjata hanya
dapat dijelaskan bahwa: Jawaban Muhammad salah total.

Jika memang Muhammad mendapat wahyu ilahi, dia seharusnya dapat
menyatakan bahwa dongeng The Seven Sleepers dan kultus Dzulkarnain
hanyalah sekedar legenda (dongeng), bukannya malah menganggap itu
adalah realitas sejarah. Dan akibatnya nasib Uqbah yang mengajukan
pertanyaan menjadi jelas, yaitu harus dihukum mati saat tertawan
dikemudian hari.


Terakhir diubah oleh Thunderstruck tanggal Tue Apr 23, 2013 10:14 pm, total 1 kali diubah
avatar
Thunderstruck
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 148
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Bait Tuhan
Join date : 10.05.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down


Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Uriel on Mon Aug 27, 2012 4:14 pm

@abu hanan wrote:
@Uriel wrote:
@abu hanan wrote:
@Uriel wrote:
@abu hanan wrote:owh..jadi rabbi yahudi saat diskusi ttg seven sleppers tuh berarti omongan nganggur yg gak didasari kitab suci?
ooo,,berarti isi talmud semauanya berdasarkan kitab suci??...lol
cari dulu hubungan isi talmud yang mang abu bawa ke crta seven sleepers...biar gk terdengar maksa banget
shukran
lha kan uda sayah bilang kalow tradisi TIDUR LAMA ada di talmud sehingga WAJAR kalo rabbi bertanya.dan pertanyaan rabbi tentu bersumber..itu pertanyaan sayah ; apa yg menjadi sumber pertanyaan rabbi?
mang,,seperti saya bilang diatas,,talmud itu buku kompilasi diskusinya rabi2
ya gk selalu berdasarkan kitab suci yng didiskusikan
anda tanya sumber??
dari atas uda dibilang,,tu crta dongeng yg berkembang di jaman itu
shukran
maksa banget sumbernya dari talmud,,terlalu mksa mang
kecuali anda punya sumber yg lebih dekat lagi
shukran
lha karena;
1.bukti arkeologi uda anda tolak
2.talmud dan tulisan pak agustinus pun uda anda tolak

jadi sayah bertanyah pada anda;
dari segi mana anda akan menguji DONGENG dan GAK DONGENGnyah kisah tersebut?
bukti arkeologi??
goa ntu mksd anda??
tu gunung tangkuban perhahu masi ada,,danau toba juga segede gaban ntu
ngomongin bukti arkeologi???
bingung

pak agustinus itu sapa??rabinya yahudi??
bingung
coba tanya diri anda,,yg anda percaya sebagai gk dongeng itu yg mana???yg tertulis di alqoran anda kan
simple
talmud bukan kitab suci yahudi
buktikan yahudi emang percaya tu legenda
ayat talmud yg anda kutip masi sangat jauh...makanya saya bilang MAKSA

Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Mon Aug 27, 2012 4:31 pm

@Uriel wrote:
bukti arkeologi??
goa ntu mksd anda??
tu gunung tangkuban perhahu masi ada,,danau toba juga segede gaban ntu
ngomongin bukti arkeologi???
lha inilah yg jadi titik yg dapat membedakan.tangkuban perahu dan danau toba ADALAH CERITA dari mulut ke mulut yg tidak didukung sumber lain dalam kisah yg samah.
kamsut sayah,tangkuban perahu adalah kisah domestik,begitu pula danau toba.keduanyah kisah lokal.

berbeda dengan kisah seven sleepers,jika itu adalah dongeng domestik mengapa ditanyakan rabbi yahudi ke nabi baru (saat itu) yg di budaya arab sendiri kisah seven sleepers GAK DIKENAL...

yang apabila dialihkan ke budaya endonesah maka kisah danau toba yg milik rakyat sumatera tuh ditanyakan keasliannyah kepada rakyat NTT atow PAPUA..
paham kan?

kisah tangkuban perahu ditanyakan keasliannyah kepada rakyat sulawesi utara..

bedakan kasusnyah,yahudi MENGENAL TRADISI tidur lama meski sebatas talmud toh itu juga penafsiran dari ayat2 perjanjian lama..

jadi rabbi yahudi MAKSA untuk memberi pertanyaan kepada kafir quraisy suatu kisah yg TIDAK PERNAH DIKENAL kepada orang yg juga tidak mengenal..
dari sini,dapat diraba,logiskah pertanyaan dari rabbi yahudi diterapkan pada budaya arab saat itu?

@Uriel wrote:pak agustinus itu sapa??rabinya yahudi??
lha bukanlah..pak agustinus yg kesohor sbg org besar katolik..

@Uriel wrote:coba tanya diri anda,,yg anda percaya sebagai gk dongeng itu yg mana???yg tertulis di alqoran anda kan
yup...
@Uriel wrote:simple
talmud bukan kitab suci yahudi
buktikan yahudi emang percaya tu legenda
ayat talmud yg anda kutip masi sangat jauh...makanya saya bilang MAKSA
pertanyaan rabbi yahudi kepada nabi muhammad anda letakkan sbg apa?karena,bagi sayah,pertanyaan rabbi yahudi ttg ashabul kahfi,adalah keraguan yg ingin diimani...

mengapa sayah katakan ingin diimani?karena seven sleepers dijadikan tes kasus kenabian.

maka dari itu sayah tanya kembali,apa penilaian rabbi yahudi atas ayat al quran yg seven sleepers?
toh dari awal anda gak kasi jawab apapun...


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Uriel on Fri Aug 31, 2012 10:13 am

lha inilah yg jadi titik yg dapat membedakan.tangkuban perahu dan danau toba ADALAH CERITA dari mulut ke mulut yg tidak didukung sumber lain dalam kisah yg samah.
kamsut sayah,tangkuban perahu adalah kisah domestik,begitu pula danau toba.keduanyah kisah lokal.

berbeda dengan kisah seven sleepers,jika itu adalah dongeng domestik mengapa ditanyakan rabbi yahudi ke nabi baru (saat itu) yg di budaya arab sendiri kisah seven sleepers GAK DIKENAL...

yang apabila dialihkan ke budaya endonesah maka kisah danau toba yg milik rakyat sumatera tuh ditanyakan keasliannyah kepada rakyat NTT atow PAPUA..
paham kan?

kisah tangkuban perahu ditanyakan keasliannyah kepada rakyat sulawesi utara..

bedakan kasusnyah,yahudi MENGENAL TRADISI tidur lama meski sebatas talmud toh itu juga penafsiran dari ayat2 perjanjian lama..

jadi rabbi yahudi MAKSA untuk memberi pertanyaan kepada kafir quraisy suatu kisah yg TIDAK PERNAH DIKENAL kepada orang yg juga tidak mengenal..
dari sini,dapat diraba,logiskah pertanyaan dari rabbi yahudi diterapkan pada budaya arab saat itu?
emang seven sleeprs bukan dari mulut ke mulut??
apanya yg gk logis??
namanya juga si rabi pgn cari tahu ttg kenabias si muhammad
lha bukanlah..pak agustinus yg kesohor sbg org besar katolik..
lantas ngapain bawa tulisannya agustinus??
yg nanya rabbi yahudi kok
yup...
seven sleeprs tercatat di kitab suci yahudi yg mana??
pertanyaan rabbi yahudi kepada nabi muhammad anda letakkan sbg apa?karena,bagi sayah,pertanyaan rabbi yahudi ttg ashabul kahfi,adalah keraguan yg ingin diimani...

mengapa sayah katakan ingin diimani?karena seven sleepers dijadikan tes kasus kenabian.

maka dari itu sayah tanya kembali,apa penilaian rabbi yahudi atas ayat al quran yg seven sleepers?
toh dari awal anda gak kasi jawab apapun...
jawabanya gk susah
silahkan aja buktikan yahudi emang percaya sam itu legenda
bukankah muhammad mengaku2 sebagai nabi terakhir yg dituts oleh tuhan yg sama yg mengutus nabi2 sebelumnya
makanya tu rabi pgn nguji
plg gmpang nya,,silahkan tampilkan disini literatur yahudi masa kini yang mengimani seven slepers
kecuali anda sudah menjudge yahudi merubah2 iman dan kitabnya
bingung

Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Fri Aug 31, 2012 1:29 pm

@uriel wrote:emang seven sleeprs bukan dari mulut ke mulut??
apanya yg gk logis??
namanya juga si rabi pgn cari tahu ttg kenabias si Muhammad
apakah seven sleepers termasuk budaya arab pra islam?

dan apa hubungannyah pertanyaan seven sleepers dg kenabian?

@uriel wrote:lantas ngapain bawa tulisannya agustinus??
yg nanya rabbi yahudi kok
tulisan agustinus ngakuin kalo legenda itu bisa diterima dari sisi kitab suci meskipun yg tanya Yahudi..lha Yahudi sama kresten aja akarnyah sama….

@uriel wrote:jawabanya gk susah
silahkan aja buktikan yahudi emang percaya sam itu legenda
bukankah muhammad mengaku2 sebagai nabi terakhir yg dituts oleh tuhan yg sama yg mengutus nabi2 sebelumnya
makanya tu rabi pgn nguji
plg gmpang nya,,silahkan tampilkan disini literatur yahudi masa kini yang mengimani seven slepers
kecuali anda sudah menjudge yahudi merubah2 iman dan kitabnya
setelah pertanyaan itu dijawab,apa rabi Yahudi men-judge kisah itu legenda/dongeng?

rabbi yahudi BERTANYA TTG DONGENG pada org yg gak pernah dengar dongeng tersebut...

org yg ditanya TELAH MENJAWAB....

rabbi yahudi-->>apa ada komentar dari dia ttg jawaban tersebut?apa dia bilang "muhammad percaya dongeng"?


atow


rabbi yahudi bilang "muhammad adalah benar"?

ketiwi yah..dari awal ditanya apa jawaban si yahudi juga ngeles..payah..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by mandala on Fri Aug 31, 2012 2:07 pm

Boleh Ikut Njawab ndak nich. .. .

mandala
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 7
Location : Heaven
Join date : 28.08.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by metheny on Fri Aug 31, 2012 8:14 pm

http://www.traditioninaction.org/religious/h083rp.Sleepers.html

The Seven Sleepers of Ephesus

Hugh O Reilly

The story of the Seven Sleepers of Ephesus was already well known by the 6th century and their feast day was celebrated by Western and Eastern Church. The miracle was first described by Bishop Stephen of Ephesus (448-451). St. Gregory of Tours also wrote about it, and The Golden Legend of Jacobus de Voragine made it known throughout the Middle Ages.

Because of the verifiability of the incident and its immediate popularity around the world, the historicity of the Seven Sleepers of Ephesus was never doubted until the 16th century. It was the rise of Protestantism and, after that, the Enlightenment that put doubts about the Seven Sleepers, and it began to be called apocryphal and a legend.

For those who trust the good original sources mentioned, the long sleep of the seven youth is a miracle that God made to show the truth of the resurrection of the body.

Bisa disimpulkan bhw Rabbi Yahudi yg menguji Muhammad meyakini bhw seven sleepers adalah fakta dan bukan dongeng.

Seven sleepers baru dianggap dongeng oleh sebagian orang semenjak abad ke-16....1000 tahun setelah Muhammad dan Rabbi tsb.


Jadi, Rabbi Yahudi tersebut TERBUKTI TIDAK MENJEBAK MUHAMMAD....
avatar
metheny
SpecialMember
SpecialMember

Male
Posts : 1263
Kepercayaan : Islam
Location : Jogja
Join date : 20.03.12
Reputation : 31

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Sat Sep 01, 2012 10:57 am

@mandala wrote:Boleh Ikut Njawab ndak nich. .. .
silahkeun kang....


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Sat Sep 01, 2012 11:45 am

Para pemirsa yg dimuliakan allah…

Para yahudi sebenarnyah tahu dan begitu cerdas memperkirakan bahwa Muhammad hanya akan mampu menceritakan kisah jika dia memang seorang nabi.karena tradisi kisah tersebut memang tidak dikenal di bangsa arab….

Kemudian informasi al quran yg menyebut angka beberapa kali dari 3 5 dan 7 sebetulnyah BUKTI bahwa Yahudi pun gak tau PRECIS jumlah yg tidur…

Jadi yah pantes aja kalow rabbi Yahudi diem aja karena uda TERBANTAHKAN dan terjawab….


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Sat Sep 01, 2012 12:01 pm

Lumayan neh bandeng asap buat cemilan eh baca2….
http://www.omhksea.org/2012/08/the-historicity-of-the-seven-sleepers-of-ephesus/

Though the story reads like a myth or some fanciful tale for someone who does not accept miracles, what is fascinating about it is the historical context it is set in. It mentions specific historical emperors and a historical controversy taking place in a historical city (which gained even greater fame three years prior in 431 during the Third Ecumenical Synod which took place in Ephesus) during two historical epochs: one of persecution under Decius and the other of peace under Theodosius. It even tells us the specific place these Saints died. The historicity of these Saints was never officially doubted until the 16th century, mainly because of the verifiability of this tale and its immediate popularity throughout the known world.


Meskipun cerita dibaca seperti mitos atau kisah aneh bagi seseorang yang tidak menerima keajaiban, apa yang menarik tentang hal ini adalah konteks historis sudah diatur masuk itu menyebutkan kaisar sejarah tertentu dan kontroversi sejarah yang terjadi di kota bersejarah (yang memperoleh ketenaran yang lebih besar tiga tahun sebelumnya di 431 selama Sinode Ekumenis Ketiga yang berlangsung di Efesus) selama dua zaman sejarah: salah satu dari penganiayaan di bawah Decius dan lainnya perdamaian di bawah Theodosius. Bahkan memberitahu kita tempat spesifik tersebut Suci meninggal. Historisitas para Orang Suci tidak pernah secara resmi meragukan sampai abad ke-16, terutama karena verifiability dari kisah ini dan popularitas langsung di seluruh dunia yang dikenal.

Many have honored these seven holy youths. The Orthodox Church commemorates these Saints twice a year, on August 4th and October 22nd (the former being the date of their first sleep and the latter the date of their death), and has never doubted the veracity of this tale. The Latin Martyrology likewise honors them on July 7th. They are also regarded as pious in Islam, and are known as “People of the Cave” (Ashab Al-Kahf) with an entire section dedicated to them in the Koran (Surah 18, verse 9-26).


Banyak dihormati tujuh pemuda suci. Gereja Ortodoks memperingati tersebut Suci dua kali setahun, pada 4 Agustus dan 22 Oktober (mantan menjadi tanggal tidur pertama mereka dan yang terakhir tanggal kematian mereka), dan tidak pernah meragukan kebenaran kisah ini. The Martirologi Latin juga menghormati mereka pada tanggal 7 Juli.

Mereka juga dianggap sebagai saleh dalam Islam, dan dikenal sebagai "Orang-orang dari Gua" (Ashab Al-Kahfi) dengan seluruh bagian yang didedikasikan kepada mereka dalam Quran (Surah 18, ayat 9-26).

The rise of Protestantism and the period of the Enlightenment in the West gave rise to doubts about this tale, as John Donne noted in one of his poems in the 16th century. Caesar Baronius (1538-1607), not only a Renaissance scholar but a cardinal in the Latin Church, was the first to treat the story as “apocryphal”. It was never taken seriously in the West again. The Latin Church still refers to the tradition as a “purely imaginative romance”. The tale became very popular in the literature of the Romantics in a twisted form, inspiring a poem by Goethe, a cautionary tale by the Grimm brothers, and even the Washington Irving tale of Rip van Winkleas well as H.G. Wells’s The Sleeper Awakes and Mark Twain’s Innocence Abroad, among others.


Munculnya Protestanisme dan periode Pencerahan di Barat memunculkan keraguan tentang kisah ini, seperti John Donne dicatat dalam salah satu puisinya di abad ke-16. Caesar Baronius (1538-1607), tidak hanya seorang sarjana Renaissance tetapi kardinal dalam Gereja Latin, adalah orang pertama yang memperlakukan cerita sebagai "apokrif". Itu tidak pernah dianggap serius di Barat lagi. Gereja Latin masih mengacu pada tradisi sebagai "cinta murni imajinatif". Kisah ini menjadi sangat populer dalam literatur dari kaum Romantik dalam bentuk bengkok, inspirasi puisi oleh Goethe, kisah peringatan oleh saudara Grimm, dan bahkan Washington Irving kisah Rip van Winkle serta HG Wells, The terbangun Sleeper dan Mark Twain Innocence Abroad, antara lain.





lha di intern pengikut salib aja juga kontroversi kok pake urusin islam v yahudi buat ngepalsuin kenabian.... ketawa guling

sedangkan kuncinyah ada di jawaban rabbi yahudi--menurutnyah sayah seh begitoo...--


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Sat Sep 01, 2012 12:14 pm

lanjutan....

The miracle of the Seven Sleepers was apparently first described by Bishop Stephen of Ephesus (448-51).[1] It seems the miracle occurred during the bishopric of Basil (+ 443), who was preceded by Memnon and succeeded by Bassian (444-448), though it may have occurred during the bishopric of Memnon who also was bishop of Ephesus during the Third Ecumenical Synod. Anyone familiar with the christological controversy during this time period, as well as the administrative conflicts taking place in Ephesus among the four bishops mentioned above,[2] will understand why it took approximately fourteen years for the story of the Seven Sleepers to be recorded. However, fourteen years in antiquity for a story to be recorded is a very short time period, especially when one considers that it was never disputed by anyone. Furthermore, the memory of Bishop Stephen was condemned at the Fourth Ecumenical Synod, and since Ephesus was in bad repute due to the Robber Synod of 449, the circumstances seemed to have been changed due to the offending name and date in later versions of the tale.[3]

Keajaiban dari Tujuh Sleepers rupanya pertama kali dijelaskan oleh Uskup Stephen Efesus (448-51) [1]. Tampaknya keajaiban terjadi selama keuskupan dari Basil (+ 443), yang didahului oleh Memnon dan digantikan oleh Bassian (444 -448), meskipun mungkin telah terjadi selama keuskupan dari Memnon yang juga adalah uskup dari Efesus selama Sinode Ekumenis Ketiga. Siapa pun akrab dengan kontroversi kristologis selama periode waktu, serta konflik administrasi yang terjadi di Efesus antara empat uskup yang disebutkan di atas, [2] akan memahami mengapa butuh waktu sekitar empat belas tahun untuk kisah Tujuh Sleepers untuk direkam. Namun, empat belas tahun di zaman kuno untuk sebuah cerita untuk dicatat adalah periode waktu yang sangat singkat, terutama ketika kita menganggap bahwa hal itu tidak pernah dibantah oleh siapapun. Selain itu, memori Uskup Stephen dikutuk pada Sinode Ekumenis Keempat, dan karena berada di Efesus reputasi buruk karena Sinode Perampok dari 449, keadaan tampaknya telah berubah karena menyinggung nama dan tanggal di versi kisah . [3]

In written form, the earliest purported source which survives today is by a Syrian bishop named Jacob of Sarugh (452-521). He had begun composing poetic homilies around 474, and one of them was specifically on the subject of the Sleepers. When exactly this specific homily was composed however is hard to determine. This being the case, it is difficult to determine if he indeed is our earliest source.

Dalam bentuk tertulis, sumber diklaim paling awal yang bertahan saat ini adalah dengan seorang uskup Syria bernama Yakub dari Sarugh (452-521). Dia mulai menyusun homili puitis sekitar 474, dan salah satunya adalah khusus pada subjek Sleepers. Kapan tepatnya ini homili spesifik terdiri Namun sulit untuk menentukan. Ini menjadi kasus, sulit untuk menentukan apakah dia memang adalah sumber awal kita.

Bishop Zachariah of Mitylene was a Monophysite who some time between 491 and 518 wrote his Ecclesiastical History in Syriac while residing in Constantinople and mentions the Seven Sleepers. In Book 2, chapter 1 he states: “I was able to discover from records and Acts or from letters, — truth that was carefully examined, — I shall set down here the truth of the resurrection, which took place in the days of Theodosius the king, of the bodies of the seven youths who were in a cave in the district of Ephesus, and the Syriac records; both to keep them in the memory of the saints and for the glory of God, Who is able to do all things.”

What these references he refers to are is not exactly known, but his intention to carefully examine the truth should be noted. It seems that there were many written records of the Seven Sleepers before him that no longer exist. However it could be that Jacob of Serugh first heard of the Seven Sleepers through Zachariah.


Uskup Zakaria dari Mitylene adalah Monofisit yang beberapa waktu antara 491 dan 518 menulis bukunya Sejarah Gereja dalam bahasa Syriac sementara berada di Konstantinopel dan menyebutkan Sleepers Tujuh. Dalam Buku 2, pasal 1 ia menyatakan: "Saya bisa menemukan dari catatan dan Kisah Para Rasul atau dari huruf, - kebenaran yang hati-hati diperiksa, - Saya akan diatur di sini kebenaran kebangkitan, yang berlangsung pada hari-hari Theodosius raja, dari tubuh tujuh pemuda yang berada di sebuah gua di Kabupaten Efesus, dan catatan Syriac, baik untuk menjaga mereka dalam memori dari orang-orang kudus dan untuk kemuliaan Allah, Siapa yang mampu melakukan segala hal "

Apa referensi ini ia merujuk kepada yang. tidak diketahui persis, tapi niatnya untuk berhati-hati memeriksa kebenaran harus dicatat. Tampaknya bahwa ada catatan tertulis banyak Tujuh Sleepers sebelum dia yang tidak lagi ada. Namun bisa jadi bahwa Yakub dari Serugh pertama kali mendengar dari Tujuh Sleepers melalui Zakaria.

Theodosius the Pilgrim, in his De situ terrae sanctae, records sometime between 518 and 538 of visiting the tomb of the Seven Sleepers. He refers to it as the “Shrine of the Seven Sleepers”.

Theodosius Pilgrim tersebut, di situ nya De Terrae Sanctae, mencatat waktu antara 518 dan 538 dari mengunjungi makam dari Tujuh Sleepers. Dia menyebutnya sebagai "Kuil dari Tujuh Sleepers".

Bishop John of Ephesus (c. 507 – c. 586) recorded the tale of the Seven Sleepers in his Ecclesiastical History as a historical fact that happened in his own city a century earlier. He wrote his history in Syriac, having been born in Amid north of Mesopotamia, and is considered to be very accurate in his historical approach as well as attention to details.

Uskup John dari Efesus (c. 507 -. C 586) mencatat kisah dari Tujuh Sleepers di bukunya Sejarah Gereja sebagai fakta sejarah yang terjadi di kota sendiri abad sebelumnya. Dia menulis sejarahnya dalam Suryani, yang telah lahir di tengah utara Mesopotamia, dan dianggap sangat akurat dalam pendekatan sejarah nya serta memperhatikan detail.

The earliest extant version in the Latin West dates from about 525 by a deacon named Theodosius. St. Gregory of Tours gave a complete Latin account in his Gloria Martyrum a few years later. Gregory is said to have received this tale from a Syrian, though his Latin account seems to be of Greek origin.


Versi yang masih ada paling awal di tanggal Barat Latin dari sekitar 525 oleh diakon bernama Theodosius. St Gregorius dari Tours memberikan akun Latin lengkap dalam bukunya Gloria Martyrum beberapa tahun kemudian. Gregory dikatakan telah menerima kisah ini dari Suriah, meskipun akun Latin tampaknya asal Yunani.


**keren juga tuh link....ck ck ck....dan kalow dipikir2 seh masuk akal juga kalow penganut protestan KEUKEUH pada dongengnyah kisah ashabul kahfi/seven sleepers...lha pendahulunyah aja uda bilang kisah neh KIBUL-isme yah dimaklumi ajalah kalow pengikutnyah di masa sekarang SETUJU dengan pendahulu mereka..

ketiwi


gak ada salahnyah kalow kita sekarang cari tau MENGAPA pendahulu protestan tuh bilang KIBUL.....

yuhuii


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Azed on Sun Sep 02, 2012 4:20 pm

@Thunderstruck wrote:PERTANYAAN KE TIGA
Tanyakanlah kepadanya tentang roh.

3. Sementara tentang roh, Muhammad tidak dapat menjawab dan hanya mendapatkan wahyu bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia.
QS 17:85 : Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (cara muhammad menghindar dari pertanyaan yg dia tidak bisa jawab)
Ini justru jawaban yg paling tepat.
Pendeta Yahudi tentu paham benar bhw masalah roh adalah misteri besar.
Kalau Muhammad banyak cerita soal ini, justru dia akan dituduh sebagai penipu.
Bible bungkem abis soal ruh, tak ada nabi israel yg menceritakan soalan yg satu ini.
Kalaupun bicara roh, paling cumak nyebut : roh Allah, roh jahat, roh peramal, roh dusta ...dsb.

Nah, kalau kalian ngaku tahu banyak soal ruh, silahkan dijelaskan ....

Azed
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 160
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 02.09.12
Reputation : 25

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Uriel on Sun Sep 02, 2012 5:55 pm

mang abu,,memang dari awal saya kan sudah bilang,,itu legenda dari efesus
buat menarik minat para peziarah kristen
tapi yg lagi menguji kan rabbi yahudi
makanya si rabbi bilang gini
.....Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendak....
cara menentukannya kan gampang aja
yahudi quraish toh gk pernah mengakui kenabian muhammad
mkanya yahudi quraish ditaklukan lewat jalan perang

dan lihat ayat berikut ini
QS 18 : 22 :
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.

allahswt sendiri bahkan gk tau jumlah pemudanya berapa
bingung
kecuali memang alqoran cuma ocehannya muhammad
dn terjadilah ketidak jelasan seperti ini,,karena memang muhammad gk tau tu crta cuma dongeng

Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by abu hanan on Sun Sep 02, 2012 6:55 pm

yg gak logis dr pernyataan anda adalah:quraisy gak ada yg beriman stlh ada jawaban.

padahal jawaban yg benar pun gak dikasi sm rabbi..

quraisy,gak beriman semua ato sebagian yg beriman?

tentunya quraisy pun blank..lha kisah itupun gak mereka kenal sebelumnyah.kalo yg dijadikan acuan bhw jawaban dr ayat itu salah adalah dari mereka tidak beriman yah gemana lagih??

quraisy bertanya dg motivasi utama menggagalkan usaha nabi muhammad.apafun jawaban beliow memiliki kemungkinan 99% ditolak,kecuali mereka bertanya untuk cari tau yg berarti mereka menguasai ilmu/info sbl bertanya.

ttg perang...
sayah harap ada sodara sayah yg bersedia buka warung buwat bahas khusus penaklukan yahudi quraisy (meski gak jelas afa kamsut anda ttg yahudi quraisy).



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by metheny on Sun Sep 02, 2012 11:11 pm

@Uriel wrote:
cara menentukannya kan gampang aja
yahudi quraish toh gk pernah mengakui kenabian muhammad
mkanya yahudi quraish ditaklukan lewat jalan perang
Aneh.
Kan sudah bisa dibuktikan bhw seven sleepers itu diakui sebagai fakta oleh Yahudi. Artinya tuduhan rabbi menjebak Muhammad dg legenda sudah terbantahkan.

Soal orang quraish dan yahudi tetap kafir ini sudah lain masalah. Ini adalah masalah klasik yg dihadapi para nabi.

Apakah kekafiran yahudi kepada Yesus itu bukti bhw Yesus itu pembohong???


dan lihat ayat berikut ini
QS 18 : 22 :
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.

allahswt sendiri bahkan gk tau jumlah pemudanya berapa
bingung
kecuali memang alqoran cuma ocehannya muhammad
dn terjadilah ketidak jelasan seperti ini,,karena memang muhammad gk tau tu crta cuma dongeng
Ini juga aneh. Wong sudah jelas dikatakan: Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka. kok disimpulkan Allah tidak tahu.

Dan sudah terbukti bhw rabbi Yahudi mengakui seven sleepers adalah fakta.
avatar
metheny
SpecialMember
SpecialMember

Male
Posts : 1263
Kepercayaan : Islam
Location : Jogja
Join date : 20.03.12
Reputation : 31

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by uplikitif.hajinskei on Mon Sep 03, 2012 2:09 am

@Uriel wrote:

QS 18 : 22 :
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.


????? " allah swt sendiri bahkan gk tau jumlah pemudanya berapa " ???????


!!"Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka"; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit"!!



@SEGOROWEDI wrote:

matamu picek atau tidak becus mbaca?

noh tak pinjemin kata2 sodaramu se lumpur

lah pantes ane nyimak kok mbulet terus makhluk satu ini...
ternyata mata nya tidak berfungsi dgn optimal.. nafsuu
malu2in ah..dah bodo ngotot pulak.....


nb:

ketidak optimalan mata, mengindikasikan seseorang tidak melihat secara PENUH apa apa yg menjadi informasi di depannya,
hal ini di sebabkan oleh banyak faktor.

di antaranya ;
-seseorang itu terkena penyakit gegabah
-seseorang itu menderita syndrome bodoh akut
-seseorang itu tergesa gesa dalam segala hal, termasuk menghabiskan hidup

indikasinya :
-seseorang akan berkata kata yg bersifat intimidatif atau mencela setelah membaca tulisan ini
-seseorang akan malu, kecuali sudah putus urat kemaluannya
-seseorang tidak bisa di ajak berdiskusi

avatar
uplikitif.hajinskei
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 249
Location : jogjakarta
Join date : 30.08.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Uriel on Tue Sep 04, 2012 1:12 am

@metheny wrote:Aneh.
Kan sudah bisa dibuktikan bhw seven sleepers itu diakui sebagai fakta oleh Yahudi. Artinya tuduhan rabbi menjebak Muhammad dg legenda sudah terbantahkan.

Soal orang quraish dan yahudi tetap kafir ini sudah lain masalah. Ini adalah masalah klasik yg dihadapi para nabi.

Apakah kekafiran yahudi kepada Yesus itu bukti bhw Yesus itu pembohong???
mana??mana??mana??
bingung


Ini juga aneh. Wong sudah jelas dikatakan: Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka. kok disimpulkan Allah tidak tahu.

Dan sudah terbukti bhw rabbi Yahudi mengakui seven sleepers adalah fakta.
elo yang aneh
alqoran wahyu dari allahswt bukan,,kata per kata,,titik per titik
bagian mana yg menuliskan allahswt tau jumlah pastinya??
seven sleeprs cm dongeng
makanya jumlah nya beda2 tiap crta
lama tidurnya juga beda2
kapan2 saya postkan
shukran

Uriel
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 415
Location : bandung
Join date : 01.07.12
Reputation : 9

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by metheny on Tue Sep 04, 2012 7:34 am

@Uriel wrote:
mana??mana??mana??
bingung
Gak mau baca ya.....
Kan sudah dikatakan bhw tidak ada keraguan thd kisah seven sleepers sebelum abad ke-16. Artinya, rabbi Yahudi tsb percaya bhw seven sleepers adalah fakta, krn ujian tersebut dilakukan pd abad ke 6.

Baca referensi di atas....



elo yang aneh
alqoran wahyu dari allahswt bukan,,kata per kata,,titik per titik
bagian mana yg menuliskan allahswt tau jumlah pastinya??
seven sleeprs cm dongeng
makanya jumlah nya beda2 tiap crta
lama tidurnya juga beda2
kapan2 saya postkan
shukran

Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit".

(Artinya, Allah tahu jumlah pastinya, dan hanya sedikit orang yg tahu jumlah pastinya. Ini utk mencegah Muhammad berdebat berkepanjangan dg orang lain yg mempunyai versi cerita yg berbeda

Banyaknya versi jumlah tidak bisa dijadikan ukuran bhw itu dongeng atau sejarah beneran. Karena berbagai versi itu hal biasa dalam sejarah.
avatar
metheny
SpecialMember
SpecialMember

Male
Posts : 1263
Kepercayaan : Islam
Location : Jogja
Join date : 20.03.12
Reputation : 31

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by uplikitif.hajinskei on Tue Sep 04, 2012 12:09 pm


TO : Urienl

@SEGOROWEDI wrote:

matamu picek atau tidak becus mbaca?

noh tak pinjemin kata2 sodaramu se lumpur

lah pantes ane nyimak kok mbulet terus makhluk satu ini...
ternyata mata nya tidak berfungsi dgn optimal.. nafsuu
malu2in ah..dah bodo ngotot pulak.....
awas
avatar
uplikitif.hajinskei
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 249
Location : jogjakarta
Join date : 30.08.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

lets open our mind n heart!

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 9:54 pm

(Q.S.7:179)
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


Terakhir diubah oleh new ruler tanggal Wed Mar 27, 2013 12:34 am, total 2 kali diubah
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

ashabul kahfi 1

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 10:08 pm

Penulis kitab Fadha'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah (jilid II, halaman 291-300), mengetengahkan suatu riwayat yang dikutip dari kitab Qishashul Anbiya mulai dari halaman 566 meriwayatkan sebagai berikut:

Saat berhadap-hadapan dengan para pendeta yahudi yang hendak menanyakan beberapa masalah penting, Ali bin Abi Thalib berkata: "Silakan kalian bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan. Rasul Allah s.a.w. sudah mengajarku seribu macam ilmu, dan tiap jenis dari ilmu-ilmu itu mempunyai seribu macam cabang ilmu!"

Pendeta-pendeta Yahudi itu lalu menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mereka. Sebelum menjawab, Ali bin Abi Thalib berkata: "Aku ingin mengajukan suatu syarat kepada kalian, yaitu jika ternyata aku nanti sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian sesuai dengan yang ada di dalam Taurat, kalian supaya bersedia memeluk agama kami dan beriman!"

"Ya baik!" jawab mereka.

"Sekarang tanyakanlah satu demi satu," kata Ali bin Abi Thalib.

Mereka mulai bertanya: "Apakah induk kunci (gembok) yang mengancing pintu-pintu langit?"

"Induk kunci itu," jawab Ali bin Abi Thalib, "ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik pria maupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai ke hadhirat Allah!"

Para pendeta Yahudi bertanya lagi: "Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!"

Para pendeta Yahudi itu saling pandang di antara mereka, sambil berkata: "Orang itu benar juga!" Mereka bertanya lebih lanjut: "Terangkanlah kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang dapat berjalan bersama penghuninya!"

"Kuburan itu ialah ikan hiu (hut) yang menelan Nabi Yunus putera Matta," jawab Ali bin Abi Thalib. "Nabi Yunus as. dibawa keliling ketujuh samudera!"

Pendeta-pendeta itu meneruskan pertanyaannya lagi: "Jelaskan kepada kami tentang makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi makhluk itu bukan manusia dan bukan jin!"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Makhluk itu ialah semut Nabi Sulaiman putera Nabi Dawud alaihimas salam. Semut itu berkata kepada kaumnya: "Hai para semut, masuklah ke dalam tempat kediaman kalian, agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman dan pasukan-nya dalam keadaan mereka tidak sadar!"

Para pendeta Yahudi itu meneruskan pertanyaannya: "Beritahukan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang berjalan di atas permukaan bumi, tetapi tidak satu pun di antara makhluk-makhluk itu yang dilahirkan dari kandungan ibunya atau induknya!"

Ali bin Abi Thalib menjawab: "Lima makhluk itu ialah, pertama, Adam. Kedua, Hawa. Ketiga, Unta Nabi Shaleh. Keempat, Domba Nabi Ibrahim. Kelima, Tongkat Nabi Musa (yang menjelma menjadi seekor ular)."

Dua di antara tiga orang pendeta Yahudi itu setelah mendengar jawaban-jawaban serta penjelasan yang diberikan oleh Imam Ali r.a. lalu mengatakan: "Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!"

Tetapi seorang pendeta lainnya, bangun berdiri sambil berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Hai Ali, hati teman-temanku sudah dihinggapi oleh sesuatu yang sama seperti iman dan keyakinan mengenai benarnya agama Islam. Sekarang masih ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan kepada anda."

"Tanyakanlah apa saja yang kau inginkan," sahut Imam Ali.

"Coba terangkan kepadaku tentang sejumlah orang yang pada zaman dahulu sudah mati selama 309 tahun, kemudian dihidupkan kembali oleh Allah. Bagaimana hikayat tentang mereka itu?" Tanya pendeta tadi.

Ali bin Ali Thalib menjawab: (bersambung)


Terakhir diubah oleh new ruler tanggal Tue Mar 26, 2013 11:50 pm, total 1 kali diubah
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

ashabul kahfi 2

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 10:19 pm

(lanjutan)

Ali bin Ali Thalib menjawab: "Hai pendeta Yahudi, mereka itu ialah para penghuni gua. Hikayat tentang mereka itu sudah dikisahkan oleh Allah s.w.t. kepada Rasul-Nya. Jika engkau mau, akan kubacakan kisah mereka itu."

Pendeta Yahudi itu menyahut: "Aku sudah banyak mendengar tentang Qur'an kalian itu! Jika engkau memang benar-benar tahu, coba sebutkan nama-nama mereka, nama ayah-ayah mereka, nama kota mereka, nama raja mereka, nama anjing mereka, nama gunung serta gua mereka, dan semua kisah mereka dari awal sampai akhir!"

Ali bin Abi Thalib kemudian membetulkan duduknya, menekuk lutut ke depan perut, lalu ditopangnya dengan burdah yang diikatkan ke pinggang. Lalu ia berkata: "Hai saudara Yahudi, Muhammad Rasul Allah s.a.w. kekasihku telah menceritakan kepadaku, bahwa kisah itu terjadi di negeri Romawi, di sebuah kota bernama Aphesus, atau disebut juga dengan nama Tharsus. Tetapi nama kota itu pada zaman dahulu ialah Aphesus (Ephese). Baru setelah Islam datang, kota itu berubah nama menjadi Tharsus (Tarse, sekarang terletak di dalam wilayah Turki). Penduduk negeri itu dahulunya mempunyai seorang raja yang baik. Setelah raja itu meninggal dunia, berita kematiannya didengar oleh seorang raja Persia bernama Diqyanius. Ia seorang raja kafir yang amat congkak dan dzalim. Ia datang menyerbu negeri itu dengan kekuatan pasukannya, dan akhirnya berhasil menguasai kota Aphesus. Olehnya kota itu dijadikan ibukota kerajaan, lalu dibangunlah sebuah Istana."

Baru sampai di situ, pendeta Yahudi yang bertanya itu berdiri, terus bertanya: "Jika engkau benar-benar tahu, coba terangkan kepadaku bentuk Istana itu, bagaimana serambi dan ruangan-ruangannya!"

Ali bin Abi Thalib menerangkan: "Hai saudara Yahudi, raja itu membangun istana yang sangat megah, terbuat dari batu marmar. Panjangnya satu farsakh (= kl 8 km) dan lebarnya pun satu farsakh. Pilar-pilarnya yang berjumlah seribu buah, semuanya terbuat dari emas, dan lampu-lampu yang berjumlah seribu buah, juga semuanya terbuat dari emas. Lampu-lampu itu bergelantungan pada rantai-rantai yang terbuat dari perak. Tiap malam apinya dinyalakan dengan sejenis minyak yang harum baunya. Di sebelah timur serambi dibuat lubang-lubang cahaya sebanyak seratus buah, demikian pula di sebelah baratnya. Sehingga matahari sejak mulai terbit sampai terbenam selalu dapat menerangi serambi. Raja itu pun membuat sebuah singgasana dari emas. Panjangnya 80 hasta dan lebarnya 40 hasta. Di sebelah kanannya tersedia 80 buah kursi, semuanya terbuat dari emas. Di situlah para hulubalang kerajaan duduk. Di sebelah kirinya juga disediakan 80 buah kursi terbuat dari emas, untuk duduk para pepatih dan penguasa-penguasa tinggi lainnya. Raja duduk di atas singgasana dengan mengenakan mahkota di atas kepala."

Sampai di situ pendeta yang bersangkutan berdiri lagi sambil berkata: "Jika engkau benar-benar tahu, coba terangkan kepadaku dari apakah mahkota itu dibuat?"

"Hai saudara Yahudi," kata Imam Ali menerangkan, "mahkota raja itu terbuat dari kepingan-kepingan emas, berkaki 9 buah, dan tiap kakinya bertaburan mutiara yang memantulkan cahaya laksana bintang-bintang menerangi kegelapan malam. Raja itu juga mempunyai 50 orang pelayan, terdiri dari anak-anak para hulubalang. Semuanya memakai selempang dan baju sutera berwarna merah. Celana mereka juga terbuat dari sutera berwarna hijau. Semuanya dihias dengan gelang-gelang kaki yang sangat indah. Masing-masing diberi tongkat terbuat dari emas. Mereka harus berdiri di belakang raja. Selain mereka, raja juga mengangkat 6 orang, terdiri dari anak-anak para cendekiawan, untuk dijadikan menteri-menteri atau pembantu-pembantunya. Raja tidak mengambil suatu keputusan apa pun tanpa berunding lebih dulu dengan mereka. Enam orang pembantu itu selalu berada di kanan kiri raja, tiga orang berdiri di sebelah kanan dan yang tiga orang lainnya berdiri di sebelah kiri."

Pendeta yang bertanya itu berdiri lagi. Lalu berkata: "Hai Ali, jika yang kau katakan itu benar, coba sebutkan nama enam orang yang menjadi pembantu-pembantu raja itu!"

Menanggapi hal itu, Imam Ali r.a. menjawab: (bersambung)
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

ashabul kahfi 3

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 10:27 pm

(lanjutan)

Menanggapi hal itu, Imam Ali r.a. menjawab: "Kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa tiga orang yang berdiri di sebelah kanan raja, masing-masing bernama Tamlikha, Miksalmina, dan Mikhaslimina. Adapun tiga orang pembantu yang berdiri di sebelah kiri, masing-masing bernama Martelius, Casitius dan Sidemius. Raja selalu berunding dengan mereka mengenai segala urusan.

Tiap hari setelah raja duduk dalam serambi istana dikerumuni oleh semua hulubalang dan para punggawa, masuklah tiga orang pelayan menghadap raja. Seorang diantaranya membawa piala emas penuh berisi wewangian murni. Seorang lagi membawa piala perak penuh berisi air sari bunga. Sedang yang seorangnya lagi membawa seekor burung. Orang yang membawa burung ini kemudian mengeluarkan suara isyarat, lalu burung itu terbang di atas piala yang berisi air sari bunga. Burung itu berkecimpung di dalamnya dan setelah itu ia mengibas-ngibaskan sayap serta bulunya, sampai sari-bunga itu habis dipercikkan ke semua tempat sekitarnya.

Kemudian si pembawa burung tadi mengeluarkan suara isyarat lagi. Burung itu terbang pula. Lalu hinggap di atas piala yang berisi wewangian murni. Sambil berkecimpung di dalamnya, burung itu mengibas-ngibaskan sayap dan bulunya, sampai wewangian murni yang ada dalam piala itu habis dipercikkan ke tempat sekitarnya. Pembawa burung itu memberi isyarat suara lagi. Burung itu lalu terbang dan hinggap di atas mahkota raja, sambil membentangkan kedua sayap yang harum semerbak di atas kepala raja.

Demikianlah raja itu berada di atas singgasana kekuasaan selama tiga puluh tahun. Selama itu ia tidak pernah diserang penyakit apa pun, tidak pernah merasa pusing kepala, sakit perut, demam, berliur, berludah atau pun beringus. Setelah sang raja merasa diri sedemikian kuat dan sehat, ia mulai congkak, durhaka dan dzalim. Ia mengaku-aku diri sebagai "tuhan" dan tidak mau lagi mengakui adanya Allah s.w.t.

Raja itu kemudian memanggil orang-orang terkemuka dari rakyatnya. Barang siapa yang taat dan patuh kepadanya, diberi pakaian dan berbagai macam hadiah lainnya. Tetapi barang siapa yang tidak mau taat atau tidak bersedia mengikuti kemauannya, ia akan segera dibunuh. Oleh sebab itu semua orang terpaksa mengiakan kemauannya. Dalam masa yang cukup lama, semua orang patuh kepada raja itu, sampai ia disembah dan dipuja. Mereka tidak lagi memuja dan menyembah Allah s.w.t.

Pada suatu hari perayaan ulang-tahunnya, raja sedang duduk di atas singgasana mengenakan mahkota di atas kepala, tiba-tiba masuklah seorang hulubalang memberi tahu, bahwa ada balatentara asing masuk menyerbu ke dalam wilayah kerajaannya, dengan maksud hendak melancarkan peperangan terhadap raja. Demikian sedih dan bingungnya raja itu, sampai tanpa disadari mahkota yang sedang dipakainya jatuh dari kepala. Kemudian raja itu sendiri jatuh terpelanting dari atas singgasana. Salah seorang pembantu yang berdiri di sebelah kanan --seorang cerdas yang bernama Tamlikha-- memperhatikan keadaan sang raja dengan sepenuh fikiran. Ia berfikir, lalu berkata di dalam hati: "Kalau Diqyanius itu benar-benar tuhan sebagaimana menurut pengakuannya, tentu ia tidak akan sedih, tidak tidur, tidak buang air kecil atau pun air besar. Itu semua bukanlah sifat-sifat Tuhan."

Enam orang pembantu raja itu tiap hari selalu mengadakan pertemuan di tempat salah seorang dari mereka secara bergiliran. Pada satu hari tibalah giliran Tamlikha menerima kunjungan lima orang temannya. Mereka berkumpul di rumah Tamlikha untuk makan dan minum, tetapi Tamlikha sendiri tidak ikut makan dan minum. Teman-temannya bertanya: "Hai Tamlikha, mengapa engkau tidak mau makan dan tidak mau minum?"

"Teman-teman," sahut Tamlikha, "hatiku sedang dirisaukan oleh sesuatu yang membuatku tidak ingin makan dan tidak ingin minum, juga tidak ingin tidur."

Teman-temannya mengejar: "Apakah yang merisaukan hatimu, hai Tamlikha?"

"Sudah lama aku memikirkan soal langit," ujar Tamlikha menjelaskan. "Aku lalu bertanya pada diriku sendiri: 'siapakah yang mengangkatnya ke atas sebagai atap yang senantiasa aman dan terpelihara, tanpa gantungan dari atas dan tanpa tiang yang menopangnya dari bawah? Siapakah yang menjalankan matahari dan bulan di langit itu? Siapakah yang menghias langit itu dengan bintang-bintang bertaburan?' Kemudian kupikirkan juga bumi ini: 'Siapakah yang membentang dan menghamparkan-nya di cakrawala? Siapakah yang menahannya dengan gunung-gunung raksasa agar tidak goyah, tidak goncang dan tidak miring?' Aku juga lama sekali memikirkan diriku sendiri: 'Siapakah yang mengeluarkan aku sebagai bayi dari perut ibuku? Siapakah yang memelihara hidupku dan memberi makan kepadaku? Semuanya itu pasti ada yang membuat, dan sudah tentu bukan Diqyanius'…"

Teman-teman Tamlikha lalu bertekuk lutut di hadapannya. Dua kaki Tamlikha diciumi sambil berkata: "Hai Tamlikha dalam hati kami sekarang terasa sesuatu seperti yang ada di dalam hatimu. Oleh karena itu, baiklah engkau tunjukkan jalan keluar bagi kita semua!"

"Saudara-saudara," jawab Tamlikha, "baik aku maupun kalian tidak menemukan akal selain harus lari meninggalkan raja yang dzalim itu, pergi kepada Raja pencipta langit dan bumi!"

"Kami setuju dengan pendapatmu," sahut teman-temannya.

(bersambung)
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

ashabul kahfi 4

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 10:30 pm

(lanjutan)

Tamlikha lalu berdiri, terus beranjak pergi untuk menjual buah kurma, dan akhirnya berhasil mendapat uang sebanyak 3 dirham. Uang itu kemudian diselipkan dalam kantong baju. Lalu berangkat berkendaraan kuda bersama-sama dengan lima orang temannya.Setelah berjalan 3 mil jauhnya dari kota, Tamlikha berkata kepada teman-temannya: "Saudara-saudara, kita sekarang sudah terlepas dari raja dunia dan dari kekuasaannya. Sekarang turunlah kalian dari kuda dan marilah kita berjalan kaki. Mudah-mudahan Allah akan memudahkan urusan kita serta memberikan jalan keluar."

Mereka turun dari kudanya masing-masing. Lalu berjalan kaki sejauh 7 farsakh, sampai kaki mereka bengkak berdarah karena tidak biasa berjalan kaki sejauh itu.

Tiba-tiba datanglah seorang penggembala menyambut mereka. Kepada penggembala itu mereka bertanya: "Hai penggembala, apakah engkau mempunyai air minum atau susu?"

"Aku mempunyai semua yang kalian inginkan," sahut penggembala itu. "Tetapi kulihat wajah kalian semuanya seperti kaum bangsawan. Aku menduga kalian itu pasti melarikan diri. Coba beritahukan kepadaku bagaimana cerita perjalanan kalian itu!"

"Ah…, susahnya orang ini," jawab mereka. "Kami sudah memeluk suatu agama, kami tidak boleh berdusta. Apakah kami akan selamat jika kami mengatakan yang sebenarnya?"

"Ya," jawab penggembala itu.

Tamlikha dan teman-temannya lalu menceritakan semua yang terjadi pada diri mereka. Mendengar cerita mereka, penggembala itu segera bertekuk lutut di depan mereka, dan sambil menciumi kaki mereka, ia berkata: "Dalam hatiku sekarang terasa sesuatu seperti yang ada dalam hati kalian. Kalian berhenti sajalah dahulu di sini. Aku hendak mengembalikan kambing-kambing itu kepada pemiliknya. Nanti aku akan segera kembali lagi kepada kalian."

Tamlikha bersama teman-temannya berhenti. Penggembala itu segera pergi untuk mengembalikan kambing-kambing gembalaannya. Tak lama kemudian ia datang lagi berjalan kaki, diikuti oleh seekor anjing miliknya."

Waktu cerita Imam Ali sampai di situ, pendeta Yahudi yang bertanya melonjak berdiri lagi sambil berkata: "Hai Ali, jika engkau benar-benar tahu, coba sebutkan apakah warna anjing itu dan siapakah namanya?"

"Hai saudara Yahudi," kata Ali bin Abi Thalib memberitahukan: (bersambung)
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

ashabul kahfi 5

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 10:35 pm

(lanjutan)

"Hai saudara Yahudi," kata Ali bin Abi Thalib memberitahukan, "kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa anjing itu berwarna kehitam-hitaman dan bernama Qithmir. Ketika enam orang pelarian itu melihat seekor anjing, masing-masing saling berkata kepada temannya: kita khawatir kalau-kalau anjing itu nantinya akan membongkar rahasia kita! Mereka minta kepada penggembala supaya anjing itu dihalau saja dengan batu.

Anjing itu melihat kepada Tamlikha dan teman-temannya, lalu duduk di atas dua kaki belakang, menggeliat, dan mengucapkan kata-kata dengan lancar dan jelas sekali: "Hai orang-orang, mengapa kalian hendak mengusirku, padahal aku ini bersaksi tiada tuhan selain Allah, tak ada sekutu apa pun bagi-Nya. Biarlah aku menjaga kalian dari musuh, dan dengan berbuat demikian aku mendekatkan diriku kepada Allah s.w.t."

Anjing itu akhirnya dibiarkan saja. Mereka lalu pergi. Penggembala tadi mengajak mereka naik ke sebuah bukit. Lalu bersama mereka mendekati sebuah gua."

Pendeta Yahudi yang menanyakan kisah itu, bangun lagi dari tempat duduknya sambil berkata: "Apakah nama gunung itu dan apakah nama gua itu?!"

Imam Ali menjelaskan: "Gunung itu bernama Naglus dan nama gua itu ialah Washid, atau di sebut juga dengan nama Kheram!"

Ali bin Abi Thalib meneruskan ceritanya: secara tiba-tiba di depan gua itu tumbuh pepohonan berbuah dan memancur mata-air deras sekali. Mereka makan buah-buahan dan minum air yang tersedia di tempat itu. Setelah tiba waktu malam, mereka masuk berlindung di dalam gua. Sedang anjing yang sejak tadi mengikuti mereka, berjaga-jaga ndeprok sambil menjulurkan dua kaki depan untuk menghalang-halangi pintu gua. Kemudian Allah s.w.t. memerintahkan Malaikat maut supaya mencabut nyawa mereka. Kepada masing-masing orang dari mereka Allah s.w.t. mewakilkan dua Malaikat untuk membalik-balik tubuh mereka dari kanan ke kiri. Allah lalu memerintahkan matahari supaya pada saat terbit condong memancarkan sinarnya ke dalam gua dari arah kanan, dan pada saat hampir terbenam supaya sinarnya mulai meninggalkan mereka dari arah kiri.

Suatu ketika waktu raja Diqyanius baru saja selesai berpesta ia bertanya tentang enam orang pembantunya. Ia mendapat jawaban, bahwa mereka itu melarikan diri. Raja Diqyanius sangat gusar. Bersama 80.000 pasukan berkuda ia cepat-cepat berangkat menyelusuri jejak enam orang pembantu yang melarikan diri. Ia naik ke atas bukit, kemudian mendekati gua. Ia melihat enam orang pembantunya yang melarikan diri itu sedang tidur berbaring di dalam gua. Ia tidak ragu-ragu dan memastikan bahwa enam orang itu benar-benar sedang tidur.

Kepada para pengikutnya ia berkata: "Kalau aku hendak menghukum mereka, tidak akan kujatuhkan hukuman yang lebih berat dari perbuatan mereka yang telah menyiksa diri mereka sendiri di dalam gua. Panggillah tukang-tukang batu supaya mereka segera datang ke mari!"

Setelah tukang-tukang batu itu tiba, mereka diperintahkan menutup rapat pintu gua dengan batu-batu dan jish (bahan semacam semen). Selesai dikerjakan, raja berkata kepada para pengikutnya: "Katakanlah kepada mereka yang ada di dalam gua, kalau benar-benar mereka itu tidak berdusta supaya minta tolong kepada Tuhan mereka yang ada di langit, agar mereka dikeluarkan dari tempat itu."

Dalam guha tertutup rapat itu, mereka tinggal selama 309 tahun.

Setelah masa yang amat panjang itu lampau, Allah s.w.t. mengembalikan lagi nyawa mereka. Pada saat matahari sudah mulai memancarkan sinar, mereka merasa seakan-akan baru bangun dari tidurnya masing-masing. Yang seorang berkata kepada yang lainnya: "Malam tadi kami lupa beribadah kepada Allah, mari kita pergi ke mata air!"

Setelah mereka berada di luar gua, tiba-tiba mereka lihat mata air itu sudah mengering kembali dan pepohonan yang ada pun sudah menjadi kering semuanya. Allah s.w.t. membuat mereka mulai merasa lapar. Mereka saling bertanya: "Siapakah di antara kita ini yang sanggup dan bersedia berangkat ke kota membawa uang untuk bisa mendapatkan makanan? Tetapi yang akan pergi ke kota nanti supaya hati-hati benar, jangan sampai membeli makanan yang dimasak dengan lemak-babi."

Tamlikha kemudian berkata: "Hai saudara-saudara, aku sajalah yang berangkat untuk mendapatkan makanan. Tetapi, hai penggembala, berikanlah bajumu kepadaku dan ambillah bajuku ini!"

Setelah Tamlikha memakai baju penggembala, ia berangkat menuju ke kota. (bersambung)
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

ashabul kahfi 6

Post by new ruler on Tue Mar 26, 2013 10:40 pm

(lanjutan)

Setelah Tamlikha memakai baju penggembala, ia berangkat menuju ke kota. Sepanjang jalan ia melewati tempat-tempat yang sama sekali belum pernah dikenalnya, melalui jalan-jalan yang belum pernah diketahui. Setibanya dekat pintu gerbang kota, ia melihat bendera hijau berkibar di angkasa bertuliskan: "Tiada Tuhan selain Allah dan Isa adalah Roh Allah."

Tamlikha berhenti sejenak memandang bendera itu sambil mengusap-usap mata, lalu berkata seorang diri: "Kusangka aku ini masih tidur!" Setelah agak lama memandang dan mengamat-amati bendera, ia meneruskan perjalanan memasuki kota. Dilihatnya banyak orang sedang membaca Injil. Ia berpapasan dengan orang-orang yang belum pernah dikenal. Setibanya di sebuah pasar ia bertanya kepada seorang penjaja roti: "Hai tukang roti, apakah nama kota kalian ini?"

"Aphesus," sahut penjual roti itu.

"Siapakah nama raja kalian?" tanya Tamlikha lagi. "Abdurrahman," jawab penjual roti.

"Kalau yang kau katakan itu benar," kata Tamlikha, "urusanku ini sungguh aneh sekali! Ambillah uang ini dan berilah makanan kepadaku!"

Melihat uang itu, penjual roti keheran-heranan. Karena uang yang dibawa Tamlikha itu uang zaman lampau, yang ukurannya lebih besar dan lebih berat.

Pendeta Yahudi yang bertanya itu kemudian berdiri lagi, lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Hai Ali, kalau benar-benar engkau mengetahui, coba terangkan kepadaku berapa nilai uang lama itu dibanding dengan uang baru!"

Imam Ali menerangkan: "Kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa uang yang dibawa oleh Tamlikha dibanding dengan uang baru, ialah tiap dirham lama sama dengan sepuluh dan dua pertiga dirham baru!"

Imam Ali kemudian melanjutkan ceritanya: Penjual Roti lalu berkata kepada Tamlikha: "Aduhai, alangkah beruntungnya aku! Rupanya engkau baru menemukan harta karun! Berikan sisa uang itu kepadaku! Kalau tidak, engkau akan ku hadapkan kepada raja!"

"Aku tidak menemukan harta karun," sangkal Tamlikha. "Uang ini ku dapat tiga hari yang lalu dari hasil penjualan buah kurma seharga tiga dirham! Aku kemudian meninggalkan kota karena orang-orang semuanya menyembah Diqyanius!"

Penjual roti itu marah. Lalu berkata: "Apakah setelah engkau menemukan harta karun masih juga tidak rela menyerahkan sisa uangmu itu kepadaku? Lagi pula engkau telah menyebut-nyebut seorang raja durhaka yang mengaku diri sebagai tuhan, padahal raja itu sudah mati lebih dari 300 tahun yang silam! Apakah dengan begitu engkau hendak memperolok-olok aku?"

Tamlikha lalu ditangkap. Kemudian dibawa pergi menghadap raja. Raja yang baru ini seorang yang dapat berfikir dan bersikap adil. Raja bertanya kepada orang-orang yang membawa Tamlikha: "Bagaimana cerita tentang orang ini?"

"Dia menemukan harta karun," jawab orang-orang yang membawanya.

Kepada Tamlikha, raja berkata: "Engkau tak perlu takut! Nabi Isa a.s. memerintahkan supaya kami hanya memungut seperlima saja dari harta karun itu. Serahkanlah yang seperlima itu kepadaku, dan selanjutnya engkau akan selamat."

Tamlikha menjawab: "Baginda, aku sama sekali tidak menemukan harta karun! Aku adalah penduduk kota ini!"

Raja bertanya sambil keheran-heranan: "Engkau penduduk kota ini?"

"Ya. Benar," sahut Tamlikha.

"Adakah orang yang kau kenal?" tanya raja lagi.

"Ya, ada," jawab Tamlikha.

"Coba sebutkan siapa namanya," perintah raja.

Tamlikha menyebut nama-nama kurang lebih 1000 orang, tetapi tak ada satu nama pun yang dikenal oleh raja atau oleh orang lain yang hadir mendengarkan. Mereka berkata: "Ah…, semua itu bukan nama orang-orang yang hidup di zaman kita sekarang. Tetapi, apakah engkau mempunyai rumah di kota ini?"

"Ya, tuanku," jawab Tamlikha. "Utuslah seorang menyertai aku!"

Raja kemudian memerintahkan beberapa orang menyertai Tamlikha pergi. Oleh Tamlikha mereka diajak menuju ke sebuah rumah yang paling tinggi di kota itu. Setibanya di sana, Tamlikha berkata kepada orang yang mengantarkan: "Inilah rumahku!"

Pintu rumah itu lalu diketuk. Keluarlah seorang lelaki yang sudah sangat lanjut usia. Sepasang alis di bawah keningnya sudah sedemikian putih dan mengkerut hampir menutupi mata karena sudah terlampau tua. Ia terperanjat ketakutan, lalu bertanya kepada orang-orang yang datang: "Kalian ada perlu apa?"

Utusan raja yang menyertai Tamlikha menyahut: (bersambung)
avatar
new ruler
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 11
Kepercayaan : Lain-lain
Location : indonesia
Join date : 26.03.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Rabbi Yahudi membuktikan Nabi Palsu

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 11 dari 12 Previous  1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik