FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Post by hamba tuhan on Tue Jun 26, 2012 11:44 am

Berlandas pemaknaan distortif terhadap ayat yang bicara soal perang, kaum atheis selalu mengkampanyekan bahwa agama adalah pemicu perang.
Kebanyakan persepsi dunia Barat menganggap Alquran banyak mempromosikan perang dan konflik. Pandangan seperti ini bertambah kuat setelah peristiwa 11 September. Salah satu ayat yang kerap dikaitkan dengan perang itu adalah Surat At Taubah ayat 5.

Ayat tersebut memang secara eksplisit menyebutkan kata 'bunuhlah'. Lengkapnya ayat tersebut bisa diterjemahkan, "Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesunggunya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Persepsi keliru kerap terjadi karena ayat tersebut hanya dibaca secara parsial, dan tidak dikaitkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Banyak ahli tafsir memahami bahwa ayat tersebut terangkai dengan perjanjian Hudaibiyah antara Rasulullah SAW dan kaum musyrik Makkah. Perintah untuk membunuh diarahkan pada kaum musyrik yang nyata-nyata melanggar perjanjian. Ayat-ayat di sekitar ayat tersebut, nyata sekali menggambarkan perintah Allah SWT kepada umat-Nya untuk senantiasa menjaga perdamaian.

Ayat lain yang menyebutkan peperangan terdapat dalam Surat Albaqarah ayat 190-191. Ayat tersebut menurut Alquran Terjemah terbitan Departemen Agama RI berbunyi, "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Kemudian ayat 191 Surat Albaqarah menyebutkan, "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir.

Perihal perang juga disebut dalam ayat lainnya yang terdapat dalam Surat Al Maidah ayat 33. Jika diterjemahkan, ayat tersebut mengungkapkan, "Sesunggunya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh, disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar."

Ketiga ayat terakhir ini menyiratkan perintah perang terhadap umat Islam dengan posisi untuk membela diri. Kaum Muslim diseru untuk berperang, jika memang dalam kondisi diserang oleh kelompok musyrik.

Ayat-ayat seruan perang, bukanlah monopoli Alquran. Dalam bibell, seruan perang juga tidak kalah banyak. Salah satu ayatnya berbunyi, "Panah-panah-Ku akan dilumuri darah mereka; semua yang menentang Aku Kubunuh dengan pedang-Ku. Tidak Kubiarkan siapa pun melawan Aku; orang tahanan dan yang luka-luka mesti mati juga." (Deuteronomy 32:42)

Bagian lain dalam Bibel juga menyebutkan, "Apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu, dan Tuhan, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka." (Deuteronomy 7:1-2)
Pembandingan ayat-ayat perang ini menjadi topik dialog sangat hangat dalam program Riz Khan di stasiun televisi Al Jazeera 26 Maret 2010. Dialog ini menghadirkan seorang guru besar sejarah dan agama di Penn State University Amerika Serikat (AS), Philip Jenkins, dan mantan sekjen Komunitas Muslim Amerika, yang juga imam Dar Al Hijrah Islamic Center, Shaker Al Sayed.

Profesor Jenkin sebelumnya telah membuat studi yang membandingkan ayat-ayat soal perang dalam Alquran dan Bibel. Salah satu temuan penting yang diungkapkan Jenkin dari studinya itu menyebutkan bahwa ayat-ayat perang dalam Bibel juga sangat keras.

Dalam dialog tersebut dia menyebutkan bahwa dalam Bibel juga diungkapkan adanya istilah Herem. Menurut dia, konsep ini lebih mengerikan dari sekadar perang. Herem, kata dia, bisa diartikan sebagai pemusnahan massal yang harus dilakukan terhadap wilayah yang berhasil diduduki. "Yang harus dimusnahkan adalah seluruh kaum pria, wanita, anak-anak, bahkan binatang," ungkap Jenkins. Kata Herem ini, sambung dia, termuat dalam banyak halaman Bibel seperti Bibel Joshua.

Selama ini, Jenkins memandang bahwa ayat tersebut banyak dijadikan justifikasi oleh umat Kristen maupun Yahudi untuk melegalkan peperangan. Penjajahan Eropa terhadap bangsa-bangsa di Afrika dan Asia, tutur dia, berjalan dengan legitimasi ayat-ayat tersebut.

Dalam pengamatannya, saat ini ayat-ayat berdarah dalam Bibel itu tidak lagi terlampau banyak disalahpahami. Menurut dia, Kristen maupun Yahudi mulai lebih dewasa dalam menerjemahkan ayat tersebut. Penekanan Jenkins soal kondisi umat Kristen dan Yahudi saat ini bisa kembali membuka perdebatan jika dikaitkan dengan situasi yang masih terjadi di Irak, Afghanistan, juga Palestina.

Lebih lanjut Jenkins menyadari bahwa kajiannya ini bisa memicu pandangan bahwa dirinya hendak membangkitkan kembali konflik Islam-Kristen dalam perang salib. Namun dalam dialog tersebut dia menekankan bahwa studinya dijalankan dalam konteks menyeru umat beragama untuk belajar dari sejarah. "Jadi lewat studi ini saya ingin berbicara dalam konteks kebenaran dan rekonsiliasi," tutur dia.

Lebih jauh dari ini, dia juga menyeru kepada seluruh umat beragama untuk meletakkan setiap ayat yang dibacanya ke dalam konteks yang benar. Jenkins mengingatkan semua pihak untuk tidak mempolitisasi ayat-ayat dalam Kitab Suci untuk kepentingan yang sifatnya sangat pribadi.
Lalu bagaimana dengan penjelasan soal ayat-ayat yang menyiratkan perang dalam Alquran? Shaker Al Sayed menjelaskan bahwa selama ini banyak pandangan yang menilai Alquran mendorong umat Islam untuk menjalankan tindak kekerasan atas nama agama terhadap umat lain. Pandangan seperti ini, sangatlah keliru.

Alquran, tutur dia, sangat kuat mendorong umat Islam untuk menegakkan perdamaian. Bahkan dalam medan perang, menurut dia, umat Islam senantiasa didorong untuk menggiring semua pihak ke situasi damai.

Pernyataan dalam Surat At Taubah ayat 5, ungkap dia, banyak disalahtafsirkan karena dibaca secara terlepas dari konteksnya. Menurut dia, pernyataan dalam ayat tersebut merujuk pada semua lokasi di medan pertempuran. "Ini sungguh gila, jika ayat tersebut kemudian dimaknai sebagai perintah untuk membunuh semua orang non-Muslim di manapun berada," ujar dia.

Pemahaman bahwa istilah dimana saja itu hanya terbatas di medan pertempuran itu pun, dinilainya, telah dijalankan oleh sebagian besar umat Islam. Buktinya, tutur dia, selama berabad-abad umat non-Muslim bisa hidup berdampingan dengan umat Islam di berbagai belahan dunia.

Kata dia, sama sekali, Alquran tidak pernah mengajarkan kekerasan. Peperangan yang diizinkan oleh Allah SWT adalah peperangan umat Islam dalam posisi membela diri. Hanya, menurut dia, selama ini banyak pihak yang mencoba mempolitisasi ayat tersebut untuk mengesankan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan.

Shaker kemudian mengutip ungkapan yang sangat terkenal soal pendistorsian terhadap Islam itu. "Kalau umat Islam menyalak, maka itu digolongkan sebagai aksi terorisme. Tapi ketika umat Kristen menggigit, maka ini hanya tindak kriminal," kata dia mengumpamakan. Di internal Muslim, diakuinya, memang masih ada kalangan yang terbawa oleh penafsiran manipulatif terhadap ayat tersebut.

Untuk mengatasi kesalah pahaman di internal Muslim, Shaker, menyatakan bahwa pihaknya akan menjadikan kalangan muda sebagai sasaran utamanya. Menurut dia, kaum muda pada umumnya sangat emosional. Intinya, imbuh dia, seluruh pusat kajian Islam di dunia ini senantiasa membuka pintu untuk semua pihak yang ingin mendapatkan informasi soal agama tersebut.

Karena itu, menurut Shaker, agen-agen rahasia seperti FBI tidak perlu membuat program 'infiltasi' terhadap kelompok Muslim. Dia menilai bahwa istilah tersebut hanya cocok untuk diterapkan bagi kelmpok yang sifatnya tertutup. Shaker menekankan bahwa Islam bukanlah agama yang tertutup. Islam sangat membuka diri....

avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Post by Pejuang_Islam on Sat Jul 21, 2012 11:50 pm

Ikut nimbrung ya mas Bro....
lol
avatar
Pejuang_Islam
KOPRAL
KOPRAL

Male
Age : 27
Posts : 43
Location : jakarta
Join date : 27.06.12
Reputation : 1

Http://www.Menjawabfitnahmisionaris.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Post by Sombrero on Sun Jul 22, 2012 12:07 am

@Pejuang_Islam wrote:Ikut nimbrung ya mas Bro....

Narasi yang bagus, mengedepankan fakta dan salah dalam pemahaman ayat alquran memang bernada tegas, bernada perintah membunuh, bernada perintah memerangi kafir, karena semata2 perintah itu adalah sebuah pembalasan, dan ayat2 perang itu berlaku valid ketika di zaman rasululah sejak perang badar hingga perang2 lainnya. tapi kesalahan fatal kristen adalah, ayat2 itu di copaskan kembali, di suguhkan pada kita (kayak nyuguh tamu) - " nooh....alquran menyuruh memancung kepala kafir dimana saja mereka berada"- padahal ayat2 perang itu di khususkan awalnya pada zaman perang badar, tapi kristen menyangka di terapkan pada zaman sekarang,....menggelikan bukan? kalau emang diterapkan jaman sekarang, sudah pasti Indoneisa akan steril dari kafir...

kalau kita membaca kisah Musa, lebih kejam lagi, karena Musa menyerang duluan pada orang2 Median, bahkan tuhan mereka (pada waktu itu ) meminta jatah Upeti segala. Sedangkan rasulullah sebaliknya, malah MEMBALAS serangan mereka, sehingga munculah motto islam, "Membalas tidak berdosa, memaafkan lebih baik" - sementara kristen yang otaknya sudah dimakan belatung yang konon mengimani ajaran kasih, tapi prakteknya malah membuat rekayasa dan pelintiran....menggelikan bukan?

Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 16
Posts : 535
Location : JAKARTA
Join date : 06.07.12
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Post by barabasmurtad77 on Sun Jul 22, 2012 3:23 pm

@Sombrero wrote:
@Pejuang_Islam wrote:Ikut nimbrung ya mas Bro....

Narasi yang bagus, mengedepankan fakta dan salah dalam pemahaman ayat alquran memang bernada tegas, bernada perintah membunuh, bernada perintah memerangi kafir, karena semata2 perintah itu adalah sebuah pembalasan, dan ayat2 perang itu berlaku valid ketika di zaman rasululah sejak perang badar hingga perang2 lainnya. tapi kesalahan fatal kristen adalah, ayat2 itu di copaskan kembali, di suguhkan pada kita (kayak nyuguh tamu) - " nooh....alquran menyuruh memancung kepala kafir dimana saja mereka berada"- padahal ayat2 perang itu di khususkan awalnya pada zaman perang badar, tapi kristen menyangka di terapkan pada zaman sekarang,....menggelikan bukan? kalau emang diterapkan jaman sekarang, sudah pasti Indoneisa akan steril dari kafir...

kalau kita membaca kisah Musa, lebih kejam lagi, karena Musa menyerang duluan pada orang2 Median, bahkan tuhan mereka (pada waktu itu ) meminta jatah Upeti segala. Sedangkan rasulullah sebaliknya, malah MEMBALAS serangan mereka, sehingga munculah motto islam, "Membalas tidak berdosa, memaafkan lebih baik" - sementara kristen yang otaknya sudah dimakan belatung yang konon mengimani ajaran kasih, tapi prakteknya malah membuat rekayasa dan pelintiran....menggelikan bukan?

pertama2 anda perlu mengetahui: siapakah Allah yang disebut dalam Injil dan dalam Quran Allah dalam Injil memiliki alamat yang jelas karena dipaparkan sejak kitab pertama (Kitab Kejadian) sampai kita yang terakhir (Kitab Wahyu) dan Dialah yang menguasai seluruh ciptaannya, sehingga kalau Allah Israel memerintahkan untuk menumpas suatu bangsa, maka tujuanNya adalah untuk menguduskan bangsa Israel, untuk memisahkan bangsa Israel dari bangsa2 di sekitarnya yang semuanya adalah penyembah berhala, karena Allah ingin agar bangsa Israel hanya menyembah DIA saja; tetapi bagaimana dengan perintah Allah Muhammad??? perintah Allah Muhammad memiliki tujuan untuk penyebaran agama yang dicanangkan oleh Muhammad dan Allah Muhammad adalah Allah yang diciptakan oleh Muhammad, bahkan secara tersirat Muhammad lah yang menjadi Allah sebagaimana dalam ayat2 Quran dimana dikatakan

Muhammad dan Allah adalah satu
Menurut kitab-kitab Islam, perintah-perintah Muhammad adalah sama dengan perintah-perintah Allah dan nama kedua-duanya terdapat sebelah-menyebelah dalam membuat keputusan seperti otoritas yang harus dipatuhi. Muhammad dan Allah memerintah bersama-sama. Pesan dari kitab-kitab Islam jelas seperti kristal, ”Patuh kepada Allah dan patuh kepada Muhammad”.
Tauhid dari duet Muhammad dan Allah jelas dapat dilihat disini. Alquran katakan bahwa semua hal diputuskan oleh Allah dan Muhammad bersama-sama dan tidak seorangpun dapat mempertanyakan keputusan itu:
”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusanmereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh-lah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
(Surat 33:36)

Jadi menurut Alquran, Allahnya Islam membutuhkan pertolongan makhluk hidup untuk memutuskan sesuatu. Ia sendiri sesungguhnya tidak mampu dalam memutuskan sesuatu. Alquran juga berkata, apabila umat Muslim mengasihi Allah maka ia juga harus mengikuti Muhammad dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.Dengan perkataan lain, di dalam Islam, dosa diampuni dengan mengikuti Muhammad:


”Katakanlah: ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surat 3:31)


”Allah dan malaikat-malaikat-Nya memuji dan memujakan Nabi. Orang mukmin puji dan puja-lah dia dan panjatkan damai kepadanya dengan limpah.” (Qaribullah Quran 33:56)
kedudukan Allah adalah di bawah Muhammad

Diceritakan Abu Hurairi :
Rasul Allah berkata,
”Barangsiapa patuh kepadaku, patuh kepada Allah, dan siapapun tidak patuh kepadaku,tidak patuh kepada Allah,dan barangsiapa patuh kepada penguasa yang kutunjuk, patuh kepadaku , dan siapapun tidak patuh kepadanya, tidak patuh kepadaku.”
(Sahih Bukhari V9, B89, N251)

mari kita lihat kata2 senada yang dicatat dalam Injil:
Diceritakan Abu Hurairi :
Rasul Allah berkata,
”Barangsiapa patuhkepadaku, patuh kepada Allah, dan siapapun tidak patuh kepadaku,tidak patuh kepada Allah,dan barangsiapa patuh kepada penguasa yangkutunjuk, patuh kepadaku , dan siapapun tidak patuh kepadanya, tidak patuhkepadaku.” (Sahih Bukhari V9, B89, N251)


yang disebut sebagai firman allah dalam Quran seringkali timbul/mucul pada saat2 Muhammad membutuhkan sesuatu untuk kepentingannya.
Menurut Surat 33:51, Muhammad dapat merubah sistim bergiliran sex nyadengan 9 – 11 istri-istrinya sebagaimana dikehendakinya; ia bebas untukmelakukan seks dengan wanita siapa saja yang sudah dipisahkannya/diceraikan sebelumnya. Allah membengkokkan semua peraturan-Nya demi menyenangkan Muhammad.
“Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamukehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang sudah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yangdemikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengatuhi apa yang (tersimpan) dalam hatimu.Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” (Surat 33:51)



barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 197
Join date : 24.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Post by Sombrero on Sun Jul 22, 2012 4:05 pm

Barabas wrote:Muhammad memiliki tujuan untuk penyebaran agama yang dicanangkan oleh Muhammad dan Allah Muhammad adalah Allah yang diciptakan oleh Muhammad, bahkan secara tersirat Muhammad lah yang menjadi Allah sebagaimana dalam ayat2 Quran dimana dikatakan
Bahasamu ini bener2 ngembat istilah dari situs FFI (situs kotoran anj***)edit by:mod - mereka semua memfitnah bahwa Allah itu ciptaan Nabi Muhammad, semenara mereka dan KAMU tidak bisa membuktikan semuanya, kan? dari mana kamu tahu kalau Allah adalah lakon karangan muhammad? PASTI dari dengkulmu yang cuman pinter membeo, silahkan buktikan !
Barabas wrote:”Katakanlah: ’Jika
kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (Surat 3:3
semua tulisanmu adalah ASUMSI, tolong jangan menggunakan cara pemahaman kristen untuk membahas islam. karena perbedaan disana adalah : dalam alquran sangat Jelas, siapa Rasul dan siapa Allah, sementara kristen dalam alkitab TIDAK JELAS mana Allah, mana tuhan, mana Yesus, mana tuan, mana yang mengutus, dan mana yang di utus, mana yang di beri kuasa = yang memberi kuasa, waaah...pokoke semuanya di campur aduk ruwet kayak tembakau, dan yang tahu memahami semua itu hanyalah kristen sendiri. hal itulah yang membuat lenyapnya pikiran waras.

Nah, JALAN PIKIRAN odong odong seperti diatas kok dipakai untuk membahas Alquran dan Risalah nabi, dengan memberikan Judul, "Muhammad dan Allah adalah satu" - gue ngakak...

BENAR, Allah dan Muhammad adalah satu tujuan Misi, satu syariat, tapi BUKAN Satu dimensi, karena Muhammad hanya manusia, dan Allah adalah Dzat yang maha tinggi, berbeda dengan Pemahaman kristen, kalau Jesus dan Allah adalah satu, di kiranya satu ilahian, sorry to say, pikiran gendeng ini cuman ada di dunia dongeng.

Makanya, tidak ada kristen yang cerdas, kalau saja dia sedikit cerdas, pasti dia akan Murtad.

Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 16
Posts : 535
Location : JAKARTA
Join date : 06.07.12
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ayat Perang dalam Alquran dan Bibel, Mana yang Mengerikan?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik