FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Hanya Islam! yang menjunjung tinggi kerukunan antar Ummat Beragama

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Hanya Islam! yang menjunjung tinggi kerukunan antar Ummat Beragama

Post by Admin on Fri Jun 29, 2012 2:12 pm

First topic message reminder :

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

JIKA ada satu agama atau kitab suci yang mengatur tentang hak-bebas memeluk agama dan mengerjakan ajaran agama, maka agama itu adalah Islam dan Al-Qur’an.

Menurut catatan sejarah, hanya Islam agama yang sangat menjunjung tinggi “kebebasan beragama dan berkeyakinan” (hurriyyat al-tadayyun wa’l-i`tiqad).
Dan hanya kitab suci Al-Qur’an yang menyatakan dengan tegas bahwa “tidak ada paksaan dalam memeluk dan memasuki agama Islam ini.” (QS. 2: 256).

Kenapa demikian? Karena kata Allah, “qad tabayyana al-rusyd min al-ghayy.” (Kebenaran sangat terang benderang dan mudah dibedakan dari kesesatan). Kalau “hidayah” dan “kesesatan” sudah tampak jelas di depan mata, memang tidak layak dan tidak berlaku paksaan.

Oleh karena itu, dengan dasar yang tegas dan berurat-berakar dalam nadi akidah Islam, kaum Muslimin tidak pernah memiliki masalah dalam berinteraksi dengan penganut agama apapun. Dan sejarah sudah membuktikan dan mencatat keagungan ajaran Islam mengenai kerukukan umat beragama di Piagam Madinah.

Hal yang sama dapat ditemukan dalam fakta-fakta sejarah peradaban Islam, misalnya: di Andalusia, di Bagdad, bahkan di Indonesia.

Karenanya, upaya-upaya beberapa pihak mengajarkan “sikap toleransi” kepada umat Islam, sesungguhnya bukan tanpa dasar dan ibarat mimpir petir di siang bolong.

Sementara itu, di sisi lain, ada usaha berbagai kalanganyang terus berusaha mencoba ‘mengail di air keruh’ alias ‘mencari kesempatan di dalam kesempitan’.

Toleransi dosis tinggi yang dimiliki ajaran Islam dimanfaatkan untuk merusak konsep kerukunan umat beragama yang ada. Islam akhirnya diserang dan diperburuk citranya dengan berbagai slogan dan iklan tak benar. Sebut saja, misalnya, stigma “Islam teroris”, “Islam garis keras”, “Islam mengajarkan kekerasan” atau”Islam intoleran” terhadap penganut agama lain.

Dengan berbagai tuduhan tak berdasar tersebut, para penganut agama lain sepertinya keberatan jika Islam mengajarkan “la ikraha fi al-din” (tak ada paksaan dalam beragama). Akhirnya, mereka bertindak tidak toleran terhadap Islam. Jika Islam mengajak agar setiap orang bebas menganut agama apapun, maka penganut agama lain mengatakan bahwa setiap orang harus menganut agamanya. Karena agamanya merupakan satu-satunya “jalan kebenaran”. Di luar agamanya tidak ada keselamatan, extra ecclesiam nulla salus.

Bukan Tirani Minoritas

Dalam diskusi bertema “Membedah Arah RUU-Kerukunan Umat Beragama (KUB)” yang digelar oleh Fraksi PKB dan The Asian Muslim Action Network, di gedung Nusantara I, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (13/10/2011) lalu, Frans Magnis merasa keberatan jika dilarang menyiarkan agama hanya pada orang yang belum beragama atau atheis menyangkut pasal 17 dari Rancangan Undang-undang Kerukunan Umat Beragama (RUU-KUB) yang sedang digodok. Menurutnya, ada perdebatan menyangkut kata “Penyiaran agama” dalam konteks Agama Budha, Islam dan Kristiani sendiri adalah hal yang diamanatkan. Apalagi jika hanya boleh menyiarkan agama kepada orang-orang yang belum beragama saja.

“Demikian juga halnya pada Ayat 2 pada Pasal 17 dari RUU tersebut, penyiaran agama dibolehkan kepada orang-orang yang belum beragama atau atheis, sementara di Indonesia dalam kenyataannya tidak ada orang yang tidak beragama sesuai dengan keyakinannya masing-masing seperti agama yang dianut oleh saudara-saudara kita di pedalaman Sumba dan Kalimantan. Ini bagaimana,” tanya Romo Magnis dikutip tribunnews.com, Kamis (13/10/2011).

Ia juga keberatan jika mendirikan rumah ibadah harus ada izin. Ia mencontohkan kasus di Jerman, di mana negara ini tidak punya aturan untuk mengatur berdirinya rumah ibadah apalagi dikaitkan dengan keharusan ada izin dari warga setempat.
Apa yang diinginkan jelas intoleransi dalam kerukunan umat beragama. Cara-cara dan modus vivendi semacam ini sejatinya yang bakal mengusi kerukunan yang ada.
Bagaimana mungkin akan tercipta kerukunan antar umat beragama yang harmonis, jika masing-masing pemeluk agama memaksa orang lain yang sudah beragama untuk memeluk ke dalam agama yang dipeluknya.

Dan memang, ditengarai kalangan yang paling militan merusak sendi-sendi kerukunan umat beragama (khususnya di Indonesia) justru para misionaris.

Sebaliknya, penganut agama yang paling toleran dalam masalah ini justru umat Islam. Dan ini bisa dibuktikan lewat fakta-fakta sejarah yang ada. Misalnya, Islam masuk ke Indonesia sejak awal tidak menggunakan “kekerasan”. Karena konsep “la ikraha fi al-din” benar-benar diamalkan oleh para da’i Muslim yang masuk ke Nusantara.

Berbeda dengan agama Kristen --baik Katolik maupun Protestan—di mana keduanya masuk ke Indonesia di bawah “penjajah” Belanda. Maka dikenallah istilah 3G (Gold, Glory, Gospel). Nah, dalam banyak buku riset telah mafhum, kerjasama segi tiga ini; kolonialisme, orientalisme, dan missionarisme.

Untuk itu, keberatan Franz Magnis-Suseno ini tidaklah dapat dibenarkan. Artinya, keberatan Magnis sangat bertentangan dengan salah satu butir HAM, yaitu: hak untuk beragama.

Jika motif beragama benar, seharusnya Frans Magnis tidak telalu risau dan keberatan. Jika yakin nilai-nilai yang dibawa itu baik dan benar, peraturan apapun tak akan membuat masalah. Sebab, orang pasti akan tertarik nilai dan isi dari agama yang bersangkutan. Apapun agama itu.

Pasca persitiwa 11 September, Islam dan umat Islam menjadi bulan-bulanan diskriminasi. Cadar, jilbab dan menara masjid dilarang di beberapa Negara Eropa. Karena Islam di Barat dan di Eropa minoritas, maka umat Islam tak bisa semena-mena mengatur dan intervensi terlalu jauh. Paling hanya melakukan himbauan agar keberadaannya tak didiskriminasi.

Apakah Islam berhenti? Justru tidak. Banyak orang justru penasaran isi al-Quran dan secara diam-diam mempelajari isi kandungannya.

Fakta menunjukkan, sampai hari ini, Islam menjadi agama yang berkembang begitu pesatnya di Eropa dan Amerika. Survey Pew Research Center Juli 2010, menunjukkan, dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Angka statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam. (Republika online, Islam Berkembang Begitu Pesatnya di Eropa dan Amerika, Rabu, 28 Juli 2010).

Sementara di Indonesia, setiap upaya menjaga persatuan di mana undang-undang atau peraturan dibuat, selalu saja beberapa kecil kelompok membenturkannya dengan HAM. Yang lebih ngeri lagi, ketika negeri ini telah bangga mengambil demokrasi sebagai pilar penting dalam membangun negara, justru suara-suara mayoritas yang sering diabaikan. Bagaimana jika kasus ini terjadi di Amerika atau di belahan Eropa?

Karena itu, tanpa berharap agar bangsa ini menjadi ‘tirani mayoritas’ (apalagi menjadi tirani minoritas), keberadaan undang-undang yang mengatur toleransi yang di dalamnya pasti akan ada elemen perizinan pendirikan rumah ibadah adalah sangat penting agar tidak setiap orang dengan dalih HAM bisa sewenang-wenang melukai perasaan orang lain.

Tanpa harus ‘mengail di air keruh” RUU-KUB, sebagai warga yang baik, ada pentingnya jika kita mengajukan sebuah pertanyaan penting. “Apa kira-kira yang bakal terjadi jika umat Islam yang minoritas di Amerika, di Eropa bahkan di China membuat ulah?. Memprotes sikap pemerintah mereka yang selama ini sangat diskriminatif pada Islam itu?”

Mungkin akan banyak orang berjilbab dilempari batu atau diludahi di jalanan, sebagaimana pasca 11 September 2011 lalu. Atau mungkin hilang diciduk aparat pemerintah Komunis China.

Alhamdulillah, di Indonesia tak pernah terjadi. Boleh jadi, Muslim Indonesia sangat ramah atau bisa juga mereka sudah tak peduli lagi urusan kampanye toleransi, karena nilai-nilai itu sudah dijalankan telah lama dan telah menjadi bagian hidup. Wallahua’lam.


Guru di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM ~ FAQ ~ ADA MASALAH..??
| | |
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom

avatar
Admin
Administrator
Administrator

Male
Posts : 1099
Kepercayaan : Islam
Location : Tanah Melayu
Join date : 03.08.11
Reputation : 56

http://www.laskarislam.com

Kembali Ke Atas Go down


Re: Hanya Islam! yang menjunjung tinggi kerukunan antar Ummat Beragama

Post by Sombrero on Sat Jul 21, 2012 10:42 pm

ramayana wrote:@ admin.
di Kristen ajarannya adalah Kasihilah sesama manusia. kurang toleransi apa? bisa liat ajaran agama ente?
ajaran kasih Jesus itu memang bagus, tapi itu teori belaka, nggak usah membahas teori, apakah umat kristen pada prakteknya seperti itu? preeet, justru negara2 predator si tukang jajah, tukang ikut campur bahkan tukang adu domba berasal dari mayoritas kristen.
Kalau ajaran jesus hanya sebatas teori, buat apa?

Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 16
Posts : 535
Location : JAKARTA
Join date : 06.07.12
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hanya Islam! yang menjunjung tinggi kerukunan antar Ummat Beragama

Post by barabasmurtad77 on Sun Jul 22, 2012 6:43 pm

Admin wrote:
SEGOROWEDI wrote:"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan alkitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk."

menjunjunnya dimana?

konteks ayat itu apa ya, dan perhatikan kalimat yg saya bold hitam diatas, kafir dzimmy yang membayar jizyah mereka malah DILARANG DIPERANGI apalagi dibunuh.. dan bagi yg tidak membayar maka akan diperangi tetapi dipengari tidak selalu dengan pedang atau bunuh membunuh...
Kalau di ajaran anda diajarkan tidak Konsep Kerukunan antar Ummat beragama..??
saya katakan Tidak ADA, maka demikian pada judul saya tulisan, Hanya Islam..!!betul nggak wed

ajaran Muhammad itu cuma membenarkan diri sendiri. contohnya kita lihat saja di Indonesia. kenapa ada diskriminasi dalam hal membangun rumah ibadah???? kalau pembangunan mesjid bisa dilakukan tanpa melalui aturan2 birokrasi, tapi kalau pembangunan gereja, sulitnya minta ampun!!!! inilah yang disebut sebagai HANYA ISLAM YANG MENJUNJUNG TINGGI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA????
mengapa pula Muhammad harus mengadakan aturan membayar jizyah bagi mereka yang kafir, sekalipun DILARANG DIPERANGI apalagi dibunuh.. dan bagi yg tidak membayar maka akan diperangi tetapi diperangi tidak selalu dengan pedang atau bunuh membunuh... TETAPI dengan bentuk peperangan yang lain: boikot, teror, penekanan, psyche-war dll.
ASLI PEMBENARAN DIRI!!!!!
di negara2 berbasis kristen TIDAK ADA penekanan terhadap kaum muslim, merek dapat bergerak dengan bebas, beribadah dengan bebas, mendirikan mesjid dengan bebas, mencari nafkah dengan bebas, sekalipun mungkin di bawah ketentuan2 yang berlaku bagi seluruh penduduk negara tersebut.

barabasmurtad77
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 197
Join date : 24.11.11
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hanya Islam! yang menjunjung tinggi kerukunan antar Ummat Beragama

Post by Sombrero on Sun Jul 22, 2012 9:58 pm

barabas wrote:ajaran Muhammad itu cuma membenarkan diri sendiri. contohnya kita lihat
saja di Indonesia. kenapa ada diskriminasi dalam hal membangun rumah
ibadah???? kalau pembangunan mesjid bisa dilakukan tanpa melalui
aturan2 birokrasi, tapi kalau pembangunan gereja, sulitnya minta
ampun!!!! inilah yang disebut sebagai HANYA ISLAM YANG MENJUNJUNG TINGGI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA????
Di Indonesia Mayoritas muslim, dan semua peraturan sudah ditetapkan yang disetujui bersama sesuai dengan undang2, kalau sekiranya umat kristen diberikan kebebasan mendirikan gereja dimana saja, maka bisa berakibat perselisihan antar umat beragama, apalagi kristen dengan kendaraan "misi yang bikin onar" (misionaris) - waw, bisa gawat, dengan dibatasinya umat kristen, maka Justru akan mengamankan umat kristen sendiri, karena memang populasi kristen hanya sekitar 3%-5% dari populasi rata2 disetiap wilayah. misalnya saja, Kalau kristen diberikan kebebasan mendirikan gereja, maka di Mall2, di tengah padat penduduk muslim akan di didirikan gereja TANPA lagi melihat aspek sosial dan aspek keamanan, wah,dikhawatirkan bisa2 gereja di bakar, atau umatnya di ganggu. HAL ini bukan karena muslim sebagai pengganggu atau pelaku anarkhis, tapi ada PIHAK-PIHAK yang memanfaatkan situasi ini, dengan mudah mengadu domba, Who Know's? itu sebabnya pemerintah membatasi untuk kebaikan. Pikiran kristen emang cetek. dikiranya, dengan dibatasi gereja dianggab pemerintah diskriminasi? mikirlah pakai otak. Jumlah kristen rata2 dalam masyarakat cuma 3-5% aja mau macem2?
Barabas wrote:mengapa pula Muhammad harus mengadakan aturan membayar jizyah
bagi mereka yang kafir, sekalipun DILARANG DIPERANGI apalagi dibunuh..
dan bagi yg tidak membayar maka akan diperangi tetapi diperangi tidak
selalu dengan pedang atau bunuh membunuh... TETAPI dengan bentuk peperangan yang lain: boikot, teror, penekanan, psyche-war dll.
Aturan membayar Jizyah itu BAGI WILAYAH YANG DITAKLUKAN, tolong kamu membaca lagi sejarah perkembangan Islam di Jasirah Arabia, semua diberikan peraturan karena kalah secara defacto dan kalah secara de yure, dan tentu peraturan ditetapkan bagi penguasa, dan pembayaran Jizyah tidak beda dengan membayar pajak, kalaupun wilayah itu tidak di kuasai tetap saja harus membayar Jizyah juga kan? Cuma perbedaan pada aturan penguasa yang baru. apa yang aneh?
Barabas wrote:di negara2 berbasis kristen TIDAK ADA penekanan terhadap kaum muslim,
merek dapat bergerak dengan bebas, beribadah dengan bebas, mendirikan
mesjid dengan bebas, mencari nafkah dengan bebas, sekalipun mungkin di
bawah ketentuan2 yang berlaku bagi seluruh penduduk negara tersebut.
SIAPA BILANG? di negara2 mayoritas kristen seperti di Mexico, Filipina, Amerika, Europa, dan Australia Muslim dengan terang2an DIMUSUHI, jangankan mendirikan masjid, wanita yang memakai jilbab saja di musuhi sejak anak2 disekolah s/d emak2nya juga (krn wanita paling mencolok) - Makanya kalau ngemeng mikir dulu.

Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 16
Posts : 535
Location : JAKARTA
Join date : 06.07.12
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hanya Islam! yang menjunjung tinggi kerukunan antar Ummat Beragama

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik