FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

siapa saja yang disebut ahlikitab?

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Tue Jul 10, 2012 2:42 pm

Ahli kitab adalah sebutan dari Al-Quran kepada para pemeluk agama sebelum Nabi Muhamamad dimana kepada mereka juga diturunkan kitab Allah. Lebih spesifiknya mereka itu adalah yahudi dan nasrani. Dan termasuk pecahan-pecahannya.

Ijab kabul dengan wanita ahli kitab adalah seperti ijab kabul dalam Islam umunya, yaitu harus ada wali pihak wanita dan dua saksi laki-laki. Juga mahar dan akad nikah dimana wali wanita menyatakan bahwa dia mengawinkan calon suami (muslim) dengan anaknya dengan mahar sekian. Dan calon suami menjawab,”saya terima”.

Sembelihan ahli kitab hukumnya halal bagi muslim sesuai dengan ayat Al-Quran:

"Hari ini dihalalkan yang baik-baik buat kamu dan begitu juga makanan orang-orang yang pernah diberi kitab (ahli kitab) adalah halal buat kamu, dan sebaliknya makananmu halal buat mereka." (al-Maidah: 5)

Maksud ayat di atas secara ringkas: bahwa hari ini semua yang baik, halal buat kamu, karena itu tidak ada lagi apa yang disebut: Bahirah, saibah, washilah dan ham. Dan makanan ahli kitab pun halal buat kamu sesuai dengan hukum asal dimana samasekali Allah tidak mengharamkannya, dan sebaliknya makananmu pun halal buat mereka.

Jadi kamu boleh makan binatang yang disembelih dan diburu oleh ahli kitab, dan sebaliknya kamu boleh memberi makan ahli kitab dengan binatang yang kamu sembelih atau yang kamu buru.

Islam bersifat keras terhadap orang musyrik tetapi terhadap ahli kitab sangat lunak dan mempermudah, karena mereka ini lebih dekat kepada orang mu‘min, sebab sama-sama mengakui wahyu Allah, mengakui kenabian dan pokok-pokok agama secara global.

Justru itu pula kita dianjurkan untuk menaruh mawaddah terhadap mereka, boleh makan makanan mereka, boleh kawin dengan perempuan-perempuan mereka dan bergaul dengan baik bersama mereka. Sebab kalau mereka itu sudah bergaul dengan kita dan memeluk Islam dengan penuh keyakinan dan kesadaran, mereka pun akan tahu bahwa agama kita itu justru agama mereka juga dalam pengertian yang lebih tinggi, lebih sempurna bentuk-bentuknya dan lebih bersih lembaran-lembarannya dari segala macam bid‘ah, kebatilan dan persekutuan.

Perkataan makanan ahli kitab adalah suatu ungkapan yang bersifat umum, meliputi seluruh macam makanan: sembelihannya, biji-bijiannya dan sebagainya. Semua ini halal buat kita, selama barang-barang tersebut tidak termasuk kategori haram, karena zatnya seperti darah, bangkai dan daging babi. Semua ini tidak boleh kita makan dengan ijma‘ ulama, baik barang-barang tersebut makanan ahli kitab ataupun milik orang muslim.

Kita tahu bagaimana Islam memperkeras persoalan penyembelihan dan menganggap penting persoalan ini. Hal ini adalah justru karena orang-orang musyrik Arab dan pengikut-pengikut agama lain telah menjadikan penyembelihan termasuk persoalan ibadah, bahkan masuk persoalan keyakinan dan pokok kepercayaan agama. Oleh karena itu menyembelih, mereka jadikan sebagai sesuatu cara untuk berbakti kepada tuhannya, maka disembelihnya binatang untuk berhala atau dengan menyebut nama tuhannya. Kemudian datanglah Islam menghapus cara-cara ini dan mewajibkan untuk tidak menyebut kecuali asma‘ Allah, serta mengharamkan binatang yang disembelih untuk berhala dan dengan menyebut nama berhala.

Kemudian setelah ahli kitab yang semula adalah bertauhid itu telah banyak dipengaruhi oleh perasaan-perasaan syirik dan samasekali tidak melepaskan dari kesyirikanriya yang dulu-dulu, sehingga sementara orang Islam menganggap, bahwa mereka tidak bisa lagi bergaul dan bertemu dengan mereka sebagaimana halnya terhadap orang-orang musyrik lainnya, maka Allah memberikan perkenan (rukhsah) kepada mereka untuk makan makanan ahli kitab sebagaimana halnya dalam persoalan-persoalan perkawinan.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Tue Jul 24, 2012 5:38 am

Imam Syafi'i, memahami istilah Ahl Al-Kitab, sebagai
orang-orang Yahudi dan Nasrani keturunan orang-orang Israel,
tidak termasuk bangsa-bangsa lain yang menganut agama Yahudi
dan Nasrani. Alasan beliau antara lain bahwa Nabi Musa dan
Isa, hanya diutus kepada mereka bukan kepada bangsa-bangsa
lain. (Juga karena adanya redaksi min qablikum [sebelum
kamu] pada ayat yang membolehkan perkawinan itu). Pendapat
Imam Syafi'i ini berbeda dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan
mayoritas pakar-pakar hukum yang menyatakan bahwa siapa pun
yang mempercayai salah seorang Nabi, atau kitab yang pernah
diturunkan Allah, maka ia termasuk Ahl Al-Kitab. Dengan
demikian Ahl Al-Kitab, tidak terbatas pada kelompok penganut
agama Yahudi atau Nasrani. Dengan demikian, bila ada satu
kelompok yang hanya percaya kepada Shuhuf Ibrahim atau Zabur
(yang diberikan kepada Nabi Daud a.s.) saja, maka ia pun
termasuk dalam jangkauan pengertian Ahl Al-Kitab. Pendapat
ketiga dianut oleh sebagian kecil ulama-ulama salaf, yang
menyatakan bahwa setiap umat yang memiliki kitab yang dapat
diduga sebagai kitab suci (samawi), maka mereka juga dicakup
oleh pengertian Ahl Al-Kitab, seperti halnya orang-orang
Majusi. Pendapat terakhir ini, menurut Al-Maududi diperluas
lagi oleh para mujtahid (pakar-pakar hukum) kontemporer,
sehingga mencakup pula penganut agama Budha dan Hindu, dan
dengan demikian wanita-wanita mereka pun boleh dikawini oleh
pria Muslim, karena mereka juga telah diberikan kitab suci
(samawi) .

Demikian Al-Maududi menyimpulkan berbagai pendapat.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menginformasikan bahwa Abu Tsaur
Ibrahim bin Khalid Al-Kalbi (W. 860 M) yang merupakan salah
seorang pengikut Imam Syafi'i, demikian juga Ahmad ibn
Hanbal, berpendapat bahwa kaum Muslim dapat menikmati
makanan sembelihan orang-orang Majusi, dan dapat pula
mengawini wanita-wanita mereka.{6}

Uraian panjang lebar menyangkut hal ini dikemukakan oleh
Muhammad Rasyid Ridha {7} yang menurutnya bermula dan
pertanyaan seseorang dari Jawa (Indonesia) tentang hukum
mengawini wanita-wanita penyembah berhala semacam
orang-orang Cina (dan memakan sembelihan mereka).

Ulama besar itu setelah merinci dan menilai secara panjang
lebar riwayat- riwayat yang dikemukakan oleh para sahabat
Nabi dan tabiiin, kaidah-kaidah ushul dan kebahasaan, serta
menyimak dan menimbang pendapat para ulama sebelumnya,
menyimpulkan fatwanya sebagaõ berikut:

"Kesimpulan fatwa ini adalah bahwa laki-laki Muslim yang
diharamkan oleh Allah menikah dengan wanita-wanita musyrik
dalam surat Al-Baqarah ayat 221 adalah wanita-wanita musyrik
Arab. Itulah pilihan yang dikuatkan oleh Mahaguru para
mufasir Ibnu Jarir Ath-Thabari, dan bahwa orang-orang
Majusi, Ash-Shabiin, penyembah berhala di India, Cina dan
yang semacam mereka seperti orang-orang Jepang adalah Ahl
Al-Kitab yang (kitab mereka) mengandung ajaran tauhid sampai
sekarang.{8}"

Mufasir Al-Qasimi (w. 1914 M) ketika menafsirkan surat ke-95
(At-Tin) menjelaskan bahwa sementara pakar pada masanya
memahami kata At-Tin sebagai pohon (di mana) pendiri agama
Budha (memperoleh wahyu-wahyu Ilahi), kemudian Al-Qasimi
menegaskan bahwa:

"Dan yang lebih kuat menurut pandangan kami bahkan yang
pasti, bila tafsir kami ini benar adalah bahwa dia (Budha)
adalah seorang Nabi yang benar.{9}"

Penulis cenderung memahami pengertian Ahl Al-Kitab pada
semua penganut agama Yahudi dan Nasrani, kapan, dimana pun
dan dari keturuunan siapa pun mereka. Ini, berdasarkan
penggunaan Al-Qur'an terhadap istilah tersebut yang hanya
terbatas pada kedua golongan itu (Yahudi dan Nasrani), dan
sebuah ayat dalam Al-Qur'an,

"(Kami turunkan Al-Qur'an ini) agar kamu (tidak) mengatakan
bahwa, 'Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja
sebelum kami. dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa
yang mereka baca." (QS Al-An'am [6]: 156).

Namun demikian, kita dapat memahami pandangan yang
menyatakan bahwa selain orang Yahudi dan Nasrani seperti
penyembah berhala non-Arab dan sebagainya, walaupun tidak
termasuk dalam kategori Ahl Al-Kitab, tetap dapat
diperlakukan sama dengan Ahl Al-Kitab.

Ini berdasarkan sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh
Imam Malik dalam kitabnya Al-Muwatththa, Bab Zakat, Hadis
ke-42, "Perlakukanlah mereka sama dengan perlakuan terhadap
Ahl Al-Kitab." Sementara ulama menyisipkan tambahan redaksi:
"tanpa memakan sembelihan mereka, dan tidak juga mengawini
wanita mereka." Kalau tambahan ini tidak dibenarkan, maka
semua izin yang berkaitan dengan Ahl Al-Kitab, berlaku pula
terhadap mereka.

Sebagian lainnya menilai hadis tersebut berstatus mursal
yakni sahabat Nabi yang mendengar atau menerima hadis
tersebut dari beliau tidak disebut dalam rentetan transmisi
riwayatnya. Dan jika demikian itu halnya maka hadis tersebut
dinilai oleh sementara pakar sebagai tidak dapat dijadikan
argumentasi keagamaan.

Sahabat Nabi Abdullah bin Umar mempunyai pendapat lain.
Beliau secara tegas melarang perkawinan seorang pria Muslim
dengan wanita Ahl Al-Kitab, dengan dalih bahwa mereka adalah
orang-orang musyrik. Ia mengatakan,

"Saya tidak mengetahui kemusyrikan yang lebih besar dari
keyakinan seorang yang berkata bahwa Tuhannya adalah Isa
atau salah seorang dari hamba-hamba Allah."

Pendapat ini tidak sejalan dengan pendapat sekaligus praktik
sahabat-sahabat Nabi lainnya seperti Khalifah Utsman, Ibnu
Abbas, Thalhah, Jabir, dan Khuzaifah, demikian pula para
pakar-pakar hukum dengan berbagai alasan, antara lain:

1. Dalam sekian banyak ayat, Al-Qur'an menyebut istilah
al-musyrikun berdampingan dengan Ahl Al-Kitab, dengan
menggunakan kata penghubung wauw yang berarti "dan."

"Orang-orang kafir dan Ahl Al-Kitab dan orang musyrik tidak
menginginkan diturunkannya suatu kebaikan kepadamu dan
Tuhanmu. (QS Al-Baqarah [2]: 105).

Kata penghubung semacam ini mengandung makna adanya
perbedaan antara kedua hal yang dihubungkan itu. Ini berarti
ada perbedaan antara musyrikun dan Ahl Al-Kitab. Demikian
juga terlihat pada QS Al-Bayyinah [98]: 1 dan 6.

Beberapa pakar tafsir, seperti Thabathaba'i dan Rasyid Ridha
berpendapat bahwa yang dimaksud dengan al-musyrikun dalam
Al-Qur'an adalah penyembah berhala yang ketika itu bertempat
tinggal di Makkah.

2. Al-Qur'an sendiri telah menguraikan sekian banyak
keyakinan. Ahl Al-Kitab, yang pada hakikatnya merupakan
kemusyrikan seperti keyakinan Trinitas, atau bahwa Uzair
demikian juga Isa adalah anak Allah, dan sebagainya. Namun
demikian, seperti terlihat dalam butir pertama di atas,
Al-Qur'an membedakan mereka dan tetap menamai kedua kelompok
tersebut sebagai Ahl Al-Kitab, bukan Musyrikun.

Al-Qur'an seperti dikemukakan pada awal uraian ini, sangat
teliti dalam redaksi-redaksinya, sehingga tidak ada peluang
untuk terjadinya kerancuan dalam istilah-istilah Ahl
Al-Kitab, Al-Musyrikun, dan Al-Kuffar.

Atas dasar itu, hampir seluruh sahabat Nabi, tabi'in,
ulama-ulama masa awal dan kontemporer tidak sependapat
dengan Abdullah Ibnu Umar.

Penulis dapat memahami pendapat tersebut dengan
memperhatikan latar belakang sahabat mulia itu, yang dikenal
sangat berhati-hati serta amat gandrung meniru Nabi dalam
segala sikap dan tindakannya. Kehati-hatian dan
kegandrungannya itulah yang menjadikan beliau begitu ketat
dengan pendapat di atas, keketatan yang tidak sejalan dengan
kemudahan yang telah dianugerahkan Al-Qur'an.

Penulis juga dapat memahami seseorang yang memfatwakan tidak
sah perkawinan pria Muslim dengan Ahl Al-Kitab, tetapi bukan
dengan alasan yang dikemukakan Ibnu Umar. Alasan yang dapat
dikemukakan antara lain kemaslahatan agama dan keharmonisan
hubungan rumah tangga yang tidak mudah dapat terjalin
apabila pasangan suami istri tidak sepaham dalam ide,
pandangan hidup atau agamanya. Mahmud Syaltut menulis dalam
kumpulan fatwanya bahwa tujuan utama dibolehkannya
perkawinan seorang Muslim dengan wanita Ahl Al-Kitab, adalah
agar dengan perkawinan tersebut terjadi semacam penghubung
cinta dan kasih sayang. Sehingga terkikis dari benak
istrinya rasa tidak simpati terhadap Islam dengan sikap baik
sang suami Muslim yang berbeda agama itu sehingga tercermin
secara amaliah keindahan dan keutamaan agama Islam.

Adapun jika sang suami Muslim terbawa oleh sang istri, atau
anaknya terbawa kepadanya sehingga mengalihkan mereka dari
akidah Islam, maka ini bertentangan dengan tujuan
dibolehkannya perkawinan, dan ketika itu perkawinan tersebut
disepakati - untuk dibubarkan.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1. Sikap Al-Qur'an terhadap Ahl Al-Kitab pada dasarnya amat
positif. Tidak ada halangan sedikit pun untuk menjalin kerja
sama dan bantu-membantu dengan penganut Ahl Al-Kitab serta
penganut agama lain, dalam bidang kehidupan sosial, budaya,
dan ekonomi.

2. Kecaman yang terdapat dalam Al-Qur'an, lebih banyak
tertuju kepada orang Yahudi, dan kecaman tersebut lebih
banyak diakibatkan oleh sikap politik dan ekonomi mereka.

3. Betapapun terdapat perbedaan agama dan keyakinan, namun
keadilan harus diperlakukan terhadap semua pihak.

4. Pengertian Ahl Al-Kitab dan cakupan makna, serta
implikasinya dalam kehidupan sehari-hari - istimewa
menyangkut perkawinan dan memakan binatang halal hasil
sembelihan mereka - diperselisihkan oleh para ulama. Dengan
kata lain, tidak wajar seseorang dianggap menyimpang dari
ajaran Islam, bila ia memilih salah satu pendapat yang telah
diuraikan di atas, dan dalam saat yang sama sikap
kehati-hatian yang diambil oleh sekian banyak umat dapat
dinilai sebagai sikap terpuji.

Demikian sekelumit uraian Al-Qur'an tentang Ahl Al-Kitab. []

Catatan kaki:

{6} Lihat Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan
QS Al-Maidah [5]: 5.
{7} Tafsir Al-Manar, jilid VI, hlm. 185.
{8} Tafsir Al-Manar, jilid VI, hlm. 193.
{9} Mabahis At-Ta'wil, Jilid 17, hlm. 6201.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by SEGOROWEDI on Sat Jul 28, 2012 1:54 pm

ichreza wrote:Ahli kitab adalah sebutan dari Al-Quran kepada para pemeluk agama sebelum Nabi Muhamamad dimana kepada mereka juga diturunkan kitab Allah. Lebih spesifiknya mereka itu adalah yahudi dan nasrani. Dan termasuk pecahan-pecahannya.

kepada siapa kalian harus bertanya
bila ragu-ragu

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Sat Sep 01, 2012 8:05 am

@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:Ahli kitab adalah sebutan dari Al-Quran kepada para pemeluk agama sebelum Nabi Muhamamad dimana kepada mereka juga diturunkan kitab Allah. Lebih spesifiknya mereka itu adalah yahudi dan nasrani. Dan termasuk pecahan-pecahannya.

kepada siapa kalian harus bertanya
bila ragu-ragu

bertanya soal apa? bingung
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Mon Nov 26, 2012 3:16 am

Ahli kitab adalah orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani walaupun mereka syirik, dan kesyirikan ini telah ada pada mereka ketika al-Qur'an diturunkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Allah telah memberitahukan tentang perbuatan orang-orang nashrani bahwa mereka menuhankan Nabi Isa 'alaihissalam dan bahwa mereka menjadikannya tuhan bersama Allah dan mereka menyembahnya bersama Allah, Allah berfirman : (Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:"Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata:"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. 5:72) Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:"Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. 5:73) Sebagaimana juga Allah telah memberitakan tentang orang-orang yahudi, bahwa mereka berkata : 'Uzair adalah anak Allah. Dan Allah telah memberitahukan tentang ahli kitab semuanya ( Yahudi dan Nashrani ) bahwa mereka menjadikan pendeta-pendeta mereka sebagai arbab ( tuhan-tuhan ) selain Allah, Sebagaimana firman-Nya (Orang-orang Yahudi berkata:"Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata:"Al-Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila'nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. 9:30) Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 9:31) Dan firman-Nya : (Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. 3:64) Dan Allah telah memberitahukan bahwa mereka mengakui adanya tiga oknum yang mereka sembah dan Allah telah melarang mereka dari perbuatan tersebut dengan firman-Nya : Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:"(Ilah itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. 4:171) Dan lain-lainnya dari ayat al-Qur'an yang menunjukkan akan kemusyrikan dan kekufuran mereka sewaktu al-Qur'an diturunkan, dan Allah telah menamai ( menyebut ) mereka sebagai ahli kitab dalam banyak tempat dari Al-Qur'an.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by aliumar on Thu Nov 29, 2012 10:45 pm

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by aliumar on Wed Dec 05, 2012 2:04 pm

sampai saat ini ga ada muslim yg bisa jawab kontradiksi quran di atas, hahaha....

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by BiasaSaja on Sat Dec 08, 2012 6:22 pm

ayat mana yang bener tuh ya pusing
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Mon Dec 10, 2012 6:19 pm

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakan: “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al Baqarah: 79)


Penjelasan Mufradat (Kosakata) Khusus

Para ulama berselisih pendapat dalam menafsirkan kata wail. Ada yang menafsirkannya dengan adzab (siksaan) atas mereka, sebagaimana terdapat dalam riwayat Ibnu Abbas. Ada pula yang mengatakan “lembah yang terdapat di dasar neraka, yang di dalamnya mengalir nanah”, dan ada pula yang menafsirkan lain. Sementara Asy Syaikh As Sa’dy mengatakan, wail adalah kerasnya siksaan dan penyesalan, yang di dalamnya mengandung ancaman yang sangat keras. (Lihat Taisir Al Karimir Rahman hal. 56, dan lihat perselisihan ulama dalam menafsirkan kata ini dalam Tafsir Ath Thabary, 1/274, Ma’alim At Tanzil, 1/110).

“dengan tangan-tangan mereka”

Ada dua kemungkinan yang dimaksud dengan lafadz ini:
Pertama, sebagai ta’kid (penguat) dari kata “menulis”, sebab tidak mungkin seseorang dikatakan menulis kecuali dengan menggunakan tangan. Ini serupa dengan firman Allah yang lainnya:

“dan tidaklah burung terbang dengan sayapnya”
Dan juga firman-Nya:

“mereka berkata dengan mulut-mulut mereka”
Kedua, untuk menjelaskan dosa mereka dan menetapkan kelancangan mereka, karena orang yang melakukan (secara langsung) perbuatan tersebut lebih keji daripada orang yang bukan pelakunya (secara langsung) meski (perbuatan itu) merupakan buah pikirannya. (Al Qurthuby, 2/9)

Asal makna Al Kasbu adalah beramal. Maka setiap orang yang mengamalkan secara langsung dikatakan Al Kasib. (Ath Thabary 1/380)

Penjelasan Ayat

Berkata Al ‘Allamah (orang yang dalam ilmunya) Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy t: “Allah  mengancam orang-orang yang melakukan perubahan terhadap Al Kitab, yaitu orang-orang yang mengatakan “Ini berasal dari sisi Allah” terhadap apa yang telah mereka rubah dan mereka tulis. Dan ini merupakan idzhar (penampakan) kebatilan dan menyembunyikan al haq (kebenaran). Mereka melakukan hal itu dalam keadaan berilmu, namun hendak menjualnya dengan harga yang sedikit dan dunia seluruhnya dari awal hingga akhir merupakan harga yang sedikit. Lalu mereka jadikan kebatilan itu sebagai umpan untuk mengambil apa-apa yang ada di tangan manusia.

Mereka telah mendzalimi manusia dari dua sisi, yaitu mengkaburkan agama dan di sisi lain mengambil harta manusia tanpa haq. Bahkan dengan cara paling batil, yang lebih batil dari orang-orang yang mengambil harta dengan cara pemaksaan, pencurian, dan semisalnya. Oleh karena itu Allah mengancam mereka dengan dua hal dengan firman-Nya: ‘Kecelakaan bagi mereka dengan apa yang mereka tulis oleh tangan-tangan mereka yang telah melakukan perubahan dan kebatilan’, dan ‘Kecelakaan bagi mereka dengan apa yang mereka peroleh dari harta’.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 56)

Berkata Al Allamah Ath Thabary dalam tafsirnya, yang dimaksud (ayat tersebut) adalah orang-orang yang mengubah-ubah kitab Allah dari kalangan Yahudi Bani Israil. Dan mereka menulis kitab berdasarkan apa yang telah mereka ubah dengan perubahan-perubahan yang menyelisihi apa yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi-Nya Musa . Lalu mereka menjualnya kepada kaum yang tidak mengetahui perubahan tersebut dan tidak pula mengetahui isi kandungan Taurat (yang asli), disebabkan kejahilan mereka terhadap kandungan kitab-kitab Allah karena ingin mendapatkan dunia yang hina. (Ath Thabary, 1/278)

Al Qurthuby t ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: “Tatkala perkara (al haq) telah hilang di tengah-tengah mereka hingga menyebabkan rusaknya mereka dan rusak pula tanggung jawab ulama mereka, lalu menenggelamkan diri-diri mereka kepada dunia karena sifat tamak dan rakusnya. Mereka pun mencari hal-hal yang bisa menyebabkan perhatian manusia tertuju kepada mereka. Maka mereka membuat perkara baru dalam syariatnya dan mengubahnya, lalu mereka sertakan ke dalam kitab Taurat sambil berkata kepada orang-orang bodoh dari mereka, “Ini berasal dari Allah”, agar mereka mau menerimanya, agar mereka kokoh jabatan kepemimpinan mereka dan mampu mengendalikan dunia serta memperoleh kotoran-kotorannya.” (Al Qurthuby, 2/7)

Penjelasan para ulama tentang ayat yang mulia ini menunjukkan, Allah Azza wa Jalla telah menyebutkan beberapa penyimpangan ahlul kitab khususnya dari kalangan Yahudi, yang menyebabkan datangnya kemurkaan Allah atas mereka, di antaranya:
1. Melakukan perubahan terhadap kitab yang Allah turunkan kepada mereka;
2. Menyembunyikan al haq dan menolaknya;
3. Ulama yang jahat;
4. Menjual agama dan akhirat dengan memperoleh dunia yang hina;
5. Mendapatkan harta milik orang lain dengan cara-cara yang haram.
Semua pelanggaran yang dilakukan dan diamalkan oleh ahlul kitab tersebut tidak mustahil akan dialami pula oleh umat Rasulullah . Bahkan dengan melihat realita umat Islam saat ini, akan ditemukan berbagai pelanggaran itu. Tidaklah ini terjadi melainkan sebagai penegasan terhadap apa yang telah disabdakan Rasulullah :

“Kalian pasti akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jika (mereka) menempuh (masuk ke) lubang biawak kalian pun akan menempuhnya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah (mereka) Yahudi dan Nashara?” Jawab (Rasulullah): “Siapa lagi?”. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari 3/3270, Muslim 4/2669, dari hadits Abu Said Al Khudry radhiallahu ’anhu)

Jika dirinci lagi, pelanggaran-pelanggaran yang menjadi sebab kemurkaan Allah terhadap ahlul kitab adalah sebagai berikut:
a. Mengubah agama Allah dan menafsirkannya dengan penafsiran batil.
(Hal ini mengakibatkan) timbulnya berbagai macam kesesatan berupa syirik, bid’ah, serta berbagai bentuk penolakan terhadap Al Qur’an dan As Sunnah, lalu menghiasinya dengan label “Islam”, “Inilah yang benar”, dan yang lainnya dari berbagai bentuk propaganda. Ini merupakan tindakan perubahan terhadap syariat Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.

Berkata Ibnul Qayyim t: “(Allah)  mencela orang-orang yang mengubah kitab-Nya dan orang awam (ahlul kitab) yang mereka tidak memiliki ilmu kecuali sekedar membaca saja, dan orang-orang yang menulis kebatilan lalu berkata: “Inilah kebenaran dan ini berasal dari Allah.” Dan (Allah) mencela pula orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan oleh Allah berupa Al Kitab yang berisi penjelas dan petunjuk, dalam beberapa tempat di dalam Al Qur’an.

Keempat jenis perbuatan tercela ini ada pada orang-orang yang berpaling dari nash-nash wahyu dan menentangnya dengan menggunakan pendapat mereka sendiri, akal, dan hawa nafsu. Terkadang mereka menyembunyikan hadits dan ayat yang bertentangan dengan pendapat mereka. Di antara mereka pula, ada beberapa golongan yang memalsukan hadits-hadits untuk menyesuaikan madzhab dan hawa nafsu mereka, baik dalam perkara ushul maupun furu’ (cabang). Lalu berkata “Ini berasal dari Allah.” Dan terkadang mereka mengarang buku-buku dengan dasar akal pikiran, perasaan, dan khayalan-khayalan mereka, lalu mengklaim bahwa (kitab-kitab) itulah yang wajib mereka ikuti dan mendahulukannya di atas nash-nash wahyu. “(Ash Shawaiq Al Mursalah, Ibnul Qayyim, 3:1049-1050)

Lalu beliau (Ibnul Qayyim) t berkata lagi: “Sesungguhnya orang-orang yang menentang wahyu dengan akal mereka ada lima kelompok:
Golongan yang menentang wahyu dengan akal pikiran dan lebih mengutamakannya di atas wahyu. Mereka berkata kepada orang yang berpegang teguh dengan wahyu: “Milik kami akal dan milik kalian adalah naql (wahyu).”

Golongan yang menolak wahyu dengan pendapat-pendapat dan qiyas-qiyas (analogi) yang batil. Mereka berkata kepada ahlul hadits (yang berpegang teguh dengan hadits nabi): ”Milik kalian hadits dan milik kami adalah pendapat dan qiyas.”
Golongan yang menolak wahyu dengan ilmu hakikat dan perasaan. Mereka berkata: “Milik kalian syariat dan milik kami taubat.”
Golongan yang menolak wahyu dengan berbagai manuver politik. Mereka berkata: “Kalian pengamal syariat sedangkan kami adalah politikus.”
Golongan yang menolak wahyu dengan pentakwilan yang batil. Mereka berkata: “Kalian ahli dzahir (mengamalkan yang lahir) dan kami ahli bathin (mengamalkan syariat secara batin).”

Setiap pendapat dari kelompok-kelompok tersebut tidak mempunyai dasar sama sekali. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, sebagaimana yang Allah firmankan:
“Bila mereka tidak menerima (ajakan)mu maka ketahuilah sesungguhnya mereka mengikuti hawa-hawa nafsu mereka.” (Al Qashas: 50)

“Dan berhukumlah di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (Al Maidah: 49)
(Ash Shawaiq Al Mursalah, 3/1051-1052)

Bandingkanlah apa yang disebutkan Ibnul Qayyim t dengan kondisi kelompok-kelompok Islam yang tersebar dewasa ini. Di antara mereka ada yang berkata:

“Islam tidaklah tegak kecuali dengan berdirinya khilafah Islamiyah.” Kemudian mereka menjadikan slogan tersebut sebagai inti dakwah dan melupakan pokok-pokok ajaran Islam yaitu menyebarkan tauhid dan Sunnah Rasulullah .

Ada lagi yang berkata: “Barangsiapa yang tidak mengenal imam zamannya, maka dia mati jahiliah”, lalu mewajibkan bai’at kepada para pengikutnya dan menganggap kafir orang yang tidak bergabung dengan kelompoknya.

Ada lagi yang berkata: “Umat ini tidak akan jaya kecuali dengan cara khuruj (keluar) di jalan Allah.” Mereka pun mengeluarkan para da’i jahil yang sangat minim ilmu agama kemudian berpindah dari masjid ke masjid.

Mereka semua mengatakan, amalan dan metode mereka berasal dari sisi Allah. Cukuplah kita mengatakan kepada mereka: “Datangkanlah dalil jika kalian orang-orang yang jujur.”
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Sun Dec 16, 2012 1:53 pm

@aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

tidak semua ahli kitab adalah kafir :

MENURUT ALQURAN AHLI KITAB TIDAK SAMA, DIANTARANYA ADA JUGA YANG BERIMAN, MEREKA MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH DI MALAM HARI, DAN MEREKA SELALU BERSUJUD KEPADA ALLAH
QS 3:113-114
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾
QS 5:83
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by Guest on Sun Dec 16, 2012 2:15 pm

@putramentari wrote:tidak semua ahli kitab adalah kafir :

MENURUT ALQURAN AHLI KITAB TIDAK SAMA, DIANTARANYA ADA JUGA YANG BERIMAN, MEREKA MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH DI MALAM HARI, DAN MEREKA SELALU BERSUJUD KEPADA ALLAH
Moncong Alloh mu kan asal jeplak ... mana pula ada disebut NAMA oknum ybs

Kalau saya bertanya siapa kah ahli kitab tersebut ... PASTI moncong mu meraung raung kaya anus ayam baru bertelur

usil

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Mon Dec 17, 2012 12:28 am

duren swt wrote:
@putramentari wrote:tidak semua ahli kitab adalah kafir :

MENURUT ALQURAN AHLI KITAB TIDAK SAMA, DIANTARANYA ADA JUGA YANG BERIMAN, MEREKA MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH DI MALAM HARI, DAN MEREKA SELALU BERSUJUD KEPADA ALLAH
Moncong Alloh mu kan asal jeplak ... mana pula ada disebut NAMA oknum ybs

Kalau saya bertanya siapa kah ahli kitab tersebut ... PASTI moncong mu meraung raung kaya anus ayam baru bertelur


memang gak ada mutunya netter satu ini, mulut besar aje di andelin, mau jadi apa kamu nak nak
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by akhi_riki on Mon Dec 17, 2012 11:26 pm

@aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

Kalau boleh, ana mo ikutan nimbrung di trid ini…sepengetahuan ana, Surah Al Bayyina ayat 6 (QS. 98:6) itu terjemahan Bahasa Indonesianya kurang tepat…

Ayat tersebut dalam bahasa Arab:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِ‌كِينَ فِي نَارِ‌ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَـٰئِكَ هُمْ شَرُّ‌ الْبَرِ‌يَّةِ

Apabila ditransliterasikan, ayat itu berbunyi:

inna alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarru albariyyati

Ana pernah diberitahu oleh ustadz ana kalo kata “min” itu, dalam bahasa Arab berarti “diantara”…kita bisa lihat itu dalam terjemahan bahasa inggris ayat tersebut:

“Indeed, they who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists will be in the fire of Hell, abiding eternally therein. Those are the worst of creatures.”

Perhatikan kata”among” diatas yang berarti “diantara”.

Sedangkan dalam kitab berbahasa Indonesia, ayat itu diterjemahkan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Tidak ada kata “min” atau “diantara” dalam terjemahan tersebut. Jadi, apabila kita menerjemahkan langsung dari Quran, ayatnya semestinya berbunyi begini:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diantara ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Apabila kita memperhatikan ayat yang telah diterjemahkan langsung diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa diantara ahli kitab ada orang kafir, tetapi tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Semoga ini bisa membantu.






akhi_riki
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 17.12.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Mon Dec 17, 2012 11:31 pm

@akhi_riki wrote:
@aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

Kalau boleh, ana mo ikutan nimbrung di trid ini…sepengetahuan ana, Surah Al Bayyina ayat 6 (QS. 98:6) itu terjemahan Bahasa Indonesianya kurang tepat…

Ayat tersebut dalam bahasa Arab:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِ‌كِينَ فِي نَارِ‌ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَـٰئِكَ هُمْ شَرُّ‌ الْبَرِ‌يَّةِ

Apabila ditransliterasikan, ayat itu berbunyi:

inna alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarru albariyyati

Ana pernah diberitahu oleh ustadz ana kalo kata “min” itu, dalam bahasa Arab berarti “diantara”…kita bisa lihat itu dalam terjemahan bahasa inggris ayat tersebut:

“Indeed, they who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists will be in the fire of Hell, abiding eternally therein. Those are the worst of creatures.”

Perhatikan kata”among” diatas yang berarti “diantara”.

Sedangkan dalam kitab berbahasa Indonesia, ayat itu diterjemahkan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Tidak ada kata “min” atau “diantara” dalam terjemahan tersebut. Jadi, apabila kita menerjemahkan langsung dari Quran, ayatnya semestinya berbunyi begini:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diantara ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Apabila kita memperhatikan ayat yang telah diterjemahkan langsung diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa diantara ahli kitab ada orang kafir, tetapi tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Semoga ini bisa membantu.






biar ajah , mereka bertahan dengan kebodohan

ne anae tambahin biar sedep :

(29) Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. (Aali Imraan: 199)

avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by Guest on Mon Dec 17, 2012 11:41 pm

@PM dodol


Lantas siapa yang di maksud Alloh mu DIANTARA ato SEBAGIAN ahli kitab

Apa termasuk gw ??
Soalnya gw ini bukan ahli lagi ... malah dah MBAH nya kitab

Moso gw harus beriman kepada TEMAN SENDIRI sesama SWT

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Mon Dec 17, 2012 11:54 pm

Kalau tidak membingungkan bukan namanya Quran.

Kira-kira ada yang bisa menjelaskan Ahli kitab yang beriman itu yang model
seperti Duren dan saya,
atau Ahli kitab yang disebut beriman adalah yang mempercayai Muhammad sebagai rasulullah? pusing

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Tue Dec 18, 2012 12:13 am

@oglikom wrote:Kalau tidak membingungkan bukan namanya Quran.

Kira-kira ada yang bisa menjelaskan Ahli kitab yang beriman itu yang model
seperti Duren dan saya,
atau Ahli kitab yang disebut beriman adalah yang mempercayai Muhammad sebagai rasulullah?

QS3:113-114

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾

QS 5:83

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Tue Dec 18, 2012 12:26 am

@putramentari wrote:
@oglikom wrote:Kalau tidak membingungkan bukan namanya Quran.

Kira-kira ada yang bisa menjelaskan Ahli kitab yang beriman itu yang model
seperti Duren dan saya,
atau Ahli kitab yang disebut beriman adalah yang mempercayai Muhammad sebagai rasulullah?

QS3:113-114

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾

QS 5:83

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾
Si PM mau bikin lelucon atau mau menunjukkan lelucon konyol dari Quran.?

Mana mungkin seorang Ahli kitab dikatakan beriman kalau bukan seorang MUALAF.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Tue Dec 18, 2012 12:30 am

@oglikom wrote:
@putramentari wrote:
@oglikom wrote:Kalau tidak membingungkan bukan namanya Quran.

Kira-kira ada yang bisa menjelaskan Ahli kitab yang beriman itu yang model
seperti Duren dan saya,
atau Ahli kitab yang disebut beriman adalah yang mempercayai Muhammad sebagai rasulullah?

QS3:113-114

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾

QS 5:83

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾
Si PM mau bikin lelucon atau mau menunjukkan lelucon konyol dari Quran.?

Mana mungkin seorang Ahli kitab dikatakan beriman kalau bukan seorang MUALAF.


Ne ane punya kisah yang bagus untuk sampeyan :

سنن الترمذي ٣٠٦٩: حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَأَبُو الْوَلِيدِ وَاللَّفْظُ لَفْظُ يَزِيدَ وَالْمَعْنَى وَاحِدٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ
أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبِيِّ نَسْأَلُهُ فَقَالَ لَا تَقُلْ نَبِيٌّ فَإِنَّهُ إِنْ سَمِعَهَا تَقُولُ نَبِيٌّ كَانَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ أَعْيُنٍ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
{ وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ }
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا تَزْنُوا وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا تَسْرِقُوا وَلَا تَسْحَرُوا وَلَا تَمْشُوا بِبَرِيءٍ إِلَى سُلْطَانٍ فَيَقْتُلَهُ وَلَا تَأْكُلُوا الرِّبَا وَلَا تَقْذِفُوا مُحْصَنَةً وَلَا تَفِرُّوا مِنْ الزَّحْفِ شَكَّ شُعْبَةُ وَعَلَيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ خَاصَّةً لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ فَقَبَّلَا يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَقَالَا نَشْهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تُسْلِمَا قَالَا إِنَّ دَاوُدَ دَعَا اللَّهَ أَنْ لَا يَزَالَ فِي ذُرِّيَّتِهِ نَبِيٌّ وَإِنَّا نَخَافُ إِنْ أَسْلَمْنَا أَنْ تَقْتُلَنَا الْيَهُودُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Sunan Tirmidzi 3069:
...Shafwan bin Assal, ada dua orang Yahudi, salah satunya berkata kepada temannya: Ikutlah bersamaku menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam ini, lalu kita tanyakan (sesuatu) padanya! ia menyahut: Jangan katakan Nabi, karena ia memiliki empat mata dan ia mendengar saat engkau mengatakan Nabi. Keduanya datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dan menanyakan fiman Allah subhanahu wata'ala: "Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu'jizat yang nyata." (Al Israa`: 101) Rasululah menjawab: "Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, janganlah kalian berzina, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, mencuri, mempelajari sihir, dan janganlah kamu membawa orang tak mempunyai kesalahan kepada penguasa dengan maksud agar si penguasa membunuhnya, mamakan riba, menuduh wanita baik-baik melakukan perzinahan, dan janganlah kalian lari dari peperangan -Syu'bah ragu- dan wajib atasmu untukmu wahai orang yahudi, janganlah melanggar hari sabtu." lalu keduanya mencium kedua tangan dan kakinya dan berikrar: Kami bersaksi bahwa engkau adalah seorang Nabi.Beliau bertanya: "Apa yang menghalangi kalian untuk masuk Islam?" mereka menjawab: Sesungguhnya Dawud pernah berdo'a keada Allah agar Allah senantiasa mengutus seorang Nabi dari keturunannya, dan kami takut jika kami masuk Islam kami akan dibunuh orang Yahudi. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Tue Dec 18, 2012 12:39 am

Saya juga punya kisah bagus untuk para Ahli kitab yang tidak mau jadi Mualaf.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid 1 Hal. 500
Rasulullah bersabda,"Aku bersumpah dengan Allah dan dengan hari-hari-Nya di Bani Israil, apakah kalian tahu bahwa jibril datang pada ku?"
Rahib-rahib Yahudi berkata,"Ya Allah, itu betul. Tapi hai Muhammad, kami memusuhinya. Ia malaikat, namun ia bersikap kasar, dan menumpahkan darah. Jika ia tidak begitu, kami pasti mengikuti mu".

Ini contoh dialog Ahli KITAB yang CERDAS.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Tue Dec 18, 2012 8:49 am

@Akhi
@akhi_riki wrote:
@aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

Kalau boleh, ana mo ikutan nimbrung di trid ini…sepengetahuan ana, Surah Al Bayyina ayat 6 (QS. 98:6) itu terjemahan Bahasa Indonesianya kurang tepat…

Ayat tersebut dalam bahasa Arab:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِ‌كِينَ فِي نَارِ‌ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَـٰئِكَ هُمْ شَرُّ‌ الْبَرِ‌يَّةِ

Apabila ditransliterasikan, ayat itu berbunyi:

inna alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarru albariyyati

Ana pernah diberitahu oleh ustadz ana kalo kata “min” itu, dalam bahasa Arab berarti “diantara”…kita bisa lihat itu dalam terjemahan bahasa inggris ayat tersebut:

“Indeed, they who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists will be in the fire of Hell, abiding eternally therein. Those are the worst of creatures.”

Perhatikan kata”among” diatas yang berarti “diantara”.

Sedangkan dalam kitab berbahasa Indonesia, ayat itu diterjemahkan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Tidak ada kata “min” atau “diantara” dalam terjemahan tersebut. Jadi, apabila kita menerjemahkan langsung dari Quran, ayatnya semestinya berbunyi begini:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diantara ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Apabila kita memperhatikan ayat yang telah diterjemahkan langsung diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa diantara ahli kitab ada orang kafir, tetapi tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Semoga ini bisa membantu.

Terjemahan Quran memang banyak yang tidak sesuai dengan aslinya bahkan memang sengaja di rubah ataupun di hilangkan seperti yang Akhi jelaskan diatas.
Semua ini adalah usaha orang Islam untuk menutupi kekurangan dan kekonyolan Quran bila diterjemahkan dalam bahasa aslinya.
Saya juga pernah mengetahui debat antara seorang Netter Murtadin dan Netter Muslim di FFI ahli Bahasa Arab yang mengatakan bahwa Al-quran di tulis bukan dalam Bahasa Arab tetapi SERUMPUN DENGAN BAHASA ARAB.

Kembali soal kata "MIN" yang kalau diterjemahkan "ANTARA" ini tidak di sebutkan atau di hilangkan dari surah Al-Bayyina.6 sudah merubah arti keseluruhan AYAT tersebut.

Dan ini adalah perbuatan orang Islam sendiri yang berlaku curang terhadap kitab sucinya dan bisa kita bayangkan apa yang terjadi pada umatnya, pasti TERSESAT.






oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Wed Dec 19, 2012 12:21 pm

@oglikom wrote:@Akhi
@akhi_riki wrote:
@aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

Kalau boleh, ana mo ikutan nimbrung di trid ini…sepengetahuan ana, Surah Al Bayyina ayat 6 (QS. 98:6) itu terjemahan Bahasa Indonesianya kurang tepat…

Ayat tersebut dalam bahasa Arab:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِ‌كِينَ فِي نَارِ‌ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَـٰئِكَ هُمْ شَرُّ‌ الْبَرِ‌يَّةِ

Apabila ditransliterasikan, ayat itu berbunyi:

inna alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarru albariyyati

Ana pernah diberitahu oleh ustadz ana kalo kata “min” itu, dalam bahasa Arab berarti “diantara”…kita bisa lihat itu dalam terjemahan bahasa inggris ayat tersebut:

“Indeed, they who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists will be in the fire of Hell, abiding eternally therein. Those are the worst of creatures.”

Perhatikan kata”among” diatas yang berarti “diantara”.

Sedangkan dalam kitab berbahasa Indonesia, ayat itu diterjemahkan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Tidak ada kata “min” atau “diantara” dalam terjemahan tersebut. Jadi, apabila kita menerjemahkan langsung dari Quran, ayatnya semestinya berbunyi begini:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diantara ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Apabila kita memperhatikan ayat yang telah diterjemahkan langsung diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa diantara ahli kitab ada orang kafir, tetapi tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Semoga ini bisa membantu.

Terjemahan Quran memang banyak yang tidak sesuai dengan aslinya bahkan memang sengaja di rubah ataupun di hilangkan seperti yang Akhi jelaskan diatas.
Semua ini adalah usaha orang Islam untuk menutupi kekurangan dan kekonyolan Quran bila diterjemahkan dalam bahasa aslinya.
Saya juga pernah mengetahui debat antara seorang Netter Murtadin dan Netter Muslim di FFI ahli Bahasa Arab yang mengatakan bahwa Al-quran di tulis bukan dalam Bahasa Arab tetapi SERUMPUN DENGAN BAHASA ARAB.

Kembali soal kata "MIN" yang kalau diterjemahkan "ANTARA" ini tidak di sebutkan atau di hilangkan dari surah Al-Bayyina.6 sudah merubah arti keseluruhan AYAT tersebut.

Dan ini adalah perbuatan orang Islam sendiri yang berlaku curang terhadap kitab sucinya dan bisa kita bayangkan apa yang terjadi pada umatnya, pasti TERSESAT.






itulah gunanya ilmu tafsir, tidak boleh membuat penfsiran seenak perut
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by isaku on Wed Dec 19, 2012 12:38 pm

@oglikom wrote:Terjemahan Quran memang banyak yang tidak sesuai dengan aslinya bahkan memang sengaja di rubah ataupun di hilangkan seperti yang Akhi jelaskan diatas.
Semua ini adalah usaha orang Islam untuk menutupi kekurangan dan kekonyolan Quran bila diterjemahkan dalam bahasa aslinya.
Saya juga pernah mengetahui debat antara seorang Netter Murtadin dan Netter Muslim di FFI ahli Bahasa Arab yang mengatakan bahwa Al-quran di tulis bukan dalam Bahasa Arab tetapi SERUMPUN DENGAN BAHASA ARAB.

Kembali soal kata "MIN" yang kalau diterjemahkan "ANTARA" ini tidak di sebutkan atau di hilangkan dari surah Al-Bayyina.6 sudah merubah arti keseluruhan AYAT tersebut.

Dan ini adalah perbuatan orang Islam sendiri yang berlaku curang terhadap kitab sucinya dan bisa kita bayangkan apa yang terjadi pada umatnya, pasti TERSESAT.
jangankan bahasa arab yg ente kaga ngarti kom. basa endonesa saja kaga nangkep2 ente...
btw, udah jadi ikutan les blom??? piss

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by nasigoreng on Wed Dec 19, 2012 1:11 pm

@putramentari wrote:itulah gunanya ilmu tafsir, tidak boleh membuat penfsiran seenak perut

Nah, inilah yang membuat para Ahli tafsir setara dengan Nabi Muhammad.
Btw, Memangnya Para ahli tafsir terima Firman dari Allah SWT ?


nasigoreng
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 147
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Indonesia
Join date : 27.11.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by Guest on Wed Dec 19, 2012 1:16 pm

@putramentari wrote:

itulah gunanya ilmu tafsir, tidak boleh membuat penfsiran seenak perut
Berarti elo SETUJU dengan tafsir Ibnu Katsir bahwa BAULUS adalah rosul si Tuhan Arab ??

ketawa guling

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik