FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

siapa saja yang disebut ahlikitab?

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Tue Jul 10, 2012 2:42 pm

First topic message reminder :

Ahli kitab adalah sebutan dari Al-Quran kepada para pemeluk agama sebelum Nabi Muhamamad dimana kepada mereka juga diturunkan kitab Allah. Lebih spesifiknya mereka itu adalah yahudi dan nasrani. Dan termasuk pecahan-pecahannya.

Ijab kabul dengan wanita ahli kitab adalah seperti ijab kabul dalam Islam umunya, yaitu harus ada wali pihak wanita dan dua saksi laki-laki. Juga mahar dan akad nikah dimana wali wanita menyatakan bahwa dia mengawinkan calon suami (muslim) dengan anaknya dengan mahar sekian. Dan calon suami menjawab,”saya terima”.

Sembelihan ahli kitab hukumnya halal bagi muslim sesuai dengan ayat Al-Quran:

"Hari ini dihalalkan yang baik-baik buat kamu dan begitu juga makanan orang-orang yang pernah diberi kitab (ahli kitab) adalah halal buat kamu, dan sebaliknya makananmu halal buat mereka." (al-Maidah: 5)

Maksud ayat di atas secara ringkas: bahwa hari ini semua yang baik, halal buat kamu, karena itu tidak ada lagi apa yang disebut: Bahirah, saibah, washilah dan ham. Dan makanan ahli kitab pun halal buat kamu sesuai dengan hukum asal dimana samasekali Allah tidak mengharamkannya, dan sebaliknya makananmu pun halal buat mereka.

Jadi kamu boleh makan binatang yang disembelih dan diburu oleh ahli kitab, dan sebaliknya kamu boleh memberi makan ahli kitab dengan binatang yang kamu sembelih atau yang kamu buru.

Islam bersifat keras terhadap orang musyrik tetapi terhadap ahli kitab sangat lunak dan mempermudah, karena mereka ini lebih dekat kepada orang mu‘min, sebab sama-sama mengakui wahyu Allah, mengakui kenabian dan pokok-pokok agama secara global.

Justru itu pula kita dianjurkan untuk menaruh mawaddah terhadap mereka, boleh makan makanan mereka, boleh kawin dengan perempuan-perempuan mereka dan bergaul dengan baik bersama mereka. Sebab kalau mereka itu sudah bergaul dengan kita dan memeluk Islam dengan penuh keyakinan dan kesadaran, mereka pun akan tahu bahwa agama kita itu justru agama mereka juga dalam pengertian yang lebih tinggi, lebih sempurna bentuk-bentuknya dan lebih bersih lembaran-lembarannya dari segala macam bid‘ah, kebatilan dan persekutuan.

Perkataan makanan ahli kitab adalah suatu ungkapan yang bersifat umum, meliputi seluruh macam makanan: sembelihannya, biji-bijiannya dan sebagainya. Semua ini halal buat kita, selama barang-barang tersebut tidak termasuk kategori haram, karena zatnya seperti darah, bangkai dan daging babi. Semua ini tidak boleh kita makan dengan ijma‘ ulama, baik barang-barang tersebut makanan ahli kitab ataupun milik orang muslim.

Kita tahu bagaimana Islam memperkeras persoalan penyembelihan dan menganggap penting persoalan ini. Hal ini adalah justru karena orang-orang musyrik Arab dan pengikut-pengikut agama lain telah menjadikan penyembelihan termasuk persoalan ibadah, bahkan masuk persoalan keyakinan dan pokok kepercayaan agama. Oleh karena itu menyembelih, mereka jadikan sebagai sesuatu cara untuk berbakti kepada tuhannya, maka disembelihnya binatang untuk berhala atau dengan menyebut nama tuhannya. Kemudian datanglah Islam menghapus cara-cara ini dan mewajibkan untuk tidak menyebut kecuali asma‘ Allah, serta mengharamkan binatang yang disembelih untuk berhala dan dengan menyebut nama berhala.

Kemudian setelah ahli kitab yang semula adalah bertauhid itu telah banyak dipengaruhi oleh perasaan-perasaan syirik dan samasekali tidak melepaskan dari kesyirikanriya yang dulu-dulu, sehingga sementara orang Islam menganggap, bahwa mereka tidak bisa lagi bergaul dan bertemu dengan mereka sebagaimana halnya terhadap orang-orang musyrik lainnya, maka Allah memberikan perkenan (rukhsah) kepada mereka untuk makan makanan ahli kitab sebagaimana halnya dalam persoalan-persoalan perkawinan.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Wed Dec 19, 2012 3:59 pm

duren swt wrote:
putramentari wrote:

itulah gunanya ilmu tafsir, tidak boleh membuat penfsiran seenak perut
Berarti elo SETUJU dengan tafsir Ibnu Katsir bahwa BAULUS adalah rosul si Tuhan Arab ??


oh trit sampeyan yang super jadul itu, udah dijawab tuch
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Wed Dec 19, 2012 7:37 pm

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakan: “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al Baqarah: 79)


Penjelasan Mufradat (Kosakata) Khusus

Para ulama berselisih pendapat dalam menafsirkan kata wail. Ada yang menafsirkannya dengan adzab (siksaan) atas mereka, sebagaimana terdapat dalam riwayat Ibnu Abbas. Ada pula yang mengatakan “lembah yang terdapat di dasar neraka, yang di dalamnya mengalir nanah”, dan ada pula yang menafsirkan lain. Sementara Asy Syaikh As Sa’dy mengatakan, wail adalah kerasnya siksaan dan penyesalan, yang di dalamnya mengandung ancaman yang sangat keras. (Lihat Taisir Al Karimir Rahman hal. 56, dan lihat perselisihan ulama dalam menafsirkan kata ini dalam Tafsir Ath Thabary, 1/274, Ma’alim At Tanzil, 1/110).

“dengan tangan-tangan mereka”

Ada dua kemungkinan yang dimaksud dengan lafadz ini:
Pertama, sebagai ta’kid (penguat) dari kata “menulis”, sebab tidak mungkin seseorang dikatakan menulis kecuali dengan menggunakan tangan. Ini serupa dengan firman Allah yang lainnya:

“dan tidaklah burung terbang dengan sayapnya”
Dan juga firman-Nya:

“mereka berkata dengan mulut-mulut mereka”
Kedua, untuk menjelaskan dosa mereka dan menetapkan kelancangan mereka, karena orang yang melakukan (secara langsung) perbuatan tersebut lebih keji daripada orang yang bukan pelakunya (secara langsung) meski (perbuatan itu) merupakan buah pikirannya. (Al Qurthuby, 2/9)

Asal makna Al Kasbu adalah beramal. Maka setiap orang yang mengamalkan secara langsung dikatakan Al Kasib. (Ath Thabary 1/380)

Penjelasan Ayat

Berkata Al ‘Allamah (orang yang dalam ilmunya) Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy t: “Allah  mengancam orang-orang yang melakukan perubahan terhadap Al Kitab, yaitu orang-orang yang mengatakan “Ini berasal dari sisi Allah” terhadap apa yang telah mereka rubah dan mereka tulis. Dan ini merupakan idzhar (penampakan) kebatilan dan menyembunyikan al haq (kebenaran). Mereka melakukan hal itu dalam keadaan berilmu, namun hendak menjualnya dengan harga yang sedikit dan dunia seluruhnya dari awal hingga akhir merupakan harga yang sedikit. Lalu mereka jadikan kebatilan itu sebagai umpan untuk mengambil apa-apa yang ada di tangan manusia.

Mereka telah mendzalimi manusia dari dua sisi, yaitu mengkaburkan agama dan di sisi lain mengambil harta manusia tanpa haq. Bahkan dengan cara paling batil, yang lebih batil dari orang-orang yang mengambil harta dengan cara pemaksaan, pencurian, dan semisalnya. Oleh karena itu Allah mengancam mereka dengan dua hal dengan firman-Nya: ‘Kecelakaan bagi mereka dengan apa yang mereka tulis oleh tangan-tangan mereka yang telah melakukan perubahan dan kebatilan’, dan ‘Kecelakaan bagi mereka dengan apa yang mereka peroleh dari harta’.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 56)

Berkata Al Allamah Ath Thabary dalam tafsirnya, yang dimaksud (ayat tersebut) adalah orang-orang yang mengubah-ubah kitab Allah dari kalangan Yahudi Bani Israil. Dan mereka menulis kitab berdasarkan apa yang telah mereka ubah dengan perubahan-perubahan yang menyelisihi apa yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi-Nya Musa . Lalu mereka menjualnya kepada kaum yang tidak mengetahui perubahan tersebut dan tidak pula mengetahui isi kandungan Taurat (yang asli), disebabkan kejahilan mereka terhadap kandungan kitab-kitab Allah karena ingin mendapatkan dunia yang hina. (Ath Thabary, 1/278)

Al Qurthuby t ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: “Tatkala perkara (al haq) telah hilang di tengah-tengah mereka hingga menyebabkan rusaknya mereka dan rusak pula tanggung jawab ulama mereka, lalu menenggelamkan diri-diri mereka kepada dunia karena sifat tamak dan rakusnya. Mereka pun mencari hal-hal yang bisa menyebabkan perhatian manusia tertuju kepada mereka. Maka mereka membuat perkara baru dalam syariatnya dan mengubahnya, lalu mereka sertakan ke dalam kitab Taurat sambil berkata kepada orang-orang bodoh dari mereka, “Ini berasal dari Allah”, agar mereka mau menerimanya, agar mereka kokoh jabatan kepemimpinan mereka dan mampu mengendalikan dunia serta memperoleh kotoran-kotorannya.” (Al Qurthuby, 2/7)

Penjelasan para ulama tentang ayat yang mulia ini menunjukkan, Allah Azza wa Jalla telah menyebutkan beberapa penyimpangan ahlul kitab khususnya dari kalangan Yahudi, yang menyebabkan datangnya kemurkaan Allah atas mereka, di antaranya:
1. Melakukan perubahan terhadap kitab yang Allah turunkan kepada mereka;
2. Menyembunyikan al haq dan menolaknya;
3. Ulama yang jahat;
4. Menjual agama dan akhirat dengan memperoleh dunia yang hina;
5. Mendapatkan harta milik orang lain dengan cara-cara yang haram.
Semua pelanggaran yang dilakukan dan diamalkan oleh ahlul kitab tersebut tidak mustahil akan dialami pula oleh umat Rasulullah . Bahkan dengan melihat realita umat Islam saat ini, akan ditemukan berbagai pelanggaran itu. Tidaklah ini terjadi melainkan sebagai penegasan terhadap apa yang telah disabdakan Rasulullah :

“Kalian pasti akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jika (mereka) menempuh (masuk ke) lubang biawak kalian pun akan menempuhnya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah (mereka) Yahudi dan Nashara?” Jawab (Rasulullah): “Siapa lagi?”. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari 3/3270, Muslim 4/2669, dari hadits Abu Said Al Khudry radhiallahu ’anhu)

Jika dirinci lagi, pelanggaran-pelanggaran yang menjadi sebab kemurkaan Allah terhadap ahlul kitab adalah sebagai berikut:
a. Mengubah agama Allah dan menafsirkannya dengan penafsiran batil.
(Hal ini mengakibatkan) timbulnya berbagai macam kesesatan berupa syirik, bid’ah, serta berbagai bentuk penolakan terhadap Al Qur’an dan As Sunnah, lalu menghiasinya dengan label “Islam”, “Inilah yang benar”, dan yang lainnya dari berbagai bentuk propaganda. Ini merupakan tindakan perubahan terhadap syariat Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.

Berkata Ibnul Qayyim t: “(Allah)  mencela orang-orang yang mengubah kitab-Nya dan orang awam (ahlul kitab) yang mereka tidak memiliki ilmu kecuali sekedar membaca saja, dan orang-orang yang menulis kebatilan lalu berkata: “Inilah kebenaran dan ini berasal dari Allah.” Dan (Allah) mencela pula orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan oleh Allah berupa Al Kitab yang berisi penjelas dan petunjuk, dalam beberapa tempat di dalam Al Qur’an.

Keempat jenis perbuatan tercela ini ada pada orang-orang yang berpaling dari nash-nash wahyu dan menentangnya dengan menggunakan pendapat mereka sendiri, akal, dan hawa nafsu. Terkadang mereka menyembunyikan hadits dan ayat yang bertentangan dengan pendapat mereka. Di antara mereka pula, ada beberapa golongan yang memalsukan hadits-hadits untuk menyesuaikan madzhab dan hawa nafsu mereka, baik dalam perkara ushul maupun furu’ (cabang). Lalu berkata “Ini berasal dari Allah.” Dan terkadang mereka mengarang buku-buku dengan dasar akal pikiran, perasaan, dan khayalan-khayalan mereka, lalu mengklaim bahwa (kitab-kitab) itulah yang wajib mereka ikuti dan mendahulukannya di atas nash-nash wahyu. “(Ash Shawaiq Al Mursalah, Ibnul Qayyim, 3:1049-1050)

Lalu beliau (Ibnul Qayyim) t berkata lagi: “Sesungguhnya orang-orang yang menentang wahyu dengan akal mereka ada lima kelompok:
Golongan yang menentang wahyu dengan akal pikiran dan lebih mengutamakannya di atas wahyu. Mereka berkata kepada orang yang berpegang teguh dengan wahyu: “Milik kami akal dan milik kalian adalah naql (wahyu).”

Golongan yang menolak wahyu dengan pendapat-pendapat dan qiyas-qiyas (analogi) yang batil. Mereka berkata kepada ahlul hadits (yang berpegang teguh dengan hadits nabi): ”Milik kalian hadits dan milik kami adalah pendapat dan qiyas.”
Golongan yang menolak wahyu dengan ilmu hakikat dan perasaan. Mereka berkata: “Milik kalian syariat dan milik kami taubat.”
Golongan yang menolak wahyu dengan berbagai manuver politik. Mereka berkata: “Kalian pengamal syariat sedangkan kami adalah politikus.”
Golongan yang menolak wahyu dengan pentakwilan yang batil. Mereka berkata: “Kalian ahli dzahir (mengamalkan yang lahir) dan kami ahli bathin (mengamalkan syariat secara batin).”

Setiap pendapat dari kelompok-kelompok tersebut tidak mempunyai dasar sama sekali. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, sebagaimana yang Allah firmankan:
“Bila mereka tidak menerima (ajakan)mu maka ketahuilah sesungguhnya mereka mengikuti hawa-hawa nafsu mereka.” (Al Qashas: 50)

“Dan berhukumlah di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (Al Maidah: 49)
(Ash Shawaiq Al Mursalah, 3/1051-1052)

Bandingkanlah apa yang disebutkan Ibnul Qayyim t dengan kondisi kelompok-kelompok Islam yang tersebar dewasa ini. Di antara mereka ada yang berkata:

“Islam tidaklah tegak kecuali dengan berdirinya khilafah Islamiyah.” Kemudian mereka menjadikan slogan tersebut sebagai inti dakwah dan melupakan pokok-pokok ajaran Islam yaitu menyebarkan tauhid dan Sunnah Rasulullah .

Ada lagi yang berkata: “Barangsiapa yang tidak mengenal imam zamannya, maka dia mati jahiliah”, lalu mewajibkan bai’at kepada para pengikutnya dan menganggap kafir orang yang tidak bergabung dengan kelompoknya.

Ada lagi yang berkata: “Umat ini tidak akan jaya kecuali dengan cara khuruj (keluar) di jalan Allah.” Mereka pun mengeluarkan para da’i jahil yang sangat minim ilmu agama kemudian berpindah dari masjid ke masjid.

Mereka semua mengatakan, amalan dan metode mereka berasal dari sisi Allah. Cukuplah kita mengatakan kepada mereka: “Datangkanlah dalil jika kalian orang-orang yang jujur.”

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 2:35 am

putramentari wrote:
oglikom wrote:@Akhi
akhi_riki wrote:
aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.

Kalau boleh, ana mo ikutan nimbrung di trid ini…sepengetahuan ana, Surah Al Bayyina ayat 6 (QS. 98:6) itu terjemahan Bahasa Indonesianya kurang tepat…

Ayat tersebut dalam bahasa Arab:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِ‌كِينَ فِي نَارِ‌ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَـٰئِكَ هُمْ شَرُّ‌ الْبَرِ‌يَّةِ

Apabila ditransliterasikan, ayat itu berbunyi:

inna alladziina kafaruu min ahli alkitaabi waalmusyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarru albariyyati

Ana pernah diberitahu oleh ustadz ana kalo kata “min” itu, dalam bahasa Arab berarti “diantara”…kita bisa lihat itu dalam terjemahan bahasa inggris ayat tersebut:

“Indeed, they who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists will be in the fire of Hell, abiding eternally therein. Those are the worst of creatures.”

Perhatikan kata”among” diatas yang berarti “diantara”.

Sedangkan dalam kitab berbahasa Indonesia, ayat itu diterjemahkan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Tidak ada kata “min” atau “diantara” dalam terjemahan tersebut. Jadi, apabila kita menerjemahkan langsung dari Quran, ayatnya semestinya berbunyi begini:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diantara ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Apabila kita memperhatikan ayat yang telah diterjemahkan langsung diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa diantara ahli kitab ada orang kafir, tetapi tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Semoga ini bisa membantu.

Terjemahan Quran memang banyak yang tidak sesuai dengan aslinya bahkan memang sengaja di rubah ataupun di hilangkan seperti yang Akhi jelaskan diatas.
Semua ini adalah usaha orang Islam untuk menutupi kekurangan dan kekonyolan Quran bila diterjemahkan dalam bahasa aslinya.
Saya juga pernah mengetahui debat antara seorang Netter Murtadin dan Netter Muslim di FFI ahli Bahasa Arab yang mengatakan bahwa Al-quran di tulis bukan dalam Bahasa Arab tetapi SERUMPUN DENGAN BAHASA ARAB.

Kembali soal kata "MIN" yang kalau diterjemahkan "ANTARA" ini tidak di sebutkan atau di hilangkan dari surah Al-Bayyina.6 sudah merubah arti keseluruhan AYAT tersebut.

Dan ini adalah perbuatan orang Islam sendiri yang berlaku curang terhadap kitab sucinya dan bisa kita bayangkan apa yang terjadi pada umatnya, pasti TERSESAT.


itulah gunanya ilmu tafsir, tidak boleh membuat penfsiran seenak perut
Siapa yang bicara soal tafsir.....????

Yang saya bicarakan adalah manipulasi.....ayat Quran saja di KORUPSI apalagi dengan barang yang mempunyai NILAI pasti di KORUPSI secara berjamaah.

Tidak ada yang bisa dipertahankan lagi untuk Islam. joged

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by ustdzman on Thu Dec 20, 2012 10:53 am

tidak semua ahli kitab adalah kafir :

MENURUT ALQURAN AHLI KITAB TIDAK SAMA, DIANTARANYA ADA JUGA YANG BERIMAN, MEREKA MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH DI MALAM HARI, DAN MEREKA SELALU BERSUJUD KEPADA ALLAH

Ada begitu banyak kejanggalan ajaran Islam/Quran jika kita mau sedikit menganalisa:

Pertama:
Bagaimana mungkin ada ahli Kitab yg masih beriman dan membaca ayat2 Allah yang benar jika menurut islam Taurat dan Injil (ayat2 Allah yg benar) sudah tidak terpelihara (sudah tidak ada lagi) yg asli (sehingga yg kemudian quran dtg utk mengkoreksi)?

Kedua:
Jika Ahli Kitab tsb benar2 beriman dan membaca ayat2 Allah, maka seharusnya ia akan menjadi muslim, krn menurut Quran, dlm Taurat/Injil yg asli terdapat nubuat ttg nabi muhammad, sehingga bagaimana mungkin "pada hari ini" saat QS Al maidah 5 diturunkan, masih ada (dibedakan) golongan Ahli Kitab jika saat itu Ahli Kitab yg benar2 lurus tsb sudah menjadi muslim (umat muhammad)?


ustdzman
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 2
Kepercayaan : Katolik
Location : Solo
Join date : 19.12.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 11:08 am

yes
Memang OTAK Non-Muslim lebih CESPLENG alias Cemerlang.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Thu Dec 20, 2012 11:59 am

ustdzman wrote:
tidak semua ahli kitab adalah kafir :

MENURUT ALQURAN AHLI KITAB TIDAK SAMA, DIANTARANYA ADA JUGA YANG BERIMAN, MEREKA MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH DI MALAM HARI, DAN MEREKA SELALU BERSUJUD KEPADA ALLAH

Ada begitu banyak kejanggalan ajaran Islam/Quran jika kita mau sedikit menganalisa:

Pertama:
Bagaimana mungkin ada ahli Kitab yg masih beriman dan membaca ayat2 Allah yang benar jika menurut islam Taurat dan Injil (ayat2 Allah yg benar) sudah tidak terpelihara (sudah tidak ada lagi) yg asli (sehingga yg kemudian quran dtg utk mengkoreksi)?

Kedua:
Jika Ahli Kitab tsb benar2 beriman dan membaca ayat2 Allah, maka seharusnya ia akan menjadi muslim, krn menurut Quran, dlm Taurat/Injil yg asli terdapat nubuat ttg nabi muhammad, sehingga bagaimana mungkin "pada hari ini" saat QS Al maidah 5 diturunkan, masih ada (dibedakan) golongan Ahli Kitab jika saat itu Ahli Kitab yg benar2 lurus tsb sudah menjadi muslim (umat muhammad)?


QS 6;91
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِّن شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوا أَنتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ [٦:٩١]
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
﴿٩١﴾

bagi ahli kitab yang yang tidak beriman mereka menyangkal dengan berkata "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". kemudian mereka cerai beraikan mereka perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya.

tapi bagi yang beriman :

QS3:113-114

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾

QS 5:83
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾

avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 12:39 pm

@PM
Dudul jangan di pelihara, kalau Ahlikitab beriman pada Quran dan Muhammad itu namanya Mualaf bukan lagi Ahli kitab.


oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Thu Dec 20, 2012 12:56 pm

oglikom wrote:@PM
Dudul jangan di pelihara, kalau Ahlikitab beriman pada Quran dan Muhammad itu namanya Mualaf bukan lagi Ahli kitab.

itu bagi ahli kitab yang sempat ketemu dengan Ajaran Nabi Muhammad, dan bagi yang belum mengenal ajaran nabi Muhammad tetap ada yang beriman :

QS3:113-114
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 1:02 pm

putramentari wrote:
oglikom wrote:@PM
Dudul jangan di pelihara, kalau Ahlikitab beriman pada Quran dan Muhammad itu namanya Mualaf bukan lagi Ahli kitab.

itu bagi ahli kitab yang sempat ketemu dengan Ajaran Nabi Muhammad, dan bagi yang belum mengenal ajaran nabi Muhammad tetap ada yang beriman :

QS3:113-114
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾
Jawab dengan jelas dhunk.
Apakah Ahlikitab yang beriman kepada Muhammad masih dikatakan Ahlikitab?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Thu Dec 20, 2012 3:58 pm

oglikom wrote:
putramentari wrote:
oglikom wrote:@PM
Dudul jangan di pelihara, kalau Ahlikitab beriman pada Quran dan Muhammad itu namanya Mualaf bukan lagi Ahli kitab.

itu bagi ahli kitab yang sempat ketemu dengan Ajaran Nabi Muhammad, dan bagi yang belum mengenal ajaran nabi Muhammad tetap ada yang beriman :

QS3:113-114
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾
Jawab dengan jelas dhunk.
Apakah Ahlikitab yang beriman kepada Muhammad masih dikatakan Ahlikitab?

tentu sudah jadi muallaf
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by abu hanan on Thu Dec 20, 2012 4:52 pm

aliumar wrote:Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [Al-Maidah : 5]

Dari ayat tsb maka jelas
(I) halal hukumnya pria muslim mengawini wanita ahli kitab.

TETAPI bermasalah dan bertentangan dgn ayat2 berikut:

(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :

(2)a) orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”[Al-Bayyinah : 1]

b) Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik” [Al-Bayyinah : 6]

(1) dan (2)a,b---> (II) haram mengawini ahli kitab.

(I) bertentangan dgn (II)---> KONTRADIKSI quran.
(1) Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanah : 10]
kelanjutannyah ;
dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar


artinyah ; wanita yang dinikahi MURTAD,bukan dari awal pernikahan adalah ahli kitab.
TELAH ada mahar kan?berarti uda menikah lantas kafir...dan itu berarti murtad.

dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :
enggak semua.

3.113 = Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
3.114 = Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

Mereka = ahli kitab


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 7:46 pm

abu hanan wrote:
dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :
enggak semua.

3.113 = Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
3.114 = Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

Mereka = ahli kitab

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka, berkatalah dia:"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah?"Para hawariyyin menjawab:"Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah kami adalah orang-orang yang berserah diri.[Qs 3.52]

Para hawariyyin yang natobene adalah para pengikut Isa AS tersebut, apakah termasuk golongan Mereka=ahli kitab seperti Mbah jelaskan di atas?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by akhi_riki on Thu Dec 20, 2012 7:57 pm

putramentari wrote:
ustdzman wrote:
tidak semua ahli kitab adalah kafir :

MENURUT ALQURAN AHLI KITAB TIDAK SAMA, DIANTARANYA ADA JUGA YANG BERIMAN, MEREKA MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH DI MALAM HARI, DAN MEREKA SELALU BERSUJUD KEPADA ALLAH

Ada begitu banyak kejanggalan ajaran Islam/Quran jika kita mau sedikit menganalisa:

Pertama:
Bagaimana mungkin ada ahli Kitab yg masih beriman dan membaca ayat2 Allah yang benar jika menurut islam Taurat dan Injil (ayat2 Allah yg benar) sudah tidak terpelihara (sudah tidak ada lagi) yg asli (sehingga yg kemudian quran dtg utk mengkoreksi)?

Kedua:
Jika Ahli Kitab tsb benar2 beriman dan membaca ayat2 Allah, maka seharusnya ia akan menjadi muslim, krn menurut Quran, dlm Taurat/Injil yg asli terdapat nubuat ttg nabi muhammad, sehingga bagaimana mungkin "pada hari ini" saat QS Al maidah 5 diturunkan, masih ada (dibedakan) golongan Ahli Kitab jika saat itu Ahli Kitab yg benar2 lurus tsb sudah menjadi muslim (umat muhammad)?


QS 6;91
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِّن شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوا أَنتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ [٦:٩١]
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
﴿٩١﴾

bagi ahli kitab yang yang tidak beriman mereka menyangkal dengan berkata "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". kemudian mereka cerai beraikan mereka perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya.

tapi bagi yang beriman :

QS3:113-114

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾

QS 5:83
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾


Menurut ana, QS. 5:83 perlu dibahas lebih lanjut, terutama bagian ini…”kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)”…menurut ana, bagian itu jelas sekali menunjukkan bahwa sebenarnya kebenaran Quran itu sudah terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah sebelumnya…itu berarti bahwa ahli kitab tidak sama dengan muallaf dan tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Sedangkan bagian ini “seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).” itu secara tidak langsung merupakan pengakuan bahwa ahli kitab itu dasar akidahnya sama dgn kaum Muslim, hanya mereka belum menyadarinya.

Itu pendapat ana, apabila ada yg berpendapat lain, silahkan.

akhi_riki
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 14
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 17.12.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 8:53 pm

akhi_riki wrote:
QS 5:83
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾


Menurut ana, QS. 5:83 perlu dibahas lebih lanjut, terutama bagian ini…”kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)”…menurut ana, bagian itu jelas sekali menunjukkan bahwa sebenarnya kebenaran Quran itu sudah terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah sebelumnya…itu berarti bahwa ahli kitab tidak sama dengan muallaf dan tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Sedangkan bagian ini “seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).” itu secara tidak langsung merupakan pengakuan bahwa ahli kitab itu dasar akidahnya sama dgn kaum Muslim, hanya mereka belum menyadarinya.

Itu pendapat ana, apabila ada yg berpendapat lain, silahkan.
Memang demi membela terjemahan yang di korupsi dan kata tambahan dalam kurung orang Islam rela menggadaikan otak warasnya.

Ahli Kitab kalau memang mengetahui kebenaran dan menjadi SAKSI kenabian Muhammad saw itu namanya MUSLIM alias MUALAF . panas

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by putramentari on Thu Dec 20, 2012 11:38 pm

oglikom wrote:
akhi_riki wrote:
QS 5:83
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾



Menurut ana, QS. 5:83 perlu dibahas lebih lanjut, terutama bagian ini…”kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)”…menurut ana, bagian itu jelas sekali menunjukkan bahwa sebenarnya kebenaran Quran itu sudah terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah sebelumnya…itu berarti bahwa ahli kitab tidak sama dengan muallaf dan tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Sedangkan bagian ini “seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).” itu secara tidak langsung merupakan pengakuan bahwa ahli kitab itu dasar akidahnya sama dgn kaum Muslim, hanya mereka belum menyadarinya.

Itu pendapat ana, apabila ada yg berpendapat lain, silahkan.
Memang demi membela terjemahan yang di korupsi dan kata tambahan dalam kurung orang Islam rela menggadaikan otak warasnya.

Ahli Kitab kalau memang mengetahui kebenaran dan menjadi SAKSI kenabian Muhammad saw itu namanya MUSLIM alias MUALAF .

lha itu bagi ahli kitab yang sempat ketemu dengan Nabi Muhammad, tapi walaupun ahli kitab ada yang tidak sempat ketemu, sebagian ada yang beriman :


QS3:113-114
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Thu Dec 20, 2012 11:55 pm

putramentari wrote:
oglikom wrote:
akhi_riki wrote:
QS 5:83
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ [٥:٨٣]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
﴿٨٣﴾



Menurut ana, QS. 5:83 perlu dibahas lebih lanjut, terutama bagian ini…”kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)”…menurut ana, bagian itu jelas sekali menunjukkan bahwa sebenarnya kebenaran Quran itu sudah terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah sebelumnya…itu berarti bahwa ahli kitab tidak sama dengan muallaf dan tidak semua ahli kitab adalah kafir.

Sedangkan bagian ini “seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).” itu secara tidak langsung merupakan pengakuan bahwa ahli kitab itu dasar akidahnya sama dgn kaum Muslim, hanya mereka belum menyadarinya.

Itu pendapat ana, apabila ada yg berpendapat lain, silahkan.
Memang demi membela terjemahan yang di korupsi dan kata tambahan dalam kurung orang Islam rela menggadaikan otak warasnya.

Ahli Kitab kalau memang mengetahui kebenaran dan menjadi SAKSI kenabian Muhammad saw itu namanya MUSLIM alias MUALAF .

lha itu bagi ahli kitab yang sempat ketemu dengan Nabi Muhammad, tapi walaupun ahli kitab ada yang tidak sempat ketemu, sebagian ada yang beriman :


QS3:113-114
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ [٣:١١٣]

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
﴿١١٣﴾
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ [٣:١١٤]

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
﴿١١٤﴾
Ternyata menurut Putramentari Ahli Kitab bukan kafir. 2 good
Sekarang saya tanya yang di sebut kafir dalam Quran itu Ahli Kitab yang mana dan yang bagaimana?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by abu hanan on Fri Dec 21, 2012 1:47 pm

oglikom wrote:
abu hanan wrote:
dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :
enggak semua.

3.113 = Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
3.114 = Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

Mereka = ahli kitab

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka, berkatalah dia:"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah?"Para hawariyyin menjawab:"Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah kami adalah orang-orang yang berserah diri.[Qs 3.52]

Para hawariyyin yang natobene adalah para pengikut Isa AS tersebut, apakah termasuk golongan Mereka=ahli kitab seperti Mbah jelaskan di atas?
ahli kitab yang berlaku lurus.....


PERATURAN DAN PANDUAN UMUM | FAQ | ADA MASALAH..?? l PENGADUAN
Like dan Follow !
facebook.com/laskarislamcom
@LaskarIslamcom
untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Fri Dec 21, 2012 3:09 pm

abu hanan wrote:
oglikom wrote:
abu hanan wrote:
dan ahli kitab adalah termasuk org kafir :
enggak semua.

3.113 = Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
3.114 = Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

Mereka = ahli kitab

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka, berkatalah dia:"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah?"Para hawariyyin menjawab:"Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah kami adalah orang-orang yang berserah diri.[Qs 3.52]

Para hawariyyin yang natobene adalah para pengikut Isa AS tersebut, apakah termasuk golongan Mereka=ahli kitab seperti Mbah jelaskan di atas?
ahli kitab yang berlaku lurus.....
Mbah Abu mengatakan bahwa mereka adalah ahli kitab yang berlaku lurus, serta ayat di atas juga mengatakan mereka beriman, mu'min=berserah diri dan berani menjadi saksi.

Apakah ayat ini menceritakan tentang pengikut Isa AS yang di sebut sebagai ALNNASARA= Nasrani/Kristen karena yang kita tahu orang Nasrani seperti yang dikatakan ayat tersebut?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by oglikom on Wed Dec 26, 2012 10:55 pm

Dengan modal kitab 'sesempurna' Quran untuk menjelaskan KRITERIA Ahli Kitab yang beriman saja membuat orang puyeng. ehmm

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Thu Dec 27, 2012 3:18 am

Turunnya syariat dan penyampaiannya merupakan syarat taklif (pemberlakuan hukum) dan menentangnya mewajibkan dikenakannya siksa, maka setiap orang yang belum sampai kepadanya syariat tersebut dimaafkan di hadapan Allah, sampai ditegakkannya hujjah Allah Ta'ala, baik dengan diutusnya rasul-rasul-Nya maupun dengan mengujinya pada hari kiamat kelak.

Istilah yang dipergunakan untuk menyebut orang-orang yang meninggal dunia sebelum datang kepada mereka rasul yang memberikan kabar gembira dan peringatan adalah istilah ahlul fitrah. Namun, keberadaan ahlul fitrah ini telah tiada (habis) dengan diutusnya Nabi Muhammad bin Abdullah saw. Syekh asy-Syanqithi Rahimahullah berpendapat mengenai firman Allah: "... dan kamu telah berada di tepi jurang neraka. lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya ...." (Ali Imran: 103), ia berkata, Diturunkannya risalah Nabi Muhmmad saw telah menghapus 'udzr (pengampunan) bagi siapa pun. Maka, setiap orang yang tidak mempercayai tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka (ia masuk neraka) hingga ia meninggal, sebagaimana firman Allah Ta'ala menjelaskan: "Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Alquran) dari Rabbnya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Alquran itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat. Mereka itu beriman kepada Alquran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Qurasy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Alquran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Alquran itu. Sesungguhnya (Alquran) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." (Hud: 17).

Rasulullah saw bersabda, "Demi Dia yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak ada seorang pun dari umat ini, dari seorang Yahudi dan tidak pula seorang Nashrani yang mendengar kepadaku kemudian ia meninggal dan tidak percaya pada apa yang aku bawa, kecuali ia adalah penghuni neraka." (Dikeluarkan oleh Imam Muslim pada kitab al-Iman, bab Wujud al-Iman bi Risalah Nabiyyina Muhmmad saw, juz 1, h. 134, juz 240).

Dari hadis ini ada beberapa ketentuan yang berkaitan dengan ahlul fitrah, di antaranya:


Hukum ahlul fitrah di dunia adalah kafir, karena mereka tidak menganut agama apa pun yang benar.
Semua orang yang masuk neraka, baik dari kalangan mereka maupun dari golongan lain niscaya didasarkan pada satu hujjah Allah Ta'ala sesuai dengan firman-Nya, Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, 'Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?' Mereka menjawab: 'Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustkan(nya) dan kami katakan:'Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar'." (Al-Mulk: 8 -- 9), dan firman-Nya: "Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (Al-Isra: 15).
Kami tidak memastikan bahwa mereka masuk ke dalam neraka, tetapi mereka akan diuji pada hari kiamat di "pelataran" antara surga dan neraka. Orang yang taat akan masuk ke dalam surga dan di sana ilmu Allah akan terungkap melalui orang yang telah mendapatkan kebahagiaan, dan orang yang berbuat dosa akan masuk ke dalam neraka, dan ilmu Allah akan terungkap pula melalui orang yang mendapat kepedihan.

Demikian ketentuan mengenai ahlul fitrah menurut pandangan mazhab Ahli Sunnah. Fondasi bangunan pandangan adalah kombinasi (penggabungan) dari nash-nash yang telah dikeluarkan yang mengemukakan masalah mereka. Sedangkan orang yang bersandar pada salah satu bentuk dari nash tersebut sesungguhnya ia jauh dari benar. Namun, al-Hafizh Abu Umar bin Abdul Barr berbeda pendapat dalam masalah ini. Ia melihat bahwa hadis-hadis ini tidak kuat dan tidak dapat dijadikan hujjah, sebagaimana halnya bahwa Daar al-akhirah (akhirat) adalah tempat diberlkukannya balasan (pahala dan siksa) bukan tempat pengujian. Ia mengatakan, "Beberapa pendapat mengenai hadis-hadis pada bab ini, semua yang telah saya sebutkan dan yang belum disebutkan merupakan hadis-hadis yang berasal dari para syekh (guru-guru), dan di dalamnya terdapat beberapa cacat. Hadis-hadis tersebut bukan berasal dari imam-imam ahli fikih, sedangkan hal itu merupakan pokok persoalan yang besar. Maka memutuskan hukum berdasarkan hadis-hadis ini merupakan suatu kelemahan dalam ilmu dan nalar..." (At-Tahmid, juz 18, h. 130).

Sementara, Ibnu Katsir menanggapi hal ini dalam "tafsirnya", juz 5, h. 55 dengan mengemukakn dua hal, yakni:
1. Di antara hadis-hadis pada bab ini terdapat hadis yang sahih, hasan, dan ada pula yang dha'if (lemah), yang dikuatkan oleh hadis sahih dan hasan. Jika hadis-hadis pada satu pokok persoalan bertingkat-tingkat, seperti pola ini, maka menurut pengamat, hadis-hadis tersebut dapat dijadikan hujjah.
2. Perintah yang tertulis (manshuh) adalah di masa-masa permulaan hari kiamat, dan ini tidak ada halangannya, berdsarkan firman Allah Ta'ala: "Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa," (Al-Qalam: 42). Demikian maksud pendapat Ibnu Katsir Rahimahullah. (Lihat Radd Ibnu Qayyim ri Thariqah al-Hijratain, 399 -- 402, pendapatnya kuat dan argumentatif).

An-Nawawi Rahimahullah berpendapat bahwa orang-orang kafir dalam neraka, meskipun ia meninggal pada masa di antara dua nabi (fatrah); hal demikian karena petunjuk dan kenteks dari beberapa hadis mengenai ditimpakannya siksa kepada sebagian dari ahlul fitrah. (Syarh Muslim, karya an-Nawawi, juz 3, h. 97).

Sebagian orang yang berpendapat bahwa letak dimaafkannya orang yang berada pada masa fatrah yang tertera pada ayat "Dan Kmi tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (Al-Isra: 15) dan pada ayat-ayat yang serupa adalah tidak begitu jelas letaknya, yang kurang dapat diterima oleh orang berakal. Sedangkan pernyataan yang jelas yang tidak menimbulkan keraguan bagi orang yang berakal, seperti menyembah berhala, maka dalam kasus ini tidak ada seorang pun yang dimaafkan.

Sebagian lain berpendapat bahwa ahlul fitrah tetap mendapatkan siksa di akhirat kelak, sebab mereka masih memiliki sisa peringatan yang dibawa oleh rasul-rasul yang telah diutus Allah sebelum Nabi Muhammad saw yang merupakan hujjah Allah bagi mereka.

Rasulullah saw bersabda, "Ada empat golongan yang akan berhujjah (mengajukan alasan) pada hari kiamat, yaitu orang tuli (tuna rungu) yang tidak mendegar apa-apa, orang bodoh, orang lanjut usia, dan orang yang meninggal pada masa fatrah. Orang tuli berkata, 'Ya Tuhan, Islam telah datang, tetapi aku tidak mendengar sesuatu'. Orang bodoh berkata, 'Ya Tuhan, Islam telah datang, tetapi anak-anak melempariku dengan kotoran hewan'. Orang tua berkata, 'Ya Tuhan, Islam telah datang, tetapi aku tidak mengetahui sesuatu'. Dan orang yang meninggal pada masa fatarah berkata (di antara dua rasul) berkata, 'Ya Tuhan, tidak ada rasul-Mu yang telah datang kepadaku. Kemudian mereka bersumpah untuk menaatinya, hingga diperintahkan kepada mereka supaya masuk ke dalam neraka. Demi Dia yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya mereka masuk ke dalamnya, niscaya mereka akan merasakan dingin dan damainya." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Bazzar, Abu Na'im).

Hadis tersebut di atas adalah hadis sahih dan sebagai dalil untuk masalah ini. Maka orang yang dapat melintasi jembatan neraka, ia akan masuk surga, dan ia adalah orang yang mempercayai para rasul ketika mereka datang kepadanya di dunia, sedang orang yang terhalang, ia akan masuk neraka, dan ia adalah orang yang mendustakan para rasul ketika mereka datang kepadanya di dunia; karena Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan ketika rasul-rasul-Nya diutus kepada mereka.

Imam asy-Syanqithi Rahimahullah mengatakan, "Dengan cara penggabungan inilah, dalil-dalil tersebut dapat berpadu dan selaras, sehingga ahlul fatrah dapat dimaafkan. Sebagian kelompok dari mereka akan menjadi penghuni neraka setelah melewati ujian, dan sebagian yang lain akan menjadi penghuni surga setelah ujian yang sama. Masing-masing kedua pendapat itu mengindikasikan bahwa sebagian mereka mengetahui bahwa Allah adalah tempat kembali mereka, dan Nabi-Nya, Rasulullah saw telah memberitahukan hal itu, sehingga gugurlah pertentangan itu." (Daf'u Iham al-Idhthirab 'an ayat Alquran, juz 10, h. 185).

Sumber: Al-Jahl bi Masail al-I'tiqad wa Hukmuhu, Abdurrzzaq bin Thahir bn Ahmad Ma'asy
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by keroncong on Thu Jan 03, 2013 10:41 pm





Berbicara mengenai wawasan Al-Qur'an tentang suatu masalah
tidak akan sempurna, bahkan boleh jadi keliru, jika
pandangan hanya tertuju kepada satu dua ayat yang berbicara
menyangkut hal tersebut. Karena cara demikian akan
melahirkan pandangan parsial yang tidak sejalan dengan
tujuan pemahaman wawasan, lebih-lebih bila analisis
dilakukan terlepas dari konteks (munasabah) ayat, sejarah,
asbab al-nuzul (latar belakang turunnya ayat), penjelasan
Nabi (As-Sunnah), dan sebagainya, yang dihimpun oleh
pakar-pakar Al-Qur'an dengan istilah pendekatan "tematis"
(maudhu'i).

Bahasan ini mencoba menerapkan metode tersebut, walaupun
dalam bentuk yang terbatas - karena penerapannya secara
sempurna membutuhkan waktu yang tidak singkat, rujukan yang
memadai, serta kemampuan analisis yang dalam. Namun
demikian, keterbatasan di atas, akan diusahakan untuk
ditutupi dengan menyajikan pandangan beberapa pakar
berkompeten dalam bidang Al-Qur'an.

ISTILAH-ISTILAH AL-QUR'AN

Salah satu keistimewaan Al-Qur'an adalah ketelitian
redaksinya. Tidak heran, karena redaksi tersebut bersumber
langsung dari Allah swt. Hal ini perlu digarisbawahi, bukan
saja karena sekian banyak ulama melakukan analisis
kebahasaan dalam mengemukakan dan atau menolak satu
pendapat, tetapi juga karena Kitab Suci ini menggunakan
beberapa istilah yang berbeda ketika menunjuk kepada orang
Yahudi dan Nasrani, dua kelompok masyarakat yang minimal
disepakati oleh seluruh ulama sebagai Ahl Al-Kitab.

Selain istilah Ahl Al-Kitab, Al-Qur'an juga menggunakan
istilah Utu Al-Kitab, Utu nashiban minal kitab, Al-Yahud,
Al-Ladzina Hadu, Bani Israil, An Nashara, dan istilah
lainnya.

Kata Ahl Al-Kitab terulang di dalam Al-Qur'an sebanyak tiga
puluh satu kali, Utu Al-Kitab delapan belas kali, Utu
nashiban minal kitab tiga kali, Al-Yahud delapan kali,
Al-Ladzina Hadu sepuluh kali, An-Nashara empat belas kali,
dan Bani/Banu Isra'il empat puluh satu kali

Kesan umum diperoleh bahwa bila Al-Qur'an menggunakan kata
Al-Yahud maka isinya adalah kecaman atau gambaran negatif
tentang mereka. Perhatikan misalnya firman-Nya tentang
kebencian orang Yahudi terhadap kaum Muslim (QS Al-Maidah
[5]: 82), atau ketidakrelaan orang-orang Yahudi dan Nasrani
terhadap kaum Muslim sebelum umat Islam mengikuti mereka (QS
Al-Baqarah [2]: 120), atau pengakuan mereka bahwa orang
Yahudi dan Nasrani adalah putra-putra dan kinasih Allah (QS
Al-Ma-idah [5]: 18), atau pernyataan orang Yahudi bahwa
tangan Allah terbelenggu (kikir) (QS Al-Maidah [5]: 64), dan
sebagainya. Bila Al-Qur'an menggunakan Al-Ladzina Hadu, maka
kandungannya ada yang berupa kecaman, misalnya terhadap
mereka yang mengubah arti kata-kata atau mengubah dan
menguranginya (QS Al-Nisa, [41]: 46), atau bahwa mereka
tekun mendengar (berita kaum Muslim) untuk menyebarluaskan
kebohongan (QS Al-Maidah [5]: 41), dan ada juga yang
bersifat netral, seperti janji bagi mereka yang beriman
dengan benar untuk tidak akan mengalami rasa takut atau
sedih (QS Al-Baqarah [2]: 62).

Kata Nashara sama penggunaannya dengan Al-Ladzina Hadu,
terkadang digunakan dalam konteks positif dan pujian,
misalnya surat Al-Maidah [5]: 82 yang menjelaskan tentang
mereka yang paling akrab persahabatannya dengan orang-orang
Islam; dan di kali lain dalam konteks kecaman, seperti dalam
surat Al-Baqarah [2]: 120 yang berbicara tentang
ketidakrelaan mereka terhadap orang Islam sampai kaum Muslim
mengikuti mereka. Dalam kesempatan lain kandungannya
bersifat netral: bukan kecaman bukan pula pujian, seperti
dalam surat Al-Hajj [22]; 17 yang membicarakan tentang
putusan Tuhan yang adil terhadap mereka dan
kelompok-kelompok lain, kelak di hari kemudian. Dengan
demikian, kita dapat mengatakan bahwa bila Al-Qur'an
menggunakan Al-Yahud, maka pasti ayat tersebut berupa
kecaman atas sikap-sikap buruk mereka, dan jika menggunakan
kata Nashara, maka ia belum tentu bersikap kecaman, sama
halnya dengan Al-Ladzina Hadu.

Agaknya ini sebabnya sehingga surat Al-Baqarah [2]: 120 yang
berbunyi "Lan tardha 'ankal-Yahud wa lan Nashara hatta
tattabi'a millatahum (orang Yahudi dan Nasrani tidak akan
rela kepadamu (Muhammad) sampai engkau mengikuti
agama/tatacara mereka," menggunakan kata "lan" terhadap
orang Yahudi, dan kata "la" terhadap orang Nasrani. Menurut
pakar-pakar bahasa Al-Qur'an, antara lain Az-Zarkasyi dalam
bukunya Al-Burhan, kata "lan" digunakan untuk menafikan
sesuatu di masa datang, dan penafian tersebut lebih kuat
dari "la" yang digunakan untuk menafikan sesuatu, tanpa
mengisyaratkan masa penafian itu, sehingga boleh saja ia
terbatas untuk masa lampau, kini, atau masa datang.

Ayat di atas, secara tegas menyatakan bahwa selama seseorang
itu Yahudi (Ingat bukan Al-Ladzina Hadu atau Ahl Al-Kitab),
maka ia pasti tidak akan rela terhadap umat Islam hingga
umat Islam mengikuti agama/tatacara mereka. Dalam arti,
menyetujui sikap dan tindakan serta arah yang mereka tuju.

Mufasir besar Ar-Razi mengemukakan bahwa maksud ayat ini
adalah menjelaskan:

"Keadaan mereka dalam bersikeras berpegang pada kebatilan
mereka, dan ketegaran mereka dalam kekufuran, bahwa mereka
itu juga (di samping kekufuran itu) berkeinginan agar
diikuti millat mereka. Mereka tidak rela dengan kitab (suci
yang dibawa beliau), bahkan mereka berkeinginan (memperoleh)
persetujuan beliau menyangkut keadaan mereka. Dengan
demikian (Allah) menjelaskan kerasnya permusuhan mereka
terhadap Rasul, serta menerangkan situasi yang mengakibatkan
keputusasaan tentang persetujuan mereka (menganut Islam)."

Syaikh Muhammad Thahir bin Asyur dalam tafsirnya menjelaskan
bahwa kalimat hatta tattabi'a millatahum (sampai engkau
mengikuti agama mereka) adalah:

Kinayat (kalimat yang mengandung makna bukan sesuai bunyi
teksnya) keputusasaan (tidak adanya kemungkinan) bagi orang
Yahudi dan Nasrani untuk memeluk Islam ketika itu, karena
mereka tidak rela kepada Rasul kecuali (kalau Rasul)
mengikuti agama/tatacara mereka. Maka ini berarti bahwa
mereka tidak mungkin akan mengikuti agama beliau; dan karena
keikutan Nabi pada ajaran mereka merupakan sesuatu yang
mustahil, maka kerelaan mereka terhadap beliau (Nabi) pun
demikian. Ini sama dengan (firman-Nya):

"hingga masuk ke lubang jarum" (QS Al-A'raf [7]: 40)

dan (firman-Nya),

"Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu
bukan penyembah (Tuhan) yang aku sembah" (QS Al-Kafirun
[109]: 2-3).

Dalam uraian Syaikh Fadhil di atas ditemukan kalimat "ketika
itu" untuk menjelaskan bahwa keputusasaan tersebut hanya
ditekankan oleh ayat ini pada Al-Yahud wan-Nashara tertentu
ketika itu, bukan terhadap mereka semua, karena kenyataan
menunjukkan bahwa setelah turunnya ayat ini ada di antara
Ahl Al-Kitab yang memeluk agama Islam. Pengertian tersebut
sama dengan firman-Nya dalam surat Yasin [36]: 10:

"Sama saja bagi mereka: apakah kamu memberi peringatan
kepada mereka, ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada
mereka, mereka tidak akan beriman."

Yang dimaksud di sini adalah orang-orang kafir tertentu
ketika itu (pada masa Nabi), bukan seluruh orang kafir
karena kenyataan juga menunjukkan bahwa sebagian besar dari
orang kafir pada masa Nabi, pada akhirnya memeluk Islam.
Arti surat Al-Baqarah [2]: 120 di atas perlu ditegaskan,
karena sering tertadi kesalahpahaman tentang maknanya. Dan
juga sebagaimana diketahui, Yudaisme bukanlah agama dakwah,
bahkan mereka cenderung eksklusif dalam bidang agama dan
orang lain cenderung enggan menganut agamanya. Di sisi lain,
seperti dikemukakan dalam riwayat-riwayat, sebab turunnya
surat Al-Baqarah [2]: 120 di atas berkenaan dengan
pemindahan kiblat shalat kaum Muslim ke arah Ka'bah, yang
ditanggapi oleh non-Muslim dengan sinis, karena ketika itu
kaum Yahudi Madinah dan kaum Nasrani Najran mengharapkan
agar Nabi dan kaum Muslim mengarahkan shalat mereka ke
kiblat mereka. Demikian pendapat Ibnu Abbas sebagaimana
dikemukakan oleh As-Sayuthi dalam kaxyanya Ashab Al-Nuzul

Penafian Al-Qur'an terhadap An-Nashara, tidak setegas
penafiannya terhadap Al-Yahud, sehingga boleh jadi tidak
semua mereka bersikap demikian. Boleh jadi juga kini dan di
masa lalu demikian, tetapi masa datang tidak lagi. Walhasil
penggunaan kata "la" buat mereka tidak setegas penggunaan
kata "lan" untuk orang Yahudi.

Dengan merujuk kepada ayat-ayat yang menggunakan kata Ahl
Al-Kitab, ditemukan bahwa pembicaraan Al-Qur'an tentang
mereka berkisar pada uraian tentang sikap dan sifat mereka -
positif dan negatif serta sikap yang hendaknya diambil oleh
kaum Muslim terhadap mereka.

SIFAT DAN SIKAP AHL AL-KITAB

Al-Qur'an banyak berbicara tentang sifat dan sikap Ahl
Al-Kitab terhadap kaum Muslim, dan berbicara tentang
keyakinan dan sekte mereka yang beraneka ragam. Surat
An-Nisa, [4]: 171 dan Al-Ma-idah [5]: 77 mengisyaratkan
bahwa mereka memiliki paham keagamaan yang ekstrem.

"Wahai Ahl Al-Kitab, jangan melampaui batas dalam agamamu,
dan jangan mengatakan terhadap Allah kecuali yang hak" {QS
Al-Nisa, [4]: 171).

Mereka juga dinilai oleh Al-Qur'an sebagai telah mengkufuri
ayat-ayat Allah, serta mengingkari kebenaran (kenabian
Muhammad saw).

"Wahai Ahl Al-Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat
Allah padahal kamu mengetahui (kebenarannya)? Hai Ahl
Al-Kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang hak dengan yang
batil, dan menyembunyikan kebenaran padahal kamu
mengetahui?" (QS Ali 'Imran [3]: 70-71).

Nabi Muhammad saw. diperintahkan oleh Allah untuk
menyampaikan kepada mereka:

Katakanlah: "Hai Ahl Al-Kitab, apakah kamu memandang kami
salah hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa
yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan
sebelumnya, sedang banyak di antara kamu benar-benar
orang-orang yang fasik?" (QS Al-Ma-idah [5]: 59).

Bahkan Allah Swt. secara langsung dan berkali-kali
mengingatkan kaum Muslim untuk tidak mengangkat mereka
sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman akrab atau tempat
menyimpan rahasia.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi
sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu yang
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang
itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada orany-orang yang zalim" (QS
Al-Ma-idah [5]: 51).

Dalam QS Ali 'Imran [3]: 118 kaum Muslim diingatkan untuk
tidak menjadikan orang-orang di luar kalangan Muslim sebagai
bithanah (teman-teman tempat menyimpan rahasia) dengan
alasan bahwa:

"... mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kerugian bagi
kamu (kaum Muslim). Mereka menyukai apa yang menyusahkan
kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka sedang apa
yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Kami
telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda (siapa kawan dan
siapa lawan), jika kalian memahaminya." (QS Ali 'Imran [3]:
118).

Terhadap merekalah Nabi saw. bersabda,

"Jangan memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan
jangan pula pada Nasrani. Kalau kamu menemukan salah seorang
di antara mereka di jalan, maka desaklah ia ke pinggiran"
(HR Muslim melalui Abu Hurairah).

Sahabat dan pembantu Nabi saw., Anas bin Malik, berkata
bahwa Nabi saw. bersabda,

"Apabila Ahl Al-Kitab mengucapkan salam kepada kamu, maka
katakanlah, Wa 'alaikum" (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam buku Dalil Al-Falihin dikemukakan bahwa para ulama
berbeda pendapat tentang hukum memulai ucapan salam kepada
orang-orang kafir. Mayoritas melarangnya tetapi banyak juga
yang membolehkan antara lain sahabat Nabi, Ibnu Abbas. Namun
apabila mereka mengucapkan salam, maka adalah wajib hukumnya
bagi kaum Muslim untuk menjawab salam itu. Ulama sepakat
dalam hal ini.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by aliumar on Sat Jan 05, 2013 3:04 pm

lha itu bagi ahli kitab yang sempat ketemu dengan Nabi Muhammad, tapi walaupun ahli kitab ada yang tidak sempat ketemu, sebagian ada yang beriman :
kalau mereka beriman dgn iman yg benar, sekalipun tidak sempat ketemu dgn muhammad, tetap saja mereka disebut beragama islam, krn dari sejak nabi Ibrahim sekalipun belum bertemu dgn muhammad tapi tetap disebut seorang islam.

Jadi mengartikan "wanita2 ahli kitab" yg boleh dinikahi di ayat Al-Maidah: 5 adalah sebagai wanita2 ahli kitab yg beriman (dgn iman yg benar), TIDAK sesuai dgn ayat2 quran yg lain,
karena org yg sungguh2 beriman dgn iman yg benar (Tauhid kpd Allah SWT yang Esa), SEKALIPUN BELUM BERTEMU DGN AJARAN Muhammad, tidak akan disebut sebagai ahli Kitab, melainkan tetap akan disebut sbg seorang Islam (muslim), .

Dalilnya:

1) Ibrahim, sekalipun belum bertemu ajaran muhammad, tapi krn merupakan org yg beriman (memiliki iman yg benar) tetap dikatakan oleh Quran sbg org Islam.(QS 2:132)

2) Musa dan umat nya yg sungguh2 beriman dgn risalah yg dibawa nabi Musa, sekalipun belum bertemu ajaran muhammad, tetap disebut juga sebagai seorang muslim (beragama Islam) (QS 10:84)

3) Nabi Sulaiman, dan umatnya yg mau beriman dgn risalah yg dibawanya, sekalipun belum bertemu ajaran muhammad, tetap disebut sbg seorang muslim. (QS 27:30-31)

4) Isa dan Hawariyun nya yg beriman dgn ajaran yg diturunkan nabi Isa, sekalipun belum bertemu ajaran muhammad, tetapi tetap disebut sebagai seorang muslim.(QS 3:52).

Jadi jika "wanita2 ahli kitab yg halal dinikahi pria2 muslim" merupakan wanita2 yg sungguh2 beriman, maka mereka tidak akan disebut "ahli kitab", melainkan akan disebut sbg seorang islam (muslim) SEKALIPUN mereka belum bertemu dgn muhammad dan ajarannya.


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by aliumar on Sat Jan 05, 2013 3:11 pm

artinyah ; wanita yang dinikahi MURTAD,bukan dari awal pernikahan adalah ahli kitab.
TELAH ada mahar kan?berarti uda menikah lantas kafir...dan itu berarti murtad.
jika yg sudah nikah saja harus memutuskan tali perkawinan krn wanita tsb menjadi kafir, lantas kenapa kemudian yg belum nikah, malah dihalalkan menikahi ahli kitab yg merupakan org kafir?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: siapa saja yang disebut ahlikitab?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik