FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

inilah alasan kenapa babi diharamkan551

inilah alasan kenapa babi diharamkan

View previous topic View next topic Go down

inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by keroncong on Tue Jul 10, 2012 8:25 pm

Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.

Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.

Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."

Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.

Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."

Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.

Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: "Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"

Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr al Qur'an al Karîm, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:

Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus
Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
Penyakit pengelupasan kulit.
Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.

Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.
Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.

Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.


berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).


keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 57
Male
Age: 60
Posts: 4176
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by ̲ on Mon Jul 16, 2012 8:50 am

Kalau dulu di injil semua babi diharamkan, kemudian diubah hanya babi hutan yang haram. Eh malah sekarang semua babi halal.
Dan injil yang sudah digothak gathuk ini jadi pedoman kristen, tanpa berpikir lagi dampak buruk makan babi.
Sungguh kasian orang yang makan babi.

TriMakasih infonya nice info

̲
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 30
Join date: 2012-07-10

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by Sombrero on Mon Jul 16, 2012 9:39 am

̲ wrote:Kalau dulu di injil semua babi diharamkan, kemudian diubah hanya babi hutan yang haram. Eh malah sekarang semua babi halal.
Dan injil yang sudah digothak gathuk ini jadi pedoman kristen, tanpa berpikir lagi dampak buruk makan babi.
Sungguh kasian orang yang makan babi.

TriMakasih infonya

Kristen percaya, apa2 yang bisa masuk mulut itulah yang HALAL, sehingga mereka berdalih, "sungguh tidak masuk akal, mengapa tuhan menciptakan babi kalau HARAM di konsumsi, demikian juga mengapa kira harus bersunat segala, mengapa tuhan tidak langsung menciptakan bentuk penis yang langsung sempurna? - Mereka ini cuma orkris Pembual yang tidak pernah belajar dari para nabi di zaman Ibrahim dan Musa. Mereka belajar dan TAAT pada Paulus.

Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 5
Male
Age: 13
Posts: 534
Location: JAKARTA
Job/hobbies: mengkritisi alkitab, hasilnya : Jesus BUKAN Tuhan, tp cuma manusia biasa sama spt kita
Humor: Wanita Samaria bertemu Jesus pertama kali, langsung menyapa, "Hai Tuhan" - kok tahu Jesus itu tuhan? (Terjemahan LAI) Asli Ngakak
Join date: 2012-07-06

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by keroncong on Sat Nov 24, 2012 12:23 pm

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Tuhan telah melarang dengan alasan yang akan dijelaskan secara singkat memakan daging bangkai, darah, daging babi dan daging binatang yang dicekik, dipukul, dibanting hingga mati, ditanduk dan dimangsa oleh binatang pemangsa.


Empat belas abad yang silam, ayat ini kedengarannya aneh dan mungkin beberapa kalangan sampai hari ini pun masih bertanya-tanya apa latar belakang pelarangan yang dikehendaki oleh sang Maha Kuasa ini sebenarnya.


Tapi berkat kemajuan ilmu dan teknologi dibidang kedokteran saat ini, setidaknya 175 mikro-organisme pathogenik diketahui menyebabkan penyakit didunia non-manusia. Penyakit-penyakit ini dinyatakan sebagai zoones.

Binatang yang berpenyakit, baik mati atau hidup, mengandung mikro-organisme ini dalam darah dan organ-organ lainnya.


Binatang yang telah dipukul atau digigit oleh binatang pemburu bisa menetaskan atau menderita penyakit yang ditularkan lewat gigitan, seperti rabies. Selain itu, bangkai binatang mati biasanya dikuasai atau didiami oleh berbagai mikro-organisme.


Darah, yang mengandung bakteri dan toksinnya, virus, bahan kimia, racun dan sebagainya, akan sangat berbagaya jika dimakan oleh manusia. Disinilah letak kearifan ayat-ayat al-Qur'an baru benar-benar bisa dimengerti.


Semuanya hanya ditujukan demi mencapai kemaslahatan hidup manusia seutuhnya, yang sehat lahir dan batin demi menjalankan tugasnya selaku pengelola planet bumi ini.


Tuhan juga menegaskan bahwa binatang tidak boleh dianiaya dan karenanya dilarang memakan daging binatang yang digunakan dalam upacara kurban musyrik atau ritus kedewaan yang pada umumnya dilakukan secara kejam dan brutal. Hal ini membina kesehatan rohani, yaitu untuk tidak terbiasa dengan prilaku yang kasar serta menumpahkan darah secara serampangan, mengasihi sesama makhluk Tuhan, sebab tidak mungkin Tuhan haus akan segala bentuk darah dan daging sesembahan.


Islam melalui ritual ibadah kurbannya pada setiap bulan haji mengajarkan bahwa hewan yang dikorbankan itu adalah hanya demi menunjang hidup masyarakat yang kurang mampu atau katakanlah hamba Allah yang papa dan tidak terbiasa mengkonsumsi daging karena memang tidak mampu untuk membelinya.


Daging babi telah diharamkan dengan alasan yang sangat tepat, sebab biasanya babi tertulari dengan cacing pita taenia solium. Penularan ini sudah sangat lazim dimasa lampau karena ternyata sangat sulit untuk mengontrol sekalipun dengan ilmu pengetahuan kita yang sudah maju sekarang ini. Penularan ini dapat ditemukan diseluruh dunia, khususnya di Eropa Barat, Amerika Tengah dan Selatan, Spanyol, Portugal, beberapa bagian Afrika, China dan India.


Taenia solium hanyalah salah satu cacing pita yang dapat menulari manusia. Taenia saginata terdapat pada lembu. Kedua jenis cacing pita ini menyebabkan sakit pada manusia yang mengikuti dua tahap siklus hidup cacing.


Tahap dewasa menghasilkan gejala gastrointestinal (radang usus) pada manusia, yang kebetulan menjadi rumah tetap bagi cacing pita dewasa, karena tubuh manusia memungkinkan cacing pita berkembang biak sempurna.


Pada tahap larva, cacing pita menembus mukosa intestinal dan hidup terus dalam jaringan tersebut selama jangka waktu yang berlainan. Ironinya, tubuh manusia dapat menopang larva (jentik) atau tahap menengah (Echinococcus Granulosus) dari cacing pita taenia solium yang ada pada babi.


Siklus cacing pita dimulai dengan memakan daging babi yang berpenyakit atau tertular yang mengandung larva dalam bentuk kista (Cysticercus). Larva ini merupakan sebuah kantung cairan yang mengandung kepala larva dan berdiameter beberapa sentimeter saja.


Ketika daging babi yang tertulari kista dikonsumsi, maka kistanya akan menetas dan larva akan melekat pada usus dengan kepalanya atau Scolex, yang dimaksudkan sebagai alat tambahan oleh sebuah Rostellum yang dikelilingi dengan sekelompok cantelan.


Bagian tubuh kista lainnya dapat berkembang hingga mencapai kepanjangan 10 atau 20 kaki. Kepalanya muncul dengan leher yang pendek, kemudian disusul dengan bagian tubuh lainnya. Bagian tubuh ini terbagi kedalam beberapa ruas (Proglottids) yang mengandung organ-organ reproduksi jantan dan betina.


Telur kemudian terbentuk, dibuahi dan kemudian dimasukkan kedalam usus atau kalau tidak ruas-ruasnya dilepaskan seluruhnya melalui kotoran. Baik telur maupun ruas dapat ditemukan dalam kotoran manusia. Ketika kotoran tersebut dimakan oleh Intermediate Host (misalnya Babi, anjing, kucing), maka telurnya akan berkembang menjadi larva yang berpindah tempat melalui usus babi keotot-ototnya dan organ-organ lainnya.


Human Cysticercosis terjadi melalui kontak dengan kotoran manusia yang mengandung telur taenia solium. Kita dapat tertulari melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran manusia atau jika mulut kita bersentuhan dengan dubur seseorang yang tubuhnya membawa cacing dewasa.


Gerakan Perstaltik usus yang terbalik juga bisa menyebabkan penularan didalam.
Tahap menengah (Cysticercus Cellulose) termasuk penetasan telur, menerobosnya larva dari dinding usus dan perubahannya menjadi kista yang mengandung kepala.


Diameter kista adalah 0,5-1 cm dan dapat hidup terus selama 3 hingga 5 tahun, dan setelah itu ia menjadi keras karena kapur. Meskipun kista-kista ini dapat berkembang dihampir setiap bagian tubuh, mereka biasanya mempengaruhi otak besar, ruang Subarachnoid didasar otak dan Ventricle (Bilik Jantung).


Orang yang tertulari akan menderita sakit kepala, kelumpuhan, kebutaan parsial dan epilepsi. Juga bisa mempengaruhi mata, jantung, hati dan limpa.


Binatang yang telah dicekik, dipukul, ditanduk, disantap oleh binatang buas atau dilumpuhkan hingga mati harus dianggap sebagai bangkai yang luka-lukanya mungkin mengandung infeksi yang membahayakan kesehatan.


Meskipun perintah dari ayat al-Qur'an melarang mengkonsumsi daging binatang yang sekarat atau yang tertular atau mayatnya, namun akal sehat tetap berlaku.
Misalnya, jika seseorang menderita kelaparan ditengah-tengah gurun pasir atau berada dalam lingkungan lainnya yang memaksa, maka ia boleh memakan daging yang ada untuk menyelamatkan kelangsungan hidupnya.


"Sesunguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih tidak atas nama Allah; namun barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampau batas, maka sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Penyayang."
(Qs. an-Nahl 16:115)


Binatang dan burung yang telah dilatih oleh manusia untuk berburu biasanya tidak melukai mangsanya secara brutal dan tentunya telah dirawat baik kesehatannya, karena itu Allah memperbolehkan manusia memakan binatang yang ditangkap dengan cara ini asalkan tetap menyebut asma Allah didalamnya.


"Mereka menanyakan kepada kamu, "Apakah yang dihalalkan bagi mereka ?"; katakanlah: "Dihalalkan bagi kamu yang baik-baik dan apa yang kamu ajarkan pada binatang buruanmu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepada kamu; maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu; dan sebutlah nama Allah atasnya." (Qs. al-Maidah 5:4)


Dalam penyembelihan hewan pun, Islam mengatur tata pelaksanaannya secara ketat, dimulai dengan mengucapkan asma Allah yang Pengasih dan Penyayang dengan do'a agar menjadikan daging tersebut bersih dan murni (halal) secara agama, karena mengikuti pedoman pengorbanan binatang dengan kasih sayang dan dengan rasa sakit yang minimal.


Metoda ini juga membersihkan mayat binatang yang disembelih dari setiap toksin, bakteri, virus dan parasit yang menyebar dengan cara memotong urat darah tenggorokan pada salah satu sisi lehernya.


Tindakan ini memutuskan suplai darah ke otak dengan segera, sehingga binatang tidak akan merasa sakit selama waktu yang panjang. Metode ini juga memungkinkan jantung untuk terus berdegup dan dengan demikian mengosongkan urat-urat daging dan jaringan sistem peredaran darah.


Darah akan mengalir dari daerah urat darah yang dipotong, sehingga akan membersihkan otot-otot dan organ dalam dari darah dan bahan yang bisa membahayakan.


Demikianlah, semoga bermanfaat.
Diambil dari buku :
"Singgasana-Nya diatas air"
(His Throne Wa on Water)
Penciptaan Alam Semesta menurut al-Qur'an & Sains
Oleh Dr. Adel M.A. Abbas
Amana Publications Beltsvills, Maryland USA.
Cetakan pertama 1997 Lentera Basritama


berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).


keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 57
Male
Age: 60
Posts: 4176
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by SEGOROWEDI on Sat Nov 24, 2012 12:33 pm

ichreza wrote:
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

waduuuh...!
kebohongan dan pembodohan apa lagi ini?
2 babi jantan bakal duel sampai mati dan tak bisa dilerai
panas

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 30135
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by keroncong on Sat Nov 24, 2012 12:36 pm

SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

waduuuh...!
kebohongan dan pembodohan apa lagi ini?
2 babi jantan bakal duel sampai mati dan tak bisa dilerai
panas

peternak babi yah om wed.......


berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).


keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 57
Male
Age: 60
Posts: 4176
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by SEGOROWEDI on Sat Nov 24, 2012 12:37 pm

ichreza wrote:
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.

mana ada ternak dan unggas yang memakan kotorannya sendiri?
piss

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 30135
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by SEGOROWEDI on Sat Nov 24, 2012 12:40 pm

ichreza wrote:
SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

waduuuh...!
kebohongan dan pembodohan apa lagi ini?
2 babi jantan bakal duel sampai mati dan tak bisa dilerai
panas

peternak babi yah om wed.......

adik saya yang peternak..
tetapi waktu kecil nenek saya banyak memelihara babi
pejantannya sering lepas dan duel sampai berdarah-darah

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 30135
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by SEGOROWEDI on Sat Nov 24, 2012 12:44 pm



negara kafir pemakan babi (USA dan CHINA)
tampil perkasa dan dominan di olimpiade london 2012 lalu
negara syariat tak dapat emas sekepingpun

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 30135
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by keroncong on Sun Dec 09, 2012 1:54 pm

Selama ini kita seringkali beranggapan bahwa agama lain membolehkan pemeluknya memakan daging babi. Padahal yang benar tidak demikian. Yang benar adalah bahwa daging babi itu termasuk makanan yang diharamkan buat pemeluk agama lain itu. Yaitu agama samawi yang turun dari Allah SWT untuk umat terdahulu, Kristen dan Yahudi.

Jadi sekalian saja dikoreksi pemahaman keliru anak anda, jelaskan bahwa babi itu bukan hanya haram buat umat Islam, tetapi juga haram buat umat Kristiani (Nasrani) dan juga Yahudi.

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu dan Kami tiada menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. An-Nahl: 118)

Kalaupun sekarang mereka memakan babi, ketahuilah bahwa mereka sedang melakukan maksiat dan kemungkaran kepada Allah SWT. Sebab kitab suci yang turun kepada mereka dahulu, secara tegas mengharamkan babi. Lalu para pendeta dan rahib mereka melakukan tindakan jahat yang dicatat dalam tinta sejarah, yaitu mengubah ayat-ayat Allah SWT itu dan digadaikan dengan harga yang murah sekali.

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79)

Para rahib dan pendeta mereka telah mengubah ayat-ayat Taurat dan Injil yang turun dari langit dengan selera mereka sendiri. Apa yang telah dihalalkan Allah SWT, mereka haramkan. Sebaliknya, apa yang telah Allah SWT haramkan, justru mereka halalkan.

Lalu hasil penyelewengan terhadap perintah dan ayat-ayat Allah SWT kemudian diikuti secara takqlid buta oleh para pemeluk agamanya. Meski pun para pendeta dan rahib itu jelas-jelas merusak kesucian kitab suci, mengubah isinya, memutar-balikkan hukumnya bahkan menghapusnya dan menggantinya sesuai dengan hawa nafsu mereka sendiri. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah dan hingga hari ini masih bisa dibaca oleh umat manusia.

Maka tindakan diam saja dari pemeluk agama itu, serta sikap mereka yang tidak mau menolak penyelewengan para pendeta itu, dikomentari oleh Nabi terakhir yang diutus kepada umat manusia, Rasulullah SAW, sebagai sikap "menyembah pendeta" dan menjadikan mereka sebagai "tuhan." Jadi para pemeluk agama Kristen dan Yahudi dikatakan sebagai penyembah pendeta dan rahib mereka sendiri, meski tidak melakukan ruku' dan sujud. Tetapi Allah SWT telah menyebutkan bahwa tindakan mereka itu tidak ada bedanya dengan menjadikan para rahib dan pendeta itu sebagai tuhan tandingan selain Allah SWT.

اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَـهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. At-Taubah: 31)

Salah seorang shahabat nabi SAW yang dahulu pernah memeluk agama itu penasaran. Sebab sepanjang pengetahuannya, mereka memang tidak menyembah pendeta dan rahib. Maka Rasulullah SAW mengatakan bahwa sikap taqlid membabi buta atas penyelewengan para rahib adalah bentuk penuhanan kepada mereka. Ketika mereka mengubah isi Taurat dan Injil dengan hawa nafsu, itulah hakikat peribadatan kepada pemuka agama.

Kembali kepada pertanyaan anak anda, jawablah bahwa babi itu diharamkan oleh tiga agama: Islam, Yahudi dan Kristen. Tetapi para pendeta kedua agama itu memalsukan larangannya dan menggantinya dengan kehalalan versi mereka sendiri. Tetapi keharamannya tetap tidak berubah. Dan setiap pemeluk Kristen atau Yahudi yang memakan babi, tetap berdosa dan tetap disiksa di neraka atas semua pelanggaran syariat yang mereka lakukan.

Mengapa babi diharamkan oleh tiga agama?

Kalau kita mau konsekuen dengan sistem aqidah Islam sekaligus mengembalikan cara beraqidah yang benar, inilah kesempatannya. Sampaikan sejelas-jelasnya kepada anak anda, bahwa haram tidaknya suatu makanan atau perbuatan, sama sekali tidak ada kaitannya dengan alasan logis yang dipahami manusia. Kalau pun ada hikmah, sifatnya hanya tambahan, sama sekali tidak berpengaruh kepada substansi hukumnya.

Inilah kesempatan bagi anda untuk menanamkan aqidah yang benar kepada anak anda. Katakan padanya, bahwa babi itu haram karena Allah SWT telah menetapkan keharamannya. Bukan hanya semata-mata karena mengandungcacing pita, bakteri, virus atau alasan apapun. Tetapi karena kita percaya kepada Allah SWT, juga karena kita percaya keaslian kitab suci, juga karena kita percaya kepada Rasulullah SAW, bahwa haramnya itu karena Allah SWT mengharamkannya.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah...(QS. Al-Maidah: 3)

Kalau alasan kita tidak makan babi hanya semata-mata alasan ilmiyah dan kesehatan, maka babi itu sudah halal hukumnya. Sebab di zaman sekarang ini sudah banyak ditemukan teknis memasak babi yang bisa mematikan semua jenis virus, bakteri dan cacing pita.

Demikian pula secara pisik, tidak ada bedanya antara ayam yang disembelih dengan mengucapkan basmalah dengan yang disembelih dengan menyebut nama tuhan selain Allah. Secara fisik, keduanya bersih, suci, tidak kotor, bahkan tidak ada racun apapun. Tetapi di pandang dari sudut syariat, hukum keduanya berbeda. Yang satu halal karena disembelih dengan basmalah, sedangkan yang satunya haram, karena disembelih dengan menyebut nama tuhan selain Allah.

Kalau agama yang kita jalani ini harus selalu dikembalikan kepada alasan-alasan yang bersifat kebendaan, ilmiyah atau aspek fisik semata, maka bubarlah agama ini. Padahal landasan agama itu adalah iman, yang berarti percaya kepada Allah SWT. Kalau Allah bilang merah, maka kita ikut bilang merah. Sebaliknya, kalau Allah bilang hitam, maka kita pun bilang hitam. Kita tidak akan memilih merah atau hitam, kecuali karena Allah yang menetapkan.

Mengapa kita harus bersikap demikian? Jawabnya adalah karena Allah SWT itu tuhan. Sebagai tuhan, tentu saja semua apapun yang ditetapkannnya harus kita patuhi tanpa reserve, tanpa ditunda, tanpa ditanya-tanyai sebabnya dan tanpa dimintai alasannya.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban oran-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. An-Nuur: 51)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).


keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 57
Male
Age: 60
Posts: 4176
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

Re: inilah alasan kenapa babi diharamkan

Post by keroncong on Wed Dec 19, 2012 7:35 pm

Perbedaan antara seorang mukmin dengan kafir dalam amal perbuatannya terutama didasarkan dari niatnya. Seorang yang beriman ketika mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya, selalu mendasarkan tindakannya itu atas perintah dan larangan dari Allah SWT. Sebaliknya seorang kafir tidak pernah menjadikan perintah dan larangan Allah SWT sebagai landasan amalnya.

Misalnya, ketika seorang muslim melakukan shalat dan ditanyakan kepadanya, mengapa dia shalat?, maka jawabannya adalah bahwa karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk shalat. Tentang shalat itu ada manfaatnya buat kesehatan atau ketenangan jiwa dan sebagainya, tidaklah menjadi landasan dasar atas shalatnya. Dan di situlah peran niat yang sesungguhnya.

Demikian juga ketika seorang mukmin meninggalkan khamar, zina, judi dan makan babi, niatnya semata-mata karena dia tunduk, taat dan patuh kepada larangan dari Allah SWT. Bukan sekedar mengejar hikmah dan tujuan yang bersifat duniawi. Tidak minum khamar bukan karena sekedar tidak mau mabuk, melainkan semata-mata karena Allah SWT mengharamkannya. Tidak mau zina bukan karena takut kena sipilis atau HIV, tetapi karena ada larangan dari Allah SWT. Demikian juga, tidak makan babi bukan karena takut ada cacing pita, melainkan karena Allah SWT sudah mengharamkannya.

Adapun orang kafir tidak pernah mendasarkan tindakannya itu karena iman dan ketundukan kepada aturan yang datang dari Allah SWT. Paling jauh, landasannya sekedar logika dan penemuan ilmiyah. Padahal, sesuatu yang ilmiyah itu justru bersifat nisbi dan sangat mudah berubah.

Kalau kita amati saat ini, banyak juga non muslim yang atas penemuan ilmiyahnya ikut-ikutan berpuasa sebagaimana seorang mukmin. Misalnya, karena kesimpulan ilmiyah membuktikan bahwa dengan mengosongkan perut, tubuh akan semakin sehat. Maka mereka pun berpuasa sebagaimana orang mukmin. Tetapi disisi Allah SWT, puasa non muslim itu sama sekali tidak ada nilainya.

Mengapa?

Karena puasanya buka lantaran taat kepada Allah SWT, melainkan semata-mata karena kesimpulannya sendiri.

Penelitian ilmiyah dan beragam hikmah serta rahasia ibadah seperti ini buat seorang mukmin tidak menjadi dasar mengapa dia berpuasa. Sebab dasar ibadah hanyalah semata-mata karena perintah dari Allah, bukan karena ingin sehat atau sebab-sebab lainnya.

Jadi kalau teman non muslim anda itu kurang puas dengan jawaban anda yang memang sudah benar itu, jangan kecewa dulu. Sebab memang hal itulah yang membedakan anda dengan teman anda. Anda adalah seorang muslim yang taat pada perintah dan larangan Allah SWT, sedangkan teman anda itu orang kafir yang ingkar -bukan hanya pada perintah dan larangan Allah- bahkan keberadaan dan kebenaran Allah SWT sebagai tuhan pun diingkarinya. Bagaimana mungkin seorang yang mengingkari eksistensi Allah bisa menerima dan memahami aturan-aturan dari-Nya?

Kalau kita buat perumpamaan, seorang yang tidak mengakui eksistensi suatu negara, tidak akan mungkin mau mematuhi aturan-aturan yang ada di dalam negara itu. Seorang gembong pemberontak di Papua misalnya, tentu tidak mau menerima dan tunduk kepada peraturan pemerintah RI. Dan seorang yang mengingkari kebenaran ajaran Islam, tentu saja tidak bisa menerima perintah puasa dan selalu bilang tidak puas.

Jawaban seperti itu bukan berarti kita menafikan adanya manfaat dan hikmah di balik setiap perintah dan larangan dari Allah SWT. Tentu manfaat dan hikmahnya banyak sekali kalau mau diungkap, bahkan selalu ada penemuan baru yang bersifat ilmiyah dan mampu membuktikan kebenaran agama Islam. Termasuk hikmah di balik pelarangan makan babi. Selain karena babi hidup lebih jorok dari hewan ternak lainnya, juga semua agama samawi baik yahudi, nasrani dan Islam, sepakat memposisikan babi sebagai lambang kebusukan dan kenajisan.

Banyak orang mengungkapkan bahwa babi itu kalau terpaksa, mau makan kotorannya sendiri. Sementara hewan lainnya masih punya harga diri. Mendingan mati dari pada makan kotorannya sendiri.Juga banyak yang mengatkan bahwa daging babi terlalu banyak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Karena makannya tidak terkontrol, apa saja dimakannya, sehingga tubuhnya pun mengandung segala jenis penyakit.

Dan masih banyak lagi rahasia dan hikmah di balik pelarangan makan babi yang bisa dapatkan. Namun semua itu sekedar menambah keyakinan yang sudah ada di dalam hati kita. Bukan sebagai landasan utama. Dan buat kita, apakah di balik larangan makan babi itu ada hikmah atau tidak, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketaatan kita kepada Allah SWT yang telah melarang kita makan babi.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173)


berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (MAZMUR 1:1-2).


keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 57
Male
Age: 60
Posts: 4176
Location: di rumah saya
Job/hobbies: posting2
Join date: 2011-11-09

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum