FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Cara Menentukan Awal Ramadhan

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by dade on Fri Jul 13, 2012 8:49 am

First topic message reminder :



Yang dimaksud pada Ayat 2/185 bukanlah melihat Bulan atau Hilalnya di ufuk barat waktu maghrib, tetapi mengetahui bulan penanggalan Ramadhan dan dapat membuktikan dengan perhitungannya, langsung menyatakan kepada masyarakat melalui berbagai media, lalu memulai ibadah puasa Ramadhan pada hari tanggal pertama dari bulan itu.

Hilal yaitu bulan baru atau Bulan sabit yang waktunya ditentukan ALLAH 12 kali dalam satu tahun, dinyatakan dalam Ayat 10/5 dan 9/36. Itulah yang harus dijadikan dasar penanggalan.

Perlu dicatat bahwa Bulan mengorbit keliling Bumi sejauh 331˚ 15’, selama 29 hari 12 jam 44,04 menit. Dia bergerak dalam satu hari sejauh 11˚ 12’. Jadi keliling 360˚ - 331˚ 15’ = 28˚ 45’ kalau dikalikan 12 bulan Qamariah maka satu tahun Islam adalah 354 hari 8 jam 48 menit dan 36 detik atau 345 derajat gerak edar Bumi keliling Surya.

Ramadhan adalah bulan kesembilan setiap tahun Qamariah. Selama siang hari pada bulan itu, lelaki dan perempuan diwajibkan berpuasa yaitu menekan kehendak perut dan kehendak syahwat disamping melakukan ketentuan hukum lainnya dalam Islam. Gunanya tidak lain agar manusia beroleh keinsyafan sejalan dengan tuntunan hidup dalam Alquran yang diturunkan dulunya juga pada bulan itu. Hal demikian menjadi salah satu unsur kenapa orang dianjurkan memakai penanggalan Lunar Year, termuat pada Ayat 9/36 dan 9/37, dan dilarang memakai penanggalan Solar Year yaitu pergantian musim yang dari abad ke abad selalu berkurang waktunya.

Secara umum, penanggalan Qamariah dapat diketahui berlangsung permanen di seluruh zaman atas perhitungan orbit Bulan keliling Bumi dengan kecepatan tanpa perubahan, dimulai dari waktu berlakunya sesuatu gerhana Surya total ataupun separuhnya. Untuk itu telah kita susun suatu kalender dimulai dari Tahun 1351 sampai dengan Tahun 1450. Itulah yang dimaksud ALLAH pada Ayat 2/185 “siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu, hendaklak mempuasakannya,” dan sebelumnya hendaklah menyampaikan kepada masyarakat tentang ibadah itu. Jadi, bukanlah orang yang mengetahui awal bulan itu harus berpuasa sendiri sambil membiarkan orang lain saling bertanya atau menunggu terbitnya Hilal bulan Ramadhan secara nyata di angkasa. Sikap begini tidak tepat bagi orang-orang beriman yang hidup dalam masyarakat Islam termuat pada awal Ayat 2/185 itu sendiri.

Tetapi semenjak lama sudah menjadi tradisi pada sementara masyarakat Islam bahwa mereka memahami maksud Ayat Suci tadi dengan melihat Hilal Ramadhan di ufuk barat sewaktu Surya hendak atau sudah terbenam, bahkan ada yang membentuk badan dan jawatan resmi untuk keperluan itu dengan ongkos besar dan usaha susah payah. Mungkin mereka tidak memiliki bahan perhitungan cukup untuk suatu susunan kalender Qamariah jangka panjang, maka dalam hal ini wajarlah mereka memakai Rukyah atau melihat Hilal Bulan di ufuk barat. Dan memang pada Ayat 2/184 dinyatakan puasa itu pada hari-hari berbilang yaitu bukan selama jumlah hari yang tegas ditentukan. Semenjak zaman Nabi Muhammad pernah kejadian bahwa Ramadhan ada kalanya 30 hari dan ada kalanya 29 hari, sedangkan 11 bulan lainnya mempunyai jumlah hari yang tetap dari tahun ke tahun.

Sebaliknya mungkin pula mereka salah tanggap tentang beberapa istilah hingga juga menimbulkan salah terjemah dan salah pasang. Kalimat asli pada Ayat 2/185 diantaranya berbunyi “FAMAN SYAHIDA MINKUMUSY SYAHRA FAL YASHUMHU”, hingga mengandung ketentuan ilmiah tentang perhitungan penanggalan Qamariah, tetapi ada terjemahan Alquran di akhir abad 14 Hijriah memberikan arti lain, di bawah ini kita kutipkan dan membandingkan dengan terjemahan wajar:

Terjemahan keliru:

2/185. ………………………………………………
Barang siapa di antara kamu menjalani bulan itu hendaklah berpuasa selama itu…..

2/185. ……………………………………………
Barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.

Terjemahan wajar:

2/185. ... ................
Siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu, hendaklah mempuasakannya.


Walaupun pada ketiga terjemahan itu terdapat perbedaan yang banyak, namun yang diperbincangkan di sini hanyalah mengenai terjemahan istilah SYAHIDA dan SYAHRA. Kedua macam istilah itu banyak ditemui dalam Alquran, SYAHIDA tercantum pada Ayat 2/185, 3/18, 3/86, 4/15, 6/19, 6/130, 6/150, 7/37, 12/26, 12/81, 21/61, 24/2, 24/8, 24/24, 27/32, 41/20, 43/19, 43/86, 46/10, 59/11, dan 65/2. Semuanya berarti “membuktikan” dan tidak satu juga yang diartikan dengan “menjalani” atau “hadir”. Bagaimana pula cara menterjemahkan dua kalimat syahadah jika SYAHIDA diartikan dengan itu hingga berupa “Aku menjalani (hadir) bahwa tiada Tuhan selain ALLAH.” Jadi SYAHIDA haruslah diartikan dengan MEMBUKTIKAN yaitu pengakuan ilmiah bahwa Tuhan hanya ALLAH dan Muhammad Rasul-NYA sekali pun tidak pernah melihatnya.

Sejauh ini kita belum sampai pada sasaran tentang sebab-musabab adanya masyarakat yang melihat Hilal Ramadhan agar besoknya mulai berpuasa wajib. Mungkin ada orang yang memahami Ayat 2/185 tadi dengan “Siapa yang melihat dari kamu Bulan itu hendaklah mempuasakannya.” Hal ini pun bersalahan dengan maksud Ayat Suci sebenarnya, karena yang dapat dilihat ialah MOON atau BULAN yang mengorbit di angkasa, dalam Alquran disebut dengan QAMAR, sedangkan yang tercantum pada Ayat 2/185 ialah istilah SYAHRA berarti “bulan” penanggalan yang tidak dapat dilihat dengan mata karena dia hanyalah nama dari sejumlah hari berkelompok jadi satu bagian dari duabelas bagian lainnya dalam setahun. Istilah SYAHRU dapat dibaca pada Ayat 2/185, 4/92, 9/36, 34/12, dan 46/15.

Jadi, yang dimaksud pada Ayat 2/185 bukanlah melihat Bulan atau Hilalnya di ufuk barat waktu maghrib, tetapi mengetahui bulan penanggalan Ramadhan dan dapat membuktikan dengan perhitungannya, langsung menyatakan kepada masyarakat melalui berbagai media, lalu memulai ibadah puasa Ramadhan pada hari tanggal pertama dari bulan itu.


Dalam tradisi ada disebut Nisfu Sya’ban, separuh Sya’ban” atau juga pertengahannya yaitu hari kelima belas Sya’ban bulan kedelapan, yang sesudah 15 hari kemudiannya pasti berlaku tanggal satu Ramadhan. Dalam susunan kalender yang berdasarkan orbit Bulan senantiasa Sya’ban memiliki 30 hari. Penanggalan Ramadhan saja yang mempunyai jumlah hari berbeda, 29 pada tahun biasa dan 30 pada tahun kabisat.

Dengan pengetahuan tradisional demikian, mungkin juga sudah berlaku semenjak zaman Nabi Muhammad, maka setengah orang ada yang sengaja keluar rumah sewaktu maghrib pada tanggal 15 Sya’ban untuk memperhatikan status Bulan yang tampak terbit di ufuk timur. Sekiranya Bulan terbit sebelum Surya terbenam di ufuk barat maka malam itu dan siang besoknya adalah tanggal 14 bulan itu. Tetapi ingatlah bahwa kejadian ini hanya wajar dan pernah jadi tradisi bagi penduduk daerah Torrid Zone atau di daerah panas sekitar Ekuator. Tetapi ketika terbukti bahwa Bulan tampak terbit di ufuk timur sesudah Surya selesai terbenam di barat, maka malam itu dan siang besoknya adalah tanggal 15 Sya’ban dan 16 malam kemudian tentulah malam tanggal 1 Ramadhan. Itulah Rukyah wajar dan logis jika orang tidak memiliki kalender Qamariah jangka panjang. Melihat atau Rukyah Bulan pada tanggal 15 Sya’ban wajar sekali dilaksanakan di semua tempat kediaman pada daerah Ekuator keliling Bumi untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan 16 hari berikutnya, dan dapat dilakukan masyarakat Islam setiap tahun pada Nisfu Sya’ban, mereka tidak memerlukan biaya juga pejabat resmi, dan tidak pula usaha susah payah seperti yang dibutuhkan bagi Rukyah Hilal Bulan pada awal bulan Ramadhan. Walaupun Rukyah Nisfu Sya’ban tidak sesungguhnya tepat seluruhnya menurut perhitungan kalender tetapi halnya lebih benar dibanding dengan Rukyah Hilal.

Kelemahan bagi pelaksana Rukyah Hilal antara lain ialah sebagai berikut:

1. Berbagai catatan memberikan data bahwa pada waktu permulaan bulan Qamariah atau setiap
tanggal pertamanya, posisi bulan Qamariah atau setiap tanggal pertamanya, posisi Bulan
selalu berdekatan dengan Surya. Jika waktu itu berlaku gerhana Surya, maka gerhana itu
berlangsung selama 6 jam, sementara Ijtimak atau gerhana penuh hanyalah selama 7 menit, dan
Bulan bergerak terus tampak di angkasa dalam 1 hari atau 24 jam sejauh 11º 12’ dari orbitnya
keliling Bumi.
Sekiranya ijtimak Bulan dan Surya berlaku hari Rabu pada jam antara 18.00 sampai 06.00
besoknya atau selama 12 jam malam itu menurut Standard Tme di Jawa, maka sesudah ijtimak
tersebut harus dicatat tanggal 1 bulan baru. Dan semisalnya hari itu awal Ramadhan, tentulah
wajib puasa harus terlaksana, tetapi Rukyah Hilal tidak kelihatan hingga penduduk-penduduk
Jawa tidak berpuasa pada hari Kamis tanggal 1 Ramadhan itu.

2. Sesuai dengan hukum alam yang berlaku bahwa daerah yang tepat ditantang Surya berudara panas
dan mungkin berdebu, karenanya angkasa barat sewaktu maghrib tampak berkabut yang
menghalangi pandangan untuk membuktikan adanya Hilal Bulan bagi penanggalan bulan baru.
Demikian pula untuk menentukan hari pertama bulan Ramadhan berdasarkan Rukyah Hilal yang
tentunya sangat tipis halus, setipis kertas kuning. Sia-sialah mereka yang benar-benar
hendak melihat Hilal tersebut untuk ibadah puasa Ramadhan besoknya.

3. Angkasa yang dekat sekali pada keliling bulatan Surya dinamakan orang dengan Corona yang
dalam Alquran disebut Zamharir pada Ayat 76/13, keduanya, baik bulatan Surya maupun Corona
itu menyilaukan mata kalau kebetulan dapat dilihat sewaktu cuaca baik. Jadi Hilal pada awal
malam tanggal pertama Ramadhan begitu pun bulan lainnya tentu saja tidak mungkin dilihat
karena wujudnya baru berupa garis melingkar setipis kertas, karena jauhnya, dan dia berada
dalam daerah Corona yang menyilaukan. Sekiranya orang masih dapat melihat Hilal itu, atau
mengatakan telah melihatnya, tentulah yang dilihat orang itu Hilal malam kedua dari Ramadhan
sejauh 12 derajat lebih dari Surya.

Dengan kelemahan atau tepatnya usaha yang tidak wajar itu, maka benarlah Alquran dengan ketentuan tercantum pada Ayat 2/185 bahwa siapa yang dengan perhitungannya mengenai penanggalan Qamariah dapat menentukan suatu hari adalah tanggal pertama bulan Ramadhan, lalu dia harus menyatakannya kepada masyarakat ramai dan berpuasa siang hari bersama-sama selama 29 atau 30 hari. Tentang ini berlakulah apa yang dimaksud ALLAH pada Ayat:


إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ
أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

2/159. Bahwa orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang KAMI turunkan dari keterangan-keterangan
dan petunjuk sesudah apa-apa yang KAMI terangkan untuk manusia dalam kitab. Itulah yang
ALLAH kutuki mereka dan dikutuki oleh orang-orang yang mengutuk.



Buka juga Artikel di bawah (mengenai Kalender Qamariah Jangka Panjang ):

http://www.laskarislam.com/t2858-kalender-islam-lebih-benar-dari-kalender-masehi
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 39
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down


Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by SEGOROWEDI on Fri Jul 12, 2013 12:48 am


kalau penentuan awal/(dan akhir) puasa beda dalil/metode
tentunya ada salah satu yang salah/bener di mata alloh
entah muhammadiyah dkk; entah nu dkk; entah tarekat nabandiyah dkk
yang salah bakal masiuk neraka
yang benar bakal masuk syurga

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by hamba tuhan on Fri Jul 12, 2013 12:50 am

SEGOROWEDI wrote:
kalau penentuan awal/(dan akhir) puasa beda dalil/metode
tentunya ada salah satu yang salah/bener di mata alloh
entah muhammadiyah dkk; entah nu dkk; entah tarekat nabandiyah dkk
yang salah bakal masiuk neraka
yang benar bakal masuk syurga

emang kamu udah tau yg salah masuk neraka???? dapet ilmu drmn tuh..... heheeee
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by SEGOROWEDI on Fri Jul 12, 2013 12:58 am


lha mulai dan mengakhiri puasa kan harus on time
gak boleh semau gue

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by hamba tuhan on Fri Jul 12, 2013 1:04 am

SEGOROWEDI wrote:
lha mulai dan mengakhiri puasa kan harus on time
gak boleh semau gue

trus.....
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by SEGOROWEDI on Fri Jul 12, 2013 1:11 am


tidak on time = pelanggaran/kesalahan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by hamba tuhan on Fri Jul 12, 2013 1:13 am

SEGOROWEDI wrote:
tidak on time = pelanggaran/kesalahan

tidak on time menurut sapa pelanggaran/ kesalahan?
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by SEGOROWEDI on Fri Jul 12, 2013 1:19 am


menurut alloh

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by hamba tuhan on Fri Jul 12, 2013 1:22 am

SEGOROWEDI wrote:
menurut alloh

mana referensinya....
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by Admin on Fri Jul 12, 2013 11:09 pm

SEGOROWEDI wrote:
kalau penentuan awal/(dan akhir) puasa beda dalil/metode
tentunya ada salah satu yang salah/bener di mata alloh
entah muhammadiyah dkk; entah nu dkk; entah tarekat nabandiyah dkk
yang salah bakal masiuk neraka
yang benar bakal masuk syurga

Wallohu a'lam, tidak dipermasalahkan mana yg benar dan mana yg salah, karena hanya Allah yang tahu. Baik itu Muhammadiyah, NU atau pemerintah mempunyai masing2 metode dengan beradasarkan dalil masing2...

Selagi dalam penentuan awal romadhon dilaksanakan proses penentuannya dengan benar dan sesuai dalil2 yang ada, maka tidak usah khawatir akan dosa bila ternyata keliru/salah dlm memberi keputusan awal Romadhonnya...


Apabila seorang hakim berijtihad dan benar, maka baginya dua pahala, tetapi bila berijtihad lalu keliru maka baginya satu pahala" (HR. Bukhari dan Muslim).”

hamba tuhan wrote:
hanya saran buat admin dan om momod.... kalo thread/ postingan di forum Kajian Fiqih bagusan non muslim dilarang masuk buat postingan atau komentar, kan buat mereka udah ada forum khusus Perbandingan Agama dan INDONESIAN DEBATE CLUB serta RUANG KHUSUS :: TANYA-JAWAB... hmmm, mksh atas perhatiannya

Insya Allah, akan menjadi pertimbangan kami bung HT...piss 
avatar
Admin
Administrator
Administrator

Male
Posts : 1099
Kepercayaan : Islam
Location : Tanah Melayu
Join date : 03.08.11
Reputation : 56

http://www.laskarislam.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by SEGOROWEDI on Sat Jul 13, 2013 6:31 am

hamba tuhan wrote:
SEGOROWEDI wrote:
menurut alloh

mana referensinya....

emang yang menentukan awal dan akhir puasa bukan alloh ya?
jadi siapapun bisa mengawali dan mengakhiri puasa semaunya sendiri

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by SEGOROWEDI on Sat Jul 13, 2013 6:33 am

Admin wrote:
SEGOROWEDI wrote:
kalau penentuan awal/(dan akhir) puasa beda dalil/metode
tentunya ada salah satu yang salah/bener di mata alloh
entah muhammadiyah dkk; entah nu dkk; entah tarekat nabandiyah dkk
yang salah bakal masiuk neraka
yang benar bakal masuk syurga

Wallohu a'lam, tidak dipermasalahkan mana yg benar dan mana yg salah, karena hanya Allah yang tahu. Baik itu Muhammadiyah, NU atau pemerintah mempunyai masing2 metode dengan beradasarkan dalil masing2...

Selagi dalam penentuan awal romadhon dilaksanakan proses penentuannya dengan benar dan sesuai dalil2 yang ada, maka tidak usah khawatir akan dosa bila ternyata keliru/salah dlm memberi keputusan awal Romadhonnya...


Apabila seorang hakim berijtihad dan benar, maka baginya dua pahala, tetapi bila berijtihad lalu keliru maka baginya satu pahala" (HR. Bukhari dan Muslim).”

hamba tuhan wrote:
hanya saran buat admin dan om momod.... kalo thread/ postingan di forum Kajian Fiqih bagusan non muslim dilarang masuk buat postingan atau komentar, kan buat mereka udah ada forum khusus Perbandingan Agama dan INDONESIAN DEBATE CLUB serta RUANG KHUSUS :: TANYA-JAWAB... hmmm, mksh atas perhatiannya

Insya Allah, akan menjadi pertimbangan kami bung HT...piss 

sayangnya..
yang ngomong ini bukan alloh:
Apabila seorang hakim berijtihad dan benar, maka baginya dua pahala, tetapi bila berijtihad lalu keliru maka baginya satu pahala

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by ramadhan2013 on Fri Jul 26, 2013 9:45 pm

Para ahlul ilmi telah berbeda pendapat dalam masalah ini, yaitu, jika di suatu negara kaum Muslimin telah terlihat hilal, yang mana ru’yat itu telah memenuhi standar syari’at, apakah kaum Muslimin lainnya harus mengikuti hasil ru’yat tersebut?
Di antara ahlul ilmi ada yang mengatakan, bahwa itu mengha-ruskan kaum Muslimin untuk berpedoman pada hasil ru’yat tersebut. Mereka berdalih dengan keumuman firman Allah Ta’ala,
“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka wajiblah ia berpuasa dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Al-Baqarah: 185).


Dan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, “Jika kalian melihatnya (hilal Ramadhan) maka berpuasalah.” Mereka mengatakan, “Khitab ini bersifat umum, berlaku untuk seluruh kaum Muslimin.”

Sebagaimana diketahui, bahwa yang dimaksudkan itu bukanlah ru’yat setiap orang dengan penglihatannya masing-masing, karena hal itu tidak mungkin. Yang dimaksud itu adalah, bila yang melihatnya itu seorang yang dapat dipercaya penglihatannya tentang masuknya bulan (berganti-nya bulan), dan ini bersifat umum di setiap tempat.

Para ahlul ilmi lainnya berpendapat, bahwa tempat-tempat muncul-nya hilal itu berbeda-beda, sehingga setiap wilayah ada tempat sendiri-sendiri. Jika tempat munculnya hilal itu sama, maka orang-orang yang berada di wilayah tersebut, kendati belum melihatnya, harus mengikuti, jika memang di bagian lain (dalam kawasan yang sama tempat terbitnya) telah terlihat hilal.

Mereka berdalih dengan dalil yang sama, mereka mengatakan: Allah Ta’ala berfirman,
“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka wajiblah baginya berpuasa.” (Al-Baqarah: 185).
Dan sebagaimana diketahui, bahwa yang dimaksud itu bukanlah penglihatan masing-masing orang, tapi cukup dilakukan di tempat yang bisa melihat munculnya hilal. Hal ini berlaku untuk setiap tempat yang masih satu kawasan. Adapun kawasan lain yang tempat munculnya hilal berbeda dengan tempat tersebut, jika memang belum melihatnya, maka tidak harus mengikutinya.
Mereka juga mengatakan: Kami juga mengatakan tentang sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,

“Jika kalian melihatnya (hilal Ramadhan) maka berpuasalah, dan jika kalian melihatnya (hilal Syawwal) maka berbukalah.”

Bahwa orang yang berada di suatu tempat yang tidak sekawasan dengan orang yang telah melihat hilal, maka secara hakekat dan hukum ia belum termasuk yang melihatnya. Lebih jauh mereka mengatakan: Penen-tuan waktu bulanan adalah seperti halnya penentuan waktu harian, karena negara-negara itu berbeda waktu mulai puasa dan bukanya setiap hari, maka demikian juga dalam penetapan mulai dan berakhirnya bulan. Se-bagaimana diketahui, bahwa perbedaan waktu/hari telah disepakati oleh kaum Muslimin, di mana orang-orang yang berada di belahan timur bumi lebih dulu berpuasa daripada yang berada di belahan barat, demikian juga, mereka berbuka lebih dulu.

Jika kita memberlakukan perbedaan waktu terbit harian ini, maka untuk penetapan bulan pun sama persis perbedaannya.
Tidak mungkin seseorang mengatakan, bahwa firman Allah,
“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam,.” (Al-Baqarah: 187).
Dan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam,


“Jika malam telah datang dari sini dan siang telah berlalu dari sini, sementara matahari telah terbenam, maka telah berbuka orang yang puasa.”
Tidak mungkin seseorang mengatakan bahwa ini bersifat umum yang berlaku untuk seluruh kaum Muslimin di semua negara.
Kami pun berpedoman pada keumuman firman Allah Ta’ala,
“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka wajiblah baginya berpuasa.” (Al-Baqarah: 185).
Dan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,
“Jika kalian melihatnya (hilal Ramadhan) maka berpuasalah, dan jika kalian melihatnya (hilal Syawwal) maka berbukalah.”
Pendapat ini, sebagaimana anda lihat, cukup kuat baik secara lafazh, pandangan dan kiyas yang benar, yaitu mengkiaskan penetapan waktu bulanan pada penetapan waktu harian.
Ahlul ilmi lainnya berpendapat, bahwa perkaranya di tangan yang berwenang dalam masalah ini. Jika yang berwenang itu berpendapat wa-jibnya puasa atau berbuka berdasarkan itu yang dilandasi oleh sandaran syar’i, maka ketetapan itu yang berlaku. Hal ini agar orang-orang yang berada di satu wilayah tidak berlainan. Mereka berdalih dengan keumuman hadits,

“Hari puasa adalah hari dimana kalian semua berpuasa, dan hari berbuka adalah hari di mana kalian semua berbuka.”
Ada juga pendapat lain dari para ahlul ilmi seputar perbedaan pendapat dalam masalah ini.

Kemudian tentang hal kedua yang disebutkan dalam pertanyaan, yaitu bagaimana puasanya kaum Muslimin di beberapa negara kafir yang tidak ada ru’yat syar’iyahnya? Mereka di sana tidak memungkinkan untuk menetapkan hilal dengan cara syar’i, maka caranya, mereka berusaha untuk melihatnya jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan, maka ketika telah ada ketetapan ru’yat hilal di suatu negara Islam, mereka melaksanakan berdasarkan ru’yat tersebut, baik itu mereka telah melihat-nya ataupun belum.

Kalau kita berpijak pada pendapat kedua, yakni masing-masing negara berdiri sendiri jika tempat munculnya hilal berlainan, sementara mereka tidak bisa melakukan ru’yat di negara tempat tinggalnya, maka mereka mengikuti negara Islam yang terdekat, karena cara inilah yang paling memungkinkan untuk mereka lakukan.
( Kitab Ad-Da’wah (5), Syaikh Ibnu Utsaimin, (2/152-156). )
avatar
ramadhan2013
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 17
Kepercayaan : Islam
Location : bulan ramadhan
Join date : 08.07.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

1 Ramadhan 1435 jatuh hari Ahad 29 Juni 2014

Post by dade on Wed Jun 25, 2014 6:03 am

InsyaAllah 1 Ramadhan 1435 jatuh hari Ahad 29 Juni 2014
avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 39
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

1 Ramadhan 1436H jatuh hari Kamis 18 Juni 2015

Post by dade on Tue Jun 16, 2015 11:29 am

InsyaAllah 1 Ramadhan 1436H jatuh hari Kamis 18 Juni 2015

http://www.laskarislam.com/t2858-kalender-islam-lebih-benar-dari-kalender-masehi




Sidang isbat penentuan awal Ramadhan atau puasa digelar di kantor Kementerian Agama pada Selasa petang, 16 Juni 2015. Sidang yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin itu akan dihadiri para ulama ahli falak dari berbagai organisasi massa Islam dan pakar astronomi pada lembaga negara.


avatar
dade
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 39
Posts : 207
Location : bEkAsi
Join date : 04.03.12
Reputation : 11

http://myquran.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by dee-nee on Tue Jun 16, 2015 12:56 pm

SEGOROWEDI wrote:
hamba tuhan wrote:
SEGOROWEDI wrote:
menurut alloh

mana referensinya....

emang yang menentukan awal dan akhir puasa bukan alloh ya?
jadi siapapun bisa mengawali dan mengakhiri puasa semaunya sendiri

hihihihihihi udah lama ga liat debatan sms-nya mas wedi

@momod
ntar abis lebaran ... ban-nya segorowedi di copot ya
jangan pas puasa ... ga seru

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by aliumar on Tue Jun 16, 2015 1:07 pm

Yg ini bisa kamu jawab, dee-nee:

Jika penentuan 1 Ramadhan (awal puasa) atau penentuan 1 Syawal (Idul Fitri) terkadang suka terdapat perbedaan, tapi Kenapa utk hari2 raya Islam yg lain (spt Idul Adha,10 Dzulhijjah; atau Isra Miraj 27 Rajab) yg berdasarkan kalender Hijriah juga, tidak pernah jadi terdapat perbedaan?

Harus nya kan jika katakanlah pas penetapan 1 Syawal kelompok A lebih dulu 1 hari dibandingkan kelompok B, maka nantinya kan otomatis perhitungan datangnya tgl 10 Dzulhijjah kelompok A juga lebih dulu 1 hari, dan datangnya tgl 27 Rajab kelompok A juga akan lebih dulu 1 hari dibandingkan kelompok B.

Tapi Mengapa tidak demikian?

muslim yg lainnya, ada yang bisa jawab?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by dee-nee on Tue Jun 16, 2015 2:51 pm

aliumar wrote:Yg ini bisa kamu jawab, dee-nee:

Jika penentuan 1 Ramadhan (awal puasa) atau penentuan 1 Syawal (Idul Fitri) terkadang suka terdapat perbedaan, tapi Kenapa utk hari2 raya Islam yg lain (spt Idul Adha,10 Dzulhijjah; atau Isra Miraj 27 Rajab) yg berdasarkan kalender Hijriah juga, tidak pernah jadi terdapat perbedaan?

Harus nya kan jika katakanlah pas penetapan 1 Syawal kelompok A lebih dulu 1 hari dibandingkan kelompok B, maka nantinya kan otomatis perhitungan datangnya tgl 10 Dzulhijjah kelompok A juga lebih dulu 1 hari, dan datangnya tgl 27 Rajab kelompok A juga akan lebih dulu 1 hari dibandingkan kelompok B.

Tapi Mengapa tidak demikian?

muslim yg lainnya, ada yang bisa jawab?

saya ga bisa jawab ... muslim lain aja yang jawab
saya mah ikut pemerintah ajah kalau tentang tanggal2an begini

piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by isaku on Tue Jun 16, 2015 3:02 pm

Siklus bulan itu 29,5 hari, jadi 1 bulan bisa 29 atau 30 hari. Ketidaksamaan pada 1 waktu kemudian terus menerus tidak sama itu tidak mungkin, karena ada 1/2 harinya, jadi pasti nantinya bakal sama lagi. Kadang sama kadang tidak itu terjadi karena penentuan berapa derajat posisi bulan disebut sudah bulan baru atau belum, si A menentukan sekian derajat adalah bulan baru, si B boleh jadi di derajat yg berbeda.

piss

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by aliumar on Tue Jun 16, 2015 11:22 pm

Siklus bulan itu 29,5 hari, jadi 1 bulan bisa 29 atau 30 hari. Ketidaksamaan pada 1 waktu kemudian terus menerus tidak sama itu tidak mungkin, karena ada 1/2 harinya, jadi pasti nantinya bakal sama lagi. Kadang sama kadang tidak itu terjadi karena penentuan berapa derajat posisi bulan disebut sudah bulan baru atau belum, si A menentukan sekian derajat adalah bulan baru, si B boleh jadi di derajat yg berbeda.
lho tapi kan 29 atau 30 harinya itu sama. Misalnya Safar sama2 lamanya 29 hari, Rabiul awal lamanya sama2 30 hari, Rabiul akhir lamanya sama2 30 hari, Muharram lama nya sama2 30 hari.

Jadi misalkan kelompok A menetapkan 1 Syawal tgl 17 Juli.
sementara kelompok B menetapkan 1 Syawal tgl 18 Juli.
Nah kelompok A dan B kan melewati bulan syawal sama2 selama 29 hari, lalu melewati bulan Dzulkaidah sama2 selama 30 hari, dan bulan2 lainnya dalam lama waktu yg sama.

Sehingga akan berakibat tgl 27 Rajab (Isra Miraj) kelompok A akan lebih dulu dari kelompok B. Tapi ga pernah tuh terjadi perbedaan hari2 Islam yg lain spt Isra Miraj, Maulid nabi, Tahun Baru Hijriah. Sangat Aneh. TANYA KENAPA ?


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by isaku on Wed Jun 17, 2015 2:29 pm

Sebelum tanya kenapa teliti dulu kebenarannya, data g punya dapat kesimpulan darimana?

Coba bawa sini data hari2 di setiap bulan untuk beberapa tahun terakhir hijriah

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by aliumar on Wed Jun 17, 2015 3:44 pm

Sebelum tanya kenapa teliti dulu kebenarannya, data g punya dapat kesimpulan darimana?

Coba bawa sini data hari2 di setiap bulan untuk beberapa tahun terakhir hijriah

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah

Intinya jika Idul Fitri nya dan Ramadan nya berbeda, kenapa hari2 besar Islam yg lain ga pernah terdapat perbedaan?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by isaku on Wed Jun 17, 2015 4:01 pm

Wiki-nya kalau dibaca harusnya langsung paham kok

piss

Menurut wiki saja, kamu udah salah bilang Rabiul akhir 30 hari, ya ga?
Perhatikan selang seling 30 dan 29 hari.

aliumar wrote:Intinya jika Idul Fitri nya dan Ramadan nya berbeda
makanya bawa data, menurut saya itu bukan "dan" tapi "atau", sangat kecil kemungkinan terjadinya "dan"

nangkap g?

Btw, tidak ada ibadah sunnah apapun di 27 Rajab, peringatan 27 Rajab di masjid2 bisa saja 1 minggu atau mungkin 2 minggu setelah 27 Rajab, tidak diperlukan rukyat ataupun hisab wujudulhilal untuk itu.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by aliumar on Wed Jun 17, 2015 10:25 pm

makanya baca baik2 post 44.

Konkritnya:
Muhammadiyah menetapkan tanggal 30 Agustus 2011, sudah masuk 1 Syawal (Idul Fitri), sementara NU menetapkan 1 Syawal jatuh pada tgl 31 Agustus 2011.

Artinya start 1 Syawal nya Muhamadiyah lebih dulu 1 hari ketimbang NU. Ini kan akan menyebabkan start bulan2 berikutnya akan berbeda, sehingga begitu masuk bulan Rajab, Muhammadiyah akan lebih dulu satu hari ketimbang NU. Sehingga tgl 27 Rajab nya (Isra Miraj) Muhammadiyah akan jadi lebih dulu 1 hari ketimbang NU. Pertanyaan nya kenapa kemudian perayaan Isra Miraj yg jatuh pada tgl 27 Rajab bisa tidak terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dan NU?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by isaku on Mon Jun 22, 2015 12:00 pm

aliumar wrote:makanya baca baik2 post 44.

Konkritnya:
Muhammadiyah menetapkan tanggal 30 Agustus 2011, sudah masuk 1 Syawal (Idul Fitri), sementara NU menetapkan 1 Syawal jatuh pada tgl 31 Agustus 2011.

Artinya start 1 Syawal nya Muhamadiyah lebih dulu 1 hari ketimbang NU. Ini kan akan menyebabkan start bulan2 berikutnya akan berbeda, sehingga begitu masuk bulan Rajab, Muhammadiyah akan lebih dulu satu hari ketimbang NU. Sehingga tgl 27 Rajab nya (Isra Miraj) Muhammadiyah akan jadi lebih dulu 1 hari ketimbang NU. Pertanyaan nya kenapa kemudian perayaan Isra Miraj yg jatuh pada tgl 27 Rajab bisa tidak terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dan NU?
Dunia udah kebolak balik, yg g ngerti2 malah nyuruh baca baik2 piss

Start yang tidak sama di satu bulan, belum tentu atau bahkan kecil kemungkinan akan menyebabkan start berbeda lagi dibulan berikutnya.

coba dicerna dulu yg bold, yg 27 rajab post 47

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by aliumar on Mon Jun 22, 2015 12:18 pm

Start yang tidak sama di satu bulan, belum tentu atau bahkan kecil kemungkinan akan menyebabkan start berbeda lagi dibulan berikutnya.
WHY ?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Cara Menentukan Awal Ramadhan

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik