FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu 5 5 1

Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Page 3 of 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

View previous topic View next topic Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Thu Nov 29, 2012 11:18 pm

putramentari wrote:
kalo pola pikir muslim ya begini :
Urine : keluar dari kandung kemih di dalam belly melalui PERKUTUT
Madu : Ke luar dari kantung madu di dalam belly melalui proses proboscis.

justru anda yang bilang : Urine berarti bukan keluar dari urethra penis

Jadi, urine. ke-luar dari penis, salah atau benar?
Feses, keluar dari anus, salah atau benar?

Madu lagi, madu lagi... dah dibenerin nectar, ya masih ngotot madu... dah salah, dibenerin jg ndak ada ruginya, masih maksa yang salah....

Ya sudah anda kan sudah kasih statement tuh tegas:

Madu : Ke luar dari kantung madu di dalam belly melalui proses proboscis.


artinya, madu, memang tidak keluar dari belly... alias AlQuran ngawur.

keluarnya dari kantung madu di dalam belly... yang ketika 'keluar' dari kantung madu, minumannya, masih ada di dalam belly....

puteramentari wrote:
Foxhound wrote:
Ndak perlu.... saya sudah ngeh... demi membenarkan Alquran, muslim rela ngotot bahwa "tahi, tidak keluar dari anus"

Dan demi membenarkan AlQuran, tetap tidak bisa mencerna; "Belly" adalah perut bagian luar.

salah lagi, bukannya muslim yang membenarkan Al Qur'an tapi Ilmu pengetahuan yang membuktikan kebenaran Al Qur'an

Ilmu pengetahuan yang mana yang membenarkan "minuman keluar dari belly"?

AlQuran dan ilmu pengetahuan yang anda presentasikan, justru bertentangan. Hanya bisa dibenarkan, kalau pakai logika... "semua yang ada di balik belly adalah belly"....

Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Thu Nov 29, 2012 11:32 pm

Foxhound wrote:

Jadi, urine. ke-luar dari penis, salah atau benar?

Salah, bukan keluar dari perkutut, tapi keluar dari kandung kemih yang berada dalam belly melalui perkutut, udah ngerti belom, ane rasa belom

Foxhound wrote:artinya, madu, memang tidak keluar dari belly... alias AlQuran ngawur.

khan udah dijelasin : Madu/minuman keluar dari kantung madu yang berada di dalam belly

Foxhound wrote:keluarnya dari kantung madu di dalam belly... yang ketika 'keluar' dari kantung madu, minumannya, masih ada di dalam belly....

silahkan baca penjelasan ane masalah proboscis

Foxhound wrote:Ilmu pengetahuan yang mana yang membenarkan "minuman keluar dari belly"?

AlQuran dan ilmu pengetahuan yang anda presentasikan, justru bertentangan. Hanya bisa dibenarkan, kalau pakai logika... "semua yang ada di balik belly adalah belly"....

justru ilmu pengetahuan yang membuktikan kebenarannya

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Fri Nov 30, 2012 2:16 am

Foxhound wrote:
Jadi, urine. ke-luar dari penis, salah atau benar?

putramentari wrote:
Salah, bukan keluar dari perkutut, tapi keluar dari kandung kemih yang berada dalam belly melalui perkutut, udah ngerti belom, ane rasa belom

Coba di test sedikit lagi, kalau dalilmu benar, pasti bisa konsisten:

1. Kalau gitu, mana yang benar, ke-luar dari kandung kemih, atau ke-luar dari ginjal?
2. Sedangkan kalau feses keluar dari?


Foxhound wrote:artinya, madu, memang tidak keluar dari belly... alias AlQuran ngawur.

khan udah dijelasin : Madu/minuman keluar dari kantung madu yang berada di dalam belly

Ya berarti tidak keluar dari belly. AlQuran ngawur. "Keluar di dalam belly" kali? Atau Depag salah terjemahan?

Foxhound wrote:keluarnya dari kantung madu di dalam belly... yang ketika 'keluar' dari kantung madu, minumannya, masih ada di dalam belly....
silahkan baca penjelasan ane masalah proboscis

Ke-luar tubuh lebah nya lantas dari mana? Kalau dikatakan dari kantung madu, ketika meninggalkan kantung madu, masih di dalam tubuh lebah atau sudah keluar tubuh lebah?

puteramentari wrote:
Foxhound wrote:Ilmu pengetahuan yang mana yang membenarkan "minuman keluar dari belly"?

AlQuran dan ilmu pengetahuan yang anda presentasikan, justru bertentangan. Hanya bisa dibenarkan, kalau pakai logika... "semua yang ada di balik belly adalah belly"....

justru ilmu pengetahuan yang membuktikan kebenarannya

Asbun... seperti saya katakan, sewaktu keluar dari kantung madu, masih di balik belly atau sudah keluar dari tubuh lebah?

Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Fri Nov 30, 2012 2:40 am

Foxhound wrote:
Coba di test sedikit lagi, kalau dalilmu benar, pasti bisa konsisten:

1. Kalau gitu, mana yang benar, ke-luar dari kandung kemih, atau ke-luar dari ginjal?
lha, tentu dari ginjal dulu baru kekandung kemih

Foxhound wrote:2. Sedangkan kalau feses keluar dari?
keluar dari usus besar di dalam belly melalui anus

Foxhound wrote:Ya berarti tidak keluar dari belly. AlQuran ngawur. "Keluar di dalam belly" kali? Atau Depag salah terjemahan?
khan udah dijelasin : Madu/minuman keluar dari kantung madu yang berada di dalam belly


Foxhound wrote:Ke-luar tubuh lebah nya lantas dari mana? Kalau dikatakan dari kantung madu, ketika meninggalkan kantung madu, masih di dalam tubuh lebah atau sudah keluar tubuh lebah?

lha khan terbukti anda tidak membaca postingan ane, madu dikeluarkan dari belly dengan proses proboscis :
PROBOSCIS : pemindahan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah.dengan cara menjulurkan lidah ke honey sac

kalo anda nanya lewat saluran mana, berarti anda sendiri gak ngerti proses cara memindahkan madu dari dalam perut lebah ke sarang, baidewey anda khan cuma copas pertanyaan rekan anda, jadi anda berada diposisi aman


Foxhound wrote:Asbun... seperti saya katakan, sewaktu keluar dari kantung madu, masih di balik belly atau sudah keluar dari tubuh lebah?

bukan asbun, anda yang gak ngerti proses proboscis, silahkan buka buka buku anak SMP juga ada

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Fri Nov 30, 2012 7:46 am

@Puteramentari, pertanyaan2 di atas itu untuk menguji konsistensi logika dan dalil muslim.... jadi usahakan konsisten ya.

putramentari wrote:
Foxhound wrote:
Coba di test sedikit lagi, kalau dalilmu benar, pasti bisa konsisten:

1. Kalau gitu, mana yang benar, ke-luar dari kandung kemih, atau ke-luar dari ginjal?
lha, tentu dari ginjal dulu baru kekandung kemih

Pertanyaannya... ke-luar dari mana? Penis, urethra, kandung kemih, atau ginjal?

Keluar dari kandung kemih, atau melalui kandung kemih?

Definisi ke-luar muslim itu apa sih? Diproduksi oleh, dihasilkan oleh, ekskresi oleh, lewat melalui, atau apa?


Foxhound wrote:2. Sedangkan kalau feses keluar dari?
keluar dari usus besar di dalam belly melalui anus

"keluar dari usus besar" atau "keluar melalui usus besar" ?


Foxhound wrote:Ya berarti tidak keluar dari belly. AlQuran ngawur. "Keluar di dalam belly" kali? Atau Depag salah terjemahan?
khan udah dijelasin : Madu/minuman keluar dari kantung madu yang berada di dalam belly

Makanya... tuh yang ditebali, di dalam belly... alias "keluar - di dalam belly"....
Depag nya salah terjemahan kali... harusnya "minuman yang keluar di dalam perut"... bukan "minuman yang keluar dari perut".


lha khan terbukti anda tidak membaca postingan ane, madu dikeluarkan dari belly dengan proses proboscis :
PROBOSCIS : pemindahan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah.dengan cara menjulurkan lidah ke honey sac

kalo anda nanya lewat saluran mana, berarti anda sendiri gak ngerti proses cara memindahkan madu dari dalam perut lebah ke sarang, baidewey anda khan cuma copas pertanyaan rekan anda, jadi anda berada diposisi aman


Foxhound wrote:Asbun... seperti saya katakan, sewaktu keluar dari kantung madu, masih di balik belly atau sudah keluar dari tubuh lebah?

bukan asbun, anda yang gak ngerti proses proboscis, silahkan buka buka buku anak SMP juga ada

Yang asbun, bukan proboscis nya, yang asbun adalah hubungannya dengan belly...

Coba aja di test kalau nggak asbun; jelaskan apa hubungannya proboscis dengan belly?

Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by nasigoreng on Fri Nov 30, 2012 2:48 pm

Foxhound wrote:Ya berarti tidak keluar dari belly. AlQuran ngawur. "Keluar di dalam belly" kali? Atau Depag salah terjemahan?
putramentari wrote:khan udah dijelasin : Madu/minuman keluar dari kantung madu yang berada di dalam belly
@puteramentari
biar cucok harus pakai ilmu cucomologi, jawab aja pakai Operasi Caesar (buka perut LEBAH) biar cocok ama ayat dibawah ini
PAS CUCOK nggak ama ayatnya yg dibawah ini?

EbisuSensei wrote:ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Mari kita berdiskusi secara baik-baik, ilmiah dan alamiah... piss

nasigoreng
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 1
Male
Posts: 147
Location: Indonesia
Job/hobbies: makan nasi goreng
Join date: 2012-11-27

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Fri Nov 30, 2012 3:34 pm

Foxhound wrote:@Puteramentari, pertanyaan2 di atas itu untuk menguji konsistensi logika dan dalil muslim.... jadi usahakan konsisten ya.

putramentari wrote:
Foxhound wrote:
Coba di test sedikit lagi, kalau dalilmu benar, pasti bisa konsisten:

1. Kalau gitu, mana yang benar, ke-luar dari kandung kemih, atau ke-luar dari ginjal?
lha, tentu dari ginjal dulu baru kekandung kemih

Pertanyaannya... ke-luar dari mana? Penis, urethra, kandung kemih, atau ginjal?

Keluar dari kandung kemih, atau melalui kandung kemih?

Definisi ke-luar muslim itu apa sih? Diproduksi oleh, dihasilkan oleh, ekskresi oleh, lewat melalui, atau apa?

maksud keluar dari perut khan udah saya jelaskan dari awal posting saya :

“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

Foxhound wrote:

Foxhound wrote:2. Sedangkan kalau feses keluar dari?
keluar dari usus besar di dalam belly melalui anus

"keluar dari usus besar" atau "keluar melalui usus besar" ?

perhatikan analogi awal saya :

untuk Melalui : Mulut = Anus = perkutut, ( end proceed organ )
dan semua organ penampungnya berada didalam belly ; kantung madu, usus besar dan kandung kemih

Foxhound wrote:

Foxhound wrote:Ya berarti tidak keluar dari belly. AlQuran ngawur. "Keluar di dalam belly" kali? Atau Depag salah terjemahan?
khan udah dijelasin : Madu/minuman keluar dari kantung madu yang berada di dalam belly

Makanya... tuh yang ditebali, di dalam belly... alias "keluar - di dalam belly"....
Depag nya salah terjemahan kali... harusnya "minuman yang keluar di dalam perut"... bukan "minuman yang keluar dari perut".

lha sama tentu keluar dari perut donk, dan ditampung kantung madu


Foxhound wrote:
putramentari wrote:
Foxhound wrote:
putramentari wrote:
lha khan terbukti anda tidak membaca postingan ane, madu dikeluarkan dari belly dengan proses proboscis :
PROBOSCIS : pemindahan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah.dengan cara menjulurkan lidah ke honey sac

kalo anda nanya lewat saluran mana, berarti anda sendiri gak ngerti proses cara memindahkan madu dari dalam perut lebah ke sarang, baidewey anda khan cuma copas pertanyaan rekan anda, jadi anda berada diposisi aman
Asbun... seperti saya katakan, sewaktu keluar dari kantung madu, masih di balik belly atau sudah keluar dari tubuh lebah?

bukan asbun, anda yang gak ngerti proses proboscis, silahkan buka buka buku anak SMP juga ada

Yang asbun, bukan proboscis nya, yang asbun adalah hubungannya dengan belly...

Coba aja di test kalau nggak asbun; jelaskan apa hubungannya proboscis dengan belly?

tentu saja karena :
PROBOSCIS : pemindahan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah.dengan cara menjulurkan lidah ke honey sac
“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna
ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya).
Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.


binar

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Fri Nov 30, 2012 9:18 pm

putramentari wrote:
“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

@Puteramentari... saya konfirmasi sekali lagi.... Apakah penjelasanmu di atas itu karena anda berpikir, Madu diproduksi di dalam honeysac, laboratium rabbani?

Kemudian arti kata ini:
karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya).[/b][/color] Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

Saya mengartikan kalimat di atas:
AlQuran tidak berkata dari mulut. Karena bukan mulut yang memproduksi madu. Saripati dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu adalah salah. Melainkan diproduksi dari laboratium rabbani di dalam perut. Sehingga AlQuran berkata dari perut.

apakah pengartian saya akan kalimat anda di atas itu salah atau benar?

Puteramentari wrote:
lha sama tentu keluar dari perut donk, dan ditampung kantung madu

Nah mulai ndak konsisten. Ke-luar dari perut, artinya keluar dari sistem perut. Ditampung kantung madu, artinya masuk ke kantung madu... koq bisa sama?

Ke-luar dari belly, artinya keluar dari perut bagian luar. Belly, itu organ tubuh atau bukan?


dan anda tidak menjawab pertanyaan saya:
puteramentari wrote:
keluar dari usus besar di dalam belly melalui anus

"keluar dari usus besar" atau "keluar melalui usus besar" ?

Kalau memang konsisten argumen muslim dalam membenarkan AlQuran, sesuai argumen di atas...
Maka "keluar dari" artinya adalah dari tempat sesuatu diproduksi.

Artinya, urine, keluar dari ginjal, bukan dari kandung kemih, urethra dan penis... bener?

Artinya juga... feses, keluar dari?

Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Fri Nov 30, 2012 9:50 pm

Foxhound wrote:

Saya mengartikan kalimat di atas:
AlQuran tidak berkata dari mulut. Karena bukan mulut yang memproduksi madu. Saripati dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu adalah salah. Melainkan diproduksi dari laboratium rabbani di dalam perut. Sehingga AlQuran berkata dari perut.

apakah pengartian saya akan kalimat anda di atas itu salah atau benar?

jadi mundur lagi ke proses madu, gimane nich anak :
Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Selanjutnya nectar yang mayoritas berupa gula disakarida dalam bentuk sukrosa mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah
Nectar yang diambil dari bunga-bunga tanaman mengandung gula dan kadar air yang tinggi (sekitar 60%), untuk menjadi madu kadar air ini harus diturunkan secara significant menjadi sekitar 20 % atau bahkan lebih rendah lagi. Proses fisika penurunan kadar air ini mulai terjadi pada saat lebah menjulurkan lidahnya(proboscis) untuk memindahkan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah. Didalam sarang lebah kadar air terus diturunkan lebih lanjut dengan laju penurunan yang lebih tinggi melalui putaran sayap-sayap lebah yang terus menerus mensirkulasikan hawa hangat ke seluruh ruangan dalam sarang lebah.
Proses kimia dari nectar menjadi Madu terjadi di dalam perut lebah ketika enzym invertase mengubah sukrosa
(disakarida) menjadi glukosa dan fruktosa yang keduanya merupakan monosakarida

makanya :

“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

Foxhound wrote:Nah mulai ndak konsisten. Ke-luar dari perut, artinya keluar dari sistem perut. Ditampung kantung madu, artinya masuk ke kantung madu... koq bisa sama?

Ke-luar dari belly, artinya keluar dari perut bagian luar. Belly, itu organ tubuh atau bukan?


dan anda tidak menjawab pertanyaan saya:

maaf, itu hanya asumsi ente dalam memaksakan pendapat

Foxhound wrote:"keluar dari usus besar" atau "keluar melalui usus besar" ?

Kalau memang konsisten argumen muslim dalam membenarkan AlQuran, sesuai argumen di atas...
Maka "keluar dari" artinya adalah dari tempat sesuatu diproduksi.

Artinya, urine, keluar dari ginjal, bukan dari kandung kemih, urethra dan penis... bener?

Artinya juga... feses, keluar dari?

itu khan analogi anda tapi Al Qur,an :


“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

tenang ajah, saya konsisten kok binar

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Fri Nov 30, 2012 10:56 pm

putramentari wrote:jadi mundur lagi ke proses madu, gimane nich anak :
Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Selanjutnya nectar yang mayoritas berupa gula disakarida dalam bentuk sukrosa mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah
Nectar yang diambil dari bunga-bunga tanaman mengandung gula dan kadar air yang tinggi (sekitar 60%), untuk menjadi madu kadar air ini harus diturunkan secara significant menjadi sekitar 20 % atau bahkan lebih rendah lagi. Proses fisika penurunan kadar air ini mulai terjadi pada saat lebah menjulurkan lidahnya(proboscis) untuk memindahkan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah. Didalam sarang lebah kadar air terus diturunkan lebih lanjut dengan laju penurunan yang lebih tinggi melalui putaran sayap-sayap lebah yang terus menerus mensirkulasikan hawa hangat ke seluruh ruangan dalam sarang lebah.
Proses kimia dari nectar menjadi Madu terjadi di dalam perut lebah ketika enzym invertase mengubah sukrosa
(disakarida) menjadi glukosa dan fruktosa yang keduanya merupakan monosakarida

makanya :

“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

Tinggal jawab pertanyaan saya sederhana saja koq susah sih?

Saya hanya minta konfirmasi, apakah berarti menurut artikel di atas, "keluar dari" itu artinya "diproduksi dari" ?

Dan apakah kutipan di atas berarti membantah bahwa sari pati dikunyah oleh lebah dan dimuntahkan menjadi madu? Sehingga AlQuran sampai tidak mengatakan dari mulutnya, tetapi dari perutnya, karena laboratirum rabbani itu di dalam perut?

Saya hanya minta konfirmasi dulu, sebelum muslim pakai acara ngeless....

Puteramentari wrote:
Foxhound wrote:Nah mulai ndak konsisten. Ke-luar dari perut, artinya keluar dari sistem perut. Ditampung kantung madu, artinya masuk ke kantung madu... koq bisa sama?

Ke-luar dari belly, artinya keluar dari perut bagian luar. Belly, itu organ tubuh atau bukan?
dan anda tidak menjawab pertanyaan saya:
maaf, itu hanya asumsi ente dalam memaksakan pendapat

koq asumsi dan memaksakan pendapat? ... emang ke-luar dari perut, artinya bukan keluar dari sistem perut?

muslim...muslim... demi AlQuran.... selalu rela membodohi dirinya sendiri. Ya sudah, itu ndak usah dibahas dulu. Konfirmasi dulu. Jawaban kamu ngambang semua, ditanya A jawabnya B. Confirm dulu, karena saya tidak mau dibelakang nanti ngeless lagi... kayak kandung kemih vs ginjal...

puteramentari wrote:
Foxhound wrote:"keluar dari usus besar" atau "keluar melalui usus besar" ?

Kalau memang konsisten argumen muslim dalam membenarkan AlQuran, sesuai argumen di atas...
Maka "keluar dari" artinya adalah dari tempat sesuatu diproduksi.

Artinya, urine, keluar dari ginjal, bukan dari kandung kemih, urethra dan penis... bener?

Artinya juga... feses, keluar dari?

tenang ajah, saya konsisten kok binar

Ya tinggal di jawab pertanyaan saya... koq analogi lagi... ditanya apa njawabnya apa..


“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. [b]Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit

Apakah "keluar dari" sama dengan "diproduksi dari" ?

Apa yang kamu jawab, kutipan yang dibawa, tidak pernah menjawab inti pertanyaan...

Apakah definisi "Keluar dari" menurut AlQuran, Islam atau puteramentari? Koq malah njawabnya kasih cerita probioscis.. itu namanya Ignoratio Elenchi... logical fallacy.

Sederhana, tegaskan dulu... definisi "Keluar dari" itu apa? "Diproduksi oleh"... atau apa?

Dengan definisi itu, maka urine, keluar dari mana? Pertama jawab kandung kemih, terakhir bilang ginjal dulu.... gitu koq konsisten, konsisten cap muslim ngeless?

Feces, keluar dari mana? usus besar? Apa benar usus besar yang memproduksi feces?

Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Fri Nov 30, 2012 11:04 pm

@Puteramentari. Sekalian... sebelum saya tunjukkan kacaunya AlQuran.

Apakah anda yakin, semua kutipan biologi anda, terutama yang anda tebali, itu semuanya adalah benar demikian sehingga itu menjelaskan AlQuran yang berkata madu keluar dari perut lebah?

Apakah tidak ada lagi yang perlu dikoreksi?

Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Fri Nov 30, 2012 11:08 pm

Foxhound wrote:
putramentari wrote:jadi mundur lagi ke proses madu, gimane nich anak :
Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Selanjutnya nectar yang mayoritas berupa gula disakarida dalam bentuk sukrosa mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah
Nectar yang diambil dari bunga-bunga tanaman mengandung gula dan kadar air yang tinggi (sekitar 60%), untuk menjadi madu kadar air ini harus diturunkan secara significant menjadi sekitar 20 % atau bahkan lebih rendah lagi. Proses fisika penurunan kadar air ini mulai terjadi pada saat lebah menjulurkan lidahnya(proboscis) untuk memindahkan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah. Didalam sarang lebah kadar air terus diturunkan lebih lanjut dengan laju penurunan yang lebih tinggi melalui putaran sayap-sayap lebah yang terus menerus mensirkulasikan hawa hangat ke seluruh ruangan dalam sarang lebah.
Proses kimia dari nectar menjadi Madu terjadi di dalam perut lebah ketika enzym invertase mengubah sukrosa
(disakarida) menjadi glukosa dan fruktosa yang keduanya merupakan monosakarida

makanya :

“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.

Tinggal jawab pertanyaan saya sederhana saja koq susah sih?

Saya hanya minta konfirmasi, apakah berarti menurut artikel di atas, "keluar dari" itu artinya "diproduksi dari" ?

Dan apakah kutipan di atas berarti membantah bahwa sari pati dikunyah oleh lebah dan dimuntahkan menjadi madu? Sehingga AlQuran sampai tidak mengatakan dari mulutnya, tetapi dari perutnya, karena laboratirum rabbani itu di dalam perut?

Saya hanya minta konfirmasi dulu, sebelum muslim pakai acara ngeless....
proses yang anak smp ajah udah ngerti kok bagi umat kristen kok susah ya

maksud keluar dari :

“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit.


Foxhound wrote:
Puteramentari wrote:
Foxhound wrote:Nah mulai ndak konsisten. Ke-luar dari perut, artinya keluar dari sistem perut. Ditampung kantung madu, artinya masuk ke kantung madu... koq bisa sama?

Ke-luar dari belly, artinya keluar dari perut bagian luar. Belly, itu organ tubuh atau bukan?
dan anda tidak menjawab pertanyaan saya:
maaf, itu hanya asumsi ente dalam memaksakan pendapat

koq asumsi dan memaksakan pendapat? ... emang ke-luar dari perut, artinya bukan keluar dari sistem perut?

muslim...muslim... demi AlQuran.... selalu rela membodohi dirinya sendiri. Ya sudah, itu ndak usah dibahas dulu. Konfirmasi dulu. Jawaban kamu ngambang semua, ditanya A jawabnya B. Confirm dulu, karena saya tidak mau dibelakang nanti ngeless lagi... kayak kandung kemih vs ginjal...


yang ngambang ya otak sampeyan, apakah dulu tidak pernah belajar biologi


Foxhound wrote:
puteramentari wrote:
Foxhound wrote:"keluar dari usus besar" atau "keluar melalui usus besar" ?

Kalau memang konsisten argumen muslim dalam membenarkan AlQuran, sesuai argumen di atas...
Maka "keluar dari" artinya adalah dari tempat sesuatu diproduksi.

Artinya, urine, keluar dari ginjal, bukan dari kandung kemih, urethra dan penis... bener?

Artinya juga... feses, keluar dari?

tenang ajah, saya konsisten kok

Ya tinggal di jawab pertanyaan saya... koq analogi lagi... ditanya apa njawabnya apa..


“Firman-Nya :( يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا ) , yang demikian itu karena lebah mengisap sari pati bunga dari sana-sini, kemudian diolah di perutnya dengan mekanisme rabbani hingga menjadi madu murni. [b]Makna ini diungkapkan dengan potongan ayat tersebut karena boleh jadi ada di antara mereka yang menduga bahwa sari pati itu dikunyah oleh lebah kemudian dimuntahkan menjadi madu. Olehnya itu, Al-Qur’an tidak mengatakan: ( مِنْ أَفْوَاهِها ) yang artinya: (dari mulutnya), tetapi ia datang dengan:( مِنْ بُطُوْنِهَا ) yang artinya: (dari perutnya). Laboratorium rabbani inilah yang memberi kita madu yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit

Apakah "keluar dari" sama dengan "diproduksi dari" ?

Apa yang kamu jawab, kutipan yang dibawa, tidak pernah menjawab inti pertanyaan...

Apakah definisi "Keluar dari" menurut AlQuran, Islam atau puteramentari? Koq malah njawabnya kasih cerita probioscis.. itu namanya Ignoratio Elenchi... logical fallacy.

Sederhana, tegaskan dulu... definisi "Keluar dari" itu apa? "Diproduksi oleh"... atau apa?

Dengan definisi itu, maka urine, keluar dari mana? Pertama jawab kandung kemih, terakhir bilang ginjal dulu.... gitu koq konsisten, konsisten cap muslim ngeless?

Feces, keluar dari mana? usus besar? Apa benar usus besar yang memproduksi feces?

justru uraian ilmiah tentang proboscis untuk menjelaskan pertanyaan dodol ente yang bertanya madu harus lewat diantara ke tiga pilihan saluran ente.

belom nyadar juga

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Fri Nov 30, 2012 11:11 pm

Foxhound wrote:@Puteramentari. Sekalian... sebelum saya tunjukkan kacaunya AlQuran.

Apakah anda yakin, semua kutipan biologi anda, terutama yang anda tebali, itu semuanya adalah benar demikian sehingga itu menjelaskan AlQuran yang berkata madu keluar dari perut lebah?

Apakah tidak ada lagi yang perlu dikoreksi?

nampaknya anda udah lupa tema awal trit ini dimana anda tanya lewat saluran mana, yang ternyata proses pengeluaran madu dari kantung madu adalah dengan proses proboscis, mungkin anda perlu memperbanyak baca baca literatur biologi

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Foxhound on Sat Dec 01, 2012 2:37 am

putramentari wrote:
nampaknya anda udah lupa tema awal trit ini dimana anda tanya lewat saluran mana, yang ternyata proses pengeluaran madu dari kantung madu adalah dengan proses proboscis, mungkin anda perlu memperbanyak baca baca literatur biologi

Sebelum anda bermulut besar, bahwa saya yang perlu baca literatur biologi. Saya kan cuma minta konfirmasi sekali lagi... Apakah sedemikian pengecutnya muslim seperti kamu yang menantang saya membuktikan kesalah AlQuran, menjawab pertanyaan sederhana?

Dari awal, anda ditanya apa, jawabnya selalu mbulet dengan proboscis... ditanya urine, jawabnya proboscis... ditanya feces, jawabnya proboscis..... emang logical fallacy, itu ciri2nya muslim dah. Ditanya apakah sumber artikel anda ada yang perlu dikoreksi... tidak menjawab perlu atau tidak malah proboscis lg. Semua pertanyaan koq dijawabnya proboscis?

Pertanyaan saya cukup sederhana, dan hanya minta konfirmasi... Apakah separah itu otak muslimmu tidak mampu mencerna kalimat saya?

Tinggal jawab ya, atau tidak... koq susah kenapa sih emang? Apa memang sudah merasa kalau asbun dan nggabrul? Kalau tidak asbun dan nggabrul, jawab aja sederhana.

Kalau anda merasa kutipan biologi anda benar, ndak perlu suruh saya baca biologi lagi. Cukup konfirmasi saja. Bahwa anda yakin, semua kutipan biologi anda di thread ini adalah benar, dan itulah yang membenarkan AlQuran anda, sesuai sumbar mulut besar anda sebelumnya.

Anda berani sumbar dengan artikel proboscis anda.... tetapi ketika logika muslim anda diaplikasikan ke kasus biologi yang lain, anda tidak berani dengan ksatria menjawab dengan sederhana malah mengalihkan pembicaraan ke proboscis lagi... apa otak anda memang cuma bisa mencerna probiosis dan tidak mampu mencerna kata-kata lainnya?

Saya akan hentikan pembicaraan test case logika anda pada urine dan fesces. Karena sudah keliatan anda tidak berani menjawabnya dengan sederhana sesuai logika yang dipakai dalam "bee's belly". Dan ngeless lagi ketika sumbar kandung kemih, tetapi meralatnya lg jadi ginjal.... Yang membaca sudah bisa menilainya sendiri. Karena itu cukup lah, uji cobanya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi sebelum saya lanjut. Saya kasih anda kesempatan terlebih dahulu... jawab saja ketiga pertanyaan di bawah ini dengan sederhana berurutan

1. Apakah kutipan biologi yang anda bawa kesini, sudah benar, dan tidak perlu anda koreksi lagi?

kalau ada yang perlu dikoreksi, silahkan dikoreksi terlebih dahulu, saya tidak akan mempermalukan anda karena anda mengkoreksinya. Dalam hal ini saya sudah kasih muslim kesempatan terlebih dahulu, saya akan anggap perdebatan sebelumnya tidak pernah ada kalau anda ingin mengkoreksinya

Tapi kalau anda yakin, ya tinggal jawab saja... "ya sudah benar".


2. Jadi kalau poin #1 sudah benar. Sesuai perkataan anda bahwa "ilmu pengetahuan" yang anda bawa itu membenarkan AlQuran. Saya confirm sekali lagi... apakah benar anda yakin bahwa, kutipan biologi anda itu membenarkan Alquran bahwa madu keluar dari perut lebah?

antara kutipan biologi anda dan Alquran, apakah benar menurut anda itu ada hubungannya? Karena awalnya, saya menganggap tidak ada hubungannya. Keluar dari 'belly', itu sudah cukup jelas sebenarnya. Ya seharusnya keluar lewat belly. Tetapi karena anda sudah bermulut besar dan berkata "itu hanya asumsi pembenaran saya". Saya akan ikuti premise anda terlebih dahulu, jadi saya minta konfirmasi... apakah anda yakin bahwa kutipan biologi anda itu membenarkan AlQuran bahwa madu keluar dari perut lebah


3. Kalau anda yakin bahwa kutipan2 biologi anda sudah benar dan membenarkan AlQuran. Apakah yang dimaksud keluar dari perut lebah itu adalah madu diproduksi di dalam honeysac dengan enzym invertase di laboratorium rabbani seperti kutipan anda. Sehingga arti "keluar dari" adalah "diproduksi di"?

Sesuai kutipan anda (tidak perlu minta saya baca biologi yang lain), dan sesuai yang tertulis di sana, bahwa sebagian orang (keliru) mengira bahwa madu dikunyah dan dimuntahkan dari mulut lebah. Melainkan diproses di dalam laboratorium rabbani. Jadi saya konfirmasi sekali lagi, apakah maksud dari AlQuran keluar dari perut lebah, adalah madu diproduksi di honeysac dibalik perut lebah. Kalau anda yakin dengan argumen anda, silahkan dijawab saja sederhana

-----------------------------------------------------------------

Kalau anda yakin, tidak perlu sumbar, tidak perlu olok2, tidak perlu suruh saya baca lagi ilmu biologi. Cukup konfirmasi saja. Karena dalam berdebat, harus ada premise yang disetujui terlebih dahulu, sebagai titik awal.... baru itu diuji dan dibuktikan. Karena muslim memang terkenal suka ngeless dan tidak gentle dengan statementnya. Tolong dikonfirmasi terlebih dahulu.


Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 57
Male
Posts: 612
Location: Jakarta
Join date: 2012-09-28

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Sat Dec 01, 2012 5:10 am

cuma untuk mengingatkan kepada netter muslim tentang madu.
Lihat disini --- http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257144/

ternyata di madu ada ALKOHOL.

"Volatile organic compounds (VOCs) in honey are obtained from diverse biosynthetic pathways and extracted by using various methods associated with varying degrees of selectivity and effectiveness. These compounds are grouped into chemical categories such as aldehyde, ketone, acid, alcohol, hydrocarbon, norisoprenoids, terpenes and benzene compounds and their derivatives, furan and pyran derivatives."

Bagaimana tuh, di madu ada ALKOHOL sedangkan menurut islam, alkohol itu HARAM. Apakah madu itu haram karena ada kandungan ALKOHOL di madu? silahkan ditanggapi.

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Sat Dec 01, 2012 5:16 am

@atas
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257144/
itu jurnal penelitian terkini loh ... sah valid dan meyakinkan ... membuktikan kandungan ALKOHOL di madu. Madu jadi haram menurut islam karena mengandung AlKOHOL. Benar apa betul?

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by satria bergitar on Sat Dec 01, 2012 8:38 am

Majesty wrote:Bagaimana tuh, di madu ada ALKOHOL sedangkan menurut islam, alkohol itu HARAM.

coba ane pengen tau dalilnya masbro...

Majesty wrote:Apakah madu itu haram karena ada kandungan ALKOHOL di madu?

durian juga mengandung alkohol apa lantas sekonyong-konyong koder...eh menjadi haram???

coba copot dulu otak kristennya y...baru nanya pelan2...

satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 54
Male
Age: 28
Posts: 1319
Location: Karawang
Job/hobbies: Jurnal and posting
Humor: cikaracak ninggang batu lila - lila jadi legok..tai cakcak nempel dina huntu lila-lila nya dilebok!!
Join date: 2011-12-08

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Sun Dec 02, 2012 5:49 am

@atas
Alkohol HARAM << ini kan sudah HARGA MATI di islam
kecuali kalo sampeyan sengaja memposisikan diri dalam keadaan KEFEFET panas
DZAT ALKOHOL itu yang HARAM, jadi, semua benda yang mengandung alkohol PASTI HARAM.
muslim terlihat tawar menawar dengan haram halal. Karena duren enak, maka duren dihalalkan, dengan mengabaikan keberadaan alkohol di duren.
begitu juga karena madu enak, maka madu dihalalkan (apalagi madu sudah tertulis di quran). demi membangga-banggakan quran, maka madu HARUS HALAL, tapi mengabaikan ALKOHOL HARAM yang ada di madu panas
satu perintah quran (mengharamkan alkohol) diabaikan demi membangga-banggakan ayat quran tentang madu hahahahahaa sembah kacau

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Sun Dec 02, 2012 5:56 am

Jika terbukti ada MINYAK BABI di madu bagaimana? apakah madu tetap halal DEMI MEMBANGGAKAN AYAT2 MADU?

sudah ada penelitian membuktikan keberadaan kandungan ALKOHOL di madu, apakah madu tetap halal demi ayat2 madu?
Demi ayat2 quran, muslim harus rela memperbodohi diri sendiri walau kenyataannya banyak ayat quran yang tidak sesuai dengan kenyataan alias ngawur. (pasti jawabannya OOT ke kristen) gemetar

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Sun Dec 02, 2012 6:01 am

karena madu sudah terlanjur tertulis di quran, maka MADU HARUS HALAL demi bangga2in quran .. walau kemudian hari terbukti ada ALKOHOL HARAM di madu, madu HARUS TETAP HALAL ... HARUSSS !!! ngece

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by putramentari on Sun Dec 02, 2012 9:59 pm

Foxhound wrote:
Dari awal, anda ditanya apa, jawabnya selalu mbulet dengan proboscis... ditanya urine, jawabnya proboscis... ditanya feces, jawabnya proboscis..... emang logical fallacy, itu ciri2nya muslim dah. Ditanya apakah sumber artikel anda ada yang perlu dikoreksi... tidak menjawab perlu atau tidak malah proboscis lg. Semua pertanyaan koq dijawabnya proboscis?

Pertanyaan saya cukup sederhana, dan hanya minta konfirmasi... Apakah separah itu otak muslimmu tidak mampu mencerna kalimat saya?

ingatkah anda di awal diskusi inianda bertanya : madu keluar lewat saluran mana dengan memberikan tiga pilihan saluran :

dari pertanyaan itu ajah udah nampak ketidak mengertian anda masalah proses keluarnya madu/minuman dari kantung madu yang berada didalam belly yaitu dengan proses proboscis, kalo gak ngerti ya nanya atuh nak, jangan keras gak jelas.
ibarat kata : ngasih pertanyaan ajah udah salah panas

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 111
Male
Age: 33
Posts: 4796
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Mon Dec 03, 2012 9:25 am

halooo netter muslim info
kok postingan saya tidak ditanggapin?

percuma kalian bahas proses pembentukan madu sedangkan di madu sendiri sudah terbukti terkandung ALKOHOL HARAM

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257144/

ternyata di madu ada ALKOHOL.

"Volatile organic compounds (VOCs) in honey are obtained from diverse biosynthetic pathways and extracted by using various methods associated with varying degrees of selectivity and effectiveness. These compounds are grouped into chemical categories such as aldehyde, ketone, acid, alcohol, hydrocarbon, norisoprenoids, terpenes and benzene compounds and their derivatives, furan and pyran derivatives."

Bagaimana tuh, di madu ada ALKOHOL sedangkan menurut islam, alkohol itu HARAM. Apakah madu itu haram karena ada kandungan ALKOHOL di madu? silahkan ditanggapi. lapor

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by frontline defender on Mon Dec 03, 2012 9:49 am

yang haram tu khamr, madu kalau difermentasi dibikin khamr ya haram! boong

frontline defender
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 57
Posts: 2976
Humor: TUHAN Murka terhadap Orang yang Berniat Baik, kemudian Membunuhnya (2 Samuel 6:6-7)
Join date: 2011-11-17

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Mon Dec 03, 2012 11:53 am

fermentasi = istilah inggris
khamar = istilah arab, dari khamar diturunkan kata khamir = yeast = ragi = Saccharomyces cereviceae (cendawan yang melakukan fermentasi
dan prosesnya disebut pengkhamaran/pengkhamiran

pengkhamaran/pengkhamiran (istilah arab) = fermentasi (istilah inggris)

ada banyak produk pengkhamaran/fermentasi, salah satunya adalah ALKOHOL

dari sumber islam:
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/2011833.html
KHAMAR adalah bahan yang mengandung alkohol yang memabukkan.

MASIH MAU MEMBANTAH?

demi madu yang sudah terlanjur "dimuliakan" di ayat2 madu, maka madu HARUS TETAP HALAL walaupun dikemudian hari terbukti bahwa madu MENGANDUNG ALKOHOL (zat khamar) HARAM

bagi kami non muslim, madu tetap halal karena kami tidak mengharamkan dan tidak menghalalkan makanan/minuman, tapi perbuatan itulah yang haram/halal.

tolong fokus ke keberadaan alkohol di madu

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Re: Diskusi Tentang An Nahl ayat 69: Lebah & Madu

Post by Majesty on Mon Dec 03, 2012 11:58 am

makanan/minuman (contohnya madu) yang mengandung alkohol apakah mungkin bisa difermentasi? sedangkan alkohol adalah produk dari fermentasi/pengkhamaran/pengkhamiran.

fermentasi dua kali maksud lo?
khamar kuadrat donk panas kacau

Majesty
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 3
Male
Posts: 202
Location: Dwelling in the Loving Arms of my LORD
Humor: Patrick Star menuntut MOD + ADMIN LI untuk me-WARNING netter uplikitif.hajinskei mengganti sigi-nya (mana konsistensi penegakkan aturan LI? hanya untuk melindungi netter islam-kah?) apakah sigi saya masih terasa menghina?
Join date: 2012-11-30

Back to top Go down

Page 3 of 6 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum