FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

benarkah taqiyah ajaran islam?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by keroncong on Fri Jul 13, 2012 5:27 pm

TAQIYAH yaitu siasat berbohong dan menyembunyikan inti ajaran yang menyimpang dengan menampilkan segala sesuatu yang kelihatan sesuai dengan pendapat orang kebanyakan. Inti ajaran dan identitas aqidah suatu paham disembunyikan sedemikian rupa dan berpura-pura tidak memiliki perbedaan dengan lingkungannya dengan cara tidak menampakkannya agar orang-orang mengira apa yang diajarkan itu sesuai dengan masyarakat.

Bila pendekatan kepada calon pengikut sudah berhasil, barulah inti ajaran itu dibuka. Namun si pengikut itu sudah berhasil didoktrin sedemikian rupa sebelumnya sehingga sudah diperhitungkan bahwa dia tidak akan menolak ajaran sesat itu, bahkan malah menjadi pendukung utamanya.

Taktik licik ini dahulu banyak digunakan oleh kelompok yang menyimpang dari ajaran ahli sunnah wal jamaah seperti Syiah dan lainnya. Dengan cara itulah mereka berhasil menggaet pengikut yang lumayan banyak. Karena mereka selalu menyembunyikan jati diri dan identitas aqidah sesat mereka. Barulah mereka akan terang-terangan menjelaskan aqidah mereka manakala calon pengikut itu dirasa sudah pasti tidak akan menolaknya.

Meski bukan monopoli, namun siasat taqiyah itu banyak dilakukan oleh kelompok syiah. Dan diantara ajaran sesat yang sering mereka sembunyikan dari pengetahuan khalayak antara lain:

1. Sekte Sabaisme dalam Syiah berkeyakinan bahwa Jibril salah menurunkan wahyu kepada Muhammad, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib.

2 . Mereka memiliki mushaf Al-Quran versi mereka sendiri yang isinya tidak sama dengan mushaf yang dikenal sekarang ini. Kulaini menjelaskan dalam bukunya “Al-Kafi” bahwa Ja‘far Shodiq berkata,”Kami mempunyai mushaf Fathimah. Sebuah mushaf yang isinya seperti Al-Quran kalian 3 kali. Demi Allah, tidak ada satu huruf pun isinya dari Al-Quran kalian”.

3. Mereka meyakini bahwa imam mereka ada 12 dan semuanya memiliki mukjizat seperti Nabi dan telah diberi wasiat dan rahasia ajaran Islam. Sehingga mereka berhak menerangkan ajaran Islam yang orang lain tidak diberitahu menjadi rahasia mereka sendiri. Mereka yakin bahwa para imam itu dititipi ilmu oleh Rasulullah SAW untuk menyempurnakan syariat. Tidak ada perbedaan antara imam dengan Rasulullah SAW kecuali bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu.

4. Para imam itu diyakini berada pada derajat ma‘shum yang tidak mungkin berdosa dan terpelihara dari segala kesalahan, kelalaian serta dosa-dosa baik besar atau kecil.

5. Mereka meyakini bahwa imam mereka yang ke-12 sedang ghaibah (menghilang) ke dalam sebuah gua di Samara (surro man ra‘a), sebuah kota kecil di Iraq dekat sungai Tigris utara Baghdad. Suatu hari nanti imam ke-12 itu akan muncul lagi (roj‘ah). Karena itu sekarang setiap ba‘da maghrib mereka rajin berdiri di pintu gua bahkan menyediakan sebuha kendaraan untuk pergi. Perbuatan ini terus berlangsung tiap malam. Harapan mereka imam itu akan datang untuk memenuhi keadilan sebagaiman bumi sedang dipenuhi dengan kekejaman dan kezoliman. Imam ke-12 ini juga akan melacak lawan-lawan syiah sepanjang sejarah.

6. Salah satu daya tarik mereka untuk mencari pendukung adalah ‘fasilitas’ kawin mut‘ah atau kawin kontrak. Hakikatnya tidak lebih dari pelacuran yang diberi kemasan agama. Dengan beragam dalih, mereka menghalalkan zina seperti ini. Memang sejarahnya, Rasulullah SAW pernah membolehkan nikah mut‘ah, namun setelah itu dilarang secara total dan hukumnya dinasakh. Semua shahabat dan para ahli ilmu sepakat bahwa mut‘ah itu telah diharamkan Allah selamanya. Oleh kelompok syiah, nikah seperti ini dibolehkan dan menjadi salah satu pesona dan daya tarik buat mereka yang suka zina.

7. Mereka juga memiliki hari raya yang lebih mereka hormati dari Idul Fithri dan Idul Adha, yaitu hari raya Ghadir Khom. Selain itu mereka juga mengagungkan hari raya Nairuz, hari raya agama majusi penyembah api. Juga hari raya tanggal 9 Rabiul Awwal sebagai hari raya ‘bapak’ mereka, Abu Lu‘lu‘ah. Abu Lu‘lu‘ah adalah orang yang berhasil membunuh Umar bin Al-Khattab.

8. Kebencian mereka kepada para sahabat Nabi dan mengatakan mereka berdosa telah merampas khilafah dari Ali bin Abi Thalib. Sebagian syiah malah mengkafirkan para shahabat Nabi radhiyallahu anhum. Sebaliknya mereka mengagungkan ahlul bait atau keluarga nabi. Ahlul bait ini adalah para shahabat nabi yang utama, tetapi oleh kelompok syiah ini, ahlul bait diseret-seret masuk dalam perangkap aqidah mereka, sehingga seolah-olah antara ahlul bait dengan shahabat yang lain ada pemisah dan permusuhan.

Dalam rangka taqiyah, doktrin sesat seperti pasti tidak akan pernah mereka akui di awal perkenalan. Bahkan mereka sering bersumpah bahwa mereka bukanlah syiah dan juga tidak berpendirian sesat seperti itu. Namun kenyataan yang sering terjadi mengatakan kebenaran siasat taqiyah ini. Karena bila seorang pengikut dianggap sudah matang, barulah doktrin sesat itu diberikan.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by keroncong on Thu Jan 03, 2013 10:08 pm

Sejak tumbangnya Syah Reza Pahlevi, yaitu meletusnya revolusi Iran tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, sejak itulah paham Syi'ah merembes ke berbagai negara. Maraklah di hampir seluruh dunia gema jihad untuk melawan kemungkaran "aliran Syi'ah." Dari gerakan menentang paham Syi'ah itu tumbuh militansi dalam Islam, serta membentuk rasa solidaritas di dunia Islam, hingga ke Indonesia.

Beberapa lama kemudian, di Indonesia munculah kelompok-kelompok yang dinilai oleh beberapa pihak mengarah kepada gerakan Syi'ah seperti yang terjadi di Iran. Perkembangan Syi'ah, yaitu gerakan yang mengatasnamakan madzhab Ahlul Bait ini memang cukup pesat, terlebih di kalangan masyarakat Indonesia yang umumnya adalah awam dalam soal keagamaan, menjadi lahan empuk bagi gerakan-gerakan aliran sempalan untuk menggaet mereka menjadi sebuah komunitas, kelompok dan jama'ahnya. Dibangunlah sejumlah lembaga yang berbentuk pesantren maupun yayasan di beberapa kota seperti: Jakarta, Jawa dan di luar Jawa. Kemudian muncullah buku-buku yang berpaham Syi'ah yang memang sengaja diterbitkan oleh para penerbit yang memang beraliran Syi'ah. Selain itu juga gencarnya dakwah mereka melalui media massa oleh tokoh-tokoh beraliran Syi'ah, pendidikan dan pengkaderan di pesantren-pesantren serta majelis-majelis ta'lim. Gerakan mereka berfariasi, ada yang agresif, frontal, ada juga yang lembut, namun semuanya bermuara kepada yang satu yaitu Syi'ah!

Sangat besar memang dana yang dibutuhkan untuk mempropagandakan dan memperkenalkan revolusi itu. Tetapi itu sangat dibutuhkan untuk mengangkat panji-panji revolusi, mengangkat Syi'ah di panggung politik dunia, dan yang terutama adalah mendesakkan kepada dunia Islam untuk mengakui keberadaan Syi'ah sebagai salah satu aliran yang sah di dunia Islam.

Memperhatikan perkembangan kekuatan Barat (AS dan Eropa) yang cenderung untuk menguasai dunia, menjadi kurang menarik perhatian kaum muslimin tentang apa dan bagaimana perkembangan Syi'ah yang sebenarnya. Di sisi lain orang-orang yang lemah pendirian dan berpaham cenderung sekuler, mengajak kaum muslimin untuk memperkecil perbedaan dan perselisihan. Baik sadar maupun tidak sadar, kita beragidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah telah digiring untuk mengikuti dan mendukung kebathilan yang ada pada ajaran-ajaran Syi'ah.




Keampuhan Doktrin Taqiyah

Untuk meng-counter (menghalangi) perkembangan Syi'ah sangatlah sulit. Hal itu dikarenakan Syi'ah membuat doktrin dan ajaran yang disebut "taqiya." Dengan konsep taqiyah, mereka dengan mudah memutarbalikkan fakta (berbohong) untuk menutupi kesesatannya dan mengutarakan sesuatu yang tidak diyakininya. Mengapa bisa demikian mujarabnya konsep taqiyah karena konsep itu tidak lain adalah konsep penipuan yang dibungkus dengan dalil yang disalahartikan dengan pemehaman mereka. Mereka menggunakan dalil yang sesuai, yang telah dilebih-lebihkan pemahamannya, sebagai alasan pembenar untuk tindakan mereka; tak ubahnya seperti AS, Israel dan sekutunya mengambil dalil "memerangi teroris" sebagai alasan pembenar dengan mengartikan sekehendaknya untuk menumpas kalangan pejuang millitan Islam.

Orang-orang Syi'ah dalam mempertahankan konsep taqiyah sering mengetengahkan sebuah riwayat yang dinisbahkan kepada Imam Abu Ja'far Ash-Shadiq a.s., beliau berkata: "Taqiyah adalah agamaku dan agama bapak-bapakku. Seseorang tidak dianggap beragama bila tidak bertaqiyah." (Al-Kaafi, jus II, h. 219). Dengan dalil riwayat tersebut dan beberapa dalil lainnya, Syi'ah mewajibkan konsep taqiyah kepada pengikutnya. Seorang Syi'ah wajib bertaqiyah di depan siapa saja, baik orang mukmin yang bukan alirannya maupun orang kafir atau ketika kalah beradu argumentasi, terancam keselamatannya serta di saat dalam kondisi minoritas. Dalam keadaan minoritas dan terpojok, para tokoh Syi'ah memerintahkan untuk meningkatkan taqiyah kepada pengikutnya agar menyatu dengan kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah, berangkat Jum'at di masjidnya dan tidak menampakkan permusuhan. Inilah kecanggihan dan kemujaraban konsep taqiyah, sehingga sangat sulit untuk melacak apalagi membendung gerakan mereka. LDII yang nyata-nyata terang-terangan dalam mengembangkan jama'ahnya saja sulit untuk dibendung, apalagi menghadapi orang-orang yang berlaku sifat munafik yang sulit untuk dipahami.

Adapun taqiyah menurut pemahaman para ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah berdasar pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, taqiyah tidaklah wajib hukumnya, melainkan mubah, yaitu dalam hal menghadapi kaum musrikin demi menjaga keselamatan jiwanya dari siksaan yang akan menimpanya, atau dipaksa untuk kafir dan taqiyah ini merupakan pilihan terakhir karena tidak ada jalan lain.

Doktrin taqiyah dalam ajaran Syi'ah merupakan strategi yang sangat hebat untuk mengembangkan pahamnya, serta untuk menghadapi kalangan Ahli Sunnah, hingga sangat sukar untuk diketahui gerakan mereka dan kesesatannya.




Syi'ah Mengkambinghitamkan Ahlul Bait

Di antara kedustaan dakwah Syi'ah adalah seringnya mencatut nama "Ahlul Bait" Nabi saw, bahkan mengklaim imam-imam 12 (istilah Syi'ah) adalah imam-imam mereka; penganutnya mendakwa hanya dirinya atau golongannya yang mencintai dan mengikuti Ahlul Bait. Klaim Syi'ah semacam itu tentu saja dapat mengelabuhi kaum Ahli Sunnah, yang dalam ajaran agamanya, diperintahkan untuk mencintai dan menjungjung tinggi Ahlul Bait. Padahal para imam Ahlul Bait berlepas diri dari tuduhan dan anggapan mereka. Tokoh-tokoh Ahlul Bait (Alawiyyin) bahkan sangat gigih dalam memerangi faham Syi'ah, seperti mantan Mufti Kerajaan Johor Bahru, Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad, dalam bukunya "Uqud Al-Almas."

Para tokoh Syi'ah juga mengeluarkan tuduhan-tuduhan palsu yang ditujukan kepada para imam Ahlul Bait. Dr. Jalaluddin Rahmat, mubaligh penyebar Syi'ah terkemuka di Indonesia, yang sering muncul di TV dan media-media massa, kepada kaum Alawiyyin (anak cucu Nabi saw), mengatakan, "Dari Hadramaut inilah menyebar para penyebar Islam yang pertama, khususnya kaum Alawiy, orang-orang keturunan sayyid, atau yang mengklaim sebagai keturunan sayyid. Mereka datang ke Indonesia dan menyebarkan Islam. Tapi ketika mereka datang ke Indonesia, di luar mereka Syafi'i, di dalam mereka Syi'i." (Ulumul Qur'an, No. Vol. VI, tahun 1995).

Tuduhan ini jelas tidak benar. Lihat pernyataan tokoh Alawiyyin yang sangat terpandang dan karya-karyanya di kaji di pesantren-pesantren dan majelis-majelis ta'lim, yaitu Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad; beliau berkata, "Hendaklah anda membentengi aqidahmu (imanmu) memperbaiki dan meluruskanya sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh golongan yang selamat di akhirat (Al-Firqah An-Najiyah)." Golongan Al-Firqah An-Najiyah, yaitu golongan yang selamat di akhirat adalah golongan yang di kalangan kaum muslimin dikenal dengan sebutan "Ahli Sunnah wal Jama'ah." Golongan inilah yang tetap berpegang teguh dengan cara-cara yang diajarkan, ditempuh dan dilakukan oleh Rasul Allah dan sahabat-sahabatnya.




Penerbit dan Terbitan Buku-buku Syi'ah di Indonesia

Berkembangnya Syi'ah di Indonesia di antaranya melalui diterbitkannya buku-buku Syi'ah. Penerbit-penerbit yang paling populer menerbitkan buku-buku beraliran Syi'ah di Indonesia adalah penerbit Mizan dan Pustaka Hidayah. Kedua penerbit itu nyata dan jelas sekali membawa misi aliran ini. Pintarnya, mereka juga gencar menerbitkan buku-buku kalangan Ahli Sunnah wal Jama'ah yang bermutu sehingga tidak mencurigakan. Selain dua penerbit itu, masih banyak penerbit lain yang suka mencetak buku-buku beraliran Syi'ah, seperti Pustaka Pelta - Bandung, Yayasan As-Sajjad - Jakarta, YAPI - Lampung, Abu Dzar Press, Jakarta.

Penerbit-penerbit yang mencetak buku-buku ajaran Syi'ah yang telah tercium dan diketahui ummat, maka penerbit-penerbit tersebut berusaha untuk mengelabuhi dan menutup ke-Syi'ahannya, dengan mencetak buku-buku bersifat Ahli Sunnah.

Sulit bagi kita mendapati tulisan-tulisan yang benar-benar mencerminkan ciri khas paling kental aliran Syi'ah, seperti memurtadkan sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan lainya; bahkan di dalam buku-buku yang menjadi rujukan dan referensi Syi'ah sekalipun. Pada umumnya buku-buku itu hanya promosi ajaran Syi'ah dan tidak menampakkan perbedaan, apalagi serangan terhadap Ahlus Sunnah; atau kecuali mendiskreditkan sahabat dengan cara yang sangat halus; dan inilah pengaruh taqiyah yang sangat licik.

Dengan cara dakwah Syi'ah yang licik ini, tidak sedikit dari kalangan keluarga Ahlus Sunnah beranggapan bahwa perbedaan antara Syi'ah dan Sunnah adalah perbedaan furu'iyah (cabang, insidental), bukan masalah prinsip aqidah. Ada juga yang merasa cukup dengan mendengar bahwa orang-orang Syi'ah mengucapkan dua kalimat sahadat dan melakukan gerakan-gerakan nyata, seperti sujud dan ruku, tanpa menyelidiki asal dan cabang dari aqidahnya, kemudian menghendaki Sunnah dan Syi'ah bisa bergandengan tangan.

Memang propagandis Syi'ah sering menyeru pendekatan dan persatuan dengan Ahli Sunnah. Dalam bentuk lahirnya, seruan itu sangat indah dan manis karena kaum muslimin amat butuh pada persatuan dan sekaligus melupakan segala macam perbedaan, selama tidak menyangkut masalah ushul (pokok agama). Akan tetapi, orang yang memahami dan mengerti benar tentang Syi'ah yang sesungguhnya, akan bertanya; atas dasar apa diadakan persatuan itu? Apakah dengan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar?

Sementara buku atau kitab-kitab rujukan yang mengungkap hakekat Syi'ah, mereka rahasiakan dan disembunyikan. Tidak heran jika kita sering menjumpai pengikut Syi'ah yang tidak memahami hakekat aliran yang dianutnya.

Bagaimanapun pintarnya usaha untuk menutup-nutupi kesesatan ajarannya, ada juga buku yang beredar dengan mendeskreditkan Abu Bakar, Umar, dan Utsman, seperti buku yang berjudul "Do'a Sejak Ali Zainal Abidin Hingga Alexis Carrel," oleh Ali Syari'ati, yang diterjemahkan oleh Musa Al-Kazhim dan diterbitkan oleh Pustaka Hidayah.

Di dalam buku "Do'a Sejak Ali Zainal Abidin Hingga Alexis Carrel," Ali Syari'ati menyebutkan:
"Atau bilamana mereka yang memandang Imam Ali: Simbul kemuliaan, keramat, dan keluhuran dan yang ketajaman lidahnya menyamai pedangnya, sebagai orang yang lemah, penakut dan maju mundur; sehingga sedikit saja rasa takut menyentuh beliau, maka beliau pun akan membai'at orang-orang zhalim dan mendekati para perampas hak khalifah."

"Imam Ali adalah orang yang tidak kenal takut. Dia tidak pernah hendak mendekati orang-orang yang merampok hak khilafahnya, mengikuti mereka menjadi anggota DPR-MPR Saqifah dan memberikan haknya kepada orang lain yang tidak akan selayak dan sepatut dia dalam memegang tampuk kepemimpinan. Ketika rasa takut mencekamnya, lantas Imam Ali mau mengawinkan putrinya kepada si perampas hak yang telah menggebuki istrinya sendiri, Fathimah as sampai tulang rusuknya retak dan janin usia enam bulan yang berada dalam kandungannya gugur."

Nampak sangat jelas hakekat ajaran Syi'ah dalam dua kalimat yang dikutip tersebut di atas, dimana mereka menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman adalah orang-orang yang zhalim, dan merampas hak khalifah kepada Ali.

Begitu juga buku yang berjudul "Shalat dalam Mazhab Ahlul Bait," oleh Hidayatullah Husein Al-Habsyi, guru dari Yayasan YAPI, Bangil. Di dalam buku itu, Husein Al-Habsyi terang-terangan menyebutkan bahwa Shalat Jum'at tidak wajib dan Shalat 'Idain wajib.

Di dalam buku tersebut, pada halaman 182 tertulis sebagai berikut:
"Dalam wajib ikhtiari (memilih) ini, lebih diutamakan memilih shalat Dzuhur daripada shalat Jum'at. Karena shalat Jum'at sebelum munculnya Imam Mahdi hukumnya masih belum pasti antara wajib dan sunnah, sedangkan shalat Dzuhur sebelum munculnya Imam Mahdi hukumnya wajib sudah bersifat, tetapi lebih utamanya melakukan keduanya (setelah shalat Jum'at melakukan shalat Dzuhur)."

Dan pada halaman 191, tertulis sebagai berikut:
"Shalat 'Idain (hari raya Islam) hukumnya wajib dan bentuk kewajibannya sebagaimana kewajiban Jum'at (ikhtiari) hanya saja pada shalat Idain ini pilihannya berbeda dengan yang ada dalam shalat Jum'at yaitu antara melaksanakan atau tidak dan hukumnya dapat berubah-ubah menjadi wajib aini dengan hadirnya Imam Mahdi."

Itulah pernyataan-pernyataan sesat yang sangat jelas dan tidak samar lagi. Mereka telah benar-benar tidak mempercayai hadits-hadits Nabi saw yang kemudian diriwayatkan oleh para imam pengumpul hadits terkemuka dan terpercaya. Mereka mengimaninya sebagian dan mengingkarinya sebagian yang tidak sesuai dengan kemauan mereka. Na'udzubillahimindzalik.

Sumber: Diadaptasi dari artikel Perkembangan Syi'ah di Indonesia, Thohir Abdullah Al-Kaff
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by jaya on Sun Jan 05, 2014 11:17 pm

Taqqiyah....? Menarik utk dicermati. Apa ada sumber quraniah mengenai hal ini?
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by Kedunghalang on Mon Feb 17, 2014 7:23 am

Taqiyah itu salah-satu dari jenis-jenis kebohongan. Menurut Nabi saw, tiga dosa besar itu adalah musyrik, durhaka dan bohong.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by P.M.K on Tue Feb 18, 2014 12:26 pm

islam, entah itu Syiah dan lainnya mengenal yg mananya BOHONG PUTIH,
ape BOHONG PUTIH beda dgn TAQQIYAH? sama aja kan, sama2 BOHONG.

P.M.K
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 303
Kepercayaan : Islam
Location : London, AmeRika.
Join date : 26.11.13
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by roswan on Wed Feb 19, 2014 2:59 pm

taqiyah itu sebenarnya bukan berbohong, tapi hanya tidak mengungkapkan secara keseluruhan, karena memang tidak ditanyakan, jadi bukan berbohong.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by panda1 on Sat Jul 18, 2015 8:58 am

Narrated by Abd al-Razak, Ibn Sa’d, Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim, Ibn Mardawayh, al-Bayhaqi in his book "al- Dala-il,”and it was corrected by al-Hakim in his book "al- Mustadrak”that:

"The nonbelievers arrested `Ammar Ibn Yasir (ra) and (tortured him until) he (ra) uttered foul words about the Prophet (S), and praised their gods (idols); and when they released him (ra), he (ra) went straight to the Prophet (S). The Prophet (S) said: "Is there something on your mind?”`Ammar Ibn Yasir (ra) said: "Bad (news)! They would not release me until I defamed you (S) and praised their gods!”The Prophet (S) said: "How do you find your heart to be?”`Ammar (ra) answered: "Comfortable with faith.”So the Prophet (S) said: "Then if they come back for you, then do the same thing all over again.”Allah (SWT) at that moment revealed the verse: "....except under compulsion, his heart remaining firm in faith...(16:106)"
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by panda1 on Sat Jul 18, 2015 9:00 am

(An-Naĥl):106 - Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by frontline defender on Sat Jul 18, 2015 9:13 am

avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6449
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down

Re: benarkah taqiyah ajaran islam?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik