FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by keroncong on Fri Jul 13, 2012 5:59 pm

Hadits Qudsi kedudukannya adalah sama dengan hadist nabawi yaitu perkataan Rasulullah SAW. Yang membedakannya adalah bahwa dalam hadits itu disebutkan bahwa Allah SWT berfirman, atau Rasulullah SAW meriwayatkan dari Tuhan-Nya dan keterangan sejenis.

Firman Allah dalam hadits qudsi itu diredaksikan kembali oleh Rasulullah SAW ketika menyampaikan kepada para shahabat. Sehingga hadits Qudsi meski bersumber dari Allah sebagaimana hadits nabawi, namun dari segi keredaksian bukanlah murni dari firman Allah SWT. Karena itu hadits Qudsi bukan Al-Quran.

Dalam Al-Quran Al-Kariem, Rasulullah SAW tidak diberi wewenang untuk ‘mengintervensi` redaksional firman Allah itu. Itu adalah salah satu metode untuk membedakan apakah dia Al-Quran, atau hadits Qudsi.

Selain itu tentunya Rasulullah SAW sebagai seorang Nabi –bahkan junjungan para nabi- pasti dengan mudah mengetahui dan membedakan mana klasifikasi wahyu yang beliau terima sebagai Al-quran dan sebagai hadits. Yang jelas, kepada para shahabat beliau, apapun yang beliau sampaikan selalu diberikan keterangan selengkapnya, apakah itu termasuk ayat Al-quran atau hadits nabawi atau sekedar pendapat pribadi beliau (ijtihad). Kalau ayat Al-Quran, beliau jelaskan termasuk surat apa dan ayat nomor berapa. Begitu juga hadits dan lainnya. Sehingga kemungkinan ayat dan hadits itu tertukar adalah 0 %. Dan sangat tidak layak bagi seorang nabi dan juga para shahabat salah dalam menetukan ayat Quran dan hadits.

Selain itu, hadits Qudsi bisa dibedakan dengan ayat al-Quran dengan :

1. Al-Quran Al-Kariem itu jelas dan pasti serta terdaftar dengan cermat di kepala para shahabat bahkan sebagian besar mereka telah menghafalnya. Setiap ramadhan, Rasulullah SAW selalu dites oleh Jibril as. Atas hafalan beliau itu. Para shahabat pun selalu menghafal luar kepala ayat-ayat Al-Quran bahkan mereka tahu persis kapan dan mengapa ayat-ayat itu turun. Sehingga menjadi satu cabang displin ilmu tersendiri yaitu “asbabun-nuzul”.

Cukup mendengar ujung kalimat atau lafaz, maka para shahabat Rasulullah SAW bisa dengan mudah memastikan bahwa itu termasuk ayat Al-Quran atau bukan. Bahkan hal itu tetap bisa dilakukan hingga hari ini oleh umat Islam yang mengenal Al-Quran.

2. Tata bahasa dan keindahan ayat Al-Quran itu sangat spesifik dan tidak bisa ditiru. Seorang arab dengan mudah bisa membedakannya apakah itu keluar dari mulut penyair atau itu memang wahyu yang turun. Bahkan meski ucapan itu keluar dari mulut Rasulullah SAW sekalipun tapi karena redkasinya hanya berasal dari diri beliau sendiri, maka bisa dengan mudah dibedakan dengan ayat Al-Quran Al-Kariem.

Dan untuk membedakannya, tidak perlu harus seorang muslim atau shahabat, bahkan orang-orang arab jahiliyah yang memusuhi Rasulullah SAW pun bisa dengan mudah membedakannya.

Karena itu maka kita bisa membaca dalam sirah nabawiyah adanya pemuka kafir quraisy yang sering tanpa sadar asyik mendengarkan ayat-ayat Al-Quran sehingga mereka malu untuk mengakuinya. Dalam telinga orang-prang arab itu, nyata benar perbedaan wahyu Allah (AL-Quran) itu dengan perkataan manusia.

Oleh karena itu, Al-Quran sendiri menantang siapapun untuk bisa menandingi bahasa dan keindahannya itu, walau hanya dengan sepuluh surat, satu surat bahkan hanya satu ayat saja. Namun hingga hari ini sejak 1400 tahun yang lalu, tak satupun yang bisa menjawab tantangan itu.

3. Memalsu hadits nabawi adalah hal yang bisa dikerjakan oleh para zindiq dan munafiqin. Meski demikian para ulama mamppu menciptakan sistematika dan metodolgi untuk menyaring hadits itu dari kepalsuan dan kelemahan periwayatan. Tapi khusus Al-Quran, maka memalsukannya bukan perkara yang mudah. Karena ayat-ayat Al-Quran itu telah diriwayatkan secara mutawatir oleh sejumlah perawi yang sangat banyak jumlahnya di segala peringkatnya (thabaqat) di tempat yang berjauhan dimana secara logika mustahil mereka sepakat untuk berbohong. Semua ayat Al-quran itu diriwayatkan secara mutawatir, sedangkan hadits nabawi atau Qudsi itu bisa saja diriwayatkan secara ahad.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by keroncong on Thu Dec 13, 2012 10:35 am

Hadits Qudsi berasal dari kata quds yang berarti menyucikan Allah. Hadis Qudsi ialah hadis yang oleh Nabi saw. disandarkan kepada Allah. Maksudnya Nabi meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka rasul menjadi perawi kalam Allah ini dari lafal Nabi sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi maka dia meriwayatkannya dari Rasulullah SAW dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan:

`Rasulullah SAW mengataklan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`, atau ia mengatakan:

`Rasulullah SAW mengatakan: Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta`ala.`

Contoh yang pertama:

`Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulullah SAW mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafakah, baik di waktu siang atau malam hari.`

Contoh yang kedua:

`Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata: ` Allah ta`ala berfriman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.`

Perbedaan Quran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan hadis qudsi yang terpenting di antaranya ialah:

a. Al-Quranul Kariam adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah dengan lafalnya. Dan dengan itu pula orang arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Quran itu, atau sepuluh surah yang serupa itu, bahakan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku, karena Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat.. sedang hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

b. Al- Quranul karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan: Allah ta`ala telah berfirman, sedang hadis qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah hadis qudsi kepada Allah itu merupakan nisbah yang dibuatkan. Maka dikatakan: `Allah telah berfirman atau Allah berfirman.` Dan terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah SAW tetapi nisbahnya adalah nisbah khabar, karena Nabi yang menyampaikan hadis itu dari Allah, maka dikatakan: Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhannya.

c. Seluruh isi Quran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadis-hadis qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis qudsi itu sahih, terkadang hasan (baik ) dan terkadang pula da`if (lemah).

d. Al-Quranaul Karim dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Maka dia adalah wahyu, baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadis qudsi maknanya saja yang dari Allah, sedang lafalnya dari Rasulullah SAW. Hadis qudsi ialah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal. Leh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadis diperbolehkan meriwayatkan hadis qudsi dengan maknanya saja.

e. Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca di dalam salat. `Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Qur`an itu`(QS. Al-Muzzammil: 20).

Nilai ibadah membaca Quran juga terdapat dalam hadis:

`Barang siapa membaca satu huruf dari Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf`.

Sedang hadis qudsi tidak disuruhnya membaca di dalam salat. Alllah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala sperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Quran bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.

Wallahu a'lam bishshawab, assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by keroncong on Fri Jan 04, 2013 9:43 pm

Definisi Alquran telah dikemukakan pada halaman terdahulu, dan untuk mengetahui perbedaan antara definisi Alquran dengan hadis qudsi dan hadis nabawi, di sini kami kemukakan dua definisi.


Hadis Nabawi

Hadits (baru) dalam arti bahasa lawan dari kata qadim (lama). Dan, yang dimaksud hadis ialah setiap kata-kata yang diucapkan dan dinukil serta disampaikan oleh manusia, baik kata-kata itu diperoleh melalui pendengarannya maupun wahyu; baik dalam keadaan jaga maupun dalam keadaan tidur. Dalam pengertian ini, Alquran dinamakan hadis.

"Hadis (kata-kata) siapakah yang lebih benar selain dari pada Allah?" (An-Nisa: 87).

Begitu pula yang terjadi pada manusia, di waktu tidurnya juga dinamakan hadis.

"... dan engkau telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil dari hadis-hadis-maksudnya mimpi." (Yusuf: 101).

Adapun menurut istilah, pengertian hadis ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw., baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat. Yang berupa perkataan seperti perkataan Nabi saw., "Sesungguhnya sahnya amal itu disertai dengan niat. Dan, setiap orang bergantung pada niatnya ...."(HR Bukhari).

Yang berupa perbuatan ialah seperti ajarannya kepada para sahabat mengenai bagaimana cara mengerjakan salat, kemudian ia mengatakan, "Salatlah seperti kamu melihat aku salat." (HR Bukhari).

Juga, mengenai bagaimana ia melaksanakan ibadah haji, dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda, "Ambillah dariku manasik hajimu." (HR Muslim).

Adapun yang berupa persetujuan adalah seperti ia menyetujui suatu perkara yang dilakukan salah seorang sahabat, baik perkataan ataupun perbuatan; di hadapannya ataupun tidak, tetapi beritanya sampai kepadanya, seperti makanan biawak yang dihidangkan kepadanya. Dan, persetujuannya dalam satu riwayat, Rasulullah saw. mengutus orang dalam satu peperangan. Orang itu membaca suatu bacaan dalam salat yang diakhiri dengan qul huwallahu ahad. Setelah pulang, mereka menyampaikan hal itu kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. berkata, "Tanyakan kepadanya mengapa ia berbuat demikian?" Mereka pun menanyakan, dan orang itu menjawab, "Kalimat itu adalah sifat Allah dan aku senang membacanya." Maka Rasulullah saw. menjawab, "Katakan kepadanya bahwa Allah pun menyenangi dia." (HR Bukhari dan Muslim).

Yang berupa sifat adalah riwayat seperti bahwa Rasulullah saw. selalu bermuka cerah, berperangai halus dan lembut, tidak keras dan tidak pula kasar, tidak suka berteriak keras, tidak pula berbicara kotor, dan tidak juga suka mencela.

Hadis Qudsi

Kita telah mengetahui makna hadis secara etimologi, sedangkan qudsi dinisbatkan kepada kata quds. Nisbah ini mengesankan rasa hormat karena materi kata itu sendiri menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti bahasa. Maka, kata taqdis berarti menyucikan Allah. Taqdis sama dengan tathir, dan taqaddasa sama dengan tathahhara (suci, bersih). Allah berfirman tentang malaikat, "... padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau ...." (Al-Baqarah: 30).

Hadis qudsi adalah hadis yang oleh Rasulullah saw. disandarkan kepada Allah. Maksudnya, Rasulullah saw. meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka, Rasulullah saw. menjadi perawi kalam Allah ini dengan lafal dari Rasulullah saw. sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi, dia meriwayatkannya dari Allah dengan disandarkan kepada Allah dengan mengatakan, "Rasulullah saw. mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya," atau ia mengatakan, "Rasulullah saw. mengatakan, 'Allah Taala telah berfirman atau berfirman Allah Taala'."

Contoh Pertama

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw. mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya, "Tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafakah, baik di waktu malam maupun siang hari ...." (HR Bukhari).

Contoh Kedua

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. berkata, "Allah Taala berfirman, 'Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila dia menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan, bila dia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, Aku pun menyebutnya di kalangan orang banyak yang lebih baik dari itu ...'." (HR Bukhari dan Muslim).

Perbedaan Alquran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Alquran dengan hadis qudsi, dan yang terpenting adalah sebagai berikut.

1. Alquran adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. dengan lafal-Nya, dan dengan itu pula orang Arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Alquran itu, atau sepuluh surah yang serupa itu, bahkan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku, karena Alquran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Adapun hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

2. Alquran hanya dinisbatkan kepada Allah, sehingga dikatakan Allah Taala berfirman. Adapun hadis qudsi, seperti telah dijelaskan di atas, terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah hadis qudsi itu kepada Allah adalah nisbah dibuatkan. Maka dikatakan, Allah telah berfirman atau Allah berfirman. Dan, terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah saw. tetapi nisbahnya adalah nisbah kabar, karena Nabi menyampaikan hadis itu dari Allah. Maka, dikatakan Rasulullah saw. mengatakan apa yang diriwayatkan dari Tuhannya.

3. Seluruh isi Alquran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya mutlak. Adapun hadis-hadis qudsi kebanyakan adalah kabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Adakalanya hadis itu sahih, hasan, dan kadang-kadang daif.

4. Alquran dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Hadis qudsi maknanya dari Allah dan lafalnya dari Rasulullah saw. Hadis qudsi ialah wahyu dalam makna, tetapi bukan dalam lafal. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadis, diperbolehkan meriwayatkan hadis qudsi dengan maknanya saja.

5. Membaca Alquran merupakan ibadah, karena itu ia dibaca dalam salat. "Maka, bacalah apa yang mudah bagimu dalam Alquran itu." (Al-Muzamil: 20).

Nilai ibadah membaca Alquran juga terdapat dalam hadis, "Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan, kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf." (HR Tirmizi dan Ibnu Mas'ud).

Adapun hadis qudsi tidak disuruh membacanya dalam salat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka, membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Alquran bahwa pada setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan.

Perbedaan antara Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi

Hadis nabawi itu ada dua. Pertama, tauqifi. Yang bersifat tauqifi yaitu yang kandungannya diterima oleh Rasulullah saw. dari wahyu. Lalu, ia menjelaskan kepada manusia dengan kata-katanya sendiri. Bagian ini meskipun kandungannya dinisbahkan kepada Allah, tetapi dari segi pembicaraan lebih layak dinisbahkan kepada Rasulullah saw., sebab kata-kata itu dinisbahkan kepada yang mengatakannya meskipun di dalamnya terdapat makna yang diterima dari pihak lain.

Kedua, taufiqi. Yang bersifat taufiqi yaitu yang disimpulkan oleh Rasulullah saw. menurut pemahamannya terhadap Alquran, karena ia mempunyai tugas menjelaskan Alquran atau menyimpulkannya dengan pertimbangan dan ijtihad. Bagian kesimpulan yang bersifat ijitihad ini diperkuat oleh wahyu jika ia benar. Dan, bila terdapat kesalahan di dalamnya, turunlah wahyu yang membetulkannya. Bagian ini bukanlah kalam Allah secara pasti.

Dari sini, jelaslah bahwa hadis nabawi dengan kedua bagiannya yang tauqifi atau yang taufiqi dengan ijtiihad yang diakui dari wahyu itu bersumber dari wahyu. Inilah makna dari firman Allah tentang Rasul-Nya, "Dia (Muhammad) tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Apa yang diucapkannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya." (An-Najm: 3--4).

Hadis qudsi itu maknanya dari Allah, ia disampaikan kepada Rasulullah saw. melalui salah satu cara penuturan wahyu, sedang lafalnya dari Rasulullah saw. Inilah pendapat yang kuat. Dinisbahkannya hadis qudsi kepada Allah Taala adalah nisbah mengenai isinya, bukan nisbah mengenai lafalnya. Sebab, seandainya hadis qudsi itu lafalnya juga dari Allah, tidak ada lagi perbedaan antara hadis qudsi dan Alquran, dan tentu pula gaya bahasanya menuntut untuk ditantang, serta membacanya pun akan dianggap ibadah.

Mengenai hal ini timbul dua macam syubhat.
Pertama, bahwa hadis nabawi juga wahyu secara maknawi yang lafalnya dari Rasulullah saw., tetapi mengapa hadis nabawi tidak kita namakan juga hadis qudsi. Jawabnya adalah, kita merasa pasti tentang hadis qudsi bahwa ia diturunkan maknanya dari Allah karena adanya nas syara yang menisbahkannya kepada Allah, yaitu kata-kata Rasulullah saw. Allah Taala telah berfirman, atau Allah Taala berfirman. Itu sebabnya kita namakan hadis itu hadis qudsi. Hal ini berbeda dengan hadis nabawi, karena hadis nabawi tidak memuat nas seperti ini. Di samping itu, masing-masing isinya boleh jadi diberitahukan kepada Nabi melalui wahyu, yakni secara tauqifi, namun mungkin juga disimpulkan melalui ijtihad, yaitu secara taufiqi. Oleh sebab itu, kita namakan masing-masing dengan nabawi sebagai terminal nama yang pasti. Seandainya kita mempunyai bukti untuk membedakan mana wahyu tauqifi, tentulah hadis nabawi itu kita namai pula hadis qudsi.

Kedua, apabila lafal hadis qudsi itu dari Rasulullah saw., maka dengan alasan apakah hadis itu dinisbahkan kepada Allah melalui kata-kata Nabi: Allah Taala telah berfirman atau Allah Taala berfirman. Jawabnya ialah bahwa hal yang demikian ini biasa terjadi dalam bahasa Arab, yang menisbahkan kalam berdasarkan kandungannya, bukan berdasarkan lafalnya. Misalkan ketika kita mengubah sebait syair menjadi prosa, kita katakana bahwa penyair berkata demikian. Juga ketika kita menceritakan apa yang kita dengar dari seseorang, kita pun mengatakan si Fulan berkata demikian. Begitu juga Alquran menceritakan tentang Musa, Firaun, dan sebagainya, isi kata-kata mereka dengan lafal yang bukan lafal mereka dan dengan gaya bahasa yang bukan gaya bahasa mereka, tetapi dinisbahkan kepada mereka.

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firmannya): 'Datangilah kaum yang zalim itu, (yaitu) kaum Firaun. Mengapa mereka tidak bertakwa? Berkata Musa: 'Ya Tuahnku, aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. Dan, (karena itu) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Harun. Dan, aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.' Allah berfirman, 'Jangan takut (mereka tidak akan bisa membunuhmu), maka pergilah kami berdua dengan membawa ayat-ayat kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakana), maka datanglah kamu berdua kepada Firaun dan katakanlah olehmu, 'Sesungguhnya kami adalah rasul Tuhan semesta alam, lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami.' Firaun menjawab, 'Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. Dan, kamu telah berbuat sesuatu perbuatan yang kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.' Berkata Musa, 'Aku telah melakukannya sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf. Lalu, aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil.' Firaun bertanya, 'Siapa Tuhan semesta alam itu?' Musa menjawab, 'Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayainya'." (As-Syuara: 10--24).

Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran, terjemahan dari Mabaahits fii 'Uluumil Quraan, Manna' Khaliil al-Qattaan
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by aliumar on Thu Feb 07, 2013 9:28 am

Firman Allah dalam hadits qudsi itu diredaksikan kembali oleh Rasulullah SAW ketika menyampaikan kepada para shahabat.
sama2 Firman Allah, lantas kenapa di hadis qudsi tsb muhammad berani2nya mengubah-ubah (mengintervensi) redaksional dari Allah?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Tue Mar 05, 2013 6:41 am

@aliumar
hah...hadits qudsi emang ada redaksionalnyah?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by SEGOROWEDI on Tue Mar 05, 2013 6:54 am



quran = hadis
sama-sama sumbernya muhammad

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by aliumar on Tue Mar 05, 2013 11:14 pm

@aliumar
hah...hadits qudsi emang ada redaksionalnyah?

Hadits Qudsi kedudukannya adalah sama dengan hadist nabawi yaitu perkataan Rasulullah SAW. Yang membedakannya adalah bahwa dalam hadits itu disebutkan bahwa Allah SWT berfirman, atau Rasulullah SAW meriwayatkan dari Tuhan-Nya dan keterangan sejenis.

Firman Allah dalam hadits qudsi itu diredaksikan kembali oleh Rasulullah SAW ketika menyampaikan kepada para shahabat. Sehingga hadits Qudsi meski bersumber dari Allah sebagaimana hadits nabawi, namun dari segi keredaksian bukanlah murni dari firman Allah SWT.

Lihat tuh tulisan ichreza, terutama yg ditebalkan.

Pertanyaannya:
Jika sama2 Firman Allah, tapi Kenapa di hadis qudsi tsb muhammad berani2nya mengubah-ubah (mengintervensi) dgn membikin redaksional sendiri? TANYA KENAPA ?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Tue Mar 05, 2013 11:28 pm

inspirasi...ide..inti.redaksi diserahkan pada penutur.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by oglikom on Tue Mar 05, 2013 11:34 pm

abu hanan wrote:inspirasi...ide..inti.redaksi diserahkan pada penutur.
Berarti SUKA-SUKA penutur.....hehehe.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Tue Mar 05, 2013 11:37 pm

suka2 penutur?hemmm.....
adakah yang mampu mengkritik grammarnyah "suka2 penutur"?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by oglikom on Tue Mar 05, 2013 11:42 pm

Adakah yang bisa memberikan sinonim yang lebih dekat lagi dari "DISERAHKAN penutur" menjadi "SUKA-SUKA penutur".?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by oglikom on Tue Mar 05, 2013 11:48 pm

Kesimpulannya tidak ada beda antara NABAWI dan QUDSI semua REDAKSINYA adalah SUKA-SUKA penutur.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by SEGOROWEDI on Wed Mar 06, 2013 7:17 am

abu hanan wrote:inspirasi...ide..inti.redaksi diserahkan pada penutur.

kenapa tidak diqurankan sekalian?
kan sama

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Wed Mar 06, 2013 7:33 am

@bro ogli
suka2 penutur = redaksi ngawur boleh
diserahkan penutur = penutur mikir redaksi


@pak dhe
karena emang beda


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by oglikom on Wed Mar 06, 2013 7:49 am

abu hanan wrote:@bro ogli
suka2 penutur = redaksi ngawur boleh
diserahkan penutur = penutur mikir redaksi
Yang merah, semua sesuai dengan KAPASITAS penutur (MANUSIA BIASA).

Inspirasi...ide..inti..redaksi tergantung/diserahkan pada penutur, berarti bisa suka-suka penutur.

KECUALI di DEKTE atau di LAFHAT kan tidak bisa SUKA-SUKA.


oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by aliumar on Wed Mar 06, 2013 8:17 am

inspirasi...ide..inti.redaksi diserahkan pada penutur.
kalau begitu apa bedanya dengan hadis nabawi?

Silahkan jawab untuk membedakan:
1) Hadis Nabawi :
a) Sumber pengajaran berasal dari inspirasi ide siapa?
b) Redaksional dari siapa?

2) Hadis Qudsi :
a) Sumber pengajaran berasal dari inspirasi ide siapa?
b) Redaksional dari siapa?


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Wed Mar 06, 2013 9:44 am

@kang ogli
suka2 penutur tetap dituntut grammar.kefasihan dan kecerdasan pilih redaksi.gak asbun.

@aliumar
1 dan 2 adalah sama.


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by oglikom on Wed Mar 06, 2013 12:47 pm

abu hanan wrote:@kang ogli
suka2 penutur tetap dituntut grammar.kefasihan dan kecerdasan pilih redaksi.gak asbun.
Soal tuntutan itu mah bukan masalah besar, justru yang perlu kita perhatikan adalah suka-suka penutur ini.

Manusia bukan malaikat jelas tidak luput dari KEPENTINGAN dan KEBUTUHAN PRIBADI sendiri.


oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by SEGOROWEDI on Wed Mar 06, 2013 1:25 pm

abu hanan wrote:
@pak dhe
karena emang beda

beda apanya? sama-sama produk mulut Muhammad

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by aliumar on Wed Mar 06, 2013 11:04 pm

@aliumar
1 dan 2 adalah sama.
kalau begitu Kenapa ada 2 pembedaan istilah hadist, yakni "hadis Qudsi" dan "hadis nabawi" dalam Islam?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Wed Mar 06, 2013 11:18 pm

@bro ogli
lha uda paham kalow nabi bukan malaikat.kebutuhan dan kepentingan nabi pasti kebutuhan dan kepentingan manusia.

@pak dhe
lha terus gimana?
presiden dimandati MPR...dari presiden ada INPRES,KEPPRES,Peraturan Presiden.

@aliumar
tuh jawaban buat pak dhe


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by oglikom on Wed Mar 06, 2013 11:41 pm

abu hanan wrote:@bro ogli
lha uda paham kalow nabi bukan malaikat.kebutuhan dan kepentingan nabi pasti kebutuhan dan kepentingan manusia.
Pertanyaannya, apakah penutur sudah mewakili semua kebutuhan dan kepentingan manusia?

Atau kebutuhan dan kepentingan PRIBADI beserta GOLONGAN nya?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by SEGOROWEDI on Thu Mar 07, 2013 7:16 am

abu hanan wrote:@pak dhe
lha terus gimana?
presiden dimandati MPR...dari presiden ada INPRES,KEPPRES,Peraturan Presiden.

mpr-nya kan kagak ada, cuman katanya si presiden doang

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Fri Mar 15, 2013 4:15 pm

oglikom wrote:
abu hanan wrote:@bro ogli
lha uda paham kalow nabi bukan malaikat.kebutuhan dan kepentingan nabi pasti kebutuhan dan kepentingan manusia.
Pertanyaannya, apakah penutur sudah mewakili semua kebutuhan dan kepentingan manusia?

Atau kebutuhan dan kepentingan PRIBADI beserta GOLONGAN nya?
kebutuhan MENDASAR manusia uda terwakili...kepentingan pun demikian.
sebagai presiden,bapak,guru,panglima perang dan laennyah.
apakah ada perbedaan antara kebutuhan manusia BERIMAN dan KAFIR?
beriman pasti punya rasa lapar.
kafir?mau jawab TIDAK?

beriman uda tentu punya keluarga.
kafir?mau jawab TIDAK?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by abu hanan on Fri Mar 15, 2013 4:18 pm

SEGOROWEDI wrote:
abu hanan wrote:@pak dhe
lha terus gimana?
presiden dimandati MPR...dari presiden ada INPRES,KEPPRES,Peraturan Presiden.

mpr-nya kan kagak ada, cuman katanya si presiden doang
mpr nyah kan GAK PERLU DIBUKTIKAN secara JASADI...kalow presiden bilang ini mandat dari mpr tetapi sayah gak kenal mpr..apa berarti sayah akan menolak?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: beda Qur;an dengan hadits Qudsi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik