FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

lampu aladiin dan mirza ghulam ahmad

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

lampu aladiin dan mirza ghulam ahmad

Post by keroncong on Sun Jul 15, 2012 4:30 am

Sudah tentu yang jatuh hati padanya adalah puteranya
Bashiruddin, cucu-cucunya dan orang-orang yang buta hati dan
buta pikiran. Kepalsuan yang begitu kentara ternyata dapat
disulap-sulap menjadi elok dan bergelora berkat
propaganda-propaganda obralan dan pakaian-pakaian kebesaran
yang menyolok.

Keistimewaan Mirza Ghulam Ahmad yang explosiv itu bukan
hanya terdapat pada nama-nama keturunan-keturunan maupun
kelir kulitnya, bahkan jauh daripada itu, lebih banyak dan
lebih istimewa lagi terdapat pada pangkat-pangkat
gelar-gelar maupun jabatan-jabatan yang menjadi miliknya.

Bukan kepalang-tanggung hebatnya, tidak seorang Nabi maupun
seorang Rasul sebelumnya yang memperoleh kedudukan begitu
tinggi, mulia, seperti yang pernah diperoleh Mirza Ghulam
Ahmad. Bahkan lebih tinggi, lebih mulia dari Yesus Kristus
yang dianak-Tuhankan oleh kaum Kristen. Letak kehebatannya
ialah bahwa semua milik Mirza Ghulam Ahmad diperoleh
langsung dari Tuhannya. Maka marilah berkenalan dengan orang
Qadian yang superior ini. Mirza Ghulam Ahmad mendapat
julukan Pelindang "telur" Islam.1 Tidak dijelaskan mengapa
Islam dikiaskan dengan telur itu. Setidak-tidaknya telur
gampang sekali retak atau pecah. Alangkah lemahnya kondisi
Islam sehingga dikiaskan sebagai telur belaka dan Mirza
Ghulam Ahmad adalah orangnya, pelindung dari keretakan dan
pecah itu, ataukah ia yang mengerami dan sekaligus yang
menetaskan telur itu?!

Beralih pada gelar-gelarnya yang lain, Mirza Ghulam
dikatakan sebagai penjaga kebun Allah.2 Mungkin yang
dimaksud kebun di situ adalah Islam atau sorga? Pendek kata
demikian pendapat Ahmadiyah, pribadi Mirza Ghulam Ahmad itu
patut dihormati sebab ia berkhasiat sebagai "kibriti
ahmar."3 Oleh wujudnya itu maka nampaklah kehidupan agama
Islam.

Selanjutnya Mirza Ghulam Ahmad adalah mujaddid akbar,4
kepala dari semua pembaharu yang dikirim ke dunia untuk
memperbaharui Islam yang di dalam akidah-akidahnya telah
terdapat banyak kontradiksi-kontradiksi. Bahkan lebih dari
pada mujaddid akbar, Mirza Ghulam turunnya ke dunia ini
sebagai "Fadhlan kabiran" bagi ummat manusia.5 Kemudian
masih juga perihal turunnya Mirza Ghulam ke dunia, Ahmadiyah
berkata:

"Pada hakikatnya ketika Imam Zaman turun ke bumi maka
besertanya turun ribuan cahaya demi cahaya, dan di
persada langit terjadi suatu suasana kemeriahan, dan
terjadilah suatu penyebaran rohaniyat dan nuraniyat
yang menggugahkan orang-orang berbakat suci. Pendeknya
barangsiapa yang mempunyai bakat untuk menerima ilham
semenjak itulah ia mulai menerima ilham."6

Dan siapakah Imam Zaman itu? Maka pada saat ini, kata Mirza
Ghulam Ahmad, 'aku berkata tanpa merasa takut dan gentar
sedikitpun, dengan kerunia dan anugerah Allah Ta'ala
menyatakan: "Imam Zaman itu adalah alcu sendiri."'7
Bagaimana Hadits mengenai Imam Zaman itu? Ahmadiyah berkata
telah mengutip sebuah Hadits, akan tetapi sayang tidak
menyebut tentang isi maupun perawi-perawinya; Dikatakan
dalam Hadits itu bahwa, "barangsiapa yang kembali ke hadirat
Allah dalam keadaan tidak menahu atau tidak mengenal tentang
Iman Zamannya, ia akan datang dengan mata buta dan matinya
berada dalam keadaan jahiliyah"!8

Demikian vonnis Ahmadiyah terhadap Muslimin maupun yang
bukan Muslim, yang berada di luar aliran Mirza Ghulam Ahmad;
kalau tidak mau tahu atau tidak mau kenal Imam Zaman itu,
maka ia mati jahiliah!

Ingin tahu bagaimana akhlak Imam Zaman Mirza Ghulam Ahmad
itu? Ahmadiyah dengan lantang berkata:

"Pada diri Imam Zaman Mirza Ghulam Ahmad telah cocok
sepenuhnya kandungan ayat: Innaka la-'ala khuluqin
'azhim."9

Innaka la 'ala khuluqin azhim, Al-Qur'anul-Karim ayat 4
suratul-Qalam, yang disampaikan Allah s.w.t. kepada
Nabi Muhammad s.a.w. sebagai insan kamil yang dihiasi
ahlak mulia, dengan enaknya diambil alih begitu saja
oleh Mirza Ghulam Ahmad sebagai kualitet dari akhlaknya
sendiri. Ia merasa telah memiliki segala-galanya. Di
tangannya ada lampu aladin, tinggal ia menggosok maka
segala keinginannya terkabul!

Perhatikanlah kini sebaris pantun yang ditujukan pada Mirza
Ghulam Ahmad, dibuat oleh pengikut-pengikutnya yang setia:

"Wujudnya meliputi segala-gala.
sedang engkau hanya sebagian
Kau akan binasa jika
melarikan diri dari padanya."10

Pantun diatas bukan saja satu peringatan keras bagi mereka
yang melarikan diri dari lingkungan rumah Mirza Ghulam Ahmad
tatkala wabah pes melanda Punjab termasuk Qadian, melainkan
juga satu peringatan keras buat setiap orang yang tidak
masuk Ahmadiyah, bahwa mereka akan binasa, yakni mati kafir
jahiliyah! Kemudian ia, Mirza Ghulam Ahmad, dikenal sebagai
khatamal aulia', yakni wali yang paling sempurna.11

Disamping kata khatam yang diartikan sempurna itu, ternyata
Ahmadiyah memberi arti lain juga yakni: akhir. Sebab Mirza
Ghulam Ahmad mengambil lagi kedudukan yang lebih meyakinkan
dengan berkata: Aku adalah Wali yang terakhir sebab tidak
ada wali sesudahku. Yang dimaksud tidak ada wali sesudahku
ialah wali-wali yang berada di luar lingkungan Ahmadiyah.12
Mereka bukan wali dan tidak bisa jadi wali, kecuali kalau
mereka mau masuk menjadi pengikut-pengikut Mirza Ghulam
Ahmad.

Langkah-langkah berikut yang ditempuh Mirza Ghulam Ahmad
adalah langkah-langkah yang paling berani, dalam arti kata
ceroboh, dari seorang Qadian yang mengaku dirinya Muslim.

Sesudah dikenal sebagai khatamal aulia' Mirza Ghulam dikenal
juga sebagai Muhaddats yakni orang yang diajak
bercakap-cakap oleh Allah.13 Bahkan Ahmadiyah mengatakan
dari tingginya derajat Mirza Ghulam Ahmad, sampai-sampai
Allah Taala dengan sangat terbukanya bercakap-cakap dengan
beliau.14 Seringkali terjadi soal jawab dan waktu itu
ditanya, waktu itu juga datang jawaban.15

Last but not least, Ahmadiyah berkata:

"Dan DIA (ALLAH) membuka tabir dari sebagian wajahNya
yang bercahaya dan mengkilap itu. Bukan itu saja,
bahkan seringkali demikian rupa seolah-olah Allah
Ta'ala tengah bergurau dengan beliau."16

Explosive bukan! belum lagi, Mirza Ghulam belum meledakkan
seluruh ambisinya. Bagaimana hendak diartikan oleh Ahmadiyah
kata-kata: seolah-olah Allah Ta'ala tengah bergurau dengan
beliau?!

Lebih dari itu, mungkin dikarenakan Mirza Ghulam sudah
melihat dari sebagian wajahNya yang bercahaya dan mengkilap
itu maka wajah Mirza kena kecipratan cahaya mengkilapnya
Tuhan. Salah seorang cucunya yang bernama: Mirza Mubarak
Ahmad tokoh pimpinan dalam instansi tahrikjadid yang
mengemudikan missi-missi Ahmadiyah di luar Pakistan dan
India, menyanjung kakeknya Mirza Ghulam Ahmad dengan
kalimat-kalimat yang amat mengesankan:

"Ketika hari raya Adha tiba, demikian Mubarak Ahmad
bercerita, setelah beliau (Mirza Ghulam) duduk di kursi
dan mulai berpidato, nampak seakan-akan beliau berada
di alam lain. Mata beliau hampir-hampir tertutup dan
wajah suci beliau begitu bercahaya nampaknya
seakan-akan Nur Ilahy itu menyelimutinya dalam keadaan
luar-biasa bercahaya dan terang. Pada saat itu wajah
beliau sukur dipandang dan dari kening beliau cahaya
demikian memancar-mancar, sehingga, menyilaukan tiap
orang yang memandangnya."17

Selanjutnya sang cucu meneruskan puja-pujinya terhadap
kakeknya dengan mengatakan bahwa beliau (Mirza Ghulam)
adalah Satu nur yang dizhahirkan ke dunia untuk menyinari
ummat manusia.18 Beliau adalah juga Bulan Purnama yang
sempurna.19

Dengan gelar satu Nur dan Bulan Purnama yang sempurna itu,
maka sebenarnya Mirza Ghulam Ahmad boleh dipastikan, bahwa
pada wajahnya terdapat satu cahaya yang sedap dipandang.
Akan tetapi kalau mengingat kata-kata Mubarak Ahmad bahwa
Mirza pada keningnya ada cahaya demikian memancar-mancar
sehingga menyilaukan setiap orang yang memandangnya, maka
apakah gerangan kiranya cahaya yang melekat di dahi Mirza
Ghulam itu?! Kalau tidak sinar cahaya sang surya, mungkinkah
ia cahaya mercusuar, yang langsung menyorot mata-mata para
pengikutnya dari jarak yang tidak jauh, katakanlah tiga mil
laut?!

Catatan kaki:
1 lih. Mirza Ghulam Ahmad, perlunya seorang Imam Zaman,
terjemah: R. Ahmad Anwar, 1996, P.P. Majlis Chuddamul
Ahmadiyah Indonesia, Jakarta, hal. 17.
2 lih. idem hal. 17.
3 lih. idem hal. 17.
4 lih. Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah selayang pandang,
Khuddamul Ahmadiyah, Surabaya 1963, hal. 27
5 lih. Saleh A. Nahdi, Soal-Jawab Ahmadiyah 1, Ujung
Pandang, RAPEN, 1972, hal. 23.
6 lih. Mirza Ghulam Ahmad, Imam zaman, hal. 10
7 idem, hal. 32.
8 idem hal. 10 dan lih. majallah Ahmadiyah Sinar
Islam-no.13, 1965, Bandung, Yayasan Wisma Damai, hal.8
9 lih. Mirza Ghulam Ahmad, Imam Zaman, hal. 15.
10 lih. Mirza Ghulam Ahmad, Perlunya Imam Zaman, hal. 18.
11 lih. Mirza Ghulam Ahmad, al-khutbat-ul-ilhamiyah, hal. 9.
12 lih. Mirza Ghulam Ahmad, idem, hal. 10: (wa ana khatam-al
auliya' Ia wali ba'di illal lazhi huwa minni wa ala ahdi.)
13 lih. Mirza Ghulam Ahmad, Ajaranku, alih bahasa R. Ahmad
Anwar, Bandung Yayasan Wisma Damai, 1966, hal. 43.
14 lih. Mirza Ghulam Ahmad, perlunya seorang Imam Zaman,
hal. 20
15 lih. Idem, hal. 20.
16 lih. Idem, hal. 20.
17 lih. Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau'ud a.s., hal. 83.
18 lih. idem hal. 87.
19 lih. idem, hal. 5.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: lampu aladiin dan mirza ghulam ahmad

Post by Kedunghalang on Mon Oct 14, 2013 10:01 am

[quote="Keroncong']
Keistimewaan Mirza Ghulam Ahmad yang explosiv itu bukan
hanya terdapat pada nama-nama keturunan-keturunan maupun
kelir kulitnya, bahkan jauh daripada itu, lebih banyak dan
lebih istimewa lagi terdapat pada pangkat-pangkat
gelar-gelar maupun jabatan-jabatan yang menjadi miliknya.

Bukan kepalang-tanggung hebatnya, tidak seorang Nabi maupun
seorang Rasul sebelumnya yang memperoleh kedudukan begitu
tinggi, mulia, seperti yang pernah diperoleh Mirza Ghulam
Ahmad. Bahkan lebih tinggi, lebih mulia dari Yesus Kristus
yang dianak-Tuhankan oleh kaum Kristen. Letak kehebatannya
ialah bahwa semua milik Mirza Ghulam Ahmad diperoleh
langsung dari Tuhannya.
[/quote]
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as pernah menyatakan: "Aku bagaikan setitik debu yang menempel di sepatu yang mulia Nabi Muhammad saw."





Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik