FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

paham mahdi ahmadiyyah

Halaman 2 dari 3 Previous  1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

paham mahdi ahmadiyyah

Post by keroncong on Sun Jul 15, 2012 4:32 am

First topic message reminder :

"Ketahuilah olehmu, bahwasanya kamu sekalian jika tidak
patuh kepada al-Masihul-Mau'ud (Mirza Ghulam Ahmad) mengenai
apa saja yang kalian perselisihkan, dan tidak mengimaninya
sebagaimana para sahabat mengimani Rasulullah SAW, maka
kalian tergolong orang-orang yang memisahkan diri dari Rasul
Allah dan bukan pengikut Ahmadiyah."17

Selanjutnya ditambahkan bahwa Mirza membenarkan pernyataan
tersebut, namun ia sendiri tidak mengaku sebagai nabi
sebagai yang didakwahkan oleh Mubalignya. Sekalipun
demikian, tampaknya ia mencoba menjelaskan kepada orang
banyak, tentang kenabian yang dimaksudkan oleh juru
dakwahnya. Adapun istilah "nabi" yang dimaksud adalah
an-Nabiyyun-Naqis atau an-Nabiyyul-Muhaddas. Tampaknya sikap
seperti inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab
terpecahnya aliran ini menjadi dua golongan, sesudah
pendirinya wafat.

Dalam perkembangan selanjutnya, terjadilah pergeseran akidah
pada diri Mirza Ghulam Ahmad sesudah tahun 1901. Sehubungan
dengan masalah ini, al-Maududi menjelaskan bahwa Mirza dalam
beberapa tulisannya telah menyatakan kenabian dan
kerasulannya dengan menggunakan term tersebut di atas.
Selanjutnya dijelaskan bahwa seorang Qadiani bernama
Jalalud-Din Syam dalam bukunya Ma'al-Munkirin-Nubuwwah,
menerangkan bahwa Mirza sebelum tahun 1901, dalam berbagai
tulisannya mengingkari kenabian dirinya dengan mengatakan:

Aku bukan nabi tetapi aku adalah Muhaddas (orang yang diajak
berdialog oleh Tuhan). Akan tetapi sesudah tahun itu, Mirza
menegaskan bahwa dirinya adalah nabi. Pengakuannya ini
dijelaskan pula oleh puteranya, Basyiruddin Mahmud Ahmad,
bahwa ayahnya tidak lagi berpegang pada akidahnya semula
(sebelum tahun 1901) dan tahun itu adalah merupakan masa
pergeseran dari akidahnya yang lama kepada akidahnya yang
baru (mengaku sebagai nabi).18

Dalam kegiatan dakwahnya di tahun 1904, ia pun mengaku tidak
hanya sebagai al-Masih dan al-Mahdi yang dijanjikan, tetapi
ia juga mengaku sebagai Krishna. Ia merintis usahanya
melalui majalah bulanan berbahasa Inggris seperti Review of
Religions from Qadian, sebagai media yang dianggap banyak
menarik orang-orang Barat dengan mendapat tantangan melalui
berbagai mass media. Memang yang menjadi misi kemahdiannya
di berbagai negeri di Barat adalah untuk meluruskan
pandangan mereka yang keliru terhadap Islam. Rencananya ini
lebih lanjut dikembangkan oleh pengikutnya sesudah ia wafat.
Kemudian di tahun 1912 didirikan misi Islam di Inggris,
sedangkan di Jerman Barat didirikan pada tahun 1922.19
Keinginan menyebarkan ide kemahdiannya di Eropa ini, telah
ia canangkan dalam karyanya Nurul Haq yang ditulis dua tahun
sesudah ia mengaku sebagai al-Masih dan al-Mahdi yang
dijanjikan.

Disamping keberhasilan yang dicapai juga tidak ringan
tantangan yang dihadapinya dalam mewujudkan ide
pembaharuannya, terutama tantangan dari intern ummat Islam.
Lahirnya tantangan yang sengit ini adalah disebabkan oleh
pembaharuan yang dimajukan Mirza, sangat kontradiktif dengan
akidah yang telah dimiliki oleh ummat Islam yaitu masih
adanya nabi sesudah Nabi Muhammad SAW. Apapun argumen yang
dimajukannya, hal itu sulit dapat diterima oleh mayoritas
ummat Islam. Akibat perbedaan yang prinsipal ini, lahirlah
permusuhan dan fitnahan, sehingga terjadi saling
mengkafirkan antara satu dengan lainnya. Permusuhan ini
kemudian diikuti oleh tindakan pemutusan hubungan
kekeluargaan antara pengikut Ahmadiyah dengan Muslim lain
yang non-Ahmadiyah. Keadaan ini rupanya tidak jauh berbeda
dengan peristiwa yang pernah menimpa ummat Islam Indonesia,
yaitu antara pengikut Islam Jama'ah dengan mereka yang bukan
pengikut Islam Jama'ah. Dalam hubungan ini, Maulana Muhammad
'Ali menggambarkan, bahwa kekerasan dan permusuhan yang
dialamatkan kepada aliran yang baru lahir itu, tampaknya
mereka tidak mendapat pembelaan dari siapa pun. Mereka
dikucilkan melalui fatwa-fatwa Ulama, perkawinan dengan
mereka dipandang tidak sah dan barang-barang milik mereka,
halal dirampas tanpa dapat dituntut di pengadilan. Akan
tetapi, mereka tetap tabah dan berdiri tegar menghadapi
ujian yang datang dan golongan Islam, Hindu, dan Kristen
itu. Golongan Hindu dipimpin oleh Pandit Lekhram, 'Abdullah
Atim dari golongan Kristen, dan Maulana Muhammad Husain dari
Batala mewakili golongan 'Ulama Hadis dari kelompok Hanafi,
Sunni, dan Syi'ah.20

Dalam menghadapi ujian ini Mirza menyatakan:

"Celakalah kaumku! Sungguh mereka tidak mengenalku, mereka
mendustakan, mencaci-maki, mengkafirkan, serta melaknatiku
sebagai yang dilakukan oleh orang-orang kafir."21

Dalam aktivitasnya mempropagandakan tugas kemahdiannya di
kalangan kaum Hindu di tahun 1904, ia pun mengatakan, bahwa
dia diutus oleh Tuhan, tidak hanya untuk orang Islam dan
Kristen, tetapi juga untuk orang-orang Hindu. Disaat itulah
Mirza menyatakan dirinya sebagai Krishna. Dengan demikian,
sifat kemahdian Ahmadiyah ini tampak jangkauannya lebih luas
daripada sifat kemahdian Syi'ah. Sebelum ia wafat di tahun
1905, ia berwasiat pada pengikutnya, agar dibentuk suatu
masyarakat yang disebut sebagai Sadar Anjuman Ahmadiyah.
Selanjutnya ia pun menunjuk penggantinya yang kemudian
diistilahkan sebagai khalifahnya.

Setelah Mirza merasa sudah dekat ajalnya, ia menyerahkan
tugas kemahdiannya kepada penggantinya yang masih muda
usianya, untuk menyebarkan kebenaran Islam yang telah
didakwahkannya, dan dua tahun kemudian, Mirza masih sempat
menulis buku seperti Haqiqat al-Wahyi, Barahin Ahmadiyah
bagian ke 5, dan Chashmah Ma'rifah dan lain sebagainya. Ia
pada akhir April 1908, pergi ke Lahore dan disana ia
menyelesaikan bukunya terakhir ini dimaksudkan untuk
menjalin hubungan persaudaraan antara orang-orang Hindu dan
Islam. Ia menderita sakit diare yang kronis, dan pada 26 Mei
1908, ia menghembuskan nafas terakhir dan jenazahnya
dimakamkan di Qadian.22 Dalam hubungan ini al-Maududi
menjelaskan bahwasanya Milza Ghulam Ahmad adalah seorang
yang banyak menderita berbagai macam penyakit, sebagaimana
yang dicentakan lewat tulisan-tulisan Mirza sendiri dan para
pengikutnya.23

Dalam kegiatan dakwahnya, aliran Ahmadiyah õni tampaknya
cukup mendapat sambutan di kalangan masyarakat Kristen di
Barat yang sedang dilanda oleh krisis spiritual di satu
pihak, dan di pihak lain masyarakat Barat yang telah
memperoleh kemajuan berpikir dan tidak loyal lagi terhadap
Gereja, karena ajarannya yang dogmatis dan sulit mereka
cerna itu. Hal ini mengingatkan kita pada keberhasilan
aliran Baha'i di Eropa dan Amerika Serikat di bawah pimpinan
'Abb-as Afandi yang memfokuskan kegiatan propagandanya di
kalangan Kristen dan Yahudi, sesudah aliran ini gagal
mempengaruhi ummat Islam.

C. FASE PERPECAHAN DAN PENGEMBANGAN (1908-1924)

Keutuhan dan kesatuan Ahmadiyah, rupanya hanya terbatas pada
masa hidup pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad, sekalipun aliran
ini harus bekerja sesuai dengan wasiatnya yang ada pada Sadr
Anjuman Ahmadiyah. Pimpinan Ahmadiyah yang diistilahkan
dengan "khalifah" sesudah Mirza wafat, adalah di tangan
Maulawi Nuruddin sampai wafatnya tahun 1914. Selama itu
Ahmadiyah sebagai gerakan Mahdi telah memperoleh kemajuan
pesat dan mulai dikenal di kalangan ummat Islam secara luas.
Akan tetapi, bibit perpecahan di kalangan pengikutnya pada
saat itu sudah mulai tampak, yaitu munculnya dua pemikiran
yang bertolak belakang. Dimana pemikiran pertama berkisar
tentang masalah khalifah (pengganti pimpinan), sedangkan
pemikiran kedua berkisar pada masalah pengkafiran terhadap
sesama Muslim.

Pemikiran pertama, erat hubungannya dengan masalah manajemen
pengorganisasian Ahmadiyah sebagai gerakan Mahdi yang
memiliki jangkauan luas, baik di kalangan Muslim sendiri
maupun non-Muslim. Tampaknya pemikiran ini menjadi salah
satu faktor penyebab perpecahan dari dalam. Dan pada
pemikiran kedua, tidak hanya berkaitan dengan doktrin
Mahdiisme Ahmadiyah saja, akan tetapi juga berhubungan
dengan prinsip-prinsip Islam. Pemikiran kedua ini rupanya
merupakan sebab utama perpecahan di kalangan Ahmadiyah,
terutama sesudah Maulawi Nuruddin wafat. Dalam kaitan ini,
Maulana Muhammad 'Ali menjelaskan, bahwa golongan pertama
mempertahankan keyakinannya yaitu: Barang siapa yang tidak
percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad, apakah ia telah mendengar
namanya atau tidak, apakah ia (Mirza) sebagai Muslim, atau
Mujaddid, atau sebagai al-Masih dan al-Mahdi yang
dijanjikan, maka orang itu, dihukumi kafir dan keluar dari
Islam, kecuali mereka secara formal telah membai'atnya.
Golongan kedua berpendapat, bahwa setiap orang yang telah
mengucapkan dua kalimah syahadah, mereka adalah seorang
Muslim, sekalipun mereka mengikuti aliran lain dalam Islam,
dan tak seorang pun dari mereka keluar dari Islam, kecuali
jika ia rnengingkari kerasulan Nabi Muhammad. Adapun masalah
kenabian Mirza Ghulam Ahmad, masih tetap merupakan masalah
yang dipertentangkan diantara kedua golongan tersebut.24
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by EHAN on Mon Oct 21, 2013 4:24 pm

@Kedunghalang wrote:
@EHAN wrote:
kedung wrote:Adakah ayat-ayat lain dalam Al Qur'an yang memuat kalimat "Khaataman-Nabiyyin" atau yang mendukung bahwa arti kalimat "Khaataman-Nabiyyin" itu hanya Penutup Nabi-Nabi?
Kenapa mesti banyak. jika satu saja cukup.. justru ayat lain malah mendukung pewaris Ilmu Rasul. bukan nabi baru.. jika satu ayat jelas saja tidak cukup. apa mau di kata.
Tentu saja tidak cukup, karena banyak ayat-ayat lain dalam Al Qur'an yang mengisyaratkan bahwa kenabian / kerasulan masih tetap terbuka hingga hari kiamat bagi Umat Islam yang setia dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya saw (Asy-Syura 42:52, Al Jumu'ah 62:3, An-Nur 24:56 & An-Nisaa 4:70).

@EHAN wrote:
kedung wrote:“Dan tidak ada bagi manusia bahwa Allah Berkata-kata kepadanya, kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengirimkan seorang RASUL guna mewahyukan dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahaluhur, Mahabijaksana.” (Asy-Syura 42:52).
Berapa kali saya bilang, Rasul yang di maksud ialah arwahulmuqadash rasul. Anda tahu tidak bentuk rasulullah.

Jika anda tahu, pasti anda paham makna ayat yang anda kutip. sepertinya tidak. karena anda memahami adanya nabi baru..
Berapa kali pun anda menyatakan arwahulmuqadash rasul, jika tidak didukung dengan menampilkan ayat-ayat suci Al Qur'an, maka hanya OMONG KOSONG belaka. Justru, menurut Al Qur'an Al Hajj 22:76 Allah senantiasa memilih/mengirimkan RASUL-RASUL dari antara MALAIKAT dan MANUSIA. Karena Al Qur'an ini sudah disempurnakan Allah dan akan terus berlaku hingga hari kiamat, maka ayat ini pun tentu saja berlaku sampai hari kiamat.

Jika anda merasa lebih memahami bentuk-bentuk rasulullah, silahkan saja anda uraikan disertai dengan bukti-bukti berdasarkan ayat suci Al Qur'an, jika tidak hanya OMONG KOSONG belaka. Tetapi, saya bukan memahami adanya nabi baru, melainkan berdasarkan ayat-ayat suci Al Qur'an, kenabian/kerasulan masih terbuka bagi Umat Islam yang setia dan taat sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw (Asy-Syura 42:52, Al Jumu'ah 62:3, An-Nur 24:56 & An-Nisaa 4:70).

@EHAN wrote:
kedung wrote:Allah berfirman: "Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini, maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang Nikmat Allah akan dianugerahkan atas mereka, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat (Allah) yang sejati." (An-Nisaa 4:70). Ayat ini mengisyaratkan bahwa setelah Nabi Muhammad saw kenabian masih terbuka bagi umat Islam yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya saw.
Coba anda pahami dulu makna awalnya.
"Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini, maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang Nikmat Allah akan dianugerahkan atas mereka

siapa mereka pada awal; orang yang taat pada Allah dan rasul
siapa mereka pada akhir; para nabi,shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. anda hanya terpaku pada nabi.. padahal nabi sdh tertutup..
anda tidak menganggap para shidiq, syahid, orang saleh. jangan anggap derajat mereka lebih rendah dari nabi..

Mereka lah yang memiliki maqam seperti nabi. mereka lah yang ada setelah Nabi Muhammad. Jika memang Mirza Ghulam memiliki maqam. maka iya masuk dalam kategori pewaris rasul. seorang saidy syehk..
Sudah jelas yang dimaksud mereka itu, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh., yang merupakan urutan derajat keruhanian dari mulai yang tertinggi hingga yang terendah.  Jika ketaatan seorang muslim kepada Allah dan Rasul-Nya saw itu sudah begitu sempurna, maka Allah pun akan menganugerahkan Nikmat-Nya yang tertinggi, yakni KENABIAN/KERASULAN dengan izin Allah. (An-Nisaa 4:70).

@EHAN wrote:
kedung wrote:Menurut Nabi Muhammad saw, Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah, yang berarti Nabi. Beliau saw bersabda: "Barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Sunan Ibnu Majah).
shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. mereka termasuk khalifah Allah, karena mereka menegakkan kalimat Allah di dunia ini. mereka mampu karena mewarisi ilmu rasul. (dalil Al Qur'an dan Hadits-Nya, tidak ada)

Dan kenapa al mahdi di sebut Rasul sebagi imam. bukan nabi?? karena ia termasuk shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh yang merupakan khalifah Allah.(dalil Al Qur'an dan Hadits-Nya, tidak ada)
Hadits itu (HR Sunan Ibnu Majah) sudah jelas menyatakan dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi. Jadi, Al Mahdi atau Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah yang berarti NABI. Sedangkan yang bukan NABI adalah Khalifat-un-Nabi, seperti Khulafa-ur-Rasyidin ra.

@EHAN wrote:
kedung wrote:Menurut Al Qur'an (lihat Al Araf) para nabi itu selalu mendakwakan diri atas perintah Allah. Tetapi, para imam besar seperti Al Ghazali dan Abul Qadir Jaelani tidak mendakwakan diri sebagai Nabi atas perintah Allah. Jadi mereka bukan Nabi. Sedangkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as mendakwakan diri sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud as dan Nabi Ummati atas perintah Allah.
Mereka tidak mendakwakan karena mereka taat pada Allah Surah Al ahzab, dan Rasul. mereka hafal isi alquran. dan hafal ribuan hadist..
TIDAK, mereka tidak mendakwakan karena mereka tidak diperintah Allah dan tidak juga dinubuatkan dalam Al Qur'an ataupun Hadits. walaupun mereka hafal isi Al Qur'an dan hafal ribuan Hadist. Sedangkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, selain dinubuatkan dalam Al Qur'an dan Hadits, juga diperintah Allah untuk mendakwakan diri sebagai Khalifah Allah (An-Nur 24:56), Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3) Utusan Allah, Masih Mau'ud (Az-Zukhruf 43:58) dan Nabi Ummati (An-Nisaa 4:70).

@EHAN wrote:
kedung wrote:Ya, memang anda OMONG KOSONG.
Hahaha,, omong kosong saya berdasarkan Alquran dari Allah dan alhadist Rasullullah. bukan tafsir MGA atau anda, mendakwakan diri sebagi Nabi.
Ya, memang anda OMONG KOSONG, karena banyak menulis dalil yang tidak berdasarkan Al Qur'an dan Hadits, buktinya kalimat arwahulmuqadash rasul yang berasal dari pikiran anda sendiri.
_Jika Ayat Al Ahzab yang jelas saja, anda tolak dengan alasan anda, nga perlu deh membahas Arwahulmuqadasah Rasulullah. Anda saja seperti baru mendengarnya..

Dari saya cukup sekian. silahkan teman2 lain jika ingin melanjutkan. biar @kedung fokus.
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by isaku on Mon Oct 21, 2013 5:21 pm

@kedunghalang wrote:Di dalam Al Qur'an Allah berfirman: "Sesungguhnya, orang-orang yang bai'at kepada engkau (Nabi Muhammad saw), sebenarnya mereka bai'at kepada Allah. Tangan Allah ada di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janjinya, maka ia memutuskannya untuk kerugian dirinya sendiri; dan barangsiapa menyempurnakan apa yang dia telah janjikan kepada Allah, maka Dia segera akan memberinya ganjaran yang besar." (Al Fath 48:11).

Kemudian Nabi Muhammad Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa melihatnya (Imam Mahdi), maka bai'atlah kalian kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Daud & Musnad Ahmad bin Hambal).
Ya ya.. maksudnya ayat 10 ya :)
betul imam mahdi hanya disebut dalam hadits.
Pernahkah imam mahdi anda (MGA) menjadi hakim, memutuskan perkara dengan adil???
bisa diberikan contoh?
@kedunghalang wrote:Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya saw, tentu akan mentaati perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya, yakni bai'at kepada Khalifatulah, Al Mahdi (HR Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Daud & Musnad Ahmad bin Hambal), tentu saja setelah meyakini bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, adalah Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud (Perumpamaan Ibnu Maryam yang dijanjikan oleh Allah dan Nabi Muhammad saw) dan melakukan amal-amal shaleh lainnya.
Bagaimana/apa yg membuat anda yakin bahwa MGA adalah Mahdi yg disebutkan Rasulullah SAW ???
2. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh yang telah baiat kepada Allah di tangan Khalifah, Al Mahdi secara otomatis bergabung menjadi anggota Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Dengan quwwat qudsiyah yang dimiliki oleh seorang Khalifah, Al Mahdi, maka Dia akan membunuh sifat-sifat babi yang ada pada dirinya dengan izin Allah. Sifat-sifat babi merupakan analogi potensi perbuatan kotor dan zhalim pada diri manusia yang suka bergelimang dengan kekotoran, seperti mengucapkan atau menulis kata-kata kotor, memakan makanan kotor (dari hasil korupsi dlsb), yang pada hakikatnya menzhalimi diri sendiri. Namun, orang-orang yang belum beriman, tentu saja akan luput dari Nikmat Allah (membunuh babi) ini.
Analogi seperti itu tidak ada baik dalam AQ maupun hadits, beriman saja tidak cukup menghilangkan potensi berbuat salah, iman harus dijaga selalu, diperbaharui, dan dipupuk.
@kedunghalang wrote:Rahasia penyaliban Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as yang menjadi perselisihan antara kaum Yahudi, kaum Nasrani dan sebagian Umat Islam:
1. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Isa Ibnu Maryam adalah Nabi Palsu karena dia mati terkutuk di tiang salib.
2. Kaum Nasrani mengatakan bahwa kematian Isa Ibnu Maryam di atas salib dapat menghapuskan dosa-dosa manusia yang beriman kepadanya. Isa diangkat ke langit dan duduk di sebelah kanan Bapak dan akan turun lagi ke bumi untuk yang kedua kali.
3. Sebagian umat Islam mengatakan bahwa Nabi Isa as tidak disalibkan dan tidak dibunuh, melainkan ada orang lain yang disamarkan seperti Nabi Isa as yang disalibkan hingga mati. Sedangkan, Nabi Isa as (jasad dan ruhnya) diangkat ke langit, dan di akhir zaman akan turun lagi untuk menghakimi umatnya.

Rahasia penyaliban itu telah dipecahkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam uraian Tafsir An-Nisa 4:158-160 yang dapat anda lihat di: http://www.alislam.org/quran/tafseer/?page=581®ion=E1&CR=

Sebagian kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam yang beriman dan beramal shaleh telah bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah mempelajarinya. Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as memang disalibkan, tetapi tidak sampai terbunuh di atas salib, karena Allah telah menyelamatkannya. Dengan demikian maka terbantahlah kepercayaan kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Isa as adalah Nabi Palsu yang mati terkutuk di atas salib. Begitupula kepercayaan kaum Nasrani yang mempercayai bahwa darah Isa as akan menghapuskan dosa-dosa manusia yang mengimaninya menjadi porak poranda. Kepercayaan umat Islam yang mengatakan bahwa Nabi Isa as diangkat ke langit dan akan turun lagi di akhir zaman juga dapat dipatahkan, karena Nabi Isa as sesungguhnya sudah wafat pada usia 120 tahun, dan jasadnya telah dikuburkan di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/ Sedangkan wujud Isa as yang akan datang lagi di akhir zaman adalah Perumpamaan Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:58) atau Masih Mau'ud as dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang juga Khalifatullah, Al Mahdi.
ok, itu bukan pengetahuan baru, banyak jg muslim yg bukan ahmadiah berpendapat sama.
@kedunghalang wrote:Nomor 1 dan 2 sudah terjawab oleh Imam Mahdi (Pemimpin Ruhani yang mendapat petunjuk langsung dari Allah). Begitupula nomor 3 dan 4 akan terjawab sebagai berikut:
3. Jizyah adalah pajak yang dibebankan oleh pemerintahan Islam kepada non-muslim. Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi/Rasul Allah yang kebetulan menjadi pemimpin pemerintahan menegaskan bahwa Imam Mahdi adalah Khalifatullah (HR Sunan Ibnu Majah & Surah An-Nur 24:56) yang artinya Pemimpin Ruhani bukan Pemimpin Politik. Dengan demikian, maka Imam Mahdi tidak akan memungut jizyah. Itulah makna dari menghapuskan jizyah.

4. Pada zaman Rasulullah saw, Nabi Muhammad saw dengan izin Allah melakukan peperangan dalam pembelaan diri karena ketika melakukan Dakwah Islam, beliau saw teraniaya dan diusir dari kampung halaman, sehingga Allah memerintahkan beliau saw untuk hijrah ke Madinah. Pada zaman Imam Mahdi as, Dakwah Islam tidak akan dilakukan melalui peperangan, melainkan dengan tulisan dan hujjah-hujjah yang kuat berdasarkan Al Quran dan As-Sunnah/Hadits. Itulah makna makna dari menghentikan perang.
3. Guru ngaji saya tidak pernah memungut jizyah dari nonmuslim, kurang lebih sama dengan MGA.
4. Guru ngaji saya berhujjah dengan AQ dan Sunnah dan tidak pernah melakukan peperangan, kurang lebih sama seperti MGA.

Seandainya setiap kampung mempunyai guru ngaji seperti guru saya dan mengaku sebagai Mahdi, betapa banyaknya Mahdi di dunia ini.
Atas perintah dan bimbingan Allah, Jemaat Muslimin Ahmadiyah didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dari Qadian yang di dalam Peta Dunia pun tidak tampak. Hahdrat Mirza Ghulam Ahmad as pada awalnya hanya sendiri, ketika didirikan pada 1889 di Kota Ludhiana, India, para anggota Jemaat Muslimin Ahmadiyah hanya ada 40 orang yang bai'at kepada beliau as. Tetapi, dari masa ke masa, para anggotanya terus bertambah dan menyebar ke seluruh pelosok dunia dari berbagai macam suku bangsa dan berbagai macam latar agama, dari 204 negara di lima benua. Saat ini pengikutnya sudah mencapai puluhan bahkan raturan juga orang yang berbondong-bondong masuk agama Allah (Islam) setelah bai'at kepada Allah di tangan seorang Khalifah, Al Mahdi.

Inilah yang disebut berhasil karena Pertolongan Allah dan Kemenangan Islam sebagaimana dimaksud dalam An-Nashr 110:1-3. Subhannallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallah, Allahu'akbar, Astaghfirullaharobbi, minkullizanbin, wa atubuilaih.
keberhasilan dalam kata2 indah, yg belum memberikan efek apa2 kepada dunia.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Mon Oct 21, 2013 11:04 pm

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Di dalam Al Qur'an Allah berfirman: "Sesungguhnya, orang-orang yang bai'at kepada engkau (Nabi Muhammad saw), sebenarnya mereka bai'at kepada Allah. Tangan Allah ada di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janjinya, maka ia memutuskannya untuk kerugian dirinya sendiri; dan barangsiapa menyempurnakan apa yang dia telah janjikan kepada Allah, maka Dia segera akan memberinya ganjaran yang besar." (Al Fath 48:11).

Kemudian Nabi Muhammad Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa melihatnya (Imam Mahdi), maka bai'atlah kalian kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Daud & Musnad Ahmad bin Hambal).
Ya ya.. maksudnya ayat 10 ya :)
betul imam mahdi hanya disebut dalam hadits.
Pernahkah imam mahdi anda (MGA) menjadi hakim, memutuskan perkara dengan adil???
bisa diberikan contoh?
Yang dimaksud menjadi Hakim yang adil adalah memecahkan salib, yakni memutuskan dengan adil dengan izin Allah dalam perkara perselisihan antara paham Yahudi, paham Nasrani dan paham umat Islam tentang penyaliban Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya saw, tentu akan mentaati perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya, yakni bai'at kepada Khalifatulah, Al Mahdi (HR Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Daud & Musnad Ahmad bin Hambal), tentu saja setelah meyakini bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, adalah Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud (Perumpamaan Ibnu Maryam yang dijanjikan oleh Allah dan Nabi Muhammad saw) dan melakukan amal-amal shaleh lainnya.
Bagaimana/apa yg membuat anda yakin bahwa MGA adalah Mahdi yg disebutkan Rasulullah SAW ???
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah satu-satunya umat Islam yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi yang sekaligus sebagai Isa Ibnu Maryam (Masih Mau'ud) dan Khalifatullah seperti telah dinubuatkan dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah saw, khususnya yang berkenaan dengan namanya, keturunannya, waktu dan tempat pendakwaannya, serta dukungan Allah terhadap pendakwaannya, yakni Tanda Samawi berupa Gerhana Bulan dan Matahari di bulan Ramadhan.

@isaku wrote:
@Kedunghalang wrote:
2. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh yang telah baiat kepada Allah di tangan Khalifah, Al Mahdi secara otomatis bergabung menjadi anggota Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Dengan quwwat qudsiyah yang dimiliki oleh seorang Khalifah, Al Mahdi, maka Dia akan membunuh sifat-sifat babi yang ada pada dirinya dengan izin Allah. Sifat-sifat babi merupakan analogi potensi perbuatan kotor dan zhalim pada diri manusia yang suka bergelimang dengan kekotoran, seperti mengucapkan atau menulis kata-kata kotor, memakan makanan kotor (dari hasil korupsi dlsb), yang pada hakikatnya menzhalimi diri sendiri. Namun, orang-orang yang belum beriman, tentu saja akan luput dari Nikmat Allah (membunuh babi) ini.
Analogi seperti itu tidak ada baik dalam AQ maupun hadits, beriman saja tidak cukup menghilangkan potensi berbuat salah, iman harus dijaga selalu, diperbaharui, dan dipupuk.
Menurut Al Qur'an, sesungguhnya Allah tidak segan untuk mengemukakan suatu perumpamaan / analogi sekecil nyamuk atau lebih dari itu (Al Baqarah 2:27). Menurut Al Qur'an, Allah telah berjanji kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadi bagi mereka Khalifah di bumi (An-Nur 24:56). Jadi memang benar, keimanan harus selalu dijaga, diperbaharui dan dipupuk dengan izin Allah. Tanpa izin Allah, maka upaya manusia tidak akan berhasil.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Rahasia penyaliban Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as yang menjadi perselisihan antara kaum Yahudi, kaum Nasrani dan sebagian Umat Islam:
1. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Isa Ibnu Maryam adalah Nabi Palsu karena dia mati terkutuk di tiang salib.
2. Kaum Nasrani mengatakan bahwa kematian Isa Ibnu Maryam di atas salib dapat menghapuskan dosa-dosa manusia yang beriman kepadanya. Isa diangkat ke langit dan duduk di sebelah kanan Bapak dan akan turun lagi ke bumi untuk yang kedua kali.
3. Sebagian umat Islam mengatakan bahwa Nabi Isa as tidak disalibkan dan tidak dibunuh, melainkan ada orang lain yang disamarkan seperti Nabi Isa as yang disalibkan hingga mati. Sedangkan, Nabi Isa as (jasad dan ruhnya) diangkat ke langit, dan di akhir zaman akan turun lagi untuk menghakimi umatnya.

Rahasia penyaliban itu telah dipecahkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam uraian Tafsir An-Nisa 4:158-160 yang dapat anda lihat di: http://www.alislam.org/quran/tafseer/?page=581®ion=E1&CR=

Sebagian kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam yang beriman dan beramal shaleh telah bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah mempelajarinya. Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as memang disalibkan, tetapi tidak sampai terbunuh di atas salib, karena Allah telah menyelamatkannya. Dengan demikian maka terbantahlah kepercayaan kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Isa as adalah Nabi Palsu yang mati terkutuk di atas salib. Begitupula kepercayaan kaum Nasrani yang mempercayai bahwa darah Isa as akan menghapuskan dosa-dosa manusia yang mengimaninya menjadi porak poranda. Kepercayaan umat Islam yang mengatakan bahwa Nabi Isa as diangkat ke langit dan akan turun lagi di akhir zaman juga dapat dipatahkan, karena Nabi Isa as sesungguhnya sudah wafat pada usia 120 tahun, dan jasadnya telah dikuburkan di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/ Sedangkan wujud Isa as yang akan datang lagi di akhir zaman adalah Perumpamaan Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:58) atau Masih Mau'ud as dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang juga Khalifatullah, Al Mahdi.  
ok, itu bukan pengetahuan baru, banyak jg muslim yg bukan ahmadiah berpendapat sama.
Tetapi, yang pertama kali menyampaikan pengetahuan atau pendapat itu adalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dengan izin dan bimbingan Allah Yang Mahamengetahui, Mahaperkasa.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Nomor 1 dan 2 sudah terjawab oleh Imam Mahdi (Pemimpin Ruhani yang mendapat petunjuk langsung dari Allah).  Begitupula nomor 3 dan 4 akan terjawab sebagai berikut:
3. Jizyah adalah pajak yang dibebankan oleh pemerintahan Islam kepada non-muslim. Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi/Rasul Allah yang kebetulan menjadi pemimpin pemerintahan menegaskan bahwa Imam Mahdi adalah Khalifatullah (HR Sunan Ibnu Majah & Surah An-Nur 24:56) yang artinya Pemimpin Ruhani bukan Pemimpin Politik. Dengan demikian, maka Imam Mahdi tidak akan memungut jizyah. Itulah makna dari menghapuskan jizyah.

4. Pada zaman Rasulullah saw, Nabi Muhammad saw dengan izin Allah melakukan peperangan dalam pembelaan diri karena ketika melakukan Dakwah Islam, beliau saw teraniaya dan diusir dari kampung halaman, sehingga Allah memerintahkan beliau saw untuk hijrah ke Madinah. Pada zaman Imam Mahdi as, Dakwah Islam tidak akan dilakukan melalui peperangan, melainkan dengan tulisan dan hujjah-hujjah yang kuat berdasarkan Al Quran dan As-Sunnah/Hadits. Itulah makna makna dari menghentikan perang.
3. Guru ngaji saya tidak pernah memungut jizyah dari nonmuslim, kurang lebih sama dengan MGA.
4. Guru ngaji saya berhujjah dengan AQ dan Sunnah dan tidak pernah melakukan peperangan, kurang lebih sama seperti MGA.

Seandainya setiap kampung mempunyai guru ngaji seperti guru saya dan mengaku sebagai Mahdi, betapa banyaknya Mahdi di dunia ini.
Semakin banyak orang menjadi Mahdi (yang mendapat petunjuk Ilahi), maka semakin baik bagi dunia, terlebih lagi dunia muslim. Tetapi satu-satunya orang Islam yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi yang menjadi Isa Ibnu Maryam, Hakim yang adil dan Khalifatullah hanyalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian, Hindustan (sekarang India) yang telah menghapuskan jizyah dan menghentikan peperangan.


@isaku wrote:
@Kedunghalang wrote:
Atas perintah dan bimbingan Allah, Jemaat Muslimin Ahmadiyah didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dari Qadian yang di dalam Peta Dunia pun tidak tampak. Hahdrat Mirza Ghulam Ahmad as pada awalnya hanya sendiri, ketika didirikan pada 1889 di Kota Ludhiana, India, para anggota Jemaat Muslimin Ahmadiyah hanya ada 40 orang yang bai'at kepada beliau as. Tetapi, dari masa ke masa, para anggotanya terus bertambah dan menyebar ke seluruh pelosok dunia dari berbagai macam suku bangsa dan berbagai macam latar agama, dari 204 negara di lima benua. Saat ini pengikutnya sudah mencapai puluhan bahkan raturan juga orang yang berbondong-bondong masuk agama Allah (Islam) setelah bai'at kepada Allah di tangan seorang Khalifah, Al Mahdi.

Inilah yang disebut berhasil karena Pertolongan Allah dan Kemenangan Islam sebagaimana dimaksud dalam An-Nashr 110:1-3. Subhannallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallah, Allahu'akbar, Astaghfirullaharobbi, minkullizanbin, wa atubuilaih.
keberhasilan dalam kata2 indah, yg belum memberikan efek apa2 kepada dunia.
Jika belum dan/atau tidak memberikan efek apa-apa kepada dunia, maka tidak mungkin para ulama dari OKI, Rabithah Alam Al Islami, Pakistan, Bangladesh dan Majlis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan. Ini adalah salah-satu tanda bahwa meskipun selalu dicemoohkan, para utusan/nabi Allah itu sudah pasti menang. (Yaasiin 36:31, Az-Zukhruf 43:8 & Al Mujaadalah 58:22).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by isaku on Tue Oct 22, 2013 8:52 am

@kedunghalang wrote:Yang dimaksud menjadi Hakim yang adil adalah memecahkan salib, yakni memutuskan dengan adil dengan izin Allah dalam perkara perselisihan antara paham Yahudi, paham Nasrani dan paham umat Islam tentang penyaliban Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as.
bukan itu yg menjadi perselisihan 3agama,.. tapi Palestina.
Masalah penyaliban hanya sebatas perdebatan di ujung pulpen saja.
Sementara palestina berdarah2, MGA selaku Mahdi sibuk membuat konsep baru tentang penyaliban, begitu maksud anda???

@kedunghalang wrote:Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah satu-satunya umat Islam yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi yang sekaligus sebagai Isa Ibnu Maryam (Masih Mau'ud) dan Khalifatullah seperti telah dinubuatkan dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah saw, khususnya yang berkenaan dengan namanya, keturunannya, waktu dan tempat pendakwaannya, serta dukungan Allah terhadap pendakwaannya, yakni Tanda Samawi berupa Gerhana Bulan dan Matahari di bulan Ramadhan.
1. Bisakah anda jelaskan apa yg anda maksud Tanda Samawi???
2. Bisakah anda jelaskan istimewanya nama, keturunan, waktu dan tempat pendakwaan dari Hadhrat kita ini?
3. Mengenai mendakwakan diri, bukan hanya MGA, ada Lia Eden jg dan mungkin yg lain. Bagaimana menurut anda?

kedunghalan wrote:Tetapi, yang pertama kali menyampaikan pengetahuan atau pendapat itu adalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dengan izin dan bimbingan Allah Yang Mahamengetahui, Mahaperkasa.
1. Bagaimana anda bisa yakin tentang hal itu?
Apakah menurut anda para ulama jalan2 dan belajar ke india?
2. Ulama2 yg berkeyakinan Nabi Isa AS telah wafat mendasarkan pendapatnya pada arti kata mutawaffika, tidak ada satupun dari mereka merujuk kepada MGA.

@kedunghalang wrote:Jika belum dan/atau tidak memberikan efek apa-apa kepada dunia, maka tidak mungkin para ulama dari OKI, Rabithah Alam Al Islami, Pakistan, Bangladesh dan Majlis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan. Ini adalah salah-satu tanda bahwa meskipun selalu dicemoohkan, para utusan/nabi Allah itu sudah pasti menang. (Yaasiin 36:31, Az-Zukhruf 43:8 & Al Mujaadalah 58:22).
itu negatifnya, mengapa anda merasa perlu berbangga, positifnya dimana?

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Jagona on Tue Oct 22, 2013 11:18 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi  ...... kalo MGA mengaku sebagai rasul, masih bisa dibenarkan kerana bertindak sebagai penyampai risalah ..... tetapi kalo mengaku sebagai nabi, tentu saja salah karena tidak ada nabi lagi setelah nabi muhammad, dan juga agama apa yang dibawa/disampaikan MGA .... inipun masih bisa "dibenarkan" bila yang disampaikan bukan islam .............. okey
Menurut Al Qur'an dan Hadits, Nabi yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya menyampaikan syari'at Islam sambil melaksanakannya dengan ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw masih mungkin untuk datang dengan izin Allah (An-Nisa 4:70 & Al Araf 7:36). Jika anda tidak setuju, anda harus membantahnya dengan ayat suci Al Qur'an & Hadits.
hi hi hi ....... aku kira bantahannya cukup dengan ayat 33/40
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلٰكِن رَّسُولَ اللّٰـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّۦنَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi...........
menurut ayat di atas ......... tidak akan pernah ada lagi nabi, karena islam sudah sempurna berdasarkan ayat 5/3 ...... adapun ayat 4/69 tidak ada petunjuk adanya nabi baru, melainkan petunjuk untuk di akhirat bahwa yang menaati ALLAH dan rosul-NYA akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat olah ALLAH..... demikian juga untuk Ayat 7/35 tidak ada petunjuk didatangkannya nabi baru ..... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Tue Oct 22, 2013 10:56 pm

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Yang dimaksud menjadi Hakim yang adil adalah memecahkan salib, yakni memutuskan dengan adil dengan izin Allah dalam perkara perselisihan antara paham Yahudi, paham Nasrani dan paham umat Islam tentang penyaliban Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as.
bukan itu yg menjadi perselisihan 3agama,.. tapi Palestina.
Masalah penyaliban hanya sebatas perdebatan di ujung pulpen saja.
Sementara palestina berdarah2, MGA selaku Mahdi sibuk membuat konsep baru tentang penyaliban, begitu maksud anda???
Palestina adalah perselisihan politik, bukan masalah agama, karena tiada paksaan dalam agama.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah satu-satunya umat Islam yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi yang sekaligus sebagai Isa Ibnu Maryam (Masih Mau'ud) dan Khalifatullah seperti telah dinubuatkan dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah saw, khususnya yang berkenaan dengan namanya, keturunannya, waktu dan tempat pendakwaannya, serta dukungan Allah terhadap pendakwaannya, yakni Tanda Samawi berupa Gerhana Bulan dan Matahari di bulan Ramadhan.
1. Bisakah anda jelaskan apa yg anda maksud Tanda Samawi???
2. Bisakah anda jelaskan istimewanya nama, keturunan, waktu dan tempat pendakwaan dari Hadhrat kita ini?
3. Mengenai mendakwakan diri, bukan hanya MGA, ada Lia Eden jg dan mungkin yg lain. Bagaimana menurut anda?
1. Tanda Samawi adalah suatu nubuatan agung di dalam QS Al Qiamat sebagai tanda kiamat dan/atau di dalam HR Daaru Qutni sebagai tanda kedatangan Imam Mahdi, yakni Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan di bulan Ramadhan. Peristiwa alam ini telah terjadi setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi: http://www.alislam.org/topics/eclipses/response-to-mcnaughton.html

2. Menurut Nabi Muhammad saw, Imam Mahdi itu namanya seperti namaku (Muhammad/Ahmad) dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Abdullah/Murtadha), dari keturunan kaum Salman Al Farisi ra dari anak-cucu Siti Fatimah ra, yang dibangkitkan pada awal abad ke-14 Hijrah dan berasal dari kampung kecil yang bernama Qada'ah/Qadian, Hindustan (Hadits-Hadits Mutawatir). Semuanya tergenapi dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.

3. Lia Eden atau yang lain mungkin saja mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, tetapi hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang mendakwakan diri sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud berdasarkan nubuatan-nubuatan dalam Al Qur'an & Hadits yang didukung oleh Tanda Samawi.
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Tetapi, yang pertama kali menyampaikan pengetahuan atau pendapat itu adalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dengan izin dan bimbingan Allah Yang Mahamengetahui, Mahaperkasa.
1. Bagaimana anda bisa yakin tentang hal itu?
Apakah menurut anda para ulama jalan2 dan belajar ke India?
2. Ulama2 yg berkeyakinan Nabi Isa AS telah wafat mendasarkan pendapatnya pada arti kata mutawaffika, tidak ada satupun dari mereka merujuk kepada MGA.
Karena hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lah yang pertama kali mendapat wahyu dari Allah Yang mengabarkan bahwa Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as telah wafat dan kuburannya berada di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/  Allah juga mewahyukan kepada beliau as bahwa Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan akan datang dalam Hadits-2, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lah orangnya. Sedangkan para ulama yang lain tidak ada seorang pun yang menerima wahyu seperti itu.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Jika belum dan/atau tidak memberikan efek apa-apa kepada dunia, maka tidak mungkin para ulama dari OKI, Rabithah Alam Al Islami, Pakistan, Bangladesh dan Majlis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan. Ini adalah salah-satu tanda bahwa meskipun selalu dicemoohkan, para utusan/nabi Allah itu sudah pasti menang. (Yaasiin 36:31, Az-Zukhruf 43:8 & Al Mujaadalah 58:22).
itu negatifnya, mengapa anda merasa perlu berbangga, positifnya dimana?
Walaupun negatif, tetapi itu merupakan kebenaran Al Qur'an dan kebenaran pendakwa seorang nabi/rasul yang senantiasa dicemoohkan, tetapi Allah senantiasa pasti memberikan kemenangan.[/quote]

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Wed Oct 23, 2013 6:38 am

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi  ...... kalo MGA mengaku sebagai rasul, masih bisa dibenarkan kerana bertindak sebagai penyampai risalah ..... tetapi kalo mengaku sebagai nabi, tentu saja salah karena tidak ada nabi lagi setelah nabi muhammad, dan juga agama apa yang dibawa/disampaikan MGA .... inipun masih bisa "dibenarkan" bila yang disampaikan bukan islam .............. okey
Menurut Al Qur'an dan Hadits, Nabi yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya menyampaikan syari'at Islam sambil melaksanakannya dengan ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw masih mungkin untuk datang dengan izin Allah (An-Nisa 4:70 & Al Araf 7:36). Jika anda tidak setuju, anda harus membantahnya dengan ayat suci Al Qur'an & Hadits.
hi hi hi ..... aku kira bantahannya cukup dengan ayat 33/40
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلٰكِن رَّسُولَ اللّٰـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّۦنَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi...........

menurut ayat di atas ......... tidak akan pernah ada lagi nabi, karena islam sudah sempurna berdasarkan ayat 5/3 ...... adapun ayat 4/69 tidak ada petunjuk adanya nabi baru, melainkan petunjuk untuk di akhirat bahwa yang menaati ALLAH dan rosul-NYA akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat olah ALLAH..... demikian juga untuk Ayat 7/35 tidak ada petunjuk didatangkannya nabi baru ..... okey
Al Qur'an dan Syari'at Agama Islam memang telah disempurnakan, diberinama dan diridhoi oleh Allah berdasarkan Al Maidah 5:3, tetapi Al Qur'an mengisyaratkan bahwa pintu kenabian dan kerasulan yang telah Allah sempurnakan dengan lengkap pada diri Nabi Muhammad saw masih terbuka bagi para pengikut beliau saw:
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini, maka dia akan termasuk di antara orang-orang yang Nikmat Allah akan Dia anugerahkan atas mereka, yakni nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah para sahabat (Allah) yang sejati." (An-Nisaa 4:70). Menurut Al Qur'an, para sahabat (Allah) yang sejati itu sama dengan wali-wali (Aulia) Allah yang mendapatkan surga di dunia ini juga, dan di akhirat kelak. (Yunus 10:63-65).

"Wahai Bani Adam, jika datang kepada kalian, rasul-rasul di antara kalian,.." (Al Araf 7:36) Yang dimaksud Bani Adam pada zaman Nabi Muhammad saw adalah para pengikut beliau saw hingga saat ini. Padahal, sejak ayat itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, beliau saw sudah menjadi Nabi/Rasul. Dengan demikian, maka kenabian/kerasulan masih terbuka bagi umat Islam, apalagi dalam beberapa hadits dikatakan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus dari antara pengikut Nabi Muhammad saw, seorang Nabiyullah Isa Ibnu Maryam yang akan menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil. (HR Sahih Muslim & Musnad Ahmad bin Hambal).

Disamping itu, kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:41 memiliki arti lain selain penutup para nabi, yakni: a. yang paling sempurna, b. yang paling afdhal, c. cincin, dan d. segel atau meterai, para nabi. Ditambah lagi ada hadits yangg diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal). Menurut hadits tersebuet, kenabian yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw adalah kenabian yang membawa syariat baru, sedangkan kenabian yang masih terbuka adalah kenabian yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya pelaksana syariat agama (umat) Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisaa 4:70).

Apakah anda berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu memiliki arti yang berbeda? Saya berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu, jika berupa manusia, maka artinya sama saja.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Jagona on Wed Oct 23, 2013 8:50 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi  ...... kalo MGA mengaku sebagai rasul, masih bisa dibenarkan kerana bertindak sebagai penyampai risalah ..... tetapi kalo mengaku sebagai nabi, tentu saja salah karena tidak ada nabi lagi setelah nabi muhammad, dan juga agama apa yang dibawa/disampaikan MGA .... inipun masih bisa "dibenarkan" bila yang disampaikan bukan islam .............. okey
Menurut Al Qur'an dan Hadits, Nabi yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya menyampaikan syari'at Islam sambil melaksanakannya dengan ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw masih mungkin untuk datang dengan izin Allah (An-Nisa 4:70 & Al Araf 7:36). Jika anda tidak setuju, anda harus membantahnya dengan ayat suci Al Qur'an & Hadits.
hi hi hi ..... aku kira bantahannya cukup dengan ayat 33/40
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلٰكِن رَّسُولَ اللّٰـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّۦنَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi...........

menurut ayat di atas ......... tidak akan pernah ada lagi nabi, karena islam sudah sempurna berdasarkan ayat 5/3 ...... adapun ayat 4/69 tidak ada petunjuk adanya nabi baru, melainkan petunjuk untuk di akhirat bahwa yang menaati ALLAH dan rosul-NYA akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat olah ALLAH..... demikian juga untuk Ayat 7/35 tidak ada petunjuk didatangkannya nabi baru ..... okey
Al Qur'an dan Syari'at Agama Islam memang telah disempurnakan, diberinama dan diridhoi oleh Allah berdasarkan Al Maidah 5:3, tetapi Al Qur'an mengisyaratkan bahwa pintu kenabian dan kerasulan yang telah Allah sempurnakan dengan lengkap pada diri Nabi Muhammad saw masih terbuka bagi para pengikut beliau saw:
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini, maka dia akan termasuk di antara orang-orang yang Nikmat Allah akan Dia anugerahkan atas mereka, yakni nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah para sahabat (Allah) yang sejati." (An-Nisaa 4:70). Menurut Al Qur'an, para sahabat (Allah) yang sejati itu sama dengan wali-wali (Aulia) Allah yang mendapatkan surga di dunia ini juga, dan di akhirat kelak. (Yunus 10:63-65).
hi hi hi ...... anda menulis nomor ayat selalu "lebih 1" ...... aku duga kalimat basmalah dimasukkan sebagai ayat di masing-masing surat, seperti halnya surat al-fatihah ... dalam hal ini saja sudah menyalahi ketentuan syariat .... trus dah aku bilang bahwa pada ayat-ayat yang anda tampilkan tidak ada petunjuk akan diturunkannya nabi baru ............. okey

"Wahai Bani Adam, jika datang kepada kalian, rasul-rasul di antara kalian,.." (Al Araf 7:36) Yang dimaksud Bani Adam pada zaman Nabi Muhammad saw adalah para pengikut beliau saw hingga saat ini. Padahal, sejak ayat itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, beliau saw sudah menjadi Nabi/Rasul. Dengan demikian, maka kenabian/kerasulan masih terbuka bagi umat Islam,
anda lihat yang di-bold ....... memang "rosul" masih terbuka ...... siapapun bisa menjadi rosul asal memenuhi syarat syariat, tetapi tidak untuk nabi .... okey

apalagi dalam beberapa hadits dikatakan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus dari antara pengikut Nabi Muhammad saw, seorang Nabiyullah Isa Ibnu Maryam yang akan menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil. (HR Sahih Muslim & Musnad Ahmad bin Hambal).
hadits tersebut "matannya" tidak sesuai dengan alquran

Disamping itu, kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:41 memiliki arti lain selain penutup para nabi, yakni: a. yang paling sempurna, b. yang paling afdhal, c. cincin, dan d. segel atau meterai, para nabi. Ditambah lagi ada hadits yangg diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal). Menurut hadits tersebuet, kenabian yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw adalah kenabian yang membawa syariat baru, sedangkan kenabian yang masih terbuka adalah kenabian yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya pelaksana syariat agama (umat) Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisaa 4:70).
yang dimaksud bukan nabi baru, tetapi rosul-rosul .... andapun boleh jadi rosul asal memenuhi ketentuan ................. okey
Apakah anda berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu memiliki arti yang berbeda? Saya berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu, jika berupa manusia, maka artinya sama saja.
rosul berbeda dengan nabi
Nabi adalah manusia yang menerima petunjuk ALLAH secara langsung kemudian menyampaikan hukum ALLAH itu kepada manusia lain.
Rosul adalah yang menyampaikan hukum ALLAH

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by isaku on Wed Oct 23, 2013 3:21 pm

@kedunghalang wrote:Palestina adalah perselisihan politik, bukan masalah agama, karena tiada paksaan dalam agama.
ok baiklah. MGA dan pengikutnya tidak peduli apa yg terjadi di palestina, dan sebagai Mahdi dgn segenap julukan yg disandangnya tidak merasa perlu menengahi setidaknya berusaha mendamaikan perselisihan.

@kedunghalang wrote:1. Tanda Samawi adalah suatu nubuatan agung di dalam QS Al Qiamat sebagai tanda kiamat dan/atau di dalam HR Daaru Qutni sebagai tanda kedatangan Imam Mahdi, yakni Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan di bulan Ramadhan. Peristiwa alam ini telah terjadi setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi: http://www.alislam.org/topics/eclipses/response-to-mcnaughton.html
Ayat berapa dari QS AlQiyamah yg anda maksud sebagai nubuat agung?
Masalah gerhana, apakah anda punya literatur selain dari Ahmadiyah bahwa terjadi dua gerhana di tahun itu?

@kedunghalang wrote:2. Menurut Nabi Muhammad saw, Imam Mahdi itu namanya seperti namaku (Muhammad/Ahmad) dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Abdullah/Murtadha), dari keturunan kaum Salman Al Farisi ra dari anak-cucu Siti Fatimah ra, yang dibangkitkan pada awal abad ke-14 Hijrah dan berasal dari kampung kecil yang bernama Qada'ah/Qadian, Hindustan (Hadits-Hadits Mutawatir). Semuanya tergenapi dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.
Bisakah anda tampilkan hadits dimaksud beserta sanadnya?

@kedunghalang wrote:3. Lia Eden atau yang lain mungkin saja mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, tetapi hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang mendakwakan diri sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud berdasarkan nubuatan-nubuatan dalam Al Qur'an & Hadits yang didukung oleh Tanda Samawi.
Jika suatu saat nanti ketika anda masih hidup, datang orang lain mengaku sebagai Mahdi, Isa AlMasih, dan benar2 manjadi hakim yg adil, mematahkan salib dan membunuh babi sesuai hadits Rasulullah Muhammad SAW yg menjadi pegangan anda ... Apa yg akan anda lakukan?

@kedunghalang wrote:Karena hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lah yang pertama kali mendapat wahyu dari Allah Yang mengabarkan bahwa Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as telah wafat dan kuburannya berada di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/ Allah juga mewahyukan kepada beliau as bahwa Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan akan datang dalam Hadits-2, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lah orangnya. Sedangkan para ulama yang lain tidak ada seorang pun yang menerima wahyu seperti itu.
Tentu saja para ulama tidak menerima wahyu. Bagaimanakah bunyi wahyu Allah yg disampaikan kepada MGA tersebut? Bisakah anda tampilkan? Berbahasa arabkah?
Saya duga tentu diawali dgn kata : Ya Mirza Ghulam Ahmad, .....................................

@kedunghalang wrote:Walaupun negatif, tetapi itu merupakan kebenaran Al Qur'an dan kebenaran pendakwa seorang nabi/rasul yang senantiasa dicemoohkan, tetapi Allah senantiasa pasti memberikan kemenangan.
Sejauh ini anda belum menampilkan kemenangan dimaksud.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Wed Oct 23, 2013 10:22 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi  ...... kalo MGA mengaku sebagai rasul, masih bisa dibenarkan kerana bertindak sebagai penyampai risalah ..... tetapi kalo mengaku sebagai nabi, tentu saja salah karena tidak ada nabi lagi setelah nabi muhammad, dan juga agama apa yang dibawa/disampaikan MGA .... inipun masih bisa "dibenarkan" bila yang disampaikan bukan islam .............. okey
Menurut Al Qur'an dan Hadits, Nabi yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya menyampaikan syari'at Islam sambil melaksanakannya dengan ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw masih mungkin untuk datang dengan izin Allah (An-Nisa 4:70 & Al Araf 7:36). Jika anda tidak setuju, anda harus membantahnya dengan ayat suci Al Qur'an & Hadits.
hi hi hi ..... aku kira bantahannya cukup dengan ayat 33/40
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلٰكِن رَّسُولَ اللّٰـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّۦنَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi...........

menurut ayat di atas ......... tidak akan pernah ada lagi nabi, karena islam sudah sempurna berdasarkan ayat 5/3 ...... adapun ayat 4/69 tidak ada petunjuk adanya nabi baru, melainkan petunjuk untuk di akhirat bahwa yang menaati ALLAH dan rosul-NYA akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat olah ALLAH..... demikian juga untuk Ayat 7/35 tidak ada petunjuk didatangkannya nabi baru ..... okey
Al Qur'an dan Syari'at Agama Islam memang telah disempurnakan, diberinama dan diridhoi oleh Allah berdasarkan Al Maidah 5:3, tetapi Al Qur'an mengisyaratkan bahwa pintu kenabian dan kerasulan yang telah Allah sempurnakan dengan lengkap pada diri Nabi Muhammad saw masih terbuka bagi para pengikut beliau saw:
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini, maka dia akan termasuk di antara orang-orang yang Nikmat Allah akan Dia anugerahkan atas mereka, yakni nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah para sahabat (Allah) yang sejati." (An-Nisaa 4:70). Menurut Al Qur'an, para sahabat (Allah) yang sejati itu sama dengan wali-wali (Aulia) Allah yang mendapatkan surga di dunia ini juga, dan di akhirat kelak. (Yunus 10:63-65).
hi hi hi ...... anda menulis nomor ayat selalu "lebih 1" ...... aku duga kalimat basmalah dimasukkan sebagai ayat di masing-masing surat, seperti halnya surat al-fatihah ... dalam hal ini saja sudah menyalahi ketentuan syariat .... trus dah aku bilang bahwa pada ayat-ayat yang anda tampilkan tidak ada petunjuk akan diturunkannya nabi baru ............. okey
Basmalah dihitung sebagai ayat pertama untuk setiap Surah dalam Al Qur'an seperti dalam Al Fatihah, kecuali Surah At-Taubah (karena At-Taubah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Al Anfal), tidak menyalahi ketentuan syariat, melainkan berdasarkan HR Bukhari, Abu Daud dan Darul Quthni. Petunjuk tentang masih terbukanya kenabian karena ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw ada dalam An-Nisaa 4:70, hanya saja anda belum paham. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud dan Nabi Ummati adalah berkat ketaatannya yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad Rasulullah saw.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
"Wahai Bani Adam, jika datang kepada kalian, rasul-rasul di antara kalian,.." (Al Araf 7:36) Yang dimaksud Bani Adam pada zaman Nabi Muhammad saw adalah para pengikut beliau saw hingga saat ini. Padahal, sejak ayat itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, beliau saw sudah menjadi Nabi/Rasul. Dengan demikian, maka kenabian/kerasulan masih terbuka bagi umat Islam,
anda lihat yang di-bold ....... memang "rosul" masih terbuka ...... siapapun bisa menjadi rosul asal memenuhi syarat syariat, tetapi tidak untuk nabi .... okey
Dasarnya siapapun bisa jadi rasul?

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
apalagi dalam beberapa hadits dikatakan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus dari antara pengikut Nabi Muhammad saw, seorang Nabiyullah Isa Ibnu Maryam yang akan menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil. (HR Sahih Muslim & Musnad Ahmad bin Hambal).
hadits tersebut "matannya" tidak sesuai dengan alquran
Sesuai dengan ayat suci Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:58, Al Jumu'ah 62:3)

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disamping itu, kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:41 memiliki arti lain selain penutup para nabi, yakni: a. yang paling sempurna, b. yang paling afdhal, c. cincin, dan d. segel atau meterai, para nabi. Ditambah lagi ada hadits yangg diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal). Menurut hadits tersebuet, kenabian yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw adalah kenabian yang membawa syariat baru, sedangkan kenabian yang masih terbuka adalah kenabian yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya pelaksana syariat agama (umat) Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisaa 4:70).
yang dimaksud bukan nabi baru, tetapi rosul-rosul .... andapun boleh jadi rosul asal memenuhi ketentuan ................. okey
Dasarnya?

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apakah anda berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu memiliki arti yang berbeda? Saya berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu, jika berupa manusia, maka artinya sama saja.
rosul berbeda dengan nabi, Nabi adalah manusia yang menerima petunjuk ALLAH secara langsung kemudian menyampaikan hukum ALLAH itu kepada manusia lain.
Rosul adalah yang menyampaikan hukum ALLAH
Dasarnya apa? Rasul menyampaikan hukum Allah, kepada siapa? Dasarnya?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Jagona on Fri Oct 25, 2013 9:34 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:Menurut Al Qur'an dan Hadits, Nabi yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya menyampaikan syari'at Islam sambil melaksanakannya dengan ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw masih mungkin untuk datang dengan izin Allah (An-Nisa 4:70 & Al Araf 7:36). Jika anda tidak setuju, anda harus membantahnya dengan ayat suci Al Qur'an & Hadits.
hi hi hi ..... aku kira bantahannya cukup dengan ayat 33/40
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلٰكِن رَّسُولَ اللّٰـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّۦنَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi...........

menurut ayat di atas ......... tidak akan pernah ada lagi nabi, karena islam sudah sempurna berdasarkan ayat 5/3 ...... adapun ayat 4/69 tidak ada petunjuk adanya nabi baru, melainkan petunjuk untuk di akhirat bahwa yang menaati ALLAH dan rosul-NYA akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat olah ALLAH..... demikian juga untuk Ayat 7/35 tidak ada petunjuk didatangkannya nabi baru ..... okey
Al Qur'an dan Syari'at Agama Islam memang telah disempurnakan, diberinama dan diridhoi oleh Allah berdasarkan Al Maidah 5:3, tetapi Al Qur'an mengisyaratkan bahwa pintu kenabian dan kerasulan yang telah Allah sempurnakan dengan lengkap pada diri Nabi Muhammad saw masih terbuka bagi para pengikut beliau saw:
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw) ini, maka dia akan termasuk di antara orang-orang yang Nikmat Allah akan Dia anugerahkan atas mereka, yakni nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah para sahabat (Allah) yang sejati." (An-Nisaa 4:70). Menurut Al Qur'an, para sahabat (Allah) yang sejati itu sama dengan wali-wali (Aulia) Allah yang mendapatkan surga di dunia ini juga, dan di akhirat kelak. (Yunus 10:63-65).
hi hi hi ...... anda menulis nomor ayat selalu "lebih 1" ...... aku duga kalimat basmalah dimasukkan sebagai ayat di masing-masing surat, seperti halnya surat al-fatihah ... dalam hal ini saja sudah menyalahi ketentuan syariat .... trus dah aku bilang bahwa pada ayat-ayat yang anda tampilkan tidak ada petunjuk akan diturunkannya nabi baru ............. okey
Basmalah dihitung sebagai ayat pertama untuk setiap Surah dalam Al Qur'an seperti dalam Al Fatihah, kecuali Surah At-Taubah (karena At-Taubah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Al Anfal), tidak menyalahi ketentuan syariat, melainkan berdasarkan HR Bukhari, Abu Daud dan Darul Quthni. Petunjuk tentang masih terbukanya kenabian karena ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw ada dalam An-Nisaa 4:70, hanya saja anda belum paham. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah  sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud dan Nabi Ummati adalah berkat ketaatannya yang sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad Rasulullah saw.
hi hi hi ....... dengan memasukkan Basmalah menjadi ayat pertama pada setiap surat,  menambah jumlah ayat alquran, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya, tentunya tidak dibenarkan dalam syariat .............. hi hi hi, rupanya anda jemaah MGA ....... tunjukan bahwa MGA diutus ALLAH sebagai Imam mahdi ...... apakah tugas sebagai Imam mahdi sudah terlaksana ? ....................... okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
"Wahai Bani Adam, jika datang kepada kalian, rasul-rasul di antara kalian,.." (Al Araf 7:36) Yang dimaksud Bani Adam pada zaman Nabi Muhammad saw adalah para pengikut beliau saw hingga saat ini. Padahal, sejak ayat itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, beliau saw sudah menjadi Nabi/Rasul. Dengan demikian, maka kenabian/kerasulan masih terbuka bagi umat Islam,
anda lihat yang di-bold ....... memang "rosul" masih terbuka ...... siapapun bisa menjadi rosul asal memenuhi syarat syariat, tetapi tidak untuk nabi .... okey
Dasarnya siapapun bisa jadi rasul?
ayat yang anda bawakan juga bisa digunakan sebagai dasar ............ okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
apalagi dalam beberapa hadits dikatakan bahwa di akhir zaman Allah akan mengutus dari antara pengikut Nabi Muhammad saw, seorang Nabiyullah Isa Ibnu Maryam yang akan menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil. (HR Sahih Muslim & Musnad Ahmad bin Hambal).
hadits tersebut "matannya" tidak sesuai dengan alquran
Sesuai dengan ayat suci Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:58, Al Jumu'ah 62:3)
OOhhhh .......... dari hadits naik ke az-zukhruf;57 dan Al-jumuah 2, padahal dalam kedua ayat tersebut tidak ada perintah ALLAH mengutus nabi/rosul apalagi MGA di akhir jaman ... hi hi hi ngarang

[quote]
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disamping itu, kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:41 memiliki arti lain selain penutup para nabi, yakni: a. yang paling sempurna, b. yang paling afdhal, c. cincin, dan d. segel atau meterai, para nabi. Ditambah lagi ada hadits yangg diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal). Menurut hadits tersebuet, kenabian yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw adalah kenabian yang membawa syariat baru, sedangkan kenabian yang masih terbuka adalah kenabian yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya pelaksana syariat agama (umat) Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisaa 4:70).
yang dimaksud bukan nabi baru, tetapi rosul-rosul .... andapun boleh jadi rosul asal memenuhi ketentuan ................. okey
Dasarnya?
Al-Ahzab (33);40 .............................. okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apakah anda berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu memiliki arti yang berbeda? Saya berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu, jika berupa manusia, maka artinya sama saja.
rosul berbeda dengan nabi, Nabi adalah manusia yang menerima petunjuk ALLAH secara langsung kemudian menyampaikan hukum ALLAH itu kepada manusia lain.
Rosul adalah yang menyampaikan hukum ALLAH
Dasarnya apa? Rasul menyampaikan hukum Allah, kepada siapa? Dasarnya?
kepada umatnya ........... banyak ayat mengenai hal ini, diantaranya ayat 3/101, 10/47, 14/4

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Fri Oct 25, 2013 11:23 pm

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Palestina adalah perselisihan politik, bukan masalah agama, karena tiada paksaan dalam agama.
ok baiklah. MGA dan pengikutnya tidak peduli apa yg terjadi di palestina, dan sebagai Mahdi dgn segenap julukan yg disandangnya tidak merasa perlu menengahi setidaknya berusaha mendamaikan perselisihan.
Mungkinkah orang-orang Palestina, yang sudah menolak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, mau menerima perwakilan Jemaat Ahmadiyah untuk menengahi perselisihan antara mereka atau perseteruan mereka dengan Israel? Faktanya, walaupun Khalifatul Masih sudah berulang-ulang dalam Khutbah Jumat berusaha menyeru mereka dengan pesan-pesan damai, tetapi mereka selalu MENOLAK.  

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:1. Tanda Samawi adalah suatu nubuatan agung di dalam QS Al Qiamat sebagai tanda kiamat dan/atau di dalam HR Daaru Qutni sebagai tanda kedatangan Imam Mahdi, yakni Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan di bulan Ramadhan. Peristiwa alam ini telah terjadi setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi: http://www.alislam.org/topics/eclipses/response-to-mcnaughton.html
Ayat berapa dari QS Al Qiyamah yg anda maksud sebagai nubuat agung?
Masalah gerhana, apakah anda punya literatur selain dari Ahmadiyah bahwa terjadi dua gerhana di tahun itu?
"Ia bertanya,'Kapankah Hari Kiamat itu?'  Maka apabila penglihatan silau. Dan terjadi Gerhana Bulan, dan dikumpulkan Matahari dan Bulan." (Al Qiyamat 75:7-10).

Link yang saya tampilkan berasal dari selain Jemaat Ahmadiyah.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:2. Menurut Nabi Muhammad saw, Imam Mahdi itu namanya seperti namaku (Muhammad/Ahmad) dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Abdullah/Murtadha), dari keturunan kaum Salman Al Farisi ra dari anak-cucu Siti Fatimah ra, yang dibangkitkan pada awal abad ke-14 Hijrah dan berasal dari kampung kecil yang bernama Qada'ah/Qadian, Hindustan (Hadits-Hadits Mutawatir). Semuanya tergenapi dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.
Bisakah anda tampilkan hadits dimaksud beserta sanadnya?
Dari Abdullah bin Mas’ud ra:
Nabi saw bersabda,“Bila tdk tersisa dari dunia kecuali satu hari, (Za`idah mengatakan dlm haditsnya) tentu Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga Allah mengutus seorang lelaki dari keluargaku (Al-Mahdi). Namanya seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dgn kedzaliman dan keculasan.”

Dari Ummu Salamah ra yang meriwayatkan bahwa, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Al-Mahdi dari keluargaku dari putera Fatimah.”

Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami sedang duduk di sisi Nabi saw, lalu turun wahyu kepada beliau Surah Al Jumu'ah 'wa aakhoriina minhum lammayalhaquubihim'", aku bertanya: "Siapa mereka, wahai Rasulullah? Tetapi Nabi tidak menjawab hingga aku bertanya tiga kali, sedangkan di sisi kami terdapat Salman Al Farisi. Rasulullah saw meletakkan tangannya di atas Salman, lalu bersabda:"Jika iman terbang ke bintang Tsurraya, maka seorang lelaki, atau beberapa orang lelaki akan dapat meraihnya kembali." (HR Shahih Bukhari 4654, Kitab Tafsir Surah Al Jumu'ah 62:3)

Dalam Al-Jawahirul Asror hal.56 dan Hujajul Kiramah hal.358 disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Akan datang Imam Mahdi dari satu desa yang disebut Qada’ah.” Ibnu Nua’im ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Mahdi akan datang dari sebuah kampung yang dinamai Kar’ah.” (Riwayat Ibnu Nu’aim ra dan Abu Bakar bin Al Muqri).

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:3. Lia Eden atau yang lain mungkin saja mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, tetapi hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang mendakwakan diri sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud berdasarkan nubuatan-nubuatan dalam Al Qur'an & Hadits yang didukung oleh Tanda Samawi.
Jika suatu saat nanti ketika anda masih hidup, datang orang lain mengaku sebagai Mahdi, Isa Al Masih, dan benar2 manjadi hakim yg adil, mematahkan salib dan membunuh babi sesuai hadits Rasulullah Muhammad SAW yg menjadi pegangan anda ... Apa yg akan anda lakukan?
Jika kita meneliti dengan seksama nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, maka kedatangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud merupakan penggenapannya. Jadi, tidak mungkin datang orang lain mengaku sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah, Isa Al Masih yang benar menurut Al Qur'an dan Hadits.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Karena hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lah yang pertama kali mendapat wahyu dari Allah Yang mengabarkan bahwa Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as telah wafat dan kuburannya berada di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/  Allah juga mewahyukan kepada beliau as bahwa Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan akan datang dalam Hadits-2, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lah orangnya. Sedangkan para ulama yang lain tidak ada seorang pun yang menerima wahyu seperti itu.
Tentu saja para ulama tidak menerima wahyu. Bagaimanakah bunyi wahyu Allah yg disampaikan kepada MGA tersebut? Bisakah anda tampilkan? Berbahasa arabkah?
Saya duga tentu diawali dgn kata : Ya Mirza Ghulam Ahmad, .....................................
Wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam Bahasa Urdu dan Arab, yang artinya:
"Al Masih ibnu Maryam Rasul Allah sudah wafat. Dan dalam coraknya, sesuai janji, engkau telah datang. Dan sesungguhnya janji Allah itu pasti dilaksanakan. Engkau beserta dengan-Ku dan sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran yang nyata, engkau berada di atas jalan anugerah Ilahi dan engkau adalah pembela kebenaran." (Izalah Auham, hal. 561, Edisi 1891).

"Sesungguhnya, Aku telah menjadikan engkau sebagai Isa ibnu Maryam. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Ainnah Kamalat-e-Islam, hal. 442-443).

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Walaupun negatif, tetapi itu merupakan kebenaran Al Qur'an dan kebenaran pendakwa seorang nabi/rasul yang senantiasa dicemoohkan, tetapi Allah senantiasa pasti memberikan kemenangan.
Sejauh ini anda belum menampilkan kemenangan dimaksud.
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as telah mendakwakan diri diutus (Rasul) Allah, sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud as dan Nabi Ummati (Umat Islam yang dianugerahi Nikmat Allah berkat ketaatannya yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw, An-Nisaa 4:70).

Janji Allah dalam Al Qur'an: "Allah telah menetapkan, 'Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti akan menang'. Sesunggunya, Allah itu Mahakuat, Mahaperkasa." (Al Mujaadalah 58:22).

Firman Allah dalam Al Qur'an: "Apabila datang Pertolongan Allah dan Kemenangan, dan engkau melihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhan engkau dan mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya, Dia Maha Penerima Taubat." (An-Nashr 110:2-4).

Sesuai dengan pendakwaan-nya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah di antara para Utusan (Rasul-rasul) Allah yang berasal dari sebuah kampung diberinama Qadian, Hindustan (sekarang India) yang di dalam Peta Dunia pun tidak tampak, pada awalnya berjuang sendiri untuk Dakwah Islam. Tetapi, sekarang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dikenal sampai ke seluruh penjuru dunia yang pengikutnya pun hingga saat ini sudah berjumlah puluhan bahkan ratusan juta orang, terdiri dari berbagai macam suku bangsa, dari berbagai macam latar belakang agama, yang telah dan akan terus bertambah dan menyebar ke seluruh pelosok dunia, dari lima benua di 204 negara, berbondong-bondong masuk agama Allah (Islam) dan bergabung dengan Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah bai'at kepada Allah di tangan Khalifatullah, Imam Mahdi.

SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, ASTAGHFIRULLAHAROBBI MINKULLI DZANBIM WA ATUBUILAIH

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Jagona on Sat Oct 26, 2013 10:08 am


sholat yuk sholat yuk sholat yuk sholat yuk sholat yuk 

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by isaku on Sat Oct 26, 2013 11:15 am

@kedunghalang wrote:Mungkinkah orang-orang Palestina, yang sudah menolak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, mau menerima perwakilan Jemaat Ahmadiyah untuk menengahi perselisihan antara mereka atau perseteruan mereka dengan Israel? Faktanya, walaupun Khalifatul Masih sudah berulang-ulang dalam Khutbah Jumat berusaha menyeru mereka dengan pesan-pesan damai, tetapi mereka selalu MENOLAK.  
1. :) Berikan contoh khutbah beliau yg berulang2 menyeru palestina dan israel.
2. Apakah pesan tersebut sampai, sehingga anda berani bilang mereka menolak? kepada siapa disampaikan? bagaimana caranya?
3. Kalau khotbahnya di India bagaimana mereka tau kalau dikhotbahi? Apa mereka diundang? atau MGA sendiri mendatangi?

@kedunghalang wrote:"Ia bertanya,'Kapankah Hari Kiamat itu?'  Maka apabila penglihatan silau. Dan terjadi Gerhana Bulan, dan dikumpulkan Matahari dan Bulan." (Al Qiyamat 75:7-10).
Ayat diatas bicara ttg hari kiamat, bukan Almahdi.

@kedunghalang wrote:Link yang saya tampilkan berasal dari selain Jemaat Ahmadiyah.
Link anda adalah official website dari ahmadiyah.

@kedunghalang wrote:Dari Abdullah bin Mas’ud ra:
Nabi saw bersabda,“Bila tdk tersisa dari dunia kecuali satu hari, (Za`idah mengatakan dlm haditsnya) tentu Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga Allah mengutus seorang lelaki dari keluargaku (Al-Mahdi). Namanya seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dgn kedzaliman dan keculasan.”
Yang bercerita siapa, kenapa sanadnya putus?

@kedunghalang wrote:Dari Ummu Salamah ra yang meriwayatkan bahwa, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Al-Mahdi dari keluargaku dari putera Fatimah.”
sama jg, siapa yg bercerita kalau ummu salamah bilang begitu?

@kedunghalang wrote:Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami sedang duduk di sisi Nabi saw, lalu turun wahyu kepada beliau Surah Al Jumu'ah 'wa aakhoriina minhum lammayalhaquubihim'", aku bertanya: "Siapa mereka, wahai Rasulullah? Tetapi Nabi tidak menjawab hingga aku bertanya tiga kali, sedangkan di sisi kami terdapat Salman Al Farisi. Rasulullah saw meletakkan tangannya di atas Salman, lalu bersabda:"Jika iman terbang ke bintang Tsurraya, maka seorang lelaki, atau beberapa orang lelaki akan dapat meraihnya kembali." (HR Shahih Bukhari 4654, Kitab Tafsir Surah Al Jumu'ah 62:3)
tidak ada hubungan dengan AlMahdi, bahkan bukan MGA penganut Islam pertama di India.
Dan hadits diatas tidak diriwayatkan oleh Bukhori apalagi no4654 tapi riwayat Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i.
http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2010/07/tafsir-ibnu-katsir-surat-al-jumuah.pdf
Entah darimana sumber anda kok bisa keliru.

@kedunghalang wrote:Dalam Al-Jawahirul Asror hal.56 dan Hujajul Kiramah hal.358 disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Akan datang Imam Mahdi dari satu desa yang disebut Qada’ah.” Ibnu Nua’im ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Mahdi akan datang dari sebuah kampung yang dinamai Kar’ah.” (Riwayat Ibnu Nu’aim ra dan Abu Bakar bin Al Muqri).
kembali tanpa sanad yg jelas, dan tidak jelas kedudukan hadits, anda yakin ini bukan hadits palsu?

@kedunghalang wrote:Jika kita meneliti dengan seksama nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, maka kedatangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud merupakan penggenapannya. Jadi, tidak mungkin datang orang lain mengaku sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah, Isa Al Masih yang benar menurut Al Qur'an dan Hadits.
Tidak ada nubut AlMahdi dalam AQ, haditspun perlu diteliti dulu.
Sejauh ini dari apa yg anda paparkan, kesimpulan yg bisa diambil adalah semua orang bisa mengaku Mahdi jika dakwahnya hanya seperti MGA.

@kedunghalang wrote:Wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam Bahasa Urdu dan Arab, yang artinya:
"Al Masih ibnu Maryam Rasul Allah sudah wafat. Dan dalam coraknya, sesuai janji, engkau telah datang. Dan sesungguhnya janji Allah itu pasti dilaksanakan. Engkau beserta dengan-Ku dan sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran yang nyata, engkau berada di atas jalan anugerah Ilahi dan engkau adalah pembela kebenaran." (Izalah Auham, hal. 561, Edisi 1891).

"Sesungguhnya, Aku telah menjadikan engkau sebagai Isa ibnu Maryam. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Ainnah Kamalat-e-Islam, hal. 442-443).
Bisakah anda tulisakan dalam bahasa aslinya wahyu Allah dimaksud?

@kedunghalang wrote:Sesuai dengan pendakwaan-nya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah di antara para Utusan (Rasul-rasul) Allah yang berasal dari sebuah kampung diberinama Qadian, Hindustan (sekarang India) yang di dalam Peta Dunia pun tidak tampak, pada awalnya berjuang sendiri untuk Dakwah Islam. Tetapi, sekarang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dikenal sampai ke seluruh penjuru dunia yang pengikutnya pun hingga saat ini sudah berjumlah puluhan bahkan ratusan juta orang, terdiri dari berbagai macam suku bangsa, dari berbagai macam latar belakang agama, yang telah dan akan terus bertambah dan menyebar ke seluruh pelosok dunia, dari lima benua di 204 negara, berbondong-bondong masuk agama Allah (Islam) dan bergabung dengan Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah bai'at kepada Allah di tangan Khalifatullah, Imam Mahdi.
Sepengetahuan anda, berapa kira2 jumlah jamaah ahmadiyah di indonesia?

@kedunghalang wrote:Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as telah mendakwakan diri diutus (Rasul) Allah, sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud as dan Nabi Ummati (Umat Islam yang dianugerahi Nikmat Allah berkat ketaatannya yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw, An-Nisaa 4:70).
Saya mengagumi anda sebagai seorang yg taat, tapi ketaatan pada kesesatan adalah salah, menurut saya anda tidak punya dalil yg cukup untuk membenarkan MGA

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Sat Oct 26, 2013 9:23 pm

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Mungkinkah orang-orang Palestina, yang sudah menolak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, mau menerima perwakilan Jemaat Ahmadiyah untuk menengahi perselisihan antara mereka atau perseteruan mereka dengan Israel? Faktanya, walaupun Khalifatul Masih sudah berulang-ulang dalam Khutbah Jumat berusaha menyeru mereka dengan pesan-pesan damai, tetapi mereka selalu MENOLAK.  
1. :) Berikan contoh khutbah beliau yg berulang2 menyeru palestina dan israel.
2. Apakah pesan tersebut sampai, sehingga anda berani bilang mereka menolak? kepada siapa disampaikan? bagaimana caranya?
3. Kalau khotbahnya di India bagaimana mereka tau kalau dikhotbahi? Apa mereka diundang? atau MGA sendiri mendatangi?
Rangkaian Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh dari The Fazl Mosque, London telah dibukukan dengan judul The Gulf Crisis & The New World Order. Buku ini sudah sampai kepada kedua kepala negara.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:"Ia bertanya,'Kapankah Hari Kiamat itu?'  Maka apabila penglihatan silau. Dan terjadi Gerhana Bulan, dan dikumpulkan Matahari dan Bulan." (Al Qiyamat 75:7-10).
Ayat diatas bicara ttg hari kiamat, bukan Almahdi.
Pernahkah anda mendengar bahwa salah satu arti kiamat itu adalah kebangkitan, atau pernahkah anda membaca hadits bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah kedatangan Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam?

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Link yang saya tampilkan berasal dari selain Jemaat Ahmadiyah.
Link anda adalah official website dari ahmadiyah.
Tetapi substansinya berasal dari non-Ahmadiyah.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Dari Abdullah bin Mas’ud ra:
Nabi saw bersabda,“Bila tdk tersisa dari dunia kecuali satu hari, (Za`idah mengatakan dlm haditsnya) tentu Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga Allah mengutus seorang lelaki dari keluargaku (Al-Mahdi). Namanya seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dgn kedzaliman dan keculasan.”
Yang bercerita siapa, kenapa sanadnya putus?
Za'idah mengatakan dalam haditsnya. Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Dari Ummu Salamah ra yang meriwayatkan bahwa, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Al-Mahdi dari keluargaku dari putera Fatimah.”
sama jg, siapa yg bercerita kalau ummu salamah bilang begitu?
Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Kami sedang duduk di sisi Nabi saw, lalu turun wahyu kepada beliau Surah Al Jumu'ah 'wa aakhoriina minhum lammayalhaquubihim'", aku bertanya: "Siapa mereka, wahai Rasulullah? Tetapi Nabi tidak menjawab hingga aku bertanya tiga kali, sedangkan di sisi kami terdapat Salman Al Farisi. Rasulullah saw meletakkan tangannya di atas Salman, lalu bersabda:"Jika iman terbang ke bintang Tsurraya, maka seorang lelaki, atau beberapa orang lelaki akan dapat meraihnya kembali." (HR Shahih Bukhari 4654, Kitab Tafsir Surah Al Jumu'ah 62:3)
tidak ada hubungan dengan AlMahdi, bahkan bukan MGA penganut Islam pertama di India.
Dan hadits diatas tidak diriwayatkan oleh Bukhori apalagi no.4654 tapi riwayat Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i.
http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2010/07/tafsir-ibnu-katsir-surat-al-jumuah.pdf
Entah darimana sumber anda kok bisa keliru.
Al Jumu'ah 62:3 yang ditafsirkan oleh Rasulullah saw dalam hadits ini adalah tentang Imam Mahdi, yakni seorang Rasul/Utusan Allah dari kaum Aakhorin, yang akan datang 13 abad setelah Nabi Muhammad saw. Sihah sittah adalah sebutan bagi enam perawi hadits-hadits sahih, yakni Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud & Ibnu Majah. Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Dalam Al-Jawahirul Asror hal.56 dan Hujajul Kiramah hal.358 disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Akan datang Imam Mahdi dari satu desa yang disebut Qada’ah.” Ibnu Nua’im ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Mahdi akan datang dari sebuah kampung yang dinamai Kar’ah.” (Riwayat Ibnu Nu’aim ra dan Abu Bakar bin Al Muqri).
kembali tanpa sanad yg jelas, dan tidak jelas kedudukan hadits, anda yakin ini bukan hadits palsu?
Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Jika kita meneliti dengan seksama nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, maka kedatangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud merupakan penggenapannya. Jadi, tidak mungkin datang orang lain mengaku sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah, Isa Al Masih yang benar menurut Al Qur'an dan Hadits.
Tidak ada nubuat Al Mahdi dalam AQ, haditspun perlu diteliti dulu.
Sejauh ini dari apa yg anda paparkan, kesimpulan yg bisa diambil adalah semua orang bisa mengaku Mahdi jika dakwahnya hanya seperti MGA.
Nubuatan di dalam Al Qur'an dan Hadits tentang Imam Mahdi jelas ada. Namun, untuk memahaminya, anda harus meneliti dan memeriksanya secara menyeluruh dan korelatif, karena Imam Mahdi itu adalah Khalifah Allah dan Isa Ibnu Maryam yang dinubuatkan akan datang 13 abad setelah Nabi Muhammad saw wafat. Semua orang boleh saja mengaku Mahdi, tetapi tidak ada seorang pun pendakwa Mahdi, yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah dan Isa Ibnu Maryam yang dianugerahi Pertolongan Allah dan Kemenangan (An-Nashr 110:2-4) seperti Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, dari Qadian, India.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam Bahasa Urdu dan Arab, yang artinya:
"Al Masih ibnu Maryam Rasul Allah sudah wafat. Dan dalam coraknya, sesuai janji, engkau telah datang. Dan sesungguhnya janji Allah itu pasti dilaksanakan. Engkau beserta dengan-Ku dan sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran yang nyata, engkau berada di atas jalan anugerah Ilahi dan engkau adalah pembela kebenaran." (Izalah Auham, hal. 561, Edisi 1891).

"Sesungguhnya, Aku telah menjadikan engkau sebagai Isa ibnu Maryam. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Ainnah Kamalat-e-Islam, hal. 442-443).
Bisakah anda tuliskan dalam bahasa aslinya wahyu Allah dimaksud?
Jika anda seorang muslim peneliti sejati, silahkan browsing di http://www.alislam.org/urdu/rk/

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Sesuai dengan pendakwaan-nya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah di antara para Utusan (Rasul-rasul) Allah yang berasal dari sebuah kampung diberinama Qadian, Hindustan (sekarang India) yang di dalam Peta Dunia pun tidak tampak, pada awalnya berjuang sendiri untuk Dakwah Islam. Tetapi, sekarang Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dikenal sampai ke seluruh penjuru dunia yang pengikutnya pun hingga saat ini sudah berjumlah puluhan bahkan ratusan juta orang, terdiri dari berbagai macam suku bangsa, dari berbagai macam latar belakang agama, yang telah dan akan terus bertambah dan menyebar ke seluruh pelosok dunia, dari lima benua di 204 negara, berbondong-bondong masuk agama Allah (Islam) dan bergabung dengan Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah bai'at kepada Allah di tangan Khalifatullah, Imam Mahdi.
Sepengetahuan anda, berapa kira2 jumlah jamaah ahmadiyah di indonesia?
Masih di bawah satu juta orang dan sudah tersebar di 400 Jemaat Lokal (Cabang) di hampir seluruh daerah di Indonesia.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as telah mendakwakan diri diutus (Rasul) Allah, sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi, Masih Mau'ud as dan Nabi Ummati (Umat Islam yang dianugerahi Nikmat Allah berkat ketaatannya yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw, An-Nisaa 4:70).
Saya mengagumi anda sebagai seorang yg taat, tapi ketaatan pada kesesatan adalah salah, menurut saya anda tidak punya dalil yg cukup untuk membenarkan MGA
Saya punya dalil yang cukup untuk membenarkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, hanya saja, anda belum memahaminya. Jika anda berani menyatakan pihak lain sesat, anda juga harus berani menyatakan bahwa anda tidak sesat dengan dalil-dalil Al Qur'an & Hadits yang meyakinkan, karena menurut Al Qur'an hanya Allah saja yang lebih mengetahui, siapa yang tersesat dari jalan-Nya (An-Nahl 16:126). Apakah anda lebih mengetahui daripada Allah Yang Maha Mengetahui?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Sun Oct 27, 2013 8:23 am

@Jagona wrote:hi hi hi ....... dengan memasukkan Basmalah menjadi ayat pertama pada setiap surat,  menambah jumlah ayat alquran, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya, tentunya tidak dibenarkan dalam syariat .............. hi hi hi, rupanya anda jemaah MGA ....... tunjukan bahwa MGA diutus ALLAH sebagai Imam mahdi ...... apakah tugas sebagai Imam mahdi sudah terlaksana ? ....................... okey
Syariat mana yang tidak membenarkan Basmalah dijadikan ayat pertama pada setia Surah dalam Al Qur'an? Justru Nabi Muhammad saw yang membenarkannya (HR Sahih Bukhari, Abu Daud & Darul Quthni).

Berdasarkan nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3 & HR Sahih Bukhari), Khalifatullah (An-Nur 24:56 & HR Sunan Ibnu Majah) dan Masih Mau'ud (Az-Zukhruf 43:58 & HR Musnad Ahmad bin Hambal). Tugas beliau as sebagai Imam Mahdi sudah terlaksana dengan baik, dan setelah beliau as wafat dilanjutkan oleh Khiilafat Ala Minhajjin Nubuwwah (HR Musnad Ahmad bin Hambal).

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
"Wahai Bani Adam, jika datang kepada kalian, rasul-rasul di antara kalian,.." (Al Araf 7:36) Yang dimaksud Bani Adam pada zaman Nabi Muhammad saw adalah para pengikut beliau saw hingga saat ini. Padahal, sejak ayat itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, beliau saw sudah menjadi Nabi/Rasul. Dengan demikian, maka kenabian/kerasulan masih terbuka bagi umat Islam,
anda lihat yang di-bold ....... memang "rosul" masih terbuka ...... siapapun bisa menjadi rosul asal memenuhi syarat syariat, tetapi tidak untuk nabi .... okey
Dasarnya siapapun bisa jadi rasul?
ayat yang anda bawakan juga bisa digunakan sebagai dasar ............ okey
Jika dibaca dengan seksama, maka Surah Az-Zukhruf 43:7, An-Nisaa 4:70, Al Jumu'ah 62:3 dengan Al Araf 7:36 yang ditafsirkan oleh Nabi Muhammad saw pada Kitab Tafsir dalam hadits-hadits yang termasuk SIHAH SITTAH, maka kenabian dan kerasulan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw. Contohnya adalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang diutus Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah, Masih Mau'ud dan Nabi Ummati.

@jagona wrote:OOhhhh .......... dari hadits naik ke az-zukhruf;57 dan Al-jumuah 2, padahal dalam kedua ayat tersebut tidak ada perintah ALLAH mengutus nabi/rosul apalagi MGA di akhir jaman ... hi hi hi ngarang
Bukan ngarang, tetapi anda tidak menggunakan akal untuk memahaminya.
Afalaa ta'qiluun?  Tidakkah engkau menggunakan akal?

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disamping itu, kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:41 memiliki arti lain selain penutup para nabi, yakni: a. yang paling sempurna, b. yang paling afdhal, c. cincin, dan d. segel atau meterai, para nabi. Ditambah lagi ada hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal). Menurut hadits tersebut, kenabian yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw adalah kenabian yang membawa syariat baru, sedangkan kenabian yang masih terbuka adalah kenabian yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya pelaksana syariat agama (umat) Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisaa 4:70).
yang dimaksud bukan nabi baru, tetapi rosul-rosul .... andapun boleh jadi rosul asal memenuhi ketentuan ................. okey
Dasarnya?
Al-Ahzab (33);40 .............................. okey
Bagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal)? Bukankah menurut Nabi Muhammad saw sendiri bahwa beliau sebagai pembuka kenabian? Afalaa ta'qiluun?

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
jagona' wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apakah anda berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu memiliki arti yang berbeda? Saya berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu, jika berupa manusia, maka artinya sama saja.
rosul berbeda dengan nabi, Nabi adalah manusia yang menerima petunjuk ALLAH secara langsung kemudian menyampaikan hukum ALLAH itu kepada manusia lain.
Rosul adalah yang menyampaikan hukum ALLAH
Dasarnya apa? Rasul menyampaikan hukum Allah, kepada siapa? Dasarnya?
kepada umatnya ........... banyak ayat mengenai hal ini, diantaranya ayat 3/101, 10/47, 14/4
Ayat-ayat Al Qur'an tidak mungkin bertentangan satu sama lain, kecuali jika anda kurang memahaminya. Az-Zukhruf 43:7 JELAS-JELAS menyatakan bahwa NABI-NABI terdahulu itu diutus (RASUL-RASUL) Allah.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Jagona on Sun Oct 27, 2013 9:51 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ....... dengan memasukkan Basmalah menjadi ayat pertama pada setiap surat,  menambah jumlah ayat alquran, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya, tentunya tidak dibenarkan dalam syariat .............. hi hi hi, rupanya anda jemaah MGA ....... tunjukan bahwa MGA diutus ALLAH sebagai Imam mahdi ...... apakah tugas sebagai Imam mahdi sudah terlaksana ? ....................... okey
Syariat mana yang tidak membenarkan Basmalah dijadikan ayat pertama pada setia Surah dalam Al Qur'an? Justru Nabi Muhammad saw yang membenarkannya (HR Sahih Bukhari, Abu Daud & Darul Quthni).
tunjukan aja haditsnya yang katanya dari nabi Muhammad ....... okey

Berdasarkan nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3 & HR Sahih Bukhari), Khalifatullah (An-Nur 24:56 & HR Sunan Ibnu Majah) dan Masih Mau'ud (Az-Zukhruf 43:58 & HR Musnad Ahmad bin Hambal). Tugas beliau as sebagai Imam Mahdi sudah terlaksana dengan baik, dan setelah beliau as wafat dilanjutkan oleh Khiilafat Ala Minhajjin Nubuwwah (HR Musnad Ahmad bin Hambal).
hi hi hi ........... an-nur 24/55 bukan nubuatan buat nabi baru palagi buat MGA ..... apa buktinya tugas sudah terlaksana ....... tokh di dunia ini masih banyak kafir .... "katanya" Imam mahdi akan mematahkan salib ...... buktinya gimana cung ?

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
"Wahai Bani Adam, jika datang kepada kalian, rasul-rasul di antara kalian,.." (Al Araf 7:36) Yang dimaksud Bani Adam pada zaman Nabi Muhammad saw adalah para pengikut beliau saw hingga saat ini. Padahal, sejak ayat itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, beliau saw sudah menjadi Nabi/Rasul. Dengan demikian, maka kenabian/kerasulan masih terbuka bagi umat Islam,
anda lihat yang di-bold ....... memang "rosul" masih terbuka ...... siapapun bisa menjadi rosul asal memenuhi syarat syariat, tetapi tidak untuk nabi .... okey
Dasarnya siapapun bisa jadi rasul?
ayat yang anda bawakan juga bisa digunakan sebagai dasar ............ okey
Jika dibaca dengan seksama, maka Surah Az-Zukhruf 43:7, An-Nisaa 4:70, Al Jumu'ah 62:3 dengan Al Araf 7:36 yang ditafsirkan oleh Nabi Muhammad saw pada Kitab Tafsir dalam hadits-hadits yang termasuk SIHAH SITTAH, maka kenabian dan kerasulan masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw. Contohnya adalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang diutus Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah, Masih Mau'ud dan Nabi Ummati.
yaaa kalau tetap keukeuh dengan penafsiran ayat yang dipelintir untuk kepentingan MGA gak bakalan ketemu endingnya .............okey

@jagona wrote:OOhhhh .......... dari hadits naik ke az-zukhruf;57 dan Al-jumuah 2, padahal dalam kedua ayat tersebut tidak ada perintah ALLAH mengutus nabi/rosul apalagi MGA di akhir jaman ... hi hi hi ngarang
Bukan ngarang, tetapi anda tidak menggunakan akal untuk memahaminya.
Afalaa ta'qiluun?  Tidakkah engkau menggunakan akal?
silakan aja tuh ayat-ayat quran diakal-akali untuk kepentingan MGA, tokh harus dipertanggungjawabkan kepada ALLAH di akherat nanti ............... okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disamping itu, kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:41 memiliki arti lain selain penutup para nabi, yakni: a. yang paling sempurna, b. yang paling afdhal, c. cincin, dan d. segel atau meterai, para nabi. Ditambah lagi ada hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal). Menurut hadits tersebut, kenabian yang ditutup oleh Nabi Muhammad saw adalah kenabian yang membawa syariat baru, sedangkan kenabian yang masih terbuka adalah kenabian yang tidak membawa syariat baru, melainkan hanya pelaksana syariat agama (umat) Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Nabi Muhammad saw (An-Nisaa 4:70).
yang dimaksud bukan nabi baru, tetapi rosul-rosul .... andapun boleh jadi rosul asal memenuhi ketentuan ................. okey
Dasarnya?
Al-Ahzab (33);40 .............................. okey
Bagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal)? Bukankah menurut Nabi Muhammad saw sendiri bahwa beliau sebagai pembuka kenabian? Afalaa ta'qiluun?
hadits maudlu ...................... okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
jagona' wrote:
@Kedunghalang wrote:
Apakah anda berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu memiliki arti yang berbeda? Saya berpendapat bahwa NABI dan RASUL itu, jika berupa manusia, maka artinya sama saja.
rosul berbeda dengan nabi, Nabi adalah manusia yang menerima petunjuk ALLAH secara langsung kemudian menyampaikan hukum ALLAH itu kepada manusia lain.
Rosul adalah yang menyampaikan hukum ALLAH
Dasarnya apa? Rasul menyampaikan hukum Allah, kepada siapa? Dasarnya?
kepada umatnya ........... banyak ayat mengenai hal ini, diantaranya ayat 3/101, 10/47, 14/4
Ayat-ayat Al Qur'an tidak mungkin bertentangan satu sama lain, kecuali jika anda kurang memahaminya. Az-Zukhruf 43:7 JELAS-JELAS menyatakan bahwa NABI-NABI terdahulu itu diutus (RASUL-RASUL) Allah.
hi hi hi ........... gak ada ayat quran yang bertentangan ....... pada ayat 43/6 yang diutus ALLAH itu nabi-nabi ...... bukan rasul ........... jangan diplintir menjadi nabi=rosul ... anda terlalu bersemangat membela MGA agar diakui sebagai nabi ....... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Sun Oct 27, 2013 2:20 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ....... dengan memasukkan Basmalah menjadi ayat pertama pada setiap surat,  menambah jumlah ayat alquran, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya, tentunya tidak dibenarkan dalam syariat .............. hi hi hi, rupanya anda jemaah MGA ....... tunjukan bahwa MGA diutus ALLAH sebagai Imam mahdi ...... apakah tugas sebagai Imam mahdi sudah terlaksana ? ....................... okey
Syariat mana yang tidak membenarkan Basmalah dijadikan ayat pertama pada setia Surah dalam Al Qur'an? Justru Nabi Muhammad saw yang membenarkannya (HR Sahih Bukhari, Abu Daud & Darul Quthni).
tunjukan aja haditsnya yang katanya dari nabi Muhammad ....... okey
Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa bila satu Surah baru diwahyukan, biasanya dimulai dengan Bismillah, dan tanpa Bismillah, Rasulullah saw tidak mengetahui bahwa Surah baru telah dimulai (HR Sunan Abu Daud).  Rasulullah saw bersabda: "Ayat Bismillah itu bagian dari semua Surah Al Qur'an." (HR Sahih Bukhari & Darul Quthni).

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Berdasarkan nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3 & HR Sahih Bukhari), Khalifatullah (An-Nur 24:56 & HR Sunan Ibnu Majah) dan Masih Mau'ud (Az-Zukhruf 43:58 & HR Musnad Ahmad bin Hambal). Tugas beliau as sebagai Imam Mahdi sudah terlaksana dengan baik, dan setelah beliau as wafat dilanjutkan oleh Khiilafat Ala Minhajjin Nubuwwah (HR Musnad Ahmad bin Hambal).
hi hi hi ........... an-nur 24/55 bukan nubuatan buat nabi baru palagi buat MGA ..... apa buktinya tugas sudah terlaksana ....... tokh di dunia ini masih banyak kafir .... "katanya" Imam mahdi akan mematahkan salib ...... buktinya gimana cung ?
Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kalian kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Sunan Ibnu Majah). Hadits ini mengisyaratkan bahwa Al Mahdi atau Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah. Kata Khalifatullah atau Khalifah Allah identik dengan Nabi/Rasul Allah, karena dalam Al Qur'an, walaupun kita tidak menemukan kata Khalifatullah, melainkan kata Khalifah yang ditujukan kepada Adam as (Al Baqarah 2:31-32) dan kepada Daud as (Shad 38:27), yang kedua-duanya adalah Nabi/Rasul Allah. Kata Khalifah dalam kedua ayat itu memiliki makna Khalifatullah atau Khalifah Allah (kata Allah setelah kata Khalifah dibuat makhduf atau dihilangkan) yang identik dengan Nabi/Rasul Allah. Dengan demikian, maka kata Khalifatullah dalam hadits di atas adalah Nubuatan seorang Nabi/Rasul Allah bagi Al Mahdi atau Imam Mahdi.

Tambahan pula, Rasulullah saw bersabda:"Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kalian akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil, yang akan memecahkan salib,...." (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Di dalam hadits yang sangat panjang, Rasulullah saw sebanyak empat kali bersabda bahwa Isa ibnu Maryam yang akan datang di akhir zaman itu adalah Nabiyyullah. Dengan demikian, maka Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah dan Nabiyyullah Isa ibnu Maryam yang akan memecahkan salib.

Memecahkan salib artinya memecahkan rahasia penyaliban Nabi Isa as yang menjadi perselisihan antara kaum Yahudi, kaum Nasrani dan sebagian Umat Islam:
1. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Isa Ibnu Maryam adalah Nabi Palsu karena mati di tiang salib, dan menurut hukum Taurat, orang yang mati di tiang salib adalah terkutuk.
2. Kaum Nasrani mengatakan bahwa kematian Isa Ibnu Maryam di atas salib dapat menghapuskan dosa-dosa manusia yang beriman kepadanya. Isa diangkat ke langit dan duduk di sebelah kanan Bapak dan akan turun lagi ke bumi untuk yang kedua kali.
3. Sebagian umat Islam mengatakan bahwa Nabi Isa as tidak disalibkan dan tidak dibunuh, melainkan ada orang lain yang disamarkan seperti Nabi Isa as yang disalibkan hingga mati. Sedangkan, Nabi Isa as (jasad dan ruhnya) diangkat ke langit, dan di akhir zaman akan turun lagi untuk menghakimi umatnya.

Rahasia salib itu telah dipecahkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam uraian Tafsir An-Nisa 4:158-160 yang dapat anda lihat di: http://www.alislam.org/quran/tafseer/?page=581®ion=E1&CR=

Sebagian kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam yang beriman dan beramal shaleh telah bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah mempelajarinya. Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as memang disalibkan, tetapi tidak sampai terbunuh di atas salib, karena Allah telah menyelamatkannya. Dengan demikian maka terbantahlah kepercayaan kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Isa as adalah Nabi Palsu yang mati terkutuk di atas salib. Begitupula kepercayaan kaum Nasrani yang mempercayai bahwa darah Isa as akan menghapuskan dosa-dosa manusia yang mengimaninya menjadi porak poranda. Kepercayaan umat Islam yang mengatakan bahwa Nabi Isa as diangkat ke langit dan akan turun lagi di akhir zaman juga dapat dipatahkan, karena Nabi Isa as sesungguhnya sudah wafat pada usia 120 tahun, dan jasadnya telah dikuburkan di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/ Sedangkan wujud Isa as yang akan datang lagi di akhir zaman adalah Perumpamaan Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:58) atau Masih Mau'ud as dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang juga Khalifatullah, Al Mahdi.

@jagona wrote:yaaa kalau tetap keukeuh dengan penafsiran ayat yang dipelintir untuk kepentingan MGA gak bakalan ketemu endingnya .............okey
Silahkan baca argumentasi saya di atas, jika anda tidak setuju, maka anda harus membantahnya berdasarkan Al Qur'an dan Hadits.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:OOhhhh .......... dari hadits naik ke az-zukhruf;57 dan Al-jumuah 2, padahal dalam kedua ayat tersebut tidak ada perintah ALLAH mengutus nabi/rosul apalagi MGA di akhir jaman ... hi hi hi ngarang
Bukan ngarang, tetapi anda tidak menggunakan akal untuk memahaminya.
Afalaa ta'qiluun?  Tidakkah engkau menggunakan akal?
silakan aja tuh ayat-ayat quran diakal-akali untuk kepentingan MGA, tokh harus dipertanggungjawabkan kepada ALLAH di akherat nanti ............... okey
Silahkan baca argumentasi saya di atas, jika anda tidak setuju, maka anda harus membantahnya dengan menggunakan akal berdasarkan Al Qur'an dan Hadits.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:Al-Ahzab (33);40 .............................. okey
Bagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal)? Bukankah menurut Nabi Muhammad saw sendiri bahwa beliau sebagai pembuka kenabian? Afalaa ta'qiluun?
hadits maudlu ...................... okey
Beginilah ciri khas orang yang sudah kehabisan dalil Al Qur'an & Hadits.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote: Ayat-ayat Al Qur'an tidak mungkin bertentangan satu sama lain, kecuali jika anda kurang memahaminya. Az-Zukhruf 43:7 JELAS-JELAS menyatakan bahwa NABI-NABI terdahulu itu diutus (RASUL-RASUL) Allah.
hi hi hi ........... gak ada ayat quran yang bertentangan ....... pada ayat 43/6 yang diutus ALLAH itu nabi-nabi ...... bukan rasul ........... jangan diplintir menjadi nabi=rosul ... anda terlalu bersemangat membela MGA agar diakui sebagai nabi ....... okey
Menurut Az-Zukhruf 43:7, NABI-NABI terdahulu diutus Allah, berarti NABI-NABI terdahulu adalah UTUSAN-UTUSAN ALLAH, berarti NABI-NABI = RASUL-RASUL ALLAH. SETUJU?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Jagona on Mon Oct 28, 2013 9:32 am

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ....... dengan memasukkan Basmalah menjadi ayat pertama pada setiap surat,  menambah jumlah ayat alquran, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya, tentunya tidak dibenarkan dalam syariat .............. hi hi hi, rupanya anda jemaah MGA ....... tunjukan bahwa MGA diutus ALLAH sebagai Imam mahdi ...... apakah tugas sebagai Imam mahdi sudah terlaksana ? ....................... okey
Syariat mana yang tidak membenarkan Basmalah dijadikan ayat pertama pada setia Surah dalam Al Qur'an? Justru Nabi Muhammad saw yang membenarkannya (HR Sahih Bukhari, Abu Daud & Darul Quthni).
tunjukan aja haditsnya yang katanya dari nabi Muhammad ....... okey
Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa bila satu Surah baru diwahyukan, biasanya dimulai dengan Bismillah, dan tanpa Bismillah, Rasulullah saw tidak mengetahui bahwa Surah baru telah dimulai (HR Sunan Abu Daud).  Rasulullah saw bersabda: "Ayat Bismillah itu bagian dari semua Surah Al Qur'an." (HR Sahih Bukhari & Darul Quthni).
hi hi hi ........ aneh kalo rasulullah tidak mengetahui surat baru telah dimulai .....
hebat juga yahh ..... bukhori dan darul quthni lebih tahu dari utsman biun affan


@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Berdasarkan nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3 & HR Sahih Bukhari), Khalifatullah (An-Nur 24:56 & HR Sunan Ibnu Majah) dan Masih Mau'ud (Az-Zukhruf 43:58 & HR Musnad Ahmad bin Hambal). Tugas beliau as sebagai Imam Mahdi sudah terlaksana dengan baik, dan setelah beliau as wafat dilanjutkan oleh Khiilafat Ala Minhajjin Nubuwwah (HR Musnad Ahmad bin Hambal).
hi hi hi ........... an-nur 24/55 bukan nubuatan buat nabi baru palagi buat MGA ..... apa buktinya tugas sudah terlaksana ....... tokh di dunia ini masih banyak kafir .... "katanya" Imam mahdi akan mematahkan salib ...... buktinya gimana cung ?
Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kalian kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Sunan Ibnu Majah). Hadits ini mengisyaratkan bahwa Al Mahdi atau Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah. Kata Khalifatullah atau Khalifah Allah identik dengan Nabi/Rasul Allah, karena dalam Al Qur'an, walaupun kita tidak menemukan kata Khalifatullah, melainkan kata Khalifah yang ditujukan kepada Adam as (Al Baqarah 2:31-32) dan kepada Daud as (Shad 38:27), yang kedua-duanya adalah Nabi/Rasul Allah. Kata Khalifah dalam kedua ayat itu memiliki makna Khalifatullah atau Khalifah Allah (kata Allah setelah kata Khalifah dibuat makhduf atau dihilangkan) yang identik dengan Nabi/Rasul Allah. Dengan demikian, maka kata Khalifatullah dalam hadits di atas adalah Nubuatan seorang Nabi/Rasul Allah bagi Al Mahdi atau Imam Mahdi.

Tambahan pula, Rasulullah saw bersabda:"Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kalian akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil, yang akan memecahkan salib,...." (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Di dalam hadits yang sangat panjang, Rasulullah saw sebanyak empat kali bersabda bahwa Isa ibnu Maryam yang akan datang di akhir zaman itu adalah Nabiyyullah. Dengan demikian, maka Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah dan Nabiyyullah Isa ibnu Maryam yang akan memecahkan salib.

Memecahkan salib artinya memecahkan rahasia penyaliban Nabi Isa as yang menjadi perselisihan antara kaum Yahudi, kaum Nasrani dan sebagian Umat Islam:
1. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Isa Ibnu Maryam adalah Nabi Palsu karena mati di tiang salib, dan menurut hukum Taurat, orang yang mati di tiang salib adalah terkutuk.
2. Kaum Nasrani mengatakan bahwa kematian Isa Ibnu Maryam di atas salib dapat menghapuskan dosa-dosa manusia yang beriman kepadanya. Isa diangkat ke langit dan duduk di sebelah kanan Bapak dan akan turun lagi ke bumi untuk yang kedua kali.
3. Sebagian umat Islam mengatakan bahwa Nabi Isa as tidak disalibkan dan tidak dibunuh, melainkan ada orang lain yang disamarkan seperti Nabi Isa as yang disalibkan hingga mati. Sedangkan, Nabi Isa as (jasad dan ruhnya) diangkat ke langit, dan di akhir zaman akan turun lagi untuk menghakimi umatnya.

Rahasia salib itu telah dipecahkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam uraian Tafsir An-Nisa 4:158-160 yang dapat anda lihat di: http://www.alislam.org/quran/tafseer/?page=581®ion=E1&CR=

Sebagian kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam yang beriman dan beramal shaleh telah bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah mempelajarinya. Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as memang disalibkan, tetapi tidak sampai terbunuh di atas salib, karena Allah telah menyelamatkannya. Dengan demikian maka terbantahlah kepercayaan kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Isa as adalah Nabi Palsu yang mati terkutuk di atas salib. Begitupula kepercayaan kaum Nasrani yang mempercayai bahwa darah Isa as akan menghapuskan dosa-dosa manusia yang mengimaninya menjadi porak poranda. Kepercayaan umat Islam yang mengatakan bahwa Nabi Isa as diangkat ke langit dan akan turun lagi di akhir zaman juga dapat dipatahkan, karena Nabi Isa as sesungguhnya sudah wafat pada usia 120 tahun, dan jasadnya telah dikuburkan di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/ Sedangkan wujud Isa as yang akan datang lagi di akhir zaman adalah Perumpamaan Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:58) atau Masih Mau'ud as dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang juga Khalifatullah, Al Mahdi.
yang aku tanyakan bukti bahwa MGA telah melaksanakan tugasnya ... malahan gereja semakin marak bermunculan ..... okey
benar nabi Isa telah wafat ....... tahukan MGA diu mana wafatnya n.Isa ? jawablah dengan baik dan benar kalo MGA mengaku sebagai nabi ........ okey

@jagona wrote:yaaa kalau tetap keukeuh dengan penafsiran ayat yang dipelintir untuk kepentingan MGA gak bakalan ketemu endingnya .............okey
Silahkan baca argumentasi saya di atas, jika anda tidak setuju, maka anda harus membantahnya berdasarkan Al Qur'an dan Hadits.
ayat-ayat yang anda tampilkan itulah yang dijadikan dasar untuk membantah argument anda ............... okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:OOhhhh .......... dari hadits naik ke az-zukhruf;57 dan Al-jumuah 2, padahal dalam kedua ayat tersebut tidak ada perintah ALLAH mengutus nabi/rosul apalagi MGA di akhir jaman ... hi hi hi ngarang
Bukan ngarang, tetapi anda tidak menggunakan akal untuk memahaminya.
Afalaa ta'qiluun?  Tidakkah engkau menggunakan akal?
silakan aja tuh ayat-ayat quran diakal-akali untuk kepentingan MGA, tokh harus dipertanggungjawabkan kepada ALLAH di akherat nanti ............... okey
Silahkan baca argumentasi saya di atas, jika anda tidak setuju, maka anda harus membantahnya dengan menggunakan akal berdasarkan Al Qur'an dan Hadits.
dah aku bilang ayat quran yang ada tampilkanlah yang membantahnya, karena pengertiannya diakal-akali .............. okey

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:Al-Ahzab (33);40 .............................. okey
Bagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal)? Bukankah menurut Nabi Muhammad saw sendiri bahwa beliau sebagai pembuka kenabian? Afalaa ta'qiluun?
hadits maudlu ...................... okey
Beginilah ciri khas orang yang sudah kehabisan dalil Al Qur'an & Hadits.
memangnya kalo hadits maudlu mau dibilang apa ?

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote: Ayat-ayat Al Qur'an tidak mungkin bertentangan satu sama lain, kecuali jika anda kurang memahaminya. Az-Zukhruf 43:7 JELAS-JELAS menyatakan bahwa NABI-NABI terdahulu itu diutus (RASUL-RASUL) Allah.
hi hi hi ........... gak ada ayat quran yang bertentangan ....... pada ayat 43/6 yang diutus ALLAH itu nabi-nabi ...... bukan rasul ........... jangan diplintir menjadi nabi=rosul ... anda terlalu bersemangat membela MGA agar diakui sebagai nabi ....... okey
Menurut Az-Zukhruf 43:7, NABI-NABI terdahulu diutus Allah, berarti NABI-NABI terdahulu adalah UTUSAN-UTUSAN ALLAH, berarti NABI-NABI = RASUL-RASUL ALLAH. SETUJU?
aku gak pernah setuju bahwa nabi=rosul .... seorang nabi bisa jadi rosul, tetapi seorang rosul belum tentu nabi ............ hal yang sepele ini aja kamu gak paham ..... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Mon Oct 28, 2013 1:05 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:hi hi hi ....... dengan memasukkan Basmalah menjadi ayat pertama pada setiap surat,  menambah jumlah ayat alquran, sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya, tentunya tidak dibenarkan dalam syariat .............. hi hi hi, rupanya anda jemaah MGA ....... tunjukan bahwa MGA diutus ALLAH sebagai Imam mahdi ...... apakah tugas sebagai Imam mahdi sudah terlaksana ? ....................... okey
Syariat mana yang tidak membenarkan Basmalah dijadikan ayat pertama pada setia Surah dalam Al Qur'an? Justru Nabi Muhammad saw yang membenarkannya (HR Sahih Bukhari, Abu Daud & Darul Quthni).
tunjukan aja haditsnya yang katanya dari nabi Muhammad ....... okey
Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa bila satu Surah baru diwahyukan, biasanya dimulai dengan Bismillah, dan tanpa Bismillah, Rasulullah saw tidak mengetahui bahwa Surah baru telah dimulai (HR Sunan Abu Daud).  Rasulullah saw bersabda: "Ayat Bismillah itu bagian dari semua Surah Al Qur'an." (HR Sahih Bukhari & Darul Quthni).
hi hi hi ........ aneh kalo rasulullah tidak mengetahui surat baru telah dimulai .....
hebat juga yahh ..... bukhori dan darul quthni lebih tahu dari utsman biun affan
Sudahlah, tidak ada yang salah, karena syariat Islam tidak melarang ayat Basmallah untuk tidak dihitung maupun dihitung sebagai ayat pertama dalam setiap Surah Al Qur'an.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
Berdasarkan nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as diutus Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu'ah 62:3 & HR Sahih Bukhari), Khalifatullah (An-Nur 24:56 & HR Sunan Ibnu Majah) dan Masih Mau'ud (Az-Zukhruf 43:58 & HR Musnad Ahmad bin Hambal). Tugas beliau as sebagai Imam Mahdi sudah terlaksana dengan baik, dan setelah beliau as wafat dilanjutkan oleh Khiilafat Ala Minhajjin Nubuwwah (HR Musnad Ahmad bin Hambal).
hi hi hi ........... an-nur 24/55 bukan nubuatan buat nabi baru palagi buat MGA ..... apa buktinya tugas sudah terlaksana ....... tokh di dunia ini masih banyak kafir .... "katanya" Imam mahdi akan mematahkan salib ...... buktinya gimana cung ?
Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa melihatnya, maka baiatlah kalian kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Sunan Ibnu Majah). Hadits ini mengisyaratkan bahwa Al Mahdi atau Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah. Kata Khalifatullah atau Khalifah Allah identik dengan Nabi/Rasul Allah, karena dalam Al Qur'an, walaupun kita tidak menemukan kata Khalifatullah, melainkan kata Khalifah yang ditujukan kepada Adam as (Al Baqarah 2:31-32) dan kepada Daud as (Shad 38:27), yang kedua-duanya adalah Nabi/Rasul Allah. Kata Khalifah dalam kedua ayat itu memiliki makna Khalifatullah atau Khalifah Allah (kata Allah setelah kata Khalifah dibuat makhduf atau dihilangkan) yang identik dengan Nabi/Rasul Allah. Dengan demikian, maka kata Khalifatullah dalam hadits di atas adalah Nubuatan seorang Nabi/Rasul Allah bagi Al Mahdi atau Imam Mahdi.

Tambahan pula, Rasulullah saw bersabda:"Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kalian akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil, yang akan memecahkan salib,...." (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Di dalam hadits yang sangat panjang, Rasulullah saw sebanyak empat kali bersabda bahwa Isa ibnu Maryam yang akan datang di akhir zaman itu adalah Nabiyyullah. Dengan demikian, maka Imam Mahdi itu adalah Khalifatullah dan Nabiyyullah Isa ibnu Maryam yang akan memecahkan salib.

Memecahkan salib artinya memecahkan rahasia penyaliban Nabi Isa as yang menjadi perselisihan antara kaum Yahudi, kaum Nasrani dan sebagian Umat Islam:
1. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Isa Ibnu Maryam adalah Nabi Palsu karena mati di tiang salib, dan menurut hukum Taurat, orang yang mati di tiang salib adalah terkutuk.
2. Kaum Nasrani mengatakan bahwa kematian Isa Ibnu Maryam di atas salib dapat menghapuskan dosa-dosa manusia yang beriman kepadanya. Isa diangkat ke langit dan duduk di sebelah kanan Bapak dan akan turun lagi ke bumi untuk yang kedua kali.
3. Sebagian umat Islam mengatakan bahwa Nabi Isa as tidak disalibkan dan tidak dibunuh, melainkan ada orang lain yang disamarkan seperti Nabi Isa as yang disalibkan hingga mati. Sedangkan, Nabi Isa as (jasad dan ruhnya) diangkat ke langit, dan di akhir zaman akan turun lagi untuk menghakimi umatnya.

Rahasia salib itu telah dipecahkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam uraian Tafsir An-Nisa 4:158-160 yang dapat anda lihat di: http://www.alislam.org/quran/tafseer/?page=581®ion=E1&CR=

Sebagian kaum Yahudi, kaum Nasrani dan umat Islam yang beriman dan beramal shaleh telah bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah mempelajarinya. Mereka meyakini bahwa Nabi Isa as memang disalibkan, tetapi tidak sampai terbunuh di atas salib, karena Allah telah menyelamatkannya. Dengan demikian maka terbantahlah kepercayaan kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Isa as adalah Nabi Palsu yang mati terkutuk di atas salib. Begitupula kepercayaan kaum Nasrani yang mempercayai bahwa darah Isa as akan menghapuskan dosa-dosa manusia yang mengimaninya menjadi porak poranda. Kepercayaan umat Islam yang mengatakan bahwa Nabi Isa as diangkat ke langit dan akan turun lagi di akhir zaman juga dapat dipatahkan, karena Nabi Isa as sesungguhnya sudah wafat pada usia 120 tahun, dan jasadnya telah dikuburkan di Srinagar, Kashmir: http://www.alislam.org/topics/jesus/ Sedangkan wujud Isa as yang akan datang lagi di akhir zaman adalah Perumpamaan Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:58) atau Masih Mau'ud as dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as yang juga Khalifatullah, Al Mahdi.
yang aku tanyakan bukti bahwa MGA telah melaksanakan tugasnya ... malahan gereja semakin marak bermunculan ..... okey
benar nabi Isa telah wafat ....... tahukan MGA diu mana wafatnya n.Isa ? jawablah dengan baik dan benar kalo MGA mengaku sebagai nabi ........ okey
Bukti apalagi? Saya sudah menjelaskan dengan bukti nyata bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sudah menyelesaikan tugas, khususnya Memecahkan Rahasia Penyaliban Nabi Isa Al Masih as.  Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as mengetahui bahwa Nabi Isa Al Masih as sudah wafat di Srinagar, Kashmir, karena diberitahu Allah lewat wahyu.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote: yaaa kalau tetap keukeuh dengan penafsiran ayat yang dipelintir untuk kepentingan MGA gak bakalan ketemu endingnya .............okey
Silahkan baca argumentasi saya di atas, jika anda tidak setuju, maka anda harus membantahnya berdasarkan Al Qur'an dan Hadits.
ayat-ayat yang anda tampilkan itulah yang dijadikan dasar untuk membantah argument anda ............... okey
Tanpa uraian penjelasan dari anda? Berarti, anda tidak menggunakan akal untuk menjelaskannya.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:OOhhhh .......... dari hadits naik ke az-zukhruf;57 dan Al-jumuah 2, padahal dalam kedua ayat tersebut tidak ada perintah ALLAH mengutus nabi/rosul apalagi MGA di akhir jaman ... hi hi hi ngarang
Bukan ngarang, tetapi anda tidak menggunakan akal untuk memahaminya.
Afalaa ta'qiluun?  Tidakkah engkau menggunakan akal?
silakan aja tuh ayat-ayat quran diakal-akali untuk kepentingan MGA, tokh harus dipertanggungjawabkan kepada ALLAH di akherat nanti ............... okey
Silahkan baca argumentasi saya di atas, jika anda tidak setuju, maka anda harus membantahnya dengan menggunakan akal berdasarkan Al Qur'an dan Hadits.
dah aku bilang ayat quran yang ada tampilkanlah yang membantahnya, karena pengertiannya diakal-akali .............. okey
Tanpa uraian penjelasan dari anda? Berarti, anda tidak menggunakan akal untuk menjelaskannya.

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote: Al-Ahzab (33);40 .............................. okey
Bagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib ra: "Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai pembuka dan penutup kenabian." (Kanzul Ummal)? Bukankah menurut Nabi Muhammad saw sendiri bahwa beliau sebagai pembuka kenabian? Afalaa ta'qiluun?
hadits maudlu ...................... okey
Beginilah ciri khas orang yang sudah kehabisan dalil Al Qur'an & Hadits.
memangnya kalo hadits maudlu mau dibilang apa ?
Menurut para pakar hadits, yang saya tampilkan itu hadits sahih dan mutawatir (tidak diragukan).

@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@jagona wrote:
@Kedunghalang wrote: Ayat-ayat Al Qur'an tidak mungkin bertentangan satu sama lain, kecuali jika anda kurang memahaminya. Az-Zukhruf 43:7 JELAS-JELAS menyatakan bahwa NABI-NABI terdahulu itu diutus (RASUL-RASUL) Allah.
hi hi hi ........... gak ada ayat quran yang bertentangan ....... pada ayat 43/6 yang diutus ALLAH itu nabi-nabi ...... bukan rasul ........... jangan diplintir menjadi nabi=rosul ... anda terlalu bersemangat membela MGA agar diakui sebagai nabi ....... okey
Menurut Az-Zukhruf 43:7, NABI-NABI terdahulu diutus Allah, berarti NABI-NABI terdahulu adalah UTUSAN-UTUSAN ALLAH, berarti NABI-NABI = RASUL-RASUL ALLAH. SETUJU?
aku gak pernah setuju bahwa nabi=rosul .... seorang nabi bisa jadi rosul, tetapi seorang rosul belum tentu nabi ............ hal yang sepele ini aja kamu gak paham ..... okey
Berarti anda tidak menyetujui Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:7) bahwa Nabi = Utusan = Rosul.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by isaku on Tue Oct 29, 2013 12:14 pm

@kedunghalang wrote:Rangkaian Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh dari The Fazl Mosque, London telah dibukukan dengan judul The Gulf Crisis & The New World Order. Buku ini sudah sampai kepada kedua kepala negara.
sampainya kapan, emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka, bagaimana anda meyakinkan pembaca bahwa MGA ada usaha, emang di khutbahnya ada solusi tentang perselisihan itu?

@kedunghalang wrote:Pernahkah anda mendengar bahwa salah satu arti kiamat itu adalah kebangkitan, atau pernahkah anda membaca hadits bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah kedatangan Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam?
ya anda benar, hanya saja ayat yg anda maksud tidak bisa membenarkan MGA.

@kedunghalang wrote:Tetapi substansinya berasal dari non-Ahmadiyah.
kenapa situs ahmadiyah tidak menampilkan sumber aslinya?

@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam Bahasa Urdu dan Arab, yang artinya:
"Al Masih ibnu Maryam Rasul Allah sudah wafat. Dan dalam coraknya, sesuai janji, engkau telah datang. Dan sesungguhnya janji Allah itu pasti dilaksanakan. Engkau beserta dengan-Ku dan sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran yang nyata, engkau berada di atas jalan anugerah Ilahi dan engkau adalah pembela kebenaran." (Izalah Auham, hal. 561, Edisi 1891).

"Sesungguhnya, Aku telah menjadikan engkau sebagai Isa ibnu Maryam. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Ainnah Kamalat-e-Islam, hal. 442-443).
Bisakah anda tuliskan dalam bahasa aslinya wahyu Allah dimaksud?
Jika anda seorang muslim peneliti sejati, silahkan browsing di http://www.alislam.org/urdu/rk/
ok terima ksih. Dokumentasi ahmadiyah cukup baik, tapi saya tidak melihat Izalah auham dan Ainnah kamalat seperti yg anda maksud.

@kedunghalang wrote:Masih di bawah satu juta orang dan sudah tersebar di 400 Jemaat Lokal (Cabang) di hampir seluruh daerah di Indonesia.
terima kasih infonya.

@kedunghalang wrote:Saya punya dalil yang cukup untuk membenarkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, hanya saja, anda belum memahaminya. Jika anda berani menyatakan pihak lain sesat, anda juga harus berani menyatakan bahwa anda tidak sesat dengan dalil-dalil Al Qur'an & Hadits yang meyakinkan, karena menurut Al Qur'an hanya Allah saja yang lebih mengetahui, siapa yang tersesat dari jalan-Nya (An-Nahl 16:126). Apakah anda lebih mengetahui daripada Allah Yang Maha Mengetahui?
Tentu saja tidak, hanya saja MGA tidak terlihat seperti Mahdi yg dijanjikan.

@kedunghalang wrote:Za'idah mengatakan dalam haditsnya. Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Al Jumu'ah 62:3 yang ditafsirkan oleh Rasulullah saw dalam hadits ini adalah tentang Imam Mahdi, yakni seorang Rasul/Utusan Allah dari kaum Aakhorin, yang akan datang 13 abad setelah Nabi Muhammad saw. Sihah sittah adalah sebutan bagi enam perawi hadits-hadits sahih, yakni Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud & Ibnu Majah. Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
-----------
Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
mungkin saja sy bukan peneliti seperti yg anda bayangkan, andalan saya adalah searching :)
Anda sudah bawa haditsnya, kenapa tidak dilengkapi sekalian dengan sanadnya???
saya bantu anda dengan link
http://haditsonline.com/hadiston.php
http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/
http://lidwa.com/app/
silahkan tampilkan yg mana hadits yg anda maksud berdasar link2 diatas.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Sat Nov 09, 2013 11:47 am

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Rangkaian Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh dari The Fazl Mosque, London telah dibukukan dengan judul The Gulf Crisis & The New World Order. Buku ini sudah sampai kepada kedua kepala negara.
sampainya kapan, emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka, bagaimana anda meyakinkan pembaca bahwa MGA ada usaha, emang di khutbahnya ada solusi tentang perselisihan itu?
Komentar anda tidak menampakkan bahwa anda pernah membaca tulisan saya. Buku itu sudah lama sampai kepada kepala negara Palestina dan Israel, dan bukan surat dari MGA, tetapi dari Khalifatul Masih IV rh. Agar lebih jelas saya bold: Rangkaian Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh dari The Fazl Mosque, London telah dibukukan dengan judul The Gulf Crisis & The New World Order.

Jika anda menanyakan emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka?, maka saya balik bertanya kepada anda, apakah Nabi Muhammad saw itu tokoh yang sangat penting?

isaku' wrote:
@kedunghalang wrote:Pernahkah anda mendengar bahwa salah satu arti kiamat itu adalah kebangkitan, atau pernahkah anda membaca hadits bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah kedatangan Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam?
ya anda benar, hanya saja ayat yg anda maksud tidak bisa membenarkan MGA.
Naah, menurut Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as itu adalah BENAR orang yang telah dibangkitkan Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam sebagai salah-satu tanda Kiamat (kebangkitan Islam).

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Tetapi substansinya berasal dari non-Ahmadiyah.
kenapa situs ahmadiyah tidak menampilkan sumber aslinya?
Sumber aslinya jelas ditampilkan, tetapi bukan dalam bentuk link karena mereka tidak membuatnya.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dalam Bahasa Urdu dan Arab, yang artinya:
"Al Masih ibnu Maryam Rasul Allah sudah wafat. Dan dalam coraknya, sesuai janji, engkau telah datang. Dan sesungguhnya janji Allah itu pasti dilaksanakan. Engkau beserta dengan-Ku dan sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran yang nyata, engkau berada di atas jalan anugerah Ilahi dan engkau adalah pembela kebenaran." (Izalah Auham, hal. 561, Edisi 1891).

"Sesungguhnya, Aku telah menjadikan engkau sebagai Isa ibnu Maryam. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Ainnah Kamalat-e-Islam, hal. 442-443).
Bisakah anda tuliskan dalam bahasa aslinya wahyu Allah dimaksud?
Jika anda seorang muslim peneliti sejati, silahkan browsing di http://www.alislam.org/urdu/rk/
ok terima ksih. Dokumentasi ahmadiyah cukup baik, tapi saya tidak melihat Izalah auham dan Ainnah kamalat seperti yg anda maksud.
Sudah anda periksa Volume 3 dan Volume 5?

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Saya punya dalil yang cukup untuk membenarkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud, hanya saja, anda belum memahaminya. Jika anda berani menyatakan pihak lain sesat, anda juga harus berani menyatakan bahwa anda tidak sesat dengan dalil-dalil Al Qur'an & Hadits yang meyakinkan, karena menurut Al Qur'an hanya Allah saja yang lebih mengetahui, siapa yang tersesat dari jalan-Nya (An-Nahl 16:126). Apakah anda lebih mengetahui daripada Allah Yang Maha Mengetahui?
Tentu saja tidak, hanya saja MGA tidak terlihat seperti Mahdi yg dijanjikan.
Anda ini kurang informasi atau mendapat informasi dari orang-orang yang menolak Ahmadiyah. Jika anda memang sungguh-sungguh menunggu seorang Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan, silahkan browsing: http://www.alislam.org/ dan janganlah terlalu terburu-buru bersikap merasa lebih mengetahui daripada Allah Yang Maha Mengetahui, mengatakan Ahmadiyah Sesat.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Za'idah mengatakan dalam haditsnya. Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Al Jumu'ah 62:3 yang ditafsirkan oleh Rasulullah saw dalam hadits ini adalah tentang Imam Mahdi, yakni seorang Rasul/Utusan Allah dari kaum Aakhorin, yang akan datang 13 abad setelah Nabi Muhammad saw. Sihah sittah adalah sebutan bagi enam perawi hadits-hadits sahih, yakni Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud & Ibnu Majah. Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
-----------
Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
mungkin saja sy bukan peneliti seperti yg anda bayangkan, andalan saya adalah searching :)
Anda sudah bawa haditsnya, kenapa tidak dilengkapi sekalian dengan sanadnya???
saya bantu anda dengan link
http://haditsonline.com/hadiston.php
http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/
http://lidwa.com/app/
silahkan tampilkan yg mana hadits yg anda maksud berdasar link2 diatas.
Terimakasih. Saya sudah browsing link-link di atas, dan ternyata ada, tapi sayangnya saya tidak bisa mengcopasnya dari link tersebut. Saya temukan ada beberapa terjemahan yang berbeda, misalnya: kalimat rajulun au rijalun diartikan menjadi seorang lelaki atau sekelompok laki-laki, padahal seharusnya menjadi seorang lelaki atau beberapa orang laki-laki.

Jika anda penasaran, silahkan anda browsing sendiri untuk mengetahui lebih jelas sanadnya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Sat Nov 09, 2013 7:01 pm

@EHAN wrote:

_Jika Ayat Al Ahzab yang jelas saja, anda tolak dengan alasan anda, nga perlu deh membahas Arwahulmuqadasah Rasulullah. Anda saja seperti baru mendengarnya..

Dari saya cukup sekian. silahkan teman2 lain jika ingin melanjutkan. biar @kedung fokus.
Jangan salah sangka, saya tidak menolak kalimat Khaataman-Nabiyyin dalam Surah Al Ahzab 33:41 yang berarti Penutup Para Nabi, hanya saja kalimat itu memiliki banyak arti, tidak hanya Penutup Para Nabi. Seandainya hanya diartikan Penutup Para Nabi, maka kenabian yang tertutup itu adalah kenabian yang membawa syariat baru, karena Al Qur'an mengisyaratkan bahwa kenabian masih terbuka bagi umat Islam yang taat sempurna kepada Allah dan Rasulullah saw (An-Nisa 4:70). Itulah alasan saya yang berdasarkan Al Qur'an.

Sementara itu anda mengemukakan Arwahulmuqadasah Rasulullah tanpa mengutarakan dasarnya, apakah dari ayat Al Qur'an atau pun Hadits.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by isaku on Mon Nov 11, 2013 7:52 am

@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:sampainya kapan, emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka, bagaimana anda meyakinkan pembaca bahwa MGA ada usaha, emang di khutbahnya ada solusi tentang perselisihan itu?
Komentar anda tidak menampakkan bahwa anda pernah membaca tulisan saya. Buku itu sudah lama sampai kepada kepala negara Palestina dan Israel, dan bukan surat dari MGA, tetapi dari Khalifatul Masih IV rh. Agar lebih jelas saya bold: Rangkaian Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh dari The Fazl Mosque, London telah dibukukan dengan judul The Gulf Crisis & The New World Order.
o bukan MGA tho :)
tau udah sampai apa blom bagaimana?
anda tidak perlu mengarang atau berbohong jika memang tidak pernah ada, maaf :)
jika benar ada, silahkan anda sertakan berita atau apapun untuk menguatkan keterangan anda.
@kedunghalang wrote:Jika anda menanyakan emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka?, maka saya balik bertanya kepada anda, apakah Nabi Muhammad saw itu tokoh yang sangat penting?
Boleh saya tahu bunyi surat pengantar yg dikirim sang khalifah?

@kedunghalang wrote:
isaku' wrote:
@kedunghalang wrote:Pernahkah anda mendengar bahwa salah satu arti kiamat itu adalah kebangkitan, atau pernahkah anda membaca hadits bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah kedatangan Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam?
ya anda benar, hanya saja ayat yg anda maksud tidak bisa membenarkan MGA.
Naah, menurut Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as itu adalah BENAR orang yang telah dibangkitkan Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam sebagai salah-satu tanda Kiamat (kebangkitan Islam).
MGA sejak dakwah sampai wafatnya tidak memberi kontribusi apa2 kepada dunia selain bikin sekte baru, jauh dari definisi hadits yg anda maksud.

@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Tetapi substansinya berasal dari non-Ahmadiyah.
kenapa situs ahmadiyah tidak menampilkan sumber aslinya?
Sumber aslinya jelas ditampilkan, tetapi bukan dalam bentuk link karena mereka tidak membuatnya.
itu kelemahan, dengan mudah orang2 akan menuding itu sepihak

@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:ok terima ksih. Dokumentasi ahmadiyah cukup baik, tapi saya tidak melihat Izalah auham dan Ainnah kamalat seperti yg anda maksud.
Sudah anda periksa Volume 3 dan Volume 5?
ok
@kedunghalang wrote:Anda ini kurang informasi atau mendapat informasi dari orang-orang yang menolak Ahmadiyah. Jika anda memang sungguh-sungguh menunggu seorang Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan, silahkan browsing: http://www.alislam.org/ dan janganlah terlalu terburu-buru bersikap merasa lebih mengetahui daripada Allah Yang Maha Mengetahui, mengatakan Ahmadiyah Sesat.
sederhana, saya tidak melihat MGA dan generasinya mengubah peta dunia :)

@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Za'idah mengatakan dalam haditsnya. Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Al Jumu'ah 62:3 yang ditafsirkan oleh Rasulullah saw dalam hadits ini adalah tentang Imam Mahdi, yakni seorang Rasul/Utusan Allah dari kaum Aakhorin, yang akan datang 13 abad setelah Nabi Muhammad saw. Sihah sittah adalah sebutan bagi enam perawi hadits-hadits sahih, yakni Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud & Ibnu Majah. Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
-----------
Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
mungkin saja sy bukan peneliti seperti yg anda bayangkan, andalan saya adalah searching :)
Anda sudah bawa haditsnya, kenapa tidak dilengkapi sekalian dengan sanadnya???
saya bantu anda dengan link
http://haditsonline.com/hadiston.php
http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/
http://lidwa.com/app/
silahkan tampilkan yg mana hadits yg anda maksud berdasar link2 diatas.
Terimakasih. Saya sudah browsing link-link di atas, dan ternyata ada, tapi sayangnya saya tidak bisa mengcopasnya dari link tersebut. Saya temukan ada beberapa terjemahan yang berbeda, misalnya: kalimat rajulun au rijalun diartikan menjadi seorang lelaki atau sekelompok laki-laki, padahal seharusnya menjadi seorang lelaki atau beberapa orang laki-laki.

Jika anda penasaran, silahkan anda browsing sendiri untuk mengetahui lebih jelas sanadnya.
apanya yg tidak bisa di copas???
ok ... lidwa mungkin tidak bisa, tapi kalau anda berusaha bisa juga dalam bentuk image, dua yg lainnya jelas bisa.
contoh:
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Anshari] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim At Taimi], bahwa dia pernah mendengar [Alqamah bin Waqash Al Laitsi] berkata; saya pernah mendengar [Umar bin Al Khaththab] diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan" (Hadist Imam Bukhari No. 1)
http://haditsonline.com/pilih1.php

kenapa anda takut dengan terjemahan berbeda? jstru ini kesempatan anda untuk menjelaskan terjemahan yg menurut anda lebih cocok. Mohon maaf, lama2 anda akan kelihatan seperti ngebohong jika cara anda seperti ini.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Kedunghalang on Mon Nov 11, 2013 4:46 pm

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:sampainya kapan, emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka, bagaimana anda meyakinkan pembaca bahwa MGA ada usaha, emang di khutbahnya ada solusi tentang perselisihan itu?
Komentar anda tidak menampakkan bahwa anda pernah membaca tulisan saya. Buku itu sudah lama sampai kepada kepala negara Palestina dan Israel, dan bukan surat dari MGA, tetapi dari Khalifatul Masih IV rh. Agar lebih jelas saya bold: Rangkaian Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh dari The Fazl Mosque, London telah dibukukan dengan judul The Gulf Crisis & The New World Order.
o bukan MGA tho :)
tau udah sampai apa blom bagaimana?
anda tidak perlu mengarang atau berbohong jika memang tidak pernah ada, maaf :)
jika benar ada, silahkan anda sertakan berita atau apapun untuk menguatkan keterangan anda.
@kedunghalang wrote:Jika anda menanyakan emang MGA tokoh sangat penting yg suratnya perlu dbaca mereka?, maka saya balik bertanya kepada anda, apakah Nabi Muhammad saw itu tokoh yang sangat penting?
Boleh saya tahu bunyi surat pengantar yg dikirim sang khalifah?
Dari awal sudah saya katakan bahwa pertikaian antara Israel dan Palestina itu bukan masalah agama. Menurut Al Qur'an, tugas umat Islam yang beriman dan beramal shaleh adalah menasihati mereka, yang sedang bertikai itu, mengenai kebenaran, dengan kesabaran (Al 'Ashr 103:4) dan kasih sayang (Al Balad 90:18) untuk PERDAMAIAN DUNIA. Tugas itu sudah dilaksanakan oleh Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (Khalifatul Masih IV) rh, Imam Jemaat Muslimin Ahmadiyah, waktu itu. Begitupula dengan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (Khalifatul Masih V) atba, Imam Jemaat Muslimin Ahmadiyah saat ini, juga telah menyampaikan nasihat mengenai SOLUSI ISLAM UNTUK PERDAMAIAN DUNIA sebagaimana dapat anda baca di link berikut ini:
http://www.alislam.org/egazette/updates/islamic-solution-for-world-peace/
http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-jamaat-delivers-historic-address-in-southern-california/

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:
isaku' wrote:
@kedunghalang wrote:Pernahkah anda mendengar bahwa salah satu arti kiamat itu adalah kebangkitan, atau pernahkah anda membaca hadits bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah kedatangan Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam?
ya anda benar, hanya saja ayat yg anda maksud tidak bisa membenarkan MGA.
Naah, menurut Al Qur'an dan Hadits, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as itu adalah BENAR orang yang telah dibangkitkan Allah sebagai Imam Mahdi, Khalifatullah & Isa Ibnu Maryam sebagai salah-satu tanda Kiamat (kebangkitan Islam).
MGA sejak dakwah sampai wafatnya tidak memberi kontribusi apa2 kepada dunia selain bikin sekte baru, jauh dari definisi hadits yg anda maksud.
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang diutus Allah sesuai nubuatan-nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits. Dengan demikian, kontribusi beliau as pun telah diberikan kepada dunia sesuai nubuatan-nubuatan dalam Al Qur'an dan Hadits, yang mungkin tidak sesuai dengan harapan anda. Begitupula dengan pemahaman anda yang berbeda tentang ayat Al Qur'an dan Hadits pendukung Tanda Samawi sebagai bukti kebenaran pendakwaan beliau as sebagai Imam Mahdi: http://www.alislam.org/topics/eclipses/response-to-mcnaughton.html

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Tetapi substansinya berasal dari non-Ahmadiyah.
kenapa situs ahmadiyah tidak menampilkan sumber aslinya?
Sumber aslinya jelas ditampilkan, tetapi bukan dalam bentuk link karena mereka tidak membuatnya.
itu kelemahan, dengan mudah orang2 akan menuding itu sepihak
Tidak ada kelemahan maupun tudingan sepihak, karena bagi mereka yang mencari kebenaran, dengan membaca Comments on the article entitled "Flaws in the Ahmadiyya Eclipse Theory” by Dr David McNaughton by Saleh Mohammed Alladin, Retired Professor of Astronomy, Osmania University, Hyderabad, India tentang Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari di bulan Ramadhan yang telah terjadi mendukung pendakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi, merupakan bukti nyata penggenapan nubuatan sabda Nabi Muhammad saw dalam Hadits Riwayat Darul Quthni.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:ok terima ksih. Dokumentasi ahmadiyah cukup baik, tapi saya tidak melihat Izalah auham dan Ainnah kamalat seperti yg anda maksud.
Sudah anda periksa Volume 3 dan Volume 5?
ok
Jadi, apa tujuan anda menanyakan tulisan wahyu-wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dalam bahasa aslinya?

isku wrote:
@kedunghalang wrote:Anda ini kurang informasi atau mendapat informasi dari orang-orang yang menolak Ahmadiyah. Jika anda memang sungguh-sungguh menunggu seorang Imam Mahdi & Isa Ibnu Maryam yang dijanjikan, silahkan browsing: http://www.alislam.org/ dan janganlah terlalu terburu-buru bersikap merasa lebih mengetahui daripada Allah Yang Maha Mengetahui, mengatakan Ahmadiyah Sesat.
sederhana, saya tidak melihat MGA dan generasinya mengubah peta dunia :)
Anda harus banyak belajar Al Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan seorang Reformer (Muslikh Rabbani) yang dijanjikan Allah dan Rasulullah saw akan datang di akhir zaman, yakni seorag Khalifatullah, Imam Mahdi dan Isa Ibnu Maryam, termasuk mengetahui apa saja tugas-tugasnya.

@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:
@isaku wrote:
@kedunghalang wrote:Za'idah mengatakan dalam haditsnya. Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Jika anda seorang muslim peniliti yang penasaran dengan hadits tersebut, silahkan cari dalam sihah sittah, khususnya bab Kitabul Fitan.
-----------
Al Jumu'ah 62:3 yang ditafsirkan oleh Rasulullah saw dalam hadits ini adalah tentang Imam Mahdi, yakni seorang Rasul/Utusan Allah dari kaum Aakhorin, yang akan datang 13 abad setelah Nabi Muhammad saw. Sihah sittah adalah sebutan bagi enam perawi hadits-hadits sahih, yakni Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud & Ibnu Majah. Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
-----------
Menurut para ulama dan ahli hadits, hadits-hadits tentang Imam Mahdi itu banyak jumlahnya dan termasuk dalam kategori mutawatir atau tidak diragukan lagi substansinya.
mungkin saja sy bukan peneliti seperti yg anda bayangkan, andalan saya adalah searching :)
Anda sudah bawa haditsnya, kenapa tidak dilengkapi sekalian dengan sanadnya???
saya bantu anda dengan link
http://haditsonline.com/hadiston.php
http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/
http://lidwa.com/app/
silahkan tampilkan yg mana hadits yg anda maksud berdasar link2 diatas.
Terimakasih. Saya sudah browsing link-link di atas, dan ternyata ada, tapi sayangnya saya tidak bisa mengcopasnya dari link tersebut. Saya temukan ada beberapa terjemahan yang berbeda, misalnya: kalimat rajulun au rijalun diartikan menjadi seorang lelaki atau sekelompok laki-laki, padahal seharusnya menjadi seorang lelaki atau beberapa orang laki-laki.

Jika anda penasaran, silahkan anda browsing sendiri untuk mengetahui lebih jelas sanadnya.
apanya yg tidak bisa di copas???
ok ... lidwa mungkin tidak bisa, tapi kalau anda berusaha bisa juga dalam bentuk image, dua yg lainnya jelas bisa.
contoh:
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Anshari] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim At Taimi], bahwa dia pernah mendengar [Alqamah bin Waqash Al Laitsi] berkata; saya pernah mendengar [Umar bin Al Khaththab] diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan" (Hadist Imam Bukhari No. 1)
http://haditsonline.com/pilih1.php

kenapa anda takut dengan terjemahan berbeda? jstru ini kesempatan anda untuk menjelaskan terjemahan yg menurut anda lebih cocok. Mohon maaf, lama2 anda akan kelihatan seperti ngebohong jika cara anda seperti ini.

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْجُمُعَةِ { وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ } قَالَ قُلْتُ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمْ يُرَاجِعْهُ حَتَّى سَأَلَ ثَلَاثًا وَفِينَا سَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ وَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَلَى سَلْمَانَ ثُمَّ قَالَ لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ أَوْ رَجُلٌ مِنْ هَؤُلَاءِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ أَخْبَرَنِي ثَوْرٌ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ

Telah menceritakan kepadaku [Abdul Aziz bin Abdullah] ia berkata, Telah menceritakan kepadaku [Sulaiman bin Bilal] dari [Tsaur] dari [Abul Ghaits] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] ia berkata; Suatu hari, kami duduk-duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu diturunkanlah pada beliau surat Al Jumu'ah dan "WA `AAKHARIINA MINHUM LAMMAA YALHAQUU BIHIM." Maka aku pun bertanya, "Siapa mereka itu wahai Rasulullah?" Namun, beliau belum juga menjawab hingga tiga orang bertanya. Di antara kami ada Salman Al Farisi. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangannya pada Salman dan bersabda: "Sekiranya keimanan itu ada di gugusan bintang, niscaya keimanan itu tetap akan diperoleh oleh sekelompok atau seseorang dari mereka itu (Orang-orang Persi)." Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdul Wahhab] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] Telah mengabarkan kepadaku [Tsaur] dari [Abul Ghaits] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Niscaya (keimanan) itu akan diperoleh oleh sekelompok orang dari mereka (Orang Persi)." (Hadist Imam Bukhari No. 4518)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: paham mahdi ahmadiyyah

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 3 Previous  1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik