FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

nabi isa vs dajjal

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

nabi isa vs dajjal

Post by keroncong on Sun Jul 22, 2012 5:35 am

Tentang Nabi Isa as
Di dalam Al-Quran Al-Karim memang sekilas terkesan bahwa Nabi Isa as itu dimatikan lalu diangkat. Lantaran lafaz yang digunakan memang menggunakan kata “mutawaffiika”. Secara bahasa murni, makna mutawaffii artinya memang pelaku yang mematikan nyawa. Namun karena ada banyak keterangan dari sumber lain yang menyebutkan bahwa Nabi Isa diangkat ke langit, maka makna mutawaffika dalam ayat itu tidak diterjemahkan dengan ‘mematikan’. Terjemah Departemen Agara RI menuliskannya dengna makna ‘menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu’.

, ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".(QS. Al-Imran : 55). Sedangkan kalau kita buka kitab tafsir, kita temukan bahwa para mufassir seperti al-Hasan, Ibnu Zaid, At-Thabari dan Ibnu Juraij memaknainya dengan ‘menggenggamnya; dan mengangkatnya ke langit tanpa dimatikan. Pendapat ini juga merupakan pendapat yang shahih dari Ibnu Abbas ra dan Adh-Dhahhak.

Namun memang ada juga pendapat yang mengatakan bahwa maknanya adalah mematikan, seperti pendapat Wahab bin Munabbih, meski agak janggal. Selain itu juga ada yang berpendapan bahwa yang dimaksud dengan Allah SWT mematikan Isa adalah membuatnya tertidur lalu diangkat ke langit. Pendapat ini disampaikan oleh Ar-Rabi’ bin anas.

(Lihat Tafsir Al-Jami’ Li Ahkamil Quran oleh Al-Qurthubi, jilid 4 hal. 100).

Tentang Dajjal dan Informasi Dari Hadits Nabawi
Dajjal sering diceritakan oleh Rasullah SAW kepada para shahabat. Tentang wujud dan perilakunya memang secara detil digambarkan dalam banyak hadits. Memang banyak kalangan yang berusaha menafsirkan serta mencari-cari kaitan sosok Dajjal itu dengan fenomena hari ini. Bahkan mereka mengatakan bahwa Dajjal bukanlah sosok individu, tetapi sebuah sistem yang rusak dan penguasa dunia yang zalim dan menindas.

Tetapi bila kita telusuri semua hadits yang berkaitan dengan Dajjal, maka penafsiran bahwa Dajjal adalah sebuah sistem atau kondisi sosial politik tidak relevan. Karena jelas-jelas hadits itu berbicara tentang sosok seorang manusia dengan detil-detil rincian sifat dan karakternya.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as) menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi harta ... (HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa)

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

Intinya Dajjal adalah makhluk Allah yang ditakdirkan menjadi pemimpin kekafiran di masa akhir dunia. Dia datang untuk menghancurkan umat Islam. Lalu akan datang Al-Imam Mahdi serta dan turunlah Nabi Isa `alaihissam. Keduanya bersama-sama akan menumpas Dajjal ini hingga akhirnya umat terbebas dari fitnah Dajjal. Barulah kemudian hari kiamat terjadi.

Semua keterangan itu memang tidak disebutkan di dalam Al-Quran Al-Karim, karena wahyu Allah SWT tidak sebatas pada Al-Quran Al-Karim saja. Hadits-hadits nabawi pun hakikatnya adalah wahyu Allah SWT juga, hanya format dan sistemnya berbeda dengan Al-Quran Al-Karim.

Para ulama sepakat bahwa kekafiran itu bukan hanya monopoli orang ingkar kepada Al-Quran Al-Karim semata, tetapi mengingkari kebenaran hadits pun bisa berdampak kepada kekafiran juga. Disini kita harus hati-hati sekali, agar jangan karena merasa sudah mampu menafsirkan sendiri Al-Quran Al-Karim, lalu secara congkak merasa tidak perlu lagi dengan hadits nabawi. Lalu menafikan semua keterangan yang ada di dalam hadits-hadits nabawi. Mengingkari sunnah pada hakikatnya juga mengingkari Al-Quran Al-Karim dan sekaligus juga mengingkari kerasulan Muhammad SAW.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 64
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik