FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Page 1 of 2 1, 2  Next

View previous topic View next topic Go down

ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Kembali Ke Alkitab on Sat Jul 28, 2012 6:13 pm


Alkitab adalah nubuatan yang ditulis pada tahun 2000an Sebelum Masehi dan sampai jaman hidupnya para Rasul sekitar 0 (nol) masehi. Alkitab ditulis oleh orang yang berbeda-beda dalam kurun ribuan tahun. Namun luar biasa semua penulisannya terjalin rapi dan teratur menurut kronologi, subyek maupun temanya. Dan lebih luar biasa lagi ayat-ayat nubuatan semua tergenapi pada ayat ayat berikutnya.

Al-Quran adalah kitab yang ditulis pada tahun 600an Setelah Masehi. Al-Quran diklaim sebagai wahyu “Tuhan” yang diturunkan lewat Muhammad.

Jadi Alkitab telah ada 600 tahun lebih dahulu dari Al-Quran. Ada selisih 600 tahun antara Alkitab dan Al-Quran. Dan Alkitab jauh lebih tua dari pada Al-Quran

Lalu apakah Tuhan dalam Alkitab dan dalam Al-Quran adalah satu hakekat?. Apakah Tuhan dalam Alkitab dan dalam Al-Quran adalah Tuhan yang sama?

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya


YHWH dikenal sejak jaman Adam, Nuh, Musa, Abraham, Iskak, dan Yakup ( taruhlah mereka hidup pada tahun 2000 Sebelum Masehi) sampai jamannya Jesus ( taruhlah Jesus hidup pada tahun 0 - 40 Masehi) dan sampai sekarang, sedangkan ALLOH SWT dikenal ada pada jamannya Muhammad ( sekitar tahun 600 Setelah Masehi. Jadi Adam, Nuh, Musa, Abraham, Iskak, dan Yakup jika ditanya siapa Tuhannya, pasti jawab mereka “TUHANKU ADALAH YHWH ELOHIM”. Adam, Nuh, Musa, Abraham, Iskak, dan Yakup tidak kenal ALLOH SWT, karena nama ALLOH SWT yang ARAB itu baru muncul di tahun 600 SM. Kesimpulannya , Adam, Nuh, Musa, Abraham, Iskak, dan Yakup tidak pernah mendengar nama ALLOH SWT dan tidak pernah mengenal ALLOH SWT. Tidak ada peristiwa sejarahnya nama TUHAN YHWH menjadi ALLOH SWT. YHWH adalah TUHAN dalam ALKITAB, dan ALLOH SWT adalah TUHAN dalam Quran


Keduanya adalah Tuhan yang berbeda. Alkitab dan Quran adalah kitab yang berbeda sumber pewahyuannya, sehinggan ketika membicarakan Alkitab dan Quran tidak akan pernah singkron, akan selalu banyak pertentangan dan ketidaksesuaian karena memang berbeda sumber wahyunya.

ALLAH menjadi satu sebutan untuk Tuhan, agar sebutan Tuhan Yang Maha Esa tidak rancu dan membingungkan di masyarakat. Sebenarnya Tuhan itu banyak, pohon, batu, patung bisa dituhankan, begitupun Islam berTuhan pada ALLOh SWT dan Kristen berTuhan pada YHWH (Bapa), Jesus, Roh Kudus yang Trinitas. Jadi sebenarnya ALLOH SWT adalah Tuhan untuk Islam,dan YHWH, JESUS,ROH KUDUS adalah Tuhan untuk Kristen. Hanya saya yakin ini nanti Berketuhanan Yang Maha Esa tidak dapat diterapkan, implikasi sosial, kemasyarakatan bisa kacau dan bisa membahayakan stabilitas bangsa.

Jika Tuhan YHWH dan ALLOH SWT adalah Tuhan yang sama, pasti wahyunya tidak akan pernah bertentangan dan tidak akan pernah kontradiksi.

KONTRADIKSI YANG MUNCUL/KESALAHANAN ALQURAN:

1) BERAPA HARIKAH KARYA PENCIPATAAN TERLAKSANA

Bila anda menjumlah semua hari yang disebutkan dalam QS 41:9,10,12 anda akan mendapatkan 8 hari yang diperlukan Tuhan unruk melakukam karya penciptaanNya(4 hari + 2 hari + 2 hari = 8 hari). Tetapi menurut Alkitab ( Kejadian 1 : 31 ) hanya 6 hari yang diperlukan Tuhan untuk menciptakan Alam semesta. Kesimpulannya Alquran sudah bertentangan dengan Alkitab sejak dimulai BAB I dari alkitab

2) KISAH /SEJARAH NABI NUH, AIR BAH DAN ANAK – ANAK NABI NUH

Menurut Alkitab ketiga anak Nabi Nuh semuanya masuk ke Bahtera bersama Nabi Nuh dan mereka semua diselamatkan dari air bah (Kejadian 7:1.7,13)

Namun dalam Alquran 11:32-48 menyatakan bahwa salah satu anak Nabi Nuh menolak masuk bahtera dan akhirnya tenggelam dalam air bah. Sementara QS 21:76.77 mengisyaratkan Nabi Nuh beserta seluruh keluarganya selamat semua.

QS 11:44 menyatakan Bahtera Nabi Nuh bersandar di atas Gunung Judi, sementara Alkitab mengatakan di atas Gunung Ararat. Dalam hal ini sungguh sangat jelas perbedaan antara Alkitab dan Alquran.

3) KESALAHAN QURAN TENTANG ABRAHAM

a. Quran menyatakan bahwa nama ayah Abraham adalah Azar (QS 6:7) tetapi Alkitab mengatakan namanya Terah (Tetap tercatat turun temurun dari anak-anak Abraham yaitu kaum Yahudi dan nabi-nabiYahudi. Dan baru setelah lewat 2500 tahun kemudian, tiba-tiba ada orang lain yang Non Yahudi yang memberI nama berbeda, bukan mau mengkorupsi karena salah wahyunya atau tidak paham saja)

b. Abraham tidak tinggal dan menyembah Tuhan di lembah Mekkah (QS 14:37). Tetapi di Hebron sesuai Alkitab (Setting Palestina tiba tiba digiring menjadi setting Arab)

c. Menurut Alkitab, anak Abraham yang bernama Iskak yang akan dikorbankan, bukan Ismail seperti yang dianggap dinyatakan Quran (QS 37: 100-12). (Tidak ada nama Ismail disebut disini, kecuali disebut “seorang anak” Dan orang muslim haruslah amat heran kenapa Quran ragu menyebutkan sesuatu yang harus dikoreksinya dengan lantang?. Para pakar sangat logis menduga Muhammad takut ditertawakan oleh Yahudi/Nasrani yang tahu persis siapa anak tersebut.

d. Abraham mempunyai 8 anak, bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalan Quran (seperti yang “ diketahui” oleh Muhammad)

e. Abraham mempunyai 3 orang istri dan bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalam Quran

f. Abraham tidak membangun Kabah walaupun Quran menyatakan demikian (QS 2 : 125-127) (Setting Palestina tiba-tiba menjadi setting Arab)

g. Abraham tidak dilemparkan ke dalam api oleh Nimrod sebagaimana yang dinyatakan dalam quran (QS 21:68,69 dan 9:69). Kesalahan ini sangat mencolok seriusnya karena menimbulkan masalah secara kasat mata dalam Quran. Sebab Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham. Bagaimana mungkin Nimrod mendalangi pelemparan Abraham ke dalam api, karena waktu Abraham hidup Nimrod sudah mati beberapa abad sebelumnya.

4) KESALAHAN MENGENAI YUSUF


Quran membuat kesalahan ketika menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf , anak Yakup adalah bernama Aziz (QS 12 : 21 ff) padaham pembeli Yusuf adalah Potifar (Kejadian 37:36). Nama Potifar melegenda turun temurun sejak taurat Musa. Sejarah mana yang pernah memperkenalkan nama Aziz?. Nabi mana yang pernah menyebut nama tersebut, kecuali seorang nabi dari Arab yang datang sangat terlambat untuk “mengkoreksinya”

5) CIRI CIRI ALKITABIAH


Quran juga membuat kesalahan yang sama ketika ia menamai Goliat sebagai Jalut, Korah sebagai Karun, Saul sebagai Talut, Enoch sebagai Idris, Yehezkiel sebahai Dhu’l-Khifl, Yohanes pembaptis sebagi Yahya, Yesus sebagai Isa. Ilmuan Besar bidang kajian Arab Canon Edward Sell berkomentar “ Muhammad pasti tidak memperoleh pengetahuan nama-nama tersebut dari sumber aslinya yaitu Kitab Perjanjian Lama. Kerancuan nama-nama tersebut sungguh sangat kentara. Dan sehingga Muhammad sering mendapatkan nama-nama, peristiwa-peristiwa dan kronologi yang serba salah.


6) KESALAHAN MENGENAI MUSA


a. Orang yang mengapdosi Musa bukanlah istri Firaun seperti yang dinyatakan QS 28:8,9. Orang yang mengapdosi Musa adalah putrid Firaun (Keluaran 2:5). Siapa yang salah disini? Musa atau Muhammad?. Musa adalah nabi terbesar Yahudi sebagai penutur/penulis riwayatnya sendiri, akankah mencatat salah, dan diikuti salah oleh seluruh nabi –nabi lain dan umat Israel?.

b. Air bah Nuh tidak berlangsung pada jaman Musa sebagai yang dinyatakan QS 7: 136,137,138 bandingkan QS 7:59ff). Kesalahan ini tidak mudh disingkirkan

c. Quran menyatakan bahwa Haman hidup di Mesir pada jaman Musa dan dia bekerja untuk Firaun menbangun menara Babel (QS 27:4-6, QS 28:38,QS 29:39, QS 40: 23,24,36,37). Tetapi sesungguhnya Haman hidup di Persia melayani Raja Ahasyweros (Kitab Ester 8). Rupanya Muhammad mengira Ahasyweros ini salah satu Firaun di Mesir.Kesalahan ini sangat serius karena tidak saja bertentangan dengan Alkitab tetapi juga dengan sejarah sekuler.

d. Penyaliban tidak digunakan di Mesir pada jaman Firaun, walaupun Quran menyatkan demikian dalam QS 7:124


7) KESALAHAN MENGENAI MARIA


a. Ayah maria bukan Imran (QS 66:12)

b. Maria tidak melahirkan Yesus di bawah pohon palem sendirian (QS 19:22-25), tetapi disebuah kandang ditemani Yusuf (Lukas 2 : 1-20)

c. Muhammad mengalami kebingungan membedakan ibu Yesus, maria dengan saudara perempuan Musa dan Harun, Miryam (QS 19:28). Hal ini merupakan kesalahan serius karena menunjukkan Muhammad tidak mempunyai pemahaman mengenai perbedaan periodic untuk tokoh-tokoh yang tertulis dalam Alkitab.

d. Muhammad dengan jelas mengarang-ngarang serita dan mujizat bohong-bohongan yang terjadi bagi maria (QS 19:23-26)

e. Zakharia tidak dapat berbicara terus menerus sampai anaknya lahir (Lukas 1:20) Zakharia bisu selama selama kehamilan Yohanes, bukan bisu selama 3 malam sepeti yang dinyatakan QS 19:10

Quran menyatakan dirinya adalah wahyu dari Alloh , terjaga dari semua kesalahan, dan hal itu merupakan bukti pewahyuan (QS 85:21,22). Konsekwensi dari klaim ini adalah cukup satu saja kesalahan yang dapat ditemui dalam Quran sudah cukup untuk menggugurkan keberadaannya sebagai wahyu ALLOH (jika Alloh adalah Tuhan Sejati)

Jadi ketika Islam mengklaim percaya/mengakui kitab Zabur dan Injil sebenarnya menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. “Kitab Zabur dan Injil mana yang diakui/dipercaya Islam. Kitab Zabur dan Injil yang ditulis siapa yang diakui/dipercaya oleh Islam”. Dan ketika Islam mengklaim sebagai penyempurna kitab kitab sebelumnya, juga menimbulkan pertanyaan” ketidak sempurnaannya apa, dimana, dan bagaimana kitab-kitab sebelumnya”?

Sebuah nubuatan yang datang belakangan, pengujian kebenarannya adalah dengan nubuatan sebelumnya. Seperti halnya kitab Perjanjian Baru, maka nubuatan dalam kitab Perjanjian Baru diuji dengan Kitab Perjanjian Lama. Jika Kitab Perjanjian Baru tidak sesuai dengan dengan Kitab Perjanjian Lama maka Kitab Perjanjian Baru dinilai tidak benar/sesat, tetapi jika Kitab Perjanjian baru sesuai dengan Kitab Perjanjian Lama maka benarlah juga Kitab Perjanjian Baru. Demikian juga halnya nubuatan Al-Quran juga diuji oleh kitab-kitab sebelumnya. Lalu kitab apakah yang digunakan untuk menguji Al-Quran? Bila kita uji dengan Alkitab, tentu Al-Quran adalah kitab yang tidak sesuai dengan Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Jadi terserah anda menilai apa tentang Al-Quran.

Berbeda dengan teknologi atau mesin, sudah barang tentu teknologi atau mesin yang tua akan disempurnakan dengan teknologi /mesin yang pembuatan lebih muda. Mobil buatan tahun 1970 disempurnakan dengan mobil buatan tahun 1980, disempurnakan dengan mobil buatan tahun 1990 an seterusnya.

Ketika anda membaca Quran, maka anda akan menemukan susunan yang membingungkan dan campur aduk dari setiap surat. Quran tidak disusun berdasar kronologi, subyek dan temanya. Jika anda membaca Quran anda akan menemukan 114 Surat atau wahyu, yang diberikan kepada Muhammad memang tidak tersusun menurut urutan kronologis ketika-mana wahyu diturunkan. Seandainya tersusun menurut urutan kronologis pasti Surat pertama adalah merupakan wahyu yang diterima Muhammad pertama pula dan surat terakhir pasti juga Wahyu terakhir. ( Wahyu pertama dari Alloh SWT yang diterima Muhammad dari langit, kini di dunia menjadi Surat urutan ke-96 (Al’Alaq). Urutan kronologis turunnya wahyu ditiadakan dan diganti dengan urutan acak sehingga berubah berdasarkan sisipan ayat susulan dan panjangnya surat. Surat pertama Al-Fatihah yang ada sekarang ini tidak diketahui kapan diturunkan. Tidak seorang pakar Islam-pun yang tahu dimana posisinya ketika diturunkan; sebelum atau sesudah surat apakah?. Ustman menempatkannya sebagai surat pertama, namun kehadirannya sebagai wahyu ditolak oleh Ibnu Mas’ud, sahabat Muhammad yang paling berotoritas dalam surat-surat Makkiyah)

Quran juga tidak disusun dengan menggunakan pola narasi sejarah yang runtun dimana kita dapat mengikuti kehidupan, tindakan-tindakan , dan pengajaran-pengajaran yang dilakukan Muhammad mulai dari awal sampai akhir.

Sebaliknya kita dihadapkan pada kumpulan Surat-surat yang campur baur yang tidak menggambarkan adanya pola penyusunan secara wajar sesuai konteksnya.

Komentar para pakar :

1. Ilmuan Skotlandia, Thomas Carlyle

Quran sesuatu yang menjemukan, campuraduk, dengan loncatan-loncatan narasi, acak-acakan yang membingungkan.

2. Enciklopedia McClontock dan Strong menyimpulkan;

Quran adalah kitab yang sangat tidak koheren, menggunakan bahasa bunga, serta tidak memiliki alur berpikir yang logis, baik secara keseluruhan maupun secara bagian demi bagiannya. Hal tersebut sesuai hakekat Quran itu sendiri yang disampaikan secara kebetulan, tanpa system dan aturan

3. Ilmuan Muslim Ali Dasthi

Ali Dasthi mengeluhkan Quran sebagai berikut “ Patut disayangkan bahwa pengeditan Quran sangat jelek dan susunannya isinya sangat tidak teratur. Semua siswa dalam mata pelajaran Alquran menyayangkan mengapa para editor alquran tidak menggunakan metode yang logis dan yang biasa digunakan dalam menyusun urutannya menurut wahyu-wahyu tersebut diterima. Kenapa tidak mengikuti susunan kronologis seperti halnya dengan teks Alquran yang hilang milik Ali bin Abi Thalib

Cara Quran dibundel oleh penerus Muhammad setelah dia meninggal semata-mata hanya berdasar ukurannya(panjang/volumnya). Jadi Quran disusun mulai dari surat yang paling panjang sampai pada Surat yang paling pendek, dengan tidak meperdulikan urutan kronologis turunnya wahyu.

Umat Muslim menyatakan bahwa quran “diturunkan” dari sorga dan bahwa Muhammad tidak dapat dipandang sebagi manusia penyusunnya. Tetapi menurut Concise Encyclopedia of Islam, bahasa Arab yang dipakai dalam Quran itu merupakan suatu dialek dan kosakata dari salah seorang anggota suku Quaraisy yang tinggal dikota Mekkah. Jadi sidik jari Muhammad tercecer di seluruh Quran.

Jika Quran ditulis dalam bahasa arab surgawi yang sempurna mengapa sampai terungkap dengan telak bahwa bahasa Quran adalah logatnya suku Quaraisy yang bertempat tinggal di kota Mekkah. ( alias berbahasa arab Quraisy)

Argumentasi umat Muslim yang menyatakan bahwa Quran ditulis dalam bahasa Arab dari Sorga sungguh tidak berdasar sama sekali. Dialek, kosakata , dan isi Quran mencerminkan gaya bahasa dari penulisnya, yaitu Muhammad dan bukan sosok Allah dari Sorga

MUHAMMAD BERDOSA

Hal-hal berikut adalah sumber-sumber dari Islam sendiri yang menyatakan Muhammad berdosa:

1. Ketika Muhammad ditanya oleh Abu Huraira sebagai berikut :

Apa yang anda katakan dalam masa jedah antara Takbir dan Pengajian? Muhammad menjawab, saya berkata “ Ya Allah jauhkanlah saya dari dosa-dosa saya sejauh timur dari barat dan sucikan saya dari dosa dosa saya seperti pakaian putih yang telah dicuci bersih. Ya Allah .! Cucilah dosa-dosa saya dengan air, salju dan hujan es “ (Hadist I /711)

2. Dalam Hadist VIII /319, Abu Huraira berkata” Saya mendengar rasul Allah berkata ‘ Demi Allah! Saya mohon pengampunan dari Allah dan mengajukan pertobatan lebih dari 70 kali sehari’.

3. Aisha istri Muhammad , mencatat bahwa umat Muslim mula-mula tidak menganggap Muhammad sebagai orang tidak berdosa. Orang Muslim mula-mula berkata” Ya nabi Allah, kami tidak seperti anda . Allah telah mengampuni dosa-dosa masa lalu dan masa depan anda” (Hadis I/19)

4. Nabi dalam kekhusyukan penyembahan Allah sering kali berseru “ Ya Allah ! Tuhan kami ! Segala puji syukur kupanjatkan kehadiratMu! Ya Allah! Ampuni saya” (Hadis I/78)

5. Dalam Hadis nomer 375, orang-orang Qurais berkata berulang-ulang “Allah mengampuni nabiNya”

6. Dalam Hadis V/724 , Aisha berkata bahwa dia mendengar Muhammad berdoa sebagai berikut “ Ya Allah ! Ampuni saya dan limpahkan belas kasihanmMu pada saya”

7. Dalam Hadis VI/494, Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk memohon pengampunan atas doa-dosanya.

8. Abu Musa mendengar Muhammad berdoa seperti ini “ Ya Tuhanku! Ampuni dosa-dosa dan kesalahanku. Ampuni dosa-dosa masa laluku serta dosa-dosa masa datangku yang kulakukan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi (Hadis VIII/407). Dosa-dosa Muhammad termasuk menyiksa orang-orang dengan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dan mencongkel mata mereka denganbesi panas (Hadis I/234); membiarkan mereka mati kehabisan darah setelah anggota badannya dipotong(Hadis VIII/794,795); membiarkan orang mati kehausan (Hadis VIII/796)

ULAR TUA YANG CERDIK ITU TELAH MENYAMARKAN WAJAHNYA, BANYAK ORANG MENYANGKA BAHWA DIA ADALAH TUHAN YHWH ELOHIM

ADA JALAN YANG DISANGKA ORANG LURUS, TETAPI UJUNGNYA MENUJU MAUT.

WASPADALAH KARENA DARI BUAHNYALAH KAMU AKAN MENGENAL MEREKA

DAPATKAH ORANG MEMETIK ANGGUR DARI SEMAK DURI?

Selanjut anda dapat membuat pilihan….! Siapakah Tuhan yang mau anda ikuti…?

Kembali Ke Alkitab
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 39
Location: Firdaus
Join date: 2012-07-24

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Kembali Ke Alkitab on Fri Aug 10, 2012 4:35 pm

ternyata Muslimin ndak ada yang berani komentar di sini

Kembali Ke Alkitab
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 39
Location: Firdaus
Join date: 2012-07-24

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by mencari petunjuk on Fri Aug 10, 2012 5:23 pm

Oleh Baruch Spinoza


Dalam fasal lalu, kita telah membahas dasar-dasar dan prinsip-prinsip yang melandasi pengetahuan tentang kitab suci. Di sana juga telah kita jelaskan bahwa dasar dan prinsip itu tidak lain kecuali pengetahuan historis kritis tentang kitab suci itu. Tapi sayang, orang ­orang terdahulu meremehkan pengetahuan ini meskipun sangat penting. Dan meskipun mereka pernah menulis kemudian mentranmisikannya, tetapi telah hilang ditelan waktu. Akibatnya hilang juga dari kita sebagian besar dari dasar-dasar dan prinsip-prinsip itu. Sebetulnya hal ini masih bisa ditolerir kalau saja para penerus tetap moderat dan secara jujur mentransmisikan kepada generasi akhir yang sedikit itu tanpa mencampurinya dengan pernyataan yang dia buat-buat. Pengkhianatan mereka inilah yang sebetulnya membuat data-data historis tentang kitab suci itu kurang bahkan bohong. Atau dalam kata lain, prinsip­prinsip yang melandasi pengetahuan tentang kitab suci itu bukan saja tidak cukup secara kuantitas sehingga tidak bisa dipakai landasan bagi sesuatu yang sempurna, tetapi juga cacat secara kualitas. Maka dari itu, kami bertekad untuk meluruskannya sekaligus membersihkan teologi dari penilaian masa lalu yang populer. Tetapi kami takut jika usaha kami ini datang terlambat. Kondisi saat ini sudah sampai kepada batas di mana orang-orang tidak tahan lagi melihat ada orang yang meluruskan pandangan-pandangan mereka tentang agama. Dengan keras kepala mereka membela penilaian-penilaian terdahulu tertentu yang mereka pegang atas nama agama. Tidak ada tempat bagi akal kecuali pada segelintir orang saja. Sebaliknya penilaian-penilaian terdahulu tersebar luas di masyarakat. Meski begitu kami akan terus berusaha sampai akhir. Tidak ada alasan untuk betul-betul putus asa.
Agar kajian ini berjalan secara teratur akan dimulai dari penilaian penilaian terdahulu mengenai siapa saja yang menulis kitab suci. Untuk itu akan dimulai dengan orang­orang yang menulis kitab yang lima (Taurat). Orang-orang hampir semuanya meyakini bahwa yang menulis kitab-kitab itu adalah Musa. Bahkan kaum Farisi membela pendapat ini dengan penuh semangat. Untuk itu mereka menganggap orang yang berkeyakinan selain itu telah kafir. Karena alasan ini Ibnu Ezra, seorang yang berpikir cukup bebas, ilmunya tidak bisa diremehkan dan sepengetahuan kami dialah yang pertama-tama mengetahui kesalahan ini, tidak mengungkapkan pendapatnya secara terus terang, sebaliknya hanya cukup dengan menyinggungnya dengan kata-kata yang samar. Kalau tidak takut untuk menjelaskannya dan menampakkan kebenaran dengan terang. Inilah kata-kata Ibnu Ezra saat menjelaskan kitab U langan, "Di seberang sungai Yordan... kalau saja kamu mengetahui rahasia dua belas... hukum Taurat dituliskan oleh Musa... waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu... Di atas gunung TUHAN, akan disediakan... ranjangnya adalah ranjang dari besi, saat itu kamu akan mengetahui kebenaran." Dengan kata-kata yang sedikit ini dia menjelaskan sekaligus membuktikan bahwa Musa bukanlah penulis kitab yang lima, sebaliknya penulisnya adalah orang lain yang hidup jauh setelahnya, sedangkan Nabi Musa sendiri telah menulis kitab lain yang betul-betul berbeda. Untuk membuktikan pernyataannya itu dia menyebutkan:

Musa tidak pernah menulis mukadimah kitab Ulangan karena tidak pernah menyeberangi sungai Yordan.

א אֵלֶּה הַדְּבָרִים, אֲשֶׁר דִּבֶּר מֹשֶׁה אֶל-כָּל-יִשְׂרָאֵל, בְּעֵבֶר, הַיַּרְדֵּן: בַּמִּדְבָּר בָּעֲרָבָה מוֹל סוּף בֵּין-פָּארָן וּבֵין-תֹּפֶל, וְלָבָן וַחֲצֵרֹת--וְדִי זָהָב.

Elayn Hadevarim asher diber Mosheh El-kal-Yishrael B'eber Hayyarden Bamidbar ba'aravah mol sof beyn-faran ubeyn-tofel v'lavan vachatzerot-- v'dizahav
Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.






Seluruh kitab Nabi Musa as. yang asli dipahatkan dengan sangat jelas di tepi satu mezbah (altar) (Ulangan 27, Yosua 8:32)

Ulangan 27:2-8: Dan pada hari kamu menyeberangi sungai Yordan ke negeri yang diberikan kepadamu oleh HaShem. Tuhanmu, maka haruslah engkau menegakkan batu-batu besar, dan mengapurnya lalu pada batu itu haruslah kau tuliskan segala perkataan hukum Taurat ini, sesudah engkau menyeberang, supaya engkau masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh HaShem, Tuhanmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh Hashem, Tuhan nenek moyangmu. Dan sesudah kamu menyeberangi sungai Yordan, maka haruslah batu-batu itu, yang telah kuperintahkan kepadamu pada hari ini, kamu tegakkan di gunung Ebal dan kaukapuri. Juga haruslah kaudirikan di sana mezbah bagi Hashen, Tuhanmu, suatu mezbah dari batu yang tidak boleh kau olah dengan perkakas besi. Dari batu yang tidak dipahat haruslah kau dirikan mezbah HaShem, Tuhanmu, itu dan di atasnya haruslah kau persembahkan korban bakaran kepada HaShem, Tuhanmu. Juga haruslah engkau mempersembahkan korban keselamatan, memakannya di sana dan bersukaria di hadapan Hashen, Tuhanmu. Selanjutnya haruslah engkau menuliskan pada batu-batu itu segala perkataan hukum Taurat ini dengan jelas dan terang.
Yosua 8:32: Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel.



yang terdiri dari dua belas batu sesuai dengan jumlah imam. Hal ini berarti bahwa kitab Nabi Musa yang asli jauh lebih kecil daripada lima kitab yang beredar saat ini. Inilah barangkali yang dimaksudkan oleh Ibnu Ezra dalam kata-katanya, "kalau saja kamu mengetahui rahasia dua belas" kecuali jika dia memaksudkan dua belas kutukan yang tersebut dalam fasal sebelumnya dalam kitab Ulangan. Ibnu Ezra barangkali menyangka bahwa pada awalnya semua kutukan itu tidak dimasukkan ke dalam kitab hukum. Baru setelah musa membukukan kitab hukum, dia memerintahkan orang-orang Lewi untuk membacanya demi memaksa rakyat agar bersumpah untuk menerapkan hukum. Dua belas yang dimaksud oleh Ibnu Ezra itu bisa jadi juga fasal terakhir dari kitab Ulangan yang membahas kematian Musa. Fasal ini terdiri dari dua belas ayat. Namun tidak ada manfaatnya kita terlalu mencurahkan perhatian kepada dugaan-dugaan ini begitu juga dugaan-dugaan yang diciptakan oleh orang lain.
Seperti kita tahu, Ibnu Ezra juga menyebutkan bahwa dalam kitab Ulangan ada ayat yang mengatakan, "hukum taurat dituliskan oleh Musa" (12:9-10). Mustahil kiranya, kalimat ini ditulis oleh Musa as. sendiri. Kata-kata ini pasti ditulis oleh orang lain yang menceritakan sabda-sabda dan pekerjaan­ pekerjaan Musa.
Ibnu Ezra menyebutkan ayat dari Kitab Kejadian (12 : 1) yang menceritakan perjalanan Nabi Ibrahim as. di negeri Kanaan lalu menyebutkan komentar penutur yang berbunyi, "waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu..." (Kejadian 12 : 6). Komentar ini menunjukkan dengan jelas bahwa kondisi ketika kitab itu ditulis sudah berubah, yakni orang Kanaan sudah tidak berada di negeri itu lagi. Kata-kata ini pasti ditulis setelah kematian Musa dan setelah orang­ orang Kanaan diusir dan tidak menduduki daerah ­daerah itu lagi. Maksud ini diisyaratkan oleh Ibnu Ezra dengan mengatakan, "waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu..." Tapi bisa jadi sang penutur memaksudkan bahwa Kanaan cucu Nuh menguasai negeri ini, setelah sebelumnya dikuasai oleh orang lain. Jika tidak, maka di sana ada rahasia yang tidak boleh diungkapkan oleh orang yang mengetahuinya. Maksudnya, jika Kanaan cucu Nuh menguasai belahan bumi itu, dan sang penutur ingin menjelaskan keadaannya tidak seperti itu ketika dikuasai oleh bangsa lain. Adapun, jika ternyata Kanaan adalah orang yang pertama-tama bertani di daerah-daerah itu (seperti disebutkan dalam fasal 10 dari kitab Kejadian)3) maka maksud penutur adalah bahwa keadaannya sudah tidak begitu lagi saat menulis. Dengan demikian penulis kitab itu bukanlah Musa. Pada masanya orang-orang Kanaan masih menduduki tanah itu. Inilah rahasia yang disembunyikan oleh Ibnu Ezra.
Dalam kitab Kejadian (22:14)
יד וַיִּקְרָא אַבְרָהָם שֵׁם-הַמָּקוֹם הַהוּא, יְהוָה יִרְאֶה, אֲשֶׁר יֵאָמֵר הַיּוֹם, בְּהַר יְהוָה יֵרָאֶה.

vayyiqra avraham shem-hamaqom hahu HaShem Yireh,Ye'amer Hayom B'her HaShem Yera'eh

Dan Abraham menamai tempat itu: "HaShem menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung HaShem, akan disediakan."





disebutkan bahwa gunung Moria dinamai dengan gunung TUHAN.

Penutur kitab sucilah yang menamakan gunung ini bukan Ibrahim. Dia mengatakan, "Tempat yang sekarang dinamai `Di atas gunung TUHAN, akan diwahyukan', dulu Ibrahim menamainya `TUHAN akan terlihat'." (Sp)




Padahal nama itu baru dipakai setelah pembangunan kuil dimulai, yaitu jauh setelah zaman Musa. Bahkan Musa tidak pernah menunjukkan tempat yang dipilih oleh TUHAN, dia hanya meramalkan bahwa TUHAN akan memilih suatu tempat yang memakai nama TUHAN.
Terakhir, dia menyebutkan bahwa dalam kitab Ulangan ada kata-kata yang ditambahkan oleh penulisnya ke dalam kisah Og raja Basan. "Hanya Og, raja Basan, yanq tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Sesungguhnya, ranjangnya adalah ranjang dari besi, bukankah itu masih ada di kota Raba bani Amon? Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, menurut hasta biasa. " (Ulangan 3 : 11).

catatan

Kata Ibrani refaim berarti orang-orang yang dijatatuhi hukuman, tetapi sepertinya merupakan nama diri yang tersebut dalam kitab I Tawarikh (fasal 20) sedang menurut kami nama itu adalah : marga. (Sp).


Tambahan ini menunjukkan bahwa penulisnya hidup jauh setelah Nabi Musa as. wafat. Gayanya dalam bercerita adalah gaya seorang penulis yang menceritakan kisah-kisah kuno sekali. Untuk meyakinkan kebenaran kisahnya itu dia menyebutkan peninggalan-peninggalan yang masih ada hingga saat kisah itu diceritakan. Di samping itu, tidak diragukan lagi bahwa ranjang dari besi itu baru ditemukan pada masa Nabi Daud as. yang menguasai kota Raba itu (II Samuel 12 : 30). Selanjutnya, tambahan ini juga bukan satu-satunya. Tidak lama kemudian, sang penutur menambahkan ke dalam kata-kata Musa penjelasan berikut ini: “ Yair anak Manasye, mengambil seluruh wilayah Argob sampai daerah orang Gesur dan orang Maakha, dan menamai daerah itu, menurut namanya sendiri, sebabagaimana juga menamainya dengan Basan, sampai sekarang di sana masih ada beberapa desa yang bernama Yair. " Penulis katakan, si penutur kitab suci menambahkan kata-kata ini untuk menjelaskan kata-kata Musa yang tersebut sebelumnya. Yaitu, "Dan yang masih tinggal dari Gilead beserta seluruh Basan, kerajaan Og, yakni seluruh wilayah Argob, aku berikan kepada suku Manasye yang setengah itu. Seluruh Basan ini disebut negeri orang Refaim." Tidak diragukan lagi bahwa orang-orang Ibrani yang sezaman dengan penulis kitab ini mengetahui negeri Yair yang berafiliasi ke kabilah Yehuda. Tetapi mereka tidak tahu bahwa negeri itu pernah dikuasai oleh Argob dan bahwasanya dia adalah tanah Refaim. Oleh karena itu penulis terpaksa menjelaskan negeri yang dulu dinamai dengan nama itu. Di waktu yang sama dia juga harus menjelaskan mengapa pada waktu itu oleh penduduknya dinamai Yair padahal mereka berafiliasi ke kabilah Yehuda bukan Manasye (lihat I Tawarikh 2:21-22).

Demikianlah, kita telah menjelaskan pendapat Ibnu Ezra, juga ayat-ayat dari lima kitab yang dia sebutkan untuk menguatkan pendapatnya ini. Tetapi rupanya dia lupa menyebutkan hal yang lebih penting. Masih ada beberapa catatan lain yang lebih penting yang bisa diberikan kepada lima kitab itu. Misalnya:
Kitab suci tidak hanya menceritakan Musa dengan kata ganti orang ketiga, tetapi lebih dari itu dia memberikan banyak kesaksian mengenai dirinya, seperti: "TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka" (Keluaran 33:11), "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi" (Bilangan 12:3), "Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu" (Bilangan 31:14), "Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN" (Ulangan 34:5). Lain halnya dengan gaya penuturan di kitab Ulangan yang memuat hukum yang diterangkan oleh Musa kepada rakyat dan sebelumnya dia tulis sendiri. Musa menggunakan gata ganti orang pertama ketika menceritakan hal-hal yang dia lakukan. Misalnya dia mengatakan, "...seperti yang difirmankan TUHAN kepadaku." (Ulangan 2:1). "...aku mohon kasih karunia dari pada TUHAN..." (Ulangan 3:23). Kecuali di bagian akhir dari kitab ini. Setelah menyampaikan kata-kata Musa, menceritakan bagaimana dia menyampaikan hukum syariat yang telah dia jelaskan secara tertulis kepada rakyat kemudian memberi peringatan terakhir dan tidak lama kemudian mati, sang penulis kitab ini masih belum berhenti. Semua itu, yakni cara berbicara, kesaksian-­kesaksian dan seluruh kumpulan kisah itu mengundang keyakinan bahwa Musa tidak pernah menulis kitab-kitab ini. Yang menulisnya adalah orang lain.
Harus kita sebutkan juga bahwa penuturan ini tidak hanya menceritakan kematian Musa, penguburannya dan berkabung selama tiga puluh hari saja tetapi juga menuturkan keunggulan Nabi Musa as. jika dibandingkan dengan nabi-nabi Yahudi lain yang datang setelahnya. "Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang banqkit di antara orang Israel..."(Ulangan 34 : 10) Tentu saja kesaksian ini tidak mungkin diberikan oleh Nabi Musa as. sendiri atau bahkan oleh orang yang datang langsung setelahnya. Kesaksian seperti ini selayaknya datang dari orang yang hidup berabad-abad setelah beliau dan telah membaca kisah nabi­ nabi Bani Israel yang diungguli oleh Nabi Musa itu. Bahkan penutur kisah itu menggunakan ungkapan yang sangat jelas, yaitu: "...tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel" (Ulangan 34:10). Sedang mengenai kuburannya, "...dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini"(Ulangan 34:6).
Nama sebagian tempat yang tersebut dalam kitab Taurat belum dipakai pada masa Nabi Musa as. tetapi baru digunakan jauh setelah itu. Misalnya kisah Nabi Ibrahim as. yang mengejar musuh-musuhnya hingga kota Dan
(Kejadian 14 : 14).


Kejadian 14:14: Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.




Nama ini baru dipakai jauh setelah kematian Yosua bin Nun, pembantu dan khalifah Nabi Musa as. Sedang nama aslinya adalah Lais (Hakim-hakim 18 : 29).

Mereka menamai kota itu Dan, menurut nama bapa leluhur mereka, yakni Dan, yang lahir bagi Israel, tetapi nama kota itu dahulu adalah Lais.




Kisah yang dituturkan dalam Taurat terkadang terus berlanjut hingga setelah kematian Nabi Musa as. Misalnya dalam kitab Keluaran disebutkan bahwa orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan (Keluaran 16:35).

Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.




Padahal masa ini adalah masa yang dituturkan oleh kitab Yosua (Yosua 5 : 12).

Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.




Kitab Kejadian juga menuturkan, "Inilah raja-raja yang memerintah di tanah Edom, sebelum ada seorang raja memerintah atas oranq Israel" (Kejadian 36 : 31). Tidak diragukan lagi bahwa penutur kisah ini berbicara tentang raja-raja yang memerintah orang-orang Edom

Orang-orang Edom tidak mempunyai raja sejak waktu itu hingga pemerintahan Yoram yang pada masanya mereka memberontak., (II Raja-Raja 8:20). Selama itu mereka diperintah oleh penguasa,
militer yang diangkat oleh orang Yahudi (i Raja-Raja 22:48 Selanjutnya penguasa Edom itu disebut raja (II Raja-Raja : 3:9)
Sekarang kita bertanya-tanya apakah raja terakhir Edom itu memulai masa pemerintahannya sebelum Saul naik takhta ataukah fasal dalam kitab Kejadian ini hanya ingin menyebutkan raja-raja Edom yang meninggal tanpa pernah dikalahkan. Masalah ini bisa didiskusikan, tetapi sulit rasanya untuk memasukkan Musa ke dalam daftar raja-raja orang Ibrani, sedang dia adalah orang yang mendirikan negara yang hanya tunduk kepada Allah dan sangat bertolak belakang dengan kerajaan. (Sp)



sebelum ditaklukkan oleh Nabi Daud as. (II Samuel 8 : 14).

Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang.



Dari semua catatan ini terlihat jelas, sejelas siang, bahwa Musa tidak pernah menulis lima kitab itu. Sebaliknya, kitab-kitab itu ditulis oleh orang yang hidup berabad-abad setelahnya. Namun demikian, jika mau, silakan cari dengan lebih teliti kitab-kitab yang ditulis oleh Musa sendiri dalam lima kitab itu. Pertama-pertama, dalam Keluaran (17:14)

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."




diceritakan dengan pasti bahwa Musa menulis sesuatu tentang perang melawan Amalek atas perintah Allah, tetapi tidak disebutkan kitab apa yang ia tulis itu. Namun, dalam kitab Bilangan (21:14)

Itulah sebabnya dikatakan dalam kitab peperangan TUHAN: "Waheb di Sufa dan lembah-lembah ke sungai Arnon,




disebutkan adanya suatu kitab yang bernama Peperanqan Tuhan yang sudah barang tentu memuat perang melawan Amalek dan seluruh proses pembuatan kemah yang menurut kesaksian penulis lima kitab di dalam kitab Bilangan (33:2)

Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka:




bahwa Musa telah menyampaikannya secara tertulis.


Selain itu, dalam kitab Keluaran (24:7)

Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."




juga disebutkan adanya kitab lain yang bernama Kitab Perjanjian yang dibaca oleh Musa di hadapan orang Israel saat mengikat janji dengan Allah. Kitab atau piagam ini tentunya singkat. Hanya berisi hukum-hukum Allah dan pesan-pesan-Nya yang tersebut dalam kitab Keluaran fasal 20 ayat 22 sampai dengan fasal 24. Hal ini tidak bisa dipungkiri oleh orang yang membaca fasal tersebut dengan teliti dan tanpa memihak. Di dalamnya disebutkan bahwa setelah mengetahui pendapat kaumnya mengenai perjanjian yang mereka ikat dengan Allah itu, Musa langsung menulis firman-firman dan pesan-pesan-Nya. Dan setelah dilakukan ritual peribadatan pagi hari berikutnya, dia membacakan syarat-syarat perjanjian itu di depan umum. Setelah dibacakan, kaumnya pun bergabung ke dalam perjanjian itu dengan suka rela karena telah memahami syarat-syaratnya. Melihat sempitnya waktu yang dipakai untuk menulis perjanjian yang disepakati itu, juga tabiat perjanjian itu sendiri, dapat dipastikan bahwa isi kitab itu tidak lebih daripada kata-kata yang baru saja diucapkan.
Terakhir, telah tetap juga bahwa Musa pernah menjelaskan semua hukum yang dia buat pada tahun empat puluh setelah keluar dari Mesir (lihat Ulangan 1:5)

Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:



kemudian mengikat janji baru dengan kaumnya agar tetap mematuhi hukum-hukum itu (lihat Ulangan 29:14)

Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini,




dan akhirnya menulis sebuah kitab yang memuat hukum-hukum baru yang menjelaskan perjanjian baru itu (lihat Ulangan 31:9)

Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam bani Lewi, yang mengangkut tabut perjanjian TUHAN, dan kepada segala tua-tua Israel.



. Kitab ini dinamai dengan kitab Taurat Allah (Hukum TUHAN). Setelah selang waktu yang cukup panjang, Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu - berarti ini adalah perjanjian ketiga- kemudian menuliskan semuanya itu dalam Taurat Allah ini (lihat Yosua 24:25­-26)

Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem.

Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN.



. Selanjutnya, karena tidak ada suatu kitab yang memuat perjanjian Musa dan perjanjian Yosua sekaligus, kita harus mengakui bahwa kitab itu telah hilang. Jika tidak, marilah kita mengigau seperti Yonatan, si penafsir dari Kaldea yang menakwilkan ayat-ayat kitab suci menurut hawa nafsunya itu. Saat menemui kesulitan, penerjemah ini lebih memilih untuk mengubah isi kitab suci daripada mengakui kebodohannya. Suatu ketika dia pernah menerjemahkan ayat dari kitab Yosua (Yosua 24:26) yang berarti: "Yosua menuliskan perkataan ini dalam kitab Taurat Allah." dengan, "Yosua menuliskan perkataan ini dan menyimpannya bersamaan dengan kitab Taurat Allah." Apa yang bisa kita perbuat terhadap orang-orang yang tidak melihat kecuali yang sesuai dengan hawa nafsu saja? Kami bertanya-tanya, "Bukankah hal ini termasuk pengingkaran terhadap kitab itu sendiri dan sekaligus mengarang kitab baru?" Terlepas dari itu semua, kita bisa menyimpulkan bahwa kitab Taurat Allah yang ditulis oleh Musa itu tidak termasuk dalam lima kitab, tetapi sebuah kitab yang berbeda sama sekali. Oleh penulis lima kitab disisipkan ke dalamnya pada tempat yang menurutnya tepat. Hal itu tampak jelas dari keterangan terdahulu dan yang tersebut kemudian. Kami ingin mengatakan bahwa pada waktu ayat dari kitab Ulangan yang tersebut di atas memberitahukan kepada kita bahwa Musa menulis kitab Taurat, si penulis menambahkan bahwa Musa memberikannya kepada imam-imam lalu meminta mereka untuk membacanya di depan umum pada waktu-waktu tertentu. Ini berarti bahwa kitab Taurat Allah itu jauh lebih kecil daripada lima kitab. Bisa habis dibaca pada satu pertemuan umum dan bisa diapahami oleh semua orang.
Setelah itu semua, kita tidak lupa untuk mengatakan bahwa secara agama Musa hanya memerintahkan untuk menyimpan satu kitab saja, yaitu kitab Perjanjian Kedua dan nyanyian yang dia tulis setelah itu untuk mengajari seluruh anggota umat.


Ulangan 31:19: Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini rnenjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.




Adapun perjanjin pertama, para hadirin sajalah yang harus mematuhinya. Berbeda dengan perjanjian kedua yang harus dipatuhi oleh generasi yang datang kemudian (Ulangan 29:14-15).


Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini,

tetapi dengan setiap orang yang ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita, yang berdiri di hadapan HaShem, Tuhan kita, dan juga dengan setiap orang yang tidak ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita.



Oleh karena itu, dia memerintahkan untuk menjaganya. Demikian juga dengan nyanyian yang dikhususkan untuk generasi-generasi mendatang. Selanjutnya, karena tidak ada bukti kuat bahwa Musa pernah menulis selain kitab-kitab ini, juga tidak pernah memerintahkan untuk menyimpan sesuatu untuk generasi mendatang kecuali Taurat kecil dan nyanyian ini, dan sementara itu, dalam kitab yang lima ada banyak teks yang tidak mungkin ditutis oleh Musa, maka tidak akan ada orang yang bisa menyatakan dengan pasti, bahwa Musa adalah penulis kitab yang lima itu. Sebaliknya, akal akan membuktikan kesalahannya.
Sampai di sini barangkali ada orang bertanya kepadaku, "Tidak mungkinkah, selain dua teks itu, Musa menulis hukum-hukum yang diberikan kepadanya pada pewahyuan pertama?" "Apakah selama empat puluh tahun itu, Musa tidak pernah menulis hukum-hukum lain, selain sedikit kata yang terkandung dalam Kitab Perjanjian pertama?" Kami akan menjawab dengan mengatakan, "Meskipun kita menerima bahwa seolah masuk akal jika Musa menulis hukum-hukum di waktu dan tempat yang sama dengan penerimaan wahyu itu, kami tetap menolak karena alasan berikut ini. Di atas telah kita jelaskan bahwa dalam kasus-kasus seperti ini, kita tidak boleh menerima selain yang dibuktikan oleh kitab suci itu sendiri atau yang disimpulkan dari dasar-dasar yang melandasinya. Hanya sejalan dengan akal secara lahir tidak boleh dijadikan dalil. Selain itu, akal juga tidak memaksa kita untuk menerimanya. Hanya sebatas mungkin, bahwa majlis Musa menyerahkan kepada bangsa Israel catatan hukum-hukum yang sebelumnya telah dia tetapkan, lalu dikumpulkan oleh penutur pada masa berikutnya kemudian diselipkan pada tempat yang sesuai dalam biografi Musa." Sampai di sini telah selesai pembahasan kita mengenai kitab-kitab Musa yang lima. Sekarang kita akan meneliti kitab-kitab lain.
Dengan alasan-alasan yang hampir sama kita juga membuktikan bahwa Kitab Yosua tidak ditulis sendiri oleh Yosua, tetapi ditulis oleh orang lain yang menyaksikan bahwa ketenaran Yosua menyebar di seluruh penjuru bumi (Yosua 6:27) ,


Dan Hashem menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.


tidak pernah melupakan sesuatu yang dipesankan oleh Musa (lihat ayat terakhir dari fasal 8 dar ayat 15 dari fasal 9)



Yosua 8:35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak ­anak dan kepada pendatang yang ikut serta.
Yosua 9:15: Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.


dan setelah lanjut usia mengundang semua orang untuk menghadiri pertemuan kemudian mati di sana. Selain itu, kejadian-kejadian yang dituturkan juga berlanjut hingga setelah kematiannya.
Misalnya, diceritakan dengan jelas bahwa orang orang Israel tetap mengagungkan Allah selama orang­orang tua yang pernah bertemu Yosua masih hidup. Sedang dalam dalam fasal 16 ayat 10 disebutkan bahwa mereka (suku Efraim dan Manasye) tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di Gezer. Kemudian tambahnya: Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai hari ini (sekarang), tetapi menjadi budak rodi. Kisah ini juga disebutkan dalam kitab Hakim-Hakim .

Hakim hakim 1:28-30: Setelah orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi orang rodi dan tidak menghalau mereka sama sekali. Suku Efrain pun tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka di Gezer. Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan penduduk Nahalol, sehinga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka, walaupun sebagai orang rodi.




Cara penuturan dengan menggunakan ungkapan sampai hari ini ini menunjukkan bahwa orang yang menulisnya bercerita mengenai sesuatu yang sudah berlalu sangat lama. Selanjutnya, ayat ini juga sangat mirip dengan ayat terakhir dari fasal 15 tentang kisah bani Yehuda

Yosua 15:63: Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dapat dihalau oleh bani Yehuda. Jadi orang Yebus itu masih tetup diam bersama-sarrut dengan bani Yehuda di Yerusalem sampai sekarang.



dan kisah Kaleb.

Kaleb adalah pendiri sebuah marga di kitab Kejadian (Yosua 14:6) yang bergabung ke dalam suku Yehuda (I Tawarekh 2:9,18). Konon dia adalah salah satu dari dua belas orang yang diutus Musa ke Kadesh untuk mencari jalan dari selatan (Bilangan 13:6). Bersama Yosua, dia mendukung untuk memasuki Kanaan dari selatan meski banyak rintangan (Bilangan 12:20).



pada ayat 14 dan setelahnya dar fasal yang sama


Yosua 15:14, 15: Dan Kaleb menghulau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak. Dria sana ia maju menyerang penduduk Debir. Nama Debir itu dahulu. ialah Kiryat-Sefer



Ada kisah lain lagi dalam fasal 22 ayat 10 dan seterusnya


Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.

Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.

Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"

Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.


mengenai dua setengah suku yang mendirikan mezbah di tepi sungai Yordan. Kejadian ini tampaknya juga terjadi setelah kematian Yosua. Nama Yosua tidak pernah disebut sama sekali. Orang-orang Israel sendirilah yang

bermusyawarah mengenai urusan perang, kemudian mengirim para utusan, menunggu jawaban dari pihak musuh dan akhirnya mengeluarkan keputusan.
Selanjutnya, terlihat jelas dalam fasal 10 ayat 14 bahwa kitab ini ditulis berabad-abad setelah kematian Yosua. Fasal itu memberikan kesaksian seperti berikut ini: Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian.
Akhirnya, jika Yosua memang pernah menulis sebuah kitab maka kitab itu adalah kitab yang tersebut dalam kisah itu juga tetapi dalam fasal 10 ayat 13.


Yosua 10:13: Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukanlah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur?...

Adapun kitab Hakim-Hakim, kami kira tidak ada orang normal yang mengira telah ditulis oleh para hakim sendiri. Hal ini karena seluruh penutup kisah, yaitu fasal 21 menyebutkan dengan sangat jelas bahwa satu penutur sajalah yang menulisnya. Dari sisi lain, karena penyusunnya berkali-kali mengatakan bahwa pada zamannya tidak ada satu raja pun dari kalangan Bani Israel, tidak diragukan lagi bahwa kitab ini ditulis sebelum para raja naik takhta.

Hakim-Hakim 21:25: Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri


Mengenai kitab Samuel tidak ada sebuah alasan pun yang membuat kita memperhatikannya terlalu lama. Kisah yang tersebut di dalam kitab ini terus berlanjut lama sekali setelah kematiannya. Namun demikian, kami ingin menjelaskan bahwa kitab ini pasti ditulis berabad-abad setelah Samuel meninggal. Dalam kitab pertama fasal 9 ayat 9, si penutur menyampaikan peringatan dalam anak kalimat berikut ini: Dahulu di antara orang Israel apabila seseorang pergi menanyakan petunjuk Allah, ia berkata begini: "Mari kita pergi kepada pelihat”, sebab nabi yang sekarang ini disebutkan dahulu pelihat.
Adapun, kitab-kitab Raja-Raja, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab ini juga, dinukil dari buku­ buku riwayat Salomo (lihat I Raja-Raja 11:41)



Selebihnya dari riwayat Salomo.: dan segala yang dilakukannya dan hikmatnya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab riwayat Salomo?


, juga dari kitab sejarah raja-raja Yehuda (lihat I Raja-Raja 14:19),

I Raja-Raja 14:29: Selebihnya dari riwayat Rehabeam dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?



, dan kitab sejarah raja-raja Israel (lihat I Raja-Raja 14:29).

Raja-Raja 14:19: Selebihnya dari riwayat Yerobeam, bagaimana ia berperang dan bagaimana ia memerintah, sesunggunya semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel.



Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa semua kitab yang kita bahas hingga kini tidak ditulis oleh orang-orang yang nama mereka dipakai untuk menamakan kitab-kitab itu. Juga bisa menyimpulkan bahwa kisah-kisah yang dikandungnya menuturkan kejadian-kejadian masa lalu.
Sekarang, jika kita melihat urutan dan kandungan semua kitab ini, kita akan tahu dengan mudah bahwa penulisnya adalah satu orang penutur.

Menurut Spinoza satu oranglah, yaitu Ezra (atau Esdras) yang menulis kitab yang enam (Pentatik ditambah dengan kitab Yosua, biasa disebut dengan Heksatik), juga kitab Samuel dan kitab Raja-Raja.

Hanya saja, penutur ini mengambil dari banyak sumber dan tidak sempat menyelaraskannya. Oleh karena itu terlihat kacau dan saling bertentangan



Dia ingin menceritakan sejarah umat Yahudi kuno dari asal mulanya hingga penghancuran kota Yerusalem yang pertama kali. Sebetulnya, urutan ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa kitab-kitab itu ditulis oleh satu orang penutur. Umpamanya, selesai menceritakan kisah Musa, dia langsung berpindah ke kisah Yosua dengan menggunakan kalimat berikut: Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:.... Demikian juga selesai menceritakan kematian Yosua. Saat itu, dia langsung berpindah dengan cara yang sama ke sejarah para hakim, seperti berikut: Sesudah Yosua mati, oranq Israel bertanya kepada TUHAN.... Setelah itu dia melampirkan kitab Rut sebagai pelengkap kitab Hakim-Hakim dengan kalimat berikut ini: Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel Selanjutnya, dengan cara yang sama juga menghubungkan kitab Samuel pertama dengan kitab Rut. Dari kitab pertama ini juga berpindah ke kitab kedua dengan cara yang sama. Jadi, seluruh teks dan urutan kisah-kisah itu menunjukkan bahwa penulisnya adalah satu orang yang mempunyai tujuan tertentu. Memulai dengan kisah kejadian pertama umat Ibrani, kemudian menceritakan kepada kita, secara berurutan dalam momen apa dan kapan, Musa menegakkan hukum hukum dan menyampaikan banyak nubuatnya kepada umat Ibrani. Setelah itu, dia menceritakan kepada kita bagaimana umat Ibrani menguasai tanah yang dijanjikan sebagaimana diramalkan oleh Musa (lihat Ulangan fasal 7),

Ulangan 7:1: "Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, ...



lalu bagaimana mereka meninggalkan syariat setelah menguasai tanah itu (Ulangan 31:16),


Ulangan 31:16: TUHAN berfirman kepada Musa: "Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan rnereka.




petaka-petaka apa saja yang timbul karena ditinggalkannya syariat (lihat fasal yang sama:

Ulangan 31:17: Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala­-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga rnereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malaperaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita?



bagaimana mereka ingin memilih raja raja (Ulangan 17:14),

Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku


bagaimana mereka maju atau mundur sesuai dengan kadar ketaatan dan pembangkangan mereka terhadap syariat (Ulangan 28:33 dan ayat terakhir),

Ulangan 28:33 Suatu bangsa yang tidak kau kenal akan memakan hasil bumimu dan segala hasil jerih payahmu; engkau akan selalu ditindas dan diinjak.
Ulangan 28:68: TUHAN akan membawa engkau kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan melihatnya lagi, dan di sana kamu akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli.


dan terakhir ditutup dengan keruntuhan negara seperti pernah diramalkan oleh Musa. Masalah-masalah lain yang tidak bisa digunakan untuk mendukung syariat, biasanya si penutur akan mengabaikannya sama sekali atau mengalihkan pembaca kepada para penutur lain. Jadi, semua kitab ini mempunyai satu tujuan, yaitu mengajarkan syariat yang didiktekan oleh Musa, kemudian mendukung kebenarannya dengan menuturkan banyak peristiwa.

Selanjutnya, jika kita memperhatikan tiga ciri ini berikut ini, yaitu: kesatuan tujuan dalam semua kitab, cara mempertalikan satu sama lain dan waktu penulisannya yang berabad-abad setelah peristiwa-peristiwa yang dituturkan, kita bisa menarik kesimpulan -seperti telah kita sebutkan tadi- bahwa satu penutur sajalah yang menulisnya. Adapun siapa penutur itu, kami tidak bisa menentukannya secara pasti. Meski begitu, kami menduga bahwa dia itu adalah Ezra. +)

+

Kahin dari keluarga Saduki. Keturunan Harun. Pemimpin bangsa Israel yang kembali dari Babel. Pemah menjadi pegawai pemerintah Pesia. Diberi tugas untuk mengurusi orang Yahudi (Ezra 7:12). Penulis yang sangat teliti dan kuat iman. Pernah menulis catatan tentang sejarah Yahudi yang dituturkan kembali oleh pcnulis kitab Tawarikh setelah dilakukan beberapa perubahan. Ezra menulis catatan itu untuk mengembalikan iman ke dalam diri saudara sebangsanya.
Pada tahun 398 setelah meminta izin dari raja Persia pergi ke Yerusalem bersama ribuan orang. Oleh raja dia diberi wewenang penuh untuk menerapkan syariat Musa sebagai undang-undang negara (Ezra 7:25, 26). Setelah itu wilayah Yehuda pun bersatu. Di Yerusalem dia menetapkan dua undang-undang: Pertama. membaca syariat (Nehemia 8:1-12). Kedua, melarang kawin campur (Ezra fasal 9).



Dugaan kami ini berdasar pada alasan-alasan yang cukup masuk akal. Hal itu, karena si penutur memaparkan seluruh kisahnya (tadi sudah kita jelaskan bahwa seluruh kitab yang kita bahas hingga kini adalah satu kisah) hinggga pembebasan Yoyakhin.

Raja-Raja 25:27 Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda dibuang, dalam bulan yang kedubelas, pada tanggal dua puluh tujuh bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan rnelepaskanya dari penjara.


kemudian menambahkan bahwa setelah itu, dia terus duduk di meja makan raja selama hidupnya.

"... ia boleh mengganti pakaian penjaranya dan boleh selalu makan roti di hadapan raja selama hidupnya. Dan tentang belanjanya, raja selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya. (II Raja-Raja 15: 29, 30).



Dengan demikian, dia tidak mungkin hidup sebelum Ezra. Sementara itu, kitab suci tidak menyebutkan seseorang yang berjaya pada masa itu kecuali Ezra (Ezra 7:10).

Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan antara orang Israel.



Dengan tekun dan penuh semangat dia mempelajari hukum Allah lalu menyampaikannya. Dia juga seorang penulis yang betul-betul menguasai syariat Musa. Dari sini kita tidak mendapatkan seseorang yang bisa diduga telah menulis kitab-kitab itu kecuali Ezra. Dari sisi lain, kitab Ezra memberikan kesaksian bahwa Ezra tidak hanya tekun dan semangat dalam mempelajari syariat Allah saja, tetapi juga tekun menyampaikannya.

Ezra ini berangkat pulang dari Babel. la adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang dberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.




Kemudian, Nehemia (8:8) juga menyebutkan: "Mereka membaca bagian-bagian dari kitab Taurat Allah dengan jelas, dengan diberi keterangan­ keterangan, sehingga mereka mengerti bacaan itu." Perlu diingat bahwa kitab Ulangan tidak hanya memuat Taurat Allah saja, meskipun Taurat menempati bagian terbesar dari kitab itu. Sebaliknya juga memuat banyak penjelasan yang disisipkan ke dalamnya. Oleh karena itu, kami menduga bahwa kitab Ulangan inilah Taurat Allah yang ditulis oleh Ezra kemudian dia tambahi dengan pemaparan dan penjelasan yang dibaca oleh orang-orang yang diceritakan oleh Nehemia itu. Demikianlah, kita telah menjelaskan dengan dua contoh bahwa di sana ada banyak penjelasan yang dimasukkan di sela-sela kitab Ulangan. Bisa disebutkan contoh lain, misalnya seperti yang tersebut dalam fasal 2 ayat 12: "Dan dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memunahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di sana menggantikan mereka, seperti yang dilakukan orang Israel dengan negeri miliknya yang diberikan TUHAN kepada mereka." Ayat ini adalah penjelasan dari ayat 3 dan 4 dalam fasal yang sama.

Ulangan 2:3,4: Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara. Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir, mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali.

Seperti kita lihat, ayat itu menjelaskan bahwa bani Esau itu bukan orang pertama yang menduduki gunung Seir yang kemudian menjadi milik mereka. Sebaliknya, daerah itu mereka rebut dari penduduknya yang pertama, yaitu orang Hori. Mereka mengusir dan menghancurkan orang Hori seperti orang Israel yang mengusir dan menghancurkan orang Kanaan setelah Musa wafat. Demikian juga dengan ayat 6, 7, 8 dan 9 dari fasal 10

Ulangan 10:6-9: Maka orang Israel berangkat dari Beerot Bene-Yaakan ke Mosera: di sanalah Harun mati dan dikuburkan: lalu Eleazur, anaknya, menjadi imam menggantikan dia. Dari sana mereka berangkat ke Gudgod, dan dari Gudgod ke Yotbata, suatu daerah yang banyak sungainya. Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang. Sebab itu suku Lewi tiduk mempunyai bagian milik pusaka bersama­-sama dengan saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, Allahmu



yang telah disisipkan ke dalam kitab Taurat Musa. Demikianlah, setiap orang harus mengetahui bahwa ayat 8 yang dimulai dengan ungkapan: "Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi" itu kaitannya adalah dengan ayat 5,
Ulangan 10:5 Lalu aku turun kembali dari atas gunung, dan aku meletakkan loh-loh itu ke dalam tabut yang telah kubuat: dan di situlah tempatnya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku.
bukan dengan kematian Harun. Alasan satu-satunya yang membuat Ezra menceritakan kematian ini adalah kata-kata Musa dalam kisah sapi emas yang disembah oleh bani Israel (lihat 9:20)
Ulangan 9:20 Juga kepada Harun TUHAN begitu murka, hingga Ia mau membinasakannya; maka pada waktu itu aku berdoa untuk Harun juga.
bahwa dirinya berdoa kepada Allah untuk Harun. Setelah itu, Ezra menjelaskan bahwa Allah memilih suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan pada waktu Musa berbicara tentang hal ini, agar jelas sebab pemilihan itu dan kenapa mereka tidak mendapatkan bagian harta warisan. Dengan berakhirnya ayat ini, Ezra kembali kepada topik utama dengan menuturkan kata-kata Musa lagi.
Selain tambahan-tambahan ini, masih ada mukadimah kitab dan semua teks yang menceritakan Musa dengan menggunakan kata ganti orang ketiga. Ini semua belum termasuk sejumlah besar tambahan dan perubahan dalam teks yang tidak bisa kita ketahui. Tapi yang jelas, semua tambahan itu dilakukan untuk memudahkan orang ­orang yang hidup pada zaman itu dalam memahami masalah.
Menurut hemat kami, jika kita mempunyai kitab Musa, kita akan mendapatkan perbedaan besar, baik dalam menuturkan perintah-perintah maupun dalam urutan dan pembuktiannya. Kenyataannya, ketika kami membandingkan sepuluh firman yang ada dalam Ulangan dan sepuluh firman yang ada dalam Keluaran

10 Perinah Allah
Ada dua redaksi dari sepuluh firman ini. Yang satu pendek, tersebut dalam kitab Kejadian (20:1-17) dan yang lain panjang, tersebut dalam kitab Ulangan (5:6-21). Kemungkinan besar perpanjangan itu disebabkan oleh penjelasan-penjelasan yang disisipkan kemudian. Adapun naskah aslinya mendekati redaksi berikut ini:

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
Jangan membuat patung!
Jangan bersumpah atas nama Tuhanmu dengan batil!
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat!
Hormati ayah dan ibumu!
Jangan membunuh!
Jangan berzinah!
Jangan mencuri!
Jangan memberikan saksi dusta!
Jangan mengingini isteri, hamba laki-laki, hamba perempuan lembu atau keledai kerabatmu!

Adapun sepuluh firman yang tersebut dalam kitab Keluaran dan Ulangan adalah seperti berikut:

Keluaran 20:3-17

Ulangan 5:7-21
20:3 Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku


5:7 Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.


5:8 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,


5:9 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah­perintah-Ku.


5:10 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu­-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama­Nya dengan sembarangan.


5:11 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama­Nya dengan sembarangan.

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:.
.


5:12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN. Allahmu.

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,


5:13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu: maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu..
.
.


5:14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu: maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hamhamu perempuan berhenti seperti engkau juga.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya..
.


5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung: itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
.
.


5:16 Hormaatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

20:13 Jangan membunuh.


5:17 Jangan membunuh.

20:14 Jangan berzinah.


5:18 Jangan berzinah.

20:15 Jangan mencuri.


5:19 Jangan mencuri.

20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.


5:20 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.
.


5:21 Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.



di mana kisahnya dituturkan secara terus terang, kami mendapatkan banyak perbedaan dari segala sisi. Perintah keempat misalnya disusun dalam struktur kalimat yang sangat berbeda. Bukan ini saja, tetapi redaksinya pun juga jauh lebih panjang. Sebab yang ada di sini juga berbeda sama sekali dengan sebab yang tersebut dalam kitab Keluaran. Oleh karena itu, kami menyangka, seperti telah kami katakan sebelum ini, Ezralah yang melakukan semua perubahan di sana-sini karena ingin menerangkan Taurat Allah kepada orang-orang yang hidup sezaman dengannya. Dengan demikian, kitab ini adalah kitab Taurat Allah seperti dijelaskan dan disampaikan oleh Ezra. Kami bahkan menduga bahwa kitab inilah yang mula-mula dia tulis. Dugaan ini berlandaskan pada prinsip bahwa kitab ini memuat undang-undang yang dibutuhkan oleh bangsa Israe1 dan tidak berkaitan dengan kitab sebelumnya sebagaimana yang terjadi pada kitab-kitab lain. Sebaliknya langsung dibuka dengan menyebutkan: Inilah perkataan perkataan yang diucapkan Musa....
Setelah menyelesaikan kitab ini dan mengajar syariat kepada bangsa Israel, kami kira dia baru mulai menuturkan sejarah umat Ibrani sejak penciptaan alam semesta hingga penghancuran besar terhadap kota Yerusalem. Selanjutnya, kitab Ulangan tersebut dimasukkan ke dalam sejarah itu pada tempatnya.
Bisa jadi juga bahwa alasan penamaan kitab lima dengan kitab Musa karena secara garis besar membahas kehidupannya. Jadi dinamai dengan nama tokoh utama Karena alasan ini juga, kitab keenam dinamai Yosua, kita ketujuh dinamai Hakim-Hakim, kedelapan dinamai Rut kesembilan dan barangkali juga kesepuluh dinamai Samuel kesebelas dan keduabelas dinamai Raja-Raja.



http://muslim-hebrew.blogspot.com/search/label/Baruch%20Spinoza?updated-max=2012-05-18T19:35:00-07:00&max-results=20&start=2&by-date=false

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 6
Posts: 192
Join date: 2011-10-27

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Gerabah on Sat Aug 11, 2012 8:46 am

Kembali Ke Alkitab wrote:

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Ok, silahkan.....




Gerabah
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Total Like dan Thanks: 1
Posts: 83
Join date: 2011-11-22

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Kembali Ke Alkitab on Sat Aug 11, 2012 7:12 pm

Samuel Zwemer, seorang ahli masalah Timur, pada tahun 1905 menunjukkan :

Ada satu hal penting yang diabaikan oleh sebagian besar penulis yang telah menulis mengenai agama yang disiarkan oleh Muhammad mengenai Tuhan. Nama maupun istilah-istilah dengan mudah menyesatkan seorang penulis. Hampir semua penulis tersebut menganggap bahwa Tuhan dalam Alquran mempunyai sifat-sifat dan eksistensi yang sama dengan “Jehovah” atau ciri-ciri keTuhanan yang dinyatakan oleh Alkitab Perjanjian Baru.

Apakah pandangan seperti itu benar ?
Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa Tuhan sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Alkitab dan Tuhan dalam Alquran adalah sama dan satu, hanya namanya saja yang berbeda. Namun seperti yang ditanyakan oleh Zwemer, apakah itu betul ?

Ketika kita bandingkan sifat-sifat Tuhan sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Alkitab dengan sifat-sifat Tuhan dalam Alquran terbukti dengan jelas, menurut catatan sejarah, bahwa keduanya bukan Tuhan yang sama.

Sejak munculnya agama Islam, para ilmuwan Kristen dan Islam telah berselisih pendapat mengenai siapakah Tuhan yang benar.
Tuhan menurut Alkitab tidak dapat dirubah menjadi Allah sesuai pandangan Islam, demikian juga Allah sesuai pandangan Islam tidak dapat dirubah menjadi Tuhan menurut Alkitab.

Latar belakang sejarah mengenai asal usul dan makna kata Arab “Allah”
menunjukkan bahwa Allah bukanlah Tuhan yang menjadi sesembahan orang Yahudi dan orang Kristen. Allah hanyalah suatu berhala dewa bulan bangsa Arab yang dimodifikasi dan ditingkatkan maknanya.
Doktor Samuel Schlorff menyatakan dalam tulisannya mengenai perbedaan mendasar antara Allah dalam Alquran dan Tuhan dalam Alkitab sebagai berikut :

Saya percaya bahwa kunci masalahnya adalah pertanyaan mengenai hakikat Tuhan dan bagaimana Tuhan berhubungan dengan ciptaanNya ; Islam dan Kristen, meskipun mempunyai kesamaan secara formal , sesungguhnya sangat jauh berbeda dalam menelaah pertanyaan tersebut di atas.

Marilah kita kaji beberapa perbedaan histories seperti yang telah dinyatakan antara Tuhan dalam Alkitab dan Allah dalam Alquran. Konflik mengenai hal ini tercatat dalam karya –karya ilmiah selama lebih dari 1000 tahun.

Konflik semacam ini sudah tercatat dalam buku-buku referensi standar yang membahas mengenai hal tersebut. Jadi kami hanya akan membahas secara singkat atas masalah yang terkait saja.

DAPAT DIKENAL VS TIDAK DAPAT DIKENAL

Menurut Alkitab, Tuhan dapat dikenal. Yesus Kristus datang ke dunia ini agar kita boleh mengenal Tuhan (Yohanes 17:: 3). Namun dalam Islam, Allah tidak dapat dikenal. Allah begitu tinggi dan mulia, sehingga tidak ada seorangpun yang pernah secara pribadi mengenalNya. Allah menurut Alquran berada di tempat yang sangat jauh dan sangat abstrak, sehingga tidak ada seorangpun yang pernah secara pribadi mengenalNya.

Sementara menurut Alkitab, manusia dapat datang dan berhubungan secara pribadi dengan Tuhan.

SUATU PRIBADI VS BUKAN SUATU PRIBADI


Tuhan menurut Alkitab dikenal sebagai suatu pribadi yang memiliki kecerdasan , emosi , dan kehendak Hal ini bertolak belakang dengan Allah yang tidak dikenal sebagai suatu pribadi. Keadaan ini menempatkan Allah pada tingkatan yang rendah yaitu setara dengan manusia biasa.

ROHANI VS TIDAK ROHANI

Bagi umat Muslim , pandangan yang menyatakan bahwa Allah itu suatu pribadi atau suatu roh merupakan hujatan karena pandangan semacam ini sama artinya dengan merendahkan Allah maha mulia/tinggi tersebut.
Tetapi konsep bahwa “Tuhan adalah roh” merupakan salah satu landasan dari hakikat Tuhan menurut Alkitab sebagaimana yang diajarkan Yesus Kristus sendiri dalam Yohanes 4 : 24.

MENGIMANI DOKTRIN TRINITAS VS MENGIMANI DOKTRIN
UNITAS


Tuhan menurut Alkitab adalah Tuhan trinitas yaitu Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Trinitas tersebut pengertiannya bukan tiga Tuhan melainkan satu Tuhan yang Esa yang menyatakan diriNya dalam ujud tiga oknum.

TERBATAS VS TIDAK TERBATAS


Tuhan menurut Alkitab dibatasi oleh hakikatNya sendiri yang tidak berubah dan tidak dapat dirubah. Jadi Tuhan tidak dapat melakukan apa saja yang bertentangan dengan hakikatNya sendiri. Dalam Titus 1 : 2, kita diberitahu bahwa , “Tuhan tidak dapat berbohong”. Kita juga diberitahu mengenai hal itu dalam Ibrani 6 : 18. Dalam 2 Timotius 2 : 13 dinyatakan bahwa Tuhan tidak dapat melakukan tindakan yang bertentangan dengan hakikatNya sebagai Tuhan. Namun kalau kita menyimak pada apa yang dikatakan Alquran , kita akan mengetahui bahwa Allah tidak dibatasi oleh apapun. Dia bahkan tidak dibatasi
oleh hakikatNya sendiri. Allah dapat melakukan apa saja, kapanpun Dia mau, di tempat manapun , dimanapun Dia berada dengan tanpa batas.

DAPAT DIPERCAYA (TIDAK BERUBAH) VS TIDAK DAPAT
DIPERCAYA (BERUBAH-UBAH)


Karena Tuhan menurut Alkitab dibatasi oleh hakikat kebenaranNya sendiri dan karena ada hal-hal yang Dia tidak dapat lakukan, Dia sepenuhnya dapat dipercaya dan konsisten. Namun, kalau kita pelajari tindakan-tindakan Allah dalam Alquran, kita temukan bahwa Allah sepenuhnya tidak dapat dipercaya dan senantiasa berubah-ubah atas
kata-kataNya sendiri.

ADA KASIH TUHAN VS TIDAK ADA KASIH TUHAN

Kasih Tuhan merupakan sifat utama dari Tuhan menurut Alkitab seperti yang tertulis dalam Yohanes 3 : 16. Tuhan mempunyai rasa kasih kepada ciptaanNya , terutama manusia. Namun, kalau kita pelajari dalam Alquran, kita tidak menemukan kasih sebagai sifat utama Allah. Allah tidak punya perasaan sebagai pencipta terhadap manusia (ciptaanNya).
Konsep kasih Tuhan merupakan hal yang asing dalam ajaran Islam. Ketiadaan perasaan sebagai pencipta terhadap ciptaanNya ini menempatkan Allah setara dengan manusia biasa – walaupun pernyataan ini benar, namun lagi-lagi umat Muslim menganggap pernyataan tersebut sebagai hujatan terhadap Allah.

AKTIF DALAM SEJARAH VS PASIF DALAM SEJARAH

Allah (dalam Alquran) secara pribadi tidak pernah masuk dalam kehidupan sejarah manusia, Dia hanya bertindak selaku agen sejarah. Dia selalu berhubungan dengan dunia melalui kata-kataNya, nabi-nabi dan malaikatmalaikatNya. Dia tidak secara pribadi turun ke dunia untuk berhubungan dengan manusia . Hal ini sungguh berbeda dengan pandangan Alkitab mengenai inkarnasi dimana Tuhan sendiri masuk dalam sejarah kehidupan manusia dan bertindak langsung menyelamatkan manusia.

ADA SIFAT-SIFAT VS TIDAK ADA SIFAT-SIFAT

Alquran tidak pernah menjelaskan mengenai hakikat dan essensi Allah dalam bentuk positif. Sebanyak 99 sifat-sifat Allah yang dinyatakan dalam Alquran semuanya dalam bentuk negatif, tidak ada satupun yang dalam bentuk positif
(Allah bukan …………; Allah bukan ………….; dst. Tidak pernah Allah
adalah ………………….; atau Allah merupakan …………….. .)
Sementara itu Alkitab menyatakan sifat-sifat Tuhan dalam bentuk positif maupun negatif.

ANUGERAH VS PEKERJAAN

Terakhir , Alkitab berbicara banyak mengenai Anugerah Tuhan dalam
menyediakan keselamatan gratis buat manusia melalui Juruselamat yang
bertindak selaku perantara antara manusia dan Tuhan. (1 Timotius 2 : 5) Sementara itu dalam Alquran tidak terdapat konsep Anugerah Allah. Menurut Alquran tidak ada Juruselamat , juga tidak ada perantara.

Kesimpulannya ,

Setelah mempelajari sifat-sifat Tuhan seperti yang dinyatakan dalam Alkitab dan sifat-sifat Allah seperti yang dinyatakan dalam Alquran
dapat disimpulkan bahwa Tuhan menurut Alkitab tidak sama dengan Allah dalam Alquran.

Kembali Ke Alkitab
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 39
Location: Firdaus
Join date: 2012-07-24

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by frontline defender on Sat Aug 11, 2012 10:50 pm

http://artikel.sabda.org/nama_allah
Nama Allah

Penulis : Herlianto

Akulah Allah Yang Mahakuasa [El Shadday], hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. (Kejadian 17:1b)


Nama El/Elohim/Eloah (dalam dialek Arab = Allah/Ilah), adalah nama pertama Tuhan yang tercatat dalam kitab Kejadian sebelum nama Yahweh diperkenalkan kepada Musa dalam masa Keluaran (Kel.6:1-2). El digunakan sebagai nama diri dan juga sebagai sebutan untuk Tuhan, dan sekalipun Elohim lebih banyak digunakan sebagai sebutan, kadang-kadang digunakan sebagai nama diri Tuhan yang bersifat jamak, Eloah adalah bentuk tunggal dari Elohim

El (baca Eel) atau Il adalah nama Tuhan rumpun Semitik (keturunan Sem), yang dalam jalur Ibrani keturunan Arphaksad disebut El/Elohim/Eloah dan dalam jalur Aram dan Arab disebut dengan dialek Ila/Elah/Eloh/Aloh/Alaha/Ilah/Allah, dll. Bangsa Ibrani melalui jalur keturunan Sem Arphaksad Eber (dari nama ini disebut bangsa Ibrani) Peleg Abraham (melalui Sara) menyebut Il Semitik sebagai El/Elohim/Eloah, sedangkan melalui keturunan Sem Aram lahir bangsa Siria yang menyebutnya Elah/Eloh/Alaha . Bangsa Arab adalah keturunan Aram Yoktan (Anak Eber) Hagar (selir Abraham) Keturah (selir Abraham), menyebutnya dengan dialek mereka sebagai Ilah/Allah.

Tidak dapat disangkal bahwa bangsa Ibrani, Aram, dan Arab masih berpangkal pada El/Alaha/Allah dari Abraham/Ibrahim yang sama, sebagai Tuhan pencipta langit dan bumi yang menciptakan Adam, memanggil Nuh dan kemudian memanggil Abraham/Ibrahim yang disebut sebagai Bapa Orang Beriman (atau Bapa Monotheisme) yang dalam jalur Arab secara turun-temurun oleh kaum Hanif dirayakan sebagai Idul Adha. . Sebagai imbas perceraian bahasa di Babel (Kej.11) dan situasi lingkungan yang berbeda, nama Tuhan yang sama disebut dengan dialek berbeda-beda namun masih dalam rumpun semitik (Tuhan Il/El Semitik berbeda dengan sesembahan lain seperti Brahman, Tao, atau Anatta yang dipopulerkan sebagai Yang Satu dalam inklusifisme).

Namun, sekalipun ketiga agama Semitik Yahudi, Kristen dan Islam menyembah Tuhan El/Allah yang sama, itu tidak berarti bahwa semua pengajaran/aqidah ketiganya sama. Pengajaran/aqidah bisa berbeda karena kepercayaan ketiganya didasarkan tradisi dan kitab suci (yang dianggap masing-masing sebagai wahyu) berbeda mengenai El/Allah yang sama itu.

Pada jalur Ibrani, sebutan El pernah merosot ditujukan kepada berhala Anak Lembu (Kel.32:4/1Raj.12:28/Neh.9:18), namun Musa dan para Nabi meluruskan kembali kepada El Israel (El Elohe Yisrael, Kej.33:20;46:3). Orang-orang Arab yang percaya akan Il/El Semitik/Ibrani dan juga yang menganut Kristen menyebutnya Allah dalam dialeknya. Beberapa petunjuk penggunaan pada pra-Islam dapat dilihat bahwa sejak jauh sebelum masa Kristen sudah ada bagian kitab suci Tenakh dalam bahasa Aram (Sebagian kitab Ezra, Daniel, dan Yeremia ditulis dalam bahasa Aram, a.l. Dan.2:47;5:3 mengandung nama Elah ) dan terjemahan Peshitta (Alkitab bahasa Aram) ditulis pada abad-2. Di sini El ditulis Alaha (dibaca dalam berbagai dialek seperti Elah/Eloh/Aloh/Aloho).

Yesus tidak menggunakan bahasa Ibrani melainkan Yunani dan Aram, dan di atas kayu salib Ia memanggil Bapa dengan nama El/Elo yang adalah bahasa Aram (Mat.27:46;Mrk.15:34). Di kalangan bangsa Arab pengikut Yesus, penggunaan nama Allah sudah terjadi sejak awal kekristenan jauh sebelum masa jahiliah Arab dan kelahiran Islam. Pada Konsili Efesus (431) wilayah suku Arab Harits dipimpin uskup bernama Abd Allah. Inskripsi Zabad (512) diawali Bism al-Ilah (Dengan nama Allah) lengkap dengan tanda salib diikuti nama-nama Kristen, demikian juga Inskripsi Umm al-Jimmal (abad-6) menyebut Allahu ghafran (Allah yang mengampuni). Inskripsi Hurran al-Lajja (568) dan inskripsi lain pra Islam dari lingkungan Kristen menggunakan nama Allah pula.

Pada masa Islam lahir (abad-7), dalam Al-Quran nama Allah diakui oleh Muhammad digunakan bersama baik oleh umat Islam, Yahudi, Nasrani dan Kristen, seperti dalam ayat:

"(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah. Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa." (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40)

Dari kenyataan ini kita tahu bahwa nama Allah bukanlah kata Islam melainkan kata Arab sebab sudah digunakan sejak keturunan Semitik suku Arab yang menyebut El Semitik dalam dialek mereka, dan juga digunakan orang Arab yang beragama Yahudi dan Kristen jauh sebelum kehadiran masa jahiliah dan Islam. Ulil Absar Abdala dalam seminar LAI mengakui bahwa 70% data Al-Quran berasal dari tradisi agama Yahudi dan Kristen, ini berarti Islam menggunakan istilah Allah dari kedua sumber itu dan digabungkan dengan konsep Allah nenek moyang mereka penganut agama Hanif.

Di negara-negara berbahasa Arab, saat ini ada empat Alkitab bahasa Arab dan keempatnya menggunakan nama Allah , dan penggunaan nama Allah bersama-sama oleh umat Islam dan Kristen di negara-negara berbahasa Arab tidak pernah menjadi masalah. Di Kairo kota lama, ada gereja Al-Mu alaqqah dimana dipintunya ditulis kaligrafi Arab yang berbunyi Allah Mahabah (Allah itu kasih), dan dipintu lainnya Ra isu al-Hikmata Makhaafatu Ilah (Permulaan Hikmat Adalah Takut kepada Allah), dan dari situ ada sinagoga Ben Ezra dimana disebut bahwa dahulu di situ Rabbi Moshe Ben Ma imun menulis buku Al-Mishnah dan Dalilat el-Hairin dalam bahasa Ibrani dan Arab dimana El/Elohim diterjemahkan Allah.

Dalam jalur Arab yang percaya ajaran Il/El Semitik ini tidak dapat disangkal bahwa mereka menyebut dalam dialek mereka sendiri sebagai Allah terutama untuk menunjuk Allah dari Adam, Sem (semitik), Yoktan (anak Eber, Ibranik), dan Ibrahim (Abrahamik).

"Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah, sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno ... Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa(tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail . (Glasse, Ensiklopedia Islam, h.50).

Sekalipun pada masa jahiliah pra-Islam dimana banyak berhala asing diimpor dan juga disebut sebagai Ilah/Allah (karena bisa bersifat nama diri/sebutan), sejarah menunjukkan bahwa sudah sejak masa Abraham di kalangan suku Arab ada penganut agama Hanif yang mempercayai Allah Ibrahim (ini dikenang terus menerus melalui tradisi Idul Adha) terutama suku-suku Ibrahimiyah dan Ismaeliyah yang tidak menganut agama Israel maupun Kristen. Iman Ibrahim ini tetap terjaga ditengah kemerosotan agama masa jahiliah dan kemudian diteguhkan kembali oleh Islam.

Agama Islam dibawa ke Indonesia oleh orang Sufi yang berbaur dengan pribumi sejak abad-13, dan baru pada abad-16 agama Kristen masuk. Setelah 4 abad banyak kata Arab terserap ke dalam bahasa Melayu dan kemudian Indonesia (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekarang ada 1495 kata Arab menjadi kosakata bahasa Indonesia termasuk kata Allah). Sejak Kitab Injil pertama dalam bahasa Melayu karya Corneliz van Ruyl (1629) sudah digunakan nama Allah untuk menyebut El PL dan Theos PB. Corneliz tahu bahwa di negara berbahasa Arab nama Allah digunakan baik oleh orang Kristen maupun Islam, dan karena nama Allah sudah diadopsi ke dalam bahasa Melayu dan kemudian Indonesia, maka penggunaan nama itu dalam terjemahan Alkitab justru tepat, karena bukan merupakan terjemahan nama El melainkan hanya dialek yang berbeda dari nama yang sama

.

Robert Morey dalam buku Islamic Invasion, confronting the world s fastest religion (1992) menyebut nama Allah adalah nama dewa bulan bangsa Babil. Bukunya memuat Appendix Moon God dan menyebut bahwa bangsa Arab menyembah dewa bulan ini, sebagai buktinya ditunjukkan gambar bulan sabit diatas kubah mesjid (h.50,51,218). Ia menyebut Alkitab Arab ditulis pada abad-9 dan umat Kristen dipaksa penguasa Islam menulis nama Allah dalam Alkitab Arab (h.64). Sayang, Morey kurang terbuka wawasannya tentang sejarah penggunaan nama Allah sebelum masa Islam di kalangan orang Siria dan Arab, baik yang beragama Yahudi, maupun Kristen, dan juga penggunaannya dikalangan Arab Hanif pra-Islam, dan mungkin karena fobia akan Islam ia mengabaikan fakta bahwa dalam Al-Quran, Muhammad mengaku bahwa nama Allah dipakai bersama dengan umat Yahudi, Nasrani, dan Kristen (QS.22:40), tentu mereka menggunakannya lebih dahulu.

Mengenai moon god yang banyak gambar inskripsinya dalam buku Morey (h.211-218), tidak jelas apa hubungannya dengan nama Allah karena pada masa kemerosotan jahiliah sebelum hadir Islam, di kawasan Arab (kecuali kaum Hanif) memang terjadi adopsi berhala-berhala asing dimana moon god disembah sebagai hubal. Bukan hanya dewa bulan hubal tetapi pada masa jahiliah berhala lain juga disebut Allah, seperti dewa air, dewa kesuburan, Al-Atta, Al-Uzza, dll. Menuduh bulan sabit sebagai bukti penyembahan dewa bulan jelas keliru, sebab lambang itu baru muncul di Turki pada abad-15 ol602penguasa Otoman yang mengadopsinya dari Byzantium, karena disana bulan sabit merupakan tanda kemenangan karena kemunculannya yang tiba-tiba menyelamatkan Byzantium dari serangan mendadak musuh di malam gelap. Bagi Islam, bulan sabit (hilal) adalah petunjuk ritme waktu. Muhammad mengatakan:

Wahai bulan sabit yang indah dan bulan sabit petunjuk, keyakinanku teguh kepada Dia yang telah menciptakanmu. (Glasse, Ensiklopedia Islam, h.64).

Dari para pemuja nama Yahweh juga sering diajukan kutipan yang menyebut bahwa nama Allah adalah nama berhala bulan/air. Kita perlu mengajak mereka agar membaca dengan benar kutipan tersebut, sebab mereka mencomot kutipan itu dari konteks ceritanya. Bila kita mempelajari konteks bacaan sekitar kutipan tersebut kita akan mengetahui bahwa penulis menyebut bahwa pada masa jahiliah nama Allah merosot ditujukan kepada berhala yang diimpor dari negeri sekeliling, namun dalam konteksnya jelas pula bahwa kemudian Islam mengembalikan kemerosotan itu kembali kepada agama hanif yang tetap mempertahankan iman agama Ibrahim. Tidak ada ayat dalam Al-Quran yang menyebut nama Allah asalnya nama berhala bulan, air atau lainnya.

Mengkait-kaitkan berhala moon god Babel kuno dengan nama Allah, sama halnya dengan kalau mengkaitkan berhala anak lembu yang banyak dijumpai dalam inskripsi peninggalan Babel, Kanaan, dan Mesir kuno dengan nama Elohim dan Yahweh (Kel.32:4/1Raj.12:28/Neh.9:18).

Para pemuja nama Yahweh mengidap Yudaisme mania dan Islam fobia dan menuduh bahwa nama Allah adalah nama berhala bulan dan baik umat Islam maupun Kristen disebut menghujat Tuhan bila menyebut nama Allah. Beberapa hal sebaiknya direnungkan oleh mereka:

  • Di negara-negara berbahasa Arab penggunaan nama Allah selama 15 abad untuk menyebut Tuhan Semitik secara bersama tidak pernah menjadi masalah, dan selama empat abad penggunaan bersama nama itu di Indonesia juga tidak menimbulkan masalah. Adanya fanatisme penggunaan nama Allah di kalangan Islam tertentu dan fanatisme nama Yahweh (yang anti Allah) di kalangan Kristen-Yudaik baru terjadi belakangan ini yang isu-nya justru dikobarkan oleh para pemuja nama Yahweh itu;


  • Orang Arab beragama Yahudi dan Kristen sudah lebih dari 20 abad menyebut El sebagai Allah dalam dialek mereka, selama 4 abad umat Kristen di Indonesia sudah menggunakan nama Allah pula, penerjemahan nama El dan Yahweh sudah terjadi sejak zaman Ezra. Tenakh diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani (Septuaginta) dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani (Koine), maka adalah sifat bidat (yang sempit) kalau beranggapan bahwa jutaan orang Arab Kristen selama dua milenium dan puluhan juta umat Kristen Indonesia selama empat abad tidak selamat karena mereka menyebut nama Allah ;


  • Dengan menuduh orang Islam dan Kristen yang menggunakan nama Allah sebagai menghujat , bukankah fakta sejarah telah menunjukkan bahwa label tuduhan itu justru seharusnya tertuju pada mereka sendiri karena menganggap Allah sebagai dewa bulan? Menyebut nama Allah dialek Arab sebagai dewa bulan merupakan fitnah karena didasarkan sentimen Yudaisme dan kekurang-tahuan, dan kutipan sepotong yang dicomot di luar konteks. Dapat dimaklumi kalau hal itu mendatangkan amarah kalangan Islam;


  • Dengan menekankan semangat ke akar Yahudi, tidakkah mereka sadar bahwa mereka telah terpedaya mengemban misi Yudaisme yang sarat semangat anti Arab, Islam dan Kristen? (Umumnya pemuja nama Yahweh menganut faham Modalisme). Semangat mana meresahkan umat beragama dan memicu kekurang-rukunan beragama di Indonesia;


  • Perlu direnungkan roh apa yang berada di dalam diri para pemuja nama Yahweh yang anti nama Allah itu, mengingat bahwa di satu sisi mereka sangat menekankan kekudusan nama Yahweh namun di sisi lain mereka begitu saja membajak karya terjemahan LAI (yang dikritiknya) dan memaksa mengganti nama-nama di dalamnya menjadi nama Ibrani. Bila umat Kristen mengemban misi memberitakan kabar sukacita Injil Kristus yang mendamaikan manusia dengan Allah Bapa, para pemuja nama Yahweh itu menaburkan fanatisme nama Yahweh dan menjalankan misi Yudaisme yang bersifat adu domba.



Akhirnya, umat Kristen perlu mendoakan para pemuja nama Yahweh itu agar mereka mau belajar dan mengerti kebenaran sejarah, dan tidak terjebak fanatisme sempit karena kekurang tahuan, dan agar Roh Kudus sendiri menerangi dan menaungi mereka dengan kebenaran Allah.
tampaknya anda perlu rembugan dulu, dengan saudara seiman anda! ehmm

frontline defender
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 59
Posts: 3136
Humor: TUHAN Murka terhadap Orang yang Berniat Baik, kemudian Membunuhnya (2 Samuel 6:6-7)
Join date: 2011-11-17

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Kembali Ke Alkitab on Sun Aug 12, 2012 4:51 pm

tampaknya anda perlu rembugan dulu, dengan saudara seiman anda!

Dan tampaknya tidak perlu rembugan. Karena jelas dalam organisasi gereja (ini tidak merujuk pada Gereja yang Am) jelas ada gandum dan lalang juga ada domba dan kambing.

Domba/gandum inilah simbol orang-orang pilihan ALLAH yang berfirman dalam Alkitab.

Ibr 8 :

8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,

9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.

10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Umat Pilihan ALLAH akan mengenal TUHAN, kata mengenal dari kata aslinya bermakna "melihat, tahu, mengetahui, mengenal, mengerti"

KONTRADIKSI YANG MUNCUL/KESALAHANAN ALQURAN:

1) BERAPA HARIKAH KARYA PENCIPATAAN TERLAKSANA

Bila
anda menjumlah semua hari yang disebutkan dalam QS 41:9,10,12 anda akan
mendapatkan 8 hari yang diperlukan Tuhan unruk melakukam karya
penciptaanNya(4 hari + 2 hari + 2 hari = 8 hari). Tetapi menurut Alkitab
( Kejadian 1 : 31 ) hanya 6 hari yang diperlukan Tuhan untuk
menciptakan Alam semesta. Kesimpulannya Alquran sudah bertentangan
dengan Alkitab sejak dimulai BAB I dari alkitab

2) KISAH /SEJARAH NABI NUH, AIR BAH DAN ANAK – ANAK NABI NUH

Menurut
Alkitab ketiga anak Nabi Nuh semuanya masuk ke Bahtera bersama Nabi Nuh
dan mereka semua diselamatkan dari air bah (Kejadian 7:1.7,13)

Namun
dalam Alquran 11:32-48 menyatakan bahwa salah satu anak Nabi Nuh
menolak masuk bahtera dan akhirnya tenggelam dalam air bah. Sementara QS
21:76.77 mengisyaratkan Nabi Nuh beserta seluruh keluarganya selamat
semua.

QS 11:44 menyatakan Bahtera Nabi Nuh bersandar di atas
Gunung Judi, sementara Alkitab mengatakan di atas Gunung Ararat. Dalam
hal ini sungguh sangat jelas perbedaan antara Alkitab dan Alquran.

3) KESALAHAN QURAN TENTANG ABRAHAM

a.
Quran menyatakan bahwa nama ayah Abraham adalah Azar (QS 6:7) tetapi
Alkitab mengatakan namanya Terah (Tetap tercatat turun temurun dari
anak-anak Abraham yaitu kaum Yahudi dan nabi-nabiYahudi. Dan baru
setelah lewat 2500 tahun kemudian, tiba-tiba ada orang lain yang Non
Yahudi yang memberI nama berbeda, bukan mau mengkorupsi karena salah
wahyunya atau tidak paham saja)

b. Abraham tidak tinggal dan
menyembah Tuhan di lembah Mekkah (QS 14:37). Tetapi di Hebron sesuai
Alkitab (Setting Palestina tiba tiba digiring menjadi setting Arab)

c.
Menurut Alkitab, anak Abraham yang bernama Iskak yang akan dikorbankan,
bukan Ismail seperti yang dianggap dinyatakan Quran (QS 37: 100-12).
(Tidak ada nama Ismail disebut disini, kecuali disebut “seorang anak”
Dan orang muslim haruslah amat heran kenapa Quran ragu menyebutkan
sesuatu yang harus dikoreksinya dengan lantang?. Para pakar sangat logis
menduga Muhammad takut ditertawakan oleh Yahudi/Nasrani yang tahu
persis siapa anak tersebut.

d. Abraham mempunyai 8 anak, bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalan Quran (seperti yang “ diketahui” oleh Muhammad)

e. Abraham mempunyai 3 orang istri dan bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalam Quran

f.
Abraham tidak membangun Kabah walaupun Quran menyatakan demikian (QS 2 :
125-127) (Setting Palestina tiba-tiba menjadi setting Arab)

g.
Abraham tidak dilemparkan ke dalam api oleh Nimrod sebagaimana yang
dinyatakan dalam quran (QS 21:68,69 dan 9:69). Kesalahan ini sangat
mencolok seriusnya karena menimbulkan masalah secara kasat mata dalam
Quran. Sebab Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham. Bagaimana
mungkin Nimrod mendalangi pelemparan Abraham ke dalam api, karena waktu
Abraham hidup Nimrod sudah mati beberapa abad sebelumnya.

4) KESALAHAN MENGENAI YUSUF


Quran
membuat kesalahan ketika menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf ,
anak Yakup adalah bernama Aziz (QS 12 : 21 ff) padaham pembeli Yusuf
adalah Potifar (Kejadian 37:36). Nama Potifar melegenda turun temurun
sejak taurat Musa. Sejarah mana yang pernah memperkenalkan nama Aziz?.
Nabi mana yang pernah menyebut nama tersebut, kecuali seorang nabi dari
Arab yang datang sangat terlambat untuk “mengkoreksinya”

5) CIRI CIRI ALKITABIAH


Quran
juga membuat kesalahan yang sama ketika ia menamai Goliat sebagai
Jalut, Korah sebagai Karun, Saul sebagai Talut, Enoch sebagai Idris,
Yehezkiel sebahai Dhu’l-Khifl, Yohanes pembaptis sebagi Yahya, Yesus
sebagai Isa. Ilmuan Besar bidang kajian Arab Canon Edward Sell
berkomentar “ Muhammad pasti tidak memperoleh pengetahuan nama-nama
tersebut dari sumber aslinya yaitu Kitab Perjanjian Lama. Kerancuan
nama-nama tersebut sungguh sangat kentara. Dan sehingga Muhammad sering
mendapatkan nama-nama, peristiwa-peristiwa dan kronologi yang serba
salah.


6) KESALAHAN MENGENAI MUSA


a. Orang yang
mengapdosi Musa bukanlah istri Firaun seperti yang dinyatakan QS 28:8,9.
Orang yang mengapdosi Musa adalah putrid Firaun (Keluaran 2:5). Siapa
yang salah disini? Musa atau Muhammad?. Musa adalah nabi terbesar Yahudi
sebagai penutur/penulis riwayatnya sendiri, akankah mencatat salah, dan
diikuti salah oleh seluruh nabi –nabi lain dan umat Israel?.

b.
Air bah Nuh tidak berlangsung pada jaman Musa sebagai yang dinyatakan QS
7: 136,137,138 bandingkan QS 7:59ff). Kesalahan ini tidak mudh
disingkirkan

c. Quran menyatakan bahwa Haman hidup di Mesir pada
jaman Musa dan dia bekerja untuk Firaun menbangun menara Babel (QS
27:4-6, QS 28:38,QS 29:39, QS 40: 23,24,36,37). Tetapi sesungguhnya
Haman hidup di Persia melayani Raja Ahasyweros (Kitab Ester 8). Rupanya
Muhammad mengira Ahasyweros ini salah satu Firaun di Mesir.Kesalahan ini
sangat serius karena tidak saja bertentangan dengan Alkitab tetapi juga
dengan sejarah sekuler.

d. Penyaliban tidak digunakan di Mesir pada jaman Firaun, walaupun Quran menyatkan demikian dalam QS 7:124


7) KESALAHAN MENGENAI MARIA


a. Ayah maria bukan Imran (QS 66:12)

b.
Maria tidak melahirkan Yesus di bawah pohon palem sendirian (QS
19:22-25), tetapi disebuah kandang ditemani Yusuf (Lukas 2 : 1-20)

c.
Muhammad mengalami kebingungan membedakan ibu Yesus, maria dengan
saudara perempuan Musa dan Harun, Miryam (QS 19:28). Hal ini merupakan
kesalahan serius karena menunjukkan Muhammad tidak mempunyai pemahaman
mengenai perbedaan periodic untuk tokoh-tokoh yang tertulis dalam
Alkitab.

d. Muhammad dengan jelas mengarang-ngarang serita dan mujizat bohong-bohongan yang terjadi bagi maria (QS 19:23-26)

e.
Zakharia tidak dapat berbicara terus menerus sampai anaknya lahir
(Lukas 1:20) Zakharia bisu selama selama kehamilan Yohanes, bukan bisu
selama 3 malam sepeti yang dinyatakan QS 19:10

Sederhana saja jika Tuhan yang berfirman di ALKITAB dan Quran adalah Oknum Tuhan yang sama, maka pasti wahyunya akan sama, singkron, tidak kontradiksi dan tidak bertentangan.

Maka dapat di simpulkan :
1. Tuhan yang berfirman di Alkitab dan Al-Quran adalah beda Oknum Tuhan.

2. Oknum berwahyu dalam Quran adalah bukan Tuhan Sejati karena wahyunya berbeda dengan wahyu-wahyu Tuhan sebelumnya, tetapi oknum yang berwahyu di Quran adalah Tuhan Palsu. Kenapa palsu, karena palsu datang (ada) setelah adanya yang asli.




Kembali Ke Alkitab
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 39
Location: Firdaus
Join date: 2012-07-24

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by mencari petunjuk on Sun Aug 12, 2012 7:44 pm


mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 6
Posts: 192
Join date: 2011-10-27

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by mencari petunjuk on Sun Aug 12, 2012 7:47 pm



The Torah maintains that the righteous Gentiles of all nations (those observing the Seven Laws of Noah, listed below) have a place in the World to Come. But not all religious Gentiles earn eternal life by virtue of observing their religion:

While it is recognized that Moslems worship the same God that we do (though calling him Allah, He is the same God of Israel), even those who follow the tenets of their religion cannot be considered righteous in the eyes of God, because they do not accept that the Written Torah in the hands of the Jews today is the original Torah handed down by God and they do not accept the Seven Laws of Noah as binding on them.
While the Christians do generally accept the Hebrew Bible as truly from God, many of them (those who accept the so-called divinity of Jesus) are idolaters according to the Torah, punishable by death, and certainly will not enjoy the World to Come. But it is not just being a member of a denomination in which the majority are believers in the Trinity that is idolatry, but personal idolatrous practice, whatever the individual's affiliation.

http://www.mechon-mamre.org/jewfaq/gentiles.htm

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 6
Posts: 192
Join date: 2011-10-27

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by mencari petunjuk on Sun Aug 12, 2012 8:06 pm

Umat Kristen tempatnya di neraka direbus tinja panas
http://www.cephas-library.com/israel/israel_the_talmud_against_jesus.html
Christians in hell (in the above passage) are punished by "boiling hot excrement" which is the punishment for all who mock "at the words of the sages" (i.e. the Talmud).

Umat Kristen berperingkat tidak hanya sebagai binatang, seperti sisa umat manusia non-Talmud, tapi hampir sama seperti kutu (Bang**t mungkin lbh tepat), harus diberantas.


http://www.cephas-library.com/israel/israel_the_talmud_against_jesus.html
The ultimate object of hatred in Talmudic Judaism is Christ, and the targets of Talmudic hatred are not just Gentile non-Jews, "the people who are like an ass slaves who are considered the property of the master" (Talmud, Kethuboth 111a). Of these non-Jews, the Christians are most insanely hated and loathed because their doctrines are the opposite of every Talmudic doctrine. They rank not just as animals, like the rest of non-Talmudic humanity, but almost as vermin, to be eradicated. Language in the Talmud is virtually exhausted to find foul and hated names for Christians.

http://www.laskarislam.com/t2355-benarkah-yahudi-adalah-kawan-sejati-umat-kristen

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 6
Posts: 192
Join date: 2011-10-27

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Gerabah on Mon Aug 13, 2012 3:09 am

Gerabah wrote:
Kembali Ke Alkitab wrote:

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Dan selanjutnya biar enak diskusinya. Ok, silahkan.....

TERNYATA ANDA HANYA PUNYA MODAL COPAS DOANG, BUKTINYA ANDA NGGAK BISA NJAWAB PERTANYAAN SAYA !!

sholat yuk

Gerabah
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Total Like dan Thanks: 1
Posts: 83
Join date: 2011-11-22

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by mencari petunjuk on Mon Aug 13, 2012 3:37 am

Nama-Nama Allah di dalam bahasa Ibrani,bagaimana kah kita bisa mengetahui akan nama tersebut?

kita akan ambil dari literatur paling populer di kalangan Rabinical,Yaitu Misnah Torah::

ב. ושבעה שמות הם השם הנכתב יו"ד ה"א וא"ו ה"א והוא השם המפורש או הנכתב אדני ואל אלוה ואלהים ואלהי ושדי וצבאות כל המוחק אפילו אות אחת משבעה אלו לוקה:

http://www.chabad.org/library/article_cdo/aid/6761/jewish/Perek-6.htm

Halacha 2

Ada tujuh nama [untuk Allah]:

a) Nama yang ditulis Yud-Hei-VAV-Hei. Hal ini [disebut sebagai Allah] nama eksplisit dan [juga] ditulis Alef-Daled-Nun-Yud.

b) [Nama] El;

c) [Nama] Elo'ah;

d) [Nama] Elohim;

e) [Nama] Elohai;

f) [Nama] Shaddai;

g) [Nama] Tz'vaot;

Siapapun menghapus bahkan satu huruf dari [salah] ini tujuh nama adalah [jawab atas] cambukan.

Misnah Torah,sefer madda,yesodey hatorah:6:2

di dalam pengenalan,pembelajaran supaya kita tahu apa makna dari nama-nama tujuh itu,di dalam Islam,kita mengetahui bahwa ALLAH memiliki 99 Nama ASMAUL HUSNA (Nama Yang Baik),Nama yang semuanya bersifat Nama sandang atau gelar sang pemilik mari kita kenal terlebih dahulu.......

اللَّـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنَىٰ طه:٨

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),﴾ Thaahaa:8 ﴿

mari pertama kita kenal adalah

1.YHWH יהוה يهوه


YHWH merupakan NamaNya yang dikenalkan kepada Bangsa Israel,Nama Ini bermakna "Dia Adalah"

sedangkan asal kata YHWH itu adalah EHYEH.

mari kita simak di dalam sefer shemot:3:13-15

dalam Bahasa Ibrani

יג וַיֹּאמֶר מֹשֶׁה אֶל-הָאֱלֹהִים, הִנֵּה אָנֹכִי בָא אֶל-בְּנֵי יִשְׂרָאֵל, וְאָמַרְתִּי לָהֶם, אֱלֹהֵי אֲבוֹתֵיכֶם שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם; וְאָמְרוּ-לִי מַה-שְּׁמוֹ, מָה אֹמַר אֲלֵהֶם.

vayomer mosheh el-haElohim,hinneh anochi va el-beney yishrael ,ve'amarti lahem Elohey Avoteychem shelachani aleychem : veamru-li MAH SHEMO?,Mah amar aleyhem

Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Tuhan nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"

יד וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל-מֹשֶׁה, אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה; וַיֹּאמֶר, כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל, אֶהְיֶה, שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם.
vayomer Elohim el mosheh, EHYEH ASHER EHYEH vayomer koh tomar li beney yishrael EHYEH shelachani aleychem

Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

טו וַיֹּאמֶר עוֹד אֱלֹהִים אֶל-מֹשֶׁה, כֹּה-תֹאמַר אֶל-בְּנֵי יִשְׂרָאֵל, יְהוָה אֱלֹהֵי אֲבֹתֵיכֶם אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אֱלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב, שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם; זֶה-שְּׁמִי לְעֹלָם, וְזֶה זִכְרִי לְדֹר דֹּר.

vayomer 'od Elohim el-moseh, koh-tomar el-beney yishrael ,YHWH Elohey Avoteychem elohey avraham elohey yitzchaq veelohey ya'aqov shelachani aleychem zeh shemo l'olam vzeh zichri ledordor

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YHWH, Allah nenek moyangmu, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak dan Tuhan Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
(shemot:3:13-15)

maka dari situ,kita tahu di ayat kelima belas bahwa namaNya YHWH akan jadi Nama yang turun temurun,terus ada pertanyaan.
di dalam Tradisi syariat Yahudi,Nama ini terlalu sakral dan pelafalannya hilang,maka untuk menganti atau untuk memanggil NamaNya ini di ganti

אדוני dibaca ADONAI bermakna ''Tuanku"
השם dibaca HaShem bermakna "Sang Nama"
dan kadangkala ada juga yang mengucapkan sebagai peganti

13.Meskipun larangan pengucapan berlaku hanya untuk Nama empat huruf, Yahudi lazim tidak mengucapkan salah satu dari banyak Nama Allah kecuali dalam doa atau studi. Praktek Ortodoks biasa adalah untuk menggantikan huruf atau suku kata, sehingga Adonai menjadi Ha-Shem atau Adoshem dan Eloheynu dan Elohim menjadi Elokeynu dan Elokim, dll Praktek ini sangat perlu dalam konteks belajar Taurat, dan ini terutama ofensif ketika seluruh ayat-ayat yang dibaca dari Alkitab dengan substititutes jelek untuk nama Tuhan.
(sefer h-emunah yehudim,shem-el:13)

- אדושם dibaca Adoshem bermakna Tuan Sang Nama
- אלוקינו dibaca Eloqeinu sebagai peganti pengucapan dari אלהינו Eloheynu = Tuhan Kita/sesembahan kita
- אלקים dibaca Eloqim sebegai pengganti pengucapan dari אלהים Elohim= Allah


ada pertanyaan dari rekan kristiani,apakah Islam juga menyebut namaNya seperti YHWH??

jawab:

eksistensi YHWH di dalam sejarah Bnei Yishmael tidak lepas dari pengajaran Bapa Kita Ibrahim (AS),Nama YHWH di dalam literatur Yishmael di baca يهوه Nama ini pun juga tidak ditemukan pelafalannya,maka bisa kita lihat di dalam Tanakh Arabic kata ganti dari Nama diatas adalah

shema di dalam bahasa arab

«اسْمَعْ يا إسْرائِيلَ، يهوه هُوَ إلَهُنا، يهوه وَحْدُهُ

versi ERV-AR

http://www.biblegateway.com/passage/?search=%EF%BA%8D%EF%BB%9F%EF%BA%98%EF%BA%9C%EF%BB%A8%EF%BB%B4%EF%BA%94+6&version=ERV-ARapakah kata ganti dari ayat diatas???

4 اسْمَعُوا يَابَنِي إِسْرَائِيلَ: الرَّبُّ إِلَهُنَا رَبٌّ وَاحِدٌ،

http://www.biblegateway.com/passage/?search=%EF%BA%8D%EF%BB%9F%EF%BA%98%EF%BA%9C%EF%BB%A8%EF%BB%B4%EF%BA%94+6&version=ALAB

dari sini kita tahu,padanan kata

AR RABB
الرَّبُّ


Adalah

Adonaiאדוני

karna AR RABB tidak berarti Tuan,jika ADONAI pun masih bisa di sandang oleh manusia ,beda dengan Ar Rabb
Rabb dalam bahasa Arab adalah raja, penguasa, pemilik yang dalam konteks Islam merujuk kepada Allah. Di dalam Al-Qur'an, Rabb adalah nama yang umum untuk Tuhan. Kata "Rabb" atau "Rabbi" atau "Robbuna" hanya dinisbahkan / dikaitkan kepada Allah sedangkan untuk sesuatu selain Allah, mesti disambungkan dengan kata lain.

1:2 "Segala Puji milik Allah, Rabb seluruh semesta alam."

114:1 "Katakanlah, aku berlindung kepada Rabb manusia."

"Alhamdu lillahi rabbil ‘alamiin" (segala puji milik Allah, Rabb seluruh semesta alam), rabb di sana diterjemahkan sebagai Pengatur, Pemelihara dan Penguasa, tapi secara tata bahasa, arti rabb adalah pengatur. Sesuatu dikatakan pengatur kalau memiliki aturan (seperti penulis dengan tulisannya, pengarang dengan karangannya). Kepengaturan Allah di alam semesta selanjutnya diistilahkan sebagai Rubbubiyah

Hampir seluruh doa yang di dalam Al-Qur'an dimulai dengan Rabb, Robbi, Robbana, Robbuna, disini apabila kita tilik dengan teliti dengan menggunakan pemahaman yang mendalam ternyata ada terdapat rahasia-nya rahasia, rahasia di atas rahasia.

dari sini sudah terungkap Rahasia,karna di dalam Al Qur'an sendiri menyatakan Bahwa ALLAH itu memang Nama akan Tetapi Nama DiriNya atau Ismul Nafsahu....
di dalam al qur'an tidak ada satu ayat pun menyatakan bahwa Allah adalah Nama,tapi Allah adalah WUJUD atau DzatNya

إِنَّنِىٓ أَنَا اللَّـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَاعْبُدْنِى وَأَقِمِ الصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ طه:١٤

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.﴾ Thaahaa:14 ﴿

http://muslim-hebrew.blogspot.com/2012/02/allahu-rabbil-alamin-hashem-haelohim.html

2. El אֵל

El merupakan salah satu namaNya yang bermakna "Allah Yang Maha Perkasa"

beberapa ayat di dalam Tanakh mengunakan Nama ini

יג אָנֹכִי הָאֵל, בֵּית-אֵל, אֲשֶׁר מָשַׁחְתָּ שָּׁם מַצֵּבָה, אֲשֶׁר נָדַרְתָּ לִּי שָׁם נֶדֶר; עַתָּה, קוּם צֵא מִן-הָאָרֶץ הַזֹּאת, וְשׁוּב, אֶל-אֶרֶץ מוֹלַדְתֶּךָ.
anochi ha-EL,beyt-El asher mashachta sham matzevah asher nadarta li sham neder 'atah qom tze mi-ha'aretz hazzot veshuv el-eretz moladteka
Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."
(sefer bereshit:31:13)

ג וַיֹּאמֶר, אָנֹכִי הָאֵל אֱלֹהֵי אָבִיךָ; אַל-תִּירָא מֵרְדָה מִצְרַיְמָה, כִּי-לְגוֹי גָּדוֹל אֲשִׂימְךָ שָׁם.
vayomer anochi ha-El Elohey Avika al-tira merdah mitzraymah ,ki-l'goy gadol asyimka sham
Lalu firman-Nya: "Akulah Allah, Tuhan ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.(sefer bereshit:46:3)

3.Eloah אֱלוֹהַּ

Eloah ini merupakan Nama Yang paling jarang di dalam Tanakh,Nama ini bermakna "Allah Yang Satu" kenapa kami menyatakan satu??? karna Nama ini adalah bermakna Tunggal,akan tetapi makna sesungguhnya "Allah Yang Esa"

ada satu ayat memakai Nama ini mari kita periksa di dalam sefer chavaquq:3:3

ג אֱלוֹהַּ מִתֵּימָן יָבוֹא, וְקָדוֹשׁ מֵהַר-פָּארָן סֶלָה; כִּסָּה שָׁמַיִם הוֹדוֹ, וּתְהִלָּתוֹ מָלְאָה הָאָרֶץ.
Eloah miteyman yavo veqadosh mehar-faran shelah kisah shamayim hodo ,vuthillato mal'ah ha'aretz
Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.

4.Elohai אֱלֹהַי

ז בַּצַּר-לִי, אֶקְרָא יְהוָה-- וְאֶל-אֱלֹהַי אֲשַׁוֵּעַ:
יִשְׁמַע מֵהֵיכָלוֹ קוֹלִי; וְשַׁוְעָתִי, לְפָנָיו תָּבוֹא בְאָזְנָיו.

batzar-li aqra HaShem (YHWH) veel-Elohai ashahvve'a yishma' meheychalo qoli veshave'ati lefanayn tavo veaznayn

(18-7) Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada YHWH, kepada Tuhanku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
(mazmur:18:6)

כב כִּי-שָׁמַרְתִּי, דַּרְכֵי יְהוָה; וְלֹא-רָשַׁעְתִּי, מֵאֱלֹהָי.
ki-shamarti darchey HaShem (YHWH) velo rasha'ti me Elohai
(18-22) sebab aku tetap mengikuti jalan YHWH dan tidak berlaku fasik terhadap Tuhanku.(mazmur:18:21)

כט כִּי-אַתָּה, תָּאִיר נֵרִי; יְהוָה אֱלֹהַי, יַגִּיהַּ חָשְׁכִּי.
ki attah ta'ir neri hashem (YHWH) Elohai yagiha chashki
(18-29) Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; YHWH, Tuhanku, menyinari kegelapanku.(mazmur:18:28)


ג אֱלֹהַי--אֶקְרָא יוֹמָם, וְלֹא תַעֲנֶה; וְלַיְלָה, וְלֹא-דֻמִיָּה לִי.
Elohai-- aqra yomam velo ta'aneh velaylah velo dumiyah li
(22-3) Tuhannku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
(mazmur:22:2)

ב אֱלֹהַי--בְּךָ בָטַחְתִּי, אַל-אֵבוֹשָׁה; אַל-יַעַלְצוּ אוֹיְבַי לִי.
Elohai b'ka vatachti al-evoshah al-ya'altzu oyevai li
Tuhanku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
(mazmur:25:2)

ג יְהוָה אֱלֹהָי-- שִׁוַּעְתִּי אֵלֶיךָ, וַתִּרְפָּאֵנִי.
HaShem (YHWH) Elohai shivva'ti eleyka vatirfaeni
(30-3) YHWH, Tuhanku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.(mazmur:30:2)

טו וַאֲנִי, עָלֶיךָ בָטַחְתִּי יְהוָה; אָמַרְתִּי, אֱלֹהַי אָתָּה.
va ani 'aleyka vatachti HaShem (YHWH) amarti Elohai attah
(31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya YHWH, aku berkata: "Engkaulah Tuhanku!"(mazmur:31:14)

dan banyak lagi di sefer tehilim


5.Shaddai שַׁדַּי

Shaddai berarti Yang Maha kuasa

יא וַיֹּאמֶר לוֹ אֱלֹהִים אֲנִי אֵל שַׁדַּי, פְּרֵה וּרְבֵה--גּוֹי וּקְהַל גּוֹיִם, יִהְיֶה מִמֶּךָּ; וּמְלָכִים, מֵחֲלָצֶיךָ יֵצֵאוּ.
vayomer lo Elohim Ani EL SHADDAI f'reh 'urveh goy uqhal goyim yihyeh mimmeka umlachim mechalatzeyka yetze'u
Lagi firman Allah kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.(bereshit:35:11)

6.Elohim אֱלֹהִים
Nama ini adalah Nama yang pertama kali muncul,meskipun memakai pa'al yang bersifat jama' akan tetapi maksud dari nama itu adalah

Allah,Tuhan diatas Tuhan
Nama ini adalah Nama Jati diri,dan Nama paling sering muncul
kenapa jadi begitu???

baik di al qur'an dan di Tanakh siapa yang menciptakan alam semesta awalnya???

Allah lah jawabanya

א בְּרֵאשִׁית, בָּרָא אֱלֹהִים, אֵת הַשָּׁמַיִם, וְאֵת הָאָרֶץ.
bereshit bara Elohim,et hashamayim veet ha'aretz
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.(bereshit:1:1)

خَلَقَ اللَّـهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ العنكبوت:٤٤
Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.﴾ Al 'Ankabut:44 ﴿

7.Tzeva'ot צְבָאוֹת

Tzeva'ot bermakna Semesta alam,ini adalah Nama sandang bagi sang penguasa Yang Maha kuasa lagi Maha agung

ח אֱלֹהִים צְבָאוֹת הֲשִׁיבֵנוּ; וְהָאֵר פָּנֶיךָ, וְנִוָּשֵׁעָה.
Elohim Tzevaot hashivenu veha'er faneyka venivashe'ah

(80-8) Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.(Mazmur:80:7)

כד לָכֵן, נְאֻם הָאָדוֹן יְהוָה צְבָאוֹת--אֲבִיר, יִשְׂרָאֵל: הוֹי אֶנָּחֵם מִצָּרַי, וְאִנָּקְמָה מֵאוֹיְבָי.
lachen neum Ha Adon HaShem (YHWH) Tzeva'ot--avir ,yishrael hoy ennachem mitzrai veinnaqmah me'uyvai

Sebab itu demikianlah firman Tuhan, YHWH semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; "Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku.(yeshayahu:1:24)

mari kita selediki di dalam islam,ketujuh Nama ini apa saja di dalam bahasa arab

1.יהוה - يهوه - YHWH

2.אֱלֹהִים - Elohim - اللهم - Allahuma

3. אֵל - El - العلي - Al 'aliy

4. אֱלוֹהַּ - Eloah - الله - ALLAH

5. אֱלֹהַי - Elohai - الهي - Ilahi

6. الْقَدِيرُ -Al qodir-shaddai- שַׁדַּי

7. צְבָאוֹת- العالمين

demikianlah dan salam bagi kaum yang belajar

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 6
Posts: 192
Join date: 2011-10-27

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Kembali Ke Alkitab on Mon Aug 13, 2012 6:47 pm

@ Gerabah

Kesimpulannya apa?
Sama atau berbeda Oknum Tuhan yang berwahyu di Alkitab dan Quran?

Kembali Ke Alkitab
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 39
Location: Firdaus
Join date: 2012-07-24

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Gerabah on Tue Aug 14, 2012 9:39 pm

Kembali ke Alkitab wrote:
Gerabah wrote:
Kembali Ke Alkitab wrote:

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Dan selanjutnya biar enak diskusinya. Ok, silahkan.....


TERNYATA ANDA HANYA PUNYA MODAL COPAS DOANG, BUKTINYA ANDA NGGAK BISA NJAWAB PERTANYAAN SAYA !!

sholat yuk


@ Gerabah

Kesimpulannya apa?
Sama atau berbeda Oknum Tuhan yang berwahyu di Alkitab dan Quran?

Kamu belum menjawab sesuai perbedaan yang kau buat dari sisi hakekat, sifat dan karakternya dari Tuhan yang ada di biblemu dan Al Quran. Nah, kalau anda bisa menjelaskan tentang sisi-sisi perbedaan tsb. nanti kita enak membahasnya. Ok, bisa atau tidak kau jelaskan ? Kalau tidak bisa, itu artinya itu cuma opinimu doang, tapi bukan fakta yang sebenarnya......!

yes

Gerabah
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Total Like dan Thanks: 1
Posts: 83
Join date: 2011-11-22

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by kukubima on Tue Aug 14, 2012 9:47 pm

Kembali Ke Alkitab wrote:ternyata Muslimin ndak ada yang berani komentar di sini
ha ha ha mat malam semua

kukubima
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Total Like dan Thanks: 0
Male
Age: 24
Posts: 3
Location: jakarta
Job/hobbies: jagain istri wak haji yang muda
Humor: sujud tapi tidak menyembah....
Join date: 2012-08-14

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by kukubima on Tue Aug 14, 2012 9:51 pm

Gerabah wrote:
Gerabah wrote:
Kembali Ke Alkitab wrote:

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Dan selanjutnya biar enak diskusinya. Ok, silahkan.....

TERNYATA ANDA HANYA PUNYA MODAL COPAS DOANG, BUKTINYA ANDA NGGAK BISA NJAWAB PERTANYAAN SAYA !!

sholat yuk
alloh swt...yang tersudut dan di sudutkan di kabah


MENGGUGAT KEBESARAN ALLAHU AKBAR
Siapa didunia ini yang belum kenal teriakan takbir Allahu Akbar dewasa ini? Agaknya cuma sedikit.
Tetapi siapa diantara mereka yang bertakbir itu bisa membuktikan esensi dari teriakannya?
Kapankah Allah hadir bermanifestasi dalam keakbaran kuasa dan mulia-Nya? Yang terlihat justru bukan itu, melainkan “keakbaran” sekelompok orang2 yang ber-eufora menyemangati atau merayakan kemenangan duniawi belaka. Bahkan slogan ini makin kerap dikaitkan dengan kekerasan, perusakan, kebengisan dan pembunuhan musuh-musuh Islam, ataupun sesama Islam yang berlainan mazhab dan perjuangan. Allah telah dibawa-bawa untuk merusak dan membunuh peradaban!

Allah dan utusanNya tidak mendemonstrasikan kuasa-adikodrati Allah
Lebih khusus lagi, kita telusuri balik kezaman munculnya sebutan tersebut.
Kapankah Allahu Akbar memperlihatkan kebesaran tanda kuasa mujizat Allah didepan Nabi-Nya dan kaum Arab? Allah SWT tidak bermujizat adikodrat. Jibril tidak bermujizat adikodrati. Muhammad Rasul-Nya tidak berdaya, dan malah menghindar dan berdusta ketika ditanyakan mana kuasa adikodratinya (10:20, 13:7, 29:50, 17:90-92 dll). Tanda dan bukti bagi keilahian-Nya yang akbar tidak bisa dimunculkan. Bahkan Allah tidak tampak ADA baik bagi Muhammad maupun Jibril! Tidak ada bukti hubungan Jibril dan Muhammad dengan Allah-nya selain klaim. Tidak dalam bentuk komunikasi, atau dalam manifestasi apa saja. Semuanya KOSONG! Yang ada hanya kisah-kisah ulang sontekan kisah (retelling stories) dari Israel, bukan kisah actual Arabia dijaman Muhammad!

Sebaliknya Yahweh, Gabriel dan nabi-Nya penuh dengan penyataan kuasa disepanjang zaman
Ini bertolak belakang dengan YAHWEH, Tuhan yang bermanifestasi, berbicara langsung dan hadir dalam sejarah, berkuasa bermujizat dan bernubuat disepanjang kehidupan nabi-nabi-Nya! Demikian pula Malaikat Tuhan – seperti Gabriel– selalu tampil dengan kuasa mujizat/ nubuat bagi target yang dikunjunginya. Perhatikan baik-baik bahwa Malaikat Gabriel (awas, bukan ruh Jibril Islam!) menubuatkan dengan persis bahwa Maryam maupun istri Zakharia akan langsung hamil, sekalipun mustahil (yang satu perawan, yang lain mandul tua). Perhatikan pula bahwa Gabriel berkuasa adikodrati menghukum Zakharia menjadi langsung bisu karena tidak beriman kepadanya! Dan semua komunitas menyaksikannya! Lihat Musa membawa umatnya menyaksikan dahsyatnya tangan Tuhan mematahkan kuasa Firaun dan rintangan alam dan laut Tiberau, penyembuhan yang sakit serta memberi makan dari langit SETIAP HARI hari selama 40 tahun.
Sedangkan Yesus membawa muridnya dan semua orang Isreal menyaksikan SETIAP HARI mujizat kesembuhan untuk setiap penyakit apaun! Pembangkitan orang mati, penaklukkan setan, badai dan gelombang, memberi ribuan orang makanan berlimpah, mendengar suara dan melihat kemuliaan Tuhan dari sorga. Menyaksikan kebangkitan diriNya dari kematian kubur, dan kepulangan-Nya naik kesorga….

kukubima
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Total Like dan Thanks: 0
Male
Age: 24
Posts: 3
Location: jakarta
Job/hobbies: jagain istri wak haji yang muda
Humor: sujud tapi tidak menyembah....
Join date: 2012-08-14

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Sombrero on Tue Aug 14, 2012 10:35 pm

kukubima wrote:
Gerabah wrote:
Gerabah wrote:
Kembali Ke Alkitab wrote:

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Dan selanjutnya biar enak diskusinya. Ok, silahkan.....

TERNYATA ANDA HANYA PUNYA MODAL COPAS DOANG, BUKTINYA ANDA NGGAK BISA NJAWAB PERTANYAAN SAYA !!


alloh swt...yang tersudut dan di sudutkan di kabah


MENGGUGAT KEBESARAN ALLAHU AKBAR
Siapa didunia ini yang belum kenal teriakan takbir Allahu Akbar dewasa ini? Agaknya cuma sedikit.
Tetapi siapa diantara mereka yang bertakbir itu bisa membuktikan esensi dari teriakannya?
Kapankah Allah hadir bermanifestasi dalam keakbaran kuasa dan mulia-Nya? Yang terlihat justru bukan itu, melainkan “keakbaran” sekelompok orang2 yang ber-eufora menyemangati atau merayakan kemenangan duniawi belaka. Bahkan slogan ini makin kerap dikaitkan dengan kekerasan, perusakan, kebengisan dan pembunuhan musuh-musuh Islam, ataupun sesama Islam yang berlainan mazhab dan perjuangan. Allah telah dibawa-bawa untuk merusak dan membunuh peradaban!

Allah dan utusanNya tidak mendemonstrasikan kuasa-adikodrati Allah
Lebih khusus lagi, kita telusuri balik kezaman munculnya sebutan tersebut.
Kapankah Allahu Akbar memperlihatkan kebesaran tanda kuasa mujizat Allah didepan Nabi-Nya dan kaum Arab? Allah SWT tidak bermujizat adikodrat. Jibril tidak bermujizat adikodrati. Muhammad Rasul-Nya tidak berdaya, dan malah menghindar dan berdusta ketika ditanyakan mana kuasa adikodratinya (10:20, 13:7, 29:50, 17:90-92 dll). Tanda dan bukti bagi keilahian-Nya yang akbar tidak bisa dimunculkan. Bahkan Allah tidak tampak ADA baik bagi Muhammad maupun Jibril! Tidak ada bukti hubungan Jibril dan Muhammad dengan Allah-nya selain klaim. Tidak dalam bentuk komunikasi, atau dalam manifestasi apa saja. Semuanya KOSONG! Yang ada hanya kisah-kisah ulang sontekan kisah (retelling stories) dari Israel, bukan kisah actual Arabia dijaman Muhammad!

Sebaliknya Yahweh, Gabriel dan nabi-Nya penuh dengan penyataan kuasa disepanjang zaman
Ini bertolak belakang dengan YAHWEH, Tuhan yang bermanifestasi, berbicara langsung dan hadir dalam sejarah, berkuasa bermujizat dan bernubuat disepanjang kehidupan nabi-nabi-Nya! Demikian pula Malaikat Tuhan – seperti Gabriel– selalu tampil dengan kuasa mujizat/ nubuat bagi target yang dikunjunginya. Perhatikan baik-baik bahwa Malaikat Gabriel (awas, bukan ruh Jibril Islam!) menubuatkan dengan persis bahwa Maryam maupun istri Zakharia akan langsung hamil, sekalipun mustahil (yang satu perawan, yang lain mandul tua). Perhatikan pula bahwa Gabriel berkuasa adikodrati menghukum Zakharia menjadi langsung bisu karena tidak beriman kepadanya! Dan semua komunitas menyaksikannya! Lihat Musa membawa umatnya menyaksikan dahsyatnya tangan Tuhan mematahkan kuasa Firaun dan rintangan alam dan laut Tiberau, penyembuhan yang sakit serta memberi makan dari langit SETIAP HARI hari selama 40 tahun.
Sedangkan Yesus membawa muridnya dan semua orang Isreal menyaksikan SETIAP HARI mujizat kesembuhan untuk setiap penyakit apaun! Pembangkitan orang mati, penaklukkan setan, badai dan gelombang, memberi ribuan orang makanan berlimpah, mendengar suara dan melihat kemuliaan Tuhan dari sorga. Menyaksikan kebangkitan diriNya dari kematian kubur, dan kepulangan-Nya naik kesorga….

Sebenarnya tidak perlu lah berbicara terlalu naris, persis kayak pendeta khotbah sampa berbusa, tapi isinya Zerro, Yuk, kita lihat saja faktanya :

1. Yesus memanggil tuhannya dengan sebutan "Eloi,...Eloi, knapa Bukan YHWH?

2. Di aLkitab mengapa tidak ditulis YHWH sebagai pengganti nama tuhan Muslim yang bernama Allah? walau kristen beralasan bahwa nama Allah adalah "sesembahan" - mengapa tidak diganti dengan nama sesembahan versi kristen sendiri yang berasal dari bahasa Ibrani.

3. Apakah YHWH yang kamu maksudkan adalah Tuhan semesta alam? Kalau "YA" Knapa nama YAHWEH tidak Populer di dunia manapun? padahal Nama Tuhan perlu di masyhurkan di Bumi agar Umatnya setiap detik mengingatnya, dan memanggilnya serta mengkuduskanya, tapi YHWH? NO !

NB
Keluaran 9:16
akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.


Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 5
Male
Age: 13
Posts: 534
Location: JAKARTA
Job/hobbies: mengkritisi alkitab, hasilnya : Jesus BUKAN Tuhan, tp cuma manusia biasa sama spt kita
Humor: Wanita Samaria bertemu Jesus pertama kali, langsung menyapa, "Hai Tuhan" - kok tahu Jesus itu tuhan? (Terjemahan LAI) Asli Ngakak
Join date: 2012-07-06

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Gerabah on Tue Aug 14, 2012 10:38 pm

kukubima wrote:
Gerabah wrote:
Gerabah wrote:
Kembali Ke Alkitab wrote:

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Dan selanjutnya biar enak diskusinya. Ok, silahkan.....

TERNYATA ANDA HANYA PUNYA MODAL COPAS DOANG, BUKTINYA ANDA NGGAK BISA NJAWAB PERTANYAAN SAYA !!

sholat yuk
alloh swt...yang tersudut dan di sudutkan di kabah


MENGGUGAT KEBESARAN ALLAHU AKBAR
1)Siapa didunia ini yang belum kenal teriakan takbir Allahu Akbar dewasa ini? Agaknya cuma sedikit.
Tetapi siapa diantara mereka yang bertakbir itu bisa membuktikan esensi dari teriakannya?
Kapankah Allah hadir bermanifestasi dalam keakbaran kuasa dan mulia-Nya? Yang terlihat justru bukan itu, melainkan “keakbaran” sekelompok orang2 yang ber-eufora menyemangati atau merayakan kemenangan duniawi belaka. Bahkan slogan ini makin kerap dikaitkan dengan kekerasan, perusakan, kebengisan dan pembunuhan musuh-musuh Islam, ataupun sesama Islam yang berlainan mazhab dan perjuangan. Allah telah dibawa-bawa untuk merusak dan membunuh peradaban!

2) Allah dan utusanNya tidak mendemonstrasikan kuasa-adikodrati Allah
Lebih khusus lagi, kita telusuri balik kezaman munculnya sebutan tersebut.
Kapankah Allahu Akbar memperlihatkan kebesaran tanda kuasa mujizat Allah didepan Nabi-Nya dan kaum Arab? Allah SWT tidak bermujizat adikodrat. Jibril tidak bermujizat adikodrati. Muhammad Rasul-Nya tidak berdaya, dan malah menghindar dan berdusta ketika ditanyakan mana kuasa adikodratinya (10:20, 13:7, 29:50, 17:90-92 dll). Tanda dan bukti bagi keilahian-Nya yang akbar tidak bisa dimunculkan. 2a) Bahkan Allah tidak tampak ADA baik bagi Muhammad maupun Jibril! Tidak ada bukti hubungan Jibril dan Muhammad dengan Allah-nya selain klaim. Tidak dalam bentuk komunikasi, atau dalam manifestasi apa saja. Semuanya KOSONG! Yang ada hanya kisah-kisah ulang sontekan kisah (retelling stories) dari Israel, bukan kisah actual Arabia dijaman Muhammad!

3) Sebaliknya Yahweh, Gabriel dan nabi-Nya penuh dengan penyataan kuasa disepanjang zaman
Ini bertolak belakang dengan YAHWEH, Tuhan yang bermanifestasi, berbicara langsung dan hadir dalam sejarah, berkuasa bermujizat dan bernubuat disepanjang kehidupan nabi-nabi-Nya! Demikian pula Malaikat Tuhan – seperti Gabriel– selalu tampil dengan kuasa mujizat/ nubuat bagi target yang dikunjunginya. Perhatikan baik-baik bahwa Malaikat Gabriel (awas, bukan ruh Jibril Islam!) menubuatkan dengan persis bahwa Maryam maupun istri Zakharia akan langsung hamil, sekalipun mustahil (yang satu perawan, yang lain mandul tua). Perhatikan pula bahwa Gabriel berkuasa adikodrati menghukum Zakharia menjadi langsung bisu karena tidak beriman kepadanya! Dan semua komunitas menyaksikannya! Lihat Musa membawa umatnya menyaksikan dahsyatnya tangan Tuhan mematahkan kuasa Firaun dan rintangan alam dan laut Tiberau, penyembuhan yang sakit serta memberi makan dari langit SETIAP HARI hari selama 40 tahun.

4) Sedangkan Yesus membawa muridnya dan semua orang Isreal menyaksikan SETIAP HARI mujizat kesembuhan untuk setiap penyakit apaun! Pembangkitan orang mati, penaklukkan setan, badai dan gelombang, memberi ribuan orang makanan berlimpah, mendengar suara dan melihat kemuliaan Tuhan dari sorga. Menyaksikan kebangkitan diriNya dari kematian kubur, dan kepulangan-Nya naik kesorga….

Untuk point 1, itu saya anggap hanya opini kamu. Nggak ada relevansinya.
Untuk point 2, kau ngerti nggak tentang konteks ayat-ayat 10:20, 13:7, 29:50, 17:90-92 yang kau tampilkan itu ? jangan kau ambil sepotong-sepotong trus kau buat opini. Itu jelas salah.
Untuk point 2a, ternyata kau salah memahami hubungan Allah, malaikat Jibril dan Nabi Muhammad. Silahkan cari yang bener....!
Untuk point 3, alangkah baiknya kau beri rujukan ayat dari biblemu, nanti kita bahas.
Untuk point 4, juga alangkah baiknya kau beri rujukannya dari biblemu, nanti kita bahas.

Silahkan fokus pada bahasan ajaran, bukan opini (pendapat pribadi), itu jauh lebih bermartabat dan gentle dalam berdebat. Ok, bisa kan.........?!

Gerabah
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Total Like dan Thanks: 1
Posts: 83
Join date: 2011-11-22

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Kembali Ke Alkitab on Wed Aug 15, 2012 6:56 pm

Yang mau saya tegaskan di sini kita mau mengidentifikasi Tuhan dalam Alkitab dan Tuhan dalam Quran.

1. Bisa sama Oknum Tuhan
2. Bisa Beda Oknum Tuhan.

Makanya cara mengidentifiksinya adalah melalui wahyunya.

Dengan logika sederhana saja.

Jika Wahyu dalam Alkitab dan Al-Quran itu konsisten, saling mendukung, tidak ada pertentangan/perbedaan pasti Oknum Tuhannya sama.

Jika Wahyu dalam Alkitab dan Al-Quran itu tidak konsiten, tidak saling mendukung (kontradiksi), timbul pertentangan/perbedaan, pasti Oknum Tuhannya berbeda.

Allah itu pasti konsiten dan maha tahu maka tidak mungkin seperti ini :


KONTRADIKSI YANG MUNCUL DALAM AL-QURAN DENGAN ALKITAB

1) BERAPA HARIKAH KARYA PENCIPATAAN TERLAKSANA

Bila
anda menjumlah semua hari yang disebutkan dalam QS 41:9,10,12 anda akan
mendapatkan 8 hari yang diperlukan Tuhan unruk melakukam karya
penciptaanNya(4 hari + 2 hari + 2 hari = 8 hari). Tetapi menurut Alkitab
( Kejadian 1 : 31 ) hanya 6 hari yang diperlukan Tuhan untuk
menciptakan Alam semesta. Kesimpulannya Alquran sudah bertentangan
dengan Alkitab sejak dimulai BAB I dari alkitab

2) KISAH /SEJARAH NABI NUH, AIR BAH DAN ANAK – ANAK NABI NUH

Menurut
Alkitab ketiga anak Nabi Nuh semuanya masuk ke Bahtera bersama Nabi Nuh
dan mereka semua diselamatkan dari air bah (Kejadian 7:1.7,13)

Namun
dalam Alquran 11:32-48 menyatakan bahwa salah satu anak Nabi Nuh
menolak masuk bahtera dan akhirnya tenggelam dalam air bah. Sementara QS
21:76.77 mengisyaratkan Nabi Nuh beserta seluruh keluarganya selamat
semua.

QS 11:44 menyatakan Bahtera Nabi Nuh bersandar di atas
Gunung Judi, sementara Alkitab mengatakan di atas Gunung Ararat. Dalam
hal ini sungguh sangat jelas perbedaan antara Alkitab dan Alquran.

3) KESALAHAN QURAN TENTANG ABRAHAM

a.
Quran menyatakan bahwa nama ayah Abraham adalah Azar (QS 6:7) tetapi
Alkitab mengatakan namanya Terah (Tetap tercatat turun temurun dari
anak-anak Abraham yaitu kaum Yahudi dan nabi-nabiYahudi. Dan baru
setelah lewat 2500 tahun kemudian, tiba-tiba ada orang lain yang Non
Yahudi yang memberI nama berbeda, bukan mau mengkorupsi karena salah
wahyunya atau tidak paham saja)

b. Abraham tidak tinggal dan
menyembah Tuhan di lembah Mekkah (QS 14:37). Tetapi di Hebron sesuai
Alkitab (Setting Palestina tiba tiba digiring menjadi setting Arab)

c.
Menurut Alkitab, anak Abraham yang bernama Iskak yang akan dikorbankan,
bukan Ismail seperti yang dianggap dinyatakan Quran (QS 37: 100-12).
(Tidak ada nama Ismail disebut disini, kecuali disebut “seorang anak”
Dan orang muslim haruslah amat heran kenapa Quran ragu menyebutkan
sesuatu yang harus dikoreksinya dengan lantang?. Para pakar sangat logis
menduga Muhammad takut ditertawakan oleh Yahudi/Nasrani yang tahu
persis siapa anak tersebut.

d. Abraham mempunyai 8 anak, bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalan Quran (seperti yang “ diketahui” oleh Muhammad)

e. Abraham mempunyai 3 orang istri dan bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalam Quran

f.
Abraham tidak membangun Kabah walaupun Quran menyatakan demikian (QS 2 :
125-127) (Setting Palestina tiba-tiba menjadi setting Arab)

g.
Abraham tidak dilemparkan ke dalam api oleh Nimrod sebagaimana yang
dinyatakan dalam quran (QS 21:68,69 dan 9:69). Kesalahan ini sangat
mencolok seriusnya karena menimbulkan masalah secara kasat mata dalam
Quran. Sebab Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham. Bagaimana
mungkin Nimrod mendalangi pelemparan Abraham ke dalam api, karena waktu
Abraham hidup Nimrod sudah mati beberapa abad sebelumnya.

4) KESALAHAN MENGENAI YUSUF


Quran
membuat kesalahan ketika menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf ,
anak Yakup adalah bernama Aziz (QS 12 : 21 ff) padaham pembeli Yusuf
adalah Potifar (Kejadian 37:36). Nama Potifar melegenda turun temurun
sejak taurat Musa. Sejarah mana yang pernah memperkenalkan nama Aziz?.
Nabi mana yang pernah menyebut nama tersebut, kecuali seorang nabi dari
Arab yang datang sangat terlambat untuk “mengkoreksinya”

5) CIRI CIRI ALKITABIAH


Quran
juga membuat kesalahan yang sama ketika ia menamai Goliat sebagai
Jalut, Korah sebagai Karun, Saul sebagai Talut, Enoch sebagai Idris,
Yehezkiel sebahai Dhu’l-Khifl, Yohanes pembaptis sebagi Yahya, Yesus
sebagai Isa. Ilmuan Besar bidang kajian Arab Canon Edward Sell
berkomentar “ Muhammad pasti tidak memperoleh pengetahuan nama-nama
tersebut dari sumber aslinya yaitu Kitab Perjanjian Lama. Kerancuan
nama-nama tersebut sungguh sangat kentara. Dan sehingga Muhammad sering
mendapatkan nama-nama, peristiwa-peristiwa dan kronologi yang serba
salah.


6) KESALAHAN MENGENAI MUSA


a. Orang yang
mengapdosi Musa bukanlah istri Firaun seperti yang dinyatakan QS 28:8,9.
Orang yang mengapdosi Musa adalah putrid Firaun (Keluaran 2:5). Siapa
yang salah disini? Musa atau Muhammad?. Musa adalah nabi terbesar Yahudi
sebagai penutur/penulis riwayatnya sendiri, akankah mencatat salah, dan
diikuti salah oleh seluruh nabi –nabi lain dan umat Israel?.

b.
Air bah Nuh tidak berlangsung pada jaman Musa sebagai yang dinyatakan QS
7: 136,137,138 bandingkan QS 7:59ff). Kesalahan ini tidak mudh
disingkirkan

c. Quran menyatakan bahwa Haman hidup di Mesir pada
jaman Musa dan dia bekerja untuk Firaun menbangun menara Babel (QS
27:4-6, QS 28:38,QS 29:39, QS 40: 23,24,36,37). Tetapi sesungguhnya
Haman hidup di Persia melayani Raja Ahasyweros (Kitab Ester 8). Rupanya
Muhammad mengira Ahasyweros ini salah satu Firaun di Mesir.Kesalahan ini
sangat serius karena tidak saja bertentangan dengan Alkitab tetapi juga
dengan sejarah sekuler.

d. Penyaliban tidak digunakan di Mesir pada jaman Firaun, walaupun Quran menyatkan demikian dalam QS 7:124


7) KESALAHAN MENGENAI MARIA


a. Ayah maria bukan Imran (QS 66:12)

b.
Maria tidak melahirkan Yesus di bawah pohon palem sendirian (QS
19:22-25), tetapi disebuah kandang ditemani Yusuf (Lukas 2 : 1-20)

c.
Muhammad mengalami kebingungan membedakan ibu Yesus, maria dengan
saudara perempuan Musa dan Harun, Miryam (QS 19:28). Hal ini merupakan
kesalahan serius karena menunjukkan Muhammad tidak mempunyai pemahaman
mengenai perbedaan periodic untuk tokoh-tokoh yang tertulis dalam
Alkitab.

d. Muhammad dengan jelas mengarang-ngarang cerita dan mujizat bohong-bohongan yang terjadi bagi maria (QS 19:23-26)

e.
Zakharia tidak dapat berbicara terus menerus sampai anaknya lahir
(Lukas 1:20) Zakharia bisu selama selama kehamilan Yohanes, bukan bisu
selama 3 malam sepeti yang dinyatakan QS 19:10

INI JELAS PASTI BEDA OKNUM TUHAN

Kembali Ke Alkitab
KOPRAL
KOPRAL

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 39
Location: Firdaus
Join date: 2012-07-24

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by putramentari on Thu Aug 16, 2012 12:16 am

Kembali Ke Alkitab wrote:


KONTRADIKSI YANG MUNCUL DALAM AL-QURAN DENGAN ALKITAB

1) BERAPA HARIKAH KARYA PENCIPATAAN TERLAKSANA

Bila
anda menjumlah semua hari yang disebutkan dalam QS 41:9,10,12 anda akan
mendapatkan 8 hari yang diperlukan Tuhan unruk melakukam karya
penciptaanNya(4 hari 2 hari 2 hari = 8 hari). Tetapi menurut Alkitab
( Kejadian 1 : 31 ) hanya 6 hari yang diperlukan Tuhan untuk
menciptakan Alam semesta. Kesimpulannya Alquran sudah bertentangan
dengan Alkitab sejak dimulai BAB I dari alkitab

kayaknya ente kurang jeli baca AL Qur'an, komen saya ini bukan untuk menyamakan informasi antara Al Qur'an dan Injil tapi hanya meluruskan pemahaman anda :
41. Fushshilat

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."

>*. Penciptaan Bumi dalam 2 Masa, fokus penciptaan hanya Bumi(fii yaumain)

10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

>*. penciptaan bumi dan segala isinya (gunung, tumbuhan, hewan, dan lainnya) dalam 4 masa (fii arba’ati ayyaam).

12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

>* Penciptaan Langit dalam 2 Masa

Tentu total penciptaan adalah selama 6 hari dimana Penciptaan Bumi 2 hari, penciptaan segala isi bumi ( 4-2 )= 2 hari dan ditambah 2 hari penciptaan Langit.


sesuai dengan :
10. Yunus
3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu
tidak mengambil pelajaran?

Semoga dipahami

putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 113
Male
Age: 33
Posts: 4843
Location: Pekanbaru
Job/hobbies: Open The christian's mind about jesus Christ & Pelintirology Tafsir Aliran sesat yang mengaku Islam yaitu Ahmadiyah
Humor: Paulus & HMGA ternyata setali 3 uang Alias sama sama menyesatkan
Join date: 2012-03-04

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by Gerabah on Thu Aug 16, 2012 10:21 pm

@ buat yang pake nick name "Kembali ke Alkitab", pernyataan anda sbb. :

Kembali Ke Alkitab wrote:
TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya

Anda menyebut Tuhan YHWH dan Allah Subhanallahuwata'ala berbeda dari sisi hakekat, sifat dan karakternya. Tolong saya dibantu untuk mengetahui secara terperinci dari ketiga sisi tsb. dari masing-masing Tuhan di Bible dan di Al Quran (tentu pake dalil), biar kelihatan dimana perbedaannya. Ok, silahkandijawab , jangan kau muter-muter tanpa dalil rujukan.....!


yes

Gerabah
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Total Like dan Thanks: 1
Posts: 83
Join date: 2011-11-22

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by abu hanan on Wed Aug 29, 2012 3:10 am

Kembali Ke Alkitab wrote:
Alkitab adalah nubuatan yang ditulis pada tahun 2000an Sebelum Masehi dan sampai jaman hidupnya para Rasul sekitar 0 (nol) masehi. Alkitab ditulis oleh orang yang berbeda-beda dalam kurun ribuan tahun. Namun luar biasa semua penulisannya terjalin rapi dan teratur menurut kronologi, subyek maupun temanya. Dan lebih luar biasa lagi ayat-ayat nubuatan semua tergenapi pada ayat ayat berikutnya.

Al-Quran adalah kitab yang ditulis pada tahun 600an Setelah Masehi. Al-Quran diklaim sebagai wahyu “Tuhan” yang diturunkan lewat Muhammad.

Jadi Alkitab telah ada 600 tahun lebih dahulu dari Al-Quran. Ada selisih 600 tahun antara Alkitab dan Al-Quran. Dan Alkitab jauh lebih tua dari pada Al-Quran

Lalu apakah Tuhan dalam Alkitab dan dalam Al-Quran adalah satu hakekat?. Apakah Tuhan dalam Alkitab dan dalam Al-Quran adalah Tuhan yang sama?

TUHAN YHWH tidak sama dengan TUHAN ALLOH SWT, kedua pribadi ini sangat berbeda hakekat, sifat dan karakternya, YHWH dikenal jauh jauh beribu tahun sebelum dikenalnya ALLOH SWT. ALLOH SWT dan YHWH kalau dipelajari , adalah sangat jelas sebagai DUA Tuhan yang sangat berbeda baik hakekat, karakter, sifat dan kesejarahannya
sayah ajak andah berangkat dari point inih.silahkeun menjelaskan ;
1.hakekat yhwh
2.karakter yhwh
3.sejarah yhwh

Kembali Ke Alkitab wrote:
KONTRADIKSI YANG MUNCUL/KESALAHANAN ALQURAN:

1) BERAPA HARIKAH KARYA PENCIPATAAN TERLAKSANA

Bila anda menjumlah semua hari yang disebutkan dalam QS 41:9,10,12 anda akan mendapatkan 8 hari yang diperlukan Tuhan unruk melakukam karya penciptaanNya(4 hari + 2 hari + 2 hari = 8 hari). Tetapi menurut Alkitab ( Kejadian 1 : 31 ) hanya 6 hari yang diperlukan Tuhan untuk menciptakan Alam semesta. Kesimpulannya Alquran sudah bertentangan dengan Alkitab sejak dimulai BAB I dari alkitab
bagemanah pengertian HARI di dalamPerjanjian Lama dalam menjelaskan Kejadian..

monggoh...

karena membawa yhwh maka sewajarnyah anda menjelaskan dalam koridor yudaisme...jika anda membawa trinitas di dalam penjelasan HARI menurut yhwh yah sama juga idem lha PL gak kenal trinitas...



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas

abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Total Like dan Thanks: 158
Male
Age: 80
Posts: 7235
Location: soerabaia
Job/hobbies: Menyebarkan Monotheism dan memberangus berhala
Humor: hari terpanjang adalah hariseninsampaiseninlagi
Join date: 2011-10-06

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by abu hanan on Wed Aug 29, 2012 3:15 am

Kembali Ke Alkitab wrote:ternyata Muslimin ndak ada yang berani komentar di sini
lha jangan ge er dulu lah...sayah baru aja ngeliat lapak anda...


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas

abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Total Like dan Thanks: 158
Male
Age: 80
Posts: 7235
Location: soerabaia
Job/hobbies: Menyebarkan Monotheism dan memberangus berhala
Humor: hari terpanjang adalah hariseninsampaiseninlagi
Join date: 2011-10-06

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by mang odoy on Wed Aug 29, 2012 5:47 am

abu hanan wrote:
Kembali Ke Alkitab wrote:ternyata Muslimin ndak ada yang berani komentar di sini
lha jangan ge er dulu lah...sayah baru aja ngeliat lapak anda...

ane liat...Kresten dimari satu persatu..."angkat koper" mbahhh.... ketiwi

Gimana nih...?? ada teori "pemasaran" baru agar warung tetep buka....?? lol

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Total Like dan Thanks: 82
Posts: 4129
Join date: 2011-10-11

Back to top Go down

Re: ALLAH DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB TERNYATA BEDA OKNUM ALLAH

Post by pakdhesam on Wed Aug 29, 2012 8:35 am

SUNDUL DULU YG KRESETAN HARUS JELASIN YAHWE BERDSARAKAN TRINITAS berdasarkan PERJANJIAN BARU

pakdhesam
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 168
Location: gorontalo
Job/hobbies: abdi negara
Humor: bercanda itu ada batasnya, batasnya bercanda apa ya?
Join date: 2012-06-20

Back to top Go down

Page 1 of 2 1, 2  Next

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum